Anda di halaman 1dari 3

Pemasaran Oleh KAP Berbicara mengenai pemasaran oleh KAP, kita harus memahami terlebih dahulu definisi dari

pemasaran dan KAP itu sendiri. Pemasaran merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individual dan organisasional (American Marketing Association, 1985). Dapat disimpulkan bahwa pemasaran merupakan semua upaya yang dilakukan perusahaan untuk memfasilitasi distribusi barang atau jasa dari perusahaan kepada konsumen. Sedangkan, Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah suatu bentuk organisasi akuntan publik yang memperoleh izin sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berusaha di bidang pemberian jasa profesional dalam praktik akuntan publik. Dalam kaitannya dengan pemasaran ini, sebagai sebuah entitas Kantor Akuntan Publik merupakan sebuah entitas yang bergerak di bidang jasa. Jasa yang diberikan oleh akuntan publik adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan keuangan, akuntansi, manajemen, dan perpajakan. Sebagai sebuah profesi juga akuntan publik memiliki kode etik tersendiri tentang bagaimana Kantor Akuntan Publik melakukan aktivitas pemasaran. Pada Etika Profesi Nomor 4 tentang iklan bagi KAP ,dengan tegas dinyatakan bahwa Kantor Akuntan Publik dilarang untuk melakukan segala jenis bentuk advertensi (NURROCHMI,2007). Namun pada perkembangannya pada tahun 2000 IAPI (Ikatan Akuntan Publik Indonesia) menyatakan bwa Kantor Akuntan Publik boleh melakukan kegiatan advertensi hal tersebut tertuang di ketentuan nomor 502 tentang Iklan, promosi dan kegiatan pemasaran lainnya. Yang menyatakan bahwa Anggota dalam menjalankan praktik akuntan publik diperkenankan mencari klien melalui pemasangan iklan, melakukan promosi pemasaran dan kegiatan pemasaran lainnya sepanjang tidak merendahkan citra profesi (NURROCHMI,2007). Pada perkembangannya kemudian setelah ketentuan 502 tersebut diterbitkan ada banyak Kantor Akuntan Publik yang melakukan kegiatan pemasaran. Dalam banyak kasus kegiatan pemasaran ini dilakukan Kantor Akuntan Publik melalui media online, buku telepon, dan papan reklame, bahkan, kegiatan open requitment yang dilakukan oleh beberapa KAP besar

dengan masuk ke perguruan-perguruan tinggi ternama dapat memiliki muatan advertising jika merujuk mengenai kegiatan pemasaran sebagaimana definisi di atas. Beberapa kegiatan advertensi yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik yang dilakukan melalui website resmi :
http://www.pentatrust.com/profile.html http://www.kaphbs.co.id/index.html http://www.ey.com/ http://www.kapbsr.com/

Peraturan no.502 ini bukan tanpa kontroversi, ada pendapat yang berbeda di kalangan akuntan mengenai penetapan aturan ini. Hadori misalnya sebgaimana yang dikutip dari
(http://fahmirozak.multiply.com/journal/item/13) mengatakan :

Dengan beriklan dan berpromosi, bukan tidak mungkin KAP-KAP kecil bakal dilirik perusahaan besar. Hanya saja, menurut mereka, KAP kecil ditantang untuk meningkatkan profesionalismenya seperti mengikuti perkembangan ekonomi, politik, dan sosial. Namun ada juga yang tak setuju jika KAP diizinkan mencari klien lewat iklan atau mempromosikan kantornya. Salah satunya adalah Henry B.L. Toruan, yang berpendapat bahwa, seorang akuntan bekerja didasarkan kredibilitas, bukan oleh jenis jasa yang bisa diberikan. "Iklan itu cara menarik konsumen agar suka sama kita kan? Sementara di standar profesi akuntan tidak ada faktor suka-sukaan," kata Henry. Karena itu, menurut Henry, perubahan kode etik yang baru ini telah mengubah jasa

akuntan publik menjadi jasa konsultan.

"Kalau kita beriklan, pasti akan menawarkan barang nomor satu. Untuk jasa akuntan, yang bagus itu opini unqualified. Jadi, sepertinya beriklan itu berdampak tidak baik," katanya. ((http://fahmirozak.multiply.com/journal/item/13))