Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK II PERCOBAAN 4 TITRASI REDUKSI OKSIDASI: PERMANGANOMETRI (8 November 2010)

Susanti 31109062 2B

JURUSAN FARMASI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA 2010

BAB I PENDAHULUAN

A. TUJUAN PERCOBAAN Untuk menentukan kadar Asam Oksalat (H2C2O4) dengan menggunakan larutan standar Kalium Permanganat (KMnO4) B. DASAR TEORI Reaksi oksidasi reduksi atau reaksi redoks adalah reaksi yang melibatkan penangkapan dan pelepasan elektron. Dalam setiap reaksi redoks, jumlah elektron yang dilepaskan oleh reduktor harus sama dengan jumlah elektron yang ditangkap oleh oksidator. Ada dua cara untuk menyetarakan persamaan reaksi redoks yaitu metode bilangan oksidasi dan metode setengah reaksi (metode ion elektron). Reaksi redoks dapat digunakan dalam analisis volumetri bila memenuhi syarat. Titrasi redoks adalah titrasi suatu larutan standar oksidator dengan suatu reduktor atau sebaliknya, dasarnya adalah reaksi oksidasi-reduksi antara analit dengan titran. Reaksi-reaksi kimia yang melibatkan oksidasi-reduksi dipergunakan secara luas dalam analisa titrimetrik. Ion-ion dari berbagai unsur dapat hadir dalam kondisi oksidasi yang berbeda-beda, menghasilkan kemungkinan terjadi banyak reaksi redoks. Banyak dari reaksi-reaksi ini memenuhi syarat untuk digunakan dalam analisa titrimetrik, dan penerapan-penerapannya cukup banyak. Dikenal bermacam-macam titrasi redoks, yaitu Permanganometri, Dikromatometri, Serimetri, Iodo-iodimetri,dan Bromatometri. Permanganometri merupakan titrasi yang dilakukan berdasarkan reaksi oleh kalium permanganat (KMnO4). Reaksi ini difokuskan pada reaksi oksidasi dan reduksi yang terjadi antara KMnO4 dengan bahan baku tertentu. Titrasi dengan KMnO4 sudah dikenal lebih dari seratus tahun. Kebanyakan titrasi dilakukan dengan cara langsung atas alat yang dapat dioksidasi seperti Fe3+, asam atau garam oksalat yang dapat larut dan sebagainya

C. PRINSIP PERCOBAAN Kalium permanganat telah banyak digunakan sebagai agen pengoksidasi. Reagen ini dapat diperoleh dengan mudah, tidak mahal, dan tidak membutuhkan indikator kecuali untuk larutan yang amat encer. Satu tetes 0,1 N permanganat memberikan warna merah muda yang jelas pada volume dari larutan yang biasa dipergunakan dalam sebuah titrasi. Warna ini digunakan untuk mengindikasi kelebihan reagen tersebut. Permanganat menjalani beragam reaksi kimia, karena mangan hadir dalam kondisi-kondisi oksidasi +2, +3, +4, +6, +7. Reaksi yang paling umum ditemukan dalam laboratorium adalah reaksi yang terjadi dalam larutan-larutan yang bersifat amat asam, 0,1 N atau lebih besar. Permanganat bereaksi secara cepat dengan banyak agen pereduksi berdasarkan reaksi ini, namun beberapa substansi membutuhkan pemanasan dan penggunaan sebuah katalis untuk mempercepat reaksi. Kalium permanganat, selain sebagai oksidator dalam suasana asam, juga dapat berlangsung dalam suasana basa maupun netral. Dalam suasana asam atau [H+] 0,1 N, ion permanganat mengalami reduksi menjadi ion mangan (II) sesuai reaksi : MnO4- + 8H+ + 5e- Mn2+ + 4H2O Eo = 1,51 Volt Dalam suasana basa, ion permanganat mengalami reduksi menjadi ion manganat yang berwarna hijau seperti reaksi berikut : MnO4- + e- MnO42- Eo = 0,56 Volt Dalam suasana netral, MnO4 direduksi menjadi MnO2 yang mengendap. Reaksinya MnO4- + 4H+ + 3e 3MnO2 + H2O Eo = 1,70 V (Annisanfushie, 2008). Reaksi dalam suasana alkalis : MnO4- + 3e MnO42MnO42- + 2H2O + 2e MnO2 + 4OHMnO4- + 2H2O + 3e MnO2 + 4OH-

Kalium permanganat merupakan oksidator kuat dalam larutan yang bersifat asam lemah, netral atau basa lemah. Titrasi harus dilakukan dalam larutan yang bersifat asam kuat karena reaksi tersebut tidak terjadi bolak balik, sedangakan potensial elektroda sangat tergantung pada pH. Asam sulfat adalah asam yang paling sesuai, karena tidak bereaksi terhadap permanganat dalam larutan encer. Pada titrasi pembakuan kalium permanganat dan penetapan kadar asam oksalat, zat dalam Erlenmeyer dititrasi dalam keadaan panas untuk mempercepat reaksi sampai terbentuk larutan berwarna merah muda. Hal ini menandakan bahwa titrasi telah mencapai titik akhir. Cara menghitung kadar KMnO4 pembakuan larutan standar sekunder KMnO4 adalah

Adapun cara mengitung kadar asam oksalat adalah sebagai berikut:

D. PERSAMAAN REAKSI Persamaan reaksi yamg terjadi antara KMnO4 dengan Asam Oksalat (H2C2O4) pada titrasi permanganometri adalah : 5C2O4- + 2MnO4- + 16H+ 10CO2 + 2Mn2+ + 8H2O

E. ALAT DAN BAHAN Alat: 1. Buret 50 mL 2. Klem 3. Statif Bahan: 1. KMnO4 0,1 N 2. H2SO4 4 N 3. Aquades

4. Erlenmeyer 250 mL 5. Pembakar Spirtus 6. Kaki Tiga 7. Alas Kasa 8. Pipet Volume 9. Gelas Ukur 10. Corong

4. Asam Oksalat (H2C2O4)

BAB II PROSEDUR A. PEMBAKUAN LARUTAN STANDAR SEKUNDER KALIUM PERMANGANAT (KMnO4)

50-60 mg Asam Oksalat

Tambahkan 10 mL H2SO4 4N dan 50 mL Aquades

Titrasi dengan KMnO4 Panaskan Sampai mendidih dalam keadaan panas sampai terbentuk endapan merah muda

B. TITRASI BLANKO

50 mL Aquades

10 mL H2SO4 4N

Titrasi dengan KMnO4 Panaskan Sampai mendidih dalam keadaan panas sampai terbentuk endapan merah muda

C. PENETAPAN KADAR ASAM OKSALAT 10 ml Sampel Tambahkan 10 mL H2SO4 4N dan 50 mL Aquades

Titrasi dengan KMnO4 Panaskan Sampai mendidih dalam keadaan panas sampai terbentuk endapan merah muda

Ket: Pada pembakuan larutan standar sekunder KMnO4 dilakukan duplo dan pada penentuan kadar sampel dilakukan triplo.

BAB III DATA HASIL PERCOBAAN A. PEMBAKUAN LARUTAN KMnO4 DAN TITRASI BLANKO Tabel Hasil Pembakuan Mg Asam Oksalat 50 mg 50 mg Rata-rata Volume KMnO4 17,4 ml 17,1 ml 17,25 ml Blanko 0,1 mL 0,1 mL 0,1 mL

B. PENENTUAN KADAR SAMPEL Tabel Hasil Penentuan Kadar Sampel Volume Sampel 10 ml 10 ml 10 ml Rata-rata Volume KMnO4 4,7 mL 4,5 mL 4,0 mL 4,4 mL

BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

A. PERHITUNGAN Dari tabel data hasil pembakuan larutan KMnO4 dan titrasi Blanko, bisa dihitung kadar KMnO4:

1. 2.

Dari tabel data hasil titrasi sampel oleh larutan KMnO4 yang telah dibakukan, diperoleh perhitungan sebagai berikut: V Sampel x N Sampel = V KMnO4 x N KMnO4 N Sampel = (V KMnO4 x N KMnO4) / V Sampel 1). N Sampel = (4,7 x 0,046) / 10 = 0,02162 N 2). N Sampel = (4,5 x 0,046) / 10 = 0,0207 N 3). N Sampel = (4,0 x 0,046) / 10 = 0,0184 N N Sampel rata-rata = (0,02162 + 0,0207 + 0,0184) / 3 = 0,02024 N

B. PEMBAHASAN Pada percobaan titrasi reduksi oksidasi: Permanganometri ini dilakukan sebanyak 7 kali titrasi, di antaranya 2 kali titrasi pembakuan larutan standar

sekunder KMnO4, 2 kali titrasi blanko pada pembakuan dan 3 kali titrasi penetapan kadar Asam Oksalat (H2C2O4). Pada titrasi ini, Asam Oksalat ditirasi dalam keadaan panas oleh larutan KMnO4 yang berwujud ungu pekat. Hal ini dilakukan agar proses untuk mencapai titik akhir titrasi berlangsung cepat. Namun pada kenyataannya, pada percobaan yang dilakukan, titik akhir yang normalnya dapat dicapai pada 8 mL 11 mL KMnO4, bisa tercapai pada 17 mL KMnO4. Proses terbentuknya larutan berwarna merah muda dinilai terlalu lama. Hal ini terjadi karena larutan dalam Erlenmeyer yang dititrasi KMnO4 tidak terlalu panas, sehingga reaksi menjadi lambat. Sumber-sumber kesalahan pada titrasi permanganometri, antara lain terletak pada larutan pentiter KMnO4 pada buret. Apabila percobaan dilakukan dalam waktu yang lama, larutan KMnO4 pada buret yang terkena sinar akan terurai menjadi MnO2 sehingga pada titik akhir titrasi akan diperoleh pembentukan presipitat coklat yang seharusnya adalah larutan berwarna merah rosa. Penambahan KMnO4 yang terlalu cepat pada larutan seperti H2C2O4 Pemberian KMnO4 yang terlalu cepat pada larutan H2C2O4 yang telah ditambahkan H2SO4 dan telah dipanaskan cenderung menyebabkan reaksi antara MnO4- dengan Mn2+. MnO4- + 3Mn2+ + 2H2O 5MnO2 + 4H+ Penambahan KMnO4 yang terlalu lambat pada larutan seperti H2C2O4 Pemberian KMnO4 yang terlalu lambat pada larutan H2C2O4 yang telah ditambahkan H2SO4 dan telah dipanaskan mungkin akan terjadi kehilangan oksalat karena membentuk peroksida yang kemudian terurai menjadi air. H2C2O4 + O2 H2O2 + 2CO2 H2O2 H2O + O2 Hal ini dapat menyebabkan pengurangan jumlah KMnO4 yang diperlukan untuk titrasi yang pada akhirnya akan timbul kesalahan titrasi permanganometri yang dilaksanakan.

C. KESIMPULAN

Dari pembahasan sebelumnya dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Permanganometri merupakan titrasi yang difokuskan pada reaksi oksidasi dan reduksi yang terjadi antara KMnO4 dengan bahan baku tertentu Kadar sampel rata-rata yang didapat berdasarkan 3 kali titrasi dan perhitungan adalah 0,02024 N

LITERATUR

A. PUSTAKA Underwood.1998.Analisis Kimia Kuantitatif.Jakarta: Erlangga B. SITUS WEB Annisanfushie Weblog. Permanganometri.[Online]. Tersedia: annisanfushie.wordpress.com [14 November 2010 : 05.37] Kimia Analisa. Titrasi Redoks.[Online]. Tersedia: www.kimiaanalisa.web.id [14 November 2010 : 20.40]. Medicafarma.Permanganometri.[Online]. Tersedia: www.medicafarma.blogspot.com [14 November 2010 : 20.33]. Wikipedia Bahasa Indonesia. Permanganometri. [Online]. Tersedia: id.wikipedia.org/wiki/Permanganometri [14 November 2010 : 20.31]