Anda di halaman 1dari 48

Oleh Intansari Nurjannah

Apakah proses keperawatan itu? Suatu cara yang khusus dalam berpikir dan bertindak Pendekatan yang sistemik dan kreatif untuk mengidentifikasi, mencegah dan menangani masalah kesehatan aktual atau potensial dalam rangka mengidentifikasi kekuatan pasien dan untuk mendukung kesejahteraan pasien Kerangka kerja dimana perawat menggunakan pengetahuan dan ketrampilan untuk mengekspresikan human caring

Keperawatan sebagai suatu proses digambarkan pada tahun: - 1995 by Hall - 1959 by Johnson - 1961 by Orlando - 1963 by Wiedenbach - 2004 = SERIES OF STEPS by ANA

Little & Carnavelli Yura & Walsh (1976) cited in (1878, 1988) Hammers (1994) cited in Hammers (1994) Assessment Diagnosis Prescription Implementation Evaluation Assessing Planning Implementing Evaluating

Carpenito (1983) cited Hammers in Hammers (1994)

Wilkinson (2007)

Assessment Problem identification Planning Intervention Evaluation

Assessment Diagnosis Planning Implementation Evaluation

Teori keperawatan: - Mempengaruhi penggunaan dari proses keperawatan - Membantu menjelaskan keunikan dari perawat dalam tempatnya di dalam tim multidisiplin BARANG yang perlu di antar MOBIL sebagai alat mengantar PASIEN sebagai tujuan pengiriman barang

Diagnostic Reasoning Assessment Diagnosis NANDA-I

Planning: Outcomes NOC

Planning: Interventions NIC Implementation -Do Evaluation -Evaluate patient outcomes - Delegate - Evaluate nursing process - Record - Revise care plan

Bagaimana cara mencari data? (Indra manusia) Siapa saja yang mencari data? Data apa yang di cari?

Diagnosis (Diagnosa)

1. 2.

Fase kedua dari proses keperawatan Reasoning process digunakan untuk interpret (menginterpretasikan) data dalam rangka menarik kesimpulan dan membuat nursing diagnosis

Nursing diagnosis (Diagnosa Keperawatan)

The product (hasil): adalah kesimpulan mengenai


status kesehatan pasien, pada saat ditulis sebagai statemen formal, gunakan Diagnostic label

Diagnostic label (Label diagnostic) - KITAB

The standardized list of diagnostic terminology (Daftar standar dari terminologi diagnostik) yang disetujui oleh NANDA -Gordons nursing diagnoses -Maslows nursing diagnoses

Montir mobil? Dokter hewan? Ibu rumah tangga? Dokter? Perawat?

Sistematis?

Respon manusia: reaksi pada kejadian atau stressor misalnya penyakit atau injury (bisa biological/physical, psychological, interpersonal/social, spiritual) Respon manusia terjadi pada levels yang berbeda: cellular, systemic, organic, or whole person (organismic) Diagnosa keperawatan biasanya pada level whole person or level systemic. Stressor tunggal bisa menyebabkan lebih dari satu

responses *

(Contoh stressor: Kanker Paru-dr)

Respon bisa helpful (HP diagnoses) as well as harmful = masalah kesehatan -- PASIEN BEBAS MEMIIH RESPONSE (dx tidak terbatas-SOP terbatas)

Komponen Model keperawatan a. Konsep teori mengenai - health - patient - nursing - environment b. Tujuan praktek keperawatan c. Pengetahuan dan ketrampilan apa yang perlu dikembangkan

Diagnosis

Nursing diagnoses

Diagnostic Label: -NANDA - Gordon - ICNP

Model Self Care (Orem) Model Adaptation (Roy)

Dengan sistem klasifikasi (= taxonomy) Kebutuhan untuk Bahasa Keperawatan yang seragam - Uniform Nursing language Bagaimana kalau tidak seragam? (rujukan dx risk for disuse
syndrome)

Apakah tenaga kesehatan lain punya bahasa yang seragam

NonNon-nursing classification system ICD (WHO, 1992): Schizophrenia (F.25), Oesophagal varices (I 85), Appendicitis (K 37) CPT The Current Procedural Terminology (American Medical Association, 2003) DSM (The Diagnostic and Statistical Manual) American Psychiatric Association (2000) Nursing taxonomies NNN (NANDA, NIC, NOC) American Nursing Association (ANA) (1992) Clinical Care Classification (University School of Nursing SABA, 1995, 1997) Omaha System (Diagnosis, Intervention, Outcomes for patient receiving care in the community) Visiting Nurses Association of Omaha, Nebraska (Martin & Scheet, 1992) ICNP (International Classification for Nursing Practice) (2002)

Keseragaman bahasa akan mengembangkan ilmu keperawatan Akan menyatukan persepsi seluruh perawat di dunia Komunikasi nyambung

Label Definition/Definisi Defining characteristic/Batasan Karakteristik - hanya ada di diagnosa actual Related factors/faktor yang berhubungan - hanya ada di diagnosa actual Risk factors/Faktor resiko - hanya ada di diagnosa potensial/resiko

Diagnosa aktual: Activity Intolerance (hal 315)

Definition: . Definition: . karakteristik: Batasan karakteristik:


Formasi diagnosa keperawatan:

Respon tekanan darah abnormal terhadap aktifitas Respons frekuensi jantung abnormal terhadap aktivitas Dst

Faktor yang berhubungan: berhubungan:


P E S

Tirah baring Kelemahan umum Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen Imobilitas Gaya hidup monoton (Sedentary Lifestyle Intoleransi aktifitas b.d 227) hal 227)

gaya hidup monoton ditandai dengan: S: respon tekanan darah abnormal terhadap aktifitas

Risk for Latex Allergy Response (hal 591)

Readiness for Enhanced Nutrition (hal. 253)

Formasi diagnosa keperawatan: Definisi: Definisi: Suatu pola asupan nutrisi.. Karakteristik: Batasan Karakteristik: Sikap terhadap minum sama dengan tujuan kesehatan Sikap terhadap makan sama dengan tujuan kesehatan Mengonsumsi cairan adekuat Mengonsumsi makanan adekuat ..

P E S
Kesiapan meningkatkan nutrisi

Sederhana: Sederhana: Membandingkan gejala pasien (data) dengan definitions dan defining characteristic dari salah satu label diagnosa keperawatan dalam NANDA.

NANDA: Standar bahasa untuk kumpulan label diagnosa keperawatan North American Nursing Diagnosis Association-International-2008) Pakai DOENGOES? Pakai CARPENITO?

NANDA 2005-2011 Mengapa NANDA?

Conclusions: The international literature and the opinion of Swiss expert nurses indicate thatfrom the perspective of classifying comprehensive nursing diagnosesNANDA should be recommended for nursing practice and electronic (Muller et al, 2007)
Apa NANDA-I tidak punya kelemahan?

Kelemahan NANDA: tidak jelas data mayor dan minor, istilah diulang-ulang dalam satu bahasan, istilah yang belum konsisten dan tidak dijelaskan mengapa tidak konsisten (Ex Impaired Swallowing Swallowing) Menurut Wilkinson (2007): tidak jelas, terlalu abstrak (misalnya dx impaired parenting), terlalu medis, tidak dimengerti orang lain Leininger, M: NANDA tidak sensitif terhadap budaya

NANDA-I adalah klasifikasi yang paling tua NANDA-I terus dikembangkan

TIDAK!! Why?

Situasi dimana perawat harus berkolaborasi untuk mengatasi masalah yang ada pada pasien. Masalah-masalah ini disebut dengan

Collaborative Problem - The Bifocal Clinical Practice Model (Carpenito, 2006) Grey area
Posisi perawat dalam tim kes Posisi data ada 3

Akan memunculkan Diagnosa keperawatan saja

Akan memunculkan diagnosa keperawatan dan diagnosa kolaborasi

Akan memunculkan hanya diagnosa kolaborasi (Potensial Complication = PC) saja. saja.

Collaborative problems menggambarkan


komplikasi fisiologi yang jelas dimana perawat MEMONITOR untuk MENDETEKSI onset dari komplikasi ini atau perubahan status pasien. Perawat mengelola komplikasi ini dengan menggunakan intervensi yang di resepkan baik oleh perawat dan intervensi yang di resepkan oleh dokter (Carpenito, 2006). Apa yang dilakukan perawat untuk PC: Jika teridentifikasi adanya resiko PC maka perawat perlu mengangkat diagnosa PC ini

Sulitnya mengangkat diagnosa keperawatan Data dikumpulkan tanpa tahu diagnosanya apa Data yang relevansinya rendah dengan diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan sering beredar:

Gangguan pemenuhan kebutuhan sehari hari Gangguan sensori persepsi: Halusinasi

Tidak mampu mendiagnosis Tidak mampu menentukan tujuan Tidak mampu melakukan intervensi yang tepat Tidak mampu menunjukkan sebagai tim dari tenaga kesehatan yang sangat penting dan dibutuhkan

Tidak mampu mendiagnosis Tidak mampu menentukan tujuan Tidak mampu melakukan intervensi yang tepat Tidak mampu menunjukkan sebagai tim dari tenaga kesehatan yang sangat penting dan dibutuhkan

Definisi: a component of clinical decision-making and involves the recognition of cues and analysis of data in clinical situations. This reasoning will eventually come to some diagnostic labels by analysing the cues, and the process varies as a function of task complexity(Wong and Chung, 2002).

Data

Diagnosa keperawatan

Data Subyektif (DS):

Diagnosa keperawatan:

Data Obyektif (DO):

Carvanelli Elstein and (1984) associates (1972, 1978)

Lunney (2012) (Halaman 107 Buku NANDA

Wilkinson (2007)

Nurjannah (2012)

cited in Westfall Bahasa Indonesia) et al. (1986) (1986 1986)

WILKINSON (2007) 4 Steps

INTANSARI NURJANNAH (2012) 6 Steps Menggunakan 1. ISDA sejarah 2. Buku Fast Method of Formulating Diagnoses 3. The Map of Nursing Diagnoses

1. Interpret: Level I: Identify significant cues Level II: Cluster cues and identify data Level III: Draw conclusion about present health status Level IV: Determine etiologies and categorize problems 2. Verify 3. Label 4. Record

WILKINSONS METHOD (4 STEPS)

Level I: Identifikasi data yang penting Level II: Cluster data dan identifikasi adanya gap Level III: Tarik kesimpulan mengenai status kesehatan saat ini Level IV: Menentukan etiologies dan mengkategorikan masalah

Mengorganisasi data dalam format yang singkat, menggunakan nursing framework Bandingkan data individu pada standards and norms untuk mengidentifikasi data yang pentings

Kelompokkan data yang penting; cari pola patterns (pola) dan relationship (kaitan) Kategorisasikan pengelompokkan sesuai dengan framework anda Identifikasi data gaps and inconsistencies

Pikirkan sebanyak mungkin penjelasan untuk setiap kelompok data. Putuskan hypothesis mana yang terbaik yang menjelaskan hal ini. (Note: anda kadang bisa mengidentifikasi baik problem dan etiology dalam step ini) Identify problem (wellness diagnoses; actual, potential, and possible nursing diagnoses; collaborative problems; and medical problems) Mengidentifikasi strengths pasien dan
keluarga

Menentukan etiologies dari masalah Categorize problems sesuai dengan kerja anda

Alat yang digunakan selain NANDA taksonomi dan Referensi untuk kolaboratif: diagnosa kolaboratif: 1. ISDA 2. Buku Fast method of Formulating nursing diagnoses 3. The Map of Nursing Diagnoses

Enam Tahap dalam diagnostic reasoning menurut Nurjannahs method: reasoning 1. Mengklasifikasikan data menggunakan ISDA jika data tidak didapatkan dalam ISDA, ISDA bisa ditelusuri dengan menggunakan buku The Fast Method of Formulating The Nursing Nursing Diagnoses for Diagnostic Reasoning in Nursing 2. Tetapkan kemungkinan diagnosa keperawatan atau diagnosa kolaborasi (activated possible diagnoses) 3. Baca/pelajari informasi tentang diagnosa keperawatan/diagnosa kolaboratif Baca/pelajari terutama definisinya (menggunakan taksonomi NANDA dan referensi yang membahas mengenai diagnosa kolaborasi), tetapkan apakah diagnosa tersebut dikategorikan pada: A. Dapat ditegakkan B. Dianulir (digugurkan) digugurkan) C. Memerlukan pengkajian lanjutan dan tetapkan apa pengkajian lanjutannya 4. Menentukan kemungkinan dignosa keperawatan dan hubungan antara satu diagnosa dengan diagnosa yang lain (Menggunakan The Map of Nursing Diagnoses) Diagnoses pada diagnosa keperawatan kategori A (telah ditegakkan), kegiatan no 4 ini dilakukan setiap diagnosa keperawatan telah di tetapkan (kategori A) 5. Menggunakan fokus pengkajian lanjutan jika diperlukan untuk memverifikasi diagnosa yang ditetapkan sebelumnya (Dapat menggunakan NANDA taxonomi dan referensi yang membahas diagnosa kolaborasi) 6. Label diagnoses