Anda di halaman 1dari 8

I.

Tujuan Tujuan dari uji rangking ini adalah : 1. Dapat memberikan tingkatan mutu sensorik. 2. Dapat membuat penjelasan dan mengetahui prinsip metode uji rangking.

II.

Dasar Teori Ranking test merupakan suatu teknik yang digunakan untuk menentukan perbedaan atribut mutu tertentu yang ada di antara sampel (lebih dari 2 sampel) (Gardijito, Murdijati dkk. 1981).

Jika atribut yang diujikan adalah preferensi/ kesukaan, maka teknik ini sesuai bila dipakai untuk melakukan test pasar pada konsumen. Uji cocok untuk: a. b. Menguji atau memverifikasi improvisasi formulasi Menguji performa produk bila dibandingkan dengan kompetitor

Dalam uji rangking panelis diminta membuat urutan contoh-contoh yang diuji menurut perbedaan tingkat mutu sensoris. Dalam urut jenjang ini, jarak interval antara jenjang keatas dan kebawah tidak harus sama. Missal jenjang 1,2 tidak harus sama dengan jenjang 3,4 (Astuti, Susi, 2002 ).

Uji rangking jauh berbeda dengan uji skor. Dalam pengujian perjenjangan komoditi diurutkan atau diberi nomor urut. Urutan pertama selalumenyatakan yang paling tinggi, makin kebawah nomor urut makin besar. Angka-angka ini tiudak menyatakan besaran scalar melainkan nomor urut. Dalam uji rangking contoh pembanding tidak ada. Pada besaran skala datanya diperlakukan sebagai nilai pengukuran, karena itu dapat diambil rata-ratanya dan dianalisis sidik ragam. Data uji rangking sebagaimana adanya tidak dapat diperlakukan sebagai nilai besaran dan tidak dapat dianalisis sidik ragam, tetapi mungkin dibuat rata-rata ( Anonim. 2008 ).

Keuntungan dari uji rangking adalah cepat, dapat digunakan untuk bermacam-macam contoh, prosedur sederhana, dapat menggunakan contoh baku atau tidak, dan memaksa adanya keputusan relatif karena tidak ada dua contoh pada rank yang sama. Sedangkan kelemahannya adalah mengabaikan jumlah atau tingkat perbedaan diantara contoh, nilai satu set data tidak dapat dibandingkan langsung dengan nilai yang sama pada set data lain dan bila terdapat perbedaan yang kecil panelis merasa harus membedakan contoh yang dianggap identik, sehingga dapat menyebabkan inkionsistensi pada uji rangking ( Anonim. 2006 ).

III.

Alat dan Bahan a. Alat


Alat yang digunakan pada praktikum acara uji ranking antara lain gelas dan piring kecil.

b. Bahan
Bahan yang digunakan adalah 5 jenis amplang dengan komposisi bahan yang sama.

IV.

Prosedur Kerja a. Penyaji b. Panelis


Menulis dalam borang penilaian, nama saudara, tanggal pengujian dan produk yang diuji Membaca instruksi yang ada dalam borang penilaian dengan teliti, kemudian memeriksa kelengkapan sampel yang ada dihadapan saudara. Jika bahan belum lengkap, meminta pada tim penyaji untuk melengkapinya Menyiapkan bahan ( amplang ) yang akan diuji Menjelaskan/memberikan penjelasan kepada panelis Membuat,memberi dan mengumpulkan borang Membersihkan tempat sebelum dan sesudah uji dilaksanakan

Memulai menguji sampel sesuai instruksi yang ada dalam borang penilaian Menulis hasil penilaian pada kolom yang tersedia.

Apabila pengujian telah selesai, memeriksa kembali hasil pengujian yang telah ditulis. Bila sudah lengkap, menyerahkan borang penilaian yang sudah diisi kepada tim penyaji.

c. Penyaji

Disipakan bahan ( amplang ) yang akan diuji

Dijelaskan/memberikan penjelasan kepada panelis

Membuat,memberi dan mengumpulkan borang

Dibersihkan tempat sebelum dan sesudah uji dilaksanakan

d. Panelis Ditulis dalam borang penilaian, nama , tanggal pengujian dan produk yang diuji

Dibaca instruksi yang ada dalam borang penilaian

Diuji sampel sesuai instruksi

Ditulis hasil penilaian

V.

Hasil pengamatan dan perhitungan

Panelis P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 P21 total

123 1,16 -0,5 1,16 -0,5 1,16 -0,5 1,16 0 -0,5 -0,5 0 -0,5 0 0 1,16 0,5 0 -0,5 1,16 -0,5 0 5,46 29,81 10,29

456 0,5 1,16 0,5 1,16 0,5 0,5 0,5 0,5 -0,5 -0,5 -0,5 0 -0,5 0,5 -0,5 -1,16 -0,5 1,16 0,5 0,5 -1,16 2,66 7,07 10,45 0,12

789 -1,16 -1,16 0 -1,16 0 0 -1,16 -0,5 0 0 -1,16 -1,16 -1,16 -0,5 -1,16 -0,5 -1,16 -1,16 -1,16 -1,16 0,5 -14,92 222,6 17,08 -0,71

321 -0,5 0 -0,5 0 -0,5 -1,16 -0,5 -1,16 1,16 1,16 1,16 1,16 0,5 1,16 0,5 1,16 1,16 0,5 -0,5 1,16 1,16 7,12 50,69 16,74 0,33

654 0 0,5 -1,16 0,5 -1,16 1,16 0 1,16 -1,16 -1,16 0,5 0,5 1,16 -1,16 0 0 0,5 0 0 0 -0,5 -0,32 0,10 12,22 -0,15

Total 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 310,27 66,78 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Rata-rata

0,26

FK =

= = =0 JK Kuadrat Contoh = = = 14,77 JK Panelis = = 0 FK 0 FK

JK Total = Total jumlah kuadart FK = 66,78 0 = 66,78

JK error = JK Total JK Contoh JK Panelis = 66,78 14,77 0 = 52,01

Tabel Sidik seragam Sumber Varian Seragam Contoh Panelis Error Total 4 20 80 104 14,77 0 52,01 66,78 3,69 0 0,65 df JK JKR F Hitung 5,67 0 5% 2,52 F Tabel 1% 3,65

SE =

= = = 0,17

Tabel Perbandingan nilai nyata rentang terdekat P 5% LSR 2 2,80 0,47 3 2,95 0,5 4 3,05 052 5 3,12 0,53

A 321 0,33

B 123 0,26

C 654 0,15

D 456 0,12

E 789 -0,71

A - E = 0,33 ( -71 ) = 1,04 > 0,53 beda nyata A D = 0,21 < 0,52 tidak beda nyata B E = 0,97 > 0,53 beda nyata B D = 0,14 < 0,5 tidak beda nyata C E = 0,86 > 0,5 beda nyata C D = 0,03 < 0, 47 tidak beda nyata D E = 0,89 > 0,47 Beda nyata VI. Pembahasan Uji rangking dilakukan untuk menentukan sejumlah komoditi atau produk menurut perbedaan intensitasnya, misalnya tingkat kemanisan atau kerenyahan karena sampel merupakan amplang. Pada uji rangking panelis diminta untuk mengurutkan sampel yang diuji menurut perbedaan tingkat mutu sensorik. Urutan pertama selalu menyatakan yang paling tinggi. Pemberian nomor urut dimulai dari nomor satu yang paling tinggi, lalu nomor dua yang mutunya lebih rendah.

Dari hasil praktikum yang telah dilakukan bahwa contoh sampel yang D tidak beda nyata antara A, B dan C di anggap sama sedangkan sampel E berbeda nyata antara A, B, C dan D jadi sampel E sangat berdeda dengan contoh sampel yang laennya dari segi tekstur.

VII.

Kesimpulan Contoh sampel yang D dianggap sama dengan A, B, dan C sedangkan contoh sampel E dianggap Berbeda dengan A, B, C dan D.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2008. Uji Inderawi. http://www.ilmupangan.co.id. Diakses 16 November 2012. Anonim. 2006. My Warm Kitchen. http://www.google.co.id. Diakses 16 November 2012. Astuti, Susi, 2002. Tinjauan Aspek Mutu Dalam Kegiatan Industri Pangan. Institut Pertanian Bogor. Gardijito, Murdijati dkk. 1981. Ilmu Pangan Pengantar Ilmu pangan, Nutrisi danMikrobiologi. Gajah Mada University Press. Yogyakarta. Kartika, Bambang dkk. 1988. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.