Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kelas Aves adalah kelas hewan vertebrata yang berdarah panas dengan memiliki bulu dan sayap. Tulang dada tumbuh membesar dan

memipih, anggota gerak belakang beradaptasi untuk berjalan, berenang dan bertengger. Mulut sudah termodifikasi menjadi paruh, punya kantong hawa, jantung terdiri dari empat ruang, rahang bawah tidak mempunyai gigi karena gigi-giginya telah menghilang yang digantikan oleh paruh

ringan dari zat tanduk dan berkembang biak dengan bertelur. K elas ini dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber makanan, hewan ternak, hobi dalam peliharaan. Dalam bidang industri bulunya contohnya baju, hiasan dinding, dan lainnya. 1 Aves adalah hewan paling dikenal orang karena dapat dilihat dimana-mana, aktif pada siang hari, dan unik dalam hal memiliki bulu sebagai penutup tubuh. Dengan bulu itu tubuh dapat mengatur suhunya dan berfungsi juga untuk terbang. Dengan kemampuan terbang itu aves mendiami semua tempat. Warna dan suara dari beberapa aves merupakan daya tarik dan mempunyai nilai ekonomi. Beberapa jenis aves merupakan bahan makanan sebagai sumber protein. Ilmu yang mempelajari burung disebut Ornithologi. 2 dapat dimanfaatkan

1 2

Mukayat, Aves, Erlangga, jakarta, 1990, h. 134 Drs. Maskoeri, Zoologi Hewan, Erlangga, Jakarta, 1991, h. 56

B.

Tujuan Adapun tujuan pada tujuan praktikum ini yaitu untuk mengetahui dengan

jelas morfologi, anatomi, dan organ-oran yang terdapat pada aves.

C. Manfaat Adapun manfaat prktikum ini yaitu untuk mengetahui organ-organ yang terdapat pada aves.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Aves adalah vertebrata yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut : adanya bulu yang menutupi tubhnya, anggota gerak depan sudah belakang teradaptasi untuk rahang

termodifikasi menjadi sayap, anggota gerak

berjalan, berenan dan bertengger, pada tungkai terdapat si sik,

bawah tidak mempunyai gigi, mulut termodifikasi menjadi paruh, jantung terdiri dari empat ruang, mempunyai kantong udara atau kantong hawa (air sac) yang berperan dalam membantu sistem pernapasan terutama pada saat terbang, berkembang biak dengan banyak ciri-ciri dari kelas aves ini. bertelur (oviparous). Begitu

Yaitu; menentukan ukuran dapat

dilakukn dengan membandingkan ukuran burung yang telah dikenal umumya,bentuk burung tersebut gemuk, langsing, mempunyai ekor, dan leher pendek atau panjang, sayap pendek dan membulat atau panjang dan meruncing, Susunan warna ada perbedaan yang nyata pada susunan warna atau tidak, punya garis mata atau tidak, punya garis pada sayap atau tidak, dan ada atau tidaknya bintik pada badan, berbentuk kerucu t paruhnya, langsing, bulat, pendek, panjang, lurus atau melengkung,kaki pendek,

sedang, atau panjang, berselaput atau tidak, berlobus atau tidak, cara yang tidak kalah pentingnya dalam mengenali suaranya. 3 mengidentifikasi burung adalah dengan

Priyono dan Subiondono, http/ Blogspot.com/ 27 juni 2011

Aves adalah vertebrata dengan tubuh yang ditutupi oleh bulu (asal epidermal), sedangkan hewan lainnya tidak ada yang berbulu. Aves adalah vertebrata yang dapat terbang, karena mempunyai sayap yang merupakan modifikasi anggota gerak anterior. Sayap pada aves berasal dari elemen-elemen tubuh tengah dan distal. (pada fosil Pterodactyla = reptilian dan chiropetra = mamalia terbang, sayap berasal dari elemen-elemen tubuh distal). Kaki pada aves digunakan untuk berjalan, bertengger, atau berenang (dengan selaput interdigital). Karakteristik tengkorak aves meliptui tulang-tulang tengkorak yang berfusi kuat, paruh berzat tanduk. Aves tidak bergigi. Mata besar. Kondil oksipetal tunggal. Contoh aves, burung, dan penguin.4 Aves hidup di darat. Kelompok ini dibedakan m enjadi dua berdasarkan kemampuan terbangnya, yaitu karinata dan ratita. Burung yang tergolong karinata memiliki taju dada (carina). Taju dada berfungsi menyokong otot dadanya yang besar. Otot dada memberikan kekuatan terbang. Pada pinguin contohnya pinguin gentoo (Pygoscelis papua), yang merupakan karinata yang tidak terbang, otot dadanya digunakan untuk berenang di laut mencari makanan. Hampir 60% spesies burung karinata tercakup dalam ordo passeriformes atau burung bertengger. Burung dapat mencengkeram dahan pohon,

bertengger memiliki jari kaki yang

contoh burung ini adalah burung merpati (Columbia livia), burung pipit (Anthus sp.) dan berbagai burung pengicau lainnya. Ayam (gallus gallus domesticus) juga tergolong karinata. Burung yang tergolong ratita otot
4

Ibid,

dadanya tidak sebesar burung karinata. Burung unta (Struthio camelus), kiwi (Apteryx australis), dan emu (Dromaius novaehollandi ae) adalah contoh burung ratita. 5

Anynomous a, http/ Blogspot.com/ 18 juni 2011

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini adalah sebagai berikut : Hari/ tanggal Pukul Tempat : Kamis/ 23 Juni 2011 : 10.00 12.00 WITA : Laboratorium Zoologi Lantai 2 Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Samata-Gowa.

B. Alat dan Bahan 1. Alat Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah papan bedah atau papan seksi, alat bedah, kapas dan tissue 2. Bahan Adapaun bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu itik (Cairina moschata).

C. Cara Kerja Adapun cara kerja pada praktikum ini yaitu : 1. 2. 3. Menyiapkan itik (Cairina moschata) yang akan digunakan. Menyembelih itik (Cairina moschata) tersebut. Meletakkan itik (Cairina moschata)yang telah disembeli sebelumnya di atas papan bedah. 4. Mengamati bagian morfologi serta bagian anatomi itik (Cairina moschata) tersebut. 5. Menggambar bentuk morfologi serta bentuk anatomi itik (Cairina moschata) beserta bagian-bagiannya.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan Adapun hasil pengamatan pada praktikum ini yaitu sebagai berikut : 1. Morfologi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Keterangan : 1. Organum visus 2. Tembolok (Ingluvies) 3. Cloaca 4. Alae 5. Femur 6. Crus 7. Pes 8. Membran swim 9. Maksila 10. Nostril 11. Mandibula

2. Anatomi
1 2 3 4 5 6

Keterangan : 1. Hati (Hepar) 2. Empedal (Gizzerd) 3. Testis 4. Jantung (Cor) 5. Intestinum 6. Pulmo

a. Sistem pencernaan Keterangan : 1. Esofagus 2. Tembolok (Ingluvies) 3. Lambung kelenjar 4. Empedal (Gisserd) 5. Hepar 6. Intestinum 7. Rektum 8. Cloaca

b. Sistem sirkulasi Keterangan : 1. Ascending aorta 2. Atrium kanan 3. Atrium kiri 4. Ventrikel kanan 5. Ventrikel kiri c. Sistem reproduksi Keterangan : 1. Testis 5.Vesikula seminalis

2. Ginjal (Ren) 6. Coprodeum 3. Vas deferens 7. Urodeum 4. Ureter d. Sistem pernapasan Keterangan : 1. Trachea 2. Saccus cervicalis 3. Saccus interclavicularis 4. Saccus axillaris 5. Saccus thoracalis enterior 6. Saccust horacalis posterior 7. Pulmo 8. Saccus abdominalis 8. Cloaca

B. Pembahasan 1. Morfologi Pada bebek tubuh dibedakan atas Caput (kepala) terdapat rostrum (paruh), yang terbentuk dari maxilla, nares (lubang hidung), cera, merupakan suatu tonjolan kulit yang lemah dan terdapat pada rostum bagian atas.Organon visus (alat penglihat), porus acusticus externus (lubang telinga luar), terletak di sebeleh dorso-caudal mata, sedangkan membrana tymphani yang terdapat disebelah dalamnya untuk menangkap getaran suara. Pada cervix (leher) biasanya panjang.Truncus (badan), dibungkus oleh kulit yang seolah-olah tak melekat pada otot. Dari kulit akan muncul bulu dari hasil pertumbuhan epidermis menjadi bentuk ringan, fleksibel dan berguna sebagai pembungkus tubuh yang sangat resisten. Dan Caudal (ekor) mempunyai bulubulu ekor yang berpangkal di uropygium. 2. Anatomi a. Sistem pencernaan Di dalam rongga mulut burung tidak terdapat gigi sehingga makanan tidak dikunyah dan langsung masuk ke dalam kerongkongan, tembolok merupakan pelebaran ujung bawah kerongkongan, tembolok berbentuk kantung, tembolok berguna untuk menyimpan makanan sementara, memiliki lambung yang berfungsi mencerna makanan secara kimiawi. Lambung pengunyah (lambung otot atau empedal) sering pula disebut ampela. Kontraksi otot lambung pengunyah ini mencerna makanan secara mekanik, dari lambung, makanan hasil

pencernaan menuju usus halus, di dalam usus halus terjadi pencernaan secara kimiawi. Menuju cloaka. Yang merupakan muara tiga saluran, yaitu saluran pencernaan, saluran urin, dan saluran kelamin (saluran perkembangbiakan). b. Sistem sirkulasi Pada Sentralnya terdapat cor yang ada di linea mediana, yang berbentuk kerucut, dibungkus oleh oleh pericardium, pembuluh darahnya adalah venae dan arteriae yang keluar dari ventriculum sebanyak 3 buah yaitu; arteri anonima sinistra menuju ke kiri. Arteri anonima dextra menuju ke kanan. Masing-masing arteri anonima bercabang menjadi arteri carotis communis yang menuju ke kepala, arteri pectoralis yang besar menuju ke musculus pectoralis mayor, arteri sublavia yang menuju ke ketiak menjadi arteri axillaris dan yang menuju ke anggota muka menjadi arteri branchialis.Aorta, merupakan sisa dari archus aorticus yang menuju ke kanan, sedangkan archus aorticus yang menuju ke kiri telah hilang. Archus aortae itu melingkari bronchus dextrum lalu membelok ke caudal menjadi aorta dorsalis.Dari ventriculum dextrum yang keluar hanya sebuah arteri yaitu arteri pulmonalis yang selanjutnya pecah menjadi ramus dextrum menuju ke pulmo kanan dan ramus sinistrum menuju ke pulmo kiri. c. Sistem reproduksi Pada genitalia Jantan testis berjumlah sepasang, berbentuk oval atau bulat, bagian permukannya licin, terletak di sebelah ventral lobus

penis bagian paling kranial. Pada musim kawin ukurannya membesar. Saluran reproduksi tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen dan epididimis. Duktus wolf bergelung dan membentuk duktus deferen. Dan pada genitalia betina ovarium berkembang hanya yang kiri, dan terletak di bagian dorsal rongga abdomen.bentuknya panjang, bergulung, dilekatkan pada dinding tubuh oleh mesosilfing dan dibagi menjadi beberapa bagian bagian anterior dan posteriornya. d. Sistem pernapasan Bernafas dengan paru-paru yang berhubungan dengan kantong udara (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke leher, perut dan sayap. Kantong udara terdapat pada pangkal leher (servikal), ruang dada bagian depan (toraks anterior) antar tulang selangka (korakoid), ruang dada bagian belakang (toraks posterior), rongga perut (saccus abdominalis), ketiak (saccus axillaris) pada kantong udara berfungsi, membantu pernafasan terutama saat terbang, menyimpan cadangan udara (oksigen), memperbesar atau memperkecil berat jenis pada saat burung berenang, mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu banyak. Inspirasi yaitu udara kaya oksigen masuk ke paru-paru. Otot antara tulang rusuk (interkosta) berkontraksi sehingga tulang rusuk bergerak ke luar dan tulang dada membesar. Akibatnya teklanan udara dada menjadi kecil sehingga udara luar yang kaya oksigen akan masuk. Udara yang masuk sebagian kecil menuju ke paru-paru dan sebagian besar menuju ke kantong udara sebagai cadangan udara. Dan Ekspirasi yaitu otot

interkosta relaksasi sehingga tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula. 3. Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Familia Genus Spesies : Animalia : Chordata : Aves : Anseriformes : Anatidae : Cairina : Cairina muscovy

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Adapun kesimpulan pada praktikum ini yakni berdasarkan morfologinya, tubuh bebek terbagi atas caput, cervix, truncus, cauda dan sepasang extremitas yaitu extremitas anterior (sayap) dan extremitas posterior (kaki). Cavum oris ayam terdiri dari maxilla dan mandibula. Pada bulu terbagi 3 macam, yaitu ; plumae calamus, rachis, umbilicus inferior, umbilicus posterior dan vexillum, plumulae : calamus, rachis, barbae dan barbulae dan filoplumae. Sedangkan berdasarkan anatominya, terdapat beberapa sistem organ, yaitu; sistem cardiovaskuler terdapat cor dan pembuluh darah, sistem digestorium terdapat rostrum, cavum oris, pharynx, esophagus, ingluvies, proventriculus, ventriculus, intestinum tenue dan crassum, hepar, pankreas dan glandula salivales, sistem urogenital terdapat ren, ureter, kloaka dan ovarium dan sistem respiratorium terdapat nares, larynx, trachea, pulmo, syrinx dan saccus pneumaticus.

B. Saran Adapun saran pada parktikum ini sebaiknya praktikan lebih teliti dalam mebedah organ-orang harus lebih teliti.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Anynomous a, http/ Blogspot.com/ 18 juni 2011 Anonim. Priyono dan Subiondono, http/ Blogspot.com/ 27 juni 2011 Maskoeri. 1991. Zoologi Hewan, Erlangga, Jakarta. Mukayat. 1990. Aves, Erlangga, jakarta.