Anda di halaman 1dari 11

PEMBAHASAN 1.

Pengertian dan Sejarah IFRS


IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC). Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga independen untuk menyusun standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dan dapat dipahami . Saat ini IFRS telah digunakan lebih dari 100 negara, berlaku untuk semua negara di Uni Eropa pada tahun 2005. Brasil, Kanada dan India telah mengumumkan kewajiban untuk menggunakan IFRS bagi perusahaan-perusahaan yang berlokasi di negara tersebut. Pada tahun 2011 diperkirakan semua negara besar sudah mengadopsi IFRS dengan berbagai variasinya, China dan Jepang secara substansi akan menyesuaiakan dengan IFRS dan perusahaan go public di Amerika Serikat akan mempunyai pilihan apakan menggunakan IFRS atau US GAAP. Sebenarnya penerapan IFRS di Indonesia telah dimulai secara bertahap sejak tahun 2007, namun akan diterapkan penuh tahun 2012 mendatang,ungkap Rudi. Sedangkan untuk standar pencatatan keuangan yang tidak ada di atur dalam IFRS seperti akuntansi syariah, akuntansi untuk UKM dan akuntansi untuk organisasi nirlaba akan dikembangkan sendiri oleh IAI. Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) adalah Standar berbasis prinsip, Interpretasi dan Kerangka (1989) diadopsi oleh Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB). Banyak standar membentuk bagian dari IFRS dikenal dengan nama lama dari Standar Akuntansi Internasional (IAS). IAS yang diterbitkan antara tahun 1973 dan 2001 oleh Dewan Standar Akuntansi Internasional Committee (IASC). Pada tanggal 1 April 2001, IASB baru
1

mengambil alih dari IASC tanggung jawab untuk menetapkan Standar Akuntansi Internasional. Selama pertemuan pertama Dewan baru diadopsi IAS dan SICs. IASB terus mengembangkan standar memanggil standar IFRS baru.

Secara keseluruhan IFRS mencakup:

a. International Financial Reporting Standard (IFRS).Standar yang diterbitkan setelah tahun


2001. b. International Accounting Standard (IAS). Standar yang diterbitkan sebelum tahun 2001. c. Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) setelah tahun 2001. d. Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committee (SIC) sebelum tahun 2001.

2.Struktur IFRS
IFRS dianggap sebagai 'prinsip berdasarkan' set standar dalam bahwa mereka menetapkan aturan-aturan yang luas serta mendikte perawatan khusus. Standar Pelaporan Keuangan Internasional terdiri dari: Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS)-standar yang dikeluarkan setelah tahun 2001. Standar Akuntansi Internasional (IAS)-standar yang dikeluarkan sebelum 2001. Interpretasi berasal dari Pelaporan Keuangan Internasional Komite Interpretasi (IFRIC)yang diterbitkan setelah tahun 2001. Interpretasi Standing Committee (SIC)-yang diterbitkan sebelum 2001. Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (1989)

3.Tujuh Manfaat Penerapan IFRS


Ketua Tim Implementasi IFRS-Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Dudi M Kurniawan mengatakan, dengan mengadopsi IFRS, Indonesia akan mendapatkan tujuh manfaat sekaligus,antara lain : 1. meningkatkan kualitas standar akuntansi keuangan (SAK) 2. mengurangi biaya SAK
2

3. meningkatkan kredibilitas dan kegunaan laporan keuangan 4. meningkatkan komparabilitas pelaporan keuangan 5. meningkatkan transparansi keuangan 6. menurunkan biaya modal dengan membuka peluang penghimpunan dana melalui pasar modal 7. meningkatkan efisiensi penyusunan laporan keuangan.

4. Kerangka IFRS
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan menyatakan prinsip dasar untuk IFRS. IASB dan FASB Kerangka sedang dalam proses menjadi diperbaharui dan konvergensi. Bersama Kerangka Konseptual proyek bertujuan untuk memperbarui dan menyempurnakan konsep - konsep yang ada untuk mencerminkan perubahan dalam pasar, praktek bisnis dan lingkungan ekonomi yang terjadi dalam dua atau lebih dekade sejak konsep pertama kali dikembangkan. Tujuan keseluruhan adalah untuk menciptakan fondasi standar akuntansi masa depan yang berbasis prinsip, konsisten secara internal dan internasional konvergensi. Oleh karena itu IASB dan FASB Amerika Serikat (dewan) adalah melaksanakan proyek bersama. Peran Kerangka Deloitte menyatakan: Dengan tidak adanya Standar atau Interpretasi yang secara khusus berlaku untuk transaksi, manajemen harus menggunakan penilaian dalam mengembangkan dan menerapkan suatu kebijakan akuntansi yang menghasilkan informasi yang relevan dan dapat dipercaya. Dalam membuat penilaian itu, IAS 8,11 mengharuskan manajemen untuk mempertimbangkan definisi, kriteria pengakuan, dan konsep pengukuran untuk aset, kewajiban, pendapatan, dan pengeluaran dalam Framework. Ini elevasi pentingnya Kerangka ditambahkan tahun 2003 revisi IAS 8. [2]

Kerangka Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Berdasar IFRS Elemen Laporan Keuangan: 1. Neraca 2. Laporan laba komprehensif 3. Laporan perubahan ekuitas
3

4. Laporan arus kas 5. Catatan atas laporan keuangan 6. Laporan posisi keuangan pada perioda komparatif Basis pengukuran IFRS diantaranya adalah : 1. Biaya Perolehan 2. Biaya Kini 3. Nilai realisasi dan penyelesaian 4. Nilai sekarang

5. Perbandingan dan Perbedaan IFRS dan PSAK


IFRS 1. First time adoption of IFRS 2. Share-based payment 3. Business Combinations 4. Insurance Contract 5. Non-Current Assets Held for Sale and Discontinued Operations 6. Exploration for and Evaluation of Mineral Resources 7. Financial Instruments: Disclosures

PSAK : 1. Belum diadopsi. 2. PSAK 53 belum adopsi IFRS 2, referensi menggunakan US SFAS 123 3. PSAK 22 belum mengadopsi IFRS 3, referensi menggunakan IAS 22 (1993). 4. PSAK 28 dan 36, belum adopsi IFRS 4, referensi menggunakan US SFAS dan regulasi industri asuransi. 5. PSAK 58 belum adopsi IFRS 5, referensi menggunakan IAS 35 (1998). 6. PSAK 29 dan 33, belum adopsi IFRS 6, referensi US SFAS dan regulasi industri 7. PSAK 31 dan 55, belum adopsi IFRS 7, referensi menggunaka IAS 30, US SFAS dan regulasi industri.
4

Mengapa harus mengadopsi International Financial Reporting Standards(IFRS)? Pertanyaan ini paling tepat dipertimbangkan oleh pengambil kebijakan di sebuah negara yang secara ekonomi-politik cukup kuat di kancah internasional seperti Amerika Serikat. Pengambil kebijakan di Indonesia yang sangat tergantung kepada dunia luar tentu saja tidak memandang isu atau pertanyaan itu penting. Secara praktis, adopsi IFRS bukanlah pilihan bagi Indonesia, tapi keharusan, dengan harapan, investasi asing akan tetap masuk atau bahkan meningkat dan kita tidak dikucilkan dalam pergaulan internasional. Tiga perbedaan mendasar antara PSAK dengan IFRS yaitu: 1. PSAK yang semula berdasarkan Historical Cost mengubah paradigmanya menjadi Fair Value based. Terdapat kewajiban dalam pencatatan pembukuan mengenai penilaian kembali keakuratan berdasarkan nilai kini atas suatu aset, liabilitas dan ekuitas. Fair Value based mendominasi perubahan-perubahan di PSAK untuk konvergensi ke IFRS selain hal-hal lainnya. Sebagai contoh perlunya di lakukan penilaian kembali suatu aset, apakah terdapat penurunan nilai atas suatu aset pada suatu tanggal pelaporan. Hal ini untuk memberikan keakuratan atas suatuatas suatu laporan keuangan. 2. PSAK yang semula lebih berdasarkan Rule Based (sebagaimana US GAAP) berubah menjadi Prinsiple Based. Rule based adalah manakala segala sesuatu menjadi jelas diatur batasan batasannya. Sebagai contoh adalah manakala sesuatu materiality ditentukan misalkan diatas 75% dianggap material dan ketentuan-ketentuan jelas lainnya. IFRS menganut prinsip prinsiple based dimana yang diatur dalam PSAK update untuk mengadopsi IFRS adalah prinsip-prinsip yang dapat dijadikan bahan pertimbagan Akuntan / Management perusahaan sebagai dasar acuan untuk kebijakan akuntansi perusahaan. 3. Pemutakhiran (Update) PSAK untuk memunculkan transparansi dimana laporan yang dikeluarkan untuk eksternal harus cukup memiliki kedekatan fakta dengan laporan internal. Pihak perusahaan harus mengeluarkan pengungkapan pengungkapan (disclosures) penting dan signifikan sehingga para pihak pembaca laporan yang dikeluarkan ke eksternal benar-benar dapat menganalisa perusahaan dengan fakta yang lebih baik.

6. Manfaat dan Kendala Penerapan IFRS di Indonesia


Manfaat Penggunaan Standar International 1. Penggunaan standar akuntansi keuangan dapat meningkatkan keakuratan dalam menilai performa perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan. 2. Dimungkinkannya perbandingan antar perusahaan yang berdomisili pada dua tempat yang berbeda Kendala Penerapan IFRS di Indonesia Ada 4 aspek yang dapat menjadi kendala penerapan IFRS di Indonesia,antara lain sbb : (1) aspek lingkungan sosial; (2) aspek lingkungan organisasi; (3) Aspek lingkungan Profesi; dan (4) Aspek lingkungan individu.

7. Konvergensi IFRS
Menurut Sri Mulyani, konvergensi akuntansi Indonesia ke IFRS perlu didukung agar Indonesia mendapatkan pengakuan maksimal dari komunitas internasional yang sudah lama menganut standar ini. Kalau standar itu dibutuhkan dan akan meningkatkan posisi Indonesia sebagai negara yang bisa dipercaya di dunia dengan tata kelola dan pertanggungjawaban kepada rakyat dengan lebih baik dan konsisten, tentu itu perlu dilakukan, ujarnya. Selain IFRS, kutub standar akuntansi yang berlaku di dunia saat ini adalah United States General Accepted Accounting Principles (US GAAP).

Negara-negara yang tergabung di Uni Eropa, termasuk Inggris, menggunakan International Accounting Standard (IAS) dan International Accounting Standard Board (IASB).
Setelah berkiblat ke Belanda, belakangan Indonesia menggunakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Mula-mula PSAK IAI berkiblat ke Amerika Serikat dan nanti mulai tahun 2012 beralih ke IFRS.

Menurut DSAK, pengadopsian IFRS dapat dibedakan menjadi lima tingkatan: 1. Full Adoption, pada tingkat ini suatu negara mengadopsi seluruh IFRS dan menterjemahkan word by word. 2. Adapted, mengadopsi seluruh IFRS tetapi disesuaikan dengan kondisi di suatu negara. 3. Piecemeal, suatu negara hanya mengadopsi sebagian nomor IFRS, yaitu nomor standar atau paragraf tertentu 4. Referenced, standar yang diterapkan hanya mengacu pada IFRS tertentu dengan bahasa dan paragraf yang disusun sendiri oleh badan pembuat standar 5. Not adoption at all, suatu negara sama sekali tidak mengadopsi IFRS.

Dampak Konvergensi IFRS terhadap Bisnis Selain dampak terhadap dunia pendidikan IFRS juga menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap dunia bisnis. Berikut ini adalah berbagai dampak yang ditimbulkan dari program konvergensi IFRS yang disampaikan dalam seminar setengah hari IAI dengan topik Dampak konvergensi IFRSterhadap Bisnis yang diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 2009 kemarin : 1. Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah dikomunikasikan ke investor global. 2. Relevansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai wajar. 3. Disisi lain, kinerja keuangan (laporan laba rugi) akan lebih fluktuatif apabila hargaharg fluktuatif. 4. Smoothing income menjadi semakin sulit dengan penggunakan balance sheet approach dan fair value. 5. principle-based standards mungkin menyebabkan keterbandingan laporan keuangan sedikit menurun yakni bila penggunaan professional judgment ditumpangi dengan kepentingan untuk mengatur laba (earning management). 6. Penggunaan off balance sheet semakin terbatas.

8. Dampak Implementasi IFRS Bagi Perusahaan


Perusahaan menyusun laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi agar dapat menghasilkan laporan keuangan yang relevan dan andal. Standar akuntansi menetapkan aturan pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan dalam laporan keuangan sehingga memungkinkan pembaca untuk dapat membandingkan laporan keuangan antar perusahaan yang berbeda. Standar tidak hanya harus dipahami pihak yang menyusun dan mengaudit laporan keuangan, namun juga harus dipahami oleh pembaca laporan keuangan. Pembaca perlu memahami asumsi dasar, karakteristik laporan keuangan agar dapat memahami makna angka-angka dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan standar yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan perusahaan yang memiliki akuntabilitas publik signifikan. BUMN termasuk perusahaan yang memiliki akuntabilitas publik signifikan karena laporannya diberikan kepada masyarakat. Untuk BUMN yang memiliki transaksi syariah juga harus menggunakan PSAK Syariah untuk melaporkan transaksi tersebut. PSAK saat ini sedang dalam proses mengadopsi penuh IFRS (International Financial Reporting Standard) dengan target 2012 proses adopsi akan selesai. Sebenarnya PSAK sejak 1994 disusun dengan menggunakan referensi utama International Accounting Standard. Namun dalam PSAK tidak menyebutkan secara eksplisit jika standar tersebut mengadopsi PSAK. Dalam perkembangannya setelah 1994, PSAK juga menggunakan referensi lain. Ada beberapa PSAK khusus industri disusun untuk digunakan dalam menyusun laporan keuangan perusahaan dalam industri tersebut padahal dalam IAS/IFRS, standar tersebut tidak ada.

9. Mengenal Lebih Dekat, Standar Akuntansi IFRS (International Financial Reporting Standards)
Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) adalah kumpulan dari standar akuntansi yang dikembangkan oleh Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang menjadi standar global untuk penyusunan laporan keuangan perusahaan publik. Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang:
8

1. Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan. 2. Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS. 3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna. IFRS dianggap sebagai kumpulan standar dasar prinsip yang kemudian menetapkan peraturan badan juga mendikte penerapan-penerapan tertentu. Standar Laporan Keuangan Internasional mencakup:

Peraturan-peraturan Standar Laporan Keuangan Internasional Peraturan-peraturan Standar Akuntansi Internasional Interpretasi yang berasal dari Komite Interpretasi Laporan Keuangan Internasional Standing Interpretations Committee (SIC) Kerangka Kerja untuk Persiapan dan Presentasi Laporan Keuangan

RUANG LINGKUP STANDAR: Standar ini berlaku apabila sebuah perusahaan menerapkan IFRS untuk

pertamakalinya melalui suatu pernyataan eksplisit tanpa syarat tentang kesesuaian dengan IFRS. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan yang pertamakalinya berdasarkan IFRS (termasuk laporan keuangan interim untuk periode pelaporan tertentu ) menyediakan titik awal yang memadai dan transparan kepada para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang seluruh periode disajikan.

KONSEP POKOK:

1. Tanggal pelaporan (reporting date) adalah tanggal neraca untuk laporam keuangan pertama yang secara eksplisit menyatakan bahwa laporan tersebut sesuai dengan IFRS (sebagai contoh 31 Desember 2006). 2. Tanggal transisi (transition date) adalah tanggal neraca awal untuk laporan keuangan komparatif tahun sebelumnya (sebagai contoh 1 Januari 2005, jika tanggal pelaporan adalah 31 Desember 2006). Pengecualian untuk penerapan retrospektif IFRS terkait dengan hal-hal berikut: 1. Penggabungan usaha sebelum tanggal transisi. 2. Nilai wajar jumlah penilaian kembali yang dapat dianggap sebagai nilai terpilih. 3. Employee benefits. 4. Perbedaan kumulatif atas translasi (penjabaran) mata uang asing, muhibah (goodwill), dan penyesuaian nilai wajar. 5. Instrumen keuangan, termasuk akuntansi lindung nilai (hedging).
9

KESIMPULAN

SAK Indonesia direncanakan akan mengadopsi penuh IFRS pada yahun 2012, hal ini diharapkan akan semakin membawa perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat bersaing dengan perusahaan Internasional lainnya. Karena dengan melakukan adopsi ini tentunya penyajian laporan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan juga akan semakin akuntabel dan transparan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala yang di hadapi dalam menerapkan full adoption terhadapIFRS, namun demi kepentingan semakin terciptanya proses akuntansi yang semakin baik IFRS harus ditetapkan.

10

DAFTAR PUSAKA

www.google.com www.ifrs.com www.ifrs.org www.wikipedia.com http://www.warsidi.com/2011/11/akuntansi-pengantar-berbasis-ifrs.html http://hafismuaddab.wordpress.com/2012/05/20/mengenal-lebih-dekat-standar-akuntansi-ifrsinternational-financial-reporting-standards/ http://www.pajak.go.id/content/news/memahami-dampak-ifrs-terhadap-pajak-lewat-seminartax-center-unas http://staff.blog.ui.ac.id/martani/pendidikan/artikel-psak/dampak-implementasi-ifrs/ http://syahrezamarasutanpohan.wordpress.com/2012/03/23/ifrs-international-financialaccounting-standard/ http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/06/sekilas-tentang-ifrs-international-financialreporting-standards/

11