Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Pengendalian Kualitas

PENGGUNAAN PETA KENDALI X DAN R PADA INSPEKSI BERAT KEMASAN SUATU PRODUK
SLAMET UNIVERSITAS PAMULANG
slametsulaiman37@yahoo.co.id

ABSTRAK
Dari hasil pengamatan, masalah yang cukup menonjol pada bagian pengemasan terutama berkaitan dengan kualitas hasil kemasan. Dalam hal ini permasalahan yang diangkat mengacu pada hasil inspeksi kemasan produk dengan berat kemasan 5 kg. Kegiatan inspeksi tersebut berupa pengambilan 5 sampel secara acak dan kontinyu setiap 15 menit sekali untuk dilakukan penimbangan guna memantau kestandaran variasi berat kemasan. Data diolah menggunakan metode pengendalian kualitas dengan menggunakan peta kendali X dan R .Dari peta kendali ini terlihat ada penyimpangan berat kemasan produk dari ketentuan standar. Kemudian dengan analisa diagram sebab akibat, penyebab produk out of control diketahui karena lima factor penyebab mayor, yakni pekerja, mesin, metode kerja,Bahan/material dan lingkungan kerja.

PENDAHULUAN
Di tingkat perusahaan, pengendalian kualitas berkaitan dengan pola pengelolaan dalam industri. Dalam kaitan dengan produksi, pengendalian kualitas dimaksudkan agar dapat menghasilkan produk yang memenuhi standar kualitas sehingga tidak mengecewakan konsumen. Hal ini karena upaya perusahaan terhadap peningkatan kualitas produk lebih sering mengarah pada kegiatan inspeksi serta memperbaiki cacat dan kegagalan selama proses produksi. Dalam hal ini penyusun mengangkat permasalahan pengendalian kualitas pada tahapan proses inspeksi pengemasan produk dengan berat kemasan 5 kg. Proses inspeksi tersebut dilakukan dengan mengambil 5 sampel secara acak tiap 15 menit setelah produk mengalami proses seal (pengemasan produk). Kegiatan inspeksi ini berupa penimbangan terhadap produk yang bersangkutan untuk mengetahui berat produk masih dalam lingkup standar berat kemasan atau diluar kontrol. Untuk metode yang digunakan untuk pengendalian kualitasnya, metode yang digunakan berupa peta kendali X dan R. digunakannya jenis peta kendali ini karena data yang ada merupakan data variable kuantitatif dan sample yang diambil merupakan jenis sample kelompok. Peta kendali X dan R ini akan menunjukkan banyaknya penyimpangan berat kemasan produk yang selanjutnya dapat digunakan untuk menganalisis lebih lanjut penyebab produk out of control dengan menggunakan diagram sebab akibat(tulang ikan) Perumusan Masalah 1.Pengendalian kualitas pada berat kemasan dengan menggunakan peta kendali X dan R serta analisis diagram sebab akibat 2.Pengamatan hanya dilakukan pada suatu produk yang mempunyai berat kemasan 5 kg. Tujuan Penelitian 1.Mengetahui tingkat pengendalian berat kemasan suatu produk dengan menggunakan peta kendali X dan R. 2.Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya variasi proses pada inspeksi berat kemasan produk dengan diagram sebab akibat. Manfaat Penelitian

a.Manfaat teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan masukan bagi perkembangan ilmu pengendalian kualitas, serta dapat menjadi masukan yang berguna bagi penelitian lebih lanjut mengenai pengendalian kualitas. b.manfaat praktis hasil penelitian ini sebagai bahan acuan untuk penendalian kualitas suatu produk dalam bagian pengemasan,sehingga konsumen maupun produsen saling tidak dirugikan.

LANDASAN TEORI
A.Inspeksi dan Penentuan Keseragaman isi kemasan Inspeksi merupakan komponen dari progam pengawasan kualitas yang menangani pemeriksaan,apakah produk itu sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan (T.Sitorus,1995) B.Pengawasan Kualitas Secara Statistik Pengawasan kualitas secara statistic merupakan salah satu alat ilmiah yang semakin banyak digunakan oleh manajemen modern untuk mempertahankan standar kualitas.Pengawasan statistic ini didasarkan pada hokum kemungkinan dan dapat dilukiskan sebagai system untuk pengawasan terhadap kualitas produksi dalam batas-batas tertentu dengan cara prosedur pengambilan contoh serta analisis kontinyu dari hasil-hasil pemeriksaan. Dalam setiap proses pruduksi pada suatu perusahaan tidak ada proses produksi yang konsisten seluruhnya dan hasil produksi setiap produk terkena variabilitas.Pengawasan proses biasanya dilakukan melalui bagan bagan pengawasan/pengendalian yang merupakan alat statistic yang dapat digunakan untuk mengungkapkan variasi dalam kualitas hasil produksi. Bagan-bagan yang lazim digunakan ialah bagan nilai rata-rata (X),bagan kisaran R,bagan cacat/tidak baik (p) dan bagan cacat/tidak baik per unit (c),Bagan-bagan pengawasan dapat digunakan untuk pemeriksaan data atribut/sifat maupun variable.Dalam penggunaan bagan pengawasan variable,yang paling lazim adalah bagan X dan R. C.Peta Kendali X dan R Menurut V.Gaspersz(1998),peta kendali untuk data variable adalah peta kendali yang digunakan untuk pengendalian karakteristik kualitas yang dapat dinyatakan secara numeric.Umumnya peta kendali variable disebut juga X-R chart.Peta kendali X-bar(ratarata)dan R(range) digunakan untuk memantau proses yang mempunyai karakteristik yang berdimensi kontinyu. Peta kendali X-bar menjelaskan tentang apakah perubahan-perubahan telah terjadi dalam ukuran titik pusat atau rata-rata dari suatu proses.Sedangkan peta kendali R(range)menjelaskan apakah perubahan-perubahan terjadi dalam ukuran variasi,dengan demikian berkaitan dengan perubahan homogenitas produk yang dihasilkan melalui suatu proses. Pada dasarnya setiap peta kendali memiliki: Garis tengah (control line) dinotasikan dengan CL Sepasang batas control(control limits),satu batas control ditempatkan diatas garis tengah sebagai Batas Control Atas(Upper Control Limits-UCL),dan satu lagi dibawah garis tengah sebagian batas control bawah (Lower Control Limits-LCL).Dimana Langkah-langkah membangun peta control x-bar dan R adalah: 1. Menentukan ukuran contoh(n=4,5,6) 2. Mengumpulkan 20-25 contoh (paling sedikit dari 60-100 titik data individu) 3. Menghitung nilai rata-rata,X-bar,dan range dari setiap contoh 4. Menghitung rata-rata dari semua x-bar(x-daubel bar yang merupakan control line dari peta control X-bar),serta nilai rata-rata dari semua R(R-bar yang merupakan central line dari peta control R) 5. Menghitung batas-batas control dari peta control X-bar dan R

Peta Kontrol X-bar(Batas-batas control 3-sigma) CL=x-doubel bar UCL=x-doubel bar + R-Bar LCL=x-doubel bar - R-Bar Peta Kontrol R (batas-batas control 3-sigma) Cl = R bar UCL= R bar LCL= R bar 6. Membuat peta control X-bar dan R dengan menggunakan batas-batas control diatas. Menurut Z.Yammit (2002) ada 4 macam pola control chart yang menunjukan penyimpangan keadaan yang tidak wajar: a. Apabila kejadian atau titik data berada diluar batas control proses,maka proses maka proses tersebut berada diluar control. b. Variasi kecil disekitar garis control normal(sampling tidak random sesuai yang diinginkan.Pola ini disebut stratifikasi atau merangkul garis kendali) c. Variasi luas muncul disekitar control line disebut mixture d. Enam atau tujuh titik meningkat atau menurun.Pola ini disebut trend. D. Analisa Faktor Berpengaruh Menurut Z.Yammit (2002) selain komponen yang dijadikan objek pengukuran kualitas,factor lain yang mempengaruhi kualitas yaitu: Fasilitas operasi seperti kondisi fisik bangunan Peralatan dan perlengkapan Bahan baku atau material Pekerja atau staf organisasi Sedangkan menurut V.Gasperz(2001)mengemukakan bahwa metode yang sering digunakan untuk mengetahui penyebab masalah adalah: Wawancara(bertanya) Diagram sebab akibat(diagram tulang ikan) E. Diagram Sebab Akibat Menurut V.Gaspersz (1998) diagram sebab akibat adalah suatu diagram yang menunjukan hubungan antara sebab akibat.Berkaitan dengan pengendalian proses statistical,diagram sebab akibat dipergunakan untuk menunjukan factor-faktor penyebab.Diagram sebab akibat ini disebut juga diagram tulang ikan(fishbone diagram) karena bentuknya seperti kerangkan tulang ikan dan diperkenalkan pertama kali oleh Prof.Kaoru Ishikawadari Universitas Tokyo 1953 sehingga disebut juga Diagram Ishikawa. Langkah-langkah pembuatan diagram sebab akibat dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. Memulai dengan pernyataan masalah-masalah utama yang penting dan mendesak untuk diselesaikan. 2. Menuliskan pernyataan masalah itu pada kepala ikan yang merupakan akibat (effect) pada sisi sebelah kanan pada kertas ,kemudian menggambarkan tulang belakang dari kiri ke kanan dan menempatkan pernyataan masalah itu dalam kotak. 3. Menuliskan factor-factor penyebab utama yang mempengaruhi masalah kualitas sebagai tulang besar,juga ditempatkan dalam kontak.Kategori-kategori penyebab utama dapat dikembangkan melalui stratifikasi ke dalam pengelompokan dari factor-faktor,seperti manusia,mesin,peralatan,material,metode kerja,lingkungan dll. 4. Menuliskan penyebab-penyebab sekunder yang mempengaruhi tugas utama,dinyatakan sebagi tulang sedang.

METODOLOGI PENELITIAN
Mengkaji tentang proses produksi dengan mengambil temapenggunaan peta kendali X dan R pada pengendalian hasil inspeksi berat kemasan 5 kg

1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan hasil pengamatan,permasalahan yang cukup menonjol berkaitan dengan kualitas hasil kemasan.Dalam hal ini penyususun mengangkat permasalahan pada kualitas hasil kemasan yang tertuju pada inspeksi berat kemasan produk. 2. Pengumpulan Data Data diperoleh dari divisi pengemasan dalam bentuk lembar laporan inspeksi pengemasan. 3. Analisa dan Penolahan data dengan diagram X dan R.
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 NI 6.0 5.2 5.5 5.9 5.0 5.7 5.9 5.4 6.4 5.3 5.3 5.6 5.4 5.9 6.2 5.6 6.0 5.1 6.6 5.9 5.3 5.9 5.2 5.2 5.3 N2 4.6 5.3 4.8 4.4 5.0 4.0 4.1 5.6 4.4 4.4 4.8 4.5 5.3 5.1 4.7 4.6 5.2 4.9 5.7 5.0 4.7 4.4 4.3 4.8 4.8 N3 5.2 4.7 5.0 5.3 4.1 4.5 4.7 5.0 4.2 4.6 5.0 5.3 4.0 5.5 4.9 4.4 4.4 5.5 5.4 5.0 4.6 4.7 4.6 4.8 4.0 N4 5.1 5.4 4.8 5.1 4.2 4.4 5.4 4.4 4.4 4.9 5.0 5.5 5.0 4.6 4.9 4.5 5.0 4.3 4.2 5.2 4.8 4.4 5.1 4.3 4.3 N5 4.1 4.1 4.4 5.2 5.3 4.4 5.0 5.5 4.5 4.8 5.1 4.8 5.1 4.8 4.5 4.2 5.0 4.8 4.5 4.6 4.7 4.8 4.7 4.6 4.2 5 4.94 4.9 5.18 4.72 4.6 5.02 5.18 4.78 4.8 5.04 5.14 4.96 5.18 5.04 4.66 5.12 4.92 5.28 5.14 4.82 4.84 4.78 4.74 4.52 R 1.9 1.3 1.1 1.5 1.2 1.7 1.8 1.2 2.2 0.9 0.5 1.1 1.4 1.3 1.7 1.4 1.6 1.2 2.4 1.3 0.7 1.5 0.9 0.9 1.1

Sedangkan untuk koefisien ditunjukan dengan table


N 2 3 4 5 6 7 1.880 1.023 0.729 0.577 0.483 0.419 3.267 2.575 2.282 2.115 2.004 1.924 Jangan digunakan

Dari data diatas diperoleh 1.Jumlah = 123.3 jadi =123,3:25=4.932 2.Jumlah R = 33,8 jadi = 33,8:25=1.35 Peta kendali = =4.932(Garis Pusat) UCL= + =4.932+0.577(1.35) =4.932+0.779 =5.711( Batas Atas) LCL= =4.932-0.577(1.35) =4.932-0.779 = 4.15(Batas bawah) Peta Kendali RCL = 1.35(Garis Pusat)

1. 2. 3. 4. 5.

UCL= =2.115(1.35) = 2.86(Batas Atas) LCL= (tidak ada) Gambar Grafik Gambar Grafik peta kendali R 4 .Analisa factor yang berpengaruh dengan diagram sebab akibat Dengan menggunakan metode pengamatan dan wawancara maka dihasilkan 5 faktor utama yang mempengaruhi variasi dari berat kemasan,yamg kemudian masing masing factor utama dbagi menjadi factor sekunder. Manusia atau pekerja:Keahlian,keunggulan,ketepatan dalam pengukuran Metode kerja:tata urutan pengukuran,prosedur pengukuran Lingkungan kerja:kotor,suasana ruangan,suhu Bahan/material bahan:tidak sesuai spesifikasi Mesin:suadah tidal layak.kurang optimal Gambar Diagram Sebab akibat

VARIASI PENGUKURAN

MESIN METODE KERJA ORANG


LINGKUNGAN

BAHAN

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian maka dapat di simpulkan: 1.Penggunaan Peta kendali dalam pemeriksaan berat kemasan merupakan metode yang efektif,peta ini umumnya menunjukan perubahan nilai rata-rata dan disporsi proses pada saat yang sama. 2. Setelah diketahui ketidaknormalan berat kemasan dapat di analisis dan dicari factor utama maupun factor sekundernya dengan menggunakan diagram sebab akibat. 3.Dengan mngetahui factor-faktor penyebab ketidaknormalan bert kemasan selanjutnya dilakukan perbaikan lebih lanjut,agar kualitas tetap terkendali.

DAFTAR PUSTAKA
1.Grant,LEugene&Leavenwort,S.Richard.,1998,Pengendalian Mutu Statistik Jakarta:Airlangga 2.Udjana,1996,Metode statika,Transito Bandung,Edisi ke,6. 3.Montogomery,D,C.,2001.Introduction to statistical quality Control.New York:John Wiley and Sonc Inc.

Diposkan oleh slamet bolang di Tangerang 07:08 Kirimkan Ini lewat Email