Anda di halaman 1dari 19

INFERTILITAS o Definisi tidak subur; pasangan sudah menjalani hubungan seksual secara teratur 12 bulan tetapi tidah terjadi

i kehamilan ,tanpa menggunakan alat kontrasepsi o Etiologi Pihak laki-laki Spermatogenesis kurang sempurna o Dijelasin penyebabnya Struktur anatomi genital internal dan eksternal apakah ada kelainan Infeksi testis Pihak perempuan Ovum kurang sempurna Oogenesis Struktur anatomi genitalnya internal dan eksternal apakah ada kelainan Infeksi Pihak laki-laki Spermatogenesis dan sistem reproduksi yang abnormal (jumlah, motilitas dan struktur/fungsi biologis yang normal) Libido yang tidak adekuat Ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi Ketidakmampuan untuk mencapai ejakulasi yang normal Ketidakmampuan untuk penempatan ejakulat setinggi-tingginya di dalam vagina (di daerah servik) Pihak perempuan Libido dan fungsi seksual yang tidak adekuat Tidak adanya vagina untuk menerima/menampung spermatozoa Lendir serviks yang abnormal sperma tidak dapat masuk ke traktus genitalia interna Anovulasi Adhesi pelvis/penyakit tuba Tidak adanya tuba fallopii atau ada namun terlalu berkelak-kelok atau tersumbat Uterus tidak mampu untuk menahan dan berkembangnya konseptus sampai aterm Keadaan hormonal yang tidak adekuat untuk mempertahankan kehamilan. Respon imunologik yang abnormal untuk menerima/menampung spermatozoa, konseptus dan kelangsungan hidup fetus.

Sumber: KB & Kontrasepsi dr Hanafi hal 358-359 Penyebab Umum Ketidaksuburan Pria 1. Gangguan di daerah sebelum testis (pretesticular) Gangguan biasanya terjadi pada bagian otak, yaitu hipofisis yang bertugas mengeluarkan hormon FSH dan LH. Kedua hormon tersebut mempengaruhi testis dalam menghasilkan hormon testosteron, akibatnya produksi sperma dapat terganggu. Terapi yang bisa dilakukan adalah dengan terapi hormon. 2. Gangguan di daerah testis (testicular) Kerja testis dapat terganggu bila terkena trauma pukulan, gangguan fisik, atau infeksi. Bisa juga terjadi, selama pubertas testis tidak berkembang dengan baik, sehingga produksi sperma menjadi terganggu. Dalam proses produksi, testis sebagai pabrik sperma membutuhkan suhu yang lebih dingin daripada suhu tubuh, yaitu 3435 C, sedangkan suhu tubuh normal 36,537,5 C. Bila suhu tubuh terus-menerus naik 23 C saja, proses pembentukan sperma dapat terganggu. Oleh karena itu, hindari memakai celana dalam atau celana panjang yang ketat. Usahakan tidak mengenakan celana dalam waktu tidur untuk menjaga suhu di bagian tubuh tersebut tetap sejuk. Janganlah merokok, karena penelitian menunjukkan bahwa perokok memiliki jumlah sperma lebih sedikit dibandingkan pria yang tidak merokok. Jangan mengonsumsi alkohol karena dapat mempengaruhi fungsi liver, yang pada gilirannya dapat menyebabkan peningkatan estrogen. Jumlah estrogen yang tinggi dalam tubuh akan mempengaruhi produksi sperma. Usaha lain untuk meningkatkan kualitas dan jumlah sperma adalah mengkonsumsi suplemen alami. Asam amino L-carnitine (ditemukan dalam daging merah dan susu) dan L-arginine (terdapat dalam kacangkacangan, telur, daging, dan wijen) berkhasiat meningkatkan mutu sperma. 3. Gangguan di daerah setelah testis (posttesticular) Gangguan terjadi di saluran sperma sehingga sperma tidak dapat disalurkan dengan lancar, biasanya karena salurannya buntu. Penyebabnya bisa jadi bawaan sejak lahir, terkena infeksi penyakit -seperti tuberkulosis (Tb)-, serta vasektomi yang memang disengaja. 4. Gangguan lain Gangguan lain yang cukup sering kejadiannya adalah pelebaran pembuluh darah atau varises. Varises pada pembuluh darah yang menyuplai testeis disebut varicocele. Akibatnya, darah kotor yang seharusnya dibawa ke atas untuk dibersihkan, turun lagi dan mengendap di testis. Darah kotor yang mengendap mengandung zat-zat yang melemahkan sperma, seperti adrenalin dan sebagainya.
Hubungan antara penyebab langsung dan tidak langsung dari infertilitas wanita

Faktor-faktor yang mempengaruhi Dari istri/wanita Umur >30 tahun Faktor tuba Faktor ovulasi Pada laki2 Umur >60 tahun Produksi sperma cacat Kesulitan inseminasi Pasangan suami istri Frekuensi dari senggama <1/ minggu :17 % o 1/minggu :32 % o 2/minggu :46 % o 3/minggu :51% Waktu senggama :pra ovulasi Lubrikan Investigasi : waktu untuk menilai pemeriksaan ; Merokok ,konsumsi alkohol Infeksi saluran genital Obat-obatan bisa menyebabkan impotensi Hormonal Pemakaian kontrasepsi

Klasifikasi Primer :pasutri yang selama 12 bulan melakukan hubungan senggama belum pernah hamil Sekunder : pasutri dulu pernah hamil tetapi setelah 12 bulan tidak hamil lagi Kehamilan terbuang : pasutri bisa hamil tetpi tidak bisa melahirkan dalam keadaan hidup (lahir mati) Tanpa anak: pasutri tidak pernah mempunyai anak Subfertil : pasutri susah hamil akibat fekunditas yang menurun Sterilitas : pasutri tidak bisa hamil walaupun sudah dilakukan terapi

a. Fertilitas primer istri belum pernah hamil walaupun bersenggama (2-3 kali seminggu) dan dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan tanpa proteksi. b. Fertilitas sekunder istri pernnah hamil, akan tetapi kemuadian tidak terjadi kehamilan lagi walaupun bersenggama (2-3 kali seminggu) dan dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan tanpa proteksi. Ilmu kandungan, Hanifa Winkjosastro, 2007 Buku Acuan Nasional Pelayanan KB, 2007 Infertilitas primer : (pasangan suami) istri belum pernah hamil meskipun sanggama dilakukan tanpa perlindungan apa pun untuk waktu sekurang-kurangnya 12 bulan Infertilitas sekunder : (pasangan suami) istri pernah hamil tetapi kemudian tidak mampu hamil lagi dalam waktu 12 bulan meskipun senggama yang dilakukan tanpa perlindungan apa pun

Keluarga Berencana dan Kontrasepsi

Diagnosis Investigasi/anamnesis Istri datang dengan suami Frekuensi senggama Siklus menstruasi Ovulasi Infeksi Riwayat pemakaian kontrasepsi Riwayat obsetri Perokok Pemeriksaan Istri Pemeriksaan panggul Pemeriksaan darah lengkap Penolakan lendir serviks terhadap sperma Laki-laki Analisis semen

a. Investigasi Infertilitas Biasanya wanitalah yg pertama kali datang, - Pd kunjungan itu dokter harus mendapatkan informasi riwayat ttg riwayat penyakit dan & operasi; seksual

menstruasi;

perilaku

pasangan(meliputi frekuensi hub seksual). - Beberapa wanita sering mengatakan mereka tak mencapai orgasmus & semen keluar dari vagina. - Selain itu juga dilakukan px panggul, dilakukan u/ mendeteksi kelainan pd traktus genitalis yg nyata(mioma endometriosis dll) uteri, tumor ovarium,

- Pap smear harus dilakukan jk belum diperiksa thn lalu - Lakukan texs LAB (cek darah lengkap, tes sifilis & infeksi HIV, analisis urin),, jika wanita tsb telah masuk fase luteal pd siklus menstruasi, dpt diambil darah u/ px kadar progesteron u/ mengetahui apkh ia sedang mengalami ovulasi b. Analisis Semen pd Pria - Dapat diambil dg 2 cara; dg spesimen segar dg cara masturbasi di lab, cara di kedua dg

mengadakan menyuruh

masturbasi pasangannya

rumah(atau

membantunya)

ejakulat dimasukkan ke dalam wadah gelas yg bersih & kering harus dibawa ke lab dlm wkt 1 jam dilakukan analisis. - Adapun standar spesimen semen normal menurut WHO : Analisis Semen Normal Volume Konsentrasi sperma Konsentrasi total >2 ml >20 jt per ml

sperma >40 jt

Motilitas

60

menit >50 % dg gerakan ke depan >50 % dg morfologi normal

setelah ejakulasi Morfologi

Apabila jml sperma < 20 jt per ml, morfologi dan motilitas sering abnormal

c. Pemeriksaan pd Wanita - Anovulasi atau ovulasi tidak sering - Kerusakan sperma - Faktor uterus seperti perlengketan intra-uteri (sindroma Asherman) - Penolakan lendir serviks, yg merupakan suatu defek imunologik pd kebanyakan kasus ( DASAR-DASAR OBSTETRI & GINEKOLOGI, ed : 6, DEREK LLEWELLYN-JONES ) tuba yg mencegah perjalanan

Penatalaksanaan ??? Laki-laki Tentukan infertilitas absolut Wanita Salfingotomi /fimbriolisis : eksisi pada tuba uterina

a. Infertilitas pd Laki-laki :

o Azoospermia kehamilan,

merupakan dan lazimnya

penghalang tdk terjadi

absolut kehamilan

bagi pd

pasangan yg laki2nya mengalami oligispermia yg berat. Utk pasangan ini, inseminasi semen donor selama 12 bulan merupakan pilihan, alternatif lainnya mikroinjeksi spermatozoa ke dlm ruang di bawah zona pellucida / ovum(masih eksperimental) o Utk perbaikan pd jml sperma laki2 penderita oligospermia yg tdk berat telah diusahakandg menggunakan

testosteron bentuk oral (mestrolon) & yg lebih baru klomifen diberikan sekurang-kurangnya 12 minggu. o Alternatif yg menarik adl mengambil konsentrat sampel semen & membuahi beberapa ovum dg menggunakan yekhnik Fertilisasi In Vitro (IVF). b. Infertilitas pd Wanita : o Kerusakan pd Tuba Terdapat 2 pilihan, bergantung pd keparahan kerusakan tuba & keinginan pasien. *Pendekatan pertama mengusahakan membuat tuba fallopi menjadi paten, dg menggunakan pembedahan mikro. *Jk ujung fimbrae tuba saja yg terhambat, dpt dilakukan

salfingotomi atau fimbriolisis. Hasilnya memungkinkan 40


% wanita hamil dlm wkt 2 thn setelah operasi.

*kerusakan tuba yg lebih besar memerlukan anastomosis tuba, dg angka keberhasilan tdk >20 %, sedangkan melepaskan kembali ligasi tuba diikuti dg angka kehamilan 60 % *Karena hasil yg relativ yg lebih buruk (kecuali pelepasan kembali ligasi oleh tuba), pendekatan ahli alternativ, gynekologi. dg IVF

dianjurkan

beberapa

Mereka

menyatakan bahwa prosedur ini kurang iunvasif, risiko kehamilan ektopik lebih kecil & kemungkinan melahirkan anak yg sehat lebih besar.

o Teknologi bantuan reproduksi yg baru Menggunkan tekhnik IVF dan variannya dg prosedur sebagai berikut ; *Wanita diberi obat perangsang ovulasi utk menghasilkan superovulasi *Sel telur diambil dr ovarium melalui jalur transvagina di bawah pengarahan ultrason *Sel telur dipersiapkan utk pembuahan & hanya dipilih sel telur yg baik *Sperma ditambahkan in vitro pd sel telur yg terpilih *Dua (kadang2 tiga) telur yg dibuahi dipindahkan ke dalam uterus; atau ke dalam tuba Fallopi dg menggunakan tekhnik yg disebut Gamete Intrafallpoian Transfer (GIFT)

Angka keberhasilan dr sekali prosedur IVF (dlm arti bayi hidup sehat) = 10 %, sedangkan sekali prosedur GIFT berhasil kira2 20 %. Jk masing2 prosedur diulangi sbnyk 5 kali, angka menghasilkan bayi hidup kumulatif dg IVF = 40 %, dg GIFT = 50 %

o Penolakan lendir serviks (infertilitas imunologik) *Metode pengobatan yg paling tua pd laki2 adl

menggunakan kondom selama 6 bulan dg harapan antibodi sperma dpt hilang *Pengobatan lain bagi laki2 adl menggunakan

kortikosteroid dosis rendah (prednison 20 mg dua kali sehari pd 10 hari pertama siklus menstruasi wanita) selama 3 bulan; menggunakan sperma yg telah dicuci

dimasukkan ke dlm uterus; atau menggunakan tekhnik IVF / GIFT ( DASAR-DASAR OBSTETRI & GINEKOLOGI, ed : 6, DEREK LLEWELLYN-JONES )
A. Masalah sperma 1. Umum hygiene umum, mengurangi rokok dan alcohol, istirahat cukup, pengobatan penyakit krnis dan metabolic 2. Hormonal Testosterone merangsang faal kelenjar acessoir alat kelamin laki2 Gestyltesto kombinasi gestyl yang bersifat gonadotrofin dan testosterone Humogen (human menopausal gonadotropin) seperti FSH, diberikan 200 U, 2xseminggu selama 6 minggu 3. Operatif memperbaiki penutupan duktus deferens

4. Cara2 lainsentrifuge sperma B. Masalah ovulasi Tergantung pada etiologi maka dapat berupa diet, tiroid hormone, operasi. Kalau terdapat disfungsi kelenjar hipofisis dapatdiusahakan: Rebound phenomenon misalnya dnegan oral pills Karena oral pills mengandung estrogen dan pregesteron maka pembuatan gonadotropin hipofisis dihambat dan setelah oral pills dihentikan terjadi Rebound phenomenon Efek ini jug adapt diusahakan dengan pemberian aethynilestradiol 3x0,02 mg selama 21 Substitusi terapi pemberian FSH, LH Merangsang hipofisis untuk membuat FSH dan LH dengan pemberian clomiphen Clomiphen Estrogen inhibitor sehingga menambah produksi gonadotropin Merangsang hipotalamus sehingga dikeluarkan FSH dan LH releasing factor Berefek langsung pada ovarium 50 mg sehari selam 5 hari dimulai pada hari kelima dari siklus C. Masalah lendir serviks Estrogen dan antibiotik D. Masalah endometrium Progesterone, kalau ada tanda2 infeksi diberi antibiotic Ginekologi, FK UNPAD

Berbagai Teknik Perawatan Masalah Ketidaksuburan atau Infertilitas

Ada beberapa jenis perawatan untuk masalah kesuburan baik untuk pria maupun wanita. Selain bayi tabung, perawatan-perawatan berikut juga telah melalui serangkaian proses penelitian dan angka keberhasilannya cukup memuaskan bagi pasangan yang memiliki masalah kesuburan. Namun sebelum Anda menggunakan salah satu metode perawatan masalah kesuburan, sebaiknya Anda membuat riset mendalam terlebih dahulu dan berdiskusi baik kepada para ahli medis maupun kepada pemimpin agama. Beberapa kelompok agama menganggap beberapa jenis metode bayi tabung maupun inseminasi buatan termasuk melanggar hukum agama. Hal ini khususnya jika pembuahan atau pengembangan bayi dilakukan bukan di rahim ibu yang memberikan sel telur ataupun bukan menggunakan sperma yang berasal dari suami sendiri. Dengan kata lain, bagi beberapa kelompok agama, jika melibatkan pihak ketiga baik sebagai donor maupun media pembuahan yang bukan suami atau istri sah, itu sudah dianggap melanggar hukum agama. Karena itu masalah memilih perawatan ini adalah keputusan pribadi setiap pasangan dan perlu didiskusikan secara mendalam. Sebelum memutuskan memilih jenis teknik perawatan untuk masalah infertilitas atau ketidaksuburan, sebaiknya Anda bertanya secara lebih dalam kepada ahli medis yang menangani masalah Anda. Tanyakan apa saja kerugian dan keuntungan dari masing-masing teknik untuk Anda maupun pasangan. Serta tanyakan berbagai risiko yang bisa terjadi bagi Anda dan pasangan. Beberapa jenis teknik perawatan untuk masalah ketidaksuburan atau infertilitas yang memiliki tingkat keberhasilan cukup tinggi di antaranya yaitu:

Inseminasi Buatan
Inseminasi buatan atau artificial insemination (sering disingkat sebagai AI) dilakukan dengan memasukkan cairan semen yang mengandung sperma dari pria ke dalam organ reproduksi wanita tanpa melalui hubungan seks atau bukan secara alami. Cairan semen yang mengandung sperma diambil dengan alat tertentu dari seorang suami kemudian disuntikkan ke dalam rahim isteri sehingga terjadi pembuahan dan kehamilan. Biasanya dokter akan menganjurkan inseminasi buatan sebagai langkah pertama sebelum menerapkan terapi atau perawatan jenis lainnya.

GIFT (Gamete Intrafallopian Transfer)


GIFT yang merupakan singkatan dari Gamete Intrafallopian Transfer merupakan teknik yang mulai diperkenalkan sejak tahun 1984. Tujuannya untuk menciptakan kehamilan. Prosesnya dilakukan dengan mengambil sel telur dari ovarium atau indung telur wanita lalu dipertemukan dengan sel sperma pria yang sudah dibersihkan. Dengan menggunakan alat yang bernama laparoscope, sel telur dan sperma yang sudah dipertemukan tersebut dimasukkan ke dalam tuba falopi atau tabung falopi wanita melalui irisan kecil di bagian perut melalui operasi laparoskopik. Sehingga diharapkan langsung terjadi pembuahan dan kehamilan.

IVF (In Vitro Fertilization)


IVF atau In Vitro Fertilization dikenal juga sebagai prosedur bayi tabung. Mulamula sel telur wanita dan sel sperma dibuahi di media pembuahan di luar tubuh wanita. Lalu setelah terjadi pembuahan, hasilnya yang sudah berupa embrio dimasukkan ke dalam rahim melalui serviks.

ZIFT (Zygote Intrafallopian Transfer)


ZIFT atau Zygote Intrafallopian Transfer merupakan teknik pemindahan zigot atau sel telur yang telah dibuahi. Proses ini dilakukan dengan cara mengumpulkan sel telur dari indung telur seorang wanita lalu dibuahi di luar tubuhnya. Kemudian setelah sel telur dibuahi, dimasukkan kembali ke tuba falopi atau tabung falopi melalui pembedahan di bagian perut dengan operasi laparoskopik. Teknik ini merupakan kombinasi antara teknik IVF dan GIFT.

ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection)


ICSI atau Intracytoplasmic Sperm Injection dilakukan dengan memasukkan sebuah sel sperma langsung ke sel telur. Dengan teknik ini, sel sperma yang kurang aktif maupun tidak matang dapat digunakan untuk membuahi sel telur.

Hubungan KB suntik dengan kehamilan ? Kontrasepsi kombinasi

Keuntungan : menggunakan kontrasepsi pil adalah kesuburan segera kembali mengurangi rasa kejang/nyeri perut waktu haid terlindung dari penyakit radang panggul dan kehamilan di luar rahim mudah menggunakannya

mencegah anemia mengurangi resiko kanker ovarium/kandungan cocok digunakan untuk menunda kehamilan dari pasangan usia muda dan produksi ASI tidak berpengaruh untuk pil yang mengandung progesteron.

Kerugian : Pemakai harus disiplin minum PIL setiap hari. Jika tidak kemungkinan hamil tinggi dapat mempengaruhi produksi ASI untuk PIL yang mengandung estrogen dapat meningkatkan resiko infeksi klamidia/jamur di sekitar kemaluan wanita.

Efek samping:

perdarahan, terjadi bercak-bercak darah (spoting) diantara masa haid pada awal pemakaian PIL pusing, mual pada minggu-minggu pertama pemakaian ASI berkurang untuk penggunaan PIL yang mengandung estrogen perubahan berat badan kloasma/flek.

Hubungan mengkonsumsi kecambah dengan kehamilan ?

Tauge mengandung nilai gizi tinggi, murah, dan mudah didapat. Makanan yang terbentuk melalui proses berkecambah kacang-kacangan ini ternyata bisa mencegah berbagai macam penyakit dan meningkatkan kesuburan. Terlihat dengan jelas bahwa tauge merupakan sumber asam amino esensial yang sangat potensial serta dengan komposisi yang lebih baik dibandingkan dengan kedelai. Dibandingkan dengan tauge kacang hijau dan kacang tunggak, tauge kacang kedelai memiliki keunggulan dalam hal energi, protein, lemak, dan vitamin A. Namun, ditinjau dari kandungan kalsium dan fosfor, tauge kacang tunggak lebih unggul. Ketiga jenis tauge tersebut merupakan sumber vitamin C yang cukup bagus, masing-masing mengandung 15 mg per 100 gramnya. Hingga saat ini tauge dipercaya sebagai bahan pangan untuk meningkatkan kesuburan (antimandul). Kepercayaan tersebut timbul kemungkinan terkait dengan kenyataan bahwa tauge adalah sumber vitamin E (alfa-tokoferol) yang cukup potensial. Vitamin E merupakan antioksidan yang dapat melindungi sel dari serangan radikal bebas. Dengan mengonsumsi tauge, ada kemungkinan vitamin E-nya akan melindungi sel-sel telur atau spermatozoa dari berbagai kerusakan akibat serangan radikal bebas. Serangan radikal bebas pada spermatozoa kemungkinan dapat menyebabkan sel tersebut cacat. Misalnya terjadi abnormalitas pada bagian ekor atau kepala, sehingga mempengaruhi mobilitasnya (daya gerak) dalam mencapai dan membuahi sel telur. Akibatnya, sulit terjadi proses kehamilan. Sebaliknya, serangan radikal bebas pada sel telur wanita juga akan berdampak buruk, sehingga proses pembuahan tidak dapat

berlangsung dengan baik. Pada umur tertentu dari pertumbuhan kecambah terjadi peningkatan kemampuan untuk mensintesis vitamin. Peningkatan vitamin B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), piridoksin, biotin juga terjadi selama proses berkecambah. Proses berkecambah juga meningkatkan kandungan vitamin E (tokoferol) secara nyata. Vitamin E memiliki fungsi antara lain untuk meningkatkan fertilitas (kesuburan). Itulah sebabnya pasangan yang ingin segera memiliki keturunan sangat dianjurkan untuk mengonsumsi kecambah. Defisiensi vitamin E pada tikus percobaan menunjukkan terjadinya gangguan pada reproduksi, seperti keguguran pada betina hamil dan pembengkakan gonad pada tikus jantan. Fungsi lain dari vitamin E adalah sebagai antioksidan yang sangat penting bagi tubuh, antara lain untuk menghambat proses penuaan. Oleh: Prof. DR. Ir. Made Astawan, MS. Dosen Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi IPB Sebagaimana dikutip dari: http://www.gizi.net/cgibin/berita/fullnews.cgi?newsid1051083094,28560, Yang bersumber: http://www.kompas.com/kesehatan/news/0304/23/003738.htm

STEP 4 Gangguan spermatogenesis Impotensi Hipospadia epispadia Faktor yang mempengaruhi: Usia( laki dan perempuan ) Frekuensi senggama Merokok/alkohol pria wanita Gangguan ovulasi Kelainan tuba endometriosis

Infertilitas

Belum pernah hmil

Sebelumnya pernah hamil

Infertil primer

Infertil sekunder

pemeriksaan

penatalaksanaan