Anda di halaman 1dari 189

1.

IMAN, ISLAM DAN IHSAN



Sebelum lebih jauh mempelajari tentang bimbingan ibadah, marilah kita
pelajari dasar-dasar Iman, Islam dan Ihsan agar kita dapat memahami,
mengapa setiap orang muslim itu harus beribadah.
Dalam hadits yang bersumber dari Umar Radliyallahuanhu dan diriwayatan
oleh imam Muslim sebagaimana disebutkan dalam Kitab Hadits Arbain
diterangkan tentang dasar-dasar iman. Islam dan ihsan.
Diriwayatkan dari Umar, bahwa suatu ketika Rasulullah ditanya oleh Malaikat
Jibril tentang Islam, Iman, Ihsan dan hari kiyamat. Maka Rasulullah menjawab
dengan baik dan dibenarkan oleh Malaikat Jibril. Untuk lebih jelasnya marilah
kita pelajari hadits tersebut.
.`, ' ` ` = . _ , ` ` = ` ,` _ ` ` ` , ` - ` ` - ` , ,
. . , , , ` `, ` - _ ` , _ ~ ` ,, . , , ` , = _
_` - .` - ' ` ` ,` , . , . , ` ` , ' ` , ,`, . . ,` ` , ` `,
` ' ,, , = _. ` ` _ - _ . , , ` , ` _ _ ` , ` _
, `, - _ ` , = ` ,` _ . ` ` , ` - ' ` -` ,
,, , = _. ` -` . ' , = . . . ' ,` . ' `
= ` ,` _ . . _ ` ,` . , ` , ` ,` , ` . ,` , ` , . .` , ` _` - ,
` , ` , .` = ` .` ` .`, , ` '` , ` ` - . . .
. `, ` , ` - ' , = , ` ,` . ' ` , , , ` ` _ , ` ,
` , , ,` , - _ , ` ,` , , -. . ` , ` - ' . . .
. . ` - ,, ` ` , ` , ` ` , . , ` , :` ' = ` ` . ' .
' . ` ` , ` - ` , ` ' , ,` ` ,` ,` .
,` ` - , . ' , ,` , _ . . ' . , _ ' ` ` , ` - '
` .` , , = , .` . _ ` , .' , ` . =` ` , . . ,` , ` ,
` . ` _` ' , ` ' ` ` ,` _ , = . ` , . ' `, ,` - ` ` ,
` , `, ` , ` `, . , ,_
Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi
Rasulullah Shallallahualaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang
laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat
hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada
seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk
dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya
(Rasulullah Shallallahualaihi wasallam) seraya berkata: Ya Muhammad,
beritahukan aku tentang Islam ?, maka bersabdalah Rasulullah
Shallallahualaihi wasallam : Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada
Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah
utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan
dan pergi haji jika mampu , kemudian dia berkata: anda benar . Kami
semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia
bertanya lagi: Beritahukan aku tentang Iman . Lalu beliau bersabda:
Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-
rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik
maupun yang buruk , kemudian dia berkata: anda benar. Kemudian dia
berkata lagi: Beritahukan aku tentang ihsan . Lalu beliau bersabda: Ihsan
adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika
engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau . Kemudian dia berkata:
Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya). Beliau bersabda:
Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya . Dia berkata: Beritahukan
aku tentang tanda-tandanya , beliau bersabda: Jika seorang hamba
melahirkan tuannya dan jika engkau melihat se-orang bertelanjang kaki dan
dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba
meninggikan bangunannya , kemu-dian orang itu berlalu dan aku berdiam
sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: Tahukah engkau siapa
yang bertanya ?. aku berkata: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui .
Beliau bersabda: Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud)
mengajarkan agama kalian .
Dari hadits diatas dapat kita pahami tentang Isam, Iman, Ihsan.
Dasar-dasar Islam
1. Bersaksi, bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah
Utusan Allah
2. Mendirikan shalat lima waktu sehari semalam
3. Menunaikan zakat
4. Berpuasa di bulan Ramadlan
5. Menunaikan haji jika telah mampu melaksanakannya
Dasar-dasar Iman

1. Beriman kepada Allah,
2. Beriman malaikat-malaikat-Nya,
3. Beriman kepada kitab-kitab-Nya,
4. Beriman kepada rasul-rasul-Nya
5. Beriman kepada dan hari akhir
6. Beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk
Dasar-dasar Islam
Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau
melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau
Dalam Hadits dari Abi Abdirrahman Abdillah bin Umar bin Khattab yang
diriwayatkan oleh Tirmizi dan Muslim disebutkan bahwa Islam itu dibangujn
dengan lima dasar.

` ` -` , ` , ' ` ` ,` = . _ . = - ` , , ` ` , =
` .` ` , , ,, = _. = ` ,` _ ` - _ ` ` ` , :
= ` ,` _ ` -` . ' , = . . . ' , ` , . `, , ` . ` ,
` ` , . , .` , ' _ - , . . _ . ,, , ,_

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khottob radiallahuanhuma
dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahualaihi wasallam bersabda
: Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak
disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan
shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan. (Riwayat
Turmuzi dan Muslim)

Setiap orang yang beragama Islam harus menegakkan lima sendi Islam
tersebut. Belumlah dikatakan seorang itu beriman dengan ajaran Islam apabila
belum dapat membuktikannya dengan taat menjalankan rukun Islam

2. ISTILAH- ISTILAH DALAM HUKUM ISLAM

Hukum Islam atau Syariat Islam adalah peraturan-peraturan dan ketentuan-
ketentuan Agama Islam yang berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Hadist. Hukum
Islam terbagi menjadi 5 bagian, yaitu:

1. Wajib atau Fardhu. adalah kewajiban yang bila dikerjakan mendapat
pahala dan apabila ditinggalkan mendapat dosa.
Wajib / Fardhu di bagi 2, yaitu:
1) Wajib / Fardhu Ain. yaitu kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap
mukalaf (kewajiban perseorangan). contoh: shalat 5 waktu, puasa
ramadhan, dll.
2) Wajib / Fardhu Kifayah.
yaitu kewajiban yang apabila telah dilaksanakan oleh satu atau
beberapa orang saja maka orang lain tidak wajib melaksanakannya.
Akan tetapi apabila dalam suatu daerah tidak ada satu orangpun yang
melaksanakannya maka semuanya berdosa.misalnya memandikan,
mengafani, menyembahyangkan dan menguburkan jenazah.

2. Sunah
Yaitu perbuatan yang bila dikerjakan mendapatkan pahala dan bila
ditinggalkan tidak berdosa. Sunat dibagi 2, yaitu:
a. Sunah Muakkad,
Yaitu sunat yang sangat dianjurkan menger-jakannya. (karena
Rasullah selalu mengerjakannya dan jarang meninggalkannya),
contohnya sholat Tarawih, Idulfitri, Idul Adha, Tahajud, Dhuha, dan
lainnya.
b. Sunah Ghairu Muakkad
Yaitu sunat yang dianjurkan mengerjakannya, te-tapi tidak sepenting
sholat sunat muakkad. (karena rasulullah kadang - kadang
mengerjakannya dan kadang tidak). contohnya sholat sunat 2 rakaat
sebelum magrib, 4 rakaat sebelum ashar, dll.

3. Haram.
Yaitu perbuatan yang bila dikerjakan mendapat dosa dan bila di tinggalkan
mendapat pahala. contohnya berzina, meminum minuman keras, mencuri,
berdusta, durhaka kepada orang tua dan lainnya.

4. Makruh.
Yaitu perbuatan yang bila dikerjakan tidak berdosa dan bila ditinggalkan
mendapat pahala / perbuatan yang sebaiknya ditinggalkan. misalnya
merokok, memakan petai, jengkol, bawang mentah, dll.

5. Mubah.
Yaitu perbuatan yang bila dikerjakan atau di tinggalkan tidak mendapat
pahala dan tidak berdosa. contoh makan, minum, tidur.

6. Istilah-isitilah lain dalam hukum Islam

a. Mukalaf adalah orang islam yang telah dewasa yang wajib menjalankan
Hukum Islam. Batasan dewasa adalah jika seseorang tersebut
mencapai akil baligh, yakni telah Sempurna Akalnya (mampu
membedakan baik dan buruk), dan bagi laki - laki telah keluar seperma
(air mani), atau telah bermimpi bersetubuh, atau telah berusia 15 tahun.
Sedangkan bagi perempuan telah mengalami menstruasi (haid), atau
telah berusia 15 tahun.

b. Syarat. adalah ketentuan - ketentuan atau perbuatan - perbuatan yang
harus dipenuhi sebelum melakukan pekerjaan, Tanpa memenuhi
ketentuan tersebut, suatu pekerjaan dianggap tidak syah. Misalnya
menutup aurat sebelum mengerjakan sholat.

c. Rukun.adalah ketentuan atau perbuatan yang harus dipenuhi dalam
melakukan suatu pekerjaan. Tanpa memenuhi ketentuan atau
perbuatan tersebut, suatu pekerjaan dianggap tidak syah. misalnya
membaca surat al-fatihah dalam sholat.

d. Sah. yaitu syarat dan rukunnya telah terpenuhi secara benar. contohnya
shalat seseorang dianggap sah jika shalat itu dikerjakan sesuai dengan
syarat dan rukunnya yang telah ditentukan dan dikerjakan dengan
benar.

e. Batal Kembali kepada keadaan tidak suci atau tidak sempurna karena
syarat dan rukunnya tidak terpenuhi atau telah terpenuhi tetapi tidak
dilakukan secara benar.

f. Syubhat yaitu keadaan yang meragukan dalam menetapkan hukum,
seperti ragu antara halal atau haram, antara sah atau tidak sah







3. THAHARAH

3.1 . Pengertian Bersuci

Menurut bahasa, Thaharah artinya suci atau bersih. Sedangkan menurut
istilah, thaharah adalah suci dari hadast dan najis. Suci dari hadats adalah
keadaan suci setelah berwudhu, tayamum atau mandi wajib/mandi hadats,
Sedangkan suci dari Najis adalah keadaan suci setelah membersihkan najis
yang ada di badan, pakaian dan tempat,
Untuk dapat melakukan bersuci dengan baik kita harus mengetahui beberapa
hal yang berkaitan dengan hal tersebut:
a. Alat atau sarana Thaharah atau bersuci
b. Kaifiyat atau cara bersuci
c. Macam-macam najis dan cara mensucikannya
d. Macam-macam benda yang Najis dan haram

3.2 . Alat atau sarana yang digunakan dalam bersuci.

Bersuci, baik itu bersuci dari najis yamg ada pada tubuh, pakaian atau
tempat atau bersuci dari hadats kecil atau hadats besar harus dilakukan
dengan benar. Kita harus mengetahui apa saja yang dapat digunakan untuk
bersuci dan bagaimana cara menggunakannya dengan benar. Karena tidak
semua benda dapat digunakan untuk bersuci.

Ada beberapa benda yang dibolehkan untuk bersuci seperti
a. Air yang suci dan mensucikan, yaitu air yang suci dan dapat digunakan
untuk bersuci. Air yang suci dan mensucikan diantaranya, air hujan, air
laut,air sungai, air sumur, air dari mata air, air salju/es dan air embun.

b. Batu yang bersih dan berujung tiga dan benda-benda yang kesat dan tidak
tajam dan bersih dapat diguakan untuk bersuci ketika buang hajat kecil
atau hajat besar. Namun tidak dapat membersihkan bagian tubuh yang
terkena najis. Hal ini bisa terjadi bila tidak ada air untuk istinja.
3.3 . Macam-macam air

a. Air mutlak, yaitu air yang suci dan mensucikan. Air ini dapat di
minum dan dapat pula untuk bersuci Macam-macam air ini misalmya
air hujan, air embun, air laut, air sumur (mata air)dan air yang
membeku (es) yang sudah mencair. Air-air tersebut dapat
digunakanuntuk bersuci selama belum berubah keadaannya (warna,
bau dan rasanya). Air yang ada di muka bumi ini sesunguh air yang
telah diatur oleh Allah. Air yang ada dimuka bumi ini (misalnya air
laut dan danau) menguap karena panas matahari. Kemudian
mengudara dan diatas udara kermudian berubah menjadi awan yang
penhuh dengan titik-titik air. Karena perubahan suhu maka air itu
turun menjadi hujan dan airnya jatuh ke bumi, sebagian meresap
kealam bumi sebagian lainnya mengalir ke sungai, danau dan laut.

b. Air Musyammasy, yaitu air yang terkena matahari sehingga menjadi
panas. Air ini suci dan mencusikan dan dapat digunakan untuk
bersuci. Namun makruh hukumnya bila digunakan

c. Air Mustamal, yaitu air sudah pernah digunakan untuk bersuci. Air
ini tidak dapat digunakan untuk bersuci. (air bekas berwuldu atau
mandi hadats. Meskipun tampak masih bersih.

d. Air Mutannjis, yaitu air yang yang terkena najis. Bila air itu sedikit
(qolil) dan bercampur najis akan menjadi tidak suci baik menjadi
berubah rasa dan baunya atau tidak. Sedangkan air yang banyak
(katsir) bila bercampur najis menjadi tidak suci bila berubah warna,
rasa atau baunya.

Yang dimaksudkan dengan air yang sedikit (qolil) adalah air yang kurang
dari dua kulah (kurang dari 200 liter), sedanghkan air banyak (katsir) adalah
air yang lebih dari dua kulah. Air yang sedikit (kurang dari dua kulah) dapat
digunakan untuk bersuci dari najis, hadats kecil atau hadats besar selagi
belum pernah digunakan (mustamal) dan belum terkena najis (mutanjjis).
Dan menjadi makruh apabila secara terus menerus terkena sinar matahari
(musyammas). Untuk berhati-hati dalam besuci denga air yag sedikit kita
harus menjaga janga sampai bercampur air mustmal atau kemasukan
najis.

Di kamar mandi sekolah sering kita jumpai bak atau ember kecil untuk
menampung air. Air yang ada pada bak atau ember kecil itu kemungkinan
sudah bekas digunakan untuk bersuci atau telah kemasukan najis (cipratan
misalnya air pipis anak laki yang sering pipis sambil berdiri). Air yang sudah
digunakan untuk bersuci (bekas istinja, bekas mandi hadats atau bekas
wudlu tidak dapat lagi digunakan untuk bersuci (mustmal) Dan air yang
telah tekena najis juga tidak bisa digunakan untuk bersuci (mutanjjis)

Selain itu ada air yang besih tetapi tidak dapat digu-nakan untuk bersuci,
misalnya

a. Air yang pada mulanya suci dan banyak tetapi telah bercampur
dengan benda-benda bersih (tidak najis) tetapi telah berubah salah
satu sifatnya (warna, bau atau rasanya) seperti minuman olahan (air
kopi, air teh, atau minuman olahan pabrik.

b. Air yang pada mulanya suci dan banyak tetapi telah bercampur
dengan benda-benda tidak bersih (najis) dan telah berubah salah satu
sifatnya (warna, bau atau rasanya) seperti minuman air
c. Air yang sedikit (kurang dari dua kulah) yang sudah pernah digunakan
untuk bersuci (hadats kecil atau besar) atau membersihkan najis
(mustamal), meskipun tidak berubah sifatnya (warna, rasa dan
baunya) atau tidak berkurang jumlahnya (volumenya)

d. Air buah-buahan atau air yang di hasilkan dari cairan pohon (air anggur
(sari buah), air nira/tuak aren dan sebagainya)

e. Air yang suci tetapi telah berubah sifatnya karena pengaruh atau
bercampur suatu benda (air yang mengalir dan bersentuhan dengan
belerang atau mengandung zat lain yang berbahaya untuk kesehatan,
air hujan yang mengalir di sungai yang penuh najis, air tergenang telalu
lama yang berubah bau, rasa atau warnanya, atau air yang berubah
sifatnya yang di sebabkan adanya makhluk hidup di dalamnya.



3. MACAM MACAM BERSUCI

Pada dasarnya bersuci itu dibagi menjadi dua macam, yaitu bersuci dari najis dan
bersuci dari hadats

1. Bersuci dari najis

Bersuci dari najis adalah menghikangkan najis yang ada pada tubuh, pakaian,
tempat atau peralatan yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tubuh,
pakaian atau tempat yang terkana ajis tidak dapat digunakan untuk beibadah.
Oleh sebab itu kita harus mengenal, apa saja benda yang dihukumkan najis dan
bagaimana cara mensucikannya.

2. Benda-benda yang hukumnya najis
a. Bangkai makhluk darat selaian bangkai manusia, segala macam darah dan
nanah kecuali hati dan limpa. Bangkai makhluk darat itu najis dan haram
untuk dimakan. Sedangkai bangkai ikan dan belalang dihalalkan. Darah
dan nanah itu najis dan haram untuk dimakan kecuali hati dan limpa .
b. Semua benda (kotoran) yang keluar dari dubur atau qubul kecuali air mani
(seperma)
c. Semua minuman keras yang memabukkan
d. Anjing dan Babi
e. Bagian tubuh hewan yang diambil selagi masih hidup.

3. Macam-macam najis dan cara mensucikannya

a. Najis Mughollazah, seperti najisnya anjing. Cara mensucikannya adalah
dengan membasuh tujuh kali dengan salah satunya dibasuh dengan tanah.

b. Najis Mutawassithoh, yaitu najis yang tida termasuk najis berat dan ringan.
Najis ini dibagi menjadi dua macam, yaitu
Najis Hukmiyah yaitu najis yang diyakini adanya najis itu tetpi tidak
tampak zat, bau, warna atau rasanya, najis kencing yang telah
kering atau najis lain yang sudah tidak kelihatan lagi. Cara
membersihkannya cukup dengan menyiramkan atau mengalirkan air
diata tempat yang kita yakini adanya najis tersebut.

Najis Ainiyah, Yaitu najis yang tampak zat, warna atau baunya. Cara
membersihkannya dengan menghilangkan zat, bau, warna dan
baunya. Kecuali warna atau bau yang sulit sekali dihilangkan, maka
dapat dimaafkan.

Bebrpa contoh najis mutawassithoh adalah:
1. Bangkai bidatang darat yang mengalir darahnya. Termasuk didalamnya
bagian tibuh hewan yang dipotong/diambil selagi hewannya hidup.
2. Semua darah najis dan harap dimakan kecuali hati dan limpa hewan
3. Nanah baik yang kental maupun yang encer. Nanah padadasarnya
adalah darah yang membueuk
4. Muntah ( bila hanya sedikit dapat dimaafkan)
5. Semua yang keluar dari dubur atau kubul manuasiaatau hewan kecuali
air mani. Sedangkan mazi najis.
6. Arak (minuman yang memabukkan)

c. Najis Muhkaffafah, Yaitu najis yang ringan seperti najis dari kecing bayi
laki-laki yang belum makan dan minum selain air susu ibunya. Cara
membebersihkannya cukup dengan mempercikkan air ditempat yang yakini
ada najis.
4. BERSUCI DARI HADATS

Hadats disebut juga dengan najis hukmi, yaitu sesuatu yang menja-dikan
seorang muslim tidak dalam keadaan suci menurut syara. Apabila kita
berhadats, maka harus bersuci terlebih dahulu se-belum melaksanakan shalat.
Dan ibadah lain yang disyaratkan harus dalam keadaan suci dari hadats.
Bersuci dari hadats terbagi menjadi dua macam, yaitu Bersuci dari hadats
kecil yang dapat dilakukan dengan berwudlu atau bertayammum dan bersuci
dari hadats besar.yang dilakukan dengan mandi hadats atau bertayammum
bila tidak ada air atau sedang berhalangan (tidak dapat nebggunakan air untuk
mandi hadat, karena sakit atau hal lain yang dibolehkan dalam syara)

4.1. Bersuci dari hadats kecil

a. Berwudlu

Berwudlu adalah bersuci dari hadats kecil dengan memba-suh anggota badan
yang harus dibasuh menggu-nakan air yang suci mensucikan. Firman Allah
dalam surah ayat 6 dijelaskan tentang berwudlu
, _ ` , , `, ' , ` , ,` -` , , . _ ` ,` ` ,` , , `,'
` _ ` , ` -` _ ' , ` , ,` ,` , , ,` - ` , ,

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat
maka basuhlah mukamu da tanganmu sampai dengan seku, sapulah
kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kakimu.

1) Syarat sahnya wudlu
Syarat wudlu adalah hal-hal yang harus dipenuhi agar wudlu menjadi sah.
Apabila ada salah satu syarat
Syarat-syarat wudlu itu adalah :
a. Beragama Islam.
b. Mumayyiz (dapat membedakan benar atau salah)
c. Tidak berhadts besar
d. Dilakukan dengan air yang suci dan mensucikan
e. Tidak ada yang menghalangi air sampai ke bagian tubuh yang harus
dibasuh dalam berwudlu

2) Fardlu/rukun wudlu
Fardlu wudlu adalah hal-hal yang telah ditetapkan sebagai rukun dan wajib
dilakukan dalam berwudlu. Apabila salah satu rukun tidak dikerjakan maka
wudlu tidak sah. Fardlu wudlu itu adalah :
a. Niat
Niat berwudlu dilakukan ketika akan memulai melaksa-nakan wudlu.
Tanpa niat wudlu yang dilaksanakan tidak sah. Karena sesungguhnya
segala amal perbuatan itu harus derngan niat

b. Membasuh muka
Yang dimaksud dengan muka adalah bagian wajah dari bagiat atas (tempat
tumbuh rambut) sampai dengan leher dan mulai dari anak telinga kiri
sampai dengan anak telinga kanan. Semua yang ada/tumbuh dibagian
wajah harus dibasuh dengan merata, misalnya kumis dan jenggot.

c. Membasuh dua tangan sampai ke sikut
Yang dimaksud dengan tangan disini adalah bagian lengan mulai dari ujung
jari tangan sampai atas sikut.

d. Menyapu bagian kepala
Bagian kepala yang disapu adalah bagian yang tumbuh rambut, bagian
belakang, depan atau samping. Tidak harus seluruh kepala dibasuh,
namun boleh dibasuh seluruhnya.

e. Membasuh dua kaki sampai kemata kaki
Kaki yang dibasuh adalah mulai ujung jari kaki sampai dengan mata kaki

f. Tertib
Yang dimaksud dengan tertib adalah dilakukan sesuai dengan urutannya,
mulai dari niat sampai dengan membasuh kaki tanpa terputus/terhenti
hingga kering air pada bagian anggota wudlu yang telah dibasuh.
3) Sunnah-sunnah wudlu
Sunah Wwudlu adalah hal-hal yang dianjurkan untuk dilakukan dalam
berwudlu. Apabila tidak dikerjakan maka wudlu tetap sah. Sunnah-sunnah
wudlu itu adalah:
a. Membaca basmalah sebelum melakukan wudlu
b. Membersihkan tangan sampai pergelangan
c. Berkumur
d. Memasukkan sedikit air ke hidung (dan mengeluarkannya kembali)
e. Menyapu seluruh kepala (waktu membasuh kepala)
f. Membasuh kedua telinga bagian luar dan dalam
g. Menyilang-nyilangkan jari ketika membasuh dua tangan dan dua kaki
aga benar-benar merata terkena air.
h. Mendahulukan membasuh anggota badan yang kanan
i. Membasuh tiap anggota tubuhyang dibasuh dalam wudlu dengan
berulang tiga kali.
j. Membasuh anggota wudlu berturut-turut tanpa henti
k. Tidak meminta pertolongan orang lain dalam berwudlu kecuali
terpaksa.
l. Tidak dikeringkan (digosok sampai kering)
m. Menggosok-gosok dengan teliti anggota wudlu sehingga yakin benar
terkena air.
n. Menjaga percikan air tidak terka kembali ketubuh
o. Bersiwak (menggosok gigi)
p. Membaca dua kalimah syahadah dan menghadap kiblat ketika
berwudlu
q. Membaca doa setelah berwudlu

.` ` ,` _ , ` ` ` ` -` .` ,` , ` :`, , . ` ` - , = . . . ` ,` '
`, ,` , = ' ` ` -, ` , ,` ,` ` _ ` - ` ,` , , , , ~ ,_
,

Aku bersaksi, bahwa tidak ada tuha selain Allahyanh esa dan tidak ada
sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba
dan Rasul-Nya. Ya Allah jadikanlah aku orang yang (suka )bertobat dan
jadikalna kau orang yang suci.

4) Yang membatalkan wudlu

Hal-hal yang membatalkan wudlu adalah segala sesuatu yang terjadi pada
orang yang telah berwudlu sebagaimana telah ditetapkan dalam hukum
fiqih, yaitu :
a. Keluar sesuatu dari kubu atau dubur (berupa cair, padat gas)
b. Hilang akal/ingatan karena gila, epilepsi/ayan, pingsan atau tertidur.
Apabila tertidur dalam keadaan duduk bersila dan tetap sehingga pintu
dudurnya tertutup, maka orang itu tidak harus berwudlu
c. Bersentuhan kulit antara lelaki degnan perempuan yang bukan muhrim
d. Menyentuh kubul atau dubur dengan telapak tangan sengaja atu tidak
sengaja

1. Perbuatan yang dilarang apabila berhadats kecil

Apabila kita berhadats kecil ( tidak punya wudlu) maka kita dilarang ;
a. Melaksanakan shalat
` . = , . '` . , , _` - . ` - ,, _- ,_
Artinya : Allah tidak menerima shalat salah seorang dari kamu bila ia
berhadats sampai ia berwudlu

b. Tawaf
` , - = . . . ` , = . , `
,- ,_ ,` , - , . ` , ,
Artinya : Thawaf itu shalat, hanya saja Allah menghalalkan berbicara
apabila berbicara maka berbicaralah dengan baik

c. Membawa, menyentuh Mushaf (Al Quran) sedangkan menurut
pendapat ulama lain boleh menyentuh atau membawa Al Quran

5. PRAKTIK BERWUDLU

1. Niat melaksanakan wudlu ketika akan memulai
_ = , ` . . . - _ , .` ,` .` , ` .`, ,
"Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil, karena Allah Ta'ala."

2. Mencuci kedua telapak tangan hingga pergelangan
sampai bersih, dengan mempertemukan telapak tangan
kanan dengan tangan kiri.

3. Berkumur-kumur 3 kali, hingga mulut bersih dari sisa-sisa makanan. Air yang
dimasukan ke mulut lalu dibuang. jangan ada yang tertelan.

4. Membersihkan lubang hidung
dengan cara menghisap air kedalam hidung, lalu
menge-luarkannya kembali sebanyak 3 kali.
Point 3 dan 4 dapat pula dilakukan berbarengan ,
berkumur-kumur sambil menghirup air ke dalam
hidung. cara inilah yang paling baik.

4. Membasuh Muka 3 kali, caranya:

Mengangkat kedua telapak tangan (yang berisi air)
tersebut ke muka. Pada saat air telah sam-pai
dimuka, hati meng-ucapkan niat
berwudlu

5. Membasuh kedua tangan:
Membasuh tangan kanan, mulai dari ujung jari sampai
siku (siku harus dibasuh, dan dilebihkan sedikit) sampai
rata, 3 kali.


6. Mengusap sebagian kepala, baik yang diusap itu kulit
kepala maupun bagian rambut yang ada dalam kepala.
3 kali walau hanya selebar ubun-ubun.

7. Mengusap kedua telinga bagian ba-
gian luar dan bagian dalamnya dengan memasukan
telunjuk kelubang telinga, menggerak-gerakannya
pada lipatan-lipatan telingadan dan ibu jari pada
telinga bagian luar.
8. Membasuh kedua kaki:
Membasuh kaki kanan serta kaki (mata kaki wajib di
basuh dan dilebihi sedikit, 3 kali) sambil menyisipkan
jari-jari tangan diantara jari-jari kaki(menyilang
nyilangi)


9. Membaca doa:
. ` ,` , ` :`, , . ` ` - , = . . . ` ,`
` ` ,` _ , ` ` ` ` -` . ` , ,` ,` ` ` - ` ,` ,
` ` ` - , `, ,` , = ' ` ` - ,
` , - ` .
"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah sendiri, tak ada sekutu bagi-
Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan
utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang - orang yang suka
bertobat. Dan jadikanlah aku termasuk hamba-hamba mu yang shaleh.




6. BERTAYAMMUM








Tayammum adalah bersuci dengan debu baik untuk bersuci dari hadats kecil
(pengganti wudlu) atau hadats besar. Tayamum dilakukan dengan membasuh
wajah dan kedua tangan dengan debu hingga merata. Hal ii disebutkan dlam
surah al Maidah ayat 6

. ` ` ,` ` ` , ` , ` ` - . -` , , _ ` , _ .` , ` ,` ` . ,
` ` ` , `, `, , ` , ` ,` -` , , ,` - ` ` , ~ ` , . ` ,` , . ,` - ` ,

Artinya : Dan apabila kau sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat
buang air atau bersentuhan dengan perempuan lalu kamu tidak mendapatkan air
maka hendaklah kamu bertayammum dengan tsanah suci basuhlah wajah dan
kedua tanganmu dengan tanah tersebut ..

Untuk bersuci dari hadats besar cukup dengan bertayammum seperti seperti
pengganti wudlu (tidak perlu mandi debu)

6.1. Sebab-sebab dibolehkannya bertayammum
a. Uzur karena skit, apabila terkena air maka penyakitnya tidak sembuh.
b. Karena dalam perjalanan
c. Karena tidak ada air

6.2. Syarat-syarat Tayammum
a. Sudah masuk waktu shalat, tetapi tidak mendapatkan air untuk
berwudlu.
b. Sudah berusaha mendapatkan air untuk berwudlu tetapi tidak
didapatkan
c. Dengan tanah/debu yang suci
d. Menghilangkan najis

6.3. Fardlu/rukun tayammum
a. Niat
b. Membasuh wajah dengan debu
c. Membasuh kedua tangan dengan debu
d. Tertib (urutannya)

6.4. Sunnah-sunnah Tayammum
a. Membaca basmalah
b. Menepis debu yangada di telapak tangan agar dengan tertinggal lebih
sedikit
c. Membaca syahadatain setelah melaksanakan tayammum

6.5. Yang membatalkan tayammum
a. Semua yang membatalkan wudlu juga membatalkan tayammum
b. Telah mendapatkan air.

6.6. Beberapa hal yang berkaitan dengan tayammum
a. Orang yang shalat dengan bertyammum tidak wajib mengulang shalatnya
bila mendapatkan air.
b. Orang yang bersuci dari hadats besar dengan berta-yammum wajib
mandi bila setelah mendapatkan air.
c. Satu kali tayammum dapat digunakan untuk beberapa shalat wajib atau
sunnah
d. Boleh bertayammmum karena luka (dibalut)
e. Boleh bertyammum karena suhu sanbgat dingin

6.7. Perbuatan yang dilarang apabila berhadats kecil
Apabila kita berhadats kecil maka kita dilarang ;
a. Melaksanakan shalat
` . = , . '` . , , _` - . ` - ,, _- ,_
Artinya : Allah tidak menerima shalat salah seorang dari kamu bila ia
berhadats sampai ia berwudlu

b. Tawaf
,` , - , . ` , , , ` ` , - = . . . ` , =
,- ,_

Artinya : Thawaf itu shalat, hanya saja Allah menghalalkan berbicara
apabila berbicara maka berbicaralah dengan baik

d. Membawa, menyentuh Mushaf (Al Quran) sedangkan menurut pendapat
ulama lain boleh menyentuh atau membawa Al Quran















PRAKTIK BERTAYAMMUM

1. Memilih debu yang bersih dengan memisahkannya dari yang kasar atau
benda lain yang berbahaya bila disapukan pada wajah dan tangan. Debu
yang kita gunaka harus bersih dari segala najis
2. Niat, bersamaan mengusap wajah
_ = .` , ` . - ` . ,' ,` ` .`, ,
Aku niat melakukan tayammum agar dapat mengerjakan shalat, fardlu
karena Allah taala.

3. Memukulkan telapak tangan ke tanah/debu hanya 2 kali. Sekali untuk
mengusap wajah dan sekali untuk mengusap dua tangan

4. Menugsap wajah satu kali dengan tepukan debu
yang pertama sampai diyakini telah merata
keseluruh wajah.

5. Menusap kedua tangan dengan debu yang ditepuk
pada tepukan dekuda untuk kedua tangan satu kali
usapan.

(mengusap hanya satu kali, tidak boleh diulang ulang
seperti dalam wudlu)
7. BERSUCI DARI HADATS BESAR

Mandi Hadats, adalah mandi yang dilakukan untuk menghilangkan hadas
besar karena adanya sebab-sebab yang harus disucikan dengan mandi hadats
. Dalam syariah ghusl (mandi Hadats) bermakna mengalirkan air ke seluruh
badan dengan niat tertentu. Wajib mandi bagi orang yang berhadats besar
diterangkan dalam surah An Nisa ayat 43

,` ` _ - _ ` ` ,` ' , . ,` , , . ,` , , `, ' , ., ,
, ` _ - , , , . ` `- . ,

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu
dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,
(jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali
sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.
Disebutkan dalam surah al Maidah ayat 6

,` , , ~ ` ` - ` ,` . ,

dan jika kamu junub maka mandilah

7.1. Yang menyebabkan harus manda hadats

Hal-hal yang menyebabkan hadas besar dan mengharuskan mandi junub
ada 6 (enam) yaitu:
1. Senggama (jimak)
2. Keluar sperma (mani)
3. Mati.
4. Haid
5. Nifas.
6. Melahirkan.

7.2. Rukun manda hadats
Rukun atau fardhu-nya mandi hadas ada 3 (tiga) yaitu:
1. Niat
2. Menghilangkan najis apabila ada pada anggota badan.
3. Menyiramkan air pada seluruh rambut dan kulit tubuh

7.3. Sunnah-sunnah mandi hadats
Sunnahnya pelaksanaan mandi jinabah ada 5 (lima) sebagai berikut:

1. Membaca bismillah
2. Berwudhu sebelum mulai mandi.
3. Mengusapkan tangan pada badan.
4. Bersegera.
5. Mendahulukan yang kanan dari yang kiri.

Tentang cara mandi hadats diterangkan dalam hadits riwayat Bukhari
_ .' '.,, '.,, , .,, ', .,- .
_ .., , ., ,.' -, ..' ,.' -, , ..
,, , .,,, , . '_ - _ .'

Artinya: bahwasanya Nabi Muhammad apabila mandi jinabah ia memulai
dengan membasuh kedua tangannya kemudian wudhu seperti wudhu untuk
shalat lalu memasukkan jari-jarinya ke dalam air kemudian menyisirkannya ke
pangkal rambut kemudian mengalirkan air ke kepalanya tiga cawukan dengan
kedua tangannya kemudian meratakan air pada seluruh kulit badannya.

7.4. Mandi yang hukumnya sunnah

1. Mandi untuk shalat Jum'at
2. Mandi sebelum Shalat Idul Fitri dan Idul Adha.
3. Mandai sebelum Shalat Istisqa' (minta hujan).
4. Mandi sebelum Shalat gerhana bulan.
5. Mandi sebelum Shalat gerhana matahari.
6. Mandi setelah memandikan mayit.
7. Mandi Orang kafir yang masuk Islam.
8. Mandi Orang gila dan ayan (epilepsi) setelah sembuh.
9. Mandi sebelum ihram.
10. Mandi sebelum Masuk Makkah.
11. Mandi sebelum Wuquf di Arafah.
12. Mandi sebelum Menginap (mabit) di Muzdalifah.
13. Mandi sebelum Melempar jumrah yang tiga.
14. Mandi sevelum Tawaf.
15. Mandi sebelumSa'i

7.5. Niat Mandi hadats

Niat mandi hadats besar sebenarnya cukup dengan
- _ , ` ` ` .`, , , ' . _ .` ,
Artinya: Saya niat mandi junub untuk menghilangkan hadas besar fardlu
karena Allah. Namun ada baiknya kita khususkan niat mandi hadats sesuai
dengan apa yang akan kita lakukan, apakah untuk Junub, haid, nifas atau
lainnya

1. Hadas besar karena keluar sperma atau bersetubuh

_ .` , , - , ' . - _ , ` ` ` .`, ,

Artinya: Saya niat mandi junub untuk menghilangkan hadas besar junub
karena Allah.

2. Hadas besar karena haidl:

_ .` , ` , - , ' . - _ , ` ` ` .`, ,
Artinya: Saya niat mandi junub untuk menghilangkan hadas besar haidl
karena Allah.

3. Hadas besar kerena nifas

, ' . - _ , ` ` ` .`, , _ .` ,

Artinya: Saya niat mandi junub untuk menghilangkan hadas besar nifas
karena Allah.

4. Hadas besar kerna melahirkan (wiladah)

_ .` , , , ' . - _ , ` ` ` .`, ,

Artinya: Saya niat mandi junub untuk menghilangkan hadas besar melahirkan
karena Allah.

8. ISTINJA

8.1. Pengertian Istinja
Istinja adalah bersuci setelah buang hajat kecil atau besar. Orang yang tidak
beristinja setelah buang hajat besar atau kecil ia dikatakan tidak bersih dan kelak
akan mendapat azab kubur.

. ` ` - ` . , `, ` ,` `, , , ` , , , ` , = ` _ . ` `
, ` , , ` ` ,` ` , . . ` , - . ` , ` , ` , ` ` ,

Sesungguhnya Rasulullah SAW berjalan memalui dua buah kubur/makam. Ketika
itu Rasulullah berkata : Kedua orang penghuni kubur itu mendapat siksa.
Seorang disiksa karena berjalankesana kemari untuk mengadu domba orang lain
dan satu lainnya disiksa karena tidak beristinja setelah buang hajat kecil.
Beristinja biasanya dilakukan dengan air yang suci dan mensucikan. Dalam
beristinja kita juga harus membersihkan bagian tubuh kita yang terkena kotoran
(pipis atau tinja) sampai hilang zat (kotoran), bau dan bekas warnanya. Bila masih
ada satu diantara ketiganya itu maka istinja dan membersihkan najis yang kita
lakukan belum sah. Apabila tidak ada air, beristinja dapat dilakukan dengan
menggunakan batu dan sah hukumnya bila dilakukan dengan tiga batu atau satu
batu yang memiliki tiga sisi atau tepi.
` ,, _- ,_ ,` , ` , ` - ` , ` , ` - , ` -
Apabila salah seorang dari kami beristinja dengan batu maka hendaklah ganjil.
Apabila tidak ada batu dapat dilakukan dengan benada lain yang bersih, kesat.
Tidak sah beristinja dengan batu yang tidak bersih, dengan batu atau benda yang
licin dan tidak sah beristinja dengan benda yang dihormati, seperti makanan atau
dengas benda yang tajam.

, -` ` . , , ` , = `_ . = ` ,` _ , . ` , ` . `
, ,_ _ -` -

Berkata sulaiman (seoranh sahabat) sesunggunmya kami dilarang beritinja
dengan batu kurang dari tiga batu
Beristinja dengan batu dapat dilakukan apabila kotorannya tidak mengenai bagian
tubuh lain disekitar tempat keluarnya. Sedangkan bagian tubuh lain yang terkena
kotoran harus dibersihkan dengan air.
Setelah selesai buang air hendaklah berdoa setelah istinja

- , ` -` , ` ` . - , ` ` ` ,.` , ~ ` ,` ,
Artinya : Ya Allah sucikanlah hatiku darisifat munafik dan jagalah kemaluanku dari
perbuatan keji

8.2. Adam keluar masuk kamar kecil (WC)

Ada beberapa ketentuan yang harus ditaati oleh setiap orang muslim dalam buag
hajat besar atau hajat kecil;
a. Hendaknya memakai alas kaki seprti yang dilakukan Rasulullah pada
setiap masuk kamar kecil
b. Mendahulukan kaki kiri pada waktu masukdan mendahulukan kaki kanan
ketika keluar kamar kecil
c. Hekdaknya tidak memakai atau membawa benda yang bertuliskan Lafaz
Allah atau Rasulullah dan tidak membaca ayat Al Quran.
d. Hendaknya tidak berbicara, kecuali dalam keadaan angat penting, tidak
berzikit,menjawab salam dan menjawab azan
e. Tidak boleh buang hajat di air tergenang kecuali di genangan air yang
luas.
f. Hendaknya tempat buang hajat itu jauh dari tempat orang, sehingga
baunya tidak mengganggu
g. Tidak boleh buang hajat kedalam lubang, karena dikhawatirkan ada
binatang di dalamnya.
h. Tidak boleh buag hajat di tempat pemberhentian/ istirahat dalam
perjalanan, kecuali disediakan tempat khusus yang terpelihara.
i. Tidak buang air di bawah pohon yang sedang berbuah
j. Tdaik buaang air kecil sambil berdiri
k. Bila buang air di tempat terbuaka hendaknya tidak menghadap atau
membelakangi kiblat
l. Tidak membersihkan kotoran dengan tangan kanan
m. Hendaknya membca doa sebelum masuk
= ,` , . - , .` - : , ` ,` ` ` ` ,` ,
Artinya : Dengan menyebut nama Allah, ya allah aku berlindung kepada-Mu dari
godaan setan laki-laki dan perempuan.
doa sesudah keluar kamar kecil (WC)
. ` ` . ` = ` ` - ` ,
Artinya : Segala puji bagi Allah yag telah menghilangkan kotoran yang
menyakitkanku dan telah member kesehatan kepadaku
Istinja adalah bersuci setelah buang hajat kecil atau besar. Biasanya beristinja
dilakukan dengan air. Istinja yang baik adalah pertama dilakukandengan batu
kemudian dilanjutkan dengan air. Orang yang tidak beristinja setelah buang hajat
besar atau kecil ia dikatakan tidak bersih dan kelak akan mendapat azab kubur.

`, , , ` , , , ` , = ` _ . ` ` . ` ` - ` . , `, ` ,`
` , , ` ` ,` ` , . . ` , - . ` , ` , ` , ` ` ,

Sesungguhnya Rasulullah SAW berjalan memalui dua buah kubur/makam. Ketika
itu Rasulullah berkata : Kedua orang penghuni kubur itu mendapat siksa.
Seorang disiksa karena berjalankesana kemari untuk mengadu domba orang lain
dan satu lainnya disiksa karena tidak beristinja setelah buang hajat kecil.(HR.
Muttafaqunalaih)
Beristinja biasanya dilakukan dengan air yang suci dan mensucikan. Dalam
beristinja kita juga harus membersihkan bagian tubuh kita yang terkena kotoran
(pipis atau tinja) sampai hilang zat (kotoran), bau dan bekas warnanya. Bila masih
ada satu diantara ketiganya itu maka istinja dan membersihkan najis yang kita
lakukan belum sah.
Apabila tidak ada air, beristinja dapat dilakukan dengan menggunakan batu dan
sah hukumnya bila dilakukan dengan tiga batu atau satu batu yang memiliki tiga
sisi atau tepi.
, ` , ` - ` , ` , ` - , ` - ` ,, _- ,_ ,`
Apabila salah seorang dari kami beristinja dengan batu maka hendaklah ganjil.
Beristinja dengan batu dapat dilakukan apabila kotorannya tidak mengenai bagian
tubuh lain disekitar tempat keluarnya. Sedangkan bagian tubuh lain yang terkena
kotoran harus dibersihkan dengan air.
Setelah selesai buang air hendaklah berdoa setelah istinja
- , ` -` , ` ` . - , ` ` ` ,.` , ~ ` ,` ,
Artinya : Ya Allah sucikanlah hatiku darisifat munafik dan jagalah kemaluanku dari
perbuatan keji



AZAN DAN QAMAH

Secara bahasa adzan berarti pemberitahuan atau seruan. Melakukan azan dan
iqamah untuk shalat lima waktu dan shalat Jumat adalah sunnah. Kaum muslimin,
sesung-guhnya, tidak memerlukan panggilan yang sangat untuk mengerjakan
shalat. Mereka akan segera berangkat shalat dengan sendirinya begitu waktunya
telah datang. Sedemikian, sehingga azan sebagai tanda masuk waktu shalat
hukumnya sunnah.

a. Sejarah adzan dan iqamah
Adzan mulai disyariatkan pada tahun kedua Hijriah. Mulanya, pada suatu hari
Nabi Muhammad SAW mengumpulkan para sahabat untuk memusyawarahkan
bagaimana cara memberitahu masuknya waktu salat dan untuk mengajak kaum
muslimin datang ke masjid untuk melakukan salat berjamaah. Di dalam musya-
warah itu ada beberapa usulan. Ada yang mengusulkan supaya dikibarkan
bendera sebagai tanda waktu salat telah masuk. Apabila benderanya telah
berkibar, hen-daklah orang yang melihatnya memberitahu kepada umum. Ada
juga yang mengusulkan supaya ditiup trompet seperti yang biasa dilakukan oleh
pemeluk agama Yahudi. Ada lagi yang mengusulkan supaya dibunyikan lonceng
seperti yang biasa dilakukan oleh orang Nasrani. ada seorang sahabat yang
menyarankan bahwa manakala waktu salat tiba, maka segera dinyalakan api pada
tempat yang tinggi sehingga orang-orang melihat dan tahu waktu shalat telah
masuh. Semua usulan yang diajukan itu ditolak oleh Nabi, tetapi beliau
menetapkan lafal seruan dengan assalatu jamiah (marilah salat berjamaah).
Ada usul dari Umar bin Khattab agar ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai
pemanggil untuk salat pada setiap masuknya waktu salat dan saran itu bisa
diterima oleh semua sahabat dan Nabi Muhammad SAW.

b. Asal Muasal Azan dan Iqamah
Lafas azan dan iqamah berdasar pada hadits Abdullah bin Zaid : Ketika
Rasulullah memerintahkan penggunaan lonceng untuk memanggil orang
berkumpul untuk shalat, maka dalam tidurku, aku bermimpi ada seseorang
yang mengelilingiku dengan memanggul lonceng di tangannya, lalu aku
berkata kepadanya: Wahai, hamba Allah. Apakah kamu menjual lonceng
itu? Maka ia menjawab: Hendak engkau apakan ia? Maka aku menjawb:
Memanggil orang shalat dengannya. Lalu orang tersebut menyatakan:
Maukah engkau, aku tunjukkan yang lebih baik dari itu? Aku menjawab: Ya,
mau. Maka ia mengatakan : Katakanlah:

= ` , ' = ` , ' . = ` , ' = ` , ' . . ' ` ,` ' . . . = ` ,` ' . '
. . . = ,` _ ` -` . ' ` ,` ' = ,` _ ` -` . ' ` ,` ' . =
- ` . _ ` ` . _ ` - : _ ` - _ _ ` - _ . =
` , ' = ` , ' . . =
Ia berkata: Kemudian orang tersebut muncul tidak jauh dariku, kemudian
menyatakan: Dan jika engkau melakukan iqamah, (maka) katakanlah
= ` , ' = ` , ' . . ' ` ,` ' . . . = ,` _ ` -` . ' ` ,` ' . =
` . _ ` - . _ ` - _ . . ` ` . . ` ` . .
= ` , ' = ` , ' . . =

Ketika subuh, aku menjumpai Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan
menceritakan mimpiku tersebut. Lalu Beliau Shallallahu alaihi wa sallam
menyatakan: Sungguh, itu adalah mimpi yang benar, insya Allah. Maka
pergilah ke Bilal dan ajarkanlah apa yang engkau lihat, lalu hendaklah Bilal
mengumandangkan adzan dengannya, karena ia lebih keras suaranya
darimu. Lalu aku menemui Bilal dan mengajarkan kepadanya, dan iapun
adzan dengannya. Lalu Umar bin Khaththab mendengar hal itu di dalam
rumahnya, lalu ia keluar menyeret selendangnya dan menyatakan: Demi
Dzat yang mengutus engkau dengan benar, wahai Rasulullah, sungguh
akupun melihat apa yang ia lihat dalam mimpi. Maka Rasulullah Shallallahu
alaihi wa sallam menyatakan : Alhamdulillah"



9. PRAKTEK AZAN DAN IQAMAH

a. Adab melaksanakan azan dan iqamah
Adapun adab melaksanakan azan menurut jumhur ulama ialah:
1. muazin hendaknya tidak menerima upah dalam melakukan tugasnya;
2. muazin harus suci dari hadas besar, hadas kecil, dan najis;
3. muazin menghadap ke arah kiblat ketika mengumandangkan azan;
4. ketika membaca hayya ala as-salah muazin menghadapkan muka dan
dadanya ke sebelah kanan dan ketika membaca hayya ala al-falah
menghadapkan muka dan dadanya ke sebelah kiri;
5. muazin memasukkan dua anak jarinya ke dalam kedua telinganya;
6. suara muazin hendaknya nyaring;
7. muazin tidak boleh berbicara ketika mengumandangkan azan;
8. orang-orang yang mendengar azan hendaklah menyahutnya secara perlahan
dengan lafal-lafal yang diucapkan oleh muazin, kecuali pada kalimat hayya ala
as-salah dan hayya ala al-falah yang keduanya disahut dengan la haula wa la
quwwata illa bi Allah (tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah);
9. setelah selesai azan, muazin dan yang mendengar azan hendaklah berdoa
b. Menjawab azan Azan danI qamah
1. Apabila kita mendengar suara azan, kita disunnahkan untuk menjawab azan
tersebut sebagaimana yang diucapkan oleh muazin, kecuali apabila muazin
mengucapkan "Hayya alash shalah", "Hayya alal falah", dan "Ashsalatu
khairum minan naum" {dalam azan Subuh).

2. Bila muazin mengucapkan "Hayya alash shalah" atau "Hayya alal falah",
disunnahkan menjawabnya dengan lafazh "La haula wa la quwwata illa billahil
'aliyyil 'azhim" yang artinya "Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan
pertolongan Allah".

3. Dan bila muazin mengucapkan "Ashsalatu khairum minan naum" dalam azan
Subuh, disunnahkan menjawabnya dengan lafazh "Shadaqta wa bararta wa
ana 'ala dzalika minasy syahidin" yang artinya "Benarlah engkau dan baguslah
ucapanmu dan saya termasuk orang-orang yang menyaksikan kebenaran itu".

c. Lafaz Azan
` , ' = ` , ' = .
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
= . . . ' ` ,` ' = . . . ' ` ,` ' .
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Aku bersaksi bahwa tiada tuhan
selain Allah
` -` . ' ` ,` ' = ` ,` _ . = ` ,` _ ` -` . ' ` ,` ' .
Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah, Aku bersaksi bahwa
Muhammad adalah Utusan Allah

` . _ ` - ` . _ ` -
Marilah laksanakan sholat, Marilah laksanakan sholat

_ _ ` - _ _ ` -
Marilah menuju kemenangan, Marilah menuju kemenangan

` , ' = ` , ' = . = . .
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada tuhan selain Allah

d. Lafaz Iqamah
= ` , ' = ` , ' .
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

= . . . ' ` ,` '
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Aku bersaksi bahwa tiada tuhan
selain Allah
= ` ,` _ ` -` . ' ` ,` ' .
Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah, Aku bersaksi bahwa
Muhammad adalah Utusan Allah
` . _ ` -
Marilah laksanakan sholat, Marilah laksanakan sholat
_ _ ` -
Marilah menuju kemenangan, Marilah menuju kemenangan
` . . ` , ` . . ` ,
Shalat akan segera dilaksanakan/ Berdirilah untuk Salat,
` , ' = ` , ' = . = . .
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada tuhan selain Allah

e. Doa sesudah Azan

Berikut ini adalah Doa setelah Adzan yang disertai hadistnyaTelah menceritakan
kepada kami Ali bin Ayyasy berkata, telah menceritakan kepada kami Syuaib bin
Abu Hamzah dari Muhammad Al Munkadir dari Jabir bin Abdullah, bahwa
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa berdoa setelah
mendengar adzan: (dengan membaca)
` . _ ` ,` , ` . , ` ` ,` ` ` -` . . , . , , ,
` ` , ,` ` - ` ` , ,

(Ya Allah. Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, dan Pemilik shalat yang akan
didirikan ini, berikanlah wasilah (perantara) dan keutamaan kepada Muhammad.
Bangkitkanlah ia pada kedudukan yang terpuji sebagaimana Engkau telah
jannjikan) .
Maka ia berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.











10. SHALAT
1. Sholat Fardlu

Allah SWT mewajibkan shalat lima waktu bagi orang yag telah berakal dengan
waktu-waktunya yang juga telah detetaplan.
` , ` , , ` , ` , ' _ ` . ,` . .
Artinya : Sesungguhnya shalat itu diwajibkan kepada orang-orang beriman
menurut waktu yang ditentukan (Annisa 103)

_ = , , , ` , = ` _ . = ` ,` _ ` , ` - . ,` . ` , ` `
` , , ` ,, ` ` - , - _` - .` , ` -` ` '` , ` ` - _ _ ` , .
,

Artinya : Telah diwajibkan kepda ummatku pada malam Isra untuk melaksanakan
shalat limapuluh waktu (shalat) maka berulang saya kebali kepada Allah dan
memohon keringanan sehingga dijadikannya lima waktu sehari semalam.

Karena sangat pentingnya shalat lima waktu, sampai-sampai Rasulullah
memerintahkan untuk mendidik anak-anak dalam melaksanakan shalat agar telah
terbiasa malaksanakannya setelah mereka dewasa nanti.

, , ` , = ` _ . = ` ,` _ ` , _` _ , ` . , ` ` . ,' ,`
,` , ` ` ,` , ,` . ` , ,` _ , , , ,_

Artinya : Telah bersabda Rasulullah SAW : Perintahkanlah anak-anak
melaksanakan shalat apabila ia telah berusia 7 tahun, maka apabila telah
mencapai usia 10 tahun ia meninggalkan shalat maka pukullah (HR. Tirmizi)

1.1. Waktu shalat fardlu
a. Waktu Sholat Zuhur
,` , = ` . , , , ` , = ` _ . = ` ,` _ ` , ` ` . _ ` , -
, ,_ ` ,` . ,` .` -,

Artinya : : Telah bersabda Rasulullah SAW :Waktu shalat zuhur adalah ketika
tergelincir matahari ke sebelah barat selama bekum datanbf waktu Ashar

b. Wqaktu shalat Ashar
= ` ,` _ ,_ ` ` .` ,` ` , ,` . ` . , , , ` , = ` _ .
,
Artinya : : Telah bersabda Rasulullah SAW :Waktu shalat Ashar adalah sebelum
terbenam matahari

c. Waktu Shalat Maghrib
, ` , = ` _ . = ` ,` _ , ,_ ` ` . , ` , . ,` ' ` . , ,
Artinya : : Telah bersabda Rasulullah SAW : Waktu shalat maghrib adalah
sebelumhilang syafaq

d. Waktu Shalat Isya

` , , ` ,` ` ` , , , ` , = ` _ . = ` ,` _ _ , ` `
, ,_ ,` - . ` . , ` -` , _` - ` . .`, ` ,
Artinya : : Telah bersabda Rasulullah SAW :Tidur itu tidak sia-sia tetapi yang sia-
sia adalah orang yang tidak melaksanakan shalat (isya) sampai datang waktu
shalat berikutnya (subuh, yaitu waktu terbit fajar)

e. Waktu Shalat Subuh

_, ~ ` _` ` . ` . ` . , , , ` , = ` _ . = ` ,` _
, ,_ ` ` _ = ` , ,` -

Artinya : : Telah bersabda Rasulullah SAW :Waktu shalat subuh adalah mulai
terbit fajar sampai terbit matahari

Saat ini waktu-waktu yang digunakan untuk mengumandangkan azan shalat telah
ditetapkan berdsarkan perhitungan peredaran bumi terhadap matahari sehingga
kita tidak perlu lagi mengukur bayang-bayang, melihat terbenam matahari, melihat
terbit fajar dan lainnya.
Bahkan dapat diatur secara otomatis, seperti pada alat azan otomatid dan telepon
genggam.

1.2. Syarat Wajib Sholat

a. Beragama Islam.
Orang yang tidak beragama Islam tidak di tuntut melaksanakan shalat di dunia
ini, akan tetapi mereka akan diazab kerena tidak beriman kepada Islam. Bagi
orang yang sudah baligh dan berakal tetapi belum memeluk Islam, kemudian ia
memeluk Islam maka tidak wajib meng kodlo shalat semasa dia belum
memeluk Islam

b. Baligh
Baligh dapat dikehui dengan salah salah satu berikut ini
Telah mencapai usia 15 tahun
Pernah keluar mani (sperma)
Pernah mimpi bersetubuh
Telah datang haidl bagi wanita

c. Berakal

Orang yang sejak lahir tidak normal akal pikirannya kemudian ia sudah baligh
maka orang itu tidak wajib shalat dan orang yang tidak normal akal pikirannya
setelah ia baligh maka ia juga tidak wajib shalat, misalnya orang yang
epilepsi/ayan, pingsan yang berkapanjangan sampai waktu shalat habis dan
orang yang dalam keadaan koma.
Orang yang tidak sadar karena trtidur dianggap tidak berakal, karena ia tidak
tahu apa-apa selama ia tertidur, termasuk tiddak tahu waktu shalat. Orang yang
tertidur atau benar-benar lupa padahal sudah waktu melaksanakan shalat maka
waktu shalat begi orang tersebut adalah ketika ia bangun atau ketika ia
menyadari bahwa ia belum melaksanakan shalat.

d. Suci dari hadil dan nifas
Haidl adalah darah yang leuar dari kemaluan wanita pada setiap bulannya
dengan waktu berbeda-benada pada setiap wanita. Selama wanita sedang
haidl ia tiak wajib sholat. Sedangkan nifas adalah darah yang keluar dari
kemaluan wanita setelah ia melahirkan. Selama darah nifas masih keluar
wanita tidak wajib melaksanakan shalat
e. Telah sampai dawah Islam kepadanya
Bagi orang yang belum menerima/mendengar ajaran Islam karena belum ada
yang menyampaikan (seperti suku terasing di pedalaman hutan) tidak
diwajibkan melaksanakan shalat. Apabila ia telah mengetahui tentang adanya
agama Islam yang mewajibkan shalat lima waktu tetapi mereka tidak beriman
kepada Islam maka mereka dihukumkan sebagai orang kafir. Mereka tidak
wajib shalat tetapi akan di azab sebagai orang kafir di harikyamat nanti.

f. Melihat atau mendengar sejak lahir
Orang yang tidak dapat melihat (buta) atau tidak dapat mendengar (tuli) sejak
lahir dan akibatnya mereka tidak mengetahui tentang ajaran Agama Islam
yang mewajibkan shalat lima waktu maka mereka tidak wajib melaksanakan
shalat.

1.3. Syarat sah shalat

a. Suci dari Hadats bensar dan hadats kecil
Hadats besar : Karena Junub (bersetubuh), Haidl, Nifas (keluas darah bagi
wanita yang baru melkahirkan) dan melahirkan dan cara bersucinya harus
dengan mandi hadts besar atau bertayammum bila tidak ada air untuk mandi
hadats besar dan mandai hadits dengan air bila telah mendapatkan air.
Sedangkan hadats kecil adalah orang yang tidak berwudlu dan
mensucikannya dengan berwudlu ataubertayammum bila tidak ada air.
b. Suci tubuh, pakaian dan tempat

Tubuh pakaian dan tempat shalat harus bersih dari segala najis. Dibolehkan
adanya sedikit najis pada tubuh, pakaian atau tempat shalat apabila najis itu
sangat sulit untuk dihilangkan, misalnya ada darah atau nanah kering disekitar
luka atau bekas hkitanan.

c. Menutup Aurat

Yang dimaksud aurat adalah bagian tubuh yang tidak boleh terlihat oleh orang
yang bukan muhrim. Aurat wanita seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak
tanngan, sedangkan aurat laki-laki adalah mulai dari atas pusar sampai bawah
lutut.. Meskipun bagi laki-laki boleh berpakaian sekedar menutup aurat saja
namun Allah memerintahkan berpakaian yang bagus pada setiap kali akan
melaksanakan shalat. Firman Alah dalam surah Al Araf ayat 31

-` ` ` , `, _ ` , ` - ` , ,
Artinya : Hai anak Adam, kenakanlah perhiasan (pakaian)mu ketik masuk
masjid (Al Araf ayat 31)

d. Mengethui mssuknya waktu shalat

Shalat itu telah ditetapkan waktu-waktunya. Bagisetiap muslim yang
akan melaksanakan shalat harus mengetahui, apakah telah masuk
waktu shalat au belum atau mungki waktu shalat telah berlalu.

e. Menghadap Kiblat

Dalam melaksanakan shalat wajib menghadap kiblat. Bagi orang yang sanggup
berdiri maka wajah dan dadanya menghadap ke kiblat. Bila shalat berbaring,
juga wajah dan dadanya menghadap qiblat, bila shalat terlentang maka wajah
dan kedua telapak kaki menghadap kiblat dan kepalanya agak ditinggikan. Bagi
orang yang melihat Kabah wajib mengha-dapkan wajah dan dadanya tepat
kearah Kabah. Sedangkan bagi mereka yang jauh dan tidak melihat Kabah
cukup me-ngarahkan wajah dan dadanya kearah kiblat. Apabila kita dalam
kendaraan maka kita menghadapkan wajah dan dada kita ke kemana arah
kendaraan kita.

1.4. Rukun Shalat

Rukun shalat adalah beberapa perbuatan/gerak dan ucapan/bacaan yang harus
dilakukan dan apabila sengaja ditinggalkan maka shalat yang dilakukan tidak
sah. Rukun shalat harus dilakukan secara berurutan mulai takbiratul ihram
sampai mengucapkan salam. Bila urutannya tidak tertib atau salah maka tidak
sah shalat yang dikerjakan. Rukun shalat ada 13 yaitu :

1. Niat di Dalam hati
2. Berdiri bagi orang yang masih mampu
3. Takbiratul ihram
4. Membaca surat Al Fatihah
5. Ruku dengan Tomaninah (tenang sejenak)
6. Itidal dengan Tomaninah (tenang sejenak)
7. Sujud dua kali dengan Tomaninah (tenang sejenak)
8. Duduk di antara dua sujud dengan Tomaninah
9. Duduk akhir
10. Membaca tasyahhud akhir
11. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
12. Membaca salam yang pertama (menoleh ke kanan)
13. Menrtibkan ruku-rukun

Yang dimaksud dengan menertibkan rukun adalah melaksanakan urutan-
urutannya dengan benar, mulai dari niat, takbiratul ihram, membaca Al Fatihah,
ruku, Itidal, dua kali sujud, duduk antara dua sujud, duduk terakhir, membaca
tasyahhud, membaca shalawat dan salam dengan tertib. Apabila tidak tertib
urutannya makas shalat yang dilaksanakan itu tidak sah.

1.5. Beberapa hal yang disunnahkan dalam shalat

1. Berdiri menghadap Qiblat (kearah tempat Kabah berada)
2. Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram
3. Mengangkat kedua tangan kletika akan ruku, ketika berdiri dari ruku
dan ketika berdiri dari taysahhud awal
4. Meletakkkan tangan kanan diatas tangan kiri di atas dada
5. Pandangan mata diarahkan ketempat sujud, kecuali ketika mungycapkan
sayahada dalam tahiyat. Ketika sayahadat paangan mata diarahkan ke jari
telunjuk kanan.
6. Membaca doa iftitah/tawajjuh
7. Membaca Taauz sebelum mebaca basmalah
8. Diam sejenak sebelum membaca Al Fatihah dan sesudahnya.
9. Membaca amin setelah membaca Al Fatihah
10. Membaca bebrapa ayat atau surah bagi imam dan orang yang shalat
sendiri setelah membaca Al Fatihah pada rakaat pertama dan kedua. Surah
yang dibaca pada rakaat pertama hendaknya lebih panjang pada rkaat
kedua. Apabila dalam melaksanakan shalat berjamaah, maka kita cukup
membaca Al Fatihah saja kemudian mendengarkan surah yang dibaca
imam
11. Mengeraskan bacaan pada dua rakaat subuh dan dua rakaat Magrib dan
Isya, shalat jumat dan shalat Id
12. Mengucapkan Takbir pada setiap melakukan gerakan dan mabaca ~ ' =
_- pada saat bangun dari ruku
13. Membaca tasbih tiga kali ketika ruku
14. Membaca doa qunut setelah Itidal pada shalat subuh dan witir
15. Membaca tasbih tiga kali ketika sujud
16. Membaca doa ketika duduk antara dua sujud
17. Membaca Tasyahud Awal (tahyat pertama)
18. Duduk Iftirasy, yaitu duduk antara dua sujud dan pada tahyat awal. Kita
duduk diatas mata kaki kiri dan telapak kaki kanan ditegakkan.
19. Duduk tawaruk, yaitu duduk pada tahiyat akhir dengan kaki kiri dilipat dan
ujungnya keluar dibawah kaki kanan sehingga pantat bersentuhan lantai
dan telapak kaki kanan ditegakkan.
20. Memberi salam yang kedua ketika menoleh kekiri.

1.5. Hal yang membatalkan shalat

1. Meninggalkan salah satu rukun shalat dengan sengaja.
2. Meninggalkan/tidak memenuhi salah satu syarat sahnya shalat (misalnya
batal wudlu, terkena najis yang tidak dimaafkan atsu terbuka aurat yang
tidak dapat segera ditutup)
3. Sengaja berbicara.
4. Banyak bergerak tiga kali berturut-turut selain gerakan yang diperlukan
dalam shalat. Tetapi dalam keadaan tertentu dibolehkan, seperti
melaksanakan sahalat dalam peperangan atau ada binatang berbahaya.






11. PERAKTIK MELAKSANAKAN SHALAT

1. Berdiri dan berniat untuk melak-sanakan shalat. Kedua tangan disamping
dan pandangan mata kearah tempat sujud.
2. Takbiratul ihram dengan mengucapkan takbir dan kedua tangan diangkat
tidak melampau telinga
3. Membaca doa iftitah
` .` ,` - , ` ` ` , . , , ` , = . -` ` , ,` , = ` ` -, ,` , ` , =
- ` _ . , . , ` , = ` ,`- , , ` ` ` ,
` , ` . _ ` , ,` - , ` ` ` , ` . . ` , ,` '
` , ` ' , ` .` , : , , ` :`, , .

Artinya : Allah Maha Besar dan Maha sempurna kebersan-Nya. Segala puji
bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Aku hadapkankan
wajahku kepada pencipta langit dan bumi dengan tunduk menyerahan diri
dan aku bukanlah termasuk orang yang musyrik (mempersekutuka Allah).
Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya karena Allah
yang mengasai alam, tidak ada sekutu baginya dan dengan yang demikian
aku diperintah dan saya termasuk orang muslim (yang menyerahkan diri)
4. Membaca Alfatihah
5. Membaca ayat/beberapa ayat
6. Ruku ,posisi punggung da kepala sejajar (tidak mendongak) dan membaca
` - , , ,` , = ` , _ . -` `
Artinya : Maha suci dan agung Allah dan segala pujian bagi-Nya
7. Itidal dengan mengucapkan ~ ' = _- dan membaca
` _ . . , . , ` . ` ` - : ` , _ ` ` , _` , ` . . ,

Artinya : Ya Allah tuhan kami, segala puji bagi-Mu sepenuh langit dan bumi
dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudaj itu.
8. Sujud pertama dengan mengucapkan
. -` ` ` - , , _ ` . ` , _
Artinya : Maha suci tuhanku dan segala pujian baginya.
9. Duduk antara dua sujud dan membaca
` ` ` .` , ` , ` ` , ` ` _` ,, ` ` ` _ , .` ,` ` - , ` ` -` _ , ` ` , ` . _

Artinya : Ya Allah, ampunilah dosaku, kasihilah aku dan cukupkanlah segala
kekuranganku dan angkatalah derajatku dan berikalah rezeki kepadaku dan
berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan padaku dan berilah ampunan
padaku.
10. Sujud yang kedua dan membaca
. -` ` ` - , , _ ` . ` , _
11. Kembali berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua. Pada rakaat kedua dalam
shalat yang tiga atau empat akaat kita melakukan tasyahhud awal.
12. Duduk untuk Tasyahhud (tahiyat) awal
,', :` , ` ` = ` . ` , = ` . , ` . ` . _ ' ` .` , -` - _ , ' ` =
. . ` ,` ` , - ` . = _ ,` , ` ` ` ` , , , ` ,` , = .
` -` . ` ,` ` _ = . ` -` _ , ` -` _ ` . ` ,` ,

Artinya : : Segala kehormatan, doa dan ucapan yang baik bagi Allah dan
sejahtera, rahmat dan karunia-Nya bagimu hai Nabi. Semoga kesejahteraan
dilimpahkan kepada kita dan kepada orang-orang shaleh. Aku bersaksi, bahwa
tidak ada tuhan selain Allah dan aku bersaksi Nabi Muhammad itu adalah
Rasul Allah. Ya allah berikanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW dan
kepada kerurunan Nabi Muhammad SAW.

13. Pada shalat subuh, setelah bangun dari ruku di rakaat kedua kita membaca
Qunut
. .` , , ` ` , ` , , . .` , ` `, ` , . .`, ` ` , ` ` ` ,` ,
. , ` . :` . .` , . ` , : ` - , , ` , . .` , =` ` , ` ` _ , ,
` , . ` ` , . :` , _ . `, ` , _ . _ . .`, ` ' , , . ,. .` , ,
= _ . , . :` , ` .` ,` , ` , ` ` . .` , . _ ` ` - : . .` , ,
, , ` - . , _ , ` ` . ` ` -` ` , _

Artinya : Ya allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang telah engkau
berikan petunjuk, berilah aku kesehatan seperti orang-orang yang telah
engkau berikan kesehatan, bimbinglah aku seperti orang-orang yang telah
Engkau bombing, berkahilah akui pada apa yang telah Engkau berikan
padaku, dan peliharalah akudengan rahmat-Mu dari kejahatan yang telah
Engkau pastikan, Sesungguhnya Engkau yang mementukan dan tidak ada
yangdapat menentukan bagi-Mu, dan tidaklah akan hina 0rang-orang yang
telah Engkau beri kekuasaan dan tidak akan hina orang-orang yang Engkau
musuhi, maha berkahlah Engkau tuhan kami dan maha luhurlah Engkau. Maka
segala puji bagi-Mu atas segalat apa yang telah Engkau tetapkan, Aku
memohin ampu dan taubat pada Mu. Semoha allah member rahmat berkah
dan salam kepada nabi Muhammad, nabi yang Ummiy dan kepada para
sahabat-sahabanya.
14. Duduk untuk Tasyahhud akhir (tahyat akhir) dengan membaca
,', :` , ` ` = ` . ` , = ` . , ` . ` . _ ' ` .` , -` = - _ , ' `
` ,` , = . . . ` ,` ` , -` . = _ , ` , ` ` ` ` , , ,
` -` . ` ` _ = ` , . ` -` _ , ` -` _ ` . ` ,` , .
` - _ ` , , , ,` , ,` , _ , ,` , ,` , _ .` , . . _ ,
,` , ,` , _ _ , ` , _ ,` , ,` , :` ` ` , - ` ` , -

15. Mengucapkan salam dan menoleh ke kanan dan ke kiri









12. SHALAT ORANG SAKIT
Orang yang sakit tetap wajib melaksanakannya menurut ke-mampuannya.
Hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits Imran Bin Husain
Radhiyallahu 'anhu:
. . ` , , ` , ` _ . ` . ' ` _ , , , `.
.` - _ ` _ = ` ` , . , ` _ = ` ` , . ,

"Pernah penyakit wasir menimpaku, lalu aku bertanya kepada Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang cara shalatnya. Maka beliau Shallallahu
'alaihi wa sallam menjawab: Shalatlah dengan berdiri, apabila tak mampu,
maka duduklah dan bila tak mampu juga maka berbaringlah HR al-Bukhari

Tatacara shalat orang yang sakit :
1. Diwajibkan bagi orang yang sakit untuk shalat dengan berdiri apabila
mampu dan tak khawatir sakitnya bertambah parah, karena berdiri dalam
shalat wajib merupakan rukun shalat berdasarkan hadits Ummu Qais
- ,` - - , ' , , ` , ` _ . ,` _ . '
` , ` ` , ` .` ,`

"Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika berusia
lanjut dan lemah, beliau memasang tiang di tempat shalatnya sebagai
sandaran". HR Abu Dawud & dishahihkan al-Albani dlm Silsilah Ash-
Shohihah.

2. Orang sakit yang khawatir akan bertambah parah sakitnya atau
memperlambat kesembu-hannya atau sangat susah berdiri,
diperbolehkan shalat dengan duduk.
Orang yang sakit apabila mengerjakan shalat dengan duduk sebaiknya
duduk bersila. Hal ini berdasarkan hadts Aisyah Radhiyallahu 'anha :
, , ` .`, , , ` , ` _ . ` .`, ' _
"Aku melihat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam shalat dengan bersila".
Apabila rukuk, maka lakukanlah dengan bersila dan membungkukkan
punggung serta meletakkan tangan di lutut, karena ruku' dilakukan
dengan berdiri. Dalam keadaan demikian, masih diwajibkan sujud di atas
tanah dengan dasar keumuman hadits Ibnu Abas

` _ ` -` ' . ' ` .` , ' , , ` , ` _ . ,` _ . '
` - , =` ' , ~ ' , ` , ` - , , `, , , ` ' _ , , _ ' , ,
` ,

"Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Aku
diperintahkan untuk bersujud dengan 7 tulang, Dahi beliau Shallallahu
'alaihi wa sallam mengisyaratkan dengan tangannya ke hidung, kedua
telapak tangan, 2 kaki dan ujung kedua telapak kaki" Riwayat Muttafaqun
Alaihi.

Apabila yang orang sakit tidak mampu melakukan sujud di atas tanah,
hendaknya dia cukup menundukkan kepalanya dan tidak mengambil
sesuatu sebagai alas sujud. Hal ini didasarkan hadts Jbir
. , , _ , - ' , _ .`, ` , .`, , = ` ,` _ . '
. , _ , ` - ' ` , .` , ` ,` - ' . ` _ . _ .
` - ' ` ,` -` ` - , . `, ` , ' . , .` = ` : ` , ` _ `

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjenguk orang sakit, beliau
melihatnya sedang mengerjakan shalat di atas (beralaskan) bantal, beliau
pun mengambil dan melemparnya, kemudian mengambil kayu untuk
dijadikan alas shalatnya. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Shalatlah di atas tanah apabila engkau mampu dan bila tidak maka
dengan isyarat dengan menunduk (al-Im`) dan jadikan sujudmu lebih
rendah dari ruku'mu".
3. Orang sakit yang tidak mampu melakukan shalat berdiri dan duduk,
cukup dengan berbaring miring ke kanan atau ke kiri, dengan
menghadapkan wajah-nya ke arah kiblat. Rasulullah SAW bersabda
dalam hadits Imrn bin al-Hushain.
.` - _ ` _ = ` ` , . , ` _ = ` ` , . , .
"Shalatlah dengan berdiri, apabila tidak mampu maka duduklah
dan bila tidak mampu juga maka berbaringlah" HR al-Bukhri

4. Orang sakit yang tidak mampu berbaring, boleh melakukan shalat dengan
terlentang dengan kakinya ke arah kiblat, karena hal ini lebih dekat
kepada cara berdiri.

5. Apabila tidak mampu menghadap kiblat dan tidak ada yang mengarahkan
atau membantu mengarahkannya, maka hendaklan dia shalat sesuai
keadaannya tersebut.

6. Orang sakit yang tidak mampu shalat dengan terlentang maka shalatnya
sesuai keadaannya.

7. Orang yang sakit dan tidak mampu melakukan shalat dengan semua cara
yang disebutkan diatas, bbahkan tidak mampu dengan gerakan mata,
cukup shalat dengan hatinya.

1. SHALAT BERJAMAAH

1.1. Hukum shalat Berjamaah

Shalat berjamaah adalah shalat yang terdiri dari seorang imam dengan satu
atau beberapa orang mamum. Bila beberapa orang melaksanakan shalat
bersama tanpa seorang imam, bukanlah dikatakan shalat berjamaah.

Dalam melaksanakan shalat berjamaah, imam adalah pemimpin. Ialah yang
mempin bacaan dan semua gerakan shalat. Makmum harus mengikuti
semua gerakan imam. Makmum tidak boleh mendahului gerakan imam.
Misalnya, bila imam belum melakukan rukuk maka mamum tidak boleh lebih
dahulu ruku. Atau mamum belum melakukan Itidal, maka makmum tidak
boleh melakukan Itidal.

Shalat berjamaah yang dilakukan imam dan mamum harus sama shalat
yang dikerjakan. Tidak boleh imam melaksanakan shalat sunnah sedangkan
mamum melaksanakan shalat fardlu. Atau imam melaksanakan shalat
Zuhur, sedangkabn mamum melaksanakan shalat ashar.
Masih banyak ketentuan-ketentuan atau peraturan shalat berjamaah, yang
apabila tidak diperhatikan tidak sah shalat berjamaahnya bahkan mungkin
tidak sah shalat yang dilakukan.
Hukum melaksanakan shalat berjamaah sunnah muaakad. Tentang
keutamaan shalat berjamaah diterangkan dalam hadits Nabi
` . - . , , ` , = `_ . = ` ,` _ , ` ` , `
. _ , - _ `, ,` , _` ,

Artinya : Dar Ibnu Umar, bersabda Rasulullah SAW : Shlat berjamaah lebih
baik dari shalat sebdiri dengan 27 derajat

, , ` , = ` _ . = ` ,` _ .` ` , ` , ` ` -` , .
. ` _ ` _ ` , ` -` , _ ` ` . , ` ` - , . ` _ ` _ ` -` , _
,,,, ~ ,_ = _ ' . - ,` , , , ` -` , _
.,

Artinya : Dari Ubay bin Kaab berkata, telah bersabda Rasulullah SAW
:Shalat seorang laki-laki dengan seorang laki-laki lebih baik dari shalat
sendiri dan shalat laki-laki bersama dua laki-laki lebih baik dari shalat dengan
seorang laki-laki. Apabila (shalat berjamaah dengan) jamaah lebih banyak
maka yang demikan lebih dicintai Allah taala

Sahalat fardlu bagi laki-laki lebih baik dilakukan secara berjamaah di Masjid,
sedanghkan shalat sunnah lebih baik dilakukan di rumah.
. ` , ` ,` ,` , ` ` ` ,', ` , . , , ` , = ` _ . = ` ,` _
, ,` ,` ' . ` , , ` .` , ' . ,` .

Artinya : Telah bersabda Rasulullah SAW : Hai Manusia lsaksanakanlah
shalat dirumah masing-masing, sesung-guhnya sebaik-baik shalat yang
dilaksanakan dirumah kecuali shalat Maktubah (shalat Fardlu yang lima
waktu)

Bagi wanita lebih baik melaksanakan shalat di rumah namun
tidak dilarang bila para wanita melakukannya di Masjid.
` , ` ,` ,` , , -` ' ` , . ` _ ` . , , ` , = ` _ . = ` ,` _
,,,, ~ ,_ ` ` , ` ,` , -

Artinya : Telah bersabda Rasulullah SAW :Jangan kamu melarang para
wanita (melaksanakan shalat) di Masjid namun rumah mereka lebih baik
bagi mereka (untuk merlaksanakan shalat)

1.2. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam shalat berjamaah.

1. Ketika akan melaksanakan shalat berjamaah Imam harus berniat menjadi
imam (imaman) dan mamum berniat menjadi mammum (mamuman)
2. Shalat yang dilakukan mamum harus sama dengan shalat yang
dilakukan imam. Misalnya :
a. Mamum yang melaksanakan shalat fardlu/wajib menjadi mamum atau
mengikuti imam yang melaksanakan shalat sunat.
b. Mamum yang tidak menjama atau mengkosor shalat menjadi mamum
atau mengikuti imam yang menjama atau mengkosor shalat
3. Imam dan mamum harus berada dalam satu tempat, tidak boleh terpisah,
apalagi jaraknya berjauhan.
4. Mamum tidak boleh berdiri lebih depan dari imam
. ` ` . - ` .` , . , , - ` ` ` .` , , ` , = ` _
_` - ` , - `, `, , - _ , ` ,` - . ` ` ,` , , - . - ` , ` , ,
, ,_ ` -

Artinya : DariJabir, ia berkata : Saya shalat dibelakang Nabi Muhammad
SAW dan saya berdiri disebeleah kanan beliau. Kemudia datang Jabir bin
Shakhrin berdiri disebelah kiri beliau. Maka beliau ambil tangan kami dan
mendirikan kami tepat debelakangnya.

5. Harus mengikuti semua apa yang dilaksanakan imam dan tidak boleh
mendahului imam.
` . ` - ` , , ` , = ` _ . = ` ,` _ ,`, ,` ` , `
` ,` ` _ _ _ , ,` `, _` - ` ,` ,` . , ` ,` ,` ,` , ` , ` ,` ,
, ` _ ` ,, _` - ` ,` ` , . , ` = _ ` ,` , ` , ` , ` -
_ . , ` -` , _` - ` ,` ` -` . , ` ,` ` -` - , ` ` - : , ` , _
~ ,_ ` , ` - ` ,` ` , . _ . , , ` , .
,,,,

Artinya : Sesunggunya imam itu dijadikan untuk diikuti, apabila ia telah
bertakbir maka bertakbirlah dan janganlah bertakbir samapai imam
bertakbir, apabila imam ruku maka rukulah dan jangan ruku sebelum
iamam ruku, apabila imam mengucapkan Samiallahu liman Hamidah
maka ucapkanlah Allahumma walakal hamdu, apabila imam bersujud
maka sujudlah dan jangan sujud sehingga imam bersujud dan apabila iman
shalat berdieri maka shalatlah berdiri dan apabila imam shalat duduk maka
hendaknya kamu shalat duduk semua
` , ` ` ` ` ` ,', , , ` , = ` _ . = ` ,` , `
. , ` ,` , . , , , . , ` ,` -' , . , _` , ' , , ` ` , `
,, ~ ,_ , .` . ,

Artinya : Dari Anas berkata, telah bersabda Rasulullah SAW : Hai
Manusia sesungguhnya aku imambagi kamu maka janganlah mendahului
aku waktu ruku, sujud, berdiri, duduk dan salam
6. Imam harusl seorang laki-laki apabila shalat berjamaah terdiri dari mamum
laki-laki saja atau leki-laki dan wanita. Seorang anita dewasa boleh menjadi
imam, bila mamumnya terdiri dari para wanita saja. Jika Mamum terdiri dari
wanita dan laki-laki maka yang menjadi imam adalah laki-laki dewasa.
, , ` , = ` _ . = ` ,` _ , , - ` ' ,` ` ` ` , . , ,` . , ` - _
, - ,` - , ,_ ` ,` ` , - . ,

Artinya : Telah bersabda Rasulullah SAW :Jangan Wanita kamu jadikan imam
bagi laki-laki, orang arab desa (yang kurang paham agama) mengimami
Muhajir (yang lebih mengerti agama) dan janganlah orang yang suka berbuat
dosa mengimai orang mumin

7. Imam haruslah orang yang lebih baik hafalan dan bacaan Al Qurannya dan
lebih faham tentang shalat.

` ` ,` ` ` , ` , ' ` ,, , , ` , = ` _ . = ` ,` _
. ` ,` ` , , . = ` ` ,` . ` ' , ` ,` ,` ` . , ` , , ,
,` - ` ,` ,` . , ` ' ` ` ,` . , ,` - ` ` ,` .
_ ` , , ` ` ` , . , = ` ` ` -` , ` -` , ` ,`, . , ' ` ,` ,`
, ,_ , . ,

Artinya : Dari Urbah bin Amrin telah bersabda Rasulullah SAW : Yang
menjadi imam bagi kaum (jamaah) adalah yang terbaik bacaan Qurannya,
kalau sama baik bacaannya maka yang terbaik pemahaman sunnahnya,
kalau pemahaman sunnahnya sama baik maka dilihat yang paling dahulu
berhijrah ke Madina, kalau sama pula maka yang lebih tua usianya.
Janganlah laki-laki diimami oleh laki-laki di tempat kekuasaan/tempat
tinggalnya (tuan rumah harus menjadi imam) dan janganlah duduk di
rumah orang lain diatas tikar/alas duduk kecuali atas izinnya
8. Tidak boleh menjadi mamum kepada imam yang diketahui shalatnya tidak
sah (karena tidak memenuhi syarat-syarat sahnya shalat)

1.3. Halangan shalat berjamaah
1. Karena adanya hujan sangat lebat
, ` , , ` , = ` _ . = ` ,` _ _ ` - , - , , - `
` , =` ` ` , ` . ` .` , , , ` , = ` _ . = ` ,` _
,, ~ ,_ ` - _

Artinya : Kami keluar bepergian bersama Rasulullah SAW. Di dalam perjalanan
itu kami kehujanan . Maka Rasulullah SAW bersabda

:Bagi yang ingin melaksanakan shalat, laksanakanlah di kendaranmu masing-
masing
2. Sakit yang menyusahkan untuk berjamaah
,` , `, ` , ` . , , , ` , = ` _ . = ` ,` _ , ` ,
,, _- ,_

Artinya : Ketika Rasulullah SAW sakit beliau meninggalkan shalat (berjamaah)
bersama manusia beberapa hari.

3. Karena sangat lapar haus sedangkan makan sudah ada.
,` , ~ ,` . - , . . , , ` , = ` _ . = ` ,` _ `
. ` _ `, ,, ~ ,_ ` ,. ` -

Artinya : Dari Aisyah, terlah bersabda Rasulullah SAW : Jangan
melaksanakan shalat ketika makanan sudah siap, dan pada waktu sangat ingin
buang air

4. Karena baru saja makan makanan yang baunya tidak enak dan sulit
dihilangkan
` , ` , , ` , . , ` , , ` , = ` _ . = ` ,` _
,, _- ,_ -` ` , , ,

Artinya : Siapa saja yang makan bawang merah, bawang putih atau kucai
maka janganlah mendekati (datang) ke masjid

1.4. Mengatur shaf dalam shalat berjamaah

a. Shaf (barisan) laki-laki di belkang imam dan Shaf wanita di belakang shaf
laki-laki
` , ' . ` ,` , - , , ` , = ` _ . = ` ,` _ ,`, ,` ` , `
' , , , ` , -` , ` , ' . ` ,` , - , ` , -
, ,_ , ` , ' , , ` , - . `

Artinya : Dari abi Hurairah, telah bersabda Rasulullah SAW :Sebaik-baik
shaf laki-laki itu pada barisan pertama dan seburuk-buruknya pada barisan
terakhir. Sebaik-baik shaf wanita adalah pada barisan terakhir dan
seburuk-burun shaf wanita adalah barisan pertama

b. Shaf anak laki-laki dibelakang mamum laki-laki dewasa dan shaf wanita di
belakang saf anak laki-laki

= ` _ . = ` ,` _ _ ` . ` ` .` , , ` , ` ,` , , ,
, - ,` , ` ' , ` -
Artinya : Dari Anas berkata :Telah shalat Rasulullah SAW dan saya bersama
anak yatim berdiri dikelakangnya dan Ummu Sulaim di belkang kami
c. Shaf mamum sendirian di sebelah kanan imam
` , . , , ` , = ` _ . = `,` _ _ ` .` , . ` ` , `
, ` , , ` ` - ` _ , ` _ , ` ` .`
Artinya : Dari Ibnu Abbas berkata :Saya pernah shalat bersama Rasulullah
SAW di sauatu malam, saya berdiri di sebelah kirinya, Rasululah memegang
kepala saya dari belakang, lalu ia mendirikan saya di sebelah kanan.

d. Tidak boleh memisahkan diri dari Shaf (barisan) mamum

` ` , . , , ` . - ` - _ ' _ , , ` , = ` _ . = ` ,` _ .
,, ~ ,_ ` . ` , `, . ` , ` ` - , ` .` .

Artinya : Dari Wabishah bin Mibad berkata, bahwa Rasulullah SAW melihat
seorang sholat di belakang shaf sendirian, maka Rasulullah memerintahkan
laki-laki itu untuk mengulsng shalatnya.

e. Tidak boleh ikut ruku bersama imam sebelum masuk kedalam Shaf (barisan)
dengan sempurna.

, , ` , ` ` ` ` , = ` _ . ` ` _ , ` , , _ , ` _ _ ,` ,
.` , - = _ , , ` , = ` _ . ' ` ` .` . ., . `
` ` . , _- ,_

Artinya : Dari Abi Bakrah, bahwa ia datang kepada Nabi Muhammad SAW dan
beliau sedang ruku, kemudian ia ruku sebelum sampai kepada Shaf (barisan
shalat). Maka Nabi Muhammad SAW berkata padanya :Semoga Allah
menambahkan kepadamu kemauan, tetapi jangan kau perbuat lagi

1.5. Masbuk

Masbuk adalah orang (mamum) yang tertinggal dari imam. Apabila mamum
bertekbiratul ihram sebelum imam ruku maka hendaklah mammum membaca
Al Fatihah. Apabila belum selesai bacaan fatihahnya dan imam ruku maka
mamum itu harus ruku mengikuti imam. Apabila mamum masbuk dapat
melakukan ruku bersama imam, maka ia mendapatkan rakaat bersama imam.
Namun bila mamum masbuk bertakbiratul ihram dan imam telah bangun dari
ruku maka makmum itu tidak mendapat rakaat bersama imam. Setelah imam
mengucapkan salam di akhir shalat mammum masbuk harus melengkapi
rakaatnya.

, ` ,`, ,` ` . ` ,` ` , , ` , = ` _ . = ` ,` _
` . ,` ,` ` ` , ` ` , ` , , ` _ , , ` ,` ,` ` . , ` ,` _`
,, _- ,_` ,' ` , ,` , .

Artinya : Dari Abi Hurairah, telah bersabda Rasulullah SAW :Apabila kamu
mendengar iqamah maka segeralah laksanakan shalat, dan kamu harus
tenang, diam dan janganlah tergesa-gesa. Apa yang kamu dapati imam
lakukan maka ikutilah dan apa yang tertinggal sempurnakanlah
` ` ,` -` ` ` - , ` . ` , ` - . - , , ` , = ` _ . = ` ,` _
,, ,_ ` , _` ` ` , ` _ _` ` , ` , ` ,' ` . , ` ,` ` -`
,

Artinya : Telah bersabda Rasulullah SAW : Apabila seorang dari kamu datang
untuk sholat an kami sedang sujud maka bersujudlah dan janganlah kami hitung
itu satu rakaat. Dan siapa yang mendapatkan ruku bwersama imam maka ia telah
mendapatkan rakaat (bersama imam)




















2. PRAKTIK SHALAT BERJAMAAH

2.1. Sayarat menjadi imam

a. Imam haruslah seorang laki-laki apabila shalat berjamaah terdiri dari
mamum laki-laki saja atau leki-laki dan wanita. Boleh wanita menjadi
imam, bila mamumnya terdiri dari para wanita saja.

, , ` , = ` _ . = ` ,` _ , , - ` ' ,` ` ` ` , .
, - ,` , ,` . , ` - _ - , ,_ ` ,` ` , - . ,

Artinya : Telah bersabda Rasulullah SAW :Jangan Wanita kamu
jadikan imam bagi laki-laki, orang arab desa (yang kurang paham
agama) mengimami Muhajir (yang lebih mengerti agama) dan janganlah
orang yang suka berbuat dosa mengimai orang mumin

b. Imam haruslah orang yang lebih baik hafalan dan bacaan Al Qurannya
dan lebih faham tentang shalat.

` ` ,` ` ` , ` , ' ` ,, , , ` , = ` _ . = ` ,` _
. ` ,` ` , , . = ` ` ,` . ` ' , ` ,` ,` ` . , ` , , ,
,` - ` ,` ,` . , ` ' ` ` ,` . , ,` - ` ` ,` .
` , , ` ` ` , . , = ` ` ` -`, ` -` , ` ,`, . , ' ` ,` ,`
, . , _

Artinya : Dari Urbah bin Amrin telah bersabda Rasulullah SAW : Yang
menjadi imam bagi kaum (jamaah) adalah yang terbaik bacaan
Qurannya, kalau sama baik bacaannya maka yang terbaik pemahaman
sunnahnya, kalau pemahaman sunnahnya sama baik maka dilihat yang
paling dahulu berhijrah ke Madina, kalau sama pula maka yang lebih tua
usianya. Janganlah laki-laki diimami oleh laki-laki di tempat
kekuasaan/tempat tinggalnya (tuan rumah harus menjadi imam) dan
janganlah duduk di rumah orang lain diatas tikar/alas duduk kecuali atas
izinnya (HR. Muslim)

c. Tidak boleh menjadi mamum kepada imam yang diketahui shalatnya
tidak sah

2.2. Cara Shalat Berjamaah

1. Mengatur shaf shalat berjamaah
a. Shaf (barisan) laki-laki di belakang imam dan Shaf wanita di
belakang shaf laki-laki
a. Shaf anak laki-laki dibelakang mamum laki-laki dewasa dan shaf
wanita di belakang saf anak laki-laki
b. Shaf mamum sendirian di sebelah kanan imam
c. idak boleh memisahkan diri dari Shaf (barisan) mamum
d. Melakukan takbiratul ihram setelah imam bertakbiratul ihram.
e. Membaca Doa iftitah, ketika imam membaca Al Fatihah
f. Imam menca Al Fatihah dan surah atau beberapa ayat Al Quran
dengan sura keras (jahr) pada shalat Maghrib, Isya, Subuh, shalat
Jumat dan shalat Id. Sedangkan dalam shalat Zuhur, Ashar dan shalat
janazah imam membaca Alfatihah dengan perlahan (Sir)
g. Mendengarkan imam membaca surah pada shalat Mgharib, Isya, dan
Subuh dan pada shalat jamaah lain yang imamnya membaca dengan
suara keras (Jhar) Sedangkan dalam shalat yang imamnya membaca
perlahan (Sir) seperti dalam shalatr Zuhur dan Ashar, mammum
membaca surah atau beberapa ayat setelah membaca al Fatihah.
h. Tidak boleh ikut ruku bersama imam sebelum masuk kedalam Shaf
(barisan) dengan sempurna.
i. Harus mengikuti semua apa yang dilaksanakan imam dan tidak boleh
mendahului imam.
j. Apabila mamum terlambat dating (masbuk) untuk berjamaah dan imam
telah memulai shalat yang harus mamum harus mengikuti bagian
shalat yang sedang dilakukan imam tanpa membaca Alfatihah. (Bila
imam sedang ruku maka ia harus ruku, bila imam sedang sujud maka
ia harus ikut ber sujud, bila imam sedang tahiyat maka ia harus ikut
tahiyat dan seterusnya)
k. Apabila mamum bertekbiratul ihram sebelum imam ruku maka
hendaklah mammum membaca Al Fatihah. Apabila belum selesai
bacaan fatihahnya dan imam ruku maka mamum itu harus ruku
mengikuti imam tanpa membaca Al Fatihah.
l. Apabila mamum masbuk dapat melakukan ruku bersama imam, maka
ia mendapatkan rakaat bersama imam. Namun bila mamum masbuk
bertakbiratul ihram dan imam telah bangun dari ruku maka makmum itu
tidak mendapat rakaat bersama imam. Setelah imam mengucapkan
salam di akhir shalat mammum masbuk harus melengkapi rakaat yang
tertinggal dari imam.
m. Tidak boleh mendahuu salam imam
n. Setelah shalat berjamaah, hendaklah ia berzikir dan berdoa.

3.3. Doa dan Zikir setelah shalat fardlu.

Ada sebagian kaum muslimin yang berpendapat tidak boleh membaca zikir
dan doa secara berjamaah setelah melaksanakan shalat berjamaah dan ada
pula yang berpendapat boleh melakukannya. Bahkan ada yang berpendapat
boleh dilakukan secara bersama apabila bertujuan untuk
pembelajaran/pendidikan. Bagi kaum muslimin yang berpendapat boleh
dilakukan doa dan zikir berjaah hendaknya dilakukan secara hidmat tanpa
mengganggu orang lain yang mungkin juga sedang shalat, membaca Al
Quran atau sedang berzikir di rumah (bagi kaum wanita). Karena itu tidak
baik berzikir dan berdoa setelah shalat berjamaah dengan pengeras suara,
sedangkan mamumnya hanya beberapa orang saja, karena dikhawatirkan
menggagu orang lain yang juga sedang beribadah.

Bagi kaum muslimin di Indonesia ada bacaan zikir dan doa yang biasa
dibaca pada waktu selesai shalat berjamaah. Ada beberapa bacaan yang
memang dibaca oleh Rasulullah (berdasarkan hadits) ada pula bacaan yang
ditambahkan oleh para ulama baik itu diambil dari beberapa ayat Al Quran,
bacaan istighfar, bacaan tahlil, tahmid dan takbir atau bacaan doa.

Berikut ini adalah bacaan zikir dan doa setelah shalat berjamaah, terutama
dibaca setelah shalat Maghrib dan Subuh.
` , ` ,` , ` ` , - . -` . . , ` , , ` ,` , = =` , ` `
. ,` . , ` ,` , . . ,` - . . ` ' , ` , ` ' , . ` ,` , x ~ . .
, ` : ' ` .` :`, , . ` ` - , = _ ,` , ` .` , `, , ` ,` -`, ` ` . - `
,`, _` , x _` ` ` , - ` ,` , x ` ` , - ` ,` ,
` , .` _` ' ` ` ,` , :` , , .` :.` , ` . ` ,` ,
, - ` .` _ ` - -` ' , .` , ` , _ ' . _
, . , - , ` , _ ' ` ` - . . - 3 ` .` . ` '
' . ` ,` , -` , ` ` -` , ,` . . ` - , ` ` , , ' - ,` . . =
` ` _ . ` , . , ` ` ` ` ` , . , ` ` - ' . ` ` ,` ,
.` , =` , -`, . , ` ,` , - , ` , ,`, `, ` , , ` , ` , , . ` ` _ ` , `
` _` , , . , . , ` ` , , . , ` _ . , . , ` ` ' , ` , _ ,
,` , = ` ,` , ` , =. - ' , _ ` ` , ,.` ' , ` , .` ,
` ` _ , ` , , = , .` ,` ` , ' , ` - ` , , ` , ` .
= ` . `, . ` ,` , . ' :.` , , ` , _ : , ` ~ , ` ` , , ` ` _
. - ,` . ` , _ ` . ,` , , ` . , , ` ` , . .
` , ` `, _ ` - ,` `, ` - . , ` , _ ' =` - ' ` ,
.` ' .` ' ` -` _ , ` , , ` ` .` , , ~ . -` . , ` ,_
` ,. _ ` ,` .` ` , `, , ' ' , ,` . ` . ` = ,
= ` `, . . ,` , -` ,`, , ,` . . ` , , , , ,
. ` : ' ` ` ,` : ' : ` ,` , . ` . ` , ` ` : ' ` _ ,
_` , _ :` .` ,` , - , , . ` ` , . ` ' , ` , .
` ,`, ' ` . - ` _ ,` -` , ` , ` _ ,` ` _ ` ,` , _ ,` ` ` , ` _ ` ,`
' ` _ ,` -` , . , .' .. - ,` , , . ` ` ` _` , , . - . , ' `
= . -` ` ` , _, 33 = ` ` - , ' ` - , , = .-` ` . ' ` ` -
= 33 . , ` , ` ` ' _ ` , . _ = ` ` - = ` ` ,` ,
` , ' ` , = 33 , ` , = . -` ` , ,` , = ` ` - , ,` , ` , = '
` ,` -`, ` ` - ` , ` : ' ` .` :`,,. . ` ` - , = . . ` , . ,
,` , ` .` , `, , ,` , = = , . ` , . , ` , - . , ,`, _` , _ '
.` ,. .. ` _ . , .` =` ` . , .` , =` _ . ` ,` ,
, _ . ` ,` , ' - :` - `_ ` , . , : ` ,` _ , ` ` -`
, .` ,` , , ` , , ` _ , , ` - . , _ , . `
. -` . ` _ , _ = . _ , ` , , .` , , `
, ` , ` - = ` ,` _ ' ` , , ,` , = ` .` - , ` , . , ` , - . ,
, -. , ,` ' _ ` ` , `.` ` ` ` ,` , ,` , = = , .
, , , , = . . . - _ , = ` ` - ` , = .
=` , ` .` .` , = . -` ` ,` ,` -` , = ` , ' ` ,
= ` - ` , . , .` ,` - _ ` , , = . ` , .` , ,
= , . ` , . , ` , - . , .` , ~ , = _ ` . , _ , ' .
,` ,-` , ` -` , = ,` , .` , ` , ,- , ,` , =

DOA SESUDAH SHALAT FARDLU

. _ =` ` - , , . ` ,` , ` `, , _ `, , ` ` ,`, ` - ` ,
_` , - ` , , ` , -` ` . ` -` , _ , ` -` , _
=` , . - - _` , - , , ` . , . . , ,` . _` , - ` , , ` , ,
` . , _ . , , .` ` , . -_` _ ` ` , , ` ` , ,. . ` ,`
` ` .` , -` ` .`, , ` _` , :` . ' ` , , , - ` . ,` , - _` , -
- . , . . ,` ` ` - , , ` , ,. _ ` ` ,` , . -
: ' - ` _ _ , ` ` , . : ` .` ` ,` ,
` , ` , , , - , ` .`, _ , , , ` ,` , . , ~ . . - , ,
, , ' ,` ' ` , - ` ` , - , , _` ,` . ` ` ` - ` ,` ,
, -. . , ' . : , ` , , , . : ` - _ . -` ,` : ` ` ` ,` ,
, ` ` , , . ` ` _ . ` ,` , . , ` ` , . ,
,` ' _ , - ` - - . , .` ` , . ` , . , .` ` -` , . ' . , ` ` ,
` , -` , , -` _ , .` , . . , - ., . ` ` ' ` ` _` _ , , ` - ` ,` ,
` , , , = , ` ,` ,` ` . , .`, , , ` , ` , _ , -.
_ . ,` , _ ` ,` -` _ , ' ` , - ,` ' ` , _ - , -.
` - . , _ , ` -` , - ,` , - _ = _ . , _` . ,
` ` - , ` , ` , ' _ ` , , .` , ., ` ` , . _ : , _ . -` ` , ,
` ` , . _ = `, ,` - . , ,` . . ` ,` , = =` , ` .
` ` ,` , _ :` ` , _ ,` `, ,` , ` ` - . , . `, . , .` ,
` ,` , - _ ' ` ,` -` _ , .`, , , .` , . `, _ _ . ,` , _ ' ` , _
_ = _ . , _` . , - , -. ` , - ,` '
` , . _ : , _ . -` ` , , ` - . , _ , ` -` , - ,` , -
., ` ` , . _ = ` ` - , ` , ` , ' _ ` , , .` ,









3. SAHALAT SUNNAH

3.1. Sahalat Sunnah Rawatib

Sahalat sunnat Rawatib adalah shalat yang disunatkan untuk dikerjakan
pada waktu sebelum atau sesudah salat fardlu lima waktu. Shal;at sunnah
yang dilakukan pada waktu sebelum melaksanakan shalat fardlu disebut
shalat sunnah Qabliyah sedangkan shalat sunnah yang dilakukan sesudah
shalat fardlu disebut shalat sunnah Badiyah.Menurut hukum
melaksanakannya shalat sunnah rawatib ada dua macam, yaitu shalat
sunnah muakkad (hukum melaksanakannya sangat dikuatkan) dan shalat
sunnat ghairu muakkad (hukum melaksana-kannya tidak dikuatkan)

3.2. Shalat sunnah Rawatib Muakad/ dikuatkan
a. Shalat dua rakaat sebelum subuh (Qobliyah Subuh)
,` _` , _ , , ` , = ` _ . ' ` ` , ` , `
,` - ` _ _ ` ` ` ` ,, _- ,_
Artinya : Dari Aisyah Tidak ada shalat sunnah yang lebih diutamakan oleh
Nabi Muhammad SAW selain dua rakaat sebelum subuh.
b. Shalat dua rakaat sebelum Zuhur(QobliyahZuhur)
c. Shalat dua rakaat sesudah Zuhur(Badoyah Zuhur)
d. Shalat dua rakaat sesudah Maghrib(Badiyah Maghrib)
e. Shalat dua rakaat sesudah Isya (Badiyah Isya)

` , = ` ` , , ` , = ` _ . = ` ,` _ ` ` . = - , `
. ,` ' ` , ` , _ , ,` , = ` , ` , _ , ,` , = ` ` , _
,, _- ,_ . ` ` , _ , . ` , ` , _ ,

Artinya : dari Abdillah bin Umarberkata, Aku masih hafal dari Rasullah
SAW dua rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat sesudah zuhur, duarakaat
sebelum madghrib, dua rakaat sesudah Isya dan dua rakaat sebelum
Subuh.

3.3. Shalat sunnah Rawatib Ghairu Muakad

a. Shalat dua rakaat sebelum/Qobliyah Zuhur selain dua rakaat yang
dimuakkadkan, sehingga jumlah rakaatnya menjadi empat
b. Shalat dua rakaat sesudah/Badiyah Zuhur selain dua rakaat yang
dimuakkadkan, sehingga jumlah rakaatnya menjadi empat
c. Dua rakaat sebelum Ashar
d. Dua rakaat sebelum Maghrib
,_ . ` ` ` , . .,` ' ` ` , . . ,` ' `
_-

Artinya : Dari Abdillah bin Mugoffal, telah bersabda Nabi Muhammad
SAW : Laksanakanlah shalat (sunnat) sebelum maghrib, laksanakanlah
shalat (sunnat) sebelum maghrib kemudian beliau berkata yang
ketigakalinya :Bagi yang menghendaki

3.4. Shalat sunnat selain shalat sunnat rawatib

a. Sahalat Tahiyatul Masjid

Sahalat tashiyatul masjid adalah shalat yang dilakukan sebelum duduk di
dalam masjid. Setiap kali kita memasuki masjid disunnatkan untuk
melaksanakan shalat dua rakaat untuk menghormati masjid.

` , ` - - , , ` , = ` _ . = ` _ ` , `
, ` ` , _ .`, _` - ` ` -, -` '

Dari Abi Qotadah, telah bersabda Rasulullah SAW, apabila seorang dari
kamu masuk kedalam masjid janganlah duduk (didalamnya) sebelum
melakukan shalat duarakaat (shalat tahiyatul masjid)

b. Shalat sunnat Jumat

Ada sebgaian kaum muslimin yang berpendapat tidak ada shalat Qabliyah
Jumat, karena Rasulullah menganjurkan untuk melaksanakan shalat sunnat
badiyah jumat. Namun ada yang berpendapat boleh melakukan shalat sunnah
Qabilyah jumat seperti halnya shalat Qabliyah Zuhur.
` - ` , ` - _ . , , ` , = ` _ . ' ` ,`, ,` ` , `
, ,_ . _ _ ,` _ ` , .` ,

Artinya : Dari Abi Hurairah , bersabda Nabi Muhammad SAW : Apabila salah
seorang dari kamu selesai melaksanakan shalat Juat neka laksanakanlah
shalat sunnat empat rakaat.
` ` , _ ` - ` , _ .`, , , ` , = ` _ . ' ` . , ` ` , `
,, _- ,_ ` , ,

c. Shalat Dluha
Shalat dluha adalah shalat sunnah di pagi hari ketika mata-
hari mulai meninggi sampai menjelang waktu zuhur

. , , , ` , = ` _ . ` ` , - ` .` , ,`, ,` ` , ` , . ,
. , _ -' . _ _ , ,` , ` `, ,_ . ` , ` ,
,, _-

Artinya : Dari Abi Hurairah berkata, telah berpesan kepadaku
kekasihku/sahabatku (rasulullah SAW) tiga hal , berpuasa tigahari pada
setiap bulan, shalat dluha dua rakaat dan shalat witir sebelu tidur.

` , _ _ -' . _ . ` , , ` , = ` _ . ' `
- ,,,, ,_ ` - ` ,` . ` = _ , _

Artinya : Dari Anas, telah bersabda rasulullah SAW Siapa saja yang
melaksanakan shalat dluha duabelas rakaat Allah akan membuatkan baginya
istana di surga.

d. Shalat Tarawih

Shalat Tarawih adalah shalat malam yang dikerjakan setelah melaksanakan
shalat Isya di bulan Ramadlan. Hukum melaksa-nakannya sunnah muakad
dan boleh dikerjakan secara berjamaah atau sendiri-sendiri di Masjid atau
ditempat lain yang patut untuk digunakan sebagai tempat shalat.

Tentang jumlah rakaat dalam shalat trawih terjadi ada perbedaan pendapat.
Bukan hanya di masa sekarang saja. Rasdulullah melaksanakan shalat
Tarawih dan witir sebanyak sebelas rakaat. Kemudian Umar bin Khattab
melaksanakan secara berjamaah duapuluh rakaat tarawih dan tiga witir.
Kemudian di Zaman Umar bin Abdul Aziz (klerajaan Bani Umayyah)
melaksanakannya sebanyak 36 rakaat. Pada saat ini di Masjidil Haram,
Makkah dan di Masjid Nabawi, Madinah dilaksanakan tarawih dengan 20
rakaat dan tiga Witir.

Bagi yang melaksanakan shalat tarawih 20 rakaat secara berjamaah berarti
ia mengikuti ijtihad Umar Bin Khattab yang tidak ditentang oleh para shabat
lain, karena itu ijtihad yang baik.
-` _ . . _ . = - ` , , ` _ ` .` - , - ` _ _` , ' ` ,
` - , .`, ., , ` ` , . , .` , ` - , .`, ,
, ` , ` ` ' . - , _ _ . ` , ` .` - ` , _ '
` , ` ` .` - , - , .` ` , , ' _ ` ,` , - ` , ,` - '
. ` ` , ` ` , , _ . , ., .`, , ` ,` .,` ,
.,` , , ` . ' ` , ' .,` , , ` . , ` , ,- ` , .

Artinya : Saya keluar bersama Umar bin Al Khathab ke masjid pada bulan
Ramadhan. Di sana banyak sekali orang yang terpencar-pencar. Ada yang
melaksanakan shalat sendirian dan ada seorang yang shalat dengan
beberapa orang mengikti shalatnya. Umar berkata: Demi Allah,
sesungguhnya saya melihat jika saya satukan mereka dengan seorang imam
tentu akan lebih baik. Maka, Umar pun mengumpulkan mereka dengan
Ubay bin Kaab sebagai imam. Kemudian, saya keluar lagi bersama Umar
pada malam yang lain, dimana ornag-orang shalat dengan qari` (imam)
mereka. Umar berkata; Ini adalah bidah yang sangat bagus. Tetapi, orang-
orang yang sekarang tidur itu lebih baik daripada yang bangun. Maksud
Umar, orang yang tidur untuk bangun di akhir malam. Waktu itu, orang-orang
qiyamullail pada awal malam.
` ' _ ` ` , ` - , ` ` . = - ` , , ` _ ` .` - , -
= . _ ., , ` ` _ _` , ' ` , -` _ . . _ ` , ` `
` , ` ` , . , .` , ` - , .`, , ` - , .`,
- , _ _ . ` , ` .` - ` , _ ' ` ,` , - , , ` ' .
. , ., .`, ` , ,` - ' ` , ` ` .` - , - , .` ` , , ' _
` ,` ` , ` ` , , _ , _- ,_ ,

Artinya: Dari Abdirrohman bin Abdil Qori beliau berkata; Saya keluar
bersama Sayyidina Umar bin Khatthab ra ke Masjid pada bulan Ramadlan.
(Didapati dalam masjid tersebut) orang yang shalat tarawih berbeda-beda.
Ada yang shalat sendiri-sendiri dan ada juga yang shalat berjamaah. Lalu
Sayyidina Umar berkata: Saya punya pendapat andai kata mereka aku
kumpulkan dalam jamaah satu imam, niscaya itu lebih bagus. Lalu beliau
mengumpulkan kepada mereka dengan seorang imam, yakni shohabat Ubay
bin Kaab. Kemudian satu malam berikutnya, kami datang lagi ke masjid.
Orang-orang sudah melaksanakan sholat tarawih dengan berjamaah di
belakang satu imam. Umar berkata: sebaik-baiknya bidah adalah ini (shalat
tarawih dengan berjamaah).

Umar bin Khattab adalah seorang sahabat Rasulullah sangat dipercaya.
Rasulluah bersabda
, ` ` , ` = ,` _ . ' , ` . _ - - .
, , , ,_ ,
Artinya: Sesungguhnya Allah telah menjadikan kebenaran melalui lisan dan
hati umar. (HR. Turmudzi).
Karena itu tidak salah kalu kaum muslimin mengikuti ijtihad Umar bin Khattab
dalam hal shalat tarawih ini.

Rasulullah memerintahkan agar mengikuti Khulafaur-rasyidi setelah
sepeninggal beliau. Hal ini diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh
Imam Ahmad, abu Daud, Ibnu Majah dan Tirmizi
, , ` , = _ . ,` _ ` , . ` - ` , ` , ` , ` ,
- , , ,` , , ` .` ` , ` , ` , , , , ,` , ' , ` ` - ' ` - ,` - '
. , ` ` , , ` - ` ` , , ` , ` , -` , ` , _ , ` , - ` - - ,

Artinya: Dan sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: maka ikutilah
sunnahku dan sunnah Khulafaur Rosyidin yang mendapatkan pentunjuk
setelah aku meninggal, maka berpegang teguhlah padanya dengan erat.
Rasulullah juga memerintahkan agar mengikuti dua sahabatnya, Abu Bakar
dan Umar bin Khattab

` , = _ . = ,` _ ` ,` ,, ,` `, ` - ` , , ,`
, ` , , , , ' ` , ` `, , , ' ` - , ` ` , ` - ,` - ,
Artinya: Dari Hudzaifah ra ia berkata, Rasulullah SAW telah bersabda;
ikutilah dua orang setelahku, yakni abu bakar dan Umar. (HR. Turmudzi).
Beberapa kali Rasulullah SAW mlaksanakan shalat tarawih di Masjid,. Namun
setelah itu beliau melaksa-nakannya dirumah. Karena beliau khawatir kalau
saja shalat tarawih itu menjadi wajib.

` , . -` ' ` _ . , , ` , = ` _ . = ` _ . `
. ` , ` . , _ . , ` , ` ,` ` - ` , ` ` , , _
` , , ` , = ` _ . = ` _ ` , ,` , ` _` ,` -, ` , ,` , ,
_ ` . ` ` ` , ` , ` ,` ` . ` .`, _ ` ` ` . ` , ` , _` ,` , -
_- ,_ . . _ ` : , .` , ` , ` . ` .` , -
,,

Artinya : Dari Aisyah : Sesungguhnya Rasulullah SAW di suatu malam
melaksanakan shalat di (tarawih) Masjid maka banyak orang yang shalat
mengikutinya. Kemudian beliau shalat padfa hari beikutnya dan bertambah
banyak orang yag mengikutinya, kemudian mereka (sahabat) berkumpul pada
malam ketiga atau keempat, Maka Radsulullah SAW tidak keluar untuk
bersama mereka. Maka ketika di pagi hari Rasulullah bersdabda :
Sesungguhnya aku telah melihat apa yang kalian lakukan dan tidak ada yang
menghalangi aku keluar (rumah) untuk berkumpul bersama kalian, Tetapi aku
merasa takut kalau saja (tarawih) diwajibkan kepada kalian semua. Yang
demikian itu di bulan Ramadlan.


e. Shalat Witir

Shalat witir adalah shalat yang dilaksanakan pada waktu setelah isya sampai
datangnya waktu subuh dengan jumlah rakaat yang ganjil, tiga, lima tujuh,
Sembilan atau sebelas rakaat. Sekurang-kurangnya satu rakaat dan
sebanyak-banyaknya sebelas rakaat. Apabila dilaksanakan dengan tiga
rakaat tanpa salam setelah dua rakaat, maka jangan melakukan tahiyat awal.

. ` _ , , . ` , , ` .`, , , ` , = ` _ . ' ` . `
` - ,` - _ . - , , ` , `, , ` , _ ` , , ` , `, _ ,
,, _- ,_

Artinya: Dari Aisyah, Rasulullah SAW melaksanakan shalat diantara isya
sampai terbit faha (subuh) sebelas rakaat, member salam pada setiap dua
rkaat dan mengganjilkannya/meng-akhirinya dengan satu rakaat.

Tentang berapa jumlah rakaan seharusnya dilakukan tidak ditetapkan.
Rasulullah SAW memberikan kebebasan kepada orang yang
melaksanakannya sesuai dengan keinginan masing-masing.

. ` . - ` - ` ,` , , , ` , = ` _ . ' ` .` ,', ` , `
. ` . - ` , , . , , ` ,`, . ` . - ` , . , ` - , , ` ,`,
,,, ,_ , - , , , ` ,`, ,

Artinya : Dari Abi Ayyub, telah bersabda Nabi Mihammad SAW Witir itu hak,
siapa yang suka mengerakan dengan lima rakaat, maka lakukanlah, siapa
yang suka melaksanakan dengan tiga rakaat maka lakukanlah dan siapa yang
suka melaksanakan dengan satu rakaat maka lakukanlah.

f. Shalat Tahajjud


g. Shalat Istikharah

h. Shalat Wudlu

i. Shalat Taubat


j. Dhalat Hajai

k. Salat Istisqa

l. Shalat Gerhana


m. Shalat Janazah:


4. PERAKTIK SHALAT SUNNAH

4.1. Shalat sunnah Rawatib Muakad/ dikuatkan

b. Shalat dua rakaat sebelum subuh (Qobliyah Subuh)

_ = , ` ` , _ _` ' . ` ` _ .

Saya niat melaksanakan shalat sunnah qabliyah subuh dua rakaat karena
Allah.

c. Shalat dua rakaat sebelum Zuhur(QobliyahZuhur)

_ = , ` ` , _ ,` , = ` ` _ .

Saya niat melaksanakan shalat sunnah qabliyah zuhur dua rakaat karena
Allah.

d. Shalat dua rakaat sesudah Zuhur(Badoyah Zuhur)

_ = , ` , ` , _ ,` , = ` ` _ .

Saya niat melaksanakan shalat sunnah badiyah zuhur dua rakaat karena
Allah.
e. Shalat dua rakaat sesudah Maghrib(Badoyah

_ = , ` ` , _ . ,` ' ` ` _ .
Saya niat melaksanakan shalat sunnah qabliyah maghrib dua rakaat karena
Allah.

f. Shalat dua rakaat sesudah Isya (Badiyah Isya)

_ = , ` , ` , _ . ` ` _ .
Saya niat melaksanakan shalat sunnah badiyah zuhur dua rakaat karena
Allah.

4.2. Shalat sunnah Rawatib Ghairu Muakad

a. Shalat dua rakaat sebelum Zuhur selain dua rakaat yang dimuakkadkan,
sehingga jumlah rakaatnya menjadi empat
b. Shalat dua rakaat sesudah Zuhur selain dua rakaat yang dimuakkadkan,
sehingga jumlah rakaatnya menjadi empat
c. Dua rakaat sebelum Ashar

_ = , ` , ` , _ ,` . ` ` _ .
Saya niat melaksanakan shalat sunnah badiyah ashar dua rakaat karena
Allah.

d. Dua rakaat sebelum Maghrib

_ = , ` , ` , _ . ,` ' ` ` _ .
Saya niat melaksanakan shalat sunnah badiyah maghrib dua rakaat karena
Allah.

5.3. Praktek shalat sunnah selain Rawatib

a. Sahalat Tahiyatul Masjid

` ` _ . _ = ` , _ -` ' ` , -
Saya niat melaksanakan shalat sunnah Tahiyah Masjid dua rakaat karena
Allah.

b. Shalat sunnat Jumat

` ` , _ ` - ` ` _ . _ = ,
Saya niat melaksanakan shalat sunnah qabliyah Qabliyah Jumat dua rakaat
karena Allah.

_ = , ` , ` , _ ` - ,` ` ` _ .
Saya niat melaksanakan shalat sunnah Badiyah Ju,at dua rakaat karena
Allah.
c. Shalat Dluha
_ = ` , _ _ -' . ` ` _ .
Saya niat melaksanakan shalat sunnah qabliyah maghrib dua rakaat karena
Allah.

d. Shalat Tarawih
_ = ` , _ _`, , ,` ` ` _ .
Saya niat melaksanakan shalat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah.
Dalam melaksanakan shaat tarawih di bulan Ramadlan ada yang mengerjakan
dengan 8 rakaat dan ada pula yang mengerjakanya dengan 20 rakaat

e. Shalat Witir
Shalat witir adalah shalat yang ganjil bilangan rakaatnya. Biasanya
dilaksanakan tiga rakaat. Ada yang melaksa-nakan langsung tiga rakaat ada
pula yang mengerjakan dua rakaat petama dan kemudian disusul dengan satu
rakaat.
_ = ` , _ ,` , ` ` _ .
Saya niat melaksanakan shalat sunnah Witir dua rakaat karena Allah.
_ = _ ,` , ` ` _ .
Saya niat melaksanakan shalat sunnah Witir satu rakaat karena Allah.

DO SHALAT TARAWIH
` ` - ` , ` . _ = _ ` , , . ` ,` , _ , ` -` ` ,
` -` ` , ` ,` , ` , . `, . , ` - . `,` , : . , , . _ , , ` .
` , = -` . ` , , ` , . ~ ` , ` , . ` , - _ , , . , ,
` , ` ` . ` , . ,` ` ,` , ,` ' , `, _ . _ , ` , _ , - .
` , . _ . . , , . `, , . ` ` , , . . . , `, , , . . , .` - ,
`, , , ` ,, ` -` .` , . `, _ , ` , - _ , ` , - ` - ` ,
`, , ,`, , _ , . ` , -` , , ` ` ` , ` _` ,` - , . ,` ` , ` ` ` ` ,
`, , ` , , _ ` , .` , ` , ` , ` - ~ ` , ` , ` ` _
` ,` , ` ` , ,` , .` ` `, _ ` , ` , `, _ , , . , ,
` , - ` . , . ,' , ` , ` ` . , = ` . : ` , _ : , ` - ,
_ , ` , = , _ = . , ` , , ` -. . , _ , .` -` `,
` , ` . _ = ` ` - ,
DO SHALAT EITIR

` , ` . _ = ` - ' ` ,` , _ ` , , . _ , ` -` ` , ` ,
` -` ' `, : ` . ` ,` ,. ' - : ` , ' : ` ,
' . ` , , : ` , ' : ` , - . ' `, : ` ,
`, ' _ ,` , - : ` , ' , , , : ` , ' , : ` , '
, _ , ' : ` , ' ` . : ` , ' ` ` ` , _ ` ,` ,
. =, =, ,` , . ` ,` , ' , ' , . , ' - , , , , .,
` , -` , , -` _ , ' ` - . , _ , ` -` ` , - ,` , - _ = _ . ,
= ` ` - , ` , ` - ` , ` . _

5. SAHALAT IDAIN
Sahalat idain adalah Shalat dua hari raya, yaitu Idul Fitri yang dilaksanakan pada
setia 1 Syawwal sesudah melaksa-nakan puasa di bulan Rama-dlan. Sedangkan
Shalat Idul Adlha adalah shaat yang dilak-sanakan pada setiap tanggal 10
Zulhijjah. Mengerjakan sha-lat Idul Fitri dan Idul Adha hukumnya sunah muakkad.
6.1. Shalat Idul Fitri dan Idul Adha
Hari raya idul fithri adalah hari raya yang disyariatkan untuk umat Islam agar
bergembira dengan limpahan nikmat dan ampunan Allah SWT setelah
menjalankan shaum Ramadhan dan qiyam (shalat tarawih dan witir) selama
sebulan penuh.
Pada zaman jahiiyah bangsa Arab biasa bergembia dan bermain, maka setelah
Islam datang hari gembira itupun tetap ada dan diganti dengan Hari Raya Idul
Fitri.
` . ' . ` ,, ` ,` , , , , , ` , ` _ . ,` _
. ,, .,` , , . ` , , . ,, ` .
,` _ . , - , , ` , ` _ . , , ` , ` , ' ` .
` ,` ,` , - , = ` ,, , . _ -` . ' ` ,,

Dari Anas bin Malik RA berkata: Rasulullah SAW tiba di Madinah sedangkan
penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk mereka rayakan. Maka beliau
bertanya, "Dua hari apa ini?" Mereka menjawab, "Pada dua hari ini, kami biasa
bermain pada masa jahiliyah." Maka beliau bersabda, "Allah telah
menggantikannya untuk kalian dengan dua hari yang lebih baik: idul adha dan idul
fithri."(HR. Abu Daud, An-Nasai, , Ahmad, Al-Hakim, Abu Ya'la, dan Ath-Thahawi
dengan sanad shahih)

a. Hukum shalat idul fithri dan Idul Adlha
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat idul fithri:
1. Fardhu 'ain yaitu wajib atas setiap individu muslim dan muslimah.
Barangsiapa tidak melaksanakannya berarti berdosa besar. Ini adalah
pendapat imam Abu Hanifah dan Ahmad, merupakan salah satu pendapat
imam Syafi'i, dan diikuti oleh sebagian ulama madzhab Maliki.

2. Fardhu kifayah yaitu wajib atas seluruh umat Islam sebagai satu kesatuan
umat, namun apabila sebagian kaum muslimin sudah menjalankannya
dengan baik, maka umat Islam lainnya tidak berdosa apabila tidak
melaksanakannya. Ini adalah pendapat para ulama madzhab Hambali dan
sebagian ulama madzhab Syafi'i.
3. Sunah muakkadah yaitu sunah yang sangat ditekankan. Ini adalah
pendapat imam Malik dan Syafi'i serta sebagian besar ulama madzhab
Maliki dan Syafi'i.
b. Waktu shalat Idul fithri Idul Adlha
Waktu shalat idul fithri dimulai dari saat matahari telah naik kira-kira setinggi
tombak dan berakhir menjelang matahari condong ke arah barat (waktu dhuhur).
Berdasar hadits,
. ` - , ,` , ` - ` ` , ` , ,, - _ , - ` . - . . ,` ` , ` ` , ` `
. _ -` . ' ` , ' . , = , ` ,, _ , , ` , ` _ . ,` _
. , . =` , , ` ' - : , . , `
_, `

Dari Yazid bin Khumair Ar-Rahabi berkata: Abdullah bin Busr RA keluar bersama
kaum muslimin pada hari idul fithri atau idul adha, maka ia mengingkari
keterlambatan imam. Ia berkata, "Dahulu (pada zaman Nabi SAW-edt) kami pada
saat seperti sudah selesai shalat." Saat itu telah tiba waktu shalat. (HR. Abu
Daud, Ibnu Majah, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi. Hadits shahih)
Shalat idul fithri sebaiknya diundurkan waktunya sebentar untuk memberi
kesempatan bagi kaum muslimin yang baru sempat mengeluarkan zakat fithri
pada saat tersebut. Sedangkan pelaksanaan shalat idul adlha dipercepat, karena
setelah shalat aka dilaksanakan ibadah Qurban.
c. Tempat shalat Idul fithri dan Idul Adlha
Shalat idul fithri diutamakan dikerjakan di tanah lapang yang luas agar mampu
menampung sebanyak mungkin kaum muslimin. Meski shalat di masjid Nabawi
sama nilainya dengan seribu kali shalat di masjid yang lain, namun Rasulullah
SAW tidak melakukan shalat idul fithri dan idul adha di masjid Nabawi. Beliau
selalu mengerjakan shalat iid di al-mushalla, yaitu tanah lapang.
` . _` - , , ' ` _` ,` -, , , ` , ` _ . ,` _ .
. ` , .` , , . . , ' ` , .` , ' . _ . ' _ _ -` . . , , = ` ,,
, . , ` ` , , . ` , ,, .,`, , . ` ,` , = , ` , , , ` . _ ` , ` - `
` ,` ` ,` ', ,

Dari Abu Said Al-Khudri RA berkata, "Rasulullah SAW keluar pada hari idul fithri
dan idul adha menuju al-mushalla (tanah lapang), dan hal yang pertama kali
beliau lakukan adalah shalat iid..." (HR. Bukhari no. 956 dan Muslim)
Adapun jika ada udzur seperti turun hujan lebat atau jarak tanah lapang jauh dari
pemukiman kaum muslimin, maka tidak mengapa melaksanakan shalat iid di
masjid.
d. Tata cara shalat Idul fithri dan Idul Adlha
Shalat idul fithri terdiri dari dua raka'at dan tata caranya serupa dengan shalat
sunah dua raka'at pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada jumlah
takbir sebelum membaca Al-Fatihah dalam setiap raka'at.
1. Pada raka'at pertama, menghadap kiblat dan melakukan takbiratul ihram.
2. Setelah itu melakukan takbir sebanyak tujuh kali (menurut ulama yang
berpendapat takbiratul ihram belum termasuk dalam tujuh takbir) atau
enam kali (menurut ulama yang berpendapat takbiratul ihram sudah
termasuk dalam tujuh takbir)
` , = ` , `, . , , ` , ` _ . ,` _ . '
, ` - , , . . _ _` _ , ' . _ -` . ' ,
_, ` , _

Dari Aisyah bahwasanya Rasulullah SAW bertakbir dalam shalat idul fithri
dan idul adha sebanyak tujuh kali pada raka'at pertama dan lima kali pada
raka'at kedua, selain dua kali takbir saat hendak ruku'. (HR. Abu Daud, Ibnu
Majah, dan Ahmad)
3. Membaca doa istiftah, lalu membaca ta'awudz tanpa dikeraskan, lalu
membaca Al-Fatihah dengan suara keras bagi imam.
4. Membaca surat Al-A'la atau surat Qaaf setelah membaca Al-Fatihah.
5. Setelah itu semua gerakan shalat serupa dengan gerakan shalat lainnya:
ruku', I'tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua,
lalu bertakbir dan berdiri untuk raka'at kedua.
6. Membaca takbir lima kali (menurut ulama yang berpendapat takbir saat
bangun dari sujud belum termasuk dalam lima takbir) atau empat kali
(menurut ulama yang berpendapat takbir saat bangun dari sujud sudah
termasuk dalam lima takbir)
7. Membaca Al-Fatihah.
8. Membaca surat Al-Ghasyiyah atau surat Al-Qamar
9. Setelah itu semua gerakan shalat serupa dengan gerakan shalat lainnya:
ruku', I'tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, lalu
tasyahud akhir.
10. Mengucapkan salam.

e. Hal-hal yangsunnah dalam shalat Idul Fitri
1. Menucapkan takbir
Kesunahan ini dimulai sejak terbenamnya matahari hari raya Idul Fitri dan
Idul Adha, dan berakhir ketika imam memulai shalat id. Hanya saja, pada
hari raya Idul Adha tetap disunahkan melantunkannya setiap selesai
mengerjakan shalat fardlu, shalat rawatib, shalat sunah mutlak, dan shalat
janazah. Kesunahan ini berlangsung sampai waktu Ashar tanggal tiga belas
Dzulhijjah.
Adapun bacaan takbir yang dimaksud adalah:

= , ` , = .` , = , . = . . .` , ' = .` , ' = .` , ' =
.` ` - . ` , . ' , , ` , = . -` ` , . ,` , = ` ` - , _ ` , ' =
` ` - , = . . , , .` ` ` - ` , ' , .` ` , . , .` ` , . .
` ` - = , ` , ' = .` , ' = , = . . .` ` - , . ,` - . .

2. Mandi dengan niat untuk melaksanakan shalat hari raya:

` , ` ` ` .`, , , = / _ = ` ` _-` . . .

3. Berangkat pagi-pagi, kecuali bagi imam disunahkan berangkat ketika shalat
hendak dilaksanakan.
4. Berhias diri dengan memakai parfum, pakaian yang bagus, memotong
kuku, serta menghilangkan bau yang tidak sedap.
5. Menempuh jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.
6. Makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Idul Fitri, sedangkan pada
Idul Adha, sunah melakukan shalat terlebih dahulu, kemudia makan
7. Tahniah (ungkapan suka cita) atas datangnya hari raya disertai dengan
berjabat tangan. Seperti lafadh:
:` , ` = `
Menjawab ucapan suka cita (tahniah) dengan bacaan:

,` , - , ` ,` ` ' , . ` . = ` , ,` - ' .` , ` = `

Setelah shalat idul Adlha disunnahkan melaksanakan ibadah Qurban..




6. Shalat Qashar dan Jama]
Shalat Jama
Menurut bahasa shalat jama artinya shalat yang dikumpulkan. Sedangkan
menurut syariat Islam ialah dua shalat fardhu yang dikerjakan dalam satu waktu
karena ada sebab-sebab tertentu.



















7. QURBAN DAN AQIQAH

9.1. Qurban

Udlhiyyah dengan meng-gunakan makna tadlhiyyah (melakukan ibadah qurban)
hukumnya adalah sunah muakkad bagi setiap orang Islam, baligh, berakal dan
mampu. Yang dimaksud mampu di sini adalah orang yang mampu melakukan
ibadah qurban, dengan cara menyembelih hewan, bersamaan ia memiliki suatu
kelebihan untuk memenuhi kebutuhan hidup untuk dirinya dan orang yang wajib
dinafkahinya, pada saat hari raya qurban dan pada hari tasyrik, yaitu pada
tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Namun berqurban hukumnya dapat menjadi wajib apabila jika seseorang berjanji
akan berqurban jika ia berhasil mendapatkan prestasi tertentu. (Qurban nazar)

a. Hewan yang sah digunakan berqurban adalah:
1. Domba (dlo'nu), apabila sudah berumur satu tahun sempurna dan
memasuki tahun yang kedua.
2. Kambing kacang/jenis kecil (ma'zu), apabila sudah ber-umur dua tahun
sempurna dan memasuki tahun yang ketiga.
3. Sapi, apabila sudah berumur dua tahun sempurna dan memasuki tahun
yang ketiga.

Untuk satu ekor unta dan sapi itu mencukupi untuk qurbannya tujuh orang,
sedangkan kambing itu hanya mencukupi untuk qurbannya satu orang. Satu orang
yang berqurban dengan satu ekor kambing hukumnya lebih utama dibanding
berqurban dengan seekor unta atau sapi yang digunakan berqurban secara
musyarakah (persekutuan) untuk 7 orang.

b. Hal-hal yang menyebabkan hewan tidak sah digunakan
berqurban,
1. Hewan yang buta salah satu matanyaHewan yang pincang salah satu
kakinya, walaupun pincangnya itu terjadi ketika akan disembelih, yaitu
ketika dirubuhkan dan ia bergerak dengan sangat kuat.
2. Hewan yang sakit yang tampak jelas yang menyebabkan kurus dan
dagingnya rusak.
3. Hewan yang sangat kurus hingga menyebabkan hilang akalnya.
4. Hewan yang terputus sebagian atau seluruh telinganya.
5. Hewan yang terputus sebagian atau seluruh ekornya.
Sedangkan hewan yang pecah atau patah tanduknya itu sah digunakan
berqurban, begitu pula hewan yang tidak memiliki tanduk.

c. Waktu menyebelih qurban

Hewan qurban itu diperbolehkan disembelih mulai kira-kira lewatnya waktu
yang cukup untuk melakukan dua rakaat dan dua khutbah yang cepat terhitung
dari terbitnya matahari pada saat hari idul adlha sampai terbenamnya matahari
pada ahir hari tasyriq, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.
Sedangkan waktu penyembelihan yang utama adalah ketika matahari kira-kira
tingginya sudah ada satu tombak dalam pandangan mata pada saat hari raya
Idul Adha.

a. Rukun penyembelihan itu ada 4, yaitu:

1. Dzabhu (pekerjaan menyembelih)
2. Dzabih (orang yang menyembelih)
3. Hewan yang disembelih
4. Alat menyembelih

b. Hal yang disunnahkan dalam penyembelihan

1. Memotong wadajain (dua otot yang ada disamping
kanan dan kiri)
2. Menggunakan alat penyembelih yang tajam
4. Membaca bismillah
5. Membaca shalawat dan salam pada Nabi Muhammad. Karena
menyembelih itu adalah tempat disyari'atkan untuk ingat pada Allah, maka
juga disyari'atkan ingat pada Nabi

c. Syarat orang yang menyembelih

1. Orang Islam / orang yang halal dinikahi orang Islam
2. Bila hewannya ghoiru maqdur, maka disyaratkan orang yang
menyembelih adalah orang yang bisa melihat. Dimakruhkan
sembelihannya orang yang buta, anak yang belum tamyiz dan orang
yang mabuk.

d. Syarat hewan yang disembelih
1. Hewannya termasuk he-wan yang halal dimakan
2. Masih memiliki hayatun mustaqirrah (kehidupan yang masih tetap),
bukan gerakan di ambang ke-matian kematian.

e. Syarat alat penyembelih
Yaitu berupa sesuatu yang tajam yang bisa melukai, selain tulang belulang.
f. Proses penyembelihan
Proses penyembelihan hewan qurban didahului dengan:

1. Membaca basmalah
2. Membaca Shalawat pada Nabi
3. Menghadap ke arah kiblat (bagi hewan yang disembelih dan orang
yang menyembelih)
4. Membaca takbir 3 kali bersama-sama
5. Berdoa agar qurbannya diterima oleh Allah, orang yang menyembelih
mengucapkan;

Syarat dalam pekerjaan menyembelih adalah memotong hulqum (jalan
nafas) dan mari' (jalan makanan). Hal ini apabila hewannya maqdur
(mampu disembelih dan dikendalikan).

,. -` , ` , :` , , :` ,` , .
, _ = . , ,` , ,` , , ` , _ , -`
` -` , . ` , . _ =` ` - .

9.2. Aqiqah

Aqiqah adalah penyembelihan domba/kambing untuk bayi yang dilahirkan pada
hari ke 7. bersamaan dengan dicukur rambut bayi yang kemudian beratnya.
disedekahkan dengan harga emas Hukum melakukan aqiqah ialah sunnah
muakkadah bagi orang yang menanggung sara hidup kanak-kanak tersebut. Jika
anak itu lelaki disunatkan menyembelih dua ekor kambing, manakala jika anak itu
perempuan disunatkan menyembelih seekor kambing. Binatang seperti lembu,
kerbau atau unta boleh dibahagikan kepada tujuh bahagian.

,` ` , ,, , = _. ,` _ . ' = ._ :
` , ` ,` , , , ` ` ` _ , ` ` ,, , , ` ` -`, , , _` `, , ` - ` , _ ,
` ` ,` ` -` - . ,

Telah berkata Samurah : Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda : "Tiap-
tiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih untuk dia pada hari
ketujuhnya, dan dihari itu ia diberi nama dan dicukur rambut kepalanya." (HR.
Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'I, Ibnu Majah, Baih

= ` ,` _ . ' ,` = . _ ` . ` `, . ' ` ,` , '
, _ - , . ` .

Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah Saw memerintahkan mereka (para sahabat)
untuk aqiqah dari bayi laki-laki dua ekor domba yang sama dan bayi perempuan
seekor domba (HR. Tirmidzi). Aqiqah ini dilakukan pada hari ketujuh dan
bersamaan dengan itu dicukur pula rambutnya yang kemudian beratnya
disedekahkan dengan harga emas,

Berdasarkan riwayat hadits shahih di atas jelaslah bahwa aqiqah itu hukumnya
sunnah, artinya kalau dilaksanakan mendapatkan pahala dan bila ditinggalkan
tidak berdosa, serta pelaksanannya pada hari ketujuh. Memang ada keterangan
yang menyebutkan aqiqah itu pada hari keempat belas atau hari keduapuluh satu,
haditsnya sebagai berikut :

` ` = . _ ,`, ,` ` ,` , ' : , , ` , = _ . = ` ,` _ ` ,
`, ,` , ` - , , , _ ,` _ ' , _` ` _ , `

Kata Abu Hurairah r.a., Nabi saw. bersabda, Aqiqah itu disembelih pada hari
ketujuh, atau keempat belas , atau keduapuluh satunya. (HR. Baihaqi dan
Thabrani)

Menurut para peneliti hadits, dalam riwayat Baihaqi dan Thabrani ini ada seorang
rawi yang bernama Ismail bin Muslim yang dinilai lemah oleh imam Ahmad, Abu
Zarah, dan Nasai.

Namun demikian harus dilihat keadaan atau kemampuan seseorang untuk
melaksanakan aqiqah, jika seorang ayah mampu untuk menyembelih Aqiqah
pada hari ketujuh, maka sebaiknya ia menyembelihnya pada hari tersebut.
Namun, jika ia tidak mampu pada hari tersebut, maka boleh baginya untuk
menyembelihnya pada waktu kapan saja. Sedangkan pelaksanaannya pada hari
ketujuh merupakan sunnah, bukan suatu keharusan. Bila menjadi suatu
keharusan dilaksanakan pada hari ketujuh, bagaimana dengan orang yang tidak
mampu melaksanakannya pada hari ketujuh itu. Apakah bayi yang baru lahir terus
akan tertanggung oleh aqiqahya.

Ada perbedaan lain antara Aqiqah dengan Qurban, kalau daging Qurban dibagi-
bagikan dalam keadaan mentah, sedangkan Aqiqah dibagi-bagikan dalam
keadaan matang.

Syarat-syarat hewan yang bisa (sah) untuk dijadikan aqiqah itu sama dengan
syarat-syarat hewan untuk kurban, yaitu:

1. Tidak cacat.
2. Tidak berpenyakit.
3. Cukup umur, yaitu kira-kira berumur satu tahun.
4. warna bulu sebaiknya memilih yang berwarna putih.
Rangkaian Kegiatan Aqiqah:
1. Menamai anak:
Nama merupakan sarana yang mudah untuk mengenali seseorang dalam
hubungannya dengan orang lain.
2. Mencukur rambut
Mencukur rambut bayi biasanya dilakukan di hadapan sanak keluarga. Dengan
diawali dengan basmalah, rambut bayi dicukur hadis dan kemudian Rambut hasil
cukuran ditimbang dan jumlah timbangan dinilai dengan nilai emas atau perak
kemudian disedekahkan kepada fakir miskin.

Setelah memberi nama dan mencukur rambut selanjutnya menyembelih kambing
(2 ekor untuk bayi laki-laki dan 1 ekor untuk bayi perempuan), Berbeda dengan
daging kurban yang dibagikan dalam keadaan mentah, maka daging aqiqah
sebelum dibagikan hendaknya dimasak dan selanjutnya dibagikan kepada
keluarga, fakir miskin, tetangga dan kedua orang tuanya boleh ikut memakan
daging tersebut. Kecuali Aqiqah itu adalah Nazar.

8. ZAKAT

8.1. Pengertian Zakat

Menurut Bahasa(lughat), zakat berarti : tumbuh; berkembang; kesuburan atau
bertambah atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan. Sedangkan
menurut istilah zakat adalah sebagian harta yag diambil atau dikeluarkan dari
harta tertentu yang harus diberikan kepada yang berhak (mustahiq). Selain itu,
ada istilah infaq dan shadaqah. Infak Sunnah disebut shdaqah, sedangkan infak
wajib disebut zakat

8.2. Hukum Zakat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam, Karena itu itu hukum mengeluarka
zakat adalah wajib bagi setiap muslim. Firmanaa Allah dalam surah surah Al
Baqarah ayat 43 ;
, ,` . ,` ` , , ` , ,`
Dan tegakkanlah shalat dan bayarlah zakat
Kemudian dalam, surah At Taubah ayat 103
` , ,` , ,` , ` ,` ,` , =` . ` , , ,` ` ` -
Ambillah dari mereka sadaqaah (zakat), dengan cara begitu engkau
membersihkan dan mensucikan mereka

8.3. Macam-macam Zakat
8.3.1. Zakat Nafs (jiwa), juga disebut zakat fitrah.
a. Pengertian Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan dalam bentuk bahan makanan pokok
dengan ukuran tertentu setelah terbenamnya matahari pada akhir bulan
Ramadhan (malam 1 Syawwal) dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan
.Menurut Imam SyafiI tidak boleh mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang.
Zakat fitrah diwajibkan ditahun kedua Hijriyah. Dasar wajib zakat fitrah:

` ` , ` ,` = . _ , ` ,_ , = _ . = , ,, _
, = . ` ,` ` , ' ` . ` ,` , , , ` , - , ` _ _
, : , , , , ` , ' ,` , , ,` , ` . , _ ` . ` _` ,` ,` - ` ` ` .
, ` . _

Dari Ibnu Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW mewajibkan zakat fithr sebesar
1 sha' kurma atau 1 sha' tepung (syair), atas setiap hamba atau tuan, laki atau
perempuan, kecil atau besar yang beragama Islam. Dan memerintahkan
agarditunaikan sebelum keluarnya orang-orang untuk shalat. (HR.Muttafaq 'alaihi)

b. Syarat Wajib Zakat Fitrah
Syarat wajib berzakat fitrah ada 3
1. Islam
2. Menjumpai akhir bulan Ramadhan dan awal bulan Syawal. Dan titik temu saat-
saat tersebut adalah pada saat terbenam matahari hari terakhir bulan
Ramadhan. Sehingga apabila seseorang meninggal setelah terbenam
matahari akhir bulan Ramadhan, atau bayi dilahirkan sebelum terbenam
matahari bulan Ramadhan maka telah wajib atas mereka Zakat Fitrah.
3. Memiliki kelebihan dari kebutuhan pokok makanan, mi-numan, pakaian dan
tempat tinggal pada hari raya dan malamnya untuk dirinya dan untuk orang-
orang yang wajib ia nafkahi.
Apabila seseorang telah memenuhi tiga syarat di atas maka ia diwajibkan untuk
menunaikan Zakat Fitrah. Walaupun dilain sisi ia seorang Mustahik (Orang yang
berhak menerima Zakat). Dan sebagaimana ia wajib menunaikan Zakat Fitrah
atas dirinya, ia juga diwajibkan menunaikan Zakat Fitrah atas orang-orang yang ia
wajib nafkahi.
Adapun orang-orang yang wajib ia nafkahi adalah sebagai berikut (Kitab Fathul
Qarib bab Nafaqah):
1. Orang tua (ayah dan ibu) kandung yang faqir
2. Anak kandung yang belum baligh dan faqir
3. Anak kandung yang sudah baligh tetapi fakir
4. Istri
5. Orang lain yang dinafkahi/ditanggung nafkahnya
c. Waktu mengeluarkan zakat fitrah
2. Waktu wajib, yaitu ketika mendapati sebagian dari bulan Ramadhan dan
sebagian dari bulan Syawwal.
3. Waktu jawaz (boleh), yaitu mulai awal Ramadhan.
4. Waktu fadhilah (utama), yaitu setelah terbitnya fajar hari raya (1 Syawwal)
sebelum pelaksanaan shalat ied.
5. Waktu makruh, yaitu setelah pelaksaan shalat ied hingga terbenamnya
matahari 1 Syawwal,
6. Waktu haram, yaitu mengakhirkan hingga terbenamnya matahari 1
Syawwal
d. Besar/jumlah zakat fitrah
Besar zakat fitrah yang wajib dikeluarkan adalah satu Sha. Satu Sha itu = 4
mud, satu mud = 675 geram, kalau dihitu = 2700 geram = 2,7 kg atau bagi
orang Indonesia yang makanan pokoknya beras 3,5 liter beras.
e. Orang yang berhak menerima zakat fitrah
Mustahik adalah orang-orang yang berhak menerima zakat yaitu kaum fakir
miskin. Fakir artinya orang yang tidak mempunyai harta untuk keperluan sehari-
hari dan tidak mampu berusaha mendapatkannya. Sedangkan miskin adalah
orang yang mempunyai penghasilan tetapi tidak mencukupi. Berdasarkan firman
Allah SWT dalam surah At Taubah ayat 60 dijelsakan orang yang mustahik ;

_ , ` ,` ,` ,` , , ' , ,` , ` , , ` , ' , . , ` . ` ` .`
` ,` , - ` ,` , = , = .`, , ` ` , , = ` , ` , ` , _ , , ` ,

Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang
miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk
(memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan
orang-orang yang sedang dalam perjalanan sebagai suatu ketetapanyang
diwajibkan Allah dan Allah mMaha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Q.S At-
Taubah ayat 60)
Dari ayat di atas ulama berpendapat bahwa orang yang berhak menerima zakat
fitrah terdiri dari delapan golongan,
1. Fakir
2. Miskin
3. Amil, panitia yang mengurusi zakat
4. Mualaf, orang yang baru masuk Islam
5. Hamba sahaya atau budak
6. Gharim, orang-orang yang terlilit utang untuk kemaslahatan
7. Sabilillah, orang yang berjuang di jalan Allah
8. Ibn Sabil, Orang dalam perjalanan dan kehabisan bekal.

8.3.2. Zakat Mal (Harta)
b. Pengertian Zakat Mal (Harta)

Menurut bahasa (lughat), harta adalah segala sesuatu yang diinginkan sekali
sekali oleh manusia untuk memiliki, memanfaatkan dan menyimpannya
sedangkan menurut istilah, harta adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki
(dikuasai) dan dapat digunakan (dimanfaatkan) menurut ghalibnya
(lazim).Sesuatu dapat disebut dengan maal (harta) apabila memenuhi 2
syarat, yaitu:
1) Dapat dimiliki, disimpan, dihimpun, dikuasai
2) Dapat diambil manfaatnya sesuai dengan ghalibnya.

c. Hukum Zakat Harta.
Zakat merupakan salah satu rukun Islam, Karena itu itu hukum mengeluarka
zakat adalah wajib bagi setiap muslim. Firmanaa Allah dalam surah surah Al
Baqarah ayat 43 ;
` , ,` , ,` . ,` ` , ,
Dan tegakkanlah shalat dan bayarlah zakat
Kemudian dalam, surah At Taubah ayat 103

` , ,` , ,` , ` ,` ,` , =` . ` , , ,` ` ` -
Ambillah dari mereka sadaqaah (zakat), dengan cara begitu engkau
membersihkan dan mensucikan mereka
d. Syarat-syarat Kekayaan yang Wajib di Zakati

a. Milik Penuh (Almilkuttam)
Almilkuttam (milik sempurna) berarti harta yang berada dalam kekuasaa
seseorang secara penuh, dan dapat diambil manfaatnya secara penuh.
Harta tersebut didapatkan melalui proses pemilikan yang dibenarkan
menurut syariat islam, seperti : usaha, warisan, pemberian negara atau
orang lain dan cara-cara yang sah. Sedangkan apabila harta tersebut
diperoleh dengan cara yang haram, maka zakat atas harta tersebut tidaklah
wajib, sebab harta tersebut harus dibebaskan dari tugasnya dengan cara
dikembalikan kepada yang berhak.

b. Berkembang
Yaitu : harta tersebut dapat bertambah atau mempunyai potensi untuk
berkembang.

c. Cukup Nishab
Artinya harta tersebut telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan
ketetapan syara'. sedangkan harta yang tidak sampai nishabnya terbebas
dari Zakat

d. Lebih Dari Kebutuhan Pokok (Alhajatul Ashliyah)
Kebutuhan pokok adalah kebutuhan minimal yang diperlukan seseorang
dan keluarga yang menjadi tanggungannya, untuk kelangsungan hidupnya.
Artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi yang bersangkutan tidak
dapat hidup layak. Kebutuhan tersebut seperti kebutuhan primer atau
kebutuhan hidup minimum, misal, belanja sehari-hari, pakaian, rumah,
kesehatan, pendidikan, dsb.

e. Bebas Dari hutang
Orang yang mempunyai hutang sebesar atau mengurangi senishab yang
harus dibayar pada waktu yang sama (dengan waktu mengeluarkan zakat),
maka harta tersebut terbebas dari zakat.

f. Berlalu Satu Tahun (Al-Haul)
Maksudnya adalah bahwa pemilikan harta tersebut sudah belalu satu
tahun. Persyaratan ini hanya berlaku bagi ternak, harta simpanan dan
perniagaan. Sedang hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang
temuan) tidak ada syarat haul.

e. Harta yang Wajib di Zakati dan Nishabnya

1. Binatang Ternak

Hewan ternak meliputi hewan besar (unta, sapi, kerbau), hewan kecil
(kambing, domba) dan unggas (ayam, itik, burung). Nisab untuk untang adalah
5 ekor, sapi/kerbau 30 ekor, dan kambing 40 ekor. Ada pun rinciannya adalah
sebagai berikut:
Jenis
Harta
Nishob Jumlah Zakat Keterangan
Unta



5-9 ekor
10-14 ekor
15 -19 ekor
20-24 ekor
25-35 ekor
1 kambing
2 kambing
3 kambing
4 kambing
1 anak unta
Umur 1 tahun
Umur 2 tahun
Umur 1 tahun
Umur 1 dan 2 tahun
2 tahun lebih
Kam
bing
40-120 ekor
121-200 ekor
201-399 ekor
400-499 ekor
1 kambing betina
2 kambing betina
3 kambing betina
4 kambing betina
2 tahun lebih
2 tahun lebih
2 tahun lebih
2 tahun lebih
Sapi
dan
kerbau
30-39 ekor
40-59 ekor
60-69 ekor
70-79 ekor
1 anak sapi/kerbau
1 anak sapi/kerbau
2 anak sapi/kerbau
2 anak sapi/kerbau
1 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
1 tahun lebih

2. Emas Dan Perak
Emas dan perak merupakan logam mulia yang sering dijadikan perhiasan.
Emas dan perak juga dijadikan mata uang yang berlaku dari waktu ke waktu.
Islam memandang emas dan perak sebagai harta berkembang. Oleh karena
diwajibkan zakat atas keduanya, baik berupa uang, leburan logam, bejana,
Cideramata, atau yang lain. Termasuk dalam kelompok emas dan perak
adalah mata uang yang berlaku pada waktu itu. Oleh karena segala bentuk
penyimpanan uang seperti tabungan, deposito, cek, saham atau surat
berharga lainnya, termasuk golongan emas dan perak. sehingga penentuan
nishab dan besarnya zakat disetarakan dengan emas dan perak. Demikian
juga pada harta kekayaan lainnya, seperti rumah, villa, kendaraan, tanah, dll.
Yang melebihi keperluan menurut syara' atau dimiliki dengan tujuan
menyimpan uang . Emas dan perak atau lainnya yang berbentuk perhiasan
untuk dipakai (tidak berlebihan) tidak diwajibkan zakat atas barang-barang
tersebut.
Jenis Harta Nishob Jumlah Zakat Keterangan
Emas 85 gr 2,5 % -
Perak 595 gr 2,5% -

3. Harta Perniagaan
Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan
dalam berbagai jenisnya, baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian,
makanan, perhiasan, dll. Perniagaan tersebut di usahakan secara perorangan
atau perserikatan seperti CV, PT, dan lain sebagainya.
Jenis Harta Nishob Jumlah Zakat Keterangan
Harta
Perniagaan
85 gr emas 25 %
Setelah 1 tahun
Nishibnya:jumlah
barang yang ada
+laba 1 tahun

4. Hasil Pertanian
Hasil pertanian adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai
ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman
hias, rumput-rumputan, dedau-nan, dll.
Jenis Harta Nishob Jumlah Zakat Keterangan
Hasil Tanaman
5 Watsaq
senilai
653 kg beras
5 % jika dengan
irigasi
10 % tanpa
irigasi
Setiap panen

5. Madin (Hasil Tambang)
Ma'din (hasil tambang) adalah benda-benda yang terdapat di dalam perut bumi
dan memiliki nilai ekonomis seperti emas, perak, timah, tembaga, marmer,
giok, minyak bumi, batu-bara, dll.
Kekayaan laut adalah segala sesuatu yang dieksploitasi dari laut seperti
mutiara, ambar, marjan, dll.
Jenis Harta Nishob Jumlah Zakat Keterangan
Hasil tambang
Senilai dengan
85 gr emas
2,5 %
Setiap
mendapatkan

6. Rikaz
Rikaz adalah harta terpendam dari zaman dahulu atau biasa disebut dengan
harta karun. Termasuk didalamnya harta yang ditemukan dan tidak ada yang
mengaku sebagai pemiliknya.
Jenis Harta Nishob
Jumlah
Zakat
Keterangan
-Harta Karun
-Barang Temuan
Tidak ada
nishab
20 %
Setiap
mendapatkan

7. Profesi, Saham, Benda-Benda Produktif
Selain harta di atas gaji dari profesi seseorang, saham, dan benda-benda
produktif (yang menghasilkan uang) jika sudah mencapai nishab maka wajib
dizakati. Berikut adalah rinciannya:
Jenis Harta Nishob
Jumlah
Zakat
Keterangan

Profesi
Qiyas ke emas
Qiyas ke tanaman
dan emas

Qiyas ke tanaman


85 gr

653 kg beras

653 jg beras


2,5 %

2,5%

5%


Setelah 1 tahun

Setiap
mendapatkan
Setiap
mendapatkan

Saham

85 gr emas

2,5 emas
Harga
saham+keuntungan

Benda produktif 653 kg 5 % -10% Dari penghasilan

f. Mustahik zakat Mal
Mustahik adalah orang-orang yang berhak menerima zakat yaitu kaum fakir
miskin. Fakir artinya orang yang tidak mempunyai harta untuk keperluan
sehari-hari dan tidak mampu berusaha mendapatkannya. Sedangkan miskin
adalah orang yang mempunyai penghasilan tetapi tidak mencukupi.
Berdasarkan firman Allah SWT dalam surah At Taubah ayat 60 dijelsakan
orang yang mustahik ;

, ` , ' , . , ` . ` ` . ` , ' , ,` , ` , _ , ` ,` ,` ,` ,
, ` ` , , = ` , ` , ` , _ , , ` , ` ,` , - ` ,` , = , = .`,

Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang
miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk
(memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan
orang-orang yang sedang dalam perjalanan sebagai suatu ketetapanyang
diwajibkan Allah dan Allah mMaha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Q.S At-
Taubah ayat 60)

Dari ayat di atas sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang berhak
menerima zakat fitrah terdiri dari delapan golongan, yaitu:
1. Fakir
2. Miskin
3. Amil, panitia yang mengurusi penerimaan dan pembagian zakat
4. Mualaf, orang yang baru masuk Islam
5. Hamba sahaya atau budak
6. Gharim, orang-orang yang terlilit utang tapi untuk kemaslahatan
7. Sabilillah, orang yang berjuang di jalan Allah
8. Ibn Sabil, Orang yang dalam perjalanan namun kehabisan bekal.
n. Amil Zakat
Amil Zakat adalah orang atau lembaga yang mendapatkan tugas untuk
mengambil, memungut, dan menerima zakat dari para muzakki, menjaga dan
memeliharanya untuk kemudian menyalurkannya kepada para mustahik atau
orag yang berhak menerimanya..Amil Zakat harus betanggung jawab kepada
yang membentuk atau mengangkatnya dan lebih berat lagi adalah para amilin
harus bertanggung jawab kepada Allah SWT
Syarat Amil Zakat
1. Beragama Islam
2. Dewasa (baligh)
3. Memahami hukum zakat dengan baik
4. Jujur dan Amanah
5. Memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas

o. Hikmah Zakat Mal
Di antara hikmah zakat mal yaitu:
8.4. Sebagai rasa syukur kepada allah atas nikmat yang telah diberikannya.
8.5. Dapat meringankan beban fakir miskin dan mustahik zakat yang lainnya,
sehingga dapat hidup lebih layak
8.6. Dapat menjadil hubungan kasih sayang antara si kaya dengan si miskin
8.7. Dapat meningkatkan kesejahteraan umat Islam secara umum.







9. INFAQ SELAIAN ZAKAT
9.1. WAKAF
9.2. SHADAQAH
9.3. HADIAH

10. MAKANAN DAN MINUMAN

Makanan dan minuman bagi orang muslim bukanlah sekedar kebutuhan agar
tumbuh dan sehat. Makanan da minuman juga harus halal. Karena itu kau
muslimin diperintah untuk makan yang halal dan baik.
Di dalam Al-Quran Al-Karim Allah memerintahkan seluruh manusia agar memakan
makanan yang baik lagi halal, sebagaimana firman-Nya:

` , ` ` ,', ' . - ` _ . ` , ~

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di
bumi. (QS. Al-Baqarah: 168)
Kemudian pada Al Baqarah ayat 172 Allah memerintahkan orang-orang beriman
agar makanan yang baik dari rizki yang diberikan Allah.

` , _ _ . ` , ~ , ,` . , ,', ',

Hai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik dari yang telah Kami rizkikan
kepadamu. (QS. Al-Baqarah: 172).

Makanan yang halal ialah makanan yang dibolehkan untuk dimakan menurut
ketentuan syariat Islam. segala sesuatu baik berupa tumbuhan, buah-buahan
ataupun binatang pada dasarnya adalah hahal dimakan, kecuali apabila ada nash
Al-Quran atau Al-Hadits yang mengharamkannya.

7.1. Makaan Yang Halal dan baik (Halalan Toyyiba)

Halal, artinya diperbolehkan untk dimakan dan tidak dilarang oleh hukum syara
sedangkan baik artinya makanan itu bergizi dan bermanfaat untuk kesehatan.
Dalam Islam, halalnya suatu makanan harus meliputi tiga hal, yaitu:
a. Halal karena dzatnya. Artinya, benda itu memang tidak dilarang oleh hukum
syara, seperti nasi, susu, telor, dan lain-lain.
b. Halal cara mendapatkannya. Artinya sesuatu yang halal itu harus diperoleh
dengan cara yang halal pula. Sesuatu yang halal tetapi cara medapatkannya
tidak sesuatu dengan hukum syara maka menjadi haramlah ia.
Sebagaimana, mencuri, menipu, dan lain-lain.
c. Halal karena proses/cara pengolahannya. Artinya selain sesuatu yang halal
itu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Cara atau proses
pengolahannya juga harus benar. Hewan, seperti kambing, ayam, sapi, jika
disembelih dengan cara yang tidak sesuai dengan hukum Islam maka
dagingnya menjadi haram.
7.2. Minuman yang Halal

Minuman yang halal ialah minuman yang boleh diminum menuerut syariat Islam.
Adapun minuman yang halal pada haris besarnya dapat dibagi menjadi 4 bagian,
yaitu:
1. Semua jenis air atau cairan yang tidak membahayakan bagi kehidupan
manusia baik membahayakan dari segi jasmani, akal, jiwa maupun aqidah.
2. Air atau cairan yang tidak memabukkan walaupun sebelumnya telah
memabukkan seperti arak yang telah berubah menjadi cuka.
3. Air atau cairan itu bukan berupa benda najis atau benda suci yang terkena
najis (mutanajis).
4. Air atau cairan yang suci itu didapatkan dengan cara-cara yang halal yang
tidak bertentangan dengan ajaran Agama Islam.

7.3. Makanan yang Haram

Haram artinya dilarang, jadi makanan yang haram adalah makanan yang dilarang
oleh syara untuk dimakan. Setiap makanan yang dilarang oleh syara pasti ada
bahayanya dan meninggalkan yang dilarang syara pasti ada faidahnya dan
mendapat pahala. Berikut adalah jenis-jenis makanan yang termasuk diharamkan:
1. Semua makanan yang disebut dalam firman Allah surat Al-Maidah ayat 3
dan Al-Anam ayat 145
` ,` - , = ,` , , ,`, ,` - ,` - , ` ` , ` , ' ` , ` , ` . ` , ` , ' ,
.` .' _ _ , , ` ,` ` , . ` _` ` , -` , =.` , ,` ,. ' ,
.` _ . ,` ,` ` . ,

Artinya:Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging
hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul,
yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang
sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih
untuk berhala.

` , ` , .` , , . . ` ` =, ~ _ ` , - ` -` , ` ` - .
` , =` . = ,` , - ` ` , ` ` - _ ` ` ,`, ,` - ,` - ` , -` , `
. . , _ , ,` , ` ,` , - _ ` _` , :` , _

Artinya:Katakanlah: Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan
kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya,
kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging
babi, karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih
atas nama selain Allah. Barang
siapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan
tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang

Dari dua ayat tersebut, terdapat beberapa jenis barang yang terang-terang
diharamkan, yaitu: Bangkai (kecuali bangkai ikan dan belalang), darah (kecuali
hati dan limpa), daging hewan yang disembelih ata nama selain Allah Swt),
binatang yang mati tercekik, terpukul, terjatuh, karena ditanduk binatang lain,
diterkam oleh binatang buas, dan yang disembelih untuk berhala.
2. Semua makanan yang keji, yaitu yang kotor, menjijikan. sebagaimana
dijelaskan dalan QS. Al-Araf ayat 157

` ,` ` , .` ,` ` , `, _` ,` ` ` ,` ` ,` ,` ` ` ,` -, ` ` ` ,` . ` `
` ` , -`, , . ` , = ` ,` , -`, , , ` ' _ ,` , , ` ,` ,` ' , ` ,` ` ,` , ` , -` . ,
. - ` , ,` ,

Artinya: (yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi yang
(namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi
mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang
mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka
segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk

3. Semua jenis makanan yang dapat mendatangkan mudha-rat terhadap jiwa,
raga, akal, moral dan aqi-dah.Sebagai-mana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah:
195

` ,` _ ` , , `, ' , , ` . ,
Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. (QS. Al-
Baqarah: 195)

4. Bagian berupa daging, tulang atau apa saja yang dipotong dari binatang yang
masih hidup. Sabda Nabi Saw,

` _ = , , ` , = _ ` . = `,` _ ` ` , , ` ,
` , ,` , ` , - , ` , , . ,, ~ ,_

Artinya: Dari Abi Waqid Al Laytsi, terlah bersabda Rasulullah SAW : Apa saja
(dari bagian tubuh hewan) yang dipotong dari binatang dan binatang itu masih
hidup maka yang terpotong itu termasuk bangkai. (HR. Ahmad dan Tirmizi)

5. Makanan yang didapat dengan cara yang tidak halal seperti makanan hasil
curian, rampasan, korupsi, riba dan cara-cara lain yang dilarang agama.

` , , , ' ` - _ , , , ` ` , ~ , ` , ` , , ` , ,` ' , ' ,
.,` ` ` ,` ` ' , , , , ` ,` '

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di
antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa
(urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian
daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal
kamu Mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 188)

7.4. Minuman yang Haram

Minuman yang aram adalah mnuman yang tidak boleh diminum karena
dilarang oleh syariat Ilsam. Adapun jenis minuman yang haram tersebut pada
garis besarnya dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
1. Semua minuman yang memabukkan atau apabila diminum menimbulkan
mudharat dan merusak badan, akal, jiwa, moral dan aqidah seperti arak,
khamar, dan sejenisnya.. Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 219
` _ , ` ,` , ` , ,` , , ` ,' , ,` - : ` , ` ,
. , ` ~ ` ,` , ` ` ,

Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah:
Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia,
tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.

Kemudian di dalam surah Al-Maidah ayat 90)

` ` ` - _ ` ` _ ' , ` . .` ' , `, ` , , ` ,` - ` ,` . , ,', ',
.,` - ` ` , ` ,` ` - . =` ,`

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi,
(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan
keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar
kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Ma`idah: 90)

2. Minuman dari benda najis atau benda yang terkena najis.
Hukumnya sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Maimunah -radhiallahu
anha- bahwa Nabi ditanya tentang minyak samin (lemak) yang kejatuhan
tikus, maka beliau bersabda:

` ,` - , ~ , ` , - , , ' . ` , ` , ,
Buanglah tikusnya dan buang juga lemak yang berada di sekitarnya lalu
makanlah (sisa) lemak kalian. (HR. Bukhari I/93 no.233, 234)
3. Minuman yang didapatkan dengan cara-cara yang tidak halan atau yang
bertentangan dengan ajaran Islam.

, . ` , , , ' ` - _ , , , ` ` , ~ , ` , ` , , ` , ,` ' , '
, ` ,` ' . .,` ` ` ,` ` ' , ,

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di
antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa
(urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian
daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal
kamu Mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 188)


Selain dari makanan dan minuman yang halal dan yang haram ada pula makanan
dan minuman yang dimakruhkan, artinya sebaiknya tidak dimakan dan tidak
diminum karena lebih banya mengandung madharatnya dari pada manfaatnya.
Contoh, petai, jengkol, bawang. Sementara itu untuk rokok, terdapat kontroversi,
ada yang menyatakan haram dan ada pula yang menghukuminya makruh.
11. BINATANG YANG HALAN DAN HARAM

8.1. Binatang yang halal

Binatang yang halal artinya binatang yang boleh dimakan menurut hukum syariat
Islam. Secara garis besar binatang yang halal dapat dikelompokkan menjadi 2
bagian, yaitu:
a. Binatang yang Hidup di Laut/Air

Semua binatang yang hidup di laut atau di air adalah alal untuk dimakan baik yang
ditangkap maupun yang ditemukan dalam keadaan mati (bangkai), kecuali
binatang itu mengandung racun atau membahayakan kehidupan manusia.
Halalnya binatang laut ini berdasarkan dalil-dalil berikut:
Al-Quran surat Al-Maidah ayat 96

, ` , ` ` ~ , ,` - ` ` , . ` , - ` , ` ` , . ` , ` , ` ,` - , _` ,`
.` ,` , ` -` ` , ` ` , ` , ` ,`- ` ,` ` `

Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut
sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam
perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama
kamu dalam ihram. dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nyalah kamu
akan dikumpulkan. (Q.S. Al-Maidah [5]:96)
Berdasarkan hadits Abdullah bin Umar , bahwa Rasulullah bersabda:

` . ` ` ' , ` , - , ` .,` - . ` , ` ' . , . ` , ` . - '
- = ,

Dihalalkan untuk kita dua bangkai dan dua darah. Adapun kedua bangkai itu
adalah ikan dan belalang. Dan adapun kedua darah itu adalah hati dan limfa.
(HR. Ahmad, dan Ibnu. dan di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani)
b. Binatang yang Hidup di Darat

Tidak semua binatang darat itu halal, tetapi ada sebagian binatang yang haram
menurut hukum Islam. Ar-tinya binatang itu tidak boleh diakan karena adanya
larangan dari syariat. Binatang darat yang halal dimakan :

a) Binatang ternak, seperti: kerbau, sapi, unta, kambing, domba dan lain-lain.
b) Kuda, kijang, menjangan, himar liar, kelinci, burung- burung kecil, dan lain-
lain.
Firman Allah:
.` , ,` , ` _ , .` ,` , ` , , - ` . ,
Dan dia Telah menciptakan binatang ternak untuk kamu;
padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan
sebahagiannya kamu makan. (Q.S. An-Nahl 5)

8.2. Binatang yang haram

Diharamkan berdasarkan Al Quran da hadits.

a. Binatang yang disebutkan pada al-Quran surah Al-Maidah ayat 3:

, = ,` , , ,`, ,` - ,` - , ` ` , ` , ' ` , ` , ` . ` ,` - ` , ` , ' ,
. , .` .' _ _ , , ` ,` ` , . ` _` ` , -` , =.` , ,` ,. ' ,
.` _ . ,` ,` `

Artinya:Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging
hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul,
yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang
sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih
untuk berhala. (Q.S. Al-Maidah 3)

Dalam ayat tersebut terdapat 10 jenis makanan yang jelas-jelas telah dilarang
oleh Allah Swt, yaitu:
1) Bangkai
2) Darah
3) Daging babi
4) Daging binatang yang disembelih atas nama
selain Allah
5) Binatang yang dicekik
6) Binatang yang dipukul
7) Binatang yang jatuh
8) Binatang yang ditanduk
9) Binatang yang telah dimakan binatang buas
10) Binatang yang disembelih untuk berhala

b. Binatang yang kotor/keji
Berdasarkan Firman Allah:

` -, ` ` ` ,` . ` ` ` ,` ` , .` ,` ` , `, ` ` ,` ` ,` ,` ` ` ,
` ,` , -`, , , ` ' _ ,` , , ` ,` ,` ' , ` ,` ` ,` , ` , -` . , _` ,`
. - ` , ,` , ` ` , -`, , . ` , =

(yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi yang (namanya)
mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka,
yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka
dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala
yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk (Q.S. Al-
Araaf ayat 157)
c. Himar/keledai jinak
Allah juga sudah berfirman:

.` ,` ` . ` ` -, , `, _ , ` ,` `, ,` , - , , ` , - ,

Dan (Dia Telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu
menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan
apa yang kamu tidak mengetahuinya. (An-Nahl 8)

Anas bin Malik ia berkata: Bahwa ada seorang pesuruh Rasulullah yang
berseru

` ` - _ ,` , ` , ` ' ,` ` - ` ,` - ` ` , , ,` , ,_, = .

Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melarang kalian untuk memakan
daging-daging keledai yang jinak, karena dia adalah najis. (HR. Bukhari dan
Muslim)
Adapun keledai liar, maka halal dikonsumsi. Sebagai-mana hadits Jabir ia
berkata:

,, , = _. _ , , . ` - , ,` ` - , ` , - , ` , - _ '
` ` ' _ -

Saat (perang) Khaibar, kami memakan kuda dan keledai liar, dan Nabi
melarang kami dari (memakan) keledai jinak. (HR. Muslim dan Imam Ahmad)
d. Binatang buas/bertaring, seperti: Harimau, Srigala, anjing, kucing, kera, dan
lain-lain. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Rasulullah
bersabda:

` , - ` ' _ ` .

Semua binatang buas yang bertaring, maka mema-kannya adalah haram.
(HR. Muslim).
Dari Abu Tsalabah Al Khusyani, ia berkata:

. ' ` _ , ,, , = _. ,` _ . '
_ `

Rasulullah melarang memakan semua binatang buas yang mempunyai
taring. (HR. Bukhari, dan Muslim).
e. Burung yang berkuku tajam, seperti elang, garuda, dan lain-lain.
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas radhiallahu anhuma, ia
berkata:

,` _ _ , ,, , = _. _ ` . `
,` , = . ` - ` ,

Rasulullah melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring dan
semua burung yang mempunyai cakar. (HR.Muslim)
Yang dimaksud burung yang memiliki cakar di atas adalah yang buas, seperti
burung Elang dan Rajawali. Sehingga tidak termasuk sebangsa ayam, burung
merpati dan sejenisnya. Abu Musa Al-Asyari berkata:

` _ ` ` .`, ' _ ,, , = _. - - ',

Saya melihat Rasulullah memakan daging ayam. (HR. Bukhari)

f. Binatang yang diperintahkan supaya dibunuh. Ada lima binatang yang
diperintahkan untuk dibunuh karena termasuk binatang yang merusak dan
membahayakan, berdasarkan hadits berikut:
Di antara binatang-binatang yang diperintahkan untuk dibunuh adalah
sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu anha, bahwa
Nabi bersabda:

' , - `, ` , ` ` - ` . , ` . ,` , `, ` - , ` . , , _
` _,

Lima binatang jahat yang boleh dibunuh, baik di tanah haram (Mekkah dan
Madinah, pent) atau di luarnya: tikus, kalajengking, burung buas, gagak, dan
anjing hitam. (HR.Bukhari dan Muslim)
Demikian pula cecak, termasuk binatang yang diperintahkan untuk dibunuh,
sebagaimana diriwayatkan oleh Saad bin Abi Waqqash , dia berkata:

`, , ` ` , _ _ , ` , , ' , , ` , ` _ . ` ` . '

Bahwa Nabi memerintahkan untuk membunuh cecak, dan beliau
menamakannya Fuwaisiqah (binatang jahat yang kecil). (HR. Muslim)
Pada riwayat lain Nabi bersabda:

: .,` , , - ` ` . ,` , . ` , ' _ , `
, : .,`

Barangsiapa membunuh cecak dengan sekali pukulan, ditulis baginya
seratus kebajikan, barangsiapa yang membunuhnya pada pukulan yang
kedua maka baginya kurang dari itu, dan pada pukulan yang ketiga baginya
kurang dari itu. (HR. Muslim IV/1758 no.2240)

g. Binatang yang dilarang untuk dibunuh
Di antara binatang yang dilarang untuk dibunuh adalah sebagaimana
disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, ia berkata:

, , ` , ` _ . ` ` . ` -` , ` ` ` . ,` _ ,` _ ' ` ` _ ,
` ,' . , ` ` ` ` , ,

Sesungguhnya Nabi melarang membunuh empat jenis binatang, yaitu:
semut, lebah, burung hud-hud dan burung shurad (sejenis burung gereja).
(HR. Abu Daud Dan Syaikh Al-Albani men-shahih-kannya).
Ada empat macam binatang yang dilarang dibunuh. Binatang tersebut telah
tersebut dalam hadits berikut:
Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, ia berkata:

,` _ ' ` ` _ , , , ` , ` _ . ` ` . ` -` , ` ` ` . ,` _
` ,' . , ` ` ` ` , ,

Sesungguhnya Nabi melarang membunuh empat jenis binatang, yaitu:
semut, lebah, burung hud-hud dan burung shurad (sejenis burung gereja).
(HR. Abu Daud Dan Syaikh Al-Albani men-shahih-kannya).

h. Binatang yang hidup di 2 (dua) alam

' , ~ . ' = _. ` _ ` , ` ,, . , _ , ` -, _ .
, ` ` ,, , = _. ' _ ` ` ,

Bahwa ada seorang thabib (dokter) bertanya kepada Rasulullah tentang
kodok yang dia racik sebagai obat, maka Nabi melarangnya untuk
membunuhnya. (HR.Abu Daud IIdan Syaikh Al-Albani men-Shahih-kannya).

8.3. Akibat buruk dari makan atau minum makan dan
Minuman yang Haram

1. Amal ibadahya tidak akan diterima dan doanya tidak akan dikabulkan Allah
Swt. Rasulullah Saw bersabda

3. Makan dan minuman yang haram dapat membahayakan kesehatan

4. Menghalangi mengingat Allah

, ` , ' , ,` - _ . .` , , ` , .` , , _ ` ,`, . . =` ,` ` `, ,`, `
.` ,` , ` ` ` ,` ` , ` . , = , ` ` , ' ` ., ,

Artinya: Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan
dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan
menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; Maka berhentilah kamu (dari
mengerjakan pekerjaan itu). Al Maidah ayat 91.
















1. PUASA

1.1. Pengertian Ibada Puasa (Shoum)

Puasa merupakan terjemah dari shoum (bahasa Arab) yang berarti menahan
diri dari sesuatu. Sedangkan menurut istilah puasa adalah menahan diri dari
segala sesuatu yang membatalkan puasa dimulai dari terbit fajar (subuh)
sampai terbenam matahari (maghrib). Tentang cara melaksanakan puasa ini
telah diterangkan dalam surat Al-Baqarah ayat 187:

`, , ` , `, - , ` , . `, `, - `, . `, , - `, . ` ,
`- , `, ' ' `. , , ` `,

Makan dan minumlah hingga jelas bagi kalian benang putih dari benang
hitam saat fajar, kemudian sempu-rnakanlah puasa hingga malam. (QS. Al-
Baqarah 187)

Jadi jelaslah, bahawa berpuasa itu adalah menahan diri dari segala yang
membatalkan dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

Tentang keutamaan ibadah puasa dijelaskan di dalam satu Hadits Rasulullah
SAW, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim

.` . ` _ , ` ' ` ,` - ` . .`, ` ,
` ` ~ , ` ,` , ` _ , , ,` - ' ' , _ ` ` , ` ,` . . - , ` , `
` -` , . -` , , ` . _ ` - ' ` , _ . ` -` , , , = . , ` , ` - ,
:` _, _ ` ` ` . , ~ '

Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan
dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah
Taala berfirman (yang artinya), Kecuali amalan puasa. Amalan puasa
tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan
dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang
berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia
berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau
mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak
kasturi (HR. Muslim).








1.2. Macam Macam Puasa
Ditinjau dari segi hukum, puasa memiliki empat hukum, yaitu wajib, sunnah,
makruh, dan haram.
1. Puasa Wajib.
Puasa wajib adalah, puasa jika dikerjakan akan mendapatkan pahala dan jika
tidak dikerjakan akan berdosa. Puasa wajib antara lain meliputi:
a. Puasa Ramadlan.
b. Puasa Nazar.
Puasa Nadzar adalah Puasa yang kedua dari puasa wajib yakni puasa sebab
Nadzar. Kata Nadzar menurut bahasa adalah berjanji tentang sesuatu hal, baik
terpuji ataupun tidak (tercela). Sedangkan menurut istilah, nadzar adalah
kesanggupan untuk melaksanakan ibadah yang tidak berhukum wajib ain, dengan
menggunakan shighot.
c. Puasa Kafarat.
Puasa kafarot adalah puasa yang harus dilakukan sebagai bentuk denda atas
pelanggaran syariat yang telah dilakukan (kafarot), baik mengandung dosa
maupun tidak.. seperti bersetubuh pada waktu puasa Ramadlan. Dan membunuh
tanpa ada kesengajaan.
d. Puasa Qodlo.

Puasa qodlo adalah puasa yang dilaksanakan pada hari-hari yang tidak
diwajibkan berpuasa, karena disebabkan tidak bisa melaksanakan kewajiban
puasa pada waktu yang semestinya.
2. Puasa Sunnah
a. Puasa Enam hari di bulan Syawwal.
Puasa sunnah enam hari pada bulan syawal (setelah tanggal 1 syawal) setalah
bulan Ramadlan, dalam melaksanakan puasa enam hari pada bulan syawal
menurut Imam Ahmad dapat dilakukan berturut-turut atau tidak berturut-turut dan
tidak ada kelebihan antara yang satu dengan yang lainnya. Sedangkan menurut
golongan Hanafi dan golongan Syafii, lebih utama melakukannya secara berturut-
turut, yaitu setelah hari raya. Sedangkan dalil disunnahkannya puasa enam hari
tersebut adalah hadits:
, , ` , = _ . = ` ,` _ .` ,', ' ` ' ` ` ' ` , . . _ . `
,` ` , . . ` , ` . , ,_
Artinya: Dari Abu Ayyub, Rasululloh SAW telah berkata: Barang siapa puasa
Ramadlan kemudian melanjutkannya dengan (puasa) enam hari dari bulan
Syaban, maka puasanya itu seperti puasa setahun (pahala puasa satu tahun),
(HR. Muslim).
Niat Puasa 6 (enam) hari pada bulan Syawal:
= ` ` ` , ` ,, ` ` , . ` .`, , _
b. Puasa hari Arofah (9 Dzulhijjah).
Puasa Arofah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah ini disunnahkan bagi orang Islam yang tidak baru
melaksanakan ibadah haji. Sebagaimana Hadist Nabi SAW:
, ' ` , , ` , = _ . = ` ,` _ ` ` , `, , ` ,, ` ` , .
` ` , , . ` , , ,_
Artinya: Dari Abi Qotadah, Rasululloh SAW telah bersabda: Puasa di hari
Arafah, aku memohon pahala kepada Allah agar melebur (menghapus dosa-dosa
kecil) tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. (HR. Muslim).
Dan Hadist Nabi SAW:
, ` ,, ` , . ` ` ` ' ` , , _ ,`, ,` _ , ' _ ` . - , `
` , ' . , , ` ,, ` , . ` , , ` , = _ . = ,` _._ , ,`, ,` ,
. , , , . ,, ,,', - , ,_
Artinya: Dari Ikrimah, ia berkata, Aku showan kerumah Abu Harairoh, kemudian
aku Tanya padanya tentang puasa Arofah ditanah Arofah?, Abu Hurairoh
menjawabnya; Rasululloh SAW, melarang puasa hari Arofah ditanah Arofah.
(HR: Ibnu Majah dan Abu Dawud).
Niatnya adalah:
_ = ` ` , ` ,, ` ` , . ` .`, ,
c. Puasa Asyuro (tanggal 10 Muharram).
Puasa Asyuro adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 10 bulan Muharroh.
Dan bulan Muharrom adalah bulan pertama kali tahun hijriyyah, yakni tahun
perjuangan dan kemenangan dalam sejarah Islam. Barang siapa berpuasa
sunnah Asyuro dengan ikhlash mengharap ridlo Allah SWT, maka ia akan di
hapus dosa-dosonya setahun.
Nabi SAW telah bersabda:
` , - _ . _,` ` ,` . ` `, , ` . ` . ,` = _ . _ `
` . , _ , - ` ` ` ,` ., , , ` , = _ . = ,` _. . ,
_ ` ,` , , ` , . , , ' , . . ` , . ` , ` . . ` .
,, _- ,_
Artinya: Dari Aisyah ra. ia berkata: Kaum Quraisy pada zaman Jahiliyah selalu
berpuasa pada hari Asyura dan Rasulullah saw. juga berpuasa pada hari itu.
Ketika beliau hijrah ke Madinah, beliau tetap berpuasa pada hari itu dan menyuruh
para sahabat untuk berpuasa pada hari itu. Namun ketika diwajibkan puasa bulan
Ramadan, beliau bersabda: Barang siapa yang ingin berpuasa, maka berpuasalah
dan barang siapa yang tidak ingin berpuasa, maka ia boleh meninggalkannya.
(HR. Bukhori dan Muslim).
Dan Hadist Nabi:
,,` ` , . ' ` . ' ' ` ` ` ` ,, ` ` = _ . _ ,`, ,` _ , ' `
. . _ ,` , ` , . ' ,` . ' ' , ` . ` , ` . . '
` , ` , - _ ` . ,,` ,` , ` , . . . _ ,` , ` , ,` . . ' ,
` , -` = . ,, ,,', ,, ~' ,_
Artinya: Dari Abu Hurairah ra dia berkata, Rasulullah saw ditanya, Salat apa
yang lebih utama setelah salat fardhu? Nabi menjawab, Shalat di tengah malam.
Mereka bertanya lagi, Puasa apa yang lebih utama setelah puasa Ramadlan?
Nabi menjawab, Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan Muharrom. (HR.
Ahmad, Muslim, dan Abu Daud).
Dan Hadist Nabi:
= ` ,` _ ` , ' ` , , ` , = _ . ` , `, . _,` ` ,, ` ` , .
, . ` , , ,_ )
Artinya: Dari Abi Qotadah, Rasululloh SAW telah bersabda: Puasa di hari
Asyuro itu dapat menghapus dosa-dosa kecil pada tahun yang telah lewat, (HR.
Muslim).
Niat puasa Asyuro:
_ = ` ` . _` ,` ` ,, ` ` , . ` .`, ,
d. Puasa Tasua. (Tanggal 9 Muharrom).
Selain shaum Asyura pada tanggal 10 Muharram, Islam juga menganjurkan
shaum sunah Tasua pada tanggal 9 Muharram. Berdasar hadits shahih dari Ibnu
Abbas RA berkata:

, , . , , ' , . _,` ` ,, , , ` , ` _ . ,` _ . -
,` _ _ . , ` ,` , , `` = ` ` ` ,, ` ,` _ , ` , ` _ .
, , _ ` , , ` ` . ` . . ` ` . , ` ,
, , ` , ` _ . ,` _ ` ,` _ - . ` ` . ',

Ketika Rasulullah SAW melakukan shaum Asyura dan memerintahkan para
sahabat untuk mengerjakan shaum Asyura, para sahabat berkata: Wahai
Rasulullah, hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi
dan Nasrani. Maka Rasulullah SAW bersabda, Jika tahun depan tiba, insya
Allah, kita juga akan melakukan shaum pada tanggal Sembilan Muharram. Tahun
mendatang belum tiba, ternyata Rasulullah SAW keburu wafat. (HR. Muslim, ath-
Thabari, dan al-Baihaqi).
Niatnya:
_ = ` ` . ` ,` ` ,, ` ` , . ` .`, ,
e. Berpuasa pada Sebagian Besar Bulan Syaban.
` ,` ., ,, , = _. = ,` _. . ` . , = _._ `
, . , _` - ` , = `, , .` , = `, . , _` - ` ,` . . _. ,` _ ` .`, ' _
_ ` ` , . , ' ` ` `, ' _ , . . . _ . ,` , , . ` ,, , =
_- ,_ . `

Artinya: Dari Aisyah r.a. berkata, Rasulullah melakukan puasa (sunnah)
sehingga kami mengatakan, Beliau tidak pernah berbuka. Dan, beliau berbuka
(tidak berpuasa) sehingga kami mengatakan, Beliau tidak pernah berpuasa. Saya
tidak melihat Rasulullah menyempurnakan puasa sebulan kecuali Ramadlan.
Saya tidak melihat beliau berpuasa (sunnah) lebih banyak daripada puasa dalam
bulan Syaban. (HR. Bukhory)
Dan Hadist Nabi:
= _ . ' _ ` , ` , ` . ` ` ` - , = _._ . ' _ , ' `
. , .` . ` ` ,` ., . ` ` , . . ` ` , ' ,` , ` ,` ., , , ` ,
, , =` , ` - ' . - ' , ., _` - , . = . , . ., ,
` . . , . ` , ,,` , , ` , = _ . ` _ ` _ ` . . ,
_- ,_ ,` , , . _ .
Artinya: Dari Abu Umamh, sesungguhnya Aisyah ra, telah menceritakan, ia
berkata: Nabi tidak pernah melakukan puasa (sunnah) dalam suatu bulan yang
lebih banyak daripada bulan Syaban. Karena, beliau sering berpuasa dalam bulan
Syaban sebulan penuh) Beliau bersabda; Lakukan amalan menurut
kemampuanmu, karena Allah tidak pernah merasa bosan terhadap amal
kebaikanmu sehingga kamu sendiri yang bosan. Dan, shalat (sunnah) yang paling
dicintai Nabi adalah yang dilakukan secara kontinyu (terus-menerus /istiqomah),
meskipun hanya sedikit. Apabila beliau melakukan suatu shalat (sunnah), maka
beliau melakukannya secara kontinyu. (HR. Bukhory).
Dan Hadist Nabi:
,` , ` ,` . _ ' ` , = ,` _ , ` . `, _ ` ` , ' `
. ` ` ` ,` . _,` ,' ` ` , , ` ` ` ` ` , ` ,` , :
' . - ' ` . _ _ ` . , ` _ ` ,` ` ,` , ,` , . . _ , . - _
,- , --., ,_ ` , . ' , _ ` ,`, . '
Artinya: Dari Usamah bin Zaid ra berkata, Aku berkata, Ya Rasulullah saw, tidak
satu bulan yang Anda banyak melakukan puasa daripada bulan Syaban ! Nabi
menjawab: Bulan itu sering dilupakan orang, karena letaknya antara Rajab dan
Ramadlan, sedang pada bulan itulah amal-amal manusia diangkat (dilaporkan)
kepada Tuhan Rabbul Alamin. Maka, saya ingin amal saya dibawa naik selagi
saya dalam berpuasa. (HR: Nasai dan dinyatakan sahih oleh Ibnu Khuzaimah).
Niatnya:
_ = ` ` . ` ` ,, ` ` ,. ` .`, ,
f. Puasa Ayyam al-Bidh
Ayyam al-Bidh adalah puasa yang dilakukan pada hari-hari tanggal 13, 14 dan 15
bulan-bulan hijriyyah. Sebagaimana hadist Nabi SAW:
= _._ ,`, ,` _ , ' ` ` , = _ . _ , - _ .` , '
` , , ' . ' , ._ -' . _ _ , . ,` , ` `, ' , . . , , ,
' . ' . _- ,_
Artinya: Dari Abu Hurairah berkata, Kekasih (baca: Rasulullah) aku berpesan
kepadaku dengan tiga hal yang tidak aku tinggalkan sampai mati. Yaitu, puasa
tiga hari setiap bulan, shalat (dua rakaat) dhuha, dan tidur di atas witir (sebelum
tidur shalat witir dulu). (HR. Bukhory).
_ , ' ` . = ,` _ , ' ,` ,` ,` . . ' , , ` , = _
,` ` - , ,` _ ,` _ ' , ,` . , `, ' . ,, ,_
.,-
Artinya: Dari Abu Dzarr berkata Rasulullah Saw memerintahkan kepada kami
untuk berpuasa tiga hari yang terang (oleh sinar rembulan) dari (tiap-tiap) bulan,
yaitu tanggal 13, 14 dan 15, (HR. al-Nasai dan Ibnu Hibban).
Niatnya:
_ = ` ` ` , ` ,, ` ` ,. ` .`, ,
g. Puasa pada hari Senin dan Kamis
Puasa ini disunnahkan karena Nabi Muhammad Saw sangat memperhatikannya.
Beliau bersabda:
, , ` , = _ . ,` _ ` ,`, ,` _ , ' ` ` ,, ` . ` ,` `
` , . ' , ,` `, . ' ' . - ' , - , ` , . _, , ,_
Artinya: Sesungguhnya amalan-amalan itu dipersembahkan pada setiap Senin
dan Kamis. Maka aku suka amalku disetorkan sedangkan aku dalam keadaan
berpuasa. (HR. al-Turmudzi dan lainnya).
Dan Hadist:
` ` ' _ ` , , , _ ` , , ` , = _ . = ,` _ , . ` '
, - , ` , . , . ` , - , . ` . . , , ,_
Artinya: Dari Robiah bin Al-Ghoz, bahwasannya dia bertanya kepada Aisyah ra,
tentang puasa Rasululloh SAW, kemudia Aisyah menjawabnya, Nabi memilih
untuk berpuasa sunnah pada hari senin dan kamis. (HR. Turmudzi dan Nasai).
Dan Hadist:
, , ` , = _ . ,` _ ` ,`, ,` _ , ' ` ` ` ' ` ,` `
` . ` ,` ` ` , ` ` , , - ` ,, , ` , . ` ,, ` , ` , ` ` - _
, , _` - `, , ` _ , ' , ` ,` ` , . ` - , - ' ` , , , ` ` , , . ~' ,_
_,-. ,
Artinya: Abu Hurairah ra, bahwa Nabi saw lebih sering berpuasa pada hari Senin
dan Kamis, lalu orang-orang bertanya kepadanya mengenai sebab puasa
tersebut, lalu Nabi saw menjawab, Sesungguhnya amalan-amalan itu
dipersembahkan pada setiap Senin dan Kamis, maka Allah berkenan
mengampuni setiap muslim, kecuali dua orang yang bermusuhan, maka Allah
berfirman, Tangguhkanlah kedua orang (yang bermusuhan ) itu!. (HR Ahmad
dengan sanad yang sahih).
Niat puasa sunnah pada hari senin:
_ = ` ` ` , ` ,, ` ` , . ` .`, ,
Niat puasa sunnah pada hari senin:
_ = ` ` ` , - ` ,, ` ` , . ` .`, ,
h. Berpuasa Selang-seling (Seperti Puasa Daud)
Puasa Dawud adalah Puasa yang disukai oleh Allah swt. Sebagaimana Sabda
Nabi saw. Yang artinya: Dari Abdullah bin Amr berkata, Rasulullah saw telah
bersabda, Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Daud dan salat yang
paling disukai Allah adalah salat Daud. Ia tidur seperdua (separoh) malam,
bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya, dan ia berpuasa satu hari lalu
berbuka satu hari.
Dan hadist:
` ,, ` , = `, , . ` ,, ` ,` ., . . ` , ` , . , . . ' . _- ,_
,,
Artinya: Sebaik-baiknya puasa adalah puasa Nabi Dawud, ia berpuasa satu hari
dan berbuka satu hari. (HR. Bukhoryi dan Muslim).
Selain puasa sunnah di atas, masih banyak lagi puasa-puasa sunnah lainnya
yang dapat anda ketahui melalui kitab-kitab fiqh.
2. Puasa Haram
a. Berpuasa pada Hari Idul Fithri dan Idul Adha
Dari bekas budak Ibnu Azhar, dia mengatakan bahwa dia pernah menghadiri
shalat ied bersama Umar bin Al Khottob radhiyallahu anhu-. Umar pun
mengatakan,
,` _ _ , . ` ,, . ,, , = _. ` ` ` ,, , , .
` , , = ` ` , , , . ` , , . ` ` , ., ' ` , -. ` , ` `
Dua hari ini adalah hari yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam larang untuk
berpuasa di dalamnya yaitu Idul Fithri, hari di mana kalian berbuka dari puasa
kalian. Begitu pula beliau melarang berpuasa pada hari lainnya, yaitu Idul Adha di
mana kalian memakan hasil sesembelihan kalian. [1]
Dari Abu Said Al Khudri radhiyallahu anhu-, beliau mengatakan,
,` _ . ' = _. ,, , , . ` _ , , = ` ,, ` , ` ,, ` ,, ,
,` -` .
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fithri
dan Idul Adha. [2]
Kaum muslimin telah bersepakat (berijma ) tentang haramnya berpuasa pada dua hari
raya, yaitu Idul Fithri dan Idul Adha. [3]
Kedua: Hari-hari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijah)
Tidak boleh berpuasa pada hari tasyriq menurut kebanyakan pendapat ulama. Alasannya
adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
` `, ' , ,` ` ` `, ' .` ,` , '
Hari-hari tasyriq adalah hari makan dan minum. [4]
An Nawawi rahimahullah memasukkan hadits ini di Shahih Muslim dalam Bab
Haramnya berpuasa pada hari tasyriq.
An Nawawi rahimahullah dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim mengatakan, Hari-hari
tasyriq adalah tiga hari setelah Idul Adha. Hari tasyriq tersebut dimasukkan dalam hari
ied. Hukum yang berlaku pada hari ied juga berlaku mayoritasnya pada hari tasyriq,
seperti hari tasyriq memiliki kesamaan dalam waktu pelaksanaan penyembelihan qurban,
diharamkannya puasa (sebagaimana pada hari ied, pen) dan dianjurkan untuk bertakbir
ketika itu. [5]
Hari tasyriq disebut tasyriq (yang artinya: terbit) karena daging qurban dijemur dan disebar
ketika itu. [6]
Imam Malik, Al Auzai, Ishaq, dan Imam Asy Syafii dalam salah satu pendapatnya
menyatakan bahwa boleh berpuasa pada hari tasyriq pada orang yang tamattu jika ia tidak
memperoleh al hadyu (sembelihan qurban). Namun untuk selain mereka tetap tidak
diperbolehkan untuk berpuasa ketika itu. [7]
Dalil dari pendapat ini adalah sebuah hadits dalam Shahih Al Bukhari dari Ibnu Umar dan
Aisyah, mereka mengatakan,
`, ' _ ` ` - ,`, ` , . . ` .`, . ' , ,` ` ` , -, ` , `
Pada hari tasyriq tidak diberi keringanan untuk berpuasa kecuali bagi orang yang
tidak mendapat al hadyu ketika itu.

Ketiga: Puasa Hari Jumat Secara Bersendirian
Tidak boleh berpuasa pada Jumat secara bersendirian. Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam bersabda,
` ,, ` , ` - ' ` ,` ., . ,` ., . ' . ` ` - ` ` , ,` ., ` , ' ` `
Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jumat kecuali jika
ia berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya. [9]
An Nawawi rahimahullah membawakan hadits ini di Shahih Muslim dalam Bab
Terlarang berpuasa pada hari Jumat secara bersendirian.
Dari Juwairiyah binti Al Harits radhiyallahu anha, ia me-ngatakan,
, = _. ` _ ` . ' ` ,, ,` , - ,, . _` , ` ` -
` ' .` ` . ' . . ` . . , , ,` _ ,` . . ' . ` . . .
, = '
Nabi shallallahu alaihi wa sallam memasuki rumahnya pada hari Jumat dan ia
sedang berpuasa. Lalu beliau bertanya, Apakah engkau berpuasa kemarin?
Tidak, jawab Juwairiyah. Beliau bertanya kembali, Apakah engkau ingin
berpuasa besok? Tidak, jawabnya seperti itu pula. Beliau kemudian
mengatakan, Hendaknya engkau membatalkan puasamu.
Catatan penting: Puasa pada hari Jumat dibolehkan jika:
Pertama: Ingin menunaikan puasa wajib, mengqodho puasa wajib, membayar kafaroh
(tebusan) dan sebagai ganti karena tidak mendapatkan hadyu tamattu. [11]
Kedua: Jika berpuasa sehari sebelum atau sesudah hari Jumat sebagaimana diterangkan
dalam hadits di atas.
Ketiga: Jika bertepatan dengan hari puasa Daud (sehari puasa, sehari berbuka).
Keempat: Berpuasa pada hari Jumat bertepatan dengan puasa sunnah lainnya seperti
puasa Asyura, puasa Arofah, dan puasa Syawal. [12]
Keempat: Berpuasa pada Hari Syak (Yang Meragukan)
Yang dimaksud di sini adalah tidak boleh mendahulukan puasa satu atau dua hari sebelum
Ramadhan dalam rangka hati-hati mengenai masuknya bulan Ramadhan.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
` - ' ` ` , . . , ` , , , ,` ,` . ` - ' . ` , ` ,, ` ` , . ` ,` .,
` ` ` . ,
Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau
dua hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yang terbiasa
mengerjakan puasa pada hari tersebut maka berpuasalah.
Dalam hadits lainnya, dari Ammar bin Yasir disebutkan,
` , , . ` , ' _ . ` , ' : `, ` , ` _ . ,
, ,
Barangsiapa berpuasa pada hari yang meragukan, maka ia berarti telah mendurhakai Abul
Qosim, yaitu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. [14]
Catatan penting: Berpuasa pada hari meragukan ini dibolehkan jika:
Pertama: Untuk mengqodho puasa Ramadhan.
Kedua: Bertepatan dengan kebiasaan puasanya seperti puasa Senin Kamis atau puasa
Daud.

Kelima: Berpuasa Setiap Hari Tanpa Henti (Puasa Dahr)
Yang dimaksud puasa Dahr adalah berpuasa setiap hari selain hari yang tidak sah puasa
ketika itu (yaitu hari ied dan hari tasyriq). [15]
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
. , . . ` . . . . , . . ` . , . . `
Tidak ada puasa bagi yang berpuasa setiap hari tanpa henti. Tidak
ada puasa bagi yang berpuasa setiap hari tanpa henti. Tidak ada
puasa bagi yang berpuasa setiap hari tanpa henti. [
Hadits di atas menunjukkan terlarangnya berpuasa setiap hari tanpa henti walaupun tidak
ada kesulitan dan tidak lemas ketika melakukannya. Begitu pula tidak boleh berpuasa
setiap hari sampai-sampai melakukannya pada hari yang terlarang untuk berpuasa. Yang
terakhir ini jelas haramnya. [17]
Yang paling maksimal adalah melakukan puasa Daud yaitu sehari berpuasa dan sehari
berbuka. Inilah rukhsoh (keringanan) terakhir bagi yang ingin terus berpuasa. Hadits
larangan puasa Dahr tadi asalnya ditujukan pada Abdullah bin Amr bin Al Ash. Namun
sebagaimana disebutkan dalam riwayat Muslim bahwa di akhir hidupnya Abdullah bin
Amr menjadi lemas karena kebiasaannya melakukan puasa Dahr. Ia pun menyesal karena
tidak mau mengambil rukhsoh dengan cukup melakukan puasa Daud. [18]
Berpuasa Wishol
Terlarang pula berpuasa wishol yaitu berpuasa berturut-turut tanpa berbuka dan tanpa
makan sahur. Dalil larangannya adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
. , , ` , `, . , . ,` :` , , ,` _ . ` , ` _ ` ,` `
_` _ : _` , _ _ ` =`, ` ., , ' , _ , ` , , ` .
., , =` .
Janganlah kalian berpuasa wishol. Para sahabat pun mengatakan,
Lalu engkau sendiri melakukan wishol, wahai Rasulullah? Beliau
bersabda, Kalian tidaklah seperti aku dalam hal ini. Aku selalu diberi
kenikmatan makan dan minum oleh Rabbku. Lakukanlah amalan
sesuai dengan kemampuan kalian. [19]
Namun jika tidak menyulitkan boleh melakukan wishol hingga waktu sahur saja. Hal ini
berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
` , ', ' . , . ,` . . ,`, . ' _ ' , -` _` - . ,` ,
Janganlah kalian melakukan wishol. Jika kalian ingin, maka
lakukanlah wishol hinga sahur saja.
Berpuasa pada Hari Sabtu
Ada sebuah hadits yang melarang berpuasa pada hari Sabtu,
.` ` ` ,, ,` ,` . . ` , ` , ,` , .
Janganlah engkau berpuasa pada hari Sabtu kecuali puasa yang diwajibkan bagi kalian.
[22]
Mengenai status hadits ini masih diperselisihkan oleh para ulama tentang keshahihannya.
Perselisihan tersebut adalah:
Pertama: Ada yang menilai hadits larangan berpuasa pada hari Sabtu adalah lemah (dhoif)
sehingga hadits tersebut tidak diamalkan. Dari sini berarti boleh berpuasa pada hari Sabtu.
Kedua: Sebagian ulama lainnya menilai bahwa hadits larangan berpuasa pada hari Sabtu
adalah jayyid (boleh jadi shahih atau hasan). Namun yang mereka pahami, puasa hari
Sabtu hanya terlarang jika bersendirian. Bila diikuti dengan puasa sebelumnya pada hari
Jumat, maka itu dibolehkan.
Rincian yang bagus untuk puasa hari Sabtu yang dibolehkan adalah sebagai berikut:
Pertama: Puasa pada hari Sabtu dihukumi wajib seperti berpuasa pada hari Sabtu di bulan
Ramadhan, mengqodho puasa pada hari Sabtu, membayar kafaroh (tebusan), atau
mengganti hadyu tamattu dan semacamnya. Puasa seperti ini tidaklah mengapa selama
tidak meyakini adanya keistimewaan berpuasa pada hari tersebut.
Kedua: Jika berpuasa pada hari Sabtu diikuti dengan berpuasa sehari sebelum hari Sabtu,
maka ini tidaklah mengapa.
Ketiga: Berpuasa pada hari Sabtu karena hari tersebut adalah hari yang disyariatkan untuk
berpuasa. Seperti berpuasa pada ayyamul bid (13, 14, 15 setiap bulan Hijriyah), berpuasa
pada hari Arofah, berpuasa Asyuro (10 Muharram), berpuasa enam hari di bulan Syawal
setelah sebelumnya berpuasa Ramadhan, dan berpuasa selama sembilan hari di bulan
Dzulhijah. Ini semua dibolehkan. Alasannya, karena puasa yang dilakukan bukanlah
diniatkan berpuasa pada hari Sabtu. Namun puasa yang dilakukan diniatkan karena pada
hari tersebut adalah hari disyariatkan untuk berpuasa.
Keempat: Berpuasa pada hari sabtu karena berpuasa ketika itu bertepatan dengan
kebiasaan puasa yang dilakukan, semacam berpapasan dengan puasa Daud sehari
berpuasa dan sehari tidak berpuasa-, lalu ternyata bertemu dengan hari Sabtu, maka itu
tidaklah mengapa. Sebagaimana Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengatakan mengenai
puasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan dan tidak terlarang berpuasa ketika itu jika
memang bertepatan dengan kebiasaan berpuasanya.
Intinya, puasa hari Sabtu yang terlarang adalah jika mengkhususkan berpuasa pada hari
Sabtu dan tidak diikuti berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya. [23]
Demikian pembahasan kami mengenai hari-hari yang terlarang untuk berpuasa. Semoga
bermanfaat.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Catatan kaki:
[1] HR. Bukhari no. 1990 dan Muslim no. 1137.
[2] HR. Muslim no. 1138.
[3] Lihat Ad Daroril Madhiyah Syarh Ad Durorul Bahiyah, Muhammad bin Ali Asy
Syaukani, hal. 220, Darul Aqidah, cetakan pertama, tahun 1425 H.
[4] HR. Muslim no. 1141, dari Nubaisyah Al Hudzali.
[5] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, Yahya bin Syarf An Nawawi, 6/184,
Dar Ihya At Turots Al Arobi, Beirut, 1392.
[6] Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, 8/17.
[7] Idem
[8] HR. Bukhari no. 1997 dan 1998.
[9] HR. Bukhari no. 1985 dan Muslim no. 1144, dari Abu Hurairah.
[10] HR. Bukhari no. 1986 dan Muslim no. 1143, dari Juwairiyah binti Al Harits.
[11] Faedah dari penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin ketika
menerangkan puasa pada hari Sabtu. Lihat Majmu Fatawa wa Rosa-il Syaikh Muhammad
bin Sholih Al Utsaimin, 20/57-58, Darul Wathon Darul Tsaroya, cetakan terakhir, tahun
1413 H.
[12] Lihat pembahasan di Shahih Fiqh Sunnah, Syaikh Abu Malik, 2/142-143, Al
Maktabah At Taufiqiyah.
[13] HR. An Nasai no. 2173, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa
hadits ini shahih.
[14] HR. An Nasai no. 2188, At Tirmidzi no. 686, Ad Darimi no. 1682, Ibnu Khuzaimah
no. 1808. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[15] Lihat catatan kaki dalam Kitab Kifayatul Akhyar, Taqiyuddin Abu Bakr bin
Muhammad Al Husain Asy Syafii, 1/209, Darul Kutub Al Islamiyah, cetakan pertama,
1424 H.
[16] HR. Muslim no. 1159, dari Abdullah bin Amr bin Al Ash.
[17] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/144.
[18] Lihat penjelasan An Nawawi rahimahullah dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim,
8/40.
[19] HR. Muslimm no. 1103, dari Abu Hurairah.
[20] HR. Bukhari no. 1967, dari Abu Said Al Khudri.
[21] Lihat penjelasan Syaikh Abu Malik dalam Shahih Fiqh Sunnah, 2/146.
[22] HR. Abu Daud no. 2421, At Tirmidzi no. 744, Ibnu Majah no. 1726. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[23] Lihat Majmu Fatawa wa Rosa-il Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, 20/57-
58.
Puasa Makruh
Puasa makruh adalah puasa jika dikerjakan, tidak dapat pahala, bahkan jika ditinggal akan
mendapatkan pahala.
Diantara puasa yang dimakruhkan adalah:
Puasa satu tahun penuh (shoum ad-dahr ) selain hari-hari yang diharamkan puasa.
Dimakruhkannya puasa ini apabila memang khawatir adanya efek negative terhadap dirinya,
ataupun tertinggalnya ibadah sunah. apabila tidak ada kekhawatiran akan hal-hal tersebut maka
disunahkan untuk melakukan puasa ini, berdasarkan hadits:

` ` ,` , - ` , ` . ` ,` . ,` ` . , ` , ` , . ,, ,_
Artinya:Barang siapa berpuasa menahun, maka neraka jahanam akan disempitkan baginya
sebanyak sekian (beliau Nabi SAW memberi isyarat bilangan 90 dengan jarinya. (HR. Al-Baihaqi).
Mengkhususkan puasa hari jumat, atau sabtu, ataupun ahad, dan tidak disambung dengan hari
sebelumnya atau sesudahnya. Sebagaimana hadits:
,, , = _. ` _ ` . ' , = _._ . _ - .` , , ,`, ,` - `
,` , - . _` , ` ` - ` ,, ` ' .` ` . ' . . ` . .
_ ,` . . ' , , ,` . . ` . . , = ' ,_
_-
Artinya: Dari Juwairiyah bin Harits r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. masuk padanya pada hari
Jumat di mana ia sedang berpuasa. Beliau bersabda, Apakah kemarin engkau berpuasa? Ia
menjawab, Tidak. Beliau bersabda, Apakah besok engkau berpuasa? Ia menjawab, Tidak.
Beliau bersabda, Berbukalah! (Maka, ia berbuka/tidak berpuasa). (HR. Bukhori).
Hadist Nabi SAW:
` ` , ` ,, ` , ' ` ` ` ,` ., . ' . ` ` - ` ,, ` , - ' ` ,` ., . . ,_
.-,
Artinya: Janganlah salah satu dari kalian berpuasa pada hari jumat, terkecuali dirinya berpuasa
hari sebelumnya atau sesudahnya. (HR. Bukhori-Muslim).
dan juga hadits:
` , ` , ,` ` , . .` ` ` ,, ` ,` ` ,` . . . -, , ,_
Artinya: Janganlah engkau sekalian berpuasa pada hari sabtu terkecuali puasa fardlu. (HR.
Tirmidzi).
Dimakruhkannya puasa pada hari-hari diatas, karena hari Sabtu adalah hari besar bagi orang
Yahudi, dan hari Ahad bagi orang Nasrani adalah hari yang sangat sakral, maka umat Islam
dianjurkan oleh beliau Nabi untuk mukholafah (berbeda) dengan mereka.
Puasa yang dilakukan orang sakit, musafir, wanita hamil dan menyusui, apabila puasa yang
mereka lakukan dapat membahayakan kondisi mereka.

Yaum Al-Syak.
Yakni hari tanggal 30 bulan syaban. Pada hari syak kita tidak diperbolehkan melaksanakan
berpuasa. Kecuali bagi seseorang yang membiasakan puasa yang biasa dilakukan. Seperti
melaksanakan puasa senin kamis dan puasa Dawud (satu hari puasa satu hari tidak). Jika puasa
yang telah ia biasakan bertepatan pada hari yang diragukan (Yaum Al-Syak) maka tidak haram.
` . _ , , ` , _` ` , ` ` ' : `, ` , , . `
, , ` , ` _ . , , ' _ . ` , . ' _ -` ` ,
.` - ` ` , , `, ,` - ` ` , ` -` - . , . ` - ` . , , . , ` .
Artinya: Dari Ammar bin Yasir ra berkata: barang siapa berpuasa pada hari-hari yang ragukan,
maka sesungguhnya orang itu telah mendurhakai Abul Qosim (beliau Nabi saw).
Dan Hadits:
,, , = _. ,` _ . ' ,`, ,` _ , ' ` . . `
. ` ,` ,` . , . , --., , ,,' ,_ )

Artinya: Dari Abu Hurairoh, sesungguhnya Rosululloh saw telah bersabda: Apabila telah tiba
pertengahan bulan syaban (saparuh akhir), maka janganlah kamu berpuasa (sunnah). (HR: Abu
Dawud dan dinyatakan shohih oleh Imam Turmudzi).
Catatan: Puasa dalam Yaum Al-Syak, hukum larangan tidak boleh berpuasa hanya sekedar makruh
tanzih, namun ada sebagian ulama yang berpendapat, bahwa dilalah nahi pada hadist diatas
adalah makruh tahrim.
Puasa Haram.
Puasa haram adalah puasa jika dikerjakan akan mendapatkan dosa, dan jika ditinggalkan akan
mendapatkan pahala.
Puasa yang dihukumi haram adalah puasa yang dilakukan di hari-hari yang diharamkan berpuasa.
dan puasa sunah bagi istri yang tidak mendapat restu dari suaminya, Apabila ada faktor yang
menghalangi suami atau istri untuk bercumbu, seperti ihromnya suami dan kepergian suami ke
luar kota dalam waktu yang lama, maka tidak diharamkan bagi istri berpuasa. Adapun dalil
seorang istri diharamkan berpuasa sunnah tanpa mendapat restu (idzin) dari suami adalah:
, , ` , = _ . ,` _ . ' = _._ ,`, ,` _ , ' `
, , . ` ,` -` , _ , ,` . . ' '` , -, . . ,
Artinya: Dari Abu Hurairoh ra, sesungguhnya Rasululloh saw telah bersabda: Tidak halal bagi
seorang istri berpuasa (sunnah) ketika suaminya ada dirumah, kecuali atas izinnya (Muttafq
Alaih).
Hari-hari yang dilarang puasa
1) Dua Hari Raya (Idul Fitri dan Adha).
Para ulama telah sepakat (ijma) atas haramnya berpuasa pada kedua hari raya, baik puasa fardu
maupun puasa sunnah. Sebagaimana Hadist Nabi SAW:
_ , , , ` , = _ . ,` _ . ' = _._ ,`, ,` _ , ' `
, = ` ,, , _ -` . . ` ,, ` , ` ,, , . ` . , ,_
Artinya: Dari Abu Hurairoh ra, Sungguh Rasululloh SAW melarang berpuasa pada dua hari,
yakni Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri. (Shahih Muslim).
2) Tiga Hari-Hari Tasyriq.
Haram berpuasa pada hari-hari tasyriq, yaitu tiga hari berturut-turut setelah hari raya Idul adha
(tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijah), Sebagaimana hadist Nabi:
` , = _ . = ,` _ . ' ` ` - ` ` ' , , ' ` : ` , .` ` ,
, ,` ` `, ' . - ` , `, ' , ` , , , ` - ` -` , . ` ` '
` ` ,` . . ` `, ' _ ` `, ' , .` ,` , ' . , ,_
Artinya: Dari Kaab bin Malik ra berkata: Pernah Rosululloh SAW menyuruh Aus bin Al-Hadatsan
dan ibnu malik pada hari Tasyriq, agar supaya menyerukan bahwa: bahwasannya tidak akan
masuk surga selain orang mumin, dan hari-hari melempar jumroh di Mina, ini adalah hari-hari
untuk makan dan minum. (HR. Muslim).
Dan hadist Nabi:
`, . ' ` , ' , , ` , = _ . ` ` . ' ` - ` , = ` `
' ` `, ' ,` ' , ,` ` `, ' .` ,` , . , ,_

Artinya: Dari Abdillah bin hudzafah, sesungguhnya Nabi saw telah menyuruh kepada Abdillah bin
Hudzafah untuk menyerukan pada hari-hari tasyrik, bahwasannya ini adalah hari-hari untuk
makan dan minum. (HR. Muslim).
Tingkatan Puasa
Dalam menjalankan ritual puasa jika ditunjau dari pelakunya, puasa mempunyai derajat dan
tangkatan yang berbeda-beda sesuai pelakunya. Derajat dan tingkatan puasa ini dipetakan
menjadi tiga tingkatan. Antara lain:
1) Shoumul Awam (puasa orang umum) adalah puasa yang dikejakan oleh kebanyakan ummat
(orang awam) hanya mengekang diri dari makan minum serta bersetubuh dengan istri.
2) Shoumul khos (puasa orang khusus) adalah, puasa yang dikerjakan oleh kebanyakan orang-
orang sholihin dengan cara mengekang anggota badan (panca indra lima) dari segala perbuatan
dosa, tingkatan yang kedua ini dapat dicapai dengan cara menguasai lima perkara:
a. Menundukkan pandangan mata dari hal yang tercela me-nurut pandangan agama.
Sebagaimana firman Allah swt:
` ,` _ ` _ ' : ` ,` , -,` , , = ` -, , ` , _ .`, ' ` ,' .` ,
.,` ` ., , ` _ - = . ` ,` ,
Artinya: Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan
pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi
mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS. An-Nur: 30)
Dan Hadist Nabi saw:
'- ,'= - _'- --' ' : - - -' ,'- '+- - ,--- + - =-' .= = - -'-' _''- - - ',= '+ -
-' - `= -=, '-'-, .

Artinya: Nabi saw telah bersabda: pandangan adalah racun yang mematikan, dari anak
panah iblis, semoga Allah melaknatnya (syaithon). Dan barang siapa meniggalkannya karena
takut kepada Allah, maka Allah SWT akan memberi pada iman dan ia akan merasakan
manisnya iman didalam hatinya.
b. Memelihara lisan dari Ghibah (prasangka buruk pada orang lain), dusta, adu-domba dan
sumpah palsu. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:
, , .` . .` , , =` ` ` ' ` ,` . ` -` . ,` ' ` -
,` , , ` , =` , ` ` ,` ` ` , , , ` , ` , .

Artinya: Ada lima hal yang dapat menghapus pahala puasa: Dusta, ghibah, adu-domba, sumpah
palsu dan memandang penuh dengan syahwat.
c. Menjaga telinga dari mendengarkan sesuatu yang dibenci oleh agama.
Allah berfirman:
.` -' ., ' . .,` `
Artinya: Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak
memakan yang haram. (QS. Al-Maidaah: 42)
Dan Firman Allah:
.` , .` -' ` , , ' , , ` , , ` , ` ` _ `- . , .,' , ` ,` , ` ,` ,` ,
Artinya: Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang
mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram?. (QS. Al-Maidah: 63)
Dan Sabda Nabi saw:
, , ` , = _ . ' ` . `, , ` _ ` ` , ` . ` `
, .
Artinya: Nabi saw telah bersabda; orang yang mencela dan orang yang mendengarkan
keduanya sama-sama mendapatkan dosa.
d. Menjaga seluruh tanggota tubuh dari hal-hal yang dibenci agama. Seperti: memelihara perut
dari makanan yang subhat ketika berbuka, sebab apa artinya puasa dengan mengekang
makanan Halal disiang hari, kemudian berbuka dengan yang haram, demikian ini bagaikan
orang yang membangun sebuah gedung ditengah kota, lalu kota tersebut dihancur binasakan.
Sebagaimana Hadist Nabi:
` = , _` ,` - . , . ` ` ` , , . ` ` ,
Artinya: banyak orang yang berpuasa, akan tetapi ia tidak mampu memetik hasilnya kecuali.
lapar dan dahaga.
Tidak terlalu banyak mengisi perut, ketika berbuka puasa, sekalipun makanan yang dimakan itu
halal. Sebagaimana Hadist Nabi SAW:
- _ = , ` = _ ` ` ,' . , `

Artinya: Tiada orang yang lebih dibenci oleh Allah, dibandingkan orang yang suka memenuhi
perutnya, sekalipun makanan yang halal.
3) Puasa khowashil khowash adalah, puasanya seseorang yang memelihara gerak-gerik hati dari
tujuan hal-hal yang bersifat duniawi semata, dan tidak semata memikirkannya, dan
mengekangnya dari niat atau memikirkan selain Allah SWT.
Tingkatan puasa yang demikian ini apabila memikirkan hal-hal selain Allah, maka gugurlah
puasanya, inilah puasa yang setingkat dengan puasanya para Nabi dan para Shodiqin. Dan pada
hahikatnya kedudukan ini menghadapkan jiwa raga sepenuhnya kepada Allah dan berpaling dari
selainnya Allah.



Sumber Artikel : http://jurug.blogspot.com/2011/11/keutamaan-puasa-tasua-dan-asyura.html .
Copyright Berita Indonesia - Under Common Share Alike Atribution.

Sumber:
- http://www.rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2999-hari-yang-terlarang-untuk-berpuasa-1.html
- http://www.rumaysho.com/hukum-islam/puasa/3000-hari-yang-terlarang-untuk-berpuasa-2.html




























2.1. Macam-macam Puasa
Puasa yang fardhu/wajib adalah puasa yang apabila dilaksanakan akan
mendapat pahala dan apabila tidak dilaksanakan akan mendapat dosa, seperti
puasa ramadhan, puasa kaffarat, dan puasa nadzar.

1. Puasa yang tathawwu/sunnah adalah puasa yang apabila dilaksanakan
akan mendapat pahala dan apabila tidak dilaksanakan tidak mendapat
dosa. Puasa-puasa yang sunah itu adalah puasa Nabi Dawud (yakni puasa
sehari dan berbuka sehari), puasa Senin dan Kamis, puasa tiga hari setiap
bulan (yakni pada Ayyamul Biidh : tanggal 13, 14, 15 setiap bulan qamari-
yah), puasa enam hari di bulan Syawwal, puasa pada hari Arafah bagi yang
tidak berhaji, puasa delapan hari di bulan Dzulhijjah, puasa Taasuu-aa (9
Muharram) dan puasa Aasyuuraa (10 Muharram), puasa pada bulan-bulan
haram yaitu Muharram, Rajab, Dzulqadah, dan Dzulhijjah, puasa pada
bulan Syaban, puasa pada hari dimana tidak punya makanan.

2. Puasa yang dilarang/haram adalah puasa yang apabila dilaksanakan akan
mendapat dosa dari Allah dan seperti puasa sunnah yang dilaksanakan
seorang wanita tanpa seijin suaminya sementara suaminya itu hadir, puasa
pada hari syak (yang diragukan), puasa pada hari Id (baik Idul Fithri
maupun Idul Adhha), puasa pada hari-hari Tasyriq (yakni 11, 12, dan 13
Dzulhijjah), puasa wanita yang sedang haidh atau nifas, puasa wishal
(siang dan malam sekaligus), puasa yang sangat dikhawatirkan akan
menyebabkan kebinasaan bagi pelakunya.

3. Sedangkan puasa yang makruh adalah puasa apabila dilaksanakan tidak
mendapat dosa, tetapi dibenci atau tidak disukai Allah.

Contoh puasa yang makruh :
a. Puasa khusus hari Jumat (karena hari Jumat adalah sayyidul ayyam.
Bahkan ada sebagian pendapat yang mengharamkan puasa pada hari
Jumat)
b. Puasa khusus pada hari ( puasa hari sabtu adalah kebiasaan orang
yang beragama Yahudi, dan kaum muslimin dilarang meniru ibadah
orang Yahudi)

1.2.1. Puasa wajib

a. Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan adalah puasa wajib yang dikerjakan bagi setiap muslim
pada bulan Ramadhan selama sebulan penuh.
Allah SWT berfirman:
` , . ,` , ,', ' , ., ` ` , ` , ` , _ . ` ,` . ` ,
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agara kamu
bertaqwa. (Q.S. Al-Baqarah183)

Puasa Ramadhan juga termasuk dalam rukun Islam, sebagaimana tersebut
dalam hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar

,` _ , = _._ , ` ` , , = _.
,, . ' , ` - _ ` ` _ ` , . . ' , ` .
` , . , . ` _ - , . ` , . , , . ` . , . ,` _ ` -`
. . _ . , , _- ,_

Didirikan agama Islam itu atas lima dasar yaitu bersaksi bahwa tiada
sesembahan melainkan Allah dan Nabi Muhammada adalah utusan Allah,
mendirikan shalat lima waktu, mengeluarkan zakat, puasa bulan Ramadhan
dan melaksanakan haji ke Baitullah bagi yang mampu jalannya (H.R.
Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, belum sempurna keislaman seseorang apabila dia belum
mengerjakan puasa Ramadhan dengan penuh ikhlas semata-mata untuk
mencari ridha Allah swt.

b. Puasa Nadzar
Nadzar secara bahasa berarti janji. Puasa nadzar adalah puasa yang
disebabkan karena janji seseorang untuk mengerjakan puasa. Misalkan, Rudi
berjanji jika nanti naik kelas 9 ia akan berpuasa 3 hari berturut-turut, maka
apabila Rudi benar-benar naik kelas ia wajib mengerjakan puasa 3 hari
berturut-turut yang ia janjikan itu. Berkaitan dengan puasa nadzar, Rasulullah
saw pernah bersabda:
Dari Aisyah radhiyallahu anha, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau
bersabda,

.` , ` , .` , . ' _ ` , . ` ` =` , _, =`, . ' _ `
Barangsiapa yang bernazar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nazar
tersebut. Barangsiapa yang bernazar untuk bermaksiat pada Allah, maka
janganlah memaksiati-Nya. (HR. Bukhari)

11. Puasa Kafarat
Kafarat berasal dari kata dasar kafara yang artinya menutupi sesuatu. Puasa
kafarat secara istilah artinya adalah puasa untuk mengganti denda yang
wajib ditunaikan yang disebabkan oleh suatu perbuatan dosa, yang bertujuan
menutup dosa tersebut sehingga tidak ada lagi pengaruh dosa yang
diperbuat tersebut, baik di dunia maupun di akhirat.

Ada beberapa macam puasa kaffarat, yakni sebagai berikut:
1) Puasa kafarat dalam ibadah haji
Orang yang melakukan haji tamattuk dan qiran wajib membayar denda
menyembelih seekor kambing yang sah untuk berkurban. Tetapi jika ia
tidak mampu maka bisa diganti dengan melakukan puasa kafarat
selama tiga hari di tanah suci dan tujuh hari di tanah asalnya.

2) Kafarat karena melanggar sumpah.
Apabila seseorang berjanji maka wajib baginya untuk memenuhi janji
itu. apabila janji itu dilanggar maka ia akan berdosa dan karenanya
diwajibkan membayar kafarat di antara tiga pilihan berikut:
a) Memberi amkan sepuluh orang miskin seperti yang
biasa dimakan setiap harinya;
b) Memberi pakaian kepada orang miskin;
c) Memerdekakan budak; atau,
d) Puasa kafarat selama tiga hari.

1.2.2. Puasa Sunnah

a. Puasa enam hari di bulan Syawal.

Baik dilakukan secara berturutan ataupun tidak.

.,', ' , ' ` . . _ . ` , , ` , ` _ . ,` _
,` ` ` , . . ` , ` . , ` ` ' ` ,

Dari Abu Ayub, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berpuasa
Ramadhan kemudian mengikutinya dengan berpuasa enam hari di bulan
Syawwal maka ia seperti puasa satu tahun. H.R. Ibnu Majah

` _ . ,` _ ` , , ` , ` _ . ,` _ _ ` , . ,` , `
` . ` ` ` ' , , ` , ` . , = ` , `, ' . - `
, ` ' ` ,` ` - ,

Dari Tsauban, budak Rasulullah SAW, Dari Rasulullah SAW sesungguhnya
beliau bersabda, "Siapa yang berpuasa enam hari setelah hari raya idul fitri
maka ia seperti berpuasa satu tahun secara sempurna. Siapa yang melakukan
satu kebaikan maka baginya sepuluh pahala yang sepertinya." H.R.
Ibnu Majah,

b. Puasa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah

Yang dimaksud adalah puasa di sembilan hari yang pertama dari bulan ini,
tidak termasuk hari yang ke-10. Karena hari ke-10 adalah hari raya kurban dan
diharamkan berpuasa.
Keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah, dari Ibn Abbas radhiallahu anhu
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

` _ ' . - ' ,, ` _ ` . `, ' ` `, . . `, ' _ ` ,
,` . , , , _ ` , - . , ,` _ ` , - . ,
, _ , - ` - _ . , _ , .` _ , : ` ` _ -` ,, ` , .

Tidak ada hari dimana suatu amal shaleh lebih dicintai Allah melebihi amal
shaleh yang dilakukan di hari-hari ini, yaitu sepuluh hari (pertama Dzulhijjah.).
Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi
sabilillah? Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Termasuk lebih utama
dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan
hartanya (ke medan jihad), & tak ada satupun yang kembali (mati dan hartanya
diambil musuh). (HR. Al Bukhari, Ahmad, & At Turmudzi)

c. Puasa hari Arafah

Yaitu puasa pada hari ke-9 bulan Dzuhijjah. Keutamaannya, akan dihapuskan
dosa-dosa pada tahun lalu dan dosa-dosa pada tahun yang akan datang (HR.
Muslim).

, ` ,, ` , . ` ` , ` , ` ` ` , `, . ' = _ ` . ` - '
puasa hari arafah, saya berharap kepada Allah agar menjadikan puasa ini
sebagai kaffarah satu tahun sebe-lumnya satu tahun setelahnya.. (HR. Ahmad
dan Muslim).
d. Puasa Muharram

Yaitu puasa pada bulan Muharram terutama pada hari Assyuro. (hari ke 10
bulan Muharram). Nabi shalallahu alaihi wasssalam memerintahkan umatnya
untuk berpuasa pada hari Assyuro ini dan mengiringinya dengan puasa 1 hari
sebelum (hari ke 9) atau sesudahnhya (hari ke 11). Hal ini bertujuan untuk
menyelisihi umat Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada hari ke-10.
Abdullah bin Abbas yang menceritakan kisah ini kepada kita sebagaimana
yang terdapat di dalam Shahih Bukhari

` , = _ . ' ` . _` ,` ` ,, ` ` ,` . ` ,` , , ' , `, ' , ,
= _` - ` ` ,, ` _ . ` ` ,, ` , ` ` , ,` ` ,
_ ` ,` ` . ` , ` ,` . ' - ' ' ` , ` _ ` ,` , . , . , , ' , ` .

Tatkala Nabi Saw datang ke Madinah beliau melihat orang-orang Yahudi
melakukan puasa di hari Asyura. Beliau Shallallahu alaihi wassalam bertanya,
Hari apa ini?. Orang-orang Yahudi menjawab, Ini adalah hari baik, pada hari
ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa alaihissalam
berpuasa pada hari ini. Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda, Saya lebih
berhak mengikuti Musa dari kalian (Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari itu
dan memerintahkan untuk melakukannya.(HRAl Bukhari)

Di masa hidupnya Nabi Shallallahu alaihi wassalam berpuasa di hari Asyura.
Kebiasaan ini bahkan sudah dilakukan beliau Shallallahu alaihi wassalam sejak
sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan dan terus berlangsung sampai akhir
hayatnyaShallallahu alaihi wassalam . Imam Al Bukhari dan Imam Muslim
meriwayatkan di dalam shahih nya dari Abdullah bin Abbas radiyallahuanhuma,
ia berkata,

Al Imam Abu Daud meriwayatkan di dalam Sunan-nya dari Abu Qatadah
Radhiallahu anhu,

` . _` ,` ` ,, ` ` , . , ` ` ` , `, . ' _ ` . ` - '

Dan puasa di hari Asyura, sungguh saya mengharap kepda Allah bisa
menggugurkan dosa setahun yang lalu.

e. Puasa Syaban.

Yang dimaksud puasa Syaban adalah memperbanyak puasa pada bulan
Syaban.

` ,` ` . _ ,` _ . ` . , , ` , ` _ .
,` _ ` .`, ' _ ` ,` ., , _` - ` , = `, , ` , = `, , _` - ` ,` .,
, , ` , ` _ . , . , ' ` ` `, ' _ , . . _ ,` , , . `
. ` ` `

Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata: Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa
alihi wa sallam berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan
beliau berbuka sampai kami katakan beliau tidak pernah berpuasa. Saya tidak
pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali
Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari
bulan Syaban. (HR. Bukhari).

Keutamaan: Bulan ini adalah bulan di mana semua amal diangkat kepada Alah
SWT. Sebagaimana di jelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasai
dan Abu Daud, di-hasan-kan Syaikh Al Albani).
Dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya: Wahai Rasulullah, saya belum pernah
melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan
Syaban, Maka Rasululah SAW bersabda
. . . _ , . - _ ` , , ` ` ` ` , ` ,` , : , ` _ ` ,` ` ,` , ,` ,
` . - ' . . _ _ ` ' ` , . ' , _ ` ,`, . '

Itu adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan
Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta
alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.
(H.R. An NasaI dan Ahmad)

f. Puasa Senin dan Kamis.
Nabi telah menyuruh ummatnya untuk puasa pada hari Senin dan Kamis.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
bersabda,

` , . ' , _ ,` `, . ' ' . - ' , - , ` , . ` ,, ` . ` ,` `
Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka
aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa. (HR.
Tirmidzi Shahih).

Dari Aisyah radhiyallahu anha, beliau mengatakan,
,` _ . ,, , = _. ` , . , . ` , - , .
, - , .
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada
hari senin dan kamis. (HR. An Nasai dan Ibnu Majah)

g. Puasa Tengah Bulan (tsetiap bulan Qamariyah).
Disunnahkan untuk melakukannya pada hari-hari putih (Ayyaamul Bidh) yaitu
tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan qamariyah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata,

` , ' ,` , ` `, ' ` , . .,` ' _` - ` ` ,` ' . . , _ , - _ .
,` , _ ` , , . _ -' . . , .

Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) mewasiatkan
padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati:
berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Dhuha, mengerjakan
shalat witir sebelum tidur.( HR. Bukhari)

Muadzah bertanya pada Aisyah,

,` _ . ' ,, , = _. `, ' ` ,` ., ,` , `
` , ` . . . `, ' ` _ `, . . ` . ` ,` ., . `, ' ` ` . .
` _, - . ` - ., - _ , ,` , '
Apakah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap
bulannya? Aisyah menjawab,Iya. Muadzah lalu bertanya Pada hari apa
beliau melakukan puasa tersebut? Aisyah menjawab, Beliau tidak peduli
pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau). (HR. Tirmidzi dan Ibnu
Majah.)
Dalam hadits Abu Dzar yang diriwayatkan Imam Tirmizi dan Iman NasaI
dijelaskan tentang waktu puasa tengah bulan Hijriyah: Dari Abu Dzar,
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda padanya,

,` _ ,` _ ' , ,` . ` ,` . `, ' ,` ,` .` ` . _ , ' ,
,` ` - ,

Hai Abu Zar, Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka
berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah). (HR. Tirmidzi
dan An Nasai.)

h. Puasa Dawud

Cara mengerjakan puasa nabi Dawud adalah dengan sehari puasa sehari tidak
puasa, atau selang-seling. Puasa nabi Dawud adalah puasa yang paling
disukali oleh Allah swt. Cara melakukan puasa Daud adalah sehari berpuasa
dan sehari tidak. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

` , . = _ ` . ' . -' , . ` , ` , . = ,` . ' . -' .
` ,, ` ` ,` ., , ` ,, ` , = `, . , .` `` ` , , ` ` , , , ., .` . ` ,
,', _- ,_

Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang
paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh
malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya.
Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari.

Dari 'Abdullah bin 'Amru radhiyallahu anhuma, ia berkata,

,` _ , ` - ' ,, , = _. _ ,` ` ,` . . , , ' _` '
` .` ` , ` , . , . ,` _ ` ,, , = _.
` , . , _ ,` ` ,` . . , , .` ' ` .` ` , ` ` .
` ` . ` ,` . , . ` , , ` , , . ` , = ' , ` ,` . . : ` _, = ` . :`
,` ` , . : , . , ` ' ,` , - . , . `, ' ,` ,` .
` . ,` _ , : ` . ' ` , ~ ' _` . ` , = ' , ` ,, ` ,` .
` , ` ,, . : ` . ' ` , ~ ' _` ` . . ` , = ' , ` ,, ` ,` .
,` . ` ,` , . ` , ` , . : , . ` ,, . ` ` . ' ` , ~ ' _` ` .
,` _ , . : ` . ' . .
Disampaikan kabar kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa aku
berkata; "Demi Allah, sungguh aku akan berpuasa sepanjang hari dan
sungguh aku akan shalat malam sepanjang hidupku." Maka Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadanya ('Abdullah bin 'Amru):
"Benarkah kamu yang berkata; "Sungguh aku akan berpuasa sepanjang hari
dan sungguh aku pasti akan shalat malam sepanjang hidupku?". Kujawab;
"Demi bapak dan ibuku sebagai tebusannya, sungguh aku memang telah
mengatakannya". Maka Beliau berkata: "Sungguh kamu pasti tidak akan
sanggup melaksanakannya. Akan tetapi berpuasalah dan berbukalah, shalat
malam dan tidurlah dan berpuasalah selama tiga hari dalam setiap bulan
karena setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa
dan itu seperti puasa sepanjang tahun." Aku katakan; "Sungguh aku mampu
lebih dari itu, wahai Rasulullah". Beliau berkata: "Kalau begitu puasalah sehari
dan berbukalah selama dua hari". Aku katakan lagi: "Sungguh aku mampu
yang lebih dari itu". Beliau berkata: "Kalau begitu puasalah sehari dan
berbukalah sehari, yang demikian itu adalah puasa Nabi Allah Daud 'alaihi
salam yang merupakan puasa yang paling utama". Aku katakan lagi: "Sungguh
aku mampu yang lebih dari itu". Maka beliau bersabda: "Tidak ada puasa yang
lebih utama dari itu". (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Puasa Makruh

Puasa makruh adalah puasa jika dikerjakan, tidak dapat pahala, bahkan jika
ditinggal akan mendapatkan pahala.
Diantara puasa yang dimakruhkan adalah:

1. Puasa satu tahun penuh (shoum ad-dahr ) selain hari-hari yang diharamkan
puasa. Dimakruhkannya puasa ini apabila memang khawatir adanya efek
negative terhadap dirinya, ataupun tertinggalnya ibadah sunah.
` ,` , - ` , ` . ` ,` . ,` ` . ` , ` , ` , . ,, ,_

Artinya:Barang siapa berpuasa menahun, maka neraka jahanam akan
disempitkan baginya sebanyak sekian (beliau Nabi SAW memberi isyarat
bilangan 90 dengan jarinya. (HR. Al-Baihaqi).

2. Mengkhususkan puasa hari jumat, atau sabtu, ataupun ahad, dan tidak
disambung dengan hari sebelumnya atau sesudahnya. Sebagaimana
hadits:
, = _. ` _ ` . ' , = _._ . _ - .` , , ,`, ,` - ` ,,
. _` , ` ` - ` ,, ,` , - ` ' .` ` . ' . . ` . .
_ ,` . . ' , , ,` . . ` . . , = ' ,_
_-

Artinya: Dari Juwairiyah bin Harits r.a. mengatakan bahwa Nabi saw.
masuk padanya pada hari Jumat di mana ia sedang berpuasa. Beliau
bersabda, Apakah kemarin engkau berpuasa? Ia menjawab, Tidak.
Beliau bersabda, Apakah besok engkau berpuasa? Ia menjawab, Tidak.
Beliau bersabda, Berbukalah! (Maka, ia berbuka/tidak berpuasa). (HR.
Bukhori).

Hadist Nabi SAW:
` ` , ` ,, ` , ' ` ` ` ,` ., . ' . ` ` - ` ,, ` , - ' ` ,` ., . . ,_
.-,

Artinya: Janganlah salah satu dari kalian berpuasa pada hari jumat,
terkecuali dirinya berpuasa hari sebelumnya atau sesudahnya. (HR.
Bukhori-Muslim).
` , ` , ,` ` , . .` ` ` ,, ` ,` ` ,` . . . -, , ,_

Artinya: Janganlah engkau sekalian berpuasa pada hari sabtu terkecuali
puasa fardlu. (HR. Tirmidzi).

Dimakruhkannya puasa pada hari-hari diatas, karena hari Sabtu adalah hari
besar bagi orang Yahudi, dan hari Ahad bagi orang Nasrani adalah hari
yang sangat sakral, maka umat Islam dianjurkan oleh beliau Nabi untuk
mukholafah (berbeda) dengan mereka.

3. Yaum Al-Syak, yakni hari tanggal 30 bulan syaban. Ada sebagian
menyatakan haram berpuasa pada hari syak berdasarkan hadits

` ` ` . _ , , ` , _` ` , ' : `, ` , , . `
, , ` , ` _ . , , ' _ . ` , .

Artinya: Dari Ammar bin Yasir ra berkata: barang siapa berpuasa pada
hari-hari yang ragukan, maka sesungguhnya orang itu telah mendurhakai
Abul Qosim (beliau Nabi saw).


dan ada pula yang menyatakan makruh, kecuali bagi seseorang yang
membiasakan puasa yang biasa dilakukan. Seperti melaksanakan puasa
senin kamis dan puasa Dawud (satu hari puasa satu hari tidak). Jika puasa
yang telah ia biasakan bertepatan pada hari yang diragukan (Yaum Al-
Syak) maka tidak haram.

Dan Hadits:

,, , = _. ,` _ . ' ,`, ,` _ , ' ` . . `
,` ,` . . ` . , ,_ , ,,' , --., (

Artinya: Dari Abu Hurairoh, sesungguhnya Rosululloh saw telah bersabda:
Apabila telah tiba pertengahan bulan syaban (saparuh akhir), maka
janganlah kamu berpuasa (sunnah). (HR: Abu Dawud dan dinyatakan
shohih oleh Imam Turmudzi).

4. Puasa Haram

Puasa haram adalah puasa jika dikerjakan akan menda-patkan dosa, dan jika
ditinggalkan akan mendapatkan pahala.

1. Dua Hari Raya (Idul Fitri dan Adha). Para ulama telah sepakat (ijma) atas
haramnya berpuasa pada kedua hari raya, baik puasa fardu maupun puasa
sunnah. Sebagaimana Hadist Nabi SAW:

_ , , , ` , = _ . ,` _ . ' = _._ ,`, ,` _ , ' `
, = ` ,, , _ -` . . ` ,, ` , ` ,, , . ` . , ,_

Artinya: Dari Abu Hurairoh ra, Sungguh Rasululloh SAW melarang
berpuasa pada dua hari, yakni Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul
Fitri. (Shahih Muslim).

2. Tiga Hari-Hari Tasyriq.

Haram berpuasa pada hari-hari tasyriq, yaitu tiga hari berturut-turut
setelah hari raya Idul adha (tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijah),
Sebagaimana hadist Nabi:

` , = _ . = ,` _ . ' ` ` - ` ` ' , , ' ` : ` , .` ` ,
, ,` ` `, ' . - ` , `, ' , ` , , , ` - ` -` , . ` ` '
` ` ,` . . ` `, ' _ ` `, ' , .` ,` , ' . , ,_

Artinya: Dari Kaab bin Malik ra berkata: Pernah Rosululloh SAW
menyuruh Aus bin Al-Hadatsan dan ibnu malik pada hari Tasyriq, agar
supaya menyerukan bahwa: bahwasannya tidak akan masuk surga selain
orang mumin, dan hari-hari melempar jumroh di Mina, ini adalah hari-hari
untuk makan dan minum. (HR. Muslim).

Dan hadist Nabi:

`, . ' ` , ' , , ` , = _ . ` ` . ' ` - ` , = ` `
' ` `, ' ,` ' , ,` ` `, ' .` ,` , . , ,_

Artinya: Dari Abdillah bin hudzafah, sesungguhnya Nabi saw telah
menyuruh kepada Abdillah bin Hudzafah untuk menyerukan pada hari-
hari tasyrik, bahwasannya ini adalah hari-hari untuk makan dan minum.
(HR. Muslim).

3. Puasa sunah bagi istri yang tidak mendapat restu dari suaminya, Apabila
ada faktor yang menghalangi suami atau istri untuk bercumbu, seperti
ihromnya suami dan kepergian suami ke luar kota dalam waktu yang
lama, maka tidak diharamkan bagi istri berpuasa. Adapun dalil seorang
istri diharamkan berpuasa sunnah tanpa mendapat restu (idzin) dari
suami adalah:

, , ` , = _ . ,` _ . ' = _._ ,`, ,` _ , ' `
, , . ` ,` -` , _ , ,` . . ' '` , -, . . ,

Artinya: Dari Abu Hurairoh ra, sesungguhnya Rasululloh saw telah
bersabda: Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) ketika
suaminya ada dirumah, kecuali atas izinnya (Muttafq Alaih).

4. Puasa Ramadlan

a. Keistimewaan Bulan Ramadlan

Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar. Semua amal
soleh yang dilakukan pada bulan ini akan mendapat balasan lebih banyak dan
lebih baik. Oleh karena itu kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal
kebajikan dan meninggalkan kemaksiatan. Diantara keutamaan dan keistimewaan
bulan Ramadhan adalah ;
1. Pada bulan ini pintu-pintu 155ias155 dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan
para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik dari
seribu bulan

` ,` _ . , , ` , ` _ . ` ` , , ` , -` . ` ,` `,
_ ` ,` , ` , . - . ,` , ` _ ` ` , ` , . = . ` _ ` ,` , . .
. ` ,` , - ` , ` , ` ` , ~ ,` ` , ` , ,` , - - . ,` , ` ` ` , ` -
,` - ` ,` , - ,` - ` ,` , . , - ,_
Rasulullah saw. Biasanya 156ias156r kabar gembira kepada para sahabatnya
dengan bersabda: Telah 156ias156r kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang
diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini
pintu-pintu 156ias156 dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat;
juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan,
barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-
apa. (H.R. Ahmad dan An Nasai).

2. Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana al-Quran diturunkan untuk
pertama kalinya, hal ini tercantum jelas di dalam surah al-Baqarah (2) ayat
185:

` , . ` , , , ` ` . .` , , ,` ' . . _ ` ,` ,
, . ` , ` ` ` . , ,` ,` ` , ` , ` . ` , , , _ ` , ' .,
` , ` , ,` ` ` , , ` , ,`, , ,` ` , ` , , ` ` , ,`, , - ' `,' ` `
.,` , ` ` , , ` , _ ,` ,` ` ,

(Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran
sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk
itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di
antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia
berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia
berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang
ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan
bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu
mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas
petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

3. Pada bulan Ramadhan malaikat jibril selalu 156ias156r setiap malam kepada
Rasulullah SAW untuk tadaruss (memahami kembali) al-Quran. Hal ini
dijelaskan dalam hadis shahih dalam kitab shahih al-Bukhari bab Badul wahyi.

, _ ` ,` ' , ` ` ` ,`, , ` - ' ` ` , ` - ' . ` ` -
` ` , ` , ` ` ,`, , ` - ' `` , ` - ' ` -` ` ` , ` ,` , ` -
` , ` , ` - ' ` ,` - ` ,` ' , . ` ` , ` ` ` ` , `
., , ` ,` - ' . , ` ,` - ' , , ` , ` _ . ,` _
` , . . _ ` ` , ` , . , , ,` - ` , - . . _ ` ` _
` ,` _,` , ` ,` , - , ` ,` - ' , , ` , ` _ . ,` , .`,

(Dari Abdan dari Abdullah dari Yunus dari al-Zuhry, juga dari Bisyr bin
Muhammad dari Abdullah dari Yunus dan Muammar dari al-Zuhry dari
Abdullah bin Abdullah dari Ibn Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW manusia
ter-baik ketika pada bulan Ramadhan ketika Jibril mene-muinya setiap malam
bulan Ramadhan dan mempelajari kembali al-Quran, maka Rasulullah SAW
adalah orang segera melakukan kebaikan seperti angin bertiup).

4. Bulan Ramadhan adalah bulan dibukanya pintu ampunan bagi mereka yang
melaksanakan puasa Ramadhan. Hal ini dilambangkan dengan dibukanya
pintu langit (sebagai 157ias157r157 dibukanya ampunan) dan ditutup pintu
neraka serta dibelenggunya setan (sebagai 157ias157r157 terbelenggunya
hawa nafsu). Hal ini dijelaskan dalam Shahih al-Bukhari pada bab al-Shaum,
no. 1766 :

. , ` , ` ` , ` ` .` , ` - ,` , ` , ` ` , _ ,` -, ` -
' , ' ` ` , , ` - ' . _ ,`, ,` , ' _ ` ` ' ` ` - ` , ' . ' ` , ` ,` _ ` ,
. . _ ` ,` , - , , ` , ` _ . ,` _ , , ` ` `
- ` . ,` , ' ` . , . ` ` . ,` , ' ` . -` ` ~ ,` ` . ` , ,` ,

(Dari Yahya bin Bukair dari al-Lais dari Uqail dari Ibn Syihab dari Ibn Abi Anas
(maula al-Tamiyin bahwa bapaknya mendengar Abu Hurairah RA bahwa
Rasulullah SAW bersabda : Jika memasuki bulan Ramadhan dibuka semua
pintu langit dan ditutup pintu-pintu Jahannam dan dibelenggu para Setan).

5. Puasa Ramadhan menebus dosa-dosa yang telah lewat, dengan syarat
puasanya ikhlas.

` , ' ` _ ,` -, ` - ` ` - ,, ,` , ` ` , ` , ` ` ` - , '
_` ` , ` , , ` , ` _ . ` ` ` ` ` ` . _ ,`, ,`
, ` - , . . _ . ` , ` ` ` ` , , ` - ,
` , ` ` `

(Dari Muslim bin Ibrahim dari Hisyam dari Yahya dari Abi Salamah dari Abi
Hurairah berkata bahwa Nabi SAW bersabda : siapa yang berjaga (tidak tidur)
pada malam lailatul qadar dan melaksanakan ibadah karena Allah dan
mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosanya pada masa
lampau, begitu juga siapa yang berpuasa karena Allah dan mengharap pahala
dari Allah akan diampuni dosanya pada masa lampau).

6. Di bulan Ramadhan terdapat satu malam kemuliaan (lailalatul qadr), dimana
nilai malam itu lebih dari seribu bulan, karena para malaikat dan malaikat Jibril
diizinkan Allah turun ke langit bumi dan akan mengabulkan setiap permohonan
manusia mulai terbenamnya matahari sampai terbit fajar. Sebagaimana
ditegaskan dalam surah al-Qadar (97) ayat 1-5 :

_` ` , ` ,` ' ` , , _` ` , _` ' , , , ` ` ,` , - _` ` ,
,` , . ' , , ,` ' ` ` , ,` , _ . , , ,, ` _,' , , ` , , . , `
_ = _` - ,` - , ~ (

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam
kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam
kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-
malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala
urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Surah di atas menjelaskan bahwa al-Quran diturunkan dari lauh mahfudz ke
langit dunia pada malam lailatul Qadr atau malam kemuliaan. Lailatul Qadr
adalah suatu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.Para Malaikat
turun ke langit bumi untuk mengaminkan setiap doa dari hamba Allah sampai
terbit fajar (subuh). Rasulullah memerintahkan mencari malam lailatul Qadr
pada hitungan ganjil pada 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan.
Sebagaimana dijelaskan dalam hadis shahih pada kitab Shahih al-Bukhari
dalam

, , ' ` ` , ,` ,` , ' ` - , ` - ` `, , ` ` - , ` ` , ` , ` -
_ . ' ,` ` . _ ` ` ,` , - , , ` , ` _ . ,`
. . _ ` , - , . ,` ` ,` , _` ` ,

(Dari Qutaibah bin Said dari Ismail bin Jafar dari Abu Suhail dari bapaknya
dari Aisyah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : Carilah malam lailatul
Qadr pada malam ganjil sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan).
Rasulullah mengajarkan doa yang harus dibaca

` - ` , ` , ` ' ' . . ` , ` ` ` , ` , ` - ` - ` , ` -
' ' ` .` . .`, ' _ ' ,` _ , `. ` . ` `, ,` , ` , `
, ,, , ' _` ` , ` , : , ' . -` ` < , , ` :` ` ,` ,
` ` .`

(Dari Qutaibah dari Jafar bin Sulaiman al-Dhabaiy dari Khmas bin al-Hasan
dari Abdillah bin Buraidah dari Aisyah berkata bahwa aku bertanya kepada
Rasulullah SAW: Apa yang aku ucapkan ketika mendapatkan malam Qadr,
maka Rasulullah menjawab : Ucapkanlah : Ya Allah, sungguh engkau Maha
Pemaaf dan Maha Mulia dan Maha Memaafkan, maka ampunilah aku).

b. Ketentuan-ketentuan Puasa Ramadlan

Puasa Romadhon merupakan salah satu rukun Islam Seorang muslim yang telah
berkewajiban (mukallaf) wajib melaksanakannya dengan baik, sesuai menurut
tuntunan Rasulullah SAW. Orang tidak menjalankan ibadah puasa Ramaldam
termasuk orang yang mengingkari perintah Allah. Puasa Ramadlan di wajibkan
berdasarkan pada firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah ayat 183.

` , ` , _ . ` ,` . ` , ` , . ,` , ,', ' ,
., ` ` ,

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang se-belum kalian agar kalian bertakwa. (QS. Al
Baqoroh: 183)

Sedangkan dalil puasa yang berasal dari hadits Nabi adalah:

` - _ ` ` ` , , = ,` _ ` -` . ' , = . . . ' ,
` _ - , ` , . , , ` . . . _ ` , . , .` , . ,
Artinya: Agama Islam didirikan atas lima perkara; bersaksi bahwa tiada Tuhan
selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan (rasul) Allah, mendirikan
shalat, membayar zakat, puasa (di bulan) Ramadlan, dan ibadah haji ke Baitullah
(HR. Bukhari dan Muslim).
5.2.1. Syarat Wajib Berpuasa Ramadlan

Syarat wajib melaksanakan puasa puasa Ramadlan adalah segala hal yang
ditetapkan yang menyebabkan seseorang diwajibkan melakukan puasa. Seorang
Muslim yang belum memenuhi syarat wajib puasa Ramadlan belum berkewajiban
melaksanakan puasa Ramadlan, tetapi baik dilaksanakan sebagai latihan baginya
agar kelak setelah ia Aqil Baligh sudah terbioasa melaksanakannya.

Syarat wajib puasa adalah sebagai beriktu:
a. Beragama Islam
b. Berakal sehat
c. Baligh (sudah haidl atau inzalul mani)
d. Suci dari haid dan nifas
e. Bermukim (tidak sedang bepergian jauh)
f. Mampu utuk melaksanakan.

5.2.2. Syarat sah puasa

Puasa dikatakan sah apabila memenuhi syarat-syaratnya :
a. Islam,
b. Berakal,
c. Suci dari haidh dan nifas di siang hari, dan
d. Dilakukan di waktu yang dibolehkan puasa.
5.2.3. Rukun Puasa
Rukun puasa ada 2, yakni niat dan imsak.

1. Niat

Niat puasa yaitu adanya suatu keinginan di dalam hati untk menjalankan puasa
semata-mata mengharap ridha Allah swt, karena menjalankan perintah-Nya.

Niat puasa Ramadlan harus dilakukan setiap malam. Jika berniat untuk puasa
satu bulan penuh, maka yang dihukumi sah hanya puasa pada hari pertama
saja. Berbeda dengan pendapat imam Malik, yang berpendapat, Niat malam
pertama dengan Niat satu bulan penuh itu sudah dianggap cukup. Jika
seseorang menghendaki niat puasa pada malam pertama dengan satu bulan
penuh sebagai antisipasi ketika dia lupa niat pada malam hari, maka ia harus
mengikuti (taqlid) pendapat Imam Malik

Rasulullah saw bersabda:

, , ` , = _ . ` _ ` . ' . - ` ,` - ` ,` . _ ` -`, ` , `
` , . , . .- , ,_ ,

Artinya: Dari Hafshah, ia berkata, Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa tidak
membulatkan niatnya untuk melakukan puasa sebelum fajar, maka tidak sah
puasanya. (HR Ahmad dan Ashhabus Sunan serta dinyatakan sahih oleh Ibnu
Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

Dan Hadist Nabi:

= _ . ` _ ` . - ` , , ` , ,` - ` ,` . .` , `, ` , `
` , . , . _, _=_ ,_ ,

Artinya: Barang siapa yang tidak niat di malam hari untuk puasanya sebelum
(keluarnya) fajar maka tiada puasa baginya, (HR. al-Daruquthni dan lainnya).

Selain disyaratkan tabyit,(dimalam hari) dalam niat juga harus menentukan
jenis puasa seperti puasa Ramadlan, nadzar, atau kafarat.

Niat puasa Ramadlan adalah:

` . . _ ,` , ` , . ' ` ` , . ` .`, , - , ` - , -
_ =

Artinya: Saya niat puasa esok hari untuk melaksanakan kefardluan Ramadlan
tahun ini karena iman kepada Allah dan hanya mengharapkan ridla-Nya.

Contoh: Niat Puasa satu bulan penuh:

,` , _` , - ` , . ` .`, , _ = .` , ` . . _

Artinya: Saya niat puasa untuk seluruh kefardluan bulan Ramadlan tahun ini
karena mengikuti pendapat imam malik untuk mengharapkan ridla Allah. .

Sedangkan apabila puasa sunnah, maka niatnya boleh dilakukan pada siang
hari sebelum tergelincirnya matahari dengan syarat belum melakukan hal-hal
yang membatalkan puasa. Hal ini sesuai dengan hadisn Nabi:

. , , ` , = _ . ' _ ` ` _ - ` . ` ,` ` ' `
` ,, .` _ ` , ` . . . ` , . _` , . ` ,
` ` , - ` ' ,` _ , , - ` ,, ' . ` , , _ '
. ` .` - ` . ' . ' . , ,_

Artinya: Dari Aisyah Ummul muminin ra, ia berkata: Pada suatu hari Nabi
saw menemuiku dan berkata: adakah sesuatu padamu? aku menjawab:
tidak ada. Nabi mengatakan: kalau begitu aku berpuasa saja. Kemudian
pada hari yang lain beliau menjumpaiku dan aku berkata: aku diberi Haidl.
Lalu beliau berkata: tunjukkan padaku, sedari pagi aku berpuasa. Setelah itu
beliau memakannya. (HR: Muslim).

2. Imsak (menahan diri)

Imsak yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan,
minum, dan lain-lain dari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Jadi,
waktu dimulainya puasa bukanlah pada saat sirine atau pengumuman imsak
disuarakan, tetapi dimulai ketika fajar (subuh).
Hal ini berdasarkan firman Allah SWT:

` ` , , ` ,` , , .. ` , ` , , _` - ,` , ,` , , , ` , = . ,
` , _ , . ,' ' ` , ,` - ,` . ` , - ` ,` , . ` , -

Artinya: Maka sekarang, boleh kamu mencampuri mereka, dan hendaklah
kamu mengusahakan apa yang diwajibkan Allah atasmu, dan makan-
minumlah hingga nyata garis putih dari garis hitam berupa fajar, kemudian
sempurnakanlah puasa sampai malam. (Al-Baqarah: 187).

Yang dimaksud dengan garis putih dan garis hitam adalah terangnya siang
dan gelapnya malam. Hal tersebut berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh
Bukhari dan Muslim bahwa Adi bin Hatim bercerita tatkala turun ayat yang
artinya, . hingga nyata benang putih dari benang hitam berupa
fajar, saya ambil seutas tali hitam dengan seutas tali putih, lalu saya
amat-amati di waktu malam, dan ternyata tidak dapat saya bedakan.
Kemudian, pagi-pagi saya mendatangi Rasulullah saw dan saya menceritakan
apa yang terjadi pada saya kepadanya, lalu Rasul bersabda, Maksudnya
adalah gelapnya malam dan terangnya siang.

5.2.4. Sunnah-sunnah Puasa
1. Makan sahur (antara tengah malam sampai terbitnya fajar) dan
mengakhirkannya lebih utama
berdasarkan hadits:

' ` , , ` , = _ . = ,` _ ., ,` ,` -
, , _,` -` . ,

Artinya: Dari Anas, beliau berkata: Rasulullah Saw bersabda, Sahurlah
kalian semua, karena sesungguhnya di dalam sahur terdapat berkah,
(HR. Bukhari & Muslim).

Nabi Muhammad juga bersabda:

_,` -` ,` ,` - ' , , = , ` - ,` , - , ` ' , . . ,_
~'

Artinya: Umatku tiada henti-hentinya melakukan kebaikan selama mereka
segera berbuka puasa dan mengakhirkan sahur, (HR. Imam Ahmad).

2. Menyegerakan berbuka
Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Bukhari Muslim

, , ` , = _ . = ,` _ . ' ` ` = . _ ` ` , ` , `
,` , - , ` ` ,, . , = , ` - .

Artinya: Dari Sahl bin Sad Ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda, Manusia
senantiasa melakukan kebaikan selama mereka segera berbuka puasa.
(HR. Bukhari dan Muslim).

Selain hadits di atas, Nabi Muhammad juga bersabda:

. . _ ,` ` -, ` , ., ,` _ ` , = ` , . ` , ` - '
` _,` , ~ ` ` , . ,-, .- ,, , --.

Artinya: Jika salah seorang dari kalian berpuasa, maka berbukalah dengan
menggunakan kurma. Jika ia tidak menemukan kurma, maka (berbukalah)
dengan menggunakan air. Sesungguhnya air itu suci dan mensucikan,
(dishahihkan oleh al-Turmudzi, Ibnu Hibban dan al-Hakim).

3. Berdoa selama berpuasa dan pada saat berbuka

` .` , = ' : ` _ _ _ , ` .` ` . : ` ` ,` , ` . , :` , , ` .` : , ,
_ , , _ = . . ` ,` - . . , ` ,` ,` . ` , , ' = .
` .` , = ' _ _ , ` .` ` . =` ` - ` , ` . .

Artinya: Ya Allah sesungguhnya aku berpuasa demi Engkau. Dan atas
rezekiMu aku berbuka dan hanya kepadaMu aku beriman dan hanya
kepadaMu aku berserah diri. Telah hilang dahaga dan telah basah otot-
otot. Semoga mendapat pahala, insya Allah Taala. Wahai Dzat yang Maha
Luas anugerahNya, segala puji bagi Allah yang telah memberikan hidayah
padaku sehingga aku 166ias berpuasa dan yang telah memberiku rezeki
sehingga aku 166ias berbuka.

4. Memberi makan orang yang berpuasa
Sebagaimana Hadist Nabi:

.` , ` . ,` - ' ` ` ` , , , . ` ,` - ' ` . , = ` . ,_
--., ,,

Artinya: Barangsiapa 167ias167r makan berbuka puasa pada orang yang
berpuasa, maka baginya mendapatkan pahala sebanyak pahala orang
yang puasa itu dan tidak kurang sedikitpun pahala orang yang berpuasa
itu. (HR. Tumudzi dan beliau mengatakan shohih).
5. Menjaga semua anggota tubuh dari dosa
Sebagaimana hadist Nabi SAW:

,`, ,` , ' ` , , ` , = _ . ' ` ` ` , ` _ , ` ,
` , , , ` ~ _ , . ' - - = ` , , , _,' , . ,_
_-

Artinya: Dari Abu Hurairah, beliau berkata: Nabi Saw bersabda, Barang
siapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka bagi
Allah tidak memiliki kepentingan (hak) dalam meninggalkan makanan dan
minumannya orang tersebut, (HR. Bukhari).

6. Membaca al-Quran terutama pada waktu malam hari. Termasuk di
dalamnya adalah budaya tadarrus al-Quran. Namun yang hendaknya
diperhatikan dalam tadarrus al-Quran adalah penghayatan kandungan
makna dari ayat-ayat yang dibaca. Sebagaimana sabda Nabi saw:
. ` ,` - ' ,, , = _. = ,` _. . ` ` ,
_ ` , . , . , ,` - ` , - . . _ _ ., , ` ,` - ' . ,
. .` , ` ` _ ` , . . _ ` `, , _. = ,` _ , =
_- ,_ ` ,` _,` , ,` , - , ` ,` - ' ,, .

Artinya: Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah saw. Adalah orang yang
paling suka berderma (dalam kebaikan), dan paling berdermanya beliau
adalah pada bulan Ramadlan ketika Jibril menjumpai beliau. Ia menjumpai
beliau pada setiap malam dari (bulan) Ramadlan (sampai habis bulan itu),
lalu Jibril bertadarus Al-Quran dengan beliau. Sungguh Rasulullah saw.
Adalah (ketika bertemu Jibril) lebih dermawan dalam kebaikan daripada
angin yang dilepas. (HR. Bukhori).

7. Memperbanyak sedekah kepada keluarga, 168ias168r, kerabat, atau
tetangga di sekitarnya, terutama kepada fakir miskin. Sebagaimana Hadist:

. . _ . . ' . ' ' = ` ,` _ , ` , ' `
,, ,_

Artinya: Dari Anas, ditanyakan orang kepada Rosululloh SAW, Apa
shodaqoh yang lebih baik?, jawab Rasululloh SAW: shodaqoh yang paling
baik adalah pada bulan Ramadlan. (HR: Turmudzi).

8. Giat dalam beribadah, terutama dengan beriktikaf pada sepuluh hari yang
terakhir bulan Ramadhan
Nabi selalu melakukannya sebagaimana atsar dari Sayyidah Aisyah yang
berupa:

` . ` . = ,` _ . ` . ` , , , ` , = _
= ` , _` - . . _ ` , - , . ,` . .-, ,_

Artinya: Dari Aisyah, beliau berkata; Rasulullah Saw selalu Itikaf di
sepuluh hari yang akhir dari bulan Ramadlan sampai beliau wafat. (HR.
Bukhari dan Muslim).

9. Melakukan qiyamul lail (qiyam Ramadhan) selama bulan Ramadhan

10. Itikaf (berdiam diri di dalam masjid), terutama pada sepuluh hari yang
akhir dari bulan Ramadlan, karena Nabi selalu melakukannya
sebagaimana atsar dari Sayyidah Aisyah yang berupa:

` . ` ` . ` , , , ` , = _ . = ,` _ .
= ` , _` - . . _ ` , - , . ,` .

Artinya: Dari Aisyah, beliau berkata; Rasulullah Saw selalu Itikaf di
sepuluh hari yang akhir dari bulan Ramadlan sampai beliau wafat. (HR.
Bukhari dan Muslim).

5.2.5. Yang membatalkan puasa
1. Makan dan minum
2. Masuknya sesuatu yang zhahir kedalam perut melalui rongga tubuh
3. Muntah secara sengaja
4. Haidh , nifas, atau melahirkan
5. Onani (istimna)
6. Murtad
7. Jima (berhubungan kelamin) : Kafarahnya adalah membebaskan
budak, atau berpuasa dua bulan berturut-turut, atau 169ias169r makan
60 orang miskin.
5.2.6. Perbuatan Makruh Ketika Berpuasa.

3. Berlebihan ketika berkumur (madhmadhah). Mencicipi makanan, dengan
tanpa ditelan. Sebagaimana hadist:

` ` ' , = ._ ` ` , ` _, -` . ` , , ' ,` , , _ ,
.` ` , ` , ` . , = , . ' ' , . ,` - , , ` , .

Artinya: Tidak ada apa-apa seseorang puasa mencicipi sesuatu (artinya
kuah atau yang lain). (HR. Al Baihaqi).

4. Bersiwakan setelah condongnya matahari 170ias170r170 barat (zawal).
5. Melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan syahwat, seperti bercumbu,
meraba, dan sebagainya. Karena Nabi saw juga melakukan hal tersebut
seperti dalam hadist:

= _ . = ,` _ ' ` ` ' , ' ` , , ` ` ,
, , ` , ` , ` . ` `, ' ` ` . ' ` ` , ` - ' ` .
: ` _ ` ., , , ` , = _ . , ` _ , = , , : = , `
,` - ' , : ` ` ` , , , ` , = _ . = ,` _ `
` ` , ` - ' , = ` , ` ' ` = , , . ` , ` ` ` , _

Artinya: Dari Umar bin Abi Salamah bertanya kepada Rasulullah saw
apakah seorang yang lagi menjalankan ibadah puasa boleh untuk
bercumbu? Nabi SAW menjawab tanyalah pada Ummi Salamah
kemudian Ummi Salamah memberitahu bahwa Nabi saw pernah
melakukan perbuatan itu. Umar bin Abi Salamah berkata wahai Rosulullah,
Allah SWT telah mengampuni dosa-dosamu baik yang telah lampau atau
yang akan datang. Kemudian Nabi saw bersabda demi Allah
sesungguhnya aku adalah orang yang paling taqwa dan takut pada Allah
dari pada kalian. (HR. Muslim).

Dan Hadist Nabi:

= ._ , ` ` ` , . ' , ` . ` ` ,, ` .` , ` .` , '
, , ` , = _ . ` ` ` . , = ,` ' ` , , ` .` . ` , ` . `
` , . ' , , ` , = _ . = ,` _ .` . ` . ` , .`, ' _ ' , ,
` . ` , . .` ' , . , : , ' , , ` , ,` , ' ` , _ ,,

Artinya: Pada suatu hari aku merasa bergembira kemudian saya mencium
dan saya dalam kondisi berpuasa.Kemudian aku temui Nabi saw dan aku
berkata sesungguhnya saya melakukan suatu hal yang sangat agung yaitu
mencium sedangkan saya berpuasa. Rasulullah menjawab; bagaimana
bila kamu berkumur dalam keadaan kamu berpuasa?. Aku menjawab
tidak apa-apa. Beliau lalu berkata; kenapa tidak?. (HR. Abu Dawud).

5.2.7. Sebab-sebab diperbolehkannya tidak berpuasa

1. Safar (perjalanan jauh) : wajib qadha
2. Hamil wajib qadha
3. Menyusui wajib qadha

, ' - , ` . , = , ` ,` . , ` _ . , _ = .
, ,,', , ,_ ` ,` . _ .` ,` .

Artinya: Sesungguhnya Allah SWT telah member keringanan untuk tidak
berpuasa bagi musafir dan keringanan mengerjakan separuh sholat
(mengqoshor) sholat, juga 171ias171r keringan untuk tidak berpuasa bagi
orang orang yang hamil atau orang yang sedang menyusui. (HR: Turmudzi
dan Abu Dawud).

4. Sakit : wajib qadha, apabila sakitnya tidak 171ias sembuh (sakit
permanen) maka ia tidak usah meng-qadha tetapi cukup bayar fidyah.

5. Lanjut usia : wajib bayar fidyah
Dalil orang tua dan orang sakit yang di perbolehkan tidak puasa adalah:
` , ` , - , ` , ` - ,` , - ` - = ,` - ,
_ , - ` ,`

Artinya: Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan Jihad yang
sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak
menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (QS. Al Haj:
78)

6. Lapar atau haus yang sangat hebat : wajib qadha
7. Paksaan (dipaksa) : wajib qadha

6. Mengqadla Puasa
6.1. Orang-orang yang wajib mengqadha puasa
1. Musafir
` . ` , ` ., , ` , ' _ , ` , ' , - '

Maka, barangsiapa di antara kalian yang sakit atau berada dalam
perjalanan (lalu berbuka), (dia wajib berpuasa) sebanyak hari (puasa) yang
ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. [Al-Baqarah: 184]

2. Wanita yang tidak berpuasa karena haidh atau nifas. Hal ini berdasarkan
hadits Aisyah radhiyallhu anh riwayat Al-Bukhry dan Muslim bahwa
Aisyah menyatakan,
. ` ` , .`, : ` , ` ,` . . , ` , . , ` , ` ,` . . , .
Adalah hal tersebut (haid,-pent.) menimpa kami, dan kami diperintah untuk
mengqadha puasa dan tidak diperintah untuk mengqadha shalat.

3. Muntah dengan sengaja.
Hal ini berdasarkan perkataan Abdullah bin Umar radhiyallhu anhum
yang mempunyai hukum marfu bahwa beliau berkata,

. ` ,` , ` , . ` , . . ` , ` _ .` ` , ` , . .

Barangsiapa yang sengaja muntah, padahal dalam keadaan berpuasa, dia
wajib membayar qadha, dan barangsiapa yang tidak kuasa menahan
muntah (muntah dengan tidak sengaja,-pent.), tidak ada qadha atasnya.
(Diriwayatkan oleh Imam Malik dengan sanad yang shahih)

Sebagain Ulama Fiqih berpendapat, orang yang tidak berpuasa bulan Ramadlan
karena sedang menyusi dan khawatir pada bayinya maka wajib mengqadla dan
membayar fidyah. Sedangkan sebagian ulama lain berpendapat cukup megqadla
saja tanpa membayar fidyah. Adapun orang yang belum membayar Qadla puasa
sementara Ramadlan telah datanng, menurut sebagian ulama mengatakan wajib
baginya mengqada puasa sejumlah hari yang ditinggalkan dan membayar
fidyah/bersedakah kepada fakir miskin

6.2. Waktu Mengqadla Puasa
Qadha bisa dilakukan setelah Ramadhan sampai akhir Syaban sebagaimana
yang dipahami dalam riwayat Al-Bukhry dan Muslim dari hadits Aisyah
radhiyallhu anh bahwa Aisyah berkata,

. .` , , ` ` , . ` . . _ ` _` , = ` ' . ' ` , . ' ` . ` ` `
` ` ,` _ = _ . = ` , , ,

Kadang saya memiliki (tunggakan) puasa Ramadhan, tetapi saya tidak dapat
mengqadhanya, kecuali pada Syaban, lantaran sibuk (melayani) Rasulullah SAW.

6.3. Membayar fidyah karena tidak mampu melaksanakan puasa dengan sebab
yang syari

Para ulama sepakat bahwa fidyah puasa diwajibkan kepada orang yang tidak
mampu menunaikan puasa. Hal ini berlaku pada orang yang sudah sangat tua
atau orang sakit yang tidak kunjung sembuh. Pensyariatan fidyah disebutkan
dalam firman Allah Taala,
` ` ~ ,` ` , , =`, , _ ,

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak
berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin (QS. Al
Baqarah: 184).

Orang yang diwajibkan membayar fidyah:
1. Orang yang sakit dan secara umum ditetapkan sulit untuk sembuh lagi.
2. Orang tua yang sudah tidak kuat lagi berpuasa.
3. Wanita yang hamil dan menyusui apabila ketika tidak puasa
mengakhawatirkan anak yang dikandung atau disusuinya itu. Namun
menurut Imam Syafii selain wajib membayar fidyah juga wajib mengqadha
puasanya. Sedangkan menurut pendapat lain, tidak membayar fidyah tetapi
cukup mengqadha.
4. Orang yang menunda kewajiban mengqadha puasa Ramadhan tanpa uzur
syari hingga Ramadhan tahun berikutnya telah menjelang. Mereka wajib
mengqadhanya sekaligus membayar fidyah.

Membayar fidyah dapat dilakukan sekaligus, misalnya membayar fidyah untuk 20
hari disalurkan kepada 20 orang miskin. Atau dapat pula diberikan hanya kepada
1 orang miskin saja sebanyak 20 hari
Seseorang dapat membayar fidyah, pada hari itu juga ketika tidak melaksanakan
puasa di bulan Ramadlan atau diakhir bulan Ramadhan. Tetapi tidak boleh
membayar fidyah sebelum masuk bulan Ramadlan. Misalnya bagi orang sakit
yang tidak dapat diharapkan lagi kesembuhannya dan dia tidak akan mampu
berpuasa di bulan Ramadlan, kemudian ketika masih di bulan Syaban ia sudah
lebih dahulu membayar fidyah, padahal Ramadlan belum datang.

6.4. Membayar kifarat karena bersetubuh pada saat berpuasa Ramadlan

Dalil darinya adalah apa yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari hadits
Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

, ' ` ` , ` _ . ` ` ` ` , ` - ` ` - ` , , ` ` ` . _ ,`, ,` `
` . ,` _ , ` - _ ` . - , , _ ` .` , :
` , . ' , ' ,` , , _ ` , . . _ ` ` ` ' ` .` . ' ,` _
,` . . ' ` _, = ` , , ` ` _ ` - , , ` , ` _ .
` ~ ` - , ` , , ` `, ,` , . , `
, , ` , ` _ . ' ` ' : _ ` ` - ` , , , ` , ` _ . ' `
` ,` ,, , , ` , , - ` - ' ` `, ' ` ` .
,` , , ` , , , ,` _ , ` , ' _ ` -` , , ` , ,`,
` , ` , - , , ` , ` _ . ' ` : - . ` , , ` ' ` ` , ' .` , , ` '
` . , _` - : ` ' ` ` ~ ' ` , ` ` , ,` '

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, beliau berkata, ketika kami duduk-duduk
bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba datanglah seseorang
sambil berkata: Wahai, Rasulullah, celaka ! Beliau menjawab,Ada apa
denganmu? Dia berkata,Aku berhubungan dengan istriku, padahal aku sedang
berpuasa. (Dalam riwayat lain berbunyi : aku berhubungan dengan istriku di bulan
Ramadhan). Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata,Apakah kamu
mempunyai budak untuk dimerdekakan? Dia menjawab,Tidak! Lalu Beliau
Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata lagi,Mampukah kamu berpuasa dua bulan
berturut-turut? Dia menjawab,Ttidak. Lalu Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam
bertanya lagi : Mampukah kamu memberi makan enam puluh orang miskin? Dia
menjawab,Tidak. Lalu Rasulullah diam sebentar. Dalam keadaan seperti ini,
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam diberi satu irq berisi kurma Al irq adalah alat
takaran- (maka) Beliau berkata: Mana orang yang bertanya tadi? Dia
menjawab,Saya orangnya. Beliau berkata lagi: Ambillah ini dan bersedekahlah
dengannya! Kemudian orang tersebut berkata: Apakah kepada orang yang lebih
fakir dariku, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada di dua ujung kota Madinah
satu keluarga yang lebih fakir dari keluargaku. Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam tertawa sampai tampak gigi taringnya, kemudian (Beliau Shallallahu
'alaihi wa sallam) berkata: Berilah makan keluargamu!

Dari hadits diatas dapat diambil pengertian urutan kafarat bagi orang yang
bersetubuh dengan istri/suami dalam keadaan berpuasa di bulan Ramadlan ;

g. Membebaskan seorang budak, bila tidak mampu maka
h. Berpuasa dua bulan berturut-turut, bila tidak mampu maka
i. Memberi makan 60 orang miskin

7. Menghidupkan Bulan Ramadlan
Bulan Ramadlan adalah bulan suci yang rahamt, ampunan dan pembebasan dari
api neraka. Rasulullah SAW memberi kabar gembia kepada para sahabat tentang
kedatanganbulan Ramadlan dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Ahmad dan
An Nasai

` ,` _ . , , ` , ` _ . ` ,` , ` , . - ` ` , , ` , -` . ` ,` `,
. ,` , ` ` ` , ` - . ,` , ` _ ` ` , ` , . = . ` _ ` ,` , . . _
~ ,` ` , ` , ,` , - - ` ,` , - ,` - ` ,` , . ` ,` , - ` , ` , ` ` ,
,` - . , - ,_

Rasulullah saw. biasanya memberi kabar gembira kepada para sahabatnya
dengan bersabda: Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang
diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-
pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat
pada bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa tidak
memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa. (H.R. Ahmad dan
An Nasai).

Kegiatan mengisi bulan ramadalan dengan melaksanakan ibadah wajib da
memperbanyak ibadah sunnah.
1. Melaksanakan ibadah wajib, seperti shalat lima waktu dan puasa ramadlan.

` ` , ` ` -` ` - ` ` , _ ,` -, ` - ` , . ` ` , ` ` -` , ` - '
` , ` _ . ,` _ ,`, ,` , ' ` , ' ` ,
` ` , , ` - , . . _ . ` , , ` `

Dari Muhammad bin Salam dari Muhammad bin Fadhail
dari Yahya bin Sa'id dari Abi Salamah dari Abi Hurairah berkata bahwa
Rasulullah SAW bersabda : "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan
niat karena Allah dan hanya mengharap pahala dari Allah, maka akan
diampuni dosanya yang telah lalu.

2. Melaksanakan ibadah sunnah seperti ;
a. Malaksanakan shalat tarawih, shalat Witir,

= . = ,_ . = ._ ,,, _ ,, ,
` ` , , ` - , `, . . _ ` ` ` ,_
_-

Barangsiapa berpuasa dibulan Ramadhan karena Iman dan mengharap
pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR
Bukhari dan Muslim)

b. Shalat Tahajjud, Shalat dluha.
Imam al-Tirmidzi meriwayatkan dari Anas, dari Rasu-lullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam,

` , ` ` ` _ = _` - ` , , ` , - _ . `
` ` ` ,` ` , ` - - ,` - ' ` ` . ` , _ _ .
"Siapa shalat Shubuh dengan berjama'ah, lalu duduk berdzikir kepada
Allah hingga matahari terbit, lalu shalat dua raka'at, maka baginya seperti
pahala haji dan umrah sempurna, sempurna , sempurna

c. Banyak membaca al Quran, karena pada bulan Ramadlan al Quran
diturunkan.

Dimana di bulan Ramadhan malaikat jibril selalu datang setiap malam
kepada Rasulullah SAW untuk tadaruss (memahami kembali) al-Qur'an.
Hal ini dijelaskan dalam hadis shahih dalam kitab shahih al-Bukhari bab
Bad'ul wahyi,

. ` ` - , _ ` ,` ' , ` ` ` ,`, , ` - ' ` ` , ` - '
` ` , ` , ` ` ,`, , ` - ' `` , ` - ' ` -` ` ` , ` ,` , ` -
` ` ` , ` ` , ` , ` - ' ` ,`- ` ,` ' , . ` ` , `
., , ` ,` - ' . , ` ,` - ' , , ` , ` _ . ,` _
` ` _ ` , . . _ ` ` , ` , . , , ,` - ` , - . . _
.` , _,` , ` ,` , - , ` ,` - ' , , ` , ` _ . ,` ,
` ,`

Dari Abdan dari Abdullah dari Yunus dari al-Zuhry, juga dari Bisyr bin
Muhammad dari Abdullah dari Yunus dan Muammar dari al-Zuhry dari
Abdullah bin Abdullah dari Ibn Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW
manusia terbaik ketika pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya
setiap malam bulan Ramadhan dan mempelajari kembali al-Qur'an , maka
Rasulullah SAW adalah orang segera melakukan kebaikan sebagaimana
angin bertiup.

d. Bershadaqah
. . _ ` . . ' ` . ''

Rasulullah SAW pemah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia?
Beliau menjawab: Yaitu sedekah dibulan Ramadhan. (HR Tirmidzi)

e. Memberi makan orang yang berbuka puasa

` , ` . ,` -' ` ` , , ` . ,` -' ` . . , =
_` ,

Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada
orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala
orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang
yang berpuasa tersebut. (HR Ahmad)

f. Beritikaf di Masjid.

. . _ ` , - ,' ,` ` . ` , . , , ` , = _ . ` ` .'
` , ` ` ` - ,` _' . ` ` , = ` , _` -

Nabi SAW selalu I'tikaf pada 10 hari terakhir bula Ramadhan hingga
beliau wafat, kemudian istri-istri beliau juga beritikaf setelahnya. (HR
Bukhari)

g. Meningkatkan ibadah pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadlan
untuk memperoleh Lailatul Qadar.

` ` , ,` -' , ` _ , ` ` ,` - , , ` , = _ . ' ` .
`, ' ,

Apabila memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah SAW
lebih giat ibadah, menghidupkan malam dan membangunkan
keluarganya. (HR Bukhari)

` ` , ,` ,` , ' ` - , ` - ` ` , , ` ` - , ` ` , ` , ` -
, , ` , ` _ . ,` _ . ' ,` ` . _ ` , , '
, _` ` , ` ,` , - . . _ ` , - , . ,` ` ,`

Dari Qutaibah bin Sa'id dari Ismail bin Ja'far dari Abu Suhail dari
bapaknya dari Aisyah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Carilah
malam lailatul Qadr pada malam ganjil sepuluh hari terakhir bulan
Ramadhan.

- ` , ` , ` ' ' . . ` , ` ` ` , ` , ` - ` - ` , ` -
. .`, ' _ ' ,` _ , ` . ` . ` `, ,` , ` , ` `
_` ` , ` , ' ' ` .` ` < , , ` :` ` ,` , , ,, , '
` ` .` , ' . -`

Dari Qutaibah dari Ja'far bin Sulaiman al-Dhaba'iy dari Khmas bin al-
Hasan dari Abdillah bin Buraidah dari Aisyah berkata bahwa aku bertanya
kepada Rasulullah SAW: "Apa yang aku ucapkan ketika mendapatkan
malam Qadr, maka Rasulullah menjawab : Ucapkanlah : Ya Allah,
sungguh engkau Maha Pemaaf dan Maha Mulia dan Maha Memaafkan,
maka ampunilah aku)".









6. QURBAN DAN AQIQAH

6.1. Qurban

Udlhiyyah dengan meng-gunakan makna tadlhiyyah
(melakukan ibadah qurban) hukumnya adalah sunah
muakkad bagi setiap orang Islam, baligh, berakal dan
mampu. Yang dimaksud mampu di sini adalah orang
yang mampu melakukan ibadah qurban, dengan cara
menyembelih hewan, bersamaan ia memiliki suatu
kelebihan untuk memenuhi kebutuhan hidup untuk
dirinya dan orang yang wajib dinafkahinya, pada saat
hari raya qurban dan pada hari tasyrik, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13
Dzulhijjah. Namun berqurban hukumnya dapat menjadi wajib apabila jika
seseorang berjanji akan berqurban jika ia berhasil mendapatkan prestasi tertentu.
(Qurban nazar)

a. Hewan yang sah digunakan berqurban adalah:

1. Domba (dlo'nu), apabila sudah berumur satu tahun sempurna dan
memasuki tahun yang kedua.
2. Kambing kacang/jenis kecil (ma'zu), apabila sudah ber-umur dua tahun
sempurna dan memasuki tahun yang ketiga.
3. Sapi, apabila sudah berumur dua tahun sempurna dan memasuki tahun
yang ketiga.

Untuk satu ekor unta dan sapi itu mencukupi
untuk qurbannya tujuh orang, sedangkan
kambing itu hanya mencukupi untuk qurbannya
satu orang. Satu orang yang berqurban dengan
satu ekor kambing hukumnya lebih utama
dibanding berqurban dengan seekor unta atau
sapi yang digunakan berqurban secara musyarakah (persekutuan) untuk 7 orang.

b. Hal-hal yang menyebabkan hewan tidak sah digunakan berqurban,

1. Hewan yang buta salah satu matanyaHewan yang pincang salah satu
kakinya, walaupun pincangnya itu terjadi ketika akan disembelih, yaitu
ketika dirubuhkan dan ia bergerak dengan sangat kuat.
2. Hewan yang sakit yang tampak jelas yang menyebabkan kurus dan
dagingnya rusak.
3. Hewan yang sangat kurus hingga menyebabkan hilang akalnya.
4. Hewan yang terputus sebagian atau seluruh telinganya.
5. Hewan yang terputus sebagian atau seluruh ekornya.
Sedangkan hewan yang pecah atau patah tanduknya itu sah digunakan
berqurban, begitu pula hewan yang tidak memiliki tanduk.

c. Waktu menyebelih qurban

Hewan qurban itu diperbolehkan disembelih mulai kira-kira lewatnya waktu
yang cukup untuk melakukan dua rakaat dan dua khutbah yang cepat terhitung
dari terbitnya matahari pada saat hari idul adlha sampai terbenamnya matahari
pada ahir hari tasyriq, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.

Sedangkan waktu penyembelihan yang utama adalah ketika matahari kira-kira
tingginya sudah ada satu tombak dalam pandangan mata pada saat hari raya
Idul Adha.

j. Rukun penyembelihan itu ada 4, yaitu:

1. Dzabhu (pekerjaan menyembelih)
2. Dzabih (orang yang menyembelih)
3. Hewan yang disembelih
4. Alat menyembelih


i. Hal yang disunnahkan dalam penyembelihan

1. Memotong wadajain (dua otot yang ada disamping
2. kanan dan kiri)
3. Menggunakan alat penyembelih yang tajam
4. Membaca bismillah
5. Membaca shalawat dan salam pada Nabi Muhammad. Karena
menyembelih itu adalah tempat disyari'atkan untuk ingat pada Allah,
maka juga disyari'atkan ingat pada Nabi

k. Syarat orang yang menyembelih

1. Orang Islam / orang yang halal dinikahi orang Islam
2. Bila hewannya ghoiru maqdur, maka disyaratkan orang yang
menyembelih adalah orang yang bisa melihat. Dimakruhkan
sembelihannya orang yang buta, anak yang belum tamyiz dan orang
yang mabuk.

l. Syarat hewan yang disembelih

1. Hewannya termasuk he-wan yang halal
dimakan
2. Masih memiliki hayatun mustaqirrah
(kehidupan yang masih tetap), bukan
gerakan di ambang ke-matian kematian.

m. Syarat alat penyembelih
Yaitu berupa sesuatu yang tajam yang bisa melukai, selain tulang belulang.

n. Proses penyembelihan
Proses penyembelihan hewan qurban didahului dengan:
1. Membaca basmalah
2. Membaca Shalawat pada Nabi
3. Menghadap ke arah kiblat (bagi hewan yang disembelih dan orang
yang menyembelih)
4. Membaca takbir 3 kali bersama-sama
5. Berdoa agar qurbannya diterima oleh Allah, orang yang menyembelih
mengucapkan;

Syarat dalam pekerjaan menyembelih adalah
memotong hulqum (jalan nafas) dan mari' (jalan
makanan). Hal ini apabila hewannya maqdur
(mampu disembelih dan dikendalikan).

, :` , , :` ,` , ,. -` , ` .
_ , -` , _ = . , ,` , ,` , , ` ,
` -` , . ` , . _ =` ` - .













6.2. Aqiqah

Aqiqah adalah penyembelihan domba/kambing untuk
bayi yang dilahirkan pada hari ke 7. bersamaan dengan
dicukur rambut bayi yang kemudian beratnya.
disedekahkan dengan harga emas Hukum melakukan
aqiqah ialah sunnah muakkadah bagi orang yang
menanggung sara hidup kanak-kanak tersebut. Jika
anak itu lelaki disunatkan menyembelih dua ekor
kambing, manakala jika anak itu perempuan disunatkan
menyembelih seekor kambing. Binatang seperti lembu, kerbau atau unta boleh
dibahagikan kepada tujuh bahagian.
,` ` , = ._ ,, , = _. ,` _ . ' :
` , ` ,` , , , ` ` ` _ , ` ` ,, , , ` ` -`, , , _` `, , ` - ` , _ ,
` ` ,` ` -` - . ,
Telah berkata Samurah : Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda : "Tiap-
tiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih untuk dia pada hari
ketujuhnya, dan dihari itu ia diberi nama dan dicukur rambut kepalanya." (HR.
Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'I, Ibnu Majah, Baih
= ` ,` _ . ' ,` = . _ ` . ` `, . ' ` ,` , '
, _ - , . ` .
Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah Saw memerintahkan mereka (para sahabat)
untuk aqiqah dari bayi laki-laki dua ekor domba yang sama dan bayi perempuan
seekor domba (HR. Tirmidzi). Aqiqah ini dilakukan pada hari ketujuh dan
bersamaan dengan itu dicukur pula rambutnya yang kemudian beratnya
disedekahkan dengan harga emas,
Berdasarkan riwayat hadits shahih di atas jelaslah bahwa aqiqah itu hukumnya
sunnah, artinya kalau dilaksanakan mendapatkan pahala dan bila ditinggalkan
tidak berdosa, serta pelaksanannya pada hari ketujuh. Memang ada keterangan
yang menyebutkan aqiqah itu pada hari keempat belas atau hari keduapuluh satu,
haditsnya sebagai berikut :
` ` = . _ ,`, ,` ` ,` , ' : _ . = ` ,` _ , , ` , = ` ,
` _ , ` `, ,` , ` - , , , _ ,` _ ' , _`
Kata Abu Hurairah r.a., Nabi saw. bersabda, Aqiqah itu disembelih pada hari
ketujuh, atau keempat belas , atau keduapuluh satunya. (HR. Baihaqi dan
Thabrani)
Menurut para peneliti hadits, dalam riwayat Baihaqi dan Thabrani ini ada seorang
rawi yang bernama Ismail bin Muslim yang dinilai lemah oleh imam Ahmad, Abu
Zarah, dan NasaI Namun demikian harus dilihat keadaan atau kemampuan
seseorang untuk melaksanakan aqiqah, jika seorang ayah mampu untuk
menyembelih Aqiqah pada hari ketujuh, maka sebaiknya ia menyembelihnya
pada hari tersebut. Namun, jika ia tidak mampu pada hari tersebut, maka boleh
baginya untuk menyembelihnya pada waktu kapan saja. Sedangkan
pelaksanaannya pada hari ketujuh merupakan sunnah, bukan suatu keharusan.
Bila menjadi suatu keharusan dilaksanakan pada hari ketujuh, bagaimana dengan
orang yang tidak mampu melaksanakannya pada hari ketujuh itu. Apakah bayi
yang baru lahir terus akan tertanggung oleh aqiqahya.

Ada perbedaan lain antara Aqiqah dengan Qurban, kalau daging Qurban dibagi-
bagikan dalam keadaan mentah, sedangkan Aqiqah dibagi-bagikan dalam
keadaan matang.

Syarat-syarat hewan yang bisa (sah) untuk dijadikan aqiqah itu sama dengan
syarat-syarat hewan untuk kurban, yaitu:

7. Tidak cacat.
8. Tidak berpenyakit.
9. Cukup umur, yaitu kira-kira berumur satu tahun.
10. warna bulu sebaiknya memilih yang berwarna putih.
Rangkaian Kegiatan Aqiqah:
1. Menamai anak:
Nama merupakan sarana yang mudah untuk mengenali seseorang dalam
hubungannya dengan orang lain.
2. Mencukur rambut
Mencukur rambut bayi biasanya dilakukan di hadapan sanak keluarga. Dengan
diawali dengan basmalah, rambut bayi dicukur hadis dan kemudian Rambut hasil
cukuran ditimbang dan jumlah timbangan dinilai dengan nilai emas atau perak
kemudian disedekahkan kepada fakir miskin.
Ada beberapa dalil yang menjadi dasar sedekah cukuran rambut yang dinilai
dengan emas atau perak, di antaranya:
Imam Malik meriwayatkan hadits dari Jafar bin Muhammad dari ayahnya, ia
berkata, Fatimah r.a. menimbang rambut Hasan, Husain dan Zainab, dan Ummu
Kultsum, lalu berat timbangan rambut tersebut diganti dengan perak dan
disedekahkan.
Setelah memberi nama dan mencukur rambut selanjutnya menyembelih kambing
(2 ekor untuk bayi laki-laki dan 1 ekor untuk bayi perempuan), Berbeda dengan
daging kurban yang dibagikan dalam keadaan mentah, maka daging aqiqah
sebelum dibagikan hendaknya dimasak dan selanjutnya dibagikan kepada
keluarga, fakir miskin, tetangga dan kedua orang tuanya boleh ikut memakan
daging tersebut. Kecuali Aqiqah itu adalah Nazar.