Anda di halaman 1dari 6

CARBON FOOTPRINT

Jejak karbon (carbon footprint) merupakan ukuran jumlah gas rumah kaca, yang terukur dalam satuan karbon dioksida dan dihasilkan dari aktivitas manusia. Jejak karbon dapat diukur untuk individu atau kelompok, dan biasanya dinyatakan dalam ton CO2-equivalent (CO2-eq) per tahun. Sebagai contohnya, Amerika Utara rata-rata menghasilkan sekitar 20 ton CO2-eq tiap tahunnya, dan rata-rata jejak karbon secara global sekitar 4 ton CO2-eq (UNEP/GRID-Arendal Maps and Graphics Library) Jejak karbon individu atau kelompok dapat dibagi menjadi 2, yaitu: Jejak karbon primer: jumlah emisi gas rumah kaca yang langsung berasal dari pembakaran bahan bakar fosil untuk konsumsi energi dan transportasi. Mobil yang lebih hemat bahan bakar memiliki jejak karbon primer yang lebih kecil, yang setara dengan penghematan energi lampu di rumah atau di kantor. Di seluruh dunia, 82% dari emisi gas rumah kaca antropogenik yang berupa CO2 berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Jejak karbon sekunder: jumlah emisi gas rumah kaca yang secara tidak langsung dihasilkan selama siklus hidup (life cycle) produk yang digunakan oleh individu atau kelompok. Misalnya, gas rumah kaca yang dipancarkan selama produksi plastik untuk botol air, serta energi yang digunakan untuk mengangkut air, memberikan kontribusi terhadap jejak karbon sekunder. Produk dengan kemasan lebih umum akan memiliki jejak karbon sekunder lebih besar daripada produk dengan jumlah kemasan yang minimal.

Meskipun jejak karbon dinyatakan dalam emisi CO2 per tahun, hal tersebut sebenarnya bukanlah ukuran total emisi gas rumah kaca. Gas rumah kaca sendiri dapat didefinisikan sebagai setiap gas yang memerangkap panas di atmosfer melalui efek rumah kaca. Karena adanya gas rumah kaca di atmosfer kita suhu rata-rata bumi adalah 14 C (57 F). Tanpa efek rumah kaca, suhu rata-rata atmosfer akan menjadi -19 C (-2,2 F). Banyak gas rumah kaca, seperti karbon dioksida, metana, nitrogen oksida, dan air, terjadi secara alami. Gas rumah kaca lainnya, seperti chlorofluorocarbons (CFC), hidrofluorokarbon (HFC), perfluorokarbon (PFC), dan sulfur heksafluorida (SF6) merupakan gas rumah kaca sintetis. Sejak awal Revolusi Industri, konsentrasi atmosfer dari gas rumah kaca, baik alam dan buatan manusia, telah meningkat. Pembakaran bahan bakar fosil dan perubahan penggunaan lahan seperti deforestasi mengganggu siklus karbon alami, perpindahan karbon dari bentuk padat untuk bentuk gas, sehingga meningkatkan konsentrasi karbon dioksida pada atmosfer. Setiap gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, CFC, dan sebagainya memiliki konsentrasi atmosfer dan kekuatan yang berbeda-beda. Sebuah gas rumah kaca yang potensial dengan konsentrasi atmosfer sangat kecil dapat memberikan kontribusi pada efek rumah kaca secara keseluruhan seperti halnya gas rumah kaca yang lebih lemah dengan konsentrasi atmosfer yang jauh lebih besar. Karena variabilitas ini, jejak karbon yang diukur dalam ton CO2-eq, atau ton CO2 yang akan menyebabkan tingkat yang sama dari kekuatan radiasi sebagai emisi gas rumah kaca yang diberikan.
RATIH AGUSTINE PUTRI - 0906643780 Page 1

CARBON FOOTPRINT
Jejak karbon individu adalah efek langsung tindakan mereka terhadap lingkungan dalam hal emisi gas rumah kaca. Secara umum, kontributor terbesar terhadap jejak karbon dari individu-individu dalam negara-negara industri adalah transportasi dan penggunaan listrik rumah tangga. Jejak karbon sekunder individu didominasi oleh diet mereka, pakaian, dan produk-produk personal. Menghitung Jejak Karbon Jejak karbon biasanya dihitung dalam jumlah ton karbon atau ton karbon dioksida yang dikeluarkan dalam satu tahun. Banyak versi cara menghitung jejak karbon ini. Yang jelas, cara ini akan memberikan gambaran berapa sesungguhnya jumlah sumber daya alam yang langsung digunakan, mengkonversinya dengan emisi karbon yang terlepas, dan dengan demikian diharapkan manusia bisa membatasi diri untuk tidak berperilaku boros dan konsumtif. Seseorang yang hidup dan bergantung pada mesin, seperti menggunakan mobil, kendaraan bermotor, Air Conditioner, membangun rumah yang lebih besar dan mewah, tentu akan berkontribusi lebih besar terhadap emisi karbon. Sebaliknya, perilaku sederhana, tidak boros, tidak konsumtif, serta hemat energi tidak menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil akan meminimalkan emisi dan pencemaran terhadap lingkungan, sekaligus menghemat sumber daya. Standar yang digunakan untuk pengukuran karbon dilakukan untuk mengukur gaya hidup dan konsumsi langsung individual terhadap barang dan jasa. Kadang ada juga yang menghitung dengan pendekatan yang berbeda atau lebih detil. Standar dasar perhitungan jejak karbon misalnya: 1)energi, 2) perjalanan dengan menggunakan motor/mobil, 3) perjalanan dengan menggunakan pesawat, dan 4) pola konsumsi (diet). Perhitungan dimulai dengan berapa keluarga yang ada di rumah Anda, lalu apakah Anda tinggal bersama keluarga atau hanya merupakan keluarga inti, lalu berapa jumlah kamar tidur di rumah atau apartemen tempat Anda tinggal. Pengukuran juga dilakukan untuk menghitung pengeluaran karbon yang Anda gunakan dalam setahun yang dinilai dari jumlah frekuensi Anda bepergian baik dengan kendaraan bermotor maupun naik pesawat udara. Menurut buku ABC of Awareness: Personal Development as The Meaning of Life, Time for Change vol. 1 karangan Jurg Rohrer cara terbaik untuk menghitung emisi karbon dioksida adalah berdasarkan konsumsi bahan bakar. Pada langkah berikutnya Anda dapat menambahkan emisi CO2 untuk jejak karbon Anda. Di bawah ini adalah tabel untuk bahan bakar yang digunakan paling umum: Contoh: Di Inggris, untuk setiap galon bahan bakar bensin yang dikonsumsi, 10,4 kg karbon dioksida (CO2) dipancarkan.

RATIH AGUSTINE PUTRI - 0906643780

Page 2

CARBON FOOTPRINT
Di Amerika, untuk setiap galon bahan bakar bensin yang dikonsumsi, 8,7 kg karbon dioksida (CO2) dipancarkan. Jika mobil Anda mengkonsumsi 7,5 liter diesel per 100 km, maka berkendara dari jarak 300 km mengkonsumsi 3 x 7,5 = 22,5 liter diesel, sehingga menambahkan 22,5 x 2,7 kg = 60,75 kg CO2 ke jejak karbon pribadi Anda.
Tabel 1. Jumlah CO2 yang Terpancar per Unit Berdasarkan Tipe Bahan Bakar Fuel type Petrol Petrol Gasoline Gasoline Diesel Diesel Diesel Oil (heating) Oil (heating) Oil (heating) Unit 1 gallon (UK) 1 liter 1 gallon (USA) 1 liter 1 gallon (UK) 1 gallon (USA) 1 liter 1 gallon (UK) 1 gallon (USA) 1 liter CO2 emitted per unit 10.4 kg 2.3 kg 8.7 kg 2.3 kg 12.2 kg 9.95 kg 2.7 kg 13.6 kg 11.26 kg 3 kg

Sumber: ABC of Awareness: Personal Development as The Meaning of Life, Time for Change vol. 1.

Kegiatan-kegiatan yang menambahkan 1 kg CO2 ke jejak karbon pribadi seseorang: Perjalanan dengan transportasi umum (kereta atau bus) dengan jarak 10 sampai 12 km (6,5-7 mil). Mengemudi dengan mobil Anda jarak 6 km atau 3,75 mil (7,3 liter bensin dengan asumsi per 100 km atau 39 mpg). Terbang dengan pesawat pada jarak 2,2 km atau 1.375 mil. Mengoperasikan komputer Anda selama 32 jam (diasumsikan 60 Watt dikonsumsi) Produksi 5 kantong plastik. Produksi 2 botol plastik. Produksi 1/3 dari cheeseburger Amerika (produksi dari masing-masing cheeseburger memancarkan 3.1 kg CO2)

Di Indonesia sendiri, Environment Assistant Manager Yayasan Unilever Indonesia bekerjasama dengan Institute for Essential Service Reform (IESR) membuat Kalkulator Jejak Karbon yang dapat memudahkan masyarakat menghitung berapa jejak karbon yang telah ia
RATIH AGUSTINE PUTRI - 0906643780 Page 3

CARBON FOOTPRINT
ciptakan, serta melakukan tindakan yang dapat mengurangi emisi untuk menyelamatkan lingkungan permukiman bumi. Misalnya, penggunaan hair dryer selama satu jam akan menghasilkan 891 gram CO2, menyalakan lampu selama 24 jam akan menghasilkan 214 gram CO2, menggunakan AC selama satu jam menghasilkan 668 gram CO2, 10 jam menyalakan televisi akan menghasilkan 1.114 gram CO2, menggunakan 10.000 lembar kertas yang belum didaur ulang akan menghasilkan 2.268.000 gram CO2 dan lainnya. Besarnya emisi CO2 primer juga dapat dihitung menggunakan metodologi yang distandarisasi UNFCCC yaitu A/R Methodological Tools tentang penghitungan emisi gas rumah kaca pada pemakaian bahan bakar fosil. Rumus yang digunakan dalam perhitungan ini merupakan jenis langsung yang karena pemakaian bahan bakarnya ditentukan dan digunakan pada kendaraan yang beroperasi di lingkungan industri. Berikut ini adalah rumus yang digunakan oleh IPCC dan UNFCCC: Emisi CO2 = FC x CEF x NCV.................(1) keterangan : Emisi CO2 FC NCV CEF = jumlah emisi CO2 (satuan massa) = jumlah bahan baker fosil yang digunakan (massa/volume) = nilai Net Calorific Volume (energy content) per unit massa atau = Carbon Emission Factor (ton CO2/TJ)

Untuk pencarian emisi karbon sekunder yang dapat didayagunakan dalam rangka program Clean Development Mecahanism (CDM) yang direkomendasikan oleh UNFCCC, langkah yang 5 pertama kali dilakukan adalah menetapkan emisi faktor yang akan digunakan dalam perhitungan untuk Carbon Footprint sekunder. Pencarian nilai emisi faktor Carbon Footprint sekunder didasarkan atas pemakaian listrik maka digunakan emisi faktor seperti yang ada pada metode ACM 0002 atas dasar penyediaan listrik oleh pembangkit listrik. Kemudian emisi faktor listrik yang diperoleh digunakan sebagai faktor pengali untuk menghitung jumlah emisi CO2 sekunder yang berasal dari konsumsi listrik. Berikut ini adalah rumus rumus yang digunakan untuk menghitung emisi faktor yang telah dipublikasi oleh IPCC dan/atau UNFCCC:

..............................................(2)

Keterangan : Fuel Gen EF = konsumsi bahan bakar pada pembangkit listrik dalam menghasilkan listrik (satuan massa/volume) = energi listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik (MWh) = emisi faktor CO2 konsumsi listrik (satuan massa/MWh)

Sedangkan COEF dapat dtuliskan menjadi:

RATIH AGUSTINE PUTRI - 0906643780

Page 4

CARBON FOOTPRINT
COEF = NCV x CEF x Oxid x Keterangan : COEF NCV CEF Oxid Karena

..........................(3)

= koefisien emisi CO2 dari penggunaan bahan bakar = nilai Net Calorific Volume (energy content) per unit massa atau volume bahan bakar (TJ/ton fuel) = Carbon Emission Factor (ton CO2/TJ) = Oxidation Factor = SFC atau Spesific Fuel Consumption yang merupakan data spesifik konsumsi

bahan bakar. Sehingga emisi faktor nya menjadi EF = SFC x NCV x CEF x Oxid x ..........................(4)

Emisi faktor yang diperoleh kemudian digunakan untuk menghitung besarnya emisi CO2 sekunder. Sebagai sumber data adalah data konsumsi listrik oleh industri dengan menggunakan rumus perhitungan sebagai berikut : Emisi CO2 = EF x Konsumsi Listrik....................................(5) Keterangan : Konsumsi Listrik = listrik yang dikonsumsi(KWh). EF = emisi faktor CO2 konsumsi listrik (satuan massa/KWh) Emisi CO2 = jumlah emisi CO2 (satuan massa) Hal yang Bisa dilakukan untuk Meminimalkan Jejak Karbon

Belilah teknologi yang hemat energi ketika anda memerlukan mesin cuci, kulkas, komputer atau mobil baru. Matikan total peralatan seperti komputer, DVD daripada memasangnya pada posisi 'standby' untuk menghemat energi dan menurunkan tagihan. Posisi standby masih mengonsumsi listrik meski perlatan tak hidup. Beralih lah ke bola lampu berpendar padat untuk menghemat listrik dan uang dan menurunkan limbah. Lampu seperti itu bertahan lebih lama dan memerikan cahaya lebih lembut ketimbang lampu biasa. Dan pengembalian investasi pada produksi lampu berpijar padat sekarang unggul di pasar-pasari saham! Turunkan pengendali temperatur anda barang 1 atau dua derajat. Kenakanlah sweater selama musim dingin untuk mengurangi penggunaan energi anda. Dan pastikan pintu dan jendela anda terturup rapat selama musim dingin.

RATIH AGUSTINE PUTRI - 0906643780

Page 5

CARBON FOOTPRINT

Jalan atau bersepedalah ke atau ulang dari tempat kerja, sekolah, atau kampus. Angkutan umum adalah sarana lain yang menyenangkan untuk pergi ke tujuan anda tanpa menyebabkan kerusakan pada lingkungan.

Referensi: http://www.eoearth.org/article/Carbon_footprint http://timeforchange.org/what-is-a-carbon-footprint-definition http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-14136-paperpdf.pdf http://klikgogreen.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7:carbonfootprint&catid=4:carbon-footprint&Itemid=13 http://www.conservation.org/global/indonesia/berubah/10_langkah/pages/jejak_karbon_anda. aspx http://properti.kompas.com/read/2012/06/18/15372281/Nih.Cara.Menghitung.Jejak.Karbon.d i.Rumah.Anda.

RATIH AGUSTINE PUTRI - 0906643780

Page 6