Anda di halaman 1dari 7

BAB III METODE PENELITIAN 3.

1 Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah cawan uap, gelas kimia, spatula, batang pengaduk, spiritus, piknometer, objek glass, mikroskop, alat disentegrasi, penjepit kayu dan alat pencetak suppositoria. Bahan yang digunakan oleum cacao, aminophyllin, cetyl alkohol dan paraffin cair. 3.2 Formulasi R/ Aminophyllin Oleum cacao Cetil alcohol 3.3 Perhitungan 250 mg 95% 2%

Suppositoria A Suppositoria B Misalkan

= Suppositoria dengan Amoniphylin 20% = Suppositoria tanpa zat aktif

Suppositoria A = 2,75 gram

Suppositoria B = 2,6 gram Bobot basis pasa suppositoria A = x 2,75 gram = 2,2 gram basis

Bobot basis pada suppositoria B yang ekivalen dengan bobot zat aktif pada suppositoria A adalah 2,6 - 2,2 = 0,4 gram basis. Penentuan Bilangan Pengganti dapat dihitung : Bobot aminophylin pada suppositoria A = 0,55 gram 0,55 gram aminophylin = 0,4 gram basis 1 gram aminophylin = Pembuatan Suppositoria digunakan aminophylin sebanyak 0,25 gram/butir suppositoria dengan bobot suppositoria adalah 3 gram/butir suppositoria. a. 250 mg aminophylin = 0,25 x 0,727 gram basis = 0,18175 gram basis b. Bobot basis untuk 1 butir suppositoria = 2,6 0,18175 = 2,41825 gram basis Bobot 1 butir suppositoria

= 2,41825 + 0,25 gram aminohylin = 2,66825 gram Banyak cethyl alkohol = 3.1.5 Penimbangan Suppositoria Aminophylin = 30 x 0,25 = 7,5 gram Oleum Cacao = 30 x 2,369885 = 71,09655 gram Cethyl Alkohol = 30 x 0,048365 = 1,45095 grm 3.4 Pembuatan Suppositoria Siapkan alat yang dibutuhkan dalam pembuatan suppositoria. Timbang bahan-bahan yang di perlukan yaitu aminophyllin, cetyl alcohol dan oleum cacao. Sediakan air dengan suhu 400C dalam beaker glass sebagai waterbath buatan. Larutkan oleum cacao yang telah ditimbang di cawan porselen dengan meletakkannya diatas waterbat buatan. Dasar cawan harus mengenai air. Setelah Oleum Cacao melarut sempurna maka tambahkan aminophyllin kedalam cawan, aduk rata dan homogen. Kemudian tambahkan cetyl alcohol nyang telah dileburkan. Masukkan ke dalam cetakan suppositoria yang telah dilapisi paraffin. Dinginkan dalam lemari pendingin selama 15 menit. 3.5 Evalusi Suppositoria

3.5.1

Uji Keseragaman Bobot Timbang suppositoria satu persatu dan hitung rata-ratanya. Hitung

persen kelebihan masing-masing suppositoria terhadap bobot rata-ratanya. Keseragaman atau variasi bobot tidak boleh lebih dari 5%. 3.5.2 Uji Bobot Jenis Bersihkan dan timbang piknometer kosong. Kemudian tambahkan aquadest 10 mL timbang kembali. Catat berat piknometer + aquadest. Keringkan piknometer kemudian masukkan suppositoria sebanyak 2 gram. Timbang kembali kemudian catat berat piknometer + suppositoria. 3.5.3 Uji Homogenitas Menggunakan objek glass. Oleskan sediaan suppositoria diatas objek glass kemudian tutup dengan objek glass lainnya. Amati apakah sediaan tersebut homogenya atau tidak. 3.5.4 Uji Kisaran Leleh Suppositoria dicelupkan seluruhnya dalam penangas air yang konstan (37oC) dan waktu yang diperlukan suppositoria untuk meleleh sempurna atau menyebar dalam air sekitarnya diukur.

BAB IV DATA HASIL PENGAMATAN 4.1 Keseragaman bobot Table 1 Hasil Uji Keseragaman Bobot Suppositoria ke1 2 3 4 5 6 7 Berat (gram) 3,62 3,50 3,54 3,56 3,61 3,67 3,61

3,57

Perhitungan keseragaman bobot : Jumlah 8 Suppositoria Berat tablet rata rata (y) % standar deviasi
a.

= 28,68 gram = 3,58 gram = x 100% x 100% x 100% x 100% x 100% x 100% = 1,117 % = 2,223 % = 1,117 % = 0,558 % = 0,838 %

b.

c.

d.

e.

f.

x 100%

= 2,514 % = 0,838 %

g.

x 100%

h.

x 100%

= 0,279 %

4.2 Uji Bobot Jenis Berat pikno kosong Berat pikno + air = 10,04 gram = 19,80 gram

Berat pikno + suppo V air =

= 12,04 gram = 10 ml

4.3 Uji Homogenitas Table 2 Hasil Uji Homogenitas Basis Hidrofob Keterangan Homogen

4.4 Uji Titik Leleh Table 3 Hasil Uji Titik Leleh Jumlah suppositoria 1 suppositoria waktu 3,27 menit