TUGAS TK5046 TOPIK-TOPIK PERANCANGAN PROSES

Perancangan Proses Produksi Aseton dengan Bahan Baku Isopropil Alcohol Menggunakan Simulator Aspen HYSYS®

Design of Acetone Production Process from Isopropyl Alcohol Using Simulator Aspen HYSYS®

Disusun oleh : Tonny Yuliantino (13009003) Yoel Frederick (13009007) Hendri Kurniawan (13009033)

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012

The design process is carried out using Aspen HYSYS® simulator program. Acetone can also be used to produce a variety of important chemicals such as methyl methacrylate (MMA). exports of isopropyl alkohol balance recorded 1. Despite the need for acetone in Indonesia. biosphenol-A (BPA). Indonesia imported 13. acetone. Demand of acetone continues to grow each year. According to data in 2006. Development process involved the usage of extractive distillation to obtain the pure product. 2-propanone. the author tries to design a manufacturing process using raw acetone isopropyl alcohol. dimethyl ketone. The need for even greater consumption of acetone demands better production process of acetone. The most common usage of acetone as a solvent. In 2006 alone. propan-2-one. acetone is used as a solvent in chemical experiments and cleaning laboratory equipment. Acetone can be found naturally in the human body in small amounts.ABSTRACT Acetone.404. Keywords: design process.649 kg/year. there is no acetone manufacturing plant in this country.232. Opportunities to provide acetone with isopropyl alcohol feedstock is wide open. and methacrylic acid. acetone is used as nail polish remover and glue skin remover on a wig and a false beard. especially for dissolving various plastic and synthetic fiber. or βdimethyl formaldehyde ketopropane is a colorless flammable liquid compound.942 kg/year acetone from abroad. and not least in Indonesia. On this occasion. In the laboratory activities. extractive distillation 1 . In beauty industry. also known as propanone. Acetone is a substance that dissolves easily and it is so much exploited by that property.

Menurut data pada tahun 2006. propan-2-on dimetil formaldehida.942 kg/tahun dari luar negri. Perancangan proses dilakukan menggunakan program simulator Aspen HYSYS®. dan jenggot palsu. dan β-ketopropana adalah senyawa berbentuk cairan tidak berwarna yang mudah terbakar. Salah satu pengembangan proses yang dilakukan adalah menggunakan distilasi ekstraktif untuk mendapatkan produk yang murni. Kebutuhan aseton yang semakin besar menuntut pengembangan proses produksi aseton yang lebih baik dan efisien.ABSTRAK Aseton. penulis mencoba untuk merancang proses pembuatan aseton menggunakan bahan baku isopropil alcohol. Penggunaan aseton terus tumbuh tiap tahunnya dan tidak terkecuali di Indonesia. Indonesia tercatat telah membukukan neraca ekspor isopropyl alkohol sebesar 1. Secara alamiah. 2-propanon. Pada kesempatan ini. Aseton merupakan zat yang mudah melarutkan sehingga banyak dimanfaatkan. belum ada pabrik pembuatan aseton di Indonesia.232. biosphenol-A(BPA) dan methacrylic acid.649 kg/tahun. aseton dapat ditemukan di dalam tubuh manusia dalam jumlah sedikit. Pada tahun 2006. Pada industry kecantikan aseton digunakan sebagai penghilang cat kuku dan penghilang lem kulit pada wig. distilasi ekstraktif 2 . Kegunaan paling umum dari aseton adalah sebagai pelarut terutama untuk melarutkan berbagai plastic dan fiber sintetik. dimetil keton. seperti methyl methacrylate (MMA). Kata kunci: perancangan proses. Aseton dapat juga digunakan untuk memproduksi berbagai bahan kimia penting. aseton. Meskipun kebutuhan aseton di Indonesia besar. Pada kegiatan laboratorium aseton digunakan sebagai pelarut di berbagai percobaan kimia dan pembersih peralatan lab. Indonesia mengimpor 13.404. Peluang untuk menyediakan aseton dengan bahan baku isopropil alkohol terbuka lebar. yang juga dikenal sebagai propanon.

38 MJ/kmol [=] kmol/m3gas Kapasitas produksi aseton yang diinginkan adalah 5 ton/jam. dan dimensi alat utama. 3 .5 × 105 1/s = 72. TINJAUAN PUSTAKA Proses awal untuk memproduksi aseton didasarkan pada dekomposisi termal dari kalsium asetat atau fermentasi karbohidrat dari pati jagung atau molasses. konsumsi utilitas. Perancangan meliputi penggambaran dan pendeskripsian PFD (Process Flow Diagram). TUJUAN Tujuan dari tugas ini adalah merancang produksi aseton dari bahan baku isopropyl alkohol. seorang pharmacist Perancis yang menulis penyiapan aseton dalam bukunya yang berjudul Tyrocenium Chymicum pada tahun 1610. peneliti yang pertama kali menerangkan secara jelas pembuatan aseton adalah Jean Bequin. LATAR BELAKANG Proses produksi aseton dengan bahan baku isopropylalcohol dirancang menggunakan umpan campuran isopropil alkohol dengan kadar 88% berat (azeotrop).1. Umpan berada dalam kondisi cair pada temperatur dan tekanan ambien.5% dan berada dalam fasa cair pada temperatur ambien. 3. Reaksi dibantu dengan penambahan katalis padat sehingga reaksi memiliki spesifikasi sebagai berikut ( dengan:    = 3. Sumber yang melimpah dari propylein pada sekitar tahun 1960 mengarahkan proses pembuatan aseton dengan hidrogenasi isopropil alkohol atau cumene peroxidation. ) 2. neraca massa. Menurut catatan sejarah. Produk aseton yang dihasilkan dikehendaki memiliki kemurnian 99. Reaksi pembentukan aseton dilangsungkan pada fasa gas. kondisi operasi tiap unit operasi.

Aseton diperoleh sebagai hasil atas pada menara kedua. reaksi pembelahan cumene hydroperoxide akan terjadi membentuk suatu campuran yang terdiri dari phenol. Campuran ini kemudian dinetralkan dengan menambahkan larutan natrium phenoxide atau basa yang lain atau dengan resin penukaran ion (ion exchanger resin). dan hidroxyaseton. pada reaktor kedua 15–20%. serta dengan penambahan Na2CO3. Kemudian dengan penambahan asam. Selanjutnya. seperti cumylphenols.Proses Cumene Hydroperoxide Pada proses cumene hydroperoxide. Selanjutnya. campuran dipisahkan dan crude acetone diperoleh dengan cara distilasi. mula-mula cumene dioksidasi menjadi cumene hydroperoxide dengan udara atmosfer atau udara kaya oksigen dalam satu atau beberapa oksidator. proses produksi aseton yang umum digunakan terdiri dari empat jenis. Proses Pembuatan Aseton Pada dasarnya. Temperatur yang digunakan adalah antara 80–130oC dengan tekanan 620 kPa. α-methylstyrene. Jika digunakan dua kolom. pada reaktor ketiga 24–29% dan pada reaktor keempat 32-39%. Reaksi: Hasil dari oksidasi ini pada reaktor pertama mengandung 9-12% cumene hydroperoxide. dimethylphenylcarbinol. Keempat proses tersebut adalah 1. proses oksidasi ini dijalankan dalam tiga atau empat reaktor yang dipasang secara seri.a. menara pertama berfungsi untuk memisahkan pengotor seperti asetaldehyde dan propionaldehyde. Pada umumnya. aseton dan berbagai produk lain. 4 . sedangkan menara kedua untuk memisahkan fraksifraksi berat yang sebagaian besar terdiri dari air. produk reaktor keempat diuapkan hingga konsentrasi cumene hydroperoxide menjadi 75–85%. acetophenols. Penambahan satu atau dua kolom distilasi perlu dilakukan untuk mendapatkan kemurnian yang diinginkan.

isopropanol terlebih dahulu diuapkan. Pemisahan aseton dari gas hidrogen dilakukan dengan kondensasi.2. Reaksi: (CH3)2CHOH ——> CH3CH=CH2 + H2O 3. Proses Dehidrogenasi Isopropil Alkohol Pada pembuatan aseton dengan proses dehidrogenasi katalitik isopropanol (isopropil alkohol) digunakan katalis kombinasi ZnO dan ZrO dalam prosesnya. Reaksi dapat berjalan dengan baik dengan mengunakan katalis seperti halnya pada proses dehidrogenasi isopropil alkohol. Adapun katalis lain yang digunakan bisa bermacam-macam. Reaksi: (CH3)2CHOH +1/2 O2 —–> (CH3)2CO + H2O Reaksi ini sangat eksothermis (180 kJ atau 43 kkal/mol pada temperatur 25oC). maupun oksida-oksidanya. air dan propene. Produk keluar reaktor adalah aseton sebagai produk utama. Reaktor dirancang agar hasil reaksi dapat langsung didinginkan untuk mendapatkan konversi yang baik. Selanjutnya aseton dimurnikan dengan cara distilasi. Reaksi yang terjadi dalam reaktor adalah sebagai berikut: (CH3)2CHOH ——> (CH3) 2CO + H2 Reaksi ini terjadi pada fase gas dengan temperatur diatas 350oC dan tekanan lebih kurang 2 bar. 5 . Produk samping utama dari reaksi ini adalah propylene. Zn. Sebelum dialirkan kedalam reaktor. isopropil alkohol dicampur dengan udara dan digunakan sebagai umpan reaktor yang beroperasi ada temperatur 400–600oC. karena gas hidrogen bersifat noncondensable. Proses Oksidasi Isopropil Alkohol Pada pembuatan isopropil alkohol dengan proses ini. isopropil alkohol. Proses ini jarang digunakan bila dibandingkan dengan proses dehidrogenasi isopropil alkohol. gas hidrogen. Pb. Cr. Diantaranya adalah Cu. untuk itulah diperlukan pengontrolan suhu yang cermat untuk mencegah turunnya yield yang dihasilkan.

b. memiliki titik didih tinggi dan bercampur dengan campuran. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi endoterm sehingga pada reaktor harus desediakan pemanas. Produk yang diperoleh dipisahkan dengan steam distilasi dan selanjutnya difraksionasikan. yang lagilagi dapat dipisahkan dengan mudah karena pelarut tidak membentuk azeotrop dengan itu. Tekanan dinaikkan agar dapat mengatasi hilang tekan dan menyediakan tekanan optimal yang dibutuhkan untuk reaksi. Fermentasi dari Karbohidrat Fermentasi cormeal atau molasses dengan genus clostridium menghasilkan suatu campuran yang terdiri dari 1-butanol. Tipe reaktor yang digunakan adalah plug flow reactor karena dapat menangani katalis padat dan sesuai dengan kelakuan kinetika reaksi. Steam dibangkitkan karena reaksi dehidrogenasi berlangsung dalam fasa gas. Penukar panas pertama menggunakan cooling water sedangkan penukar panas kedua 6 . namun tidak membentuk campuran azeotropik. Produk bawah dapat dipisahkan oleh salah satu metode yang tersedia. Produk hasil reaksi kemudian didinginkan dengan 2 penukar panas yang dipasang secara berurutan. aseton. Distilasi Ekstraktif Metode distilasi ekstraktif menggunakan pemisahan pelarut. Katalis yang dipakai adalah katalis padat dan berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan kemungkinan katalis adalah ZnO. Selanjutnya umpan dipanaskan dengan heat exchanger sehingga terjadi evaporasi yang menghasilkan steam tekanan tinggi. Pelarut berinteraksi berbeda dengan komponen campuran sehingga menyebabkan volatilitas relatif mereka untuk berubah. Pemilihan reaktor plug flow akan memberikan volume yag lebih kecil dibandingkan dengan tipe reaktor yang lain dengan konversi yang sama.4. dan etanol dengan konsentrasi keseluruhan 2%. Hal ini memungkinkan campuran tiga-bagian baru untuk dipisahkan dengan distilasi normal. 4. Komponen asli dengan volatilitas terbesar memisahkan keluar sebagai produk atas. DESAIN PERANCANGAN PROSES Umpan azeotropik (88% berat dalam air) isopropanol dinaikkan tekanannya menggunakan pompa. Reaktor dipanaskan dengan furnace melalui aliran lelehan garam. yang umumnya nonvolatil. Produk bawah terdiri dari campuran pelarut dan komponen lainnya.

Kolom distilasi pertama (main fractionator) digunakan untuk memisahkan aseton menggunakan prinsip distilasi ekstraktif. Selanjutnya aliran bawah memasuki reboiled adsorber untuk memisahkan air dari etilen glikol. 7 .menggunakan air yang telah direfrigerasi. Aliran komponen volatil menguap ke atas kemudian diabsorpsi dengan air untuk mendapatkan aseton. Diagram proses dapat dilihat pada Gambar 1. Aliran di kondensasi sehingga hidrogen yang non-kondensabel dapat terpisahkan. Splitter pada dasarnya hanyalah suatu unit untuk mempermudah pemisahan secara sederhana dan tidak memiliki dasar teoritik. Absorpsi yang dilakukan selain mengabsorb aseton ternyata mengabsorb hydrogen juga sehingga aliran hasil mixer perlu dipisahkan menggunakan splitter. Aliran proses selanjutnya dipisahkan dengan kolom dua distilasi. Distilasi ekstraktif menggunakan etilen glikol sebagai penarik air sehingga aseton dapat diperoleh dengan kemurnian tinggi (minimal 99. Aliran cairan hasil absorpsi kemudian digabungkan dengan aliran non-volatil menggunakan mixer. Etilen Glikol yang di dapatkan pada bottom absorber akan dikembalikan ke main fractionator.5%). Pada splitter hydrogen dipisahkan dengan aliran cairan. Pendinginan dimaksudkan agar komponen volatil dapat dipisahkan. Air yang didapatkan akan digunakan di kolom absorber. Pemisahan hidrogen dilakukan karena hidrogen pada tekanan rendah dapat menyebabkan coking dan akan menyebabkan kesulitan pemisahan berikutnya yaitu pada unit distilasi.

Gambar 1. Diagram proses produksi aseton dengan bahan baku isopropil alkohol 8 .

32 -52834.01 12.95 1102.23 -9086.79 -46378.11 5026.04 27.00 ` 2.85 EG_pure 0.00 592.00 30.25 6630.92 water_to_absorber 0.53 30253.34 to_Fractionator 0.53 30253.00 1.12 waste 0.23 -12070.00 55.00 125.83 EG_from_Storage 0.00 20.00 25.33 4.00 8.44 Cool_Acetone 0.02 11768.54 11.00 350.01 10.16 233.27 10.00 99.01 141.77 pressurized_water 0.74 17.00 35.04 1.53 30253.69 -45925.00 -250.05 10.63 1.00 610.80 -40898.25 84.48 20.24 -61534.27 Fresh_IPA 0.27 1.50 Water Vapor 1.00 99.64 1.38 1.08 9 .80 141.00 1.15 6.00 1.68 17.25 6630.67 -1515.00 108.00 8.39 Unit Vapour Fraction Temperature Pressure Molar Flow Mass Flow Liquid Volume Flow Heat Flow C bar kgmole/h kg/h m3/h kW recyle_EG 0.00 1.03 -1224.17 0.98 cool_EG 0.00 30.06 0.41 V_Product 1.00 0.69 -45925.00 1.58 Cool_Product 0.85 0.24 -61535.95 1.04 27.00 30.70 560.07 10666.29 1.13 Unit Vapour Fraction Temperature Pressure Molar Flow Mass Flow Liquid Volume Flow Heat Flow C bar kgmole/h kg/h m3/h kW Rich_Water 0.97 1276.05 487.29 15904.27 10.87 Reactor_In 1.63 1.32 -52834.00 -0.24 -57162.Tabel neraca massa dan kondisi operasi aliran proses Unit Vapour Fraction Temperature Pressure Molar Flow Mass Flow Liquid Volume Flow Heat Flow C bar kgmole/h kg/h m3/h kW IPA_from_storage 0.00 46.92 10771.80 597.55 42021.28 Hydrogen 1.97 Mixed_Product 0.57 1.80 1097.04 27.00 1.31 15904.21 -5820.59 39.16 682.06 Unit Vapour Fraction Temperature Pressure Molar Flow Mass Flow Liquid Volume Flow Heat Flow C bar kgmole/h kg/h m3/h kW Bottom_MF 0.01 745.57 10.03 0.06 Lean_Water 0.95 10551.04 -106798.73 4910.00 46.30 141.00 99.95 1.33 6630.74 -43921.55 487.07 10666.16 111.80 682.80 592.00 8.25 6630.00 198.80 487.02 1.06 1.23 -12071.61 -10137.00 <empty> <empty> 17.

00 40.00 30.76 233.53 30253.00 0.00 25.00 83.80 500.01 745.37 242.24 -61424.15 84.01 84.45 27733.34 Water_Out 0.15 6.93 -63108.15 6.15 364.34 6563.22 Chilled_Water_In 0.26 Acetone_Product 0.26 -61593.99 30281.28 H2_Rich_Gas 1.Unit Vapour Fraction Temperature Pressure Molar Flow Mass Flow Liquid Volume Flow Heat Flow C bar kgmole/h kg/h m3/h kW L_Product 0.08 -3682.76 Acetone_to_Storage 0.54 6.66 233.75 84.58 -28717.38 27.37 -1062565.00 1.00 1.61 -9164.07 1.00 35.00 1.00 25.00 10.67 -1515.66 RoomT_Ace 0.45 Water_In 0.00 40.00 1.00 1.00 25.00 30.00 25.29 10 .17 0.08 Water_In_2 0.73 4910.80 12.79 -121343.04 1.33 6630.79 -122315.85 60.93 1496.58 -8913.73 4910.21 -5849.30 364.34 6563.54 6.15 13426.37 -1058304.04 1.01 10.00 1.58 -28833.00 1.69 6.05 27.00 1.30 1539.38 27.61 -7628.00 73.16 Unit Vapour Fraction Temperature Pressure Molar Flow Mass Flow Liquid Volume Flow Heat Flow C bar kgmole/h kg/h m3/h kW mixed_EG 0.21 -5849.88 27.00 40.33 6630.15 1539.01 10.00 1.85 1.48 241879.30 13426.00 1.64 EG_Pure_Cool 0.63 Unit Vapour Fraction Temperature Pressure Molar Flow Mass Flow Liquid Volume Flow Heat Flow C bar kgmole/h kg/h m3/h kW Reactor_Out 1.55 487.80 487.21 -5704.65 148.45 27733.00 20.01 Reactor_Out2 0.37 242.29 Fresh_EG 0.00 1.72 Lean_EG 0.36 5353.48 241879.16 121.00 31027.48 Unit Vapour Fraction Temperature Pressure Molar Flow Mass Flow Liquid Volume Flow Heat Flow C bar kgmole/h kg/h m3/h kW Water_Out_2 0.04 27.00 350.00 30.15 6.73 4910.79 Chilled_Water_Out 0.85 4.00 1.

000 Hydrogen 0.000 Water_Out 0.395 0.000 0.021 0.000 0.Tabel Komposisi Aliran Proses IPA_from_storage Comp Mole Frac (2-Propanol) Comp Mole Frac (Acetone) Comp Mole Frac (Hydrogen) Comp Mole Frac (H2O) Comp Mole Frac (EGlycol) 0.000 0.395 0.000 0.027 0.003 0.000 0.000 0.997 0.000 0.000 H2_Rich_Gas 0.000 0.161 0.000 Chilled_Water_Out 0.000 0.000 1.000 0.313 0.000 Cool_Product 0.000 0.000 Fresh_IPA 0.687 0.000 V_Product 0.000 0.000 0.189 0.048 0.000 0.000 0.000 Bottom_MF 0.000 1.000 0.618 0.980 0.695 water_to_absorber 0.000 Mixed_Product 0.189 0.000 0.000 0.868 0.007 0.000 1.000 Reactor_In 0.000 0.000 0.000 1.313 0.021 0.000 0.822 0.000 0.000 0.611 0.395 0.000 1.000 0.000 0.015 0.000 Acetone_Product 0.868 0.000 0.000 Rich_Water 0.000 0.000 0.395 0.000 0.019 0.313 0.000 mixed_EG 0.000 recyle_EG 0.000 0.395 0.125 0.000 Lean_Water 0.000 0.000 1.000 0.000 Reactor_Out2 0.000 11 .000 0.000 1.395 0.003 0.000 0.000 L_Product Comp Mole Frac (2-Propanol) Comp Mole Frac (Acetone) Comp Mole Frac (Hydrogen) Comp Mole Frac (H2O) Comp Mole Frac (EGlycol) 0.000 1.021 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.687 0.455 Lean_EG Comp Mole Frac (2-Propanol) Comp Mole Frac (Acetone) Comp Mole Frac (Hydrogen) Comp Mole Frac (H2O) Comp Mole Frac (EGlycol) 0.540 0.039 0.000 Chilled_Water_In Comp Mole Frac (2-Propanol) Comp Mole Frac (Acetone) Comp Mole Frac (Hydrogen) Comp Mole Frac (H2O) Comp Mole Frac (EGlycol) 0.687 0.334 0.000 0.000 1.000 waste 0.000 Water_In 0.000 0.278 0.000 0.007 0.189 0.000 Reactor_Out 0.000 0.125 0.000 1.000 0.350 0.005 0.000 0.000 to_Fractionator Comp Mole Frac (2-Propanol) Comp Mole Frac (Acetone) Comp Mole Frac (Hydrogen) Comp Mole Frac (H2O) Comp Mole Frac (EGlycol) 0.

000 0.000 0.02 153.000 0.003 0.997 0.21 Tabel Utilitas Daya Total Konsumsi Air Pendingin 23383.000 0.000 0.000 0.33 4001.28 -1458.000 0.000 Water_Out_2 0.000 0.020 EG_pure 0.403 2984.29 kW kg/jam 12 .000 0.13 7440.008 0.000 0.000 0.000 0.81 111.000 0.041 276176.000 0.000 Water_In_2 Comp Mole Frac (2-Propanol) Comp Mole Frac (Acetone) Comp Mole Frac (Hydrogen) Comp Mole Frac (H2O) Comp Mole Frac (EGlycol) 0.971 0.000 1.000 EG_Pure_Cool 0.000 0.000 Water Vapor 0.000 0.000 1.37 29.000 Cool_Acetone Comp Mole Frac (2-Propanol) Comp Mole Frac (Acetone) Comp Mole Frac (Hydrogen) Comp Mole Frac (H2O) Comp Mole Frac (EGlycol) 0.000 0.000 RoomT_Ace 0.24 8736.000 0.33 0.000 0.000 0.000 0.000 1.000 0.000 0.001 0.000 0.000 1.997 0.997 0.000 Acetone_to_Storage 0.000 Tabel Neraca Energi Unit Feed_Pump Feed_Heater Reactor Cond MF Q Reb MF Q Reboiler Absorber Q EG Cooler Q EG Recycle Pump Q_Lean_Water_Pump Q EG Pump Q Quench Q Product Cooler Heat Flow ( kW) 0.000 Fresh_EG 0.000 pressurized_water 0.000 cool_EG 0.003 0.000 0.000 1.000 1.EG_from_Storage Comp Mole Frac (2-Propanol) Comp Mole Frac (Acetone) Comp Mole Frac (Hydrogen) Comp Mole Frac (H2O) Comp Mole Frac (EGlycol) 0.000 0.000 1.26 0.31 1.003 0.000 0.000 0.000 0.000 1.000 0.000 0.

3228 0.913 1 5 0.6096 3.293 2. Tabel Dimensi Absorber internals sieve hole pitch (mm) sieve hole diameter (mm) % hole area side wire type weir height (mm) max weir loading (m3/h-m) downcomer type downcomer clearance maximum DC backup foaming factor max flooding (%) max delta P (ht of liq) (mm) tray spacing (m) tray thickness (mm) sieve 19.175 c.93 0.575 0.08 straight 50.2 0. Tabel Dimensi Reaktor total volume (m3) length (m) diameter (m) number of tubes wall thickness (mm) void fraction void volume (m3) 30 4.1 50 1 80 203.05 6.35 10.8 89.134 3.6096 21. Tabel Dimensi Main Fractionator Section diameter (m) X-Sectional Area (m2) hole area (m2) active area (m2) DC area (m2) tray spacing (m) section height (m) 2.42 vertical 38.Tabel Dimensi Alat Utama a.34 13 .5 2.6 18 b.

6096 3. Mel.1 50 5. Edward Jack.d. The History of Acetone Vol 8 .8 89.175 10 50. Tabel Dimensi Regenerator EG Max Delta P (Ht Of Liq) (mm) Max Flooding (%) Tray Spacing (m) Tray Thickness (mm) Hole Area (%) Weir Height (mm) Max Weir Loading (m3/h-m) Downcomer Type Downcomer Clearance (mm) Maximum DC Backup (%) 203. 14 . Azeotropic and Extractive Distillation. University of Califormia Press: 1962 Hoffman.2 80 0.42 vertical 38. Interscience Publisher: 1964. DAFTAR PUSTAKA Gorman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful