Anda di halaman 1dari 7

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

1. Pengertian Riwayat Alamiah Riwayat alamiah suatu penyakit adalah perkembangan penyakit itu tanpa campur tangan medis atau bentuk intervensi lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara natural (Fletcher : 22)

2. Manfaat mengetahui Riwayat Alamiah Penyakit a. Untuk diagnostik : masa inkubasi dapat dipakai pedoman penentuan jenis penyakit, misalnya dalam KLB (kejadian Luar Biasa). b. Untuk pencegahan : dengan mengetahui rantai perjalanan penyakit dapat dengan mudah di cari titik potong yang penting dalam upaya pencegahan penyakit. c. Untuk Terapi : terapi biasanya diarahkan ke fase paling awal. Pada tahap perjalanan awal penyakit itu terapi tepat sudah di berikan. lebih awal terapi akan lebih banyak hasil yang diharapkan.

3. Tahap-tahap Riwayat Alamiah Riwayat alamiah suatu penyakit pada umumnya melalui tahap tahap sebagai berikut : a. Tahap Prepatogenesis b. Tahap patogenesis c. Tahap pasca patogenesis, yang dapat berlanjut menjadi : Sembuh Berlangsung kronik Cacat Mati

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT GONDOK

1. TAHAP PREPATOGENESIS Pada tahap ini individu berada dalam keadaan sehat. Walaupun demikian pada tahap ini sebenarnya telah terjadi interaksi pejamu dengan bibit penyakit. Tetapi interaksi ini masih terjadi diluar tubuh dalam arti bibit penyakit masih ada diluar tubuh pejamu. Belum ada tanda tanda sakit sampai sejauh daya tahn tubuh pejamu masih kuat. Namun jika pejamunya lengah atau bibit penyakit menjadi ganas. Atau lingkungan memberikan kondisi yang kurang menguntungkan pejamu. (M.N Bustan 2006) Dalam kasus penyakit gondok pejamu cenderung lengah biasanya karena disebakan oleh: Defisiensi nutrisi: Kekurangan yodium atau mineral tertentu menyebabkan kinerja tiroid inefisien sehingga memicu gondok. Resistensi tubuh: Kekebalan sel-sel tubuh terhadap pengaruh hormon tiroid meningkatkan produksi sehingga memicu gondok kompensasi. (RSP.Dr. Ario Wirawan Salatiga diakses Oktober 2012) Manusia maupun hewan mamamalia muda memerlukan hormon tiroid untuk pertumbuhan dan perkembangan yang normal. Kekurangan dari hormon tiroid pada saat kandungan berakibat penurunan mental dan daya pikir anak tersebut. Kekurangan hormon tiroid pada tingkat rendah pada orang dewasa mengakibatkan hypotiroidism, atau sering kita sebut dengan istilah gondok, dengan gejala-gejala seperti malas bergerak, kegemukan, dan kulit yang mengering. Yodium yang kita dapatkan dari mengkonsumsi makanan dan minuman berada dalam bentuk ion yodium, dan besarnya bergantung dari kadar yodium dalam tanah. Tanah dengan kadar yodium rendah mengakibatkan banyak pasien menderita penyakit gondok

dan dapat ditanggulangi dengan mengkomsumsi garam yang ber-iodinisasi NaI (100mg iyodium per gram garam). (chem-is-try.org) Sebagian besar masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan akses untuk mendapatkan garam beryodium cenderung sulit. Sehingga mengakibatkan kurang nya tubuh dalam mengkonsumsi garam beryodium. 2. TAHAP PATOGENESIS a. Tahap Inkubasi : Fungsi kelenjar tiroid yaitu mengatur metabolisme tubuh, sehingga segala sesuatunya berjalan lancar dan normal di dalam tubuh seseorang. Maka dikenal beberapa istilah seperti : eutiroid, hipertiroid dan hipotiroid. Eutiroid adalah keadaan dimana fungsi kelenjar gondok dalam keadaan normal. Hipertiroid, berarti kelenjar gondok bekerja melebihi kerja normal sehingga biasanya kelenjar gondok membesar dan juga akan didapatkan hasil laboratorium untuk T3 dan T4 yang berada di atas normal, sedangkan TSH sering rendah. Hipotiroid kebalikan dari hipertiroid, dimana kelenjar gondok bekerja di bawah normal, sehingga ketiga hormon tadi kadarnya di dalam serum di bawah angka normal. Masa tunas (masa inkubasi) penyakit gondok atau gondong sekitar 12 sampai 24 hari dengan rata-rata 17 sampai 18 hari. b. Tahap Penyakit Dini Gejala hipertiroidi umumnya gelisah, sulit tidur, berat badan turun walau nafsu makan tetap, suhu badan panas, berkeringat, tangan/jari bergetar, berdebar-debar, sering buang air besar, badan lemah, kekuatan otot menurun, mata mungkin melotot.

Sedangkan keluhan dan temuan penderita hipotiroidi umumnya mudah lelah, malas, tak bersemangat, menarik diri dari kehidupan sosial, sulit tidur, mudah kedinginan, kulit kering, muka sembab, berat badan naik walau nafsu makan tetap, dan sembelit

c. Tahap Penyakit Lanjut Selama 1-2 hari penderita gondok atau gondongan mengalami gejala diantaranya: demam (suhu badan 38.5 sampai 40 derajat celcius), sakit kepala, nyeri otot, nafsu makan menghilang/kehilangan nafsu makan, nyeri rahang pada bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut). Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan pada salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan. Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil balik adapun yang terjadi pembengkakan pada bagian buah zakar (testis) karena disebabkan oleh penyebaran melalui aliran darah. Terjadi nodul (benjolan) cepat membesar walau jinak, atau nodul berciri ganas yang berciri tumbuh cepat, keras, batas tak jelas, permukaan tak rata, nodul tunggal pada tiroid ukuran normal/struma difusa, terfiksasi/melekat pada sekitarnya, pembesaran kelenjar limfe, suara serak, tanda pendesakan, atau tanda penyumbatan (saluran nafas/pembuluh darah).

d. Tahap Penyakit Akhir Berakhirnya perjalanan penyakit dapat berakhir dalam lima pilihan keadaan : Sembuh sempurna, bibit penyakit menghilang, dan tubuh menjadi pulih, sehat kembali Sembuh dengan cacat, yakni bibit penyakit menghilang, penyakit sudah tidak ada, tetapi tubuh tidak pulih sepenuhnya, meninggalkan bekas gangguan yang permanen berupa cacat. Karier, dimana tubuh penderita pulih kembali, namun bibit penyakit masih tetap ada dalam tubuh memperlihatkan gangguan penyakit. (M.N Bustan 2006) Untuk kasus penyakit gondok, keberhasilan pengobatan gondok sangat tergantung pada kerjasama dokter dan pasien. Hal ini disebabkan karena gangguan kelenjar tiroid amat beragam, ada yang membutuhkan perhatian selama hidup, ada yang harus dioperasi/tindakan lain pada nodul jinak. Salah satu cara untuk mewujudkan kerjasama ini adalah memberi pengetahuan tentang penyakit gondok, bagaimana dapat terjadi, langkah-langkah medis yang mungkin dialami, serta nasib perjalanan penyakit di kemudian hari.

DAFTAR PUSTAKA

Bustan M.N.Pengantar Epidemiologi.Rineka Cipta, Jakarta 1997 http://www.news-medical.net http://carapedia.com/tentang_penyakit_gondok_info2271.html http://www.rspaw.or.id/artikel/mengenal-penyakit-gondok.htm http://fauza-ramanza.blogspot.com/2012/02/riwayat-alamiah-timbulnya-penyakit.html http://macammacampenyakit.com/gejala-penyebabpenyakitgondok http://www.scribd.com/doc/39949286/Riwayat-Alamiah-Penyakit-Gondok#download http://carapedia.com/beberapa_penyakit_tiroid_info2263.html http://www.obatnatural.org/cara-mengobati-gondok/

Tugas

EPIDEMIOLOGI GIZI
Riwayat Alamiah Penyakit Gondok

MIFTAHUL JANNAH F1D210032

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2012