Anda di halaman 1dari 14

Studi Pengembangan Moda Transportasi Kota Balikpapan Angkutan Masal Perkotaan Berbasis Jalan raya (Bus Rapid Transit)

Oleh : Ir. Zainal Abidin, MT (Dosen Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surabaya)

1.

LATAR BELAKANG

Dalam konsep pengembangan wilayah, sistem angkutan umum yang efisien merupakan salah satu ciri sebuah konsep perwilayahan modern, dimana sistem ini mampu melayani aktifitas semua lapisan masyarakat wilayah tersebut. Sistem angkutan umum ini meliputi sistem jaringan, sarana angkutan, terminal dan sistem operasi. Kota Balikpapan sebagai kota terbesar dan pusat kegiatan di Propinsi Kalimantan Timur, sejauh ini belum memiliki sebuah sistem angkutan umum dengan ciri-ciri sebagai mana sistem angkutan umum modern. Sehingga sistem angkutan umum yang ada hanya melayani masyarakat yang terpaksa menggunakan angkutan umum (captive demand), sedangkan masyarakat yang memiliki pilihan, lebih memilih angkutan pribadi (mobil maupun motor). Perkembangan kebutuhan transportasi wilayah Kota Balikpapan mengharuskan peningkatan kinerja pelayanan angkutan umum. Selain itu sebagai upaya antisipasi perkembangan kebutuhan pelayanan transportasi, pengembangan system moda merupakan salah satu prioritas dalam konsep pengembangan sistem transportasi Kota Balikpapan secara keseluruhan. Sebagaimana kota-kota besar lainnya di Indonesia, Kota Balikpapan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat di bidang ekonomi dan industri. Pertumbuhan yang tinggi di bidang ekonomi dan industri tersebut tentu disertai
Studi Penyusunan Sistem Moda Transportasi Kota Balikpapan

Halaman -

dengan tingginya intensitas kegiatan dan pergerakan manusia maupun barang. Selain itu daya tarik kegiatan ekonomi yang tinggi tersebut juga berdampak sosial secara langsung dengan tingginya angka urbanisasi. Sebagai konsekuensi logis dari besarnya jumlah penduduk dan tingginya intensitas kegiatan ekonomi tersebut adalah berkembangnya permasalahan transportasi perkotaan. Permasalahan besar transportasi perkotaan yang dihadapi Kota Balikpapan yang sampai saat ini belum terpecahkan adalah kemacetan lalulintas dan buruknya pelayanan angkutan umum. Telah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota baik dalam bentuk studi-studi, meningkatkan jaringan jalan yang ada, membangun jaringan jalan baru maupun rekayasa lalu-lintas dan manajemen lalu-lintas. Namun sejauh ini hasilnya masih jauh dari yang diharapkan, kemacetan lalu-lintas masih terjadi dimana-mana bahkan cenderung meluas. Demikian juga dengan pelayanan angkutan umum belum menunjukkan perbaikan tingkat pelayanan yang memadahi. Belum teratasinya permasalahan lalu-lintas tersebut tentu akan menimbulkan dampak yang sangat besar terhadap pemakai jalan dalam hal pemborosan bahan bakar, pemborosan waktu dan rendahnya kenyamanan pengguna jalan. Demikian juga dengan permasalahan buruknya pelayanan angkutan umum yang mengakibatkan sebagian masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada menggunakan angkutan umum sehingga beban ruas-ruas jalan menjadi sangat berat. Sedangkan dampak terhadap masyarakat secara luas adalah menurunnya kualitas lingkungan perkotaan dan lebih jauh lagi akan menurunkan kualitas hidup masyarakat. Pengguna angkutan umum pada dasarnya menghendaki adanya tingkat pelayanan yang cukup memadai, baik waktu tempuh, waktu tunggu maupun keamanan dan kenyamanan yang terjamin selama dalam perjalanan. Apabila angkutan umum tidak dapat memenuhi kebutuhan transportasi perkotaan bagi masyarakat serta fasilitas yang ditawarkan tidak memadai dalam memberikan pelayanan kepada penggunanya, akan dapat menimbulkan kecenderungan untuk meninggalkan moda angkutan umum. Faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang untuk memilih suatu moda transportasi, menurut Tamin (2000) dapat dikelompokkan :
Studi Penyusunan Sistem Moda Transportasi Kota Balikpapan

Halaman -

1) Karakteristik pelaku perjalanan, antara lain keadaan sosial ekonomi serta tingkat pendapatan, ketersediaan atau kepemilikan kendaraan, kepemilikan Surat Ijin Mengemudi dan struktur rumah tangga. 2) Karakteristik pergerakan, meliputi tujuan pergerakan, waktu terjadinya pergerakan dan jarak perjalanan. 3) Karakteristik sistem transportasi yang bisa dilihat dari tingkat pelayanan yaitu faktor kuantitatif (lama waktu perjalanan, biaya transportasi, ketersediaan ruang dan tarif parkir) dan faktor kualitatif (kenyamanan dan kemudahan, keandalan dan keteraturan, keamanan). Pada umumnya variabel-variabel yang mempengaruhi seseorang untuk memilih moda angkutan umum antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. Kesempatan mendapatkan tempat duduk Okupansi angkutan umum Kenyamanan kendaraan Lama perjalanan Tarif

Pada umumnya diketahui bahwa permintaan moda bus kota dan para transit (angkot) lebih sensitif terhadap kesempatan mendapatkan tempat duduk, okupansi dan kenyamanan kendaraan dibanding lama perjalanan dan waktu tunggu serta sensitive terhadap tarif. 1) Perlu dilakukan kajian operasional angkutan umum sehingga bisa didapatkan: a. Data yang akurat tentang waktu dari jam tidak sibuk dan jam sibuk angkutan umum. b. Kenyamanan kendaraan. c. Okupansi angkutan umum pada jam tidak sibuk dan jam sibuk. d. Lama perjalanan pada jam sibuk dan tidak sibuk. 2) Hal pertama yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pelayanan angkutan umum adalah merencanakan ulang jumlah armada dan frekuensi kendaraan pada jam tidak sibuk dan jam sibuk sehingga diharapkan kesempatan untuk mendapatkan tempat duduk lebih besar serta nilai okupansi lebih kecil. 3) Perlu direncanakan ulang ketentuan / standar kelolosan kendaraan layak jalan sehingga kenyamanan kendaraan bisa terpenuhi. 4) Lama perjalanan terpengaruhi oleh manajemen sistem transportasi kota Balikpapan. 5) Kenaikan tarif perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan tingkat pelayanan, memperbesar kesempatan mendapatkan tempat duduk, mengurangi nilai okupansi kendaraan,meningkatkan kenyamanan kendaraan dan mempersingkat waktu perjalanan.

Studi Penyusunan Sistem Moda Transportasi Kota Balikpapan

Halaman -

2.

IDENTIFIKASI POTENSI MODA kota Balikpapan yang memungkinkan untuk

Potensi moda transportasi dikembangkan antara lain :

1. Moda transportasi darat 2. Moda transportasi laut 3. Moda transportasi udara 4. Moda transportasi sungai dan penyeberangan Keempat jenis moda tersebut telah berkembang sejalan dengan perkembangan wilayah dan posisi kota Balikpapan sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur, meskipun demikian transportasi darat masih menjadi moda utama untuk transportasi perkotaan.

3.

KAJIAN KONSEP PENGEMBANGAN MODA TRANSPORTASI

Konsep pengembangan moda transportasi kota Balikpapan didasarkan pada :


1.

2.
3.

4. 5. 6.

Kondisi saat ini transportasi Perkiraan kondisi transportasi mendatang Rencana pengembangan tata ruang Pola perjalanan warga Demand angkutan umum Studi-studi pengembangan transportasi yang telah dilakukan

Keberlanjutan sistem transportasi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam rangka menyiapkan kondisi mendatang yang lebih baik untuk generasi yang akan datang. Beberapa isue penting yang menjadi dasar dalam menciptakan transportasi berkelanjutan, yaitu :

Aksesibilitas bukan mobilitas


Menciptakan prioritas aksesibilitas terhadap penggunaan angkutan umum, bukan terhadap pengguna angkutan pribadi. Dengan demikian akan mendorong pengguna kendaraan pribadi untuk menggunakan angkutan umum dengan langkah-langkah, misalnya membatasi akses terhadap parkir kendaraan pribadi.
Studi Penyusunan Sistem Moda Transportasi Kota Balikpapan

Halaman -

Prioritas Kepada Transportasi Orang Bukan Kendaraan Pribadi


Salah satu prinsip penting perencanaan transportasi yang perlu didorong adalah bagaimana kebijakan harus diarahkan untuk menciptakan keberpihakan terhadap pelayanan angkutan orang yang menggunakan angkutan umum dan kebijakan yang tidak mendukung penggunaan kendaraan pribadi dan membatasi masyarakat menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu efisiensi dan effektifitas penggunaan waktu perjalanan yang lebih baik juga menjadi isu penting untuk menjadikan public transportation (trasportasi umum) menjadi alasan pokok dalam menjadikan angkutan umum sebagai moda transportasi utama. sebagaimana yang misalnya sudah diterapkan di Jepang, kereta api menjadi transportasi utama. Masyarakat lebih memilih kerta api selain alasan efisiensi waktu, dengan kereta api mereka dapat berpindah dari satu pulau ke pulau yang lain dalam waktu singkat, hal tersebut akan berbeda jika mereka menggunakan kendaraan pribadi.

Manfaatkan Lahan Untuk Kepentingan Umum


Lahan perkotaan sebaiknya digunakan seluas-luasnya untuk kepentingan masyarakat bukan untuk kendaraan pribadi, ataupun untuk tempat parkir, tetapi lebih banyak digunakan untuk tempat berjalan kaki, membangun kawasan pejalan kaki, bersepeda ataupun tempat bermain untuk anak-anak yang lebih ramah terhadap lingkungan serta bisa menurunkan angka kecelakaan secara nyata.

Menghentikan Subsidi Untuk Kendaraan Pribadi


Subsidi untuk kendaraan pribadi sangatlah besar, khususnya subsidi yang diberikan pemerintah untuk bahan bakar, untuk pembangunan infrastruktur jalan, membangun tempat parkir maupun prasarana lain untuk mendukung penggunaan kendaraan pribadi yang tidak efisien. Subsidi sebaiknya dialokasikan untuk membangun angkutan umum dan mendukung operasional angkutan umum yang lebih efisien dalam penggunaan ruang, penggunaan bahan bakar dan sumber daya lainnya.

Dampak Ekonomi Transportasi Yang Berkesinambungan

Studi Penyusunan Sistem Moda Transportasi Kota Balikpapan

Halaman -

Berbagai dampak ekonomi yang ditimbulkan dengan dikembangkannya sistem transportasi yang berkelanjutan, yaitu: 1. Membuka peluang bisnis baru, termasuk bisnis angkutan umum baru, warung, restoran, dan pertokoaan akan mendapatkan pelanggan yang lebih banyak karena tingkat kepadatan yang tinggi. 2. Menurunkan biaya transportasi, 3. Meningkatkan produktivitas tenaga kerja karena waktu yang hilang di perjalanan dapat berkurang, termasuk juga berkurangnya stress yang timbul selama perjalanan dan ditambah lagi masyarakat berjalan kaki lebih jauh yang akan menurunkan biaya kesehatan. 4. Menurunkan biaya untuk pembangunan dan perawatan infrastruktur. 5. Biaya untuk pelayanan masyarakat yang lebih rendah, seperti untuk patroli polisi bersepeda, pengumpulan sampah yang lebih gampang, penyediaan air bersih yang lebih mudah.

Meningkatan Daya Saing Angkutan Umum Terhadap Kendaraan Pribadi


Meningkatkan daya saing angkutan umum terhadap kendaraan pribadi dapat ditempuh dengan : a. b. c. d. e.
f.

g.

Sistem informasi transportasi Integrasi angkutan multi moda Manajemen mobilitas Car pool Pembatasan akses SOsialisasi dan promosi penggunaan angkutan umum Road pricing

Konsumsi Bahan Bakar Moda Angkutan


Konsumsi bahan bakar merupakan salah satu faktor penting dalam menghitung besarnya biaya transportasi. Berikut ditampilkan perbandingan konsumsi bahan bakar beberapa moda transportasi :

Studi Penyusunan Sistem Moda Transportasi Kota Balikpapan

Halaman -

Dari tabel diatas jelas terliha t bahwa upaya untuk mengurangi penggunaan bahan bakar adalah dengan menggunakan kendaraan yang lebih besar sepanjang faktor muatnya tinggi, bila faktor muatnya rendah maka emisinya akan menjadi tinggi per km orangnya. Langkah yang penting yang perlu didorong adalah bagaimana mengalihkan masyarakat dari kendaraan yang konsumsi bahan bakar per orang yang diangkut paling kecil. Angka ini akan menjadi lebih tinggi kalau kecepatan lalu-lintas menurun karena kemacetan lalu lintas. Kemacetan sudah menjadi masalah sehari-hari dikota-kota besar, yang cenderung mengakibatkan emisi yang lebih tinggi daripada kalau jalannya lancar.

4.

MODA ANGKUTAN DARAT

Moda angkutan darat merupakan moda utama untuk transportasi perkotaan di Kota Balikpapan. Untuk melayani kebutuhan transportasi warga kota Balikpapan saat ini tersedia Angkot, Taxi, Bis Sekolah dan Angkutan Karyawan. Potensi demand moda angkutan darat berasal dari : Pelayanan Angkot yang ada saat ini Kawasan pusat perdagangan (CBD) Kawasan pusat-pusat pendidikan Kawasan industri Kawasan dengan pertumbuhan yang cepat Intermoda : Bandara dan Pelabuhan Hasil analisis terhadap potensi demand kota Balikpapan menunjukkan bahwa besarnya pengguna angkutan umum kurang dari 1000 pnp/arah/jam. Di sisi lain infrastruktur yang tersedia adalah jaringan jalan dengan kapasitas ruas jalan yang relatip terbatas. Untuk itu pilihan yang realistis untuk dikembangkan adalah SAUM berbasis jalan raya dengan sistem operasional semi BRT atau yang umum dikenal dengan system Bus Priority. Rencana demand jika system BRT dikembangkan adalah : Pengguna angkot yang berimpit dengan rencana koridor; Pengguna kendaraan pribadi; Pengguna Taxi; Pengguna motor. Tabel .1. : Rencana Demand untuk Beberapa Pilihan Sistem Angkutan Umum Massal
Studi Penyusunan Sistem Moda Transportasi Kota Balikpapan

Halaman -

Tabel .2. :

Perbandingan Biaya Untuk Beberapa Jenis Sistem Angkutan Umum

Berdasarkan data yang ditampilkan pada table di atas terlihat bahwa system BRT merupakan system yang biaya per kilometer paling rendah bila dibandingkan dengan system angkutan umum missal lainnya. Oleh karenanya system ini banyak dipergunakan di berbagai Negara, terutama Negara-negara berkembang.

Studi Penyusunan Sistem Moda Transportasi Kota Balikpapan

Halaman -

Gambar 1. :

Rencana Koridor Angkutan Umum Massal Berbasis Jalan Raya

5.

MODA TRANSPORTASI UDARA

Posisi kota Balikpapan sebagai pintu gerbang wilayah Kalimantan Timur menjadikan Bandara Sepinggan berperan sangat penting. Selain itu keterbatasan jaringan jalan menuju wilayah pedalaman juga menjadikan transportasi udara sebagai alternatip penting untuk melayani kebutuhan perjalanan dari dan ke wilayah pedalaman yang membutuhkan aspek kecepatan waktu perjalanan. Arah pengembangan transportasi udara kota Balikpapan adalah : a. Pengembangan fasilitas terminal b. Pengembangan fasilitas pendaratan pesawat c. Pengembangan intermoda dengan transportasi darat Pengembangan intermodal dengan transportasi darat :

Studi Penyusunan Sistem Moda Transportasi Kota Balikpapan

Halaman -

Angkutan massal menghubungkan bandara dengan pusat kota dan kawasan bangkitan Intermoda untuk melayani penumpang ke luar kota Balikpapan

6.

MODA TRANSPORTASI LAUT

Transportasi laut bagi kota Balikpapan dan wilayah Kalimantan Timur memilki peran utama dalam distribusi barang dari dan ke kota Balikpapan dan Kalimantan Timur. Sedangkan peran sebagai transportasi penumpang dari tahun ke tahun tergeser oleh moda transportasi udara. Sehingga ke depan peran sebagai titik awal distribusi barang di wilayah Kalimantan Timur perlu terus dikembangkan, sedangkan untuk angkutan penumpang diarahkan untuk tujuan yang belum terjangkau jaringan transportasi udara dan penumpang dengan barang bawaan yang relatip banyak. Pengembangan intermodal dengan transportasi darat : Angkutan massal menghubungkan Pelabuhan dengan pusat kota dan kawasan bangkitan lainnya Rute angkutan massal Pelabuhan-Terminal Bus antar kota untuk melayani penumpang dari dan ke luar kota Balikpapan

7.

MODA TRANSPORTASI SUNGAI DAN PEYEBERANGAN

Meskipun perannya terus berkurang tetapi transportasi sungai dan penyeberangan masih eksis dan diperlukan sebagai alternatip bagi angkutan darat. Pengembangan moda transportasi sungai dan penyeberangan diarahkan : 1. Pengembangan fasilitas darat dan sungai angkutan penyeberangan yang melayani penyeberangan tujuan Kabupaten Paser Penajam 2. Pengembangan angkutan pantai menyusuri pantau kota Balikpapan sebagai angkutan alternatip dan wisata. Pengembangan intermodal dengan transportasi darat : Angkutan massal menghubungkan Pelabuhan dengan pusat kota dan kawasan bangkitan
Studi Penyusunan Sistem Moda Transportasi Kota Balikpapan

Halaman -

10

Rute angkutan massal Pelabuhan-Terminal Bus antar kota untuk melayani penumpang dari dan ke luar kota Balikpapan Rute internal Kampungbaru/Somber/Kariangau ke Manggar sebagai alternatip jalur darat

8.

MODA TRANSPORTASI LINGKUNGAN

Perkembangan kota Balikpapan yang sangat pesat diikuti dengan perkembangan kawasan pemukiman sebagai pusat-pusat bangkitan perjalanan. Permasalahan utama yang timbul adalah kecepatan pertumbuhan kawasan tersebut tidak diimbangi dengan kecepatan pertumbuhan system transportasi umum. Sehinggga dari tahun ke tahun pertumbuhan penggunaan kendaraan pribadi terutama kendaraan bermotor roda dua (motor) semakin meningkat sedangkan pengguna kendaraan umum cenderung semakin berkurang. Hal ini tentu sangat tidak menguntungkan jika dikaitkan dengan konsep sistem transportasi berkelanjutan Untuk itu sebagai wujud dari pengembangan kota Balikpapan sebagai kota ramah lingkungan maka perlu dikembangkan moda lingkungan yang ramah lingkungan pula. Beberapa model angkutan lingkungan yang saat ini semakin banyak dikembangkan sebagai moda alternatip yaitu sepedah, becak dan becak listrik. Meskipun demikian diperlukan kajian lebih lanjut untuk mempersiapkan system pengoperasian dan infrastruktur pendukungnya.

Studi Penyusunan Sistem Moda Transportasi Kota Balikpapan

Halaman -

11

9.

KESIMPULAN
1. Potensi moda transportasi kota Balikpapan yang memungkinkan untuk

dikembangkan antara lain : a. Moda transportasi darat b. Moda transportasi laut c. Moda transportasi udara d. Moda transportasi sungai dan penyeberangan 2. Keempat jenis moda tersebut telah berkembang sejalan dengan perkembangan wilayah dan posisi kota Balikpapan sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur, meskipun demikian transportasi darat masih menjadi moda utama untuk transportasi perkotaan. 3. Keberlanjutan sistem transportasi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam rangka menyiapkan kondisi mendatang yang lebih baik untuk generasi yang akan datang. 4. Beberapa isue penting yang menjadi dasar dalam menciptakan transportasi berkelanjutan, yaitu : a. Aksesibilitas bukan mobilitas b. Prioritas Kepada Transportasi Orang Bukan Kendaraan Pribadi c. Manfaatkan Lahan Untuk Kepentingan Umum d. Menghentikan Subsidi Untuk Kendaraan Pribadi e. Dampak Ekonomi Transportasi Yang Berkesinambungan f. Meningkatan Daya Saing Angkutan Umum Terhadap Kendaraan Pribadi g. Konsumsi Bahan Bakar Moda Angkutan

Studi Penyusunan Sistem Moda Transportasi Kota Balikpapan

Halaman -

12

5. Moda

angkutan darat merupakan moda utama untuk transportasi perkotaan di Kota Balikpapan Potensi demand moda angkutan darat berasal dari : Pelayanan Angkot yang ada saat ini Kawasan pusat perdagangan (CBD) Kawasan pusat-pusat pendidikan Kawasan industri Kawasan dengan pertumbuhan yang cepat Intermoda : Bandara dan Pelabuhan Hasil analisis terhadap potensi demand kota Balikpapan menunjukkan bahwa besarnya pengguna angkutan umum kurang dari 1000 pnp/arah/jam. Di sisi lain infrastruktur yang tersedia adalah jaringan jalan dengan kapasitas ruas jalan yang relatip terbatas.

10. REKOMENDASI
1. Pilihan yang realistis untuk pengembangan moda angkutan darat adalah

SAUM berbasis jalan raya dengan sistem operasional semi BRT atau yang umum dikenal dengan system Bus Priority. Rencana demand jika system BRT dikembangkan adalah : Pengguna angkot yang berimpit dengan rencana koridor; Pengguna kendaraan pribadi; Pengguna Taxi; Pengguna motor. 2. Arah pengembangan transportasi udara kota Balikpapan adalah : d. Pengembangan fasilitas terminal e. Pengembangan fasilitas pendaratan pesawat f. Pengembangan intermoda dengan transportasi darat Pengembangan intermodal dengan transportasi darat : Angkutan massal menghubungkan bandara dengan pusat kota dan kawasan bangkitan Intermoda untuk melayani penumpang ke luar kota Balikpapan
3. Transportasi laut bagi kota Balikpapan dan wilayah Kalimantan Timur

memilki peran utama dalam distribusi barang dari dan ke kota Balikpapan dan Kalimantan Timur. Pengembangan intermodal dengan transportasi darat : Angkutan massal menghubungkan Pelabuhan dengan pusat kota dan kawasan bangkitan lainnya
Studi Penyusunan Sistem Moda Transportasi Kota Balikpapan

Halaman -

13

Rute angkutan massal Pelabuhan-Terminal Bus antar kota untuk melayani penumpang dari dan ke luar kota Balikpapan 4. Pengembangan moda transportasi sungai dan penyeberangan diarahkan : a. Pengembangan fasilitas darat dan sungai angkutan penyeberangan yang melayani penyeberangan tujuan Kabupaten Paser Penajam b. Pengembangan angkutan pantai menyusuri pantau kota Balikpapan sebagai angkutan alternatip dan wisata. Pengembangan intermodal dengan transportasi darat : Angkutan massal menghubungkan Pelabuhan dengan pusat kota dan kawasan bangkitan Rute angkutan massal Pelabuhan-Terminal Bus antar kota untuk melayani penumpang dari dan ke luar kota Balikpapan Rute internal Kampungbaru/Somber/Kariangau ke Manggar sebagai alternatip jalur darat 5. Sebagai wujud dari pengembangan kota Balikpapan sebagai kota ramah lingkungan maka perlu dikembangkan moda lingkungan yang ramah lingkungan pula. Beberapa model angkutan lingkungan yang saat ini semakin banyak dikembangkan sebagai moda alternatip yaitu sepedah, becak dan becak listrik. Meskipun demikian diperlukan kajian lebih lanjut untuk mempersiapkan system pengoperasian dan infrastruktur pendukungnya.

Studi Penyusunan Sistem Moda Transportasi Kota Balikpapan

Halaman -

14