Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA PERCOBAAN 3

......................................................................................................................................................

NAMA NIM

: ................................................................................................ : ................................................................................................

TGL PRAKTIKUM : ................................................................................................

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRODI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PERCOBAAN 3 PENYEARAH
A. Tujuan : 1. Mahasiswa dapat mengetahui penyearah setengah gelombang. 2. Mahasiswa dapat mengetahui penyearah gelombang penuh. B. Alat dan Bahan : 1.
AVOmeter 2. Osiloskop 3. Trafo CT 12 V 4. Diode 1N4001 5. Resistor 1 Kohm 6. Elco 220 uF/16V 7. Kabel penghubung 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah secukupnya

C. Dasar Teori :
1. Penyearah Setengah Gelombang Rangkaian penyearah setengah gelombang mendapat masukan dari skunder trafo yang berupa sinyal ac berbentuk sinus, vi = Vm Sin t dapat dilihat Gambar 3.1 maksimum. Prinsip kerja penyearah setengah gelombang adalah pada saat sinyal input berupa siklus positip maka dioda mendapat bias maju sehingga arus (i) mengalir ke beban (RL), dan sebaliknya bila sinyal input berupa siklus negatip maka dioda mendapat bias mundur sehingga tidak mengalir arus. Bentuk gelombang tegangan input (vi) ditunjukkan pada Gambar 3.1b dan arus beban (i) pada Gambar 3.1c.

Gambar 3.1 (a) Rangkaian Penyearah Setengah Gelombang; (b) Keluaran Tegangan Skunder Trafo; (c) Arus Beban

2.

Penyearah Gelombang Penuh

Rangkaian penyearah gelombang penuh ada dua macam, yaitu dengan menggunakan trafo CT (center-tap = tap tengah) dan dengan sistem jembatan. Namun yang dibahas pada modul ini adalah penyearah gelombang penuh dengan jembatan atau empat diode. Terlihat dengan jelas bahwa rangkaian penyearah gelombang penuh merupakan gabungan dua buah penyearah setengah gelombang yang hidupnya bergantian setiap setengah siklus. Sehingga arus maupun tegangan rata-ratanya adalah dua kali dari penyearah setengah gelombang. Penyearah gelombang penuh dengan sistem jembatan ini bisa menggunakan sembarang trafo baik yang CT maupun yang biasa, atau bahkan bisa juga tanpa menggunakan trafo, rangkaian dasarnya adalah seperti pada Gambar 3.2.

Gambar 3.2

Prinsip kerja rangkaian penyearah gelombang penuh sistem jembatan dapat dijelaskan melalui Gambar 3.2 Pada saat rangkaian jembatan mendapatkan bagian positip dari siklus sinyal ac seperti Gambar 3.2 b, maka: - D1 dan D3 hidup (ON), karena mendapat bias maju - D2 dan D4 mati (OFF), karena mendapat bias mundur Sehingga arus i1 mengalir melalui D1, RL, dan D3. Sedangkan apabila jembatan memperoleh bagian siklus negatip seperti Gambar 3.2 c, maka: - D2 dan D4 hidup (ON), karena mendapat bias maju - D1 dan D3 mati (OFF), karena mendapat bias mundur Sehingga arus i2 mengalir melalui D2, RL, dan D4. Arah arus i1 dan i2 yang melewati RL sebagaimana terlihat pada Gambar 3.2 b dan c adalah sama, yaitu dari ujung atas RL menuju ground. Dengan demikian arus yang mengalir ke beban (iL) merupakan penjumlahan dari dua arus i1 dan i2, dengan menempati paruh waktu masing-masing (Gambar 3.2d).

D. Langkah Kerja: 1. Rangkaian Penyearah Setengah Gelombang Rangkailah rangkain seperti dibawah ini. Lakukan kalibrasi pada osiloscope Hubungkan osiloscope seperti pada gambar dibawah. Ukur tegangan input 12 V (Vin) dan output 12 V (Vout) dengan menggunakan AVOmeter. Ukur tegangan input 12 V (Vin) dan output 12 V (Vout) dengan menggunakan osiloscope Kemudian catat hasil pengukuran pada Tabel 3.3. Gambar Vinput dan Vout osiloscope pada lembar yang disediakan Lalu analisa hasil percobaan dan berikan kesimpulan dari hasil percobaan yang telah dilakukan.
Vin Vout

Gambar 3.3 Rangkaian Percobaan a) Hasil Percobaan 1


Tabel 3.1 Hasil Percobaan 1 AVOmeter Vin Vout ....... V ....... V 1) Grafik Hasil Input : . Vpp Volt / Div = Volt Time / Div = . mS Vin Osiloscope Vin ....... V Vout ....... V

t
Gambar 3.1 Kurva Tegangan input (Vin)

2)

Output : . Vpp Volt / Div = Volt Time / Div = . ms Vout

Gambar 3.2 Kurva Tegangan output (Vout)

2. Penyearah Gelombang Penuh Rangkailah rangkain seperti dibawah ini. Lakukan kalibrasi pada osiloscope Hubungkan osiloscope seperti pada gambar dibawah. Ukur tegangan input 12 V (Vin) dan output 12 V (Vout) dengan menggunakan AVOmeter. Ukur tegangan input 12 V (Vin) dan output 12 V (Vout) dengan menggunakan osiloscope Kemudian catat hasil pengukuran pada Tabel 3.2. Gambar Vinput dan Vout osiloscope pada lembar yang disediakan Lalu analisa hasil percobaan dan berikan kesimpulan dari hasil percobaan yang telah dilakukan.
Vin Vout

Gambar 3.4 Rangkaian Percobaan

b) Hasil Percobaan 2
Tabel 3.2 Hasil Percobaan 2 AVOmeter Vin Vout ....... V ....... V 3) Grafik Hasil Input : . Vpp Volt / Div = Volt Time / Div = . ms Vin Osiloscope Vin Vout ....... V ....... V

t
Gambar 3.3 Kurva Tegangan input (Vin)

4)

Output : . Vpp Volt / Div = Volt Time / Div = . mS Vout

Gambar 3.4 Kurva Tegangan output (Vout)

E. Hasil Percobaan

F. Analisis

G. Kesimpulan