Anda di halaman 1dari 26

Kamera

Makalah IPA Fisika (Alat-alat Optik)


4/17/2012 SMPN 1 kota Sukabumi 8b

Disusun oleh: Fitri Indriyani Indah Restasari A. Nindia Lestari

Alat optik (Kamera)

Page 1

Kata pengantar Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Makalah mengenai alat optik. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas IPA Fisika yang telah kami buat. Dalam makalah ini membahas tentang alat optik yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti kamera. Dalam membahas alat optik ini kami memilih materi tentang kamera karena kami sangat tertarik dengan kamera. Selain itu, makalah ini juga berisi tentang pengertian alat optik dan kamera, sejarah mengenai kamera dan terdapat juga berbagai jenis kamera, dan lain sebagainya. Seperti pepatah tak ada gading yang tak retak. Demikian juga di dalam makalah ini, kami menyadari dalam makalah ini tidaklah luput dari segala kekurangan dan kesalahan baik dalam penulisan maupun cara penggunaan bahasa serta memiliki keterbatasan sehingga makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu kami membutuhkan kritik dan saran yang membangun agar kami bisa menjadi lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat menambah wawasan pembacanya. Kami juga mengucapkan terima kasih atas perhatiannya.

Penulis Sukabumi, 17 April 2012

Alat optik (Kamera)

Page 2

Daftar Isi Kata Pengantar.......................................................................................................... ..2 Daftar Isi......3 Concept Map....4 Kamera..5 a. Pengertian Kamera.5 b. Sejarah Kamera..7 c. Bagian-bagian kamera.....9 d. Fungsi bagian-bagian kamera.10 e. Macam dan jenis kamera11 f. Prinsip dan cara kerja kamera.23 Kesimpulan.24 Kata Penutup.25 Daftar Pustaka.26

Alat optik (Kamera)

Page 3

Concept Map

Kamera

Bagian-bagian Kamera

Prinsip dan Cara Kerja Kamera

Berbagai Macam JenisJenis Kamera

Lensa Fokus Ring

Berdasarkan Lensanya Berdasarkan Mekanisme

Diafragma
Aperatur Shutter Shock Blitz

kerjanya
Berdasarkan Media penangkap cahayanya Berdasarkan Viewfindernya

Contoh: Kamera SLR Kamera Analog Kamera Instan

Alat optik (Kamera)

Page 4

Kamera
Pengertian Kamera
Kamera adalah suatu alat yang termasuk ke dalam alat optik yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang sangat populer saat ini khususnya dalam kegiatan fotografi. Asal muasal kata kamera didapat dari camera obsura, yang berarti ruang gelap. Didalam dunia fotografi kamera merupakan sebuah alat yang memiliki fungsi merekam suatu bayangan kemudian ditaruh pada lembaran film. Menurut kamus ilmiah populer adalah alat fotografi atau alat yang digunakan untuk mengambil gambar. Cara kerja atau prinsip kerja kamera hampir sama dengan mata yang dimiliki oleh manusia karena memiliki persamaan antara mata dengan kamera yaitu mempunyai lensa baik lensa pada mata maupun pada kamera. Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali dijumpai alat-alat optik yang memanfaatkan peristiwa pembiasan dan pemnatulan cahaya, seperti kaca pembesar (Lup), kamera, projektor, dan teleskop (teropong).selain itu ada juga alat optik pada tubuh kita yaitu mata kita. Alat optik adalah alat yang cara kerjanya memanfaatkan peristiwa pembiasan dan pemantulan dari cahaya. Didalam alat optik kita pasti dapat menemukan cermin dan lensa, yang mungkin selama ini kita tidak menyadarinya. Ketika kamu berfoto dengan teman-temanmu menggunakan kamera mungkin kamu tidak menyadari sedang menggunakan alat optik. Saat ini sudah banyak berbagai jenis kamera yang digunakan. Jadi, kamera merupakan salah satu alat optik yang besar manfaatnya. Dengan adanya kamera kita dapat mengabadikan kejadian-kejadian penting dan bersejarah. Tentunya kalian pernah

Alat optik (Kamera)

Page 5

mengenal kamera dan menggunakannya untuk mengabadikan kejadian penting dalam hidup kita, seperti saat kita ulang tahun, menerima kelulusan, berfoto bersama dengan keluarga dan lain sebagainya. Kamera juga berguna untuk menghasilkan gambar melalui proses fotografi, yaitu menghasilkan gambar dengan cahaya pada film. Gambar yang dihasilkan kamera adalah gambar negatif, yaitu gambar tembus cahaya yang warnanya berlawanan dengan warna benda aslinya. Selanjutnya gambar negatif inilah yang diproses menjadi gambar foto. Sedangkan gambar foto termasuk ke dalam gambar positif. Sifat bayangan yang dibentuk kamera pada film sama persis dengan sifat bayangan pada retina, yaitu maya, terbalik, dan diperkecil.

Alat optik (Kamera)

Page 6

A. Sejarah Kamera Kamera merupakan alat yang berfungsi untuk menangkap dan mengabadikangambar/image. Kamera pertama kali disebut sebagai camera obscura, yang berasal dari bahasa latin yang berarti “ruang gelap”. Camera obscura merupakansebuah instrumen yang terdiri dari ruang gelap atau box, yang memantulkan
Kamera Pertama yang dibuat

cahayamelalui penggunaan 2 buah lensa konveks, kemudian meletakkan gambar objek eksternaltersebut pada sebuah

kertas/film yang diletakkan pada pusat fokus dari lensa tersebut.kamera obscura pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan muslim yang bernamaAlhazen seperti yang dijelaskan pada bukunya yang berjudul Books of Optics (1015-1021). Pada tahun 1660an ilmuwan Inggris Robert Boyle dan pembantunya RobertHooke menemukan portable camera obscura.Kamera pertama yang cukup praktis dancukup kecil untuk dapat digunakan dalam bidang fotografi ditemukan pertamakali olehJohann Zahn pada tahun 1685, nyaris lebih dari 150 tahun dari anggapan bahwa semuaini mungkin terjadi.Kamera fotografi pada awalnya banyak yang menerapkan prinsipmodel Zahn, dimana selalu menggunakan slidetambahan yang digunakan untuk memfokuskan objek. Caranya adalah dengan memberikan tambahan sebuah platsensitif di depan lensa kamera tersebut setiap sebelum melakukan pengambilan gambar.Jacques Daguerre merupakan salah satu dari orang yang berperanan dalam dunia perkembangan teknologi kamera sekaligus memberikan jasa pada perkembangan duniafotogarfi kita. Daguerre dilahirkan tahun 1787 di kota Cormeilles di PerancisUtara.Waktumudanya ia adalah seorang seniman. Pada umur pertengahan tiga puluhan ia merancang"diograma", barisan lukisan pemandangan yang indah, dipertunjukkan dengan bantuanefek cahaya. Sementara ia menggarap pekerjaan itu, ia menjadi tertarik dengan pengembangan suatu mekanisme untuk secara automatik melukiskan kembali pemandangan yang ada di dunia tanpa menggunakan kuas atau cat, iaitu: kamera.

Alat optik (Kamera)

Page 7

Ditahun 1827 ia bertemu dengan Joseph Nicephore Niepce yang juga sedang mencuba(yang sejauh itu lebih sukses) menciptakan kamera. Dua tahun kemudian mereka bekerjasama. Di tahun 1833 Niepce meninggal, tetapi Daguerre tetap melanjutkan percubaannya. Menjelang tahun 1837 ia berhasil mengembangkan sebuah sistem praktisfotografi yang disebutnya"daguerreotype." Tahun 1839 Daguerre memberitahu publik secara terbuka tanpamempatenkannya. Sebagai ganjaran, pemerintah Perancis menghadiahkan pencen seumur hidup kepada Daguerre dan anak Niepce. Pengumuman penemuan Daguerremenimbulkan kegemparan penduduk pada saat itu dan ia menjadi seorang pahlawan yangditaburi berbagai macam penghormatan serta penghargaan, sementara metode"daguerreotype" dengan cepat berkembang dan banyak digunakan oleh khalayak. Daguerre sendiri segera pencen. Dia meninggal tahun 1851 di tempat asalnya di Paris.Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan teknologi kamera semakin hari berkembang semakin pesat. Fungsi penggunaanya pun semakin luas dirasakan oleh berbagai pihak. Kamera bukan hanya digunakan untuk menangkap objek yang berfungsisebagai kenangan tetapi juga digunakan untuk menangkap objek yang sedang bergerak.Seperti kamera video, kamera mikro, kamera sensor dan lain sebagainya.

Alat optik (Kamera)

Page 8

Bagian-bagian Kamera
Pada dasarnya bagian luar kamera analog dan digital serupa. Apalagi kamera analog yang sudah elektronik. Hanya saja di kamera digital yang tampak menonjol adalah adanya LCD untuk menampilkan picture yang di-capture. Pada kamera analog, tentu saja ada bagian yang bisa dibuka untuk menaruh film. Sementara pada kamera digital, film tidak diperlukan lagi. Berikut adalah gambar penampang kamera analog:

13

Sementara nama-nama bagian kamera adalah sebagai berikut: 1. Photographic lens 2. Lens holder 3. Diaphragm 4. Focal plane shutters 5. Photographic film 6. Strap hole 7. Shutter release 8. Film Speed scale 9. Expose counter 10. Viewfinder 11. Flash socket

12. Focus ring 13. Aparture

Alat optik (Kamera)

Page 9

Fungsi Bagian-bagian pada kamera


1) Lensa adalah bagian dari kamera yang bisa integral tak terpisah atau bisa dilepas (tergantung jenis kameranya) yang berguna untuk memfokuskan cahaya agar tertangkap oleh bagian kamera untuk kemudian direkam ke atas film. Pengaturan cahaya yang disebut diafragma terdapat di lensa. 2) Film Compartment: Kompartemen film di dalam kamera, merupakan sebuah ruangan di dalam kamera yang menyimpan film. Biasanya terletak di bagian belakang yang bisa dibuka seperti pintu. Kompartemen film ini memiliki bagian untuk tabung film, bagian untuk membentangkan film agar bisa tercahayai, papan penekan untuk mengencangkan film dan tombol penggulung film. 3) Viewfinder: Jendela bidik adalah bagian di belakang kamera yang dipergunakan oleh fotografer untuk mengarahkan lensa agar bisa menangkap gambar. 4) Shutter: Perekam gambar atau Rana adalah bagian kamera yang terdiri dari plastik atau logam yang menjaga agar cahaya masuk ke film atau sensor digital. 5) Shutter Release: Tombol perekam gambar atau tombol tembak adalah tombol yang digunakan untuk merekam gambar. Saat tombol ini ditekan, rana membuka dan cahaya bisa masuk ke dalam kompartemen film untuk memaparkan cahaya kepada film. 6) Shutter Speed Control: Pengontrol Kecepatan Tembak. Ini adalah bagian dari kamera yang digunakan untuk mengontrol seberapa lama rana terbuka. 7) Film Speed Control: Pengontrol Kecepatan Film mengontrol kecepatan film yang tepat. (Biasanya dikenal dengan ISO atau ASA). 8) F-Stop Control: Pengontrol Diafragma untuk mengatur besarnya cahaya yang masuk melalui lensa. 9) Flash: Kita mengenalnya sebagai blitz atau lampu flash. Digunakan sebagai cahaya buatan sebagai tambahan apabila dirasakan cahaya yang tersedia kurang untuk merekam gambar. 10) Hot Shoe Mount: Dudukan blitz yang biasanya terdapat di bagian atas kamera, terutama di kamera SLR (Single Lens Reflect).

Alat optik (Kamera)

Page 10

11) Lens Ring Mount: Dudukan lensa. Ada pada kamera yang memiliki lensa yang bisa dilepastukar. Berbentuk semacam cincin yang bisa mengunci lensa yang dipasang. Tentu saja terletak di bagian depan kamera. Kamera terdiri dari yang merupakan kesatuan yang sangat mempengaruhi fungsi dari suatu kamera: 1. Badan kamera Badan kamera (kotak kedap cahaya), badan kamera adalah bagian yang benar-benar kedap cahaya. Satu-satunya celah dimana cahaya dapat masuk adalah melalui lensa kamera, dimana melalui lensa ini cahaya yang masuk diatur agar tepat mengenai dan membakar film. Ruangan yang kedap cahya namun merupakan satu-satunya tempat yang merupakan jalan masuk suatu cahaya. Setelah menempati badan kamera, cahaya akan fokuskan oleh lensa agar dapat membakar film. Didalam badan kamera terdapat tombol pengatur, yaitu: a. Aperture (pengatur diafragma) Definisi aperture adalah seberapa besar lensa terbuka (bukaan lensa) saat kita mengambil foto. Apartur atau bukaan sering dinyatakan menadi F-stop. Sering kita membaca istilah atau bukaan/apartur 5.6, dalam bahasa fotografi yang lebih resmi dinyatakan f/5.6. seperti ungkapan di atas , fungsi utama apartur adalah sebagai pengendali seberapa lubang di depan sensor tebuka. Semakin kecil angka f-stop semakin besar lubang ini yang terbuka serta semakin banyak cahaya yang masuk ke dalam serta sebaliknya. Ukuran aperture biasanya dinyatakan dalam f (jarak focus lensa). Misalnya b. Shutter speed Secara definisi, Shutter speed adalah rentang waktu saat shutter di kamera kita terbuka. Secara lebih mudah shutter speed berarti waktu dimana sensor kita melihat obyek yang akan difoto. Kemudahan artinya diameter aperture saat itu sama dengan kali jarak focus.

Alat optik (Kamera)

Page 11

shutter speed adalah waktu antara kita memencet tombol shutter di kamera sampai kembali lagi ke posisi semula. c. Blitz Blitz atau flash diterjemahkan secara bebas menjadi lampu kilat. Ini merupakan satu asesori yang sangat luas dipakai dalam dunia fotografi. Fungsi utamanya adalah untuk meng-illuminate (mencahayai/menerangi) obyek yang kekurangan cahaya agar terekspos dengan baik. Tetapi belakangan penggunaannya mulai meluas untuk menghasilkan foto-foto artistik. d. Tripod TripodTri = 3 & Pod = kaki, jadi tripod adalah kaki tiga, digunakan untuk menstabilkan kamera sehingga mencegah terjadinya hasil gambar goyang (blur). e. Lightmeter Light Meter adalah alat yang dipakai untuk mengukur jumlah cahaya yang masuk. dengan membandingkan dengan ASA, aperture dan shutter speed yang digunakan, maka Light Meter dapat menentukan cahaya yang masuk, sudah pas, under (kurang) atau over (lebih). tiap kamera memiliki cara penunjukan lightmeter yang berbeda-beda. akan tetapi dapat dikatagorikan pada 3 golongan: 1. + O Ini adalah cara yang paling umum menunjukan cahaya yang masuk. + menunjukan jumlah cahaya yang masuk terlalu banyak (over), O menunjukan jumlah cahaya yang masuk sudah pas, menunjukan jumlah cahaya yang masuk kurang (under). untuk beberapa kamera, tanda + diganti dengan segitiga ke atas, dan tanda - diganti dengan segitiga ke bawah. 2. (-2)(-1)O(+1)(+2) untuk kamera-kamera yang keluar akhir-akhir ini, cara penunjukan ini yang dipilih. Di bawah skala ini, ada titik (dot) yang bergerak2 sesuai dengan arah over atau under. (+1) dan (+2) menunjukan bahwa cahaya yang masuk over 1 stop dan 2 stop. sebaliknya, (-1) menunjukan bahwa cahaya yang masuk under 1 stop. - (strip) menunjukan lompatan 1/3 stop.

Alat optik (Kamera)

Page 12

3. Penunjukan speed (atau aperture) yang sebaiknya digunakan. Untuk beberapa kamera, ada yang cara penunjukan light meternya dengan cara seperti dia atas. Begitu light meter diaktifkan, akan ada lampu (atau jarum) yang menunjukan speed (atau aperture tergantung dari tipe kamera) yang sebaiknya digunakan. Apabila speed kita lebih cepat daripada speed yang direkomendasikan, maka hasilnya akan under. Sebaliknya, kalo speed kita lebih lambat dari pada speed yang direkomendasikan, maka hasilnya akan over. f. Pengaturan ISO atau ASA film Dalam fotografi, ASA dan ISO merupakan standar untuk mengukur kecepatan film atau mengukur sensitivitas film terhadap cahaya. Film dengan ISO tinggi berarti akan memungkinkan fotografer memotret dengan kecepatan rana (shutter speed) yang lebih tinggi pula. Film dengan ISO atau ASA tinggi terutama digunakan dalam situasi cahaya rendah. Kekurangannya, gambar yang dihasilkan akan memiliki noise (bintik-bintik) lebih banyak serta kontras yang lebih tinggi.

2. System lensa Didalam kamera sistem lensa biasanya, ditaruh di depan kotak. Sistem ini terdiri dari sebuah lensa tunggal yang terbuat dari plastik atau kaca atau sejumlah lensa yang tersusun dalam suatu silinder logam. Proses menghalangi cahaya ini disimbolkan dengan huruf F, atau bukaan relatifnya. Makin rendah angka f ini, makin besar bukaannya atau makin kecil tingkat penghalangannya. Bukaan ini diatur oleh jendela diafragma. Bukaan relatif diatur oleh suatu diafragma. Untuk kamera SLR, lensa dilengkapi dengan pengatur bukaan diafragma yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk sesuai keinginan fotografer. Jenis lensa cepat ataupun lensa lambat ditentukan oleh rentang nilai F yang dapat digunakan.

Alat optik (Kamera)

Page 13

3. Pemantik potret Tombol ini biasanya diletakkan di belakang lensa. Beberapa kamera menyediakan mekanisme dengan pengaturan waktu dengan yang digunakan untuk merubah sesuatu yang bukan merupakan shutter. Beberapa pengguna kamera beranggapan behwa sbuah kamera mempunyai shutter speed yang bisa dipakai. Sebuah kamera mempunya mekanisme memutar film agar setiap bagian film dapat dipisahkan antar objek yang berlainan. Sebuah kamera juga mempunyai Range finder yang dapat menunjukkan apa saja yang sudah di potret. Namun semua itu tergantung kepada jenis kamera. Jika jenis kameranya adalah kamera poket biasanya tidak memiliki salah satu komponen di atas. Berdasarkan ukuran, film dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu : Small format (35 mm) Medium format (100 120 mm) Large format (lebih dari 120 mm)

Berdasarkan jenis bahan dan sensitivenya, film dapat dibedakan menjadi : Film hitam putih Film negative hitam putih menghasilkan cetakan yang bernegatif hitam putih Film infra merah Film warna Negative warna untuk membuat gambar foto barwarna-warni atau hitam putih Film tungsten Film negative Film positif

Alat optik (Kamera)

Page 14

Film daylight Film Slide Film ini disebut juga film positif untuk mendapatkan slide berwarna dan dapat dicetak. sangat peka terhadap cahaya. kadar kepekaan film yang berlainan ukuran adalah tidak sama. semakin tinggi angka kepekaannya semakin tinggi kepekaannya dan begitu juga sebaliknya. film kepekaan tinggi digunakan untuk mengambil gambar ditempat yang kurang cahaya Terdapat juga kamera Polaroid, yang langsung memberikan gambaran positif, sehingga pengguna tidak perlu melakukan proses cuci cetak film. Kamera digital, kamera seperti ini yang sekarang sering digunakan. Kamera jenis ini bekerja tanpa menggunakan sebuah film. Keuntungan dari menggunakan kamera digital adalah pengguna tidak perlu membidik sebuah objek melalui jendela karena sudah menggunakan layar LCD yang terdapat di belakang layar LCD. 4. Pemutar film, adalah bagian yang berfungsi sebagai pemutar film sesaat setelah proses pengambilan gambar dilakukan.

Itulah beberapa bagian utama sebuah kamera, selain bagian-bagian tersebut masih ada bagian lain kamera rangefinder, lightmeter, autofocus, dll.

Alat optik (Kamera)

Page 15

Macam dan Jenis Kamera


a. Macam-macam Kamera berdasarkan jenis lensanya Lensa sudut besar Kamera jenis ini mempunyai jarak fokus yang paling kecil. Lensa yang menggunakan film 35 milimeter disebut lensa sudut besar. Sedangkan yang menggunakan film 135 milimeterdisebut dengan lensa telefoto. Lensa sudut kecil Kamera jenis ini mempunyai jarak fokus yang paling besar diantara ketiga jenis kamera yang lainnya. Lensa variabel Kamera jenis ini mempunyai jarak fokus yang dapat diubah-ubah, disesuaikan dengan kebutuhan. Lensa akan memfokuskan cahaya. Di dalam sini lensa akan dikelompokkan sesuai dengan focal length, yang dapat memengaruhibesarnya komposisi yang akan dihasilkan. Masyarakat awam mengenalnya dengan istilah zoom.

b. Berdasarkan mekanisme kerja, kamera terdiri dari : Kamera Single Lens Reflect (SLR) Kamera ini memiliki cermin datar yang ada di belakang lensa. Sehingga apa pun objek yang dilihat oleh pemotret adalah apa yang di tangkap oleh film. Kamera ini mempunayi ciri-ciri sebagai berikut.
Tidak mempunyai tingkap penilik pandang di sebelah depannya. hanya mempunyai tingkap penenang di sebelah belakang. gambar yang dilihat pada tingkap penilik pandangan masuk melalui lensa yang memancarkan

gambar ke film.
Dilengkapi denagn system lensa yang boleh ditukar ganti

Alat optik (Kamera)

Page 16

lensa boleh ditukar tana merusakan film yang telah diisi ke dalam kamera. Kamera yang digunakan oleh juru foto professional.

Kamera Instan Memiliki mekanisme otomatik berdasarkan pengukur cahaya. Lebar diafragma dan kecepatan pemantik potret akan otomatis di atur. c. Kamera berdasarkan media penangkap cahayanya: Kamera digital Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda. Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memory ataupun external

memory yang menggunakan memory card. Kamera ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
menggunakan sensor elektronik menggantikan film.

pengguna data melihat segera gambar yang sudah direkamkan pada sceen preview dan boleh membuat keputusan sama ada akan menyimpan gambar tersebut, merekam semula. mekanisme yang sama, CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) digunakan bagi kamera yang berharga murah dua kategori utama Portable bagi kegunaan umum Kegunaan khas yang memerlukan sambungan ke sistem computer.

Alat optik (Kamera)

Page 17

Kamera film Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.

Kamera polaroid Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film. d. kamera berdasarkan viewfindernya

Viewfinder memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi. Fotografer ahli
biasanya akan lebih memilih viewfinder dengan kualitas baik dan mampu memberikan gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak. Kamera saku Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan. Cahaya yang melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela bidik (viewfinder) dengan lensa. Kamera TLR Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya. Namun tetap ada kesalahan paralaks yang ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama. Kamera SLR (Single Lens Reflect) Pada kamera SLR, cahaya yang masuk ke dalam kamera dibelokkan ke mata fotografer sehingga fotografer mendapatkan bayangan yang identik

Alat optik (Kamera)

Page 18

dengan yang akan terbentuk. Saat fotografer memencet tombol kecepatan rana, cahaya akan dibelokkan kembali ke medium (atau film). lensa kamera SLR dapat diganti ganti sesuai kehendak,sangat disukai para ahli foto, atau hobby, dudukan lensa pada body kamera berbeda benda tergantung merek kamera,mulai dari lensa wide(sudut lebar),tele(jarak jauh),dan lensa normal(standard 50 mm),tersedia pula lensa zoom dengan panjang lensa bervariasi. Prinsip dan Cara Kerja Kamera a. Cara Kerja Kamera Ternyata cara kerja kamera menyerupai cara kerja mata kita. Jika kita memotret, gambar yang dibentuk oleh bayangan obyek di tuangkan pada film. Sedangkan pada mata kita, jika kita melihat suatu gambar maka bayangan yang dibentuk dituangkan pada retina mata yaitu untuk menangkap bayangan nyata. Selain itu, ada juga celah diafragma yang memiliki fungsi sama dengan iris yaitu mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke dalam lensa. Susunan kamera sama dengan susunan mata kita, akan tetapi pemrosesan gambarnya sangat berbeda. Kamera terdiri atas sebuah lensa cembung dan film. Saat menekan tombol shutter pada kamera, terdapat proses yang sangat cepat dalam menangkap gambar. Pantulan cahaya dari benda yang ada di depan kamera masuk ke kamera lalu mengenai lensa cembung. Lensa cembung ini yang akan memfokuskan cahaya yang diterima berupa bayangan terbalik ke suatu tempat yang disebut film yang sangat peka cahaya. Proses kimia terjadi saat film terkena cahaya dan membentuk sebuah pola gambar. Hanya bagian film yang terkena cahaya yang akan terbakar dan hangus, sedangkan bagian yang lainnya tetap. Film yang digunakan untuk foto hitam putih menggunakan satu lapis senyawa garam perak halida. Sedangkan untuk foto berwarna menggunakan minimal 3 lapis senyawa garam perak halida. Hasil dari penangkapan film adalah sebuah lembaran hitam yang disebut klise/negatif. Kemudian film dicetak pada kertas foto. Pada proses ini arang sisa film yang terbakar karena terkena cahaya akan terbuang sehingga lapisan film menjadi putih/transparan. Sedang yang tidak terbakar tetap

Alat optik (Kamera)

Page 19

hitam. Proses selanjutnya adalah mentransfer film (negatif) ke atas kertas foto (positif) atau disebut dengan proses pencetakkan. Kertas yang digunakan untuk mencetak foto adalah kertas khusus yang dilapisi senyawa ferro. Oh iya, proses pencetakan atau pencucian foto harus dilakukan pada ruang gelap. Mengapa begitu? Karena cahaya dapat merusak hasil film yang sangat mudah terbakar. Saat ini, untuk mencetak sebuah gambar pada kertas foto sudah tidak menggunakan kertas film lagi. Kini kamera modern yang disebut kamera digital menggunakan proses elektronik dan menyimpan gambar hasil pemotretan pada sebuah kartu (memory card). Hasil foto bisa dilihat secara langsung secara digital tanpa harus melalui proses pencetakkan terlebih dahulu. Sampai sekarang cara kerja kamera modern masih dikembangkan oleh setiap produsen kamera. Pada bagian depan kamera terdapat lensa optic yang terbuat dari lensa cembung lensa tersebut berfungsi untuk mengumpulkan cehaya sejajar dari benda sehingga terbentuk bayangan tempat di pelat film. Agar bayangan dari benda yang dekat ataupun yang jauh dapat tepat berada di pelat film maka jarak lensa ke pelat film dapat diatur ke depan atau ke belakang oleh alat pengatur focus. Selain pengatur focus juga ada pengatur kecepatan membuka atau menutup layar pada kamera terdapat angka yang menunjukkan kecepatan pembukaan dan penutupan layar semakin besar engkanya semakin cepat penutupan layar kecepatan besar digunakan untuk memotret benda-benda yang bergerak dengan kecepatan tinggi terbentuknya beyangan pada pelat film ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

b. prinsip kerja kamera film Prinsip Kerja Prinsip kerja kamera film itu dibangun oleh mekanisme yang disebut intermittent movement. Sebelumnya perlu dijelaskan beberapa pengertian menyangkut bagian dari mekanisme agar lebih mudah mengetahui prinsip kerja kamera film. 1. Shutter Shutter kamera film berfungsi untuk menutup dan membuka lubang masuk cahaya ke film yang dihadapkan ke aperture atau camera gate.

Alat optik (Kamera)

Page 20

Karena fungsinya itu, shutter umumnya berbentuk busur berporos untuk melakukan rotasi. Karena itu disebut rotating disk dengan cut out 180 derajat. Pelaksanaan fungsi terjadi sewaktu berputar. Ketika membuka film dicahayai dan ketika menutup film berganti. Karena itu perlu dijelaskan fungsi komponen lain claw yang akan dijelaskan lebih lanjut. 2. Pull Down Claw Claw atau pull down claw berfungsi untuk menarik film dari dan ke camera gate. Proses kerjanya unik karena bekerja ketika shutter menutup sehingga film yang sudah dicahayai dan fil baru tidak terkena sinar. Film yang mendapat giliran dicahayai ditekan oleh pasak pengerat lalu mengendur ketika shutter menutup kemudian dikait oleh claw. Cara kerja pull down claw adalah mengait frame film pada sprocketnya seperti cara burung pelatuk. 3. Baterai Sumber daya yang menggerakkan kamera film adalah listrik yang diubah menjadi arus searah. Fungsi itu diambil alih baterai karena lebih mudah membawanya. Intermittent Movement Pengertian Intermittent Movement dibangun oleh diantaranya seperti dijelaskan dalam prinsip kerja tadi, dan: 1. Frame 2. Perforasi/Sprocket 3. Magazin 4. Loop, serta 5. Pilot pin. 1. Frame Sifat intermittent movement berhubungan dengan framing yang dilakukan oleh aperture. Setiap kamera membuat frame sesuai ukurannya. Frame motion picture yang umum adalah 35 mm dan 16 mm. Untuk pemakainan khusus ada yang berukuran 8 mm dan 70 mm.

Alat optik (Kamera)

Page 21

2. Sprocket Sprocket atau perforasi adalah lubang-lubang di tepi frame yang berguna untuk sangkutan claw ketika bekerja menarik film. 3. Magazin Magazin adalah tempat menyimpan film. Prinsipnya mengambil tugas darkroom. Film aman di dalamnya. Magazin memasok dan menyimpan film setelah dicahayai. 4. Loop Bila kita memasang film di proyektor, dianjurkan membuat loop agar tarikan film lentur. Nampaknya hal ini disebabkan ketika memasang film ke camera gate dengan cara yang sama. Jadi agar film lentur ditarik dari magazin maka looping mutlak berlakunya.

5. Pilot Pin Pilot Pin atau registration pin adalah alat yang bertugas mengarahkan film yang akan dicahayai dengan bekerjasama dengan claw. Perlu diingat bahwa bila semua komponen yang disebut di atas dimiliki oleh semua jenis kamera, tapi untuk pilot pin hanya beberapa jenis saja yang menggunakannya. Pada dasarnya, tanpa pin, film akan bergerak menurut azas intermittent. Sayangnya bila ada kecerobohan ketika looping maka film tanpa pilot akan berputar terus sampai kusut. Persistence of Vision Akhirnya pengertian terhadap persistence of vision dibangun oleh sifat motion picture atau bioskop. Maksudnya, seperti menonton film, adapun gambar yang sampai di mata adalah gambar yang sudah tergulung di rel karena sudah tinggal kesan akibat diilusikan oleh proyeksi.

Alat optik (Kamera)

Page 22

Fenomena ini terjadi karena cepatnya frame berganti (1/50 detik) mengakibatnya memori lama yang tersimpan diotak belum hilang muncul memori baru sudah menggantikannya, sehingga persambungan frame tidak lagi dapat dilihat mata. Rumus fisika sesungguhnya adalah persistence of vision with regard no moving object atau sering disebut ilusi. Tak heran bila sering disebut istilah tipuan mata atau trick dalam pembuatan film yang pada dasarnya menciptakan kesan sesungguhnya padahal sudah berlalu.

Alat optik (Kamera)

Page 23

Kesimpulan
Alat optik merupakan alat yang sering kita gunakan sehari-hari misalnya ada kamera yang berfungsi untuk mengambil gambar. gambar yang kita ambil biasanya merupakan gambar yang memuat hal-hal yang sangat menarik atau peristiwa penting agar dapat diabadikan. Didalam kamera terdapat bagian-bagian penting seperti lensa, kotak tak tembus cahaya, film peka cahaya. Cara kerja kamera menyerupai cara kerja mata yang dimiliki oleh manusia. Lensa kamera berfungsi untuk memfokuskan cahaya sama halnya dengan lensa yang dimiliki kita. Selain itu ada juga kesamaan lainnya yaitu, film berfungsi sama seperti retina, yaitu untuk menangkap bayangan nyata. Celah diafragma juga memiliki fungsi yang sama dengan iris, yaitu mengatur intensitas cahaya yang memasuki lensa. Selain itu kamera juga memiliki bagian-bagian yang berperan dan berpengaruh dalam menjalankan fungsi atau kegunaan yang dimiliki oleh kamera. Kamera juga memiliki sejarahnya sendiri sama dengan benda hebat lainnya seperti mikroskop. Seiring perkembangan zaman kamera juga ikut mengalami perubahan sehingga menjadi lebih canggih lagi dari sebelumnya.

Alat optik (Kamera)

Page 24

Kata penutup
Hanya ini yang dapat kami sampaikan sekali lagi kami mengucapkan terima kasih, dan kami memohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan baik dalam penulisan maupun dalam cara pembahasaan di dalam makalah ini. Selain itu, kami membuat makalah ini untuk memenuhi tugas dalam membuat makalah fisika mengenai alat optik. Akhir kata Wassalamualaikum wr.wb

Penulis

Alat optik (Kamera)

Page 25

Daftar Pustaka
Belajar IPA 2 Fisika SMA X penerbit Arya Duta Google/images Ilmu Pengetahuan 2 Platinum Fisika 2

Alat optik (Kamera)

Page 26