Anda di halaman 1dari 11

JOURNAL READING

Judul Tulisan

:Oral Olanzapine Versus Oral Haloperidol In The Maintenance Treatment Of

Schizophrenia and Related Psychoses

Penulis

:P. V. Tran, M A Dellva, G D Tollefson, A L Wentley and C M Beasley, Jr

Nama jurnal

: The British Journal of Psychiatry

Volume, nomor dan tahun terbit

: Volume 172 Hal. 499-505 Tahun 1998

Topik Judul dan abstrak

No

Keterangan Indicate the

Ditemukan di halaman berapa, jelaskan studys 1. Dijelaskan pada halaman 499 pada bagian

1 1.

material (ex plant) and metode. Adapun kutipan kalimatnya adalah subject (human or animal) sebagai berikut : 2. Provide in the abstract The subjects met criteria for schizophrenia, an informative and schizophreniform disorder or schizoaffective balanced summary of what disorder. was done and what was Pada found 1. Menjelaskan kalimat tersebut dijelaskan bahwa

subyek untuk penelitian ini adalah pasien subyek dengan skizofrenia, gangguan

penelitian

schizophreniform atau gangguan skizoafektif.

2. Memberikan ringkasan 2. Terdapat pada halaman 499 dengan yang informatif dan kalimat sebagai berikut: seimbang atas apa yang In the present study we report the results of dilakukan dan apa yang the maintenance phases of three studies ditemukan (hasil) dalam comparing olanzapine with haloperidol in

Penugasan Jurnal Kasus Skizofrenia 1

abstrak

treating schizophrenia and related psychoses.

Pada

kalimat

diatas

dikatakan

bahwa

penelitian ini melaporkan hasil dari 3 studi tentang perbandingan efikasi bagi olanzapin pasien

dibandingkan

haloperidol

skizofren atau penyakit

psikosis lainnya.

Namun, apa yang dilakukan terhadap subjek penelitian tidak dijelaskan di dalam abstrak. Hasil penelitian secara spesifik juga tidak dijelaskan pada abstrak.

Introduksi Latarbelakang 2 Explain the scientific Dijelaskan pada halaman 499 dalam

background and rationale kutipan kalimat sebagai berikut: for the investigation being Olanzapine, reported Menjelaskan belakang yang dan rasional a thienobenzodiazepine

antipsychotic,has exhibited greater efficacy latar compared with placebo against overall

ilmiah psychopathology,

positive

psychotic

mengapa symptoms and negative symptoms in two well controlled studies (Beasley et al, 1996a,6). Compared with haloperidol, olanzapine has demonstrated greater overall efficacy in one study (Tollefson et al, 1997) and greater negative symptom efficacy in two studies (Beasley et al, 19966; Tollefson et al, 1997). Therefore, it is important to determine the efficacy of olanzapine in maintenance therapy. In the present study we report the results of the maintenance phases of three studies

penelitian perlu dilakukan

Penugasan Jurnal Kasus Skizofrenia 2

comparing olanzapine with haloperidol in treating schizophrenia and related psychoses.

Pada

kalimat

diatas

dijelaskan

bahwa

olanzapin merupakan obat yang bermanfaat untuk pengobatan skizofrenia. Penelitian-

penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa olanzapin lebih bermanfaat

dibandingkan placebo ataupun haloperidol secara umum namun untuk manfaat terapi olanzapin dalam maintenance belum

dilakukan sehingga tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk memperjelas mengenai

efikasi

dari

olanzapin

dibandingkan

haloperidol untuk maintenance pada pasien skizofrenia. Tujuan 3 State specific objectives, Tujuan dijelaskan pada halaman 499 pada including any prespecified bagian background, yaitu : hypotheses Menentukan spesifik, compared olanzapine and haloperidol given tujuan orally in maintenance therapy for termasuk schizophrenia and related psychoses.

hipotesis yang diajukan. Pada kalimat diatas telah dikemukakan

mengenai tujuan spesifik dari penelitian yaitu membandingkan dibanding manfaat terapi dalam olazapin terpai

haloperidol

pemeliharaan skizofren dan psikosis lainnya. Namun untuk hipotesis yang diajukan tidak dijelaskan didalam jurnal. Bahan dan Cara

Penugasan Jurnal Kasus Skizofrenia 3

Bahan

Clearly defined how the Terdapat pada halaman 499 pada bagian material were collected metode. and prepared Adapun hal kutipan tersebut kalimat adalah yang sebagai

menjelaskan

Menjelaskan bagaimana berikut: data dikumpulkan dan Data were from double-blind extensions of acute studies.The subjects met criteria for schizophrenia, schizophreniform disorder or schizoaffective disorder. Subjects treated with olanzapine in the three studies were pooled to form the olanzapine group and subjects treated with haloperidol were pooled to form the haloperidol group.

disiapkan.

Dari kalimat diatas telah dijelaskan bahwa data dikumpulkan dari subjek yang mengalami skizofren, skizofreniform atau skizoafektif.

Dimana subjek dibagi dalam kelompok yang menerima terapi haloperidol dan kelompok lainnya mendapat terapi olanzapin. Penelitian dilakukan secara double-blind. Participant penelitian Subyek 5 Eligibility criteria for Kriteria untuk subjek penelitian dijelaskan pada halaman 499 di bagian methods and subjects dengan kalimat sebagai berikut : To be eligible for the maintenance phase of Study, subjects had to have responded to acute phase therapy (Brief Psychiatric Rating Scale (BPRS; Overall &Gorham, 1962) total score decreased >40% from baseline or was < 18). Subjects included in these analyses had been out-patients during their last acute phase.

participant / subject Kriteria subyek penelitian

Penugasan Jurnal Kasus Skizofrenia 4

Dari kalimat diatas diketahui bahwa Kriteria bagi subjek penelitian psikosis adalah lainnya pasien yang

skizofrenia

atau

responsive terhadap pengobatan fase akut dan telah terbebas dari fase akut mereka.

Intervensi

Precise details of the Terdapat

pada

halaman

499

di

bagian

intervention intended for methods and subjects pada kalimat berikut ini each group and how and : when they were actually The first was the North American Doubleadministered Menjelaskan Blind Olanzapine Trial (Study 1) which

intervensi compared the efficacy of three dose ranges of

yang dilakukan pada tiap olanzapine (52,5 mg/day, 102.5 m/lday, kelompok perlakuan 152.5 mg/day) with placebo and one dose

dengan detail. Termasuk range of haloperidol (155.0 mg/day) in the bagaimana dan kapan treatment of schizophrenia. intervensi diberikan. Pada Studi 1 di Amerika Utara subjek penelitian di bagi menjadi beberapa kelompok. Ada yg mendapat terapi olanzapin dengan placebo dan kelompok yang mendapat terapi haloperidol. The second study was the International Double-Blind Olanzapine Trial (Study 2) which compared treatments identical to those in Study 1 except that a low dose of olanzapine (1 mg/day) replaced placebo

Penugasan Jurnal Kasus Skizofrenia 5

Pada studi 2 kelompok dibagi menjadi 2 dimana kelompok 1 mendapat perlakuan seperti pada studi 1 namun dosis olanzapin yang rendah diganti dengan placebo terapi

sedangkan kelompok 2 mendapat haloperidol. The third study was the International Collaborative Double-BlindOlanzapine

Trial

(Study 3), which compared olanzapine (5-20 mg/day) with haloperidol (5-20 mg/day) in the treatment of schizophrenia, schizophreniform disorder and schizoaffective disorder (Tollefson et al, 1997)

Pada studi 3 pasien skizofren, skizofreniform dan skizoafektif di bagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 mendapat terapi olanzapin 5-20 mg/hari dan kelompok 2 mendapat terapi haloperidol 5-20 mg/hari pula. Outcome 7 Clearly defined primary Dijelaskan pada halaman 499 pada and secondary outcome bagian results, yaitu : measures and, when Olanzapine-treated subjects experienced less (P=0.034).The KaplanMeier

applicable, any methods relapse used to enhance

the estimated one-year risk of relapse was 19.7%

quality of measurements with olanzapine and 28% with haloperidol. (e.g., multiple

observations, training of Outcame yang di jelaskan di dalam jurnal assessors). adalah outcame primer dengan (P=0.034). baik utama Menjelaskan pengukuran Pengukuran menggunakan metode Kaplanoutcome,

Penugasan Jurnal Kasus Skizofrenia 6

maupun sekunder,

Meier menyatakan resiko kambuh 1 tahun menggunakan olanzapin lebih rendah

dibandingkan dengan haloperidol. Besar sampel 8 Subject number used in Dijelaskan the study Jumlah penelitian. pada halaman 499 di bagian

Methods and Subjects dengan kalimat sebagai subyek berikut : Sixty-eight subjects entered the 46-week maintenance phase of Study 1 and were eligible for analysis. Of these, 45 continued on olanzapine and 10 continued on haloperidol.

Pada studi 1 jumlah subjek adalah 45 untuk olanzapin dan 10 menggunakan haloperidol. Seventy-six subjects entered the 46-week maintenance phase of Study 2 and were eligible for analysis. Of these, 48 continued on standard-dose olanzapine and 14 continued on haloperidol.

Pada studi 2 jumlah subyek penelitian yang mendapat terapi olanzapin sebanyak 48

sedangkan untuk haloperidol sebanyak 14. A total of 690 subjects entered the

maintenance phase of Study 3 and were eligible for analysis. Of these, 534 continued on olanzapine and 156 continued on haloperidol.

Penugasan Jurnal Kasus Skizofrenia 7

Pada studi 3 jumlah subjek yang mendapat terapi olanzapin sebanyak 534 sedeangkan untuk haloperidol sebanyak 156. Metode statistik 9 Statistical methods used Terdapat pada halaman 500 pada bagian to compare groups for statistical methods dengan kalimat sebagai primary outcome(s) and berikut: other outcome Metode statistik Means were analysed using an analysis of yang variance (ANOVA) with the term for treatment untuk included in the model. hasil

digunakan membandingkan

kelompok satu dengan Metode analisis statistic yang digunakan yang kelompok Hasil Alur penelitian 10 Defining the periods of Di jelaskan pada halaman 499 di bagian study and follow-up Menjelaskan subjects and methods yaitu : waktu Subjects were evaluated every two weeks during the maintenance phase of Study 1. adalah ANOVA.

penelitian dan follow-up

Studi 1 dilakukan pada tahun 1996 dan pasien di follow up tiap 2 minggu selama 1 tahun. Subjects were evaluated every two weeks during the maintenance phase of Study 2.

Studi 2 dilakukan pada tahun 1997 dan follow up dilakukan tiap 2 minggu selama 1 tahun Subjects were evaluated every four weeks during the maintenance phase of Study 3.

Penugasan Jurnal Kasus Skizofrenia 8

Follow up pada studi 3 dilakukan tiap 4 minggu selama 1 tahun. Outcome estimasi dan 11 For each primary and Di jelaskan pada halaman 500 di bagian secondary outcome, a results. Adapun kalimatnya adalah sebagai summary of results for berikut : each group . Untuk utama tiap dan The estimated one-year risk of relapse for the outcome two groups was 28.6% for olanzapine and sekunder, 28.6% for haloperidol. (Study 1)

ringkasan atas hasil bagi tiap kelompok. Tidak dijelaskan mengenai outcame sekunder, namun untuk outcame primer pada studi 1 didapatkan olanzapin haloperidol. The estimated one-year risk of relapse for the two groups was 19.6% for olanzapine and 33.5% for haloperidol. (Study 2) hasil lebih resiko rendah kambuh untuk

dibandingkan

Outcame sekunder untuk studi 2 juga tidak dijelaskan namun outcame primer didapatkan hasil olanzapin lebih baik dalam mencegah kambuh bagi subjek penelitian. The estimated one-year risk of relapse for the two groups was 19.2% for olanzapine and 27.9% for haloperidol. (Study 3)

Studi

memperlihatkan

outcame

primer

bahwa olanzapin lebih baik dalam mencegah

Penugasan Jurnal Kasus Skizofrenia 9

kambuh disbanding haloperidol. Diskusi Interpretasi 12 Interpretation results, account of the Dijelaskan di halaman 503 pada bagian

taking

into Maintenance study design features dengan study kalimat sebagai berikut :

hypotheses, sources of There are difficulties in comparing the potential imprecision bias and or results of studies of maintenance therapy for the schizophrenia, even when the studies employ

dangers associated with the same antipsychotic agent and route of multiplicity of analyses administration. Notable differencesin study and outcomes. Interpretasihasil,mempe rhitungkan methodology that make comparisons of results difficult include the potential for adjustments of

hipotesis study treatment; allowance of concomitant subject selection methods,

penelitian, sumber bias medications;

atau ketidaktepatan dan especially the length of time subjects had bahaya berhubungan yang been stable on standard medication prior to dengan study entry; and varying definitions of relapse.

keragaman analisis dan outcome. Terdapat beberapa sumber bias didalam penelitian ini. Generalizability 13 Generalizability (external validity) of the trial findings. Apakah hasil penelitian dapat digeneralisasikan di masyarakat. Overall evidence 14 General interpretation of Di dalam jurnal tidak dijelaskan the results in the context of current evidence. Interpretasi terhadap hasil umum dalam Di dalam jurnal tidak dijelaskan

Penugasan Jurnal Kasus Skizofrenia 10

konteks bukti terkini.

Penugasan Jurnal Kasus Skizofrenia 11