Anda di halaman 1dari 26

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar belakang Kuliah Kerja Praktek (KKP) Perkembangan teknologi yang semakin cepat membutuhkan sumber daya manusia yang dapat diandalkan serta dapat mengikuti perkembangan dan perubahan-perubahan yang terjadi secara cepat untuk dapat diaplikasikan dalam dunia kerja. Sumber Daya Manusia sebagai salah satu faktor penentu dari proses perkembangan teknologi memegang peranan penting karena merupakan ujung tombak dari perkembangan teknologi. Dengan Sumber Daya Manusia yang mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin berkembang, maka diharapkan tujuan nasional Negara kita dapat terwujud. Berdasarkan Undang-undang No 2 th 1989 tentang Pendidikan Nasional, serta PP 60 Th 1999 tentang Pendidikan Tinggi disebutkan bahwa pendidikan tinggi terdiri atas pendidikan akademik dan pendidikan profesional. Pendidikan akademik merupakan pendidikan yang diarahkan terutama pada penguasaan Ilmu Pengetahuan, sedang Pendidikan Profesional merupakan pendidikan yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu. Salah satu perwujudan dengan diadakannya Kuliah Kerja Praktek (KKP) pada suatu lembaga-lembaga usaha khususnya pada bidang akuntansi yang sangat diperlukan masyarakat dalam mendukung kegiatan kehidupan sehari-hari. Universitas Diponegoro sebagai salah satu pendidikan profesional mempunyai misi menghasilkan tenaga terampil yang menunjang kegiatan ekonomi, harus dapat menempatkan diri sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sektor industri jasa maupun industri manufaktur. Program pendidikan Universitas Diponegoro diharapkan dapat mempersiapkan dasar yang kuat untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi era pasar bebas, sumber daya yang mampu berkembang dan tanggap terhadap tuntutan produk yang kompetitif. Untuk itu keahlian yang dimiliki oleh lulusan Universitas

Diponegoro harus mencakup aspek kompetensi profesional (profesional competence) serta aspek tingkah laku profesional (profesional attitude). Kedua sikap tersebut dibentuk melalui proses pendidikan baik yang diselenggarakan dalam kampus maupun diluar kampus. Salah satu pelaksanaan pendidikan diluar kampus adalah Kuliah Kerja Praktek (KKP). Dari Kuliah Kerja Praktek (KKP) ini mahasiswa diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh di kampus dan dapat mengenal dunia kerja yang sesungguhnya. Pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek (KKP) sebagai perwujudan kebijaksanaan dari link and match dalam proses dilaksanakann pada dua tempat yaitu di bangku kuliah dan dunia usaha / industri. Upaya ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu tamatan Universitas Diponegoro dalam mencapai tujuan relevansi pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. Harapan utama dari penyelenggaraan praktik di dunia usaha / industri ini disamping keahlian profesional mahasiswa meningkat sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia usaha / industri, juga mahasiswa akan memiliki etos kerja yang meliputi : kemampuan kerja, motivasi kerja, inisiatif, kreativitas, hasil pekerjaan yang berkualitas, disiplin waktu dan kerajinan dalam bekerja. Mahasiswa Kuliah Kerja Praktek (KKP) telah mengajukan permohonan ijin KKP dan telah diterima untuk melaksanakan KKP di instansi swasta yaitu RS. Telogorejo Semarang pada bagian Accounting. 1.2 Maksud dan Tujuan KKP Maksud dilaksanakannya Kuliah Kerja Praktek (KKP) ini adalah: 1. 2. Mempelajari siklus akuntansi yang diterapkan dalam instansi kesehatan swasta RS. Telogorejo Semarang. Melakukan praktek kerja sesuai dengan latar belakang pendidikan, yaitu akuntansi.

Sedangkan tujuan dilaksanakannya Kuliah Kerja Praktek (KKP) ini adalah: 1. Mendapatkan pengetahuan tentang penerapan siklus akuntansi secara langsung yang diterapkan oleh sebuah instansi.
2. Mendapatkan

pengalaman

kerja

secara

nyata

dan

dapat

membandingkan aplikasi yang didapat dengan teori yang ada pada bangku perkuliahan. 1.3 Kegunaan Kuliah Kerja Praktek (KKP)
Kegunaan yang diperoleh dari pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek (KKP) ini adalah: 1 Bagi Mahasiswa Melatih kemampuan yang telah didapat pada bangku perkuliahan untuk diterapkan pada dunia kerja nyata. Belajar mengenal kondisi dan dinamika dunia kerja, terutama pada bidang akuntansi. Mengembangkan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah, dan mendapat ilmu baru yanag tidak didapatkan pada bangku perkuliahan. 2 Bagi Universitas Diponegoro Mendapatkan umpan balik dari pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek (KKP) untuk dapat terus mengembangkan kurikulum yang berpedoman pada perkembangan dunia kerja dan IPTEK. 3 Bagi RS. Telogorejo Semarang Merupakan tambahan informasi yang dapat dipertimbangkan untuk memperbaiki cara kerja dan sebagai bahan acuan dalam mengambil kebijakan guna perkembangan instansi.

1.4

Tempat Kuliah Kerja Praktek (KKP)


Nama Instansi Alamat Instansi Email Website :RS. TELOGOREJO SEMARANG : Jl. KH. Ahmad Dahlan Semarang 50136 : rstlgr@rstelogorejo.com : www.rstelogorejo.com

Fax Telepon

:024-8317410 : 024 8446000 / 8446444

1.5

Jadwal Waktu Kuliah Kerja Praktek (KKP) Kuliah Kerja Praktek (KKP) dilakukan sejak tanggal 23 Juli 2012 sampai dengan 23 Agustus 2012 ( 1 bulan), sepenuh waktu dari hari senin hingga sabtu mulai pukul 07.30 14.30 WIB.

BAB II GAMBARAN UMUM TEMPAT PELAKSANAAN KKP


2.1

Sejarah RS. Telogorejo Semarang Embrio Rumah Sakit Telogorejo pada mulanya berwujud Poliklinik Tionghoa bernama Poliklinik Gang Gambiran, sebuah poliklinik yang berdiri tanggal 1 Desember 1925. Pada mulanya, Poliklinik tersebut hanya mempunyai tiga orang dokter. Ketiga dokter tersebut adalah dokter M. permadi, dokter M. Ngamdani dan dokter Tan Ping Ie. Gagasan pendirian rumah sakit muncul pada tahun 1945-1946 pada saat terjadinya revolusi kemerdekaan. Kemudian dibangunlah rumah sakit bersalin yang selanjutnya berkembang menjadi rumah sakit darurat. Pada tahun 1951 rumah sakit tersebut berkambang dan diberi nama Rumah Sakit Tiong Hoa Ie Wan. Pada tahun 1958 diusulkan perubahan nama rumah sakit menjadi Rumah Sakit Telogoredjo yang kemudian disahkan pada tahun 1962 dan digunakan sampai sekarang. Tabel 2.1 Sejarah Kepemimpinan Rumah Sakit Telogorejo Semarang Tahun 1947 1948 1951 1952 1953 1953 1953 1963 1963 1963 1965 1979 1992 1993 Nama Pimpinan Dr. Tjiam Tjoan Hok Dr. The Bing Tjo Dr. Liem Tjay Sien Dr. Ong Jong Soen Dr. Tjiam Djoe Hwat Dr. Lie Seng Tong Dr. Liem Kho Tjong Dr. Abdoel Rachman Dr. Lie Seng Tong Dr. Liem Khe Tjong Dr. Tjan Kien Hong Dr. Soewondo PS, Arts Dr. Bimosekti Wiroreno, Jabatan Direktur Kraam Kliniek Direktur RS. Chung Cheng Ie Yuan Direktur RS. Chung Cheng Ie Yuan Direktur RS. Tiong Hoa I Wan Direktur RS. Tiong Hoa I Wan Direktur RS. Tiong Hoa I Wan Direktur RS. Tiong Hoa I Wan Direktur RS. Tiong Hoa I Wan Direktur RS. Tiong Hoa I Wan Direktur RS. Tiong Hoa I Wan Direktur RS. Tiong Hoa I Wan Direktur RS. Telogorejo Direktur RS. Telogorejo

1994 1995 2001 2001 2005 2005 s/d sekarang


2.2

SpA Dr. Irwan Santoso Dr. R. Achmad Gambiro Dr. Murti Wandrati, M.Kes Dr. Imelda Tandiyo, FASE, MM

Direktur RS. Telogorejo Direktur RS. Telogorejo Direktur RS. Telogorejo Direktur RS. Telogorejo

Visi, Misi, dan Nilai Kedisiplinan RS. Telogorejo Semarang Visi : Menjadi Rumah Sakit Pilihan Utama Misi : 1. Kami senantiasa menjunjung tinggi etika dalam bekerja
2. 3.

Kami melayani pasien dengan profesional dan tulus Kami menyediakan pelayanan medik spesialistik
4.

Kami menyediakan pelayanan medik dan keperawatan Kami senantiasa mengembangkan kemampuan teknologi

berstandar internasional
5.

medik mutakhir 6. Kami senantiasa meningkatkan kompetensi karyawan 7. Kami mengupayakan pertumbuhan yang berkesinambungan 8. Kami peduli terhadap lingkungan Nilai Kedisiplinan : Pelayanan yang baik dan mengutamakan konsumen 2.3 Unit Pelayanan RS. Telogorejo Semarang A. Rawat Jalan a. Klinik Umum Klinik Umum Rumah Sakit Telogorejo melayani masyarakat yang membutuhkan pengobatan dengan dokter umum yang berpengalaman dan terlatih didalam menangani

masalah-masalah kesehatan secara professional. Jam kerja Klinik Umum mulai jam 07.00 s/d 21.00 WIB. b. Unit Gawat Darurat Unit Gawat Darurat dirancang khusus untuk menangani masalah-masalah kegawatan dan kedaruratan mmedik. Dilengkapi dengan berbagai peralatan, sarana dan sistem yang mendukung untuk mengatasi kedaruratan dan kegawatan pada penderita. Dokter yang bertugas di Unit Gawat Darurat RS. Telogorejo adalah dokter yang memenuhi kualifikasi untuk melakukan tindakan dan penanganan kegawatan dan kedaruratan yang terjadi. c. Klinik Gigi Untuk menangani kesehatan gigi pada masyarakat maka di RS. Telogorejo menyediakan klinik gigi dengan peralatan yang baik dan memadai, disamping dokter-dokter yang mampu menangani masalah kesehatan gigi mulai dari pemeliharaan gigi sampai kepada masalah kesehatan gigi yang memerlukan dokter spesialis. d. Klinik Spesialis Lantai 2 dan 4 Graha Rawat Jalan Klinik Spesialis lantai 2 Graha Rawat Jalan melayani penanganan kesehatan dengan dokter spesialis tetap rumah sakit Telogorejo. Pelayanan klinik spesialis ini meliputi Klinik Bedah, Klinik Kebidanan, dan Penyakit Kandungan, Klinik Anak, Klinik Penyakit Dalam, Klinik Kardiologi, dan Klinik Kosmetik Medik. Klinik Kosmetik Medik terletak di lantai 4 Graha Rawat Jalan. Dokter-dokter yang berkompeten dan professional akan siap membantu dan melayani masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan sesuai dengan bidangnya. e. Klinik Spesialis Lantai 3 Graha Rawat Jalan

Klinik Spesialis Lantai 3 Graha Rawat Jalan ini disediakan khusus bagi dokter-dokter yang berpraktek pribadi, dimana sebagian besar adalah dokter mitra Rumah Sakit Telogorejo. Sifat praktek di klinik lantai 3 adalah praktek pribadi dari dokter tersebut, sedangkan peran RS. Telogorejo f. adalah memberikan fasilitas pendukung administrasi dan infrastruktunya. Poli Karyawan Poli Karyawan disediakan khusus untuk melayani pemeriksaan dan pengobatan karyawan dan keluarganya. Diharapkan dengan adanya poli karyawan ini pelayanan kepada karyawan dan keluarganya bisa lebih intensif, terpantau dan terprogram dan tidak mengganggu pelayanan kesehatan Rumah Sakit Telogorejo kepada masyarakat umum.
g.

Medical Check Up Unit General Check Up terletak dilantai 3 Graha Rawat Jalan memiliki banyak alternative paket pemeriksaan mulai dari materi-materi pemeriksaan paling dasar hingga materi pemeriksaan yang lengkap. Di unit ini pasien dapat berkonsultasi dengan Dokter Mmedikal Check Up bila menemui kesulitan memilih paket pemeriksaan Check Up yang dibutuhkan.

B. Rawat Inap Rumah Sakit Telogorejo saat ini memiliki ruang keperawatan yang terdiri dari: a. Ruang Penerimaan Pasien b. Ruang Keperawatan c. Ruang Perawatan Intensif d. Ruang Hemodialisa e. Ruang Sitostatika

f. a.

Ruang Perawatan Kelas Bakti PKMRS Kepedulian akan perunya penngkatan wawasan dalam hal informasi kesehatan, maka RS. Telogorejo secara aktif menyelenggarakan masyarakat. menambah program dan penyuluhan program pengetahuan kesehatan ini akan arti tentang Diharapkan wawasan dengan

C. UKR dan PKMRS

pentingnya kesehatan. b. UKR Guna mengatasi kendala yang diaami pasien karena keterbatasannya sehingga tidak mampu datang sendiri ke RS. Telogorejo, kami siap melayani melalui program UKR (Unit Kunjungan Rumah). Yang dapat melayani UKR RS. Telogorejo adalah:
1. Pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan setelah

menjalani perawatan di RS. Telogorejo. 2. Pasien dan masyarakat umu yang membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah, karena kondisi tertentu yang tidak memungkinkan untuk datang ke rumah sakit. 3. Pasien yang dianjurkan melakukan pemeriksaan ulang ke dokter poli spesialis RS. Telogorejo. 4. Pasien yang bertempat tinggal tidak melebihi radius 20 km. D. Penunjang Medik a. Unit Laboratorium RS. Telogorejo memiliki unit laboratorium yang lengkap yang terdiri dari: a) Unit Hematologi

b) Unit Kimia Klinik c) Unit Sekresi Ekskresi d) Unit Mikrobiologi e) Unit Imunologi f) Unit Patologi Anatomi g) Unit Andrologi Endrokrinologi h) Unit Sitogenetika b. Unit Radiologi Unit radiologi Rs. Telogorejo selain memiliki peralatan untuk pemeriksaan rontgen, juga memiliki beberapa unit lain yang bernaung di dalamnya, antara lain: a) Unit CT-Scan b) Unit Panoramik Dental c) Unit Ultrasonografi d) Unit Electroenchephalography e) Unit Echocardiography f) Unit Mammografi g) Unit Diagnostik Vaskular h) Unit Katerisasi Jantung i) c. Unit Holter Monitoring Kamar Operasi Kamar Operasi atau kamar bedah yang dimiliki oleh Rumah Sakit Telogorejo saat ini terdiri dari 4 ruang Operasi yang masing-masing dilengkapi dengan peralatan penunjang yang modern mulai dari meja operasi, lampu operasi, mesin anestasi sampai dengan peralatan lain yang menunjang berjalannya operasi dengan aman sesuai dengan standart kedokteran yang modern. d. Rehabilitasi Medik Rehabilitasi mmedik ini adalah perkembangan dari fisioterapi. Unit ini dilengkapi dengan peralatan modern

10

dan didukung dokter-dokter ahli rehabilitasi mmedik professional serta fisioterapis berpengalaman, bagian ini siap melayani pasien mencapai kunjungan 70-80 pasien per hari. e. Instalasi Farmasi Keberadaan rumah sakit tidak dapat terlepas dari instalasi farmasi, sebab dari instalasi inilah kegiatan pengadaan obat, penyimpana, pengawasan, hingga pendistribusian obat kepada pasien dilakukan. Telogorejo memiliki instalasi farmasi yang menyediakan keperluan obat-obat bagi pasien dengan lengkap. Sistem computer yang terintegrasi menjamin baik. Untuk kemudahan penyediaan obat bagi pasien rawat jalan maka telah dikembangkan instalasi farmasi satelit yang terletak di lantai 1 dan lantai 3 Graha Rawat Jalan sehingga pasien rawat jalan dapat mengambil obatnya dengan lebih mudah dan nyaman. f. Rekam Medik Rekam mmedik di RS. Telogorejo saat ini dikelola dengan menggunakan numbering sistem dan didukun dengan sistem computer yang memudahkan pencairan rekam mmedik dengan cepat. Sistem penyimpanan yan teratur dan rapi membuat rekam mmedik di RS. Telogorejo dapat dikelola dengan baik. g. TPPRJ Di tempat pendaftaran pasien rawat jalan RS. Telogorejo, petugas akan memandu pasien untuk mencatat data pasien, dengan sistem penomoran tunggal yang berlaku seumur hidup, sehingga pasien akan mendapatan informasi mmedik ketersediaan obat sehingga pelayanan pemenuhan obat kepada pasien dapat terpenuhi dengan

11

secara berkesinambungan. Berkas rekam mmedik akan disimpan, dijaga keamanan, dan kerahasiaannya. E. Penunjang Non Medis Fasilitas penunjang non medis bagi keberadaan rumah sakit Telogorejo merupakan hal yang tak dapat dipisahkan dari penunjang medik yang lain. Fasilitas penunjang non medik ini secara langsung atau tidak langsung sangat mempengaruhi pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit Telogorejo di semua medik. Adapun fasilitas penunjang non medik ini antara lain: a. Dapur b. Pencucian/ Laundry c. Pemeliharaan/ Teknik d. Kebersihan e. Ipal dan Sanitasi Rumah Sakit f. Sarana Medis g. Sarana Umum h. Wisma Tamu F. Pelayanan Umum dan Administrasi Rumah Sakit Telogorejo dengan jumlah pelayanan yang lengkap dan jumlah karyawan diatas 1100 karyawan menuntut sistem pelayanan yang baik dan sistem administrasi yang tertata denan baik pula. Bagian-bagian yang mendukung terlaksananya pelayanan umum dan administrasi adalah: a. Sistem Informasi Manajemen (SIM) SIM bertugas mendukung pelayanan terhadap administrasi pasien mulai dari pendaftaran hingga pembayaran. Dengan online hospital system yang terintegrasi dengan fasilitas peralatan yang modern diharapkan akan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. Sistem ini juga mendukung

12

administrasi internal rumah sakit seperti pengelolaan rumah sakt, pengelolaan asset dan penggelolaan sumber daya dan penggajian karyawan. b. Keuangan dan Akuntansi Keuangan rumah sakit mempunyai tugas mengkoordinasikan, mengawasi, dan bertanggungjawab atas keuangan rumah sakit baik pemasukan, pengeluaran, penyimpanan, dengan disertai ctatan yang akurat. Bagian keuangan didukung mulai dari kasir, penagihan, sampai penganalisa keuangan rumah sakit. c. Logistik Pengadaan barang-barang rumah sakit mulai dari bahan, peralatan, hingga sarana pendukung untuk keperluan operasional rumah sakit ditangani dan dikoordinasikan oleh logistic rumah sakit. Sistem penyimpanan diatur agar selalu terjaga ketersediaan barang-barang tersebut dalam jumlah yang optimal. Sistem pengadaan barang yang terbuka memungkinkan pengadaan barang dengan mutu yang baik tetapi dengan harga yang efisien. d. Personalia Personalia administrasi bertugas melakukan pengelolaan dan pengembangan sistem sumber daya manusia, sistem kepersonaliaan, penggajian karyawan, pembinaan hubungan industrial intern dan ekstern, sistem kesejahteraan karyawan dan pembinaan karyawan menuju budaya kerja yang positif dengan berorientasi terwujudnya peningkatan pelayanan prima secara berkesinambungan. e. Humas Dalam rangka menciptakan hubungan yang baik dengan pelanggan maka fungsi humas adalah mengkomunikasikan program-program rumah sakit kepada pelanggan dan juga

13

menerima, mengelola, dan menganalisa serta melakukan tindak lanjut atas informasi, kritik, saran, dan keluhan dari pelanggan untuk terjadinya perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit Telogorejo. f. Sekretariat Sekretariat bertugas menjamin lancarnya administrasi manajemen rumah sakit. Sekretariat juga bertanggung jawab dalam mengkoordinasi dan mengelola sistem mulai dari surat masuk, surat keluar, dan penyimpanan arsip-arsip untuk g. tujuan administrasi manajemen rumah sakit Telogorejo. Unit Keamanan Untuk memberikan rasa aman, RS. Telogorejo senantiasa menyiapsiagakan tenaga keamanan (satpam) guna menjaga dan menanggulangi masalah keamanan selama 24 jam penuh. Satpam yang dimiliki Rumah Sakit merupakan tenaga keamanan yang memiliki pendidikan khusus dalam hal keamanan dan senantiasa ditingkatkan ketrampilannya sesuai dengan perkembangan jaman. 2.4 Prestasi dan Reputasi Medik RS. Telogorejo Semarang Prestasi yang telah dicapai oleh RS. Telogorejo adalah: 1. Akreditasi

Gambar 2.1 Sertifikat Akreditasi RS. Telogorejo Semarang

14

2. Sertifikat ISO Tanggal 29 April 2009 RS Telogorejo membuka lembar sejarah baru karena pada tanggal tersebut RS Telogorejo menerima sertifikat ISO 9001 : 2008 yang dikeluarkan VNZ New Zealand. Sertifikat ini sekaligus menempatkan RS Telogorejo menjadi rumah sakit di Indonesia pertama yang menerima ISO 9001 : 2008. Gambar 2.2 Sertifikat ISO RS. Telogorejo Semarang

Rumah Sakit Telogorejo telah mencatat prestasinya, antara lain: 1. Transplantasi Ginjal

15

2. Cangkok dan Implant Kornea 3. Cangkok Sumsum Tulang 4. Operasi Jantung Koroner 5. Pelebaran Katup Jantung 6. Operasi Kantung Empedu tanpa membuka perut 7. Operasi Laparoskopik 8. Operasi Plastik rekonstruksi dan Kosmetik 9. Implant Gigi 10. Penanganan Batu Ginjal 11. Endo-skleroterapi 12. Bayi Tabung 13. Operasi Moya-moya 14. Operasi Epilepsi

16

2.5 Struktur Organisasi RS. Telogorejo Semarang Bagan 2.1 Struktur Organisasi RS. Telogorejo Semarang
DIREKTUR UTAMA

KEPALA BIRO DIREKSI MANAJER KABAG STAFF MAN. KESEKRET & KABAG TU SEKR. DIR KETUA SPI MAN. SIST. INFO ANALISIS SIST. ENG.

KEPALA BIRO AKUNTANSI & KEUANGAN MAN. KEU MAN.

KABAG KEU KABAG

KABAG KABAG

KA. BIRO SDM &

DIREKTUR PELAYANAN MEDIK 17

DIREKTUR PENUNJANG MEDIK

DIREKTUR PELAYANAN UMUM

BAB III PELAKSANAAN KULIAH KERJA PRAKTEK 3.1 Bidang Kerja Pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek (KKP) di RS. Telogorejo Semarang berlangsung sejak tanggal 23 Juli 2012 hingga 23 Agustus 2012, tepatnya di bagian akuntansi. Koordinator bagian akuntansi yang ditunjuk untuk memberikan arahan, masukan, dan penilaian Kuliah Kerja Praktek (KKP) adalah Ibu Juliana Sri Muliati Witarso, S.E. Sedangkan yang ditunjuk untuk mendampingi dan memberikan tugas pekerjaan adalah Ibu Yuniarti, S.E. Dibawah arahan Ibu Yuni, tugas dan tanggungjawab yang nantinya akan dikerjakan berupa sebagian kecil pengarsipan, pencatatan, dan penjurnalan yang berkaitan dengan arus kas masuk dan keluar. Sedangkan pada saat penugasan, pekerjaan yang dilakukan antara lain: Mengarsip Bukti Kas Keluar (BKK); Mencari copy faktur dan BKK yang diminta bagian Sistem Pengendalian Internal (SPI), pihak manajemen, dan audior di gudang arsip. Mengarsip Bukti Kas Masuk (BKM) Rawat Jalan dan Rawat Inap; Memfotocopy Bukti Kas Keluar (BKK) untuk diserahkan kepada pihak manajemen; Mengecek daftar kartu piutang; Merekonsiliasi saldo kas bank; dan Membuat Jurnal Kas Masuk.

3.2 Pelaksanaan Kerja Pada saat awal pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek (KKP), sebelum mulai terjun ke dalam pekerjaan, terlebuh dahulu diperkenalkan dengan seluruh staf bagian akuntansi dan keuangan. Kemudian setelah itu, diperkenalkan bagian pekerjaan pada masing-masing karyawan.

18

Selama satu (1) bulan pelaksanaan KKP, pekerjaan yang dilakukan bervariasi. Deskripsi jenis pekerjaan yang dilakukan selama KKP adalah sebagai berikut: 1.Mengarsip Bukti Kas Keluar (BKK). Kegiatan mengarsip Bukti Kas Keluar (BKK) ini hampir dilakukan setiap hari, karena sejak awal pelaksanaan KKP banyak sekali dokumen BKK yang belum diarsip terhitung sejak Juni 2011. Proses pengarsipan ini dimulai dengan mendata kelengkapan BKK yang belum diarsip, kemudian dilanjutkan dengan menandai BKK yang telah lengkap, dan selanjutnya mengurutkannya sesuai nomer BKK dimulai dari nomer yang paling kecil hingga yang paling besar. bendel. 2.Mencari copy faktur dan BKK yang diminta bagian Sistem Pengendalian Internal (SPI), pihak manajemen, dan audior di gudang arsip. Bukti Kas Keluar (BKK) sering dipakai oleh pihak SPI untuk melakukan cek fisik, pihak manajemen untuk pembuatan keputusan, dan pihak auditor sebagai sampel audit. Sehingga tidak jarang pihak-pihak tersebut meminta untuk mencarikan copy faktur atau BKK baik yang sudah diarsip atau belum diarsip. BKK yang sudah diarsip dapat dicari di gudang arsip. Pekerjaan ini sering menjadi pekerjaan yang menyulitkan, karena terjadi tumpang tindih. Contohnya: ketika bagian SPI atau pihak manajemen membutuhkan BKK, tidak jarang BKK yang mereka cari masih dalam proses audit dan dibawa oleh auditor, begitupun sebaliknya.
3.Mengarsip Bukti Kas Masuk (BKM) Rawat Jalan dan Rawat Inap.

setelah

ketiga

proses

itu

selesai,

kemudian

mengelompokkannya sesuai nomer dengan pembagian 30 BKK per

Pekerjaan mengarsip BKM rawat jalan dan rawat inap jauh lebih mudah dibandingkan dengan mengarsip BKK. Hal ini dikarenakan, BKM yang dicetak dan harus diarsip oleh bagian akuntansi setiap

19

harinya sudah urut sesuai nomer BKM, sehingga ketika mengarsip hanya butuh untuk mengecek kelengkapan dan nominalnya saja. Pengarsipan BKM berbeda dengan BKK, pengarsipan BKM dibagi menjadi 50 BKM per bendel.
4.Memfotocopy Bukti Kas Keluar (BKK) untuk diserahkan kepada pihak

manajemen. Kegiatan ini mungkin dinilai semua orang adalah pekerjaan yang paling mudah dan tidak memerlukan waktu untuk berpikir, akan tetapi ternyata tidak begitu yang dirasakan. Hal ini dikarenakan, harus mengoperasikan mesin fotocopy sendiri. Kebetulan untuk mesin fotocopy RS telogorejo bagian karyawan tidak ada petugas yang membantu, sehingga merupakan tantangan tersendiri karena belum pernah mengoperasikan mesin fotocopy sebelumnya.
5.Mengecek daftar kartu piutang.

Pekerjaan ini dapat dikatakan pekerjaan yang mengaplikasikan teori yang didapat di bangku perkuliahan. Daftar kartu piutang perlu dicek kebenarannya untuk menyamakan saldo antara catatan yang ada di bagian akuntansi dengan catatan yang ada pada bagian keuangan atau kasir.
6.Merekonsiliasi saldo kas bank.

Sama seperti halnya mengecek daftar kartu piutang, rekonsiliasi saldo bank merupakan aplikasi juga dari teori kuliah. Saldo bank yang direkonsiliasi selama pelaksanaan KKP antara lain: saldo bank Mega, saldo bank CIMB, saldo bank BCA, saldo bank BRI, dan saldo bank Mandiri. 7.Membuat Jurnal Kas Masuk. Pembuatan jurnal kas masuk di RS. Telogorejo Semarang tidak dibuat secara manual, akan tetapi dibuat dengan menggunakan software Microsoft Dynamics Axapta 2009. Hal ini merupakan hal yang baru, dan tidak diajarkan pada perkuliahan, sehingga menjadi tantangan tersendiri untuk terlebih dahulu belajar

20

mengoperasikannya sebelum membuat jurnalnya. Setelah 1 bulan sering ditugasi untuk mengoperasikan software ini, secara tidak langsung menjadi mahir dan terbiasa, sehingga menambah kemampuan yang baru. 3.3 Kendala yang dihadapi Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek (KKP) tentu saja banyak pengetahuan dan penglaman yang didapat, akan tetapi terdapat pula kendala yang ditemui karena ketidaksiapan diri sehingga mengganggu kinerja. Kendala- kendala tersebut antara lain: 1. Kendala dari dalam diri sendiri Rasa jenuh ketika seseorang melakukan pekerjaan adalah hal yang biasa. Rasa jenuh yang dialami ini adalah rasa jenuh ketika dituntut untuk mengerjakan pekerjaan yang mudah, membutuhkan waktu lama, dan harus dikerjakan berulangulang, yaitu mengarsip Bukti Kas Keluar (BKK). b. Kurangnya pengetahuan yang memadai tentang sistem dan software yang digunakan. Hal ini dirasakan ketika diminta untuk membuat jurnal untuk mencetak Bukti Kas Masuk (BKM) melalui software yang digunakan bagian akuntansi RS. Telogorejo Semarang. Proses pembuatan jurnal ini memerlukan pemahaman terlebih dahulu mengenai sistem atau prosedur sebelum jurnal itu dibuat, dan pengetahuan mengenai pemakaian software yang diterapkan. Sedangkan pemahaman sistem dan pamakaian software tersebut belum pernah dikenal dan dikuasai sebelumnya. 2. Kendala dari Luar a. kurang nyaman. Lingkungan kerja yang Rasa jenuh yang terjadi ketika bekerja.

21

Lingkungan adalah suatu hal yang dapat memacu karyawan untuk dapat bekerja dengan baik. Lingkungan kerja yang nyaman mampu mendorong seorang karyawan untuk bersemangat dalam menyambut semua tugas pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Akan tetapi, hal ini kurang didapatkan ketika pelaksanaan Kuiah Kerja Praktek (KKP) berlangsung. Lingkungan kerja di bagian akuntansi RS. Telogorejo dirasakan kurang kondusif, karena sistem akuntansi baru yang diterapkan dan sistem tersebut dinilai belum sepenuhnya dipahami oleh karyawan, dan belum dapat memudahkan pekerjaan karyawan.
b.

Atasan sebelum pekerjaan sebelumnya diselesaikan.

yang

selalu

menuntut dan memberikan pekerjaan secara terus menerus Sebagai karyawan, memang sudah menjadi tuntutan untuk mengerjakan semua tugas dan tanggungjawab yang atasan berikan. Akan tetapi, apabila seorang atasan membebankan terlalu banyak tugas dan tanggung jawabnya kepada karyawan maka dampaknya semua tanggungjawab tersebut akan tidak dapat ditangani dengan baik dan maksimal. Hal ini dirasakan ketika melaksanakan Kuliah Kerja Praktek (KKP), ketika itu diminta untuk mengarsip Bukti Kas Keluar yang berjumlah banyak, dan ketika pekerjaan tersebut belum diselesaikan, atasan menyerahkan kembali tugas untuk membuat jurnal kas masuk, dan ketika jurnal tersebut belum selesai dibuat, kemudian ditambahkan lagi pekerjaan untuk mencari Bukti Kas Keluar (BKK) yang diminta oleh bagian Sistem Pengendalian Internal (SPI). Sehingga akibatnya pikiran menjadi tidak fokus, dampaknya ketika akan memulai lagi mengerjakan pekerjaan yang belum diselesaikan terjadi

22

kebingungan diselesaikan. 3.4 Cara Mengatasi Kendala

sampai

dimana

pekerjaan

tersebut

telah

Hambatan dan kendala adalah hal biasa yang pasti dialami seseorang ketika melakukan suatu pekerjaan. Hambatan dan kendala tersebut pasti dapat diatasi tergantung orang tersebut dalam menyikapinya. Berikut ini adalah cara yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang terjadi selama Kuliah Kerja Praktek (KKP): 1. Kendala dari diri sendiri a. Rasa jenuh yang terjadi ketika bekerja. Untuk menghilangkan rasa jenuh yang muncul ketika bekerja, hal yang dilakukan adalah istirahat sejenak untuk mengistirahatkan otak, kemudian baru melanjutkan pekerjaan lagi. Atau hal alternatif lainnya adalah memutar musik untuk menemani bekerja, sehingga pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih menyenangkan. b. Kurangnya pengetahuan yang memadai tentang sistem dan software yang digunakan. Hal yang dilakukan untuk mengatasi kendala ini adalah menanyakan kepada orang yang lebih tahu. Dalam pelaksanaan KKP, berdiskusi dan meninta arahan dari Ibu Yuniarti menjadi solusi untuk menambah pengetahuan tentang sistem dan software yang digunakan di RS. Telogorejo Semarang. 2. Kendala dari luar a. Lingkungan kerja yang kurang nyaman. Untuk mengatasi lingkungan yang kurang nyaman, hal yang dilakukan adalah berusaha untuk menyamankan diri sendiri terlebih dahulu, mencoba beradaptasi dengan lingkungan yang baru, dan berusaha memahami masing-masing karakter orang melalui berinteraksi dan komunikasi yang intens selama KKP.

23

b. Atasan yang selalu menuntut dan memberikan pekerjaan secara terus menerus sebelum pekerjaan sebelumnya diselesaikan. Hal yang dilakukan dalam menghadapi kendala seperti ini adalah, mencoba mendahulukan menyelesaikan pekerjaan yang disertai deadline oleh atasan, dan mengesampingkan pekerjaan yang tidak telalu diburu-buru. Dan apabila timbul kurang bersemangat dalam memulai pekerjaan yang sempat tertunda penyelesaiannya, kembali memotivasi diri untuk segera menyelesaikan karena konsekuensinya aka nada tambahan pekerjaan lain di esok hari.

24

BAB IV PENUTUP

4.1

Kesimpulan Selama kurang lebih 1 bulan melaksanakan Kuliah Kerja Praktek (KKP) di RS. Telogorejo Semarang, kesimpulan yang dapat diambil adalah: Pelaksanaan KKP dapat menerapkan pengetahuan yang dimiliki dan didapat selama bangku perkuliahan dengan dunia kerja.

KKP mampu mendorong mahasiswa untuk mengetahui bagaimana kondisi lingkungan kerja yang nyata. Dinamika dan tuntutan pekerjaan yang pastinya terjadi dalam dunia kerja pun mampu diamati dalam pelaksanaan KKP.

KKP membuat mahasiswa dapat mengenal dan memahami dunia kerja, dan dapat menjadikan gambaran bagi mahasiswa dalam memutuskan pekerjaan yang ingin diraihnya seusai bangku kuliah.

4.2

Saran Demikian Laporan Kuliah Kerja Praktek (KKP) ini disusun, diharapkan kritik dan saran pembaca dan pengguna Laporan ini yang dapat membangun dan memperbaiki dalam penulisan selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA
25

FEB UNDIP. 2011. Pedoman Kerja Praktek/ Magang. RS. Telogorejo. Company Profile RS. Telogorejo.

26