Anda di halaman 1dari 159

ANALISIS PEMASARAN CPO (CRUDE PALM OIL) PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PTPN-IV)

(Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan)

SKRIPSI

Oleh : Jaldi Christanto Sinaga 030304033 SEP-Agribisnis

DEPARTEMEN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2007

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

ANALISIS PEMASARAN CPO (CRUDE PALM OIL) PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PTPN-IV)


(Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan)

SKRIPSI

Oleh : Jaldi Christanto Sinaga 030304033 SEP-Agribisnis Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pertanian Di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan

Disetujui Oleh : Komisi Pembimbing

Ir. Luhut Sihombing, MP. Ketua

Dr. Ir. Rahmanta Ginting, MSi. Anggota

DEPARTEMEN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2007
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

RINGKASAN

JALDI CHRISTANTO SINAGA (030304033) dengan judul skripsi ANALISIS PEMASARAN CPO (CRUDE PALM OIL) PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PTPN-IV) Studi kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan. Kelapa sawit adalah penghasil minyak nabati yang dapat diandalkan, karena minyak yang dihasilkan memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan minyak yang dihasilkan oleh tanaman lain. Keunggulan tersebut di antaranya memiliki kadar kolesterol rendah, bahkan tanpa kolesterol. Minyak nabati yang dihasilkan dari pengolahan buah kelapa sawit berupa minyak sawit mentah (CPO atau Crude Palm Oil) yang berwarna kuning dan minyak inti sawit (PKO atau Palm Kernel Oil) yang tidak berwarna (jernih). CPO atau PKO banyak digunakan sebagai bahan industri pangan (minyak goreng dan margarine), industri sabun (bahan penghasil busa), industri baja (bahan pelumas), industri tekstil, kosmetik, dan sebagai bahan bakar alternatif. Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal, seperti mutu CPO (asam lemak bebas, kadar lembap/kadar air, jumlah CPO, harga CPO, tujuan perusahaan dan promosi) dan faktor-faktor eksternal, seperti kebijakan pemerintah (kuota penjualan, pajak ekspor, dan kebijakan perbankan), tarif bea masuk, kurs, komoditas substitusi,dan persaingan (pesaing). Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimana proses pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV)? 2. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV)? 3. Bagaimana proses penentuan harga CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV)? 4. Berapa besar share margin yang tercipta dari pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV)? 5. Bagaimana tingkat efisiensi pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV)? 6. Berapa besar elastisitas transmisi harga dari pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV)? Berdasarkan permasalahan di atas maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut : 1. Menerangkan proses pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV). 2. Menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV). 3. Menerangkan proses penentuan harga CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV).
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

4. Menerangkan share margin yang tercipta dari pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV). 5. Menerangkan efisiensi pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV). 6. Menerangkan elastisitas transmisi harga dari pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV). Lokasi penelitian ditentukan secara Purposive. Pengambilan responden dalam penelitian ini dilakukan secara Sensus, yaitu semua populasi karyawan kantor pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) bagian pemasaran dan karyawan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan dijadikan responden dengan jumlah 83 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, model share margin pemasaran (Sm), model efisiensi pemasaran (Ep) dan model elastisitas transmisi harga pemasaran (Et). Berdasarkan analisis data, maka didapat hasil penelitian sebagai berikut : 1. Kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) yang diterapkan oleh KPB PTPN adalah lelang terbuka (tender) dan kontrak penjualan jangka panjang. Pembayaran dilaksanakan secara tunai selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah tanggal kontrak. Penyerahan barang dilaksanakan selambat-lambatnya 15 hari setelah tanggal pembayaran. 2. Mutu/kualitas (% Asam Lemak Bebas, kadar air, dan kotoran), kebijakan perbankan, promosi, pelabuhan, dan para pesaing merupakan faktorfaktor yang mempengaruhi kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV. 3. Penentuan harga jual CPO (Crude Palm Oil) milik PT Perkebunan Nusantara IV yang dibuat oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB) didasari pada mekanisme pasar (harga yang berlaku dipasar). 4. Share Margin kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV ke pasar Domestik, yaitu 96,74% sedangkan nilai share margin pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV ke pasar Luar Negeri (Ekspor), yaitu sebesar 95,30% dan nilai share margin pemasaran total CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV ke pasar Luar Negeri (Ekspor) dan Dalam Negeri (Domestik), yaitu 95,97%. 5. Kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV yang dilakukan oleh KPB PTPN telah efisien. 6. Elastisitas transmisi harga pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV bersifat inelastis pada pasar ekspor dan domestik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan agar produsen CPO (Crude Palm Oil) dalam hal ini PTPN-IV lebih meningkatkan mutu CPO (Crude Palm Oil) yang dihasilkan baik dengan memperbaiki kegiatan manajemennya maupun dengan menetapkan standarisasi mutu sesuai dengan perdagangan internasional. Disarankan agar Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara (KPB PTPN) lebih menjalankan fungsinya sebagai market intelligent dan mediator. Disarankan agar pemerintah dapat membantu produsen CPO (Crude Palm Oil) dalam setiap kebijakan yang dibuat.
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

RIWAYAT HIDUP

JALDI CHRISTANTO SINAGA, lahir pada 18 Mei 1986 di Pematang Siantar, Kotamadya Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Propinsi Sumatera Utara. Anak pertama dari dua bersaudara, dari Ayahanda Ir. Jawalsin Sinaga dan Ibunda Betty Christina Marpaung, S.H. Pendidikan yang pernah ditempuh penulis adalah sebagai berikut : 1. Tahun 1997, menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di SD Negeri Nomor : 091697 Bukit Lima. 2. Tahun 2000, menyelesaikan pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di SLTP Putri Cahaya Medan. 3. Tahun 2003, menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Umum di SMU Negeri 1 Medan. 4. Tahun 2003, diterima di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Program Studi Agribisnis melalui jalur SPMB. 5. Tahun 2007, mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi. 6. Tahun 2007, melakukan penelitian di Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan.

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Selama mengikuti perkuliahan penulis mengikuti organisasi Ikatan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (IMASEP) sebagai Kepala Bidang Organisasi dan Kemahasiswaan periode 2006-2007. KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia yang diberikan-Nya sehingga penulis dapat menjalani perkuliahan dan mengakhiri masa perkuliahan serta dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian di Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara dengan judul ANALISIS PEMASARAN CPO (CRUDE PALM OIL) PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PTPN-IV). Tulisan ini merupakan hasil penelitian lapangan dengan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini dengan ketulusan hati penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak Ir. Luhut Sihombing, MP sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan sebagai Sekretaris Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Dr. Ir. Rahmanta Ginting, MSi sebagai Anggota Komisi Pembimbing. 3. Ibu Ir. Lily Fauzia, MSi sebagai Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

4.

Seluruh Staf Pengajar dan Pegawai Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

5.

Bapak H. Siahaan, SE sebagai Staf bagian Pemasaran Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV.

6.

Bapak Subandi sebagai Kepala Cabang Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan.

7.

Seluruh instansi yang terkait dengan penelitian ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas bantuannya dalam penyelesaian skripsi ini.

8.

Rekan-rekan Mahasiswa SEP angkatan 2003, atas bantuan dan dorongannya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Secara khusus penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang

sedalam-dalamnya

kepada

Ayahanda

Ir.

Jawalsin

Sinaga

dan

Ibunda

Betty Christina Marpaung, S.H. Adikku Tommy P.A. Sinaga, Tante Rospita dan Hotmauli, atas segala perhatian dan kasih sayang, dukungan moril dan materil serta doa yang telah diberikan kepada penulis hingga saat ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman lainnya yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu atas bantuan dan perhatiannya Penulis menyadari kekurangan dan keterbatasan dalam skripsi ini, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan serta kepentingan penelitian selanjutnya.

Medan, Desember 2007


Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Penulis

DAFTAR ISI

RINGKASAN .............................................................................................. RIWAYAT HIDUP ..................................................................................... KATA PENGANTAR ................................................................................. DAFTAR ISI .............................................................................................. DAFTAR TABEL ...................................................................................... DAFTAR GAMBAR .................................................................................. I. PENDAHULUAN ................................................................................ 1.1. Latar Belakang ......................................................................... 1.2. Identifikasi Masalah ................................................................. 1.3. Tujuan Penelitian...................................................................... 1.4. Kegunaan Penelitian .................................................................

i iii iv vi vii ix 1 1 10 10 11

II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN................................ 2.1. Tinjauan Pustaka ...................................................................... 2.2. Landasan Teori ......................................................................... 2.3. Kerangka Pemikiran ................................................................. 2.4. Hipotesis Penelitian .................................................................. III. METODE PENELITIAN .................................................................... 3.1. Metode Penentuan Daerah Penelitian........................................ 3.2. Metode Pengambilan Sampel ................................................... 3.3. Metode Pengumpulan Data ....................................................... 3.4. Metode Analisis Data ............................................................... 3.5. Definisi Dan Batasan Operasional ............................................ IV. PROFIL PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PTPN-IV), PROFIL KANTOR PEMASARAN BERSAMA (KPB) PT PERKEBUNAN NUSANTARA I-V CABANG MEDAN

12 12 19 30 34 36 36 36 36 37 39

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN ........................................... 4.1. Profil PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV)........................ 4.2. Profil Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan ................................................... 4.3. Karakteristik Responden...........................................................

43 43 49 55

V. HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................. 5.1. Proses Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) ......................................................... 5.2. Faktor - faktor yang Mempengaruhi Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) .... 5.3. Proses Penentuan Harga CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV.................................................... 5.4. Share Margin yang Tercipta dari Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) ......................... 5.5. Tingkat Efisiensi Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) ................................ 5.6. Besar Nilai Elastisitas Transmisi Harga dari Kegiatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) ......................................................... VI. KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................. 6.1. Kesimpulan .............................................................................. 6.2. Saran ........................................................................................ DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

57 57 71 74 75 82

84 89 89 90

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

DAFTAR TABEL

No.

Judul

Hal

1. Luas Areal Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara IV Berdasarkan Unit Kebun Tahun 2006 ................................................................................... 2. Luas Areal Budidaya Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara I-V dan Jumlah Produksi CPO (Crude Palm Oil) Tahun 2006 ............................... 3. Karakteristik Sosial Ekonomi Responden Karyawan PT Perkebunan Nusantara IV Bagian Pemasaran............................................................... 4. Karakteristik Sosial Ekonomi Responden Karyawan Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan ........................... 5. Volume Realisasi Pengapalan, Biaya Pemasaran, Jasa KPB PTPN, Margin Pemasaran PTPN-IV, Profit Margin Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Domestik & Ekspor PTPN-IV Tahun 2006............................... 6. Volume Realisasi Pengapalan, Biaya Pemasaran, Jasa KPB PTPN, Margin Pemasaran PTPN-IV, Profit Margin Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Domestik PTPN-IV Tahun 2006 .............................................. 7. Volume Realisasi Pengapalan, Biaya Pemasaran, Jasa KPB PTPN, Margin Pemasaran PTPN-IV, Profit Margin Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Ekspor PTPN-IV Tahun 2006 .................................................. 8. Harga CPO (Crude Palm Oil) Ekspor di Tingkat Produsen (Pf), di Tingkat Pemasar/Konsumen (Pr), Margin Pemasaran dan Elastisitas Transmisi Harga (Et) Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Tahun 2006 ......................................................................... 9. Harga CPO (Crude Palm Oil) Domestik di Tingkat Produsen (Pf), di Tingkat Pemasar/Konsumen (Pr), Margin Pemasaran dan Elastisitas

55

56

75

78

80

84

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Transmisi Harga (Et) Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Tahun 2006 .........................................................................

86

DAFTAR GAMBAR

No.

Judul

Hal 33 45 53

1. Skema Kerangka Pemikiran ..................................................................... 2. Bagan Struktur Organisasi PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) .......... 3. Bagan Struktur Organisasi Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PTPN ....... 4. Bagan Struktur Organisasi Kantor Pemasaran Bersama (KPB)

PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan .......................................... 5. Skema Proses Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) ......................................................................... 6. Skema Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) ............

54

70

73

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Pemasaran adalah ujung tombak dari kegiatan produksi, karena penilaian terakhir dari usaha produksi diberikan oleh pembeli atau pemakai, karena itu setiap orang yang terlibat dalam organisasi, terlepas dari bobot keterlibatannya, juga terlibat dalam masalah pemasaran. Pemasaran ialah bagaimana memuaskan pembeli dan bukan memuaskan produsen. Karena itu pada dasarnya manajemen pemasaran lebih banyak merupakan seni (art) daripada ilmu (science). Dengan demikian sulit untuk mendapatkan ilmu yang universal tentang pemasaran, karena sangat dipengaruhi oleh perkembangan waktu, teknologi, komoditas dan seterusnya. Cara pendekatan yang digunakan bermacam-macam, antara lain pendekatan yang dinamakan product mix yang didalam literatur elementer mengenai pemasaran diistilahkan dengan the four ps, yaitu product, place, price and promotion (Mangoensoekarjo dan Semangun, 2003). Defenisi pemasaran dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu secara sosial dan secara manajerial. Defenisi sosial menunjukkan peran yang dimainkan oleh pemasaran di masyarakat. Seorang pemasar mengatakan bahwa peran
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

pemasaran adalah menghasilkan standar hidup yang lebih tinggi. Berikut ini adalah defenisi sosial yang sesuai dengan tujuan kita. Pemasaran adalah proses sosial yang dengan proses itu individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain. Untuk defenisi manajerial, pemasaran sering digambarkan sebagai seni menjual produk, tetapi orang heran ketika mereka mendengar bahwa bagian yang paling penting dari pemasaran adalah bukan penjualan! Penjualan itu hanya merupakan ujung gunung es pemasaran. Penanganan proses pertukaran supaya berhasil menuntut banyak pekerjaan dan keterampilan. Manajemen pemasaran terjadi ketika sekurang-kurangnya satu pihak calon pelaku pertukaran berpikir tentang sarana-sarana untuk memperoleh tanggapan yang diinginkan oleh pihak lain. Kita melihat manajemen pemasaran sebagai seni dan ilmu untuk memilih pasar sasaran serta mendapatkan, mempertahankan, dan menambah jumlah pelanggan melalui penciptaan, penyampaian, dan pengkomunikasian nilai pelanggan yang unggul (Kotler, 2005). Konsep pemasaran adalah suatu falsafah manajemen dalam bidang pemasaran yang berorientasi kepada kebutuhan dan keinginan konsumen dengan didukung oleh bagian-bagian lain secara terpadu sehingga dapat memproduksi dan menjual barang yang memberikan kepuasan kepada konsumen. Dengan pandangan ini ada 4 (empat) hal yang terdapat dalam konsep pemasaran, yaitu orientasi pada konsumen (kebutuhan dan keinginan konsumen), kegiatan pemasaran yang terpadu, kepuasan konsumen/langganan dan tujuan perusahaan jangka panjang (Simanjuntak, 2005).
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Kelapa sawit adalah penghasil minyak nabati yang dapat diandalkan, karena minyak yang dihasilkan memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan minyak yang dihasilkan oleh tanaman lain. Keunggulan tersebut di antaranya memiliki kadar kolesterol rendah, bahkan tanpa kolesterol. Minyak nabati yang dihasilkan dari pengolahan buah kelapa sawit berupa minyak sawit mentah (CPO atau Crude Palm Oil) yang berwarna kuning dan minyak inti sawit (PKO atau Palm Kernel Oil) yang tidak berwarna (jernih). CPO atau PKO banyak digunakan sebagai bahan industri pangan (minyak goreng dan margarine), industri sabun (bahan penghasil busa), industri baja (bahan pelumas), industri tekstil, kosmetik, dan sebagai bahan bakar alternatif (Sastrosayono, 2003). Minyak sawit merupakan hasil utama dari proses pengolahan TBS (tandan buah segar). Komoditas strategis Indonesia ini dihasilkan oleh PN/PTP, PBSN, dan PBSA melalui PMS (pabrik minyak sawit) yang mereka miliki. Pada tahun 1990, demikian hasil pendataan Tim Inventarisasi PKS/TBS, perusahaan perkebunan di Indonesia telah memiliki 96 unit PMS dengan total kapasitas 3.255 ton TBS/jam (milik PN/PTP sebanyak 51 unit dengan kapasitas 1.990 ton TBS/jam; dan kepunyaan perusahaan perkebunan swasta sebanyak 45 unit dengan kapasitas 225 ton TBS/jam). Oleh PN/PTP, PBSN, dan PBSA, minyak sawit sebagian besar dipasarkan dalam bentuk minyak sawit mentah/kasar (CPO), bukan dalam bentuk olahan minyak sawit (Processed Palm Oil, PPO) seperti yang telah dilakukan Malaysia (Tim Penulis PS, 1997). Produksi minyak sawit masih memegang peran penting dalam kontribusi minyak nabati dunia. Data Oil World Report tahun 1994 menunjukkan bahwa untuk periode 1998-2001 produksi minyak sawit memiliki kontribusi sebesar
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

27,8% terhadap minyak nabati dunia. Disusul minyak kedelai sebesar 23,8%, minyak rape greed sebesar 14,3% dan minyak kelapa sebesar 3,4%. Pada periode 2003-2007 kontribusi minyak sawit naik menjadi 30,1% dan periode 2007-2012 naik tipis menjadi sebesar 30,18%. Begitu pula menyangkut konsumsinya, minyak sawit diperkirakan bakal memiliki daya serap terbesar dibandingkan dengan jenis minyak nabati lainnya. Dari total konsumsi 118,06 juta ton (2003-2007) pangsa minyak sawit mencapai 21,4% dan periode 2007-2012 total konsumsinya naik menjadi 132 juta ton dengan pangsa minyak sawit naik menjadi 22,5% (Damanhuri, 1999). Mata dagangan pertama minyak kelapa sawit dan inti sawit seluruhnya diekspor ke Eropa Barat. Minyak kelapa sawit dan inti sawit adalah bahan olahan untuk menghasilkan minyak goreng dan lain-lain, bukanlah bahan satu-satunya. Masih banyak bahan-bahan lain, seperti minyak bunga matahari, minyak zaitun, kacang kedelai, biji kapas dan lain-lain, sehingga mesin-mesin pengolahan yang telah digunakan pada bahan minyak nabati lainnya itu dapat digunakan untuk mengolah minyak kelapa sawit dan inti sawit. Inti sawit menjadi minyak yang sampai tahun tujuh puluhan seluruhnya diekspor, namun sejak tahun 1978 diolah menjadi minyak inti sawit dan bungkil. Dengan demikian mata dagangan dari kelapa sawit tidak lagi terbatas pada minyak kelapa sawit dan inti, tetapi telah meluas dan melebar menjadi olein, stearin, RDB olein, minyak inti sawit dan bungkil dalam berbagai bentuknya, terutama untuk bahan makanan atau pakan ternak dan keperluan industri (Mangoensoekarjo dan Semangun, 2003). Pemasaran CPO ke luar negeri sejak berdirinya Perusahaan Negara Perkebunan tahun 1968 dilaksanakan dengan sistem pooling, yaitu dengan
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

menunjuk KPB sebagai penyalur tunggal. Inti sawit sampai tahun tujuh puluhan juga diekspor, namun dengan didirikannya pabrik ekstraksi minyak inti sawit di Belawan, yang kemudian disusul di tempat lain, ekspor inti sawit dihentikan. Inti sawit seluruhnya diolah dalam negeri, dan dilaksanakan oleh produsen-produsen, artinya diolah pabrik yang memiliki dan dimiliki oleh produsen inti sawit. Secara insedentil, apabila kapasitas pengolahan belum ada atau tidak mencukupi terjadi penjualan inti sawit dan penyalurannya juga dilaksanakan oleh KPB

(Mangoensoekarjo dan Semangun, 2003). Prospek pasar bagi olahan kelapa sawit cukup menjanjikan, karena permintaan dari tahun ketahun mengalami peningkatan yang cukup besar, tidak hanya didalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Karena itu, sebagai negara tropis yang masih memiliki lahan yang cukup luas, Indonesia berpeluang besar untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit, baik melalui penanaman modal asing maupun skala perkebunan rakyat (Sastrosayono, 2003). Dalam satu dekade (1995-2004), pertumbuhan ekspor Indonesia juga terlihat paling mengesankan dibandingkan Malaysia meskipun negara ini tetap menjadi eksportir CPO terbesar di dunia yang ekspornya pada 2004 mencapai 12,575 juta ton atau sekitar 53,7% dari total ekspor negara produsen CPO dunia. Ekspor Indonesia pada 1995-2004 tumbuh berkali-kali lipat dari 1,856 juta ton pada 1995 menjadi 8,05 juta ton pada 2004. Pada 1995 pangsa pasar ekspor CPO Indonesia sekitar 18,2% dari total ekspor CPO dunia yang mencapai 10,194 juta ton. Pada 2004 pangsa pasar ekspor Indonesia naik menjadi 34,3% dari total ekspor CPO seluruh produsen CPO dunia yang mencapai 23,4 juta ton (Anonimus, 2006).
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Mengingat minyak sawit adalah minyak nabati yang digunakan sebagai bahan mentah untuk memproduksi minyak goreng, sedangkan minyak goreng merupakan sembilan bahan pokok, maka sejak semula pemasaran minyak sawit dalam negeri mendapat perhatian dari pemerintah. Sampai tahun tujuh puluhan, kapasitas pengolahan minyak goreng dalam negeri adalah terbatas, sehingga penyaluran minyak kelapa sawit kedalam negeri juga terbatas. Setelah itu pemerintah memberi fasilitas dan mendorong pembangunan pabrik pengolahan minyak goreng, sampai akhirnya terjadi kelebihan kapasitas. Untuk

mengalokasikan CPO milik PTP Nusantara diserahkan kepada Kantor Pemasaran Bersama (KPB), kemudian Pemerintah membentuk tim tiga menteri dalam menentukan alokasi CPO, sedangkan Menteri Perindustrian dan Perdagangan mengawasi penetapan harga. Seperti telah diuraikan di muka bahwa dalam rangka menjaga stabilitas minyak goreng dalam negeri dilakukan ketetapan ratio 70% produksi CPO untuk pasar dalam negeri dan 30% untuk ekspor

(Mangoensoekarjo dan Semangun, 2003). Dalam rangka menyiapkan diri dalam menghadapi era perdagangan bebas, agar mampu bersaing dalam pasar bebas yang kuncinya adalah efisiensi, dilakukan penggabungan di antara beberapa PN/PT Perkebunan menjadi PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Selain efisiensi secara finansial,

penggabungan PT/PN Perkebunan menjadi unit-unit yang lebih besar diyakini pula akan dapat meningkatkan efisiensi kebun yang dikelolanya, karena tidak jarang satu PT Perkebunan mengelola sejumlah kebun kecil yang lokasinya berjauhan, sehingga sukar untuk dapat mencapai standar kelayakan usaha. Dengan penggabungan diharapkan agar pengelolaan kebun kecil dapat terangkat oleh
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

kebun lain yang lebih luas. Caranya dapat dengan subsidi-silang dari keuntungan kebun besar kepada yang lebih kecil (Mangoensoekarjo dan Semangun, 2003). Restrukturisasi PTP menjadi PTPN terjadi pada tahun 1995/1996, yang semula PTP berjumlah 26 instansi dirampingkan menjadi 14 PTPN, dan adanya penempatan jajaran Direktur Pemasaran. Hal tersebut menimbulkan dualisme pemasaran yang dilakukan oleh PTPN dan oleh KPB. Fungsi pemasaran yang semula dilakukan oleh KPB sepenuhnya kemudian dialihkan kepada PTPN, sedangkan fungsi yang dilakukan KPB sebagai market Intelligence. PTPN melakukan penjualan sebagian besar produk kelapa sawitnya sendiri, memilih dan menentukan pembelinya melalui tender, sedangkan dalam perhitungan penentuan harga jual, pengadministrasian penjualan dan pembuatan kontrak penjualan dilakukan oleh KPB. Sebagian dari CPO dengan volume amat kecil dijual melalui tender mingguan yang dilakukan oleh KPB. Dalam menentukan harga jual CPO dan hasil-hasil ikutannya, KPB menggunakan seller quotations pasar Rotterdam yang datanya diperoleh dari Reuter setiap hari kerja, dan harga jual dari Malaysia melalui Kuala Lumpur Commodity Exchange (KLCE). Harga jual dalam US$ kemudian dikonversikan menjadi rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Mandiri. Dapat ditambahkan bahwa semua aspek operasional, KPB tidak boleh menyimpang dari pedoman dan ketentuan yang diberlakukan oleh Badan Musyawarah Direksi (BMD) PTPN. Dengan demikian peranan KPB dalam pemasaran CPO susut menjadi kecil (Tojib, 2000). PTPN-IV adalah salah satu unit perusahaan perkebunan milik negara yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1996 tanggal 14 Pebruari 1996 tentang peleburan Perusahaan Perseroan PT Perkebunan VI,
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

PT Perkebunan VII dan PT Perkebunan VIII. Menjadi Perusahaan Perseroan PT Perkebunan Nusantara IV (Lembaran Negara Tahun 1996 No. 5) sesuai dengan Akte Notaris Harun Kamil, S.H. No.37 tertanggal 11 Maret 1996. Kemudian sesuai dengan surat Notaris Sri Rahayu Hadi Prasetyo, S.H. diadakan perubahan akte pendirian perusahaan (vide : Tambahan Berita Negara Republik Indonesia Tanggal 25 Maret 2003 nomor 24). Untuk luas areal perkebunan PTPN-IV dapat dilihat pada tabel 1 daftar luas areal PTPN-IV berikut ini. Tabel 1. Luas Areal Tanaman Kelapa Sawit PTPN-IV Berdasarkan Unit Kebun Tahun 2006
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Kebun Bah jambi Marihat Dolok Ilir Laras Dolok Sinumbah Tonduhan Gunung Bayu Mayang Bukit Lima Pasir Mandoge Sungai Kopas PIR Trans Sosa Adolina Ajamu I Ajamu II Ajamu III Air Batu Berangir Pabatu Pulu Raja Tanah Itam Ulu Tinjowan Sawit I Tinjowan Sawit II Tinjowan Sawit III Sidamanik Bah Butong Bah Birong Ulu Marjandi Tobasari Balimbingan Sibosur TM (Ha) 5.533 3.261 7.065 4.011 2.451 1.903 6.476 2.574 4.362 2.300 2.593 4.792 5.477 3.461 4.697 6.610 1.598 3.564 3.948 2.127 3.337 3.487 106 443 282 3.168 TBM (Ha) 807 768 8 14 517 207 1.462 1.209 819 3.308 1.247 903 879 723 621 2.329 1.761 545 380 1.075 493 2.477 1.747 1.536 Total 6.340 4.029 7.073 4.025 2.968 2.110 7.938 3.783 5.181 5.608 3.840 4.792 6.380 4.340 4.697 723 7.231 3.927 5.325 4.493 2.507 4.412 3.980 2.583 2.190 1.818 3.168 -

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

32 33

PS Langkat Madina

3.926 -

671 -

4.597 -

Total

93.552

26.506

120.058

Sumber : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV tahun 2006.

Dari tabel 1 di atas dilihat bahwa luas areal budidaya kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara IV sebesar 120.058 ha, dengan luas areal TM (tanaman menghasilkan) sebesar 93.552 ha dan luas areal TBM (tanaman belum menghasilkan) sebesar 26.506 ha. Tabel 2. Luas Areal Budidaya Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara I-V dan Jumlah Produksi CPO (Crude Palm Oil) Tahun 2006
No. 1 2 3 4 5 Nama Perkebunan PT Perkebunan Nusantara I PT Perkebunan Nusantara II PT Perkebunan Nusantara III PT Perkebunan Nusantara IV PT Perkebunan Nusantara V Areal Sendiri (Ha) 46.377,00 61.577,00 88.287,00 120.058,00 57.979,69 Areal Plasma (Ha) 6.714,00 25.250,00 10.403,14 8.524,27 56.665,00 Total (Ha) 53.091,00 86.827,00 98.690,14 128.582,27 114.644,69 Produksi CPO Pertahun (Ton) 95.619,00 236.000,00 399.858,00 365.081,00 439.445,00

Sumber : Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V 2006.

Dari tabel 2 di atas dapat dilihat bahwa PT Perkebunan Nusantara IV memiliki total luas areal budidaya kelapa sawit paling besar diantara PT Perkebunan Nusantara I-V, yaitu 128.582,27 ha dan paling besar ketiga sebagai penghasil CPO (Crude Palm Oil), yaitu 365.081 ton/tahun. Menurut teori Ekonomi Produksi Pertanian menyatakan bahwa Input (luas areal, modal, tenaga kerja, dan sebagainya) mempengaruhi output (jumlah produksi) dari suatu kegiatan usaha tani, dan teori Ekonomi Produksi Industri menyatakan bahwa Input (bahan baku) mempengaruhi output (jumlah produk) yang dihasilkan. Dengan kata lain samakin luas areal budidaya kelapa sawit, maka
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

akan samakin besar produksi CPO (crude palm oil) yang akan dihasilkan, karena bahan baku yang diperlukan dalam produksi CPO (crude palm oil) adalah TBS (tandan buah segar) yang merupakan produk dari budidaya kelapa sawit. PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) mempunyai areal budidaya kelapa sawit yang terbesar diantara PT Perkebunan Nusantara I-V, sedangkan jumlah CPO (Crude Palm Oil) yang dihasilkan berada pada urutan ketiga terbesar diantara PT Perkebunan Nusantara I-V. Oleh karena itu diputuskan perlu menganalisis pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan.

1.2. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka dirumuskan beberapa permasalahan yang perlu diteliti : 7. Bagaimana proses pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV)? 8. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV)? 9. Bagaimana proses penentuan harga CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV)? 10. Berapa besar share margin yang tercipta dari pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV)? 11. Bagaimana tingkat efisiensi pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV)?

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

12. Berapa besar elastisitas transmisi harga dari pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV)?

1.3. Tujuan Penelitian Sesuai dengan identifikasi masalah diatas, maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut : 7. Menerangkan proses pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV). 8. Menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV). 9. Menerangkan proses penentuan harga CPO (Crude Palm Oil)

PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV). 10. Menerangkan share margin yang tercipta dari pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV). 11. Menerangkan efisiensi pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV). 12. Menerangkan elastisitas transmisi harga dari pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV).

1.4. Kegunaan Penelitian 1. Sebagai bahan referensi dan masukan bagi PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan instansi terkait lainnya dalam mengambil kebijakan pemasaran CPO (Crude Palm Oil).

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

2. Sebagai bahan informasi dan referensi bagi pihak-pihak lain yang membutuhkan.

II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1. Tinjauan Pustaka Kelapa sawit (Elaeis guinensis Jack) merupakan tumbuhan tropis yang diperkirakan berasal dari Nigeria (Afrika Barat) karena pertama kali ditemukan di hutan belantara negara tersebut. Kelapa sawit pertama masuk ke Indonesia pada tahun 1848, dibawa dari Mauritius dan Amsterdam oleh seorang warga Belanda. Bibit kelapa sawit yang berasal dari kedua tempat tersebut masing-masing berjumlah dua batang dan pada tahun itu juga ditanam di Kebun Raya Bogor. Hingga saat ini, dua dari empat pohon tersebut masih hidup dan diyakini sebagai nenek moyang kelapa sawit yang ada di Asia Tenggara. Sebagian keturunan kelapa sawit dari Kebun Raya Bogor tersebut telah diintroduksi ke Deli Serdang (Sumatera Utara) sehingga dinamakan varietas Deli Dura (Hadi, 2004). Tanaman kelapa sawit disebut dengan Elaeis guinensis Jacq. Elaeis berasal dari Elaion yang dalam bahasa Yunani berarti minyak. Guinensis berasal
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

dari kata Guinea, yaitu Pantai Barat Afrika dan Jacq singkatan dari Jacquin seorang Botanist dari Amerika. Taksonomi kelapa sawit yang umum diterima sekarang adalah sebagai berikut : Divisi Subdivisi Kelas Subkelas Ordo Familia Subfamilia Genus Spesies : Tracheophyta : Pteropsida : Angiospermae : Monocotyledoneae : Spadiciflorae (Arecales) : Palmae (Arecaceae) : Cocoideae : Elaeis : Elaeis guinensis Jacq.

Varietas dari Elaeis guinensis Jacq. Cukup banyak dan biasanya diklasifikasikan dalam berbagai hal. Misalnya dibedakan atas tipe buah, bentuk luar, tebal cangkang, warna buah dan lain-lain (Soehardjo dkk, 1998). Varietas-varietas kelapa sawit yang telah dicirikan dibedakan menurut tipe buah, bentuk luar, tebal cangkang (tempurung), warna buah, dan ciri-ciri lain. Menurut Beccari dan Chavalier pada tahun 1914 terdapat 18 varietas, menurut Becker dan Fickendy pada tahun 1914 terdapat 19 varietas, sedangkan oleh Annet pada tahun 1921 kelapa sawit hanya digolongkan dalam 7 varietas. Menurut warna buahnya Elaeis guinensis Jacq. dipecah menjadi tiga bentuk : 1. Nigrescens : warna buah lembayung (violet) sampai hitam waktu muda, berubah menjadi merah kuning (orange) sesudah matang.

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

2. Virescens

warna buah hijau waktu muda, menjadi merah kuning

sesudah matang. 3. Albescens : warna buah kuning waktu muda dan pucat tembus cahaya

karena mengandung sedikit karoten. Bentuk yang dipakai pada pertanaman komersial adalah nigrescens, sedangkan bentuk lainnya dipakai dalam program penelitian. Baik dalam produksi maupun dalam kualitas, varietas nigrescens adalah yang terbaik (Tan, 1976). Berdasarkan ketebalan tempurung dan daging buah, beberapa varietas kelapa sawit diantaranya Dura, Pisifera, Tenera, Macro carya, dan

Diwikka-wakka. Varietas kelapa sawit berdasarkan ketebalan tempurung dan daging buah, yaitu : 1. Dura, ciri-cirinya : tempurung tebal (2-8 mm), tidak terdapat lingkaran serabut pada bagian luar tempurung, daging buah relatif tipis, yaitu 35-50% terhadap buah, kernel (daging biji) besar dengan kandungan minyak rendah, dan dalam persilangan, dipakai sebagai pohon induk betina. 2. Pisifera, ciri-cirinya : ketebalan tempurung sangat tipis, bahkan hampir tidak ada, daging buah tebal, lebih tebal dari daging buah Dura, daging biji sangat tipis, tidak dapat diperbanyak tanpa menyilangkan dengan jenis lain dan dipakai sebagai pohon induk jantan. 3. Tenera, ciri-cirinya : hasil dari persilangan Dura dengan Pesifera, Tempurung tipis (0,5-4 mm), terdapat lingkaran serabut di sekeliling tempurung, daging buah sangat tebal (60-96% dari buah), tandan buah lebih banyak, tetapi ukurannya relatif lebih kecil.
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

4. Macro carya, ciri-cirinya : tempurung tebal sekitar (5 mm), dan daging buah sangat tipis. Perbedaan ketebalan daging buah kelapa sawit menyebakan perbedaan jumlah rendemen minyak sawit yang dikandungnya. Rendemen minyak paling tinggi terdapat pada varietas Tenera, yaitu mencapai 22-24%, sedangkan pada varietas Dura hanya 16-18% (Purseglove, 1972). Kelapa sawit adalah tanaman hutan yang dibudidayakan. Kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik pada daerah tropika basah disekitar lintang UtaraSelatan 12 derajat pada ketinggian 0-500 m dari atas permukaan laut. Jumlah curah hujan yang baik adalah 2.000-2.500 mm/tahun, tidak memiliki defisit air, kebutuhan efektif hanya 1.300-1.500 mm. Temperatur yang optimal 24-28 oC terendah 18 oC dan tertinggi 32 oC. Kelembaban 80% dan penyinaran matahari 57 jam/hari. Kecepatan angin 5-6 km/jam sangat baik untuk membantu proses penyerbukan. Kelapa sawit dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah seperti podsolik, latosol, hidromorfik kelabu (HK), regosol, andosol, organosol dan alluvial (Lubis, 1992). Kelapa sawit pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh pemerintahan kolonial Belanda pada tahun 1848. Ketika ada empat batang bibit kelapa sawit yang dibawa dari Mauritius dan Amsterdam dan ditanam di Kebun Raya Bogor. Tanaman kelapa sawit mulai diusahakan dan dibudidayakan secara komersial pada tahun 1911. Perintis usaha perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah Adrien Hallet, seorang berkebangsaan Belgia yang telah belajar banyak tentang kelapa sawit di Afrika. Budidaya yang dilakukannya diikuti oleh K. Schadt yang menandai lahirnya perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Sejak saat itu
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

perkebunan kelapa sawit di Indonesia mulai berkembang. Perkebunan kelapa sawit pertama berlokasi di Pantai Timur Sumatera (Deli) dan Aceh. Luas areal perkebunannya mencapai 5.123 Ha (Tim Penulis PS, 2002). Perkebunan kelapa sawit pertama dibuka pada tahun 1911 di Tanah Itam Ulu oleh maskapai Oliepalmen Cultuur dan di Pulu Raja oleh maskapai Huileries de Sumatera-RCMA kemudian oleh Seumadam Cultuur Mij, Sungai Liput Cultuur Mij, Mapoli, Tanjung Genteng oleh Palmbomen Cultuur Mij, Medang Ara Cultuur Mij, Deli Muda oleh Huileries de Deli dan lain-lain. Sampai tahun 1915 luasan areal kelapa sawit baru 2.715 Ha. Pada tahun 1916;

ada 16 perusahaan di Sumatera Utara dan 3 perusahaan di Pulau Jawa yang menanam kelapa sawit. Pada tahun 1920 meningkat menjadi 25 perusahaan di Sumatera Timur, 8 di Aceh dan 1 di Sumatera Selatan, yaitu Toba Pingin dekat Lubuk Linggau. Sampai tahun 1939 telah tercatat 66 perkebunan dengan luas areal 100.000 Ha. Maskapai utama yang tercatat adalah HVA (Handels Vereniging Amsterdam); RCMA (Rubber Cultuur Maatschappij Amsterdam); Socfindo, Asahan Cultuur Mij, LCB Mayang, Deli Mij dan Sungai Liput Cultuur Mij (Soehardjo dkk, 1998). Area kelapa sawit Indonesia meningkat dengan tajam, mencapai 4116.646 ha pada tahun 2002, yang mana tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya Barat & Papua, dan Jawa Barat. Pada tahun 2002, area kelapa sawit Sumatera Utara sekitar 23,95% dimiliki oleh pemilik kecil, 9,67% dimiliki oleh perusahaan asing, 35,19% dimiliki oleh perusahaan swasta, dan 31,20% dimiliki oleh perusahaan negara. Banyaknya pabrik pengolahan minyak sawit di Indonesia

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

sekitar 107 units, yang merupakan kepunyaan perusahaan swasta (59 unit), perusahaan asing (13 unit), dan perusahaan negara (35 unit) (Fadli, 2006). Area perkebunan kelapa sawit di Indonesia secara berturut-turut pada tahun 1999, 2000, 2001, dan 2002 adalah sekitar 3.172.163 ha, 3.393.421 ha, 3.584.486 ha, dan 4.116.646 ha. Kelapa sawit ini tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya Barat & Papua, dan Jawa Barat

(Ditjenbun, 2002). Area perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara pada tahun 2002 berada di posisi kedua di Indonesia, yaitu 776.670 ha. Berdasarkan kepemilikan, perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara secara berturut-turut terdiri dari pemilik kecil, milik pemerintah, area perusahan swasta, yaitu sekitar 186.991,78 ha, 273.278,97 ha, dan 317.398,98 ha (Disbun Sumut, 2002). Dalam perekonomian Indonesia komoditas kelapa sawit memegang peranan yang cukup strategis karena komoditas ini mempunyai prospek yang cerah sebagai sumber devisa negara. Disamping itu kelapa sawit merupakan bahan baku utama minyak goreng yang banyak dipakai di seluruh dunia sehingga secara terus menerus mampu pula menciptakan kesempatan kerja yang luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Suyatno, 1995). Ekspor minyak kelapa sawit dari Sumatera pertama sekali dilakukan pada tahun 1919 dengan volume 576 ton dan dilanjutkan pada tahun 1923 dengan volume 850 ton. Sebagian areal perkebunan kelapa sawit di Sumatera pada mulanya dimiliki oleh masyarakat secara perorangan, namun dalam

perkembangannya, kepemilikan perkebunan ini digantikan oleh perusahaanperusahaan asing dari Eropa. Pada tahun 1957, pemerintah Republik Indonesia
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

menasionalisasikan (mengambil alih) seluruh perkebunan milik asing dan selanjutnya menjadi perusahaan perkebunan milik negara. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia terus mengalami perkembangan, meskipun dalam

perjalanannya juga mengalami pasang surut (Hadi, 2004). Pemasaran produk minyak sawit pada perkebunan besar negara (PBN) dilakukan secara bersama melalui Kantor Pemasaran Bersama (KPB), sedangkan untuk perkebunan besar swasta (PBS), pemasaran produk kelapa sawit dilakukan oleh masing-masing perusahaan. Pada umumnya perusahaan besar baik negara maupun swasta menjual produk kelapa sawit dalam bentuk olahan, yaitu minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (PKO). Penjualan langsung kepada eksportir ataupun ke pedagang/industri dalam negeri (Tim Penulis PS, 2002). Pemasaran mata dagangan kelapa sawit harus mengikuti ketentuanketentuan yang berlaku secara internasional. Oleh karena itu perlu mempelajari dan menerapkan sistem yang ada dan mengikuti sistem internasional, yakni dengan tahapan-tahapan sebagai berikut : a. Pemasaran bagi perkebunan yang masih mengacu budaya perkebunan lama, harus dibina dan diupayakan masuk dalam budaya perkebunan baru. Sejalan dengan itu kader-kader harus dibina, antara lain dengan mempelajari dan memanfaatkan pengalaman negara yang sudah maju dalam pemasaran minyak kelapa sawit, baik sebagai produsen maupun sebagai konsumen. b. Pemasaran kelapa sawit terdiri dari beberapa lapis, yaitu pemasaran TBS, munyak kelapa sawit dan inti sawit, beserta hasil sampingannya yang juga terus dipasarkan, seperti stearin, olein, cake, dan lain-lain. Pemasaran
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

adalah pemenuhan kebutuhan konsumen oleh perusahaan dengan mendapatkan laba. Laba tidak lain dari selisih yang menguntungkan antara biaya produksi dengan harga penjualan. c. Standar mutu minyak sawit dan inti sawit yang diekspor menerapkan kualifikasi mutu, antara lain asam lemak bebas (ALB), kadar lembap atau kadar air, dan kadar kotoran. Ketiga faktor tersebut harus dapat dipertahankan dalam persaingan komoditas kelapa sawit dengan jenis minyak yang sama, sehingga perlu dilakukan jaminan mutu dan standar mutu yang mampu bersaing di pasar dunia. Karakteristik minyak sawit dan inti sawit akan dapat memenuhi kebutuhan konsumen jika dilakukan pengawasan mutu sejak dari panen TBS hingga pengiriman produk. Cara yang telah berkembang pada komoditas lain, ialah penerapan ISO-9000 dalam pascapanen primer komoditas kelapa sawit dengan mutu yang standar (Mangoensoekarjo dan Semangun, 2003).

2.2. Landasan Teori Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran segala sesuatu yang bernilai (products of value) dengan orang lain atau kelompok (Kotler dkk, 2000). Strategi utama dalam pemasaran global berkenaan dengan proses segmentasi, penetapan pasar sasaran, dan positioning produk sedemikian rupa, sehingga produk perusahaan dipersepsikan unik dan unggul dibandingkan produk para pesaing. Selain itu, penentuan merek global juga merupakan keputusan kritis
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

berpengaruh pada kesuksesan perusahaan global dalam jangka panjang (Chandra dkk, 2004). Perusahaan yang dipandu oleh orientasi atau filosofi ini biasanya disebut sebagai perusahaan global. Aktivitas pemasarannya adalah pemasaran global (global marketing), dan cakupan pasarnya adalah dunia. Perusahaan yang menganut strategi pemasaran global berjuang untuk efisiensi skala dengan membuat produk yang terstandardisasi, kualitas yang dapat dikedepankan, untuk dijual pada harga yang masuk akal kepada sebuah pasar global. Yang penting bagi konsep pemasaran global adalah premis bahwa pasar dunia tengah didorong menuju komunalitas yang konvergen, menempuh banyak cara yang sama untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. Dengan demikian, pasar global terdiri atas segmen-segmen pasar signifikan dengan permintaan yang serupa untuk produk yang sama di semua pelosok dunia. Jadi, mereka membentuk segmensegmen pasar signifikan dengan permintaan yang serupa akan produk yang sama di seantero dunia. Dengan orientasi seperti ini perusahaan berjuang

menstandarkan sebanyak mungkin upayanya. Beberapa keputusan dianggap bisa diterapkan di seluruh dunia, sedangkan keputusan-keputusan lainnya

mengindahkan berbagai pengaruh lokal. Dunia secara keseluruhan dianggap sebagai sebuah pasar dan perusahaan meracik sebuah strategi pemasaran global. Orientasi perusahaan seperti ini kadangkala juga disebut bersifat regiosentrik (regiocentric) atau geosentrik (geocentric) (Simamora, 2000). Untuk memenuhi tantangan kompetisi di pasar internasional, perusahaanperusahaan Indonesia, terutama perusahaan-perusahaan yang mengekspor ke negara-negara MEE, dan juga pemasok ke industri-industri utama, perlu
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

mengambil perhatian yang kritikal pada mutu (quality) dari produk mereka dan efesiensi dari produk mereka. Lebih dari itu, pada waktu sekarang ini, banyak produsen di negara-negara Asia Tenggara telah memulai perbaikan mutu. Sistem ISO-9000 memberikan kepastian terutama melalui audit/pemeriksaan internal dan eksternal bahwa suatu perusahaan yang disertifikasi mempunyai suatu sistem mutu yang berlaku, untuk memungkinkan perusahaan tersebut memenuhi standar mutu. Karakteristik utama dari sertifikasi ISO-9000 adalah bahwa ia memerlukan registrasi sistem pihak ketiga, oleh badan akreditasi yang diberi otorisasi yang melakukan suatu audit yang independen dari sistem mutu suatu organisasi (Tunggal, 1998). Ada hubungan yang erat antara kualitas barang dan jasa dengan kepuasan pelanggan serta profitabilitas perusahaan. Kualitas yang lebih tinggi menghasilkan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi, sekaligus mendukung harga lebih tinggi dan sering juga biaya lebih rendah. Oleh sebab itu program penyempurnaan kualitas (quality improvement programs (QIP)) umumnya meningkatkan profitabilitas. Penelitian PIMS yang terkenal menunjukkan korelasi antara kualitas produk relatif dan profitabilitas perusahaan (Kotler dkk, 2000). Kadar pemerosesan tambahan untuk komoditi mentah pertanian sangat erat dengan bagian akhir pengusaha tani. Kadar pemerosesan tersebut sangat beraneka ragam dan penyebabnya banyak sekali. Akan tetapi, pada dasarnya ada empat karakteristik utama produk yang ikut mempengaruhi keanekaragaman bagian pengusaha tani :

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

1. Kadar kerusakan : Produk yang sangat mudah rusak memerlukan biaya pemasaran yang sangat tinggi yang mencakup produk yang rusak, penanganan khusus, dan sarana penyimpanan khusus. 2. Besarnya (bulkiness) produk : Ukuran fisis produk yang tidak diimbangi dengan besarnya nilai akan memperbesar biaya pemasaran, sebab makin besar suatu produk makin banyak biaya untuk pengangkutan,

penyimpanan, dan pembungkusan. Jika nilai barang tidak sebanding dengan ukuran fisisnya, maka tentu proporsi antara biaya pemasaran dengan bagian pengusaha tani akan berbeda. 3. Sifat musiman : Produk yang dipanen dalam jangka waktu yang sangat pendek, akan memerlukan biaya penyimpanan dan penanganan yang mungkin jauh lebih besar. 4. Perbedaan bentuk antara produk mentah dan produk akhir : pada dasanya, makin banyak pemrosesan dan pekerjaan lain yang harus diselesaikan sebelum produk sampai ke konsumen, makin besar biaya pemasaran (Downey dan Erickson, 1992). Michael porter telah mengidentifikasikan lima kekuatan yang

menentukan daya tarik laba jangka panjang intrinsik pasar atau segmen pasar tertentu. Lima kekuatan tersebut adalah para pesaing industri, calon pendatang, substitusi, pembeli, dan pemasok. Lima ancaman yang ditimbulkan kekuatan tersebut adalah : 1. Ancaman persaingan segmen yang ketat: Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika ia telah memiliki pesaing yang banyak, kuat, atau agresif. Ia bahkan menjadi lebih tidak menarik jika segmen tersebut stabil atau
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

menurun, penambahan kapasitas pabrik dilakukan secara besar-besaran, biaya tetap tinggi, hambatan untuk keluar besar, atau pesaing memiliki kepentingan yang besar untuk tinggal di dalam segmen tersebut. Kondisi itu akan menyebabkan sering terjadinya perang harga, perang iklan, dan pengenalan produk baru, sehingga akan menjadi sangat mahal bagi perusahaan untuk bersaing. 2. Ancaman pendatang baru: Daya tarik segmen berbeda-beda menurut tingginya hambatan untuk masuk dan keluarnya. Segmen yang paling menarik adalah segmen yang memiliki hambatan masuk yang tinggi dan hambatan untuk keluar yang rendah. Sedikit perusahaan baru yang dapat memasuki industri, dan perusahaan yang berkinerja buruk dapat dengan mudah keluar. Jika hambatan untuk masuk dan hambatan untuk keluar tinggi, potensi laba tinggi, namun perusahaan menghadapi resiko yang lebih besar karena perusahaan yang berkinerja buruk tinggal dan berjuang keras di sana. Jika hambatan untuk masuk dan keluar rendah, perusahaan dengan mudah dapat masuk dan keluar dari industri, serta tingkat pengembalian investasinya stabil dan rendah. Kasus terburuk adalah jika hambatan untuk masuk rendah dan hambatan untuk keluar tinggi: Di sini perusahaan-perusahaan akan masuk dalam situasi yang menguntungkan namun sulit untuk keluar dari situasi yang buruk. Akibatnya adalah terjadinya kelebihan kapasitas yang kronis dan penurunan harga dan penghasilan bagi semua pihak. 3. Ancaman produk substitusi: Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika terdapat substitusi produk yang aktual atau potensial. Substitusi membatasi
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

harga dan laba. Perusahaan harus memantau secara dekat tren harga produk substitusi. Jika kemajuan teknologi atau persaingan meningkat di industri substitusi tersebut, harga dan laba dalam segmen tersebut cenderung akan menurun. 4. Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pembeli: Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika pembeli memiliki kekuatan posisi tawar (bargaining power) yang kuat atau semakin meningkat. Kekuatan posisi tawar para pembeli berkembang jika mereka menjadi lebih terkonsentrasi atau terorganisasi, produk tersebut merupakan bagian yang signifikan dari biaya pembeli, produk tersebut tidak terdiferensiasi, biaya perpindahan ke pemasok/produk lain rendah, pembeli peka terhadap harga karena laba yang rendah, atau pembeli dapat melakukan integrasi ke hulu. Untuk melindungi diri mereka, para penjual dapat memilih pembeli yang memiliki kekuatan posisi tawar yang paling rendah atau yang sulit mengganti pemasok. Pertahanan yang lebih baik adalah mengembangkan tawaran unggul yang tidak dapat ditolak oleh para pembeli yang kuat. Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pemasok: Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika para pemasok perusahaan mampu menaikkan harga atau mengurangi kuantitas yang mereka pasok. Para pemasok cenderung menjadi kuat jika mereka terkonsentrasi atau terorganisasi, terdapat sedikit substitusi, produk yang dipasoknya merupakan input yang penting, biaya berpindah pemasok yang tinggi, dan pemasok dapat melakukan intergrasi ke hilir. Pertahanan terbaik adalah membangun hubungan menang-menang dengan para pemasok atau memakai berbagai sumber pasokan (Kotler, 2005).
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Tarif (tariff) adalah pajak atas pengimporan barang atau jasa ke dalam sebuah negara, dipungut oleh petugas pabean di tempat masuk barang tersebut. Pajak dapat dikenakan berdasarkan kuantitas seperti 10 persen per liter, kilogram, atau meter atau pada nilai barang yang diimpor seperti 10 atau 20 persen dari ad valorem. Tarif yang paling lazim adalah tarif impor (import tariff), yang dikenakan atas barang-barang yang dikirim masuk ke dalam sebuah negara. Tarif impor dipungut oleh negara yang mengimpor. Yang kurang lazim adalah tarif ekspor (export tariff), yang dikenakan atas barang yang dikirimkan keluar sebuah negara. Tarif ekspor dipungut oleh negara eksportir. Seandainya tarif dipungut oleh negara yang dilewati oleh barang tersebut, maka disebut dengan tarif persinggahan (transit tariff). Terdapat sejumlah dasar pengenaan tarif tersebut. Tarif yang dikenakan atas dasar kuantitas disebut bea masuk khusus (specific duty) dan biasanya digunakan untuk komoditas primer. Tarif berdasarkan suatu persentase dari nilai item yang diimpor disebut bea masuk ad valorem (advalorem duty). Bea masuk ad valorem biasanya dikenakan terhadap produk pabrikan. Bea masuk majemuk (compound duty) adalah tarif yang terdiri atas bea masuk khusus dan bea masuk ad valorem (Simamora, 2000). Kuota (quota) merupakan hambatan nontarif yang paling penting. Restriksi kuantitatif, atau kuota, merupakan hambatan untuk impor. Kuota menerapkan batas absolut terhadap kuantitas barang yang telah memasuki sebuah negara. Kuota impor dapat menjadi restriksi yang lebih serius dibandingkan tarif karena perusahaan memiliki lebih sedikit keluwesan dalam meresponnya. Berbagai modifikasi produk atau harga tidak akan dapat mengurangi dampak kuota seperti halnya pada tarif. Tujuan pemerintah menetapkan kuota bukanlah
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

untuk mendulang pendapatan. Tujuan pemerintah lebih tertuju pada konservasi valuta asing yang langka dan/atau proteksi produksi lokal dalam lini produk yang terpengaruh. Satu-satunya respon yang dapat diberikan perusahaan terhadap kuota adalah dengan memastikan dirinya sendiri sebagai bagian kuota atau mendirikan produksi lokasi bila ukuran pasar menjaminnya (Simamora, 2000). Lingkungan politis negara asal (home country) perusahaan dapat membendung berbagai operasi internasional dan juga operasi-operasi

domestiknya. Lingkungan tersebut dapat membatasi negara-negara mana yang dapat dimasuki oleh perusahaan internasional tersebut. Amerika serikat, sekedar contoh, mencegah perusahaan-perusahaan Amerika berhubungan dengan

Kamboja, Korea Utara, Libia, dan Kuba. Negara ini juga memberikan restriksi khusus terhadap perdagangan dengan Iran, Irak. Amerika dapat pula membatasi produk yang boleh dijual oleh perusahaan-perusahaannya ke luar negeri di bawah pengawasan teknologi strategisnya. Kekuasaan tersebut sekali waktu digunakan terhadap perusahaan-perusahaan asing, seperti Toshiba yang dihukum kerena menjual teknologi canggih ke Rusia sehingga memungkinkan kapal selam Rusia dapat bergerak dengan muara yang lebih tenang (Simamora, 2000). Pada tahun 1984-1985 di Amerika terjadi peningkatan konsumsi minyak sawit dan minyak kelapa yang sangat mencolok, yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan konsumsi minyak kedelai, yakni 63% lawan 8%. Situsai pasar tersebut menyebabkan ASA melakukan tindakan preventif guna mengamankan pangsa pasar minyak kedelai, yakni dengan: (1) Melakukan kampanye dan menyebarkan isu bahwa minyak sawit dan minyak kelapa dapat meningkatakan kadar kolesterol dan menimbulkan resiko penyakit jantung yang
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

sangat ditakuti pada saat itu; (2) Mendesak dan berupaya untuk mendapat dukungan dari para penentu kebijakan (Kongres dan lain-lain), agar dibuat Rancangan Undang-Undang (RUU) yang mencantumkan antara lain (a) mencegah atau membatasi pemakaian minyak sawit dan minyak kelapa di Amerika, (b) memberikan hak proteksi bagi minyak kedelai yang dihasilkan oleh ASA, (c) melakukan pengarahan dan mengalihkan penggunaan minyak sawit dan minyak kelapa, baik untuk keperluan pabrik maupun konsumen di Amerika, dengan menggunakan minyak kedelai (Mangoensoekarjo dan Semangun, 2003). Kegiatan promosi dalam agribisnis dirancang untuk mencapai satu tujuan, yaitu menjual lebih banyak produk dan jasa. Strategi pemasaran menghimpun berbagai metode untuk menyediakan informasi kepada para pelanggan dan meyakinkan mereka agar membeli. Strategi ini pada dasarnya merupakan proses komunikasi yang ditujukan untuk memodifikasi perilaku pelanggan ke arah pengambilan keputusan yang positif dalam pembelian. Bauran promosi yang dipilih perusahaan agribisnis biasanya merupakan kombinasi dari iklan, usaha penjualan perorangan, publikasi umum, dan program pendukung penjualan. Bauran tersebut harus mempertimbangkan tahapan daur hidup produk, tahap penyerapan produk di pasar, tindakan pesaing, dan anggaran yang tersedia. Bauran promosi dirancang untuk mendukung dan melengkapi keseluruhan bauran pemasaran (Downey dan Erickson, 1992). Biaya pemasaran adalah biaya-biaya yang terbentuk karena adanya pelaksanaan fungsi-fungsi pemasaran. Biaya pemasaran ini menjadi bagian tambahan harga pada barang-barang ditanggung konsumen. Biaya pemasaran

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

yang tinggi akan mempengaruhi harga beli konsumen dan membuat sistem pemasaran kurang atau tidak efisien (Sihombing, 2005). Komponen biaya pemasaran terdiri dari semua jenis pengeluaran yang dikorbankan oleh setiap lembaga pemasaran yang berperan dalam proses perpindahan barang, dan keuntungan (profit) diambil oleh lembaga tataniaga atas jasa modalnya dan jasa tenaganya dalam menjalankan aktivitas pemasaran tersebut (Sihombing, 2005). Penetapan harga merupakan keputusan pemasaran yang sangat

menentukan kerena berpengaruh besar terhadap hasil penjualan (penerimaan). Pengaruh tersebut berlangsung dalam dua cara : 1. Harga sebagai komponen penerimaan, mempunyai dampak atas

penerimaan (Penerimaan = harga X kuantitas penjualan). 2. Tingkat harga itu sendiri sangat berpengaruh terhadap kuantitas penjualan, yaitu melalui mekanisme fungsi permintaan. Kedua cara ini akan menimbulkan komplikasi karena pengaruhnya saling bertentangan. Harga yang rendah menghasilkan pendapatan yang lebih kecil untuk setiap unit yang terjual, tetapi biasanya mengakibatkan kuantitas penjualan yang meningkat, pengaruh sebaliknya akan terjadi apabila harga naik. Tentu saja, peningkatan kuantitas penjualan akan memperkecil biaya tetap per unit sampai mencapai skala produksi tertentu. Karena itu keputusan mengenai penetapan harga merupakan tantangan nyata bagi para manajer

(Downey dan Erickson, 1992). Faktor-faktor internal yang mempengaruhi penetapan harga meliputi tujuan pemasaran perusahaan, strategi bauran pemasaran, dan organisasi
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

pemasaran. Sebelum menetapkan harga, perusahaan seharusnya menentukan strateginya atas produk tersebut. Jika perusahaan telah memilih pasar sasarannya dan mempromosikannya dengan baik, maka strategi bauran pemasarannya, termasuk harga, akan berjalan dengan baik. Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi keputusan penetapan harga meliputi sifat penawaran dan permintaan, persaingan, dan elemen-elemen lingkungan lainnya. Ketika biaya menjadi dasar penetapan batas bawah harga, pasar dan permintaan menjadi dasar penetapan batas atasnya. Baik konsumen maupun pembeli industri menyamakan harga suatu produk atau jasa dengan manfaat dari memilikinya. Jadi, sebelum menetapkan harga, seorang pemasar harus memahami hubungan antara harga dan permintaan atas produknya (Kotler dan Amstrong, 2001). Efesiensi pemasaran merupakan salah satu ukuran (indikator) baiknya pemasaran. Efisiensi pemasaran adalah rasio antara output dan input (keluaran/masukan) dalam kegiatan pemasaran. Efisiensi pemasaran meningkat apabila : 1. Output tetap, sedang input berkurang. 2. Output meningkat, sedang input tetap. 3. Output meningkat lebih tinggi dari peningkatan input. 4. Output menurun lebih kecil dibanding penurunan input. (Simanjuntak, 2005). Elastisitas transmisi harga merupakan perbandingan perubahan nisbi dari harga di tingkat pengecer (pemasar) dengan perubahan harga di tingkat petani (produsen). Apabila elastisitas transmisi harga lebih kecil dari satu (Et < 1) dapat diartikan bahwa perubahan harga sebesar 1% di tingkat pengecer akan
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

mengakibatkan perubahan harga kurang dari 1% di tingkat petani. Apabila elastisitas transmisi harga sama dengan satu (Et = 1), maka perubahan harga sebesar 1% di tingkat pengecer akan mengakibatkan perubahan harga sebesar 1% di tingkat petani. Apabila elastisitas transmisi harga lebih besar dari satu (Et > 1), maka perubahan harga sebesar 1% di tingkat pengecer akan mengakibatkan perubahan harga lebih besar dari 1% di tingkat petani (Sudiyono, 2004). Para perusahaan yang bersaing di lingkungan yang semakin mudah berubah dan tidak dapat diprediksi ini harus belajar bagaimana menghadapi tantangan-tantangan yang diberikan oleh perubahan-perubahan lingkungan yang terputus dengan berhasil, meningkatnya globalisasi dalam industri ini, dan lapisan tindakan-tindakan persaingan, dan tanggapan-tanggapan yang dilakukan oleh para pesaing agresif. Selain itu, para manajer tingkat atas harus mau mengambil keputusan yang sulit yang dituntut oleh sifat tindakan dan tanggapan persaingan. Kenyataannya, sebagian yakin bahwa salah satu keahlian terpenting yang akan dikaitkan dengan daya saing strategis adalah kemauan manajer, dan mungkin bahkan hasrat yang kuat, untuk menetapkan keputusan-keputusan yang signifikan dan kadang-kadang menyakitkan. Banyak dari keputusan-keputusan ini akan diharuskan oleh dinamika persaingan yang mempengaruhi kegiatan operasional perusahaan (Hitt dkk, 2001).

2.3. Kerangka Pemikiran Sektor perkebunan merupakan salah satu sub sektor pertanian yang sangat memegang peranan penting dalam dunia pertanian, karena perkebunan
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya dan sebagai penghasil devisa bagi negara. Kelapa sawit adalah penghasil minyak nabati yang dapat diandalkan, karena minyak yang dihasilkan memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan minyak yang dihasilkan tanaman lain. Minyak sawit merupakan hasil utama dari pengolahan TBS (tandan buah segar). Produksi minyak sawit masih memegang peran penting dalam kontribusi minyak nabati dunia. Minyak nabati yang dihasilkan dari pengolahan buah kelapa sawit berupa minyak sawit mentah (CPO atau crude palm oil) yang berwarna kuning dan minyak inti sawit (PKO atau palm kernel oil) yang tidak berwarna (jernih). CPO atau PKO banyak digunakan sebagai bahan industri pangan (minyak goreng dan margarine), industri sabun (bahan penghasil busa), industri baja (bahan pelumas), industri tekstil, dan sebagai bahan bakar alternatif (bio diesel). Prospek pasar bagi olahan kelapa sawit cukup menjanjikan, karena permintaan dari tahun ketahun mengalami peningkatan yang cukup besar, tidak hanya didalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Pemasaran produk minyak sawit pada perkebunan besar negara/PT Perkebunan Nusantara (PBN/PTPN) dilakukan secara bersama melalui Kantor Pemasaran Bersama (KPB), sedangkan untuk perkebunan besar swasta (PBS), pemasaran produk kelapa sawit dilakukan oleh masing-masing perusahaan. Pemasaran mata dagangan kelapa sawit harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku secara internasional. Standar mutu minyak sawit dan inti sawit yang diekspor menerapkan kualifikasi mutu, antara lain asam lemak bebas (ALB), kadar lembap atau kadar air, dan kadar kotoran.
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Kegiatan pemasaran CPO yang diterapkan oleh KPB PT Perkebunan Nusantara I-V adalah sistem lelang terbuka (tender) dan kontrak penjualan jangka panjang. Calon pembeli yang diundang mengikuti lelang ini adalah perusahaanperusahaan yang telah mendaftar di kantor pusat KPB PT Perkebunan Nusantara I-V cabang Medan sebagai rekanan, baik dalam maupun luar negeri, atau Agen Pembeli/Representative, dan telah melengkapi persyaratan administratif. Dalam melaksanakan kegiatan pemasarannya, Kantor Pemasaran Bersama (KPB) berusaha melaksanakan kegiatannya seefisien dan seefektif mungkin untuk dapat memperoleh hasil yang maksimal. Keputusan dan kebijakan yang diambil KPB tidak terlepas dari pengaruh internal yang berasal dari dalam KPB sendiri, seperti jumlah CPO (crude palm oil) yang ingin dipasarkan, harga CPO yang dipasarkan, tujuan perusahaan, dan promosi maupun yang berasal dari luar KPB, seperti kebijakan pemerintah, pajak ekspor, tarif bea masuk, kurs (valuta asing), komoditas substitusi, persaingan dengan negara pengekspor lainnya, isu politis, dan latar belakang historis negara eksportir. Untuk mengetahui kinerja dan besar tingkat efisiensi pemasaran CPO (crude palm oil) yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB), maka kita perlu menghitung share margin dan tingkat efisiensinya dengan rasio antara output/input (keluaran/masukan), apakah

membandingkan

efisiensinya meningkat, tetap atau menurun, sehingga Kantor Pemasaran Bersama (KPB) dapat mengevaluasi kinerja pemasarannya dan dapat membuat kebijakankebijakan baru yang dapat mendukung kinerja, efisiensi dan memperbesar market share pemasaran yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB).

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Semakin besar tingkat efisiensi, maka semakin efisien kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar skema kerangka pemikiran.

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

45 SKEMA KERANGKA PEMIKIRAN

PTPN-IV PRODUSEN

CPO (Crude Palm Oil) HASIL

Syarat-syarat CPO (Crude Palm Oil) : 1. Mutu CPO a. Asam Lemak Bebas (ALB) b. Kadar Lembap c. Kadar Air d. Kadar Kotoran 2. Harga CPO

KPB (Kantor Pemasaran Bersama) MEDIATOR

LELANG / TENDER TERBUKA

Faktor Internal : 1. Mutu CPO - Asam Lemak Bebas (ALB) - Kadar Lembap atau Kadar Air - Kadar Kotoran 2. Jumlah CPO 3. Harga CPO 4. Tujuan Perusahaan (KPB) 5. Promosi Faktor Eksternal : 1. Kebijakan Pemerintah - Kuota Penjualan - Pajak Ekspor (PE) - Kebijakan Perbankan 2. Tarif Bea Masuk (BM) 3. Kurs (Valuta Asing) 4. Komoditas Substitusi 5. Persaingan (Pesaing)

ELASTISITAS TRANSMISI HARGA

PEMBELI LOKAL DOMESTIK

PEMBELI LUAR NEGERI EKSPOR

SHARE MARGIN

SHARE MARGIN

EFISIENSI PEMASARAN

Keterangan :
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

46 = Tahapan = Pengaruh

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

2.4. Hipotesis Penelitian Berdasarkan landasan teori yang sudah dibangun, maka di susun hipotesis sebagai berikut : 1. Proses pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan

Nusantara IV (PTPN-IV) adalah dari proses pengolahan TBS (tandan buah segar) menjadi CPO (Crude Palm Oil) di pabrik kelapa sawit (PKS), CPO (Crude Palm Oil) yang diproduksi diserahkan kepada Kantor Pemasaran Bersama (KPB) sebagai mediator untuk dipasarkan kepada konsumen/pembeli dalam negeri (domestik) dan kepada pembeli luar negeri/ekspor melalui lelang atau tender terbuka. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) adalah faktor internal, yaitu: mutu CPO (asam lemak bebas, kadar lembap atau kadar air, kadar kotoran), jumlah CPO, harga CPO, tujuan perusahaan dan promosi, serta faktor eksternal, yaitu: kebijakan pemerintah (kuota penjualan, pajak ekspor dan kebijakan perbankan), tarif bea masuk, valuta asing, komoditas substitusi dan pesaing. 3. Proses penentuan harga CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) adalah berdasarkan seller quotations pasar Rotterdam, harga jual dari Malaysia melalui Kuala Lumpur Commodity Exchage (KLCE) dan harga jual dikonversikan menjadi rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Mandiri. 4. Semakin tinggi harga pada tingkat produsen, maka semakin tinggi share margin pada lembaga pemasaran tersebut.
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

5. Kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) adalah efisien. 6. Elastisitas transmisi harga pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) bersifat inelastis antara produsen dan konsumen.

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

III. METODE PENELITIAN

3.1. Metode Penentuan Daerah Penelitian Daerah penelitian ditentukan melalui metode Purposive, yaitu di Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V cabang Medan. Hal ini berdasarkan pertimbangan, bahwasanya PTPN-IV merupakan salah satu Perkebunan Besar Negara (PBN) yang menghasilkan CPO (Crude Palm Oil) dan yang memiliki luas areal perkebunan kelapa sawit terbesar di Sumatera Utara dengan luas areal 128.582,27 ha serta rata-rata produksi CPO per tahun sebesar 365.081 ton.

3.2. Metode Pengambilan Responden Unit populasi dalam penelitian ini merupakan pegawai kantor pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) bagian pemasaran sebesar (26 orang) dan pegawai Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V cabang Medan sebesar (57 orang). Dalam penelitian ini unit populasi sekaligus menjadi responden, yaitu 83 orang, sehingga metode yang digunakan adalah metode Sensus.

3.3. Metode Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung kepada responden, yaitu karyawan Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV bagian pemasaran dan pegawai Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V cabang
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Medan, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V cabang Medan yang berhubungan dengan penelitian ini

3.4. Metode Analisis Data Berbagai jenis data yang telah diperoleh melalui wawancara serta observasi di lapangan, ditabulasikan terlebih dahulu kemudian di analisis dengan alat uji yang sesuai. Pengujian hipotesis 1, dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif, yakni memaparkan proses pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV. Pengujian hipotesis 2, dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif, yakni dengan memaparkan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV. Pengujian hipotesis 3, dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif, yakni memaparkan proses pembentukan harga CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV. Pengujian hipotesis 4, dianalisis dengan menggunakan model margin pemasaran, yakni menghitung marketing margin dan share margin yang tercipta dari pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV, dengan menggunakan rumus : mji = Psi Pbi ................ (1) mji = bti + i ................ (2)
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

i = mji bti ................ (3)

sehingga marjin pemasaran total adalah : Mj = mji .................... (4) Dimana : Mj mji Psi = Total margin pemasaran. = Margin pada lembaga pemasaran tingkat ke i. = Harga jual lembaga pemasaran tingkat ke i.

Pbi = Harga beli lembaga pemasaran tingkat ke i. bti i i = Biaya pemasaran lembaga pemasaran tingkat ke i. = Keuntungan lembaga pemasaran tingkat ke i. = 1, 2, 3, ..., n

Untuk menghitung share margin pemasaran digunakan rumus :


Sm = Pp 100% Pk

Dimana : Sm = Share margin dihitung dalam %. Pp = Harga yang diterima produsen. Pk = Harga yang dibayar oleh konsumen. (Sihombing, 2005). Pengujian hipotesis 5, dianalisis dengan menggunakan model efisiensi pemasaran, yakni menghitung efisiensi dari pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV, dengan menggunakan rumus :

Biaya pemasaran 100 % Nilai produk yang dipasarkan

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Dimana : EP 50% = Efisien EP > 50% = Tidak Efisien Dalam hal ini, efisiensi pemasaran akan semakin efisien apabila nilai EP semakin kecil (Soekartawi, 1993). Pengujian hipotesis 6, dianalisis dengan menggunakan model elastisitas transmisi harga pemasaran, yakni menghitung elastisitas transmisi harga dari pemasaran CPO (Crude palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV, dengan menggunakan rumus :

Et =
Dimana : Et Pr Pf

d Pr Pf dPf Pr

= Elastisitas transmisi harga. = Harga di tingkat pengecer (pemasar). = Harga di tingkat petani (produsen).

dPr = Perubahan harga di tingkat pengecer (pemasar). dPf = Perubahan harga di tingkat petani (produsen). (Sudiyono, 2004).

3.5. Definisi dan Batasan Opersional

3.5.1. Definisi

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Untuk menghindari kesalahpahaman dan kekeliruan pengertian dalam penelitian ini, maka diberikan definisi dan batasan operasional sebagai berikut : 1. Biaya pemasaran adalah semua ongkos yang dikeluarkan dalam kegiatan penyampaian barang dari produsen ke konsumen. 2. Biaya Fumigasi merupakan biaya yang timbul untuk penerbitan sertifikat pensterilan pallet. 3. Biaya Indoham merupakan biaya komisi penjualan broker diluar negeri. 4. 5. Biaya Pallet dan Bendyzer merupakan biaya pembungkus. Efisiensi pemasaran adalah rasio/perbandingan antara biaya

pemasaran dengan nilai produk yang dipasarkan. 6. Elastisitas transmisi harga merupakan perbandingan perubahan nisbi dari harga di tingkat pengecer dengan perubahan harga di tingkat petani. 7. Harga (price) adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat kerena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut. 8. ISO merupakan standar manajemen dan jaminan mutu-pemandu untuk pemilihan dan penggunaan standar. 9. Jumlah, yaitu kuantitas barang berdasarkan suatu alat ukur tertentu, seperti, kg, ton, buah, dan lain sebagainya. 10. Komoditas substitusi, yaitu barang-barang berbeda dari luar industri tertentu (di luar CPO) yang melakukan fungsi serupa dengan produk yang dihasilkan oleh industri tersebut (CPO).
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

11. Kuota merupakan batas absolut terhadap kuantitas barang yang boleh memasuki sebuah negara atau batasan kuantitas barang yang boleh keluar dari suatu negara. 12. Kurs (valuta asing), yaitu perbandingan nilai suatu mata uang tertentu dengan nilai mata uang lainnya. 13. Margin pemasaran adalah selisih antara harga yang dibayar oleh konsumen dengan harga jual produsen. 14. Minyak sawit (CPO), yaitu minyak hasil dari pengolahan TBS (tandan buah segar) yang berwarna jingga karena mengandung karotenoida (terutama -karotenoida), berkonsistensi padat pada suhu kamar (konsistensi dan titik lebur banyak ditentukan oleh kadar ALB-nya), dan dalam keadaan segar enak. 15. Mutu merupakan kemampuan sebuah produk atau jasa memenuhi atau melampaui harapan pelanggan. 16. Pasar (market) adalah seperangkat pembeli aktual dan potensial dari sebuah produk. 17. Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran segala sesuatu yang bernilai (products of value) dengan orang lain atau kelompok. 18. Pesaing adalah orang atau perusahaan yang mempunyai sumber daya yang sama dan berada pada pasar yang sama. 19. Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan.
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

20. Promosi merupakan penyediaan informasi kepada para pelanggan dan meyakinkan mereka agar membeli produk yang ditawarkan, dapat berupa iklan, publikasi umum dan program pendukung penjualan. 21. Share margin produsen adalah persentase yang didapat antara harga yang diterima produsen dengan harga beli konsumen. 22. Tarif (tariff) adalah pajak atas pengimporan barang atau jasa ke dalam sebuah negara, dipungut oleh petugas pabean di tempat masuk barang tersebut.

3.5.2. Batasan Operasional Pembatasan di dalam penelitian ini telah ditetapkan melalui suatu batasan operasional berikut : 1. Daerah penelitian adalah Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV), Jalan Letjend. Suprapto No. 2 Medan 20151 dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V, Jalan Balai Kota No. 8 Medan 20111, Kotamadya Medan, Provinsi Sumatera Utara. 2. Waktu penelitian adalah tahun 2007. 3. Unit responden penelitian adalah karyawan Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) bagian pemasaran dan karyawan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V cabang Medan. 4. Kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan

Nusantara IV, yaitu kegiatan lelang terbuka (tender) dan kontrak


Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

penjualan jangka panjang CPO (Crude Palm Oil) hasil produksi PT Perkebunan Nusantara IV.

IV. PROFIL PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PTPN-IV), PROFIL KANTOR PEMASARAN BERSAMA (KPB) PT PERKEBUNAN NUSANTARA I-V CABANG MEDAN DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN

4.1. Profil PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara IV (Persero) dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1996, tentang penggabungan kebun-kebun yang berada di wilayah Sumatera Utara dari PT Perkebunan VI, PT Perkebunan VII dan PT Perkebunan VIII. PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) didirikan berdasarkan Akte Pendirian No. 37 tanggal 11 Maret 1996 dari Harun Kamil, S.H. dan mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan

No. C2-8332.HT.01.01 tanggal 8 Agustus 1996, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 81 tanggal 8 Oktober 1996, dan perubahan Anggaran Dasar berdasarkan Akta No. 18 dari Notaris Sri Rahayu H. Prasetio, S.H. tanggal 26 September 2002, yang disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Azasi Manusia R.I. Dengan Surat Keputusan

No. C-20652.HT.01.04 Tahun 2002 tanggal 23 Oktober 2002.

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Pada saat ini PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) mengelola lahan perkebunan seluas 135.640 Ha yang terdiri dari areal Kelapa Sawit seluas 128.582,27 Ha, Kakao seluas 1161,73 Ha, dan Teh seluas 5.396 Ha. PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) mengelola 15 Unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas 596 ton Tandan Buah Segar per jam, 2 Unit Pabrik Pengeringan Biji Kakao (PPBK) dengan kapasitas 96 ton Biji Kakao Basah per hari, 4 Unit Pabrik Teh dengan kapasitas 271 ton daun Teh Basah per hari dan Pabrik Pengolahan Inti Sawit (PPIS) dengan kapasitas 400 ton Inti Sawit per hari. Untuk mendukung kegiatan perbengkelan juga dikelola 1 Unit Pabrik Mesin Tenera (PMT), sedangkan untuk pelayanan kesehatan bagi karyawan PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) dikelola 3 Unit Rumah Sakit, yaitu Rumah Sakit Laras, Rumah Sakit Balimbingan, dan Rumah Sakit Pabatu. Jumlah Unit Usaha yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) pada saat ini sebanyak 37 Unit Usaha dengan jumlah karyawan sebanyak 38.002 orang. PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) memiliki anak perusahaan, yaitu PT Pamina Adolina yang mengoperasikan 1 Unit Pabrik Fraksionasi dan Rafinasi CPO dengan kapasitas 200 ton CPO per hari dan 1 Unit Pabrik Minyak Nabati (PMN) dengan kapasitas 300 ton CPO per hari dengan produk akhir berupa Margarine RBD Olein (minyak goreng), Stearin, dan Fatty Acid. Kemudian terhitung tanggal 01 September 2003, PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) telah melakukan restrukturisasi dengan merubah Struktur Organisasi PT Perkebunan Nusantara IV (Persero), melalui pengelompokan Unit Usaha dalam 6 (enam) Grup Unit Usaha (GUU), serta pendelegasian/pelimpahan
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

sebagian wewenang/tugas Direksi kepada GUU. Hal ini dimaksudkan untuk memperkecil rentang kendali guna meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan serta fungsi pengawasan dan pengendalian, serta peningkatan produktivitas. Struktur organisasi PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dapat dilihat dalam Gambar 1 dibawah ini.

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

RUPS

KOMISARIS

DIREKTUR UTAMA

RUPS ANAK PERUSAHAAN

DIREKTUR PRODUKSI

DIREKTUR KEUANGAN

DIREKTUR PEMASARAN

DIREKTUR SDM & UMUM

BAGIAN SEKRETARIS PERUSAHAAN

BAGIA N SPI

BAGIAN TANAMAN

BAGIAN TEKNIK

BAGIAN PENGOLAHAN

BAGIAN PERENCANAAN, PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN

BAGIAN KEUANGAN

BAGIAN AKUNTANS

BAGIAN PEMASARA

BAGIAN PENGADAA

BAGIAN SDM

BAGIAN UMUM

BAGIAN PUKK/KBL

YAYASAN

**)

PT PAMINA GUU I
BAJ-BALTON-PAMSKO-DOSMAT

GUU II
GUB-MAYBUL-DOILAR-TIU

GUU III
PAB-ADOABA-TIN.ITIN.IITIN.III-SAL

GUU IV
PUR-BERAJA.IAJA.II-OSAPKS.OSA

GUU V
MAR-BUTSID-TOBBOS-ULU

GUU VI
Keterangan
RS.LARRS.PABRS.BAL UNIT USAHA PERBENGKELAN KANTOR PERWAKILAN PTPN IV JAKARTA PMN BELAWAN *) UNIT USAHA SEKOLAH

: Garis Komando : Garis Staffing : Garis Koordinasi *) PMN. Belawan akan digabung ke PT Pamina **) Rencana yang akan datang

Gambar 1. Bagan Struktur Organisasi PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Adapun Visi dan Misi PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) adalah sebagai berikut : Visi PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Adapun visi dari PT Perkebunan Nusantara IV (Persero), yaitu membangun PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) menjadi perusahaan agribisnis perkebunan yang tangguh dan mampu bersaing, baik di sektor hulu dan hilir di tingkat nasional dan regional. Misi PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) 1. Menjalankan usaha agribisnis dibidang perkebunan kelapa sawit (komoditi utama), teh dan kakao serta menghasilkan produk minyak sawit, inti sawit, teh jadi, biji kakao kering serta produk turunannya yang berkualitas untuk memberikan kepuasan bagi pelanggan. 2. Meningkatkan daya saing produk secara terus menerus yang didukung oleh sistem, cara kerja dan lingkungan kerja yang mendorong munculnya kreatifitas dan inovasi untuk peningkatan produktivitas dan efisiensi. 3. Menghasilkan laba yang berkesinambungan untuk menjamin pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan perusahaan serta memberikan manfaat dan nilai tambah yang optimal bagi pemegang saham, karyawan dan stakeholder lainnya. 4. Mengelola usaha secara professional untuk meningkatkan nilai perusahaan dengan berpegang teguh pada nilai-nilai etika bisnis dan senantiasa berpedoman pada tata kelola perusahaan secara sehat. 5. Memberikan perhatian dan peran yang sungguh-sungguh dalam

membangun kemitraan dan menggembangkan lingkungan (community


Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

development), koperasi, usaha kecil, dan menengah, serta kelestarian lingkungan hidup. Sesuai Akte Pendirian Perusahaan, maksud dan tujuan didirikannya Perusahaan adalah sebagai berikut : Turut melaksanakan dan menunjang kebijksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan Nasional pada umumnya. Khususnya di sektor pertanian dalam arti yang seluasluasnya dengan tujuan memupuk keuntungan, sesuai prinsip perusahaan yang sehat, berdasarkan kepada azas sebagai berikut ini : a. Mempertahankan dan meningkatkan sumbangan bidang perkebunan bagi pendapatan Nasional. b. Memperluas lapangan kerja. c. Memelihara dan melestarikan sumber daya alam dan lingkungan, air serta kesuburan tanah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero) tertanggal 17 Januari 1998 Pasal 4 Ayat 1, maksud dan tujuan pendirian perseroan adalah : a. Untuk menyediakan barang atau jasa yang bermutu tinggi serta berdaya saing kuat terhadap pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri. b. Memupuk keuntungan guna meningkatkan nilai perusahaan. Sejalan dengan program Direksi PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) dimana didalamnya tertuang semangat untuk memacu peningkatan kinerja serta efisiensi biaya perusahaan, maka terhitung mulai tanggal 01 September 2003 Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) secara efektif telah

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

berkedudukan di Medan. Penentuan letak Kantor Pusat telah tercantum dalam Akte Notaris Sri Rahayu H. Prasetyo, S.H. tanggal 26 September 2002. Arahan dari Direksi untuk menempati Kantor Pusat di Jl. Letjen Suprapto No. 2, memiliki sejarah yang sangat panjang. Kantor ini dibangun pada tahun 1926 oleh NV Handeri Vereeniging Amsterdam (HVA) dahulu sebagai Pusat Perkebunan milik Belanda. PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) adalah salah satu BUMN besar yang mengelola aset negara. Kekayaan negara itu adalah berupa areal perkebunan yang sangat luas dan tersebar di beberapa tempat. Perusahaan ini telah memberi berbagai kontribusi positif kepada bangsa dan negara, antara lain berupa pajak dan deviden, dengan jumlah cukup besar. Selain itu, perusahaan mampu menyerap tenaga kerja 38.002 orang, sehingga multiplier effectnya sangat besar, juga sekaligus menambah devisa negara melalui ekspor CPO, kakao dan teh hasil olahannya. PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) sebagai BUMN perkebunan yang berbasis di Sumatera Utara pada tahun 2004 telah memenuhi kewajibannya kepada negara sebesar Rp 303 miliar. Kewajiban kepada negara tersebut berupa pembayaran deviden sebesar Rp 41,821 miliar dan pembayaran pajak sebesar Rp 262,014 miliar. Patut dicatat lagi bahwa dalam menjalankan usaha ini, PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) berupaya menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar dengan komitmen menggulirkan ekonomi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) selalu peduli lingkungan dengan terus-menerus mengidentifikasi dampak aktivitasnya terhadap
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

lingkungan. Kepedulian ini dipegang teguh dan merupakan bentuk tanggung jawab terhadap negara.

4.2. Profil Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan Pendirian KPB PTPN adalah merupakan hasil dari sejarah panjang upaya peningkatan efektifitas dan efisiensi pemasaran komoditas BUMN Perkebunan yang dilaksanakan Pemerintah. Oleh sebab itu, untuk dapat menjelaskan secara baik latar belakang pendirian dan tujuan pendirian KPB PTPN seharusnyalah dengan cara melihat sejarah pengelolaan pemasaran hasil produksi BUMN Perkebunan dari tahun 60an hingga saat ini. Pengelolaan pemasaran hasil produksi BUMN Perkebunan mengalami perbaikan dari waktu ke waktu, dari pilihan memasarakan sendiri hingga membentuk suatu organisasi yang menangani secara bersama pemasaran seluruh hasil produksi BUMN Perkebunan. Perbaikan-perbaikan ini dimaksudkan untuk meningkatkan efaktifitas dan efisiensi pelaksanaan pemasaran, sehingga penerimaan dari penjualan dapat dicapai seoptimal mungkin. Jika diurutkan, maka sejarah upaya pengembangan pengelolaan pemasaran hasil produksi BUMN Perkebunan dapat dibagi ke dalam beberapa periode, sebagai berikut : I. Periode 1958-1961, PPN Lama dan PPN Baru Pada periode ini terdapat 2 (dua) Perusahaan Perkebunan Negara (PPN), yaitu PPN Lama, yaitu perkebunan yang diambil alih dari perushaan milik Pemerintah Belanda. Sementara PPN Baru adalah perusahaan perkebunan yang

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

diambil alih oleh Pemerintah R.I. dari perusahaan swasta Belanda. Pada periode ini fungsi pemasaran dilaksanakan sendiri oleh masing-masing PPN. II. Periode 1961-1963, Badan Pimpinan Umum Perusahan Perkebunan Negara (BPU-PPN) Periode ini ditandai dengan pendirian Badan Pimpinan Umum Perusahaan Perkebunan Negara (BPU-PPN), tepatnya tahun 1961. Pendirian BPU-PPN ini dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan pengawasan fungsi pemasaran. BPU-PPN berfungsi mengelola seluruh perusahaan perkebunan yang diambil alih pemerintah, baik PPN Lama maupun PPN Baru beserta kebunkebunnya. Dalam operasionalnya, pelaksanaan pemasaran ditangani Direksi BPUPPN dengan dibantu kantor-kantor perwakilannya di daerah-daerah. III. Periode 1963-1968, Pembentukan 5 (Lima) BPU-PPN Pada periode ini Pemerintah memecah BPU-PPN ke dalam 5 (lima) badan hukum yang menangani fungsi pemasaran, yaitu BPU-PPN Karet, BPU-PPN Aneka Tanaman, BPU-PPN Gula, BPU-PPN Tembakau, dan BPUPPN Serat. Reorganisasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemasaran, melalui spesialisasi pemasaran produk. IV. Periode 1968-1990, PNP Berubah Menjadi PTP Pada periode ini Pemerintah membubarkan seluruh BPU-PPN dan membentuk 28 Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) menjadi Perseroan Terbatas Perkebunan (PTP). Kemudian dengan berlakunya Peraturan Pemerintah No.3 Tahun 1983 tentang Perseroan Terbatas, maka secara bertahap status Perusahaan Negara Perkebunan berubah menjadi Perseroan Terbatas Perkebunan.

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Untuk mencegah timbulnya persaingan diantara PTP maka dibentuklah Kantor Pemasaran Bersama (KPB). Pendekatan yang digunakan untuk mencapai tujuan dimaksud ialah dengan mengoperasikan Kantor Pemasaran Bersama menangani pemasaran komoditi perkebunan yang dihasilkan oleh kelompok PTP yang berada dalam satu wilayah. Atas dasar pendelatan itu maka Kantor Pemasran Bersama tersebar di wilayah-wilayah sebagai berikut : a. KPB PTP I s/d IX berlokasi di Medan b. KPB PTP XI s/d XIII berlokasi di Jakarta c. KPB PTP XXII, XXVI, dan XXVII berlokasi di Surabaya d. KAH Gula PTP XIV, XV, XVI, XVII, XX, XXI, XXII, dan XXIV s/d XXV V. Periode 1990 s/d Sekarang Pada periode ini, tepatnya tanggal 26 Februari 1990, Direksi PT/PN IXXIX membuat Kesepakatan Bersama untuk melebur 4 (empat) Kantor Pemasaran Bersama dan Asosiasi Pemasaran Bersama (APBP) dan membentuk Kantor Pemasaran Bersama I-XXIX. Kesepakatan Bersama ini kemudian dikukuhkan oleh Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor

166/Kpts/OT.210/3/1990. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pembentukan KPB PTPN dilandasi oleh : a. Pentingnya pengintegrasian kegiatan pemasaran komoditi perkebunan dari seluruh perusahaan-perusahaan perkebunan di Indonesia yang diambil alih oleh negara. b. Oleh karena pada masa sebelumnya pengambilalihan setiap perusahaanperusahaan perkebunan menangani pemasarannya masing-masing, maka
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

untuk meningkatkan sinergi setelah pengambilalihan oleh negara maka seluruh fungsi perusahaan perkebunan tersebut khususnya bidang pemasaran berada dalam satu pengolahan. Tujuan pembentukan KPB dijelaskan dalam Kesepakatan Bersama Direksi PN/PT Perkebunan I s/d XXIX tanggal 26 Februari 1990, yaitu seperti dimuat dalam pasal 3 yang isinya sebagai berikut. Tujuan dibentuknya KPB adalah untuk menyelenggarakan pemasaran hasil produksi PN/PT Perkebunan I-XXIX dengan berpegang pada prinsip ekonomi dan tugas-tugas BUMN agar PN/PT perkebunan mendapat manfaat yang sebesar-besarnya, dengan sasaran antara lain : a. Menyatukan kebijakan tata cara, prosedur, kuantitas, dan kualitas produksi b. Memperoleh kesatuan harga jual yang optimal c. Mengembangkan pasar luar negeri d. Memperkuat daya saing e. Menghindarkan biaya pemasaran yang relatif tinggi f. Memperlancar penyelesaian klaim g. Meningkatkan hasil penelitian dan memanfaatkannya secara terpadu h. Memudahkan kerja sama penanganan industri hilir i. Memudahkan pengawasan Uraian tentang Struktur Organisasi, Fungsi dan Tugas Pokok dan peraturan Pendukung dari KPB PTPN Cabang Medan akan didahului dengan penyajian Stuktur Organisasi Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara (KPB PTPN). Hal ini dilakukan untuk memberi penjelasan posisi

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

keorganisasian KPB PTPN Cabang Medan di dalam Organisasi Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara. KPB PTPN dikepalai oleh seorang Direktur Pelaksana yang dibantu oleh seorang wakil Direktur Pelaksana. Kantor Pusat KPB PTPN berkedudukan di Jakarta. KPB PTPN, dalam rangka pelayanan pemasaran, memiliki 2 (dua) cabang, yaitu KPB PTPN Cabang Medan dan KPB PTPN Cabang Surabaya (lihat Gambar 2).

Direktur Pelaksana
Wakil Direktur Pelaksana

Bagian Tata Usaha

Bagian Analisa & Informasi Pasar

Bagian Jasa Penj. Sawit

Bagian Jasa Penj. Teh & Karet

Bagian Jasa Penj. Gula Pasir/Tetes

Bagian Satuan Pengawasan Intern

Kantor Cabang Surabaya

Kantor Cabang Medan

Gambar 2. Bagan Struktur Organisasi KPB PTPN KPB PTPN Cabang Medan sebagai salah satu cabang dari KPB PTPN dikepalai oleh seorang Kepala Cabang. Dalam rangka mengelola kegiatan operasi KPB PTPN Cabang Medan setiap harinya, Kepala Cabang dibantu oleh 4 (empat) Kepala Urusan, yang bertugas menangani kegiatan-kegiatan operasi dan

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

administrasi. Struktur organisasi KPB PTPN Cabang Medan dapat dilihat dalam Gambar 3 dibawah ini.

KEPALA CABANG

URUSAN KEUANGAN/ UMUM

URUSAN PENGAPALAN KARET / LATEKS

URUSAN PENGAPALAN MINYAK SAWIT

URUSAN PENGAPALAN TEH / KAKAO

KEUANGAN UMUM

PRA SHIPMENT

PRA SHIPMENT

PRA SHIPMENT SHIPMENT

SHIPMENT

SHIPMENT

P.D.E.

AFTER SHIPMENT

AFTER SHIPMENT

AFTER SHIPMENT

Gambar 3. Bagan Struktur Organisasi KPB PTPN Cabang Medan Adapun tugas pokok dan fungsi KPB PTPN Cabang Medan adalah melaksanakan proses pengapalan ekspor komoditi PT Perkebunan I-VI yang meliputi : a. Melaksanakan pengurusan persediaan barang di gudang/tangki timbun b. Melaksanakan penyerahan barang c. Melaksanakan pencairan nilai hasil penjualan dari Bank Devisa langsung ke rekening PT Perkebunan yang bersangkutan Peraturan yang menjadi dasar pembentukan dan operasi KPB PTPN adalah sebagai berikut :
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

a. Kesepakatan Bersama Direksi PN/PT Perkebunan I s/d XXIX tanggal 26 Februari 1990 b. Kemudian dikukuhkan oleh Departemen Pertanian melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 166/Kpts/OT.210/3/1990 tanggal 8 Maret 1990 tentang Persetujuan Pembentukan Kantor Pemasaran Bersama PN/PT Perkebunan I s/d XXIX

4.3. Karakteristik Responden Karakteristik Responden adalah keseluruhan karakteristik yang akan mempengaruhi seseorang dalam melakukan suatu kegiatan yang menunjang kehidupannya mempengaruhi kearah yang lebih baik. Karakteristik wawasan seseorang yang sangat

tindakan,

pola

pikir,

serta

dimilikinya.

Karakteristik sosial ekonomi responden di daerah penelitian meliputi : umur, tingkat pendidikan, lama bekerja, dan jabatan.

4.3.1. Karakteristik Responden Karyawan PT Perkebunan Nusantara IV Bagian Pemasaran Responden dalam penelitian ini adalah karyawan PT Perkebunan Nusantara IV Bagian Pemasaran dan karyawan Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan I-V Cabang Medan. Adapun jumlah responden yang merupakan karyawan PT Perkebunan Nusantara IV Bagian Pemasaran sebesar 26 orang dan karakteristik responden yang diteliti meliputi : umur, tingkat pendidikan, dan lama bekerja. Tabel 3. Karakteristik Sosial Ekonomi Responden Karyawan PTPN IV (PT Perkebunan Nusantara IV) Bagian Pemasaran
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

No
1 2 3

Karakteristik Sosial Ekonomi


Umur (tahun) Tingkat Pendidikan (tahun) Lama Bekerja (tahun)

Rentang
27-53 12-16 3-29

Rerata
41,35 13,85 19,58

Sumber : Diolah dari Data Primer, Tahun 2006 (Lampiran 2)

Dari Tabel 3 diatas dapat diketahui bahwa karyawan PT Perkebunan Nusantara IV Bagian Pemasaran memiliki rentang umur 27-53 tahun, rentang pendidikan 12-16 tahun, dan rentang lama bekerja 3-29 tahun. Dari rentang pendidikan ini dapat dilihat bahwa karyawan PT Perkebunan Nusantara IV Bagian Pemasaran rata-rata telah pernah menempuh pendidikan dibangku sekolah menengah umum (SMU). 4.3.2. Karakteristik Responden Karyawan Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan Jumlah responden yang merupakan karyawan Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan sebesar 57 orang dan karakteristik responden yang diteliti meliputi : umur, tingkat pendidikan, dan lama bekerja. Tabel 4. Karakteristik Sosial Ekonomi Responden Karyawan Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan No
1 2 3

Karakteristik Sosial Ekonomi


Umur (tahun) Tingkat Pendidikan (tahun) Lama Bekerja (tahun)

Rentang
29-53 12-19 7-31

Rerata
43,35 13,85 21.09

Sumber : Diolah dari Data Primer, Tahun 2006 (Lampiran 1)

Dari Tabel 4 diatas dapat diketahui bahwa karyawan Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan memiliki rentang umur 29-53 tahun, rentang pendidikan 12-19 tahun, dan rentang lama bekerja 7-31 tahun. Dari rentang pendidikan ini dapat dilihat bahwa karyawan Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan rata-rata telah pernah menempuh pendidikan dibangku sekolah menengah umum (SMU) dan ada
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

karyawan Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan yang telah menempuh pendidikan strata dua (S2).

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1. Proses Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Kegiatan produksi CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan

Nusantara IV (PTPN-IV), dimulai dari proses pengolahan TBS (Tandan Buah Segar) menjadi CPO di PKS (Pabrik Kelapa Sawit) milik PTPN-IV. Tandan Buah Segar (TBS) yang diolah berasal dari kebun milik PTPN-IV sendiri maupun yang dibeli dari Perkebunan Swasta atau PIR (Perkebunan Inti Rakyat) dan dibawa ke pabrik terdekat milik PTPN-IV di daerah tersebut untuk diolah menjadi CPO. Sebelum mengalami proses pengolahan, TBS ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui beratnya (Kg), kemudian ditimbun untuk menunggu gilirannya diolah. Pengolahan pertama adalah perebusan yang bertujuan melunakkan buah sehingga daging buah mudah lepas dari biji sewaktu diaduk dalam bejana peremas. Setelah perebusan, dilakukan pemisahan buah dari TBK (Tandan Buah Kosong) dengan penebahan, pemisahan minyak dari daging buah dengan pengempaan, pemisahan biji dari ampas kempa dengan penghembusan serabut, pemisahan minyak dari air dengan pengendapan dan pemisahan inti dari biji dengan pemecahan biji dan pemisahan cangkang. Minyak dan inti sawit yang diperoleh dari pemisahan seperti yang diuraikan diatas belum siap untuk dipasarkan karena belum memenuhi standar/spesifikasi kadar air dan kadar kotoran yang ditentukan. Minyak sawit masih harus melalui pemurnian dan pengeringan, dan inti sawit melalui
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

pengeringan dan pemilihan atau pemungutan kotoran. Selesai pengeringan, minyak harus didinginkan sampai dibawah 50 0C untuk mencegah oksidasi pada waktu pemasukan ke tangki timbun. Minyak dan inti sawit hasil pemurnian tidak selamanya dapat langsung dikirim untuk dipasarkan. Untuk sementara waktu masih perlu ditimbun di pabrik. Biasanya ruang timbun yang diperlukan cukup untuk produksi satu bulan saja. Sebagai cairan, minyak sawit harus disimpan dalam tangki-tangki timbun berukuran antara 500-3000 ton. Selama penimbunan ini dapat terjadi perusakan mutu, baik peningkatan kadar ALB (Asam Lemak Bebas) maupun peningkatan oksidasi. Adapun syarat penimbunan yang baik, yaitu : 1. Kebersihan tangki dijaga, khususnya terhadap kotoran dan air. 2. Jangan mencampur minyak berkadar ALB tinggi atau minyak kotor dengan minyak berkadar ALB rendah atau bersih atau kering. 3. Membersihkan tangki dan memeriksa pipa-pipa uap pemanas, tutup tangki, alat-alat pengukur dan lain-lain setiap ada kesempatan. 4. Memelihara suhu sekitar 40 0C. 5. Pipa pemasukan minyak harus terbenam ujungnya di bawah permukaan minyak. 6. Melapisi dinding tangki dengan dammar epoksi (hanya untuk minyak sawit bermutu khusus/tinggi). Adapun kadar ALB dari CPO yang diterima dipasaran, yaitu antara 2,45% - 3,3%, kadar air dan kotoran antara 0,1% - 0,4% dengan rendemen antara 20% - 23%, sehingga perusahaan PTPN-IV mempunyai target ALB sebesar 2,6%,
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

kadar air dan kotoran sebesar 0,1% dan rendemen 21% agar produknya mempunyai daya saing yang tinggi dipasaran dan mendapat harga yang baik, sehingga mendapatkan keuntungan yang besar bagi perusahaan. CPO (Crude Palm Oil) yang dihasilkan/diproduksi oleh PTPN-IV diserahkan kepada KPB (Kantor Pemasaran Bersama) PT Perkebunan Nusantara yang berfungsi sebagai mediator antara PTPN-IV dengan Prosesor (Konsumen) kemudian dipasarkan kepada konsumen lokal (domestik) atau konsumen luar negeri (ekspor) melalui lelang atau tender terbuka dan kontrak penjualan jangka panjang. Kegiatan pemasaran CPO yang diterapkan oleh KPB PT Perkebunan adalah sistem lelang terbuka (tender) dan kontrak penjualan jangka panjang. Berikut adalah sedikit keterangan tentang kedua sistem pemasaran CPO tersebut. 1. Lelang terbuka (tender) Oleh KPB PT perkebunan, lelang terbuka (tender) untuk CPO lokal dan ekspor biasanya diadakan secara berkala, yakni setiap Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat mulai pukul 13.30 di kantor pusat KPB PT Perkebunan. Penawaran harga untuk lelang disampaikan dalam amplop tertutup/fax/telex, paling lambat satu jam sebelum acara lelang dimulai. Adakalanya, harga yang ditawar oleh calon pembeli di bawah harga panitia lelang. Bila hal ini terjadi, maka panitia terpaksa belum merealisasikan transaksi pembelian. Untuk itu, panitia masih memberikan kesempatan kepada calon pembeli untuk mengajukan penawaran lagi, yang biasanya dilakukan melalui telex seusai lelang.

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Calon pembeli yang diundang mengikuti lelang ini adalah perusahaanperusahaan yang telah mendaftar di kantor pusat KPB PT Perkebunan sebagai rekanan, baik dalam maupun luar negeri, atau Agen Pembeli/Representative; dan telah melengkapi persyaratan administratif, antara lain : a. Fotokopi Akte Pendirian Perusahaan, b. Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), c. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), d. Surat Keterangan Bank dari pembeli luar negeri, e. Surat Keterangan Bank dari Agen/Representative dari industri dalam negeri, f. Surat Rekomendasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat mengenai bonafiditas calon pembeli, g. Surat Penunjukan sebagai Agen/Representative, dan h. Fotokopi Surat Izin Perindustrian bagi calon pembeli/pabrikan. 2. Kontrak Penjualan Jangka Panjang Kontrak ini biasanya dilakukan oleh KPB PT Perkebunan dengan industri pengolahan CPO di luar negeri yang sebagian sahamnya dimiliki konsorsium PN/PTP. Dalam kontrak antara lain disepakati mengenai volume CPO yang akan dipasok, frekuensi pengiriman (shipment), dan harga CPO yang disesuaikan dengan harga CPO di pasar internasional. Adapun peraturan lelang terbuka (tender), tata cara lelang, dan syaratsyarat lelang yang dibuat oleh KPB PT Perkebunan adalah sebagai berikut : A. Peraturan Tender

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

1. Pengurus dan Pelaksana Tender. Pengurus dan pelaksana tender ditetapkan oleh Dewan Pengawas KPB. 2. Kepengurusan Tender Produk Sawit. a. Pengurus tender Penasehat/Pelindung : Dewan Pengawas KPB PTPN Ketua Sekretaris Anggota : Direktur Pelaksana : Wakil Direktur Pelaksana : Direktur Pemasaran PTPN Produsen Sawit/Swasta b. Pelaksana tender Ketua Sekretaris Anggota : Wakil Direktur Pelaksana : Kepala Bagian Jasa Penjualan Sawit : 1. Kepala Bagian Pemasaran PTPN Produsen Sawit/Swasta 2. Kepala Sub Bagian Jasa Penjualan Sawit 3. Bagian Analisa dan Informasi Pasar dan SPI KPB PTPN c. Waktu dan Tempat Tender Waktu Jam : Setiap hari Selasa dan Kamis : 14.00 atau 15.00 WIB (sesuai undangan)

Tempat : KPB PTPN, Jl. Taman Cut Mutia No. 11, Jakarta Apabila hari Selasa dinyatakan sebagai hari libur nasional, maka tender dilaksanakan pada hari berikutnya dan tempat tender dapat dirubah setelah

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

mendapat persetujuan dari Pelaksana Tender. Dalam hal ada permintaan khusus, tempat tender dapat dirubah setelah mendapat persetujuan dari Pengurus Tender.

d. Peserta Tender 1. Penjual : KPB PTPN bertindak untuk dan atas nama produsen sawit. 2. Pembeli : adalah processor yang memiliki fasilitas industri pengolahan minyak sawit dan atau pabrik yang menggunakan bahan baku minyak sawit. 3. Peninjau: Berbagai instansi, calon pembeli, penjual atas seizin pengurus tender. Para pembeli peserta tender diwajibkan menyerahkan : Company Profile Akte Pendirian Perusahaan S.I.U.P. N.P.W.P. Izin dari Depperindag Referensi Bank e. Tata Cara Tender 1. Volume yang akan ditender disusun berdasarkan kondisi penyerahan C&F atau FOB (FOB Pelabuhan Muat)/Franco pabrik

pembeli/penjual dengan mutu sesuai standard mutu yang berlaku serta bulan penyerahan/pengapalannya ditetapkan didalam formulir tender.

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

2. Pembeli peserta tender menyampaikan penawaran melalui fax/surat yang dimasukkan ke dalam kotak yang telah disediakan di Kantor Pemasaran Bersama PTPN selambat-lambatnya pada jam 14.00 atau 15.00 WIB (sesuai undangan) padahari dan tanggal tender (penawaran melalui fax ditangani oleh petugas khusus). 3. Harga penawaran diajukan dalam Rp/Kg termasuk PPN (dalam bulatan rupiah). 4. Pembeli peserta tender menyampaikan harga penawaran dengan jumlah per lot sesuai yang ditawarkan dan berdasarkan kondisi penyerahan. 5. Penawaran dengan harga tertinggi yang mencapai atau melebihi price idea dinyatakan sebagai pemenang tender. 6. Bila terdapat dua pembeli atau lebih dengan harga penawaran yang sama untuk volume dan lot serta kondisi penyerahan yang sama, maka volume tersebut dibagi secara proporsional. 7. Bila harga penawaran dari peserta tender tidak mencapai price idea, maka ditawarkan kembali kepada penawar tertinggi pertama, apabila penawar tertinggi pertama tidak bersedia atau tidak hadir, maka ditawarkan kepada penawar tertinggi kedua. Apabila penawar tertinggi kedua juga tidak bersedia atau tidak hadir, maka barang ditawarkan kepada peserta tender lainnya pada saat pelaksanaan tender, dan apabila peserta tender lainnya tidak bersedia maka barang ditarik dari tender. f. Penutupan Kontrak
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

1. Penawaran tertinggi dengan harga terjadi (traded) akan dikukuhkan sebagai pemenang tender dengan suatu bentuk kontrak jual beli yang dibubuhi materai yang cukup dan tanggal kontrak adalah tanggal pelaksanaan tender. 2. Kondisi penyerahan barang harus dicantumkan dengan tegas dalam kontrak penjualan termasuk bulan penyerahan/pengapalan, demikian juga pembayarannya. 3. Kontrak yang telah ditanda tangani tidak dapat dirubah tanpa adanya persetujuan dari kedua belah pihak. g. Pembayaran Pembayaran dilaksanakan secara tunai selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah tanggal kontrak. Apabila jangka waktu 14 (empat belas) hari terakhir dan pembeli belum melaksanakan pembayaran, maka pembeli yang bersangkutan untuk sementara tidak dapat ikut tender. Kepadanya dikenakan overdue interest sesuai suku bunga pinjaman Bank Mandiri sampai dengan hari pembatalan kontrak. Perhitungan overdue interest didasarkan pada sisa nilai kontrak yang belum dilunasi. Setelah jangka waktu 30 hari dari tanggal kontrak, apabila pembeli belum melunasi nilai kontrak dan overdue interest, penjual melaksanakan pembatalan kontrak dan partai barang tersebut dijual kembali melalui tender atau free sales. Apabila terjadi selisih harga yang sifatnya merugikan penjual, kerugian tersebut dibebankan kepada pembeli. Selama overdue interest dan selisih harga belum dilunasi, untuk sementara waktu pembeli bersangkutan belum dapat mengikuti tender ataupun membeli produk lain dari PTPN.
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

h. Pengapalan/Penyerahan 1. Pengambilan atau penyerahan barang dilaksanakan segera setelah pembayaran dilaksanakan oleh pembeli. 2. Penerbitan IP/DO dapat dilayani apabila pembayaran telah ditransfer atau masuk ke dalam rekening produsen yang bersangkutan. Penerbitan IP/DO didasari urutan pembayaran (first in first served). 3. Pembeli harus memberitahukan kepada penjual nama kapal dan agen lokal kapal tersebut paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum perkiraan waktu kedatangan kapal di pelabuhan muat. 4. Dalam hal pembeli sudah membayar, tetapi belum

mengambil/mengapalkan barangnya pada bulan pengapalan, kepada pembeli dikenakan sewa tangki Rp. 15 /Kg/bulan, dan kenaikan ALB bukan tanggung jawab produsen dan tidak dapat diklaim. 5. Penyerahan barang dilaksanakan selambat-lambatnya 15 hari setelah tanggal pembayaran. Apabila pada waktu penyerahan/pengapalan produsen tidak dapat menyerahkan/ mengapalkan barang, maka untuk setiap hari keterlambatan produsen dikenakan overdue interest berdasarkan bunga bank yang berlaku (Bank Mandiri) dari jumlah sisa barang yang belum diserahkan. Dalam hal penyerahan franco pabrik pembeli, apabila kemampuan menerima pabrik tersebut terbatas & sehingga terjadi keterlambatan penyerahan, penjual tidak dapat dikenakan pinalti dan klaim mutu ALB. i. Klaim/Premi

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

1. Apabila realisasi pengapalan/penyerahan barang lebih atau kurang dari jumlah kontrak yang telah dibayar, maka kelebihan atau kekurangan tersebut dapat dilaksanakan perhitungan rampung dengan invoice tetap. 2. Klaim mutu atas penyerahan CPO dengan ALB diatas mutu standar, penyelesaiannya berdasarkan rumus formula yang berlaku seperti contoh berikut : a. CPO yang diserahkan ALB nya s/d 7% Contoh perhitungan : Harga kontrak Rp. 2.200,- per kg - Perhitungan pinalty : (7%-5%) x Rp. 2.200,- = Rp. 44,b. CPO yang diserahkan ALB nya dibawah 3,5%. Apabila mutu CPO yang diserahkan ALB-nya dibawah 3,50%, maka akan diberikan premi tambahan harga terhadap mutu yang diserahkan secara proporsional seperti contoh berikut : CPO yang diserahkan ALB 3% - Harga kontrak Rp. 2.200,- per Kg, Perhitungan premi : (3,50% - 3%) x Rp. 2.200,- = Rp. 11,- per Kg. 3. ALB CPO yang diserahkan dihitung per partai penyerahan dan bukan berdasarkan penyerahan per truk tanki/wagon kereta api. 4. Penyampaian claim mutu/volume (lebih/kurang), harus dilengkapi laporan dari surveyor independent serta laporan realisasi volume penyerahan/pengapalan dan mutu barang dari produsen bersangkutan. j. Ketentuan Umum

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

1. Tata cara pelaksanaan tender ini sah menurut hukum yang dituangkan dalam bahasa Indonesia dan ketentuan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kontrak. 2. Peserta tender dengan penawaran tertinggi yang memenangkan seluruh barang yang ditawarkan dalam tender dua kali berturut-turut, maka seluruh perusahaan didalam grup tersebut tidak dibenarkan mengikuti tender ketiga dan ke empat dihitung sejak memenangkan pertama, kemudian dapat mengikuti tender berikutnya dengan ketentuan seluruh kontrak yang telah ditutup harus dibayar lunas sesuai kesepakatan yang dibuat didalam kontrak penjualan. 3. Tender dapat dilaksanakan bila dihadiri/ditawarkan minimal oleh 5 perusahaan tetapi tidak dalam satu group. Apabila tidak mencapai 5 perusahaan peserta tender maka tender tidak dilaksanakan/dibatalkan pada hari tersebut. 4. Sesuai kebijakan dan ketentuan Pemerintah, bahwa penjualan CPO PTPN untuk lokal ditujukan kepada processor sesuai izin industri dari Deperindag, maka para broker tidak diperkenankan mengikuti tender/pembelian CPO. 5. Atas permintaan produsen untuk memenuhi liquiditas perusahaan yang mendesak dan lain-lain, KPB PTPN dapat melakukan penjualan melalui bid dan offer kepada pembeli tertentu berpedoman pada harga pasar yang berlaku atau quotation Rotterdam/Kuala Lumpur. 6. Ketentuan ini berlaku juga untuk penjualan lokal dengan cara lainnya yang lazim seperti bid/offer dan LTC.
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

B. Tata Cara Lelang Partai yang akan dilelang disusun dalam katalog dengan Nomor Urut berupa Nomor Lot dan Nomor Chop kemasan Peti dan/atau Paper Sacks. Chopchop yang sudah dimasukkan ke dalam katalog dan telah disampaikan kepada pembeli, tidak dapat dibatalkan kecuali dengan alasan yang cukup kuat dan disampaikan secara tertulis sebelum waktu pembukaan Auction. Tiap chop dalam katalog terdiri dari contoh-contoh yang representatif mewakili partainya dan diserahkan kepada pembeli beserta katalognya selambatlambatnya 14 hari sebelum auction/lelang. Selanjutnya dalam hal diperlukan, dikirimkan kepada principalnya di luar negeri. Pada hari auction/lelang, pembeli mengajukan penawaran secara langsung dan terbuka kepada pimpinan auction/lelang (auctioneer), dalam suatu persaingan yang sehat untuk satu chop penuh. Penawaran diajukan dalam USDCent/kg dengan kondisi penyerahan FCA-CY. Tanggung jawab penjual terbatas sampai penyerahan barang dalam container di Container Yard (CY) di pelabuhan muat sesuai yang dicantumkan di dalam catalog. Karena tanggung jawab penjual hanya sampai penyerahan di Container Yard (sesuai Incoterms), maka THC dan Document Fee sudah termasuk di dalam freight dan menjadi beban pembeli. Dalam hal penyerahan barang berbeda dengan ketentuan tersebut di atas (untuk blending tea dan lainlain) akan diberlakukan ketentuan khusus melalui kontrak atau amendemen kontrak berdasarkan kesepakatan antara pembeli dan penjual. Pengapalan barang yang tidak menggunakan pallet tidak diberikan penggantian biaya pallet. C. Syarat-Syarat Lelang
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Produsen peserta lelang ditetapkan oleh Pengurus lelang. Para pembeli peserta lelang, diwajibkan menyerahkan Company Profile dilengkapi dengan dokumen-dokumen penunjang yang diperlukan dan masih berlaku antara lain SIUP, SITU, NPWP dan PKP. Peran pembeli dapat turut menjadi peserta lelang dengan menyerahkan : Akte Pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan telah didaftarkan didalam lembaran berita negara. Surat Penunjukan sebagai agen pembelian (buying agent) dari Principal yang diwakilinya. Referensi Bank, Rekomendasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia dan Assosiasi/Kadin setempat. Surat Jaminan dari Principal di luar negeri. Pembeli berkewajiban menyerahkan surat jaminan dari principalnya di luar negeri untuk menjamin bahwa teh yang dibeli pasti akan dibayar dan dikapalkan selambat-lambatnya 45 (empat puluh lima) hari setelah tanggal kontrak. Dalam hal pembeli telah menyerahkan Bank Garansi, Surat Jaminan tidak diperlukan. Produk CPO (Crude Palm Oil) yang dihasilkan oleh PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) selain dipasarkan secara domestik (lokal), juga dipasarkan kepada konsumen luar negeri (ekspor). Adapun negara-negara tujuan ekspor PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) berdasarkan realisasi penjualan dan pengapalan, yaitu : Belanda, India, China, Srilangka, Spanyol, Singapura, Ravena, Mundra, Genoa, Tanzania, Jerman dan Turki. Adapun 3 negara yang menjadi konsumen terbesar CPO (Crude Palm Oil) produksi PT Perkebunan
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Nusantara IV, yaitu India, Belanda, dan China. Untuk lebih jelasnya, proses pemasaran CPO (Crude Palm Oil) kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dapat dilihat pada Gambar 4 dibawah ini.

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

PTPN-IV PRODUSEN

CPO (Crude Palm Oil) HASIL


a. b. c. d.

Pengolahan TBS Menjadi CPO (Crude Palm Oil) Penimbangan TBS Penimbunan TBS Perebusan TBS Pemisahan Buah dari TBK (Tandan Buah Kosong) Pengempaan (Pemisahan Minyak dari Daging Buah) Penghembusan (Pemisahan Biji dari Ampas) Pengendapan (Pemisahan Minyak dari Air) Pemisahan Inti dari Biji Pemurnian Penimbunan/Penyimpanan

KPB (Kantor Pemasaran Bersama) MEDIATOR

e. f. g. h. i. j.

Peraturan, Tata Cara & Syarat-Syarat Lelang/Tender Terbuka a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Pengurus Tender Pelaksana Tender Waktu & Tempat Tender Peserta Tender Tata Cara Tender Penutupan Kontrak Pembayaran Pengapalan/Penyerahan Klaim/Premi Ketentuan Umum

LELANG / TENDER TERBUKA

DOMESTIK & EKSPOR KONSUMEN

Keterangan : = Tahapan = Proses Gambar 4. Skema Proses Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV)

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

5.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Keberhasilan kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal dan internal. Pada umumnya faktor-faktor yang mempengaruhi, diantaranya mutu/kualitas CPO (% Asam Lemak Bebas, kadar air dan kotoran), jumlah yang dipasarkan, harga, tujuan perusahaan, promosi, kebijakan pemerintah (kuota penjualan, pajak ekspor, dan kebijakan perbankan), tarif bea masuk, kurs (valuta asing), komoditas substitusi, dan para pesaing. Untuk dapat bertahan dan bersaing dalam kegiatan pemasaran, kita harus memperhatikan dan mengelola (memanajemen) faktor-faktor diatas secara cermat dan baik sehingga mendapatkan keuntungan dan posisi tawar yang baik dari produk yang kita pasarkan. PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) sebagai salah satu perusahaan yang menghasilkan CPO mempunyai beberapa faktor yang mempengaruhi kegiatan pemasarannya. Adapun beberapa faktor dominan yang mempengaruhi kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV, yaitu mutu/kualitas (% Asam Lemak Bebas, kadar air, dan kotoran), kebijakan perbankan, promosi, pelabuhan, dan para pesaing. Untuk meningkatkan posisi tawar/daya saing dari produk CPO (Crude Palm Oil) yang dihasilkannya, PT Perkebunan Nusantara IV telah melakukan berbagai kegiatan pengelolaan. Untuk meningkatkan mutu/kualitas CPO yang dihasilkan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) telah mengikuti standar perdagangan dunia dengan menerapkan standarisasi ISO 9001 dan ISO 14000 dalam kegiatan pasca panen primer dan pabrikasi pengolahan CPO (Crude Palm Oil) pada tiap-tiap unit kebun
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

dan pabrik pada areal milik PT Perkebunan Nusantara IV, seperti PMS (Pabrik Minyak Sawit) Adolina dan Pabatu telah menerapkan ISO 14000 dalam proses pabrikasi pengolah CPO (Crude Palm Oil)nya. Kegiatan pemasaran dari CPO (Crude Palm Oil) yang dihasilkannya, PT Perkebunan Nusantara IV bekerjasama dan mempercayakannya kepada Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V untuk memasarkannya. Adapun fungsi dari Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan

Nusantara I-V, yaitu sebagai market intelligent, mediator antara produsen dan konsumen, serta bertugas mengatur proses pengiriman/pengapalan CPO dari tangan produsen hingga sampai ke tangan konsumen sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat bersama. Kegiatan transaksi perbankan dari jual-beli CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V, PT Perkebunan Nusantara IV menggunakan jasa/bekerja sama dengan Bank Mandiri dalam hal pembuatan kontrak penjualan dan pembayarannya. Untuk penjualan luar negeri (ekspor), PT Perkebunan Nusantara IV mengunakan kurs tengah Bank Mandiri pada hari terjadinya transaksi untuk mengkonversikannya kedalam rupiah. Untuk lebih jelasnya, proses pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dapat dilihat pada Gambar 5 dibawah ini.

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

PTPN-IV PRODUSEN

CPO (Crude Palm Oil) HASIL

KPB (Kantor Pemasaran Bersama) MEDIATOR

Faktor-Faktor Internal yang Mempengaruhi Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) a. Mutu/Kualitas CPO (%ALB, Kadar Air dan Kadar Kotoran) b. Jumlah CPO c. Harga CPO d. Tujuan Perusahaan e. Promosi

LELANG / TENDER TERBUKA

Faktor-Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) a. Kebijakan Pemerintah (Kuota Penjualan, Pajak Ekspor (PE) dan Kebijakan Perbankan) b. Tarif Bea Masuk (BM) c. Kurs (Valuta Asing) d. Komoditas Substitusi e. Persaingan (Pesaing)

DOMESTIK & EKSPOR KONSUMEN

Keterangan : = Tahapan = Proses Gambar 5. Faktor-Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV)

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

5.3. Proses Penentuan Harga CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Penentuan harga jual CPO (Crude Palm Oil) milik PT Perkebunan Nusantara IV yang dibuat oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB) didasari pada mekanisme pasar (harga yang berlaku dipasar), yaitu berdasarkan seller quotations pasar Rotterdam dan harga jual dari Malaysia melalui Kuala Lumpur Commodity Exchage (KLCE) serta harga jual dikonversikan menjadi rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Mandiri. Adapun salah contoh perhitungan penentuan harga jual CPO (Crude Palm Oil) yang dilakukan Kantor Pemasaran Bersama (KPB), yaitu : Closing sellers quations CPO tanggal 26 Januari 2006 CIF Rotterdam US$ 415.001/ton

Faktor pengurang US$ 99.802/ton US$ 315.20/ton X Rp 9.4023 HPE US$ 350.254/ton X PE 1,5%5 X Rp 9.402 = = Rp 2.963,51/kg Rp 49,39/kg

Rp 3.012,90/kg PPN 10% FOB Belawan6 Keterangan : 1. Harga CPO per ton berdasarkan seller quotations CIF Rotterdam 2. Faktor Pengurang (freight) 3. Kurs tengah Bank Mandiri pada tanggal transaksi 4. Harga Patokan Ekspor (dikeluarkan Deperindag) 5. Pajak Ekspor
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

= =

Rp

301,29/kg

Rp 3.314,20/kg

6. Harga pada realisasi pengapalan 5.4. Share Margin yang Tercipta dari Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) 5.4.1. Share Margin yang Tercipta dari Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Luar Negeri (Ekspor) & Dalam Negeri (Domestik) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Analisis margin pemasaran merupakan perhitungan biaya-biaya

pemasaran yang dikeluarkan oleh lembaga pemasaran, dalam hal ini produsen (PTPN-IV) dan mediator (KPB PTPN I-V Cabang Medan) yang berperan dalam kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) mulai dari tangan produsen sampai ke tangan konsumen. Metode perhitungan margin pemasaran dilakukan dengan melihat besarnya volume realisasi pengapalan CPO (Crude Palm Oil) yang dilakukan KPB PTPN I-V baik domestik maupun ekspor dari produsen (PTPN-IV) sampai ke Konsumen (pemenang tender/lelang terbuka). Besarnya biaya pemasaran oleh masing-masing lembaga pemasaran pada kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) dapat dilihat pada tabel berikut :

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Tabel 5. Volume Realisasi Pengapalan, Biaya Pemasaran, Jasa KPB PTPN, Margin Pemasaran PTPN-IV, Profit Margin Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Domestik & Ekspor PTPN-IV Tahun 2006
No 1 2 Komponen Biaya Harga Pokok Penjualan CPO Tahun 2006 (474.907.927 Kg) Biaya-biaya Pemasaran CPO Tahun 2006 (474.907.927 Kg) Pengangkutan ke Pelabuhan Biaya Gudang/Penyimpanan Biaya Pemompaan dan Instalasi Asuransi Barang Produksi Biaya Pelabuhan Biaya Angkutan di Pelabuhan Biaya Bank Biaya Fumigasi Biaya Indoham Biaya Analisa Biaya Contoh Biaya Promosi Klaim Biaya Pallet dan Bendyzer Pengepakan/Pembungkus Pajak Ekspor Pemasaran CPO Tahun 2006 (257.591.046 Kg) Lain-lain 3 4 5 6 Jasa Kantor Pemasaran Bersama Margin Pemasaran CPO Tahun 2006 Profit Margin Pemasaran CPO Tahun 2006 Total Penjualan CPO Tahun 2006 (474.907.927 Kg) 38.234.402.776,00 846.080.048,00 8.005.085.898,00 112.189.223,00 2.298.217.948,00 305.951.456,00 1.020.955.447,00 52.312.844,00 96.856.688,00 263.645.008,00 3.748.413,00 424.717.808,00 998.473.972,00 10.282.173,00 11.943.129.318,00 7.871.666,00 3.109.578.038,00 556.910.023.762,74 489.068.165.038,74 1.682.497.861.078,74 80,51 1,78 16,86 0,24 4,84 0,64 2,15 0,11 0,20 0,56 0,01 0,89 2,10 0,02 46,36 0,02 6,55 1.172,67 1.029,82 3.542,79 Nilai Total (Rp) 1.125.587.837.316,00 Rp/Kg 2.370,12

Sumber : Diolah Dari Data Primer, Tahun 2006 (Lampiran 3, 4, 7a s/d 7l, 8a s/d 8l, & 9a s/d 9l)

Untuk menghitung marketing margin dan rumus : mji = Psi Pbi ................ (1) mji = bti + i ................ (2) i = mji bti ................(3)

profit margin digunakan

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

sehingga marjin pemasaran total adalah : Mj = mji .................... (4) Dimana : Mj = Total margin pemasaran. mji = Margin pada lembaga pemasaran tingkat ke i. Psi = Harga beli konsumen. Pbi = Harga pokok penjualan produsen. bti = Biaya pemasaran lembaga pemasaran tingkat ke i (produsen). i i = Keuntungan lembaga pemasaran tingkat ke i (produsen). = 1, 2, 3, ..., n Adapun nilai dari marketing margin pemasaran total CPO (Crude Palm Oil) Luar Negeri (Ekspor) & Dalam Negeri (Domestik) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dapat dilihat pada perhitungan berikut : mji (PTPN-IV) = Rp 1.682.497.861.078,74 Rp 1.125.587.837.316 = Rp 556.910.023.762,74 mji (KPB PTPN I-V) = Rp 0 + Rp 3.109.578.038 = Rp 3.109.578.038 Mji = mji (PTPN-IV) + mji (KPB PTPN I-V) = Rp 556.910.023.762,74 + Rp 3.109.578.038 = Rp 560.019.601.800,74 Profit Margin (PTPN-IV) = Margin PTPN-IV Biaya Pemasaran = Rp 556.910.023.762,74 Rp 67.841.858.742 = Rp 489.068.165.020,74 Untuk menghitung share margin pemasaran digunakan rumus :
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Sm =

Pp 100 % Pk

Dimana : Sm = Share margin dihitung dalam %. Pp = Harga yang diterima produsen. Pk = Harga yang dibayar oleh konsumen. Adapun nilai dari share margin pemasaran total CPO (Crude Palm Oil) Luar Negeri (Ekspor) & Dalam Negeri (Domestik) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dapat dilihat pada perhitungan berikut : Pp = Pk Biaya Pemasaran Pp = Rp 1.682.497.861.078,74 Rp 67.841.858.742 Pp = Rp 1.614.656.002.336,74

Sm ( Ekspor & Domestik ) =

Rp 1.614.656.002.336,74 100 % Rp 1.682.497.861.078,74

Sm ( Ekspor & Domestik ) = 95,97 %


Dari hasil perhitungan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin tinggi harga CPO (Crude Palm Oil) pada tingkat produsen, maka semakin tinggi share margin pada tingkat produsen di daerah penelitian, hal ini sesuai menurut Sihombing (2005) bahwa semakin tinggi tingkat harga pada tingkat pada lembaga pemasaran maka semakin tinggi persentase share margin pada tingkat lembaga pemasaran tersebut atau sebaliknya.

5.4.1. Share Margin yang Tercipta dari Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Domestik (Dalam Negeri) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV)
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Metode perhitungan margin pemasaran dilakukan dengan melihat besarnya volume realisasi pengapalan domestik CPO (Crude Palm Oil) yang dilakukan KPB PTPN I-V Cabang Medan dari produsen (PTPN-IV) sampai ke

Konsumen (pemenang tender/lelang terbuka). Besarnya biaya pemasaran oleh masing-masing lembaga pemasaran pada kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 6. Volume Realisasi Pengapalan, Biaya Pemasaran, Jasa KPB PTPN, Margin Pemasaran PTPN-IV, Profit Margin Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Domestik PTPN-IV Tahun 2006
No 1 2 Komponen Biaya Harga Pokok Penjualan CPO Tahun 2006 (217.316.881 Kg) Biaya-biaya Pemasaran CPO Tahun 2006 (217.316.881 Kg) Pengangkutan ke Pelabuhan Biaya Gudang/Penyimpanan Biaya Pemompaan dan Instalasi Asuransi Barang Produksi Biaya Pelabuhan Biaya Angkutan di Pelabuhan Biaya Bank Biaya Fumigasi Biaya Indoham Biaya Analisa Biaya Contoh Biaya Promosi Klaim Biaya Pallet dan Bendyzer Pengepakan/Pembungkus Lain-lain 3 4 5 6 Jasa Kantor Pemasaran Bersama Margin Pemasaran CPO Tahun 2006 Profit Margin Pemasaran CPO Tahun 2006 17.569.195.838,00 388.590.000,00 3.678.439.092,00 101.179.757,00 1.056.060.466,00 140.588.597,00 469.142.052,00 24.038.419,00 44.506.884,00 121.148.245,00 1.722.444,00 195.163.251,00 458.811.528,00 4.724.790,00 3.617.131,00 1.428.890.778,00 266.549.716.562,72 240.863.537.290,72 80,85 1,79 16,93 0,47 4,86 0,65 2,16 0,11 0,20 0,56 0,01 0,90 2,11 0,02 0,02 6,58 1.226,55 1.108,35 Nilai Total (Rp) 517.221.970.564,48 Rp/Kg 2.380,04

Total Penjualan CPO Tahun 2006 (217.316.881 Kg) 783.771.687.127,20 3.606,58 Sumber : Diolah Dari Data Primer, Tahun 2006 (Lampiran 3, 6, & 8a s/d 8l)

Untuk menghitung share margin pemasaran digunakan rumus :

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Sm = Dimana :

Pp 100 % Pk

Sm = Share margin dihitung dalam %. Pp = Harga yang diterima produsen. Pk = Harga yang dibayar oleh konsumen. Adapun nilai dari share margin pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Dalam Negeri (Domestik) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dapat dilihat pada perhitungan berikut : Pp = Pk Biaya Pemasaran Pp = Rp 783.771.687.127,20 Rp 25.686.179.272,00 Pp = Rp 758.085.507.855,20

Sm ( Domestik ) =

Rp 758.085.507.855,20 100 % Rp 783.771.687.127,20

Sm ( Domestik ) = 96,72 %
Dari hasil perhitungan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin tinggi harga CPO (Crude Palm Oil) pada tingkat produsen, maka semakin tinggi share margin pada tingkat produsen di daerah penelitian, hal ini sesuai menurut Sihombing (2005) bahwa semakin tinggi tingkat harga pada tingkat pada lembaga pemasaran maka semakin tinggi persentase share margin pada tingkat lembaga pemasaran tersebut atau sebaliknya.

5.4.2. Share Margin yang Tercipta dari Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Luar Negeri (Ekspor) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Metode perhitungan margin pemasaran dilakukan dengan melihat besarnya volume realisasi pengapalan ekspor CPO (Crude Palm Oil) yang
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

dilakukan KPB PTPN I-V Cabang Medan dari produsen (PTPN-IV) sampai ke Konsumen (pemenang tender/lelang terbuka). Besarnya biaya pemasaran oleh masing-masing lembaga pemasaran pada kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 7. Volume Realisasi Pengapalan, Biaya Pemasaran, Jasa KPB PTPN, Margin Pemasaran PTPN-IV, Profit Margin Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Ekspor PTPN-IV Tahun 2006
No 1 2 Komponen Biaya Harga Pokok Penjualan CPO Tahun 2006 (257.591.046 Kg) Biaya-biaya Pemasaran CPO Tahun 2006 (257.591.046 Kg) Pengangkutan ke Pelabuhan Biaya Gudang/Penyimpanan Biaya Pemompaan dan Instalasi Asuransi Barang Produksi Biaya Pelabuhan Biaya Angkutan di Pelabuhan Biaya Bank Biaya Fumigasi Biaya Indoham Biaya Analisa Biaya Contoh Biaya Promosi Klaim Biaya Pallet dan Bendyzer Pengepakan/Pembungkus Pajak Ekspor Pemasaran CPO Tahun 2006 Lain-lain 3 4 5 6 Jasa Kantor Pemasaran Bersama Margin Pemasaran CPO Tahun 2006 Profit Margin Pemasaran CPO Tahun 2006 20.665.206.938,00 457.490.048,00 4.326.646.806,00 11.009.466,00 1.242.157.482,00 165.362.859,00 551.813.395,00 28.274.425,00 52.349.804,00 142.496.763,00 2.025.969,00 229.554.557,00 539.662.444,00 5.557.383,00 11.943.129.318,00 4.254.535,00 1.680.687.260,00 290.360.307.200,02 248.204.627.748,02 80,22 1,78 16,80 0,04 4,82 0,64 2,14 0,11 0,20 0,55 0,01 0,89 2,10 0,02 46,36 0,02 6,52 1.127,21 963,56 Nilai Total (Rp) 608.365.866.751,52 Rp/Kg 2.361,75

Total Penjualan CPO Tahun 2006 (257.591.046 Kg) 898.726.173.951,54 3.488,97 Sumber : Diolah Dari Data Primer, Tahun 2006 (Lampiran 3, 5, 7a s/d 7l, & 9a s/d 9l )

Untuk menghitung share margin pemasaran digunakan rumus :

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Sm =

Pp 100 % Pk

Dimana : Sm = Share margin dihitung dalam %. Pp = Harga yang diterima produsen. Pk = Harga yang dibayar oleh konsumen. Adapun nilai dari share margin pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Luar Negeri (Ekspor) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dapat dilihat pada perhitungan berikut : Pp = Pk Biaya Pemasaran Pp = Rp 898.726.173.951,54 Rp 42.155.679.452,00 Pp = Rp 856.570.494.499,54

Sm ( Ekspor ) =

Rp 856.570.494.499,54 100 % Rp 898.726.173.951,54

Sm ( Ekspor ) = 95,31 %
Dari hasil perhitungan diatas maka dapat ditarik kesimpulkan bahwa semakin tinggi harga CPO (Crude Palm Oil) pada tingkat produsen, maka semakin tinggi share margin pada tingkat produsen di daerah penelitian, hal ini sesuai menurut Sihombing (2005) bahwa semakin tinggi tingkat harga pada tingkat pada lembaga pemasaran maka semakin tinggi persentase share margin pada tingkat lembaga pemasaran tersebut. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga pada tingkat lembaga pemasaran maka semakin rendah persentase share margin pada lembaga pemasaran tersebut, artinya semakin kecil biaya pemasaran maka semakin besar nilai share margin lembaga pemasaran tersebut atau
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

sebaliknya, yaitu semakin besar biaya pemasaran maka semakin kecil nilai share margin lembaga pemasaran tersebut.

5.5. Tingkat Efisiensi Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Efesiensi pemasaran merupakan salah satu ukuran (indikator) baiknya pemasaran. Kegiatan ekonomi produktif selalu berkaitan dengan efisiensi ekonomi. Didalam rangka perbaikan tata niaga tujuan yang ingin dicapai adalah keuntungan yang maksimum dan singkat efisiensi yang tinggi. Sistem pemasaran yang tidak efisien akan mengakibatkan kecilnya bagian dari harga yang diterima oleh produsen. Jadi bagian harga yang dibayar oleh konsumen yang diterima oleh produsen dapat dijadikan ukuran efisiensi tata niaga. Untuk menghitung efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) maka digunakan rumus sebagai berikut :

=
Dimana :

Biaya pemasaran 100 % Nilai produk yang dipasarkan

EP 50% = Efisien EP > 50% = Tidak Efisien Adapun nilai efisiensi dari kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) tahun 2006 dapat dilihat pada perhitungan berikut :

67.841.858.724 100 % 1.682.497.861.078,74

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

= 4,03221 % = 4,03 %
Dari hasil perhitungan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara I-V adalah efisien, karena menurut Soekartawi (1993) bahwa semakin rendah persentase nilai efisiensinya maka semakin efisien kegiatan pemasaran tersebut. Sebaliknya, semakin tinggi persentase nilai efisiensinya maka semakin tidak efisien kegiatan pemasaran tersebut. Biaya pemasaran yang tinggi akan mempengaruhi harga beli konsumen dan membuat kegiatan pemasaran kurang atau tidak efisien. 5.6. Besar Nilai Elastisitas Transmisi Harga dari Kegiatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Elastisitas transmisi harga merupakan perbandingan perubahan nisbi dari harga ditingkat pengecer (pemasar) dengan perubahan harga ditingkat petani (produsen). Dengan diketahui besar elastisitas transmisi, maka dapat diketahui informasi pasar tentang adanya peluang, keseimbangan penawaran dan permintaan, perkembangan pasar, pengurangan resiko kerugian dan perbaikan kegiatan pemasaran. Untuk menghitung nilai elastisitas transmisi harga dari kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) maka digunakan rumus sebagai berikut :

Et =
Dimana :

d Pr Pf dPf Pr

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Et Pr Pf

= Elastisitas transmisi harga. = Harga ditingkat pengecer (pemasar). = Harga ditingkat petani (produsen).

dPr = Perubahan harga ditingkat pengecer (pemasar). dPf = Perubahan harga ditingkat petani (produsen).

5.6.1. Besar Nilai Elastisitas Transmisi Harga dari Kegiatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Ekspor PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Metode perhitungan nilai elastisitas transmisi harga dilakukan dengan melihat perubahan harga di tingkat produsen dan perubahan harga ditingkat pemasar dari kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) ekspor yang dilakukan KPB PTPN I-V Cabang Medan. Perubahan harga ditingkat produsen dan pemasar dari bulan Januari 2006 sampai Desember 2006 pada kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 8. Harga CPO (Crude Palm Oil) Ekspor di Tingkat Produsen (Pf), di Tingkat Pemasar / Konsumen (Pr), Margin Pemasaran dan Elastisitas Transmisi Harga (Et) Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Ekspor PT Perkebunan Nusantara IV Tahun 2006
Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Harga di tingkat Produsen (Pf) 3.051,63 3.361,89 3.375,78 3.236,86 3.167,39 3.297,06 3.297,06 3.389,67 3.347,99 3.473,03 3.834,22 4.218,56 Harga ditingkat Pemasar (Pr) 3.317,02 3.203,73 3.174,89 3.212,32 3.326,38 3.508,59 3.400,78 3.511,41 3.629,84 3.666,89 3.995,85 3.932,81 Margin Pemasaran (M) 265,39 -158,16 -200,89 -24,54 158,99 211,53 103,72 121,74 281,85 193,86 161,63 -285,75 Et -0,34 -2,18 -0,29 -1,65 1,34 0,00 1,16 -2,74 0,27 0,38 -0,16

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Rata-Rata

3.420,93

3.490,04

69,11

-0,34

Sumber : Diolah Dari Data Primer, Tahun 2006 (Lampiran 3, 7a s/d 7l & 10a)

Adapun nilai dari elastisitas transmisi harga pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Luar Negeri (Ekspor) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dapat dilihat pada Grafik 1. berikut :
Elastisitas Transmisi Harga Pemasaran CPO Ekspor PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Tahun 2006
Elastisitas Transmisi Harga
2.00 1.00 0.00 -1.00 -2.00 -3.00 Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Grafik 1. Elastisitas Transmisi Harga Pemasaran CPO Ekspor PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Tahun 2006 Dari tabel 8. diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa elastisitas transmisi harga rata-rata kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara IV bersifat elastis, yaitu perubahan harga sebesar 1% ditingkat pemasar akan mengakibatkan perubahan harga -0,34% ditingkat produsen pada kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Ekspor PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan, karena menurut Sudiyono (2004) apabila elastisitas transmisi harga lebih kecil dari satu (Et < 1) dapat diartikan bahwa perubahan harga sebesar 1% ditingkat pemasar akan mengakibatkan perubahan harga kurang dari 1% ditingkat produsen. Hal ini disebabkan karena
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

peningkatan input, seperti harga bahan baku (TBS), harga solar pabrik dan upah tenaga kerja dalam pembuatan CPO (Crude Palm Oil) dan lemahnya posisi tawar (bargaining position) PT Perkebunan Nusantara IV serta hal-hal yang bersifat politis, yaitu hubungan diplomatik Indonesia dengan Negara pengimpor CPO (Crude Palm Oil). 5.6.2. Besar Nilai Elastisitas Transmisi Harga dari Kegiatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Domestik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Metode perhitungan nilai elastisitas transmisi harga dilakukan dengan melihat perubahan harga di tingkat produsen dan perubahan harga ditingkat pemasar dari kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) domestik yang dilakukan KPB PTPN I-V Cabang Medan. Perubahan harga ditingkat produsen dan pemasar dari bulan Januari 2006 sampai Desember 2006 pada kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 9. Harga CPO (Crude Palm Oil) Domestik diTingkat Produsen (Pf), di Tingkat Pemasar / Konsumen (Pr), Margin Pemasaran dan Elastisitas Transmisi Harga (Et) Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Domestik PT Perkebunan Nusantara IV Tahun 2006
Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rata-Rata Harga di tingkat Produsen (Pf) 3.051,63 3.361,89 3.375,78 3.236,86 3.167,39 3.297,06 3.297,06 3.389,67 3.347,99 3.473,03 3.834,22 4.218,56 3.420,93 Harga ditingkat Pemasar (Pr) 3.302,10 3.310,36 3.356,44 3.440,25 3.386,00 3.448,28 3.536,35 3.624,80 3.624,80 3.754,12 3.763,76 4.022,99 3.547,52 Margin Pemasaran (M) 250,47 -51,53 -19,34 203,39 218,61 151,22 239,29 235,13 276,81 281,09 -70,46 -195,57 126,59 Et 0,02 3,37 -0,61 0,73 0,45 0,00 0,89 0,00 0,96 0,02 0,69 0,59

Sumber : Diolah Dari Data Primer, Tahun 2006 (Lampiran 3, 8a s/d 8l & 10b)

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Adapun nilai dari elastisitas transmisi harga pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Lokal (Domestik) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dapat dilihat pada Grafik 2. berikut :
Elastisitas Transmisi Harga Pemasaran CPO Domestik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Tahun 2006
Elastisitas Transmisi Harga
4.00 3.00 2.00 1.00 0.00 -1.00 1 2 3 4 5 6 Bulan 7 8 9 10 11

Grafik 2. Elastisitas Transmisi Harga Pemasaran CPO Domestik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Tahun 2006 Dari hasil perhitungan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa elastisitas transmisi harga rata-rata kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV bersifat inelastis, yaitu perubahan harga sebesar 1% ditingkat pemasar akan mengakibatkan perubahan harga 0,59% ditingkat produsen pada kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Domestik PT Perkebunan

Nusantara IV (PTPN-IV) yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan, karena menurut Sudiyono (2004) apabila elastisitas transmisi harga lebih kecil dari satu (Et < 1) dapat diartikan bahwa perubahan harga sebesar 1% ditingkat pemasar akan mengakibatkan perubahan harga kurang dari 1% ditingkat produsen. Hal ini disebabkan kenaikan input, seperti harga bahan baku (TBS), harga solar pabrik dan upah tenaga kerja

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

dalam pembuatan CPO (Crude Palm Oil) dan lemahnya posisi tawar (bargaining position) PT Perkebunan Nusantara IV.

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan 1. Kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) yang diterapkan oleh KPB PTPN adalah lelang terbuka (tender) dan kontrak penjualan jangka panjang. Pembayaran dilaksanakan secara tunai selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah tanggal kontrak. Penyerahan barang dilaksanakan selambat-lambatnya 15 hari setelah tanggal pembayaran. 2. Mutu/kualitas (% Asam Lemak Bebas, kadar air, dan kotoran), kebijakan perbankan, promosi, pelabuhan, dan para pesaing merupakan faktorfaktor yang mempengaruhi kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV. 3. Penentuan harga jual CPO (Crude Palm Oil) milik PT Perkebunan Nusantara IV yang dibuat oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB) didasari pada mekanisme pasar (harga yang berlaku dipasar). 4. Share Margin kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil)

PT Perkebunan Nusantara IV ke pasar Domestik, yaitu 96,72% sedangkan nilai share margin pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV ke pasar Luar Negeri (Ekspor), yaitu sebesar 95,31% dan nilai share margin pemasaran total CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV ke pasar Luar Negeri (Ekspor) dan Dalam Negeri (Domestik), yaitu 95,97%. 5. Kegiatan pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan

Nusantara IV yang dilakukan oleh KPB PTPN telah efisien.


Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

6.

Elastisitas transmisi harga pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV bersifat inelastis pada pasar ekspor dan domestik.

6.2. Saran 1. Kepada PT Perkebunan Nusantara IV Disarankan agar PT Perkebunan Nusantara IV lebih meningkatkan mutu CPO (Crude Palm Oil) yang dihasilkan baik dengan memperbaiki kegiatan manajemennya maupun dengan menetapkan standarisasi mutu sesuai dengan perdagangan internasional, yaitu ISO sehingga dapat meningkatkan bargaining position/posisi tawar produk yang dihasilkan. 2. Kepada KPB PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan Disarankan agar Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara (KPB PTPN) lebih menjalankan fungsinya sebagai market intelligent dan mediator sehingga elastisitas transmisi harga dari kegiatan pemasaran yang dilakukan bersifat elastis. 3. Kepada Pemerintah Disarankan agar pemerintah dapat membantu Produsen CPO (Crude palm Oil) dalam setiap kebijakan yang dibuat, penentuan tarif ekspor yang tidak memberatkan Produsen CPO (Crude palm Oil), informasi pasar dan peningkatan Harga Patokan Ekspor (HPE) sesuai dengan mekanisme pasar dan melindungi Produsen CPO (Crude palm Oil).

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

4.

Kepada Peneliti Lainnya Disarankan agar dilanjutkan penelitian mengenai pemasaran CPO (Crude palm Oil) karena Indonesia merupakan salah satu penghasil CPO (Crude palm Oil) terbesar di dunia sehingga dapat membantu Produsen CPO (Crude palm Oil) Indonesia dalam memasarkan produknya dan meningkatkan devisa negara melalui kegiatan ekspor yang dilakukan.

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

DAFTAR PUSTAKA

Anonimus, 2006. Mengungkap http : // www.bisnis.com.

Tata

Niaga

Industri

Minyak

Sawit.

Chandra, G. dkk, 2004. Pemasaran Global: Internasionalisasi Dan Internetisasi. Andi. Yogyakarta. Damanhuri, D., 1999. Pilar-Pilar Reformasi Ekonomi Politik. Pustaka Hidayah dan Cides. Jakarta. Downey, W. D. dan S. P. Erickson, 1992. Manajemen Agribisnis. Erlangga. Jakarta. Disbun Sumut, 2002. Data Statistik Perkebunan Sumatera Utara. Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara. Medan. Ditjenbun, 2002. Laporan Produksi Monitoring dan Supervisi. Kerjasama Direktorat Jenderal Perkebunan dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan. Fadli, M. L. dkk, 2006. Optimum Use Of Resources : Challenges and Opportunities for Sustainable Oil Palm Development. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan. Hadi, Muh. M., 2004. Teknik Berkebun Kelapa Sawit. Adicita Karya Nusa. Yogyakarta. Hitt, M. A. dkk, 2001. Manajemen Strategik, Daya Saing Dan Globalisasi. Salemba Empat. Jakarta. Kotler, P., 2005. Manajemen Pemasaran. Indeks. Jakarta. Kotler, P. dan G. Amstrong, 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Erlangga. Jakarta. Kotler, P. dkk, 2000. Manajemen Pemasaran, Perspektif Asia. Andi. Yogyakarta. Lubis, A., 1992. Kelapa Sawit (Elaeis guinensis jacq) di Indonesia. Pusat Penelitian Perkebunan Marihat Bandar Kuala. Marihat Ulu. Medan. Mangoensoekarjo, S. dan H. Semangun, 2003. Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit. UGM-Press. Yogyakarta. Purseglove, J. W., 1972. Tropical Crops: Monocotyledons, 2. Longman. London.
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Sastrosayono, 2003. Kiat Mengatasi Permasalahan Budi Daya Kelapa Sawit. Agromedia Pustaka. Jakarta. Soehardjo, H. dkk, 1998. Kelapa Sawit, Vademecum Bidang Tanaman. PT Perkebunan Nusantara IV. Medan. Soekartawi, 1993. Prinsip Dasar Manajemen, Pemasaran Hasil Pertanian. Rajawali Press. Medan Sihombing, L., 2005. Tataniaga Pertanian. Fakultas Pertanian USU. Medan. Simamora, H., 2000. Manajemen Pemasaran Internasional. Salemba Empat. Jakarta. Simanjuntak, S. B., 2005. Manajemen Manajerial Agribisnis. Fakultas Pertanian USU. Medan. Sudiyono, A., 2004. Pemasaran Pertanian. Universitas Muhammadiayah Malang. Malang. Suyatno, R., 1995. Kelapa Sawit Upaya Peningkatan Produktivitas. Kanisius. Yogyakarta. Tan, K. S., 1976. Botany of Oil Palm. PORIM. Malaysia. Tim Penulis PS, 1997. Kelapa Sawit, Usaha Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Aspek Pemasaran. Penebar Swadaya. Jakarta. Tim Penulis PS, 2002. Kelapa Sawit, Budi Daya Pemanfaatan Hasil dan Limbah Analisis Usaha dan Pemasaran. Penebar Swadaya. Jakarta. Tojib, A. T., 2000. Beberapa Informasi Tentang Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara. KPB PTPN. Jakarta. Tunggal, A. W., 1998. Manajemen Mutu Terpadu, Suatu Pengantar (Total Quality Management). Rineka Cipta. Jakarta.

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 1. Karakteristik Sosial Ekonomi Karyawan KPB PTPN I-V Cabang Medan, Tahun 2006
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 Rata-rata Umur 46 48 45 47 50 46 43 41 38 48 44 47 39 49 42 40 38 42 43 45 42 43 46 48 50 52 51 49 47 41 38 36 44 48 53 45 49 47 51 50 37 35 40 42 45 46 34 32 43 29 34 42 46 43 37 40 35 43.35 Tingkat Pendidikan 19 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 13 12 13 12 12 12 12 12 12 12 12 12 13 13 12 12 12 12 12 12 12 12 15 15 13 13 12 12 13 15 12 12 12 12 12 12 12 12 12 13.60 Lama Bekerja 23 26 22 24 27 23 20 19 16 25 22 24 16 26 20 18 15 19 19 23 20 21 24 26 28 30 29 27 25 19 15 14 21 27 31 22 27 25 30 28 15 12 17 19 22 24 11 9 20 7 13 21 24 22 17 20 13 21.09 Jabatan Kepala Cabang Kepala Urusan Kepala Urusan Kepala Urusan Kepala Urusan Kary. Pimpinan Kary. Pimpinan Kary. Pimpinan Kary. Pimpinan Kary. Pimpinan Kary. Pimpinan Kary. Pimpinan Kary. Pimpinan Kary. Pimpinan Kary. Pimpinan Kary. Pimpinan Kary. Pimpinan Kary. Pimpinan Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Honor Kary. Honor Kary. Honor Kary. Honor Kary. Honor Kary. Honor Kary. Honor Kary. Honor

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 2. Karakteristik Sosial Ekonomi Karyawan Nusantara IV Bagian Pemasaran, Tahun 2006 No
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Rata-rata

PT

Perkebunan

Umur
53 51 49 47 46 43 27 42 44 40 41 39 37 38 50 48 45 36 42 40 35 34 38 32 42 36 41.35

Tingkat Pendidikan
16 16 16 16 16 16 16 15 15 15 15 15 13 13 13 13 13 12 12 12 12 12 12 12 12 12 13.85

Lama Bekerja
28 26 25 23 22 19 3 20 21 18 19 17 16 17 29 26 25 16 21 18 16 14 19 12 23 16 19.58

Jabatan
Kabag. Pemasaran Kaur. Pemasaran Kaur. Pemasaran Kary. Pimpinan Kary. Pimpinan Kary. Pimpinan Kary. Pimpinan Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana Kary. Pelaksana

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 3. Data Harga Pembelian Rata - Rata TBS (Tandan Buah Segar) dan Harga CPO (Crude Palm Oil) PTPN-IV Per Bulan, Tahun 2006 Bulan
Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember

Harga TBS (Rp/Kg)


659,00 726,00 729,00 699,00 684,00 712,00 712,00 732,00 723,00 750,00 828,00 916,00

Harga CPO (Rp/Kg)


3.051,63 3.361,89 3.375,78 3.236,86 3.167,39 3.297,06 3.297,06 3.389,67 3.347,99 3.473,03 3.834,22 4.218,56

Sumber : Bagian Produksi PTPN-IV

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 4. Biaya Penjualan Total CPO (Crude Palm Oil) PTPN-IV Tahun 2006

PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) BIAYA PENJUALAN MINYAK SAWIT TOTAL S/D. TRIWULAN IV 2006 URAIAN Realisasi Pengangkutan ke Pelabuhan 38,234,402,776 Biaya Gudang/Penyimpanan 846,440,048 Biaya Pemompaan dan Instalasi 8,005,085,898 Jasa Kantor Pemasaran Bersama 3,109,578,038 Asuransi Barang Produksi 220,189,223 Biaya Pelabuhan 2,298,217,948 Biaya Angkutan di Pelabuhan 305,951,456 Biaya Bank 1,020,955,447 Biaya Fumigasi 52,312,844 Biaya Indoham Biaya Analisa 96,856,688 Biaya Contoh 263,645,008 Biaya Promosi 3,748,413 Klaim 424,717,808 Biaya Pallet dan Bendyzer 998,473,972 Pengepakan/Pembungkus 10,282,173 Pajak Ekspor 11,943,129,318 Lain-lain 7,871,666 Jumlah Biaya Penjualan 67,841,858,724

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 5. Biaya Penjualan Ekspor CPO (Crude Palm Oil) PTPN-IV Tahun 2006

PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) BIAYA PENJUALAN MINYAK SAWIT EKSPOR S/D. TRIWULAN IV 2006 URAIAN Realisasi Pengangkutan ke Pelabuhan 20,665,206,938 Biaya Gudang/Penyimpanan 457,490,048 Biaya Pemompaan dan Instalasi 4,326,646,806 Jasa Kantor Pemasaran Bersama 1,680,687,260 Asuransi Barang Produksi 119,009,466 Biaya Pelabuhan 1,242,157,482 Biaya Angkutan di Pelabuhan 165,362,859 Biaya Bank 551,813,395 Biaya Fumigasi 28,274,425 Biaya Indoham Biaya Analisa 52,349,804 Biaya Contoh 142,496,763 Biaya Promosi 2,025,969 Klaim 229,554,557 Biaya Pallet dan Bendyzer 539,662,444 Pengepakan/Pembungkus 5,557,383 Pajak Ekspor 11,943,129,318 Lain-lain 4,254,535 Jumlah Biaya Penjualan 42,155,679,452

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 6. Biaya Penjualan Domestik CPO (Crude Palm Oil) PTPN-IV Tahun 2006

PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) BIAYA PENJUALAN MINYAK SAWIT DOMESTIK S/D. TRIWULAN IV 2006 URAIAN Realisasi Pengangkutan ke Pelabuhan 17,569,195,838 Biaya Gudang/Penyimpanan 388,950,000 Biaya Pemompaan dan Instalasi 3,678,439,092 Jasa Kantor Pemasaran Bersama 1,428,890,778 Asuransi Barang Produksi 101,179,757 Biaya Pelabuhan 1,056,060,466 Biaya Angkutan di Pelabuhan 140,588,597 Biaya Bank 469,142,052 Biaya Fumigasi 24,038,419 Biaya Indoham Biaya Analisa 44,506,884 Biaya Contoh 121,148,245 Biaya Promosi 1,722,444 Klaim 195,163,251 Biaya Pallet dan Bendyzer 458,811,528 Pengepakan/Pembungkus 4,724,790 Lain-lain 3,617,131 Jumlah Biaya Penjualan 25,686,179,272

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 7. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Ekspor PT Perkebunan Nusantara IV, Tahun 2006 Lampiran 7a. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Januari 2006
Realisasi Pengapalan/Penyerahan Ekspor Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Januari 2006 (01-01 s/d 31-01-2006) Nomor Kontrak 1249 1243 1240 1251 1238 1234 1234 1256 Total Bulan Ini Wesel CPO/015 CPO/018 CPO/027 CPO/023 CPO/021 CPO/007 CPO/028 CPO/029 Pembeli Allmax Trad Protea Safic Alcan Kuok Oil Kuok Oil Wilmar Wilmar Wilmar Penyerahan Kapal New Mery 'O New Mery 'O Dorousa Bum-Mi MMM Houston St Avance Filma Satu Filma Satu Tanggal 18/01/2006 18/01/2006 26/01/2006 26/01/2006 26/01/2006 11/1/2006 26/01/2006 26/01/2006 Kuantitas (Kg) 500,000 2,999,898 3,099,872 999,915 499,904 650,000 272,310 2,227,690 11,249,589 Per Kg (US$ ct) 34.500 34.500 35.250 35.500 35.500 35.500 35.500 34.000 34.828 Hasil Bruto (US$) 172,500.00 1,034,964.81 1,092,704.88 354,969.83 177,465.92 230,750.00 96,670.05 757,414.60 3,917,440.09 Penyerahan SAN SAN SAN SAN SAN K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiram 7b. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Februari 2006
Nomor Kontrak 1240 1009 1013 Total Bulan Ini Realisasi Pengapalan/Penyerahan Ekspor Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Februari 2006 (01-02 s/d 28-02-2006) Penyerahan Pembeli Kuantitas (Kg) Per Kg (US$ ct) Hasil Bruto (US$) Wesel Kapal Tanggal CPO/049 CPO/046 CPO/059 Safic Alcan Navajo Golden Oil NCC Yamamah MMM Jackson Khadijah 14/02/2006 13/02/2006 25/02/2006 2,899,892 1,499,992 3,749,898 8,149,782.00 35.250 34.000 34.000 34.445 1,022,211.93 509,997.28 1,274,965.32 2,807,174.53 Penyerahan SAN SAN SAN

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 7c. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Maret 2006
Realisasi Pengapalan/Penyerahan Ekspor Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Maret 2006 (01-03 s/d 31-03-2006) Nomor Kontrak 1015 1015 1256 1258 1009 1008 1238 1017 1238 1012 1029 1011 1011 1013 Total Bulan Ini Wesel CPO/061 CPO/61A CPO/073 CPO/085 CPO/064 CPO/071 CPO/062 CPO/063 CPO/074 CPO/065 CPO/084 CPO/103 CPO/099 CPO/100 Pembeli Wilmar Wilmar Wilmar Sang Hai Yi Hai Navajo Punty Protea Kuok Oil Protea Safic Alcan Navajo Protea Protea Golden Oil Penyerahan Kapal St Avance Norma Norma Handy T MMM Jackson MMM Jackson Norma Norma Faer Rainbow Alfarabi G Venus MMM Jackson Asia Star Asia Star Tanggal 10/3/2006 8/3/2006 8/3/2006 14/3/2006 6/3/2006 6/3/2006 6/3/2006 6/3/2006 8/3/2006 12/3/2006 11/3/2006 29/3/2006 30/3/2006 30/3/2006 Kuantitas (Kg) 2,500,000 223,677 766,058 9,999,654 1,499,985 1,000,000 500,000 999,907 1,999,896 249,894 999,977 999,907 990,516 249,870 22,979,341 Per Kg (US$ ct) 34.000 34.000 34.000 34.000 34.000 34.000 35.500 36.250 35.500 34.000 38.250 34.000 34.000 34.000 34.446 Hasil Bruto (US$) 850,000.00 79,450.18 260,459.72 3,399,882.36 509,994.90 340,000.00 177,500.00 362,466.29 709,963.08 84,963.96 382,491.20 339,968.38 336,775.44 84,955.80 7,918,871.31 Penyerahan K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 7d. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan April 2006
Realisasi Pengapalan/Penyerahan Ekspor Produksi Sawit PTPN-IV Bulan April 2006 (01-04 s/d 30-04-2006) Nomor Kontrak 1012 1012 1208 1045 1049 1208 1029 1069 1011 1208 1028 1027 1029 1031 1031 1015 1032 1015 1032 Total Bulan Ini Wesel CPO/106 CPO/65A CPO/111 CPO/112 CPO/113 CPO/110 CPO/110 CPO/110 CPO/123 CPO/122 CPO/132 CPO/130 CPO/132 CPO/136 CPO/139 CPO/61B CPO/115 CPO/116 CPO/133 Pembeli Safic Alcan Safic Alcan Navajo Punty Golden Oil Navajo Navajo Navajo Protea Navajo Navajo Gladale Gladale Safic Alcan Safic Alcan Wilmar Wilmar Wilmar Wilmar Penyerahan Kapal FR 8 Pride FR 8 Pride P Halaban P Halaban P Halaban Caroline-7 Caroline-7 Caroline-7 B Mawar B Mawar Lion Lion Lion Leader M Bon Clipper Mark Nain Mark Nain Valeria B Mawar Tanggal 5/4/2006 5/4/2006 14/4/2006 14/4/2006 14/4/2006 15/4/2006 15/4/2006 15/4/2006 5/4/2006 20/4/2006 20/4/2006 21/4/2006 21/4/2006 24/4/2006 29/4/2006 21/4/2006 17/4/2006 19/4/2006 22/4/2006 Kuantitas (Kg) 4,335,000 1,414,928 999,873 999,929 999,947 315,000 1,000,000 1,684,937 1,000,000 999,850 499,999 999,944 1,000,000 499,983 3,749,960 5,267,000 253,553 2,000,749 1,300,000 29,320,652 Per Kg (US$ ct) 34.000 34.000 36.750 36.750 36.750 36.750 36.750 36.750 34.000 36.750 36.750 37.750 38.250 38.000 38.000 34.000 38.000 34.000 38.000 35.768 Hasil Bruto (US$) 1,473,900.00 481,075.52 367,453.33 367,473.91 367,480.52 115,762.50 367,500.00 619,214.35 340,000.00 367,444.88 183,749.63 377,478.86 382,500.00 189,993.54 1,424,984.80 1,790,780.00 96,350.14 680,269.96 494,000.00 10,487,411.94 Penyerahan SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 7e. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Mei 2006
Realisasi Pengapalan/Penyerahan Ekspor Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Mei 2006 (01-05 s/d 31-05-2006) Nomor Kontrak 1032 1032 1025 1032 1043 1031 1031 1049 1060 1208 1049 1066 1064 1045 Total Bulan Ini Wesel CPO/142 CPO/143 CPO/150 CPO/163 CPO/153 CPO/154 CPO/154 CPO/160 CPO/176 CPO/183 CPO/192 CPO/192 CPO/193 CPO/194 Pembeli Wilmar Wilmar Sang Hai Wilmar Safic Alcan Safic Alcan Safic Alcan Golden Oil Kuok Oil Navajo Golden Oil Golden Oil Gladale Punty Penyerahan Kapal Sten Monster Sten Monster Zong Hua-I St Nanami Keseria Keseria Keseria Twinkele Global Hilda Filma-I Yue You Yue You Harsanadi Sutra-I Tanggal 4/5/2006 4/5/2006 4/5/2006 4/5/2006 4/5/2006 4/5/2006 4/5/2006 4/5/2006 4/5/2006 4/5/2006 4/5/2006 4/5/2006 4/5/2006 4/5/2006 Kuantitas (Kg) 686,447 1,313,553 6,699,621 1,400,000 1,000,000 750,000 999,930 999,886 249,891 999,966 2,000,000 949,604 249,899 999,973 19,298,770 Per Kg (US$ ct) 38.000 38.000 35.750 38.000 36.750 38.000 38.000 36.750 37.150 36.750 36.750 37.500 37.150 36.750 36.784 Hasil Bruto (US$) 260,849.86 499,150.14 2,396,114.51 532,000.00 367,500.00 285,000.00 379,973.40 367,458.11 92,834.51 367,487.51 735,000.00 356,101.50 92,837.48 367,490.08 7,099,797.10 Penyerahan K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 7f. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Juni 2006
Nomor Kontrak 1083 1045 1051 1051 1043 1083 1098 1208 1096 1084 1043 1082 1025 1076 1032 1032 1057 1057 Total Bulan Ini Realisasi Pengapalan/Penyerahan Ekspor Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Juni 2006 (01-06 s/d 30-06-2006) Penyerahan Pembeli Kuantitas (Kg) Per Kg (US$ ct) Hasil Bruto (US$) Wesel Kapal Tanggal CPO/204 CPO/205 CPO/213 CPO/212 CPO/217 CPO/223 CPO/224 CPO/224 CPO/227 CPO/228 CPO/232 CPO/239 CPO/215 CPO/216 CPO/225 CPO/226 CPO/226 CPO/234 Golden Oil Punty Protea Protea Safic Alcan Golden Oil Sindo Palm Navajo Golden Oil Wilmar Safic Alcan Gladale Sang Hai Sang Hai Wilmar Wilmar Wilmar Wilmar Feng Seng Feng Seng Theressa-III Theressa-III Ageasma Fijai Dod Fijai Dod Fijai Dod Istana-VI Gemini Alfarabi Fernal Grease Jian She 35 Jian She 35 St Avenir St Avenir St Avenir Temasek 7/6/2006 7/6/2006 12/6/2006 12/6/2006 12/6/2006 16/6/2006 16/6/2006 16/6/2006 17/6/2006 18/6/2006 23/6/2006 27/6/2006 10/6/2006 10/6/2006 16/6/2006 16/6/2006 16/6/2006 27/6/2006 500,000 999,938 999,945 1,000,000 999,978 1,499,913 315,000 484,875 1,980,140 999,929 374,907 499,887 3,300,000 2,199,830 1,047,359 1,000,000 1,953,000 4,999,561 25,154,262.00 38.250 36.750 36.750 36.750 36.750 38.250 37.750 36.750 37.750 38.250 36.750 39.150 35.750 37.750 38.000 38.000 36.000 37.750 37.266 119,250.00 367,447.22 367,479.79 367,500.00 367,491.92 573,716.72 118,912.50 178,191.56 747,502.85 382,472.84 137,778.32 194,705.76 1,179,750.00 830,435.83 397,996.42 380,000.00 703,080.00 1,887,334.28 9,301,046.01 Penyerahan SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 7g. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Juli 2006
Nomor Kontrak 1057 1043 1122 1098 1116 1116 1116 1057 1075 1058 1105 1116 1118 1075 Total Bulan Ini Realisasi Pengapalan/Penyerahan Ekspor Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Juli 2006 (01-07 s/d 31-07-2006) Penyerahan Pembeli Kuantitas (Kg) Per Kg (US$ ct) Hasil Bruto (US$) Wesel Kapal Tanggal CPO/242 CPO/249 CPO/255 CPO/256 CPO/256 CPO/260 CPO/264 CPO/265 CPO/266 CPO/269 CPO/273 CPO/274 CPO/279 CPO/282 Wilmar Safic Alcan Protea Sindo Palm Sindo Palm Sindo Palm Sindo Palm Wilmar Wilmar Wilmar Kuok Oil Sindo Palm Safic Alcan Wilmar Jian She-35 Fair Rainbow Meer Berry Meer Berry Meer Berry Ace-I M Beaufort Khadijah Khadijah Theressa-III Global Vallas Global Vallas Westama Vernal Greasse 1/7/2006 9/7/2006 13/7/2006 13/7/2006 13/7/2006 13/7/2006 19/7/2006 21/7/2006 21/7/2006 23/7/2006 29/7/2006 29/7/2006 31/7/2006 31/7/2006 1,999,313 3,624,740 999,937 1,685,000 314,906 684,834 999,973 3,000,000 999,931 1,499,981 499,736 500,000 5,999,924 2,499,890 25,308,165.00 36.000 36.750 37.500 37.750 37.500 37.500 37.500 36.000 37.750 36.000 39.100 37.500 37.500 37.750 37.090 719,752.68 1,332,091.95 374,976.38 636,087.50 118,089.75 256,812.75 374,989.88 1,080,000.00 377,473.95 539,993.16 195,396.78 187,500.00 2,249,971.50 943,708.48 9,386,844.76 Penyerahan K. Tanjung SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 7h. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Agustus 2006
Nomor Kontrak 1116 1122 1143 1040 1127 1139 1143 1132 1076 1100 1075 1057 1100 Total Bulan Ini Realisasi Pengapalan/Penyerahan Ekspor Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Agustus 2006 (01-08 s/d 31-08-2006) Penyerahan Pembeli Kuantitas (Kg) Per Kg (US$ ct) Hasil Bruto (US$) Wesel Kapal Tanggal CPO/291 CPO/303 CPO/309 CPO/317 CPO/317 CPO/330 CPO/325 CPO/332 CPO/284 CPO/285 CPO/320 CPO/320 CPO/319 Sindo Palma Protea Sindo Palma Virgos Oil Virgos Oil Safic Alcan Sindo Palma Golden Oil Sang Hai Sang Hai Wilmar Wilmar Sang Hai British Envoy Fasific Sound Royal Emerald Istana-6 Istana-6 Amalia Yacob King Stone Global Vallas Theressa Jupiter Theressa Jupiter Stead Vast Stead Vast Stead Vast 3/8/2006 10/8/2006 12/8/2006 15/8/2006 15/8/2006 27/8/2006 25/8/2006 30/8/2006 3/8/2006 3/8/2006 22/8/2006 22/8/2006 22/8/2006 499,867 999,988 1,999,977 499,907 500,000 5,999,964 999,994 999,847 2,800,000 5,199,615 3,500,000 1,400,000 3,100,000 28,499,159.00 37.500 37.500 40.000 38.600 39.750 40.000 40.000 40.000 37.750 37.750 37.750 36.000 37.500 38.418 187,450.13 374,995.50 799,990.80 192,964.10 198,750.00 2,399,985.60 399,997.60 399,938.80 1,057,000.00 1,949,855.63 1,321,250.00 504,000.00 1,162,500.00 10,948,678.16 Penyerahan SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 7i. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan September 2006
Nomor Kontrak 1084 1132 1083 1101 1157 1084 1145 1157 1120 1084 1120 1100 1121 Total Bulan Ini Realisasi Pengapalan/Penyerahan Ekspor Produksi Sawit PTPN-IV Bulan September 2006 (01-09 s/d 30-09-2006) Penyerahan Pembeli Kuantitas (Kg) Per Kg (US$ ct) Hasil Bruto (US$) Wesel Kapal Tanggal CPO/336 CPO/338 CPO/337 CPO/343 CPO/355 CPO/361 CPO/361 CPO/362 CPO/342 CPO/346 CPO/346 CPO/366 CPO/366 Wilmar Protea Golden Oil Golden Oil Safic Alcan Wilmar Wilmar Safic Alcan Wilmar Wilmar Wilmar Sang Hai Sang Hai Nora Nora Nora Padang Halaban Alkartobi Atlantic Atlantic Algonquin Antonius Nora Nora Jian She-35 Jian She-35 4/9/2006 4/9/2006 4/9/2006 7/9/2006 15/9/2006 26/9/2006 26/9/2006 30/9/2006 5/9/2006 9/9/2006 9/9/2006 28/9/2006 28/9/2006 2,500,000 999,731 1,000,000 3,999,724 774,919 1,000,000 299,960 5,225,000 800,000 2,000,000 2,000,000 1,699,333 4,450,000 26,748,667.00 38.250 40.000 38.250 37.500 45.000 38.250 40.000 45.000 37.500 38.250 37.500 37.500 37.500 39.502 956,250.00 399,892.40 382,500.00 1,499,898.50 348,713.55 382,500.00 119,984.00 2,351,250.00 300,000.00 765,000.00 750,000.00 641,498.21 1,668,750.00 10,566,236.66 Penyerahan SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 7j. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Oktober 2006
Nomor Kontrak 1084 1145 1120 1151 1145 1166 1145 1121 1148 1145 1148 1100 Total Bulan Ini Realisasi Pengapalan/Penyerahan Ekspor Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Oktober 2006 (01-10 s/d 31-10-2006) Penyerahan Pembeli Kuantitas (Kg) Per Kg (US$ ct) Hasil Bruto (US$) Wesel Kapal Tanggal CPO/367 CPO/367 CPO/367 CPO/367 CPO/376 CPO/382 CPO/389 CPO/381 CPO/381 CPO/384 CPO/385 CPO/386 Wilmar Wilmar Wilmar Wilmar Wilmar Safic Alcan Wilmar Sang Hai Sang Hai Wilmar Wilmar Sang Hai Videlity Videlity Videlity Videlity Videlity Jo Lind Atlantic Theressa-II Theressa-II Chemstar Prince Chemstar Prince Jian She-35 4/10/2006 4/10/2006 4/10/2006 4/10/2006 4/10/2006 20/10/2006 31/10/2006 18/10/2006 18/10/2006 25/10/2006 25/10/2006 28/10/2006 2,500,000 1,000,000 3,200,000 500,000 299,978 5,999,945 3,199,943 5,550,000 2,449,419 1,200,000 2,300,000 28,199,285.00 38.250 40.000 37.500 45.000 40.000 41.500 40.000 37.500 41.500 40.000 41.500 0.000 39.715 956,250.00 400,000.00 1,200,000.00 225,000.00 119,991.20 2,489,977.18 1,279,977.20 2,081,250.00 1,016,508.89 480,000.00 954,500.00 (4,248.33) 11,199,206.14 Penyerahan SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 7k. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan November 2006
Realisasi Pengapalan/Penyerahan Ekspor Produksi Sawit PTPN-IV Bulan November 2006 (01-11 s/d 30-11-2006) Nomor Penyerahan Pembeli Kuantitas (Kg) Per Kg (US$ ct) Hasil Bruto (US$) Kontrak Wesel Kapal Tanggal 1179 CPO/401 Safic Alcan Madonna 13/11/2006 2,299,912 41.800 961,363.22 1164 CPO/394 Wilmar New Toyokaze 10/11/2006 471,985 45.000 212,352.75 1169 CPO/405 Protea Vioner Spirit 18/11/2006 499,931 41.500 207,471.37 1162 CPO/404 Protea Vioner Spirit 18/11/2006 500,000 45.000 225,000.00 1172 CPO/406 Kuok Oil Hua Yun 17/11/2006 499,926 41.800 208,969.07 1164 CPO/412 Wilmar Maerk Barry 30/11/2006 1,165,000 45.000 524,250.00 1162 CPO/412 Protea Ceras 29/11/2006 1,000,000 45.000 450,000.00 1169 CPO/413 Protea Ceras 29/11/2006 499,871 41.500 207,446.47 1164 CPO/411 Wilmar Nora 25/11/2006 1,499,465 45.000 674,759.25 Total Bulan Ini 8,438,000 43.532 3,671,612.13 Penyerahan SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN K. Tanjung

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 7l. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Desember 2006
Realisasi Pengapalan/Penyerahan Ekspor Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Desember 2006 (01-12 s/d 31-12-2006) Nomor Kontrak 1164 1148 1148 1181 1194 1194 1176 1154 1186 1180 1180 1179 1179 1162 1169 1162 1177 1188 Total Bulan Ini Wesel CPO/414 CPO/415 CPO/434 CPO/435 CPO/436 CPO/424 CPO/425 CPO/427 CPO/440 CPO/439 CPO/441 CPO/442 CPO/450 CPO/445 CPO/445 CPO/446 CPO/446 CPO/004 Pembeli Wilmar Trad Wilmar Trad Wilmar Trad Wilmar Trad Wilmar Trad Wilmar Trad Sindo Palm Trans World Kuok Oil Indo Green Indo Green Safic Alcan Safic Alcan Protea Protea Protea Protea Safic Alcan Penyerahan Kapal Monthe Luna Monthe Luna Bunga Melati 3 Bunga Melati 3 Bunga Melati 3 Chemroad Fuji Chemroad Fuji Khadijah Shimakaze Marida Princess Laju sejahtera Kristina Theresa Bow Lancer Shintoku Shintoku Shintoku Shintoku Doroussa Tanggal 3/12/2006 3/12/2006 10/12/2006 10/12/2006 10/12/2006 4/12/2006 4/12/2006 7/12/2006 16/12/2006 15/12/2006 16/12/2006 19/12/2006 23/12/2006 26/12/2006 26/12/2006 26/12/2006 26/12/2006 31/12/2006 Kuantitas (Kg) 1,863,000 2,837,000 2,413,000 161,710 271,438 500,000 1,999,957 1,999,963 499,921 1,499,889 999,898 1,749,754 1,949,945 1,000,000 500,000 500,000 999,899 2,500,000 24,245,374 Per Kg (US$ ct) 45.000 41.500 41.500 44.000 45.750 45.750 41.800 45.000 46.000 41.800 41.800 41.800 41.800 45.000 41.500 45.000 41.800 45.750 43.071 Hasil Bruto (US$) 838,350.00 1,177,355.00 1,001,395.00 71,152.40 124,182.89 228,750.00 835,982.03 899,983.35 229,963.66 628,953.60 417,957.36 731,937.17 815,007.01 450,000.00 207,500.00 225,000.00 417,957.78 1,143,750.00 10,442,707.25 Penyerahan K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung K. Tanjung SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 8. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Domestik PT Perkebunan Nusantara IV, Tahun 2006 Lampiran 8a. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Januari 2006
Nomor Kontrak MS/ 1003/ 2005 MS/ 1003/ 2005 MS/ 1032/ 2005 MS/ 1032/ 2005 MS/ 1040/ 2005 MS/ 1051/ 2005 MS/ 1051/ 2005 MS/ 1051/ 2005 MS/ 1052/ 2005 MS/ 1052/ 2005 MS/ 1052/ 2005 MS/ 1053/ 2005 MS/ 1053/ 2005 MS/ 1053/ 2005 MS/ 1053/ 2005 MS/ 1091/ 2005 MS/ 1119/ 2005 MS/ 1119/ 2005 MS/ 1119/ 2005 MS/ 1102/ 2005 MS/ 1138/ 2005 Total Realisasi Pengapalan/Penyerahan Lokal Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Januari 2006 (01-01 s/d 31-01-2006) Pengapalan Pembeli Kuantitas (Kg) Per Kg (Rp) Hasil Netto (Rp) kapal Tanggal Multymas N A Truck Clossing 31-01-2006 32,060 3,409.10 109,295,746.00 Multymas N A Truck Clossing 31-01-2006 7,070 3,409.10 24,102,337.00 Musim Mas Truck Clossing 31-01-2006 329,140 3,424.55 1,127,156,387.00 Musim Mas Truck Clossing 31-01-2006 272,840 3,424.55 934,354,222.00 Permata Hijau Sawit Truck Clossing 31-01-2006 1,089,480 3,289.10 3,583,408,668.00 Multymas N A Truck Clossing 31-01-2006 845,560 3,318.19 2,805,728,736.40 Multymas N A Truck Clossing 31-01-2006 992,400 3,318.19 3,292,971,756.00 Multymas N A Truck Clossing 31-01-2006 1,866,640 3,318.19 6,193,866,181.60 Multymas N A Truck Clossing 31-01-2006 1,660,140 3,318.19 5,508,659,946.60 Multymas N A Truck Clossing 31-01-2006 1,000,000 3,318.19 3,318,190,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-01-2006 1,000,000 3,318.19 3,318,190,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-01-2006 6,427 3,318.19 21,326,007.13 Multymas N A Truck Clossing 31-01-2006 515,390 3,318.19 1,710,161,944.10 Multymas N A Truck Clossing 31-01-2006 250,000 3,318.19 829,547,500.00 Multymas N A Truck Clossing 31-01-2006 500,000 3,318.19 1,659,095,000.00 Permata Hijau Sawit Truck Clossing 31-01-2006 2,756,350 3,318.19 9,146,093,006.50 Pamina Adolina Truck Clossing 31-01-2006 750,000 3,320.91 2,490,682,500.00 Pamina Adolina Truck Clossing 31-01-2006 1,236,020 3,320.91 4,104,711,178.20 Pamina Adolina Truck Clossing 31-01-2006 985,375 3,320.91 3,272,341,691.25 Pacfic Palmindo Palm Mas Asri Jumlah Bulan Ini Truck Clossing Truck Clossing 31-01-2006 31-01-2006 500,000 1,500,000 18,094,892 3,272.73 3,293.64 3,302.10 1,636,365,000.00 4,940,460,000.00 60,026,707,807.78 Penyerahan Dari PAB MAY ABA PUR OSA DOS MAY PAM BAJ PAB TIN DOS BAJ PAB DOI OSA ADO GUB DOI SAN SAN

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 8b. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Februari 2006
Realisasi Pengapalan/Penyerahan Lokal Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Februari 2006 (01-02 s/d 28-02-2006) Nomor Kontrak MS/ 1113/ 2005 MS/ 052/ 2006 MS/ 093/ 2006 MS/ 051/ 2006 MS/ 051/ 2006 MS/ 051/ 2006 MS/ 1052/ 2005 MS/ 1091/ 2005 MS/ 1110/ 2005 MS/ 1110/ 2005 MS/ 1110/ 2005 MS/ 1111/ 2005 MS/ 1111/ 2005 MS/ 1111/ 2005 MS/ 039/ 2006 MS/ 043/ 2006 MS/ 058/ 2006 Total Pembeli Permata Hijau Sawit Pacific Palmindo Pacific Palmindo Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Permata Hijau Sawit Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Musim Mas Musim Mas Musim Mas Jumlah Bulan Ini Pengapalan kapal Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Tanggal 28-02-2006 28-02-2006 28-02-2006 28-02-2006 28-02-2006 28-02-2006 28-02-2006 28-02-2006 28-02-2006 28-02-2006 28-02-2006 28-02-2006 28-02-2006 28-02-2006 28-02-2006 28-02-2006 28-02-2006 Kuantitas (Kg) 500,000 500,000 500,000 115,120 7,600 133,360 339,860 243,650 995,080 750,000 739,670 500,000 500,000 500,000 500,000 500,000 114,800 7,439,140 Per Kg (Rp) 3,320.91 3,377.28 3,344.37 3,318.19 3,318.19 3,318.19 3,318.19 3,318.19 3,272.73 3,272.73 3,272.73 3,272.73 3,272.73 3,272.73 3,366.37 3,360.91 3,377.28 3,310.36 Hasil Netto (Rp) 1,660,455,000.00 1,688,640,000.00 1,672,185,000.00 381,990,032.80 25,218,244.00 442,513,818.40 1,127,720,053.40 808,476,993.50 3,256,628,168.40 2,454,547,500.00 2,420,740,199.10 1,636,365,000.00 1,636,365,000.00 1,636,365,000.00 1,683,185,000.00 1,680,455,000.00 387,711,744.00 24,599,561,753.60 Penyerahan Dari SAN SAN SAN DOS MAY PAM BAJ OSA PAM BAJ MAY DOS BAJ PAB ABA PUR PUR

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 8c. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Maret 2006
Nomor Kontrak MS/ 1138/ 2005 MS/ 009/ 2006 MS/ 030/ 2006 MS/ 084/ 2006 MS/ 138/ 2006 MS/ 172/ 2006 MS/ 927/ 2005 MS/ 1110/ 2005 MS/ 1110/ 2005 MS/ 1110/ 2005 MS/ 1111/ 2005 MS/ 1111/ 2005 MS/ 1111/ 2005 MS/ 1119/ 2005 MS/ 1119/ 2005 MS/ 016/ 2006 MS/ 016/ 2006 MS/ 016/ 2006 MS/ 024/ 2006 MS/ 024/ 2006 MS/ 024/ 2006 MS/ 024/ 2006 MS/ 058/ 2006 MS/ 068/ 2006 MS/ 075/ 2006 MS/ 082/ 2006 MS/ 082/ 2006 MS/ 083/ 2006 MS/ 083/ 2006 MS/ 083/ 2006 MS/ 083/ 2006 MS/ 087/ 2006 MS/ 087/ 2006 MS/ 105/ 2006 MS/ 121/ 2006 Total Realisasi Pengapalan/Penyerahan Lokal Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Maret 2006 (01-03 s/d 31-03-2006) Pengapalan Kuantitas (Kg) Per Kg (Rp) Hasil Netto (Rp) kapal Tanggal Palm Mas Asri Truck Clossing 31-03-2006 750,000 3,293.64 2,470,230,000.00 Permata Hijau Sawit Truck Clossing 30-03-2006 1,000,000 3,298.19 3,298,190,000.00 Permata Hijau Sawit Truck Clossing 30-03-2006 500,000 3,357.28 1,678,640,000.00 Palm Mas Asri Truck Clossing 30-03-2006 1,248,895 3,402.73 4,249,652,483.35 Pacific Palmindo Truck Clossing 30-03-2006 500,000 3,609.10 1,804,550,000.00 Pacific Palmindo Truck Clossing 30-03-2006 500,000 3,390.91 1,695,455,000.00 Pembeli Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Pamina Adolina Pamina Adolina Pamina Adolina Pamina Adolina Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Musim Mas Multymas N A Musim Mas Musim Mas Musim Mas Pamina Adolina Pamina Adolina Pamina Adolina Pamina Adolina Multymas N A Multymas N A Musim Mas Musim Mas Jumlah Bulan Ini Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 30-03-2006 79,610 4,920 10,330 500,000 500,000 500,000 500,000 14,625 13,980 1,000,000 1,000,000 1,000,000 1,500,000 500,000 500,000 499,140 385,200 485,050 500,000 1,000,000 1,000,000 833,340 659,500 500,000 480,210 357,120 443,290 323,060 250,960 19,839,230 3,553.64 3,272.73 3,272.73 3,272.73 3,272.73 3,272.73 3,272.73 3,320.91 3,320.91 3,298.19 3,298.19 3,298.19 3,298.19 3,298.19 3,298.19 3,298.19 3,377.28 3,386.37 3,400.91 3,402.73 3,402.73 3,402.73 3,402.73 3,402.73 3,402.73 3,402.73 3,402.73 3,542.73 3,587.28 3,356.44 282,905,280.40 16,101,831.60 33,807,300.90 1,636,365,000.00 1,636,365,000.00 1,636,365,000.00 1,636,365,000.00 48,568,308.75 46,426,321.80 3,298,190,000.00 3,298,190,000.00 3,298,190,000.00 4,947,285,000.00 1,649,095,000.00 1,649,095,000.00 1,646,258,556.60 1,300,928,256.00 1,642,558,768.50 1,700,455,000.00 3,402,730,000.00 3,402,730,000.00 2,835,631,018.20 2,244,100,435.00 1,701,365,000.00 1,634,024,973.30 1,215,182,937.60 1,508,396,181.70 1,144,514,353.80 900,263,788.80 66,589,170,796.30 Penyerahan Dari SAN SAN SAN SAN SAN SAN BAJ PAM MAY TIN MAY DOS PAM DOI GUB GUB DOI ADO PAB BAJ PAM MAY PUR BAJ ABA ABA PUR DOI GUB ADO SAL PAM DOS PUR ABA

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 8d. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan April 2006
Realisasi Pengapalan/Penyerahan Lokal Produksi Sawit PTPN-IV Bulan April 2006 (01-04 s/d 30-04-2006) Nomor Kontrak MS/ 927/ 2006 MS/ 024/ 2006 MS/ 060/ 2006 MS/ 068/ 2006 MS/ 077/ 2006 MS/ 083/ 2006 MS/ 087/ 2006 MS/ 097/ 2006 MS/ 105/ 2006 MS/ 117/ 2006 MS/ 121/ 2006 MS/ 141/ 2006 MS/ 144/ 2006 MS/ 154/ 2006 MS/ 179/ 2006 MS/ 193/ 2006 MS/ 290/ 2006 Total Pembeli Multymas N A Multymas N A Permata Hijau Sawit Multymas N A Permata Hijau Sawit Pamina Adolina Multymas N A Permata Hijau Sawit Musim Mas Permata Hijau Sawit Musim Mas Musim Mas Musim Mas Musim Mas Musim Mas Multymas N A Pacific Palmindo Jumlah Bulan Ini Pengapalan kapal Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Tanggal 30-04-2006 30-04-2006 30-04-2006 30-04-2006 30-04-2006 30-04-2006 30-04-2006 30-04-2006 30-04-2006 30-04-2006 30-04-2006 30-04-2006 30-04-2006 30-04-2006 30-04-2006 30-04-2006 30-04-2006 Kuantitas (Kg) 420,390 860 500,000 14,950 500,000 526,950 4,593,000 500,000 176,940 500,000 249,040 500,000 500,000 331,000 1,097,000 380,000 500,000 11,290,130 Per Kg (Rp) 3,553.64 3,298.19 3,380.91 3,386.37 3,402.73 3,402.73 3,402.73 3,525.46 3,542.73 3,574.55 3,587.28 3,574.55 3,555.46 3,524.55 3,390.91 3,390.91 3,339.19 3,440.25 Hasil Netto (Rp) 1,493,914,719.60 2,836,443.40 1,690,455,000.00 50,626,231.50 1,701,365,000.00 1,793,068,573.50 15,628,738,890.00 1,762,730,000.00 626,850,646.20 1,787,275,000.00 893,376,211.20 1,787,275,000.00 1,777,730,000.00 1,166,626,050.00 3,719,828,270.00 1,288,545,800.00 1,669,595,000.00 38,840,836,835.40 Penyerahan Dari SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 8e. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Mei 2006
Nomor Kontrak MS/ 1138/ 2006 MS/ 084/ 2006 MS/ 127/ 2006 MS/ 168/ 2006 MS/ 288/ 2006 MS/ 297/ 2006 MS/ 087/ 2006 MS/ 179/ 2006 MS/ 193/ 2006 MS/ 193/ 2006 MS/ 193/ 2006 MS/ 193/ 2006 MS/ 193/ 2006 MS/ 204/ 2006 MS/ 213/ 2006 MS/ 243/ 2006 MS/ 252/ 2006 MS/ 301/ 2006 MS/ 315/ 2006 MS/ 322/ 2006 MS/ 326/ 2006 MS/ 377/ 2006 Total Realisasi Pengapalan/Penyerahan Lokal Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Mei 2006 (01-05 s/d 31-05-2006) Pengapalan Pembeli Kuantitas (Kg) Per Kg (Rp) Hasil Netto (Rp) kapal Tanggal Palm Mas Asri Truck Clossing 31-05-2006 750,000 3,293.64 2,470,230,000.00 Palm Mas Asri Truck Clossing 31-05-2006 2,750,000 3,402.73 9,357,507,500.00 Permata Hijau Sawit Truck Clossing 31-05-2006 500,000 3,583.64 1,791,820,000.00 Permata Hijau Sawit Truck Clossing 31-05-2006 500,000 3,420.91 1,710,455,000.00 Palm Mas Asri Truck Clossing 31-05-2006 500,000 3,300.91 1,650,455,000.00 Pacific Palmindo Truck Clossing 31-05-2006 500,000 3,383.64 1,691,820,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-05-2006 2,450 3,402.73 8,336,688.50 Musim Mas Truck Clossing 31-05-2006 129,330 3,390.91 438,546,390.30 Multymas N A Truck Clossing 31-05-2006 16,490 3,390.91 55,916,105.90 Multymas N A Truck Clossing 31-05-2006 460,980 3,390.91 1,563,141,691.80 Multymas N A Truck Clossing 31-05-2006 1,000,000 3,390.91 3,390,910,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-05-2006 498,790 3,390.91 1,691,351,998.90 Multymas N A Truck Clossing 31-05-2006 500,000 3,390.91 1,695,455,000.00 Musim Mas Truck Clossing 31-05-2006 500,000 3,363.64 1,681,820,000.00 Musim Mas Truck Clossing 31-05-2006 500,000 3,347.28 1,673,640,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-05-2006 500,000 3,372.73 1,686,365,000.00 Musim Mas Truck Clossing 31-05-2006 500,000 3,293.64 1,646,820,000.00 Musim Mas Truck Clossing 31-05-2006 500,000 3,390.91 1,695,455,000.00 Musim Mas Truck Clossing 31-05-2006 500,000 3,391.82 1,695,910,000.00 Musim Mas Truck Clossing 31-05-2006 500,000 3,410.00 1,705,000,000.00 Musim Mas Truck Clossing 31-05-2006 418,040 3,404.55 1,423,238,082.00 Multymas N A Truck Clossing 31-05-2006 500,000 3,378.19 1,689,095,000.00 Jumlah Bulan Ini 12,526,080 3,386.00 42,413,288,457.40 Penyerahan Dari SAN SAN SAN SAN SAN SAN BAJ PUR PAM BAJ PAB MAY DOS ABA PUR PAM PUR ABA PUR ABA PUR BAJ

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 8f. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Juni 2006
Nomor Kontrak MS/ 193/ 2006 MS/ 262/ 2006 MS/ 326/ 2006 MS/ 337/ 2006 MS/ 346/ 2006 MS/ 349/ 2006 MS/ 362/ 2006 MS/ 366/ 2006 MS/ 376/ 2006 MS/ 376/ 2006 MS/ 429/ 2006 MS/ 434/ 2006 MS/ 438/ 2006 MS/ 438/ 2006 MS/ 464/ 2006 MS/ 481/ 2006 MS/ 481/ 2006 MS/ 481/ 2006 MS/ 491/ 2006 MS/ 197/ 2006 MS/ 227/ 2006 MS/ 228/ 2006 MS/ 394/ 2006 MS/ 415/ 2006 MS/ 423/ 2006 Total Realisasi Pengapalan/Penyerahan Lokal Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Juni 2006 (01-06 s/d 30-06-2006) Pengapalan Pembeli Kuantitas (Kg) Per Kg (Rp) Hasil Netto (Rp) kapal Tanggal Multymas N A Truck Clossing 30-06-2006 1,210 3,390.91 4,103,001.10 Multymas N A Truck Clossing 30-06-2006 500,000 3,286.37 1,643,185,000.00 Musim Mas Truck Clossing 30-06-2006 81,960 3,404.55 279,036,918.00 Musim Mas Truck Clossing 30-06-2006 500,000 3,411.82 1,705,910,000.00 Musim Mas Truck Clossing 30-06-2006 500,000 3,420.00 1,710,000,000.00 Musim Mas Truck Clossing 30-06-2006 500,000 3,406.37 1,703,185,000.00 Musim Mas Truck Clossing 30-06-2006 500,000 3,401.82 1,700,910,000.00 Musim Mas Truck Clossing 30-06-2006 500,000 3,389.10 1,694,550,000.00 Musim Mas Truck Clossing 30-06-2006 500,000 3,361.82 1,680,910,000.00 Musim Mas Truck Clossing 30-06-2006 500,000 3,361.82 1,680,910,000.00 Multymas N A Truck Clossing 30-06-2006 495,480 3,577.28 1,772,470,694.40 Musim Mas Truck Clossing 30-06-2006 309,110 3,550.00 1,097,340,500.00 Musim Mas Truck Clossing 30-06-2006 500,000 3,550.00 1,775,000,000.00 Musim Mas Truck Clossing 30-06-2006 500,000 3,550.00 1,775,000,000.00 Multymas N A Truck Clossing 30-06-2006 325,380 3,552.73 1,155,987,287.40 Multymas N A Truck Clossing 30-06-2006 268,620 3,556.37 955,312,109.40 Multymas N A Truck Clossing 30-06-2006 476,900 3,556.37 1,696,032,853.00 Multymas N A Truck Clossing 30-06-2006 494,650 3,556.37 1,759,158,420.50 Multymas N A Truck Clossing 30-06-2006 434,110 3,602.73 1,563,981,120.30 Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Palm Mas Asri Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Jumlah Bulan Ini Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing 30-06-2006 30-06-2006 30-06-2006 30-06-2006 30-06-2006 30-06-2006 500,000 500,000 900,000 500,000 500,000 500,000 11,287,420 3,400.91 3,333.64 3,300.91 3,373.64 3,575.46 3,532.73 3,448.28 1,700,455,000.00 1,666,820,000.00 2,970,819,000.00 1,686,820,000.00 1,787,730,000.00 1,766,365,000.00 38,931,991,904.10 Penyerahan Dari MAY MAY PUR PAB PUR ABA ABA ABA PAB PUR DOS ABA PUR PAB DOS TIN BAJ PAM MAY SAN SAN SAN SAN SAN SAN

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 8g. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Juli 2006
Nomor Kontrak MS/ 434/ 2006 MS/ 429/ 2006 MS/ 464/ 2006 MS/ 479/ 2006 MS/ 479/ 2006 MS/ 480/ 2006 MS/ 480/ 2006 MS/ 480/ 2006 MS/ 481/ 2006 MS/ 481/ 2006 MS/ 481/ 2006 MS/ 491/ 2006 MS/ 503/ 2006 MS/ 503/ 2006 MS/ 505/ 2006 MS/ 538/ 2006 MS/ 565/ 2006 MS/ 574/ 2006 MS/ 580/ 2006 MS/ 580/ 2006 MS/ 580/ 2006 MS/ 580/ 2006 MS/ 581/ 2006 MS/ 581/ 2006 MS/ 582/ 2006 MS/ 582/ 2006 MS/ 582/ 2006 Total Realisasi Pengapalan/Penyerahan Lokal Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Juli 2006 (01-07 s/d 31-07-2006) Pengapalan Pembeli Kuantitas (Kg) Per Kg (Rp) Hasil Netto (Rp) kapal Tanggal Musim Mas Truck Clossing 31-07-2006 190,890 3,550.00 677,659,500.00 Musim Mas Truck Clossing 31-07-2006 4,520 3,577.28 16,169,305.60 Musim Mas Truck Clossing 31-07-2006 174,620 3,522.73 615,139,112.60 Musim Mas Truck Clossing 31-07-2006 1,000,000 3,556.37 3,556,370,000.00 Musim Mas Truck Clossing 31-07-2006 1,000,000 3,556.37 3,556,370,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 1,000,000 3,556.37 3,556,370,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 1,000,000 3,556.37 3,556,370,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 1,000,000 3,556.37 3,556,370,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 523,100 3,556.37 1,860,337,147.00 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 505,350 3,556.37 1,797,211,579.50 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 731,380 3,556.37 2,601,057,890.60 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 65,890 3,602.73 237,383,879.70 Musim Mas Truck Clossing 31-07-2006 250,000 3,600.00 900,000,000.00 Musim Mas Truck Clossing 31-07-2006 250,000 3,600.00 900,000,000.00 Musim Mas Truck Clossing 31-07-2006 500,000 3,554.55 1,777,275,000.00 Musim Mas Truck Clossing 31-07-2006 250,000 3,556.37 889,092,500.00 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 500,000 3,559.10 1,779,550,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 500,000 3,505.46 1,752,730,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 500,000 3,505.46 1,752,730,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 500,000 3,505.46 1,752,730,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 491,350 3,505.46 1,722,407,771.00 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 500,000 3,505.46 1,752,730,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 898,610 3,505.46 3,150,041,410.60 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 1,000,000 3,505.46 3,505,460,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 1,000,000 3,505.46 3,505,460,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 500,000 3,505.46 1,752,730,000.00 Multymas N A Truck Clossing 31-07-2006 500,000 3,505.46 1,752,730,000.00 Jumlah Bulan Ini 15,335,710 3,536.35 54,232,475,096.60 Penyerahan Dari ABA DOS DOS PUR ABA MAY DOS BAJ BAJ PAM TIN MAY ABA PUR ABA PUR TIN BAJ MAY BAJ MAY PAM PAB BAJ TIN BAJ PAM

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 8h. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Agustus 2006
Nomor Kontrak MS/ 288/ 2006 MS/ 427/ 2006 MS/ 445/ 2006 MS/ 451/ 2006 MS/ 459/ 2006 MS/ 462/ 2006 MS/ 477/ 2006 MS/ 489/ 2006 MS/ 518/ 2006 MS/ 536/ 2006 MS/ 592/ 2006 MS/ 600/ 2006 MS/ 627/ 2006 MS/ 644/ 2006 MS/ 655/ 2006 MS/ 659/ 2006 MS/ 680/ 2006 MS/ 786/ 2006 MS/ 986/ 2006 MS/ 549/ 2006 MS/ 578/ 2006 MS/ 578/ 2006 MS/ 580/ 2006 MS/ 581/ 2006 MS/ 605/ 2006 MS/ 633/ 2006 MS/ 666/ 2006 MS/ 692/ 2006 MS/ 700/ 2006 MS/ 700/ 2006 MS/ 700/ 2006 MS/ 700/ 2006 MS/ 703/ 2006 MS/ 732/ 2006 MS/ 737/ 2006 MS/ 745/ 2006 MS/ 745/ 2006 MS/ 745/ 2006 Total Pembeli Palm Mas Asri Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Palm Mas Asri Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Pacfic Palmindo Permata Hijau Sawit Pasific Palmindo Bukit Kapur Reksa Musim Mas Musim Mas Musim Mas Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Musim Mas Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Musim Mas Musim Mas Musim Mas Multymas N A Multymas N A Multymas N A Jumlah Bulan Ini Realisasi Pengapalan/Penyerahan Lokal Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Agustus 2006 (01-08 s/d 30-08-2006) Pengapalan Kuantitas (Kg) Per Kg (Rp) Hasil Netto (Rp) kapal Tanggal Truck Clossing 31-08-2006 600,000 3,300.91 1,980,546,000.00 Truck Clossing 31-08-2006 500,000 3,538.19 1,769,095,000.00 Truck Clossing 31-08-2006 500,000 3,566.37 1,783,185,000.00 Truck Clossing 31-08-2006 500,000 3,511.82 1,755,910,000.00 Truck Clossing 31-08-2006 500,000 3,522.73 1,761,365,000.00 Truck Clossing 31-08-2006 500,000 3,533.64 1,766,820,000.00 Truck Clossing 31-08-2006 500,000 3,556.37 1,778,185,000.00 Truck Clossing 31-08-2006 500,000 3,571.82 1,785,910,000.00 Truck Clossing 31-08-2006 500,000 3,547.28 1,773,640,000.00 Truck Clossing 31-08-2006 250,000 3,556.37 889,092,500.00 Truck Clossing 31-08-2006 3,849,961 3,505.46 13,495,884,287.06 Truck Clossing 31-08-2006 500,000 3,548.19 1,774,095,000.00 Truck Clossing 31-08-2006 500,000 3,551.82 1,775,910,000.00 Truck Clossing 31-08-2006 500,000 3,674.55 1,837,275,000.00 Truck Clossing 31-08-2006 500,000 3,683.64 1,841,820,000.00 Truck Clossing 31-08-2006 500,000 3,706.37 1,853,185,000.00 Truck Clossing 31-08-2006 500,000 3,723.64 1,861,820,000.00 Truck Clossing 31-08-2006 496,970 4,050.00 2,012,728,500.00 Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing 25-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 31-08-2006 17,558 500,000 1,000,000 1,000,000 8,650 101,390 492,680 497,200 500,000 500,000 500,000 750,000 750,000 837,240 83,240 26,980 500,000 245,620 20,920 228,110 20,756,519 3,230.00 3,552.73 3,505.46 3,505.46 3,505.46 3,505.46 3,543.64 3,560.91 3,711.82 3,820.91 3,820.91 3,820.91 3,820.91 3,820.91 3,906.28 3,977.28 3,977.28 3,977.28 3,977.28 3,977.28 3,624.80 56,712,340.00 1,776,365,000.00 3,505,460,000.00 3,505,460,000.00 30,322,229.00 355,418,589.40 1,745,880,555.20 1,770,484,452.00 1,855,910,000.00 1,910,455,000.00 1,910,455,000.00 2,865,682,500.00 2,865,682,500.00 3,199,018,688.40 325,166,238.80 107,307,014.40 1,988,640,000.00 976,899,513.60 83,204,697.60 907,257,340.80 75,238,247,946.26 Penyerahan Dari SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN DMI ABA PUR ABA MAY PAB PAM BAJ ABA MAY PAB TIN DOS MAY MAY PUR PUR DOS PAB TIN

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 8i. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan September 2006
Nomor Kontrak MS/ 592/ 2006 MS/ 631/ 2006 MS/ 832/ 2006 MS/ 683/ 2006 MS/ 688/ 2006 MS/ 751/ 2006 MS/ 752/ 2006 MS/ 756/ 2006 MS/ 766/ 2006 MS/ 786/ 2006 MS/ 808/ 2006 MS/ 804/ 2006 MS/ 815/ 2006 MS/ 853/ 2006 MS/ 234/ 2006 MS/ 234/ 2006 MS/ 605/ 2006 MS/ 633/ 2006 MS/ 700/ 2006 MS/ 703/ 2006 MS/ 732/ 2006 MS/ 732/ 2006 MS/ 733/ 2006 MS/ 733/ 2006 MS/ 744/ 2006 MS/ 744/ 2006 MS/ 744/ 2006 MS/ 745/ 2006 MS/ 745/ 2006 MS/ 745/ 2006 MS/ 745/ 2006 MS/ 746/ 2006 MS/ 746/ 2006 MS/ 746/ 2006 MS/ 760/ 2006 MS/ 770/ 2006 MS/ 782/ 2006 MS/ 790/ 2006 MS/ 859/ 2006 MS/ 859/ 2006 MS/ 859/ 2006 Total Pembeli Palm Mas Asri Palm Mas Asri Pacific Palmindo Palm Mas Asri Permata Hijau Sawit Palm Mas Asri Palm Mas Asri Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Pasific Palmindo Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Pamina Adolina Pamina Adolina Multymas N A Multymas N A Multymas N A Musim Mas Musim Mas Musim Mas Musim Mas Musim Mas Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Musim Mas Musim Mas Musim Mas Multymas N A Multymas N A Multymas N A Jumlah Bulan Ini Realisasi Pengapalan/Penyerahan Lokal Produksi Sawit PTPN-IV Bulan September 2006 (01-09 s/d 30-09-2006) Pengapalan Kuantitas (Kg) Per Kg (Rp) Hasil Netto (Rp) kapal Tanggal Truck Clossing 30-09-2006 150,000 3,505.46 525,819,000.00 Truck Clossing 30-09-2006 732,930 3,551.82 2,603,235,432.60 Truck Clossing 30-09-2006 498,410 3,882.73 1,935,191,459.30 Truck Clossing 30-09-2006 2,000,000 3,723.64 7,447,280,000.00 Truck Clossing 30-09-2006 500,000 3,788.19 1,894,095,000.00 Truck Clossing 30-09-2006 2,500,000 3,977.28 9,943,200,000.00 Truck Clossing 30-09-2006 1,200,000 3,977.28 4,772,736,000.00 Truck Clossing 30-09-2006 500,000 4,055.46 2,027,730,000.00 Truck Clossing 30-09-2006 500,000 4,057.28 2,028,640,000.00 Truck Clossing 30-09-2006 3,030 4,050.00 12,271,500.00 Truck Clossing 30-09-2006 500,000 3,958.19 1,979,095,000.00 Truck Clossing 30-09-2006 500,000 3,943.64 1,971,820,000.00 Truck Clossing 30-09-2006 500,000 3,819.10 1,909,550,000.00 Truck Clossing 30-09-2006 500,000 3,816.37 1,908,185,000.00 Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 30-09-2006 750,000 750,000 7,320 2,800 162,760 416,760 973,020 500,000 750,000 750,000 750,000 750,000 500,000 479,080 271,890 254,380 500,000 1,000,000 500,000 500,000 500,000 500,000 500,000 500,000 491,190 500,000 999,450 25,143,020 3,333.64 3,333.64 3,543.64 3,560.91 3,820.91 3,906.37 3,977.28 3,977.28 3,977.28 3,977.28 3,977.28 3,977.28 3,977.28 3,977.28 3,977.28 3,977.28 3,977.28 3,977.28 3,977.28 3,977.28 4045.46 4,045.46 4,073.64 3,927.28 3,783.64 3,783.64 3,783.64 2,500,230,000.00 2,500,230,000.00 25,939,444.80 9,970,548.00 621,891,311.60 1,628,018,761.20 3,869,972,985.60 1,988,640,000.00 2,982,960,000.00 2,982,960,000.00 2,982,960,000.00 2,982,960,000.00 1,988,640,000.00 1,905,435,302.40 1,081,382,659.20 1,011,740,486.40 1,988,640,000.00 3,977,280,000.00 1,988,640,000.00 1,988,640,000.00 2,022,730,000.00 2,032,730,000.00 2,036,820,000.00 1,963,640,000.00 1,858,486,131.60 1,891,820,000.00 3,781,558,998.00 97,553,765,020.70 Penyerahan Dari SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN ADO SAL PAM BAJ MAY ABA PUR ABA ABA PUR MAY PAM DOS PAB TIN DOS PAM BAJ PAB TIN PAB ABA PUR ABA MAY DOS PAM

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 8j. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Oktober 2006
Nomor Kontrak MS/ 631/ 2006 MS/ 752/ 2006 MS/ 867/ 2006 MS/ 868/ 2006 MS/ 877/ 2006 MS/ 883/ 2006 MS/ 932/ 2006 MS/ 937/ 2006 MS/ 940/ 2006 MS/ 953/ 2006 MS/ 234/ 2006 MS/ 234/ 2006 MS/ 812/ 2006 MS/ 812/ 2006 MS/ 812/ 2006 MS/ 836/ 2006 MS/ 836/ 2006 MS/ 840/ 2006 MS/ 840/ 2006 MS/ 847/ 2006 MS/ 856/ 2006 MS/ 856/ 2006 MS/ 859/ 2006 MS/ 859/ 2006 MS/ 871/ 2006 MS/ 871/ 2006 MS/ 915/ 2006 MS/ 915/ 2006 MS/ 915/ 2006 MS/ 916/ 2006 MS/ 916/ 2006 MS/ 916/ 2006 MS/ 917/ 2006 MS/ 917/ 2006 Total Realisasi Pengapalan/Penyerahan Lokal Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Oktober 2006 (01-10 s/d 31-10-2006) Pengapalan Pembeli Kuantitas (Kg) Per Kg (Rp) Hasil Netto (Rp) kapal Tanggal Palm Mas Asri Truck Clossing 31-10-2006 165,420 3,551.82 587,542,064.40 Palm Mas Asri Truck Clossing 31-10-2006 1,300,000 3,977.28 5,170,464,000.00 Palm Mas Asri Truck Clossing 31-10-2006 2,000,000 3,783.64 7,567,280,000.00 Palm Mas Asri Truck Clossing 31-10-2006 2,000,000 3,783.64 7,567,280,000.00 Permata Hijau Sawit Truck Clossing 31-10-2006 1,000,000 3,791.82 3,791,820,000.00 Permata Hijau Sawit Truck Clossing 31-10-2006 500,000 3,789.10 1,894,550,000.00 Permata Hijau Sawit Truck Clossing 31-10-2006 500,000 3,762.73 1,881,365,000.00 Permata Hijau Sawit Truck Clossing 31-10-2006 1,000,000 3,798.19 3,798,190,000.00 Permata Hijau Sawit Truck Clossing 31-10-2006 500,000 3,808.19 1,904,095,000.00 Palm Mas Asri Truck Clossing 31-10-2006 1,140,000 3,738.19 4,261,536,600.00 Pamina Adolina Pamina Adolina Musim Mas Musim Mas Musim Mas Musim Mas Musim Mas Musim Mas Musim Mas Multymas N A Musim Mas Musim Mas Multymas N A Multymas N A Musim Mas Musim Mas Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Jumlah Bulan Ini Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 31-10-2006 729,360 366,270 500,000 250,000 250,000 250,000 250,000 250,000 250,000 500,000 250,000 250,000 8,810 550 677,610 675,250 1,000,000 948,670 962,700 1,000,000 782,190 803,330 33,640 665,910 21,759,710 3,333.64 3,333.64 3,827.28 3,827.28 3,827.28 3,878.19 3,878.19 3,870.91 3,870.91 3,818.19 3,783.64 3,783.64 3,783.64 3,783.64 3,783.64 3,783.64 3,704.55 3,704.55 3,704.55 3,704.55 3,704.55 3,704.55 3,704.55 3,704.55 3,754.12 2,431,423,670.40 1,221,012,322.80 1,913,640,000.00 956,820,000.00 956,820,000.00 969,547,500.00 969,547,500.00 967,727,500.00 967,727,500.00 1,909,095,000.00 945,910,000.00 945,910,000.00 33,333,868.40 2,081,002.00 2,563,832,300.40 2,554,902,910.00 3,704,550,000.00 3,514,395,448.50 3,566,370,285.00 3,704,550,000.00 2,897,661,964.50 2,975,976,151.50 124,621,062.00 2,466,896,890.50 81,688,475,540.40 Penyerahan Dari SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN ADO SAL PAB ABA PUR ABA PUR ABA PUR DOS ABA PUR MAY PAM ABA PUR PAB TIN DOS BAJ MAY PAM PAB BAJ

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 8k. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan November 2006
Nomor Kontrak MS/ 1024/ 2006 MS/ 871/ 2006 MS/ 949/ 2006 MS/ 931/ 2006 MS/ 917/ 2006 MS/ 966/ 2006 MS/ 965/ 2006 MS/ 234/ 2006 MS/ 915/ 2006 MS/ 917/ 2006 MS/ 967/ 2006 MS/ 965/ 2006 MS/ 915/ 2006 MS/ 966/ 2006 MS/ 968/ 2006 MS/ 965/ 2006 MS/ 871/ 2006 MS/ 943/ 2006 MS/ 949/ 2006 MS/ 1024/ 2006 MS/ 917/ 2006 MS/ 967/ 2006 MS/ 968/ 2006 MS/ 965/ 2006 MS/ 916/ 2006 MS/ 917/ 2006 MS/ 968/ 2006 MS/ 965/ 2006 MS/ 916/ 2006 MS/ 917/ 2006 MS/ 967/ 2006 MS/ 968/ 2006 MS/ 965/ 2006 MS/ 1020/ 2006 MS/ 1072/ 2006 MS/ 234/ 2006 MS/ 1061/ 2006 MS/ 1063/ 2006 MS/ 985/ 2006 MS/ 1061/ 2006 Total Pembeli Musim Mas Musim Mas Musim Mas Musim Mas Multymas N A Multymas N A Multymas N A Pamina Adolina Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Musim Mas Musim Mas Musim Mas Musim Mas Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Multymas N A Inti Benua P Inti Benua P Pamina Adolina Palm Mas Asri Palm Mas Asri Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Jumlah Bulan Ini Realisasi Pengapalan/Penyerahan Lokal Produksi Sawit PTPN-IV Bulan November 2006 (01-11 s/d 30-11-2006) Pengapalan Kuantitas (Kg) Per Kg (Rp) Hasil Netto (Rp) kapal Tanggal Truck Clossing 30-11-2006 500,000 3,877.28 1,938,640,000.00 Truck Clossing 30-11-2006 322,390 3,783.64 1,219,807,699.00 Truck Clossing 30-11-2006 1,000,000 9,738.19 3,738,190,000.00 Truck Clossing 30-11-2006 500,000 9,762.73 1,881,365,000.00 Truck Clossing 30-11-2006 84,090 3,704.55 311,515,609.50 Truck Clossing 30-11-2006 1,500,000 3,738.19 5,607,285,000.00 Truck Clossing 30-11-2006 94,260 3,738.19 352,361,789.00 Truck Clossing 30-11-2006 388,730 3,333.64 1,279,217,677.20 Truck Clossing 30-11-2006 51,330 3,704.55 190,154,551.50 Truck Clossing 30-11-2006 500,000 3,704.55 1,852,275,000.00 Truck Clossing 30-11-2006 1,000,000 3,738.19 3,738,190,000.00 Truck Clossing 30-11-2006 39,560 3,738.19 147,882,796.40 Truck Clossing 30-11-2006 37,300 3,704.55 138,179,715.00 Truck Clossing 30-11-2006 1,000,000 3,738.19 3,738,190,000.00 Truck Clossing 30-11-2006 500,000 3,738.19 1,869,095,000.00 Truck Clossing 30-11-2006 172,360 3,738.19 644,314,428.40 Truck Clossing 30-11-2006 324,750 3,783.64 122,737,090.00 Truck Clossing 30-11-2006 500,000 3,774.55 1,887,275,000.00 Truck Clossing 30-11-2006 1,000,000 3,738.19 3,738,190,000.00 Truck Clossing 30-11-2006 273,390 3,887.28 1,060,009,579.20 Truck Clossing 30-11-2006 466,360 3,704.55 1,727,653,938.00 Truck Clossing 30-11-2006 1,000,000 3,738.19 3,738,190,000.00 Truck Clossing 30-11-2006 500,000 3,738.19 1,869,095,000.00 Truck Clossing 30-11-2006 266,270 3,738.19 995,367,851.30 Truck Clossing 30-11-2006 217,810 3,704.55 806,888,035.50 Truck Clossing 30-11-2006 500,000 3,704.55 1,852,275,000.00 Truck Clossing 30-11-2006 500,000 3,738.19 1,869,095,000.00 Truck Clossing 30-11-2006 196,120 3,738.19 733,133,822.80 Truck Clossing 30-11-2006 196,670 3,704.55 728,573,848.50 Truck Clossing 30-11-2006 750,000 3,704.55 2,778,412,500.00 Truck Clossing 30-11-2006 500,000 3,738.19 1,869,095,000.00 Truck Clossing 30-11-2006 914,110 3,738.19 3,417,116,860.00 Truck Clossing 30-11-2006 40,560 3,738.19 151,620,986.40 Truck Clossing 30-11-2006 2,000,000 3,857.28 7,714,560,000.00 Truck Clossing 30-11-2006 15,510 4,135.55 64,126,870.50 Truck Clossing 30-11-2006 20,640 3,333.64 68,806,329.60 Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing 30-11-2006 30-11-2006 30-11-2006 30-11-2006 2,860,000 2,525,000 500,000 500,000 24,252,210 3,738.19 3,914.55 3,738.19 3,780.00 3,763.76 10,691,223,400.00 9,884,238,750.00 1,869,095,000.00 1,890,000,000.00 91,279,444,129.70 Penyerahan Dari ABA ABA ABA ABA BAJ BAJ BAJ SAL TIN TIN TIN TIN DOS DOS DOS DOS PUR PUR PUR PUR PAB PAB PAB PAB MAY MAY MAY MAY PAM PAM PAM PAM PAM OSA OSA ADO SAN SAN SAN SAN

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 8l. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV Bulan Desember 2006
Nomor Kontrak MS/ 966/ 2006 MS/ 1061/ 2006 MS/ 1058/ 2006 MS/ 1058/ 2006 MS/ 965/ 2006 MS/ 1062/ 2006 MS/ 1058/ 2006 MS/ 1063/ 2006 MS/ 1058/ 2006 MS/ 1062/ 2006 MS/ 965/ 2006 MS/ 986/ 2006 MS/ 1138/ 2006 MS/ 1038/ 2006 MS/ 1035/ 2006 MS/ 965/ 2006 MS/ 986/ 2006 MS/ 1062/ 2006 MS/ 1077/ 2006 MS/ 1063/ 2006 MS/ 1187/ 2006 MS/ 488 / XI/ 2006 MS/ 1024/ 2006 MS/ 1036/ 2006 MS/ 1035/ 2006 MS/ 1035/ 2006 MS/ 1101/ 2006 MS/ 1110/ 2006 MS/ 1203/ 2006 MS/ 968/ 2006 MS/ 985/ 2006 MS/ 1082/ 2006 MS/ 1061/ 2006 MS/ 1063/ 2006 MS/ 985/ 2006 MS/ 1061/ 2006 MS/ 1058/ 2006 MS/ 1083/ 2006 MS/ 1063/ 2006 MS/ 1072/ 2006 MS/ 1176/ 2006 MS/ 1209/ 2006 MS/ 1260/ 2006 MS/ 1080/ 2006 MS/ 631/ 2006 MS/ 832/ 2006 MS/ 962/ 2006 MS/ 1114/ 2006 MS/ 1073/ 2006 MS/ 1092/ 2006 MS/ 1029/ 2006 MS/ 1258/ 2006 MS/ 1029/ 2006 MS/ 631/ 2006 MS/ 1030/ 2006 Total Multymas NA Multymas NA Multymas NA Multymas NA Multymas NA Multymas NA Multymas NA Multymas NA Multymas NA Multymas NA Multymas NA Multymas NA Musim Mas Musim Mas Musim Mas Multymas NA Multymas NA Multymas NA Musim Mas Multymas NA Musim Mas Pamina adolina Musim Mas Musim Mas Musim Mas Musim Mas Musim Mas Musim Mas Musim Mas Multymas NA Multymas NA Multymas NA Multymas NA Multymas NA Multymas NA Multymas NA Multymas NA Multymas NA Multymas NA Inti Benua P Inti Benua P Inti Benua P Inti Benua P Pasific Palmindo Palm Mas Asri Pasific Palmindo Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Permata Hijau Sawit Palm Mas Asri Pasific Palmindo Palm Mas Asri Palm Mas Asri Palm Mas Asri Jumlah Bulan Ini Pembeli Realisasi Pengapalan/Penyerahan Lokal Produksi Sawit PTPN-IV Bulan Desember 2006 (01-12 s/d 31-12-2006) Pengapalan Kuantitas (Kg) Per Kg (Rp) kapal Tanggal Truck Clossing 31-12-2006 327,640 3,758.48 Truck Clossing 31-12-2006 1,000,000 3,964.55 Truck Clossing 31-12-2006 750,000 3,914.55 Truck Clossing 31-12-2006 359,040 3,914.55 Truck Clossing 31-12-2006 405,740 3,738.19 Truck Clossing 31-12-2006 1,500,000 3,964.85 Truck Clossing 31-12-2006 750,000 3,914.65 Truck Clossing 31-12-2006 500,000 3,964.55 Truck Clossing 31-12-2006 344,850 3,914.55 Truck Clossing 31-12-2006 533,910 3,914.55 Truck Clossing 31-12-2006 500,000 3,964.55 Truck Clossing 31-12-2006 460,440 3,738.29 Truck Clossing 31-12-2006 169,180 4,272.73 Truck Clossing 31-12-2006 1,000,000 3,964.55 Truck Clossing 31-12-2006 750,000 3,914.55 Truck Clossing 31-12-2006 233,730 3,738.19 Truck Clossing 31-12-2006 500,000 3,800.00 Truck Clossing 31-12-2006 500,000 3,964.55 Truck Clossing 31-12-2006 500,000 4,125.48 Truck Clossing 31-12-2006 92,420 3,964.55 Truck Clossing 31-12-2006 113,250 4,619.40 Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing Truck Clossing 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 31-12-2006 20,000 226,610 1,000,000 350,150 750,000 500,000 250,000 171,080 88,890 459,440 500,000 1,000,000 822,060 303,880 1,000,000 632,210 232,680 48,360 934,490 1,000,000 1,000,000 586,580 500,000 1,650 1,590 500,000 250,000 500,000 500,000 500,000 500,000 975,000 100,000 2,000,000 29,582,820 4,839.40 3,877.25 3,964.55 3,914.55 3,914.55 4,121.82 4,148.49 4,847.28 3,738.49 3,738.49 3,964.55 3,964.55 3,964.55 3,738.49 3,964.55 3,914.55 3,964.55 3,964.55 4,134.55 4,484.65 4,592.78 4,666.19 4,110.91 3,551.82 3,382.25 3,798.19 4,148.29 4,134.55 4,123.54 3,914.55 4,668.49 3,914.55 3,554.82 3,964.55 4,022.99 Hasil Netto (Rp) 1,224,780,571.80 3,964,550,000.00 2,935,912,500.00 1,405,480,032.00 1,518,733,210.60 5,964,825,000.00 2,935,912,500.00 1,982,275,000.00 1,349,932,567.50 2,090,017,390.50 1,982,275,000.00 1,721,212,203.60 722,646,524.90 3,964,550,000.00 2,935,912,500.00 873,727,148.70 1,900,000,000.00 1,982,275,000.00 2,062,730,000.00 366,403,711.00 523,113,075.00 96,752,000.00 878,630,420.60 3,964,550,000.00 1,370,679,682.50 2,935,912,500.00 2,070,910,000.00 1,037,047,500.00 795,066,582.40 321,078,139.10 1,717,474,013.80 1,982,275,000.00 3,964,550,000.00 3,259,097,973.00 1,135,961,177.20 3,964,550,000.00 2,870,545,165.50 922,511,139.50 195,650,542.50 4,070,423,129.50 4,454,550,000.00 4,592,730,000.00 2,738,266,880.20 2,055,455,000.00 5,880,503.00 8,173,540.70 1,899,095,000.00 1,037,047,500.00 2,067,275,000.00 2,061,820,000.00 1,957,275,000.00 2,334,095,000.00 3,816,686,250.00 355,182,000.00 7,929,100,000.00 119,051,555,954.90 Penyerahan Dari DOS DOS DOS DOS BAJ BAJ BAJ BAJ TIN TIN TIN ABA ABA ABA PAB PAB PAB PAB PAB PAB PAB PAB PUR PUR PUR ADO ADO ADO ADO PAM PAM PAM PAM PAM MAY MAY MAY MAY KT, OSA OSA OSA OSA OSA SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN SAN

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 9. Daftar Harga Pasar CPO (Crude Palm Oil) & Kurs Tengah Bank Mandiri, Tahun 2006 Lampiran 9a. Daftar Harga Pasar CPO (Crude Palm Oil) & Kurs Tengah Bank Mandiri, Bulan Januari 2006 BULAN TANGGAL
3 4 5 6 9 11 12 13

LOKASI Rotterdam Medan (US$/Ton) (Rp/Kg)


422,50 422,50 417,50 415,00 415,00 412,50 562,50 405,00 410,00 410,00 407,50 405,00 407,50 410,00 412,50 407,50 415,00 420,00 425,00 3.930 3.930 3.880 3.819 3.770 3.717 5.025 3.531 3.585 3.630 3.669 3.652 3.620 3.610 3.804 3.678 3.640 3.676 3.734

KURS (US$/Rp)
9.824 9.718 9.698 9.643 9.507 9.548 9.432 9.437 9.417 9.517 9.542 9.527 9.432 9.462 9.487 9.512 9.402 9.417 9.442

JANUARI

16 17 18 19 20 21 24 25 26 27 30

Sumber : Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) & Bank Mandiri

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 9b. Daftar Harga Pasar CPO (Crude Palm Oil) & Kurs Tengah Bank Mandiri, Bulan Februari 2006 BULAN TANGGAL
1 2 3 4 6 7 8 9 10

LOKASI Rotterdam Medan (US$/Ton) (Rp/Kg)


450,00 432,50 432,50 452.50 432,50 435,00 345,00 432,50 440,00 442,50 437,50 440,00 430,00 430,00 430,00 430,00 430,00 430,00 430,00 430,00 430,00 3.975 3.843 3.849 3.980 3.839 3.827 3.828 3.832 3.804 3.870 3.909 3.859 3.877 3.776 3.778 3.781 3.785 3.795 3.824 3.789 3.797

KURS (US$/Rp)
9.367 9.382 9.357 9.341 9.326 9.266 9.276 9.271 9.246 9.276 9.279 9.261 9.266 9.271 9.276 9.286 9.311 9.382 9.296 9.316 9.276

FEBRUARI

13 14 15 16 17 20 21 22 23 24 27 28

Sumber : Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) & Bank Mandiri

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 9c. Daftar Harga Pasar CPO (Crude Palm Oil) & Kurs Tengah Bank Mandiri, Bulan Maret 2006 BULAN TANGGAL
1 2 3 6 7 8 9 10 13

LOKASI Rotterdam Medan (US$/Ton) (Rp/Kg)


440,00 442,50 445,00 445,00 440,00 440,00 450,00 447,50 447,50 447,50 447,50 447,50 447,50 430,00 430,00 430,00 430,00 427,50 427,50 427,50 427,50 3.781 3.858 3.896 3.919 3.920 3.868 3.904 4.046 3.992 3.966 3.951 3.922 3.922 3.740 3.740 3.740 3.735 3.723 3.706 3.700 3.674

KURS (US$/Rp)
9.216 9.246 9.241 9.243 9.241 9.326 9.417 9.352 9.291 9.256 9.189 9.189 9.216 9.176 9.176 9.166 9.135 9.156 9.140 9.075 9.120

MARET

14 15 16 17 20 21 22 23 24 27 28 29

Sumber : Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) & Bank Mandiri

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 9d. Daftar Harga Pasar CPO (Crude Palm Oil) & Kurs Tengah Bank Mandiri, Bulan April 2006 BULAN TANGGAL
3 4 5 6 7 8 11 12 13

LOKASI Rotterdam Medan (US$/Ton) (Rp/Kg)


425,00 427,50 427,50 427,50 432,50 435,00 435,00 437,50 440,00 435,00 435,00 435,00 440,00 442,50 440,00 440,00 442,50 437,50 440,00 440,00 3.692 3.655 3.665 3.659 3.661 3.713 3.713 3.732 3.759 3.790 3.730 3.728 3.724 3.748 3.764 3.764 3.734 3.729 3.692 3.706

KURS (US$/Rp)
9.090 9.055 9.040 9.045 9.050 9.042 9.035 9.040 9.055 9.030 9.025 9.015 8.955 8.945 8.917 8.889 8.849 8.879 8.854 8.819

APRIL

17 18 19 20 21 22 24 25 26 27 28

Sumber : Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) & Bank Mandiri

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 9e. Daftar Harga Pasar CPO (Crude Palm Oil) & Kurs Tengah Bank Mandiri, Bulan Mei 2006 BULAN TANGGAL
1 2 3 4 5 8 9 10 11

LOKASI Rotterdam Medan (US$/Ton) (Rp/Kg)


440,00 440,00 440,00 440,00 440,00 440,00 437,50 435,00 435,00 437,50 440,00 435,00 435,00 435,00 435,00 425,00 425,00 425,00 417,50 417,50 3.692 3.696 3.689 3.687 3.692 3.696 3.675 3.661 3.622 3.628 3.717 3.860 3.781 3.832 3.799 3.850 3.766 3.762 3.741 3.650

KURS (US$/Rp)
8.829 8.814 8.811 8.819 8.829 8.779 8.804 8.769 8.784 8.939 9.221 9.105 9.276 9.196 9.321 9.367 9.357 9.306 9.271 9.266

MEI

15 16 17 18 19 22 23 24 29 30 31

Sumber : Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) & Bank Mandiri

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 9f. Daftar Harga Pasar CPO (Crude Palm Oil) & Kurs Tengah Bank Mandiri, Bulan Juni 2006 BULAN TANGGAL
2 5 6 7 8 9 12 13 14 15

LOKASI Rotterdam Medan (US$/Ton) (Rp/Kg)


427,50 430,00 430,00 430,00 430,00 430,00 430,00 432,50 427,50 427,50 425,00 425,00 420,00 417,50 422,50 427,50 427,50 432,50 432,50 432,50 432,50 3.664 3.775 3.785 3.809 3.832 3.848 3.869 3.854 3.993 3.873 3.828 3.766 3.776 3.750 3.698 3.742 3.774 3.826 3.868 3.858 3.849

KURS (US$/Rp)
9.326 9.286 9.347 9.402 9.442 9.492 9.457 9.487 9.568 9.457 9.367 9.392 9.457 9.392 9.372 9.452 9.452 9.427 9.402 9.382 9.347

JUNI

16 19 20 21 22 23 26 27 28 29 30

Sumber : Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) & Bank Mandiri

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 9g. Daftar Harga Pasar CPO (Crude Palm Oil) & Kurs Tengah Bank Mandiri, Bulan Juli 2006 BULAN TANGGAL
3 4 5 6 7 10 11 12 13

LOKASI Rotterdam Medan (US$/Ton) (Rp/Kg)


432,50 460,00 460,00 460,00 455,00 455,00 457,50 457,50 457,50 457,50 457,50 457,50 480,00 477,50 477,50 477,50 480,00 480,00 480,00 480,00 3.835 3.779 4.021 4.019 4.052 4.017 3.951 3.974 3.976 4.001 4.053 4.053 4.609 4.295 4.235 4.235 4.260 4.246 4.267 4.230

KURS (US$/Rp)
9.211 9.125 9.120 9.196 9.115 9.080 9.075 9.080 9.135 9.256 9.256 9.291 9.281 9.206 9.191 9.216 9.176 9.120 9.140 9.115

JULI

14 17 18 19 20 21 24 26 27 28 31

Sumber : Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) & Bank Mandiri

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 9h. Daftar Harga Pasar CPO (Crude Palm Oil) & Kurs Tengah Bank Mandiri, Bulan Agustus 2006 BULAN TANGGAL 1 2 3 4 7 8 9 10 AGUSTUS 11 14 15 16 22 23 24 25 28 29 30 LOKASI Rotterdam Medan (US$/Ton) (Rp/Kg) 480,00 4.218 510,00 445,00 505,00 502,50 507,50 517,50 525,00 520,00 520,00 522,50 520,00 515,00 507,50 512,50 512,50 512,50 512,50 502,50 4.225 3.896 4.535 4.480 4.440 4.500 4.609 4.674 4.613 4.631 4.662 4.634 4.573 4.500 4.573 4.571 4.581 4.566 KURS (US$/Rp) 9.130 9.146 9.176 9.135 9.105 9.125 9.140 9.120 9.100 9.135 9.146 9.140 9.120 9.125 9.171 9.166 9.186 9.156 9.125

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

31

505,00

4.450

9.146

Sumber : Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) & Bank Mandiri

Lampiran 9i. Daftar Harga Pasar CPO (Crude Palm Oil) & Kurs Tengah Bank Mandiri, Bulan September 2006 BULAN TANGGAL
1 4 5 6 7 8 11

LOKASI Rotterdam Medan (US$/Ton) (Rp/Kg)


505,00 512,50 512,50 505,00 505,00 507,50 507,50 500,00 500,00 500,00 517,50 505,00 510,00 510,00 510,00 510,00 512,50 512,50 492,50 4.485 4.480 4.548 4.546 4.480 4.482 4.510 4.527 4.454 4.461 4.439 4.439 4.497 4.558 4.575 4.555 4.573 4.603 4.638

KURS (US$/Rp)
9.135 9.120 9.115 9.135 9.140 9.146 9.181 9.186 9.201 9.156 9.176 9.171 9.191 9.226 9.186 9.221 9.231 9.281 9.241

SEPTEMBER

12 13 14 15 18 19 20 21 22 25 26 27

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

28 29

502,50 502,50

4.404 4.511

9.251 9.281

Sumber : Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) & Bank Mandiri

Lampiran 9j. Daftar Harga Pasar CPO (Crude Palm Oil) & Kurs Tengah Bank Mandiri, Bulan Oktober 2006 BULAN TANGGAL
2 3 4 5 6 9 10

LOKASI Rotterdam Medan (US$/Ton) (Rp/Kg)


502,50 505,00 495,00 492,50 500,00 500,00 502,50 502,50 500,00 510,00 515,00 515,00 512,50 520,00 520,00 520,00 520,00 4.526 4.522 4.532 4.439 4.411 4.486 4.493 4.521 4.519 4.493 4.588 4.639 4.614 4.593 4.562 4.567 4.630

KURS (US$/Rp)
9.274 9.241 9.261 9.256 9.251 9.266 9.271 9.266 9.266 9.251 9.251 9.201 9.210 9.196 9.206 9.140 9.156

OKTOBER

11 12 13 16 17 18 19 20 30 31

Sumber : Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) & Bank Mandiri
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 9k. Daftar Harga Pasar CPO (Crude Palm Oil) & Kurs Tengah Bank Mandiri, Bulan November 2006 BULAN TANGGAL
1 2 3 6 7 8 9

LOKASI Rotterdam Medan (US$/Ton) (Rp/Kg)


532,50 537,50 532,50 522,50 527,50 520,00 522,50 522,50 522,50 530,00 517,50 532,50 527,50 532,50 565,00 560,00 560,00 4.641 4.765 4.818 4.818 4.674 4.724 4.697 4.672 4.669 4.672 4.753 4.624 4.802 4.746 4.789 5.116 5.063

KURS (US$/Rp)
9.151 9.156 9.158 9.171 9.176 9.156 9.166 9.161 9.166 9.174 9.171 9.221 9.211 9.196 9.191 9.189 9.171

NOVEMBER

10 13 14 15 16 17 20 21 22 23

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

24 25 28 29 30

550,00 555,00 577,50 570,00 555,00

5.054 4.958 5.006 5.257 5.257

9.181 9.179 9.216 9.201 9.211

Sumber : Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) & Bank Mandiri

Lampiran 9l. Daftar Harga Pasar CPO (Crude Palm Oil) & Kurs Tengah Bank Mandiri, Bulan Desember 2006 BULAN TANGGAL
2 5 6 7 8 9

LOKASI Rotterdam Medan (US$/Ton) (Rp/Kg)


557,00 552,50 555,00 557,50 460,00 567,50 567,50 572,50 570,00 562,50 557,50 555,00 555,00 552,50 557,50 5.088 5.046 4.989 4.967 5.015 5.021 5.021 5.113 5.147 5.147 5.052 5.001 4.976 4.990 4.959

KURS (US$/Rp)
9.186 9.191 9.151 9.146 9.110 9.125 9.140 9.120 9.110 9.120 9.119 9.120 9.146 9.156 9.140

DESEMBER

11 12 13 14 15 18 19 20 21

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

22 26 27 29

555,00 555,00 555,00 610,00

5.012 5.021 4.975 4.909

9.124 9.118 9.100 9.065

Sumber : Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) & Bank Mandiri

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 10. Perhitungan Elastisitas Transmisi Harga dari Kegiatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Ekspor & Domestik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Tahun 2006 Lampiran 10a. Perhitungan Elastisitas Transmisi Harga dari Kegiatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Ekspor PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Tahun 2006
Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rata-Rata Harga di tingkat Produsen (Pf) 3,051.63 3,361.89 3,375.78 3,236.86 3,167.39 3,297.06 3,297.06 3,389.67 3,347.99 3,473.03 3,834.22 4,218.56 3,420.93 Harga ditingkat Pemasar (Pr) 3,317.02 3,203.73 3,174.89 3,212.32 3,326.38 3,508.59 3,400.78 3,511.41 3,629.84 3,666.89 3,995.85 3,932.81 3,490.04 Margin Pemasaran (M) 265.39 -158.16 -200.89 -24.54 158.99 211.53 103.72 121.74 281.85 193.86 161.63 -285.75 69.11 dPr / dPf -0.37 -2.08 -0.27 -1.64 1.41 0.00 1.19 -2.84 0.30 0.91 -0.16 Pf / Pr 0.92 1.05 1.06 1.01 0.95 0.94 0.97 0.97 0.92 0.95 0.96 Et -0.34 -2.18 -0.29 -1.65 1.34 0.00 1.16 -2.74 0.27 0.86 -0.16 -0.34

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 10b. Perhitungan Elastisitas Transmisi Harga dari Kegiatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Domestik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) Tahun 2006
Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rata-Rata Harga di tingkat Produsen (Pf) 3,051.63 3,361.89 3,375.78 3,236.86 3,167.39 3,297.06 3,297.06 3,389.67 3,347.99 3,473.03 3,834.22 4,218.56 3,420.93 Harga ditingkat Pemasar (Pr) 3,302.10 3,310.36 3,356.44 3,440.25 3,386.00 3,448.28 3,536.35 3,624.80 3,624.80 3,754.12 3,763.76 4,022.99 3,547.52 Margin Pemasaran (M) 250.47 -51.53 -19.34 203.39 218.61 151.22 239.29 235.13 276.81 281.09 -70.46 -195.57 126.59 dPr / dPf 0.03 3.32 -0.60 0.78 0.48 0.00 0.96 0.00 1.03 0.03 0.67 Pf / Pr 0.92 1.02 1.01 0.94 0.94 0.96 0.93 0.94 0.92 0.93 1.02 Et 0.02 3.37 -0.61 0.73 0.45 0.00 0.89 0.00 0.96 0.02 0.69 0.59

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009

Lampiran 11. Volume Penjualan dan Pendapatan Pemasaran CPO (Crude Palm Oil) Domestik dan Ekspor PT Perkebunan Nusantara IV, Tahun 2006
Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Ekspor Jumlah Harga Rata-Rata Penjualan (Kg) (US$ cent/Kg) 11,249,589 8,149,782 22,979,341 29,320,652 19,298,770 25,154,262 25,308,165 28,499,159 26,748,667 28,199,285 8,438,000 24,245,374 257,591,046 34.828 34.445 34.446 35.768 36.784 37.266 37.090 38.418 39.502 39.715 43.523 43.071 Kurs Rata-Rata (US$/Rp) 9,524 9,301 9,217 8,981 9,043 9,415 9,169 9,140 9,189 9,233 9,181 9,131 Total Pendapatan Ekspor (Rp) 37,315,097,305.31 26,109,696,604.48 72,956,829,852.53 94,187,436,460.90 64,194,986,972.14 88,256,090,212.20 86,067,554,515.85 100,072,095,108.23 97,093,348,789.91 103,403,561,966.55 33,716,953,863.94 95,352,522,299.52 898,726,173,951.54 Lokal Jumlah Harga Rata-Rata Penjualan (Kg) (Rp/Kg) 18,094,892 7,439,140 19,839,230 11,290,130 12,526,080 11,287,420 15,335,710 20,756,519 25,143,020 21,759,710 24,252,210 29,592,820 217,316,881 3,302.10 3,310.36 3,356.44 3,440.25 3,386.00 3,448.28 3,536.35 3,624.80 3,624.80 3,754.12 3,763.76 4,022.99 Total Pendapatan Lokal (Rp) 59,751,142,873.20 24,626,231,490.40 66,589,185,141.20 38,840,869,732.50 42,413,306,880.00 38,922,184,637.60 54,232,438,058.50 75,238,230,071.20 91,138,418,896.00 81,688,562,505.20 91,279,497,909.60 119,051,618,931.80 783,771,687,127.20 Total Pendapatan Ekpor & Lokal (Rp) 97,066,240,178.51 50,735,928,094.88 139,546,014,993.73 133,028,306,193.40 106,608,293,852.14 127,178,274,849.80 140,299,992,574.35 175,310,325,179.43 188,231,767,685.91 185,092,124,471.75 124,996,451,773.54 214,404,141,231.32 1,682,497,861,078.74

Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007. USU Repository 2009