ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS – EMERGENCY PADA TN.M DENGAN VENTRIKEL FIBRILASI DAN MIOCARD INFARK DI UNIT EMERGENCY RS.

JP HARAPAN KITA JAKARTA

Disusun oleh : Janu Windarto Dian aseani Ening Pattiwi Nurroikhatul Jannah Rini Nim : 010211a056 Nim : 101211a048 Nim : 010211a051 Nim : 010211a068 Nim : 010211a076

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI IMU KESEHATAN NGUDI WALUYO UNGARAN 2012

00. kaji irama setelah dilakukan defibrilasi.JP HARAPAN KITA JAKARTA Pengkajian Tn. Primary survey dilakukan di UGD 1. bahasa sehari 0. apneu. Circulation Tindakan :  Lakukan Defibrilasi 360 joule untuk Monophasic / 250 joule untuk Biphasic. diperoleh gambaran Ventrikel Fibrilasi.  Pasang IV line . suku jawa. agama islam.hari yang digunakan bahasa indonesia. tidak ada respon nadi carotis tidak teraba. klien dibawa teman kantor ke unit emergency RSJP Harapan Kita pada tanggal 22 Oktober 2010 jam 09. jantung berhenti berdenyut.M DENGAN VENTRIKEL FIBRILASI DAN MIOCARD INFARK DI UNIT EMERGENCY RS. bila irama menetap.ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS – EMERGENCY PADA TN. M usia 63 tahun pendidikan SMA pekerjaan supir TELKOM. Riwayat penyakit sekarang : 1 hari sebelumnya klien mengeluh masuk angin disertai nyeri dada. dengan keluhan masuk angin pada saat masuk unit emergency kesadaraan sudah menurun. quick look. Dc shock.

kaji irama bila tetap  Lakukan kembali Defibrilasi 360 joule untuk Monophasic / 250 joule untuk Biphasic. Airway Tindakan : Lakukan tindakan triple manuver : head till. berikan Epineprin 1 mg IV. Breathing Tindakan :  Lakukan bagging untuk pemberian bantuan respirasi. kaji irama setelah dilakukan defibrilasi. Lakukan Resusitasi jantung paru.kaji irama bila irama menetap  Lakukan kembali Defibrilasi 360 joule untuk Monophasic / 250 joule untuk Biphasic. dapat diulang dengan dosis 150 mg   Untuk dosis mentenen 10-20 mg/kg/24 jam Pertimbangkan pemberian inotropik (dobutamin) 3-10 πg/jam dengan siringpum. bila irama menetap  Lakukan kembali Resusitasi Jantung Paru. 3. bila irama menetap  Lakukan kembali Resusitasi Jantung Paru. Bila tidak ada respon untuk respirasi/ tidak pernafasan tidak adekuat . kaji irama setelah dilakukan defibrilasi. berikan Epineprin 1 mg IV bisa di ulang 3 – 5 menit / Vasopresin 40 unit IV dosis tunggal. jaw thrust. chin lift. pertimbangkan pemberian Amiodaron 300 mg bolus IV lambat. 2.

hygienes mulut 5. Specialis syaraf dalam rangka pemberian terapi dengan masalah neurologis. Kepala Tindakan : Pertahankan posisi extensi 2. Hidung Tindakan : Pertahankan airway. Dada . Mulut Tindakan : Pertahankan airway. Disability Tindakan : Kolaborasi dengan dr. Telinga 6. Secondary survey selanjutnya dilakukan di bangsal ICU 1. bersihan rongga hidung 4. 5. Mata Tindakan : Pantau ukuran dan reaksi pupil 3. Exposure Tindakan     Bebaskan badan dari pakaian yang melekat Lakukan pemasangan NGT untuk mengatasi mutahnya Lakukan pemasangan DC Berikan selimut penghangat badan untuk memperlancar sirkulasi.  Siapkan peralatan untuk intubasi Persiapkan respirator mekanik 4.

8. Jantung Tindakan : Evaluasi ECG perhari.Tindakan : Monitor CVP untuk mengetahui tekanan cairan dijantung. Abdomen Tindakan : Evaluasi produksi cairan lambung.cpg) dan pengobatan AMI. Ekstremitas Tindakan : Lakukan pemantuan IV line. Lakukan penilaian kekuatan otot ekstremitas. 9. Paru Tindakan : Analisa pemberian deurisis. aspirin. perawatan DC. Genitalia dan anus Tindakan : Kolaborasi pemberian obat pencahar. Kolaborasi medis pemberian remodeling (captopril. 7. Kolaborasi ahli gizi pemberian diet 10. Kolaborasi medis . 11. gas darah (AGD). Alih baring. Kolaborasi medis pemberian obat untuk managemen lambung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful