Anda di halaman 1dari 82

SKRIPSI

Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Fundamental dan Risiko Sistematis (Beta) Terhadap Return Saham LQ 45 di Bursa Efek Indonesia
Dosen Pembimbing Skripsi : Prof. Marwan Asri, M.B.A, Ph.D.

Disusun Oleh : Afrizal Prasetyo Hananto 06/193675/EK/16222

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010

ii

iii

iv

KARYA INI KUPERSEMBAHKAN UNTUK :

MAMAH DAN PAPAH TERCINTA (Hj. Suciati & H.Soedibyo)


Dari hati yang paling dalam ingin ku ucapkan terima kasih yang tak terbalaskan untuk mamah dan papah atas kasih sayang, dukungan, perhatian, nasihat, kesabaran, keikhlasan, dan doa yang tiada henti selalu tercurah untuk ku. Tanpa kalian aku bukan apa-apa dan tidak akan bisa jadi seperti sekarang. I love U.

ADIKKU TERSAYANG (Sherly Octaviasari)


Terima kasih untuk semangat, dorongan dan dukungannya ya adikku sayang.

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb. Segala puji bagi Allah SWT atas nikmat, nikmat islam dan nikmat rizki yang berlimpah yang telah diberikan. Atas pertolongan dan kehendak-NYA penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Semoga Allah meridhoi apa yang telah penulis kerjakan, sehingga skripsi ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah ke junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman. Dalam penyusunan skripsi ini, tentu tidak lepas dari bimbingan, arahan, dorongan, nasihat, bantuan dan kontribusi dari beberapa pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada: 1. Keluarga tercinta (Ibu tercinta Hj Suciati, Bapak tercinta H. Soedibyo, dan adikku tersayang Sherly Octaviasari). Terima kasih untuk segala hal terindah yang telah diberikan yang tak akan pernah dapat terbalas dan tergantikan oleh apapun juga. 2. Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D selaku dekan dan dosen pembimbing skripsi atas segala kemudahannya yang telah diberikan baik ketika bimbingan maupun pendadaran. Merupakan suatu keberuntungan dan kesempatan yang berharga bagi saya dapat mempunyai dosen pembimbing seperti bapak. 3. Agus Setiawan M.Soc.Sc. Ph.D dan Dra. Reni Rosari, M.B.A selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan, arahan dan kemudahan dalam proses pendadaran. 4. Seluruh dosen dan karyawan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, atas segala hal yang telah diberikan kepada penulis baik ilmu yang sangat bermanfaat, serta

vi

dukungan yang telah diberikan, sehingga saya dapat menyelesaikan kuliah di FEB UGM dengan baik dan lancar. 5. Ibu Hj Sugiarti, Ibu Sri Subekti, Bapak Surjan Triyono. Terima kasih atas segala bantuannya selama saya menimba ilmu di Jogja. Terimaksih Tante, Pade, Bude. 6. Semua pihak yang telah membantu dan berkontribusi dalam proses penyelesaian skripsi ini, yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu. Semoga apa yang telah diperbuat mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. 7. Anda pembaca skripsi ini. Karena anda skripsi ini dapat menjadi lebih bermakna dan bermanfaat. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis senantiasa membuka diri untuk kritik dan saran yang membangun. Akhirnya penulis berharap semoga karya ini dapat berguna bagi siapa saja. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Yogyakarta, Januari 2010

Afrizal Prasetyo Hananto afrizal_ph@yahoo.com

vii

..DAN KEMENANGAN AKAN DATANG BERSAMA ORANG YANG TERUS BERJUANG..

viii

Special Thanks to :
Keluarga Besar Tante Sugi, Bude Sri, Pade Tri, Angga, Ajeng, Azwin, Ifa, Tante Astuti, Om Chris, Om Janto dan Tante Mar. Terima kasih yang tak terhingga untuk segala bantuannya dari pertama saya melangkahkan kaki di Jogja untuk registrasi di GSP hingga akhirnya saya bisa wisuda di GSP. Manajemen 06 - Gilang & Tisha (Bycycle man, orang yg paling rajin yg pernah gw temuin, tapi ko rajinnya ga bisa nular ke gw ya. Tisha, cewe paling baik se FEB ,hehe), - Grundy (Jasanya banyak bgt nih, salam buat ibumu juga ya), Khafid, Yana & Dian (Teman2 seperjuangan pas pendadaran, akhirnya kita lulus semua, kita belajar bareng,lulus juga bareng), Chandra & Upi (Inget ga waktu semester 1 kt dulu tiap hari jumat pagi abis kuliah selalu ke malioboro), - Andien & Dani (Ndin, gw baru inget kt sekelompok simfoni ya. Dan, kt main golf bareng ya 10 tahun lagi), Ary & Anggit (Uni apa sederhana ni ry? Nggit mana nih molen buatan tante lo?), - Bayu (dapet salam hangat bay dari bibi cimincuy), Hariz (temen gw yg paling multi talenta), Ima (Dudul, ada yg masih utang main basket nih), Meechan (Makasih buat bantuannya selama di BEM, btw bangun mit,hehe), Sandi (Bos, kalo ada kondangan ajak2 lagi ya), Aga (Keep Rockabilly boy), Nia (Calon guru besar FEB), - Icha & Randy (cha ko bisa ya kt se smp, sma, kuliah, rumah jg deket lagi. Ran, kalo naik motor pelan2) Tita & Bagas (ketua geng nero itu lo bukan sih. hehe), Regni (Makasih ya buat buku MKI & Deislernya, sangat2 membantu), Hilal (Yang punya Jogja dan sekitarnya, hehe), Yani (besok presentasinya pake dresscode warna apa nih. hehe), - Mita (Makasih ya udah sering bantuin danus), Ipeh (rumahmu masih di Solo, hehe), Si Mbah (tanggal lahir kita sama ya mbah), Arya (Smoga cepet jd juragan wangi2an), Ilwan (Penbis A, Pemglob B, ko tetep ambil ix

pemasaran, hehe), Rocky (Viva Macintosh !!), Arum (masih mau ke sekaten?), Judhi (Hati-hati ya di Belanda), Imad (COPICO, haha), Nian (kucingnya ada berapa skrg), Selly (ajarin gw bikin film donk), Novi (eksis deh di PPM), Iqbal (Gadgetholic, hehe), Kuching (Ngepitne ojo banter2 le, hehe), Uul (Si Dewa Gitar), - Bram, Luluk, Anjas (Kapan nih futsal 06 bisa rutin?), Satria (titip bonbin ya sat), Angger (tobat ngger), Opak (Bravo Juve!), Dito (sgwn, hehe), Nano (bagi tips n trik nya donk, hehe), Avis (Badmintonnya yg rajin vis), Mair (dahsyat, punya kolam renang dalam kamar), Yaya (Macbooknya buat gw aja ya), Nikki (pengen jg skali-kali ikut naik gunung), Ahdi (Samlekum, hehe), Ciko & Yayas (masih pake 02 ngga, cik?), Addin (Ratu Kuliner,hehe), Calvin (smoga cuan terus). - Dysa & Wicak, Reza, Tyas, Ayub (Bang, satenya 100 tusuk), Bams, Nana, Wely (temen2, ngerjain pr AP 1 bareng di perpus yuk), Laksmi ,Tika, Vania, Sita, Trianto (Jangan ketawa terus di), Taufan B, Taufan K, Didi, Aldi (Pujangga manajemen), Ian (sering2 dong bikin syukuran rumah), Bedul, Heru (temen pertama di FE), Hasan (San, bosmu baik banget), Rita, Ahim, Ote, Akbar, Baim, Zarkasih, Yosat, Heirwid, Alfian & Ria, Palupi, Ully, Sasa (sepatu roda never die), Astri, Anda, Chaca, Karina, Anita, Nove, Ika. - Dan buat anak manajemen 06 lainnya yg tidak dapat disebutkan satu per satu. HIDUP MANAJEMEN 06 !! FEB UGM 05 dan veteran - Feri 05, Danu 05, Teguh 05, Sari 05 (Orangorang paling berjasa dalam penyusunan skripsi ini, berkat bimbingan dan jasa besar kalian skripsi saya bisa selesai), - Acong 05 & Rei 05 (Teman2 seperjuangan pendadaran, sukses ya teman), - Rosyid 05 (Wuuzz, hehe), Luthfi 05, Susi 05 & Erwin 03 (Makasih buat masukannya pada skripsi saya), Erick 04 (Broker paling hebat yg pernah saya kenal),

- Ega 05 (Buku Kombisnya) , Arif 05 (Sang Juara Dunia), Otong 05 (dicari sm pa Agas tu,hehe), Wibi 05 (mobil lo oke), Fikri 05 (Ayo nonton Efek Rumah Kaca lagi) , Eria 05 (maap ya ga jadi ikut sadar), Yoga 04 (Kalo bikin notes gw di tag dong), Disha 05, Sani 05, Indari 05, Najib 05, Gilang 05, Rizal 05, Ayu 05, Arya 04, Barnard 04, Usammah 04, Adi 04, Agus 04, Devi 03, Ferdi 03, Mashuri 03, Dewantoro 02, Ojo 02. FEB UGM 06 Harri & Retno (Makasih buat ilmu ekonometri dan eviewsnya yang mempunyai dampak sistemik terhadap penyusunan skripsi saya), Aliet (Guru akuntansi, mana janji lo mau ngajak gw ikut lomba?), Toto (Nasi Box emang menggiurkan to, haha), Sesa (Belajar bareng dirumahmu lagi yuk), Dino (makasih ya buku ekonometrinya), Shinta, Laras, Rani, RT, Ardi (Hidup Cemerlang !!), Wisnu & Andi (Kapan kita reunian mahkamah?), Nisa (dapet salam dari dosen matek 1,hehe), Lukman (Makasih ya udah mau pinjemin rice cooker jam 3 pagi), Ave (jadi ngga ikut take me out?), Qysa (halo ukhti, hehe), Dyah , Fithra (Pada dateng dong buber 81), Wikan (ayo naik progo lagi), Farza, Eko Adit, Ida, Vina, Isha, Damai, Datin, Guntur, Riri, Indera, Yano, Nida, Pipit, Devi, Didi, Febi, Tita, Sby, Randi, Catra, Eko, Dwi, Kapten, Franky, Timi, Haga, Nahdi, Ridho, Ali, Fahmi, Tristian, Cella, Eka, Risang, Seno, Pando. FEB UGM 07-08 Jaya, Beqi, Listi (Buku MO, hehe), Pakdek, Noviar (Kuliah ut), Jaesa (Ga nyangka lo apal an-Naba), Dian, Devita, Kiky, Wisnu, Eko, Ruth, Seto, April, Anday, Dito (Vidi), Towie, Dila, Anom, Ivan, Faisal, Rahmadi (tugas msdm giliran siapa skrg), Bram, Andrea, Intan, Dani, Zia, Dewi, Geboy (eksis banget si lo), Dela (dicari tukang becak GSP lo,haha), Bodro (lebih mirip dosen lo bod), Joko, Fauzan (ntar kalo ke padang anterin muter2 ya), Nugroho, Jablek, Faldi, Kiting, Dana.

xi

Keluarga Besar FEB UGM - Para pembuka Cakrawala dunia : Bapak Edi Jun & Bapak Wayan (makasih pak udah bikin transkrip saya lebih berwarna), Bapak Teguh Budiarto, Ibu Diah Retno W (3 x saya ngambil mata kuliah yg di ampu bapak ibu), Bapak Bowo S, Bapak Agus S, Bapak Pangestu S (DPA saya), Bapak Prof. Basu Swastha, Ibu Deni P (Inspiring bu), Bapak Samsubar S, Bapak Hani H, Bapak Indriyo G, Bapak Lukas P, Bapak Sugiarto, Bapak Supriyadi, Bapak Agastya, dll. - Akademik FEB (Pa Rohmad (makasih udah mau ngerubah jadwal ujian saya yg sehari ada 3), Pa Mudakir (ngurus wisuda terasa lebih mudah)), mas-mas operator, mas-mas parkir, Satpam FEB (saya sering pake kaos dan sendal loh pak, hehe), mas-mas cleaning service. BEM FEB UGM Erina 04, Priyo 05 (makasih yo udah nularin virus enterpreneurnya), Galuh 05 (akhinya bisa mengikuti jejakmu), Rining 04, Agep 04, Syarif 05 (sang organisatoris), Bayu 05, Kiki 05, Ratih 05, Hanief 05, Sela 07 (Tetep jagain danus ya Sel), Ryan 07, Iyus 07, Prem 07, Basitha 07, Muto 08, Dian 08, Anti 07, Azmy 07(Raihlah mimpi2mu). Terima kasih untuk 2,5 tahun yang penuh kenangan. IKAMMA Indra 05, Luqman 05 (Kakak ipar,hehe), Alvian 05, Kibot 05, Pita 05. KKN Dome 09 Angga, Supran, Nindya, Fariz, Dila, Kiki, Jo, Alifah, Dina, Shinta ,Santi, Kadir, Ucup, dll serta Pa Desta dan Pa Sakiran. Seharusnya ini 6 SKS . Guru-Guru Guru SMAN 81 Jkt, Guru Inten Kalimalang, Guru SLTPN 115 Jkt, Guru SD 02 pagi Jkt, Terima kasih, tanpa kalian saya tidak akan bisa sampai tahap ini.

xii

Kos-Kosan Gg Wuni A2 (Bu Krido), Pogung Baru E 49a (Pa Karman), dan Gg Arumsari 36 (Mba Wit). Terima kasih atas kesediannya untuk membolehkan saya tinggal dan berteduh selama saya menuntut ilmu di Jogja. Lintas Fakultas & Lintas Universitas Dika UII (Makasih buku TPAI nya), Rendi Nuklir (ayo nonton j-rocks lagi), Budi Ilkom, Wa Jep Ilkom (Berkat kalian di kamar kos saya jadi ada tv kabel), Aryo Geologi, Sthira Sejarah, Jule Hukum, Jarwo Sipil, Banu FK, Nisa FK, Sasa HI, Valdi Industri, Edi Tekim, Swari,Riri,Anda PWK, Odink Hukum, Ade Geodesi, Reksa Hukum, Rian komunikasi, Surya Hukum, Cui, Fisip, Deni ilkom, Rangga Farmasi, Landhes ilkom, Anggi UPN, Yoyo UII, Om Mul Pasca UGM, Taufik KH.

Official Partner
Fotocopy Tri Edhi, Rumah makan Grompol, Ganti Namo, Burjo Maharasa. Dan juga untuk segenap pihak terkait yang namanya luput dari pengamatan, terima kasih. Buyung,

xiii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .. HALAMAN PENGESAHAN ... HALAMAN SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI .... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING HALAMAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR ... MOTTO .. UCAPAN TERIMA KASIH .. DAFTAR ISI . DAFTAR TABEL . DAFTAR LAMPIRAN ...... ABSTRAKSI ..

i ii iii iv v vi viii ix xiv xvii xviii xix

ABSTRACT xx BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang . 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian . 1.4 Manfaat Penelitian ... 1.5 Sistematika Penelitian ...... BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1 Saham ............................. 2.1 Jenis-jenis Saham ............................. 2.2 Return Saham .... 11 11 12 1 7 7 8 9

xiv

2.2 Laporan Keuangan .............. 2.2.1 Pengertian laporan keuangan... 2.2.2 Pengertian analisis rasio keuangan.. 2.2.3 Manfaat analisis rasio keuangan.. 2.3 Faktor Fundamental..... 2.3.1 Return on equity (ROE). 2.3.2 Price earning ratio (PER)...... 2.3.3 Earning per share (EPS)........ 2.3.4 Price to Book Value (PBV).... 2.4 Risiko sistematis (Beta).. 2.5 Penelitian terdahulu.... 2.6 Pengembangan Hipotesis ....... BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian ... 3.2 Data dan sumber data ... 3.3 Definisi dan pengukuran variabel .... 3.3.1 Variabel terikat ( Dependent variable). 3.3.2 Variabel Bebas (Independent variable).... 3.4 Model Analisis.... 3.5 Metode analisis Data.......... 3.5.1 Pengujian asumsi klasik... 3.5.2 Pengujian Hipotesis......

13 13 13 14 15 18 18 19 19 20 21 22

26 27 27 27 28 30 31 31 33

xv

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Statistik Deskriptif... 4.2 Uji Asumsi Klasik .. 4.2.1 Uji Normalitas ... 4.2.2 Multikolinearitas .... 4.2.3 Autokorelasi ... 4.2.4 Heteroskedastis .. 4.3 Pembuktian Hipotesis... 4.4 Uji Simultan (Uji F Statisitik).... 4.5 Uji Parsial (Uji t)... 4.5.1 Pengujian Hipotesis H 1..... 4.5.2 Pengujian Hipotesis H 2. 4.5.3 Pengujian Hipotesis H 3..... 4.5.4 Pengujian Hipotesis H 4. 4.5.5 Pengujian Hipotesis H 5. 4.5.6 Pengujian Hipotesis H 6. 4.6 Uji R (Uji Koefisien determinasi).... 4.7 Temuan Penelitian... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ................ 5.2 Keterbatasan ............... 50 51
2

37 39 39 40 41 41 42 43 44 44 44 45 45 45 46 46 47

5.3 Saran .... 51 DAFTAR PUSTAKA ........ 54

xvi

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Jumlah sampel. Tabel 4.2 Statistik Deskriptif. Tabel 4.3 Uji Normalitas. Tabel 4.4 Nilai VIF.. Tabel 4.5 Hasil perhitungan Breusch-Godfrey test.. Tabel 4.6 Hasil perhitungan Uji White... Tabel 4.7 Hasil Pengestimasian Model Regresi Linear... Tabel 4.8 Koefisien determinasi......

36 37 39 40 41 41 42 46

xvii

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Data Sampel............................................................................... Lampiran 2 Uji Autokorelasi.......... 57 60

Lampiran 3 Uji Multikolinearitas.... 60 Lampiran 4 Uji Heteroskedastis...... 61 Lampiran 5 Penyembuhan Heteroskedastis................................................... Lampiran 6 Pengestimasian model regresi linear........... 61 62

xvii i

ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR FUNDAMENTAL DAN RISIKO SISTEMATIS (BETA) TERHADAP RETURN SAHAM LQ 45 DI BURSA EFEK INDONESIA ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor

fundamental dan risiko sistematis terhadap return saham LQ 45. Penelitian ini dilakukan pada periode tahun 2003-2007. Dalam penelitan ini peneliti menguji bukti empiris antara Return On Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), Earning Per Share (EPS) dan Price book Value (PBV) serta risiko sistematis (Beta) terhadap return saham LQ 45 secara parsial dan simultan. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan dengan pengujian menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa EPS dan beta berpengaruh signifikan positif terhadap return saham. Faktor lainnya seperti ROE, PER, PBV dan Beta tidak berpengaruh terhadap return saham. Sedangkan dalam pengujian secara simultan, keseluruh varaibel mempunyai pengaruh terhadap return saham. Kata kunci : Faktor Fundamental, ROE, PER, EPS, PBV, Beta, Return Saham

xi x

ANALYSIS OF FUNDAMENTAL FACTORS AND SYSTEMIC RISK (BETA) EFFECT TO LQ 45 STOCKS RETURNS IN INDONESIA STOCK EXCHANGE ABSTRACT This study has purposes to analyze the effect of fundamental factor and systemic risk (beta) to LQ 45 stocks return in Indonesian Stock Exchange. The period of this study takes from 2003 to 2007. This study investigates the partial effect and simultaneous effect of return on equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), Earning Per Share (EPS), Price Book Value (PBV) , Systemic Risk (Beta) to LQ 45 stocks returns in Indonesia Stock Exchange. The sampling method on this study is using purposive sampling and the estimation is using multiple regressions. The result shows that EPS and Beta have a positive significant effect to the stocks returns. While other variables such as ROE, PER and PBV do not have any effect to stocks returns. The result also shows that the six variables have a simultaneous effect to stocks returns. Keyword : Fundamental Factor, ROE, PER, EPS, PBV, Beta, Stocks Returns.

xx

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Tujuan utama manajemen keuangan adalah memaksimalkan nilai pemegang saham dengan cara memaksimalkan harga saham perusahaan tersebut (Brigham dan Houston, 2004). Oleh karena itu perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi return saham karena dengan mengetahui faktor-faktor tersebut perusahaan dapat memaksimalkan harga sahamnya. Dari sisi investor, tujuan umum seorang investor dalam melakukan investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan. Investasi sendiri mempunyai pengertian komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang (Tandelilin, 2001). Dalam berinvestasi di pasar modal tentu investor ingin mendapatkan return yang semaksimal mungkin. Agar investor dapat melakukan investasi dengan tepat maka investor tersebut membutuhkan informasi yang terkait dengan investasi yang akan dilakukannya. Oleh karena itu informasi menjadi hal yang sangat penting karena ini terkait dengan pengambilan keputusan yang akan investor lakukan. Informasi tersebut dibutuhkan agar investor dapat menginvestasikan modal yang dimilikinya dengan tepat. Untuk dapat memilih investasi dengan tepat maka diperlukan suatu analisis yang cermat, teliti, dan mendukung dengan risiko yang akurat menggunakan informasi yang ada. Pemilihan teknik yang benar dalam analisis akan dapat memaksimalkan tingkat keuntungan dan mengurangi risiko investor dalam melakukan investasi karena pada dasarnya dalam berinvestasi terdapat dua hal yang harus

diperhatikan yaitu tingkat keuntungan yang diperoleh dan kemungkinan risiko yang akan dihadapi. Dalam melakukan analisis terhadap tingkat keuntungan yang ingin diperoleh terdapat dua aspek yang harus diperhatikan yaitu aspek fundamental dan aspek teknikal. Pada penelitian kali ini kita akan menitikberatkan terhadap aspek fundamental karena analisis fundamental menyatakan bahwa investor bersifat rasional dalam mengambil keputusan investasi dalam saham. Investor berusaha untuk menghubungkan antara harga saham dengan kondisi atau kinerja perusahaan ketika akan melakukan investasi. Analisis fundamental merupakan analisis yang

memperkirakan harga saham dengan melihat pada kondisi perusahaan. Dalam melakukan analisis fundamental terdapat dua hal yang perlu diperhatikan yaitu faktor internal dan faktor eksternal perusahaan (Husnan 2001:337). Untuk menganalisis faktor internal perusahaan dapat digunakan data keuangan dengan melihat rasio-rasio yang berasal dari laporan keuangan perusahaan tersebut. Menurut Hanafi (Kelola, 1997) laporan keuangan mempunyai pengaruh terhadap kegiatan perdagangan saham dan varibialitas tingkat keuntungan. Chan et al (1991), Mukherji et al (1997) dan Yakubu (2008) menyatakan terdapat hubungan antara variabel fundamental yang dalam hal ini berupa rasio-rasio keuangan yang ada dengan return dari suatu saham. Analisis fundamental juga merupakan analisis yang digunakan untuk menghitung nilai intrinsik saham dengan menggunakan data keuangan perusahaan (Jogiyanto, 2000). Dengan menggunakan aspek fundamental kita dapat mengetahui nilai intrinsik suatu saham sehingga kita dapat mengetahui prospek dari suatu saham dan menganalisis tingkat keuntungan yang mungkin dapat kita peroleh. Dengan mengetahui nilai intrinsiknya maka kita dapat mengetahui saham manakah yang harga

pasarnya lebih rendah dari nilai intrinsiknya (undervalued) sehingga layak untuk dibeli dan saham mana yang harga pasarnya lebih tinggi dari nilai intrinsiknya (overvalued), sehingga tepat untuk dijual (Tandelilin, 2001). Aspek fundamental merupakan faktor yang diidentifikasi dapat mempengaruhi harga saham yang dapat mencerminkan kondisi perusahaan emiten dengan menggunakan data dari laporan keuangan perusahaan untuk menghitung nilai intrinsik saham, oleh karena itu laporan keuangan merupakan informasi yang sangat penting. Investor perlu memiliki sejumlah informasi yang kuat sebelum melakukan transaksi di pasar modal agar dapat mengambil keputusan tentang saham perusahaan yang layak dipilih. Analisis fundamental ini sangat berhubungan dengan kondisi perusahaan dengan data yang dipakai adalah data historis yaitu risiko yang telah lewat. Alat yang dipakai untuk melakukan analisis adalah rasio keuangan yang pada dasarnya melihat hubungan antara pos dalam laporan keuangan perusahaan yang mencerminkan keadaan keuangan serta operasional perusahaan. Analisis fundamental menitik beratkan pada data-data kunci dalam laporan keuangan perusahaan untuk memperhitungkan apakah harga saham sudah di apresiasi secara akurat sehingga dengan demikian kita dapat menganalisis return yang dapat kita peroleh dengan mengetahui prospek dari saham tersebut. Dalam hal berkaitan dengan return yang seorang investor harapkan maka dapat dikaitkan dengan kinerja keuangan perusahaan tersebut dengan melihat dari net income perusahaan tersebut. Husnan (2001:317) mengemukakan bahwa jika kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba meningkat, maka harga saham akan meningkat. Dengan meningkatnya harga saham perusahaan, maka return saham yang akan diperoleh investor juga akan semakin tinggi. Perusahaan yang menghasilkan

tingkat net income yang tinggi menjadi menarik bagi seorang investor untuk menanamkan investasinya pada saham perusahaan tersebut. Hal ini dikarenakan saham dari perusahaan tersebut mempunyai prospek yang bagus karena dengan net income yang tinggi maka akan tinggi pula kemungkinan dividen yang akan dibagikan atau perusahaan tersebut mempunyai prospek yang bagus karena dapat melakukan ekspansi dari net income yang dihasilkan sehingga saham perusahaan tersebut mempunyai prospek yang bagus pula. Saham dengan prospek yang bagus cenderung mempunyai tingkat return yang tinggi. Dalam hal ini faktor-faktor fundamental yang dapat dianalisis berkaitan dengan return saham yang dillihat dari rasio keuangan yang memperhatikan tingkat laba perusahaan tersebut adalah Return on equity (ROE), Price earning ratio (PER), Earning per share (EPS), dan Price to Book Value (PBV). Selain faktor internal dari perusahaan tersebut, terdapat faktor eksternal yang perlu diperhatikan oleh investor yang dalam hal ini berkaitan dengan risiko pasar yang ada. Konsep risiko tidak terlepas kaitannya dengan return, karena menurut Markowitz (1959), investor selalu mengharapkan tingkat return yang sesuai atas setiap risiko investasi yang dihadapinya. Terdapat teori yang sudah sering kita dengar mengenai risiko berkatian dengan pernyataan diatas yaitu High risk, High return. Dalam hal ini tingkat investasi yang mempunyai risiko yang tinggi akan menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi pula. Risiko yang ada pada pasar saham disebut juga dengan risiko sitematis. Risiko pasar tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti inflasi, pajak, dan tingkat suku bunga (Brigham dan Houston, 2004). Menurut Hanafi (2004:231), risiko sistematis adalah risiko yang tidak bisa dihilangkan melalui diversifikasi. Untuk mengukur tingkat risiko digunakan beta yang menjelaskan expected return saham yang

diharapkan. Pengertian beta menurut Jones (2004:178) adalah ukuran volatilitas atau risiko sistematis relatif. Beta merupakan tingkat pengukur yang tepat dari indeks pasar karena risiko suatu sekuritas yang di diversikasikan dengan baik, tergantung pada kepekaan masing-masing saham terhadap perubahan pasar yaitu beta saham tersebut. Bagi seorang investor yang konservatif maka faktor risiko akan menjadi hal yang sangat penting. Investor tersebut akan cenderung untuk menghindari atau meminamilisir tingkat risiko yang ada sehingga faktor risiko akan sangat diperhatikannya dalam hal ini. Bagi investor yang menginginkan return yang besar maka investor tersebut cenderung untuk berani mengambil risiko yang ada. Dari dua faktor yang mempengaruhi tingkat return tersebut, maka bisa ditarik suatu benang merah bahwa return dan risiko yang akan dihadapi oleh investor dapat dilihat dari dua sisi yaitu faktor internal dan eksternal. Untuk memperkirakan tingkat pengembalian dengan melihat dari dalam atau internal perusahaan maka investor bisa menganalisis faktor fundamental perusahaan tersebut yang berasal dari sumber sumber laporan keuangan yang ada di perusahaan tersebut (Mukherji et al, 1997). Kinerja perusahaan akan bisa terlihat dengan menggunakan rasiorasio keuangan yang ada. Apabila setelah dilakukan analisis keuangan ditemukan ada indikator kinerja perusahaan mengalami penurunan, investor bisa memindahkan investasinya pada perusahaan yang memiliki kinerja yang bagus. Untuk menganalisisnya hal ini semua terkandung dalam aspek fundamental perusahaan tersebut. Sedangkan untuk menganalisis tingkat pengembalian suatu saham dengan melihat risiko yang berasal dari luar atau eskternal perusahaan maka hal yang bisa dilakukan adalah dengan melihat risiko sistematisnya dengan melihat beta perusahaan Beta mempunyai hubungan yang positif terhadap return saham (Fama dan MacBeth,

1973). Risiko sistematis adalah risiko yang tidak bisa dihilangkan oleh perusahaan tersebut atau disebut juga dengan risiko pasar. Risiko ini berkaitan dengan kondisi yang terjadi dipasar secara umum, misalnya perubahan dalam perekonomian secara makro, risiko tingkat bunga, risiko politik, risiko inflasi, risiko nilai tukar dan risiko pasar. Risiko ini mempengaruhi semua perusahaan dan karenanya tidak bisa dihilangkan dengan diversifikasi. Faktor eksternal tidak bisa diubah sendiri oleh perusahaan tersebut karena faktor tersebut sifatnya berasal dari luar sehingga digunakan risiko sistematis untuk mengukur risiko tersebut. Kedua faktor analisis tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para investor dalam menilai posisi perusahaan dimana mereka menanamkan modalnya. Investor dapat memprediksikan tentang prospek saham dan risiko yang dimilikinya dan dapat menjual, membeli atau mempertahankan saham yang dimilikinya dengan melihat pada faktor-faktor tersebut. Untuk pemilihan sampel populasi dalam penelitian ini sendiri dipilih perusahaan yang termasuk dalam LQ 45. Hal ini dikarenakan LQ 45 terdiri dari emiten-emiten yang paling likuid sehingga dianggap dapat merepresentasikan populasi dari sampel yang ada. Perusahaan LQ 45 juga merupakan emiten-emiten yang paling aktif diperdagangkan sehingga diharapkan dengan menggunakan sampel dari emiten-emiten tersebut dapat diukur tingkat return saham-saham tersebut karena saham tersebut mempunyai tingkat fluktuasi harga yang tinggi karena aktif diperdagangkan. Selain itu saham-saham yang termasuk dalam indeks LQ 45

merupakan saham-saham yang mempunyai kinerja dan prospek yang bagus untuk kedepannya sehingga sangat cocok untuk dianalisis dengan melihat pada aspek fundamentalnya karena pada aspek fundamental menganalisis dengan melihat pada kinerja dan prospek perusahaan ke depan.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini akan dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut :

1. Apakah Return on equity (ROE) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham LQ 45? 2. Apakah Price earning ratio (PER) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham LQ 45? 3. Apakah Earning per share (EPS) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham LQ 45? 4. Apakah Price to Book Value (PBV) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham LQ 45? 5. Apakah Beta (Risiko Sistematis) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham LQ 45? 6. Apakah faktor fundamental seperti Return on equity (ROE), Earning per share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Price to Book Value (PBV), Risiko sistematis (Beta) secara bersama-sama berpengaruh terhadap return saham LQ 45?

1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh seperti Return on equity (ROE), Earning per share (EPS), Price earning ratio (PER),

Price to Book Value (PBV) dan Risiko sitematis (Beta) terhadap return saham LQ 45 baik secara parsial atau secara bersama-sama.

1.4 Manfaaat Penelitian Dengan adanya latar belakang yang telah diuraikan, permasalahan serta tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, manfaat yang dapat diambil adalah sebagai berikut: 1. Bagi Investor, dengan melakukan penelitian tentang pengaruh beberapa faktor fundamental dan risiko sistematis terhadap return saham maka manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah hasil analisisnya diharapkan dapat digunakan sebagai masukan bagi investor dan para pelaku pasar modal dalam melakukan penilaian terhadap suatu saham berkaitan dengan pengambilan keputusan untuk melakukan penempatan modal dan investasi pada perusahaan baik itu membeli, menahan,atau menjual suatu saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. 2. Bagi manajer keuangan, penelitian ini dapat menambah wawasan tentang manajemen keuangan khususnya bagi perusahaan, bahwa investor akan melihat segala macam informasi yang ada dan dapat digali untuk menetapkan keputusan dalam melakukan investasi. Untuk itu manajer keuangan dapat menentukan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi pemegang saham dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi return saham tersebut karena tujuan utama dari manajemen keuangan adalah

memaksimalkan nilai pemegang saham.

3. Bagi para akademisi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan literatur yang membantu menambah wawasan tentang analisis saham. 4. Bagi Peneliti, Penelitian ini memberikan pengetahuan dan pengalaman tambahan dalam menekuni dan mempraktikan teori keuangan dan investasi terutama tentang pasar modal.

1.5 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dalam skripsi ini akan dibagi menjadi lima bab. Adapun untuk setiap bab dalam penelitian ini akan dijelaskan secara garis besar sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang latar belakang dilakukan penelitian ini, batasan penelitian,perumusan masalah yang terjadi, dan tujuan penelitian, serta manfaat penelitian bagikalangan praktisi dan akademisi. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini menguraikan tentang tinjauan pustaka atau kajian teori yang terkait dengan penelitian, landasan teori dilakukannya penelitian ini, penelitianpenelitian yang serupa yang dilakukan terdahulu, dan pengembangan hipotesis penelitian. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini akan menjelaskan tentang sampel yang digunakan di dalam penelitian, jenis data, pembentukan dan metode analisis data yang digunakanuntuk membuktikan hipotesis yang dikembangkan dalam Bab II.

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN Pada bab ini diuraikan hasil penelitian penulis, analisis dan pembahasan tentang pertanyaan penelitian dengan kerangka berpikir penelitian dan data-data yang diperoleh melalui metode yang dijelaskan pada Bab II dan Bab III. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini akan menguraikan kesimpulan yang ditarik penulis akan penelitian ini beserta saran-saran penulis tentang penelitian yang akan dilakukan selanjutnya.

1 0

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Saham Saham adalah bukti penyertaan modal pada sebuah perusahaan.Menurut E. Koetin (1994:22) saham adalah hak atas sebagian dari suatu perusahaan yang dapat diartikan sebagai suatu bukti/partisipasi modal dalam suatu perusahaan. Pemilik suatu saham mempunyai hak dalam kepemilikan perusahaan tersebut sebesar persentase kepemilikan sahamnya. 2.1.1 Jenis Saham Menurut Jogiyanto (2000:67) saham dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yaitu: a. Saham biasa Saham biasa adalah saham yang pelunasan dilakukan dalam urutan terakhir dalam hal perusahaan yang dilikuidasi, sehingga mempunyai risiko yang paling besar. Pemilik saham biasa memilki hak dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), dan mempunyai suara dalam menentukan jalannya perusahaan. b. Saham Preferen Saham Preferen adalah penanaman modal atau kepemilikan pada suatu perusahaan pada tingkat terbatas. Dalam pembagian dividen, saham preferen mendapatkan prioritas dalam pembayaran dividen baru kemudian sisa dividen dibagikan kepada pemilik saham biasa.

1 1

c. Saham Treasurry Saham Treasurry merupakan saham milik perusahaan yang sudah pernahdikeluarkan dan beredar yang kemudian dibeli kembali oleh perusahaanuntuk disimpan sebagai treasurry yang nantinya dapat dijual kembali.

2.1.2 Return saham Return merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor bernvestasi dan juga merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung risiko atas investasi yang dilakukannya. Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi (Jogiyanto,2000:109). Sumber-sumber return investasi tediri dari dua komponen utama, yaitu yield capital dan capital gain (loss). Yield merupakan komponen return yang mencerminkan aliran kas atau pendapatan yang diperoleh secara periodik dari suatu investasi. Menurut Jogiyanto (2000), return saham terbagi menjadi dua yaitu realisasi return (realized return ) dan ekspetasi return (expected return). Realisasi return merupakan return yang telah terjadi yang dihitung berdasarkan data historis.

Sedangkan ekspetasi return adalah return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa yang akan datang. Selisih dari kedua return tersebut disebut abnormal return . Abnormal return dapat digunakan untuk mengamati penyimpangan yang terjadi. Penyimpangan ini menunjukkan risiko yang terjadi. Return dapat digunakan untuk menganalisis investasi berkatian dengan perilaku harga saham berdasarkan harga saat ini. Menurut Ang (1997:20.2), komponen suatu return terdiri dari dua jenis yaitu Current Income dan Capital Gain. Current Income (keuntungan lancar) adalah

1 2

keuntungan yang diperolehmelalui pembayaran yang bersifat pembayaran yang bersifat periodikseperti pembayaran bunga deposito, bunga obligasi, dividen dan sebagainya. Capital gain yaitu keuntungan yang diterima karena adanya selisihantara harga jual dan harga beli suatu instrumen investasi, yang berarti bahwa instrumen investasi harus diperdagangakan di pasar. Besarnya capital gain dilakukan dengan analisis return historis yang terjadi pada periode sebelumnya, sehingga dapat ditentukan besarnya tingkat pengembalian yang diinginkan.

2.2 Laporan Keuangan 2.2.1 Pengertian laporan keuangan Menurut Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) (2002) disebutkan bahwa laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Disamping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya informasi keuangan segmen industri dan geografis, serta pengaruh pengungkapan perubahan harga. Dalam menganilisis kinerja suatu perusahaan dengan menggunakan laporan keuangan, maka laporan keuangan yang ada meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan laba ditahan. 2.2.2 Pengertian analisis rasio keuangan Menurut Sartono (1996) yang dimaksud dengan analisis rasio keuangan adalah dasar untuk menilai dan mengarahkan prestasi operasi perusahaan. Disamping itu,

1 3

analisis rasio keuangan juga dapat dipergunakan sebagai kerangka kerja perencanaan keuangan. Menurut Riyanto (1992) penganalisis finansial dalam mengadakan analisis rasio keuangan pada dasarnya dapat melakukan dua macam cara perbandingan yaitu : 1. Present ratio dengan rasio-rasio semacam di waktu lalu (rasio historis) dari perusahaan yang sama. 2. Pembanding antara rasio-rasio suatu perusahaan dengan rasiorasio semacam dari perusahaan-perusahaan atau industri lain yang sejenis (rasio rata-rata atau rasio industri). 2.2.3 Manfaat analisis rasio keuangan Menurut Sartono (1996), rasio keuangan memiliki manfaat atau keunggulan yaitu analisis keuangan, yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kekuatan dan kelemahan dibidang finansial, akan sangat membantu dalam menilai manajemen di masa lalu dan prospek di masa mendatang. Dengan analisis keuangan ini dapat diketahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki suatu business enterprise. Rasio tersebut dapat memberikan indikasi apakah perusahaan memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban finansialnya, besarnya piutang yang cukup rasional, efesiensi manajemen persediaan, perncanana pengeluaran investasi yang baik, dan struktur modal yang sehat sehingga tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat tercapai. Faktor-faktor fundamental adalah data akuntansi berupa rasio-rasio yang dapat membantu investor untuk memprediksi risiko suatu saham. Penggunaan data

akuntansi juga dapat menghasilkan peningkatan kualitas pengambilan keputusan pada setiap lini dari pembuat keputusan individu.

1 4

Hasil penelitian Suad Husnan, Mamduh M. Hanafi dan Ari Wibowo (Kelola,1997) menunjukkan bahwa pengumuman laporan keuangan perusahaan emiten juga mempunyai pengaruh terhadap kegiatan perdagangan saham dan variabilitas tingkat keuntungan. Dari hasil penelitian tersebut bisa disimpulkan sebagai berikut: 1. Laporan keuangan yang diumumkan tampaknya dipergunakan oleh investor dalam kegiatan bursa, ini terlihat dari relatif tingginya perdagangan di hari pengumuman dibanding dengan kegiatan diluar hari pengumuman tersebut. 2. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara perdagangan pada saat sebelum dan sesudah pengumuman laporan keuangan. 3. Laporan keuangan bulan Desember mempunyai dampak yang lebih besar dibanding bulan Maret. Dari hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa peranan laporan keuangan sudah sangat penting, dan investor sudah sangat sadar untuk memperhatikan faktor fundamental perusahaan. Hasil penelitian ini juga didukung dengan hasil penelitian lainnya oleh Hanafi (Kelola, 1997) yang tetap menyatakan bahwa pengumuman informasi laporan keuangan menunjukkan dampak yang besar terhadap aktivitas perdagangan saham di pasar modal Indonesia.

2.3 Faktor Fundamental Pendekatan ini didasarkan pada suatu anggapan bahwa saham memiliki nilai intrinsik yang diestimasikan oleh para analis atau investor. Nilai intrinsik merupakan suatu fungsi yang dikombinasikan untuk menghasilkan suatu return yang diharapkan

1 5

dan risiko yang melekat pada saham tersebut. Hasil estimasi nilai intrinsik kemudian dibanding dengan harga pasar sekarang (current market price) sehingga dapat diketahui saham tersebut overvalued atau undervalued (Tandelilin, 2001). Analisis fundamental (fundamental analysis) merupakan analisis mengenai ekonomi, industri, dan perusahaan yang menentukan nilai saham perusahaan. Analisis fundamental memfokuskan pada statistik laporan keuangan perusahaan untuk menentukan harga saham dinilai secara tepat. Sebenarnya, dalam menganalisis nilai suatu saham akan lengkap jika menggunakan analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis fundamental digunakan sebagai penunjuk arah atau barometer jangka panjang (long-term point of view). Analisis fundamental melihat

perkembangan rasio keuangan dan kebijakan keuangan perusahaan dalam melakukan investasi dan pendanaan. Selain itu, perkembangan kinerja dan kebijakan dividen dapat melengkapi analisis fundamental. Analisis fundamental digunakan untuk mengevaluasi proyek masa mendatang, pertumbuhan dan kemampulabaan perusahaan dengan perekonomian secara makro, ekonomi nasional, perkembangan industri perusahaan dan kondisi perusahaan itu sendiri. Analisis yang menggunakan teknik analisis fundamental mengemukakan bahwa harga saham menggambarkan nilai intrinsik (intrinsic value) dari saham itu sendiri. Nilai intrinsik yang dimaksud adalah cara penentuan nilai saham berdasarkan kemampuan masa depan suatu perusahaan. Analisis fundamental ini memperkirakan harga saham dimasa yang akan datang dengan cara : a. Mengestimasi nilai faktorfaktor fundamental yang mempengaruhi saham di masa yang akan datang.

1 6

b. Menerapkan hubungan variabel-variabel tersebut sehingga diperoleh taksiran harga saham. Keunggulan menggunakan analisis fundamental dalam memperkitakan return saham, antara lain: a. Analisis fundamental amat berguna dalam menentukan arah jangka panjang. b. Analisis fundamental lebih mencerminkan keadaan yang sebenarnya. c. Analisis fundamental bisa menjelaskan lebih tepat mengenai kenapa harga naik turun. d. Analisis fundamental mampu memberikan dasar yang logis dalam pengambilan keputusan investasi. Selain mempunyai keunggulan, analisis fundamental mempunyai kelemahan antara lain: a. Memakan banyak waktu. b. Sulit berfungsi pada pasar modal tidak efisien karena asumsi dasarnya adalah pasar efisien. c. Asumsi pasar efisien sulit diterapkan karena informasi dapat sempurna berdasarkan atas kualitas dan waktu, tetapi tidak mungkin sama dalam persepsi. Fully efficient tidak mungkin terjadi, hanya economically efficient (weak form, semi strong form, dan strong form). d. Tidak dapat menggambarkan psikologi pasar dan investor saat itu. e. Tidak fleksibel untuk menentukan periode waktu yang diinginkan.

1 7

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap return saham, dengan hanya membatasi variabel-variabel penelitian sebagai berikut: 2.3.1 Return on equity (ROE) Return on equity (ROE) mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan modal tertentu. Rasio ini merupakan ukuran profitabiltas dilihat dari sudut pandang pemegang saham (Hanafi 2004:42). ROE menggambarkan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tersedia bagi pemegang

saham (earning available for common sthareholders) agar bisa terlihat seberapa besar kemampuan modal sendiri dalam menghasilkan laba, maka diperlukan perhitungan laba bersih yang sudah dikurangi dengan biaya bunga dari modal asing (cost of debt) dan pajak perseroan (income tax). Dari sudut pandang investor ROE merupakan sudut pandang penting untuk menilai prospek perusahaan di masa yang akan datang. Dengan mengetahui tingkat ROE, investor dapat menilai prospek perusahaan di masa mendatang. Dengan mengetahui tingkat ROE, pula investor dapat melihat sejauh mana pertumbuhan profitabilitas perusahaan. Indikator ROE sangat penting untuk diperhatikan untuk mengetahui sejuh mana investasi yang akan dilakukan investor di suatu perusahaan mampu memberikan return yang sesuai dengan tingkat yang diharapkan investor, ROE akan berubah menjadi EAT atau equity mengalami perubahan. 2.3.2 Price earning ratio (PER) Menurut Brigham dan Houston (2004), Price earning ratio (PER) adalah rasio dari harga per saham dengan laba per saham. PER menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar per mata uang yang dilaporkan. Sedangkan menurut

1 8

Tandelilin (2001), PER menunjukkan besarnya harga setiap per satu mata uang earningdari perusahaan. Lebih lanjut Tandelilin (2001) juga menjelaskan bahwa PER juga merupakan ukuran harga relatif dari sebuah saham perusahaan. 2.3.3 Earning per share (EPS) Informasi earning per share suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan bagi semua pemegang saham perusahaan. Besarnya EPS suatu perusahaan bisa diketahui dengan dari informasi laporan keuangan perusahaan. Meskipun tidak semua perusahaan mencantumkan besarnya EPS perusahaan bersangkutan dalam laporan keuangannya, besarnya EPS dapat dihitung berdasarkan laporan neraca dan laporan rugi laba perusahaan. Jika EPS suatu perusahaan meningkat maka permintaanatas saham

perusahaan semakin banyak dari para calon investor sehingga harga saham perusahaan tersebut di pasar modal cenderung meningkat. Husnan (2001:317) menyatakan bahwa jika kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba meningkat, maka harga saham akan meningkat. Dengan meningkatnya harga saham

perusahaan,maka return saham yang akan diperoleh investor juga akan semakintinggi. Jika nilai EPS naik maka harga saham mengalami kenaikan, return sahamnya juga mengalami kenaikan. 3.3.4 Price to Book Value (PBV) Investor dalam melakukan investasi pada sekuritas akan melakukan penilaian terhadap perusahaan dengan mungukur kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai terhadap shareholders dan calon pemegang saham. Penilaian dilakukan melalui rasio penilaian yang memberikan informasi seberapa besar investor atau calon investor menilai atau mempercayai perusahaan, sehingga mereka berkeinginan membeli saham lebih tinggi dari nilai buku saham tersebut. Penilaian tersebut 1 9

dilakukan dengan perhitungan PBV (price to book value) yaitu rasio antara harga pasar saham terhadap nilai buku saham tersebut pada periode tertentu. Menurut Clarke, Wilson, dan Daines (1990) menyatakan bahwa Price to book value adalah pengukuran kinerja secara umum. Konsep ini dapat diterima secara umum jika perusahaan mampu menginvestasikan untuk mendapatkan return yang

lebih besar dari return yang diinginkan maka nilai PBV melebihi satu dan nilai tersebut diciptakan untuk shareholders. Dibagian lain jika earning-nya lebih sedikit dari yang diinginkan nilai PBV dibawah satu Price to Book Value ini juga menunjukkan seberapa besar kepercayaan pasar dan para pemegang saham terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi nilai indeks menunjukkan semakin tinggi kepercayaan pasar dan pemegang saham terhadap prospek perusahaan dimasa yang akan datang. 2.4 Risiko sistematis (Beta) Beta merupakan pengukur risiko sistematik (systematic risk) dari suatu portofolio relatif terhadap risiko pasar.Beta suatu sekuritas dapat dihitung dengan teknik estimasi yang menggunakan data historis. Beta historis dapat dihitung dengan menggunakan data historis berupa data pasar (return sekuritas dan return pasar), data akuntansi(laba perusahaan dan laba indeks pasar) atau laba fundamental (menggunakan variabel-variabel fundamental). Menurut CAPM, hanya beta yang berpengaruh terhadap return . Saham dengan beta lebih besar satu disebut saham agresif, karena return saham tersebut meningkat atau menurun lebih besar dibandingkan return pasar. Sedangkan saham dengan beta lebih kecil dari satu disebut saham defensif, karena return saham tersebut meningkat atau menurun dengan derajat lebih kecil dibandingkan dengan return pasar (Mamduh, 2004). 2 0

2.5 Penelitian terdahulu Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk melihat hubungan aspek fundamental dan risiko sistematis terhadap return saham. Basu (1977) meneliti hubungan empiris antara Price earning ratio (PER) dan return saham pada industrial firms yang terdaftar di New York Stock Exchange (NYSE) periode 1956-1971. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata portofolio dengan PER rendah memeperoleh return yang lebih tinggi dibanding portofolio dengan PER tinggi. Chan, Hamao, dan Lakonishok (1991) meneliti hubungan earningyield (E/P), ukuran perusahaan, book to market ratio (B/M), dan cash flow yield (C/P) terhadap return saham pada sahamsaham yang terdaftar di Tokyo Stock Exchange (TSE) selama periode Januari 1971 sampai dengan Desember 1988. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E/P berpengaruh negatif dengan return saham. Saham dengan E/P rendah (PER tinggi) memperoleh return saham yang lebih tinggi dibanding dengan E/P tinggi (PER rendah). Mukherji, Dhatt, dan Kim (1997) meneliti hubungan antar return saham dengan beberapa variabel fundamental di Korea Selatan selama periode 1982-1993. Hasil penelitian menunjukkan bahwa return saham berhubungan postif dengan B/M, S/P, dan DER, berhubungan negatif signifikan dengan ukuran perusahaan, dan tidak secara signifikan berhubungan dengan E/P dan Beta. Ayodgan dan Kursoy (2000) meneliti beberapa variabel seperti PER dan PBV untuk memprediksi return saham pada bursa saham di beberapa negara berkembang pada tahun 1986-1999. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa PER dan PBV mempunyai pengaruh dan berhubungan negatif terhadap return saham. Rahmani, Sheri dan Tajvidi (2006) meneliti kemampuan beberapa variabel fundamental dan beta dalam memprediksi return saham pada perusahaan manufaktur

2 1

yang terdaftar di Teheran Stock Exchange (TSE) selama periode 1997-2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beta, ukuran perusahaan, dan S/P berpengaruh signifikan terhadap return saham. Yakubu (2008) meneliti ubungan empiris antara return saham dengan variabel fundamental pada 74 perusahaan Saudi yang terdaftar pada Tadawul All Share Index (TASI) selama periode 1990-2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa return saham berhubungan positif dengan DER dan E/P, dan berhubungan negatif dengan beta, B/M, S/P, dan ukuran perusahaan. 2.6 Pengembangan Hipotesis ROE memperlihatkan rasio sejauh manakah perusahaan mengelola modal sendiri secara efektif, mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang telah dilakukan pemilik modal sendiri atau pemegang saham perusahaan. Rasio ini menunjukkan tingkat profitabilitas perusahaan tersebut (Brigham dan Houston, 2004). Rasio ini membuat manajemen dapat melihat secara fokus besarnya laba bersih yang dapat dihasilkan dari jumlah modal yang ditanam oleh para pemegang saham. Dari perspektif pemegang saham, rasio ini menunjukkan kesuksesan manajemen dalam memaksimalkan tingkat pengembalian kepada pemegang saham. Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik karena memberikan tingkat pengembalian yang lebih besar pada pemegang saham. Apabila suatu perusahaan memiliki tingkat ROE yang rendah maka minat investor terhadap saham menjadi rendah pula. Menurut Nguyen (2003) dalam penelitiannya di pasar modal jepang menyatakan bahwa perubahan pada ROE merupakan rasio yang signifikan untuk menentukan return pasar.

2 2

Berdasarkan pada uraian dan pembahasan di atas, maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H1 : ROE mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap return saham LQ 45 Beberapa investor meyakini bahwa saham-saham yang memiliki PER yang rendah, dibanding rata-rata, akan menghasilkan PER yang tinggi pada periode masa mendatang. Basu (1977) melakukan penelitian dengan merangking saham-saham berdasarkan PER mereka dan hasil dari penelitian tersebut, Basu mengidentifikasikan bahwa saham-saham yang memiliki PER rendah akan memperoleh return saham yang lebih tinggi dibanding portofolio dengan PER tinggi. Shen (2000) mengungkapkan bahwa saham yang mempunyai PER yang rendah juga akan

menghasilkan return yang tinggi di masa yang akan datang. Berdasarkan pada uraian dan pembahasan di atas, maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H 2 : PER mempunyai pengaruh signifikan negatif terhadap return saham LQ 45 Jones (2004) mengatakan bahwa di dalam perdagangan saham earning per share (EPS) mempunyai pengaruh terhadap tingkat pertumbuhan pada harga saham. Semakin tinggi earning per share (EPS) semakin mahal suatu saham, dan sebaliknya, karena earning per share (EPS) merupakan salah satu rasio keuangan untuk menilai kinerja perusahaan, maka earning per share (EPS) mempunyai hubungan positif dengan return pasar saham. Basu (1997) dan Rahmani et al (2008) dalam

penelitiannya juga menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif antara EPS dan return saham.

2 3

Berdasarkan pada uraian dan pembahasan di atas, maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H 3 : EPS mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap return saham LQ 45 Chan, Hamao, Lakonishok (1991) melakukan penelitian dengan memakai book value dan market value dalam menghubungkan cross sectional return pada perusahaan manufaktur dan perusahaan non manufaktur di Jepang pada kurun waktu 1971-1988 dengan hasil penemuan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara return dan rasio Price book value (PBV), jadi saham yang memiliki rasio PBV yang rendah akan menghasilkan return yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan saham yang memiliki rasio PBV yang tinggi. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Fama dan French (1992) yang menemukan adanya hubungan pada

negatif antara size dan PBV (price to book value ratio) dengan return

saham-saham NYSE, AMEX dan NASDAQ. Aydogan dan Kursoy (2000) menemukan terdapat hubungan yang negatif antara PBV denga return saham pada bursa saham di negara berkembang. Berdasarkan pada uraian dan pembahasan di atas, maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H 4 : PBV mempunyai pengaruh signifikan negatif terhadap return saham LQ 45 Beta merupakan pengukur suatu saham. Beta merupakan suatu pengukuran volitilitas return suatu sekuritas atau return Hubungan antar risiko dan return portofolio terhadap return pasar.

yang diharapkan merupakan hubungan yang

bersifat searah dan linear. Menurut Tandelilin (2001) semakin besar risiko suatu asset, semakin besar retrurn yang diharapkan dari asset tersebut. Black, Jensen, dan Scholes

2 4

(1972) melakukan pengujian CAPM melalui pengujian time-series dan cross-section. Mereka menemukan bahwa terdapat hubungan signifikan positif antar beta dan return saham. Berdasarkan pada uraian dan pembahasan di atas, maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H 5 : Beta mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap return saham LQ 45 Setelah dilakukan pengujian secara parsial terhadap masing-masing variabel, peneliti juga ingin menguji apakah variabel-variabel tersebut yaitu ROE, EPS, PER, PBV, dan Beta Saham berpengaruh secarah signifikan jika di uji secara simultan atau bersama-sama. Maka untuk hipotesis ke enam dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H 6 : ROE, EPS, PER, PBV dam Beta secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap return saham LQ 45

2 5

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah semua ekuitas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2003-2007. Penelitian ini menggunakan data bulanan dari harga saham dari emiten yang diteliti dari tahun 2003 sampai tahun 2007. Metode yang digunakan dalam pemilihan objek adalah dengan menggunakan purposive sampling, yaitu dengan metode pemilihan objek dengan beberapa kriteria tertentu yang telah disyaratkan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua saham yang tergolong dalam indeks LQ 45. Dalam penelitain kali ini, kriteria sampel yang ditetapkan adalah sebagai berikut : 1. Perusahaan yang termasuk kategori perusahaan yang tergabung dalam LQ 45 pada tahun 2003-2007. 2. Perusahaan tersebut terdaftar dan aktif diperdagangkan serta konsisten terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari mulai tahun 2003 sampai dengan 2007. 3. Data harga saham (adjusted closing price) tersedia secara kontinyu selama tahun 2003-2007. 4. Perusahaan tersebut mengeluarkan laporan keuangan tahunan yang berakhir pada tanggal 31 Desember mulai tahun 2003 sampai dengan 2007.

2 6

3.2 Data dan sumber data Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder tentang laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data mengenai Return on equity, Price earning ratio, Earning per share, Price to Book Value dan Beta saham diperoleh dari prospektus lengkap yang diterbitkan oleh perusahaan di Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Periode amatan dimulai dari tahun 2003-2007. Data laporan keuangan diperoleh dari buku Indonesian Capital Market Directory (ICMD) tahun 2003-2007.

3.3 Definisi dan pengukuran variabel 3.3.1 Variabel terikat ( Dependent variable) Variabel terikat (Dependent Variable) adalah variabel utama yang menjadi sasaran penelitian. Dalam penelitian ini, variabel terikat adalah return saham. Menurut penelitian Aydogan dan Gursoy (2000) return saham sesungguhnya merupakan return yang terjadi pada waktu ke t yang merupakan selisih harga sekarang relatif terhadap harga sebelumnya atau dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

(3.1) Dimana Ri.t = return saham i pada tahun ke t Pi.t = Harga saham i pada tahun ke t Pi.t-1 = Harga saham i pada tahun ke t-1

2 7

3.3.2 Variabel Bebas (Independent variable) Variabel bebas (Independent variable) adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah : a. Return on equity (ROE) ROE merupakan indikator untuk mengukur kemampuan perusahaan

memperoleh laba atas modal sendiri. Dalam menentukan pilihannya, investor biasanya akan mempertimbangkan perusahaan yang mampu memberikan kontribusi ROE yang lebih besar. Bagi investor semakin tinggi ROE menunjukkan risiko investasi kecil. Berikut rumus untuk menghitung ROE adalah sebagai :

(3.2) b. Earning per share (EPS) EPS merupakan indikator untuk mengukur seberapa besar tiap lembar saham dapat menguntungkan bagi pemiliknya. Rumus untuk menghitung EPS suatu perusahaan adalah sebagai berikut :

(3.3) c. Price earning ratio (PER) Informasi PER mengindikasikan besarnya rupiah yang harus dibayarkan investor untuk memperoleh satu rupiah earnings perusahaan atau dengan kata lain, PER menunjukkan besarnya harga setiap rupiah earning perusahaan. Rumus PER dapat ditulis sebagai berikut :

2 8

(3.4) Keterangan: D1 / E 1 = Tingkat dividen payout ratio yang diharapkan k g = Tingkat return yang diharapkan = Tingkat pertumbuhan yang diharapkan

Dari persamaan diatas, ada tiga komponen untuk menghitung PER, yaitu: a. Dividend payout ratio (DPR) yang diharapkan yang menunjukkan besarnya dividen yang akan dibayarkan perusahaan dari total earningyang diperoleh perusahaan. b. Tingkat return yang diisyaratkan (k) yang menunjukkan tingkat return yang diisyaratkan investor atas suatu saham, sebagai

kompensasi atas risiko yang harus ditanggung investor. c. Tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan (g), yang merupakan fungsi dari besarnya ROE dan tingkat laba ditahan perusahaan. d. Price to book Value (PBV) Menurut Bringham dan Houston (2004) menyatakan bahwa PBV memberikan indikasi lain bagaimana investor melihat perusahaan tersebut. Jika perusahaan mendapatkan rate of return pada asetnya rendah maka PBV akan rendah dibandingkan dari nilai rata-rata perusahaan.berikut ini merupakan formula untuk menghitung PBV yaitu :

(3.5)

2 9

e. Risiko Sistematis (Beta) Untuk mengukur risiko sistematis suatu saham maka dapat diilhat dari beta saham tersebut. Pengertian beta menurut Jones (2000:178) adalah Beta a measure of volatility, correlative systematic risk. Dimana pengertian volatilitas adalah sebagai fluktuasi dari return suatu sekuritas dalam suatu periode tertentu. Jika fluktuasi return sekuritas secara statistik mengikuti fluktuasi return pasar, maka beta dari sekuritas tersebut bernilai satu. Adapun beta dapat dihitung dengan formula sebagai berikut:

Dimana : = beta atau risiko sistematis aset i = kovarian antara return asset I dengan return pasar varian return pasar

(3.6)

iM 2

M=

3.4 Model Analisis Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat dengan variabel bebas yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

Y= +
Dimana Y

1X1 +

2X2

3X3

4X4

5X5 +

(3.7)

= Return Saham = Konstanta

X1

= ROE

X2 X3 X4 X5

= PER = EPS = PBV = Beta Saham = Kesalahan pengganggu

1-

= koefisien regresi

3.5 Metode analisis Data Untuk mencapai tujuan penelitian, maka penulis meggunakan analisa statistik, dengan bantuan (Statistical Product and Service Solution) SPSS 17.0 for windows dan Eviews 4.0 untuk mengukur pengaruh antara variabel bebas (Independent) dengan variabel terikat (dependent) dan menguji hipotesis yang diajukan. Tahap ini bertujuan agar estimator, yaitu model regresi linier tersebut, menjadi BLUE (Best Linear Unbiased Estimator). Analisis ini digunakan untuk memenuhi asumsi klasik yaitu tidak terjadi multikolinearitas, heteroskedastis, dan autokorelasi. 3.5.1 Pengujian asumsi klasik a. Normalitas Tujuan uji normalitas adalah untuk megetahui apakah distirbusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yaitu distribusi yang mempunyai pola distribusi normal. Data dapat dikatakan terdistribusi secara normal apabila data memusat pada nilai rata-rata dan median. Untuk menguji normalitas, penelitian ini menggunakan uji Jarque-Berra. Jika dalam uji Jarque-Berra diketahui p-value > 0.05 maka residu berdistribusi normal, namun jika diketahui p-value < 0.05 maka sampel tersebut dikatakan tidak berdistribusi normal

b. Multikolinearitas Multikolinearitas terjadi apabila ditemukan adanya korelasi atau adanya korelasi atau adanya hubungan linear antara variabel bebas dalam model regresi. Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variable bebas (independent). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika variable independen saling berkorelasi, maka variable-variabel ini tidak ortogonal. Multikolinearitas dapat dilihat dari (1) nilai tolerance dan (2) Variance Inflaction Factor (VIF). Jika VIF lebih besar dari 10, maka antar variabel bebas (independent variable) terjadi persoalan multikolinearitas dan sebaliknya. c. Heteroskedastis Heteroskedastis menguji apakah sebuah kelompok mempunyai varians yang sama diantara anggota kelompok tersebut. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastis dan jika tidak disebut heteroskedastis. Model regresi yang baik adalah homoskedastis atau tidak terjadi heteroskedastis karena data cross section mengandung berbagai ukuran (kecil, sedang, dan besar). Adapun cara mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Whites test. Dalam pendeteksian heteroskedastisitas, hipotesis yang diajukan (Gujarati 2003): Ho: Tidak terjadi heteroskedastisitas Ha: Terjadi heteroskedastisitas

d. Autokorelasi Untuk menentukan apakah ada korelasi antara anggota serangkaian data observasi yang diurutkan menurut waktu (time series) atau ruang (cross section). Akibat yang ditimbulkan karena autokorelasi adalah meskipun tetap linear dan unbiased, estimator tidak lagi memiliki varian yang minimum, artinya tidak lagi best, sehingga tidak lagi BLUE (Gujarati, 2003). Untuk mendeteksi autokorelasi, penelitian ini menggunakan metode Breusch-Godfrey test. Dalam pendeteksian autokorelasi, hipotesis yang diajukan (Gujarati 2003): Ho : tidak terjadi positif autokorelasi Ha : tidak terjadi negatif autokorelasi

3.5.2 Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis akan dilakukan dengan menggunakan uji-t (t test) untuk pengujian parsial dan uji-F untuk pengujian simultan serta pengujian koefisien determinasi (R ) untuk pengujian kekuatan model. Adapun berikut ini merupakan penjelasannya : a. Uji-F Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara simultan dalam menerangkan variasi variabel dependen. Kriteria pengujian : H0 : b1 = b2 bi = 0, artinya apakah suatu variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variable dependen.
2

Ha : b1 b2 bi 0,

artinya

apakah

suatu

variabel

independen

merupakan penjelas variable dependen. Dalam penelitian ini menyatakan :

yang signifikan terhadap

Ho : ROE, EPS, PER, PBV dan Beta Saham tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan return saham secara simultan. Ha : ROE, EPS, PER, PBV, dan Beta Saham berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan return saham secara simultan. Cara melakukan uji F adalah sebagai berikut : F hitung > F tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. F hitung < F tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak. b. Uji-t Untuk menguji apakah koefisien regresi parsial berbeda secara signifikan dari nol atau apakah variabel bebas secara individual berhubungan dengan variabel terikat dapat digunakan distribusi t.Ini menjelaskan signifikansi individual varaibel independen terhadap varaibel dependen. Kriteria pengujiannya: Ho : bi = 0, artinya, tidak ada pengaruh yang signifikan secara parsial antara ROE, EPS, PER, PBV dan Beta saham terhadap return saham pada perusahaan di BEI. HA : b1 > 0, artinya, ada pengaruh signifikan secara parsial antara ROE, EPS, PER, PBV dan Beta Saham terhadap return perusahaan di BEI. Cara melakukan uji t adalah sebagai berikut : t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima t hitung < t tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak saham pada

c. Koefisien Determinasi (R ) Koefisien R digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan varaibelvaraibel independen dalam model regresi dalam menjelaskan varaisi varaibel dependen. Nilai koefisien R adalah antara nol dan satu. Nilai R yang kecil mempunyai makna kemampuan variable-variabel independen dalam menjelaskan variasi varaibel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu mempunyai arti variabel-variabel independen yang hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi varaibel dependen. Kelemahan mendasar dalam penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukan kedalam model. Setiap tambahan satu variabel trsebut berpengaruh secara signifikan terhadap varaibel dependen. Oleh karena itu banyak peneliti yang mengajurkan untuk menggunakan Adjusted R
2. 2 2 2

Karena kelemahan R tersebut, maka disarankan untuk menggunakan adjusted R . Adjusted R meningkat lebih kecil dibanding R , adjusted R dapat bernilai negatif, walaupun R tidak negatif. Dalam hal adjusted R bernilai negatif, maka nilainya dianggap nol. Oleh karena itu, lebih baik menggunakan nilai Adjusted R
2 2 2 2 2 2 2 2 2

daripada R , karena R cenderung memberikan gambaran yang terlalu optimis mengenai goodness of fit model regresi, terutama jika varaibel penjelas atau independen tidak sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah observasi (Gujarati,2003).

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Bab ini mennyajikan hasil penelitian yang meliputi statistik deskriptif, pengujian asumsi klasik, dan pengujian hasil regresi untuk menguju hipotesis alternatif yang diajukan dalam penelitian ini. Berdasarkan pada purposive sampling yang digunakan maka jumlah perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 21 perusahaan , dengan kriteria perusahaan yang masuk dalam peringkat indeks LQ 45 antara tahun 2003tahun 2007. Adapaun perinciannya dapat dilihat pada tabel 4.1. Tabel 4.1 Jumlah sampel Keterangan Perusahaan yang terdaftar pada LQ 45 periode 2003-2007 Emiten LQ 45 87

Perusahan yang terdaftar tidak secara konsisten pada LQ 45 66 selama tahun 2003-2007 Jumlah perusahaan yang digunakan Sumber: Data primer diolah, 2009 Dalam hal ini peneliti menggunakan perusahaan yang secara konsisten terdaftar pada indeks LQ 45 agar sampel tersebut diharapakan dapat 21

merepresentasikan pasar karena saham-saham tersebut aktif terus diperdagangkan dan juga mempunyai perubahan return yang cukup signifikan karena sahamnya paling liquid dan aktif diperdagangkan.

Selain aktif diperdagangkan perusahaan tersebut juga harus mempunyai laporan keuangan yang lengkap. Hal ini diperlukan berkaitan dengan keperluan data yang nanti akan digunakan dalam pengolahan data. Untuk data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai sumber, yaitu Indonesian Capital Market Directory (ICMD), Pusat Data Bisnis dan Ekonomi (PDBE) FEB UGM Yogyakarta, Yahoo! Finance, dan situs BEI (www.idx.co.id). Data yang telah dikumpulkan tersebut diolah dengan menggunakan perangkat software Microsoft Excel, SPSS ver.17. ,Eviews ver.4.0 dan GRETL.

4.1 Statistik Deskriptif Untuk memeperoleh gambaran umum sampel data dalam penelitian ini, maka dapat dilihat dari statistik deskriptif. Hasil statistik deskriptif dari sampel data penelitian ini dapat dilihat melalui jumlah data, rata-rata sampel dan standar deviasi. Penelitian ini menggunakan central limit theorem yan berati sampel yang ada lebih dari 30. Untuk persebaran datanya sendiri dapat dilihat pada tabel 4.2 yaitu : Tabel 4.2 Statistik Deskriptif Variabel Return ROE PER EPS PBV BETA N
105 105 105 105 105 105

Min
-0.95221 -24.76000 -8.260000 -442.0000 0.0600000 -0.76402

Max
8.496599 84.600 270.6100 3546.000 21.26000 1.374000

Mean
0.711354 20.88095 19.57381 405.1864 3.181238 0.271168

Std Deviasi
1.312545 19.13653 29.74248 652.8071 3.534265 0.478612

Sumber: Data primer diolah, 2009

Dari analisis statistik deskriptif diatas menunjukkan bahwa selama periode tahun 2003 sampai dengan tahun 2007 diperoleh gambaran nilai minimum dan nilai maksimum yang akan diuji, nilai rata-rata dari masing-masing variabel, serta standar deviasi masing-masing variabel. Dalam tabel tersebut menunjukkan bahwa dari 105 sampel yang diteliti, nilai paling rendah dari Return adalah -0,95 sedangkan data yang tertinggi adalah 8,49. Rata-rata dari variabel dari Return selama penelitian adalah 0,711 dan besarnya standar deviasi adalah 1,31. Dalam tabel tersebut menunjukkan bahwa dari 105 sampel yang diteliti, nilai paling rendah dari Return on equity (ROE) adalah -24,76 sedangkan data yang tertinggi adalah 84,6. Rata-rata dari variabel dari ROE selama penelitian adalah 20,88 dan besarnya standar deviasi adalah 19,13. Pada variabel Price earning ratio (PER) dapat diketahui mempunyai nilai paling rendah sebesar -8,26 dan nilai paling tinggi sebesar 270,61. Untuk nilai ratarata dari PER ini sendiri mempunyai nilai 19,57 dan mempunyai standa deviasi sebesar 29,74. Pada variabel Earning per share (EPS) mempunyai nilai paling rendah sebesar -442 dan mempunyai nilai paling tinggi sebesar 3.546. EPS juga mempunai nilai ratarata sebesar 405,18 dan standar deviasi sebesar 652,80. Pada variabel Price book value (PBV) terlihat bahwa nilai paling rendah dari PBV adalah 0,06 dan nilai paling tingginya adalah 21,26. Nilai rata-rata dari PBV sendiri adalah 3,18 dan standar deviasinya adalah 3,53. Pada variabel Beta terlihat nilai paling rendahnya adalah -0,76 dan niai paling tingginya adalah 1,37. Untuk rata-rata dai beta sendiri adalah 0,27 sedangkan standar deviasinya adalah 0,47.

4.2 Uji Asumsi Klasik Pada uji asumsi klasik maka hipotesis diuji dengan menggunakan model regresi linear . Estimator akan BLUE (Best Linear Unbiased Estimator) apabila memenuhi asumsi klasik dan tidak melanggar asumsi klasik, baik itu

multikolinearitas, autokorelasi, maupun heteroskedastisitasitas. 4.2.1 Uji Normalitas Tabel 4.3 Uji Normalitas Mean Jarque-Bera probability 3.17E -16 162.1181 0.000000

Sumber: Data primer diolah, 2009

Pada hipotesis tersebut jika melihat dari hasil uji Jarque Bera yang ada memiliki data yang tidak berdistribusi normal, akan tetapi dengan jumlah sample size yang besar maka uji normalitas dapat diabaikan. Menurut Manurung dan Sulardi (2002), data yang ada di Bursa Efek Jakarta secara umum mencerminkan data yang tidak memiliki distribusi normal. Gujarati (2003) mengatakan bahwa data dengan jumlah observasi yang besar dapat melongarkan asumsi normalitas. Hal lain yang dapat dilihat adalah dengan melihat mean yang ada pada tabel tersebut juga dapat disimpulkan bahwa data tersebut telah memenuhi salah satu syarat asumsi kenormalan yaitu telah didistrbusikan secara normal karena E (ui) = 0 (Gujarati, 2003:66). Pada uji asumsi normalitas ini mempunyai mean 3.17E -16 yang dapat dibulatkan menjadi nol. Nilai ini mempunyai arti bahwa kurva y yang diharapkan anya dipengaruhi oleh variabel independen.

4.2.2 Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas didalam model regresi dilihat dari hubungan antar variabel bebas yang ditunjukkan Variance Inflaction Factor (VIF). Aapabila angka tolerance > 0,10 dan VIF < 10 maka menunjukkan adanya multikolinearitas didalam regresi . Angkaangka tersebut berada diatas 0,1 maka pada penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas. Selain angka tolerance angka pada VIF juga berada dibawah 10 yang mempunyai arti tidak terjadi multikolinearitas. Deteksi multikolinearitas dilakukan dengan menggunakan metode VIF (Variance Inflation Factor). Apabila nilai VIF > 10, maka terjadimultikolinearitas yang tinggi antar variabel independen. Sebaliknya, apabilanilai VIF < 10, maka tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen (Gujarati 2003:350-353). Tabel 4.4 Nilai VIF variabel ROE PBV EPS PBV BETA VIF 2.323 1.119 1.121 2.315 1.111

Sumber: Data primer diolah, 2009

Tabel di atas menunjukkan bahwa variabel ROE, PER, EPS, PBV dan Beta mempunyai nilai VIF < 10, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen.

4.2.3 Autokorelasi Uji autokorelasi untuk menentukan apakah ada korelasi antara anggota serangkaian data observasi yang diurutkan menurut waktu (time series) atau ruang (cross section). Deteksi autokorelasi yang dilakukan dalam penelitian

inimenggunakan metode Breusch-Godfrey test. Hipotesis yang digunakanuntuk menguji autokorelasi adalah (Gujarati 2003:473): Ho: Tidak terjadi autokorelasi Ha: Terjadi autokorelasi Tabel 4.5 Hasil perhitungan Breusch-Godfrey test Obs*R-Squared
0.368454

Probability

0.543848

Sumber: Data primer diolah, 2009

Berdasar p-value yang diperoleh melalui Breusch-Godfrey test dan dengan menggunakan level of significance, , sebesar 5%, menunjukkan bahwa p-value, 0,543848, lebih besar dari pada . Dengan demikian Ho tidakdapat ditolak, yang berarti tidak terjadi autokorelasi antara satu residudengan residu lain. 4.2.4 Heteroskedastis Uji heteroskedastis bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi kesamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Deteksi heteroskedastisitas akan dilakukan dengan menggunakan metode White test. Hipotesis yang diajukan adalah (Gujarati2003:412): Ho: Tidak terjadi heteroskedastisitas Ha: Terjadi heteroskedastisitas Tabel 4.6 Hasil perhitungan Uji White Obs*R-Squared
53.92170

Probability

0.000000

Sumber: Data primer diolah, 2009

Nilai

p-value

yang

diperoleh

melalui

Breusch-Pagan

test

dan

denganmenggunakan level of significance, , sebesar 5%, menunjukkan bahwa pvalue, 0,00, lebih kecil dari pada . Dengan demikian Ho ditolak, yang berarti telah terjadi heteroskedastisitas. Metode Penyembuhan Heteroskedastisitas Karena pada hipotesis tersebut terjadi autokorelasi dan heteroskedastisitas maka metode untuk penyembuhan kedua hipotesis tersebut adalah dengan menggunakan Newey-West HAC. Hasil penyembuhan tersebut dapat dilihat pada lampiran yang tercantum. Selanjutnya hasil regresi yang dipakai adalah hasil regresi setelah dilakukan penyembuhan dengan menggunakan metode Newey-West HAC.

4.3 Pembuktian Hipotesis Hasil pengestimasian model regresi linear terhadap sampel indeks LQ 45 dengan menggunakan model (3.7) yang diolah adalah sebagai berikut: Tabel 4.7 Hasil Pengestimasian Model Regresi Linear Coefficient Constanta ROE PER EPS PBV BETA
0.181273 -0.010822 0.001626 0.000831 0.052220 0.817222

p-value
0.3336 0.3446 0.5502 0.0249 ** 0.2871 0.0251 **

Keterangan

Tidak Signifikan Tidak Signifikan Signifikan positif Tidak Signifikan Signifikan Positif

Varaibel Dependen : Return ; F-statistic Prob(F-statistic) ** = ; 5 %


Sumber: Data primer diolah, 2009
5.507219 0.000162

Dari hasil pengujian regresi dapat dilihat mempunyai nilai F 5,507 dan nilai significance F yang rendah, yaitu 0,00016. Rendahnya nilai significance F ini menunjukkan bahwa model yang dibangun adalah model yang baik karena mempunyai tingkat kesalahan yang rendah dan salah satu variabel yang diuji pasti ada yang berpengaruh terhadap return saham.

4.4

Uji Simultan (Uji F Statisitik) Uji F digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara simultan atau

bersama-sama variabel terhadap variabel bebas terhadap variabel terikat. Uji F dapat dicari dengan melihat F hitung dari tabel 4.7 , selain itu juga membandingkan hasil dari probabilitas value. Jika probabilitas value > 0,05 maka H1 ditolak dan jika probabilitas value < 0,05 maka H1 diterima. Dari lampiran pada tabel dapat diketahui nilai F hitung sebesar 5,507 dengan nilai probabilitas dalam penelitian ini adalah 0,00016 yang berarti angka ini berada jauh di bawah 0,05 maka H 1 diterima. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat pengaruh yang positif antara Return on equity (ROE), Price earning ratio (PER), Earning per share (EPS), Price book value (PBV) ,dan Risiko Sistematis (Beta) secara simultan terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

4.5 Uji Parsial (Uji t) Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu antara lain Return on equity (ROE) terhadap return saham, Price earning ratio (PER) terhadap return saham, Earning per share (EPS) terhadap return saham, Price book value (PBV) terhadap return saham, dan Risiko sistematis (Beta) terhadap return saham dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadapa koefisien regresi yaitu dengan uji t. Berdasarkan perhitungan Eviews versi 4.0 for windows yang dapat dilihat pada tabel 4.7 dapat diketahui nilai probabilitas value dengan tingkat signifikansi sebesar 5% atau 10% pada masing-masing variabel bebas. Berdasarkan hasil analisis regresi maka pengujian koefisien regresinya untuk setiap hipotesis adalah:

4.5.1 Pengujian Hipotesis H 1 Pada pengujian H 1 yang menyatakan bahwa Retun On Equity (ROE) mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap return saham didapatkan hasil dari pengolahan data bahwa nilai p-value untuk ROE lebih besar daripada level of significance,, yaitu (p-value) 0,3446 > () 0,05. Dengan demikian, hipotesis H1 tidak diterima, yang berarti ROE tidak signifikan mempengaruhi return saham. 4.5.2 Pengujian Hipotesis H 2 Pada pengujian H 2 yang menyatakan bahwa Price earning ratio (PER) mempunyai pengaruh signifikan negatif terhadap return saham didapatkan hasil dari pengolahan data bahwa nilai p-value untuk PER lebih besar daripada level ofsignificance, , yaitu (p-value) 0,5502 > () 0,05. Dengan demikian, hipotesis H2 tidak diterima, yang berarti PER tidak signifikan mempengaruhi return saham.

Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lewllen (2004) yang menyatakan bahwa PER bukan merupakan variabel yang dapat dijadikan prediktor dalam mempengaruhi return saham karena mempunyai kekuatan yang sangat lemah dalam memprediksi return saham. 4.5.3 Pengujian Hipotesis H 3 Pada pengujian H 3 yang menyatakan bahwa Earning per share (EPS) mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap return saham didapatkan hasil dari pengolahan data bahwa nilai p-value untuk EPS lebih kecil daripada level of significance,, yaitu (p-value) 0,024 < () 0,05. Dengan demikian, hipotesis H3 diterima,yang berarti EPS signifikan mempengaruhi return saham secara positif. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rahimi (1995) dan Basu (1997) yang menyatakan EPS berpengaruh signifikan positif terhadap return saham. Chan et al (1991) juga menyatakan bahwa EPS berpengaruh positif terhadap return saham. 4.5.4 Pengujian Hipotesis H 4 Pada pengujian H 4 yang menyatakan bahwa Price book value (PBV) mempunyai pengaruh signifikan negatif terhadap return saham didapatkan hasil dari pengolahan data bahwa Nilai p-value untuk PBV lebih besar daripada level of significance,, yaitu (p-value) 0,2871 > () 0,05. Dengan demikian, hipotesis H 4 tidak diterima, yang berarti PBV tidak signifikan mempengaruhi return saham. 4.5.5 Pengujian Hipotesis H 5 Pada pengujian H 5 yang menyatakan bahwa Beta mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap return saham didapatkan hasil dari pengolahan data bahwa Nilai p-value untuk Beta lebih kecil daripada pada level of significance, ; 5%, yaitu (p-value) 0,025 < () 0,05. Dengan demikian, hipotesis H5 diterima, yang berarti Beta

berpengaruh secara signifikan positif terhadap return saham. Hasil pengujian hipotesis H 5 ini sejalan dengan temuan Miler and scholes (1972) Black, Jensen, and scholes (1972) dan Fama and Beth (1973), yang menyatakan bahwa Beta mempunyai pengaruh hubungan positif terhadap return saham. 4.5.6 Pengujian Hipotesis H 6 Pada pengujian H 6 yang menyatakan bahwa ROE, PER, EPS, PBV dan Beta secara simultan mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap return saham dan didapatkan hasil dari uji F didapatkan hasil pengolahan data bahwa nilai p-value lebih kecil daripada level of significance,, yaitu (p-value) 0,00016 < () 0,05. Dengan demikian, hipotesis H6 diterima,yang berarti ROE, PER, EPS, PBV dan Beta secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham secara positif.

4.6 Uji R (Koefisien determinasi) Koefisien R digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan varaibelvaraibel independen dalam model regresi dalam menjelaskan varaisi varaibel dependen. Berikut ini merupakan hasil olah data dari koefisien determinasi yaitu: Tabel 4.8 koefisien determinasi R-Squared 0.217615 Adjusted R-Squared 0.178100
2

Sumber: Data primer diolah, 2009

Koefisien determinasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah adjusted RSquared. Hal ini disebabkan karena pada regresi linear, penggunaan koefisien determinasi yang telah disesuaikan lebih baik dalam melihat seberapa baik model dibandingkan koefisien determinasi. Adjusted R-Squared merupakan hasil

penyesuaian koefisien determinasi terhadap tingkat kebebasan dari persamaan prediksi. Hal ini melindungi dari kenaiakan bias atau kesalahan karena kenaikan dari jumlah varaibel bebas (independent) dan kenaikan dari jumlah sampel. Jika melihat dari adjusted R- Squared, model ini memiliki adjusted R-squared sebesar 17, 8%. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa perubahan pada return saham dijelaskan oleh variabel yang ada didalam model yaitu Return on equity (ROE), Price earning ratio (PER), Earning per share (EPS), Price book value (PBV) ,dan Risiko Sistematis (Beta) serta konstanta dan sebesar 82,3 % variasi perubahan yang terjadi pada return saham dijelaskan oleh variabel yang ada di luar model

4.7 Temuan Penelitian Pada pengujian hipotesis pertama didapatkan hasil bahwa Return on equity (ROE) bukan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi return saham. Walau tidak mendukung hipotesis tetapi hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Hanafi (2004:43) yang menyatakan bahwa ROE tidak memperhitungkan dividen maupun capital gain untuk pemegang saham. Oleh karena itu rasio ini bukan merupakan sebagai pengukur return yang diterima pemegang saham yang sebenarnya. ROE dipengaruhi oleh ROA dan tingkat penggunaan utang perusahaan. Semakin tinggi penggunaan utang maka akan semakin tinggi pula ROE dari suatu perusahaan. Investor menganggap ROE yang tinggi mempunyai risiko yang tinggi karena ROE yang tinggi bisa disebabkan oleh penggunaan utang yang besar oleh perusahaan. Pada pengujian Hipotesis kedua didapatkan hasil bahwa Price earning ratio (PER) bukan merupakan sebagai salah satu Indikator yang mempengaruhi return saham. Banyak investor yang secara intuisi beranggapan bahwa perusahaan yang

earning-nya dianggap tumbuh secara cepat seharusnya memiliki PER yang tinggi (Jones, 2004). PER merupakan proksi dari pertumbuhan karena peningkatan dalam tingkat pertumbuhan laba akan meningkatkan PER. Perusahaan yang memiliki PER tinggi dianggap memiliki pertumbuhan earning yang tinggi. Namun jika perusahaan banyak menggunakan utang, maka pertumbuhan earning ini adalah pertumbuhan earning yang semu. Oleh karenanya investor yang memahami hal ini tidak mendasarkan keputusannya pada angka PER dalam keputusan menahan, menjual atau membeli saham. Pada pengujian hipotesis ketiga menunjukkan hasil bahwa Earning per share (EPS) merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi return saham. Para Investor mengganggap perusahaan yang mempunyai EPS tinggi maka akan mempunyai prospek yang bagus karena bisa menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi untuk tiap lembar sahamnya atau juga earning tersebut dapat digunakan oleh perusahaan menambahkan modal untuk melakukan ekspansi. Investor akan mengagggap ini sebagai indikator yang baik bagi perusahaan sehingga saham dari perusahaan tersebut akan menarik untuk dimiliki bagi investor. Pada pengujian Hipotesis keempat didapatkan hasil bahwa Price book value (PBV) bukan merupakan sebagai salah satu indikator yang mempengaruhi return saham. PBV dianggap bukan sebagai indikator yang sebenarnya dalam usaha untuk meningkatkan nilai perusahaan yang dapat tercermin dari harga sahamnya tersebut. Saham-saham yang diteliti dalam penelitian ini terdapat beberapa saham yang mempunyai PBV yang tinggi tetapi tetap diminati oleh para investor. Menurut Damodaran (2002:533) PBV merupakan salah satu proxy untuk mengukur risiko perusahaan. Saham-saham yang mempunyai PBV undervalued cenderung

mempunyai tingkat kerugian yang lebih besar dibanding saham yang overvalued. Hal

ini menunjukkan saham tersebut mempunyai risiko yang lebih tinggi karena mempunyai standar deviasi yang lebih besar sehingga investor kurang tertarik terhadap saham tersebut. Pada pengujian hipotesis kelima didapatkan hasil bahwa Risiko Sistematis (Beta) berpengaruh signifikan secara positif terhadap return saham. Hal ini sejalan dengan teori Capital Aset Pricing Model (CAPM) yang menyatakan bahwa beta mempunyai hubungan positif dalam mempengaruhi return saham. Hal ini menunukkan bahwa risiko yang tercermin pada nilai beta akan mempengaruhi tingkat pengembalian yang akan didapat. Hal ini berarti jika nilai beta semakin besar, semakin tinggi pula return saham yang akan didapat oleh seorang investor. Hal ini juga sejalan karena semakin tinggi risiko yang terkandung dalam suatu saham maka akan semakin besar pula tingkat pengembalian yang akan diharapkan (Markowitz, 1959).

BAB V KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh Return on equity (ROE), Price earning ratio (PER), Earning per share (EPS), Price book value (PBV) ,dan Risiko Sistematis (Beta) terhadap Return saham pada perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ 45 di BEI dengan tahun pengamatan 2003-2007. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Secara Parsial Return On Equity (ROE) tidak berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia. 2. Secara parsial Price Earning Ratio (PER) tidak berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia. 3. Secara parsial Earning per share (EPS) berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia. 4. Secara parsial Price book value (PBV) tidak berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia. 5. Secara parsial Risiko Sistematis (Beta) berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia.

6. Secara simultan Return on equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), Earning per share (EPS), Price book value (PBV), dan Risiko Sistematis (Beta) berpengaruh terhadap return saham pada indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia.

5.2. Keterbatasan Penelitian ini memiliki keterbatasan terutama dalam hal-hal sebagai berikut: 1. Variabel-variabel fundamental yang digunakan pada penelitian ini hanya terbatas pada pengaruh Return on equity (ROE), Price earning ratio (PER), Earning per share (EPS), dan Price book value (PBV) sehingga memberikan hasil yang kurang signifikan terhadap keseluruhan model karena seperti diketahui koefisien determinasi pada penelitian ini hanya sebesar 17,8 % yang artinya sebesar 17,8 % perubahan yang terjadi pada return saham dijelaskan oleh variabel yang ada didalam model. 2. Jumlah Sampel yang hanya terbatas pada perusahaan yang terdaftar pada LQ 45 sehingga hanya dapat menggunakan sedikit sampel. Penggunaan sampel yang hanya berasal dari indeks LQ 45 ini bisa jadi memberi hasil penelitian yang mempunyai hasil kurang menyeluruh.

5.3 Saran 1. Bagi Investor Berdasarkan hasil penelitian ini investor sebaiknya lebih memperhatikan Earning per share (EPS) dan Risiko Sistematis (Beta) dan menjadikannya sebagai salah satu bahan pertimbangan ketika akan memutuskan untuk membeli, menahan atau menjual suatu saham karena variabel-varaibel tersebut

mempunyai pengaruh yang signifikan positif dalam memprediksi return saham. 2. Bagi manajer keuangan Bagi manajer keuangan agar dapat lebih memperhatikan faktor-faktor seperti Earning per share (EPS) dan Risiko Sistematis (Beta) dalam menentukan kebijakan perusahaan karena faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi return saham dan memaksimalkan nilai pemegang saham yang merupakan tujuan utama dari manajemen keuangan. 3. Bagi Penelitian Selanjutnya a. Untuk penelitian lebih lanjut dengan tema sejenis untuk menambah jumlah variabel fundamental lainnya yang akan digunakan untuk membantu dalam memprediksi return saham. Untuk itu pada penelitian selanjutnya sebaiknya peneliti menguji variabel lain selain Earning per share (EPS) dan Risiko Sistematis (Beta) yang diduga kuat dapat mempengaruhi harga saham di masa mendatang. Variabel tersebut dapat berupa seperti ukuran perusahaan dan book to market ratio karena menurut Fama dan French (1993) return suatu saham dapat dipengaruhi oleh kedua variabel tersebut. b. Peneliti sebaiknya menambah jumlah sampel yang ada dengan tidak hanya membatasi penelitian pada indeks LQ 45 tetapi juga bias memperluasnya seperti menggunakan indeks Kompas 100 agar diperoleh hasil penelitian yang lebih menyeluruh dari populasi yang terdapat pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

c.

Untuk penelitian lebih lanjut disarankan agar melakukan pengamatan dan evaluasi dengan rentang waktu pengamatan yang lebih panjang lagi pada periode selanjutnya untuk menghasilkan pengujian yang lebih tinggi sehingga keakuratan pengujian dapat ditingkatkan untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA Aydogan, Kursat and Guner Gursoy. 2000. P/E and Price to Book Ratios as Predictors of Stock Returns in emerging equity markets. Journal of Finance Basu, Sanjoy. 1997. Investment Performance of Common Stocks in Relation to their Price earning ratios : A test of the efficient Market Hypothesis. The Journal of Finance. Vol. 32, No.3, pp. 663-682. Black, Fischer. 1972. Capital Market Equilibrium with Restricted Borrowing. Journal of Business, vol. 45, no. 3 (July):444-55. Brigham, Eugene F. and Houston, Joel F. 2004, Fundamental of Finance Management, 10 Edition, The Dryden Press, New York. Damodar, Gujarati N .2003. Basic Econometrics. 4 Edition. New York : Mc GrawHill. Damodaran, Aswath. 2002. Investment Valuation 2 Edition. New York : John Wiley and Sons, Inc. Chan Louis K. C., Yasushi Hamao, Josef Lakonishok (1991). Fundamental and Stock Return in Japan. The Journal of Finance, Vol. 43, No.2, pp. 507-528. Dhatt, Manjeet S., Yong H. Kim, and Sandip Mukherji. 1996. A Fundamental Analysis of Korean Stock Returns. Financial Analysts Journal, Vol. 53, No. 3 (May - Jun., 1997), pp. 75-80. Fama, Eugene F., and James MacBeth. 1973. Risk, return and equilibrium : empirical test. Journal of Political Economics 81, 607-636. Fama, Eugene F., and Kenneth R. French. 1992. The Cross-Section of Expected Stock Return s. Journal of Finance, vol. 47, no. 2 (June):427-66. Fama, E. F., and K. R. French, 1993. Common risk factors in the returns on stocks and bonds, Journal of Financial Economics 33, 3-56. Hanafi, Mamduh M .2004. Manajemen Keuangan. Yogyakarta : BPFE. Husnan,Suad.2001. Dasar-dasar Teori Portofolio dan analisis Investasi. Yogyakarta:UPP AMP YKPN. Jogiyanto, H.M. 2000.Teori Portofolio dan Analisis Investasi, BPFE, Yogyakarta. Jones, Charles. P. 2004. Investments : Analysis and Management,9 Edition. New York: John Wiley & Sons. Lewllen, Jonathan .2004. Predicting Returns with Financial Ratios, Journal of Financial Economics, 74 pp. 209-235
th th th th

Markowitz, Harry.1959. Portofolio Selection : Efficient Diversification of Investments (Wiley :New York). Nguyen Pascal. 2004. Fundamental analysis and stock returns: Japan 1993-2003. The Journal of Finance Supplement, 170-200. Pu Shen. 2000. The P/E ratio and stock performance. Economic Review fourth quarter, Federal Reserve Bank of Kansas City. Rahmani, Ali. Sauber Sheri , Elnaz Tajvidi. 2006. Accounting Variables, Market Variables and Stock Return in Emerging Markets : Case of Iran. Journal of Finance Robert Ang .1997. Buku pintar : Pasar modal Indonesia. Mediasoft Indonesia. Ross, A Stephen. Westerfield, Randolph W. Jordan, Bradford D. 2003. Fundamentals of Corporate Finance. Sixth edition. New York: Mc Graw-Hill. Sartono, Agus .1996. Manajemen Keuangan, Edisi Ketiga, BPFE, Yogyakarta. Sawir,Agnes.2005. Analisis Kinerja Keuangan dan Perusahaan, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Tandelilin, Eduardus .2001., Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta. Yakubu A, Umar. 2008. Fundamental Analysis of Saudi Emerging Market Stock Return s 1990-2004 Journal of Knowledge Globalization, Vol. 1, No 1, Spring 2008 Winanrno, Wing Wahyu. 2009. Analisis Ekonometrika dan Statitiska dengan Eviews. Edisi kedua, UPP STIM YKPN, Yogyakarta. www.idx.co.id www.yahoo.finance.com Perencenaan Keuangan

LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 Daftar sampel EMITEN Tahun Return AALI 2003 0.1129032 AALI 2004 0.7971014 AALI 2005 0.5806452 AALI 2006 1.5714286 AALI 2007 1.2222222 ANTM 2003 2.2083333 ANTM 2004 1.0724638 ANTM 2005 -0.103896 ANTM 2006 1.2377622 ANTM 2007 -0.440625 ASII 2003 0.5873016 ASII 2004 0.92 ASII 2005 0.0625 ASII 2006 0.5392157 ASII 2007 0.7388535 BBCA 2003 0.33 BBCA 2004 -0.105263 BBCA 2005 0.1428571 BBCA 2006 0.5294118 BBCA 2007 0.4038462 BNBR 2003 1.6666667 BNBR 2004 0 BNBR 2005 2 BNBR 2006 0.2916667 BNBR 2007 0.8709677 GGRM 2003 0.6385542 GGRM 2004 -0.952206 GGRM 2005 -0.140221 GGRM 2006 -0.124464 GGRM 2007 -0.166667 GJTL 2003 1.3913043 GJTL 2004 0.1818182 GJTL 2005 -0.138462 GJTL 2006 0.0357143 GJTL 2007 -0.155172 INCO 2003 8.4965986 INCO 2004 -0.669054 INCO 2005 0.1385281 INCO 2006 1.3574144 INCO 2007 2.1048387 ROE 18.52 38.77 30.14 28.64 48.6 12.7 27.79 33.17 36.27 58.57 37.76 35.48 26.72 16.59 24.18 18.94 22.95 22.7 23.48 21.96 1.03 -13.95 7.01 4.81 4.55 16.76 14.69 14.41 7.66 10.22 65.68 28.38 17.09 5.55 3.81 12.1 24.86 20.86 30.51 84.6 PER 9.48 6.09 9.76 25.2 22.34 16.21 8.1 4.06 49.14 8.32 4.56 7.19 7.57 17.12 16.95 8.53 11.45 11.64 15.11 20.05 68.41 -5.8 11.25 19.66 35.5 14.23 14.56 11.86 19.47 11.33 2 4.31 5.12 15.52 17.09 9.78 5.28 4.94 6.64 9.03 EPS 182 509 502 500 1253 119 441 425 163 538 1096 1335 1348 917 1610 390 260 292 344 364 1 -7 11 8 8 956 930 982 524 750 275 151 109 37 29 3543 2678 2663 72.69 72.88 PBV 1.76 2.36 2.94 7.22 10.86 2.06 2.25 1.35 3.56 0.97 1.72 2.55 2.02 2.84 4.1 1.61 2.63 2.64 3.55 4.4 0.7 0.81 0.79 0.95 1.62 2.39 2.14 1.71 1.49 1.16 1.31 1.22 0.87 0.86 0.72 1.18 1.31 1.03 2.03 7.64 BETA 0.958 0.64985 0.09731 -0.69549 -0.66024 1.086 0.00402 -0.73557 0.35753 0.97435 1.229 -0.27812 0.03741 -0.19834 0.15469 0.76 0.76642 0.14646 -0.35442 0.31497 1.29 -0.17256 0.0149 0.12465 -0.44317 1.104 -0.22673 0.01653 0.50142 0.41884 1.144 0.04289 -0.25536 0.29016 0.00023 0.548 0.4002 0.25145 0.43581 0.44086

INDF INDF INDF INDF INDF INKP INKP INKP INKP INKP INTP INTP INTP INTP INTP ISAT ISAT ISAT ISAT ISAT KLBF KLBF KLBF KLBF KLBF MEDC MEDC MEDC MEDC MEDC PNBN PNBN PNBN PNBN PNBN PTBA PTBA PTBA PTBA PTBA SMCB SMCB

2003 2004 2005 2006 2007 2003 2004 2005 2006 2007 2003 2004 2005 2006 2007 2003 2004 2005 2006 2007 2003 2004 2005 2006 2007 2003 2004 2005 2006 2007 2003 2004 2005 2006 2007 2003 2004 2005 2006 2007 2003 2004

0.3333333 0 0.1375 0.4835165 0.9074074 2.9655172 0.7826087 0.0536585 -0.12963 -0.106383 2.1481481 0.4470588 0.1544715 0.6197183 0.426087 0.6216216 -0.616667 -0.034783 0.2162162 0.2814815 2.6363636 -0.45 0.8 0.2020202 0.0588235 0 0.537037 0.626506 0.0518519 0.4507042 0.5833333 0.4736842 0 0.3809524 0.1724138 0.4583333 0.7428571 0.1803279 0.9583333 2.4042553 1.7931034 0.4197531

14.74 9.23 2.88 13.13 13.76 -17.47 19.3 0.39 -9.98 4.71 14.79 2.49 13.14 9.83 14.18 12.87 12.39 11.34 9.28 12.34 38.95 28.19 27.35 22.59 20.84 11.09 14.77 14.01 7.12 1.25 12.52 20.53 11.54 11.04 12.73 16.26 24.85 22.75 21.16 27.16 6.55 -24.76

12.52 19.53 69.3 19.28 24.81 -1.3 0.3 74.75 -3.08 5.31 11.67 97.56 17.67 35.71 17.09 9.89 18.61 18.31 26.01 22.88 12.58 9.91 15.39 17.86 18.13 8.89 10.01 15.27 31.98 270.61 9.19 7.27 13.34 15.95 14.39 7.59 7.75 8.88 16.72 36.37 17.82 -8.26

64 41 13 70 104 -442 606 14 -306 158 182 32 201 161 267 1516 309 303 259 376 80 55 64 67 69 152 207 221 111 19 31 58 31 36 47 115 197 203 211 330 23 -70

1.85 1.8 1.99 2.53 3.41 0.23 0.06 0.29 0.31 0.25 1.73 2.43 2.32 3.51 4.36 1.27 2.31 2.08 2.41 2.82 4.9 2.79 4.21 4.04 3.78 0.99 1.48 2.14 2.28 3.38 1.15 1.49 1.54 1.76 1.83 1.23 1.93 2.02 3.54 9.88 1.17 2.05

1.02 0.43905 0.44855 0.26025 0.08297 0.835 0.28325 -0.0798 0.00049 0.06152 1.038 -0.18592 0.2311 0.95375 0.03582 0.907 0.02448 0.06449 -0.17557 0.14063 1.069 0.49329 0.09178 0.08092 0.06564 0.878 0.15255 -0.11581 0.80943 0.38326 0.78 0.30317 -0.27826 0.38005 -0.1149 1.136 0.48781 0.06161 -0.60004 -0.76402 0.905 -0.10776

SMCB SMCB SMCB TINS TINS TINS TINS TINS TLKM TLKM TLKM TLKM TLKM UNTR UNTR UNTR UNTR UNTR UNVR UNVR UNVR UNVR UNVR

2005 2006 2007 2003 2004 2005 2006 2007 2003 2004 2005 2006 2007 2003 2004 2005 2006 2007 2003 2004 2005 2006 2007

-0.173913 0.4105263 1.6119403 6.3913043 -0.107843 -0.122892 1.4313187 5.4858757 0.7532468 -0.285185 0.2227979 0.7118644 0.0049505 3.0983607 0.82 0.6153846 0.7823129 0.6641221 -0.800824 -0.089655 0.2954545 0.5438596 0.0227273

-18.13 8.38 7.5 2.72 11.79 7.01 12.41 53.13 35.16 36.49 34.32 39.21 38.1 23.01 35.43 25.59 20.25 26.04 61.88 64.83 66.27 72.69 72.88

10.9 29.18 79.16 35.17 5.87 8.52 10.7 8.09 11.18 14.71 14.88 18.46 15.76 5.74 5.89 9.96 20.08 20.82 21.33 17.2 22.64 29.25 26.25

-44 23 22 73 353 214 414 3546 604 328 397 547 644 218 386 369 326 524 170 192 189 226 257

1.98 2.45 5.94 0.96 0.69 0.6 1.33 4.3 3.93 5.37 5.11 7.25 6.06 1.32 2.09 2.55 4.07 5.42 13.2 11.15 15.01 21.26 19.13

-0.04626 0.67277 0.19248 1.374 0.01761 0.02128 0.11206 0.11574 0.679 -0.0156 -0.09329 0.25325 -0.12529 1.204 0.05506 -0.14381 0.09263 0.13811 0.549 0.12874 0.2563 0.22251 -0.20933

LAMPIRAN 2 Uji Autokorelasi


Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test: F-statistic Obs*R-squared 0.345101 0.368454 Probability Probability 0.558250 0.543848

Test Equation: Dependent Variable: RESID Method: Least Squares Date: 12/14/09 Time: 03:03 Presample missing value lagged residuals set to zero. Variable C ROE PER EPS PBV BETA RESID(-1) R-squared Adjusted R-squared S.E. of regression Sum squared resid Log likelihood Durbin-Watson stat Coefficient -0.007085 3.94E-05 0.000181 -3.03E-06 0.000853 0.003561 0.059604 0.003509 -0.057501 1.193892 139.6870 -163.9743 1.977197 Std. Error 0.220266 0.009324 0.004175 0.000190 0.050421 0.257863 0.101462 t-Statistic -0.032165 0.004230 0.043469 -0.015971 0.016925 0.013808 0.587453 Prob. 0.9744 0.9966 0.9654 0.9873 0.9865 0.9890 0.5583 3.17E-16 1.160980 3.256654 3.433585 0.057517 0.999207

Mean dependent var S.D. dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion F-statistic Prob(F-statistic)

LAMPIRAN 3 Uji Multikolinearitas Variance Inflation Factor Minimum possible value = 1.0 Values > 10.0 may indicate a collinearity problem 2) 3) 4) 5) 6) v2 v3 v4 v5 v6 2.323 1.119 1.121 2.315 1.111

VIF(j) = 1/(1 - R(j)^2), where R(j) is the multiple correlation coefficient between variable j and the other independent variables Properties of matrix X'X: 1-norm = 63451765 Determinant = 1.9960942e+023 Reciprocal condition number = 2.4718342e-007

LAMPIRAN 4 Uji Heteroskedastis


White Heteroskedasticity Test: F-statistic Obs*R-squared 9.923274 53.92170 Probability Probability 0.000000 0.000000

Test Equation: Dependent Variable: RESID^2 Method: Least Squares Date: 12/14/09 Time: 03:27 Sample: 1 105 Included observations: 105 Variable C ROE ROE^2 PER PER^2 EPS EPS^2 PBV PBV^2 BETA BETA^2 R-squared Adjusted R-squared S.E. of regression Sum squared resid Log likelihood Durbin-Watson stat Coefficient 0.354149 -0.039668 0.000251 0.010570 -5.04E-05 -0.001727 1.72E-06 0.096771 -0.000349 -0.608214 3.409168 0.513540 0.461789 2.657598 663.9058 -245.8080 1.951761 Std. Error 0.668525 0.036690 0.000551 0.024697 9.72E-05 0.001278 4.00E-07 0.266016 0.012879 0.892654 0.934765 t-Statistic 0.529746 -1.081160 0.455440 0.427994 -0.518712 -1.351202 4.285963 0.363780 -0.027105 -0.681354 3.647087 Prob. 0.5975 0.2824 0.6498 0.6696 0.6052 0.1799 0.0000 0.7168 0.9784 0.4973 0.0004 1.335037 3.622538 4.891581 5.169615 9.923274 0.000000

Mean dependent var S.D. dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion F-statistic Prob(F-statistic)

LAMPIRAN 5 Penyembuhan heteroskedastis dengan Newey-West HAC test


Dependent Variable: RETURN Method: Least Squares Date: 12/14/09 Time: 03:28 Sample: 1 105 Included observations: 105 Newey-West HAC Standard Errors & Covariance (lag truncation=4) Variable C ROE PER EPS PBV BETA R-squared Adjusted R-squared S.E. of regression Sum squared resid Log likelihood Durbin-Watson stat Coefficient 0.181273 -0.010822 0.001626 0.000831 0.052220 0.817222 0.217615 0.178100 1.189936 140.1789 -164.1589 1.874885 Std. Error 0.186555 0.011395 0.002712 0.000365 0.048795 0.359339 t-Statistic 0.971688 -0.949722 0.599553 2.278397 1.070179 2.274237 Prob. 0.3336 0.3446 0.5502 0.0249 0.2871 0.0251 0.711354 1.312545 3.241122 3.392777 5.507219 0.000162

Mean dependent var S.D. dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion F-statistic Prob(F-statistic)

LAMPIRAN 6 Hasil Regresi Linear


Dependent Variable: RETURN Method: Least Squares Date: 12/14/09 Time: 03:29 Sample: 1 105 Included observations: 105 Variable C ROE PER EPS PBV BETA R-squared Adjusted R-squared S.E. of regression Sum squared resid Log likelihood Durbin-Watson stat Coefficient 0.181273 -0.010822 0.001626 0.000831 0.052220 0.817222 0.217615 0.178100 1.189936 140.1789 -164.1589 1.874885 Std. Error 0.186555 0.011395 0.002712 0.000365 0.048795 0.359339 t-Statistic 0.971688 -0.949722 0.599553 2.278397 1.070179 2.274237 Prob. 0.3336 0.3446 0.5502 0.0249 0.2871 0.0251 0.711354 1.312545 3.241122 3.392777 5.507219 0.000162

Mean dependent var S.D. dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion F-statistic Prob(F-statistic)

suliiezdt ingiiendt setiiaa 087751123689 dyra 17thn ,fb dhyra2cantik@yahoo.com , tb 165 bb 50 bra 36 ,short 600 1x main full service kec anal ,wajib kondom !!!!! main di hotel jalan parangtritis km 0.5 prawirotaman ,serius call 085747090745