Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS KANDUNGAN NUTRISI dan PIGMEN MIKROALGA Nannochloropsis sp.

Epra Sahbana1, Ni Wayan Sri Agustin2 ,Syaiful Bahri3

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung, Bandar Lampung

ABSTRAK

Ditinjau secara biologi, mikroalga merupakan kelompok tumbuhan yang berklorofil yang terdiri
dari satu atau banyak sel dan berbentuk koloni. Didalam mikroalga terkandung bahan-bahan
organik seperti polisakarida, hormon, vitamin, mineral dan juga senyawa bioaktif. Sejauh ini,
pemanfaatan mikroalga sebagai komoditi perdagangan atau bahan baku industri masih relatif
kecil jika dibandingkan dengan keanekaragaman jenis mikroalga yang ada di Indonesia. Padahal
komponen kimiawi yang terdapat dalam mikroalga sangat bermanfaat bagi bahan baku industri
makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain. Metode analisis cepat dapat dilakukan untuk
mengetahui kandungan dalam suatu mikroalga. Separti, kandunagan nutrisi dan pigmen.
Analisis yang dilakukan meliputi analisis kandungan protein, lemak dan klorofil. Metode biuret
digunakan dalam analisis protein, dan metode gravimetri digunakan untuk analisis lemak.
Sedangkan, untuk analisis klorofil digunakan metode yang diperkenalkan oleh (Arnon’s 1949).
Analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa mikroalga Nannochloropsis sp memiliki
kandungan nutrisi yaitu protein sebesar 849,724 ppm pada kultur hari ke-18 dan lemak sebesar
27,64%. Sedangkan, kandungan pigmen yaitu klorofil a sebanyak 26,03 mg/l dan klorofil b
sebanyak 34,85 mg/l.

Kata kunci : Mikroalga, Nannochloropsis sp.

1). Mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung


2) Pembimbing LIPI-Cibinong
3). Dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

banyak sel dan berbentuk koloni. Didalam


PENDAHULUAN mikroalga terkandung bahan-bahan organik
seperti polisakarida, hormon, vitamin,
Indonesia dikenal luas sebagai mineral dan juga senyawa bioaktif. Sejauh
negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya ini, pemanfaatan mikroalga sebagai
adalah perairan dan mempunyai garis pantai komoditi perdagangan atau bahan baku
terpanjang di dunia yaitu: 80.791,42 Km. industri masih relatif kecil jika
Didalam perairan tersebut terdapat dibandingkan dengan keanekaragaman jenis
bermacam-macam mahluk hidup baik mikroalga yang ada di Indonesia. Padahal
berupa tumbuhan air maupun hewan air. komponen kimiawi yang terdapat dalam
Salah satu mahluk hidup yang tumbuh dan mikroalga sangat bermanfaat bagi bahan
berkembang di perairan adalah mikroalga. baku industri makanan, kosmetik, farmasi
dan lain-lain
Ditinjau secara biologi, mikroalga Berbagai jenis mikroalga seperti,
merupakan kelompok tumbuhan yang Chlorela atau Nannochloropsis yang telah
berklorofil yang terdiri dari satu atau dimanfaatkan sebagai adsorben logam
berat, Osmundaria, Hypnea, dan Gelidium (27),dan FeCl3 (0,01) dilarutkan dengan
sebagai sumber senyawa bioaktif seperti mengunakan akuades sampai volumnya 800
senyawa turunan dari oksidasi asam lemak ml, kemudian dihomogenkan dengan
yang disebut oxylipin, Laminariales atau menggunakan magnet stirer lalu dicek pH
Kelp dan Sargassum Muticum yang dengan menggunakan pH-meter sampai pH
mengandung senyawa alginat yang berguna =7.
dalam industri farmasi. Pemanfaatan
berbagai jenis mikroalga yang lain adalah Kultivasi Mikroalga Nannochloropsis sp
sebagai penghasil bioetanol dan biodiesel
ataupun sebagai pupuk organik. Kultur mikroalga Nannochloropsis
sp ditanam pada botol ukuran 1 lt, dengan
Mikroalga Nannochloropsis sp pH awal 7, serta intensitas cahaya sebesar
banyak digunakan dalam pakan utama 2500 lux dan sistem aerasi yang dialirkan
dalam pembenihan ikan air laut,udang, secara terus menerus.
kerang-kerangan, kepiting, dan berbagai .
kultivan karena memiliki syarat yang
dibutuhkan sebagai pakan larva yaitu Perhitungan Kepadatan Sel Mikroalga
mudah dicerna, berukuran kecil, nutrisi
tinggi mudah dibudidayakan dan cepat Kepadatan sel mikroalga
berkembang biak. (Siti Hudaidah, 2008) Nannochloropsis sp dihitung dengan
menggunakan haemositometer dibawah
Nannochloropsis sp dilaporkan mikroskop.
memiliki sejumlah kandungan pigmen dan
nutrisi seperti protein (52,11%), Uji Kadar Protein (Metode Biuret
karbohidrat (16%), lemak (27,64%), (Gornall et al., 1949))
vitamin C (0,85%), dan klorofil A
Diambil sebanyak 10 ml kultur
(0,89%).( http.//proximate.asp.htm)
Nannochlorposis sp. kemudian, disentrifuge
dengan kecepatan 4000 rpm selama 10
menit. Setelah itu, supernatan dibuang, lalu
BAHAN DAN METODE endapan ditambahkan reagen biuret
sebanyak 4 ml. Kemudian, campuran
Bahan tersebut dihomogenkan dengan
menggunakan (vorteks) hingga homogen
Bahan-bahan yang digunakan dan dipecahkan selnya dengan
adalah mikroalga Nannochloropsis sp yang menggunakan sonifier bransen. Kemudian
merupakan koleksi laboratorium akuakultur didiamkan selama 30 menit., disentrifuse
LIPI, Cibinong, media kultur terdiri dari kembali dengan kecepatan 4000 rpm
(Urea, Sp-36, (NH4)2SO4, EDTA, NaCl, selama 10 menit untuk mendapatkan
FeCl3), alkohol 70%, etanol, kloroform, supernatan yang kemudian diukur
aseton, reagen Biuret, akuades dan larutan konsentrasinya dengan menggunakan
NaOH 1N spektrofotometer uv-vis pada panjang
gelombang 550nm yang diplotkan dengan
kurva standar BSA.
Metode
Uji Kadar Lemak (Metoda Gravimetri)
Pembuatan Media Kultur
Nannochloropsis sp Diambil masing-masing sebanyak
10 ml kultur mikroalga Nannochloropsis
Bahan-bahan yang digunakan untuk sp. Kemudian, mikroalga tersebut
media kultur Nannochloropsis sp terdiri disentrifuse dengan kecepatan 4000 rpm
dari (g/l): urea (0,8), Sp-36/TSP (0,4), selama 10 menit. Setelah itu, biomassa
(NH4)2SO4 (0,2), EDTA (0,05) NaCl yang terbentuk ditambahkan dengan larutan
klorofrom:metanol:air(2:1:0,8) sebanyak 2 Klorofil A (mg/l) = 12,7 A663 – 2,69 A645
ml. Dan dihomogenkan dengan Klorofil B (mg/l) = 22,9 A645 – 4,68 A663
menggunakan vorteks. Lalu, sel mikroalga
dipecahkan dengan menggunakan alat HASIL DAN PEMBAHASAN
sonifier bronson selama 10 menit.
Kemudian, disentrifuse kembali supernatan Kultivasi Mikroalga Nannochloropsis sp.
diambil sedangkan endapannya dibuang.
Setelah itu, supernatan diekstraksi dengan Praktik lapangan ini diawali dengan
menggunakan campuran klorofrom dengan penanaman kultur menggunakan stok yang
metanol 1:2 yang kemudian ditambahkan ada di laboratorium. Kepadatan sel diamati
kembali air dan kloroform masing-masing dengan menghitung jumlah selnya setiap
1ml agar terbentuk dua lapisan. Lapisan hari menggunakan haemositometer dibawah
atas dibuang sedangkan lapisan bawah mikroskop. Pertumbuhan sel mikroalga
diambil yang merupakan lemak berlangsung melalui beberapa fase
pertumbuhan. Lamanya fase ini bergantung
pada usia dari inokulum yang diambil dan
kondisi lingkungan yang baru. Inokulum
Kadar lemak (%) = yang diambil pada fase logaritmik biasanya
fase adaptasinya akan berlangsung cukup
Msebelum dikeringkan – Msesudah dikeringkan X 100% cepat. Pada prektek kerja lapangan ini
dibuat dua kultur dari mikroalga
Nannochloropsis sp diamana pada kultur
yang pertama (P1) inokulum diambil pada
Uji Kadar Klorofil (Arnon’s ,1949) kondisi fase logaritmik, sehingga fase
adaptasinya berlangsung cukup cepat.
Diambil sebanyak 10ml kultur Sedangkan, kultur yang ke dua (P2)
mikroalga Nannochloropsis sp. Kemudian, inokulum yang digunakan bukan pada
mikroalga tersebut disentrifuse dengan kondisi fase logaritmik sehingga
kecepatan 4000 rpm selama 10 menit.
mengalami fase adaptasi yang cukup lama.
Kemudian, biomassa diekstraksi dengan
menggunakan aseton 90% sebanyak 5 ml. Hal ini dapat terlihat pada data
Lalu kemudian, campuran di homogenkan jumlah pertumbuhan sel (tabel 1). Pada hari
dengan menggunakan vorteks. Kemudian, ke-3 setelah penanaman kultur, jumlah sel
sel mikroalga dipecah menggunakan alat pada kultur pertama (P1) berjumlah 16 X
sonifier bronson selama 10 menit. Lalu,
106 (sel/ml) dan terus mengalami
setelah itu disimpan dalam tempat yang pertumbuhan yang cukup cepat setiap
gelap selama 10 menit. Kemudian, harinya. Sampai, mencapai 41 X 106
disentrifuse kembali dengan kecepatan sel/ml pada hari ke-7 dan sebanyak 51,8 X
3500 rpm untuk mendapatkan 106 sel/ml pada hari terakhir pengamatan
supernatannya yang kemudian diukur (hari ke-12). Sedangkan, pada kultur ke-2
adsorbansinya dengan menggunakan alat (P2) pada hari ketiga jumlah selnya sebesar
spektrofotometer uv-vis pada panjang 2,51 X 106 sel/ml dan mencapai 9,07 X
gelombang 663 nm, 645 nm, 630 nm. 106 sel/ml pada hari terakhir pengamatan
Kadar klorofil (mg/l) dapat dihitung dengan (Hari ke-12)
menggunakan persamaan (Arnon’s ,1949) :
Hari Kultur I (P1)(sel/ml) Kultur 2 (P2) (sel/ml)

6 6
3 16 X 10 2,51 X 10
6 6
5 26,6 X 10 3,24 X 10

6 29,9 X 106 4,2 X 106


6 6
7 41 X 10 7,11 X 10
6 6
11 45,6 X 10 8,94 X 10

12 51,8 X 106 9,07 X 106

60000000

50000000

40000000
Jumlah Sel
(sel/ml) 30000000

20000000

10000000

0
3 5 6 7 11 12
Kultur 1
Hari
Kultur 2

Pertumbuhan ke dua mikroalga yang


seperti lignoselulosa yang merupakan
digunakan pada kerja peraktek ini
jenis bahan organik terbanyak di bumi
belum sepenuhnya mengalami fase
ini. Beberapa metabolit primer
logaritmik. Karena waktu pengamatan
tumbuhan seperti protein, karbohidrat
yang digunakan tidak mencukupi.
dan lipida terlibat dalam proses
Hasil pengamatan (pada tabel 1)
fisiologis dasar tumbuhan merupakan
menunjukan bahwa partumbuhan sel
sumber makanan yang penting bagi
dari mikroalga masih terus bertambah
hewan pemakan tumbuhan. Berdasarkan
sehingga mikroalga tersebut belum
perbedaan alur fotosintesa, tumbuhan
sepenuhnya mengalami fase logaritmik.
dibedakan ke dalam dua kelompok,
yaitu tumbuhan C3 dan C4. Perbedaan
Analisis Nutrisi dan Pigmen
pada proses fiksasi karbon dari kedua
Nannochloropsis sp. kelompok tumbuhan tersebut berakibat
pada perbedaan fisiologis dan bentuk
1. Analisis Kadar Protein (morfologi).

Bagian terbesar penyusun biomasa


tumbuhan adalah metabolit primer.
Beberapa diantaranya berada dalam
jumlah yang sangat besar,
Mikroalga Nannochloropsis sp Jumlah relatif komponen-
memiliki kandungan metabolit primer komponen ini dalam kompleks yang
seperti protein, lemak, dan juga klorofil. stabil nampak mengikut aturan
Nannochloropsis sp juga dilaporkan stokiometri.(Vogel,1966). Dalam hal
memiliki sejumlah kandungan pigmen analisis protein pada mikroalga ini
dan nutrisi seperti protein (52,11%), yang bertindak sebagai ion pusat
karbohidrat (16%), lemak (27,64%), adalah logam Cu dari reagen biuret
vitamin C (0,85%), dan klorofil A yang digunakan. Sedangkan, ligan
(0,89%). (http.//proximate.asp.htm) berasal dari asam-asam amino yang
terkandung pada mikroalga.
Protein adalah poliamida yang
hidrolisisnya menghasilkan asam-asam Mekanisme pembentukan kompleks
amino (Fessenden, 1982). Protein yang ini merupakan mekanisme yang juga
terkandung pada mikroalga memiliki digunakan dalam adsorpsi logam-logam
kandungan asam amino lebih kaya berat dengan menggunakan mikroalga,
dibanding telur ayam. Demikian juga yang sejauh ini telah banyak penelitian
dengan kandungan beta karoten yang yang dilakukan. Untuk meningkatkan
bisa 900 kali lebih banyak dibanding daya adsorpsi dari mikroalga dilakukan
wortel. Sedangkan kandungan omega-3 mobilisasi. Penggunaan silika gel
mikroalga lebih banyak dibanding sebagai pegimobilisasi telah banyak
minyak ikan, biji rami, dan kedelai, dilakukan (Tong dan Ramellow
yaitu 50-60 persen.(situsHijau.com) dkk,1994)

Pada mikroalga Nannochloropsis sp Dari analisis protein yang telah


asam amino yang terkandung dalam dilakukan pada kerja praktek ini
konsentrasi yang tinggi adalah jenis diketahui bahwa kandungan protein
asam amino essensial yaitu berupa: bertambah seiring dengan pertambahaan
Glutamic 15.48 %, Leucine 15,20%, jumlah sel. Dimana pada fase
Leucine 1.57%. (http.//proximate.asp) pertumbuhan sel jumlah yang besar
(fase logaritmik) jumlah konsentrasi
Kandungan protein mikroalga protein dalam mikroalga juga
Nannochloropsis sp dapat dianalisis bertambah. Seperti pada hari ke-5 total
dengan menggunakan metode biuret jumlah konsenterasi protein pada kultur
(Gornall et al., 1949). Yaitu dengan pertama (P1) sebanyak 266 ppm dimana
menambahkan reagen biuret (CuSO4 jumlah selnya 26,6 X 106 sel/ml.
dan NaK-Tartat dalam NaOH). Sedangkan, Pada hari ke-11 konsentrasi
Mekanisme analisis ini adalah proteinnya bertambah 709 ppm begitu
pembentukan senyawa kompleks antara juga dengan jumlah selnya yaitu sebesar
asam amino dari protein dengan logam 45,6 X 106 sel/ml. Nannochloropsis sp
Cu. Suatu ion kompleks ialah terdiri merupakan mikroalga yang memiliki
dari satu atom pusat (ion) pusat dan kandungan protein yang cukup besar.
sejumlah ligan yang terikat erat dengan
atom (ion) pusat itu.
Tabel 2. Kandungan Protein pada Mikroalga Nannochlorposis sp
Hari ke- Konsentrasi Protein P1 Konsentrasi Protein P2
No (ppm) (ppm)

1 5 266,483 218,495
2 7 458,435 166,815
3 11 709,451 218,495
4 14 790,661 233,260
5 18 849,724 384,607

Konsentrasi (ppm)
900.000 )

800.000
700.000
600.000
500.000
400.000
300.000
200.000
100.000
0.000
Kultur 1 5 7 11 14 18
Kultur 2 Hari

Grafik 2. Konsentrasi Protein Mikroalga Nannochloropsis sp

2. Analisis Kadar LemaK seperti eter atau kloroform.(


wikipedia.org/wiki/Lipida)
Lipid atau lemak didefinisikan
sebagai senyawa organik yang terdapat Analisis kadar lemak yang
didalam alam serta tak larut dalam air dilakukan pada mikroalga
(Fessenden,1982) Nannochloropsis sp menggunakan
prinsip ekstraksi. Metode Ekstraksi
Lipid dikenal oleh masyarakat yaitu metode pemisahan berdasarkan
awam sebagai minyak (organik, bukan distrubusi zat pada dua atau lebih
minyak mineral atau minyak bumi), pelarut yang tidak seling
lemak, dan lilin. Istilah "lipid" mengacu bercampur.(Vogel, 1966)
pada golongan senyawa hidrokarbon
alifatik nonpolar dan hidrofob yang Lemak atau lipid adalah molekul
esensial dalam menyusun struktur dan organik yang bersifat nonpolar sehingga
menjalankan fungsi sel hidup. Karena hanya akan larut pada senyawa yang
nonpolar, lipida tidak larut dalam nonpolar juga. Pada analisis kandungan
pelarut polar, seperti air atau alkohol, lemak pada mikroalga Nannochloropsis
tetapi larut dalam pelarut nonpolar, sp digunakan tiga jenis pelarut yaitu air
dan metanol yang bersifat polar dan
kloroform yang bersifat nonpolar. pertama (P1) sebesar 2,05 % dan
Sehingga lemak akan ikut terlarut pada meningkat pada hari ke-11 sebesar
kloroform. Akan terbentuk dua lapisan 11,32 % begitu juga dengan jumlah sel
yang tidak saling bercampur, dimana yang meningkat dari 41 X 106 sel/ml
lemak terdapat pada lapisan bawah. pada hari ke-7 dan 45,6 X 106 sel/ml
pada hari ke-14.
Seperti pada analisis kandungan
protein, jumlah kadar lemak mikroalga Dilaporkan bahwa kandungan
Nannochloropsis sp pada kerja praktek lipid total dari mikroalga
ini juga mengalami peningkatan Nannochloropsis sp ialah sebesar 27.64
kadarnya seiring dengan meningkatnya % yaitu terdiri dari: asam Palmitoleic,
jumlah sel mikroalga Nannochloropsis asam Lauric, asam Myristic, dan asam
sp. seperti pada hari ke-7 jumlah Pentadecanoic
konsentrasi kadar lemak pada kultur (http.//proximate.asp.htm)

Tabel 3. Kadar Lemak (%) Mikroalga Nannochloroposis sp

No Hari ke- Kadar Lemak P1 (%) Kadar Lemak P2 (%)


1 7 2,05 0,17
2 11 11,32 0,082
3 14 12,5 6,2
4 18 14,9 7,7

16
14
12
Kultur1
Kadar (%)10
8
Kultur 2
6
4
2
0
7 11 14 18
Hari

Grafik 3. Kadar Lemak (%) Mikroalga Nannochloropsis sp


Analisis kadar klorofil larutan yang keruh dalam pelarut
tertentu.
Mikroalga Nannochloropsis sp
merupakan salah satu mikroalga hijau Pada mikroalga Nannochloropsis sp
sehingga kandungan pigmen terutama terdapat tiga jenis klorofil yaitu khlorofi
klorofil sangat tinggi. A, klorofil B, dan pigmen-pigmen
penyusun lainnya. Klorofil adalah
Analisis kandungan klorofil senyawa kimia yang memiliki struktur
pada mikroalga Nannochloropsis sp yang komplek sehingga mempunyai
menggunakan serapan dari pigmen bobot molekul yang besar (gambar 3).
klorofil dengan menggunakan tiga Pada analisis digunakan pelarut organik
panjang gelombang pada yaitu aseton 90%. Aseton dipilih karena
spektrofotometer uv-vis. yaitu, 663 nm, memenuhi syarat sebagai pelarut yaitu
645 nm, 630nm. Metode ini disebut tidak mengadsorpsi radiasi pada
dengan cara photometri yang baru, yang panjang gelombang pengukuran sampel.
dapat digunakan untuk analisa
kuantitatif campuran dan komponen zat Perhitungan jumlah kadar
kimia dengan pengamatan pada tiga klorofil dari mikroalga Nannochloropsis
panjang gelombang. Cara ini sangat sp menggunakan persamaan sebagai
tepat untuk menentukan campuran zat berikut (Arnon’s 1949):
kimia dalam larutan yang keruh atau
menentukan komponen zat kimia yang Klorofil A (mg/l) = 12,7 A663 – 2,69 A645
spekterumnya terganggu secara Klorofil B (mg/l) = 22,9 A645 – 4,68 A663
keseluruhan dengan komponen lain.
Klorofil A mempunyai serapan
Bertitik tolak dari hukum maksimum pada 663 nm. Sedangkan
Lambert-Beer, akan memungkinkan klorofil B memiliki serapan maksimum
dilakukan penetapan kadar komponen- pada 645 nm.
komponen zat kimia dalam suatu
campuran, karena pada hakikatnya Berdasarkan hasil analisis yang
jumlah keseluruhan serapan dalam dilakukan pada kerja praktek ini
suatu campuran pada panjang diketahui bahwa kadar klorofil pada
gelombang tertentu akan sebanding mikroalga Nannochloropsis sp terus
dengan jumlah resapan dari masing- bertambah setiap harinya. kadar klorofil
masing komponen yang berbeda dalam a (mg/l) pada hari ke- 5, 7, 11, 14, dan
campuran. Secara umum pernyataan di 18 yaitu, masing-masing sebesar 7,85
atas dapat ditulis sebagai fungsi F yang mg/l pada hari ke-5, menjadi 10,98
linier sebagai: mg/l pada hari ke-7, 21,71 mg/l pada
hari ke-11, 27,7 mg/l pada hari ke-14
F= K1A1 + K2A2 + K3+K3 dan 26,03 mg/l pada hari ke-18.

Aplikasi cara pengamatan tiga


panjang gelombang untuk analisa
kuantitatif zat adalah penentuan zat
pigmen yang berwarna merah dan dapat
ditentukan kadarnya dalam suasana
Gambar 3. Struktur Klorofil

Dari hasil percobaan didapat grafik


kadar klorofil sebagai berikut :
Klorofil A Klorofil B

30 40
kadar klorofil a (mg/l)

35
kadar klorofil b (mg/l)

25
30
20
25
15
20
10 15
5 10
0 5
0 5 7 11 14 18 0
hari 5 7 11 14 18
Hari
Kultur I Kultur II
Kultur 1 Kultur 2

Grafik 4 : kadar klorofil a (mg/l) Grafik 5 : Kadar Klorofil b (mg/l)


Nannochloropsis sp Nannocloropsis sp
KESIMPULAN Fardiaz S. 1988. Mikrobiologi Pangan.
Bogor: Pusat Antar Universitas, Institut
Pertanian Bogor.
Berdasarkan hasil praktik kerja
lapangan yang didapatkan, maka Fessenden, R.J dan J.S. Fessenden. 1994.
disimpulkan sebagai berikut : Kimia Organik. Erlangga. Jakarta.
1. Pada kerja prektek lapangan ini Fogg GE. 1979. Algae Culture and
didapat kemampuan dan Phytoplankton Ecology. Ed ke-2. London:
pengetahuan mengenai metode
The University of Winconsin Press.
analisis pada mikroalga.
2. Mikroalga Nannochloropsis sp Jeana G.1991. Pigmen in Vegetables
memiliki kandungan nutrisi pigmen Chlorophylls and Carotenoids. New York:
yang cukup besar yaitu seperti Pubhlised by Van Nastrand Reinhold.
protein sebesar 849,724 ppm pada
hari ke-18, lemak (27,64%), Sinly Evan. 2007. Study Kemampuan
klorofil a (26,03 mg/l) dan klorofil Adsorpsi Biomassa Alga Nannochloropsis
b (34,85 mg/l). sp yang diimmobilisasi Polietilamida-
Glutaraldehida Terhadap ion Logam Pb
(II), Cd (II), dan Cu (II) [skipsi]. Bandar
DAFTAR PUSTAKA Lampung. Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam. Universitas Lampung
Anonim. 2008. Mikroalga Nannochloropsis
sp. http.//proximate.asp.htm . Diakses pada Supriyanto.1999. Buku Ajar Kimia Analitik
tanggal 29 Agustus 2008 pk.14.55 WIB. III. Bandar Lampung: Jurusan Kimia.
Anonim. 2008. lipid.http:// Universitas Lampung.
wikipedia.org/wiki/Lipida Diakses pada
Tong, C.,Rammellow,U.S., and
tanggal 29 Agustus 2008 pk.14.43 WIB.
Ramellow,G.J.1994. Evaluation of
Anonim. 2008 Aplikasi mikroalga Plymeric Supports For Immobilizing
Nannochloropsis sp. http:// sinly Biomass to Prepare Sorbent Matrial For
evan/chem-is-try/ diakses pada tanggal 29 Metal intern.J. Enviro. Anal.Chem.
agustus 2008 pkl 15.00 wib VOL:56:175-171

Anonim. 2008 mikroalga Nannochloropsis Vogel. 1966. Buku Teks Analisis Anorganik
sp. http:// Nannochloropsis.Com/ diakses Kualitatif Makro dan Semimikro. Kalman
pada tanggal 29 agustus 2008 pkl 15:00 Media Pustaka. Jakarta
Wib

Anonim. 2008 kandungan protein. http://


situshijau.Com/ diakses pada tanggal 30
agustus 2008 pkl 15:00 Wib

Borowitzka Ma, Borowitzka LJ. 1988.


Mikroalgae Biotechnology. Cambridge:
Cambridge University Press.