Anda di halaman 1dari 20

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Ikan merupakan hewan vertebrata akualitas dan bernafas dengan insang (beberapa jenis ikan bernafas melalui alat tambah berupa modifikasi gelembung renang/gelembung udara). Mempunyai otak yang terbagai menjadi region-regio. Otak itu dibungkus dalam cranium (tulang kepala) yang berupa kartilago (tulang rawan) atau tulang menulang. Ada sepasang mata. Kecuali ikan-ikan siklostomata, mulut ikan ini disokong oleh rahan (agnatha= ikan tak berahan). Telinga terdiri dari telinga dalama, serupa salurang-salurang semisirkular, sebagai organ keseimbangan (equilibrium). Jantang berkembang biak. Sirkulasi menyangkut alirang seluruh darah dari jantung melalui insang lalu keseluruh bagian tubuh lain. Tipe ginjal adalah pronefros dan mesonefros. 1 Pisces terbagai dalam dua kelas, kelas Chondrichtyes dan kelas Osteichyhyes. Pada chondrichtyes ikan dengan mulut ventral, disokon oleh rahan. Skeleton dari tulang rawan. Kulit tertutup dengan sisik-sisik plakoid (yang berasal dari kombinasi mosederem dan ektoderem). Ada dua pasang sirip, dan sirip kaudal kebanyakan heteroserkal (lobus dorsal lebih besar). 2

1 2

Mukayat Djarubito, Zoologi Dasar, Erlangga, Jakarta, 1984, h. 181. Ibid h. 181.

B. Tujuan Adapun tujuan para parktikum ini yaitu mahasiswa dapat membedakan bagian-bagian morfologi dan bagian anatomi dari Class Chondrichtyes (ikan bertulang rawan). C. Manfaat Adapun manfaat pada prktikum ini yaitu mahasiswa dapat mengetahuii bagian-bagian morfologi dan anatomi pada Class Chondrichyes atau ikan bertulang rawan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan dalam berbagai bahasa daerah disebut iwak (jv, bjn), jukut (vkt). Ikan memiliki bermacam ukuran, mulai dari paus hiu yang berukuran 14 meter (45 ft) hingga stout infantfish yang hanya berukuran 7 mm (kirakira 1/4 inci). Ada beberapa hewan air yang sering dianggap sebagai "ikan", seperti ikan paus, ikan cumi dan ikan duyung, yang sebenarnya tidak tergolong sebagai ikan.3 Ikan itu vertebrata akuatitas dan bernapas dengan insang (beberapa jenis ikan bernapas mellaui alat tambahan berupa modifikasi gelembuang renang/ gelembung udara). Mempunyai otak yang terbagi menjadi region-regio. Otak itu di bungkus dalam cranium (tulang kepala) yang berupa kartilago (tulang rawan) atau tulang menulang. Ada sepasang mata kecuali ikan-ikan siklostomata, mulut ikan itu di

Wikipedia, Ikan, http://wikipedia.org, 16 Juni 2011.

sokong oleh rahang (agnatha = ikan tak berahang). Telinga hanya terdiri dari telinga dalam, berupa saluran-saluran semisirkular, sebagai organ keseimbangan

(aquilibrium). Jantung berkembang baik. Sirkulasi mengangkut aliran seluruh darah dari jantung melalui insang lalu ke seluruh bagian tubuh lainnya. 4 Ketika ikan bertulang rawan pertama kembali ke laut, mereka telah mengamati lingkungan hipoonik (air tawar) dengan lingkungan hipertonik (air laut). Mereka tidak lagi menghadapi masalah pengeluaran air yang berlebihan, tetepi harus mengembangkan cara menghemat air tubuh melawan efek dehidronasi air laut. Seperti anda ketahui, mereka melakukan dengan mengunbah limbah nitrogen menjadi urea dan membiarkan konsentrasi urea tersebut meningkat dalam darah sampai darah itu isotonic terhadap air laut. Sekarang hal ini memerlukan kosentrasi 2,5% yang jauh melalpaui komsetrasi pada vertebrata lain (0,02%).5 Ciri-ciri ikan yang penting untuk diketahui yakni rumus sirip, yaitu suatu rumus yang menggambarkan bentuk dan jumlah jari-jari serta bentuk dari siripnya sendiri, perbandingan ukuran tubuh antara panjag, lebar dan tinggi dari bagian-bagian tertentu atau anatar bagian-bagian itu sendiri dan inea lateralis, pada linea lateralis bentuk garis rusuk (linea lateralis) dan jumlah sisik yang membentuk linea lateralis tersebut, dan jumlah sisik pada garis pertengahan sisik atau garis sisik dan sisk yang berbentuk susunan dan tempat melekat sisik-sisik.6

4 5

Mukayat Djarubito, Zoologi Dasar, Erlangga, Jakarta, 1984, h. 181. Kimball, Biologi Jilid 3, Erlangga, Jakarta, 1983, h. 927. 6 Tim Dosen,Zooogi vertebrata, Makassar, 2011, h.1

Bentuk tubuh ikan bermacam-macam, ada yang bebantuk torpedo, ada juga yang berbentuk pipih bulat dorsa-ventralis. Yang berbentuk torpedo mempunyai dua pina dorsalis, yang masing-masing sebelah posterioenya mempunyai duri, pada ventral terdapat sepasang pina pectoralis. Pada pina pepelvicus terdapat suatau tampahan yang berbentuk silendris yang disebut clasper yang berguna untuk perkawinan (pada hewan jantang). Pada beberapa ikan hiu yang lain terdapat semacam pina analis pada media-posterior ventralis. Pina caudalis adalah heterocercal. Mulut melintang terletak disebelah anterior ventralis pada kepala. Di seblah menyebelah diatas mulut terdapat mata, sedang di seblah muka mata terdapat nostril (lubang hidung). Antara mulut dan pina pectoralis terdapat 6 buah celah insang, satu celah insang paling muka mengalami modifikasi baik letak dan fungsinya yang disebut spiracle.7

Drs. Maskoreri, Zoologi Hewan, Erlangga, Jakarta, 1991, h.41

BAB III METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum adalah sebagai berikut: Hari/Tanggal Pukul Tempat : Rabu/15 Juni 2011 : 10.00-12.00 WITA : Laboratorium Zoologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Samata-Gowa.

B. Alat dan Bahan 1. Alat Adapun alat yang digunakan yaitu papan bedah/papan seksi, alat bedah, dan tissue. 2. Bahan Adapun bahan yang digunakan yaitu ikan hiu (Carcharias

menissorah) dan ikan pari (Trygon sephen).

C. Cara Kerja Adapun cara kerja pada praktikum ini adalah sebagai bearikut: 1. Pengamatan morfologi a. Meletakkan ikan yang telah mati diatas papan seksi b. Mengamati bentuk morfologi, yang terdiri dari bagian kepal yang meliputi mulut, celah insang, cekung hidung, mata dan spirakel. Dan pada bagian badan meliputi sirip, sisik, gurat sisi, kulit pepidermis, anus, dan clasper. c. Mencatat hasil yang dilihat dan dan memberikan bagian masingmasing. 2. Pengamtan anatomi a. Mambuat torehan diseblah belakang anus kearah punggung dengan scalpel hingga menentuh tulang belakang. b. Menggunting anus kearah kepala hingga kecelah insang. 3. Mengamati dan mencatat sistem-sistem pada pengamatan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan a. Ikan Hiu (Squalus acanthias) 1. Pengamatan Morfologi


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Keterangan: 1. Maxlia 2. Nares eksternal 3. Mata (Organu visus) 4. Insang (Gills) 5. Pinna pectoralis 6. Pinna caudalis 7. Pinna velvil 8. Pinna analis 9. Linea lateralis 10. Pinna dorsalis 2 11. Pinna dorsalis 1

2. Pengamatan Anatomi

1 2 3 4 5

Keterangan: 1. Testis 2. Gelembung renang (Pneumatocyst) 3. Hati (Hepar) 3. Pengamatan Sistem Organ a. Sistem respirasi Keterangan: 1. Insang (Gills) 4. Spiral valve 5. Jantung (cor)

b. Sistem sirkulasi Keterangan: 1. Jantung (Cor)

c. Sistem pencernaan Keterangan : 1. Hati (Hepar) 2. Ginjal (Ren) 3. Paru-paru (polmonaris) 4. Usus (intestinum) 5. Lambung (Ventriculus) d. Sistem reproduksi Keterangan: 1. Testis

b. Ikan pari (Trygon sephen) 1. Pengamatan Morfologi 1 2

3 4 5 6 7 8

Keterangan: 1. Mata (Organu visus) 2. Spiracle 3. Pelvic fin 4. Clas pers 5. Firsz Dorral fin 2. Pengamatan Anatomi 6. Second dorsal fin 7. Ekor (Caudal) 8. Anus (Kloaka)

1 2 3 4 5 6

Keterangan: 1. Jantung (Cor) 2. Hati (hepar) 3. Limpa (Lien) 4. Usus (Intestinum) 5. Testis 6. Lambung (Ventriculus)

3. Pengamatan Sistem Organ a. Sistem respirasi Keterangan: 1. Insang (Gills)

b. Sistem sirkulasi Keterangan : 1. Ginjal (Ren)

c. Sistem pencernaan Keterangan: 4. Limpa (Lien) 5. Lambung (Ventriculus) 6. Usus (Intestinum)

d. Sistem reproduksi Keterangan: 1. Testis

B. Pembahasan a. ikan hiu (Squalus acanthias 1. Morfologi ikan hiu (Squalus acanthias) memiliki bentuk tubuh memipih tegak, memipih datar dan gilik, memiliki kepala, mulut, mata, dan linea lateralis, memiliki sirip Pinna dorsalis (sirip punggung), Pinna pectoralis (sirip dada), Pinna ventralis (sisip punggung) Pinna Caudalis (sirip ekor), dan Pinna analis (sirip dubur). 2. Anatomi Ikan hiu (Squalus acanthias) pada ikan hiu terdapat gelembung renang yang berfungsi sebagai ruang beresonansi untuk memproduksi atau menerima suara. Selain itu gelembung renang juga berfungsi sebagai organ respiratori khusus untuk jenis physostome, pada spiral valve terdapat pada bagian perut disamping pinna analis (sirip dubur), hati berada didekat ginjal, pada liver berada disamping lambung dan usus. Dan testis merupakan alat untuk reproduksi.

3. Sistem Organ a. Sistem respirasi Pada ikan hiu (Squalus acanthias) celah ingsan yang terakhir mengadung semibranch (setenga insang) pada dinding anterior. Celahcelah insang lainnya baik baik diding anterior maupun posterior mempunyai setengah insang. Jadi pada tiap sisi faring ada 9 buah setengah insang. Disamping itu ada sisia-sisa insang (insang vestigial) yang disebut psedeudobranch pada tiap spirakulum. Pseudobranch adalah sepasang celah insang pertama dari 6 pasang. Celah insang pada waktu embrio. Air masuk melalui mulut, melewati faring, lalu keluar melewati celah-celah insang. b. Sistem sirkulasi Pada ikan hiu (Squalus acanthias), jantung hanya mempunyai satu anterium dorsal (aurikel) yang menerimah darah dari sinus venonus, dan satu ventrikel ventrikrl yang memompa darak ke konus arterior. . Dari konus itu darah selanjutnya menuju aorta ventral yang bercabag menjadi lima buah, terus masuk kedalam insang. Dalam insang terdapat kapiler-kapiler yang bersatu dan darah masuk kedalam seluruh tubuh. c. Sistem pencernaan Pada ikan hiu rahang tertutup dengan gigi (berasal homolog dengan sisik). Faring terbuka lateral ke dalam 5 pasang celah insang. Esopagus, di

sebelah posterior faring, terus barsatu dengan bagian kardil lambung, terus kebagian filorik lambung, lalu berkelok kedepang membentuk huruf U. terus keduodenium, lalu usus yang berkatup siral, akhirnya ketektum kekloakakloaka itu merupakan lubang keluar sistem pencernaan, sistem ekresi, dan sistem reproduksi. Ada hati dan Pankreas denga salurang empedu dan saluran pangkreas yang terbuka dalam duodenium. Ada kandunga empedu terletak dalam hati, dan ada kelenjer rektal. d. Sistem reproduksi Ikan hiu jantang mempunyai alat kopolasi yang disebut klasper atau penjepit. Dan pada betina dua ovarium didekat ujung anterior kavum abdominal. Telur yang masak melepaskan diri, menempus selaput ovarium dan masuk kedlam selom. Telur itu lalu ditarik masuk ke dalam ostium yang berbentuk corong, terus masuk oviduk atau ada dua. Ujung posterior oviduk itu masing-masing membesar menjadi uterus. Dalam uterus emrio berkembang sampai menjadi ikan hiu yang dapat berenag. Hiu jantang mempunyai dua testes. Spermatozoa mencapai saluran wolff memalui vasdeverens yang banyak jumlahnya. Saluran wolff itu berfunsi sebagai ves severen.

4. Klsifikasi : Kingdom Filum Upafilum Class Ordo Family Genus Spesies : Animalia : Chordata : Vertebrata : Chondrichythyes : Selachi : Carcharidae : Carcharias : Carcharias menissorah

b. Ikan pari (Trygon sephen) 1. Morfologi Pada bagian dorsal terdapat mata, spiracle, dan pada jantang terdapat prfvic fin dan claspers untuk mengikat megikat betina dalam tahap reproduksi, dan pada bagian vertal terdapat mulut, insang yang digunakan untuk paernafasan, dan pada bagaian bawah terdapat anus untu sistem pencernaan. 2. Anatomi Pada ikan pari tedapat jantung, hati, limpa, lambung yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan makana dan teatis yang berfungsi sebagai alat reproduksi.

3. Sistem organ a. Sistem respirasi Pada ikan pari terdapat dua pasang insang yang mengadung banyak filament insang dengan kapiler-kapiler keci. Darah

mendapatkan udara dalam filament-filamen insang. b. Sistem sirkulasi Pada ikan pari jantung terletak dalam ember brankial, dan terbungkus oleh kantong pericardial yang berhubungan dengan selemon. Ada sebuah aurikel dan sebuah venrikel. Darah dari jantung dipompa ke aorta ventral, lalu didistribusi ke insang. Darah dari insang dikumpulkan dalam aorta dorsal, lalau dialirkan ke bagian anterior dan posterior tubuh. System vena mengembalikan darah melalui hati ke jantung. Tidak ada sistem pota renal. Ada pembuluh-pembuluh limpah. c. Sistem pencernaan Ikan pari memulai makannya dari mulut terus kefaring, esophagus dan ke usus. Pada usus mempunyai katup siral (tiflosol), menuju ke anus. d. Sistem reproduksi Pada laeva pari terdapat gonad hermafrodit, tetapi setelah menjadi dewasa kelenjar kelamin jantang atau betina. Ketika dewasa

sebagai hewan diesius telur atau spermatozoa dikeluarkan dari gonad lansung ke kavum abdominal terus ke porus genital, dan ke sinus urogenital lalu keluar di alam bebasFertilisasi eksternal. 4. Klasifikasi : Kingdom Filum Class Ordo Familia Genus Spesies : animalia : Chordata : Chondrichyhyes : myliobatiformes : Dasyatidae : Trigon : Trygon sephen

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Adapun kesimpulan para parktikum ini yakni morfologi ikan pari, pada bagian ventearl terdapat kepala, mata, spiral, peivic fin, clasper yang berfungsi sebagai reproduksi den mengikat betina, firsz dorral fin yang terdapat pada bagian ekor, second dorsal, dan ekor. Pada bagian dorsal terdapat terdapat insang yang berfungsi untuk pernafasan dan anus, dan pada bagian anatomi ikan pari terdapt jantung yang berfunsi sebagai pemompa darah, hati, testis yang berfunsi sebagai alat reproduksi, lambung sebagai tempat penyimpanan makan dan limpah. Sedangkan morfologi pada ikan hiu terdapat neres aksternal yang bereada dekat mulut (Maxlia) dan terdapat mata, pada bagian tubuh terdapat dua pinna dorsalis (sirip punggung), pada bagian ekor pinna caudalis, terdapat pinna analis (sirip dubur), pinna velvil, pinna pectoralis (sirip dada), dan linea lateralis. Dan pada bagian anatomi terdapat liver, jantung (Cor), testis, lambung dan clasper. spiral valve, dan gelembung renang. B. Saran Adapun saran pada praktikum ini yakni dalam melaksanakan praktikun sebaiknya praktikan lebih teliti pada saat melaksanakan percobaan yang sedang diamati.

DAFTAR PUSTAKA

Djarubito mukayat, Zoologi Dasar, Erlangga: Jakarta, 1984 Kimball, Biologi Jilid 3, Erlangga: Jakarta, 1983 Maskoreri, Zoologi Hewan, Erlangga: Jakarta, 1991 Tim Dosen ,Zooogi vertebrata, Makassar, 2011 Wikipedia, Ikan, http://wikipedia.org, 16 Juni 2011