Anda di halaman 1dari 4

Semen dental

Klasifikasi demen dental adalah i. Semen sebagai bahan tambal / restorasi dan perlindungan pulpa ii. Semen sebagai bahan pengikat / perekat

Semen Silikat Komposisi : Powder : Silica, alumina, senyawa Fluorida seperti NaF, CaF2, Na2AlF6. Juga Garam kalsium seperti Ca(H2PO4). H2O dan CaO. Liquid : Larutan dari asam Fosfor dengan garam dapar.

Sifat : Relatif kuat menahan tekanan kompresi tetapi lemah dalam menahan tekanan tarik. Memiliki sifat antikaries.

Semen Ionomer Kaca Komposisi : Powder : kaca kalsium Fluoroalumino silikat yang larut dalam asam. Liquid : Larutan asam poliakrilat dengan konsentrasi 50 %.

Sifat : Sifat fisik : cendrung lebih tahan asam dan juga lebih rentan terhadap keausan. Sifat biologi : mempunyai sifat antikaries, relative biokompatibel.

Kelebihan : Mempunyai kecocokan biologis, dapat melekat pada email dan dentin, bersifat antikariogenik.

Semen ionomer kaca dengan modifikasi logam Semen ionomer kaca yang telah dimodifikasi memasukkakn partikel-partikel logam

sebagai bahan pengisi untuk meningkatkan kekuatan, ketahanan terhadap fraktur dan keausan.

Sifat : Cepat mengeras. Rendah kekuatan terhadap fraktur. Rapuh, sehingga perlu pendekatan konservatif.

Semen ionomer kaca dengan modifikasi resin Komposisi : Powder : berupa bahan yang dikeraskan dengan sinar mengandung kaca yang dapat melepaskan ion-ion dan inisiator untuk pengerasan. Liquid : Mengandung air, asam poliakrilat, asam poliakrilat dengan gugus karboksilik yang dimodifikasi dengan monomer metakrilat dan hidroksietilmetakrilat.

Sifat : Sifat fisik : bahan ini melepaskan F dalam jumlah yang sebanding dengan semen ionomer kaca konvensional. Kekuatan tariknya tinggi. Adhesi dengan struktur gigi dan bahan tambalan lain. Kebocoran mikro lebih banyak. Dapat menyerap air.

Semen Oksida Eugenol (OSE) Tersedia dalam bentuk bubuk dan cairan, atau dalam bentuk 2 jenis pasta. Komposisi : Oksida seng dan eugenol

Sifat : Sifat fisik : rasio bubuk dan cairan dari semen ini akan mempengaruhi pengerasan. Semakin tinggi akan semakin cepat. Alas pengadukan yang dingin akan memperlambat

waktu pengerasan.

Semen Seng Fosfat Komposisi : Powder : oksida seng (90%) dan oksida magnesium (10%) Liquid : fosfor, air, aluminium fosfat dan beberapa seng fosfat

Sifat : Daya larut relative rendah di dalam air, keasaman semen tinggi

Manipulasi : Campurkan bubuk dan liquid dengan ratio 6:1 atau sesuai kebutuhan, campurkan sampai tidak padat, aduk mealawan arah jarum jam dan tempatkan tumpatan yang telah diberi semen eugenol subbasis.

Semen seng silikofosfat Komposisi : Powder : Bubuk semen ini merupakan campuran/ kombinasi antara bubuk seng oksida dan silikat, keduabubuk ini dapat bergabung meskipun tidak sempurna. Liquid : Cairan semen ini sama dengan cairan semen fosfat dan silikat.

Sifat : Kelarutan yang rendah dalam rongga mulut Memiliki kandungan fiuorida yang bertujuan untuk mencegah terjadinya karies sekunder Dapat meremineralisasi email dan dentin.

Semen seng polikarboksilat Komposisi : Liquid : Air dari asam poliakrilat/kopolimer asam akrilik dengan asam karboksilat lain

yang tidak jenuh seperti asam itatonik. Powder : oksida seng dengan sejumlah oksida Mg, bismuth dan aluminium.

Sifat : Tidak sekaku semen seng fosfat Modulus elastisitas kurang setengah dari semen seng fosfat. Sulit membuang kelebihan semen setelah keras. Daya larut rendah. Ketebalan lapisan Daya larut di dalam air rendah Hanya sedikit mengiritasi pulpa Ukuran molekul asam polikarboksilat yang lebih besar dibandingkan molekul asam fosfor, membatasi penyebarannya melalui tubulus-tubulus dentin.

Basis semen Berfungsi sebagai lapisan semen pelindung yang lebih tebal yang ditempatkan dibawah tambalan. Berguna untuk mendukung pemulihan pulpa dan cedera dan melindungi dari trauma (syok panas dan iritasi kimia). Basis ini sebagai pengganti dentin pelindung yang rusak karena karies, pengeboran kavitas atau keduanya. Bahan yang digunakan sebagai basis antara lain : semen seng fosfat, semen OSE, semen polikarboksilat dan semen ionomer kaca.