Anda di halaman 1dari 27

SKENARIO A BLOK 21

Dr. Sukses sudah lama bertugas sebagai dokter UKM (upaya kesehatan masyarakat) di Puskesmas Makmur. Pada sore hari ia melakukan UKP (upaya kesehatan perorangan) sebagai dokter umum yang membuka praktek di rumah dinasnya. Rumah dinas dr. Sukses bersebelahan dengan puskesmas tempat dia bertugas, dr. Sukses di tempat prakteknya melakukan layanan primer. Pasien dr. Sukses banyak, dia berpraktek sampai jauh malam, kadang-kadang pagi hari sebelum bertugas di puskesmas dia masih melayani pasiennya. Hal ini menyebabkan dr. Sukses datang kesiangan, akibatnya yang melayani pasien yang berobat di Puskesmas adalah perawat atau bidan. Dilingkungan wilayah Puskesmas Makmur, ada juga dr. Arif, yang melakukan layanan primer sebagai dokter keluarga. Dr. Arif melaksanakan UKP seperti yang diamanatkan di dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Pasiennya tidak sebanyak dr. Sukses. Dr. Arif baru mulai berpraktek sebgai dokter keluarga, sarana dan prasarana dr. Arif belum memenuhi standar pelayanan dokter keluarga mandiri. Pelayanan kedokteran yang diselenggarakan oleh dr. Arif adalah pelayanan kedokteran yang komprehensif dan menyeluruh. Dr. Arif berpraktek sebagai dokter keluarga karena dia adalah lulusan Fakultas Kedokteran yang menyelenggarakan KBK (kurikulum berbasis kompetensi), dan sudah mengikuti pelatihan dokter keluarga yang diadakan oleh Perhimpunan Dokter Keluarga (PDKI) cabang setempat.

1|KEDOKTERAN KELUARGA

I.

Klarifikasi Istilah 1. Dokter layanan primer 2. Dokter praktek umum 3. Dokter keluarga : dokter yang menerima keluhan pertama dari pasien. : dokter yang memberikan pelayanan primer. : dokter praktek umum yang memberikan pelayanan kesehatan kepada komunitas dan menitik beratkan pada keluarga, yang memandang pasien sebagai individu dan bagian dari keluarga dengan pelayanan pasif dan aktif. 4. Kurikulum berbasis kompetensi : suatu kurikulum kedokteran yang berbasis Student Center, Problem based, Integrated teaching, Community based, Elective, Sistematic (SPICES).

II.

Identifikasi Masalah 1. Dokter sukses sebagai dokter UKM (upaya kesehatan masyarakat) juga melakukan UKP (upaya kesehatan perorangan). 2. Dokter sukses berpraktek sampai malam dan pagi hari sehingga sering datang terlambat ke puskesmas dan pasien di puskesmas diobati oleh para medis. 3. Dr. Arif baru melakukan praktek DOGA dengan sarana dan prasarana belum memenuhi standar pelayanan dokter keluarga mandiri. 4. Dr sukses dan dr. Arif melakukan pelayanan primer sebagai dokter keluarga, namun pasien dokter arif tidak sebanyak dokter sukses.

III.

Analisis Masalah 1. a. Apa yang dimaksud dengan UKM dan UKP ? UKM (upaya kesehatan masyarakat) adalah Setiap kegiatan oleh Pemerintah dan atau masyarakat, dunia usaha, untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dimasyarakat atau komunitas. UKP (upaya kesehatan perorangan) adalah Setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat, dunia usaha, untuk menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan atau keluarga.

b. Apa ruang lingkup UKM dan UKP ?

2|KEDOKTERAN KELUARGA

UKP menitikberatkan pada kuratif, sedangkan UKM menitikberatkan pada promotif dan preventif. UKM mencakup promosi kesehatan, pemeliharaan kesehatan, pemberatasan penyakit menular, kesehatan jiwa, pengendalian penyakit tidak menular, penyehatan lingkungan danpenyediaan sanitasi dasar, perbaikan gizi

masyarakat, pengamanan sediaan farmasi dan alatkesehatan, pengamanan penggunaan zat aditif (bahan tambahan makanan) dalam makanan dan minuman, pengamanan narkotika, psikotropika, zat adiktif dan bahan berbahaya, sertapenanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan. UKP mencakup promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan rawat jalan, pengobatan rawat inap, pembatasan dan pemulihankecacatan yang ditujukan terhadap perorangan

c. Bagaimana pelayanan kesehatan menurut Sistem Kesehatan Nasional (SKN) ? SKN merupakan suatu tatanan yang mencerminkan upaya bangsa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan mencapai derajat kesehatan yang optimal sebagai perwujudan kesejahteraan umum. SKN tediri atas beberapa subsistem yakni : Upaya kesehatan : 1) Upaya Kesehatan Masyarakat 2) Upaya Kesehatan Perorangan Pembiayaan kesehatan (alokasi dana, penggali dana, menghimpun) Sumber daya manusia Obat dan perbekalan Pemberdayaan masyarakat Manajemen kesehatan

d. Apakah dokter pelayanan primer bisa melakukan UKM dan UKP ? Sebelum Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (SJSN) diberlakukan, dokter pelayanan primer yang berpraktik di Puskesmas dan berpraktik umum bisa melakukan UKM dan UKP. Berdasarkan Kepmenkes No.

131/Menkes/SK/II/2004/tahun 2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional, setelah SJSN diberlakukan maka dokter keluarga hanya melakukan UKP strata pertama.

3|KEDOKTERAN KELUARGA

2. a. Apakah dokter sukses sebagai dokter puskesmas boleh melaksanakan layanan primer pada jam kerja di rumah dinas ? Pelayanan primer sebagai dokter umum pada jam kerja sebagai dokter puskesmas tidak di perbolehkan, karena dapat mengganggu tugas dan tanggung jawabnya untuk melakukan UKM di Puskesmas.

b. Apakah dokter umum dapat melaksanakan praktek sebagai dokter keluarga ? Tidak bisa. Dokter umum hanya bisa praktek yang berorientasi pada keluarga tetapi dokter umum harus menempuh pelatihan dokter keluarga terlebih dahulu agar dapat praktek sebagai dokter keluarga.

3. a. Apakah yang dimaksud dengan keluarga ? Keluarga merupakan kumpulan 2 orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan, emosional, dan individu mempunyai peran masing masing yang merupakan bagian keluarga (Friedman, 1998). Tipe keluarga menurut Friedman, 1998 yakni : 1) Keluarga inti : keluarga yang sudah menikah, pemberi nafkah terdiri atas ayah, ibu, dan anak. 2) Keluarga orientasi : keluarga asal 3) Keluarga besar : keluarga yang terdiri atas keluarga inti, kakek, nenek, paman dan bibi. Dokter keluarga berorientasi pada keluarga inti. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tingggal disuatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan (DEPKES RI, 1998). Keluarga merupakan anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah adaptasi atau perkawinan (WHO, 1969).

b. Apakah yang dimaksud DOGA menurut IDI 1982 ? Dokter keluarga adalah dokter yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi komunitas degan titik berat kepada keluarga, ia tidak hanya memandang penderita sebagai individu yang sakit tapi sebagai bagian dari unit

4|KEDOKTERAN KELUARGA

keluarga dan tidak hanya menanti secara pasif, tetapi bila perlu aktif mengunjungi penderita atau keluarganya.

c. Bagaimana standar kompetensi DOGA ? Standar kompetensi DOGA berdasarkan Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia tahun 2006 meliputi : 1) Kompetensi dasar 2) Ilmu dan kompetensi klinis layanan primer cabang ilmu utama 3) Keterampilan klinis layanan primer lanjut 4) Keterampilan pendukung 5) Ilmu dan keterampilan klinis layanan primer cabang ilmu pelengkap 6) Ilmu dan keterampilan manajemen klinik

d. Apa yang dimaksud dengan pelayanan dokter keluarga menurut American academy of family physician 1969 ? Pelayanan dokter keluarga adalah pelayanan kedokteran yang menyeluruh yang memusatkan pelayanannya kepada keluarga sebagai suatu unit, di mana tanggung jawab dokter terhadap pelayanan kesehatan tidak dibatasi oleh golongan umur atau jenis kelamin pasien, juga tidak oleh oleh organ tubuh atau jenis penyakit tertentu saja.

e. Apakah perbedaan antara pelayanan kesehatan dokter umum dan dokter keluarga ? Dokter umum dan dokter keluarga merupakan dokter pelayanan primer. Perbedaan Definisi Dokter keluarga Dokter yang Dokter Umum memiliki Dokter praktik umum, adalah

pengetahuan dan keterampilan setiap dokter yang melakukan khusus kedokteran diperoleh dalam keluarga dari bidang pelayanan kesehatan dan asuhan yang medis yang dilakukan sendiri bersama serta dalam bentuk

pendidikan atau

khusus dalam bidang tersebut, organisasi sehingga kemudian memiliki kegiatan

menjalankan tingkat

pelayanan

kompetensi dan kewenangan primer sesuai dengan peraturan


5|KEDOKTERAN KELUARGA

untuk bekerja dalam profesi setempat. dokter keluarga Sistem kerja Promotif, preventif, kuratif dan Bersifat kuratif rehabilitatif Pembiayaan Pembiayaan pemerintah Sasaran Tempat Praktik Keluarga sebagai satu unit Melayani praktek pasien (klinik Masyarakat Umum, perorangan di awal dari Mandiri dari perorangan

ditempat Tempat Praktik Pribadi dokter

keluarga), di rumah dan di rumah sakit. Pelayanan pelayanan kedokteran yang Kuratif

paripurna (komprehensif)

f. Apakah perbedaaan ilmu kedokteran keluarga dengan ilmu kesehatan keluarga ? Ilmu kedokteran keluarga ruang lingkupnya lebih terkait pada masalahmasalah keluarga yang ada hubungannya dengan masalah kedokteran, yakni masalah sehat-sakit yang dihadapi oleh perseorangan sebagai bagian dari anggota masyarakat. Ilmu kesehatan keluarga lebih mengacu pada aplikasi ilmu kesehatan masyarakat. (Public Health Science). Yang ruang lingkupnya terkait pada masalah-masalah keluarga yang ada hubungannya dengan masalah kesehatan masyarakat. Misalnya , masalah kesejahteraan ibu dan anak, keluarga berancana, pencegahan penyakit dan kecelakaan, tumbuh kembang, masalah gizi ibu hamil, bayi dan anak. g. Apakah kebutuhan minimal (sarana dan prasarana) dalam praktek DOGA mandiri ? Sarana fisik, meliputi : 1) Bangunan rumah/ gedung yang lokasinya mudah dijangkau
6|KEDOKTERAN KELUARGA

2) Memiliki luas 55 m2 yang terdiri atas beberapa ruangan ( ruang pendaftaran, ruang tunggu, ruang konsultasi/ konseling dan pemeriksaan fisik, ruang tindakan medic, ruang administrasi, gudang dan pantry, toilet dan tempat cuci tangan. 3) Ruangan memenuhi syarat keamanan, kesehatan dan kenyamanan. 4) Memiliki papan nama yang mudah dibaca 5) Memiliki furniture di setiap ruangan yang sesuai kebutuhan.

Peralatan medik 1) Peralatan untuk pemeriksaan fisik 2) Peralatan untuk tindakan 3) Peralatan medik tambahan 4) Tas dokter keluarga untuk panggilan rumah atau perawatan dirumah 5) Persediaan obat 6) Peralatan resusistasi 7) Peralatan lab

Komputer dan telekomunikasi, Komputer biasanya diletakan pada ruang penerima pasien, ruang konsultasi, dan ruang administrasi membentuk jaringan dengan kabel atau wifi. Telepon dipasang disetiap ruangan.

4. a. Bagaimana sistem pembiayaan dokter keluarga ? fee for service, datang berobat bayar tunai health insurance, datang beribat yang membayar pihak asuransi (pihak ketiga). Pembayaran praupaya (untuk mengatasi masalah dengan administrasi pada asuransi) meliputi : 1) Sistem Kapitasi JPKM 2) Sistem paket 3) Sistem diagnose kelompok terkait (DRG sistem) 4) Sistem anggaran

7|KEDOKTERAN KELUARGA

b. Apa yang dimaksud kapitasi ? Kapitasi merupakan pembayaran dimuka sejumlah dana (jumlah peserta x nilai kapitasi) setiap bulan sebagai imbalan melayani sejumlah peserta, tidak peduli berapa seringnya peserta menggunakan jenis pelayanan yang disepakati dalam kontrak. Pembayaran kapitasi dapat bersifat kapitasi menyeluruh yakni membiayai selutuh produk/jasa pelayanan yang diberikan kepada peserta atau kapitasi sebagian. Ciri layanan dengan mekanisme kapitasi : 1) Hubungan dengan pasien bersifat kemitraan 2) Tanggung jawabnya adalah memelihara kesehatan bukan sekedar mengobati. 3) Jenis layanan tidak terlalu beragam sehingga tidak membutuhkan pelayanan medis yang canggih.

c. Bagaimana menghitung besar kapitasi ? Cara menghitung kapitasi : Metode FFS (fee for service) Metode budget

Dimana : Utilisasi : jumlah kujungan per 100 orang di populasi tertentu (jumlah kunjungan/total populasi x 100%) Unit cost : Biaya rata- rata untuk setiap jenis pelayanan pada kurun waktu tertentu (Jumlah pendapatan untuk setiap jenis pelayanan/jumlah kunjungan untuk pelayanan tersebut) Contoh kasus : 1) Dari laporan pemanfaatan pelayanan kesehatan tahun yang lalu (experienced rate) dapat diketahui jumlah kunjungan rawat jalan peserta asuransi kesehatan ke PPK tingkat I sebanyak 12.443 kunjungan. Jumlah peserta 10.000 orang. Biaya dokter dan obat per kunjungan rata-rata Rp. 15.000,00 (jasa dokter Rp 5.000,00 dan biaya obat rata-rata Rp. 10.000,00). Maka berdasarkan rumus

8|KEDOKTERAN KELUARGA

diatas, maka angka kapitasi per anggota per bulan (PAPB), adalah sebagai berikut :

Perhitungan Kapitasi pada contoh di Buku membangun Praktik Dokter Keluarga Mandiri : 2) Dari laporan dapat diketahui 10.000 kunjungan per tahun yang seluruhnya menggunakan pelayanan. Total populasi dalam cakupan dokter keluarga ini sebesar 2.500 orang. Jumlah biaya untuk tiap pelayanan adalah sebesar Rp 241.050.000,00 per tahun yang mencakup biaya dokter, perawat, health care assistant, material habis pakai, tempat praktik dan marketing, nilai depresiasi dan amortisasi, dan lain-lain). Maka angka kapitasi per anggota per bulan adalah :

d. Apa saja yang dibahas dalam SJSN dan BPJS ? Berdasarkan UU No. 40 tahun 2004 tentang SJSN, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah : Badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. Badan hukum nirlaba Pembentukan dengan Undang-undang pasal 5 ayat 1 yakni : 1) BPJS kesehatan Menyelenggarakan program jaminan kesehatan. 2) BPJS ketenagakerjaan. Menyelenggarakan program jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, jaminan kematian.

9|KEDOKTERAN KELUARGA

e. Bagaimana prosedur mendapatkan SIP dan STR ? Lulusan fakultas kedokteran UKDI sertifikat kompetensi (surat tanda kemampuan untuk berpraktek kedokteran) Internship surat tanda selesai mengikuti internship STR SIP. SIP dikeluarkan dinas pemerintah setempat.

IV.

Hipotesis Dr. Arif merupakan lulusan Fakultas Kedokteran yang menyelenggarakan KBK dan sudah mengikuti pelatihan dokter keluarga oleh PDKI , sedangkan dokter Sukses hanya praktek sebagai dokter layanan primer tetapi pasien dokter arif tidak sebanyak dokter sukses.

V.

Kerangka Konsep
Dr. Sukses Dokter layanan primer (puskesmas dan dokter umum) Dr. Arif Lulusan FK KBK, telah mengikuti pelatihan DOGA oleh PDKI (dokter baru) Dokter Keluarga Sarana dan prasarana belum memadai

Lalai melaksanakan tugas dipuskesmas

Mempengaruhi Mutu pelayanan Jumlah pasien

10 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

VI.

Sintesis 1. Dokter Keluarga a. Definisi ilmu kedokteran keluarga Adalah ilmu kedokteran yang mencakup seluruh spektrum ilmu kedokteran yang orientasinya untuk memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkesinambungan dan menyeluruh kepada kesatuan individu, keluarga dan masyarakat dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan, ekonomi dan sosial budaya.

b. Definisi dokter keluarga menurut IDI 1982 Dokter keluarga adalah dokter yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi komunitas degan titik berat kepada keluarga, ia tidak hanya memandang penderita sebagai individu yang sakit tapi sebagai bagian dari unit keluarga dan tidak hanya menanti secara pasif, tetapi bila perlu aktif mengunjungi penderita atau keluarganya.

c. Pelayanan dokter keluarga The American Academy of Family Physician (1969) Pelayanan dokter keluarga adalah pelayanan kedokteran yang menyeluruh yang memusatkan pelayanannya kepada keluarga sebagai suatu unit, di mana tanggung jawab dokter terhadap pelayanan kesehatan tidak dibatasi oleh golongan umur atau jenis kelamin pasien, juga tidak oleh oleh organ tubuh atau jenis penyakit tertentu saja

Tujuan pelayanan dokter keluarga menurut The American Academy of Family Physician (AAFP) dinyatakan sebagai berikut: untuk meningkatkan dan mempertahankan, mutu pelayanan kedokteran keluarga membantu dokter-dokter yang ingin berpraktek sebagai dokter keluarga mempertahankan hak-hak dokter keluarga dalam memberikan pelayanan dibidang-bidang yang sudah dikuasainya membantu danmenyelenggarakan pendidikan berkelanjutan untuk para dokter keluarga
11 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

memajukan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat serta menjamin hak penderita memilih dokternya berperan dalam memperjuangkan peningkatan derajat kesehatan rakyat.

d. Prinsip dan Standar kompetensi dokter keluarga Prinsip-prinsip pelayanan dokter keluarga di Indonesia mengikuti anjuran WHO dan WONCA yang mencantumkan prinsip-prinsip ini dalam banyak terbitannya. Prinsip-prinsip pelayanan/pendekatan kedokteran keluarga adalah memberikan/ mewujudkan: pelayanan yang holistik dan komprehensif pelayanan yang kontinu pelayanan yang mengutamakan pencegahan pelayanan yang koordinatif dan kolaboratif. Penanganan personal bagi setiap pasien sebagai bagian dari keluarganya pelayanan yang mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja dan

lingkungan tempat tinggalnya. Pelayanan yang menjunjung tinggi etika dan hukum. Pelayanan yang dapat diaudit dan dapat dipertanggungjawabkan. Pelayanan yang sadar biaya dan mutu.

Kompetensi dokter keluarga seperti yang tercantum dalam Standar Kompetensi Dokter Keluarga yang disusun oleh Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia tahun 2006 adalah: Kompetensi Dasar 1) Keterampilan Komunikasi Efektif 2) Keterampilan Klinis Dasar 3) Keterampilan menerapkan dasar-dasar ilmu biomedis, ilmu klinis, ilmu perilaku, dan epidemiologi dalam praktik kedokteran keluarga. 4) Keterampilan pengelolaan masalah kesehatan pada individu, keluarga ataupun masyarakat dengan cara yang komprehensif, holistik,

berkesinambungan, terkoordinasi dan bekerja sama dalam konteks pelayanan kesehatan primer.
12 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

5) Memanfaatkan, menilai secara kritis, dan mengelola informasi. 6) Mawas diri dan pengembangan diri/belajar sepanjang hayat 7) Etika, moral dan profesionalisme dalam praktik

Ilmu dan Kompetensi Klinis Layanan Primer Cabang Ilmu Utama 1) Bedah 2) Penyakit Dalam 3) Kebidanan dan Penyakit Kandungan 4) Kesehatan Anak 5) THT 6) Mata 7) Kulit dan Kelamin 8) Psikiatri 9) Saraf 10) Kedokteran Komunitas

Keterampilan Klinis Layanan Primer Lanjut 1) Keterampilan melakukan health screening 2) Menafsirkan hasil pemeriksaan laboratorium lanjut 3) Membaca hasil EKG 4) Membaca hasil USG 5) BTLS, BCLS, dan BPLS

Keterampilan Pendukung 1) Riset 2) Mengajar kedokteran keluarga

Ilmu dan Keterampilan Klinis Layanan Primer Cabang Ilmu Pelengkap 1) Semua cabang ilmu kedokteran lainnya 2) Memahami dan menjembatani pengobatan alternative

Ilmu dan Keterampilan Manajemen Klinis 1) Manajemen klinik dokter keluarga

13 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

e. Standar pelayanan dokter keluarga Standar Pemeliharaan Kesehatan di Klinik 1) Standar Pelayanan Paripurna a) Pelayanan medis strata pertama untuk semua orang Pelayanan dokter keluarga merupakan praktik umum dengan pendekatan kedokteran keluarga yang memenuhi standar pelayanan dokter keluarga dan diselenggarakan oleh dokter yang sesuai dengan standar profesi dokter keluarga serta memiliki surat ijin pelayanan dokter keluarga dan surat persetujuaan tempat praktik. b) Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan Pelayanan dokter keluarga memiliki sistem untuk memerhatikan pemeliharaan kesehatan dan peningkatan kesehatan pasien dan keluarganya. c) Pencegahan penyakit dan proteksi khusus Pelayanan dokter keluarga memiliki sistem untuk menggunakan segala kesempatan dalam menerapkan pencegahan masalah kesehatan pada pasien dan keluarganya. d) Deteksi dini Pelayanan dokter keluarga memiliki sistem untuk menggunakan segala kesempatan dalam melaksanakan deteksi dini penyakit dan melakukan penatalaksanaan yang tepat untuk itu. e) Kuratif medis Pelayanan dokter keluarga memiliki sistem untuk melaksanakan pemulihan kesehatan dan pencegahan kecacatan pada strata pelayanan tingkat pertama, termasuk kegawatdaruratan medis, dan bila perlu akan dikonsultasikan dan atau dirujuk ke pusat pelayanan kesehatan dengan strata yang lebih tinggi f) Rehabilitasi medis dan social Pelayanan dokter keluarga memiliki sistem untuk menerapkan segala kesempatan rehabilitasi pada pasien dan atau keluarganya setelah mengalami masalah kesehatan atau kematian baik dari segi fisik, jiwa maupun social. g) Kemampuan sosial keluarga

14 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

Pelayanan dokter keluarga memiliki sistem untuk memerhatikan kondisi social pasien dan keluarganya. h) Etik medikolegal Pelayanan dokter keluarga memiliki sistem yang sesuai dengan medikolegal dan etik kedokteran

2) Standar Pelayanan Medis a) Anamnesis b) pemeriksaan fisik dan penunjang c) penegakan diagnosis dan diagnosis banding d) prognosis e) konseling f) konsultasi g) rujukan h) tindak lanjut i) tindakan j) pengobatan rasional k) pembiaan keluarga

3) Standar Pelayanan Menyeluruh a) pasien adalah manusia seutuhnya b) pasien adalah bagian dari keluarga dan lingkungannya c) pelayanan menggunakan segala sumber sekitarnya

4) Standar Pelayanan Terpadu a) koordinator penatalaksanaan pasien Pelayanan dokter keluarga merupakan koordinator dalam

penatalaksanaan pasien yang diselenggarakan bersama, baik bersama antar dokter-pasien-keluarga, maupun bersama antar-dokter-pasiendokter spesialis/rumah sakit. b) mitra dokter pasien Pelayanan dokter keluarga merupakan keterpaduan kemitraan antara dokter dan pasien pada saat proses penatalaksanaan medis. c) mitra lintas sektoral medik
15 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

Pelayanan dokter keluarga bekerja sebagai mitra penyedia pelayanan kesehatan dengan berbagai sektor pelayanan kesehatan formal disekitarnya. d) mitra lintas sektoral alternatif dan komplimenter medik Pelayanan dokter keluarga memedulikan dan memerhatikan kebutuhan dan perilaku pasien dan keluarganya sebagai masyarakat yang menggunakan berbagai pelayanan kesehatan nonformal di sekitarnya.

5) Standar Pelayanan Berkesinambungan a) pelayanan proaktif b) rekam medik berkesinambungan Informasi dalam riwayat kesehatan pesien sebelumnya dan pada saat datang, digunakan untuk memastikan bahwa penatalaksanaan yang diterapkan telah sesuai untuk pasien yang bersangkutan. c) pelayanan efektif pasien Pelayanan dokter keluarga menyelenggarakan pelayanan rawat jalan efektif dan efisien bagi pasien, menjaga kualitas, sadar mutu, dan sadar biaya. d) pendampingan Pada saat-saat dilaksanakan konsultasi dan/atau rujukan, pelayanan dokter keluarga menawarkan kemudian melaksanakan pendampingan pasien, demi kepentingan pasien. Standar Perilaku dalam Praktik 1) Standar Perilaku terhadap Pasien a) informasi memperoleh pelayanan Pelayanan dokter keluarga memberikan keterangan yang adekuat mengenai cara untuk memperoleh pelayanan yang diinginkan. b) masa konsultasi Waktu untuk konsultasi yang disediakan oleh dokter keluarga kepada pasiennya adalah cukup bagi pasien untuk menyampaikan keluhan dan keinginannya, cukup untuk dokter menjelaskan apa yang diperolehnya pada anamnesis dan pemeriksaan fisik, serta cukup untuk

16 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

menumbuhkan partisipasi pasien dalam melaksanakan penatalaksanaan yang dipilihnya, sebisanya 10 menit untuk setiap pasien. c) informasi medik menyeluruh Dokter keluarga memberikan informasi yang jelas kepada pasien mengenai seluruh tujuan, kepentingan, keuntungan, resiko yang berhubungan dalam hal pemeriksaan, konsultasi, rujukan, pengobatan, tindakan dan sebagainya sehingga memungkinkan pasien untuk dapat memutuskan segala yang akan dilakukan terhadapnya secara puas dan terinformasi. d) komunikasi efektif Dokter keluarga melaksanakan komunikasi efektif berlandaskan rasa saling percaya e) menghormati hak dan kewajiban pasien dan dokter Dokter keluarga memperhatikan hak dan kewajiban pasien, hak dan kewajiban dokter termasuk menjunjung tinggi kerahasiaan pasien.

2) Standar Perilaku dengan Mitra Kerja di Klinik a) hubungan profesional dalam klinik b) bekerja dalam tim c) pemimpin klinik

3) Standar Perilaku dengan Sejawat a) hubungan profesional dalam profesi b) hubungan baik sesama dokter c) perkumpulan profesi

4) Standar Pengembangan Ilmu dan Keterampilan Praktik a) mengikuti kegiatan ilmiah b) program jaga muti c) partisipasi dalam kegiatan pendidikan d) penelitian dalam praktik e) penulisan ilmiah

5) Standar Partisipasi dalam Kegiatan Masyarakat di Bidang Kesehatan


17 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

a) menjadi anggota perkumpulan sosial b) partisipasi dalam kegiatan kesehatan masyarakat c) partisipasi dalam penanggulangan bencana sekitarnya. Standar Pengelolaan Praktik 1) Standar Sumber Daya Manusia a) dokter keluarga b) perawat c) bidan d) administrator klinik

2) Standar Manajemen Keuangan a) pencatatan keuangan Keuangan dalam praktik dokter keluarga tercatat secara saksama dengan cara yang umum dan bersifat transparansi b) jenis sistem pembagian praktik Manajemen keuangan pelayanan dokter keluarga dikelola sedemikian rupa sehingga dapat mengikuti, baik sistem pembiayaan praupaya maupun sistem pembiayaan fee for service.

3) Standar Manajemen Klinik a) pembagian kerja b) program pelatihan c) program kesehatan dan keselamatan kerja d) pembahasan administrasi klinik Standar Sarana dan Prasarana 1) Standar Fasilitas Praktik a) fasilitas untuk praktik b) kerahasiaan dan privasi c) bangunan dan interior d) alat komunikasi e) papan nama

18 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

2) Standar Peralataan Klinik a) peralatan medis b) peralatan penunjang medis c) peralatan non medis

3) Standar Proses-proses Penunjang Praktik a) pengelolaan rekam medik b) pengelolaan rantai dingin Pelayanan dokter keluarga peduli terhadap pengelolaan rantai beku (cold chain management) yang berpengaruh kepada kualitas vaksin atau obat lainnya. c) pengelolaan pencegahan infeksi d) pengelolaan limbah e) pengelolaan air bersih f) pengelolaan obat

f. Pelayanan primer vs dokter keluarga

Prinsip dasar Layanan kontak pertama Layanan sinambung dan jangka panjang Layanan bersifat personal Layanan komprehensif Mengutamakan pencegahan Koordinasi Kolaborasi Berorientasi pada keluarga Berorientasi pada komunitas

PDK* Ya Ya Ya Ya, >>promotif dan preventif Ya Ya Ya Ya Ya

PDU** di puskesmas Ya Episodik Tidak Ya, kuratif Terbatas Tidak Tidak Tidak Ya

Praktik dokter pribadi Ya Tidak Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

19 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

Pembiayaan Wilayah kerja

Kapitasi Pertimbangan kondisi geografis sekitar 2500 KK

Jamkesmas dan askeskin Wilayah kecamatan kurang lebih 30.000 KK

Fee for service Tanpa batasan

g. Dokter Keluarga & Puskesmas sebagai Pelayanan Kesehatan Strata Pertama Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 131/MENKES/SK/II/2004, jika Sistem Jaminan Sosial Nasional telah dikembangkan, pelayanan UKP tidak lagi dilaksanakan oleh Puskesmas pada strata pertama, tetapi lebih dititikberatkan pada masyarakat dan swasta dengan penerapan praktik dokter keluarga. Kecuali di daerah terpencil, Puskesmas masih dapat menjadi strata pertama dalam pelayanan kesehatan perorangan. Berikut beberapa perbedaan pelayanan dokter keluarga dan Puskesmas sebagai pemberi pelayanan kesehatan strata pertama.

Dulu Puskesmas UKP+UKM Wilayah administratif Komunitas Sangat terpencil Puskesmas UKP+UKM Wilayah administratif Komunitas

Sekarang Tidak terpencil Puskesmas UKM Wilayah administratif Komunitas PDKM UKP Wilayah pelayanan Individu/keluarga

Wilayah kerja Sasaran Upaya kesehatan Promkes Kesling KIA dan KB Gizi masyarakat P3 menular Pengobatan

+ + + + + +

+ + + + + +

+ + + + + -

+ individu/kel + individu/kel + individu/kel + individu/kel +

2. Sistem Kesehatan Nasional (SKN) a. Definisi SKN Menurut Sistem Kesehatan Nasional tahun 2009, Sistem Kesehatan Nasional (SKN) adalah bentuk dan cara penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang memadukan berbagai upaya bangsa Indonesia dalam satu derap langkah guna
20 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

menjamin

tercapainya

tujuan

pembangunan

kesehatan

dalam

kerangka

mewujudkan kesejahteraan rakyat sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar 1945.

b. Landasan SKN Landasan dalam pelaksanaan SKN, yaitu: Landasan idiil, yaitu Pancasila Landasan konstitusional, yaitu Undang Undang Dasar NKRI tahun 1945, Landasan operasional, yaitu seluruh ketentuan peraturan perundangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan SKN dan pembangunan kesehatan.

c. Subsistem pelayanan kesehatan dalam SKN Upaya kesehatan : 1) Upaya Kesehatan Masyarakat Terdiri atas 3 strata yakni : a) UKM strata pertama mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dasar yang ditujukan kepada masyarakat. Penyelenggara UKM strata pertama adalah Puskesmas. Minimal ada 6 jenis pelayanan tingkat dasar yang harus dilaksanakan oleh Puskesmas yaitu Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu dan Anak, KB, Perbaikan Gizi, Kesehatan Lingkungan, Pemberantasan penyakit Menular, dan Pengobatan. Dalam UKM strata pertama, peran aktif masyarakat dan swasta diwujudkan melalui berbagai upaya yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, sampai dengan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) seperti Posyandu, Polindes, POD, Pos UKK dan Dokter Kecil dalam usaha kesehatan sekolah. b) UKM strata kedua UKM tingkat lanjutan, yaitu yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat. kesehatan spesialistik jawabnya yang ditujukan kepada adalah Dinas Kesehatan

Penanggung

Kabupaten/Kota.

21 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

Fungsi manajerial mencakup perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian, serta pengawasan dan pertanggungjawaban Fungsi teknis

penyelenggaraan

pembangunan

kesehatan.

mencakup penyediaan pelayanan kesehatan masyarakat tingkat lanjutan, yakni dalam rangka melayani kebutuhan rujukan Puskesmas. Dapat dilengkapi unit-unit pelaksana teknis seperti unit pencegahan dan pemberantasan penyakit, promosi kesehatan, pelayanan kefarmasian, kesehatan lingkungan, perbaikan gizi,dan kesehatan ibu, anak dan KB. Unit tersebut disamping memberikan pelayanan langsung juga membantu Puskesmas dalambentuk pelayanan rujukan kesehatan. c) UKM strata ketiga UKM tingkat unggulan, yaitu yang mendayagunakan ilmu

pengetahuan dan teknologi kesehatan subspesialistik yang ditujukan kepada masyarakat. Penanggung jawab Dinas Kesehatan Propinsi dan Departemen Kesehatan. Fungsi manajerial dan teknis kesehatan. Fungsi manajerial mencakup perencanaan,pelaksanaan dan pengendalian, serta pengawasan dan pertanggungjawabanpenyelenggaraan

pembangunan kesehatan di provinsi/nasional. Fungsi teknis mencakuppenyediaan pelayanan kesehatan masyarakat tingkat unggulan, yakni dalam rangka melayanikebutuhan rujukan dari kabupaten/kota dan Provinsi.
Didukung oleh pusat-pusat unggulan, misalnya Institut Gizi

Nasional, Institut Penyakit InfeksiNasional, Pusat Laboratorium Nasional, Institut Ketergantungan Obat Nasional, dll

2) Upaya Kesehatan Perorangan Terdiri atas 3 strata, yakni : a) UKP strata pertama UKP tingkat dasar yang mendayagunakan ilmu pengetahuan danteknologi kesehatan dasar yang ditujukan kepada perorangan. Penyelenggara adalah pemerintah, masyarakat, dan swasta.
22 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

Diwujudkan dalam berbagai bentuk pelayanan profesional: Puskesmas, praktik dokter, doktergigi, bidan, perawat, balai pengobatan, praktik dokter/klinik 24 jam, praktik bersama danrumah bersalin. Didukung oleh berbagai pelayanan penunjang seperti toko obat dan apotek, laboratoriumklinik dan optik. b) UKP strata kedua UKP tingkat lanjutan yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan spesialistik yang ditujukan kepada perorangan. Penyelenggara adalah pemerintah, masyarakat, dan swasta. Diwujudkan dalam berbagai bentuk pelayanan profesional: Rumah Sakit kelas C dan B nonpendidikan milik pemerintah dan Rumah Sakit Swasta, praktik dokter spesialis, dokter gigi spesialis, klinik spesialis, BP4, BKMM, BKJM. Didukung oleh berbagai pelayanan penunjang seperti toko obat dan apotek, laboratorium klinik dan optik. c) UKP strata ketiga UKP tingkat unggulan yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan subspesialistikyang ditujukan kepada perorangan. Penyelenggara adalah pemerintah, masyarakat, dan swasta. Diwujudkan dalam berbagai bentuk pelayanan profesional: Praktik Dokter Spesialis Konsultan, Praktik Dokter Gigi Spesialis Konsultan, Klinik Spesialis Konsultan, Rumah Sakit Kelas B Pendidikan dan Kelas A milik Pemerintah, Rumah Sakit Khusus dan Rumah sakit swasta. Didukung oleh berbagai pelayanan penunjang seperti toko obat dan apotek, laboratorium klinik dan optik. Pembiayaan kesehatan (alokasi dana, penggali dana, menghimpun) Pembiayaan kesehatan bersumber dari Pemerintah, Pemerintah Daerah, swasta, organisasi masyarakat, dan masyarakat itu sendiri. Pembiayaan pelayanan kesehatan masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung jawab pemerintah, sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private, kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin
23 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

dan tidak mampu menjadi tanggung jawab pemerintah. Pembiayaan pelayanan kesehatan perorangan diselenggarakan melalui jaminan pemeliharaan

kesehatan dengan mekanisme asuransi sosial yang pada waktunya diharapkan akan mencapai universal coverage sesuai dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Sumber daya manusia Sebagai pelaksana upaya kesehatan, diperlukan sumber daya manusia kesehatan yang mencukupi dalam jumlah, jenis, dan kualitasnya, terdistribusi secara adil dan merata, serta sesuai tuntutan kebutuhan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu, SKN juga memberikan fokus penting pada pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan guna menjamin

ketersediaan dan pendistribusian sumber daya manusia kesehatan. Obat dan perbekalan Subsistem kesehatan ini meliputi berbagai kegiatan untuk menjamin aspek keamanan, khasiat/ kemanfaatan dan mutu sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan yang beredar, ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat, terutama obat esensial, perlindungan masyarakat dari penggunaan yang salah dan penyalahgunaan obat, penggunaan obat yang rasional, serta upaya kemandirian di bidang kefarmasian melalui pemanfaatan sumber daya dalam negeri. Pemberdayaan masyarakat Manajemen kesehatan dan informasi Subsistem ini meliputi kebijakan kesehatan, administrasi kesehatan, hukum kesehatan, dan informasi kesehatan. Untuk menggerakkan pembangunan kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna, diperlukan manajemen kesehatan. Peranan manajemen kesehatan adalah koordinasi, integrasi, sinkronisasi, serta penyerasian berbagai subsistem SKN dan efektif, efisien, serta transparansi dari penyelenggaraan SKN tersebut.

3. SJSN dan BPJS Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dibentuk dengan pertimbangan utama untuk memberikan jaminan sosial yang menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia.

24 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

Cara pembayaran pelayanan kesehatan meliputi : Sistem langsung (fee for service) Pasien membayar langsung jasa medik setelah berobat ke dokter. Hampir 80% terjadi dalam masyarakat. Mekanisme pembayaran langsung telah menimbulkan ketidakadilan distributif dimana banyak pasien miskin yang tambah miskin pada saat sakit, banyak tenaga kesehatan yang imbalan jasa profesionalnya masih berbisnis atau terpaksa berorientasi dari orang sakit. Sistem praupaya Dilakukan dengan perhitungan per-kapitasi/per-kepala seperti pada sistem dokter keluarga yang diharapkan dapat menjalankan fungsinya sebagai seorang dokter (care provider, decision maker, communicator, community leader, manager) secara profesional. Bentuk sistem praupaya antaralain : 1) Sistem kapitasi (capitation system) Yang dimaksud dengan sistem kapitasi adalah sistem pembayaran dimuka yang dilakukan oleh badan asuransi kepada penyelenggara pelayanan kesehatan berdasarkan kesepakatan harga yang dihitung untuk setiap peserta untuk jangka waktu tertentu. Dengan sistem pembayaran ini, maka besarnya biaya yang dibayar oleh badan asuransi kepada penyelenggara pelayanan yang tidak ditentukan oleh frekwensi penggunaan pelayanan kesehatan oleh peserta, melainkan ditentukan oleh jumlah peserta dan kesepakatan jangka waktu jaminan. 2) Sistem paket (packet system) Yang dimaksud dengan sistem paket adalah sistem pembayaran di muka yang dilakukan oleh badan asuransi kepada penyelenggara pelayanan kesehatan berdasarkan kesepakatan harga yang dihitung untuk suatu paket pelayanan kesehatan tertentu. Dengan sistem pembayaran ini, maka besarnya biaya yang dibayar oleh badan asuransi kepada penyelenggara pelayanan kesehatan tidak ditentukan oleh macam pelayanan kesehatan yang diselenggarakan, melainkan oleh paket pelayanan kesehatan yang

dimanfaatkan. Penyakit apapun yang dihadapi, jika termasuk dalam satu paket pelayanan yang sama, mendapatkan biaya dengan besar yang sama. Sistem pernbiayaan paket ini dikenal pula dengan nama sistem pembiayaan

25 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

kelompok diagnosis terkait (diagnosis related group) yang di banyak negara maju telah lama diterapkan. 3) Sistem anggaran (budget system) Yang dimaksud dengan sistem anggaran adalah sistem pembayaran di muka yang dilakukan oleh badan asuransi kepada penyelenggara pelayanan kesehatan berdasarkan kesepakatan harga, sesuai dengan besarnya anggaran yang diajukan penyelenggara pelayanan kesehatan. Sama halnya dengan sistern paket, pada sistem anggaran ini, besarnya biaya yang dibayar oleh badan asuransi kepada penyelenggara pelayanan kesehatan tidak ditentukan oleh macam pelayanan kesehatan yang diselenggarakan, melainkan oleh besarnya anggaran yang telah disepakati.

SKEMA Badan Pengelola Jaminan Sosial

26 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Definisi Keluarga. (http://creasoft.files.wordpress.com/2008/04/keluarga.pdf, diakses tanggal 7 November 2012). Anonim. Sistem Kapitasi dalam Pembiayaan Pelayanan Dokter Keluarga. (http://ocw.usu.ac.id/.../fmd175_slide_sistem_kapitasi_dalam_pembiayaan_pelayanan_ dokter_keluarga.pdf, diakses 7 November 2012). Anonim. SJSN-BPJS jaminan sosial Indonesia (Jamsos Indonesia). (http://jamsosindonesia.com/sjsn/bpjs, diakses tanggal 7 November 2012). Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2004. Sistem Kesehatan Nasional: Subsistem Pelayanan Kesehatan. Jakarta : Depkes RI Prasetyawati, Arsita Eka. 2010. Kedokteran Keluarga. Jakarta : PT Rineka Cipta. Soetono, Gatot, dkk. 2009. Membangun Praktik Dokter Keluarga. Jakarta : IDI.

27 | K E D O K T E R A N K E L U A R G A