Anda di halaman 1dari 21

5/24/2011

DEPARTEMEN PULMONOLOGI DAN ILMU KEDOKTERAN RESPIRASI FAKULTAS KEDOKTERAN USU RSUP ADAM MALIK

Aspirasi pneumonia pneumonia yang disebabkan masuknya benda asing padat atau cair atau terhirupnya asap atau uap ke dalam saluran napas bawah yang berasal dari : BahanBahan-bahan endogen : orofaring, cairan / makanan di lambung 2. Bahan-bahan eksogen : makanan, minuman, air Bahantawar, air asin, bahan bahan lainnya (tanah, lumpur, dll)
1.

5/24/2011

Aspirasi dapat menyebabkan beberapa gejala berdasarkan kuantitas dan sifat dari substansi yang teraspirasi, frekuensi terjadi aspirasi , dan faktor host menyebabkan terjadinya aspirasi . Terdapat beberapa tipe substansi yang menyebabkan gejala-gejala terjadi pneumonia : gejala Aspirasi dari asam lambung Chemical Pneumonia (CP). (CP). Aspirasi dari bakteri berasal dari oral dan daerah faringeal Bacterial Pneumonia (BP). (BP).

Aspirasi dari minyak minyak sayur menyebabkan exogenous lipoid pneumonia (LP), pneumonia ini jarang ditemukan Aspirasi dari benda asing beberapa kasus dapat pneumonia. pneumonia. Aspirasi pneumonia gagal nafas dan terjadi bacterial

Near Drowning (tenggelam)

5/24/2011

PATOFISIOLOGI
ASPIRASI BENDA ASING
Aspirasi benda asing dapat menyebabkan obstruksi jalan napas dari mulai glotis sampai distal bronkus. bronkus. Aspirasi benda asing banyak terdapat di segmen posterior lobus atas dan segmen superior lobus bawah jika pasien posisi terlentang. terlentang. Jika posisi berdiri maka benda asing akan berada di basal paru kanan. Kerusakan primer dapat terjadi akibat aspirasi kanan.

ASPIRASI DARI BAKTERI BERASAL DARI ORAL DAN DAERAH FARINGEAL (BACTERIAL PNEUMONIA)
Bakteri yang terlibat dalam infeksi paru anaerob merupakan flora normal di daerah oral (terutama di celah gingiva), dan menjadi patogen ketika bakteri anaerob ditemukan konsentrasi tinggi sekitar 1012/g. sering /g. menjadi penyebab terjadi aspirasi. aspirasi. Kondisi yang berhubungan dengan terjadinya aspirasi adalah kehilangan kesadaran atau disfagia , peminum alkohol, anastesi umum, kejang, pemakaian narkotika, lesi di daerah esofagus dan gangguan neurologi

5/24/2011

ASPIRASI DARI ASAM LAMBUNG (Chemical Pneumonia) (Chemical Pneumonia)


Kerusakan paru terjadi jika ketika pH dari aspirasi cairan kurang dari 2.5 , contohnya beberapa penelitian menunjukkan terjadinya kerusakan paru setelah teraspirasi asam lambung, air suling dan air garam

ASPIRASI AKIBAT LIPID (LIPOID PNEUMONIA)


Bahan material yang berminyak umumnya diberikan sebagai pengobatan untuk konstipasi pada anak-anak dan anakdewasa. dewasa. Karena sifat dari viskositasnya yang tinggi , bahan material yang berminyak akan menekan reflek batuk mudah terjadinya aspirasi pada orang-orang orangnormal, dan juga pada pasien-pasien dengan gangguan pasienmenelan. menelan.

5/24/2011

NEAR DROWNING
Dry drowning drowning tidak terjadi aspirasi air laut/tawar ke paru (dry lung) dan kematian diakibatkan oleh laringospasme pada saat air dingin masuk ke daerah laring, iritasi mekanik akibat air (10-15%). 10-15% Wet drowning terdapat air ke dalam paru sehingga paru basah dan terjadi gangguan akibat efek cairan (85-90%). 85-90%

GAMBARAN KLINIS
Aspirasi pneumonia dapat terjadi akut atau kronik tergantung dari onset waktu, sifat dari substansi aspirasi, dan respon host seseorang. seseorang. Gambaran klinis sering dijumpai yaitu sesak nafas, demam, wheezing, ronki basah, hipoksia, takikardia, wheezing, lekositosis dan gagal nafas. Pada hipoksemia berat nafas. sering terjadi akibat rendahnya tekanan parsial arteri dan penurunan dari komplians paru. paru.

5/24/2011

GAMBARAN RADIOLOGIS
ASPIRASI BENDA ASING
Benda asing sering ditemukan pada anak-anak anakyaitu koin dan gigi Dapat ditemukan pada semua lobus tetapi sering ditemukan pada lobus bawah paru kanan Pada usia dewasa gambaran radiologis umumnya ditemukan atelektasis dan obstruksi pneumonitis dengan atau tidak tampak benda asing (radioopaque)

Foto toraks wanita , umur 15 tahun, klinis batuk dan sakit dada ketika menarik nafas setelah 1 minggu tertelan jarum, tampak bayangan jarum di lapangan atas paru kiri.

5/24/2011

Foto toraks lateral posisi jarum di lapangan atas paru kiri

Gambar 2.a

Gambar 2.b

Gambar 2.a : Terlihat jarum pada segmen lingula bronkus kiri, diambil dengan menggunakan biopsi forsep Gambar 2.b : Posisi jarum di daerah trakea , jatuh ketika di keluarkan. Keadaan pasien exhausted , bronkoskopi dihentikan. Bronkoskopi dihentikan dan akan diulang bronkoskopi dengan anastesi umum. Pada malam hari penderita merasa ada benda di daerah tenggorokan, dan penderita batuk-batuk disertai muntah

5/24/2011

Gambar 3.a

Gambar 3.b

Gambar 3.a : Dilakukan foto toraks PA sebelum tindakan bronkoskopi ulang; tidak tampak bayangan jarum di paru kiri Gambar 3.b : Foto lateral kiri tampak posisi jarum di didaerah perut

Foto abdomen AP tampak jarum berada di daerah usus halus

5/24/2011

Jarum berada diusus dan keluar bersama feses

ASPIRASI DARI BAKTERI BERASAL DARI ORAL DAN DAERAH FARINGEAL (BACTERIAL PNEUMONIA) , CHEMICAL PNEUMONIA & NEAR DROWNING Kelainan pemeriksaan radiologis yang paling dominan adalah suatu konsolidasi adalah unilateral maupun bilateral, bercak-bercak atau difus. bercakdifus. Pada penderita dengan aspirasi dengan jumlah yang banyak cairan lambung dengan pH rendah dari radiologis menunjukkan bercak-bercak konsolidasi yang bercakgambaran sama dengan edema paru dengan gagal jantung atau awal dari acute respiratory distress syndrome (ARDS). (ARDS).

5/24/2011

ASPIRASI PNEUMONIA AKIBAT KLL (KASUS(KASUS-1)

ASPIRASI PNEUMONIA AKIBAT KLL (KASUS(KASUS-2)

10

5/24/2011

ASPIRASI AKIBAT LIPID (LIPOID PNEUMONIA)


Foto toraks bisa menunjukkan corakan alveolar sebagai hasil penggumpalan lipid dalam rongga alveoli. alveoli. Selanjutnya gambaran interstisial menunjukkan adanya migrasi makrofag dan penebalan septum alveoli oleh jaringan fibrosis. fibrosis. Foto toraks juga bisa menunjukkan adanya nodul yang terlokalisir (parafinoma) nodul-nodul ini mudah nodulmenyatu sehingga menimbulkan gambaran seperti neoplasma atau TB. TB.

LIPOID PNEUMONIA (KASUS- 1) (KASUS-

11

5/24/2011

CT-scan toraks : ground glass opacification dengan densitas -225 Hounsfield Unit adanya septal thickening dan consolidation + 39 Hounsfield Unit , kesan Lipoid pneumonia.

BRONKOSKOPI

12

5/24/2011

Dilakukan bilasan (washing) dengan cairan NaCl 0.9% sebanyak 300 cc. Secara makroskopis cairan BAL berwarna putih seperti susu

13

5/24/2011

LIPOID PNEUMONIA (KASUS- 2) (KASUS-

BRONKOSKOPI

14

5/24/2011

15

5/24/2011

ASPIRASI PNEUMONIA AKIBAT PESTISIDA

16

5/24/2011

Aspiration Pneumonia
29 - 12 - 04

(bilateral) + G3P2Ab0 dr. F (, 36 years)

31 - 12 - 04

11 - 01 - 05

12 - 03 - 05

08 - 07 - 05

17

5/24/2011

Aspiration Pneumonia +
03 - 01 - 05 10 - 01 - 05

Septic emboli DI (, 12 years)

15 - 01 - 05

24 - 01 - 05

HRCT THORAX 25 - 01 - 05 RED ARROW : HAMPTONS HUMP BLUE ARROW : PLEURAL EFFUSION GREEN ARROW : CONSOLIDATION

18

5/24/2011

01 - 02 - 05

07 - 02 - 05

Blood Culture : Staph.aureus (+) D - dimer : 4000

HRCT THORAX 07 - 02 - 05
RED ARROW BLUE ARROW : HAMPTONS HUMP : CONSOLIDATION

19

5/24/2011

10 - 02 - 05

25 - 02 - 05

25 - 02 - 05

20

5/24/2011

PENATALAKSANAAN
Terapi Oksigen Antibiotika Bronkoskopi Kostikosteroid uji sensitivitas bronkial toilet kontroversial

21