Anda di halaman 1dari 9

Nama : Kurniawan Suganda (13) Kelas : XI TKJ A SMKN 1 Cimahi Hari/tanggal : 30-11-2012

DIAGNOSA WAN
TEKNOLOGI WAN
KONFIGURASI PPP DENGAN AUTENTIKASI PAP

Pembimbing : Rudi Haryadi S.T Antoni Budiman No. Eksperimen : Diagnosa WAN Nilai / paraf :

I.

TUJUAN - Agar siswa dapat memahami materi tentang PPP - Agar siswa dapat mengimplementasikan materi tentang PPP - Agar siswa dapat mengkonfigurasi PPP dengan Autentikasi PAP - Agar siswa dapat membedakan PAP dan CHAP

II.

PENDAHULUAN PPP adalah protocol yang merupakan salah satu jenis koneksi WAN , adalah protocol point-to-point yang pada awalnya di kembangkan sebagai method encapsulation pada komunikasi point-to-point antara piranti yang menggunakan protocol suite. PPP protocol menjadi sangat terkenal dan begitu banyak diterima sebagai metoda encapsulation WAN khususnya dikarenakan dukungannya terhadap berbagai macam protocol seperi IP; IPX; AppleTalk dan banyak lagi. Berikut ini adalah fitur kunci dari PPP protocol ini: 1. PPP protocol beroperasi melalui koneksi interface piranti Data Communication Equipment (DCE) dan piranti Data Terminal Equipment (DTE). 2. PPP protocol dapat beroperasi pada kedua modus synchronous (dial-up) ataupun asynchronous dan ISDN. 3. LCP dipertukarkan saat link dibangun untuk mengetest jalur dan setuju karenanya. 4. PPP protocol mendukung authentication kedua jenis clear text PAP (Password Authentication Protocol) dan enkripsi CHAP (Chalange Handshake Authentication Protocol) 5. NCP meng-encapsulate protocol layer Network dan mengandung suatu field yang mengindikasikan protocol layer atas. PAP menyediakan metode sederhana untuk sebuah node remote untuk menentukan identitas dengan menggunakan two-way handshake. Setelah link PPP tahap pembentukan selesai, sepasang username dan password berulang kali dikirim oleh simpul terpencil di seluruh link (dalam bentuk teks) sampai otentikasi diakui, atau sampai sambungan diakhiri. PAP bukan merupakan protokol otentikasi yang aman. Password akan dikirim di link dalam teks yang jelas dan tidak ada perlindungan dari pemutaran atau serangan jejak-and-error. Node remote mengendalikan frekuensi dan waktu usaha login.

III.

ALAT DAN BAHAN a. Software cisco packet tracer b. 1 Buah PC / Laptop LANGKAH KERJA 1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melakukan konfigurasi ppp di cisco packet tracer ini. 2. Kemudian jalankan software cisco packet tracer tersebut, dan buatlah topologi seperti di bawah ini :

IV.

Kemudian untuk Addressingnya menjadi seperti di bawah ini : PC0 IP Address : 192.168.1.2 Netmask : 255.255.255.0 Gateway : 192.168.1.1 R1 Fa0/0 IP Address Netmask Se2/0 IP Address Netmask

: 192.168.1.2 : 255.255.255.0

: 10.10.10.2 : 255.255.255.0

R1 Fa0/0 IP Address Netmask Se2/0

: 172.16.16.1 : 255.255.255.0

IP Address Netmask PC1 IP Address Netmask Gateway

: 10.10.10.1 : 255.255.255.0

: 172.16.16.2 : 255.255.255.0 : 172.16.16.1

3. Setelah dibuat topologinya, kita konfigurasi network di PC0. Klik PC Pilih desktop IP Configurartion Masukkan konfigurasi Network

4. Setelah itu kita konfigurasi jaringan di Router PC1. Klik PC Pilih desktop IP Configurartion Masukkan konfigurasi Network

5. Setelah pemberian konfigurasi network pada kedua PC, sekarang kita konfigurasi Jaringan dan enkapsulasi PPP di Router 1. Klik PC Pilih config Klik On untuk mengaktifkan port isikan konfigurasi networknya. Fa 0/0

Se 2/0 Klik PC Pilih config Klik On untuk mengaktifkan port isikan konfigurasi networknya tambahkan clock rate.

Konfigurasi PPP dan PAP pada router 1 :

6. Konfigurasi Jaringan dan enkapsulasi PPP di Router 2. Klik PC Pilih config Klik On untuk mengaktifkan port isikan konfigurasi networknya. Fa 0/0

Se2/0

Konfigurasi PPP dan PAP pada router 2 :

Setelah kita lakukan konfigurasi ppp di kedua router, kita lakukan routing pada kedua router tersebut agar dapat berkomunikasi dengan network yang berbeda.

6. Konfigurasi routing pada Router ke-1 dan mengenalkan network di jaringan 172.16.16.0. Klik Router Pilih menu Config Routing Static Inputkan konfigurasi Routing

Konfigurasi di Router ke-2

7. Setelah dilakukan konfigurasi routing lakukan pengecekan hasil konfigurasi PPP, dan buatlah laporannya

V.

HASIL KERJA Hasil Ping dari IP Address 192.168.1.1 ke 172.16.16.2

Hasil pengiriman simple PDU

VI.

KESIMPULAN Jadi PPP (Point-to-Point Protocol) adalah salah satu dari Teknologi WAN atau enkapsulasi WAN yang memfasilitasi terhubungnya WAN antara 2 titik secara pointto-point. Pada PPP kita hanya tinggal melakukan konfigurasi encapsulation ppp yang harus sama pada kedua router agar terjalin hubungan WAN dengan Teknologi WAN PPP. Pada PAP kita harus mengirimkan Username dari router 1 ke router 2 dan sebaliknya untuk mengenali satu sama lain. PAP ini yang penting adalah perintah ppp authentication pap.