Anda di halaman 1dari 83

Theo K Sendow

PEMODELAN TRANSPORTASI EMPAT TAHAP


CONTOH KASUS PEMODELAN JALAN ANTAR KABUPATEN DI
PROPINSI RIAU DENGAN KABUPATEN SEBAGAI ZONANYA
___________________________________________________________________
Identifikasi Masalah dan Proses Rekrut Data
1) Tentukan kajian ini akan menganalisis tentang jalan Negara, jalan Propinsi, jalan
kabupaten atau jalan kecamatan. PADA KASUS INI YANG AKAN DIKAJI ADALAH
JALAN YANG MENGHUBUNGKAN ANTARA KABUPATEN/KOTA, MAKA
ZONANYA ADALAH KABUPATEN/KOTA.
2) Analisis tentang jalan Negara, jalan Propinsi, jalan kabupaten atau jalan kecamatan akan
menentukan luas daerah kajian wialayah administrasi Negara, Propinsi, Kabupaten/Kota atau
Kecamatan atau banhkan Desa. ZONANYA ADALAH KABUPATEN/KOTA.
_____________________________________________________________________
Model Bangkitan Tarikan Pergerakan (Trip Generation)
Tahapan bangkitan pergerakan bertujuan mendapatkan jumlah pergerakan yang dibangkitkan
oleh setiap zona asal pada masa sekarang (oi), pada masa mendatang (Oi), dan jumlah
pergerakan yang tertarik ke setiap zona tujuan pada masa sekarang (dd) dan pada masa depan
(Dd) yang ada di dalam daerah kajian.
Dalam bagian ini kita mempertimbangkan pendekatan pertama (misalnya meramalkan total
pergerakan oi, Oi, dd dan Dd dari data atribut sosio-ekonomi rumah tangga), yang paling sering
digunakan dalam berbagai kajian sampai dengan akhir talum 1980-an. Tujuan asar tahap
bangkitan pergerakan alah menghasilkan model hubungan yangmengaitkan parameter tata guna
lahan dengan jumlah pergerakan yang menuju ke suatu zona atau jumlah pergerakan yang
meninggalkan suatu zona. Zona asal dan tujuan pergerakan biasanya juga menggunakan istilah
trip end.
3) Tentukan daerah kajian yang akan dibuat (batas wilayah, luas daerah dan sebaginya) dan
masukkan daerah-daerah pengaruh disekitar daerah kajian.
4) Tentukan jumlah zona yang akan dibuat dan tentukan zona internal serta zona external.
5) Buat model grafis yang menggambarkan wilayah zona, pusat zona, batas zona, centroid
conector, cordon line.
6) Ambil wilayah satu zona berupa wilayah admistrasi misalnya untuk analisis jalan
kabupaten/kota maka ambil zona berupa kecamatan agar memudahkan dalam pengumpulan
data.
7) Perhatikan dengan seksama apakah zona yang ditetapkan telah merepresentasikan satu
jenis kegiatan saja. Zona yang hanya satu jenis kegiatan saja (apakah zona pendidikan atau
pemukiman atau perdagangan dan lain sebagainya) maka tidak akan ada pergerakan intra
zona. Bila masih ada pergerakan intra zona (Zona dengan lebih dari satu jenis kegiatan) maka
pecah zona tersebut menjadi lebih dari satu zona (dua atau tiga dan seterusnya).
8) Setelah model grafis dibuat, maka mulailah dilakukan pengumpulan data melalui survey
transportasi diantaranya :
a)
Inventarisir semua jalan yang akan ditinjau dan kumpulkan datanya berupa
panjang, lebar, kapasitas, travel time, kecepatan tempuh, gangguan samping (SURVEY
INVENTARISASI JARINGAN JALAN).
b)
Lakukan pendataan lalulintas (Traffic Count) untuk masa sekarang sehingga
diketahui pergerakan kendaraan dari semua zona asal ke semua zona tujuan. Perhitungan
ini diperoleh dari penjumlahan terhadap LHR di semua jalan yang terbangkit dari suatu
zona dan tertarik ke suatu zona (SURVEY PERJALANAN DI MASA SEKARANG).
1

Theo K Sendow
c)
Data Product Domestic Regional Bruto (PDRB) di setiap zona yang dibuat
(minimal 5 tahunan dari tahun sekarang hingga 5 tahun yang lalu).
d)
Data Jumlah penduduk di setiap zona yang dibuat dibuat (minimal 5 tahunan dari
tahun sekarang hingga 5 tahun yang lalu).
e)
Data Produksi pertanian di setiap zona yang dibuat dibuat (minimal 5 tahunan
dari tahun sekarang hingga 5 tahun yang lalu).
f)
Data sosioekonomi lainnya yang diinginkan untuk dijadikan sebagai variable
bebas dibuat (minimal 5 tahunan dari tahun sekarang hingga 5 tahun yang lalu) dalam
analisis regresi linear.

Theo K Sendow
MODEL GRAFIS PROPINSI RIAU :

Theo K Sendow
a) Inventarisir semua jalan yang akan ditinjau dan kumpulkan datanya berupa panjang,
lebar, kapasitas, travel time, kecepatan tempuh, gangguan samping (SURVEY
INVENTARISASI JARINGAN JALAN).
b) Lakukan pendataan lalulintas (Traffic Count) untuk masa sekarang sehingga diketahui
pergerakan kendaraan dari semua zona asal ke semua zona tujuan. Perhitungan ini
diperoleh dari penjumlahan terhadap LHR di semua jalan yang terbangkit dari suatu zona
dan tertarik ke suatu zona (SURVEY PERJALANAN DI MASA SEKARANG).
Data LHR yang diperoleh dari survey asal tujuan akan digunakan sebagai data oi atau dd, data oi
atau dd ini digunakan untuk keperluan membuat model bangkitan atau tarikan pada tahap trip
distribution.
JUMLAH KENDARAAN DARI ZONA ASAL KE ZONA TUJUAN DALAM PCU/TAHUN DAN PCU/JAM (ke 1)

Kode Kabupaten

Kab/Prop

Asal
1401
1401
1401
1401
1401
1402
1402
1402
1402
1402

Asal
Indragiri Hulu
Indragiri Hulu
Indragiri Hulu
Indragiri Hulu
Indragiri Hulu
Indragiri Hilir
Indragiri Hilir
Indragiri Hilir
Indragiri Hilir
Indragiri Hilir

1402
1403
1403
1403
1403
1403
1404
1404
1404
1404
1404
1404
1404
1405
1405
1405
1405
1405
1405
1471
1471
1471

Indragiri Hilir
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau
Kampar
Kampar
Kampar
Kampar
Kampar
Kampar
Kampar
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru

Kode
Kabupaten
Tujuan
1402
1404
1405
1471
1472
1401
1403
1405
1471
1472
1482
1401
1402
1405
1471
1472
1401
1402
1403
1405
1471
1472
1482
1401
1402
1403
1404
1471
1472
1401
1402
1403

Kab/Prop

Kendaraan

Kendaraan

Tujuan
Indragiri Hilir
Kampar
Bengkalis
Pakanbaru
Batam
Indragiri Hulu
Kepulauan Riau
Bengkalis
Pakanbaru
Batam

(pcu/tahun)
191109
273005
462
210475
131
63214
105491
19100
14919
10596

(pcu/jam)
21,816
31,165
0,053
24,027
0,015
7,216
12,042
2,180
1,703
1,210

Dumai
Indragiri Hulu
Indragiri Hilir
Bengkalis
Pakanbaru
Batam
Indragiri Hulu
Indragiri Hilir
Kepulauan Riau
Bengkalis
Pakanbaru
Batam
Dumai
Indragiri Hulu
Indragiri Hilir
Kepulauan Riau
Kampar
Pakanbaru
Batam
Indragiri Hulu
Indragiri Hilir
Kepulauan Riau

1463
1026
860818
218281
32968
23416
319520
1156
6957
294709
1190208
34471
208
73919
12909
387119
15379
437038
38886
68431
726224
196554

0,167
0,117
98,267
24,918
3,763
2,673
36,475
0,132
0,794
33,643
135,868
3,935
0,024
8,438
1,474
44,192
1,756
49,890
4,439
7,812
82,902
22,438

Theo K Sendow
JUMLAH KENDARAAN DARI ZONA ASAL KE ZONA TUJUAN DALAM PCU/TAHUN DAN PCU/JAM (ke 2)

Kab/Prop

Kendaraan

Kendaraan

Asal
Pakanbaru
Pakanbaru

Kode
Kabupaten
Tujuan
1404
1405

Tujuan
Kampar
Bengkalis

(pcu/tahun)
17060
265724

(pcu/jam)
1,947
30,334

1471

Pakanbaru

1472

Batam

487770

55,682

1471
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1482
1105
1105
1106
1108
1108
1108
1171
1172
1201
1201
1202
1202
1202
1203
1203
1204
1204
1204
1205
1205
1205

Pakanbaru
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Dumai
Aceh
Aceh
Aceh
Aceh
Aceh
Aceh
Aceh
Aceh
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut

1482
1401
1402
1403
1404
1405
1471
1472
1471
1472
1471
1403
1471
1472
1471
1472
1403
1472
1404
1405
1482
1471
1472
1404
1471
1482
1404
1405
1471

Dumai
Indragiri Hulu
Indragiri Hilir
Kepulauan Riau
Kampar
Bengkalis
Pakanbaru
Batam
Pakanbaru
Batam
Pakanbaru
Kepulauan Riau
Pakanbaru
Batam
Pakanbaru
Batam
Kepulauan Riau
Batam
Kampar
Bengkalis
Dumai
Pakanbaru
Batam
Kampar
Pakanbaru
Dumai
Kampar
Bengkalis
Pakanbaru

740
395
331522
89776
1207
84066
12697
13192
64559
45853
1649
13056431
570
1311506
4200
53088
85139
23403
232547
125945
30164
14592
16164
13588
6775
9227
30323
165185
115042

0,084
0,045
37,845
10,248
0,138
9,597
1,449
1,506
7,370
5,234
0,188
1490,460
0,065
149,715
0,479
6,060
9,719
2,672
26,546
14,377
3,443
1,666
1,845
1,551
0,773
1,053
3,462
18,857
13,133

Kode Kabupaten

Kab/Prop

Asal
1471
1471

Theo K Sendow
JUMLAH KENDARAAN DARI ZONA ASAL KE ZONA TUJUAN DALAM PCU/TAHUN DAN PCU/JAM (ke 3)

Kode Kabupaten

Kab/Prop

Asal
1205
1205
1206
1206
1206
1206
1207
1207
1208
1209
1210
1210
1210
1210
1211
1271
1271
1272
1272
1272
1272
1273
1273
1273
1274
1274
1274
1274
1275
1275
1275
1275

Asal
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut

Kode
Kabupaten
Tujuan
1472
1482
1404
1405
1471
1482
1405
1471
1471
1471
1402
1404
1405
1471
1471
1403
1471
1403
1405
1471
1482
1405
1471
1482
1405
1471
1472
1482
1403
1404
1405
1471

Kab/Prop

Kendaraan

Kendaraan

Tujuan
Batam
Dumai
Kampar
Bengkalis
Pakanbaru
Dumai
Bengkalis
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Indragiri Hilir
Kampar
Bengkalis
Pakanbaru
Pakanbaru
Kepulauan Riau
Pakanbaru
Kepulauan Riau
Bengkalis
Pakanbaru
Dumai
Bengkalis
Pakanbaru
Dumai
Bengkalis
Pakanbaru
Batam
Dumai
Kepulauan Riau
Kampar
Bengkalis
Pakanbaru

(pcu/tahun)
9897
152301
4105
56082
124580
4160
3785
41157
164
480
2209
1615
1125
14357
64515
15372
197106
91313
85889
21798
2324
11115
56334
107
464
17715
233
17280
3
508
1112316
294579

(pcu/jam)
1,130
17,386
0,469
6,402
14,221
0,475
0,432
4,698
0,019
0,055
0,252
0,184
0,128
1,639
7,365
1,755
22,501
10,424
9,805
2,488
0,265
1,269
6,431
0,012
0,053
2,022
0,027
1,973
0,000
0,058
126,977
33,628

Theo K Sendow
JUMLAH KENDARAAN DARI ZONA ASAL KE ZONA TUJUAN DALAM PCU/TAHUN DAN PCU/JAM (ke 4)

Kab/Prop

Kendaraan

Kendaraan

Asal
Sumut
Sumut

Kode
Kabupaten
Tujuan
1472
1481

Tujuan
Batam
Tanjung Pinang

(pcu/tahun)
4522092
386

(pcu/jam)
516,221
0,044

1275
1276
1276
1276
1282
1282
1283
1283
1301
1302
1302
1302
1303
1304
1304
1305
1306
1306
1306
1307

Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar

1482
1404
1405
1471
1405
1471
1405
1471
1471
1405
1471
1482
1405
1401
1471
1471
1402
1471
1482
1401

Dumai
Kampar
Bengkalis
Pakanbaru
Bengkalis
Pakanbaru
Bengkalis
Pakanbaru
Pakanbaru
Bengkalis
Pakanbaru
Dumai
Bengkalis
Indragiri Hulu
Pakanbaru
Pakanbaru
Indragiri Hilir
Pakanbaru
Dumai
Indragiri Hulu

1973
5233
996
4249
14282
2552
139
1382
34840
14457
38133
4254
5739
46089
94687
6397
4814
361784
17966
15009

0,225
0,597
0,114
0,485
1,630
0,291
0,016
0,158
3,977
1,650
4,353
0,486
0,655
5,261
10,809
0,730
0,550
41,300
2,051
1,713

1307

Sumbar

1404

Kampar

38573

4,403

1307
1307
1308
1308
1371
1371
1371
1371
1371
1371

Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar

1405
1471
1401
1471
1401
1402
1404
1405
1471
1472

Bengkalis
Pakanbaru
Indragiri Hulu
Pakanbaru
Indragiri Hulu
Indragiri Hilir
Kampar
Bengkalis
Pakanbaru
Batam

137110
14491
67295
11302
1695
1573
26
293784
113975
898692

15,652
1,654
7,682
1,290
0,193
0,180
0,003
33,537
13,011
102,590

Kode Kabupaten

Kab/Prop

Asal
1275
1275

Theo K Sendow
JUMLAH KENDARAAN DARI ZONA ASAL KE ZONA TUJUAN DALAM PCU/TAHUN DAN PCU/JAM (ke 5)

Kode Kabupaten

Kab/Prop

Asal
1371
1374
1375
1375
1375
1375
1376
1376
1376
1381
1381
1381
1381
1401
1401
1401
1401
1401
1401
1401
1402
1402
1402
1402
1402
1403
1403
1403
1403
1403
1403
1403
1403
1404

Asal
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Indragiri Hulu
Indragiri Hulu
Indragiri Hulu
Indragiri Hulu
Indragiri Hulu
Indragiri Hulu
Indragiri Hulu
Indragiri Hilir
Indragiri Hilir
Indragiri Hilir
Indragiri Hilir
Indragiri Hilir
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau
Kampar

Kode
Kabupaten
Tujuan
1482
1471
1404
1405
1471
1482
1404
1471
1481
1404
1405
1471
1482
1275
1307
1371
1376
3173
3175
3220
1371
1504
1505
1571
1671
1108
1201
1272
1505
1571
3175
6102
6302
1202

Kab/Prop

Kendaraan

Kendaraan

Tujuan
Dumai
Pakanbaru
Kampar
Bengkalis
Pakanbaru
Dumai
Kampar
Pakanbaru
Tanjung Pinang
Kampar
Bengkalis
Pakanbaru
Dumai
Sumut
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Jakarta
Jakarta
Jabar
Sumbar
Jambi
Jambi
Jambi
Sumsel
Aceh
Sumut
Sumut
Jambi
Jambi
Jakarta
Kalbar
Kalsel
Sumut

(pcu/tahun)
1569
102223
15434
1544
355206
5104
1482
344328
2834
6189
3664
431275
15325
50798
19531
118766
2289
117172
988462
3980432
1615
14254
435
547903
68461
4368131
18007
75332
962
296763
485314
714295
12384
9293

(pcu/jam)
0,179
11,669
1,762
0,176
40,549
0,583
0,169
39,307
0,324
0,707
0,418
49,232
1,749
5,799
2,230
13,558
0,261
13,376
112,838
454,387
0,184
1,627
0,050
62,546
7,815
498,645
2,056
8,600
0,110
33,877
55,401
81,541
1,414
1,061

Theo K Sendow
JUMLAH KENDARAAN DARI ZONA ASAL KE ZONA TUJUAN DALAM PCU/TAHUN DAN PCU/JAM (ke 6)

Kode Kabupaten

Kab/Prop

Asal
1404
1404
1404
1404
1404
1404
1405
1405
1405
1405
1405
1405
1405
1405
1405
1405
1405
1405
1405
1405
1405
1405
1405
1405
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471

Asal
Kampar
Kampar
Kampar
Kampar
Kampar
Kampar
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Bengkalis
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru

Kode
Kabupaten
Tujuan
1206
1275
1501
1504
3219
3275
1202
1205
1206
1210
1272
1273
1274
1275
1281
1282
1283
1371
1376
1505
1571
1871
3322
5304
1101
1105
1106
1108
1171
1201
1203
1205
1206
1210

Kab/Prop

Kendaraan

Kendaraan

Tujuan
Sumut
Sumut
Jambi
Jambi
Jabar
Jabar
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumbar
Sumbar
Jambi
Jambi
Lampung
Jateng
NTT
Aceh
Aceh
Aceh
Aceh
Aceh
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut

(pcu/tahun)
2173
16406
16740
1080
260
137
286169
211701
87823
3569
135481
24706
39079
889030
5904
100432
26051
8964
899
1597
107163
92709
628786
1733
276
61632
264
3276
42432
4476
288
2028
1566
1710

(pcu/jam)
0,248
1,873
1,911
0,123
0,030
0,016
32,668
24,167
10,025
0,407
15,466
2,820
4,461
101,487
0,674
11,465
2,974
1,023
0,103
0,182
12,233
10,583
71,779
0,198
0,032
7,036
0,030
0,374
4,844
0,511
0,033
0,232
0,179
0,195

Theo K Sendow
JUMLAH KENDARAAN DARI ZONA ASAL KE ZONA TUJUAN DALAM PCU/TAHUN DAN PCU/JAM (ke 7)

Kode Kabupaten

Kab/Prop

Asal
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1471

Asal
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru

Kode
Kabupaten
Tujuan
1211
1273
1274
1275
1276
1301
1302
1304
1305
1307
1308
1371
1374
1375
1376
1501
1502
1505
1571
1605
1671
1702
3171
3172
3173
3174
3175
3206
3218
3219
3275
3285
3320

Kab/Prop

Kendaraan

Kendaraan

Tujuan
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumut
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Jambi
Jambi
Jambi
Jambi
Sumsel
Sumsel
Bengkulu
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jabar
Jabar
Jabar
Jabar
Jabar
Jateng

(pcu/tahun)
209301
184
13
710923
1
310
3361
1802
251
2599
515
21107
307
3277
6705
1977
182
811
1094
201
250
10180
641
2924
3087
5967
411418
336
588
802
3918
217
21

(pcu/jam)
23,893
0,021
0,001
81,156
0,000
0,035
0,384
0,206
0,029
0,297
0,059
2,409
0,035
0,374
0,765
0,226
0,021
0,093
0,125
0,023
0,029
1,162
0,073
0,334
0,352
0,681
46,966
0,038
0,067
0,092
0,447
0,025
0,002

10

Theo K Sendow
JUMLAH KENDARAAN DARI ZONA ASAL KE ZONA TUJUAN DALAM PCU/TAHUN DAN PCU/JAM (ke 8)

Kode Kabupaten

Kab/Prop

Asal
1471
1471
1471
1471
1471
1471
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1472
1481
1481
1481
1481
1481
1482
1482
1482

Asal
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Batam
Tanjung Pinang
Tanjung Pinang
Tanjung Pinang
Tanjung Pinang
Tanjung Pinang
Dumai
Dumai
Dumai

Kode
Kabupaten
Tujuan
3322
3372
3374
3507
3578
5307
1101
1105
1106
1108
1171
1201
1203
1275
1505
1571
1671
3172
3173
3175
3322
3372
3374
6302
6471
7101
8101
1671
3171
3172
3173
3175
1202
1205
1210

Kab/Prop

Kendaraan

Kendaraan

Tujuan
Jateng
Jateng
Jateng
Jatim
Jatim
NTT
Aceh
Aceh
Aceh
Aceh
Aceh
Sumut
Sumut
Sumut
Jambi
Jambi
Sumsel
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jateng
Jateng
Jateng
Kalsel
Kaltim
Sulut
Maluku
Sumsel
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Sumut
Sumut
Sumut

(pcu/tahun)
828
1752
1932
119
1396
2403
1356
29965
1296
1084417
211320
16678
1416
1847822
370
114291
144
4368
2604
188980
4140
8748
9624
4769
6647
122574
7
360
55680
39660
23628
35460
4132
5943
48

(pcu/jam)
0,095
0,200
0,221
0,014
0,159
0,274
0,155
3,421
0,148
123,792
24,123
1,904
0,162
210,939
0,042
13,047
0,016
0,499
0,297
21,573
0,473
0,999
1,099
0,544
0,759
13,992
0,001
0,041
6,356
4,527
2,697
4,048
0,472
0,678
0,005

11

Theo K Sendow
JUMLAH KENDARAAN DARI ZONA ASAL KE ZONA TUJUAN DALAM PCU/TAHUN DAN PCU/JAM (ke 9)

Kode Kabupaten

Kab/Prop

Asal
1482
1482
1482
1482
1482
1482
1482
1482
1482
1482
1482
1503
1504
1504
1504
1505
1505
1505
1505
1505
1505
1505
1571
1571
1571
1571
1571
1571
1571
1602
1605
1671
1671
1671

Asal
Dumai
Dumai
Dumai
Dumai
Dumai
Dumai
Dumai
Dumai
Dumai
Dumai
Dumai
Jambi
Jambi
Jambi
Jambi
Jambi
Jambi
Jambi
Jambi
Jambi
Jambi
Jambi
Jambi
Jambi
Jambi
Jambi
Jambi
Jambi
Jambi
Sumsel
Sumsel
Sumsel
Sumsel
Sumsel

Kode
Kabupaten
Tujuan
1272
1275
1282
1306
1371
1376
1502
1504
3172
3173
3175
1471
1401
1402
1471
1401
1402
1403
1404
1405
1471
1472
1401
1402
1403
1404
1405
1471
1472
1471
1471
1401
1402
1405

Kab/Prop

Kendaraan

Kendaraan

Tujuan
Sumut
Sumut
Sumut
Sumbar
Sumbar
Sumbar
Jambi
Jambi
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Pakanbaru
Indragiri Hulu
Indragiri Hilir
Pakanbaru
Indragiri Hulu
Indragiri Hilir
Kepulauan Riau
Kampar
Bengkalis
Pakanbaru
Batam
Indragiri Hulu
Indragiri Hilir
Kepulauan Riau
Kampar
Bengkalis
Pakanbaru
Batam
Pakanbaru
Pakanbaru
Indragiri Hulu
Indragiri Hilir
Bengkalis

(pcu/tahun)
19
2659
8092
258
3743
7707
474
3361
3363
226
637
21615
51590
19995
41119
61772
529202
143308
12406
134192
20961
14395
13924
674100
182179
811
669
8848
18300
20236
34106
18577
4038119
2630

(pcu/jam)
0,002
0,304
0,924
0,029
0,427
0,880
0,054
0,384
0,384
0,026
0,073
2,467
5,889
2,283
4,694
7,052
60,411
16,359
1,416
15,319
2,393
1,643
1,589
76,952
20,797
0,093
0,076
1,010
2,089
2,310
3,893
2,121
460,972
0,300

12

Theo K Sendow
JUMLAH KENDARAAN DARI ZONA ASAL KE ZONA TUJUAN DALAM PCU/TAHUN DAN PCU/JAM (ke 10)

Kode Kabupaten

Kab/Prop

Asal
1671
1671
1703
1771
1801
1801
1803
1871
1871
3171
3171
3171
3171
3172
3172
3172
3173
3173
3173
3173
3174
3174
3175
3175
3175
3175
3175
3175
3203
3206
3211
3218
3219

Asal
Sumsel
Sumsel
Bengkulu
Bengkulu
Lampung
Lampung
Lampung
Lampung
Lampung
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jabar
Jabar
Jabar
Jabar
Jabar

Kode
Kabupaten
Tujuan
1471
1472
1405
1471
1404
1471
1471
1405
1471
1405
1471
1472
1482
1401
1471
1472
1403
1405
1471
1472
1471
1472
1401
1403
1404
1471
1472
1482
1471
1471
1471
1471
1471

Kab/Prop

Kendaraan

Kendaraan

Tujuan
Pakanbaru
Batam
Bengkalis
Pakanbaru
Kampar
Pakanbaru
Pakanbaru
Bengkalis
Pakanbaru
Bengkalis
Pakanbaru
Batam
Dumai
Indragiri Hulu
Pakanbaru
Batam
Kepulauan Riau
Bengkalis
Pakanbaru
Batam
Pakanbaru
Batam
Indragiri Hulu
Kepulauan Riau
Kampar
Pakanbaru
Batam
Dumai
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru

(pcu/tahun)
79944
1348233
235940
530
12624
100721
1941
2251
7417
30224
82285
629850
23819
245
62682
10664855
631
157
274527
956558
371107
1476828
8020
1822977
109
278704
647930
3917
7427
408
87
8814
3027

(pcu/jam)
9,126
153,908
26,934
0,061
1,441
11,498
0,222
0,257
0,847
3,450
9,393
71,901
2,719
0,028
7,155
1217,449
0,072
0,018
31,339
109,196
42,364
168,588
0,916
208,102
0,012
31,816
73,965
0,447
0,848
0,047
0,010
1,006
0,346

13

Theo K Sendow
JUMLAH KENDARAAN DARI ZONA ASAL KE ZONA TUJUAN DALAM PCU/TAHUN DAN PCU/JAM (ke 11)

Kode Kabupaten

Kab/Prop

Asal
3220
3220
3273
3273
3275
3285
3301
3322
3372
3507
3515
3515
3578
5301
5304
5307
6101
6102
6102
6201
6202
6271
6271
6302
6302
6371
6371
6471
6471

Asal
Jabar
Jabar
Jabar
Jabar
Jabar
Jabar
Jateng
Jateng
Jateng
Jatim
Jatim
Jatim
Jatim
NTT
NTT
NTT
Kalbar
Kalbar
Kalbar
Kalteng
Kalteng
Kalteng
Kalteng
Kalsel
Kalsel
Kalsel
Kalsel
Kaltim
Kaltim

Kode
Kabupaten
Tujuan
1401
1471
1471
1472
1471
1471
1472
1405
1471
1471
1471
1472
1471
1472
1405
1471
1401
1403
1472
1472
1472
1471
1472
1403
1472
1401
1471
1471
1472

Kab/Prop

Kendaraan

Kendaraan

Tujuan
Indragiri Hulu
Pakanbaru
Pakanbaru
Batam
Pakanbaru
Pakanbaru
Batam
Bengkalis
Pakanbaru
Pakanbaru
Pakanbaru
Batam
Pakanbaru
Batam
Bengkalis
Pakanbaru
Indragiri Hulu
Kepulauan Riau
Batam
Batam
Batam
Pakanbaru
Batam
Kepulauan Riau
Batam
Indragiri Hulu
Pakanbaru
Pakanbaru
Batam

(pcu/tahun)
4457
2521
20719
317229
5780
1152
203430
214384
396
333
2828
120684
33072
228
37737
3601
928
293494
677088
984
288
84
3372
146963
15112
408
1072248
3264
299395

(pcu/jam)
0,509
0,288
2,365
36,213
0,660
0,132
23,223
24,473
0,045
0,038
0,323
13,777
3,775
0,026
4,308
0,411
0,106
33,504
77,293
0,112
0,033
0,010
0,385
16,777
1,725
0,047
122,403
0,373
34,178

14

Theo K Sendow
Keterangan kode zona :
Indragiri Hulu
Indragiri Hilir
Kampar
Pekanbaru
Bengkalis/dumai

:
:
:
:
:

1
2
3
4
5

Sumut/aceh
Sumbar/jawa/ntt
Jambi/Sumsel
Kalimntn/Sul/Mal
Kep Riau/batam/pinang

:
:
:
:
:

exs.1
exs.2
exs.3
exs.4
exs.5

Berdasarkan Data traffic Count diatas digunakan untuk menghitung MATRIKS ASAL
TUJUAN sebagai berikut dengan Satuan (pcu/tahun).
ZONA

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

191109

273005

210475

462

50798

5226652

131

14919

20563

1615

631053

116087

1190208

294917

27872

397

17820

41428

266464

1077526

488763

4515

684324

1815417

749025

112595

439197

19230880

17742726

1706415

63214

319520

1156

68431

726224

17060

73919

12909

15379

437038

ext 1

2209

287919

1048355

1794859

ext 2

142810

6387

74437

3178720

1048945

ext 3

145863

5261416

13217

226829

137491

ext 4

1336

1075596

ext 5

1421

1192340

1207

45665

302347

7655740

858206

412890

ext 5

1436696
860676

Berdasarkan MATRIKS ASAL TUJUAN dengan Satuan (pcu/tahun) diatas digunakan


untuk menghitung MATRIKS ASAL TUJUAN dengan Satuan (pcu/jam) dengan membagi
sel MAT diatas dengan (365 hari / 24 jam).
ZONA
1
2
3
4
5
ext 1
ext 2
ext 3

1
0,0
7,2
36,5
7,8
8,4
0
16,3
16,7

2
21,8
0,0
0,1
82,9
1,5
0,3
0,7
600,6

3
31,2
0,0
0,0
1,9
1,8
32,9
8,5
1,5

4
24,0
1,7
135,9
0,0
49,9
119,7
362,9
25,9

5
0,1
2,3
33,7
30,4
0,0
204,9
119,7
15,7

ext 1
5,8
0,0
3,2
123,0
207,2
0,0
0,0
0,0

ext 2
596,6
0,2
0,05
55,8
85,5
0,0
0,0
0,0

ext 3
0,0
72,0
2,0
0,5
12,9
0,0
0,0
0,0

ext 4
0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0

ext 5
0,015
13,3
4,7
78,1
50,1
2195,3
2025,4
194,8

ext 4
ext 5

0,2
0,2

0,0
136,1

0,0
0,1

122,8
5,2

0,0
34,5

0,0
873,9

0,0
98,0

0,0
47,1

0,0
98,3

164,0
0,0

Berdasarkan MATRIKS ASAL TUJUAN dengan Satuan (pcu/jam) MASIH


BERBENTUK DESIMAL diatas digunakan untuk MEMBULATKAN NILAI SETIAP
SEL MATRIKS ASAL TUJUAN dengan Satuan (pcu/jam).
ZONA
1
2
3
4
5
ext 1
ext 2
ext 3

1
0
8
37
8
9
0
17
17

2
22
0
1
83
2
1
1
601

3
32
1
0
2
2
33
9
2

4
24
2
136
0
50
120
363
26

5
1
3
34
31
0
205
120
16

ext 1
6
0
4
123
208
0
0
0

ext 2
597
1
1
56
86
0
0
0

ext 3
0
72
2
1
13
0
0
0

ext 4
0
0
0
0
0
0
0
0

ext 5
1
14
5
79
51
2196
2026
195

ext 4
ext 5

1
1

0
137

0
1

123
6

0
35

0
874

0
98

0
48

0
99

164
0

KEMUDIAN HITUNG BESARNYA TOTAL BANGKITAN MASA SEKARANG DARI


TRAFFIC COUNT (oi) DAN TOTAL TARIKAN MASA SEKARANG DARI TRAFFIC
COUNT (dd) :
ZONA
1

1
0

2
22

3
32

4
24

5
1

ext 1
6

ext 2
597

ext 3
0

ext 4
0

ext 5
1

oi
683

15

Theo K Sendow
2
3
4
5
ext 1
ext 2
ext 3

8
37
8
9
0
17
17

0
1
83
2
1
1
601

1
0
2
2
33
9
2

2
136
0
50
120
363
26

3
34
31
0
205
120
16

0
4
123
208
0
0
0

1
1
56
86
0
0
0

72
2
1
13
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0

14
5
79
51
2196
2026
195

101
220
383
421
2555
2536
857

ext 4
ext 5
dd

1
1
98

0
137
848

0
1
82

123
6
850

0
35
445

0
874
1215

0
98
839

0
48
136

0
99
99

164
0
4731

288
1299
9343

Biasanya besarnya total pergerakan (bangkitan dan tarikan) di masa sekarang dari zona asal i ke
zona tujuan d di dalam daerah kajian (t) tidak sama yaitu oi (bangkitan) dd (tarikan), maka
dilakukan validasi data untuk pergerakan di masa sekarang dengan membuat hingga oi = dd,
tetapi pada soal ini KEBETULAN SAJA oi = dd SEHINGGA UNTUK PERGERAKAN
MASA SEKARANG TIDAK PERLU LAGI DIVALIDASI KARENA oi (Jumlah semua oi) =
9343 = dd (Jumlah semua dd). Sehingga diperoleh data pergerakan BANGKITAN dan
TARIKAN Masa sekarang (Tahun 2000) sebesar :
ZONA
Oi (Tahun 2000)
Dd (Tahun 2000)
1
683
98
2
101
848
3
220
82
4
383
850
5
421
445
KHUSUS ZONA INTERNAL SAJA KARENA ZONA EKSTERNAL TIDAK TERSEDIA
DATA PARAMETER SOSIOEKONOMI.
c) Data Product Domestic Regional Bruto (PDRB) di setiap zona yang dibuat (minimal 5
tahunan dari tahun sekarang hingga 5 tahun yang lalu).
SAAT INI SEMENTARA MELAKUKAN PEMODELAN DI TAHUN SEKARANG
DIASUMSIKAN TAHUN 2000.
PDRB DALAM JUTA RUPIAH
KABUPATEN
TH. 1996
154.308,0000
INDRAGIRI HULU
0
235.382,0000
INDRAGIRI HILIR
0
295.195,0000
KAMPAR
0
286.969,0000
PEKANBARU
0
644.529,0000
BENGKALIS/DUMAI
0

TH 1997
167.786,0000
0
251.846,0000
0
316.912,0000
0
312.791,0000
0
683.683,0000
0

TH. 1998

TH. 1999

TH. 2000

181.608,00000

195.430,00000

209.251,00000

268.871,00000

285.895,00000

302.920,00000

339.013,00000

361.113,00000

383.214,00000

338.642,00000

364.494,00000

390.345,00000

717.344,00000

751.004,00000

784.665,00000

16

Theo K Sendow
Produk DomestikRegional Bruto (PDRB)

Jumlah Penduduk (jiwa)

840.000,00000
740.000,00000
640.000,00000
540.000,00000

INDRAGIRI HULU

INDRAGIRI HILIR

KAMPAR

PEKANBARU

BENGKALIS/DUMAI

440.000,00000
340.000,00000
240.000,00000
140.000,00000
40.000,00000
1

3
Tahun

d) Data Jumlah penduduk di setiap zona yang dibuat dibuat (minimal 5 tahunan dari tahun
sekarang hingga 5 tahun yang lalu).
PENDUDUK PER KABUPATEN/KOTA
KABUPATEN
TH. 1996
INDRAGIRI HULU
459700
INDRAGIRI HILIR
518500
KAMPAR
697500
PEKANBARU
593700
BENGKALIS/DUMAI
1122900

TH 1997
474800
524600
718400
630900
1158400

TH. 1998
489900
530600
739100
669700
1194100

TH. 1999
505200
536400
759700
710200
1229600

TH. 2000
520300
542100
780200
752700
1265300

JumlahPenduduk

1440000

Penddk (jiwa)

1240000
1040000
840000
640000
440000
240000

INDRAGIRI HULU

INDRAGIRI HILIR

PEKANBARU

BENGKALIS/DUMAI

KAMPAR

40000
1

3
Tahun

e) Data Produksi pertanian di setiap zona yang dibuat dibuat (minimal 5 tahunan dari tahun
sekarang hingga 5 tahun yang lalu).
PADA CONTOH INI HANYA DIGUNAKAN DATA SOSIOEKONOMI PDRB DAN
JUMLAH PENDUDUK SAJA.
f) Data sosioekonomi lainnya yang diinginkan untuk dijadikan sebagai variable bebas
dibuat (minimal 5 tahunan dari tahun sekarang hingga 5 tahun yang lalu) dalam analisis
regresi linear.
PADA CONTOH INI HANYA DIGUNAKAN DATA SOSIOEKONOMI PDRB DAN
JUMLAH PENDUDUK SAJA.
9) Buat perhitungan forecasting untuk tahun mendatang (misalnya 5, 10, 15 dan 20 tahun ke
depan) menggunakan data 5 tahunan terakhir yang ada untuk semua data sosioekonomi.
Angka-angka ini diforecasting dari data tahun 1996 sampai tahun 2000 (tahun sekarang)
sampai 10 tahun depan bila hanya 10 tahun saja, bisa lebih dari 10 tahun tergantung
periode analisis.
17

Theo K Sendow
Cara dengan analisis regresi TUNGGAL tetapi pada kasus ini hanya satu saja peubah
bebas (x) yaitu tahun ke . Dan peubah tidak bebas jumlah penduduk (y).
DATA SOSIOEKONOMI JUMLAH PENDUDUK PER KABUPATEN / KOTA

Tahun
1996
1997
1998
1999
2000

Tahun
ke
1
2
3
4
5

INDRAGI
RI HULU
459700
474800
489900
505200
520300

INDRAGI
RI HILIR
518500
524600
530600
536400
542100

INDRAGIRI HULU
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
444500
15160

INDRAGIRI HILIR
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
512740
5900

KAMPAR
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
676970
20670

PEKANBARU
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
552250
39730

BENGKALIS/DUMA
I
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
1087260
35600

Tahun
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010

Tahun
ke
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

y = 15160x +
444500
535460
550620
565780
580940
596100
611260
626420
641580
656740
671900

y = 5900x +
512740
548140
554040
559940
565840
571740
577640
583540
589440
595340
601240

KAMPAR
697500
718400
739100
759700
780200

PEKANBA BENGKAL
RU
IS/DUMAI
593700
1122900
630900
1158400
669700
1194100
710200
1229600
752700
1265300

y = 20670x +
676970
800990
821660
842330
863000
883670
904340
925010
945680
966350
987020

y = 39730x +
552250
790630
830360
870090
909820
949550
989280
1029010
1068740
1108470
1148200

y = 35600x
+1087260
1300860
1336460
1372060
1407660
1443260
1478860
1514460
1550060
1585660
1621260

18

Theo K Sendow
MENGGUNAKAN DATA SATUAN PDRB JUTA RUPIAH :
DATA SOSIOEKONOMI PDRB JUTA RUPIAH PER KABUPATEN / KOTA
Tahun
1996
1997
1998
1999
2000

Tahun
ke..
1
2
3
4
5

INDRAGIRI
HULU
154.308,000
167.786,000
181.608,000
195.430,000
209.251,000

INDRAGIRI
HILIR
235.382,000
251.846,000
268.871,000
285.895,000
302.920,000

INDRAGIRI HULU
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
140417,6
13753

INDRAGIRI HILIR
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
218245,3
16912,5

KAMPAR
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
273017,7
22023,9

PEKANBARU
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
261111,7
25845,5

BENGKALIS/DUMA
I
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
611967,1
34759,3

Tahun
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010

Tahun
ke
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

y = 13753x +
140417,6
222935,600
236688,600
250441,600
264194,600
277947,600
291700,600
305453,600
319206,600
332959,600
346712,600

y = 16912,5x
+ 218245,3
319720,300
336632,800
353545,300
370457,800
387370,300
404282,800
421195,300
438107,800
455020,300
471932,800

KAMPAR
295.195,000
316.912,000
339.013,000
361.113,000
383.214,000

PEKANBAR
U
286.969,000
312.791,000
338.642,000
364.494,000
390.345,000

BENGKALIS
/DUMAI
644.529,000
683.683,000
717.344,000
751.004,000
784.665,000

y = 22023,9x
+ 273017,7
405161,100
427185,000
449208,900
471232,800
493256,700
515280,600
537304,500
559328,400
581352,300
603376,200

y = 25845,5x
+ 261111,7
416184,700
442030,200
467875,700
493721,200
519566,700
545412,200
571257,700
597103,200
622948,700
648794,200

y = 34759,3x
+611967,1
820522,900
855282,200
890041,500
924800,800
959560,100
994319,400
1029078,700
1063838,000
1098597,300
1133356,600

Cara dengan analisis regresi TUNGGAL tetapi pada kasus ini hanya satu saja peubah
bebas (x) yaitu tahun ke . Dan peubah tidak bebas PDRB (dalam satuan rupiah) (y).
Akan berbeda hasilnya bila PDRB digunakan satuan rupiah saja dan satuan JUTA rupiah Karena
peubah bebasnya yaitu tahun (x) NILAINYA BERURUT (mulai dari 1, 2, 3 ,4 dan seterusnya
ATAU mulai dari 2001,2002, 2003 ,2004 dan seterusnya).

19

Theo K Sendow
MENGGUNAKAN DATA SATUAN PDRB RUPIAH :
DATA SOSIOEKONOMI PDRB RUPIAH PER KABUPATEN / KOTA
Tahun
1996
1997
1998
1999
2000

Tahun
ke..
1
2
3
4
5

INDRAGIRI
HULU

INDRAGIRI
HILIR

KAMPAR

PEKANBAR
U

BENGKALIS
/DUMAI

154.308.000.000

235.382.000.000

295.195.000.000

286.969.000.000

644.529.000.000

167.786.000.000

251.846.000.000

316.912.000.000

312.791.000.000

683.683.000.000

181.608.000.000

268.871.000.000

339.013.000.000

338.642.000.000

717.344.000.000

195.430.000.000

285.895.000.000

361.113.000.000

364.494.000.000

751.004.000.000

209.251.000.000

302.920.000.000

383.214.000.000

390.345.000.000

784.665.000.000

Intercept
Tahun ke..

Coefficients
1,40418E+11
13753000000

Intercept
Tahun ke..

Coefficients
2,18245E+11
16912500000

Intercept
Tahun ke..

Coefficients
2,73018E+11
22023900000

Intercept
Tahun ke..

Coefficients
2,61112E+11
25845500000

Intercept
Tahun ke..

Coefficients
6,11967E+11
34759300000

Tahun
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010

Tahun
ke
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

y=
13753000000X +
1,404176E+11

y=
16912500000x +
2,182453E+11

y=
22023900000x +
2,730177E+11

y=
25845500000x +
2,611117E+11

y = 34759300000x
+6,119671E+11

222.935.600.000

319.720.300.000

405.161.100.000

416.184.700.000

820.522.900.000

236.688.600.000

336.632.800.000

427.185.000.000

442.030.200.000

855.282.200.000

250.441.600.000

353.545.300.000

449.208.900.000

467.875.700.000

890.041.500.000

264.194.600.000

370.457.800.000

471.232.800.000

493.721.200.000

924.800.800.000

277.947.600.000

387.370.300.000

493.256.700.000

519.566.700.000

959.560.100.000

291.700.600.000

404.282.800.000

515.280.600.000

545.412.200.000

994.319.400.000

305.453.600.000

421.195.300.000

537.304.500.000

571.257.700.000

1.029.078.700.000

319.206.600.000

438.107.800.000

559.328.400.000

597.103.200.000

1.063.838.000.000

332.959.600.000

455.020.300.000

581.352.300.000

622.948.700.000

1.098.597.300.000

346.712.600.000

471.932.800.000

603.376.200.000

648.794.200.000

1.133.356.600.000

20

Theo K Sendow

PERHATIKAN HASIL PERSAMAAN REGRESINYA :


BILA DATA PDRB DALAM JUTA RUPIAH
INDRAGIRI HULU
Coefficients
Intercept
140417,6
Tahun ke..
13753

BILA DATA PDRB DALAM RUPIAH


INDRAGIRI HULU
Coefficients
Intercept
1,40418E+11
Tahun ke..
13753000000

INDRAGIRI HILIR
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
218245,3
16912,5

INDRAGIRI HILIR
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
2,18245E+11
16912500000

KAMPAR
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
273017,7
22023,9

KAMPAR
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
2,73018E+11
22023900000

PEKANBARU
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
261111,7
25845,5

PEKANBARU
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
2,61112E+11
25845500000

BENGKALIS/DUMAI
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
611967,1
34759,3

BENGKALIS/DUMAI
Intercept
Tahun ke..

Coefficients
6,11967E+11
34759300000

KESIMPULAN SEMENTARA : PEMAKAIAN DATA PDRB HARUS DALAM ANGKA


YANG SEBENARNYA AGAR SERAGAM DALAM PERHITUNGAN DENGAN ANALISIS
REGRESI GANDA.
10) Berdasarkan data parameter sosioekonomi dan data lalu lintas dari semua zona yang ada
untuk tahun sekarang lakukan analisis regresi linear GANDA.
11) Buat analisis regresi linear untuk menghitung bangkitan dari data sosioekonomi di tahun
sekarang dan data lalu lintas di tahun sekarang sehingga didapatkan hasil berupa model
matematis persamaan regresi linear yang memberikan :
a)
Hubungan antara parameter sosioekonomi (peubah tidak bebas, x1, x2, x3 dst)
dan bangkitan (peubah tidak bebas, Y)
b)
Hubungan antara parameter sosioekonomi (peubah tidak bebas, x1, x2, x3 dst)
dan tarikan (peubah tidak bebas, Y)
Data Pergerakan Masa Sekarang (tahun 2000) dan Parameter Sosioekonomi (tahun 2000).
Zona
1
2
3
4
5

Y oi
Oi Tahun 2000
683
101
220
383
421

Y dd
Dd Tahun 2000
98
848
82
850
445

X1
Penduduk Tahun 2000
520300
542100
780200
752700
1265300

X2
PDRB Tahun 2000
209251000000
302920000000
383214000000
390345000000
784665000000

Koralasi
Oi Tahun 2000
Dd Tahun 2000
Penduduk Tahun 2000
PDRB Tahun 2000

oi Tahun 2000
1
-0,466330921
0,025435659
-0,05658204

dd Tahun 2000

Penddk Thn 2000

PDRB Thn 2000

1
-0,035367421
0,083503616

1
0,986456011

21

Theo K Sendow
PERSAMAAN UMUM ANALISIS REGRESI GANDA
bebas=PERSAMAAN UMUM ANALISIS REGRESI TUNGGAL :
n

untuk

peubah

Baris 1: n.b0 + b1. x1i = yi


i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

Baris 2: b0. x1i +b1. ( x1i.x1i ) = ( x1i. yi )


PERSAMAAN UMUM ANALISIS REGRESI GANDA untuk 2 peubah bebas :
n

i =1

Baris 1: n.b0 + b1. x1i +b 2. x 2i = yi


n

i =1

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

Baris 2: b0. x1i +b1. ( x1i.x1i ) +b2. ( x 2i.x1i ) = ( x1i. yi)


i =1

Baris 3: b0. x 2i +b1. ( x1i.x 2i ) +b2. ( x 2i.x 2i ) = ( x 2i. yi)


i =1

i =1

i =1

i =1

PERSAMAAN UMUM ANALISIS REGRESI GANDA untuk 3 peubah bebas :


n

i =1

i =1

Baris 1: n.b0 + b1. x1i +b 2. x 2i +b3. x3i = yi


i =1

i =1

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

Baris 2: b0. x1i +b1. ( x1i.x1i ) +b 2. ( x 2i.x1i ) + b3. ( x3i.x1i ) = ( x1i. yi)
Baris 3: b0. x 2i +b1. ( x1i.x 2i ) +b2. ( x 2i.x 2i ) + b3. ( x3i.x 2i ) = ( x 2i. yi)
i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

Baris 4: b0. x3i +b1. ( x1i.x3i ) +b2. ( x 2i.x3i ) + b3. ( x3i.x3i ) = ( x3i. yi)
PERSAMAAN UMUM ANALISIS REGRESI GANDA untuk 4 peubah bebas :
n

i =1

i =1
n

i =1

Baris 1 : n.b0 + b1. x1i +b 2. x 2i +b3. x3i + b4. x 4i = yi


i =1

i =1

i =1

i =1
n

i =1
n

i =1
n

Baris2 b0. x1i +b1. ( x1i.x1i ) +b2. ( x 2i.x1i ) + b3. ( x3i.x1i ) + b 4. ( x 4i.x1i ) = ( x1i. yi)
i =1

i =1
n

Brs3 b0. x 2i +b1. ( x1i.x 2i ) +b 2. ( x 2i.x 2i ) + b3. ( x3i.x 2i ) + b4. ( x 4i.x 2i ) = ( x 2i. yi)
i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1

i =1

i =1

Baris 4: b0. x3i +b1. ( x1i.x3i ) +b 2. ( x 2i.x3i ) + b3. ( x3i.x3i ) + b 4 ( x 4i.x3i ) = ( x3i. yi)
Baris 5: b0. x 4i +b1. ( x1i.x 4i ) +b 2. ( x 2i.x 4i ) + b3. ( x3i.x 4i ) + b4 ( x 4i.x 4i ) = ( x 4i. yi)
i =1

i =1

i =1

22

Theo K Sendow
PERSAMAAN UMUM ANALISIS REGRESI GANDA untuk 5 peubah bebas :
n

i =1

i =1

i =1

i =1
n

Baris 1: n.b0 + b1. x1i +b 2. x 2i +b3. x3i + b 4. x 4i + b5. x5i = yi


i =1

i =1

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1

Baris 2: b0. x1i +b1. ( x1i.x1i ) +b2. ( x 2i.x1i ) + b3. ( x3i.x1i ) + b 4. ( x 4i.x1i ) + b5. ( x5i.x1i ) = ( x1i. yi)
i =1

i =1

i =1

Baris 3: b0. x 2i +b1. ( x1i.x 2i ) +b 2. ( x 2i.x 2i ) + b3. ( x3i.x 2i ) + b 4. ( x 4i.x 2i ) + b5. ( x5i.x 2i ) = ( x 2i. yi )
i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1

i =1

i =1

i =1

Baris 4: b0. x3i +b1. ( x1i.x3i ) +b 2. ( x 2i.x3i ) + b3. ( x3i.x3i ) + b4 ( x 4i.x3i ) + b5 ( x5i.x3i ) = ( x3i. yi)
Baris 5: b0. x 4i +b1. ( x1i.x 4i ) +b 2. ( x 2i.x 4i ) + b3. ( x3i.x 4i ) + b 4 ( x 4i.x 4i ) + b5 ( x5i.x 4i ) = ( x 4i. yi)
i =1
n

i =1
n

i =1
n

Baris 6: b0. x5i +b1. ( x1i.x5i ) +b 2. ( x 2i.x5i ) + b3. ( x3i.x5i ) + b 4 ( x 4i.x5i ) + b5 ( x5i.x5i ) = ( x5i. yi)
i =1

i =1

i =1

PERSAMAAN UMUM ANALISIS REGRESI GANDA untuk 6 peubah bebas :


n

i =1

i =1

i =1

i =1

Baris 1: n.b0 + b1. x1i +b 2. x 2i +b3. x3i + b4. x 4i + b5. x5i + b6. x6i = yi
i =1

i =1

i =1

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1

Baris 2: b0. x1i +b1. ( x1i.x1i ) +b2. ( x 2i.x1i ) + b3. ( x3i.x1i ) + b 4. ( x 4i.x1i ) + b5. ( x5i.x1i ) + b6. ( x6i.x1i ) = ( x1i. yi)
i =1

i =1

i =1

i =1

Baris 3: b0. x 2i +b1. ( x1i.x 2i ) +b2. ( x 2i.x 2i ) + b3. ( x3i.x 2i ) + b 4. ( x 4i.x 2i ) + b5. ( x5i.x 2i ) +b6. ( x6i.x 2i ) = ( x 2i. yi )
i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

i =1

Baris 4: b0. x3i +b1. ( x1i.x3i ) +b 2. ( x 2i.x3i ) + b3. ( x3i.x3i ) + b 4 ( x 4i.x3i ) + b5 ( x5i.x3i ) + b6 ( x6i.x3i ) = ( x3i. yi)
Baris 5: b0. x 4i +b1. ( x1i.x 4i ) +b 2. ( x 2i.x 4i ) + b3. ( x3i.x 4i ) + b 4 ( x 4i.x 4i ) + b5 ( x5i.x 4i ) + b6 ( x6i.x 4i ) = ( x 4i. yi)
i =1
n

i =1
n

i =1
n

i =1
n

Baris 6: b0. x5i +b1. ( x1i.x5i ) +b 2. ( x 2i.x5i ) + b3. ( x3i.x5i ) + b 4 ( x 4i.x5i ) + b5 ( x5i.x5i ) + b6 ( x6i.x5i ) = ( x5i. yi)
i =1
n

i =1
n

Baris 7: b0. x6i +b1. ( x1i.x6i ) +b 2. ( x 2i.x6i ) + b3. ( x3i.x6i ) + b 4 ( x 4i.x6i ) + b5 ( x5i.x6i ) + b6 ( x6i.x6i ) = ( x6i. yi)
i =1

i =1

23

Theo K Sendow

CARANYA :
BILA PEUBAH BEBAS BERJUMLAH n MAKA PERSAMAAN UNTUK DIANALISIS MENDAPATKAN PERSAMAAN REGRESI
BERJUMLAH SEBANYAK n+1.
Baris Jmlh
Persamaan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

b
0
n
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
0

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

b1

b2

b3

b4

b5

b6

b7

b8

b9

b10

10

1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
0

2
2
2
2
2
2
2
2
2

1
2
3
4
5
6
7
8
9

3
3
3
3
3
3
3
3
3

1
2
3
4
5
6
7
8
9

4
4
4
4
4
4
4
4
4

1
2
3
4
5
6
7
8
9

5
5
5
5
5
5
5
5
5

1
2
3
4
5
6
7
8
9

6
6
6
6
6
6
6
6
6

1
2
3
4
5
6
7
8
9

7
7
7
7
7
7
7
7
7

1
2
3
4
5
6
7
8
9

8
8
8
8
8
8
8
8
8

1
2
3
4
5
6
7
8
9

9
9
9
9
9
9
9
9
9

1
2
3
4
5
6
7
8
9

10
10
10
10
10
10
10
10
10

1
2
3
4
5
6
7
8
9

1
2
3
4
5
6
7
8
9

10

10

10

10

10

10

10

10

10

10

10

24

Theo K Sendow
RUMUS KOEFISIEN DETERMINASI (r2 untuk tunggal dan R2 untuk ganda) DAN
KOEFISIEN KOREASI (r) PERSAMAAN REGERESI LINEAR TUNGGAL (SATU
PEUBAH BEBAS : x) DAN PERSAMAAN REGERESI LINEAR GANDA (LEBIH DARI
SATU PEUBAH BEBAS : x1, x2, x3 dstnya).
1) RUMUS KOEFISIEN KORELASI (r) UNTUK PERSAMAAN REGERESI LINEAR
TUNGGAL :
n
n
n

n. ( xi. yi ) ( xi ). ( yi)
i =1
i =1
i =1

r=
2
2
n
n
n
n

n. ( xi ) 2 ( xi) . n. ( yi) 2 ( yi )
i =1
i =1
i =1
i =1

dimana :
yi
= Besarnya pergerakan Bangkitan atau Tarikan (data) sebagai peubah tidak bebas.
xi
= Peubah bebas x atau parameter sosioekonomi (data) sebagai peubah bebas.
n
= Jumlah data
Nilai r berada diantara nilai -1 dan +1 perlu ditafsirkan berhati-hati, karena misalnya nilai r
sebesar + 0,3 dan + 0,6. Nilai r = + 0,6 artinya korelasi antara peubah bebas (x) dan peubah
tidak bebas (y) atau korelasi diantara peubah bebas (x1 dan x2) sebesar 0,6 dan koreasi (0,6)
ini lebih erat dibandingkan dengan yang korelasinya sebesar 0,3. Tidak dapat dikatakan
bahwa r = 0,6 menunjukkan hubungan linear yang dua kali lebih erat dibandingkan oleh nilai r
= 0,3.
2) RUMUS KOEFISIEN DETERMINASI (r2) UNTUK PERSAMAAN REGERESI
LINEAR TUNGGAL :
Koefisien determinasi ini disebut juga dengan koefisien penentu sample artinya menyatakan
proporsi (prosentase) variasi dalam nilai y (peubah tidak bebas) yang disebabkan oleh
hubungan linear dengan x (peubah bebas) berdasarkan persamaan (model matematis) regresi
yang didapat.
Rentang nilai r2 berada diantara 0 sampai 1, Semakin besar nilai ini maka semakin baik
persamaan (model matematis) regresi linear tunggal yang didapat.

r2 =

n
n
n

n. ( xi. yi) ( xi ). ( yi )

i =1
i =1
i =1

.
2
2
n
n
n
n

n. ( xi) 2 ( xi ) . n. ( yi ) 2 ( yi)
i =1
i =1
i =1
i=1

Koefisien determinasi (r2) pada persamaan regresi TUNGGAL menilai keterkaitan antara
peubah tidak bebas (y) dengan 1 buah peubah bebas (x).
Misalnya Nilai r2 = 98,67 % artinya SEKITAR 98,67% DARI VARIASI DALAM NILAI y
DISEBABKAN OLEH HUBUNGAN LINEAR DENGAN x BERDASARKAN
PERSAMAAN (MODEL MATEMATIS) REGRESI LINEAR TUNGGAL YANG
DIDAPAT.

25

Theo K Sendow
CONTOH PERHITUNGAN r DAN r2 PADA PERSAMAAN REGRESI LINEAR
TUNGGAL (1 PEUBAH BEBAS) :
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
Total

r=

Density
x
11,7125
14,3114
13,1856
13,1930
13,4218
13,8597
13,9270
14,2044
11,7122
14,4856
15,1929
14,4686
16,0057
16,0755
13,1946
11,9784
13,6371
11,5663
15,4755
16,7214
13,8987
14,0006
13,2460
11,0197
14,6399
15,4200
13,9123
11,9147
13,3246
11,5185
13,6376
12,2378
12,4883
14,1051
14,5684
14,3243
14,5622
12,2765
13,1686
13,9736
546,5668

Volume
y
714,4000
872,0000
784,0000
769,6000
794,4000
813,6000
835,2000
855,2000
756,8000
873,6000
950,4000
876,8000
977,6000
963,2000
768,0000
713,6000
815,2000
780,0000
884,0000
969,6000
784,8000
873,6000
844,0000
718,4000
911,2000
955,2000
837,6000
772,0000
847,2000
773,6000
860,8000
756,8000
747,2000
840,0000
840,0000
868,8000
896,0000
755,2000
769,6000
844,0000
33263,2000

x2

y2

x.y

137,182
204,817
173,860
174,056
180,145
192,091
193,960
201,764
137,175
209,834
230,823
209,341
256,183
258,422
174,098
143,482
185,971
133,779
239,490
279,605
193,173
196,018
175,456
121,434
214,326
237,777
193,552
141,960
177,545
132,676
185,984
149,765
155,957
198,955
212,240
205,187
212,057
150,714
173,411
195,263
7539,5288

510367,360
760384,000
614656,000
592284,160
631071,360
661944,960
697559,040
731367,040
572746,240
763176,960
903260,160
768778,240
955701,760
927754,240
589824,000
509224,960
664551,040
608400,000
781456,000
940124,160
615911,040
763176,960
712336,000
516098,560
830285,440
912407,040
701573,760
595984,000
717747,840
598456,960
740976,640
572746,240
558307,840
705600,000
705600,000
754813,440
802816,000
570327,040
592284,160
712336,000
27864416,6400

8367,403
12479,558
10337,511
10153,367
10662,297
11276,246
11631,800
12147,586
8863,780
12654,655
14439,285
12686,100
15647,189
15483,916
10133,475
8547,780
11116,984
9021,709
13680,314
16213,056
10907,678
12230,965
11179,603
7916,571
13339,847
14729,216
11652,952
9198,156
11288,612
8910,706
11739,229
9261,594
9331,236
11848,319
12237,493
12444,988
13047,695
9271,249
10134,533
11793,760
458008,4160

n
n
n

n. ( xi. yi) ( xi). ( yi)


i =1
i =1
i =1

2
2
n
n
n
n

n. ( xi) 2 ( xi) . n. ( yi) 2 ( yi)


i =1
i =1
i =1
i =1

Didapat r = 0,918570 artinya korelasi antara peubah bebas (x) dan peubah tidak bebas (y)
sebesar 0,918570 dan r2 = 0,843771 sekitar 84,3771 % dari variasi dalam nilai y disebabkan
oleh hubungan linear dengan x berdasarkan persamaan (model matematis) regresi linear
tunggal yang didapat (y = 0,0205395920521012.x - 1,48334145638066).

26

Theo K Sendow
3) RUMUS KOEFISIEN DETERMINASI (R2) UNTUK PERSAMAAN REGERESI
LINEAR GANDA :
Koefisien determinasi (R2) pada persamaan regresi ganda menilai keterkaitan antara peubah
tidak bebas (y) dengan > 1 peubah bebas (misalnya ada x1, x2 atau x3 dst). Rentang nilai R 2
berada diantara 0 sampai 1, Semakin besar nilai ini maka semakin baik persamaan (model
matematis) regresi linear GANDA yang didapat.
n

R2 =

( yi yi)
i =1
n

( yi y )

i =1

dimana :
yi =
Nilai hasil estimasi / perkiraan (pemodelan)
yi =
nilai hasil observasi (pengamatan)
y =
Rata-rata hasil observasi (pengamatan)
Apabila suatu persamaan (Model) hasil dari analisis regresi untuk pergerakan dengan 3 buah
peubah bebas (misalnya x1, x2 dan x3) dan peubah bebas (y) maka untuk menghitung
koefisien determinasinya menggunakan rumus :
n

( yi)
n
n
n
n
n

b0. ( yi ) + b1. ( x1i. yi) + b2 ( x 2i. yi) + b3 ( x3i. yi ) + b 4 ( x3i. yi ) i =1

n
i =1
i =1
i =1
i =1

i =1

2
R =
2
n
n

(. yi ) 2 yi
i =1
i =1

Rumus diatas akan berubah seiring dengan berubahnya jumlah peubah bebas.
Dimana :
yi =
Besarnya pergerakan Bangkitan atau Tarikan (data)
x1i =
Peubah bebas x1 atau parameter sosioekonomi ke 1 (data)
x2i =
Peubah bebas x2 atau parameter sosioekonomi ke 2 (data)
x3i =
Peubah bebas x3 atau parameter sosioekonomi ke 3 (data)
n =
Jumlah data
Misalnya Nilai R2 = 98,67 % artinya SEKITAR 98,67% DARI VARIASI DALAM NILAI y
DISEBABKAN OLEH HUBUNGAN LINEAR DENGAN x BERDASARKAN
PERSAMAAN (MODEL MATEMATIS) REGRESI LINEAR GANDA YANG DIDAPAT.
4) RUMUS KOEFISIEN KORELASI (r) UTK PERSAMAAN REGERESI GANDA :
r = R2

Nilai r berada diantara nilai -1 dan +1 perlu ditafsirkan berhati-hati, karena misalnya nilai r
sebesar + 0,3 dan + 0,6. Nilai r = + 0,6 artinya korelasi antara peubah bebas (x) dan peubah
tidak bebas (y) atau korelasi diantara peubah bebas (x1 dan x2) sebesar 0,6 dan koreasi (0,6)
ini lebih erat dibandingkan dengan yang korelasinya sebesar 0,3. Tidak dapat dikatakan
bahwa r = 0,6 menunjukkan hubungan linear yang dua kali lebih erat dibandingkan oleh nilai
r = 0,3.

27

Theo K Sendow
CONTOH PERHITUNGAN r DAN R2 PADA PERSAMAAN REGRESI LINEAR GANDA (3 PEUBAH BEBAS) :
NO

Yi

X1i

X2i

X3i

X1i^2

X2i^2

X3i^2

Yi^2

(X1i . X2i)

(X2i . X3i)

(X1i . X3i)

(X1i . Yi)

(X2i . Yi)

(X3i . Yi)

408,00

964,00

590,00

1,00

929296,00

348100,00

1,00

166464,00

568760,00

590,00

964,00

393312,00

240720,00

408,00

396,00

687,00

802,00

2,00

471969,00

643204,00

4,00

156816,00

550974,00

1604,00

1374,00

272052,00

317592,00

792,00

423,00

594,00

910,00

2,00

352836,00

828100,00

4,00

178929,00

540540,00

1820,00

1188,00

251262,00

384930,00

846,00

440,00

917,00

745,00

8,00

840889,00

555025,00

64,00

193600,00

683165,00

5960,00

7336,00

403480,00

327800,00

3520,00

174,00

84,00

605,00

45,00

7056,00

366025,00

2025,00

30276,00

50820,00

27225,00

3780,00

14616,00

105270,00

7830,00

333,00

523,00

692,00

787,00

273529,00

478864,00

619369,00

110889,00

361916,00

544604,00

411601,00

174159,00

230436,00

262071,00

357,00

526,00

789,00

829,00

276676,00

622521,00

687241,00

127449,00

415014,00

654081,00

436054,00

187782,00

281673,00

295953,00

341,00

696,00

571,00

2,00

484416,00

326041,00

4,00

116281,00

397416,00

1142,00

1392,00

237336,00

194711,00

682,00

465,00

546,00

967,00

621,00

298116,00

935089,00

216225,00

527982,00

600507,00

449655,00

288765,00

345,00

662,00

620,00

1547,00

6199,00

7291,00

3844,00

384400,00
5487369,0
0

119025,00
1415954,0
0

410440,00
4507027,0
0

959140,00
2796673,0
0

228390,00
2416279,0
0

213900,00
2746687,0
0

533715,00

3682,00

438244,00
4373027,0
0

339066,00
1024114,0
0
2226869,0
0

253890,00

10

385641,00
2393209,0
0
4087562,0
0

10

. bo +

6199,00

. b1 +

7291,00

. b2 +

3844,00

. b3 =

6199,00

. bo +

4373027,00

. b1 +

4507027,00

. b2 +

2226869,00

. b3 =

7291,00

. bo +

4507027,00

. b1 +

5487369,00

. b2 +

2796673,00

. b3 =

3844,00
10,00
6199,00
7291,00
3844,00
b0

. bo +
6199,00
4373027,00
4507027,00
2226869,00
=

2226869,00
7291,00
4507027,00
5487369,00
2796673,00
-77,4323129

. b1 +
3844,00
2226869,00
2796673,00
4087562,00

2796673,00

. b2 +
b0
b1
b2
b3

4087562,00

. b3 =
3682,00
2416279,00
2746687,00
1394582,00

b1

0,2640261

b2

0,3821404

R2

b3

0,0087011

R2

0,98877650
2
0,97767897
1
0,97763024
8

1394582,00

3682,00
2416279,0
0
2746687,0
0
1394582,0
0

Hasil Hitungan menggunakan rumus diatas


Hasil Hituungan menggunakan PROGRAM EXCEL

28

Theo K Sendow
n

( yi)
n
n
n
n
n

b0. ( yi ) + b1. ( x1i. yi) + b2 ( x 2i. yi) + b3 ( x3i. yi ) + b 4 ( x3i. yi ) i =1

n
i =1
i =1
i =1
i =1

i =1

2
R =
2
n
n

(. yi ) 2 yi
i =1
i =1

29

Theo K Sendow
Didapat r = 0,988776502 artinya korelasi antara peubah bebas (x) dan peubah tidak bebas (y)
sebesar 0,988776502 dan r2 = 0,977630248 sekitar 97,7630248 % dari variasi dalam nilai y
disebabkan oleh hubungan linear dengan x berdasarkan persamaan (model matematis) regresi
linear GANDA yang didapat (y =-77,4323129 + 0,2640261.x1 + 0,3821404.x2 +
0,0087011.x3)
SOAL RIAU INI KEMUDIAN DIBUAT PERSAMAAN REGRESINYA SEBANYAK 6
BUAH PERSAMAAN REGRESI LINEAR TUNGGAL DAN GANDA YAITU :
a) BILA MENGGUNAKAN VARIABEL TDK BEBAS : oi & VARIABEL BEBAS :
X1,X2 (PERSAMAAN RGRESI LINEAR GANDA)
Parameter
Intercept
Penduduk Tahun 2000
PDRB Tahun 2000
Regression Statistics
Multiple R
R Square
Adjusted R Square
Standard Error
Observations

Coefficients
-91,88427555
0,002224085
-3,05202E-09
0,498577528
0,248579551
-0,502840898
270,8438098
5

b) BILA MENGGUNAKAN VARIABEL TIDAK BEBAS : oi & VARIABEL BEBAS : X1


(PERSAMAAN RGRESI LINEAR TUNGGAL)
Parameter
Intercept
Penduduk Tahun 2000
Regression Statistics
Multiple R
R Square
Adjusted R Square
Standard Error
Observations

Coefficients
347,1364762
1,87322E-05
0,025435659
0,000646973
-0,332470703
255,0299854
5

c) BILA MENGGUNAKAN VARIABEL TIDAK BEBAS : oi & VARIABEL BEBAS : X2


(PERSAMAAN RGRESI LINEAR TUNGGAL)
Parameter
Intercept
PDRB Tahun 2000
Regression Statistics
Multiple R
R Square
Adjusted R Square
Standard Error
Observations

Coefficients
385,1556315
-5,68868E-11
0,05658204
0,003201527
-0,32906463
254,703822
5

d) BILA MENGGUNAKAN VARIABEL TDK BEBAS:dd & VARIABEL BEBAS :


X1,X2 (PERSAMAAN RGRESI LINEAR GANDA)
Parameter
Intercept
Penduduk Tahun 2000
PDRB Tahun 2000
Regression Statistics
Multiple R
R Square
Adjusted R Square
Standard Error
Observations

Coefficients
1592,885756
-0,00553891
7,60342E-09
0,722653997
0,522228799
0,044457598
371,1646852
5

30

Theo K Sendow
e) BILA MENGGUNAKAN VARIABEL TIDAK BEBAS : dd & VARIABEL BEBAS :
X1(PERSAMAAN RGRESI LINEAR TUNGGAL)
Parameter
Intercept
Penduduk Tahun 2000
Regression Statistics
Multiple R
R Square
Adjusted R Square
Standard Error
Observations

Coefficients
499,1631857
-4,4764E-05
0,035367421
0,001250854
-0,331665527
438,1665753
5

f) BILA MENGGUNAKAN VARIABEL TIDAK BEBAS : dd & VARIABEL BEBAS :


X2 (PERSAMAAN RGRESI LINEAR TUNGGAL)
Parameter
Intercept
PDRB Tahun 2000
Regression Statistics
Multiple R
R Square
Adjusted R Square
Standard Error
Observations

Coefficients
404,8551202
1,44284E-10
0,083503616
0,006972854
-0,324036195
436,9096079
5

12) Model yang didapatkan berupa persamaan regeresi linear tidak hanya satu persamaan saja
tetapi dibuat dengan beberapa persamaan dengan satu atau dua atau tiga variable bebas dan
dilakukan tes korelasi. Dari beberapa persamaan regresi linear yang ada (misalnya ada 6 buah
persamaan) kemudian akan dipilih persamaan regresi berupa bangkitan atau tarikan yang
TERBAIK.
IDEALNYA PERSAMAAN TERBAIK MEMILIKI KRITERIA :

Variabel bebas (x1, x2, x3, dst) harus berkorelasi TINGGI dengan
variable tidak bebas (y) (nilai koefisien korelasi atau r harus mendekati satu).

Sesama variabel bebas (x1, x2, x3, dst) TIDAK BOLEH berkorelasi
TINGGI misalnya antara x1 dan x2, antara x1 dan x3 dan seterusnya (nilai koefisien
korelasi atau r harus mendekati nol), JIKA ADA YANG BERKORELASI TINGGI
MAKA DIBUANG SALAH SATU VARIBEL BEBAS YANG BERKORELASI.

Pilih intercept (konstanta) Regresi yang terkecil (b0 = mendekati nol).

Makin banyak peubah bebas yang digunakan makin baik.

Koefisein regresi (b1, b2, b3 dst) bisa bernilai + atau terserah


(keduanya baik + atau -) sesuai dengan tanda yang dihasilkan dari perhitungan analisis
regresi linear.
TERBAIK PILIH : MENGGUNAKAN VARIABEL TIDAK BEBAS : dd DAN
VARIABEL BEBAS : X2
Parameter
Intercept
PDRB Tahun 2000
Regression Statistics
Multiple R
R Square
Adjusted R Square
Standard Error
Observations

Coefficients
404,8551202
1,44284E-10
0,083503616
0,006972854
-0,324036195
436,9096079
5

31

Theo K Sendow
R Square adalah nilai R2 (Koefisien Determinasi UNTUK PERSAMAAN REGRESI
LINEAR GANDA) untuk y dan 3 buah peubah bebas dan Multiple R adalah nilai r
(Koefisien Korelasi UNTUK PERSAMAAN REGRESI LINEAR GANDA) untuk y dan 3
buah peubah bebas (x1, x2 dan x3).
HASIL HITUNGAN KOEFISIEN KORELASI (r) UNTUK PERSAMAAN REGRESI
LINEAR TUNGGAL.
Oi Tahun 2000
Dd Tahun 2000
Penddk Thn 2000
PDRB Thn 2000

Oi Tahun 2000
1
-0,466330921
0,025435659
-0,05658204

Dd Tahun 2000
0,466330921
1
-0,035367421
0,083503616

Penddk Tahun 2000


0,025435659
0,035367421
1
0,986456011

PDRB Tahun 2000


0,05658204
0,083503616
0,986456011
1

PERSAMAAN REGRESI LINEAR TUNGGAL Y = 404,8551202 + 1,44284E - 10 . x2


YANG DIPILIH KARENA :

Pilihan hanya satu variabel bebas karena ternyata PDRB dan penduduk
berkorelasi tinggi (0,986456011).

Pilih PDRB Karena berkorelasi tinggi = 0,083503616 terhadap dd


dibandingkan Penduduk berkorelasi = -0,035367421 terhadap dd.

Walaupun intercept tidak terkecil (terminimum) dan termasuk intercept


yang tidak terlalu besar.
13) Satu persamaan yang terbaik ini akan digunakan sebagai model untuk menghitung
besarnya bangkitan atau tarikan (variable tidak bebas yaitu y) dengan memasukkan Nilai
parameter sosioekonomi (variable bebas yaitu x) pada masa sekarang, 5 tahun depan, 10
tahun depan, 15 tahun depan dan 20 tahun depan.
PERSAMAANNYA :
Y = 404,8551202 + 1,44284E - 10 . x2 UNTUK DATA PDRB YANG TIDAK DIBAGI 1
MILYAR, KARENA BILA DATA PDRB DIBAGI DENGAN 1 MILYAR MAKA
KOEFISIEN X2 JUGA DIBAGI 1 MILYAR.
PERSAMAAN REGRESI INI (HANYA SATU) DIGUNAKAN UNTUK MENGHITUNG
BANGKITAN DAN TARIKAN DI MASA DATANG HAL INI KARENA MERUPAKAN
USAHA AGAR Oi = Dd.
14) Setelah didapatkan besarnya bangkitan atau tarikan (sesuai dengan rumus persamaan
regresinya bangkitan atau tarikan) di masa sekarang, di 5 tahun depan, di 10 tahun depan, di
15 tahun depan dan di 20 tahun depan, maka kemudian hitung FAKTOR pertumbuhannya
(Ei = Oi/oi) atau (Ed = Dd/dd), angka pertumbuhan ini jumlahnya sama dengan jumlah tahun
yang dianalisis.

32

Theo K Sendow
TABEL HASIL PERHITUNGAN BANGKITAN DAN TARIKAN MENGGUNAKAN PERSAMAAN Y = 404,8551202 + 1,44284E - 10 . x2
Keterangan

Tahun

Masa Lalu
Masa Lalu
Masa Lalu
Masa Lalu
Masa Lalu
Masa skrg
Masa Dpn
Masa Dpn
Masa Dpn
Masa Dpn
Masa Dpn
Masa Dpn
Masa Dpn
Masa Dpn
Masa Dpn
Masa Dpn

KAB/KOTA
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010

1
INDR
HULU
427,119
429,064
431,058
433,053
683,000
437,021
439,005
440,990
442,974
444,959
446,943
448,927
450,912
452,896
454,880

2
INDR
HILIR
438,817
441,192
443,649
446,105
101,000
450,986
453,426
455,866
458,306
460,746
463,187
465,627
468,067
470,507
472,947

Bangkitan di Zona
3
4
KAMPAR
447,447
450,580
453,769
456,958
220,000
463,313
466,491
469,669
472,846
476,024
479,202
482,380
485,557
488,735
491,913

PEKANBR
446,260
449,986
453,716
457,446
383,000
464,904
468,633
472,362
476,091
479,820
483,549
487,278
491,008
494,737
498,466

5
BGK/DUMAI
497,850
503,500
508,356
513,213
421,000
523,243
528,259
533,274
538,289
543,304
548,320
553,335
558,350
563,365
568,380

1
INDR
HULU
427,119
429,064
431,058
433,053
98,000
437,021
439,005
440,990
442,974
444,959
446,943
448,927
450,912
452,896
454,880

2
INDR
HILIR
438,817
441,192
443,649
446,105
848,000
450,986
453,426
455,866
458,306
460,746
463,187
465,627
468,067
470,507
472,947

Tarikan di Zona
3
KAMPAR
447,447
450,580
453,769
456,958
82,000
463,313
466,491
469,669
472,846
476,024
479,202
482,380
485,557
488,735
491,913

PEKANBR
446,260
449,986
453,716
457,446
850,000
464,904
468,633
472,362
476,091
479,820
483,549
487,278
491,008
494,737
498,466

BGK/DUMAI
497,850
503,500
508,356
513,213
445,000
523,243
528,259
533,274
538,289
543,304
548,320
553,335
558,350
563,365
568,380

INDR HULU
154.308.000.000
167.786.000.000
181.608.000.000
195.430.000.000
209.251.000.000
222.935.600.000
236.688.600.000
250.441.600.000
264.194.600.000
277.947.600.000
291.700.600.000
305.453.600.000
319.206.600.000
332.959.600.000
346.712.600.000

PDRB (Rupiah) di Zona SEBAGAI X2


3
4

INDR HILIR
235.382.000.000
251.846.000.000
268.871.000.000
285.895.000.000
302.920.000.000
319.720.300.000
336.632.800.000
353.545.300.000
370.457.800.000
387.370.300.000
404.282.800.000
421.195.300.000
438.107.800.000
455.020.300.000
471.932.800.000

KAMPAR
295.195.000.000
316.912.000.000
339.013.000.000
361.113.000.000
383.214.000.000
405.161.100.000
427.185.000.000
449.208.900.000
471.232.800.000
493.256.700.000
515.280.600.000
537.304.500.000
559.328.400.000
581.352.300.000
603.376.200.000

PEKANBR
286.969.000.000
312.791.000.000
338.642.000.000
364.494.000.000
390.345.000.000
416.184.700.000
442.030.200.000
467.875.700.000
493.721.200.000
519.566.700.000
545.412.200.000
571.257.700.000
597.103.200.000
622.948.700.000
648.794.200.000

5
BGK/DUMAI
644.529.000.000
683.683.000.000
717.344.000.000
751.004.000.000
784.665.000.000
820.522.900.000
855.282.200.000
890.041.500.000
924.800.800.000
959.560.100.000
994.319.400.000
1.029.078.700.000
1.063.838.000.000
1.098.597.300.000
1.133.356.600.000

PERHATIKAN ANGKA BANGKITAN (oi) DAN TARIKAN (dd) HASIL PERHITUNGAN INI BERNILAI SAMA DI SETIAP ZONA.
TABEL HASIL PERHITUNGAN FAKTOR PERTUMBUHAN BANGKITAN (Ei) DAN FAKTOR PERTUMBUHAN TARIKAN (Ed)
YAITU (Ei = Oi/oi) atau (Ed = Dd/dd) :
Keterangan
Masa skrg
Masa Dpn
Masa Dpn
Masa Dpn
Masa Dpn
Masa Dpn
Masa Dpn
Masa Dpn
Masa Dpn
Masa Dpn
Masa Dpn

Tahun
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010

1
1,000
0,640
0,643
0,646
0,649
0,651
0,654
0,657
0,660
0,663
0,666

2
1,000
4,465
4,489
4,514
4,538
4,562
4,586
4,610
4,634
4,658
4,683

Ei di Zona
3
1,000
2,106
2,120
2,135
2,149
2,164
2,178
2,193
2,207
2,222
2,236

4
1,000
1,214
1,224
1,233
1,243
1,253
1,263
1,272
1,282
1,292
1,301

5
1,000
1,243
1,255
1,267
1,279
1,291
1,302
1,314
1,326
1,338
1,350

1
1,000
4,459
4,480
4,500
4,520
4,540
4,561
4,581
4,601
4,621
4,642

2
1,000
0,532
0,535
0,538
0,540
0,543
0,546
0,549
0,552
0,555
0,558

Ed di Zona
3
1,000
5,650
5,689
5,728
5,766
5,805
5,844
5,883
5,921
5,960
5,999

4
1,000
0,547
0,551
0,556
0,560
0,564
0,569
0,573
0,578
0,582
0,586

5
1,000
1,176
1,187
1,198
1,210
1,221
1,232
1,243
1,255
1,266
1,277

Rata-rata
Ei di Zona
Ed di Zona
1,000
1,000
1,934
2,473
1,946
2,488
1,959
2,504
1,971
2,519
1,984
2,535
1,997
2,550
2,009
2,566
2,022
2,581
2,035
2,597
2,047
2,612

33

Theo K Sendow
15) Akan diperoleh beberapa buah angka Ei dan Ed (misalnya pada masa sekarang, 5 tahun
depan, 10 tahun depan, 15 tahun depan dan 20 tahun depan) maka ada sebanyak 5 buah
angka Ei dan Ed dari satu buah persamaan regresi berupa bangkitan atau tarikan yang
TERBAIK.
16) Buat matriks asal tujuan sesuai dengan jumlah zona yang ada, terlebih dahulu namakan
zona yang ada dengan angka atau huruf untuk mempersingkat nama zona yang dulunya nama
daerah administrasi (kecamatan atau kabupaten atau propinsi).
17) Masukkan angka LHR yang diperoleh dari Traffic Count di masa sekarang kedalam
matriks asal tujuan sehingga diketahui besarnya pergerakan lalulintas dari semua zona yang
ada ke semua zona yang lainnya.
18) Masukkan angka pertumbuhan disetiap zona yang diperoleh dari point 14) seuai dengan
tahun yang akan di hitung (misalnya pada masa sekarang, 5 tahun depan, 10 tahun depan, 15
tahun depan dan 20 tahun depan).
19) Jumlahkan besarnya pergerakan di masa sekarang untuk semua yang terbangkit (oi) dan
semua yang tertarik (dd).
20) Besarnya total pergerakan (bangkitan dan tarikan) di masa sekarang dari zona asal i ke
zona tujuan d di dalam daerah kajian (t) tidak sama yaitu oi (bangkitan) dd (tarikan),
maka dilakukan validasi data untuk pergerakan di masa sekarang dengan membuat hingga
oi = dd.
21) Setelah selesai dilakukan validasi data sehingga oi = dd maka hitung besarnya Total
pergerakan (bangkitan) pada masa mendatang dari zona asal i ( Oi )menggunakan rumus
D
E d = d menjadi Dd = E d .d d dan Total pergerakan (tarikan) pada masa mendatang ke
dd
Oi
zona tujuan d ( Dd ) menggunakan rumus Ei =
menjadi Oi = Ei .oi .
oi
22) Lakukan validasi data untuk pergerakan di masa mendatang dengan membuat hingga
Oi = Dd.
23) Setelah semuanya tervalidasi dimana oi = dd dan Oi = Dd maka kemudian
lakukan analisis Trip Distribution (Trip Distribusi) untuk menghitung UNTUK
MENGHITUNG DISTRIBUSI PERGERAKAN DI MASA MENDATANG.

34

Theo K Sendow
(dalam pcu/jam) PEMBULATAN UNTUK ANGKA PERTUMBUHAN TAHUN 2005 DAN ISI SEL TAHUN 2000
ZONA

22

32

37

83

ext 1

33

ext 2

17

ext 3

17

ext 4

5
24

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

Ei

597

683

444,9585117

0,6514766

72

14

101

460,7464566

4,5618461

136

34

220

476,0241699

2,1637462

31

123

56

79

383

479,8202819

1,2527945

50

208

86

13

51

421

543,3042897

1,2905090

120

205

2196

2555

5069,310293

1,9840745

363

120

2026

2536

5031,612878

1,9840745

601

26

16

195

857

1700,351828

1,9840745

123

164

288

571,4134499

1,9840745

ext 5

137

35

874

98

48

99

1299

2577,312748

1,9840745

dd

98

848

82

850

445

1215

839

136

99

4731

9343

17354,85491

Dd

444,95851

460,74645

476,02417

479,82028

543,30428

3079,8553

2126,7478

344,74101

250,95117

11992,424

9343

20199,57348

Ed

4,540393

0,543333

5,805172

0,564494

1,220908

2,534860

2,534860

2,534860

2,534860

2,534860
Total Oi =

17354,85491

MAKA PERLU VALIDASI DATA


Total Dd =
(dalam pcu/jam) PEMBULATAN UNTUK ANGKA PERTUMBUHAN TAHUN 2005 DAN ISI SEL TAHUN 2000 dan MENGGANTI NILAI NOL DENGAN ANGKA SATU

20199,57348

PERHATIKAN KARENA

ZONA

Oi

Ei

1
1

2
22

3
32

4
24

5
1

ext 1
6

ext 2
597

ext 3
0

ext 4
0

ext 5
1

oi
684

445,6099883

0,65147659

72

14

102

465,3083027

4,56184610

37

136

34

221

478,1879161

2,16374622

83

31

123

56

79

384

481,0730764

1,25279447

50

208

86

13

51

422

544,5947987

1,29050900

ext 1

33

120

205

2196

2556

5071,294368

1,98407447

ext 2

17

363

120

2026

2537

5033,596953

1,98407447

ext 3

17

601

26

16

195

858

1702,335903

1,98407447

ext 4

123

164

289

573,3975244

1,98407447

ext 5

137

35

874

98

48

99

1300

2579,296822

1,98407447

dd

99

849

83

851

446

1216

840

137

100

4732

9353

17374,69565

Dd

449,49890

461,28978

481,82934

480,38477

544,52519

3082,3902

2129,2827

347,27587

253,48603

11994,959

9353

20224,92208

Ed

4,540

0,543

5,805

0,564

1,221

2,535

2,535

2,535

2,535

2,535

PERHATIKAN KARENA

Total Oi =

17374,69565

KECIL

MAKA PERLU VALIDASI DATA

Total Dd=

20224,92208

BESAR

Total Dd-Total Oi =

2850,226433

(Total Dd-Total Oi)/10 =

285,0226433

35

Theo K Sendow
CARA MEMVALIDASI MAT YAITU SELISIH ANTARA TOTAL Dd - TOTAL Oi DI TAMBAHKAN PADA ZONA BANGKITAN (Oi) SECARA MERATA,,
DITAMBAHKAN KE BANGKITAN KARENA PERGERAKAN BANGKITAN (Oi) LEBIH KECIL PERGERAKANNYA DIBANDINGKAN DENGAN TARIKAN
(Dd), SEHINGGA MATRIKSNYA MENJADI BERUBAH SEPERTI DIBAWAH INI (LIHAT PERUBAHAN PADA SELURUH NILAI Ei) AKIBAT TAMBAHAN
PERGERAKAN DI BANGKITAN (Oi) :

DATA INI UNTUK MENGHITUNG MAT (TRIP DISTRIBUSI) PADA TAHUN 2005
(dalam pcu/jam) PEMBULATAN UNTUK ANGKA PERTUMBUHAN TAHUN 2005 DAN ISI SEL TAHUN 2000
ZONA

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

Ei

22

32

24

597

684

730,6326316

1,06817636

72

14

102

750,3309459

7,35618574

37

136

34

221

763,2105594

3,45344144

83

31

123

56

79

384

766,0957197

1,99504093

50

208

86

13

51

422

829,6174419

1,96591810

ext 1

33

120

205

2196

2556

5356,317011

2,09558568

ext 2

17

363

120

2026

2537

5318,619596

2,09642081

ext 3

17

601

26

16

195

858

1987,358546

2,31626870

ext 4

123

164

289

858,4201676

2,97031199

ext 5

137

35

874

98

48

99

1300

2864,319466

2,20332266

dd

99

849

83

851

446

1216

840

137

100

4732

9353

20224,92208

Dd

449,49890

461,28978

481,82934

480,38477

544,52519

3082,3902

2129,2827

347,27587

253,48603

11994,959

9353

20224,92208

Ed

4,540

0,543

5,8051728

0,5644944

1,2209085

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,16239945
Total Oi =

20224,92208

SAMA

Total Dd =

20224,92208

SAMA

36

Theo K Sendow
(dalam pcu/jam) PEMBULATAN UNTUK ANGKA PERTUMBUHAN TAHUN 2010 DAN ISI SEL TAHUN 2000
ZONA
1

22

32

37

83

ext 1

33

ext 2

17

ext 3

17

ext 4
ext 5

5
24

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

Ei

597

684

455,5462042

0,6660032

72

14

102

477,6301206

4,6826482

136

34

221

494,1486184

2,2359666

31

123

56

79

384

499,7672197

1,3014771

50

208

86

13

51

422

569,730416

1,3500721

120

205

2196

2556

6677,284198

2,6123960

363

120

2026

2537

6627,648674

2,6123960

601

26

16

195

858

2241,435775

2,6123960

123

164

289

754,9824465

2,6123960

137

35

874

98

48

99

1300

3396,114811

2,6123960

dd

99

849

83

851

446

1216

840

137

100

4732

9353

22194,28848

Dd

459,52183

473,50519

497,91159

499,05217

569,65760

3176,6735

2194,4126

357,89825

261,23960

12361,857

9353

20851,73035

Ed

4,641635

0,557721

5,998935

0,586430

1,277259

2,612396

2,612396

2,612396

2,612396

2,612396

2,37295931

PERHATIKAN KARENA

Total Oi =

22194,28848

BESAR

MAKA PERLU VALIDASI DATA

Total Dd =

20851,73035

KECIL

Total Oi-Total Dd =

1342,558132

(Total Dd-Total Oi)/10 =

134,2558132

37

Theo K Sendow
CARA MEMVALIDASI MAT YAITU SELISIH ANTARA TOTAL Dd - TOTAL Oi DI TAMBAHKAN PADA ZONA TARIKAN (Dd) SECARA MERATA,
DITAMBAHKAN KE TARIKAN KARENA PERGERAKAN TARIKAN (Dd) LEBIH KECIL PERGERAKANNYA DIBANDINGKAN DENGAN BANGKITAN
(Oi), SEHINGGA MATRIKSNYA MENJADI BERUBAH SEPERTI DIBAWAH INI (LIHAT PERUBAHAN PADA SELURUH NILAI Ed) AKIBAT TAMBAHAN
PERGERAKAN DI TARIKAN (Dd) :

DATA INI UNTUK MENGHITUNG MAT (TRIP DISTRIBUSI) PADA TAHUN 2010
(dalam pcu/jam) PEMBULATAN UNTUK ANGKA PERTUMBUHAN TAHUN 2010 DAN ISI SEL TAHUN 2000
ZONA
1

22

32

24

37

83

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

Ei

597

684

455,5462042

0,666003

72

14

102

477,6301206

4,682648

136

34

221

494,1486184

2,235967

31

123

56

79

384

499,7672197

1,301477

50

208

86

13

51

422

569,730416

1,350072

ext 1

33

120

205

2196

2556

6677,284198

2,612396

ext 2

17

363

120

2026

2537

6627,648674

2,612396

ext 3

17

601

26

16

195

858

2241,435775

2,612396

ext 4

123

164

289

754,9824465

2,612396

ext 5

137

35

874

98

48

99

1300

3396,114811

2,612396

dd

99

849

83

851

446

1216

840

137

100

4732

9353

22194,28848

Dd

593,77764

607,76100

632,1674

633,30798

703,91341

3310,9293

2328,6684

492,15406

395,49541

12496,113

9353

22194,28848

Ed

5,998

0,716

7,616

0,744

1,578

2,723

2,772

3,592

3,955

2,641
Total Oi =

22194,28848

SAMA

Total Dd =

22194,28848

SAMA

2,37295931

38

Theo K Sendow

TRIP DISTRIBUSI (SEBARAN PERGERAKAN)


Pergerakan adalah aktivitas yang kita lakukan sehari-hari, untuk memenuhi berbagai
macam alasan dan tujuan (kebutuhan) seperti berbelanja, olah raga, hiburan, dan rekreasi. Jarak
perjalanan juga sangat beragam, dari pegalanan yang sangat panjang (misalnya perjalanan antar
bernua) sampai ke perjalanan yang sangat pendek (misalnya perjalanan ke toko di seberang
jalan). Mudah dipahami bahwa jika terdapat kebutuhan akan pergerakan yang besar, tentu
dibutuhkan pula sistem jaringan transportasi yang cukup untuk dapat menampung kebutuhan
akan pergeralkan tersebut. Dengan kata lain, kapasitas jaringan transportasi harus dapat
menampung pergerakan.
Kebutuhan akan pergerakan selalu menimbulkan permasalahan. Misalnya pada saat orang
ingin bergerak untuk tujuan yang sama di dalam daerah tertentu dan pada saat yang bersamaan
pula. Kemacetan, keterlambatan, polusi suara dan udara adalah beberapa permasalahan yang
timbul akibat adanya pergerakan. Salah satu usaha untuk dapat mengatasinya adalah dengan
memahami pola pergerakan yang terjadi misalnya :
dari mana dan hendak ke mana besarnya,
kapan terjadinya.
Oleh karena itu, agar kebijakan investasi transportasi dapat berhasil dengan baik apabila :
dipahami pola pergerakan yang terjadi pada saat sekarang,
dipahami pola pergerakan yang terjadi pada pada masa mendatang pada saat kebijakan
tersebut diberlakukan.
Pola pergerakan dalam sistem transportasi sering dijelaskan dalam bentuk arus pergerakan
(berupa kendaraan, penumpang, dan barang) yang bergerak dari zona asal ke zona tujuan di
dalam daerah tertentu dan selama periode waktu tertentu. Matriks Pergerakan atau Matriks AsalTujuan (MAT) atau Matriks distribusi adalah :
merupakan metode untuk menentukan distribusi atau
digunakan untuk menggambarkan pola pergerakan,
MAT adalah matriks berdimensi dua yang berisi informasi mengenai besarya pergerakan
antarlokasi (zona) di dalam daerah tertentu. Baris menyatakan zona asal dan kolom menyalakan
zona tujuan, schingga sel matriks-nya menyatakan besarnya arus dari zona asal ke zona tujuan.
Dalam hal ini, notasi Tid menyalakan besarya arus pergerakan (kendaraan, penumpang, atau
barang) yang bergerak dari zona asal i ke zona tujuan d selama selang waktu tertentu.
Pola pergerakan dapat dihasilkan jika sualu MAT dibebankan ke suatu sistem jaringan
transportasi, dengan mempelajari pola pergerakan yang terjadi maka perencana dapat
mengidentifikasi permasalahan yang timbul sehingga beberapa solusi segera dapat dihasilkan.
MAT dapat memberikan indikasi rinci mengenai kebutuhan akan pergerakan sehingga MAT
memegang peran yang sangat penting dalam berbagai kajian perencanaan dan manajemen
transportasi. Metode MAT (Trip Distribusi) terdiri dari beberapa bagian yang dapat dilihat pada
gambar berikut :

39

Theo K Sendow

Jumlah zona dan nilai seliap sel matriks adalah dua unsur penting dalam MAT karena jumlah
zona menunjukkan banyaknya sel MAT yang harus didapatkan dan berisi infomasi yang sangat
dibutuhkan untuk perencanaan transportasi.
24) Untuk matrik metode analogi angka tid (distribusi pergerakan di masa sekarang) harus
ada sebagai data dalam perhitungan UNTUK MENGHITUNG DISTRIBUSI
PERGERAKAN DI MASA MENDATANG.
25) Untuk matrik metode sintetis angka tid (distribusi pergerakan di masa sekarang) TIDAK
PERLU ada sebagai data dalam perhitungan UNTUK MENGHITUNG DISTRIBUSI
PERGERAKAN DI MASA MENDATANG.

40

Theo K Sendow

METODE ANALOGY
1. TANPA BATASAN (UNCONSTRAINED) YAITU METODE SERAGAM
RUMUS-RUMUS YANG DIPERGUNAKAN DALAM METODE ANALOGI
TANPA BATASAN (UNCONSTRAINED) YAITU METODE SERAGAM :
Tid = tid.E
T
E=
t
dimana :
Tid
=
tid
=
=
E
=
T
t
=

Total pergerakan pada masa mendatang dari zona asal i ke zona tujuan d
Pergerakan pada masa mendatang dari zona asal i ke zona tujuan d
Angka pertumbuhan Global untuk semua zona asal i dan zona tujuan d
Total pergerakan pada masa mendatang didalam daerah kajian
Total pergerakan pada masa sekarang didalam daerah kajian

Bahan diskusi :
Asumsi yang dipergunakan dalam metode ini adalah tingkat pertumbuhan global diseluruh
daerah kajian berpengaruh terhadap pertumbuhan lalu lintasnya secara merata atau seragam
untuk setiap zona.
Asumsi ini sering tidak dapat digunakan karena pada kenyataannya tingkat pertumbuhan
setiap zona yang berbeda biasanya menghasilkan tingkat pertumbuhan lalu lintas yang
berbeda pula. Penyeragaman tingkat pertumbuhan ini akan menyebabkan error (kesalahan)
yang besar untuk kota dengan tingkat pertumbuhannya tata guna lahannya tidak merata
seperti Indonesia sebagai Negara yang sedsang berkembang.
Metode seragam ini tidak juga menjamin terpenuhinya batasan bangkitan dan tarikan,
sebagai contoh untuk zona yang tingkat pertumbuhannya rendah dari tingkat pertumbuhan
global akan menghasilkan perkiraan lalu lintas di masa mendatang lebih tinggi dari yang
diharapkan.
Sebaliknya untuk zona yang tingkat pertumbuhannya lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan
global akan menghasilkan perkiraan lalu lintas di masa mendatang lebih rendah dari yang
diharapkan.
Untuk itu metode ini hanya dipergunakan untuk daerah kajian dengan tingkat
pertumbuhannya merata diseluruh daerahnya.

41

Theo K Sendow

DATA INI UNTUK MENGHITUNG MAT (TRIP DISTRIBUSI) PADA TAHUN 2005
(dalam pcu/jam) PEMBULATAN UNTUK ANGKA PERTUMBUHAN TAHUN 2005 DAN ISI SEL TAHUN 2000
ZONA

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

Ei

22

32

24

597

684

730,6326316

1,06817636

72

14

102

750,3309459

7,35618574

37

136

34

221

763,2105594

3,45344144

83

31

123

56

79

384

766,0957197

1,99504093

50

208

86

13

51

422

829,6174419

1,96591810

ext 1

33

120

205

2196

2556

5356,317011

2,09558568

ext 2

17

363

120

2026

2537

5318,619596

2,09642081

ext 3

17

601

26

16

195

858

1987,358546

2,31626870

ext 4

123

164

289

858,4201676

2,97031199

ext 5

137

35

874

98

48

99

1300

2864,319466

2,20332266

dd

99

849

83

851

446

1216

840

137

100

4732

9353

20224,92208

Dd

449,49890

461,28978

481,82934

480,38477

544,52519

3082,3902

2129,2827

347,27587

253,48603

11994,959

9353

20224,92208

Ed

4,540

0,543

5,8051728

0,5644944

1,2209085

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,5348603
Total Oi =

20224,92208

SAMA

Total Dd =

20224,92208

SAMA

Kolom dd (Besarnya perkiraan pergerakan yang menuju


ke zona tujuan d atau tarikan ke zona tujuan d) ini
dihitung dari hasil tahap tarikan Pergerakan (Trip
Generation) misalnya dengan fungsi (PDRB, Penduduk,
dll) di masa sekarang.

Kolom oi (Besarnya perkiraan pergerakan yang berasal


dari zona asal i / bangkitan zona asal i) yang dihitung
dari hasil tahap bangkitan Pergerakan (Trip Generation)
misalnya dengan fungsi (PDRB, Penduduk, dll) di masa
sekarang.

Kolom Dd (Besarnya perkiraan pergerakan yang menuju ke


zona tujuan d atau tarikan zona tujuan d) ini dihitung dari
hasil tahap tarikan Pergerakan (Trip Generation) misalnya
dengan fungsi (PDRB, Penduduk, dll) di masa mendatang.

Kolom Ed (Besarnya perkiraan


Tingkat Pertumbuhan Untuk
Zona d) ini dihitung = Dd/dd

2,16239945

Kolom Oi (Besarnya perkiraan pergerakan yang


berasal dari zona asal i / bangkitan zona asal i) ini
dihitung dari hasil tahap bangkitan Pergerakan (Trip
Generation) misalnya dengan fungsi (PDRB,
Penduduk, dll) di masa Mendatang.
Kolom Ei (Besarnya perkiraan
Tingkat Pertumbuhan Untuk
Zona i) ini dihitung = Oi/oi

42

Theo K Sendow
ISI SEL MAT PADA MASA SEKARANG (TAHUN 2000) SEDANGKAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN
2005
ZONA
1
2
3
4
5
ext 1
ext 2
ext 3
ext 4
ext 5
dd
Dd
Ed

1
1
8
37
8
9
0
17
17
1
1
99
449,4989
4,540393

2
22
1
1
83
2
1
1
601
0
137
849
461,2898
0,543333

3
32
1
1
2
2
33
9
2
0
1
83
481,8293
5,805173

4
24
2
136
1
50
120
363
26
123
6
851
480,3848
0,564494

5
1
3
34
31
1
205
120
16
0
35
446
544,5252
1,220909

ext 1
6
0
4
123
208
1
0
0
0
874
1216
3082,39
2,53486

ext 2
597
1
1
56
86
0
1
0
0
98
840
2129,283
2,53486

ext 3
0
72
2
1
13
0
0
1
0
48
137
347,2759
2,53486

ext 4
0
0
0
0
0
0
0
0
1
99
100
253,486
2,53486

ext 5
1
14
5
79
51
2196
2026
195
164
1
4732
11994,96
2,53486

oi
684
102
221
384
422
2556
2537
858
289
1300
9353
9353

Oi
730,6326
750,3309
763,2106
766,0957
829,6174
5356,317
5318,62
1987,359
858,4202
2864,319
20224,92
20224,92

Ei
1,068176
7,356186
3,453441
1,995041
1,965918
2,095586
2,096421
2,316269
2,970312
2,203323

2,162399

ISI SEL MAT TELAH TERDISTRIBUSI PADA MASA MENDATANG (TAHUN 2005) DAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA
UNTUK TAHUN 2005
MAT pada masa mendatang dengan E= 2,162399
ZONA
1
2
3
4
5
ext 1
ext 2
ext 3
ext 4
ext 5
oi
Oi
1
2,162399 47,57279 69,19678 51,89759 2,162399 12,9744 1290,952
0
0
2,162399 1479,081 730,6326
2
17,2992 2,162399 2,162399 4,324799 6,487198
0
2,162399 155,6928
0
30,27359 220,5647 750,3309
3
80,00878 2,162399 2,162399 294,0863 73,52158 8,649598 2,162399 4,324799
0
10,812
477,8903 763,2106
4
17,2992 179,4792 4,324799 2,162399 67,03438 265,9751 121,0944 2,162399
0
170,8296 830,3614 766,0957
5
19,4616 4,324799 4,324799
108,12
2,162399 449,7791 185,9664 28,11119
0
110,2824 912,5326 829,6174
ext 1
0
2,162399 71,35918 259,4879 443,2919 2,162399
0
0
0
4748,629 5527,093 5356,317
ext 2 36,76079 2,162399 19,4616
784,951 259,4879
0
2,162399
0
0
4381,021 5486,007 5318,62
ext 3 36,76079 1299,602 4,324799 56,22239 34,59839
0
0
2,162399
0
421,6679 1855,339 1987,359
ext 4 2,162399
0
0
265,9751
0
0
0
0
2,162399 354,6335 624,9334 858,4202
ext 5 2,162399 296,2487 2,162399 12,9744 75,68398 1889,937 211,9151 103,7952 214,0775 2,162399 2811,119 2864,319
dd
214,0775 1835,877 179,4792 1840,202 964,4302 2629,478 1816,416 296,2487 216,2399 10232,47 20224,92 20224,92
Dd
449,4989 461,2898 481,8293 480,3848 544,5252 3082,39 2129,283 347,2759 253,486 11994,96 20224,92 20224,92
Ed
2,099701 0,251264 2,684598 0,26105 0,564608 1,172244 1,172244 1,172244 1,172244 1,172244
UNTUK METODE ANALOGI : SATU BATASAN : BANGKITAN (SINGLY CONSTRAINED = PRODUCTION CONSTRAINED) CUKUP SEKALI
PENGULANGAN DAN BELUM MENGHASILKAN SEMUA Ei = 1 DAN Ed = 1 TAPI PERHITUNGAN SUDAH SELESAI.

Ei
0,493977
3,401863
1,597041
0,922605
0,909137
0,969102
0,969488
1,071157
1,373619
1,018925

2,162399

43

Theo K Sendow

2. SATU BATASAN (SINGLY CONSTRAINED ATAU PRODUCTION


CONSTRAINED) YAITU METODE BATASAN BANGKITAN
Rumus umum ini :
Tid = tid.Ei

Oi
oi
dimana :
Tid
=
tid
=
Ei
=
oi
=
Ei =

Oi

Pergerakan pada masa mendatang dari zona asal i ke zona tujuan d


Pergerakan pada masa sekarang dari zona asal i ke zona tujuan d
Angka pertumbuhan untuk zona asal i
Total pergerakan (bangkitan) pada masa sekarang dari zona asal i, angka oi ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa sekarang. Besarnya
bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa sekarang. Angka oi yang
dihasilkan dari TC tidak sama dengan yang dihitung dari analisis korelasi atau
analisis kategori (masa sekarang) maka dilakukan proses validasi data.

= Total pergerakan (bangkitan) pada masa mendatang dari zona asal i, angka Oi ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa mendatang.
Besarnya bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa mendatang.

Bahan diskusi :
Metode ini digunakan apabila informasi yang tersedia adalah perkiraan bangkitan pergerakan
pada masa mendatang, sedangkan perkiraan tarikan pergerakan tidak tersedia atau tersedia
tetapi dengan tingkat akurasi yang rendah.
Metode batasan bangkitan ini menjamin terpenuhinya batasan bangkitan yaitu dengan total
pergerakan (bangkitan) di setiap zona pada masa mendatang sama dengan yang diharapkan
(Terlihat dengan Ei = 1 untuk seluruh zona asal i).
Begitu juga dengan total pergerakan di masa mendatang untuk seluruh daerah kajian sama
dengan yang diharapkan ( EG =1 atau T = t )

44

Theo K Sendow
ISI SEL MAT PADA MASA SEKARANG (TAHUN 2000) SEDANGKAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN
2005
ZONA
1
2
3
4
5
ext 1
ext 2
ext 3
ext 4
ext 5
oi
Oi
Ei
1
1
22
32
24
1
6
597
0
0
1
684
730,6326 1,068176
2
8
1
1
2
3
0
1
72
0
14
102
750,3309 7,356186
3
37
1
1
136
34
4
1
2
0
5
221
763,2106 3,453441
4
8
83
2
1
31
123
56
1
0
79
384
766,0957 1,995041
5
9
2
2
50
1
208
86
13
0
51
422
829,6174 1,965918
ext 1
0
1
33
120
205
1
0
0
0
2196
2556
5356,317 2,095586
ext 2
17
1
9
363
120
0
1
0
0
2026
2537
5318,62 2,096421
ext 3
17
601
2
26
16
0
0
1
0
195
858
1987,359 2,316269
ext 4
1
0
0
123
0
0
0
0
1
164
289
858,4202 2,970312
ext 5
1
137
1
6
35
874
98
48
99
1
1300
2864,319 2,203323
dd
99
849
83
851
446
1216
840
137
100
4732
9353
20224,92
Dd
449,4989 461,2898 481,8293 480,3848 544,5252 3082,39 2129,283 347,2759 253,486 11994,96
9353
20224,92
Ed
4,540393 0,543333 5,805173 0,564494 1,220909 2,53486 2,53486
2,53486 2,53486 2,53486
2,162399
ISI SEL MAT TELAH TERDISTRIBUSI PADA MASA MENDATANG (TAHUN 2005) DAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
MAT pada masa mendatang :
ZONA
1
2
3
4
5
ext 1
ext 2
ext 3
ext 4
ext 5
oi
Oi
Ei
1
1,068176 23,49988 34,18164 25,63623 1,068176 6,409058 637,7013
0
0
1,068176 730,6326 730,6326 1,000000
2
58,84949 7,356186 7,356186 14,71237 22,06856
0
7,356186 529,6454
0
102,9866 750,3309 750,3309 1,000000
3
127,7773 3,453441 3,453441 469,668
117,417 13,81377 3,453441 6,906883
0
17,26721 763,2106 763,2106 1,000000
4
15,96033 165,5884 3,990082 1,995041 61,84627
245,39
111,7223 1,995041
0
157,6082 766,0957 766,0957 1,000000
5
17,69326 3,931836 3,931836 98,29591 1,965918 408,911
169,069 25,55694
0
100,2618 829,6174 829,6174 1,000000
ext 1
0
2,095586 69,15433 251,4703 429,5951 2,095586
0
0
0
4601,906 5356,317 5356,317 1,000000
ext 2 35,63915 2,096421 18,86779 761,0008 251,5705
0
2,096421
0
0
4247,349 5318,62
5318,62 1,000000
ext 3 39,37657 1392,077 4,632537 60,22299 37,0603
0
0
2,316269
0
451,6724 1987,359 1987,359 1,000000
ext 4 2,970312
0
0
365,3484
0
0
0
0
2,970312 487,1312 858,4202 858,4202 1,000000
ext 5 2,203323 301,8552 2,203323 13,21994 77,11629 1925,704 215,9256 105,7595 218,1289 2,203323 2864,319 2864,319 1,000000
dd
301,5379 1901,954 147,7712 2061,57 999,7081 2602,323 1147,324
672,18
221,0993 10169,45 20224,92 20224,92
Dd
449,4989 461,2898 481,8293 480,3848 544,5252 3082,39 2129,283 347,2759 253,486 11994,96 20224,92 20224,92
Ed
1,490688 0,242535 3,260645 0,233019 0,544684 1,184476 1,855868 0,516641 1,146481 1,179509
1,000000
UNTUK METODE ANALOGI : SATU BATASAN : BANGKITAN (SINGLY CONSTRAINED = PRODUCTION CONSTRAINED) CUKUP SEKALI
PENGULANGAN TELAH MENGHASILKAN Ei = 1 DAN PROSES PERHITUNGAN PENGULANGAN BERHENTI SETELAH DIDAPAT Ei =1 DAN Ed = 1

45

Theo K Sendow

3. SATU BATASAN (SINGLY CONSTRAINED ATAU PRODUCTION


CONSTRAINED) YAITU METODE BATASAN TARIKAN
Rumus umum ini :
Tid = tid.Ed
D
Ed = d
dd
dimana :
Tid
=
tid
=
Ed
=
dd
=

Dd

Pergerakan pada masa mendatang dari zona asal i ke zona tujuan d


Pergerakan pada masa sekarang dari zona asal i ke zona tujuan d
Angka pertumbuhan untuk zona tujuan d
Total pergerakan (tarikan) pada masa sekarang ke zona tujuan d, angka dd ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa sekarang. Besarnya
bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa sekarang. Angka dd
yang dihasilkan dari TC tidak sama dengan yang dihitung dari analisis korelasi atau
analisis kategori (masa sekarang) maka dilakukan proses validasi data.

= Total pergerakan (tarikan) pada masa mendatang ke zona tujuan d, angka Dd ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa mendatang.
Besarnya bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa mendatang.

Bahan diskusi :
Metode ini digunakan apabila informasi yang tersedia adalah perkiraan tarikan pergerakan
pada masa mendatang, sedangkan perkiraan bangkitan pergerakan tidak tersedia atau tersedia
tetapi dengan tingkat akurasi yang rendah.
Metode batasan tarikan ini menjamin terpenuhinya batasan tarikan yaitu dengan total
pergerakan (tarikan) di setiap zona pada masa mendatang sama dengan yang diharapkan
(Terlihat dengan Ed = 1 untuk seluruh zona tujuan d).
Begitu juga dengan total pergerakan di masa mendatang untuk seluruh daerah kajian sama
dengan yang diharapkan ( EG =1 atau T = t )

46

Theo K Sendow
ISI SEL MAT PADA MASA SEKARANG (TAHUN 2000) SEDANGKAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
ZONA
1
2
3
4
5
ext 1
ext 2
ext 3
ext 4
ext 5
oi
Oi
1
1
22
32
24
1
6
597
0
0
1
684 730,6326
2
8
1
1
2
3
0
1
72
0
14
102 750,3309
3
37
1
1
136
34
4
1
2
0
5
221 763,2106
4
8
83
2
1
31
123
56
1
0
79
384 766,0957
5
9
2
2
50
1
208
86
13
0
51
422 829,6174
ext 1
0
1
33
120
205
1
0
0
0
2196
2556 5356,317
ext 2
17
1
9
363
120
0
1
0
0
2026
2537 5318,62
ext 3
17
601
2
26
16
0
0
1
0
195
858 1987,359
ext 4
1
0
0
123
0
0
0
0
1
164
289 858,4202
ext 5
1
137
1
6
35
874
98
48
99
1
1300 2864,319
dd
99
849
83
851
446
1216
840
137
100
4732
9353 20224,92
Dd
449,4989 461,2898 481,8293 480,3848 544,5252 3082,39 2129,283 347,2759 253,486 11994,96 9353 20224,92
Ed
4,540393 0,543333 5,805173 0,564494 1,220909 2,53486 2,53486
2,53486 2,53486 2,53486

Ei
1,068176
7,356186
3,453441
1,995041
1,965918
2,095586
2,096421
2,316269
2,970312
2,203323

2,162399

ISI SEL MAT TELAH TERDISTRIBUSI PADA MASA MENDATANG (TAHUN 2005) DAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
MAT pada masa mendatang :
ZONA
1
2
3
4
5
ext 1
ext 2
ext 3
ext 4
ext 5
oi
Oi
Ei
1
4,540393 11,95333 185,7655 13,54787 1,220909 15,20916 1513,312
0
0
2,53486 1748,084 730,6326 0,417962
2
36,32314 0,543333 5,805173 1,128989 3,662726
0
2,53486 182,5099
0
35,48805 267,9962 750,3309 2,799782
3
167,9945 0,543333 5,805173 76,77125 41,51089 10,13944 2,53486 5,069721
0
12,6743 323,0435 763,2106 2,362563
4
36,32314 45,09665 11,61035 0,564494 37,84816 311,7878 141,9522 2,53486
0
200,254 787,9716 766,0957 0,972238
5
40,86354 1,086666 11,61035 28,22472 1,220909 527,251
217,998 32,95318
0
129,2779 990,4862 829,6174 0,837586
ext 1
0
0,543333 191,5707 67,73933 250,2862 2,53486
0
0
0
5566,553 6079,228 5356,317 0,881085
ext 2 77,18668 0,543333 52,24656 204,9115 146,509
0
2,53486
0
0
5135,627 5619,559 5318,62 0,946448
ext 3 77,18668 326,5432 11,61035 14,67686 19,53454
0
0
2,53486
0
494,2978 946,3842 1987,359 2,099949
ext 4 4,540393
0
0
69,43282
0
0
0
0
2,53486 415,7171 492,2252 858,4202 1,743958
ext 5 4,540393 74,43663 5,805173 3,386967 42,7318 2215,468 248,4163 121,6733 250,9512 2,53486 2969,945 2864,319 0,964435
dd
449,4989 461,2898 481,8293 480,3848 544,5252 3082,39 2129,283 347,2759 253,486 11994,96 20224,92 20224,92
Dd
449,4989 461,2898 481,8293 480,3848 544,5252 3082,39 2129,283 347,2759 253,486 11994,96 20224,92 20224,92
Ed
1,000000 1,000000 1,000000 1,000000 1,000000 1,000000 1,000000 1,000000 1,000000 1,000000
1,000000
UNTUK METODE ANALOGI : SATU BATASAN : TARIKAN (SINGLY CONSTRAINED = ATTRACTION CONSTRAINED) CUKUP SEKALI
PENGULANGAN TELAH MENGHASILKAN Ed = 1 DAN PROSES PERHITUNGAN PENGULANGAN BERHENTI SETELAH DIDAPAT Ei =1 DAN Ed = 1

47

Theo K Sendow

4. DUA BATASAN (DOUBLY CONSTRAINED ATAU PRODUCTIONATTRACTION CONSTRAINED) YAITU METODE RATA-RATA
Rumus umum metode rata-rata :
E + Ed
Tid = tid. i

2
D
O
Ei = i dan Ed = d
oi
dd
Dimana :
Ei
= Angka pertumbuhan untuk zona asal i
Ed
= Angka pertumbuhan untuk zona tujuan d
oi
= Total pergerakan (bangkitan) pada masa sekarang dari zona asal i, angka oi ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa sekarang. Besarnya
bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa sekarang. Angka oi yang
dihasilkan dari TC tidak sama dengan yang dihitung dari analisis korelasi atau
analisis kategori (masa sekarang) maka dilakukan proses validasi data.
Oi
= Total pergerakan (bangkitan) pada masa mendatang dari zona asal i, angka Oi ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa mendatang.
Besarnya bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa mendatang.
dd
= Total pergerakan (tarikan) pada masa sekarang ke zona tujuan d, angka dd ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa sekarang. Besarnya
bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa sekarang. Angka dd
yang dihasilkan dari TC tidak sama dengan yang dihitung dari analisis korelasi atau
analisis kategori (masa sekarang) maka dilakukan proses validasi data.
Dd
= Total pergerakan (tarikan) pada masa mendatang ke zona tujuan d, angka Dd ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa mendatang.
Besarnya bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa mendatang.

Menghitung besarnya MAT pada masa mendatang Tid untuk pengulangan ke 1


sampai ke n :
Pengulangan Pertama :

48

Theo K Sendow

Pergerakan pada baris pertama :


Ei0 + Ed10

T111 = t110 . 1
2

0
0
Ei + Ed2

T121 = t120 . 1
2

0
0
Ei + Ed3

T131 = t130 . 1
2

Ei
T141 = t140 .

Ei0
T151 = t150 . 5

0
1

0
+ Ed5

+ Ed
2

0
4

Pergerakan pada baris kedua :


Ei20 + Ed10

T = t .
2

0
0
0 Ei2 + Ed2

T221 = t22
.
2

0
0
0 Ei2 + Ed3

T231 = t23
.
2

1
21

0
21

0
0 Ei2
T241 = t24
.

0
1
0 Ei2
T25 = t25 .

0
+ Ed5

+ Ed40
2

0
0
0 Ei4 + Ed2

T421 = t42
.
2

0
0
0 Ei4 + Ed3

T431 = t43
.
2

0
0 Ei4
T441 = t44
.

0
1
0 Ei4

T45 = t45 .

+ Ed40

+ Ed50
2

Pergerakan pada baris kelima :


0
0
0 Ei5 + Ed1

T511 = t51
.
2

0
0
0 Ei5 + Ed2

T521 = t52
.
2

0
0
0 Ei5 + Ed3

T531 = t53
.
2

Ei50
T = t .

0
0 Ei5
T551 = t55
.

1
54

0
54

0
+ Ed5

+ Ed40
2

Pergerakan pada baris ketiga :


0
0
0 Ei3 + Ed1

T311 = t31
.
2

0
0
0 Ei3 + Ed2

T321 = t32
.
2

0
0
0 Ei3 + Ed3

T331 = t33
.
2

Ei30
T = t .

0
0 Ei3
T351 = t35
.

1
34

0
34

0
+ Ed5

+ Ed40
2

Pergerakan pada baris keempat :


0
0
0 Ei4 + Ed1
T411 = t41
.
2

49

Theo K Sendow
Bahan diskusi :
Metode rata-rata ini adalah usaha pertama untuk mengatasi adanya tingkat pertumbuhan
daerah yang berbeda-beda.
Metode ini menggunakan tingkat pertumbuhan yang berbeda-beda untuk setiap zona yang
dapat dihasilkan dari analisis korelasi dan analisis kategori.
Kelemahan pada metode rata-rata ini yaitu besarnya perbedaan tidak tersebar secara acak
tetapi tergantung pada nilai tingkat pertumbuhan. Misalnya zona yang tingkat
pertumbuhannya lebih rendah dari tingkat pertumbuhan global akan menghasilkan nilai yang
lebih besar dari perkiraan.
Sebaliknya pada zona yang tingkat pertumbuhannya lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan
global akan menghasilkan nilai yang lebih rendah dari perkiraan dan besarnya perbedaan
tersebut akan semakin berkurang dengan sejalan dengan proses pengulangan, tetapi jika
proses pengulangan yang dibutuhkan sangan banyak maka tingkat ketepatanpun semakin
berkurang, oleh karena itu sekarang metode ini semakin jarang digunakan.
Metode batasan tarikan ini menjamin terpenuhinya batasan tarikan yaitu dengan total
pergerakan (tarikan) di setiap zona pada masa mendatang sama dengan yang diharapkan
(Terlihat dengan Ed = 1 untuk seluruh zona asal i dan zona tujuan d).
Begitu juga dengan total pergerakan di masa mendatang untuk seluruh daerah kajian sama
dengan yang diharapkan ( EG =1 atau T = t )

50

Theo K Sendow
ISI SEL MAT PADA MASA SEKARANG (TAHUN 2000) SEDANGKAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
ZONA

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

Ei

22

32

24

597

72

684

730,63263

1,0681763

14

102

750,33094

37

136

34

7,3561857

221

763,21055

83

31

123

3,4534414

56

79

384

766,09571

50

1,9950409

208

86

13

51

422

829,61744

ext 1

33

120

1,9659181

205

2196

2556

5356,3170

2,0955856

ext 2

17

ext 3

17

601

363

120

2026

2537

5318,6195

2,0964208

26

16

195

858

1987,3585

ext 4

2,3162687

123

164

289

858,42016

ext 5

2,9703119

137

35

874

98

48

99

1300

2864,3194

dd

2,2033226

99

849

83

851

446

1216

840

137

100

4732

9353

20224,922

Dd

449,49890

461,28978

481,82934

480,38477

544,52519

3082,3902

2129,2827

347,27587

253,48603

11994,959

9353

20224,922

Ed

4,5403929

0,5433330

5,8051728

0,5644944

1,2209085

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,1623994

ISI SEL MAT TELAH TERDISTRIBUSI PADA MASA MENDATANG (TAHUN 2005) DAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
MAT pada masa mendatang dengan Metode Rata-rata Hasil pengulangan ke 537
ZONA
1

oi

Oi

Ei

714

730,63273

730,63263

0,9999998

21

123

331

160

750,33095

750,33094

0,9999999

114

141

66

31

763,21057

763,21055

0,9999999

367

341

40

766,09582

766,09571

0,9999998

432

370

18

829,61756

829,61744

0,9999998

37

207

13

4820

5356,3166

5356,3170

1,0000000

83

127

135

28

4905

5318,6192

5318,6195

1,0000000

450

46

32

54

1292

1987,3584

1987,3585

1,0000000

101

24

729

858,42012

858,42016

1,0000000

2127

487

229

2864,3198

2864,3194

0,9999998

449,49890
449,49890
4
0,9999999
9

461,28981
461,28978
9
0,9999999
4

481,82936
481,82934
2
0,9999999
5

480,38478
480,38477
6
0,9999999
7

544,52521
544,52519
8
0,9999999
6

3082,3897
3082,3902
0
1,0000001
4

2129,2824
2129,2827
0
1,0000001
3

347,27586
347,27587
0
1,0000000
1

253,48600
253,48603
6
1,0000001
3

11994,959
11994,959
2
0,9999999
4

20224,922

13

76

32

211

20

175

ext 1

279

ext 2

39

ext 3

111

ext 4
ext 5
dd
Dd
Ed

ext 1
0

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

20224,922
1,0000000

UNTUK METODE ANALOGI : METODE RATA-RATA (DOUBLY CONSTRAINED = PRODUCTION-ATTRACTION CONSTRAINED TIDAK CUKUP
SEKALI PENGULANGAN UNTUK MENGHASILKAN Ei =1 DAN Ed = 1, UNTUK ITU ADA PENGULANGAN, lihat perhitungan diatas sampai 537 kali
pengulangan.

51

Theo K Sendow

5. DUA BATASAN (DOUBLY CONSTRAINED ATAU PRODUCTIONATTRACTION CONSTRAINED) YAITU METODE FRATAR
Rumus umum metode fratar :

L +L
Tid = tid.Ei .Ed. i d
2
N

Li =

tik

k1
N

E t
k i

k ik

dan

Ld =

kd
N

dk

E t
kd

k dk

Perhitungan nilai Li (acuan baris) untuk semua pengulangan (pengulangan ke 1 sampai pengulangan ke n) :

Li1 =

t12 + t13 + t14 + t15


yang tidak digunakan t11 dan Ei1 .t11
Ei2 .t12 + Ei3 .t13 + Ei4 .t14 + Ei5 .t15

Li2 =

t21 + t23 + t24 + t25


yang tidak digunakan t22 dan Ei2 .t22
Ei1 .t21 + Ei3 .t23 + Ei4 .t24 + Ei5 .t25

Li3 =

t31 + t32 + t34 + t35


yang tidak digunakan t33 dan Ei3 .t33
Ei1 .t31 + Ei2 .t32 + Ei4 .t34 + Ei5 .t35

Li4 =

t41 + t42 + t43 + t45


yang tidak digunakan t44 dan Ei4 .t44
Ei1 .t41 + Ei2 .t42 + Ei3 .t43 + Ei5 .t45

Li5 =

t51 + t52 + t53 + t54


yang tidak digunakan t55 dan Ei5 .t55
Ei1 .t51 + Ei2 .t52 + Ei3 .t53 + Ei4 .t54

Perhitungan nilai Ld (acuan kolom) untuk semua pengulangan (pengulangan ke 1 sampai pengulangan ke n) :

Ld1 =

t21 + t31 + t41 + t51


yang tidak digunakan t11 dan Ed1 .t11
Ed2 .t21 + Ed3 .t31 + Ed4 .t41 + Ed5 .t51

Ld2 =

t12 + t32 + t42 + t52


yang tidak digunakan t22 dan Ed2 .t22
Ed1 .t12 + Ed3 .t32 + Ed4 .t42 + Ed5 .t52

Ld3 =

t13 + t23 + t43 + t53


yang tidak digunakan t33 dan Ed3 .t33
Ed1 .t13 + Ed2 .t23 + Ed4 .t43 + Ed5 .t53

Ld4 =

t14 + t24 + t34 + t54


yang tidak digunakan t44 dan Ed4 .t44
Ed1 .t14 + Ed2 .t24 + Ed3 .t34 + Ed5 .t54

t15 + t25 + t35 + t45


yang tidak digunakan t55 dan Ed5 .t55
Ed1 .t15 + Ed2 .t25 + Ed3 .t35 + Ed4 .t45
Setelah nilai Li dan Ld untuk semua baris dan kolom didapatkan maka selanjutnya menghitung
besarnya MAT pada masa mendatang Tid untuk pengulangan ke 1 sampai ke n :
Pengulangan Pertama :
Ld5 =

52

Theo K Sendow
Pergerakan pada baris pertama :
Li + Ld1
1
T111 = t11
.Ei11 .Ed11 . 1

Li + Ld2
1
T121 = t12
.Ei11 .Ed12 . 1

Li + Ld3
1
T131 = t13
.Ei11 .Ed31 . 1

Li + Ld4
1
T141 = t14
.Ei11 .Ed14 . 1

Li + Ld5
1
T151 = t15
.Ei11 .Ed51 . 1

Pergerakan pada baris kedua :


Li + Ld1
T211 = t121 .Ei12 .Ed11 . 2

Li + Ld2
T221 = t122 .Ei12 .Ed12 . 2

Li + Ld3
T231 = t123 .Ei12 .Ed31 . 2

Li + Ld4
T441 = t144 .Ei14 .Ed14 . 4

Li + Ld5
T451 = t145 .Ei14 .Ed51 . 4

Pergerakan pada baris kelima :


Li + Ld1
1
T511 = t51
.Ei51 .Ed11 . 5

Li + Ld2
1
T521 = t52
.Ei51 .Ed12 . 5

Li + Ld3
1
T531 = t53
.Ei51 .Ed31 . 5

Li + Ld4
1
T541 = t54
.Ei12 .Ed14 . 5

Li + Ld5
1
T551 = t55
.Ei12 .Ed51 . 5

Li + Ld4
T241 = t124 .Ei12 .Ed14 . 2

Li + Ld5
T251 = t125 .Ei12 .Ed51 . 2

Pergerakan pada baris ketiga :


Li + Ld1
1
T311 = t31
.Ei31 .Ed11 . 3

Li + Ld2
1
T321 = t32
.Ei31 .Ed12 . 3

Li + Ld3
1
T331 = t33
.Ei31 .Ed31 . 3

Li + Ld4
1
T341 = t34
.Ei31 .Ed14 . 3

Li + Ld5
1
T351 = t35
.Ei31 .Ed51 . 3

Pergerakan pada baris keempat :


Li + Ld1
T411 = t141 .Ei14 .Ed11 . 4

Li + Ld2
T421 = t142 .Ei14 .Ed12 . 4

Li + Ld3
T431 = t143 .Ei14 .Ed31 . 4

53

Theo K Sendow
Bahan diskusi :
Metode fratar ini adalah usaha untuk mengatasikekurangan darim metode seragam dan ratarata.
Metode ini menggunakan tingkat pertumbuhan yang berbeda-beda untuk setiap zona yang
dapat dihasilkan dari analisis korelasi dan analisis kategori.
Asumsi yang digunakan pertama sebaran pergerakan dari zona asal di masa mendatang
sebanding dengan sebaran pergerakan di masa sekarang, kedua sebaran pergerakan di masa
mendatang dimodifikasi dengan nilai tingkat pertumbuhan zona tujuan pergerakan tersebut
Modifikasi ini mempertimbangkan adanya pengaruh lokasi tempat tujuan yang berbanding
terbalik dari rata-rata daya tarik tempat tujuan.
Secara umum metode ini memperhatikan :
o Perkiraan besarnya pergerakan yang dihasilkan dari atau tertarik ke suatu zona (yang
didapat dari tahap trip generation)
o Proses sebaran pergerakan masa mendatang dari setiap zona yang berbanding lurus
dengan pergerakan masa sekarang di modifikasi dengan tingkat pertumbuhan zona tuuan
pergerakan. Hal ini menghasilkan dua nilai untuk setiap pergerakan (i-d dan d-i)
selanjutnya rata-rata dari nilai ini dipakai sebagai pendekatan ke-1 bagi pergerakan yang
terjadi.
o
Untu setiap zona, jumlah hasil pendekatan ke-1 dibagi dengan total pergerakan yang
diperkirakan (dihasilkan dari tahapan bangkitan peregrakan), untukm mendapatkan nilai
tingkat pertumbuhan baru yang selanjutnya digunakan sebagai pendekatan kedua.
o Pergerakan yang dihasilkan dari pendekatan ke 1 kemudian disebarkan dan ini sebanding
dengan pergerakan pada masa sekarang dan nilai tingkat pertumbuhan yang baru (hasil
pendekatan ke 1). Kedua nilai ini kemudian dirata-ratakan dan proses diulangi sampai
tercapai kesesuaian antara pergerakan yang dihitung dengan yang diinginkan.
Fratar kira-kira mempunyai ketepatan yang sama dengan seragam dan rata-rata (Davinroy et
al (1963), akan tetapi membutuhkan pengulngan yang lebih sedikit dan perhitungannya rumit
yang akhirnya secara keseluruhan menyebabkan metode fratar ini kurang popular.

54

Theo K Sendow
ISI SEL MAT PADA MASA SEKARANG (TAHUN 2000) SEDANGKAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
ZONA

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

Ei

22

32

24

597

72

684

730,63263

1,0681763

14

102

750,33094

37

136

34

7,3561857

221

763,21055

83

31

123

3,4534414

56

79

384

766,09571

50

1,9950409

208

86

13

51

422

829,61744

ext 1

33

120

1,9659181

205

2196

2556

5356,3170

2,0955856

ext 2

17

ext 3

17

601

363

120

2026

2537

5318,6195

2,0964208

26

16

195

858

1987,3585

ext 4

2,3162687

123

164

289

858,42016

ext 5

2,9703119

137

35

874

98

48

99

1300

2864,3194

dd

2,2033226

99

849

83

851

446

1216

840

137

100

4732

9353

20224,922

Dd

449,49890

461,28978

481,82934

480,38477

544,52519

3082,3902

2129,2827

347,27587

253,48603

11994,959

9353

20224,922

Ed

4,5403929

0,5433330

5,8051728

0,5644944

1,2209085

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,1623994

ISI SEL MAT TELAH TERDISTRIBUSI PADA MASA MENDATANG (TAHUN 2005) DAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
MAT PADA MASA MENDATANG DENGAN Li DAN Ld HASIL PENGULANGAN KE 103
ZONA

Ei

Li

0,099

0,015

35,095

2,073

0,017

ext 1
0,177

ext 2
71,193

ext 3
0,000

ext 4
0,000

621,963

ext 5

730,633

oi

730,633

Oi

1,000

1,000

1,665

0,016

0,675

0,120

0,073

0,000

5,260

19,955

0,000

722,567

750,331

750,331

1,000

1,000

122,558

0,114

5,073

78,678

11,100

137,106

46,548

8,625

0,000

353,409

763,211

763,211

1,000

1,000

1,233

0,235

0,610

0,035

0,558

207,456

138,064

0,464

0,000

417,440

766,096

766,096

1,000

1,000

1,668

0,007

0,813

2,179

0,022

254,187

180,676

5,701

0,000

384,366

829,617

829,617

1,000

1,000

ext 1

0,000

0,944

280,112

58,124

274,772

2070,725

0,000

0,000

0,000

2671,640

5356,317

5356,317

1,000

1,000

ext 2

198,311

0,801

70,502

189,419

144,325

0,000

1479,388

0,000

0,000

3235,874

5318,620

5318,620

1,000

1,000

ext 3

82,472

72,865

12,034

13,855

9,888

0,000

0,000

57,323

0,000

1738,921

1987,359

1987,359

1,000

1,000

ext 4

21,986

0,000

0,000

117,963

0,000

0,000

0,000

0,000

251,529

466,943

858,420

858,420

1,000

1,000

ext 5

19,507

386,293

76,915

17,940

103,771

412,740

208,153

255,207

1,957

1381,838

2864,319

2864,319

1,000

1,000

dd

449,499

461,290

481,829

480,385

544,525

3082,390

2129,283

347,276

253,486

11994,96

20224,92

20224,92

Dd

449,499

461,290

481,829

480,385

544,525

3082,390

2129,283

347,276

253,486

11994,95

20224,92

20224,92

Ed

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

Ld

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

UNTUK METODE INI TIDAK CUKUP SEKALI PENGULANGAN UNTUK MENGHASILKAN Ei =1 DAN Ed = 1, UNTUK ITU ADA PENGULANGAN, lihat
perhitungan diatas sampai 103 kali pengulangan.

55

Theo K Sendow

6. DUA BATASAN (DOUBLY CONSTRAINED ATAU PRODUCTIONATTRACTION CONSTRAINED) YAITU METODE DETROIT
Rumus umum metode DETROIT:
E .E
Tid = tid. i d
EG
D
O
Ei = i dan Ed = d
oi
dd
Dimana :
EG
=
Ei
=
Ed
=
oi
=

Oi

dd

Dd

Angka pertumbuhan Global untuk semua zona asal i dan zona tujuan d
Angka pertumbuhan untuk zona asal i
Angka pertumbuhan untuk zona tujuan d
Total pergerakan (bangkitan) pada masa sekarang dari zona asal i, angka oi ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa sekarang. Besarnya
bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa sekarang. Angka oi yang
dihasilkan dari TC tidak sama dengan yang dihitung dari analisis korelasi atau
analisis kategori (masa sekarang) maka dilakukan proses validasi data.
= Total pergerakan (bangkitan) pada masa mendatang dari zona asal i, angka Oi ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa mendatang.
Besarnya bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa mendatang.
= Total pergerakan (tarikan) pada masa sekarang ke zona tujuan d, angka dd ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa sekarang. Besarnya
bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa sekarang. Angka dd
yang dihasilkan dari TC tidak sama dengan yang dihitung dari analisis korelasi atau
analisis kategori (masa sekarang) maka dilakukan proses validasi data.
= Total pergerakan (tarikan) pada masa mendatang ke zona tujuan d, angka Dd ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa mendatang.
Besarnya bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa mendatang.

Menghitung besarnya MAT pada masa mendatang Tid untuk pengulangan ke 1


sampai ke n :
Pengulangan Pertama :

56

Theo K Sendow

Pergerakan pada baris pertama :


Ei0 .Ed0
T111 = t110 . 1 0 1
EG
0
0
1
0 Ei1 .Ed2

T12 = t12 .
0
E
G

Ei0 .Ed0
T131 = t130 . 1 0 3
EG
0
0
1
0 Ei1 .Ed4

T14 = t14 .
0
E
G

Ei0 .Ed0
T151 = t150 . 5 0 5
EG

Pergerakan pada baris kedua :


Ei20 .Ed10

T = t .
0
EG
0
0
0 Ei2 .Ed2

T221 = t22
.
0
EG
1
21

0
21

0 Ei .Ed

T231 = t23
.
0
EG
0
0
0 Ei2 .Ed4

T241 = t24
.
0
EG
0
2

0
3

Ei20 .Ed50
T = t .
0
EG
1
25

0
25

0
0
0 Ei4 .Ed3

T431 = t43
.
0
EG
0
0
1
0 Ei4 .Ed4

T44 = t44 .
0
E
G

0
0
0 Ei4 .Ed5

T451 = t45
.
0
EG

Pergerakan pada baris kelima :


Ei50 .Ed10

T = t .
0
E
G

0
0
0 Ei5 .Ed2

T521 = t52
.
0
EG
1
51

0
51

Ei50 .Ed30

T = t .
0
E
G

0
0
0 Ei5 .Ed4

T541 = t54
.
0
EG
1
53

0
53

Ei50 .Ed50
T = t .
0
EG
1
55

0
55

Pergerakan pada baris ketiga :


0
0
0 Ei3 .Ed1

T311 = t31
.
0
EG
0
0
1
0 Ei3 .Ed2

T32 = t32 .
0
EG
0
0
0 Ei3 .Ed3

T331 = t33
.
0
EG
0
0
1
0 Ei3 .Ed4

T34 = t34 .
0
EG
0
0
0 Ei3 .Ed5
T351 = t35
.
0
EG

Pergerakan pada baris keempat :


Ei40 .Ed10

T = t .
0
EG
0
0
0 Ei4 .Ed2

T421 = t42
.
0
EG
1
41

0
41

57

Theo K Sendow
Bahan diskusi :
Metode Detroit ini adalah usaha pertama untuk mengatasi adanya tingkat pertumbuhan
daerah yang berbeda-beda.
Metode ini menggunakan tingkat pertumbuhan yang berbeda-beda untuk setiap zona yang
dapat dihasilkan dari analisis korelasi dan analisis kategori.
Prosesnya mirip dengan rata-rata dan fratar tetapi mempunyai asumsi bahwa walaupun
jumlah pergerakan zona I meningkat sesuai dengan tingkat pertumbuhan Ei, pergerakan ini
harus disebar juga ke zona d sebanding dengan Ed dibagi dengan tingkat pertumbuhan global
(EG).
Tingkat pertumbuhanyang lebih sederhana dibandingkan dengan metode fratar dan jumlah
pengulangan menjadi lebih singkat.
Seperti halnya fratar dan rata-rata, metode Detroit ini proses pengulangannya terus dilakukan
sampai seluruh nilai (Ei = 1 dan Ed = 1).

58

Theo K Sendow
ISI SEL MAT PADA MASA SEKARANG (TAHUN 2000) SEDANGKAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
ZONA

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

Ei

22

32

24

597

72

684

730,63263

1,0681763

14

102

750,33094

37

136

34

7,3561857

221

763,21055

83

31

123

3,4534414

56

79

384

766,09571

50

1,9950409

208

86

13

51

422

829,61744

ext 1

33

120

1,9659181

205

2196

2556

5356,3170

2,0955856

ext 2

17

ext 3

17

601

363

120

2026

2537

5318,6195

2,0964208

26

16

195

858

1987,3585

ext 4

2,3162687

123

164

289

858,42016

ext 5

2,9703119

137

35

874

98

48

99

1300

2864,3194

dd

2,2033226

99

849

83

851

446

1216

840

137

100

4732

9353

20224,922

Dd

449,49890

461,28978

481,82934

480,38477

544,52519

3082,3902

2129,2827

347,27587

253,48603

11994,959

9353

20224,922

Ed

4,5403929

0,5433330

5,8051728

0,5644944

1,2209085

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,1623994

ISI SEL MAT TELAH TERDISTRIBUSI PADA MASA MENDATANG (TAHUN 2005) DAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
MAT pada masa mendatang dengan Metode Detroit Hasil pengulangan ke 280
ZONA

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

Ei

0,09544

0,25960

12,51866

0,43611

0,00000

3,51752

713,69910

0,00000

0,00000

0,10623

730,63267

730,63263

1,00000

79,81076

1,23346

40,89230

3,79880

15,96708

0,00000

124,96105

328,20431

0,00000

155,46319

750,33095

750,33095

1,00000

219,19470

0,73245

24,28278

153,39537

107,45830

145,55791

74,20472

5,41376

0,00000

32,97057

763,21057

763,21056

1,00000

3,85808

4,94894

3,95350

0,09182

7,97583

364,36298

338,27732

0,22035

0,00000

42,40693

766,09575

766,09572

1,00000

3,05372

0,08390

2,78155

3,23000

0,18102

433,50911

365,50142

2,01545

0,00000

19,26130

829,61748

829,61744

1,00000

ext 1

0,00000

0,24364

266,55597

45,02260

215,52166

12,10464

0,00000

0,00000

0,00000

4816,8683

5356,3169

5356,3170

1,00000

ext 2

36,83284

0,26788

79,92800

149,74004

138,70760

0,00000

27,13873

0,00000

0,00000

4886,0043

5318,6194

5318,6196

1,00000

ext 3

102,22454

446,82056

49,29540

29,76628

51,32854

0,00000

0,00000

2,74756

0,00000

1305,1756

1987,3585

1987,3585

1,00000

ext 4

4,03330

0,00000

0,00000

94,45194

0,00000

0,00000

0,00000

0,00000

23,67234

736,26256

858,42015

858,42017

1,00000

ext 5

0,39551

6,69936

1,62118

0,45181

7,38518

2123,3379

485,50028

8,67445

229,81368

0,44024

2864,3196

2864,3194

1,00000

dd

449,49890

461,28980

481,82935

480,38478

544,52520

3082,3900

2129,2826

347,27587

253,48603

11994,959

20224,922

20224,922

Dd

449,49890

461,28979

481,82934

480,38478

544,52520

3082,3902

2129,2827

347,27587

253,48604

11994,959

20224,922

20224,922

Ed

1,00000

1,00000

1,00000

1,00000

1,00000

1,00000

1,00000

1,00000

1,00000

1,00000

1,00000

UNTUK METODE INI TIDAK CUKUP SEKALI PENGULANGAN UNTUK MENGHASILKAN Ei =1 DAN Ed = 1, UNTUK ITU ADA PENGULANGAN, lihat
perhitungan diatas sampai 280 kali pengulangan.

59

Theo K Sendow

7. DUA BATASAN (DOUBLY CONSTRAINED ATAU PRODUCTIONATTRACTION CONSTRAINED) YAITU METODE FURNESS
Rumus umum METODE FURNESS :
Tid = tid.Ei
Tid = tid.Ed
Ei =

D
Oi
Ed = d
dan
oi
dd

Dimana :
Ei
= Angka pertumbuhan untuk zona asal i
Ed
= Angka pertumbuhan untuk zona tujuan d
oi
= Total pergerakan (bangkitan) pada masa sekarang dari zona asal i, angka oi ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa sekarang. Besarnya
bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa sekarang. Angka oi yang
dihasilkan dari TC tidak sama dengan yang dihitung dari analisis korelasi atau
analisis kategori (masa sekarang) maka dilakukan proses validasi data.
Oi
= Total pergerakan (bangkitan) pada masa mendatang dari zona asal i, angka Oi ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa mendatang.
Besarnya bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa mendatang.
dd
= Total pergerakan (tarikan) pada masa sekarang ke zona tujuan d, angka dd ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa sekarang. Besarnya
bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa sekarang. Angka dd
yang dihasilkan dari TC tidak sama dengan yang dihitung dari analisis korelasi atau
analisis kategori (masa sekarang) maka dilakukan proses validasi data.
Dd
= Total pergerakan (tarikan) pada masa mendatang ke zona tujuan d, angka Dd ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa mendatang.
Besarnya bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa mendatang.
Menghitung besarnya MAT pada masa mendatang Tid untuk pengulangan ke 1 sampai ke n :
Pengulangan Pertama menggunakan Ei :

60

Theo K Sendow
Pergerakan pada baris pertama :
T111 = t110 .Ei10
T121 = t120 .Ei20
T131 = t130 .Ei30
T141 = t140 .Ei40
T151 = t150 .Ei50
Pergerakan pada baris kedua :
0
T211 = t21
.Ei10
0
T221 = t22
.Ei20
0
T231 = t23
.Ei30
0
T241 = t24
.Ei40
0
T251 = t25
.Ei50
Pergerakan pada baris ketiga :
0
T311 = t31
.Ei10

T = t .Ei
1
32

0
32

0
2

0
T331 = t33
.Ei30
0
T341 = t34
.Ei40
0
T351 = t35
.Ei50
Pergerakan pada baris keempat :
0
T411 = t41
.Ei10
0
T421 = t42
.Ei20
0
T431 = t43
.Ei30

T232 = t123 .Ed31


T242 = t124 .Ed14
T252 = t125 .Ed51
Pergerakan pada baris ketiga :
1
T312 = t31
.Ed11
1
T322 = t32
.Ed12
1
T332 = t33
.Ed31
1
T342 = t34
.Ed14
1
T352 = t35
.Ed51
Pergerakan pada baris keempat :
T412 = t141 .Ed11
T422 = t142 .Ed12
T432 = t143 .Ed31

T442 = t144 .Ed14


T452 = t145 .Ed51
Pergerakan pada baris kelima :
1
T512 = t51
.Ed11
1
T522 = t52
.Ed12
1
T532 = t53
.Ed31
1
T542 = t54
.Ed14
1
T552 = t55
.Ed51

0
T441 = t44
.Ei40
0
T451 = t45
.Ei50
Pergerakan pada baris kelima :
0
T511 = t51
.Ei10
0
T521 = t52
.Ei20
0
T531 = t53
.Ei30
0
T541 = t54
.Ei40
0
T551 = t55
.Ei50

Pengulangan Kedua menggunakan Ed :


Pergerakan pada baris pertama :
1
T112 = t11
.Ed11
1
T122 = t12
.Ed12
1
T132 = t13
.Ed31
1
T142 = t14
.Ed14
1
T152 = t15
.Ed51
Pergerakan pada baris kedua :
T212 = t121 .Ed11
T222 = t122 .Ed12

61

Theo K Sendow
Bahan diskusi :
METODE FURNESS ini adalah usaha pertama untuk mengatasi adanya tingkat
pertumbuhan daerah yang berbeda-beda.
Metode ini menggunakan tingkat pertumbuhan yang berbeda-beda untuk setiap zona yang
dapat dihasilkan dari analisis korelasi dan analisis kategori.
Metode ini sangat sering digunakan dalam perencanaan transportasi.
Pada metode ini, sebaran pergerakan pada masa mendatang didapatkan dengan mengalikan
sebaran pergerakan pada saat ini dengan tingkat pertumbuhan zona asal atau zona tujuan
yang dilakukan secara bergantian.
Pada pergerakan masa sekarang (awal) pertama kali dikalikan dengan tingkat pertumbuhan
zona asal (Ei) dan didapatkan matriks pengulangan ke 1. Untuk pengulangan kedua hasil
pengulangan ke 1 dikalikan dengan tingkat pertumbuhan zona tujuan, begitu seterusnya
secara bergantian sampai total sel MAT untuk setiap arah (baris atau kolom) sama dengan
total MAT yang diinginkan atau Ei = 1 dan Ed = 1.
Evans (1970) menunjukkan bahwa metode FURNESS selalu mempunyai solusi akhir dan
terbukti lebih efisien di bandingkan dengan metode ANALOGI lainnya.
Hasil matriks akhir masa mendatang akan selalu sama dan tidak tergantung dari mana
pengulangan dimulai (baris atau kolom / Ei atau Ed yang dipakai terlebih dahulu).

62

Theo K Sendow
ISI SEL MAT PADA MASA SEKARANG (TAHUN 2000) SEDANGKAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
ZONA

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

Ei

22

32

24

597

72

684

730,63263

1,0681763

14

102

750,33094

37

136

34

7,3561857

221

763,21055

83

31

123

3,4534414

56

79

384

766,09571

50

1,9950409

208

86

13

51

422

829,61744

ext 1

33

120

1,9659181

205

2196

2556

5356,3170

2,0955856

ext 2

17

ext 3

17

601

363

120

2026

2537

5318,6195

2,0964208

26

16

195

858

1987,3585

ext 4

2,3162687

123

164

289

858,42016

ext 5

2,9703119

137

35

874

98

48

99

1300

2864,3194

dd

2,2033226

99

849

83

851

446

1216

840

137

100

4732

9353

20224,922

Dd

449,49890

461,28978

481,82934

480,38477

544,52519

3082,3902

2129,2827

347,27587

253,48603

11994,959

9353

20224,922

Ed

4,5403929

0,5433330

5,8051728

0,5644944

1,2209085

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,5348603

2,1623994

ISI SEL MAT TELAH TERDISTRIBUSI PADA MASA MENDATANG (TAHUN 2005) DAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
MAT pada masa mendatang dengan Metode FURNESS Hasil pengulangan ke = 261
ZONA

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

Ei

0,09543

0,25956

12,51637

0,43603

0,05090

3,51719

713,65095

0,00000

0,00000

0,10621

730,63263

730,63263

1,00000

79,80934

1,23341

40,89106

3,79869

15,96507

0,00000

124,97169

328,20477

0,00000

155,45691

750,33095

750,33095

1,00000

219,19347

0,73244

24,28234

153,39266

107,44612

145,56812

74,21194

5,41383

0,00000

32,96964

763,21056

763,21056

1,00000

3,85778

4,94845

3,95314

0,09181

7,97434

364,36181

338,28542

0,22034

0,00000

42,40262

766,09572

766,09572

1,00000

3,05347

0,08389

2,78128

3,22969

0,18098

433,50538

365,50819

2,01531

0,00000

19,25924

829,61744

829,61744

1,00000

ext 1

0,00000

0,24365

266,55937

45,02320

215,50389

12,10586

0,00000

0,00000

0,00000

4816,8810

5356,3170

5356,3170

1,00000

ext 2

36,83371

0,26788

79,92889

149,74178

138,69594

0,00000

27,14216

0,00000

0,00000

4886,0092

5318,6196

5318,6196

1,00000

ext 3

102,22685

446,82186

49,29589

29,76660

51,32417

0,00000

0,00000

2,74767

0,00000

1305,1755

1987,3585

1987,3585

1,00000

ext 4

4,03338

0,00000

0,00000

94,45258

0,00000

0,00000

0,00000

0,00000

23,67444

736,25977

858,42017

858,42017

1,00000

ext 5

0,39548

6,69870

1,62103

0,45177

7,38380

2123,3311

485,51190

8,67393

229,81154

0,44019

2864,3194

2864,3194

1,00000

dd

449,49890

461,28983

481,82937

480,38480

544,52523

3082,3894

2129,2822

347,27586

253,48598

11994,960

20224,922

20224,922

Dd

449,49890

461,28979

481,82934

480,38478

544,52520

3082,3902

2129,2827

347,27587

253,48604

11994,959

20224,922

20224,922

Ed

1,00000

1,00000

1,00000

1,00000

1,00000

1,00000

1,00000

1,00000

1,00000

1,00000

1,00000

UNTUK METODE INI TIDAK CUKUP SEKALI PENGULANGAN UNTUK MENGHASILKAN Ei =1 DAN Ed = 1, UNTUK ITU ADA PENGULANGAN, lihat
perhitungan diatas sampai 261 kali pengulangan.

63

Theo K Sendow
Keuntungan dan Kerugian
Beberapa keuntungan metode analogy adalah :
Mudah dimengerti dan digunakan, hanya membutuhkan data pergerakan antar zona (MAT)
pada masa sekarang dan perkiraan tingkat pertumbuhan zona pada masa mendatang yang
sederhana;
Proses pengulangannya sederhana;
Data aksesibilitas (waktu, jarak, dan biaya) antar zona tidak diperlukan;
Penggunannya fleksibel, misalnya untuk moda transportasi lain, untuk tujuan perjalanan
yang berbeda, untuk selang waktu yang berbeda, dan juga dapat digunakan untuk arah
pergerakan yang berbeda;
Sudah sering diabsahkan dan menghasilkan tingkat ketepatan yang cukup tinggi jika
digunakan pada daerah yang pola pengembangannya cukup stabil.
Akan tetapi, selain keuntungan, terdapat juga beberapa permasalahan yang sering timbul dalam
pemakaiannya. Diantaranya adalah yang berikut ini :

Metode ini membutuhkan masukan data lengkap dari seluruh pergerakan


antarzona pada saat sekarang (tid), informasi ini tentu sangat mahal.

Dibutuhkan jumlah zona yang selalu tetap. Dengan kata lain, tidak boleh
ditambah zona baru sehingga agak susah digunakan, karena biasanya pada masa mendatang
selalu ada pertambahan zona baru. Oleh kerena itu, untuk mengantisipasi perubahan jumlah
zona tersebut, diperlukan manipulasi dengan menganggap pada masa sekarang jumlah
zona yang digunakan adalah jumlah zona pada masa mendatang dengan pergerakan yang
cukup kecil. Realitanya, pergerakan tersebut memang belum ada pada masa sekarang.

Kelemahan yang paling utama adalah jika ditemukan bahwa antara 2 (dua) buah
zona pada saat sekarang belum terjadi pergerakan (tid=0) atau mungkin karena ada galat
survey atau hal lainnya. Dalam hal ini, tidak akan pernah didapatkan ramalan pergerakan
tersebut pada masa mendatang. Untuk itu, sekali lagi, diperlukan manipulasi data dengan
menganggap telah terjadi pergerakan dengan volume yang sangat kecil, misalnya (tid=1)
untuk menghindari adanya batasan kelemahan matematis tersebut.

Pergerakan intrazona (i=d) tidak diperhitungkan pada metode ini sehingga


meningkatkan galat dan membutuhkan jumlah pengulangan yang semakin banyak yang
selanjutnya memungkinkan terciptanya galat yang semakin besar.

Kelemahan lain, jika pada masa sekarang terdapat sel matriks yang tidak
didapatkan informasi pergerakannya (datanya tidak ada), maka sel matriks tersebut tidak
akan pernah bisa didapatkan pergerakan masa mendatangnya. Karena itu metode ini tidak
dapat digunakan untuk melengkapi sel matriks yang kosong dengan menambahkannya dari
matriks parsial.

Metode ini sangat tergantung pada tingkat akurasi informasi pergerakan antar
zona pada masa sekarang. Setiap galat yang ada pada masa sekarang akan terus membesar
setiap kali dilakukan proses pengulangan. Selain itu, karena adanya kemungkinan galat
statistic yang cukup tinggi, penggunaan tingkat pertumbuhan untuk pergerakan yang rendah
pada masa sekarang akan menghasilkan perkiraan yang tidak realistis pada masa mendatang
tingkat pertumbuhan setiap zona didapatkan dengan proses pendekatan yang kasar sehingga
metode analogy ini sangat tergantung pada ketepatannya.

Asumsi mengenai tidak ada perubahan pada aksesibilitas juga dikritik


orang. Dengan kata lain, sebaran pergerakan hanya tergantung pada pola perjalanan saat
sekarang dan perkiraan tingkat pertumbuhannya. Oleh karena itu, metode ini tidak bisa
digunakan untuk daerah yang pada masa mendatang mengalami perubahan aksesibilitas yang
nyata pada system jaringan transportasinya, misalnya pelebaran jalan, pembangunan jalan
baru, dan pembangunan jalan bebas hambatan.

64

Theo K Sendow

Jadi, model ini tidak cocok untuk peramalan waktu yang cukup panjang. Untuk
itu diperlukan metode yang juga memperhitungkan adanya perubahan aksesibilitas, selain
perubahan tingkat pertumbuhan setiap zona (lihat Bab 9 tentang metode sintetis).

Untuk selang waktu yang pendek dan di aerah yang stabil pengembangan
eilayahnya, metode ini dapat digunakan dengan baik. Sebaliknya metode ini tidak dapat
digunakan pada derah yang pesat pengembangan wilayahnya dan tajam peningkatan
aksesibilitas system jaringan transportasinya. Karena batasan diatas, metode analogy sangat
jarang digunakan dalam kajian transportasi di masa sekarang.

65

Theo K Sendow

METODE SINTETIS
Pengertian batasan di metode sintetis adalah nilai Ai dan Bd dihitung atau tidak dihitung, apabila batasan
bangkitan maka nilai Ai yang dihitung sedangkan Bd = 1, juga sebaliknya apabila batasan tarikan maka
nilai Bd yang dihitung sedangkan Ai = 1.

1. METODE SINTETIS TANPA BATASAN (UNCONSTRAINED


GRAVITY) YAITU METODE TANPA BATASAN.
Pengertian TANPA batasan di metode sintetis adalah nilai Ai dan Bd tidak dihitung nilai Ai & Bd = 1.

Rumus yang digunakan :


Tid = OI .AI .Bd .Dd .f (Cid )
AI
= 1 untuk semua i
Bd = 1 untuk semua d
dimana :
AI
= Faktor penyeimbang zona asal i
Bd
= Faktor penyeimbang zona tujuan d
.f (Cid) = Fungsi hambatan yaitu .f (Cid) harus dianggap sebagi ukuran aksesbilitas (kumudahan)
antara zona I dengan zona d.
Sebenarnya ada tiga fungsi hambatan yang digunal dalam metode Gravity :

.f (Cid) = Cid .....Fungsi pangkat

.f (Cid ) = e Cid ..Fungsi eksponensial negatif

.f (Cid) = Cid .e Cid Fungsi Tanner

oi

= Total pergerakan (bangkitan) pada masa sekarang dari zona asal i, angka oi ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa sekarang. Besarnya
bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa sekarang. Angka oi yang
dihasilkan dari TC tidak sama dengan yang dihitung dari analisis korelasi atau
analisis kategori (masa sekarang) maka dilakukan proses validasi data.
Oi
= Total pergerakan (bangkitan) pada masa mendatang dari zona asal i, angka Oi ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa mendatang.
Besarnya bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa mendatang.
dd
= Total pergerakan (tarikan) pada masa sekarang ke zona tujuan d, angka dd ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa sekarang. Besarnya
bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa sekarang. Angka dd
yang dihasilkan dari TC tidak sama dengan yang dihitung dari analisis korelasi atau
analisis kategori (masa sekarang) maka dilakukan proses validasi data.
Dd
= Total pergerakan (tarikan) pada masa mendatang ke zona tujuan d, angka Dd ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa mendatang.
Besarnya bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa mendatang.
Perhitungan MAT akhir Model UCGR :
Perhitungan pada baris pertama :
66

Theo K Sendow
T11 = O1 .A1 .B1 .D1 .exp(
.C11 )
T12 = O1 .A1 .B2 .D2 .exp(
.C12 )
T13 = O1 .A1 .B3 .D3 .exp(
.C13 )
T14 = O1 .A1 .B4 .D4 .exp(
.C14 )
T15 = O1 .A1 .B5 .D5 .exp(
.C15 )
Perhitungan pada baris kedua :
T21 = O2 .A2 .B1 .D1 .exp(
.C21 )
T22 = O2 .A2 .B2 .D2 .exp(
.C22 )
T23 = O2 .A2 .B3 .D3 .exp(
.C23 )
T24 = O2 .A2 .B4 .D4 .exp(
.C24 )
T25 = O2 .A2 .B5 .D5 .exp(
.C25 )
Perhitungan pada baris tiga :
T31 = O3 .A3 .B1 .D1 .exp(
.C31 )
T32 = O3 .A3 .B2 .D2 .exp(
.C32 )
T33 = O3 .A3 .B3 .D3 .exp(
.C33 )
T34 = O3 .A3 .B4 .D4 .exp(
.C34 )
T35 = O3 .A3 .B5 .D5 .exp(
.C35 )
Perhitungan pada baris empat :
T41 = O4 .A4 .B1 .D1 .exp(
.C41 )
T42 = O4 .A4 .B2 .D2 .exp(
.C42 )
T43 = O4 .A4 .B3 .D3 .exp(
.C43 )
T44 = O4 .A4 .B4 .D4 .exp(
.C44 )
T45 = O4 .A4 .B5 .D5 .exp(
.C45 )
Perhitungan pada baris lima :
T51 = O5 .A5 .B1 .D1 .exp(
.C51 )
T52 = O5 .A5 .B2 .D2 .exp(
.C52 )
T53 = O5 .A5 .B3 .D3 .exp(
.C53 )
T54 = O5 .A5 .B4 .D4 .exp(
.C54 )
T55 = O5 .A5 .B5 .D5 .exp(
.C55 )
FAKTOR PENYEIMBANG :
AI
= 1 untuk semua i
Bd = 1 untuk semua d
A Int. 1 =
A Int. 2 =
A Int. 3 =
A Int. 4 =
A Int. 5 =
A Ext.1 =
A Ext.2 =
A Ext.3 =
A Ext.4 =
A Ext.5 =

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

B Int. 1 =
B Int. 2 =
B Int. 3 =
B Int. 4 =
B Int. 5 =
B Ext.1 =
B Ext.2 =
B Ext.3 =
B Ext.4 =
B Ext.5 =

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

67

Theo K Sendow
MATRIKS INI BERUPA INFORMASI AKSESBILITAS ANTAR ZONA YANG BERUPA JARAK, WAKTU TEMPUH, DAN BIAYA
PERJALANAN ANTAR ZONA. SEBAGAI CONTOH DIBERIKAN MATRIKS BIAYA SEBAGAI BERIKUT :
ZONA
1
2
3
4
5
ext 1
ext 2
ext 3
ext 4
ext 5

1
7
2
4
6
6
2
2
2
2
2

2
8
7
6
7
6
3
3
2
3
3

3
4
4
7
6
6
6
6
5
5
5

4
4
4
4
3
2
2
2
4
6
6

5
3
3
4
3
3
3
3
3
8
8

ext 1
7
7
5
5
5
5
5
9
9
9

ext 2
1
1
1
2
2
2
2
9
2
2

ext 3
8
8
3
2
2
2
2
7
1
1

ext 4
9
9
6
6
6
6
8
8
2
2

ext 5
10
10
7
8
8
8
8
9
2
2

MATRIKS INI BERUPA .f (Cid ) = e Cid ..Fungsi eksponensial negatif


ZONA
1
2
3
4
5
ext 1
ext 2
ext 3
ext 4
ext 5

1
0,549174
0,842619
0,710007
0,598266
0,598266
0,842619
0,842619
0,842619
0,842619
0,842619

2
0,504110
0,549174
0,598266
0,549174
0,598266
0,773476
0,773476
0,842619
0,773476
0,773476

3
0,710007
0,710007
0,549174
0,598266
0,598266
0,598266
0,598266
0,651746
0,651746
0,651746

4
0,710007
0,710007
0,710007
0,773476
0,842619
0,842619
0,842619
0,710007
0,598266
0,598266

5
0,773476
0,773476
0,710007
0,773476
0,773476
0,773476
0,773476
0,773476
0,504110
0,504110

ext 1
0,549174
0,549174
0,651746
0,651746
0,651746
0,651746
0,651746
0,462745
0,462745
0,462745

ext 2
0,917943
0,917943
0,917943
0,842619
0,842619
0,842619
0,842619
0,462745
0,842619
0,842619

ext 3
0,504110
0,504110
0,773476
0,842619
0,842619
0,842619
0,842619
0,549174
0,917943
0,917943

ext 4
0,462745
0,462745
0,598266
0,598266
0,598266
0,598266
0,504110
0,504110
0,842619
0,842619

ext 5
0,424773
0,424773
0,549174
0,504110
0,504110
0,504110
0,504110
0,462745
0,842619
0,842619

68

Theo K Sendow
ISI SEL MAT PADA MASA SEKARANG (TAHUN 2000) SEDANGKAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
ZONA

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

730,63263

750,33094

763,21055

766,09571

829,61744

ext 1

5356,3170

ext 2

5318,6195

ext 3

1987,3585

ext 4

858,42016

ext 5

2864,3194

dd
Dd

Ei

Ai

20224,922
449,49890

461,28978

481,82934

480,38477

544,52519

3082,3902

2129,2827

347,27587

253,48603

11994,959

9353

20224,922

Ed
Bd

ISI SEL MAT TELAH TERDISTRIBUSI PADA MASA MENDATANG (TAHUN 2005) DAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
MATRIKS HASIL MODIFIKASI
ZONA

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

Ei

Ai

14,493

13,653

20,086

20,026

24,728

99,387

114,758

10,279

6,887

299,149

623,446

730,633

1,172

1,000

22,837

15,275

20,627

20,565

25,395

102,067

117,852

10,556

7,073

307,215

649,461

750,331

1,155

1,000

19,574

16,926

16,229

20,918

23,711

123,209

119,874

16,474

9,301

404,005

770,221

763,211

0,991

1,000

16,555

15,596

17,746

22,875

25,929

123,675

110,454

18,015

9,336

372,255

732,435

766,096

1,046

1,000

17,928

18,398

19,218

26,986

28,079

133,930

119,612

19,508

10,110

403,121

796,890

829,617

1,041

1,000

ext 1

163,027

153,575

124,076

174,229

181,286

864,700

772,261

125,952

65,275

2602,699

5227,081

5356,317

1,025

1,000

ext 2

161,880

152,494

123,203

173,003

180,010

858,615

766,826

125,066

54,615

2584,381

5180,092

5318,620

1,027

1,000

ext 3

60,488

62,075

50,151

54,471

67,263

227,792

157,356

30,457

20,407

886,441

1616,901

1987,359

1,229

1,000

ext 4

26,127

24,612

21,662

19,825

18,936

98,393

123,765

21,990

14,734

697,210

1067,254

858,420

0,804

1,000

ext 5

87,180

82,125

72,281

66,151

63,183

328,310

412,971

73,374

49,163

2326,403

3561,141

2864,319

0,804

1,000

dd

590,089

554,729

485,279

599,048

638,520

2960,077

2815,729

451,671

246,902

10882,879

20224,922

20224,922

Dd

449,499

461,290

481,829

480,385

544,525

3082,390

2129,283

347,276

253,486

11994,959

20224,922

20224,922

Ed

0,762

0,832

0,993

0,802

0,853

1,041

0,756

0,769

1,027

1,102

Bd

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

1,000

CUKUP SEKALI PENGULANGAN DAN BELUM MENGHASILKAN SEMUA Ei = 1 DAN Ed = 1 & PERHITUNGAN SUDAH SELESAI.

69

Theo K Sendow

2. METODE SINTETIS SATU BATASAN (SINGLY CONSTRAINED


GRAVITY) YAITU METODE SATU BATASAN : BATASAN
BANGKITAN (PRODUCTION CONSTRAINED GRAVITY - PCGR)
Pengertian batasan BANGKITAN di metode sintetis adalah nilai Ai yang dihitung sedangkan Bd = 1.

Rumus yang digunakan :


Tid = OI .AI .Bd .Dd .f (Cid )
Bd = 1 untuk seluruh d
1
N
Ai =
untuk seluruh i
(Bd .Dd .fid )
d=1

1
[ B1 .D1 .exp( C11 ) + B2 .D2 .exp( C12 ) + B3 .D3 .exp( C13 ) + B4 .D4 .exp( C14 ) + B5 .D5 .exp( C15 )]
1
=
[ B1 .D1 .exp( C21 ) + B2 .D2 .exp( C22 ) + B3 .D3 .exp(C23 ) + B4 .D4 .exp( C24 ) + B5 .D5 .exp(C25 )]
1
=
[ B1 .D1 .exp(C31 ) + B2 .D2 .exp( C32 ) + B3 .D3 .exp( C33 ) + B4 .D4 .exp( C34 ) + B5 .D5 .exp( C35 )]
1
=
[ B1 .D1 .exp( C41 ) + B2 .D2 .exp( C42 ) + B3 .D3 .exp(C43 ) + B4 .D4 .exp( C44 ) + B5 .D5 .exp(C45 )]
1
=
[ B1 .D1 .exp( C51 ) + B2 .D2 .exp( C52 ) + B3 .D3 .exp( C53 ) + B4 .D4 .exp(C54 ) + B5 .D5 .exp( C55 )]

A1 =
A2
A3
A4
A5

dimana :
AI
= Faktor penyeimbang zona asal i
Bd
= Faktor penyeimbang zona tujuan d
.f (Cid) = Fungsi hambatan yaitu .f (Cid) harus dianggap sebagi ukuran aksesbilitas (kumudahan)
antara zona I dengan zona d.
Sebenarnya ada tiga fungsi hambatan yang digunal dalam metode Gravity :

.f (Cid) = Cid .....Fungsi pangkat

oi

Oi

dd

Cid

.f (Cid ) = e

.f (Cid) = Cid .e Cid Fungsi Tanner

..Fungsi eksponensial negatif

= Total pergerakan (bangkitan) pada masa sekarang dari zona asal i, angka oi ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa sekarang. Besarnya
bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa sekarang. Angka oi yang
dihasilkan dari TC tidak sama dengan yang dihitung dari analisis korelasi atau
analisis kategori (masa sekarang) maka dilakukan proses validasi data.
= Total pergerakan (bangkitan) pada masa mendatang dari zona asal i, angka Oi ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa mendatang.
Besarnya bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa mendatang.
= Total pergerakan (tarikan) pada masa sekarang ke zona tujuan d, angka dd ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa sekarang. Besarnya
70

Theo K Sendow
bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa sekarang. Angka dd
yang dihasilkan dari TC tidak sama dengan yang dihitung dari analisis korelasi atau
analisis kategori (masa sekarang) maka dilakukan proses validasi data.
Dd
= Total pergerakan (tarikan) pada masa mendatang ke zona tujuan d, angka Dd ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa mendatang.
Besarnya bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa mendatang.
Perhitungan MAT akhir Model PCGR :
Perhitungan pada baris pertama :
T11 = O1 .A1 .B1 .D1 .exp(
.C11 )
T12 = O1 .A1 .B2 .D2 .exp(
.C12 )
T13 = O1 .A1 .B3 .D3 .exp(
.C13 )
T14 = O1 .A1 .B4 .D4 .exp(
.C14 )
T15 = O1 .A1 .B5 .D5 .exp(
.C15 )
Perhitungan pada baris kedua :
T21 = O2 .A2 .B1 .D1 .exp(
.C21 )
T22 = O2 .A2 .B2 .D2 .exp(
.C22 )
T23 = O2 .A2 .B3 .D3 .exp(
.C23 )
T24 = O2 .A2 .B4 .D4 .exp(
.C24 )
T25 = O2 .A2 .B5 .D5 .exp(
.C25 )
Perhitungan pada baris tiga :
T31 = O3 .A3 .B1 .D1 .exp(
.C31 )
T32 = O3 .A3 .B2 .D2 .exp(
.C32 )
T33 = O3 .A3 .B3 .D3 .exp(
.C33 )
T34 = O3 .A3 .B4 .D4 .exp(
.C34 )
T35 = O3 .A3 .B5 .D5 .exp(
.C35 )
Perhitungan pada baris empat :
T41 = O4 .A4 .B1 .D1 .exp(
.C41 )
T42 = O4 .A4 .B2 .D2 .exp(
.C42 )
T43 = O4 .A4 .B3 .D3 .exp(
.C43 )
T44 = O4 .A4 .B4 .D4 .exp(
.C44 )
T45 = O4 .A4 .B5 .D5 .exp(
.C45 )
Perhitungan pada baris lima :
T51 = O5 .A5 .B1 .D1 .exp(
.C51 )
T52 = O5 .A5 .B2 .D2 .exp(
.C52 )
T53 = O5 .A5 .B3 .D3 .exp(
.C53 )
T54 = O5 .A5 .B4 .D4 .exp(
.C54 )
T55 = O5 .A5 .B5 .D5 .exp(
.C55 )
FAKTOR PENYEIMBANG :
Bd = 1 untuk seluruh d

71

Theo K Sendow
1
Ai =

(B .D .f
d=1

d id

untuk seluruh

BATASAN BANGKITAN ARTINYA HANYA NILAI Ai SAJA YANG DIHITUNG


SEDANGKAN NILAI Bd DIGUNAKAN = 1.
A Int. 1 =
A Int. 2 =
A Int. 3 =
A Int. 4 =
A Int. 5 =
A Ext.1 =
A Ext.2 =
A Ext.3 =
A Ext.4 =
A Ext.5 =

9,41745E-05
9,28396E-05
7,96273E-05
8,40518E-05
8,3659E-05
8,23456E-05
8,25077E-05
9,87702E-05
6,46347E-05
6,46347E-05

B Int. 1 =
B Int. 2 =
B Int. 3 =
B Int. 4 =
B Int. 5 =
B Ext.1 =
B Ext.2 =
B Ext.3 =
B Ext.4 =
B Ext.5 =

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

72

Theo K Sendow
ISI SEL MAT PADA MASA SEKARANG (TAHUN 2000) SEDANGKAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
ZONA

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

730,63263

750,33094

763,21055

766,09571

829,61744

ext 1

5356,3170

ext 2

5318,6195

ext 3

1987,3585

ext 4

858,42016

ext 5

2864,3194

dd
Dd

Ei

Ai

20224,922
449,49890

461,28978

481,82934

480,38477

544,52519

3082,3902

2129,2827

347,27587

253,48603

11994,959

9353

20224,922

Ed
Bd

ISI SEL MAT TELAH TERDISTRIBUSI PADA MASA MENDATANG (TAHUN 2005) DAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
MATRIKS HASIL MODIFIKASI
ZONA

ext 1

ext 2

ext 3

ext 5

oi

Oi

16,98522

16,00045

23,53904

23,46846

28,97995

116,47431

134,48741

12,04572

8,07101

ext 4

350,58105

730,63263

730,63263

1,00000

Ei

0,00009

Ai

26,38432

17,64695

23,83098

23,75954

29,33938

117,91891

136,15542

12,19512

8,17111

354,92920

750,33095

750,33095

1,00000

0,00009

19,39537

16,77161

16,08088

20,72806

23,49565

122,08793

118,78336

16,32406

9,21626

400,32738

763,21056

763,21056

1,00000

0,00008

17,31622

16,31225

18,56170

23,92580

27,12035

129,35890

115,53004

18,84240

9,76514

389,36293

766,09572

766,09572

1,00000

0,00008

18,66438

19,15397

20,00682

28,09385

29,23181

139,43019

124,52468

20,30938

10,52541

157,37203

127,14347

178,53659

185,76833

886,07958

791,35494

129,06622

66,88902

1,00000

0,00008

ext 2

166,20867

156,57217

126,49725

177,62916

184,82415

881,57601

787,33282

128,41023

56,07552

829,61744
5356,3170
1
5318,6196

0,00008

167,05775

829,61744
5356,3170
1
5318,6196

1,00000

ext 1

419,67694
2667,0490
8
2653,4936

74,34681

76,29701

61,64162

66,95058

82,67370

279,98273

193,40912

37,43577

25,08314

0,00010

21,01481

19,79641

17,42357

15,94590

15,23032

79,13970

99,54746

17,68706

11,85089

1,00000

0,00006

ext 5

70,12083

66,05534

58,13782

53,20721

50,81953

39,54326

1,00000

0,00006

597,49437

561,97819

492,86316

612,24515

657,48318

451,33301

245,19077

Dd

449,49890

461,28979

481,82934

480,38478

544,52520

332,16337
2833,2886
2
2129,2827

59,01702

dd

264,06812
3016,1163
9
3082,3902

0
1987,3585
5
858,42017
2864,3194
7
20224,922

1,00000

ext 4

0
1987,3585
5
858,42017
2864,3194
7
20224,922

0,00008

ext 3

0
1089,5380
6
560,78404
1871,1869
7
10756,929

1,00000

1
1,02197

1
0,75152

347,27587

253,48604

25
11994,959
25
1,11509

08
20224,922
08

08
20224,922
08

Ed
0,75231
0,82083
0,97761
0,78463
0,82820
0,76944
1,03383
1,00000
Bd
1,00000
1,00000
1,00000
1,00000
1,00000
1,00000
1,00000
1,00000
1,00000
1,00000
CUKUP SEKALI PENGULANGAN DAN SUDAH MENGHASILKAN SEMUA Ei = 1 KARENA BERUPA BATASAN HANYA BANGKITAN SAJA DAN Ed 1 TETAPI PERHITUNGAN SELESAI.

73

Theo K Sendow

3. METODE SINTETIS SATU BATASAN (SINGLY CONSTRAINED


GRAVITY) YAITU METODE SATU BATASAN : BATASAN TARIKAN
(ATRACTION CONSTRAINED GRAVITY - ACGR)
Pengertian batasan TARIKAN di metode sintetis adalah nilai Bd yang dihitung sedangkan Ai = 1.

Tid = OI .AI .Bd .Dd .f (Cid )


1
N
Bd =
(A .O .f ) untuk seluruh d

i=1

i id

1
[ A1 .O1 .exp( C11 ) + A2 .O2 .exp( C21 ) + A3 .O3 .exp( C31 ) + A4 .O4 .exp( C41 ) + A5 .O5 .exp( C51 )]
1
=
[ A1 .O1 .exp( C12 ) + A2 .O2 .exp( C22 ) + A3 .O3 .exp( C32 ) + A4 .O4 .exp(C42 ) + A5 .O5 .exp( C52 )]
1
=
[ A1 .O1 .exp(C13 ) + A2 .O2 .exp( C23 ) + A3 .O3 .exp(C33 ) + A4 .O4 .exp(C43 ) + A5 .O5 .exp( C53 )]
1
=
[ A1 .O1 .exp( C14 ) + A2 .O2 .exp( C24 ) + A3 .O3 .exp( C34 ) + A4 .O4 .exp(C44 ) + A5 .O5 .exp( C54 )]
1
=
[ A1 .O1 .exp(C15 ) + A2 .O2 .exp( C25 ) + A3 .O3 .exp( C35 ) + A4 .O4 .exp( C45 ) + A5 .O5 .exp( C55 )]

B1 =
B2
B3
B4
B5

Ai = 1 untuk seluruh i
dimana :
AI
= Faktor penyeimbang zona asal i
Bd
= Faktor penyeimbang zona tujuan d
.f (Cid) = Fungsi hambatan yaitu .f (Cid) harus dianggap sebagi ukuran aksesbilitas (kumudahan)
antara zona I dengan zona d.
Sebenarnya ada tiga fungsi hambatan yang digunal dalam metode Gravity :

.f (Cid) = Cid .....Fungsi pangkat

oi

Oi

dd

Cid

.f (Cid ) = e

.f (Cid) = Cid .e Cid Fungsi Tanner

..Fungsi eksponensial negatif

= Total pergerakan (bangkitan) pada masa sekarang dari zona asal i, angka oi ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa sekarang. Besarnya
bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa sekarang. Angka oi yang
dihasilkan dari TC tidak sama dengan yang dihitung dari analisis korelasi atau
analisis kategori (masa sekarang) maka dilakukan proses validasi data.
= Total pergerakan (bangkitan) pada masa mendatang dari zona asal i, angka Oi ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa mendatang.
Besarnya bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa mendatang.
= Total pergerakan (tarikan) pada masa sekarang ke zona tujuan d, angka dd ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa sekarang. Besarnya
74

Theo K Sendow
bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa sekarang. Angka dd
yang dihasilkan dari TC tidak sama dengan yang dihitung dari analisis korelasi atau
analisis kategori (masa sekarang) maka dilakukan proses validasi data.
Dd
= Total pergerakan (tarikan) pada masa mendatang ke zona tujuan d, angka Dd ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa mendatang.
Besarnya bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa mendatang.
Perhitungan MAT akhir Model ACGR :
Perhitungan pada baris pertama :
T11 = O1 .A1 .B1 .D1 .exp(
.C11 )
T12 = O1 .A1 .B2 .D2 .exp(
.C12 )
T13 = O1 .A1 .B3 .D3 .exp(
.C13 )
T14 = O1 .A1 .B4 .D4 .exp(
.C14 )
T15 = O1 .A1 .B5 .D5 .exp(
.C15 )
Perhitungan pada baris kedua :
T21 = O2 .A2 .B1 .D1 .exp(
.C21 )
T22 = O2 .A2 .B2 .D2 .exp(
.C22 )
T23 = O2 .A2 .B3 .D3 .exp(
.C23 )
T24 = O2 .A2 .B4 .D4 .exp(
.C24 )
T25 = O2 .A2 .B5 .D5 .exp(
.C25 )
Perhitungan pada baris tiga :
T31 = O3 .A3 .B1 .D1 .exp(
.C31 )
T32 = O3 .A3 .B2 .D2 .exp(
.C32 )
T33 = O3 .A3 .B3 .D3 .exp(
.C33 )
T34 = O3 .A3 .B4 .D4 .exp(
.C34 )
T35 = O3 .A3 .B5 .D5 .exp(
.C35 )
Perhitungan pada baris empat :
T41 = O4 .A4 .B1 .D1 .exp(
.C41 )
T42 = O4 .A4 .B2 .D2 .exp(
.C42 )
T43 = O4 .A4 .B3 .D3 .exp(
.C43 )
T44 = O4 .A4 .B4 .D4 .exp(
.C44 )
T45 = O4 .A4 .B5 .D5 .exp(
.C45 )
Perhitungan pada baris lima :
T51 = O5 .A5 .B1 .D1 .exp(
.C51 )
T52 = O5 .A5 .B2 .D2 .exp(
.C52 )
T53 = O5 .A5 .B3 .D3 .exp(
.C53 )
T54 = O5 .A5 .B4 .D4 .exp(
.C54 )
T55 = O5 .A5 .B5 .D5 .exp(
.C55 )

FAKTOR PENYEIMBANG :
BATASAN TARIKAN ARTINYA HANYA NILAI Bd SAJA YANG DIHITUNG
SEDANGKAN NILAI Ai DIGUNAKAN = 1.

75

Theo K Sendow
1
Bd =

(A .O .f ) untuk seluruh d
i=1

i id

Ai = 1 untuk seluruh i
A Int. 1 =
A Int. 2 =
A Int. 3 =
A Int. 4 =
A Int. 5 =
A Ext.1 =
A Ext.2 =
A Ext.3 =
A Ext.4 =
A Ext.5 =

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

B Int. 1 =
B Int. 2 =
B Int. 3 =
B Int. 4 =
B Int. 5 =
B Ext.1 =
B Ext.2 =
B Ext.3 =
B Ext.4 =
B Ext.5 =

6,12131E-05
6,68231E-05
7,97876E-05
6,44408E-05
6,85294E-05
8,36793E-05
6,07681E-05
6,17854E-05
8,25018E-05
8,85703E-05

76

Theo K Sendow
ISI SEL MAT PADA MASA SEKARANG (TAHUN 2000) SEDANGKAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
ZONA

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

730,63263

750,33094

763,21055

766,09571

829,61744

ext 1

5356,3170

ext 2

5318,6195

ext 3

1987,3585

ext 4

858,42016

ext 5

2864,3194

dd
Dd

Ei

Ai

20224,922
449,49890

461,28978

481,82934

480,38477

544,52519

3082,3902

2129,2827

347,27587

253,48603

11994,959

9353

20224,922

Ed
Bd

ISI SEL MAT TELAH TERDISTRIBUSI PADA MASA MENDATANG (TAHUN 2005) DAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
MATRIKS HASIL MODIFIKASI
1

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

ZONA

11,04032

11,35338

19,94300

16,05876

21,08827

103,49382

86,78082

7,90288

7,07063

329,71838

614,45027

730,63263

1,18908

1,00000

17,39631

12,70174

20,48068

16,49171

21,65682

106,28408

89,12049

8,11594

7,26126

338,60780

638,11683

750,33095

1,17585

1,00000

14,91008

14,07470

16,11324

16,77479

20,22097

128,30049

90,65026

12,66637

9,54896

445,28837

768,54823

763,21056

0,99305

1,00000

12,61102

12,96861

17,62000

18,34341

22,11184

128,78551

83,52634

13,85081

9,58506

410,29452

729,69711

766,09572

1,04988

1,00000

13,65667

15,29933

19,08098

21,64010

23,94527

139,46391

90,45202

14,99926

10,37982

127,70673

123,19388

139,71650

154,59953

900,43056

583,99170

96,84078

67,01593

1,03277

1,00000

ext 2

123,31137

126,80794

122,32685

138,73319

153,51147

894,09339

579,88160

96,15922

56,07150

829,61744
5356,3170
1
5318,6196

1,00000

124,18538

793,23194
5186,3402
0
5139,3662

1,04587

ext 1

444,31457
2868,6592
0
2848,4697

46,07660

51,61882

49,79473

43,68065

57,36119

237,20455

118,99441

23,41784

20,95171

1,00000

19,90234

20,46668

21,50835

15,89806

16,14806

102,45819

93,59234

16,90738

15,12686

1,00000

66,40880

68,29186

71,76763

53,04760

53,88177

50,47431

0,78721

1,00000

449,49890

461,28979

481,82934

480,38478

544,52520

347,27587

253,48604

Dd

449,49890

461,28979

481,82934

480,38478

544,52520

312,29272
2129,2827
1
2129,2827

56,41541

dd

341,87570
3082,3902
1
3082,3902

2
3638,5849
9
20224,922

0,78721

ext 5

0
1987,3585
5
858,42017
2864,3194
7
20224,922

1,22215

ext 4

9
1626,1231
0
1090,4631

1,00000

ext 3

6
977,02262

1,03488

1
1,00000

1
1,00000

347,27587

253,48604

08
20224,922
08

08
20224,922
08

Ed

768,45485
2564,1291
7
11994,959
25
11994,959
25
1,00000

Ei

Ai

1,00000
1,00000
1,00000
1,00000
1,00000
1,00000
1,00000
1,00000
Bd
0,00006
0,00007
0,00008
0,00006
0,00007
0,00008
0,00006
0,00006
0,00008
0,00009
CUKUP SEKALI PENGULANGAN DAN SUDAH MENGHASILKAN SEMUA Ed = 1 KARENA BERUPA BATASAN HANYA TARIKAN SAJA DAN Ei 1 TETAPI PERHITUNGAN SELESAI.

77

Theo K Sendow

4. METODE SINTETIS DUA BATASAN (DOUBLY CONSTRAINED GRAVITY)


YAITU METODE DUA BATASAN : BATASAN BANGKITAN-TARIKAN
(PRODUCTION ATRACTION CONSTRAINED GRAVITY - PACGR)
Pengertian DUA batasan di metode sintetis adalah nilai Ai dan Bd dihitung SECARA
BERGANTIAN DISETIAP KALI PENGULANGAN.

Tid = OI .AI .Bd .Dd .f (Cid )


1
Ai =

(B .D .f
d

d=1

d id

untuk seluruh i

1
[ B1 .D1 .exp( C11 ) + B2 .D2 .exp( C12 ) + B3 .D3 .exp( C13 ) + B4 .D4 .exp( C14 ) + B5 .D5 .exp( C15 )]
1
=
[ B1 .D1 .exp( C21 ) + B2 .D2 .exp( C22 ) + B3 .D3 .exp(C23 ) + B4 .D4 .exp( C24 ) + B5 .D5 .exp(C25 )]
1
=
[ B1 .D1 .exp(C31 ) + B2 .D2 .exp( C32 ) + B3 .D3 .exp( C33 ) + B4 .D4 .exp( C34 ) + B5 .D5 .exp( C35 )]
1
=
[ B1 .D1 .exp( C41 ) + B2 .D2 .exp( C42 ) + B3 .D3 .exp(C43 ) + B4 .D4 .exp( C44 ) + B5 .D5 .exp(C45 )]
1
=
[ B1 .D1 .exp( C51 ) + B2 .D2 .exp( C52 ) + B3 .D3 .exp( C53 ) + B4 .D4 .exp(C54 ) + B5 .D5 .exp( C55 )]

A1 =
A2
A3
A4
A5

1
Bd =

(A .O .f ) untuk seluruh d
i=1

i id

1
[ A1 .O1 .exp( C11 ) + A2 .O2 .exp( C21 ) + A3 .O3 .exp( C31 ) + A4 .O4 .exp( C41 ) + A5 .O5 .exp( C51 )]
1
=
[ A1 .O1 .exp( C12 ) + A2 .O2 .exp( C22 ) + A3 .O3 .exp( C32 ) + A4 .O4 .exp(C42 ) + A5 .O5 .exp( C52 )]
1
=
[ A1 .O1 .exp(C13 ) + A2 .O2 .exp( C23 ) + A3 .O3 .exp(C33 ) + A4 .O4 .exp(C43 ) + A5 .O5 .exp( C53 )]
1
=
[ A1 .O1 .exp( C14 ) + A2 .O2 .exp( C24 ) + A3 .O3 .exp( C34 ) + A4 .O4 .exp(C44 ) + A5 .O5 .exp( C54 )]
1
=
[ A1 .O1 .exp(C15 ) + A2 .O2 .exp( C25 ) + A3 .O3 .exp( C35 ) + A4 .O4 .exp( C45 ) + A5 .O5 .exp( C55 )]

B1 =
B2
B3
B4
B5

dimana :
AI
= Faktor penyeimbang zona asal i
Bd
= Faktor penyeimbang zona tujuan d
.f (Cid) = Fungsi hambatan yaitu .f (Cid) harus dianggap sebagi ukuran aksesbilitas (kumudahan)
antara zona I dengan zona d.
Sebenarnya ada tiga fungsi hambatan yang digunal dalam metode Gravity :

.f (Cid) = Cid .....Fungsi pangkat

.f (Cid ) = e Cid ..Fungsi eksponensial negatif

.f (Cid) = Cid .e Cid Fungsi Tanner

78

Theo K Sendow
oi

= Total pergerakan (bangkitan) pada masa sekarang dari zona asal i, angka oi ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa sekarang. Besarnya
bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa sekarang. Angka oi yang
dihasilkan dari TC tidak sama dengan yang dihitung dari analisis korelasi atau
analisis kategori (masa sekarang) maka dilakukan proses validasi data.
Oi
= Total pergerakan (bangkitan) pada masa mendatang dari zona asal i, angka Oi ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa mendatang.
Besarnya bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa mendatang.
dd
= Total pergerakan (tarikan) pada masa sekarang ke zona tujuan d, angka dd ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa sekarang. Besarnya
bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa sekarang. Angka dd
yang dihasilkan dari TC tidak sama dengan yang dihitung dari analisis korelasi atau
analisis kategori (masa sekarang) maka dilakukan proses validasi data.
Dd
= Total pergerakan (tarikan) pada masa mendatang ke zona tujuan d, angka Dd ini di
hitung dari tahap Trip Generation (Tahap Bangkitan-Tarikan) dengan menggunakan
analisis korelasi atau analisis kategori yaitu menggunakan data Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, dan lainnya di masa mendatang.
Besarnya bangkitan = fungsi (PDRB, jumlah penduduk, dll) di masa mendatang.
Perhitungan pada baris pertama :
T11 = O1 .A1 .B1 .D1 .exp(
.C11 )
T12 = O1 .A1 .B2 .D2 .exp(
.C12 )
T13 = O1 .A1 .B3 .D3 .exp(
.C13 )
T14 = O1 .A1 .B4 .D4 .exp(
.C14 )
T15 = O1 .A1 .B5 .D5 .exp(
.C15 )
Perhitungan pada baris kedua :
T21 = O2 .A2 .B1 .D1 .exp(
.C21 )
T22 = O2 .A2 .B2 .D2 .exp(
.C22 )
T23 = O2 .A2 .B3 .D3 .exp(
.C23 )
T24 = O2 .A2 .B4 .D4 .exp(
.C24 )
T25 = O2 .A2 .B5 .D5 .exp(
.C25 )
Perhitungan pada baris tiga :
T31 = O3 .A3 .B1 .D1 .exp(
.C31 )
T32 = O3 .A3 .B2 .D2 .exp(
.C32 )
T33 = O3 .A3 .B3 .D3 .exp(
.C33 )
T34 = O3 .A3 .B4 .D4 .exp(
.C34 )
T35 = O3 .A3 .B5 .D5 .exp(
.C35 )
Perhitungan pada baris empat :
T41 = O4 .A4 .B1 .D1 .exp(
.C41 )
T42 = O4 .A4 .B2 .D2 .exp(
.C42 )
T43 = O4 .A4 .B3 .D3 .exp(
.C43 )
79

Theo K Sendow
T44 = O4 .A4 .B4 .D4 .exp(
.C44 )
T45 = O4 .A4 .B5 .D5 .exp(
.C45 )
Perhitungan pada baris lima :
T51 = O5 .A5 .B1 .D1 .exp(
.C51 )
T52 = O5 .A5 .B2 .D2 .exp(
.C52 )
T53 = O5 .A5 .B3 .D3 .exp(
.C53 )
T54 = O5 .A5 .B4 .D4 .exp(
.C54 )
T55 = O5 .A5 .B5 .D5 .exp(
.C55 )
PENGULANGAN KE :
Nilai Awal
A Int. 1 = 1
A Int. 2 = 1
A Int. 3 = 1
A Int. 4 = 1
A Int. 5 = 1
A Ext.1 = 1
A Ext.2 = 1
A Ext.3 = 1
A Ext.4 = 1
A Ext.5 = 1

1
Nilai yg diHitung
B Int. 1 = 6,12131E-05
B Int. 2 = 6,68231E-05
B Int. 3 = 7,97876E-05
B Int. 4 = 6,44408E-05
B Int. 5 = 6,85294E-05
B Ext.1 = 8,36793E-05
B Ext.2 = 6,07681E-05
B Ext.3 = 6,17854E-05
B Ext.4 = 8,25018E-05
B Ext.5 = 8,85703E-05

PENGULANGAN KE :
Nilai yg diHitung
A Int. 1 = 1,190821241
A Int. 2 = 1,177741927
A Int. 3 = 0,993202379
A Int. 4 = 1,050681886
A Int. 5 = 1,046747085
A Ext.1 = 1,033818227
A Ext.2 = 1,035941116
A Ext.3 = 1,222052311
A Ext.4 = 0,784178215
A Ext.5 = 0,784178215

12
Nilai Perhit. Sblmnya
B Int. 1 = 6,03259E-05
B Int. 2 = 6,58406E-05
B Int. 3 = 7,83869E-05
B Int. 4 = 6,28252E-05
B Int. 5 = 6,62959E-05
B Ext.1 = 8,18166E-05
B Ext.2 = 6,02121E-05
B Ext.3 = 6,17189E-05
B Ext.4 = 8,30517E-05
B Ext.5 = 8,96258E-05

PENGULANGAN KE :
Nilai yg diHitung
A Int. 1 = 1,190821241
A Int. 2 = 1,177741928
A Int. 3 = 0,993202379
A Int. 4 = 1,050681886
A Int. 5 = 1,046747085
A Ext.1 = 1,033818227
A Ext.2 = 1,035941116
A Ext.3 = 1,222052311
A Ext.4 = 0,784178215
A Ext.5 = 0,784178215

14
Nilai Perhit. Sblmnya
B Int. 1 = 6,03259E-05
B Int. 2 = 6,58406E-05
B Int. 3 = 7,83869E-05
B Int. 4 = 6,28252E-05
B Int. 5 = 6,62959E-05
B Ext.1 = 8,18166E-05
B Ext.2 = 6,02121E-05
B Ext.3 = 6,17189E-05
B Ext.4 = 8,30517E-05
B Ext.5 = 8,96258E-05

PENGULANGAN BERHENTI SAMPAI NILAI Ai atau Bd di 2 kali pengulangan sebelumnya


menjadi sama, lihat hasil pengulangan ke 12 dan ke 14.

80

Theo K Sendow
ISI SEL MAT PADA MASA SEKARANG (TAHUN 2000) SEDANGKAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
ZONA

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

730,63263

750,33094

763,21055

766,09571

829,61744

ext 1

5356,3170

ext 2

5318,6195

ext 3

1987,3585

ext 4

858,42016

ext 5

2864,3194

dd
Dd

Ei

Ai

20224,922
449,49890

461,28978

481,82934

480,38477

544,52519

3082,3902

2129,2827

347,27587

253,48603

11994,959

9353

20224,922

Ed
Bd

ISI SEL MAT TELAH TERDISTRIBUSI PADA MASA MENDATANG (TAHUN 2005) DAN TINGKAT PERTUMBUHAN DI TIAP ZONA UNTUK TAHUN 2005
MATRIKS HASIL MODIFIKASI
ZONA

ext 1

ext 2

ext 3

ext 4

ext 5

oi

Oi

12,95652

13,32107

23,33162

18,64367

24,29391

120,49931

102,39498

9,40079

8,47597

397,31481

730,63263

730,63263

1,00000

1,19082

20,19143

14,73943

23,69749

18,93602

24,67486

122,38886

104,00064

9,54821

8,60888

403,54513

750,33095

750,33095

1,00000

1,17774

14,59411

13,77349

15,72275

16,24306

19,42896

124,59184

89,21033

12,56673

9,54726

447,53202

763,21056

763,21056

1,00000

0,99320

13,05814

13,42555

18,18800

18,78990

22,47533

132,30059

86,95669

14,53713

10,13797

436,22643

766,09572

766,09572

1,00000

1,05068

14,08791

15,77908

19,62232

22,08381

24,24774

142,73390

93,81415

15,68354

10,93745

130,08442

125,12416

140,82016

154,61876

910,16043

598,21760

100,00805

69,74403

1,00000

1,03382

ext 2

125,89198

129,43414

124,49867

140,11621

153,84583

905,61059

595,22714

99,50812

58,47389

829,61744
5356,3170
1
5318,6196

1,04675

126,52447

829,61744
5356,3170
1
5318,6196

1,00000

ext 1

470,62753
3001,0149
3
2986,0130

55,49196

62,15344

59,78346

52,04174

67,81375

283,42382

144,08697

28,58703

25,77472

1,22205

15,38079

15,81356

16,57027

12,15435

12,25025

78,55702

72,72160

13,24413

11,94121

1,00000

0,78418

ext 5

51,32161

52,76562

55,29059

40,55584

40,87582

39,84465

1,00000

0,78418

449,49890

461,28979

481,82934

480,38478

544,52520

347,27587

253,48604

Dd

449,49890

461,28979

481,82934

480,38478

544,52520

242,65260
2129,2827
1
2129,2827

44,19214

dd

262,12385
3082,3902
1
3082,3902

0
1987,3585
5
858,42017
2864,3194
7
20224,922

1,00000

ext 4

0
1987,3585
5
858,42017
2864,3194
7
20224,922

1,03594

ext 3

3
1208,2016
6
609,78698
2034,6967
3
11994,959

1,00000

1
1,00000

1
1,00000

347,27587

253,48604

1,00000

1,00000

25
11994,959
25
1,00000

08
20224,922
08

08
20224,922
08

0,00006

0,00008

0,00009

Ed
1,00000
1,00000
1,00000
1,00000
1,00000
Bd
0,00006
0,00007
0,00008
0,00006
0,00007
0,00008
CUKUP SEKALI PENGULANGAN DAN SUDAH MENGHASILKAN SEMUA Ed = 1, Ei = 1.

0,00006

Ei

Ai

1,00000

81

Theo K Sendow
HAL-HAL YANG DAPAT DIDISKUSIKAN UNTUK GRAVITY MODEL :
Biasanya, jika informasi survey baik dan tersedia, model jenis DCGR sangat baik untuk
digunakan. Kadang-kadang computer juga menentukan pemilihan jenis model. Akan tetapi,
dengan kemajuan teknologi computer yang pesat, terutama dalam hal kecepatan proses, biaya
tidak lagi menjadi hambatan.
Secara umum, sebaiknya model DCGR digunakan pada kasus yang ramalan bangkitan dan
tarikan pergerakannya cukup baik dimasa mendatang. Jika ramalan bangkitan dan tarikan
pergerakan berbeda, tidak ada alasan menggunakan model yang harus mendapat total
baris dan kolom yang sama sehingga dapat dipilih model yang lebih sederhana yang
mungkin lebih baik dan lebih murah.
Untuk tujuan perjalanan seperti dari rumah ketempat kerja dan dari rumah kesekolah, dapat
dipastikan bahwa taksiran bangkitan dan tarikan pergerakan akan lebih tepat dibandingkan
dengan tujuan perjalanan lain, misalnya dari rumah ke tempat belanja. Contoh alasan yang
sangat sederhana adalah : jika terdapat 1000 lapangan pekerjaan dalam suatu zona, dapat
dikatakan akan terdapat 1000 pergerakan yang tertarik ke zona tersebut, dari mana pun
mereka berasal.
Dengan kata lain, jika lapangan pekerjaan pada suatu zona tertentu dapat diperkirakan
dengan baik, maka pergerakan (bekerja) ke daerah tersebut akan dapat diramalkan juga
dengan baik. Akan tetapi, jika terdapat 10000 m2 tempat perbelanjaan dalam suatu zona,
tidaklah mudah untuk memastikan berapa perjalanan yang akan menuju ke zona tersebut.
Hal itu dapat berubah dengan dilakukanna perubahan system transportasi, yang jelas akan
mengubah aksesibilitas dari zona tersebut dan mengubah hubungan antara luas lantai dengan
tarikan pergerakan. Dengan kata lain, walaupun luas lantai dapat diramalkan dengan tepat,
tidaklah mudah meramalkan tarikan pergerakan secara tepat.
Secara umum, bangkitan pergerakan berbasis rumah lebih dapat diyakini kebenarannya
dibandingkan dengan tarikan pergerakan. Oleh karena itu, dalam kebanyakan kajian,
pergerakan berbasis rumah biasanya menggunakan model PCGR atau model DCGR. Model
DCGR sering digunakan untuk membuat model pergerakan berbasis rumah, baik untuk
tujuan bekerja maupun pendidikan. Akan tetapi, untuk jenis pergerakan ini, persamaan model
ACGR biasanya lebih tepat karena berdasarkan pada peubah yang mudah dihitung (misalnya
populasi).
Model PCGR dapat digunakan untuk pergerakan berbasis rumah dengan berbagai tujuan
pergerakan, sedangkan model ACGR lebih mudah dispesifikasi dan dikalibrasi, misalnya
tujuan belanja dan bisnis. Untuk pergerakan berbasis bukan rumah, baik model PCGR
maupun ACGR tidak biasanya dapat diramalkan secara pasti sehingga model UCGR (atau
model factor pertumbuhan) yang biasanya digunakan.
Alasan lain penggunaan model UCGR atau SCGR adalah karena data yang tidak cukup,
atau ketepatan hasil tidak begitu dipermasalahkan untuk kajian perencanaan jangka panjang,
misalnya untuk kota yang tumbuh dan berubah dengan cepat. Dapat disimpulkan bahwa
kajian transportasi mungkin menggunakan model GR dengan jenis yang berbeda-beda untuk
tujuan pergerakan yang berbeda-beda. Pergerakan untuk tujuan tertentu itu kemudian
dijumlahkan dan menghasilkan total pergerakan untuk semua tujuan pergerakan. Dalam
beberapa daerah kajian yang biasanya berkembang dengan cepat, misalnya kota di Indonesia,
tidaklah begitu penting mengetahui jenis model GR yang perlu digunakan, karena ketepatan
data tidak begitu baik.
Ada hal penting yang perlu dicatat disini (Tamin, 1988a, 1997a, 2000a): jika model GR
berjenis DCGR mempunyai fungsi hambatan eksponensial-negatif, maka untuk nilai = 0 ,
model GR tersebut akan berperilaku persis sama dengan metode Furness. Ini karena, jika
Cid ) akan selalu sama
nilai = 0 , berapapun nilai Cid yang digunakan, maka nilai exp(
Cid ) = 1] . Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode Furness (metode
dengan satu [ exp(

82

Theo K Sendow
analogy) merupakan keluarga dari metode sintetis. Dengan kata lain, metode analogy
FURNESS merupakan kasus khusus dari metode sintetis, yaitu jika nilai = 0 .
_____________________________________________________________________
Model Pemilihan Moda (Modal Split) dan Trip Assignment (Pembebanan).
26) Setelah dilakuan trip distribusi (dengan salah satu metode Trip Distribusi yang dipilih)
sebanyak 5 kali (dikarenakan ada 5 tahun perencanaan yaitu pada masa sekarang, 5 tahun
depan, 10 tahun depan, 15 tahun depan dan 20 tahun depan) kemudian hasilnya dimasukkan
kedalam Program MOTORS untuk tahap Modal Split (Pemilihan Moda) dan Trip
Assignment (Pembebanan).
_____________________________________________________________________
Traffic (Arus pada jaringan jalan yang ditinjau) LHR
27) Dari tahap Trip Assignment (Pembebanan) dan Modal Split (Pemilihan Moda) kemudian
akan didapatkan data LHR dari setiap ruas jalan yang dikaji untuk 5 buah data tahunan
(dikarenakan ada 5 tahun perencanaan yaitu pada masa sekarang, 5 tahun depan, 10 tahun
depan, 15 tahun depan dan 20 tahun depan).
_____________________________________________________________________
Kegunaan Perencanaan Transportasi
28) LHR yang ada untuk 5 tahun perencanaan yaitu pada masa sekarang, 5 tahun depan, 10
tahun depan, 15 tahun depan dan 20 tahun depan digunakan untuk menghitung apa saja,
misalnya :
a)
Untuk menganalisis V/C pada masa sekarang, 5 tahun depan, 10 tahun depan, 15
tahun depan dan 20 tahun depan, sehingga dapat diketahui pada tahun keberapa
sebenarnya jalan-jalan yang dianalisis ini telah mencapai V/C = 1, Untuk diambil
langkah-langka penanganan dan pencegahannya agar V/C < 1 seperti :

Pengurangan gangguan samping (pelarangan parker tepi jalan / on street


parking, penertiban pedangan di tepi jalan, pemagaran jalan terhadap pedestrian atau
penyeberang pejalan kaki dan lainnya, pembangunan jembatan penyeberang).

Pelarangan berhenti di sepanjang jalan tertentu.

Kebijakan satu arah (One Way).

Pelebaran jalan dan pembangunan trotoar tanpa mengurangi lebar jalan.

Pembangunan jalan baru.


b)
Untuk Studi kelayakan jalan Baru (Tol atau jalan lingkar) yaitu menghitung
Penghematan Biaya Transportasi pada saat belum adanya jalan Baru dan setelah adanya
jalan baru.
Penghematan ini terjadi untuk setiap kendaraan dan dilakukan penjumlahan penghematan
terhadap semua kendaraan yang lewat dari data LHR hasil pemodelan.
Akumulasi penghematan biaya transportasi selama tahun analisis misalnya 20 tahun
dibandingkan dengan biaya pembangunan jalan baru (biaya perencanaan + konstruksi +
pengawaasan + operasi + perawatan) selama 20 tahun. Bila penghematan biaya
transportasi > biaya pembangunan jalan baru (biaya perencanaan + konstruksi +
pengawaasan + operasi + perawatan) maka jalan Dapat dibangun.

83

Anda mungkin juga menyukai