Anda di halaman 1dari 6

Laporan Fisika Kelas Intisari

: Semester 1 : 1.C : Fisika Kuantum

Nama : Ike Trymas Ayulanda NIM : 4111028

Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa medium perantara.Sebuah benda yang dapat menyerap semua radiasi yang mengenainya disebut benda hitam sempurna. Radiasi yang dihasilkan oleh sebuah benda hitam sempurna saat dipanaskan disebut radiasi benda hitam Luidwig Boltzmann merumuskan secara matematis banyaknya kalor Q yang dipancarkan suatu benda selama selang waktu t adalah sebesar: Q P = = eAT 4 t Wilhelm Wien menemukan suatu hubungan antara panjang gelombang yang dipancarkan untuk intensitas maksimum sebuah benda dengan suhu mutlak T, yaitu: maks T = C = 2,898 10 3 mK Hukum tersebut hanya dapat menjelaskan radiasi benda hitam dengan panjang gelombang yang nilainya kecil. RayleighJeans dapat menjelaskan radiasi benda hitam untuk panjang gelombang yang nilainya besar, namun gagal menjelaskan panjang gelombang yang nilainya kecil. Kegagalan kedua ilmuwan ini memacu Max Planck untuk membuktikan Hukum StefanBoltzmann. Ia berhipotesis: 1. Energi radiasi yang dipancarkan oleh benda bersifat diskret, yang besarnya : En = n .h .f Dengan n adalah bilangan asli (1, 2, 3, ....) yang disebut bilangan kuantum. Sedangkan f adalah frekuensi getaran molekul benda. Dan h adalah konstanta (tetapan) Planck yang besarnya 6,626 10-34 Js. 2. Molekul-molekul dalam benda memancarkan (emisi) atau menyerap (absorbsi) energi radiasi dalam paket-paket diskret yang disebut kuantum atau foton. Albert Einstein menyatakan bahwa ketika cahaya dipancarkan, energinya harus berkurang sebesar hf, 2hf, 3hf, dst. Maka, cahaya yang dipancarkan merupakan partikelpartikel kecil yang disebut foton. Efek fotolistrik adalah peristiwa terlepasnya elektronelektron dari permukaan logam (elektron foto) saat logam tersebut disinari dengan cahaya. Arthur Holly Compton mempelajari gejala-gejala tumbukan antara foton dan elektron. Dan menyimpulka bahwa paket-paket energi gelombang elektromagnetik itu dapat berfungsi sebagai partikel dengan momentum sebesar : hf h Pfoton = = c Louis de Broglie kemudian menunjukkan hubungan besaran-besaran antara partikel dan gelombang : h = mv Pertanyaan Mengapa pada percobaan efek fotolistrik ketika cahaya dipancarkan, energinya berkurang sebesar hf, 2hf, 3hf, dan seterusnya? Jelaskan yang dimaksud terkuantisasi (diskret)?

FISIKA KUANTUM
A. Radiasi Benda Hitam
Coba dekatkan tangan Anda ke sebuah lampu pijar berdaya 10 watt. Apa yang Anda rasakan? Anda akan merasakan adanya panas yang diemisikan (dipancarkan) lampu ke tangan Anda. Panas yang Anda rasakan itu berasal dari emisi radiasi kalor yang berasal dari lampu. Sekarang, coba Anda ganti lampu tadi dengan lampu lain yang berdaya lebih besar, misalnya 60 watt. Tangan Anda akan merasakan kalor yang dipancarkan lebih besar dibandingkan sebelumnya. Percobaan sederhana tadi menunjukkan bahwa makin tinggi suhu suatu benda, makin besar pula energi kalor yang dipancarkan. Fenomena ini pertama kali diselidiki oleh Joseph Stefan yang melakukan percobaan menghitung besarnya energi kalor yang dipancarkan secara radiasi oleh suatu benda. Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa medium perantara. Biasanya dipancarkan dalam bentuk spektrum gelombang elektromagnetik. Selanjutnya Luidwig Boltzmann merumuskan secara matematis banyaknya kalor Q yang dipancarkan suatu benda selama selang waktu t adalah sebesar : Q P = = eAT 4 (1.1) t Keterangan : P : Energi yang dipancarkan tiap satuan waktu atau daya (J/s atau Watt) Q : Energi (kalor) yang dipancarkan suatu benda (Joule) t : Selang waktu pemancaran energi (sekon) e : Emisivitas benda atau kemampuan benda dalam memancarkan energi radiasi, besarnya (0 < e < 1) : Tetapan Stefan Boltzmann = 5,67 10-8 W/m2K4 A : Luas permukaan benda (m2) T : Suhu mutlak benda dalam satuan Kelvin (TK = TC 273) Sebuah benda yang dapat menyerap semua radiasi yang mengenainya disebut benda hitam sempurna. Radiasi yang dihasilkan oleh sebuah benda hitam sempurna ketika dipanaskan disebut radiasi benda hitam. Perlu Anda pahami bahwa benda hitam sempurna hanyalah suatu model ideal. Artinya, tak ada satu pun benda di dunia ini yang berperilaku sebagai benda hitam sempurna. Benda hitam sempurna (jika ada) akan memiliki nilai emisivitas 1.

B. Hukum Pergeseran Wien


Wilhelm Wien menemukan suatu hubungan empirik sederhana antara panjang gelombang yang dipancarkan untuk intensitas maksimum sebuah benda dengan suhu mutlak T, yang dinyatakan sebagai : maks T = C = 2,898 10 3 mK (1.2) Dengan C adalah tetapan pergeseran Wien. Pada gambar di bawah ini ditunjukkan grafik hubungan antara intensitas terhadap panjang gelombang suatu benda hitam sempurna untuk tiga jenis suhu. Perhatikan pergeseran puncak-puncak spektrumnya. Panjang gelombang untuk intensitas maksimum semakin kecil seiring dengan bertambahnya suhu mutlak. Total energi kalor radiasi yang dipancarkan sebanding dengan luas daerah di bawah grafik.

Intensitas radiasi

2 3

T1 = 6000 K T2 = 5000 K T3 = 4000 K Gambar 1. Grafik intensitas terhadap panjang gelombang suatu Panjang gelombang () 500 1000 1500 2000 2500 benda hitam pada 3 jenis suhu mutlak. Dari grafik di atas, kita mendapat gambaran bahwa intensitas radiasi maksimum akan memiliki nilai panjang gelombang kecil (dengan kata lain frekuensi besar) pada benda dengan suhu tinggi. Dan sebaliknya, intensitas radiasi maksimum akan memiliki nilai panjang gelombang besar (dengan kata lain frekuensinya kecil) ketika benda bersuhu lebih rendah. Hukum pergeseran Wien ini hanya dapat menjelaskan radiasi benda hitam dengan panjang gelombang yang nilainya kecil (pendek). Ia gagal menjelaskan radiasi benda hitam untuk panjang gelombang yang nilainya besar (panjang).

C. Teori Rayleigh and Jeans


RayleighJeans dapat menjelaskan radiasi benda hitam untuk panjang gelombang yang nilainya besar, namun gagal menjelaskan radiasi benda hitam untuk panjang gelombang yang nilainya kecil. Artinya, berdasarkan teori Rayleigh and Jeans ini, hukum Stefan Boltzmann (pers. 7.1) hanya berlaku pada panjang gelombang yang nilainya besar.

D. Hipotesis Kuantum Planck


Kegagalan Wien dan RayleighJeans ini memacu seorang ilmuwan fisika Max Planck untuk membuktikan Hukum StefanBoltzmann. Ada dua hipotesis yang dikemukakan Planck mengenai hal ini : 1. Energi radiasi yang dipancarkan oleh benda bersifat diskret, yang besarnya : (1.3 En = n .h .f ) Dengan n adalah bilangan asli (1, 2, 3, ....) yang disebut bilangan kuantum. Sedangkan f adalah frekuensi getaran molekul benda. Dan h adalah konstanta (tetapan) Planck yang besarnya 6,626 10-34 Js. 2. Molekul-molekul dalam benda memancarkan (emisi) atau menyerap (absorbsi) energi radiasi dalam paket-paket diskret yang disebut kuantum atau foton. Gagasan Planck ini baru menyangkut permukaan benda hitam. Selanjutnya, Albert Einstein memperluasnya menjadi fenomena yang universal. Dan berdasarkan teori kuantum, cahaya merupakan pancaran paket-paket energi (foton) yang terkuantisasi (diskret) yang besarnya sesuai dengan persamaan (7.3). Teori Planck inilah awal munculnya Fisika Modern.

Intensitas

Rayleigh - Jeans Planck

Wien

Panjang Gelombang

Gambar 2. Perbandingan teori Wien, Rayleigh Jeans dan Planck.

E. Efek Fotolistrik
Efek fotolistrik merupakan hasil eksperimen klasik yang menunjukkan bahwa cahaya memiliki karakteristik sebagai partikel. Percobaan efek fotolistrik dilakukan oleh Albert Einstein untuk menguji adanya foton. Einstein menyatakan bahwa ketika cahaya dipancarkan, energinya harus berkurang sebesar hf, 2hf, 3hf, dan seterusnya. Dengan demikian, cahaya yang dipancarkan ternyata merupakan partikel-partikel kecil yang disebut foton. Efek fotolistrik adalah peristiwa terlepasnya elektron-elektron dari permukaan logam (elektron foto) ketika logam tersebut disinari dengan cahaya. Berdasarkan hukum kekekalan energi : 1 mv 2 maks = eV0 2 Keterangan : m : Massa elektron (9,1 10-31 kg) v : Kelajuan pancaran elektron (m/s) e : Muatan elektron (1,6 10-19 C) V0 : Potensial henti (Volt)

(1.4)

F. Efek Compton
Arthur Holly Compton mempelajari gejala-gejala tumbukan antara foton dan elektron. Ia mendapatkan kesimpulan bahwa paket-paket energi gelombang elektromagnetik itu dapat berfungsi sebagai partikel dengan momentum sebesar : hf h Pfoton = = (1.5) c Keterangan : P : Momentum foton (kgm/s) hf : Energi foton (Joule) : Panjang gelombang (meter) Dari efek Compton ini tampak bahwa cahaya memiliki sifat kembar (dualisme) yaitu sebagai gelombang (memiliki panjang gelombang dan frekuensi), maupun sebagai partikel (mempunyai momentum).

G. Hipotesis de Broglie
Louis de Broglie mengembangkan gagasan tentang dualisme gelombang partikel ini. Karena cahaya memiliki perilaku seperti gelombang dan partikel, mungkin juga bahwa partikel-partikel seperti elektron memiliki perilaku sebagai gelombang. Ia kemudian menunjukkan hubungan besaran-besaran antara partikel dan gelombang :

h mv

(1.6)

Keterangan : : Panjang gelombang (meter) h : Konstanta Planck (6,626 10-34 Js) m : Massa partikel (kg) v : Kelajuan partikel (ms-1)

H. Peta Konsep
TEORI KUANTUM

EFEK FOTOLISTRIK

RADIASI BENDA HITAM

EFEK COMPTON

HIPOTESIS DE BROGLIE

HUKUM STEFAN-BOLTZMAN

HUKUM PERGESERAN WIEN

HIPOTESIS PLANCK

Sumber: http://www.scribd.com/doc/27999762/Materi-7-Fisika-Kuantum