Anda di halaman 1dari 4

K-14

ANTIFUNGAL DRUGS

Jenis-jenis: systemic drugs (oral or parenteral) untuk infeksi sistemik oral drugs untuk infeksi mucocutaneous topical drugs untuk infeksi mucocutaneous SISTEMIK ANTIFUNGAL AGENTS : Griseofulvin, Oral Azole Derivatives, Terbinafine, Hidroksistilbamidin, Flucytosin, Amphoterisin B TOPICAL ANTIFUNGAL AGENTS : Topical Azole Derivatives, Ciclopirox Olamine, Naftitine, Terbinafine, Butenafine, Tolnaftate, Nystatin, Natamisin, Asam lemak, Haloprogin PENGOBATAN UNTUK INFEKSI JAMUR OLEH DERMATOFITA Topical antifungal agents Oral antifungal agent - clotrimazole - oxiconazole - Griseofulvin - fluconazole - miconazole - sulconazole - terbinafine -itraconazole - econazole - ciclopiroxolamine - Ketoconazole - ketoconazole - naftitine - terbinafine - tolnaftate

PENGOBATAN INFEKSI SUPERFISIAL OLEH CANDIDA Sediaan topikal: - clotrimazole - oxiconazole - miconazole - ciclopiroxolamine - econazole - nystatin - Idiopathic trombocytopenic purpura *mucocutaneous canidiasis kronis responsif terhadap terapi jangka panjang ketoconazole.

Dalam pemberian obat, pemilihan bentuk sediaan sama pentingnya dengan pemilihan jenis obat. Thin liquids dapat dipakai pada daerah yang berambut, cream pada daerah tangan dan wajah, ointments untuk daerah kaki. Sediaan lainnya juga dapat berbentuk shampoo dan spray. Terapi menggunakan antifungal topikal biasanya sekitar 4 minggu, kecuali infeksi pada area-area seperti celah-celah kaki, memerlukan waktu sampai 6 minggu. Efek samping yang paling sering dari penggunaan antifungi adalah iritasi lokal, seperti kemerahan, gatal, atau seperti terbakar. Pemakaian antifungi topikal harus sesuai dengan tatacara penggunaan pada label Beberapa obat antifungi dapat menghambat metabolisme obat lainnya (efek interaksi obat) MEKANISME KERJA ANTIFUNGAL DRUGS

Contoh polyenes : Griseofulvin, Amfoterisin B, Nistatin, Natamisin Contoh 5-Fluorocytosine : Flusitosin Contoh Azoles : Ketokonazol, Flukonazol, Itrakonazol, Mikonazol

FARMAKOKINETIK ANTIFUNGAL DRUGS

FARMAKODINAMIK ANTIFUNGAL DRUGS

ANTILEPROSY DRUGS
Sejarah singkat Treatment efektif untuk leprosy muncul pada akhir tahun 1940 dengan ditemukannya dapsone beserta derivatnya. Namun perlahan-lahan bakteri lepra menjadi resisten. Akhirnya pada awal tahun 1980 dengan menggunakan MDT ( Multidrug Therapy) lepra dapat diatasi. DAPSON antagonis kompetitif dari PABA (para-aminobenzoic acid) dan mencegah sintesis bakteri menggunakan PABA untuk sintesis asam folat RIFAMPICIN Menghambat DNA-dependent RNA polymerase pada dinding sel bakteri dengan cara mengikat subunit beta mencegah transkipsi RNA dan translasi protein. CLOFAZIMINE berikatan dengan DNA mycobakteria menganggu cell cycle bakteri mati berikatan dengan pottasium transporter bakteri menghambat NA/K ATPase Chemotherapy of Leprosy in 1993 menurut The WHO Study Group's merekomendasikan 2 tipe regimen MDT standard: Pertama: Treatment 24 bulan pada kasus multibacillary (MB or lepromatous) rifampicin, clofazimine, and dapsone. Kedua: treatment 6 bulan pada kasus paucibacillary (PB or tuberculoid) rifampicin and dapsone. WHO 1998 MB (12-18 months) PB with 2-5 lesion (6-9 months) PB only 1 lesion : Rifampicin 600 mg + Ofloxacin 400 mg + Minosiklin 100 mg single dose MB resistance to Rifampicin and DDS CLOFAZIMIN: Clofazimin 50 mg + Ofloxacin 400 mg + Minosiklin 100 mg (18 months, everyday) In Patient reject Clofazimin, we can use: Rifampicin 600 mg + Ofloxacin 400 mg + Minosiklin 100 mg single dose/month (24 months) *MB: Multibacillary * PB: Paucibacillary *lihat pembahasannya pada bab lepra