Anda di halaman 1dari 17

PRAKTIKUM MIKROPALEONTOLOGI Acara : Peraga Kayu II (Bentonik) Nama Stambuk : Alwakiah : D611 11 256

Hari/Tanggal : Jumat/12Oktober 2012

Keterangan : 1. Aparture 2. Umbilicus 3. Septa V D No. Urut No. Peraga Susunan Kamar : 02 :3 : Polythalamus Polythalamus merupakan susunan dan bentuk kamarkamar foram yang terdiri dari satu kamar Bentuk Test Bentuk Kamar : Spiral : Hemispherical Hemispherical yaitu bentuk kamar setengah bundar Suture Ventral (V) Dorsal (D) : : Tertekan kuat : Tertekan kuat : Gamping hyalin Gamping hyalin yaitu dinding hyaline merupakan dinding gampingan yang bersifat bening/trnasparan, dan umumnya berpori halus Jumlah Kamar Aperture Ventral (V) Dorsal (D) : :1 : 10 : Bulat dan sederhana Bulat dan sederhanayaitu biasanya terletak di ujung sebuah test ( terminal ) lubangnya bulat Hiasan pada : S 4. Suture

Komposisi Test

Permukaan Test : Aperture Suture : : -

Filum Kelas Ordo Family Genus Spesies

Umbilicus Peri-Peri

::: Protozoa : Sarcodina : Foraminifera : Valvulinidae : Dentalina : Dentilium cooperensis CHUSMAN : Berdasarkan klasifikasi menurut Boltovskoy dan Wright (1976), maka lingkungan pengendapan dari fosil ini berada laut dangkal dengan kedalamam3001000 meter pada zonasi upper & middle bathyal zone.

Lingkungan Pengendapan

Untuk penentuan lingkungan pengendapan fosil

INNER NERITIC ZONE

MIDDLE NERITIC ZONE

OUTER NERITIC ZONE

UPPER & MIDDLE BATHYAL ZONE

LOWER BATHYAL ZONE

ABYSSAL ZONE

KANDUNGAN FOSIL BENTONIK

Dentilium cooperensis CHUSMAN


0-30 30-100 100-300 300-1000 1000-3000 3000-5000 KEDALAMAN LAUT (METER)

ASISTEN

PRAKTIKAN

( WERNA )

(ALWAKIAH)

PRAKTIKUM MIKROPALEONTOLOGI Acara : Peraga Kayu II (Bentonik) Nama Stambuk : Alwakiah : D611 11 256 Keterangan : 1. Aparture 2. Umbilicus 3. Septa 4. Suture V No. Urut No. Peraga Susunan Kamar : 02 :8 : Polythalamus (biserial) Polythalamus biserial merupakan bentuk kamar dengan test yang terdiri dari 2 baris kamar yang berselang-seling Bentuk Test : Conical Conical yaitu berbentuk kerucut Bentuk Kamar : Angular Angular yaitu bentuk kamar yang menyudut Suture Ventral (V) Dorsal (D) : : Tertekan kuat : Tertekan kuat : Gamping hyalin Gamping hyalin yaitu dinding hyaline merupakan dinding gampingan yang bersifat bening/trnasparan, dan umumnya berpori halus Jumlah Kamar Aperture Ventral (V) Dorsal (D) : :2 : 15 : Virgulina Virgulina yaitu aperture yang menyerupai koma/melengkung tetapi tegak lurus pada permukaan septum (sapta face) Hiasan pada : D S

Hari/Tanggal : Jumat/12Oktober 2012

Komposisi Test

Permukaan Test : Smooth

Smooth yaitu bentuk test yang halus/licin Filum Kelas Ordo Family Genus Spesies Aperture : Lip Lip yaitu bentuk bibir aperture yang menebbal Suture Umbilicus Peri-Peri :::: Protozoa : Sarcodina : Foraminifera :Textulariidae :Textularia : Textularia lateralis Lacicker

Lingkungan Pengendapan : Berdasarkan klasifikasi menurut Boltovskoy dan Wright (1976), maka lingkungan pengendapan dari fosil ini berada laut dangkal dengan kedalamam 30 - 300 meter pada zonasi middle neritic zone. Untuk penentuan lingkungan pengendapan fosil

INNER NERITIC ZONE

MIDDLE NERITIC ZONE

OUTER NERITIC ZONE

UPPER & MIDDLE BATHYAL ZONE

LOWER BATHYAL ZONE

ABYSSAL ZONE

KANDUNGAN FOSIL BENTONIK

Textularia lateralis Lacicker

0-30

30-100

100-300

300-1000

1000-3000

3000-5000

KEDALAMAN LAUT (METER)

ASISTEN

PRAKTIKAN

( WERNA )

(ALWAKIAH)

PRAKTIKUM MIKROPALEONTOLOGI Acara : Peraga Kayu II (Bentonik) Nama Stambuk : Alwakiah : D611 11 256

Hari/Tanggal : Jumat/12Oktober 2012

Keterangan : 1. Lip 2. Umbilicus 3. Septa 4. Suture V D : 03 : 16 : Monothalamus Monothalamus merupakan susunan kamar yang memiliki bentuk akhir kamar-kamar foram bentonik terdiri dari satu kamar Bentuk Test : Disk Disk yaitu bentuk test seperti botol Bentuk Kamar : Angular conical Angular conical yaitu bentuk kamar yang menyudut pada satu sisi Suture Ventral (V) Dorsal (D) : : Tertekan sedang : Tertekan lemah : Gamping hyalin Gamping hyalin yaitu dinding hyaline merupakan dinding gampingan yang bersifat bening/trnasparan, dan umumnya berpori halus Jumlah Kamar Aperture Ventral (V) Dorsal (D) : :1 :1 : Phyalin Phyalin yaitu sebuah lubang terletak di ujung neck yang pendek tapi menyolok S

No. Urut No. Peraga Susunan Kamar

Komposisi Test

Hiasan pada Filum Kelas Ordo Family Genus Spesies

Permukaan Test : Smooth Smooth yaitu bentuk permukaan test mulus/licin Aperture : Lip Lip yaitu bentuk bibir aperture yang menebal Suture Umbilicus Peri-Peri : : : : Protozoa : Sarcodina : Foraminifera : Loffusidae : Uvigerina : Uvigerina poslica Galloway and Heminway

Lingkungan Pengendapan: Berdasarkan klasifikasi menurut Boltovskoy dan Wright (1976), maka lingkungan pengendapan dari fosil ini berada pada outer zone pada kedalaman 100-300 m sampai upper and middle bathyal pada kedalaman 300-1000m Untuk penentuan lingkungan pengendapan fosil
INNER NERITIC ZONE MIDDLE NERITIC ZONE OUTER NERITIC ZONE

UPPER & MIDDLE BATHYAL ZONE

LOWER BATHYAL ZONE

ABYSSAL ZONE

KANDUNGAN FOSIL BENTONIK

Uvigerina poslica Galloway and

Heminway
0-30 30-100 100-300 300-1000 1000-3000 3000-5000 KEDALAMAN LAUT (METER)

ASISTEN

PRAKTIKAN

( WERNA )

(ALWAKIAH)

PRAKTIKUM MIKROPALEONTOLOGI Acara : Peraga Kayu II (Bentonik) Nama Stambuk : Alwakiah : D611 11 256 Keterangan : 1. Test 2. Aperture

Hari/Tanggal : Jumat/12Oktober 2012

No. Urut No. Peraga Susunan Kamar

: 04 : 19 : Monothalamus Monothalamus merupakan susunan dan bentuk akhir kamarkamar foram bentonik yang hanya satu macam kamar.

Bentuk Test

: Flash shape Flash shape yaitu bentuk test yang menyerupai permukaan botol.

Bentuk Kamar

: Tabular Tabular adalah bentuk test yang berbentuk tabung

Suture Komposisi Test

:: Gamping Hyline Gamping Hyline merupakan dinding gampingan yang bersifat bening/transparan dan umumnya berpori halus

Jumlah Kamar Aperture

:1 : Phyaline Phyaline merupakan sebuah lubang terletak di ujung neck yang pendek tapi menyolok

Hiasan Pada Permukaan Test : Smooth Smooth merupakan bentuk test yang halus Aperture Suture Umbilicus Peri peri ::::-

Filum Kelas Ordo Family Genus Species

: Protozoa : Sarcodina : Foraminifera : Lagenanidae : Lagena :.Lagena formosa SCHWAGER

Lingkungan Pengendapan

: Berdasarkan klasifikasi menurut Boltovskoy dan Wright (1976), maka lingkungan pengendapan dari fosil ini berada laut dangkal dengan

kedalamam100-130 meter pada zonasi outer neritik zone

Untuk penentuan lingkungan pengendapan fosil


INNER NERITIC ZONE MIDDLE NERITIC ZONE OUTER NERITIC ZONE

UPPER & MIDDLE BATHYAL ZONE

LOWER BATHYAL ZONE

ABYSSAL ZONE

KANDUNGAN FOSIL BENTONIK

Lagena Formosa SCHWAGER


300-1000 1000-3000 3000-5000 KEDALAMAN LAUT (METER)

0-30

30-100

100-300

ASISTEN

PRAKTIKAN

( WERNA )

(ALWAKIAH)

PRAKTIKUM MIKROPALEONTOLOGI Acara : Peraga Kayu II ( Bentonik ) Nama Stambuk : Alwakiah : D611 11 256 rangan : 1. Test 2. Kamar Aperture 4. Suture
V D S

Hari/Tanggal : Jumat/12Oktober 2012

No. Urut No. Peraga Susunan Kamar

: 05 : : Polythalamus Polythalamus merupakan bentuk kamar

Bentuk Test

: Flaring Flaring yaitu bentuk test yang berbentuk seperti obor

Bentuk Kamar Suture Komposisi Test

: Ovate (Bentuk oval) : Tertekan Kuat : Gamping Hyline Gamping Hyline merupakan dinding gampingan yang bersifat bening/transparan dan umumnya berpori halus

Jumlah Kamar Aperture

:4 : Aperture yang bulat dan sederhana Aperture yang bulat dan sederhana biasanya terletak di ujung sebuah test (terminal) lubangnya bulat

Hiasan Pada Permukaan Test : Smooth Smooth yaitu bentuk test yang halus Aperture Suture Umbilicus Peri peri ::::: Protozoa : Sarcodina : Foraminifera

Filum Kelas Ordo

Family Genus Spesies

: Quinqueloculinanidae : Quinqueloculina : Quinqueloculina semuleum (LINNG)

Lingkungan Pengendapan : Berdasarkan klasifikasi menurut Boltovskoy dan Wright (1976), maka lingkungan pengendapan dari fosil ini berada pada laut dangkal dengan kedalaman 0-100 meter atau pada zonasi inner neritik zone dan middle neritik zone.

Untuk penentuan lingkungan pengendapan fosil

INNER NERITIC ZONE

MIDDLE NERITIC ZONE

OUTER NERITIC ZONE

UPPER AND MIDDLE BATHIAL ZONE

LOWER BATHIAL ZONE

ABSYAL ZONE

KANDUNGAN FOSIL BENTONIK

Quinqueloculina

0-30

30-100 100-130 130-1000 1000-3000 30005000

semuleum (LINNG)
Kedalaman menurut meter

ASISTEN

PRAKTIKAN

( WERNA )

(ALWAKIAH)

PRAKTIKUM MIKROPALEONTOLOGI Acara : Peraga Kayu II ( Bentonik ) Nama Stambuk : Alwakiah : D611 11 256 Keterangan : 1. Test 2. Aperture 3 Kamar 4. Hiasan
V D S

Hari/ Tanggal : Jumat/12Oktober 2012

5. Suture

No. Urut No. Peraga Susunan Kamar

: 06 : 29 : Polythalamus (biserial) Polythalamus biserial merupakan bentuk kamar dengan test yang terdiri dari 2 baris kamar yang berselang-seling

Bentuk Test

: Palmate Palmate yaitu bentuk test yang berbentuk seperti daun

Bentuk Kamar

: Tabular Tabular adalah bentuk test yang berbentuk tabung

Suture Komposisi Test

: Tertekan Kuat : Gamping Hyline Gamping Hyline merupakan dinding gampingan yang bersifat bening/transparan dan umumnya berpori halus

Jumlah Kamar Aperture

: 20 : Bulat dan sederhana Biasanya di ujung sebuah test (terminal) lubangnya bulat.

Hiasan Pada Permukaan Test : Smooth Smooth merupakan bentuk test yang halus Aperture Suture :: Bridge Bridge yaitu bentuk suture yang seperti jembatan Umbilicus Peri peri ::-

Filum Kelas Ordo Family Genus Species

: Protozoa : Sarcodina : Foraminifera : Bulivinanidae : Bulivina : Bulivina subaenariensis

Lingkungan Pengendapan

Berdasarkan klasifikasi menurut Boltovskoy dan Wright (1976), maka lingkungan pengendapan dari fosil ini berada upper and middle bathyal zone dengan kedalaman 300-1000 M

Untuk Penentuan Lingkungan Pengendapan


INNER NERITIC ZONE MIDDLE NERITIC ZONE OUTER NERITIC ZONE

UPPER & MIDDLE BATHYAL ZONE

LOWER BATHYAL ZONE

ABYSSAL ZONE

KANDUNGAN FOSIL BENTONIK

Bulivina subaenariensis

0-30 M

30-100 M

100-300 M

300-1000 M

1000-3000 M

3000-5000 M

KEDALAMAN LAUT (METER)

ASISTEN

PRAKTIKAN

( WERNA )

(ALWAKIAH)

PRAKTIKUM MIKROPALEONTOLOGI Acara : Peraga Kayu II ( Bentonik ) Nama Stambuk : Alwakiah : D611 11 256

Hari/Tanggal : Jumat/12Oktober 2012

Keterangan : 1. Test 2. Kamar 3. Aperture


S D S

4. Hiasan 5. Suture

No. Urut No. Peraga Susunan Kamar

: 07 : 27 : Polythalamus ( Coiled test ) Coiled test (test yang berputar)

Bentuk Test

: Biconveks Biconveks yaitu cembung pada kedua sisnya

Bentuk Kamar

: Angular conical Angular conical merupakan bentuk kamar yang menyudut

Suture Komposisi Test

: Tertekan Kuat : Gamping Hyline Gamping Hyline merupakan dinding gampingan yang bersifat bening/transparan dan umumnya berpori halus

Jumlah Kamar Aperture

: 15 : Vurgulina Vurgulina merupakan bentuk aperture yang menyerupai koma/melengkung, tetapi tegak lurus pada permukaan septum (sapta face)

Hiasan Pada Permukaan Test : Smooth Smooth yaitu bentuk test yang halus Aperture Suture : : Limbate Limbate yaitu bentuk suture yang menebal Umbilicus :-

Peri peri

:: Protozoa : Sarcodina : Foraminifera : Elphidiumidae : Elphidium : Elphidium fimbriatulum

Filum Kelas Ordo Family Genus Species

Lingkungan Pengendapan

Berdasarkan klasifikasi menurut Boltovskoy dan Wright (1976), maka lingkungan pengendapan dari fosil ini berada interdinal zone sampai middle neritik dengan kedalaman 0-100 M

Untuk Penentuan Lingkungan Pengendapan


UPPER & MIDDLE BATHYAL ZONE

INTERDI NAL ZONE

INNER NERITIC ZONE

MIDDLE NERITIC ZONE

OUTER NERITIC ZONE

LOWER BATHYAL ZONE

ABYSSAL ZONE

KANDUNGAN FOSIL BENTONIK

Bulivina subaenariensi s
100-300 M 300-1000 M 1000-3000 M 3000-5000 M KEDALAMAN LAUT (METER)

0-30 M

30-100 M

ASISTEN

PRAKTIKAN

( WERNA )

(ALWAKIAH)

PRAKTIKUM MIKROPALEONTOLOGI Acara : Peraga Kayu II ( Bentonik ) Nama Stambuk : Alwakiah : D611 11 256

Hari/Tanggal : Jumat/12Oktober 2012

Keterangan : 1. Test 2. Kamar


D V S

3. Aperture 4. Hiasan 5. Suture

No. Urut No. Peraga Susunan Kamar

: 08 : 7 : Polythalamus Polythalamus merupakan susunan dan bentuk kamar-kamar foram yang terdiri dari satu kamar

Bentuk Test

: Biconveks Biconveks yaitu cembung pada kedua sisnya

Bentuk Kamar

: Planispiral evolute Planispiral evolute yaitu test yang teputar dimana seluruh putarannya dapat terlihat

Suture Komposisi Test

: Tertekan Kuat : Gamping Hyline Gamping Hyline merupakan dinding gampingan yang bersifat bening/transparan dan umumnya berpori halus

Jumlah Kamar Aperture

: 20 : Virgulina Virgulina merupakan bentuk aperture yang menyerupai koma/melengkung, tetapi tegak lurus pada permukaan septum (sapta face)

Hiasan Pada Permukaan Test : Smooth Smooth yaitu bentuk test yang halus Aperture Suture : :-

Umbilicus Peri peri

::: Protozoa : Sarcodina : Foraminifera : : : Eponidella palmerae Bermudez

Filum Kelas Ordo Family Genus Species

Lingkungan Pengendapan

Berdasarkan klasifikasi menurut Boltovskoy dan Wright (1976), maka lingkungan pengendapan dari fosil ini berada interdinal zone sampai middle neritik dengan kedalaman 0-100 M

Untuk Penentuan Lingkungan Pengendapan


UPPER & MIDDLE BATHYAL ZONE

INTERDI NAL ZONE

INNER NERITIC ZONE

MIDDLE NERITIC ZONE

OUTER NERITIC ZONE

LOWER BATHYAL ZONE

ABYSSAL ZONE

KANDUNGAN FOSIL BENTONIK

Bulivina subaenariensi s
100-300 M 300-1000 M 1000-3000 M 3000-5000 M KEDALAMAN LAUT (METER)

0-30 M

30-100 M

ASISTEN

PRAKTIKAN

( WERNA )

(ALWAKIAH)