Anda di halaman 1dari 3

Pada dasarnya, keberhasilan suatu perusahaan di era globalisasi dipengaruhi oleh kemampuannya mengembangkan tata kelola yang lebih

unggul untuk mengatasi perbedaan perbedaan yang ada. Sejalan dengan pernyataan tersebut, Wheelen & Hunger (2005) menyatakan bahwa apapun jenis usaha yang dilakukan di era Globalisasi ini, tidak bisa hanya mengandalkan cara-cara tradisional untuk memastikan keberlangsungannya. Globalisasi, internasionalisasi pasar dan korporasi merubah total cara perusahaan modern melakukan bisnis. Untuk mencapai tujuan , perusahaan harus kompetitif dengan datang bersama gagasan "pasar global", bukan lagi pasar nasional. Disamping itu, teknologi, informasi, dan komunikasi menjadi sangat berpengaruh terhadap posisi perusahaan untuk jangka panjang serta keuntungan kompetitif yang diperoleh. Thomas Friedman dalam bukunya, The World is Flat (2007) beranggapan bahwa banyak pebisnis, akademisi, aktivis, politisi, maupun jurnalis sudah menyadari bahwa telah ada perubahan dalam tatanan di dunia ini menjadi tanpa batas, bahwa pasar, dunia bisnis, dan sistem produksi sudah mengglobal sehingga keberadaan perusahaan global yang terintegrasi dengan dunia menjadi semacam cara pandang yang baru di masa ini. Dalam rangka menjawab perubahan yang terjadi di dunia, perusahaan lokal banyak yang memilih untuk go international dan memenangkan pasar di negara di luar tempatnya berdiri. Salah satu dari perusahaan global yang melakukannya yaitu Walmart, yang pertama kali berinvestasi di luar Amerika, negara asalnya pada tahun 1990, dan pada tahun 1996 masuk ke China, yang merupakan negara berpenduduk terbesar kedua setelah Amerika. Tulisan ini secara umum akan membahas mengenai strategi bisnis Walmart di China. Walmart : Sebuah Perusahaan Global Pendapat umum menyebutkan bahwa perusahaan global adalah perusahaan yang berada di hampir seluruh belahan dunia. Hal tersebut mungkin benar, akan tetapi Gupta, Govindarajan, dan Wang (2008) menjelaskan dengan lebih spesifik mengenai karakteristik perusahaan global yang dapat dicirikan berdasarkan empat faktor, yaitu (1) keberadaan pasarnya, yang merupakan keberadaan konsumen yang cukup besar di luar negara asal (2) persediaan barang, dimana perusahaan global dapat memperoleh barang di negara lain, dan memiliki beberapa anak perusahaan di negara lain yang dapat digunakan untuk memenuhi permintaan, (3) modal, dimana perusahaan global memiliki sistem keuangan serta keuntungan yang baik untuk bisa menumbuhkembangkan perusahannya dan (4) cara pandang perusahaan, yaitu cara pandang perusahaan global yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perbedaan budaya. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, Walmart memiliki kemampuan unuk menjadi perusahaan global. Pertama, Walmart memiliki pasar di hampir seluruh dunia, seperti di Jepang, Meksiko, Kanada, Inggris, Brazil, China, Amerika Tengah, dan India (Walmart International: 2011 Update, dalam exportsolutions.com). Kedua, dari segi persediaan barang, hanya 8% dari barang yang dijual yang diproduksi sendiri oleh Walmart, untuk sisanya, Walmart menggandeng supplier lokal untuk memastikan ketersediaan barang (Rinella Putri, Strategi Walmart: Perbaikan Citra dan Ekspansi Internasional, 13 Juni 2008 dalam managementfile.com). Ketiga, Walmart berhasil mendapatkan 22% keuntungan dari toko yang berada di luar Amerika (Rinella, 2008) sehingga mampu menunjukkan pencapaian

signifikan dalam menghasilkan pendapatan di dunia global. Keempat, meskipun Walmart mengalami kegagalan untuk bertahan di beberapa wilayah, namun Walmart mampu melakukan penyesuaian terhadap budaya yang ada di banyak wilayah negara lainnya. Walmart merupakan perusahaan ritel terbesar di Amerika dan seringkali berada di peringkat 3 besar dalam indeks Fortune 500. Saat ini, Walmart memiliki lebih dari 1.600 toko ritel yang tersebar di banyak wilayah di dunia. Inti bisnis ritelnya dibagi menjadi 4 divisi : Walmart Stores, Super Centers, Sams Club Warehouse, dan Neighborhood Markets. Walmart Stores dan Super Centers menyediakan one stop family shoping, produk-produk kebutuhan rumah tanggga, dan produk-produk umum lainnya. Sams Club adalah sebuah warehouse club khusus untuk anggota. Neighborhood Markets menawarkan pengalaman berbelanja yang menarik untuk produk-produk rumah tangga, obat-obatan (farmasi), dan barang-barang umum lainnya. Sejarah bisnis Walmart Inc tidak lepas dari kejeniusan Sam Walton. Sebab, di tangan alumnus Universitas Missouri, Columbia, inilah gurita ritel global betul-betul meraksasa.Didirikan pertama kali oeh Sam Walton dan toko pertamanya berada di Roger, Arkansas tahun 1962. 7 Tahun kemudian pendapatan dari penjualan mencapai $ 1 billion. Di akhir bulan Januari 2002, Toko Walmart menjadi toko retail terbesar dengan penjualan $218 billion ( Joan Maggreta:2002) Keputusan Walmart untuk masuk kepasar Internasional pada tahun 1991 adalah karena menyadari bahwa populasi US hanya 4% dari total populasi dunia, sehingga Walmart memutuskan untuk ekspansi perusahaannya secara Internasional. Pada awalnya, Walmart mulai ekspansi dan berkonsentrasi di Meksiko dan Kanada dengan alasan kesamaan budaya, kebiasaan masyarakat dan lingkungan bisnis. WalMart juga ekspansi ke Argentina & Brazil karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Amerika Latin, serta adanya kemudahan yang dimiliki perusahaan Amerika untuk masuk ke pasar Amerika karena tergabung dalam NAFTA (NAFTA = North American Free Trade Agreement yang ditandatangani tahun 1993 yang menghilangkan halangan perdagangan dan investasi antara Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko). Selain itu, Walmart pun mencoba untuk melakukan ekspansi ke Jerman karena Jerman merupakan salah satu pangsa bisnis retail terbesar di Eropa. GNP & Populasi Jerman Barat sekitar USD 80 Juta. Beberapa hal tersebut yang kemudian melatar belakangi keputusan Walmart untuk melakukan ekspansi, karena jika Walmart hanya fokus di pasar lokal, Walmart akan kehilangan peluang untuk mengembangkan pasar internasional. Walmart di China Walmart mulai berekspansi ke wilayah Asia pertama kali dimulai di China pada tahun 1996, Korea pada tahun 1997, dan Jepang pada tahun 2002. Di China, Walmart merupakan retailer internasional pertama yang masuk. Sebelumnya, retailer yang ada dan berkembang di China adalah retailer milik pengusaha lokal yang imagenya melekat dengan barang yang terbatas dan kualitas yang buruk serta toko yang kotor dan tidak teratur. Regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah China untuk investor yang datang dari luar China adalah keharusan untuk melakukan bisnis dengan sistem joint-venture dengan mitra lokal dan mitra lokal tersebut harus memiliki saham lebih dari 51%. Oleh karena itu, sebelum Walmart masuk ke China secara resmi, pada tahun 1995, Walmart dan Shenzhen International Trust &

Investment Co., Ltd, China, menandatangani perjanjian Joint Ventures dan membentuk Shenzhen Wal-Mart & Pearl River Department Stores Ltd pada bulan Agustus 1995(www.szitic.com), dan di tahun berikutnya Walmart membuka tokonya sendiri di wilayah Shenzhen (www.wal-martchina.com).