Anda di halaman 1dari 6

PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP KEGIATAN STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU)

A.

Latar Belakang Sejalan dengan laju pertumbuhan pembangunan nasional, pembangunan

sektor transportasi juga menjadi bidang yang terus dibenahi dan dikembangkan. Pembangunan transportasi dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi. Pembangunan transportasi meliputi penyediaan sarana jalan yang cukup, penyediaan terminal yang representative, jumlah dan kualitas kendaraan yang layak serta prasaran pendukung transportasi termasuk tempat untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan bermotor yang system distribusinya dikelola oleh pemerintah dalam hal ini Pertamina. Pemenuhan sarana transportasi bagi masyarakat tersebut merupakan keharusan dan kewajiban bagi pemerintah untuk memfasilitasinya. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU merupakan partisipasi langsung dunia usaha dalam rangka mewujudkan peningkatan peningkatan pelayanan pada jasa transportasi dalam hal pemenuhan bagi masyarakat sekitar akan kebutuhan bahan bakar kendaraan bermotor yang melintasi jalur jalan. Dengan pembangunan SPBU ini akan sangat membantu untuk melancarkan distribusi BBM Dengan adanya kegiatan tersebut di atas dapat mendorong adanya suatu dampak terhadap lingkungan hidup baik itu bersifat positif maupun bersifat negatif, oleh karenanya perlu adanya analisa dalam mengendalikan pengelolaan dampak yang ditimbulkan, Dengan adanya analisa Pengelolaan Lingkungan Hidup ini dapat dijadikan acuan / pedoman bagi pemrakarsa dalam pengelolaan lingkungan hidup untuk meminimalisasi dampak dampak negatif yang akan terjadi dan dapat meningkatkan dampak positif sehingga tercapainya pembanguan yang berkelanjutan yang menjadi jaminan bagi kesejahteraan dan peningkatan mutu lingkungan hidup yang lebih layak bagi generasi masa kini dan generasi yang akan datang.

B.

Gambaran Umum Kegiatan Kegiatan operasional SPBU adalah operasional pelayanan utama yaitu

pelaksanaan pengisian dan distribusi bahan bakar kendaraan, pada tahapan ini mempunyai dampak terhadap komponen lingkungan fisik dan kimia yaitu penurunan kualitas air tanah maupun air permukaan yang berasal dari tumpahan, bocoran bahan bakar. Operasioal SPBU juga akan menambah kemacetan akibat adanya antrian pada saat jam-jam sibuk, sehingga dimungkinkan adanya penurunan kualitas udara ambien, peningkatan kebisingan serta debu. Disamping itu akan menimbulkan dampak terhadap kerawanan kebakaran 1. Fasilitastas Prasarana dan Sarana Fasilitas prasarana dan sarana SPBU biasanya meliputi: a. Jumlah Pompa Pengisian (Dispenser)
b.

Kanopi Mobil dan Motor

c. Kantor d. Ruang Manager dan karyawan e. Kios Olie f. Toilet g. Musholla h. Ruang Genset i. Kantin j. Gudang k. l. 2. Tangki pendam Jalan Operasi Jenis dan Barang yang dipasarkan Jenis Bahan Bakar yang sering dioasarkan biasanya meliputi Premium Solar Pertamax. 3. Alat yang digunakan Alat yang digunakan di SPBU adalah Dispenser dan Genset

C.

Garis Besar Komponen Usaha/Kegiatan Komponen Usaha/Kegiatan operasional SPBU yang diperkirakan akan

menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup, akan diuraikan pada tahapan kegiatan yaitu : 1. Pra Konstruksi a. Proses pembebasan lahan b. Perijinan yang dimiliki Izin Peruntukan Penggunaan Tanah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Besar Tanda Daftar Perusahaan Surat Ijin Gangguan 2. Konstruksi 1. Konstruksi dan Struktur Bangunan Konstruksi dan Struktur bangunan harus sesuai dengan rencana umur bangunan 2. Bangunan Sarana dan Prasarana Luas lahan yang diperuntukan untuk bangunan prasarana dan sarana SPBU yang sudah disetujui oleh PT. Pertamina 3. Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau (RTH) harus memenuhi standar BCR, yaitu sebesar 40 % dari seluruh luasan area kegiatan, jika luasan lebih kecil dari 40% maka harus dibuat sumur resapan atau Biopori. Ruang Terbuka Hijau ini merupakan taman dan dapat menginfiltrasi air hujan serta dijadikan sebagai area resapan air. 3. Pasca Konstruksi 1. Aktifitas pengisian dan distribusi bahan bakar kendaraan Aktifitas utama SPBU adalah pengisian dan distribusi BBM, yaitu mulai pengisian BBM dari mobil tangki ke tangki pendam SPBU kemudian distribusi ke kendaraan.

2. Aktifitas domestik karyawan dan pelanggan. Aktifitas domestik karyawan pelanggan adalah kegiatan MCK (mandi, Cuci dan Kakus) serta didalam kegiatan domestic tersebut menghasilkan sampah. 3. Operasional genset Genset digunakan sebagai sumber energi listrik cadangan dan digunakan apabila aliran listrik dari PLN terputus karena adanya gangguan dan perbaikan jaringan listrik. D. Perkiraan Dampak yang akan Terjadi Perkiraan dampak lingkungan hidup yang akan terjadi pada kegiatan SPBU adalah sebagai berikut :
No Tahapan Kegiatan 1 2 Pra konstruks 1 i Sumber Dampak 3 a Pembebasan Lahan Jenis Dampak 4 Konflik antara Besaran Dampak 5 - Kontinyu selama Pembebasan lahan benar Dan Sah secara hukum Kontinyu selama - Perijinan Belum lengkap semua Konstruksi dan struktur - bangunan Yang benar akan mempertepat rencana umur bangunan - Kontinyu selama bangunan prasarana dan sarana SPBU belum lengkap Semakin kecil RTH - makin cepat Penurunan kualitas lingkungan

Perijinan Yang b dimiliki Konstruk si Konstruksi dan Struktur Bangunan

(Pemilik lahan I) Dengan Pihak SPBU Penghentian - sementara Operasional SPBU - Umur bangunan

Bangunan Prasarana dan b Sarana

Terhambatnya - layanan SPBU dan Penurunan Kualitas Lingkungan

(RTH) SPBU

Penurunan kualitas lingkungan

Operasion 3 al

Aktivitas a pengisian dan distribusi BBM : - Ceceran BBM

- Kesempatan Kerja Penurunan kualitas - air permukaan dan air tanah Air Tanah yang diakibatkan Oleh Ceceran/tumpahan/ Bahan bakar kendaraan

Kontinyu selama - operasi - Kontinyu selama operasi

3 - Gas Emisi Kendaraan

- Percikan Api - Sikap dan Kepedulian SPBU - Getaran dan suara kendaraan b Aktifitas domestik Karyawan dan Pelanggan ( Air Buangan dan Sampah)

4 Penurunan - Kualitas Udara yang diakibatkan oleh antrian kendaraan Kerawanan - Bahaya Kebakaran Persepsi - Masyarakat Peningkatan - Kebisingan Penurunan - Kuantitas Air permukaan dan Air Tanah

5 Kontinyu selama operasi

Kontinyu selama operasi Positif dan Negatif selama operasi Kontinyu selama operasi Kontinyu selama operasi Air buangani 1,48 m3/hari dan Sampah 60 liter/hari

c Operasional Genset ( Gas Emisi )

Penurunan - Kualitas Udara yang diakibatkan oleh operasional Genset

Kontinyu selama operasi