Anda di halaman 1dari 8

NEW EMERGING DISEASE FAKTOR FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA NEW EMERGING DISEASE:

1.

Product and Lifestyle; Tantangan global seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka perubahan pola penyakit dari akut ke kronik atau dari menular ke tidak menular semakin dirasakan terutama untuk negara berkembang bukan saja di negara maju justru semakin dirasakan. Dari tahun ke tahun jumlah kasus kanker paru-paru, serviks, payudara, diabetes mellitus, hipertensi, dll semakin meningkat. Masyarakat yang cenderung serba instan dengan produk yang ada maka akan merubah pola perilaku masyarakat itu sendiri. Peran pemerintah dalam mengawasi dan memberikan proteksi terhadap produk-produk yang membahayakan baik dari makanan maupun alat kosmetik. Prosperity; migrasi penduduk sangat mempengaruhi proses pembangunan dan pemerataan, seakan-akan ditekankan pembangunan hanya terjadi di wilayah perkotaan, semakin banyaknya masyarakat yang berminat melakukan urbanisasi maka semakin memperlambat proses pembangunan dan pemerataan. Environmental Issue and Degradation; Hal ini berkaitan erat dengan pemanasan global sampai sanitasi lingkungan dan kesediaan air bersih merupakan isu terpenting pada masa ini. Perubahan iklim dan tidak menentunya arah angin maupun cuaca tidak lain efek dari perubahan lingkungan itu sendiri. Struktur lingkungan semakin mengalami degradasi. Healthy Child; angka kematian anak terus ditekan, kasus gizi buruk semakin dikurangi, kemudian peningkatan nutrisi anak bangsa sedang diupayakan pemerintah, keterbelakangan mental terutama anak-anak terlantar, anak jalanan, kekerasan orang tua, pendidikan anak yang terabaikan, dll. Anakanak adalah generasi harapan bangsa maka peran semua pihak dalam mendorong peningkatan kecerdasan bangsa. New information and communication technologies will help gov, make more effective decision for health; Peran pemerintah dalam meng-update isu-isu

2.

3.

4.

5.

terbaru mempermudah masyarakat dalam menerima informasi yang tepat dan cepat sehingga masyarakat lebih mudah memperhatikan masalah kesehatannya, system informasi kesehatan harus ditingkatkan yang ditunjang dengan teknologi komunikasi dalam mempercepat akses pemerataan pembangunan terutama di bidang kesehatan
6.

Habitats, Urbanization and Rural Deprvation; tekanan-tekanan yang dihadapi masyarakat miskin dengan berbagai masalah yang dihadapi membuatnya melakukan perpindahan untuk mencari kehidupan baru. Semakin banyaknya masyarakat yang melakukan urbanisasi memberikan dampak tersendiri bagi kemajuan suatu daerah. Populasi penduduk semakin bertambah yang harus dihimpit oleh kesulitan ekonomi memiliki pengaruh terhadap struktur masyarakat maka tidak heran muncul berbagai tindakan kriminal, dsb. Families Structure; kekerasan dalam rumah tangga, kasus perceraian semakin meningkat di pengadilan tinggi dan agama, perpecahan hubungan keluarga dan keretakan hubungan anak dengan orang tua memberikan dampak tersendiri terhadap perilaku masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada kehidupan bangsa dan bernegara. Masyarakat semakin materialistik yang mengutamakan materi bahkan menjadikan materi sebagai tuhan, maka diharapkan peran-peran pemerintah yang dibangun diatas nilainilai agama supaya tidak mengalami keparahan. Work; Kwik Kian Gie, mantan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas pernah mengemukakan bahwa tantangan utama yang dihadapi oleh pemerintah adalah terus membesarnya jumlah pengangguran. Data tahun 2002 menunjukkan jumlah pengangguran terbuka mencapai 9,13 juta orang atau 9,06 persen dari keseluruhan angkatan kerja. Jumlah ini dua kali lipat tahun 1996, atau setahun sebelum krisis moneter melanda Indonesia. Data itu, menurut Kwik, belum termasuk setengah penganggur yakni orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu yang jumlahnya mencapai 28,9 juta orang pada tahun 2002. Kemudian pada tahun angka pengangguran semakin meningkat yaitu sebanyak 32,7 juta dan terakhir pada akhir tahun 2008 tercatat sebanyak 40 juta penduduk yang menganggur.

7.

8.

9.

Ageing; Lost Generation merupakan salah satu tantangan terbesar untuk bangsa Indonesia, dekadensi moral dan kurangnya perhatian keluarga masyarakat dan pemerintah dalam memberikan kontribusi dalam pembentukan akhlak dan moral anak, keterbelakangan mental dan kondisi lingkungan yang keras dengan kehidupan, untuk penduduk Sulawesi Selatan dikhawatirkan terjadinya hal deikian terutama kalangan mahasiswa yang sering tawuran dan aksi anarkis. Kekerasan, tindakan kriminal, kasus demi kasus terjadi mulai dari kepala negara sampai kepala desa, struktur masyarakat semakin bebas, kekerasan dalam rumah tangga, kasus aborsi semakin tahun meningkat hamper mencapai 4 juta wanita Indonesia pernah mengalami aborsi. Pemerkosaan terhadi dimana-mana, kebebasan kaum remaja, dll. Consumption; Pada suatu kelompok masyarakat, anak balita merupakan kelompok yang paling rawan terjadinya kekurangan gizi. Kekurangan gizi dapat terjadi dari tingkat ringan sampai tingkat berat dan terjadi secara perlahan-lahan dalam waktu cukup lama. Keadaan gizi atau status gizi masyarakat menggambarkan tingkat kesehatan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan asupan zat-zat gizi yang dikonsumsi seseorang. Anak yang kurang gizi akan menurun daya tahun tubuhnya sehingga mudah terkena penyakit infeksi, sebaliknya anak yang menderita penyakit infeksi akan mengalami gangguan nafsu makan dan penyerapan zat-zat gizi sehingga menyebabkan kurang gizi. Anak yang sering terkena infeksi dan gizi kurang akan mengalami gangguan tumbuh kembang yang akan mempengaruhi tingkat kesehatan, kecerdasan dan produktifitas di masa dewasa. bio-terorism merupakan kejahatan kemanusiaan yang melanggar nilai-nilai humanity. Di Indonesia banyak kasus bom bunuh diri misalnya di Hotel JW Marriot. Terakhir kejahatan yang dilakukan tentara Israel sangat tragis dengan penggunaan racun pada aktifis yang berada pada kapal Mavi Marmara di perairan internasional Laut Merah. Traveling/Migration/Mobility; perpindahan penduduk yang sangat cepat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

10. Violence;

11. Food

12. Bio-Terorism;

13. International

modern jaman sekarang sangat memungkinkan manusia untuk lebih mudah mengadakan perjalanan keliling negara, akses komunikasi yang serba cepat dan sisitem informasi yang mutakhir, perpindahan penduduk merupakan tantangan global terutama kaitannya dengan dampak kesehatan.
14. Weak

Surveillance System; tidak bisa dipungkiri untuk negara berkembang terutama di Indonesia sendiri system pencatatan dan pelaporannya pun masih minim dan jauh dari nilai-nilai efektifitas misalnya dalam hal surveillans epidemiologi pun masih sangat lemah dan banyak kekeliruan ditambah lagi masih ada sebagian besar yang menggunakan system manual.

New emerging viruses merupakan virus yang dalam prosesnya beradaptasi untuk membentuk host baru dan vice versa. Contoh dari emerging virus adalah : Myxoma virus (Rabbitpox), virus influenza dan virus corona. Dapat dikatakan emerging virus karena : Merupakan penampakan virus baru dalam sebuah populasi Berkembang secara cepat dalam membentuk meningkatkan korespondensi dalam deteksi penyakit Evolusi Virus Mutasi Rekombinasi Seleksi Replikasi virus menghasilkan tingginya jumlah mutasi genetic virus 1. Avian Influenza in Humans (Flu Burung) Virus influenza merupakan virus RNA yang termasuk dalam family Orthomyxoviridae.Asam nukleat virus ini beruntai tunggal, terdiri dari 8 segmen gen yang mengkode sekitar 11 jenis protein.Virus influenza host baru dengan

mempunyai selubung yang terdiri dari kompleks protein dan karbohidrat. Virus ini mempunyai spikes (tonjolan) yang digunakan untuk menempel pada reseptor yang spesifik pada sel-sel hospesnya pada saat menginfeksi sel. Terdapat dua jenis spikes yaitu yang mengandung hemaglutinin dan neuraminidase yang terletak di bagian luar virion.Virus influenza mempunyai 4 jenis antigen yang terdiri dari protein nukleokapsid, hemaglutinin, neuraminidase, dan protein matriks. Berdasarkan jenis antigen nukleokapsid dan matriks protein virus influenza digolongkan menjadi virus influenza A, B dan C. - Virus influenza A sangat penting dalam bidang kesehatan karena sangat pathogen baik bagi manusia ataupun hewan yang menyebabkan angka kematian dan kesakitan meningkat diseluruh dunia. Virus ini sering menimbulkan pandemic karena mudahnya bermutasi baik berupa antigenic drift ataupun antigenic shift sehingga membentuk varian baru yang lebih pathogen. - Virus influenza B adalah jenis virus yang hanya menyerang manusia dan jarang sekali atau tidak menyebabkan wabah pandemic. - Virus influenza C bisa menyebabkan infeksi pada manusia dan binatang,dan sama jarang sekali atau tidak menyebabkan wabah pandemic. Penularan atau transmisi dari virus influenza secara umum dapat terjadi melalui inhalasi, kontak langsung ataupun kontak tidak langsung.Kekhawatiran yang muncul dikalangan ahli genetika antara virus influenza burung dengan virus influenza manusia terjadi rekombinasi genetic, sehingga dapat menular antara manusia. Ada dua kemungkinan yang dapat menghasilkan subtype baru dari H5N1 yang dapat menular antara manusia ke manusia adalah: - Virus dapat menginfeksi manusia dan mengalami mutasi sehingga virus

tersebut dapat beradaptasi untuk mengenali linkage RNA pada manusia atau virus burung tersebut mendapatkan gen dari virus influenza manusia sehingga dapat bereplikasi secara efektif didalam manusia. - Jenis virus, baik avian ataupun virus influenza tersebut dapat secara bersamaan menginfki manusia sehingga terjadi mix atau rekombinasi genetic, sehingga menghasilkan strain virus baru yang sangat virulen bagi manusia. 2. Swine Influenza (Flu Babi) Sembilan negara melaporkan swine influenza A/H1N1 Total: 148 kasus USA 91 laboratory confirmed human cases, dengan 1 korban meninggal Mexico 26 confirmed human cases of infection termasuk 7 meninggal.

Swine Influenza merupakan :


Penyakit pernafasan akut yang sangat menular diantara babi.

Disebabkan oleh satu dari beberapa virus swine influenza A : H1N1, H1N2, H3N1, H3N2 Morbiditas cukup tinggi Mortalitas rendah(1-4%). Virus menyebar diantara babi dengan cara aerosols, Kontak langsung dan tidak langsung, dan oleh asymptomatic carrier pigs. Genus dari virus ini adalah influenza virus type A, dimana virus influenza tipe A ini mampu menjangkiti manusia, babi, musang, dan unggas. Penamaan virus influenza didasarkan pada struktur permukaan dari virus tersebut. H, dimaksudkan untuk menunjukan protein Hemaglutinasi dan N menunjukan protein Neurominidase. Selama ini, telah ditemukan 16 subtype H dan 9 subtype N. kombinasi antara keduanya akan menghasilkan 144 jenis subtype virus influenza, seperti H1N1, H1N2, H1N3,sampai dengan H16N9. Menurut hasil penelitian para ahli, virus yang paling berbahaya adalah H1N1, H2N3, H5N1, dan H7N1. Berdasarkan WHO update (30 April 2009), sebenarnya pandemi ini sudah pernah terjadi pada saat perang dunia I. Dimana pada saat itu

para tentara Spanyol yang menjajah Mexico adalah pembawa virus ini pertama kali. Pada saat itu wabah tersebut dinamakan Spanish Influenza, kejadian-kejadian serupa juga terjadi di tahun-tahun berikutnya di berbagai Negara seperti Hongkong dan Jepang (1970), Thailand (1983), Amerika (1998), dan Mexico (2009). Kejadiankejadian wabah influenza lebih sering disebabkan oleh hewan, baik hewan ternak (babi dan unggas) ataupun hewan liar (musang dan unggas liar). Kejadian yang sekarang ini disebabkan oleh babi, pada babi virus ini akan bermutasi dan menata diri yang kemudian dapat menjangkiti manusia. Jumlah kasus yang terjadi di Indonesia menurut data terakhir mencapai 420 kasus.Untuk kasus yang terjadi di Indonesia memang tidak terbukti bahwa babi sebagai penyebab utama.Diduga penularan melalui antar manusia, walaupun hal ini kerap dibantah oleh Dinas Kesehatan.Pembawa virus ini juga diduga berasal dari mobilitas orang-orang yang masuk ke Indonesia dari Negara yang terkena wabah seperti Mexico. Masa inkubasi virus ini adalah sekitar 1-7 hari, masa penularan satu hari sebelum sakit, dan 7 hari sesudah sakit (onset). Adapun cara penularannya adalah dengan cara kontak langsung dengan penderita karena berbicara ataupun percikan batuk atu bersin, dan atau kontak dengan benda yang terkontaminasi dengan virus H1N1. 3. SARS Severe Acute Respiratory Syndrome Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) atau Sindroma Pernapasan sangat akut adalah penyakit infeksi pada jaringan paru manusia yang sampai saat ini belum diketahui pasti penyebabnya.Penyakit ini dicurigai pertaman kali timbul di provinsi Guangdong, RRC. Diketahui penyakit SARS ini mempunyai tingkat penularan yang tinggi terutama diantara petugas kesehatan yang selanjutnya menyebar ke anggota keluarga dan pasien pasien Rumah Sakit.Angka kematian diantara penderita (CFR) diketahui sekitar 4%.Dan hingga saat ini SARS dilaporkan

telah menyebar di berbagai negara ditandai dengan ditemukannya penderita yang dicurigai SARS. Dengan kenyataan diatas maka pada tanggal 15 Maret 2003, WHO menetapkan SARS merupakan ancaman kesehatan global (Global Threat) yang harus mendapat perhatian dari semua negara di dunia. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah yang luas dan berbatasan dengan negara negara terjangkit dan negara tempat ditemukannya penderita SARS.Keadaan ini menjadi ancaman terhadap masuknya penyakit ini ke wilayah Indonesia dan didukung oleh banyaknya jalur transportasi langsung dengan daerah daerah di Indonesia. Agar ancaman masuknya penyakit SARS dapat dicegah dan atau diminimalisir serta penyebaran lebih lanjut di masyarakat tidak terjadi bila masuk ke Indonesia maka perlu ada pedoman penanggulangan terhadap penyakit SARS.Karena merupakan penyakit yang baru, dimana belum ada pedoman penanggulangannya maka dipandang perlu segera dibuat pedoman penanggulangan yang dapat digunakan sebagai acuan oleh setiap petugas kesehatan dalam bertindak.

New emerging disease


SARS Avian flu Hanta-virus Pulmonary Syndrome Hanta-virus infection with renal involvement Japanese Encephalitis Nipah diseases Swine Influenza(Flu Babi)

Emerging disease
Ebola virus Human immunodeficiency virus (HIV) Hepatitis C Escherichia coli Dengue Demam Berdarah

Re-emerging disease
Malaria Anthrax Difteri Rabies Leptospirosis Chikungunya PES Cholera Yellow fever (YF)