Anda di halaman 1dari 3

Paper AgroEkosistem Kehutanan Dusun III Desa Cilembu

M.K. SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN II (DiajukanUntukMemenuhiTugas Mata KuliahSistemPertanianBerkelanjutan II)

Disusunoleh : Sensia Gibsi Ompusunggu 150510090084

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI B FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

Pendahuluan Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayahwilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitathewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting.Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas. Hutan sebagai suatu ekosistem tidak hanya menyimpan sumberdaya alam berupa kayu, tetapi masih banyak potensi non kayu yang dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat melalui budidaya tanaman pertanian pada lahan hutan. Sebagai fungsi ekosistem hutan sangat berperan dalam berbagai hal seperti penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat hidup berjuta flora dan fauna, dan peran penyeimbang lingkungan, serta mencegah timbulnya pemanasan global. Sebagai fungsi penyedia air bagi kehidupan hutan merupakan salah satu kawasan yang sangat penting, hal ini dikarenakan hutan adalah tempat bertumbuhnya berjuta tanaman. Salah satu potensi Desa Cilembu selain yaitu kehutanannya dengan luas lahan yang cukup besar yaitu 625,5 Ha. Luas lahan hutan yang cukup besar ini memiliki potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian, peternakan, agrowisata bahkan mendukung sistem pengairan bagi kebutuhan sehari-hari warga desa cilembu. Kondisi Kehutanan di Desa Cilembu Luas lahan Kepemilikan Milik Negara : 625 ha Milik masyarakat pererorangan: 5 ha Hutan lindung:115 ha Jenis tanaman yang ada di hutan Desa Cilembu: Kayu : 51 m3/th Bambu : 53 m3/th Pada 10 tahun terakhir hutan di dusun III digunakan sebagai hutan produksi oleh warga setempat, dan sekarang hutan tersebut di ambil alih oleh BKSDA untuk hutan lindung/ sebagai konservasi yang berfungsi untuk mencegah terjadinya longsor dan sebagai daya serap air. Beberpa tahun yang lalu hutan tersebut mengalami kebakaran yang mengakibatkan hutan menjadi gundul. Sehingga pemerintah mengambil alih hutan tersebut untuk dikonservasi.

PENGEMBANGAN SISTEM PERTANIAN TERPADU 1. Pemanfaatan Hutan Sebagai Sumber Air Bagi Peternakan dan Pertanian Sebagian besar penduduk di Dusun III memiliki sumber mata pencaharian yang berasal dari peternakan dan pertanian. Dalam kegiatan sehari-hari , baik pertanian maupun peternakan sama-sama sangat membutuhkan air untuk dapat berproduksi secara maksimal. Sumber daya air yang ada di sekitar hutan Desa cilembu seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengairan bukan hanya untuk keperluan rumah tangga, namun juga untuk peternakan dan perikanan. Namun masalah yang terjadi dilapangan yaitu air tersebut masih belum maksimal dalam mencukupi kebutuhan air untuk pertanian dan peternakan. Solusi yang dapat dilakukan untuk menangani permasalahan ini yaitu membuat sistem penampung air hujan atau sumur disekitar sumber air hutan. Karena di hutan ini terdapat vegetasi bambu yang cukup yaitu 53 m3/th, maka menurut saya penanaman bambu perlu ditingkatkan lagi guna meningkatkan penyerapan air. Dalam kaitannya dengan konservasi, sebuah penelitian di China, hutan bambu mampu meningkatkan penyerapan air kedalam tanah hingga 240% dibandingkan hutan pinus. Penghijauan dengan bambu pada bekas tambang batubara di India mampu meningkatkan muka air tanah 6,3 meter hanya dalam 4 tahun. Berdasarkan laporan penelitian tentang hutan di China, dedaunan bambu yang berguguran di hutan bambu terbuka paling efisien di dalam menjaga kelembaban tanah dan memiliki indekserosi paling rendah dibanding 14 jenis hutan yang lain. Penelitian Prof. Koichi Ueda dari Kyoto University menyatakan bahwa sistem perakaran bambu monopodial sangat efektif di dalam mencegah bahaya tanah longsor. Hutan bambu dapat menyerap CO2 62 ton/Ha/Thn sementara hutan tanaman lain yang masih baru hanya menyerap 15 ton/Ha/Thn. Bambu juga melepaskan oksigen sebagai hasil fotosintesis 355 lebih banyak dari pohon yang lain. Jadi penanaman bambu tersebut berguna untuk meningkatkan penyerapan air yang akhirnya berhubungan dengan ketersediaan air dalam sumur penampung air. 2. Pemanfaatan Lahan Hutan Sebagai Sumber Makanan Ternak Dengan luas lahan hutan yang cukup besar, maka potensi yang dimiliki hutan ini tidak hanya sebatas sumberdaya air saja, tetapi juga sumberdaya lainnya seperti lahan kosong yang dapat ditanami rerumputan atau tanaman sejenis yang dapat dijadikan sebagai sumber makanan ternak. Dari total seluruh warga dusun III terdapat50% warga yang memiliki mata pencaharian sebagai peternak. Keadaan ini menyebabkan kebutuhan akan rumput sebagai makanan ternak yang cukup tinggi dan kontiniu. Menurut saya, lahan hutan yang luas tersebut sebaiknya dimanfaatkan secara maksimal dengan menanam tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber makanan ternak. Namun penanaman tersebut dilakukan tanpa mengubah maupun merusak kondisi lingkungan hutan, karena hutan tersebut masih dalam kegiatan konservasi.