Anda di halaman 1dari 246

ANALISIS SISTEM INFORMASI KETENAGAKERJAAN PADA DINAS TENAGA KERJA, SOSIAL DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN GARUT BERORIENTASI OBJEK

DENGAN UNIFIED APPROACH

LAPORAN KERJA PRAKTEK


Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Kelulusan Mata Kuliah Kerja Praktek

Oleh: Mira Rosdiani (0606051)

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT 2010

MIRA ROSDIANI, 0606051 Analisis Sistem Informasi Ketenagakerjaan Pada Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut Berorientasi Objek Dengan Unified Approach Pembimbing Akademik Luthfi Nurwandi, Ir., Pembimbing Lapangan Rd.Tjahja Permana, Sm.Hk. M.T. dan

181 Halaman + xvi / 114 Gambar / 39 Tabel / 13 Daftar Pustaka (1996,2010) / 4 Lampiran

ABSTRAK Perkembangan Sistem Informasi sekarang ini sudah memasuki berbagai bidang, dengan sistem informasi proses pengolahan dan pengelolaan menjadi lebih mudah.

Pemerintah Daerah Kabupaten Garut sudah memanfaatkan teknologi informasi dengan menggunakan internet yang dikenal dengan egovernment. Salah satu penerapan e-government adalah pada Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (DISNAKERSOSTRANS).

Dalam kegiatannya, DISNAKERSOSTRANS telah menggunakan sistem informasi yang berbasis web yaitu sistem informasi ketenagakerjaan yang dikenal dengan Infokerja.web.id. Web ini dibuat untuk memudahkan petugas dalam memberikan layanan kepada masyarakat serta para pencari kerja dan pemberi kerja dalam mendapatkan informasi mengenai lowongan kerja dan pencari kerja.

Berdasarkan hal tersebut, dalam kerja praktek ini akan di analisis Sistem Informasi Ketenagakerjaan yang betujuan untuk mengetahui bagaimana sistem berjalan dan mengetahui sejauh mana sistem tersebut dapat melayani kebutuhan user dengan baik.

Proses analisis pada kerja praktek ini menggunakan pendekatan berorientasi objek yang terdiri dari tahapan-tahapan identifikasi aktor, activity diagram, use case diagram, sequence diagram, dan class diagram.

Dari hasil penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi ketenagakerjaan di Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut sudah baik dan layak.

Kata Kunci: Sistem Informasi Ketenagakerjaan, Infokerja.web.id, egoverment

DAFTAR ISI

Halaman ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1.2 Identifikasi Objek Kerja Praktek 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Batasan Penelitian 1.5 Kerangka Pemikiran 1.6 Metodologi Penelitian 1.6.1 Metode Pengumpulan Data 1.6.2 Metode Analisis 1.7 Sistematika Penulisan

i ii iv viii xiv

1 3 5 5 5 6 6 7 9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pengertian Teknologi Informasi 2.2 Pengertian Internet 2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi 2.3.1 Definisi Sistem

10 10 10 10

2.3.1.1 2.3.1.2

Karakteristik Sistem Klasifikasi Sistem

12 14 14 15 16 Halaman

2.3.2 Definisi Informasi 2.3.2.1 Siklus Informasi 2.3.2.2 Kualitas Informasi

2.3.3 Definisi Sistem Informasi 2.3.4 Komponen Sistem Informasi 2.4 Konsep Dasar Manajemen Sistem Informasi 2.4.1 Definisi Manajemen 2.4.1.1 Fungsi Manajemen 2.4.1.2 Tingkat Manajemen 2.4.2 Definisi Manajemen Sistem Informasi 2.4.3 Ruang Lingkup Pekerjaan Manajemen Sistem Informasi 2.5 Konsep Dasar Data 2.5.1 Definisi Data 2.5.2 Jenis Data 2.5.3 Sumber data 2.6 2.7 2.8

17 17 18 18 18 19 20 20 22 22 22 23 24 26 27

Hubungan Informasi Dengan Manajemen Analisis Sistem Informasi Analisis Sistem Berbasis Objek

2.8.1 Metode Analisis (OOA-Object Oriented Analysis) 2.8.1.1 Unified Approach (UA) 2.9 Pengertian Metodologi Berorientasi Objek 2.10 Konsep Dasar Pemodelan Berorientasi Objek 2.10.1 Use Case Diagram 2.10.2 Activity Diagram 2.10.3 Sequence Diagram 2.11 Perangkat Lunak Pendukung 2.11.1 Rational Rose

30 30 32 32 36 38 39 41 42

BAB III ANALISIS SISTEM


3.1 Data Umum Perusahaan

45

3.1.1

Sejarah Singkat Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi 45 Halaman

3.1.2 3.1.3 3.1.4 3.1.5

Visi dan Misi Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Struktur Organisasi Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Layanan yang ada di Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi
3.1.6 Batasan Sistem Secara Fungsional 3.1.6.1 Fungsi Substantif

49 50 50 51 52 52

3.1.6.2 Fungsi Fasilitatif 3.1.7 Komponen-komponen Pendukung Sistem 3.1.7.1 3.1.7.2

52 53 53 53

Hardware Software

3.1.7.3 Kebijaksanaan DISNAKERSOSTRANS Kabupaten Garut


3.1.7.4 User (Pengguna) 3.2 Analisis Kebutuhan Sistem 3.2.1 Identifikasi Aktor 3.2.2 Pengembangan Use Case 3.2.3 Pengembangan Activity Diagram 3.2.3.1 Deskripsi Activity Diagram 3.2.3.2 Activity Diagram Pencari Kerja 3.2.3.3 Activity Diagram Pemberi Kerja 3.2.3.4 Activity Diagram Petugas 3.2.4

53 55 57 57 63 65 65 68 85 101 119 119 122 125

Pengembangan Interaction Diagram


3.2.4.1 Sequential Diagram Pencari Kerja 3.2.4.2 Sequential Diagram Pemberi Kerja 3.2.4.3 Sequential Diagram Petugas

Halaman 3.2.5 Identifikasi Kelas Pada Sistem Informasi

Ketenagakerjaan
3.2.5.1 Identifikasi Kelas

131 131

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


4.1 Kesimpulan 4.2 Saran

179 180

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Flowchart Kerangka Pemikiran Gambar 1.2 Flowchart Metode Pengumpulan Data Gambar 1.3 Tahap Analisis UA (Unified Approach) Gambar 2.1 Modul Sistem Gambar 2.2 Karakteristik Suatu Sistem Gambar 2.3 Siklus Informasi Gambar 2.4 Pilar Kualitas Informasi Gambar 2.5 Tingkat Manajemen Gambar 2.6 Pengelompokan Data Gambar 2.7 Kebutuhan Informasi Sesuai Tingkatan Manajemen Gambar 2.8 Analisis (OOA-Object Oriented Analysis) Gambar 2.9 Tahap Analisis UA (Unified Approach) Gambar 2.10 Simbol Aktor Gambar 2.11 Contoh Simbol Kelas Gambar 2.12 Kategori Kelas Gambar 2.13 Simbol Use Case Diagram Gambar 2.14 Contoh Kondisi Uses Gambar 2.15 Contoh Kondisi Extends Gambar 2.16 Contoh Use Case Diagram Gambar 2.17 Activity Diagram Input Data Gambar 2.18 Contoh Sequence Diagram Gambar 2.19 Antarmuka Awal Rationbal Rose

Halaman 6 7 8 11 13 15 16 20 24 25 28 30 32 34 34 36 36 37 38 39 41 42 Halaman

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut Gambar 3.2 Tahap Analisis Unified Approach Gambar 3.3 Perbedaan Antara User dan Aktor Gambar 3.4 Use Case Diagram Untuk Sistem Informasi Ketenagakerjaan Gambar 3.5 Tampilan Depan Infokerja.web.id Gambar 3.6 Tampilan Form Pencari Kerja Gambar 3.7 Tampilan Form Pendaftaran Pencari Kerja Gambar 3.8 Tampilan Pesan Kesalahan Pada Form Pendaftaran Pencari Kerja Gambar 3.9 Activity Diagram untuk Use Case Pendaftaran Pencari Kerja Gambar 3.10 Tampilan Pesan Kesalahan Pada Menu Login Pencari Kerja Gambar 3.11 Tampilan Form Depan Pencari Kerja Gambar 3.12 Activity Diagram untuk Use Case Login Pencari Kerja Gambar 3.13 Tampilan Menu Edit Profil Pada Form Pencari Kerja Gambar 3.14 Tampilan Pesan Kesalahan Pada Menu Edit Profil Pencari Kerja Gambar 3.15 Activity Diagram Untuk Use Case Edit Profil Pencari Kerja Gambar 3.16 Tampilan Menu Cari Lowongan Pada Form Pencari Kerja 80 79 79 76 74 74 75 73 72 64 68 68 69 50 57 63

Gambar 3.17 Tampilan Informasi Lowongan Berdasarkan Kriteria Pencarian Pada Menu Cari Lowongan Gambar 3.18 Activity Diagram Untuk Use Case Cari Lowongan Gambar 3.19 Tampilan Menu Bantuan Pada Form Pencari Kerja 81 82 3

Halaman Gambar 3.20 Activity Diagram Untuk Use Case Bantuan Pencari Kerja Gambar 3.21 Activity Diagram Pencari Kerja Gambar 3.22 Tampilan Form Pemberi Kerja Gambar 3.23 Tampilan Form Pendaftaran Pemberi Kerja Gambar 3.24 Tampilan Pesan Kesalahan Form Pendaftaran Pemberi Kerja Gambar 3.25 Activity Diagram untuk Use Case Pendaftaran Pemberi Kerja Gambar 3.26 Tampilan Pesan Kesalahan Login Pada Form Pemberi Kerja Gambar 3.27 Tampilan Form Depan Pemberi Kerja Gambar 3.28 Activity Diagram untuk Use Case Login Pemberi Kerja Gambar 3.29 Tampilan Menu Edit Profil 90 90 89 88 88 83 84 85 86

Pemberi Kerja Gambar 3.30 Tampilan Pesan Kesalahan Pada Menu Edit Profil Pemberi Kerja Gambar 3.31 Activity Diagram Untuk Use Case Edit Profil Pemberi Kerja Gambar 3.32 Tampilan Menu Lowongan Pada Form Pemberi Kerja Gambar 3.33 Tampilan Form Daftar Lowongan Baru Gambar 3.34 Activity Diagram Untuk Use Case Lowongan Gambar 3.35 Tampilan Menu Pencarian Pada Form Pemberi Kerja Gambar 3.36 Tampilan Form Kriteria Pencarian Pada Menu Pencarian Gambar 3.37 Activity Diagram Untuk Use Case Pencarian Gambar 3.38 Tampilan Menu Bantuan Pemberi Kerja

91

92

92

93

94 95 96 96 97 98 Halaman

Gambar 3.39 Activity Diagram Untuk Use Case Bantuan Gambar 3.40 Activity Diagram Pemberi Kerja Gambar 3.41 Activity Diagram Pengunjung Website Gambar 3.42 Tampilan Login Petugas Gambar 3.43 Tampilan Invalid Login Petugas Gambar 3.44 Tampilan Depan Infokerja.web.id admin site

98 99 100 101 101 102

Gambar 3.45 Activity Diagram untuk Use Cae Login Petugas Gambar 3.46 Tampilan Form Ganti Kata Sandi Gambar 3.47 Activity Diagram Untuk Use Case Ganti Kata Sandi Gambar 3.48 Tampilan Form Aktivasi pada menu Data Infokerja Gambar 3.49 Tampilan Form Data Pencari Kerja Pada Menu Data Infokerja Gambar 3.50 Tampilan Form Data Pemberi Kerja Pada Menu Data Infokerja Gambar 3.51 Tampilan Form Data Lowongan Pada Menu Data Infokerja Gambar 3.52 Tampilan Form Cari Pencari Kerja Pada Menu Data Infokerja Gambar 3.53 Tampilan Form Cari Pemberi Kerja Pada Menu Data Infokerja Gambar 3.54 Tampilan Form Cari Lowongan Pada Menu Data Infokerja Gambar 3.55 Activity Diagram Untuk Use Case Data Infokerja Gambar 3.56 Tampilan Form Arsip Pencari Kerja Pada Menu Arsip Data Gambar 3.57 Tampilan Form Arsip Pemberi Kerja Pada Menu Arsip Data

102 103 103 104

105

105

106

106

107

107 108

109

110

Gambar 3.58 Tampilan Form Arsip Lowongan Pada Menu Arsip Data Gambar 3.59 Activity Diagram Untuk Use Case Arsip Data 110 111 Halaman Gambar 3.60 Tampilan Form Analisa/Laporan Pada Form Petugas Gambar 3.61 Tampilan Form AnalisaPasa Kerja Pada Menu Analisis/Laporan Dalam Bentuk Laporan Gambar 3.62 Activity Diagram Untuk Use Case Analisis/Laporan Gambar 3.63 Tampilan Form Statistik Pencari Kerja Pada Menu Statistik Data Gambar 3.64 Tampilan Form Data Statistik Pencari Kerja Pada Menu Statistik Data Gambar 3.65 Tampilan Form Statistik Pemberi Kerja Pada Menu Statistik Data Gambar 3.66 Tampilan Form Data Statistik Pemberi Kerja Pada Menu Statistik Data Gambar 3.67 Tampilan Form Statistik Lowongan Pada Menu Statistik Data Gambar 3.68 Tampilan Form Data Statistik Lowongan Pada Menu Statistik Data 116 116 115 115 114 114 112 113 112

Gambar 3.69 Activity Diagram Untuk Use Case Statistik Data Gambar 3.70 Activity Diagram Petugas Gambar 3.71 Sequential diagram Pendaftaran Pencari Kerja Gambar 3.72 Sequential diagram Login Pencari Kerja Gambar 3.73 Sequential diagram Edit Profil Pencari Kerja Gambar 3.74 Sequential diagram Cari Lowongan Gambar 3.75 Sequential diagram Bantuan Gambar 3.76 Sequential diagram Pendaftaran Pemberi Kerja Gambar 3.77 Sequential diagram Login Pemberi Kerja Gambar 3.78 Sequential diagram Edit Profil Pemberi Kerja Gambar 3.79 Sequential diagram Lowongan Gambar 3.80 Sequential diagram Pencarian Gambar 3.81 Sequential diagram Bantuan

117 118 119 120 120 121 121 122 122 123 124 124 125 Halaman

Gambar 3.82 Sequential Diagram Login Petugas Gambar 3.83 Sequential Diagram Ganti Kata Sandi Gambar 3.84 Sequential Diagram Data Info Kerja Gambar 3.85 Sequential Diagram Arsip Data Gambar 3.86 Sequential Diagram Analisis/Laporan Gambar 3.87 Sequential Diagram Statistik Data Gambar 3.88 : Class Diagram Sistem Informasi Ketenagakerjaan

125 126 127 128 129 130 178

Gambar 3.89 : Relasi Class Diagram Sistem Informasi Ketenagakerjaan 179

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 2.1 Notasi Use Case Diagram Tabel 2.2 Notasi Activity Diagram Tabel 2.3 Notasi Sequence Diagram Tabel 3.1 Identifikasi Aktor dengan Aktifitasnya 37 39 41 59

Tabel 3.2 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Pendaftaran Pencari Kerja Tabel 3.3 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Pendaftaran Pencari Kerja Tabel 3.4 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Login Pencari Kerja Tabel 3.5 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Login Pencari Kerja Tabel 3.6 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Edit Profil Pencari Kerja Tabel 3.7 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Edit Profil Pencari Kerja Tabel 3.8 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Cari Lowongan Tabel 3.9 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Cari Lowongan Tabel 3.10 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Bantuan Pencari Kerja Tabel 3.11 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Bantuan Pencari Kerja Tabel 3.12 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Pendaftaran Pemberi Kerja Tabel 3.13 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Pendaftaran Pemberi Kerja Tabel 3.14 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Login Pemberi Kerja Tabel 3.15 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Login Pemberi Kerja Tabel 3.16 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Edit Profil Pemberi Kerja Tabel 3.17 Relevant Class dan Fuzzy Class pada 150 149 148 146 Halaman 145 143 142 141 138 140 138 136 135 132 132

Sequential Diagram Edit Profil Pemberi Kerja Tabel 3.18 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Lowongan Tabel 3.19 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Lowongan Tabel 3.20 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Pencarian Tabel 3.21 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Pencarian Tabel 3.22 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Bantuan Pemberi Kerja Tabel 3.23 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Bantuan Pemberi Kerja Tabel 3.24 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Login Petugas Tabel 3.25 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Login Petugas Tabel 3.26 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Ganti Kata Sandi Tabel 3.27 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Ganti Kata Sandi Tabel 3.28 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Data Info Kerja Tabel 3.29 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Data Info Kerja Tabel 3.30 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Arsip Data Tabel 3.31 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Arsip Data Tabel 3.32 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Analisa/Laporan Tabel 3.33 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Analisa/Laporan

151 152 153 155 155 157 157 159 160 161 162 164 166 Halaman 169 169 170 171

Tabel 3.34 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Statistik Data Tabel 3.35 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Statistik Data Tabel 3.36 Relationship Sistem Informasi Ketenagakerjaan 174 179 173

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi kini semakin cepat memasuki berbagai bidang dan dampaknya telah kita rasakan, banyak instansi yang berusaha meningkatkan dan mengefisiensikan pekerjaannya dengan memanfaatkan software dan hardware teknologi informasi tidak terkecuali instansi pemerintahan. Teknologi informasi adalah, seperangkat alat yang membantu manusia dalam bekerja dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi, (Haag dan Keen, 1996). Dengan adanya produk dari teknologi informasi, beberapa kegiatan pemerintahan yang mulanya memerlukan waktu banyak dalam proses pengolahan dan pengelolaan data agar menjadi sebuah informasi dapat menjadi lebih cepat dan akurat terutama dalam pengolahan dan penyampaian informasi yang diperlukan oleh instansi pemerintah yang berkaitan.
Pemerintah Daerah Kabupaten Garut dalam kegiatan pemerintahannya sudah menerapkan teknologi informasi dimana dalam pengolahan dan pengelolaan data baik dalam perhitungan, penyimpulan, pengumpulan dan proses lain sudah terotomatisasi oleh suatu sistem atau dikenal sebagai sistem informasi. Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan luar strategi tertentu dari dengan suatu organisasi dan yang menyediakan pihak laporan-laporan

diperlukan, (Jogiyanto, 1999).

Biasanya campur tangan manusia dalam sistem informasi tertentu hanya melakukan pengentrian data baik melalui sebuah keyboard atau papan ketik pada komputer atau alat input data lain dan hanya melakukan kegiatan pencetakan

informasi atau output informasi melalui perantara seperti kertas atau melihat secara online pada internet. Penggunaan internet sekarang sudah memasuki berbagai bidang begitupun pada instansi pemerintah yang dikenal dengan E-Government. E-Government merupakan istilah yang digunakan untuk berbagai kegiatan pemerintahan yang dibantu melalui media teknologi informasi dan komunikasi dengan menggunakan internet E-Government sering juga disingkat dengan E-Gov. Sehingga kegiatannya dilakukan secara on-line. Internet sering didefinisikan sebagai a network of networks karena semua jaringan lebih kecil yang dimiliki organisasi atau perorangan bergabung menjadi satu sehingga membentuk satu jaringan raksasa. Internet merupakan sarana transportasi informasi dalam beragam bentuk, termasuk file, dokumen, suara, video, dll yang disimpan pada komputerkomputer yang terhubung, untuk dapat berkomunikasi, computer internet melakukan share protocol TCP/IP, (Rafiudin, 2006). Pada saat ini E-Gov di Kabupaten Garut, sudah mulai digunakan. Salah satu contohnya adalah sistem informasi ketenagakerjaan berbasis web yang berada di Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Tranmigrasi (DISNAKERSOSTRANS). Peranan DISNAKERSOSTRANS disini memberikan wadah atau media kepada masyarakat khususnya bagi para pencari kerja dan pemberi kerja yang secara langsung dapat menggunakan sistem karena berbasis web. Dalam pelaksanaannya, petugas di DISNAKERSOSTRANS hanya menjembatani antara pencari kerja dan pemberi kerja agar dapat berhubungan langsung. Selain itu petugas dapat menyajikan informasi mengenai ketenagakerjaan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat/publik mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan daerah bersangkutan khususnya yang menyajikan informasi lowongan pekerjaan dan pencari kerja. Sistem Informasi Ketenagakerjaan di DISNAKERSOSTRANS dikenal dengan nama Infokerja.web.id. Website ini mulai di publikasikan dan digunakan awal tahun 2009. Pembuatan Infokerja.web.id mempunyai sasaran agar masyarakat Kabupaten Garut yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan dan desa dapat dengan mudah memperoleh informasi dan layanan Pemerintah Daerah

khususnya IPK ( Informasi Pasar Kerja ), dan ikut berpartisipasi di dalam mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Garut dengan menggunakan media internet. Pengguna infokerja.web.id adalah pencari kerja, pemberi kerja dan petugas. Dalam penggunaannya, ada beberapa aktivitas yang dilakukan yang tergambar dalam sebuah use case. Dalam penelitian kerja praktek ini, untuk menganalisis sistem atau website yang digunakan di Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi mulai dari identifikasi aktor, pengembangan use case sampai identifikasi kelas dengan menggunakan metode analisis berorientasi obyek dengan Unified Approach (UA) KERJA, SOSIAL dari Ali Bahrami (1999) dengan judul ANALISIS TRANSMIGRASI KABUPATEN GARUT SISTEM INFORMASI KETENAGAKERJAAN PADA DINAS TENAGA DAN BERORIENTASI OBYEK DENGAN UNIFIED APPROACH.

1.2

Identifikasi Obyek Kerja Praktek Dalam kerja praktek ini akan dilakukan analisis terhadap sebuah website atau sistem yang ada di Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi. Dalam menganalisis website atau sistem informasi diperlukan suatu metode yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah, salah satunya adalah analisis sistem berorientasi obyek.
Object-oriented analysis (OOA) adalah sebuah teknik modeldriven yang mengintegrasikan data dan proses ke dalam konstruksi yang disebut object. Model-model OOA adalah gambargambar yang mengilustrasikan objek-objek sistem dari berbagai macam perspektif, seperti struktur, kelakuan, dan interaksi objekobjek, (Whitten, 2004).

Metode ini merupakan suatu teknik yang memusatkan rancangan pada obyek dan antar muka yang dihasilkan. Obyek adalah entity yang berisi data atau variabel dan tingkah laku. Data atau variabel yang menggambarkan sifat atau keadaan obyek dalam dunia nyata (real world) didefinisikan sebagai attribute,

sedangkan tingkah laku yang menggambarkan aksi-aksi yang dimiliki objek didefinisikan sebagai method. Perancangan berorientasi objek sama seperti pendekatan lainnya memerlukan suatu pemodelan untuk menggambarkan sistem yang sedang ditinjau secara keseluruhan. Oleh karena itu dalam perancangan dan pengembangan sistem, salah satu faktor yang sangat penting adalah pemakaian bahasa pemodelan yang tepat. Metode analisis yang berorientasi objek diantaranya Unified Approach (UA) dari Ali Bahrami (1999). Unified Approach (UA) adalah suatu metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan Unified Modelling Languge (UML) sebagai standar pemodelannya. Metode analisis yang diperkenalkan oleh Ali Bahrami (1999) dipilih untuk digunakan pada kerja praktek ini kerena proses dan tahapan yang ada dalam Unified Approach (UA) pada Ali Bahrami (1999) merupakan proses-proses terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan oleh Booch, Rumbaugh, dan Jacobson. Tahap Analisis dalam Unified Approach (UA) ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang terdapat dalam sistem. Metode ini memiliki tahapan yang mudah dan tidak rumit. Unified Modelling Language adalah bahasa standar yang digunakan untuk menjelaskan dan menvisualisasikan artifak dari proses analisis dan disain berorientasi objek. UML menyediakan standar pada notasi dan diagram yang bis digunakan untuk memodelkan suatu sistem, ( Hermawan, 2004).

1.3

Tujuan Penelitian Melalui kegiatan analisis, maka tujuan dari kerja praktek ini adalah untuk :
a. Mengetahui bagaimana sistem informasi ketenagakerjaan berjalan

dan Mengetahui siapa yang menggunakan sistem. b. Mengetahui sejauh mana sistem dapat mengakomodasi kebutuhan Pencari Kerja, Pemberi Kerja dan Petugas. 1.4 Batasan Penelitian Adapun batasan masalah dalam kerja praktek ini adalah sebagai berikut :
a.

Mempelajari Sistem Informasi Ketenagakerjaan di Dinas Tenaga

Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut dengan manganalisis website Infokerja.web.id yang disediakan untuk pengunjung (Pencari Kerja dan Pemberi Kerja) dan Infokerja.web.id yang disediakan untuk petugas.
b.

Menganalisis kegiatan yang dilakukan pencari kerja, pemberi kerja

petugas yang terlibat dalam sisten informasi ketenagakerjaan di Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut mulai dari identifikasi actor, use case, activity diagram, sequential diagram sampai identifikasi class tetapi tidak sampai pada penentuan relasi, atribut dan method.
c.

Penggunaan metode analisis menggunakan Unified Approach (UA)

dari Ali Bahrami (1999) yang dibatasi pada tahap analisisnya saja. 1.5 Kerangka Pemikiran Dari penjelasan di atas maka disusun kerangka pemikiran dari kegiatan yang akan dilakukan pada Kerja Praktek di Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrsi Kabupaten Garut dengan melakukan tahapan analisis terhadap website atau sistem informasi ketenagakerjaan, kemudian mengidentifikasi obyek

pada sistem untuk mengetahui apakah sistem yang digunakan baik atau tidak sehingga dapat memenuhi kebutuhan user sebagai pemakai sistem.

Start
Sistem informasi Ketenagakerjaa Identifikasi dan analisis obyek

Kesimpulan Baik atau tidaknya sistem

Finish
Gambar 1.1 Flowchart Kerangka Pemikiran

1.6 1.6.1

Metodologi Penelitian Metode Pengumpulan Data : a. b. Studi Pendahuluan, teknik dalam meninjau suatu objek kerja praktek Studi Kepustakaan, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mempelajari dan menganalisa beberapa referensi buku pengumpulan data dengan cara mempelajari beberapa dokumen, literatur, atau file-file yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan yang berkaitan dengan masalah-masalah yang ada dalam ruang lingkup penelitian ini.

c.

Analisis, yaitu proses pengumpulan data dan menganalisis sistem yang berjalan dengan menggunakan Unified Approach. Evaluasi, yaitu proses mengetahui sistem informasi objek kerja praktek berdasarkan ilmu pengetahuan yang telah kita dapat selama perkuliahan.

d.

e.

Kesimpulan, yaitu menjelaskan tentang usulan hasil akhir dari kerja praktek yang telah dilakukan dan bisa diterapkan pada instansi yang bersangkutan.

START
Studi Pendahuluan

Studi Kepustakaan

Evaluasi Analisis Kesimpulan END

Metode Analisis : Object Oriented, dengan metode Unified Approach (UA).

Gambar 1.2 Flowchart Metode Pengumpulan Data

1.6.2

Metode Analisis: Metode analisis yang akan digunakan yaitu pendekatan berorientasi objek dengan Unified Approach (UA) dari Ali Bahrami (1999). UA adalah suatu metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses

dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan UML sebagai standar pemodelannya. Proses dan tahapan yang ada dalam UA merupakan proses-proses terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan oleh Booch, Rumbaugh, dan Jacobson. Tahap Analisis dalam UA ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang terdapat dalam sistem. Langkah-langkah yang dilakukan pada metodologi UA dari Ali Bahrami (1999) adalah sebagai berikut:
Pengem bangan Diagram Aktifitas dan U se Case Identifikasi Aktor Pengembang an Diagram Interaksi Identifikasi Kelas , relasiatribut& , Method Pemeriksaan

Gambar 1.3 Tahap Analisis UA (Unified Approach) Keterangan: Identifikasi Aktor Pada tahap ini dilakukan identifikasi terhadap aktor yang terlibat dalam sistem informasi ketenagakerjaan yang ada di DISNAKERTSOSTRANS yaitu Pencari Kerja, Pemberi Kerja, Petugas, Kepala Sub Bagian Ketenagakerjaan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut.
Pengembangan Diagram Use Case dan Diagram Aktifitas

Setelah didapat aktor, maka dilakukan analisis pada tahap berikutnya. Pada tahap ini dilakukan pengembangan use case, untuk menggambarkan interaksi antara user dengan sistem yang dibuat dalam sebuah use case diagram. kemudian setelah di dapat use case maka dilakukan pengembangan diagram aktifitas yang menggambarkan alur kerja sistem dan kegiatan yang dilakukan pengguna dari sistem informasi ketenagakerjaan yang sedang berjalan. Pengembangan Diagram Interaksi Tahap selanjutnya adalah pengembangan diagram interaksi yang digunakan adalah sequence diagram, dalam diagram ini digambarkan interaksi antar objek dalam sistem melalui pesan yang dikirimkan dari objek yang satu ke objek

yang lain. Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap sequence diagram Pencari Kerja, Pemberi Kerja dan Petugas. Identifikasi Kelas-kelas Pada tahap ini hanya dilakukan identifikasi terhadap kelas, tidak sampai pada penentuan relasi, atribut dan method dalam sistem berdasarkan proses sebelumnya pada sistem informasi ketenagakerjaan. 1.7 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan laporan Kerja Praktek ini terdiri dari empat bab, agar lebih dipahami dari bab-bab tersebut, maka pada penulisan sistematika pembahasan ini dapat dijelaskan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan mengenai bagaimana kondisi yang ada di Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan transmigrasi Kabupaten Garut yang menggambarkan mengenai aktivitasnya dalam mengelola dan mengolah sistem informasi yang sudah on-line melalui tahapan analisis terhadap sistem dengan pendekatan objek menggunakan Unified Approach (UA) dari Ali Bahrami (1999). BAB II LANDASAN TEORI Bab ini Berisikan teori yang akan digunakan sebagai referensi untuk melakukan analisis dalam kegiatan kerja praktek. BAB III ANALISIS SISTEM Pada bab ini memuat gambaran umum Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut yang meliputi visi, misi, dan tujuan atas implementasi sistem yang sedang berjalan. Menerangkan tahapan analisis yang dilakukan terhadap Sistem Informasi Ketenagakerjaan di DISNAKERSOSTRANS Kabupaten Garut mulai dari identifikasi aktor, use case, activity diagram, sequential diagram sampai identifikasi kelas tetapi tidak sampai membahas relasi, atribut dan method karena adanya keterbatasan dalam melakukan analisis pada kerja praktek ini. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Berisikan kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil analisis yang telah dilakukan, serta saran-saran yang mungkin dapat berguna bagi pihak Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Tranmigrasi terutama Sub Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Garut. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Teknologi Informasi Teknologi Informasi (Information technology) biasa disebut TI, IT, atau Infotech. Berikut ini merupakan definisi tentang teknologi informasi dengan maksud dapat memberikan gambaran lebih lanjut tentang teknologi informasi. Teknologi informasi adalah, seperangkat alat yang membantu manusia dalam bekerja dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi, (Haag dan Keen, 1996). Dari definisi diatas terlihat bahwa teknologi informasi mencakup teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi.

2.2 Pengertian Internet Internet terbentuk oleh jutaan komputer yang terhubung bersama, dari seluruh pelosok dunia. Dan memberi jalan bagi informasi untuk dapat dikirim dan dinikmati bersama selama 24 jam sehari. Maka internet dapat diartikan sebagai : Internet sering didefinisikan sebagai a network of networks karena semua jaringan lebih kecil yang dimiliki organisasi atau perorangan bergabung menjadi satu sehingga membentuk satu jaringan raksasa. Internet merupakan sarana transportasi informasi dalam beragam bentuk, termasuk file, dokumen, suara, video, dll yang disimpan pada komputer-komputer yang terhubung, untuk dapat berkomunikasi, computer internet melakukan share protocol TCP/IP, (Rafiudin, 2006).

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi 2.3.1 Definisi Sistem Pengembangan Sistem ditentukan oleh pemahaman tentang konsep dasar mengenai sistem, juga disertai dengan pemahaman tentang teknik-teknik, konsep, dan aturan dalam pengembangan sebuah sistem.

Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu, (Jogiyanto, 1999).

Definisi Sistem diatas lebih menekankan pada prosedurnya. Sedangkan definisi sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponen-komponen penyusunanya didefinisikan oleh Jogiyanto (1999), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dan definisi sistem menurut Amsyah (2005), yang dikutip dari kamus Websters Unabridged, yang lebih mendekati dengan keperluan yaitu, Sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi.
Dari beberapa definisi sistem diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang berinteraksi dan saling berhubungan tertentu. Untuk tujuan pemakaian sistem dalam sistem informasi manajemen, modul sistem pada gambar berikut adalah contoh yang jelas mengenai hubungan dari elemen-elemen yang secara bersamasama membentuk satu kesatuan yang disebut dengan sistem. Modul sistem digambarkan sebagai berikut: untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran dan untuk mencapai suatu tujuan

Masukan (Input)

Pengolahan (Processing)

Keluaran (Output)

Umpan Balik

Gambar 2.1 Modul Sistem, (Amsyah, 2005).

Modul sistem terdiri dari empat elemen subsistem, yaitu (Amsyah, 2005): 1. Masukan Kumpulan data transaksi ke kesebuah pengolahan data medium, contohnya penyortiran data (surat keluar dan surat masuk). 2. Pengolahan untuk mengelola surat dengan keluar dan cara surat masuk seperti pengolahannya dilakukan manual,

mengelompokkan data (surat keluar dan surat masuk) kedalam group berdasarkan ciri surat, no urut surat dan sebagainya. 3. Keluaran sebelumnya 4. menampilkan berupa hasil yang yang didapat dari kegiatan seperti informasi dibutuhkan

menampilkan laporan (surat keluar dan surat masuk). Umpan Balik/ Kontrol terdiri dari usul perbaikan yang diberikan oleh unit pengawasan mutu dari instansi yang bersangkutan.

2.3.1.1

Karakteristik Sistem Ada beberapa karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang dimiliki oleh suatu sistem yaitu adanya komponen-komponen sistem, batasanbatasan sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan sistem, keluaran sistem, pengolahan sistem dan sasaran atau tujuan sistem (Jogiyanto, 1999). Suatu sistem mempunyai karakterisitik atau sifat-sifat tertentu, yaitu : a. Komponen Sistem (component)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling kerjasama membentuk satu kesatuan. b. Batasan Sistem (Boundary) Merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. c. Subsistem Bagian-bagian dari sistem yang beraktuvitas dan berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan dengan sasarannya masing masing. d. Lingkungan Luar Sistem (Environments) Apapun diluar dari batas sistem yang mempengaruhi operasi. e. Penghubung Sistem (Interface) Merupakan media penghubung antara sub sistem dengan sistem lainnya. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan. f. Masukan Sistem (Input) Masukan (input) adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) yaitu energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi, dan dapat berupa masukan sinyal (signal input) yaitu energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. g. Keluaran Sistem (Output) Keluaran (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan pembuangan. menjadi Keluaran keluaran dapat yang berguna dan sisa untuk merupakan masukan

subsistem yang lain atau kepada supra sistem. h. Pengolahan Sistem (Process)

Suatu sistem dapat mempunyai bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran. i. Sasaran Sistem (Objective) Suatu sistem mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

Gambar 2.2 Karakteristik Suatu Sistem, (Jogiyanto, 1999).

2.3.1.2

Klasifikasi Sistem Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya adalah sebagai berikut (Jogiyanto, 1999): 1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system).

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. 2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang manusia dengan melibatkan interaksi antara dengan mesin seperti sistem informasi. 3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tidak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem tidak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. 4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system ) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya, bekerja secara otomatis tanpa ada turut camput tangan dari pihak luarnya. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan linkungan luarnya, sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan atau subsistem yang lainnya.

2.3.2 Definisi Informasi Menurut Amsyah (2005) Informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu. Sementara Jogiyanto (1999) mendefinisikan Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

Dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang setelah diolah atau diproses, menghasilkan informasi yang memiliki nilai dan lebih bermanfaat bagi penggunanya.

2.3.2.1

Siklus Informasi Data yang masih merupakan bahan mentah apabila tidak diolah maka data tersebut tidak akan berguna. Data tersebut akan berguna dan menghasilkan suatu informasi apabila diolah melalui suatu model. Model yang digunakan untuk mengolah data tersebut disebut dengan model pengolahan data atau lebih dikenal dengan nama siklus pengolahan data.
Proses (Model) Input (Data) data-base Data (ditangkap) Penerima Output (Information)

Hasil Tindakan

Keputusan Tindakan

Gambar 2.3 Siklus Informasi, (Jogiyanto, 1999).

Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus.

2.3.2.2

Kualitas Informasi Kualitas dari suatu informasi (quality of information) tergantung dari tiga hal, yaitu (Jogiyanto, 1999): 1. Informasi harus akurat (accurate)

Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut. 2. Tepat pada waktunya (timeliness)

Tepat waktu, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal. 3. Relevan (relevance)

Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

John Burch dan Gary Grudnitski menggambarkan kualitas dari informasi dengan bentuk bangunan yang ditunjang oleh tiga buah pilar:

Gambar 2.4 Pilar Kualitas Informasi , (Jogiyanto, 1999).

2.3.3 Definisi Sistem Informasi Dari beberapa definisi mengenai sistem dan informasi yang telah dijelaskan diatas, maka Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai berikut:

Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan, (Jogiyanto, 1999).

Sistem informasi merupakan suatu sistem yang saling barkaitan dan berintegrasi satu sama lain dan bertujuan untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.

Kegiatan di Sistem Informasi mencakup (Jogiyanto, 1999): 1. Input, menggambarkan suatu kegiatan untuk menyediakan data untuk diproses.

2.

Proses, menggambarkan bagaimana suatu data di proses

untuk menghasilkan suatu informasi yang bernilai tambah. 3. Output, suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari

proses diatas tersebut. 4. Penyimpanan, suatu kegiatan untuk memelihara dan

menyimpan data. 5. Kontrol, ialah suatu aktifitas untuk menjamin bahwa sistem

informasi tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

2.1.4 Komponen Sistem Informasi Dalam sebuah sistem informasi terdapat komponen-komponen yang berfungsi sebagai pendukung, komponen-komponen tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Manusia, seperti operator, pemimpin sistem informasi dan sebagainya. 2. Hardware (Perangkat Keras), terdiri dari komputer, periferal dan jaringan. 3. Software (Perangkat Lunak), merupakan kumpulan perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk memerintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu. 4. Data, merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi. 5. Prosedur, seperti dokumentasi prosedur/proses sistem, buku penuntun operasional (aplikasi) dan teknis.

2.4 Konsep Dasar Manajemen Sistem Informasi 2.4.1 Definisi Manajemen

Secara operasional manajemen dapat didefinisikan sebagai berikut:

Manajemen adalah Proses mengkoordinasikan, mengintegrasikan, menyederhanakan, dan mensinkronisasikan sumber daya manusia, material, dan metode dengan mengaplikasikan fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, penggiatan, pengawasan, dan lain-lain agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efisien dan efektif, (Amsyah, 2005).

2.4.1.1

Fungsi Manajemen

Untuk mencapai tujuannya, organisasi memerlukan dukungan manajemen dengan berbagai fungsinya yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi masing-masing. Kegiatan fungsi-fungsi tersebut memerlukan data dan informasi, dan akan menghasilkan data dan informasi pula. Beberapa fungsi manajemen pokok adalah (Amsyah, 2005): a. Perencanaan Berkaitan dengan penyusunan dan penjabaran tujuan serta menjabarkannya dalam bentuk perencanaan untuk mencapai tujuan. b. Pengorganisasian Berkaitan dengan pengelompokan personel serta tugasnya untuk menjalankan pekerjaan sesuai tugas dan misinya. c. Pengaturan personel Berkaitan dengan kegiatan bimbingan dan pengaturan kerja personel. d. Pengarahan Berkaitan dengan kegiatan melakukan intruksi tugas-tugas.

e. Pengawasan Berkaitan dengan pemeriksaan untuk menentukan sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai dan melakukan koreksikoreksi.

2.4.1.2

Tingkat Manajemen data dan informasi dilakukan sesuai dengan

Pengolahan

keperluan manajemen sebagai proses kegiatan dan keperluan manajer sebagai pimpinan manajemen. Maka dari itu, dalam organisasi terdapat tingkatan-tingkatan manajemen sebagai ukuran tinggi rendahnya tingkat kelompok pimpinannya. Karena organisasi terbagi dalam unit-unit kerja maka tingkatan tersebut merupakan juga tingkat unit kerja. Tingkat tersebut umumnya terdiri dari (Amsyah, 2005): 1. Manajemen Lini Atas (Top Management) Kegiatan manajemen lini puncak adalah memformulasikan perencanaan dan strategi. Tingkat manajemen ini berorientasi pada masa depan organisasi dan meninjau hasil kerja dan pencapaian tujuan organisasi secara umum dan menyeluruh. Tugas-tugas pada tingkat ini terutama mengkoordinasikan keseluruhan upaya organisasi dan hubungan dengan organisasi lain dan masyarakat. 2. Manajemen Lini Tengah (Middle Management) Manajemen lini tengah ini bertugas meninjau hasil dalam organisasi dan dengan kegiatan-kegiatan pengawasan menggerakkan organisasi mencapai sasaran. Manajemen pada lini ini lebih berorientasi pada masalah-masalah pelatihan personel, pertimbangan terhadap personel, pengadaan peralatan dan bahan, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah-masalah kritis dalam mencapai keberhasilan kinerja.

3. Manajemen Lini Bawah (Lower Management) Pada manajemen lini bawah terdapat jumlah manajer yang banyak sesuai dengan bentuk piramida organisasi yang makin membesar ke bawah. Tingkat ini disebut juga tingkat manajemen operasional. Tugas pentingnya adalah mengawasi dan mengatur personel berketerampilan teknis atau karyawan biasa. Secara umum tugas dan pekerjaan ketiga tingkat manajemen tersebut dapat digambarkan seperti berikut :

Gambar 2.5 Tingkat Manajemen, (Amsyah, 2005).

2.4.2 Definisi Manajemen Sistem Informasi Manajemen Sistem Informasi (MSI) berasal dari kata Management of Information System yang lazim disingkat MSI. Adapun definisi dari MSI menurut Amsyah (2005) yaitu, MSI adalah mata kuliah yang mempelajari cara-cara mengelola pekerjaan informasi dengan menggunakan pendekatan sistem yang berdasarkan pada prinsip-prinsip manajemen. Karena sistem informasi dikerjakan dengan menggunakan

prinsip-prinsip manajemen agar tujuan dapat tercapai secara efisien dan efektif maka disebut Manajemen Sistem Informasi (MSI).

2.4.3 Ruang Lingkup Pekerjaan Manajemen Sistem Informasi Pekerjaan MSI berkembang melalui empat proses sesuai dengan perkembangan alat pengolah data, yaitu zaman MSI (Amsyah, 2005): 1. Dikerjakan secara manual 2. Dikerjakan dengan alat mesin manual 3. Dikerjakan dengan alat mesin elektrik 4. Dikerjakan dengan elektrik (komputer) Pekerjaan MSI dimulai dari pengumpulan data yang dibuat atau terjadi karena adanya fakta. Fakta tersebut dicatat atau direkam pada komputer sehingga menghasilkan fakta yang disebut data. Data atau fakta tertulis otentik (asli) harus disimpan sebagai arsip (otentik) untuk keperluan pembuktian-pembuktian dan back-up baik sebagai bukti administratif ataupun sebagai bukti hukum tertulis bila terjadi kesalahan pada komputerisasi data bersangkutan untuk pengolahan menjadi informasi dalam pekerjaan sistem informasi. Pengolahan data menjadi informasi disebut juga sebagai proses transformasi, atau manipulasi data menjadi informasi. Bentuk pengolahannya dapat terdiri dari klasifikasi, sortir, kalkulasi, dan penyimpulan. Alat pengolahnya dapat dikelompokkan menjadi alat pengolah manual, mesin manual, mesin elektrik, dan komputer. Hasil pengolahan data adalah informasi yang berbentuk laporan, model deskriptif, dan bentuk statistik. Informasi kemudian dianalisis sebagai bahan pengambilan keputusan. Keputusan pada manajemen lini bawah umumya bersifat teknis, pada manajemen lini tengah umumnya bersifat taktis, dan pada manajemen lini atas umumnya bersifat strategis. Keputusan kemudian dioperasionalkan ke dalam bentuk

kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi atau penilaian. Pada setiap kegiatan tersebut dilakukan juga kegiatan pengawasan.

Kegiatan tersebut secara keseluruhan untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif, terutama dalam menghadapi era globalisasi yang penuh dengan persaingan, di mana setiap kegiatan memerlukan dukungan data dan informasi.

2.5 Konsep Dasar Data 2.5.1 Definisi Data Menurut Amsyah (2005) Data adalah fakta yang sudah ditulis dalam bentuk catatan atau direkam ke dalam berbagai bentuk media. Sedangkan Jogiyanto (1999) mendefinisikan Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Dalam konteks sistem informasi data di pandang sebagai keterangan informasi yang yang yang masih sesuai mentah. dengan arti Agar dapat digunakan manajemen isinya untuk yang adalah keperluan manajemen maka data harus diolah dulu ke dalam bentuk keperluan data bersangkutan. Karena itu, sering dikatakan bahwa data adalah bahan masih mentah. Sedang menurut keterangan atau bukti mengenai kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri-sendiri, belum diorganisasikan, dan belum diolah. Data yang sudah diolah sesuai keperluan disebut informasi. Semua kegiatan memang memerlukan data, serta sebaliknya setiap pekerjaan juga akan menghasilkan data baik untuk keperluan unit kerjanya sendiri maupun untuk keperluan unit kerja lain, ataupun organisasi lain.

2.5.2 Jenis Data Dikatakan bahwa data adalah fakta-fakta kegiatan organisasi dengan unit-unitnya. Untuk keperluan penulisan data di kertas atau

kartu

dan

pemasukan

data

ke

komputer,

maka

data

dapat

dikelompokkan menjadi dua, yaitu (Amsyah, 2005): 1. Data statis Data statis adalah jenis data yang umumnya tidak berubah atau jarang berubah, misalnya identitas nama (orang, organisasi, atau tempat), kode-kode nomor ataupun alamat. 2. Data dinamis Data dinamis adalah jenis data yang selalu berubah baik dalam frekuensi waktu yang singkat atau agak lama dan lain-lain. Data tersebut sering dikatakan sebagai peremajaan data. Data tersebut misalnya, data tabungan, data gaji, data nilai mahasiswa, dan sebagainya.

Berdasarkan sifatnya, data dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu (Amsyah, 2005): 1. Data kuantitatif Data kuantitatif adalah data dengan hitungan bilangan. Misalnya 5 ekor, Rp.1000, satu juta, dan sebagainya. 2. Data kualitatif Data kualitatif adalah data yang tidak dihitung dengan hitungan bilangan, tetapi diukur dngan kata-kata bernilai. Misalnya banyak, sedikit, kecil, rendah, dan sebagainya.

2.5.3 Sumber Data Berdasarkan sumbernya maka data dikelompokkan menjadi dua, yaitu (Amsyah, 2005): 1. Data internal Data internal adalah data yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri, yaitu oraganisasi pusat dan cabang-cabangnya.

2. Data eksternal Data eksternal adalah data yang berasal dari sumber-sumber yang berada di luar organisasi itu sendiri. Berdasarkan isinya maka baik data internal maupun data eksternal dapat dibagi menjadi empat kelompok (Amsyah, 2005). 1. Data kegiatan Setiap organisasi mempunyai kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan baik oleh perorangan maupun unit-unit kerja yang terdapat dalam organisasi bersangkutan. Kegiatankegiatan itu perlu direkam, untuk dipergunakan sebagai bahan pengingat, bukti, pengambil keputusan, laporan, informasi, penelitian, perencanaan, penilaian, pengawasan, dan lain-lain. 2. Data Hasil penelitian Hasil penelitian merupakan data yang penting bagi organisasi. Hasil penelitian cenderung disebut data, karena untuk dapat digunakan lebih lanjut oleh unit-unit (fungsi) organisasi secara spesifik masih harus diubah terlebih dahulu bentuknya sesuai dengan keperluan. 3. Data lingkungan Data penting seperti untuk keperluan pekerjaan manajer dalam membuat keputusan dan mengerjakan fungsi-fungsi manajemen lainnya perencanaan, penganggaran, pengawasan, evaluasi atau lain-lainnya, adalah data lingkungan. Pengertian data lingkungan ini sangat luas, yaitu mengenai semua bidang yang berkaitan dengan kegiatan organisasi dan yang dapat mempengaruhi kegiatan organisasi. Data tersebut banyak terdapat pada media cetak seperti buku, buku referensi, majalah, koran, dan lain-lain. 4. Data peraturan

Data penting lainnya yang sangat berguna sebagai alat bantu dalam pekerjaan manajemen dan pekerjaan operasional adalah bahan-bahan peraturan.

Gambar 2.6 Pengelompokan data (Amsyah, 2005).

2.6 Hubungan Informasi Dengan Manajemen Untuk mencapai tujuan, tiap organisasi memerlukan manajemen yang tepat dan dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan manajemen membutuhkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan yang akan dilakukannya. Sumber informasi untuk pengambilan keputusan manajemen bisa didapatkan dari informasi eksternal dan informasi internal. Dengan berkembang pesatnya teknologi alat pengolah data komputer dan teknologi peralatan komunikasi, maka pekerjaan manajemen dan pelayanan masyarakat yang memerlukan dukungan data dan informasi juga mengalami kemajuan pesat. Maka dari itu, sistem informasi mempunyai peranan penting di dalam menyediakan informasi bagi manajemen semua tingkatan. Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat mengena dan berguna bagi manajemen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan informasi yang diinginkan oleh manajemen. Untuk maksud ini, maka analis sistem harus mengerti terlebih dahulu apa kegiatan dari manajemen untuk masing-masing tingkatannya dan bagaimana tipe keputusan yang diambilnya. Selanjutnya bagaimana tipe informasi yang dibutuhkan oleh manajemen juga harus diketahui.

Akhirnya diharapkan informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi akan dapat mengena sesuai dengan yang dibutuhkan oleh manajemen. Tanpa dukungan informasi, manajemen suatu organisasi tidak akan dapat mencapai tujuan yang direncanakan. Apalagi untuk mencapai sasaran yang efesien dan efektif. Pekerjaan penting dari MSI adalah terletak pada tujuan untuk menghasilkan informasi untuk tujuan manajemen. Adapun kebutuhan informasi berdasarkan tingkatan manajemen dapat dilihat dari gambar berikut ini:

Top management

TERSARING

Middle management

TERINCI
Lower management

Gambar 2.7 Kebutuhan Informasi Sesuai Tingkatan Manajemen, (Jogiyanto,1999). Untuk dibutuhkan tiap-tiap berbeda. tingkatan Untuk manajemen, manajemen tipe informasi bawah, yang tipe

tingkat

informasinya adalah terinci (detail), karena terutama digunakan untuk pengendalian operasi. Sedang untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatnya, tipe informasinya adalah semakin tersaring (terfilter) atau lebih ringkas.

2.7 Analisis Sistem Informasi Analisis sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut : Analisis Sistem Informasi adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagianbagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahanpermasalahan, kesempatankesempatan, hambatanhambatan yang terjadi dan kebutuhankebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan perbaikannya, (Jogiyanto, 1999).

Analisis sistem adalah sebuah teknik pemecahan masalah yang menguraikan sebuah sistem menjadi bagian-bagian komponen dengan tujuan mempelajari seberapa bagus bagian-bagian komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk meraih tujuan mereka, (Whitten, 2004).

Pada

dasarnya,

Analisis

Sistem

merupakan

proses

untuk

memahami sistem yang ada, kemudian mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya. Analisis sistem memiliki tujuan untuk mengetahui sistem secara detail sebagai pedoman untuk melanjutkan proses pengembangannya. Dalam menganalisis suatu sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem sebagai berikut (Jogiyanto, 1999): 1. Identify, yaitu mengidentifikasi masalah. - Mengidentifikasi penyebab masalah. - Mengidentifikasi titik keputusan - Personel-personel kunci 2. Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada. - Menentukan jenis penelitian. - Merencanakan jadwal penelitian.

- Mengatur jadwal wawancara. - Mengatur jadwal observasi. - Mengatur jadwal pengambilan sample. - Membuat penugasan penelitian. - Membuat agenda wawancara. - Mengumpulkan hasil penelitian. 3. Analyze, yaitu menganalisis system. - Menganalisis kelemahan sistem. - Menganalisis kebutuhan informasi pemakai/manajemen 4. Report, yaitu membuat laporan hasil analisis. Alasan yang melatarbelakangi dilakukannya analisis sistem (Jogiyanto, 1999): 1. Problem-solving, sistem lama tidak berfungsi sesuai dengan

kebutuhan. Untuk itu analisis diperlukan untuk memperbaiki sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan. 2. Kebutuhan baru, adanya kebutuhan baru dalam organisasi atau lingkungan sehingga diperlukan adanya modifikasi atau tambahan sistem informasi untuk mendukung organisasi. 3. Mengimplementasikan ide atau teknologi baru. 4. Meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan.

2.8 Analisis Sistem Berbasis Objek Analisis berikut: Sistem Berbasis Objek dapat didefinisikan sebagai

Analisis berorientasi objek (OOA-Object Oriented Analysis) adalah tahapan perangkat lunak dengan menentukan spesifikasi sistem (sering orang menyebutnya sebagai SRS/System Requiment spesification) dan mengidentifikasi kelas-kelas serta hubungannya satu terhadap yang lain, (Nugroho, 2005).

Object-oriented analysis (OOA) adalah sebuah teknik modeldriven yang mengintegrasikan data dan proses ke dalam konstruksi yang disebut object. Model-model OOA adalah gambar-gambar yang mengilustrasikan objek-objek sistem dari berbagai macam perspektif, seperti struktur, kelakuan, dan interaksi objek-objek, (Whitten, 2004).

Analisis

bertujuan

untuk

mendapatkan

pemahaman

secara

keseluruhan tentang sistem yang akan kita kembangkan berdasarkan masukan dari calon pengguna (kadang ditambah dengan pendapat atau masukan dari pihak beberapa pihak lain yang berkepentingan dan pengembang, sebagainya). manajemen, konsultan perusahaan

Gambar 2.8 Analisis (OOA-Object Oriented Analysis), (Bahrami, 1999). Analisis (OOA-Object Oriented Analysis) direkomondasikan

mengikuti langkah-langkah di bawah ini (Nugroho, 2005): 1. Menentukan actor. Termasuk di dalamnya adalah:

a) Siapa yang menggunakan sistem?, atau b) (Dalam kasus sistem baru) Siapa yang akan menggunakan sistem? 2. Mengembangkan proses-proses bisnis sederhana yang memang terjadi diperusahaan/ organisasi yang kita analisis dengan membuat activity diagram. 3. Mengembangkan use case. Termasuk di dalamnya adalah: a) Apa yang pengguna kerjakan dengan sistem/ perangkat lunak yang akan dikembangkan?, serta b) (Dalam kasus sistem baru) Apa yang akan pengguna kerjakan dengan sistem perngkat lunak yang akan dikembangkan? 4. Mempersiapkan interaction diagram: sequence diagram serta collaboration diagram. 5. Menyusun rincian SRS (System/ Software Requiments Spesipication) berdasarkan -yang terutama- use case diagram. 6. Mengembangkan dan menyempurnakan diagram kelas UML yaitu dengan cara cara antara lain: Mengidentifikasi kelas-kelas Mengidentifikasi relasi-relasi Mengidentifikasi atibut-atribut Mengidentifikasi operasi-operasi(metoda metoda)

Metode analisis yang berorientasi objek diantaranya yaitu Unified Approach (UA) dari Ali Bahrami (1999), sebuah metode pendekatan yang mempunyai cara sistematis dalam mengerjakan proses analisis. Dengan tujuan untuk memahami inti permasalahan dan tanggung jawab sistem dengan memahami pekerjaan apa yang dilakukan oleh sistem melalui beberapa pemodelan. Hasil akhir yang ingin dicapai dari tahap ini adalah menghasilkan kelas-kelas sesuai dengan kebutuhan.

2.8.1 Metode Analisis (OOA-Object Oriented Analysis) 2.8.1.1 Unified Approach (UA) Untuk melakukan analisis sistem terdapat beberapa macam pendekatan, diantaranya pendekatan konvensional dan pendekatan berorientasi objek. Pendekatan konvensional terutama mengacu kepada strategi dekomposisi yang berdasar algoritma atau fungsional. Pendekatan ini telah berkembang meliputi seluruh tahap atau aktifitas proses rekayasa perangkat lunak dari mulai pemrograman dengan iterasi perbaikan, pemrograman terstruktur, obyek ditambah memusatkan dengan pada perancangan terstruktur kemudian analisis terstruktur dan sebagainya. Sedangkan pendekatan berorientasi rancangan pada objek dan antar muka yang dihasilkan. Obyek adalah entiti yang berisi data atau variabel dan tingkah laku. Data atau variabel yang menggambarkan sifat atau keadaan objek dalam dunia nyata (real world) didefiniskan sebagai attribute, sedangkan tingkah laku yang menggambarkan aksi-aksi yang dimiliki objek didefinisikan sebagai method. Unified Approach (UA) objek dari Ali Bahrami merupakan metode analisis berorientasi (1999). UA adalah suatu metodologi

pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan UML sebagai standar pemodelannya. Unified Modelling Language adalah bahasa standar yang digunakan untuk menjelaskan dan menvisualisasikan artifak dari proses analisis dan disain berorientasi objek. UML menyediakan standar pada notasi dan diagram yang bis digunakan untuk memodelkan suatu sistem, ( Hermawan, 2004). Proses dan tahapan yang ada dalam UA merupakan prosesproses terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan oleh Booch, Rumbaugh, dan Jacobson. dalam sistem. Tahap Analisis

dalam UA ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang terdapat

Analisis berorientasi objek dengan pendekatan UA (Unified Approach ) dari Ali Bahrami digambarkan dalam bagan berikut:
Pengembangan Diagram Aktifitas dan Use Case Identifikasi Aktor Pengembang an Diagram Interaksi Identifikasi Kelas , relasi ,atribut & Method

Pemeriksaan

Gambar 2.9 Tahap Analisis Unified Approach (UA), (Bahrami, 1999). Keterangan Gambar 2.9 Tahap Analisis Unified Approach (UA), (Bahrami, 1999): 1. Identifikasi aktor Identifikasi aktor adalah tahap pertama yang penting dalam OOA. Istilah aktor merepresentasikan peran dari seorang user terhadap sistem. Kandidat aktor dapat ditemukan dengan mencari tahu siapa yang akan menggunakan sistem dan apa yang dilakukan aktor terhadap sistem. 2. Pengembangan Diagram Aktifitas dan Diagram Use Case Pada tahap ini akan digambarkan model aktifitas bisnis

menggunakan diagram aktifitas UML untuk menggambarkan kinerja sistem. Dalam diagram aktifitas akan digambarkan alur kerja dari sistem. Dengan mengetahui alur kerja sistem yang ada, dapat dilakukan pemodelan diagram use case untuk menggambarkan interkasi user terhadap sistem. 3 Mengembangkan diagram interaksi Salah satu dari diagram interaksi adalah sequence diagram. Sequence diagram adalah suatu model untuk menggambarkan interaksi antar objek dalam sistem. Interaksi yang dilakukan oleh objek-objek tersebut dilakukan dengan cara satu objek

mengirimkan pesan (message) kepada objek lain. Dalam tahap ini akan ditentukan rangkaian diagram aktifitas sistem yang sedang berjalan. 4. Identifikasi kelas Dari sequence diagram akan terlihat kelas-kelas apa saja yang ada dalam sistem. Pada tahap ini dilakukan proses identifikasi kelas-kelas, relationship, atribut serta metode-metode yang digunakan pada setiap kelas. 5. Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya. Proses pemeriksaan terhadap hasil akhir tahap analisis. Bila terdapat kesalahan maka kembali ke tahap awal analisis bila hasilnya benar maka tahap analisis selesai.

2.9 Pengertian Metodologi Berorientasi Objek Metodologi Berorientasi Objek atau object oriented merupakan suatu strategi pembangunan atau paradigma baru dalam rekayasa perangkat lunak yang memandang sistem sebagai kumpulan obyekobyek diskrit yang saling berinteraksi. Yang dimaksud berorientasi objek adalah bahwa mengorganisasikan perangkat lunak sebagai kumpulan obyek-obyek diskrit yang bekerja sama antara informasi atau struktur data dan perilaku (behavior) yang mengaturnya. Sebuah sistem yang dibangun dengan berdasarkan metode berorientasi objek adalah sebuah sistem yang komponennya dibungkus (dienkapsulasi) menjadi kelompok data dan fungsi. Setiap komponen dalam sistem tersebut dapat mewarisi atribut dan sifat dan komponen lainnya serta dapat berinteraksi satu sama lainnya.

2.10 Konsep Dasar Pemodelan Berorientasi Objek

Terdapat beberapa konsep penting dalam pemodelan sistem informasi menggunakan pendekatan objek atau berorientasi objek, diantaranya: atau Aktor (Actor) Dalam pemodelan sistem dengan UML, aktor adalah seseorang sesuatu yang berinteraksi dengan sistem yang sedang dikembangkan. Artinya, seorang aktor dapat mengirim atau menerima pesan dari dan ke sistem atau merubah informasi yang dibutuhkan sistem. Aktor adalah sebuah class bukan sebagai objek. Komunikasi antara aktor dan sistem dilakukan dengan cara mengirim dan menerima pesan. Primary actor adalah seseorang atau sesuatu yang menggunakan fungsi utama dari sistem, sedangkan secondary actor adalah seseorang atau sesuatu yang menggunakan fungsi sekunder dari sistem.

Aktor dalam use case dilambangkan dengan gambar sebagai berikut :

o ject U b se...

A r cto
Gambar 2.10 Simbol Aktor, (Whitten, 2004).

Actor terbagi pada empat macam tipe (Whitten, 2004): 1. Primary business actor (Pelaku Bisnis Utama) Stakeholder yang terutama mendapatkan keuntungan dari kegiatan transaksi dengan menerima nilai yang terukur dan terobservasi.

2.

Primary system actor (Pelaku Sistem Utama) Stakeholder yang secara langsung dapat berhadapan dengan sistem untuk menginisiasi atau memicu kegiatan atau sistem. Pelaku sistem utama dapat berinteraksi dengan para pelaku bisnis utama untuk menggunakan sistem aktual. Mereka memfasilitasi kejadian dengan menggunakan sistem secara langsung demi mencapai keuntungan para pelaku bisnis utama.

3.

External server actor (Pelaku server eksternal) Stakeholder yang melayani kebutuhan user.

4. eksternal)

External

receiving

actor

(Pelaku

penerima

Stakeholder yang bukan pelaku utama tetapi menerima output dari kegiatan transaksi.

Objek (Object) Sebuah objek adalah sebuah penggambaran komputer dari

beberapa kejadian di dunia nyata. Objek dapat berupa benda konkrit maupun hal-hal yang abstrak. Objek bisa berupa orang, tempat, kejadian, benda atau konsep-konsep lain yang ada di dunia nyata. Setiap objek memiliki identitas, keadaan dan perilaku. Identitas adalah sesuatu yang membedakan suatu objek dari objek lainnya sehingga masing-masing objek dapat dibedakan. Setiap objek juga memiliki keadaan. Keadaan dari sebuah objek adalah kondisi objek tersebut atau himpunan dari yang menggambarkan objek tersebut. keadaan dinyatakan oleh nilai dari atribut objeknya. Atribut adalah nilai internal suatu objek yang mencerminkan antara lain karakteristik objek, kondisi sesaat, koneksi dengan objek lain, dan identitas. Selain memiliki identitas dan keadaan, setiap objek memiliki perilaku yang mendefinisikan bagaimana sebuah objek bertindak dan

memberi reaksi. Perilaku sebuah objek dicerminkan oleh antarmuka dan metode dari objek tersebut. Objek-objek juga dapat saling berhubungan atau berinteraksi dengan objek yang lainnya. Hal ini dimungkinkan karena setiap objek memiliki antarmuka yang memfasilitasi terjadinya interaksi antar objek tersebut. Contoh dari objek : - Objek orang : saya, anda, kita dan lain-lain - Objek tempat : kampus, gedung, komputer dan lain-lain - Objek kejadian : kuliah, survei, pendaftaran dan lain-lain.

Kelas (Class) Kelas adalah kumpulan dari objek yang didalamnya terdapat

atribut dan operasi yang serupa. Dengan penggolongan objek-objek dalam suatu kelas kita bisa melakukan abstraksi masalah. Atribut dan nama kelas untuk beberapa objek yang sejenis dapat dituliskan sekali saja begitu juga dengan fungsi dan metode yang sama cukup dituliskan satu kali saja dan bisa digunakan ulang oleh objek yang termasuk kedalam kelas yang sama.

Boeing 737

Gambar 2.11 Contoh Simbol Kelas, (Bahrami, 1999).

Dalam Mengidentifikasi kelas Ali Bahrami (1999), membagi kelas ke dalam tiga kategori yaitu kelas relevan, kelas fuzzy dan kelas irrelevan.

Relevant Classes

Fuzzy Classes

Irrelevant Classes

Gambar 2.12 Kategori Kelas, (Bahrami, 1999). Pada Identifikasi kelas ini dengan menggunakan objek, kelas calon dapat dibagi kedalam tiga kategori : Relevan Classes, Fuzzy Classes dan Irrelevant Classes. Dari objek yang dibagi kedalam tiga kategori tersebut akan dipilih yang akan dijadikan kelas dan yang akan dijadikan atribut dengan memilih objek yang tidak redundant dan relevant. Untuk yang tidak relevant akan dieliminasi atau dijadikan sebagi method. Setelah di dapat kelas pada Ali Bahrami (1999), kelas dikelompokan lagi kedalam 6 kelompok yaitu : 1. Concept Class 2. Event Class 3. Organization Class 4. People Class 5. Places Class 6. Tangible Things and Devices Class Setelah di dapat kelas, kemudian dibuat kelas diagram. Class Diagram, juga dikenal sebagai objek modeling, adalah diagram analisis statis yang utama. Diagram ini menunjukkan struktur yang statis dari suatu model. Suatu class diagram adalah suatu koleksi unsur-unsur modeling yang statis, seperti kelas-kelas dan relationship yang dihubungkan sebagai suatu grafik antara yang satu dengan yang lainnya beserta isi-isinya. Sebagai contoh, hal yang ada (seperti kelaskelas), struktur-struktur class diagram internal, dan hubungan class

diagram

dengan

kelas-kelas

yang

lain.

Class

diagram

tidak

menunjukkan informasi yang temporal, yang diperlukan di dalam pemodelan yang dinamis. Class diagram memodelkan struktur kelas dan isinya dengan menggunakan elemen-elemen model seperti class, package, dan objek. Kelas terdiri dari tiga bagian yaitu nama kelas, attribut dan operations. Kelas didefinisikan secara global dapat diakses oleh objek diluar kelas tersebut.

2.10.1

Use Case Diagram

Konsep Use case diperkenalkan oleh ivan Jacobson di dalam Object Oriented Software Engineering (OOSE). Kemampuan suatu sistem menguraikan sejumlah use case yang berbeda, masing-masing menunjukkan secara spesifik suatu arus kejadian yang spesifik di dalam sistem. Use case adalah deskripsi fungsi dari sebuah sistem dari prespektif pengguna. Use case akan menggambarkan cara kerja suatu software dengan aktor. Dalam use case diagram akan digambarkan hubungan antara aktor dengan use case. Aktor adalah orang atau subsistem lain yang akan berinteraksi dengan sistem. Sementara use case menggambarkan proses yang akan dilakukan oleh aktor terhadap sistem. Use Case Gambar 2.13 Simbol Use Case Diagram, (Munawar, 2005). Uraian suatu use case menggambarkan apa yang terjadi di dalam sistem ketika use case dilaksanakan. Pada intinya hubungan-hubungan ini ditunjukkan di suatu diagram use case :

1. Communication. Hubungan komunikasi dari suatu aktor di suatu use case,ditunjukkan dengan menghubungkan simbol aktor kepada simbol use case dengan suatu alur yang padat. Aktor itu dikatakan komunikasi dengan use case. 2. Uses. Menggunakan hubungan antara use case ditunjukkan oleh panah generalisasi dari use case.

Proses A

<< Uses >>

Proses B

User

Gambar 2.14 Contoh Kondisi Uses, (Munawar, 2005). 3. Extends. Perluasan hubungan digunakan ketika kita mempunyai satu use case yang serupa dengan use case yang lain tetapi lebih banyak. Pada intinya, itu seperti suatu subclass.

Proses A

<<Extends >>

Proses B

User

Gambar 2.15 Contoh Kondisi Extends, (Munawar, 2005).

Tabel 2.1 Notasi Use Case Diagram Actor Actor adalah pengguna sistem. Actor tidak terbatas hanya manusia saja, jika sebuah sistem berkomunikasi dengan aplikasi lain dan membutuhkan input atau memberikan output, maka aplikasi tersebut juga bisa dianggap sebagai actor. Use Case Use case digambarkan sebagai lingkaran elips dengan nama use case dituliskan

obj ect Use...

Actor

uc Notasi UseCase

Use Case Name

didalam elips tersebut. Associati on Asosiasi digunakan untuk menghubungkan actor dengan use case. Asosiasi digambarkan dengan sebuah garis yang menghubungkan antara Actor dengan Use Case. Depends on Menyatakan use case hubungan baru bisa ketergantungan setelah

antar Use Case, yakni pelaksanaan suatu dilakukan pelaksanaan use case lain selesai.

Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/

Berikut adalah contoh use case diagram :

Gambar 2.16 Contoh Use Case Diagram, (Nugroho, 2005).

2.10.2 Activity Diagram Activity diagram menggambarkan berbagai alur aktifitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, keputusan yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi. Activity diagram merupakan state diagram khusus, dimana sebagian besar state adalah aksi dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumya (internal processing). Oleh karena itu, Activity diagram tidak menggambarkan behavior internal sebuah sistem (dan interaksi antar subsistem) secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktifitas dari level atas secara umum. Berikut adalah notasi activity diagram :

Tabel 2.2 Notasi Activity Diagram Simbo


obj ec...

Keterangan

obj ec...

Titik Awal Titik Akhir

o ject U e C b s ase A ... n

object U C... se

Activity Pilihan Untuk mengambil Keputusan

o b je c t U s e C a s e A ng k ot

Fork;

Digunakan

untuk

menunjukkan

kegiatan

yang

dilakukan secara parallel / menggabungkan dua kegiatan peralel menjadi satu. Rake; Menunjukkan adanya dekomposisi Tanda Waktu
obj ect Use Cas...

Tanda pengiriman

obj ec t Use Cas...

obj ec...

Tanda penerimaan Aliran akhir (Flow Final)

Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/

V lid a s r tat
M s k nP s o a u a a w rd

? Y a
Lg o in

T a id k

F rmM n U m o e u ta a

Gambar 2.17 Activity Diagram Input Data, (Munawar, 2005).

2.10.3 Sequence Diagram Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek didalam dan disekitar sistem (termasuk pengguna, display dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atas dimensi vertika (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait). Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respon dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Sequence diagram terdiri dari sumbu vertikal putus-putus yang merepresentasikan lifetime objek dan sumbu horizontal yang menunjukan sekumpulan objek yang saling berinteraksi dalam sistem. Diagram ini menjelaskan bagaimana objek berinteraksi dengan objek yang lainnya yaitu dengan cara mengirim dan menerima pesan. Komunikasi antar objek tersebut ditandai dengan garis horizontal yang disertai dengan nama operasinya. Berikut adalah notasi-notasinya:

Tabel 2.3 Notasi Sequence Diagram Object Object merupakan instance dari sebuah class dan dituliskan tersusun secara horizontal. Digambarkan sebagai sebuah class (kotak) dengan nama objek didalamnya yang diawali dengan sebuah titik koma. Actor Actor juga dapat berkomunikasi dengan objek, maka actor juga dapat diurutkan sebagai kolom. Simbol Actor sama dengan simbol pada Actor Use Case Diagram. Lifeline Lifeline mengindikasikan keberadaan sebuah objek dalam basis waktu. Notasi untuk Lifeline adalah garis putus-putus vertikal yang ditarik dari sebuah objek. Activati on Activation dinotasikan sebagai sebuah kotak segi empat yang digambar pada sebuah lifeline. Activation mengindikasikan sebuah objek yang akan melakukan sebuah aksi. Massag e Message, digambarkan dengan anak panah horizontal objek Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/ antara Activation. Message mengindikasikan komunikasi antara objekActor object Use...

C a lle r O ffH o o k

E xc h a n g e

R e c e iv e r

T a lk

D ia lT o n e

D ia lN u m b e r R in g T o n e O ffH o o k

O n H o o k

Gambar 2.18 Contoh Sequence Diagram, (Munawar, 2005).

2.11 Perangkat Lunak Pendukung 2.11.1 digunakan Rational Rose Rose merupakan pengembangan tools pemodelan visual yang untuk berorientasi objek melalui Rational

pendekatan UML. Dalam Rational Rose, pemodelan adalah cara melihat sistem dari berbagai sudut pandang dengan mencakup semua diagram yang dikenal dalam UML, aktor-aktor yang terlibat dalam sistem, usecase, objek-objek, kelas-kelas, komponen-komponen, serta simpulsimpul penyebaran (deployment node), sampai pada generate code dan reverse engineering. Hal ini akan memudahkan perancang dan pengembang sistem dalam merancang dan mengembangkan sistemnya, karena selain terdokumentasi dengan baik, disamping itu

juga dapat menghasilkan kerangka kode yang siap dikembangkan secara lebih detail nantinya.

BROWSER

TOOLBAR

JENDELA DIAGRAM

JENDELA DOKUMENTASI

Gambar 2.19 Antarmuka Awal Rational Rose, (Nugroho, 2005).

Tampilan

awal

dari

rational

rose

terdapat

jendela,

yang

deskripsinya masing-masing sebagai berikut (Nugroho, 2005): 1. Browser. Jendela ini berfungsi untuk secara cepat bergerak dalam model. 2. Jendela Diagram. Jendela ini berfungsi untuk membuat, menampilakn (display), serta menyunting (edit) satu atau lebih digram UML. 3. Jendela Dokumentasi. Jendela ini berguna untuk melihat atau memperbaharui (update) dokumentasi unsur-unsur model. 4. Jendela Log. Jendela ini berguna untuk melihat kesalahankesalahan (error) dan melaporkan (report) hasil-hasil dari berbagai perintah yang diberikan pada Rational Rose.

Pada jendela browser terdapat 4 tampilan view beserta unsur-unsur model yaitu (Nugroho, 2005): 1. Use Case View Actor actor Use case Asosiasi Diagram use case Dokumentasi use case Activity diagram Sequence diagram Collaboration diagram Realization diagram Package (paket) Kelas-kelas Digram kelas

2. Logical View

Asosiasi Antarmuka (interface) Sequence diagram Collaboration diagram Statechart diagram Package (paket) Komponen komponen Antarmuka (interface) Component diagram Package (paket)

3. Component View

4. Deplyment View Proses proses Prosesor prosesor Penghubung (conectors) Piranti piranti (devices) Deployment diagram

BAB III ANALISIS SISTEM

3.1 Data Umum Perusahaan 3.1.1 Sejarah Singkat Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi

Berdasarkan undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 1999 menyatakan bahwa : 1. Sistem pemerintahan Negara kesatuan RI. Menurut UUD 1945 memberikan keleluasaan kepada Daerah untuk menyelenggarakan gerakan Otonomi Daerah. 2. Undang-Undang nomor 5 tahun 1974 tentang pokok-pokok pemerintahan Daerah tidak sesuai lagi dengan prinsip penyelenggaraan Otonomi Daerah dan perkembangan keadaan sehingga perlu dig anti. Maka dengan didasari undang-undang RI nomor 22 tahun 1999 khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Garut dipandang perlu untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang dimaksud, dan segera menerbitkan peraturan Daerah Kabupaten Garut nomor 27 tahun 2000 tentang pembentukan organisasi perangkat Daerah dan secretariat DPRD Kab.Garut yang membuat diantaranya beberapa Dinas yaitu : 1. Departemen Tenaga Kerja 2. Cabang Dinas Tenaga Kerja 3. Cabang Dinas Sosial 4. Departemen Transmigrasi 5. Kantor Catatan Sipil Yang masing-masing berada di tingkat Kabupaten Garut mengalami penggabungan menjadi satu Dinas dengan sebutan : DINAS TENAGA KERJA SOSIAL DAN KEPENDUDUKAN dengan susunan Organisasi / struktur Organisasi sebagai berikut : 1. Kepala Dinas 2. Kepala Bagian Tata Usaha membawahi : a. c. Kepala Sub Bagian Kepegawaian Kepala Sub Bagian Umum b. Kepala Sub Bagian Perencanaan d. Kepala Sub Bagian Keuangan 3. Kepala Sub Dinas Tenaga Kerja membawahi : a. Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja

b. c. d. a. b. c. a. b. c. d.

Kepala Seksi Kepegawaian Ketenagakerjaan Kepala Seksi Perhubungan Ketenagakerjaan Kepala Seksi Latihan Ketenagakerjaan 4. Kepala Sub Dinas Sosial membawahi : Kepala Seksi Bimbingan Sosial Kepala Seksi Bantuan Sosial Kepala Rehabilitas Sosial 5. Kepala Sub Dinas Kependudukan membawahi : Kepala Seksi Penempatan Transmigrasi Kepala Seksi Kelokasi Kepala Seksi Pencatatan Sipil Kepala Seksi Kependudukan 6. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD-BLK) 7. 12 Kepala Cabang Dinas yang berada di Kecamatan Setahun kemudian setelah dievaluasi maka diterbitkan kembali

peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 6 Tahun 2002 tentang perubahan atas peraturan Daerah Kab. Garut Nomor 27 tahun 2000 tentang Pembentukan Organisai Perangkat Daerah dan Sekretariat DPRD Kab. Garut Dengan terbitnya peraturan Daerah tersebut Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Kependudukan mengalami peraturan kembali dengan sebutan : DINAS TENAGA KERJA SOSIAL DAN TRANSMIGRASI adapun susunan Organisasinya berubah menjadi sebagai berikut : 1. Kepala Dinas 2. Kepala Bagian Tata Usaha membawahi : a. Kepala Sub Bagian Kepegawaian b. Kepala Sub Bagian Umum dan perlangkapan c. Kepala Sub Bagian Keuangan 3. Kepala Sub Dinas Bima Program membawahi : a. Kepala Seksi Penyusunan Program b. Kepala Seksi Data dan Informasi

c. Kepala Seksi Evaluasi dan Laporan 4. Kepala Sub Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi membawahi : a. Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja b. Kepala c. Kepala Seksi Seksi Hubungan Keselamatan Kepegawaian Kepegawaian Ketenagakerjaan Ketenagakerjaan d. Kepala Seksi Transmigrasi 5. Kepala Sub Dinas Sosial membawahi : a. Kepala Seksi Pemberdayaan Pengembangan Partisipasi Sosial b. Kepala Seksi Bantuan dan Perlindungan Sosial c. Kepala Pemulihan Sosial 6. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Latihan Kerja (UPTDBLK) Pada Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2002 Jabatan Struktural yang dihilangkan adalah : 1. Kepala Seksi Catatan Sipil dan Kepala Seksi Kependudukan dibentuk menjadi Kantor Catatan Sipil dan Kependudukan 2. Kepala Cabang Dinas sebanyak 12 yang berada di wilayah Kecamatan ditiadakan. Selanjutnya pada tahun 2004 dengan di terbitkannya kembali peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2004 tentang pembentukan Organisasi Dinas Daerah, dan keputusan Bupati Garut Nomor 321 tahun 2004 tentang tugas pokok, fungsi dan tata kerja maka Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi mengalami perubahan kembali sebagai berikut : 1. Kepala Dinas membawahi : a. Bagian TU b. Bidang Tenaga Kerja c. Bidang Sosial

d. Bidang Transmigrasi e. Bidang Perencanaan dan Pengendalian f. UPTD g. Kelompok Jabatan Fungsional 2. Bidang Tata Usaha membawahi : a. Sub Bagian Umum b. Sub Bagian Keuangan 3. Bidang Tenaga Kerja membawahi : a. Seksi Penempatan Tenaga Kerja b. Seksi Industrial 4. Bidang Sosial membawahi : a. Seksi Pemberdayaan dan Pengembangan Partisipasi Sosial b. Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial 5. Bidang Transmigrasi membawahi : a. Seksi Pengarahan Calon Transmigrasi b. Seksi Pemberdayaan Transmigrasi 6. Bidang Perencanaan dan Pengendalian membawahi : a. Seksi Perencanaan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi 7. UPTD Balai Latihan Kerja 8. Jabatan Fungsional Kemudian guna meningkatkan optimalitas kinerja dilingkungan Pemda Kabupaten Garut dipandang perlu untuk dibenahi kembali dinas-dinas/lembaga/kantor khususnya Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kab. Garut yang kemudian berubah menjadi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi maka diterbitkan kembali perda no 23 tahun 2000 tentang pembentukan dan susunan organisasi Dinas Daerah Kabupaten Garut. Adapun struktur organisasi dan tugas pokoknya adalah sebagai berikut : 1. Kepala Dinas 2. Sekretariat membawahi : a. Sub Bagian Umum

b. Sub Bagian Keuangan c. Sub Bagian Perencanaan dan Pengendalian 3. Bidang Pemberdayaan dan pengembangan Sosial membawahi : a. Seksi Pemberdayaan Sosial b. Seksi Pengembangan Hasil c. Seksi Pengembangan Partisipasi Sosial 4. Bidang Bantuan Jaminan dan Rehabilitas membawahi: a. Seksi Bantuan Perlindungan Sosial b. Seksi Pelayanan Sosial c. Seksi Rehabilitasi Sosial Demikian uraian singkat mengenai Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut.

3.1.2 Visi dan Misi Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi VISI : Terwujudnya masyarakat Garut sejahtera yang memiliki Sumber Daya Manusia mandiri dan berkepedulian sosial tahun 2014 MISI : 1. Meningkatkan sumber daya aparatur yang berkualitas untuk mendukung optimalisasi pelayanan publik; 2. Memberdayakan dan memulihkan kembali fungsi sosial para Penyandang Masalalah Kesejahteraan Sosial; 3. Memberdayakan kesejahteraan sosial; 4. Meningkatkan perluasan Manusia; pembinaan penempatan kerja dengan kerja dan kesempatan didukung dan mengembangkan potensi

peningkatan kualitas dan produktivitas Sumber Daya

5. Mengembangkan

sistem

hubungan

industrial

dan

meningkatkan kesejahteraan pekerja serta perlindungan dan pengawasan ketenagakerjaan; 6. Mewujudkan keseimbangan persebaran penduduk yang serasi dan seimbang antara daya dukung dengan daya tampung lingkungan melalui program penempatan trasmigrasi.

3.1.3 Struktur

Organisasi

Dinas

Tenaga

Kerja

Sosial

dan

Transmigrasi
S TR U K TU R O R G A N IS A S I D IN A S TE N A G A K E R J A S O S IA L D A N TR A N S M IG R A S I K A B U P A TE N G A R U T

K E P A L A D IN A S

K E L O M P O K JA B A TA F U N G S IO N A L

B A G IA N TA TA U S A H A

S U B . B A G IA N U M U M

S U B . B A G IA N K E UA NGA N

S U B . B A G IA N P E R E N C A NA A N D A N P E N G E N D A L IA N

B ID A N G P E M B E R D A Y A A N & P E N G E M B A N G A N S O S IA L

B ID A N G B A N TU A N JA M IN A N & R E H A B IL ITA S I

B ID A N G TR A N S M IG R A S I D A N P E N E M P A TA N TE N A G A K E R JA

B ID A N G P E R L IN D U N G A N H U B U N G A N IN D U S TR IA L

S E K S I P E M B E RDA Y A A N S O S IA L

S E K S I B A LIN S O S

S E K S I P E N E M P A TA N TE N A G A K E R JA & P E R L U A S A N TE N A G A K E R JA

S E K S I P E R S Y A R A TA N K E R JA & JA M IN A N S O S IA L TE N A G A K E R JA

S E K SI P E NGE MB A NGA N S O S IA L

S E K S I P E LA Y A N A N S O S IA L

S E K S I P E N IN G K A TA N K U A LITA S & P R O D U K TIV ITA S TE N A G A K E R JA

S E K S I P E R L IN D U N G A N N O R M A K E S E L A M A TA N D A N K E S E H A TA N K E R JA

S E K SI P E NGE MB A NGA N P A R TIS IP A S I S O S IA L

S E K S I R E H A B IL ITA S I S O S IA L U P TD

S E K S I TR A N S M IG R A S I

S E K S I P E R L IN D U N G A N N O R M A K E R JA

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut

3.1.4 Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Berdasarkan Peraturan Bupati Garut Nomor 404 Tahun 2008 tentang tugas pokok, fungsi dan tata kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan azas otonomi tugas pembantuan di bidang Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dalam melaksanakan tugas tersebut Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyelenggarakan fungsi : a. Perumusan kebijakan teknis bidang Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi; b. Menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi; c. Pembinaan dan Pelaksanaan tugas di bidang Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi; d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati maupun dengan tugas dan fungsinya.

3.1.5 Layanan yang ada di Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi mempunyai tugas dimana salah satunya adalah mengatasi pengangguran dan setengah penganggur. Berbagai faktor penyebab penganggur dan setengah penganggur itu tidak adanya lowongan kerja, informasi yang tidak tersedia, ketidak cocokan kualifikasi dan lain-lain. Oleh karena itu Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi memberikan layanan mengenai informasi ketenagakerjaan melalui media on-line. Khusus menyangkut penyediaan informasi diharapkan fasilitas ini akan menyediakan berbagai layanan informasi agar antara penganggur dan setengah penganggur dapat mengetahui informasi

lowongan

kerja

dan

demikian

pula

sebaliknya.

Informasi

lain

menyangkut informasi peningkatan kopetensi pencari kerja dan setengah penganggur. Berkaitan dengan layanan informasi tersebut, Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut juga menyediakan Tanya jawab secara interaktif melalui surat elektronik/e-mail, dan tidak dipungut biaya bagi yang mempergunakan.

3.1.6 Batasan Sistem Secara Fungsional Fungsi Substantif Informasi ketenagakerjaan secara on-line merupakan suatu layanan yang dimiliki oleh Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut dimana para pencari kerja dan pemberi kerja tidak harus selalu datang ke kantor DISNAKERSOSTRANS untuk mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan dan memberi informasi mengenai lowongan pekerjaan. Pembuatan Bursa Kerja Online mempunyai sasaran agar

3.1.6.1

masyarakat Kabupaten Garut dapat dengan mudah memperoleh akses kepada informasi dan layanan Pemerintah Daerah khususnya IPK ( Informasi Pasar Kerja ), dan ikut berpartisipasi di dalam mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia dengan menggunakan media internet. Adapun pihak yang berhubungan dengan sistem meliputi : 1. Pencari 2. Pemberi kerja/pengunjung kerja yang situs on-line yang mencari mengenai

informasi mengenai lowongan pekerjaan. memberikan informasi lowongan pekerjaan yang ada.

3. Petugas yang bertugas melakukan verifikasi atau akivasi akun pendaftar pada situs Infokerja.web.id 4. Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja yang mengawasi berjalannya sistem.

3.1.6.2

Fungsi Fasilitatif

Fungsi fasilitatif menggambarkan kelompok kegiatan pendukung dari kegiatan atau layanan yang di DISNAKERSOSTRANS. Adapun perangkat kegiatan pendukung tersebut meliputi: 1. 2. Pengendalian. 3. Bidang Transmigrasi dan Penempatan Tenaga Kerja yang bertugas menjalankan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan transmigrasi dan ketenagakerjaan. 4. 5. Petugas Sistem informasi yang khusus menangani bagian Seluruh karyawan Dinas Tenaga Kerja Sosial dan sistem informasi terkomputerisasi. Transmigrasi kabupaten Garut. Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi yang Bagian Tata Usaha yang membawahi Sub. Bagian bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap kegiatan yang ditangani. Umum, Sub. Bagian Keuangan dan Sub. Bagian Perencanaan dan

3.1.7

Komponen Komponen Pendukung Sistem Untuk halnya membentuk informasi suatu sistem informasi, yang diperlukan oleh komponen-komponen yang dapat mendukung kerja sistem. Seperti sistem ketenagakerjaan dibangun beberapa komponen sebagai berikut :

3.1.7.1

Hardware Hardware adalah salah satu komponen utama pendukung dimana sistem pembuata kartu kuning dijalankan. Tanpa adanya

hardware maka suatu sistem informasi tidak dapat bekerja. Komponen hardware yang diperlukan dalam sistem sistem ini adalah : - Beberapa unit PC (Personal Computer). - Printer, untuk proses pencetakan informasi lowongan pekerjaan. - Modem, media untuk penghubung ke internet. - HUB, alat untuk menghubungkan PC server dan PC client. - Kabel. - Saluran Telepon 3.1.7.2 Software Perangkat lunak merupakan komponen dimana data-data dan informasi diolah. Perangkat lunak yang diperlukan dalam sistem antara lain : 3.1.7.3 Sistem Operasi, Internet Protocol

Kebijakan DISNAKERSOSTRAN Kabupaten Garut Sebagaimana diketahui bersama bahwa permasalahan di bidang Ketenagakerjaan terjadinya jauh lebih yang saat ini menjadi yang Issue tinggi, Nasional sehingga adalah terjadi / tingkat banyak pengangguran dibandingkan

ketimpangan di sektor pasar kerja, dimana jumlah pencari kerja sangat dengan jumlah kesempatan lowongan kerja. Keadaan tersebut mengakibatkan para pencari kerja sulit mencari pekerjaan, terjadi persaingan untuk merebut pekerjaan, posisi pencari kerja menjadi sangat lemah, sehingga keadaan tersebut sering dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk melakukan berbagai cara penipuan yang pada akhirnya sangat merugikan para pencari kerja. Situasi ketimpangan pasar kerja seperti tersebut di atas ternyata juga sangat berpengaruh terhadap posisi pekerja yang sudah ada dalam hubungan kerja (sudah bekerja).

Banyak pengusaha yang memanfaatkan situasi ketimpangan pasar kerja tersebut untuk kepentingan perkembangan perusahaannya. Posisi daya tawar pekerja relatif lemah, mereka dengan sangat terpaksa bersedia menerima upah yang rendah dan persyaratan kerja serta keselamatan kerja yang tidak memadai, mereka pada umumnya tidak bisa mengkritisi keadaan tersebut dikarenakan kekhawatiran akan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja. Pihak Pengusaha dapat melakukan apa saja sesuai dengan kepentingannya, apabila terjadi sesuatu hal yang kurang berkenan maka dengan sangat mudah pihak pengusaha memberhentikan pekerja tanpa syarat, dan dapat mengganti pekerjanya dengan pekerja yang baru sesuai keinginannya, hal ini disebabkan karena jumlah pencari kerja relatif sangat banyak. Untuk mencegah hal hal tersebut di atas maka Pemerintah perlu mengadakan / meningkatkan perlindungan Norma Kerja maupun Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap pekerja agar hakhak normatif pekerja dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Atas dasar tersebut Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai kewajiban untuk mencari solusi dalam upaya menegakkan Norma Ketenagakerjaan, menciptakan hubungan yang serasi dan harmonis di antara pekerja dan pengusaha sehingga dapat tercipta ketenangan bekerja dan ketenangan berusaha. 3.1.7.4 User (Pengguna) Sitem informasi ketenagakerjaan yang dibangun pada Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi, merupakan sebuah sistem yang memberikan informasi mengenai bursa kerja melalui media on-line dan dinamakan Infokerja.web.id.

Infokerja.web.id yang di prakarsai oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI adalah bursa kerja on-line untuk menjembatani para pencari kerja dan pengguna tenaga kerja guna mempermudah proses rekrutmen, mulai dari tahap penyebaran informasi sampai tahap penerimaan tenaga kerja. Dalam bursa kerja on-line ini dimaksudkan untuk memfasilitasi para pencari kerja dan pengguna tenaga kerja lebih mudah mengetahui keberadaan masing-masing dan sekaligus memfasilitasi proses hubungan langsung antara pencari kerja dan pemberi kerja, (www.Infokerja.web.id, 2010) Untuk mempermudah pengelolaan dan pengembangan situs, serta menjaga agar informasi yang disajikan akurat, tepat guna, dan tepat waktu, arsitektur situs web Info Kerja on-line dibagi dalam dua lapisan aplikasi yang terintegrasi, yaitu: 1. Aplikasi untuk Pengunjung Situs (Front End Application), yaitu aplikasi/halaman-halaman web yang bisa diakses pengunjung. 2. Aplikasi untuk Pengelola Situs (Back Office Application), yaitu aplikasi untuk pengelolaan dan pengolahan informasi situs. User (Pengguna) dari situs ini dibagi menjadi dua yaitu pengunjung situs dan pengelola situs. Pengunjung Situs dibagi menjadi 2 yaitu : Pencari Kerja adalah, pengunjung situs yang memanfaatkan sistem informasi ketenagakerjaan, sebagai media untuk mencari informasi mengenai lowongan kerja. Pencari kerja melakukan pendaftaran untuk menjadi member pada situs Infokerja.web.id dengan mengisi formulir pendaftaran yang tersedia. Kemudian, setelah mendaftar identitas pemakai dan kata sandi pencari kerja di aktivasi oleh petugas, agar pencari kerja tersebut dapat mengakses aplikasi yang ada pada situs tersebut. Selain mendapat informasi mengenai lowongan kerja, pencari kerja yang sudah terdaftar sebagai member, dapat mengirimkan lamaran atau CV pada perusahaan yang sedang mencari tenaga

kerja. Kemudian, lamaran atau CV dikirim melalui situs tersebut. Setelah mengirim lamaran dan sampai pada pihak yang bersangkutan, pencari kerja akan mendapatkan pemberitahuan dari pemberi kerja melalui e-mail, apakah lamaran yang dikirim sudah diterima atau belum. Jika lamaran tersebut diterima, pencari kerja akan mendapatkan pemberitahuan atau penggilan dari pemberi kerja melalui e-mail atau surat langsung yang dikirim ke alamat pencari kerja sesuai dengan kebijakan pemberi kerja.

Pemberi Kerja adalah, pengunjung situs yang memanfaatkan sistem informasi ketenagakerjaan, sebagai media untuk mencari informasi pencari kerja dan memberikan informasi mengenai lowongan kerja. Pemberi kerja melakukan pendaftaran terlebih dahulu pada situs Infokerja.web.id dengan mengisi formulir pendaftaran yang tersedia. Kemudian, setelah mendaftar identitas pemakai dan kata sandi pemberi kerja di aktivasi oleh petugas, agar pemberi kerja tersebut dapat megakses layanan yang ada pada situs tersebut. Salah satu layanan yang tersedia pada situs tersebut adalah, pemberi kerja dapat memasang iklan lowongan pekerjaan. Kemudian, iklan lowongan akan di aktivasi oleh petugas agar dapat terbit di situs Infokerja.web.id. Selain memasang iklan lowongan pekerjaan, pemberi kerja juga dapat menerima lamaran pekerjaan secara langsung dari pencari kerja melalui e-mail dan memberi pemberitahuan. Selanjutnya Pemberi kerja melakukan panggilan kepada pelamar kerja yang sudah memenuhi persyaratan, melalui e-mail atau surat langsung yang dikirim ke alamat pencari kerja. Setelah menerima lamaran, pemberi kerja diharuskan melapor ke petugas agar petugas mengetahui apakah pencari kerja yang menjadi member pada situs Infokerja.web.id sudah mendapatkan pekerjaan atau belum.

Pengelola Situs Pengelola Situs adalah, petugas yang mengolah data pengunjung dan data lowongan kerja, serta melakukan aktivasi identitas pemakai dan kata sandi yang telah di buat pengunjung. Selain mengaktivasi identitas pemakai dan kata sandi, petugas juga melakukan aktivasi iklan lowongan kerja yang dibuat oleh pemberi kerja, dengan melakukan survei terlebih dahulu untuk memastikan apakah iklan yang dibuat benar atau tidak. Selain melakukan aktivasi, petugas juga mengelola data pencari kerja, pemberi kerja dan lowongan. Selanjutnya melakukan analisis terhadap pasar kerja pada situs Infokerja.web.id untuk dibuat laporan, yang akan diserahkan kepada Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Garut.

3.2 Analisis Kebutuhan Sistem Pada tahap analisis ini dilakukan beberapa langkah identifikasi dengan pemodelan object oriented menggunakan pendekatan Unified Approach dari Ali Bahrami (1999) dengan tujuan untuk mengetahui kinerja sistem informasi ketenagakerjaan. Tahapan dari analisis tersebut terdiri dari:

Pengem bangan D iagram Aktifitas dan U se C ase Identifikasi Aktor

Pengem bang an D iagram Interaksi

Identifikasi Kelas , relasi ,atribut& M ethod

P em eriksaan

Gambar 3.2 Tahap Analisis Unified Approach (Bahrami, 1999).

3.2.1 Identifikasi Aktor Melalui kegiatan interview dan observasi dalam melihat bisnis proses yang sedang berjalan maka proses identifikasi aktor didapatkan berdasarkan siapa saja yang akan menggunakan dan mempengaruhi sistem.

Dalam mengidentifikasi aktor pada kerja praktek ini, aktor dibagi ke dalam empat tipe (Jeffrey Whitten, 2004) : 5. Primary business actor (Pelaku bisnis utama),

adalah pencari kerja dan pemberi kerja, pada kerja praktek ini pelaku bisnis utama mendapatkan keuntungan berupa nilai yang terukur dari sistem informasi ketenagakerjaan. Untuk pencari kerja keuntungan yang di dapat adalah, menerima surat panggilan dari pihak yang bersangkutan. Sementara pemberi kerja mendapatkan calon karyawan. Selain menerima nilai yang terukur, pelaku bisnis utama juga memberikan nilai terukur terhadap sistem berupa informasi dengan melakukan pendaftaran pada Infokerja.web.id 6. Primary system actor (Pelaku sistem utama), adalah petugas yang mengelola sistem secara langsung, dan dapat berinteraksi dengan pelaku bisnis utama untuk menggunakan sistem. Pelaku bisnis utama dan pelaku sistem utama disini, memiliki persamaan yaitu sama-sama berhadapan secara langsung dengan sistem. 7. External server actor (Pelaku server eksternal), adalah Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja, yang melakukan pengawasan terhadap sistem informasi ketenagakerjaan yang

sedang berjalan. Dimana, pelaku server eksternal memberikan wewenang kepada petugas sebagai pengelola sistem tersebut. 8. eksternal), External adalah receiving Dinas actor Tenaga (Pelaku Kerja penerima Sosial dan Kepala

Transmigrasi. Dimana pelaku penerima eksternal bukan pelaku utama tetapi menerima hasil atau laporan dari sistem yang sedang berjalan.

Dalam sistem teridentifikasi adalah:

informasi ketenagakerjaan, aktor yang dapat

Tabel 3.1 Identifikasi Aktor dengan Aktifitasnya Aktor Pencari Kerja Tipe Aktor Primary business actor (Pelaku Bisnis Utama) Aktifitas Aktor - Mendaftar untuk dapat mengakses halaman atau aplikasi yang ada di situs Infokerja.web . id - Mengirim lamaran pekerjaan Keuntungan - Menerima verifikasi/akti vasi identitas pemakai dan kata sandi - Mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan - Dapat mengakses halama web

Infokerja.web . id dan memanfaatk an aplikasi/laya nan yang ada didalamnya - Menerima panggilan dari perusahaan yang bersangkuta n

Tabel 3.1 Identifikasi Aktor dengan Aktifitasnya (Lanjutan)

Aktor Pemberi Kerja

Tipe Aktor Primary business actor (Pelaku Bisnis Utama)

Aktifitas Aktor - Mendaftar untuk dapat mengakses halaman atau aplikasi web

Keuntungan - Menerima verifikasi/akti vasi identitas pemakai dan kata sandi mengakses

yang ada di - Dapat

- Memberi informasi mengenai lowongan kerja - Membuat iklan mengenai lowongan kerja

halama . an ada id

web dan

Infokerja.web memanfaatk aplikasi/ layanan yang didalamnya - Mendapatkan informasi Tenaga Kerja - Menerima Lamaran Pekerjaan dari kerja pencari

Tabel 3.1 Identifikasi Aktor dengan Aktifitasnya (Lanjutan)

Aktor Petugas

Tipe Aktor Primary system actor (Pelaku Sistem

Aktifitas Aktor - Melakukan aktivasi pendaftar

Keuntungan - Mendapatkan member informasi dan

Utama)

situs Infokrja.web.id dan iklan lowongan pekerjaan - Melakukan analisis terhadap pasar kerja - Membuat laporan mengenai sistem informasi ketenagakerja an

lowongan pekerjaan berapa banyak pencari pemberi dan kerja kerja, kerja untuk aktivasi - Mengetahui

lowongan

dibuat laporan - Mengetahui apakah informasi ketenagakerjaa n tujuan sudah yaitu berjalan sesuai memberikan fasilitas/layana n pencari dan kerja. kepada kerja pemberi sistem

Tabel 3.1 Identifikasi Aktor dengan Aktifitasnya (Lanjutan) Aktor Tipe Aktor Aktifitas Aktor Keuntungan

Kepala Seksi Penempata n Tenaga Kerja

External server actor (Pelaku Server Eksternal)

- Mengawasi jalannya sistem informasi ketenagakerja an

Mengetahui sejauh sistem informasi ketenagakerjaa n berjalan. mana

Menerima laporan sistem informasi ketenagakerjaa n dari

Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigra si

External receiving actor (Pelaku Penerima Eksternal)

- Memeriksa laporan dari informasi ketenagakerja an akhir sistem

- Mendapat laporan dari sedang berjalan akhir sistem

informasi yang

Dari Tabel diatas, dapat diketahui apa saja yang dilakukan oleh aktor dalam Sistem Informasi Ketenagakerjaan yang ada di Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut serta keuntungan yang di dapat dari sistem tersebut. Serta dapat diketahui perbedaan antara User dan Aktor serta aktivitasnya seperti pada gambar berikut:

Perbedaan antara user dan actor :


UE S R D p t m m in n a a e a ka p ra a d ri e nn a A T R CO M la ka e ku n U EC S S A E

P n ri K rja e ca e

P a B sin ss A r rim ry u e cto

P n a ra e d fta n

P m e K rja e b ri e P a S rim ry yste A r m cto

A a a n P n ri ktiv si ku e ca K rja P m e K rja e , e b ri e d n lo o g n a wna

P tu a e gs E rn l S rv r A r xte a e e cto K p la S ksi ea e P n m a nT n g e e p ta e a a K rja e E rn l R ce in A r xte a e iv g cto P n a a nd n e g w sa a M m e n la n n e b rika ya a ya g d u h n u r n ib tu ka se

K p la D a T n g ea in s e a a K rja S sia d n e o l a T n ig si ra sm ra

P m riksa n e e a

Gambar 3.3 Perbedaan Antara User dan Aktor

3.2.2 Pengembangan Use Case Untuk melihat proses apa yang dilakukan Pencari Kerja, Pemberi Kerja dan Petugas terhadap sistem, maka dilakukan tahapan pengembangan dalam bentuk use case dengan bantuan Rational Rose maka informasi pada use case tidak dapat disimpan di dalam melainkan diluar case. Adapun proses yang dilakukan oleh Pencari

Kerja, Pemberi Kerja dan Petugas terhadap sistem adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Use Case Pendaftaran Use Case Login Use Case Edit Profil Use Case Cari Lowongan Use Case Bantuan Use Case Lowongan Use Case Pencarian Use Case Data Info Kerja Use Case Arsip Data

10. Use Case Analisa/Laporan 11. Use Case Statistik Data Dari respon-respon tersebut diatas maka diperoleh gambaran use case diagram sebagai berikutPendaftaran :
Pencari Kerja

Login

Edit Profil

Pemberi Kerja

Cari Lowongan

Bantuan

Petugas

Lowongan

Pencarian

Kepala Seksi Bagian Ketenagakerjaan

Data Infokerja

Arsip Data

Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi

Analisa/Laporan

Statistik Data

Gambar 3.4 Use Case Diagram Untuk Sistem Informasi Ketenagakerjaan

Dari gambar use case di atas dapat terlihat bahwa Pencari Kerja, Pemberi Kerja dan Petugas merupakan pengguna dari sistem Informasi Ketenagakerjaan yang diperlihatkan dengan tanda panah yang berarti user berinteraksi dengan sistem secara langsung. Kepala Seksi Bagian Ketenagakerjaan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Bukan merupakan pengguna sistem tetapi memiliki hubungan dengan sistem karena mendapatkan output berupa laporan dari sistem. Maka pada use case digambarkan dengan garis asosiasi yang berarti memiliki hubungan dengan system yang sedang berjalan. Dari setiap use case yang digambarkan diatas, pada tahap selanjutnya setiap use case pengembangan Activity Diagram. akan dijelaskan lebih rinci melalui

3.2.3 Pengembangan Activity Diagram Pada tahap pengembangan activity diagram ini, akan dijelaskan mengenai alur kerja dari Sistem Informasi Ketenagakerjaan yang berbasis web yang disebut Infokerja.web.id dimana pengguna dari situs ini adalah pengunjung dan petugas yang dilihat dari pengembangan use case. Dalam Sistem Informasi Ketenagakerjaan, Pengunjung yaitu Pencari Kerja maupun Pemberi Kerja tidak harus datang ke Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi, karena sistem informasi ketenagakerjaan yang sudah berbasis web memudahkan Pencari Kerja dan Pemberi Kerja dalam kegiatannya. Mereka hanya perlu membuka situs Infokerja.web.id yang dapat memenuhi kebutuhan mereka, dengan melakukan pendaftaran terlebih dahulu pada situs web Infokerja.web.id. Setelah diaktivasi oleh petugas maka Pencari Kerja dan Pemberi Kerja, dapat mengakses menu yang ada pada situs tersebut.

3.2.3.1.

Deskripsi Activity Diagram

Deskripsi Aktivitas Pengunjung : Pengunjung situs membuka alamat Infokerja.web.id kemudian,

pengunjung masuk ke tampilan depan dari situs tersebut yang berisi menu Pada Pencari Kerja, Pemberi Kerja, Tentang Kami dan Hubungi Kami. menu Pencari kerja, menampilakan Informasi mengenai

pengunjung yang akan mencari informasi lowongan kerja. Pada menu Pemberi kerja, menampilkan informasi mengenai pengunjung yang akan Kami, memberi adalah informasi menu lowongan kerja. Menu Tentang Kami, untuk berisikan informasi mengenai situs Infokerja.web.id dan menu Hubungi yang digunakan oleh pengunjung memberikan komentar dan kritik kepada Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut.

Namun, untuk mengakses layanan/aplikasi yang ada pada situs tersebut, terlebih dahulu pengunjung harus mendaftar sebagai member disesuaikan dengan kebutuhan. Apabila pengunjung adalah pencari kerja, maka pengunjung masuk ke menu pencari kerja. Setelah mengklik menu pencari kerja, pengunjung masuk ke form pencari kerja kemudian mendaftar dan mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan mendaftar, apabila belum menjadi member. langsung Setelah selesai pengunjung tidak dapat menggunakan

layanan/aplikasi yang tersedia, karena harus menunggu aktivasi dari petugas. Barulah setelah dilakukan aktivasi, pengunjung yang mendaftar sebagai pencari kerja dapat menggunakan layanan/aplikasi yang tersedia seperti edit profil, cari lowongan dan bantuan. Sama halnya dengan pengunjung yang akan menjadi pencari kerja, pengunjung yang akan menjadi pemberi kerja mengklik menu pemberi kerja, dan masuk ke form pemberi kerja. Kemudian mendaftar dan mengisi formulir pendaftaran terlebih dahulu, apabila belum menjadi member dan menunggu aktivasi dari petugas seperti yang dilakukan oleh pencari kerja agar dapat menggunakan layanan/aplikasi yang tersedia dari situs Infokerja.web.id. Setelah dilakukan aktivasi pengunjung yang mendaftar sebagai pemberi kerja dapat menggunakan layanan/aplikasi yang tersedia seperti edit profil, Lowongan Pencarian dan Bantuan. Menu lowongan disini digunakan untuk melhat data lowongan yang sudah ada, dan dapat menambahkan lowongan pekerjaan yang baru. Untuk menu pencarian, digunakan untuk mencari lowongan pekerjaan berdasarkan kriteria yang diinginkan.

Deskripsi Aktivitas Petugas : Selain pengunjung, pengguna dari situs Infokerja.web.id adalah

petugas. Petugas adalah, orang yang mengelola dan mengolah data pencari kerja, data pemberi kerja dan data lowongan pada sistem Informasi Ketenagakerjaan. Dalam aktivitasnya, petugas memiliki

kesamaan dengan pengunjung dimana petugas harus masuk ke situs Infokerja.web.id namun yang membedakan antara pengunjung dan petugas, adalah halaman website khusus untuk petugas yang dinamakan Infokerja.web.id admin site. Pertama, petugas harus login terlebih dahulu untuk dapat mengakses aplikasi yang ada pada Infokerja.web.id admin site. Dalam Infokerja.web.id Admin Site, petugas dapat mengakses menu yang ada pada situs tersebut yaitu menu ganti kata sandi yang digunakan apabila petugas perlu mengganti kata sandi pada saat login ke situs Infokerja.web.id. Menu data infokerja, petugas dapat mengetahui data dari pencari kerja, pemberi kerja dan lowongan dalam menu ini juga petugas dapat melakukan aktivasi identitas pemakai dan kata sandi pencari kerja dan pemberi kerja. Serta mengaktivasi iklan lowongan pekerjaan, apabila pemberi kerja membuat iklan. Namun, sebelum melakukan aktivasi pada iklan lowongan kerja, petugas harus melakukan survey terlebih dahulu untuk memastikan apakah iklan lowongan tersebut banar atau tidak kepada pihak yang bersangkutan. Menu Arsip Data berisikan informasi mengenai data pencari kerja yang sedang mencari kerja ataupun yang sudah mendapatkan pekerjaan. Selain data pencari kerja ada juga data pemberi kerja yang sedang mencari tenaga kerja dan data lowongan kerja yang ada. Menu Analisa/Laporan pada menu ini petugas dapat menganalisa pasar kerja dan dari hasil analisa petugas membuat laporan yang kemudian diserahkan kepada Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi. Dan yang terakhir adalah menu statistik data dimana petuga dapat Informasi mengetahui persentase melalui banyaknya pencari kerja, setelah pemberi kerja dan lowongan pekerjaan yang masuk kedalam system ketenagakerjaan situs Infokerja.web.id semua yang dibutuhkan oleh petugas telah dilakukan maka petugas melakukan logout dan selesai menggunakan sistem. Dari deskripsi aktivitas diatas dan penjelasan use case dapat dikembangkan activity diagram. Berikut gambar website Infokerja.web.id dan gambaran Aktivitas, yang dilakukan pengunjung

pada situs Infokerja.web.id yang digambarkan pada Activity Diagram pengunjung website, yang terdiri dari pencari kerja dan pemberi kerja serta activity diagram petugas dengan menggunakan notasi pada activity diagram yang dikemukaan oleh Munawar dengan bantuan rasional rose. 3.2.3.2. Activity Diagram Pencari Kerja

Berikut rincian activity diagram dari pemberi kerja sesuai tampilan web dan use case:

Gambar 3.5 Tampilan Depan Infokerja.web.id, (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)

Gambar 3.6 Tampilan Form Pencari Kerja, ( www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010 ) 1. Activity Diagram Pendaftaran Pencari Kerja Use Case Name : Pendaftaran. Pencari Kerja harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu pada website Infokerja.web.id agar dapat mengakses layanan, yang ada pada website tersebut sesuai dengan kebutuhannya.

Gambar 3.7 Tampilan Form Pendaftaran Pencari Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010) Gambar 3.7 Tampilan Form Pendaftaran Pencari Kerja

(www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010) (Lanjutan)

Gambar

3.7

Tampilan

Form

Pendaftaran

Pencari

Kerja

(www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010) (Lanjutan)

Gambar 3.8 Tampilan Pesan Kesalahan Pada Form Pendaftaran Pencari Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)

S ta r t

M e m b u k a S it u s In fo k e rja . w e b . id N

T a m p ila n D e p a n In fo k e rja . w e b . id

M e n u P e n c a ri K e rja F o rm P e n c a ri K e rja

Y S e le s a i?

K e lu a r D a r i S it u s In fo k e rja . w e b . id

E nd

K lik B u t t o n B e lu m P e rn a h M e n d a ft a r M e n u n g g u A k t iva s i O le h P e t u g a s F o rm P e n d a ft a ra n In p u t D a t a L o g in Y
P e n g is ia n S uda h Len gkap?

In p u t D a t a P rib a d i

D a ft a r

In p u t D a t a Res um e

In p u t D a t a P e n g a la m a n K e rja S e b e lu m n y a

In p u t D a t a L a ta r B e la k a n g P e n d id ik a n

In p u t D a t a K e te ra n g a n S in g k a t P e n g a la m a n K e rj a

In p u t D a t a P e k e rja a n

In p u t D a t a K rit e ria P e k e rja a n Y a n g D iin g ik a n

Gambar 3.9 Activity Diagram untuk Use Case Pendaftaran Pencari Kerja

2.

Activity Diagram Login Pencari Kerja Use Case Name : Login. Pencari Kerja yang telah menjadi member dari situs Infokerja.web.id memilih menu Login serta menginputkan Identitas Pemakai dan Kata Sandi untuk diperiksa atau divalidasi oleh sistem.

S ta r t

M e m b u k a S it s Gambar 3.10u Tampilan Pesan Kesalahan Pada Menu Login In f o k e r ja . w e b . i d


Pencari Kerja

(www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)

T a m p ila n D e p a n In f o k e r ja . w e b . i d

M e n u P e n c a ri K e rja

F o rm P e n c a ri K e rja

P esan K e s a la h a n N

L o g in

In p u t Id e n t it a s P e mK al i k a Bi u t t o n d a n k a ta S a n d i M a s u k

D a ta V a l id ?

Gambar 3.11 Tampilan Form Depan Pencari Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)

F o rm D e p a n P e n c a ri K e rja

End

Gambar 3.12 Activity Diagram untuk Use Case Login Pencari Kerja

3.

Activity Diagram Edit Profil Pencari Kerja Use Case Name : Edit Profil. Pencari Kerja yang telah menjadi member, dapat melakukan update profil dengan memilih menu edit profil, dan dilanjutkan menginputkan data member yang baru dan aktual.

2. 3.

Gambar 3.13 Tampilan Menu Edit Profil Pada Form Pencari Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010) Gambar 3.13 Tampilan Menu Edit Profil Pada Form Pencari Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010) (Lanjutan)

Gambar 3.13 Tampilan Menu Edit Profil Pada Form Pencari Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010) (Lanjutan)

Gambar 3.14 Tampilan Pesan Kesalahan Pada Menu Edit Profil Pencari Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)

Start

N Form Depan Pencari kerja Menu Edit Profil

End

Keluar Form Edit Profil Y


Logout?

Input Data Terbaru Pencari Kerja

Menyimpan Perubahan Profil

Klik Button Simpan

Sudah Lengkap?

Gambar 3.15 Activity Diagram Untuk Use Case Edit Profil Pencari Kerja

4.

Activity Diagram Cari Lowongan Use Case Name : Cari Lowongan. Pencari kerja yang sudah terdaftar sebagai member dapat mengakses layanan ini untuk mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan yang ada pada website tersebut dengan kriteria-kriteria yang dapat disesuaikan dengan memilih menu cari lowongan.

Gambar 3.16 Tampilan Menu Cari Lowongan Pada Form Pencari Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)

S ta rt

F o rm D e p a n P e n c a ri K e rja

Gambar a3.17 Tampilan Informasi Lowongan Berdasarkan M e n u C ri


lo w oKriteria Pencarian Pada Menu Cari Lowongan ngan N F o rm C a ri Low ongan

(www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)

E nd In p u t K rit e ria P e n c a ria n K e lu a r K lik B u t to n C a ri L o w o n g a n Y T a m p ila n In fo rm a s i Low ongan K lik B u t to n K e m b a li K e K rit e ria P e n c a ria n
L o g o u t?

K e m b a li K e K r iteY ria P e n c a r ia n ?

Gambar 3.18 Activity Diagram Untuk Use Case Cari Lowongan

5.

Activity Diagram Bantuan Pencari Kerja Use Case Name : Bantuan. Pencari kerja yang sudah terdaftar sebagai member dapat mengakses layanan ini yang

berisikan mengenai petunjuk umum dari Infokerja.web.id untuk pencari kerja dengan memilih menu bantuan.

N e w S ta Gambar 3.19 Tampilan te Menu Bantuan Pada Form Pencari Kerja

(www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)


F o rm D e p a n P e n c a ri K e rja M e n u B a ntu a n

F o rm B a n t u a n N Ta m p ila n In fo rm a s i/ K e t e ra n g a n w e b u n t u k P e n c a ri K e rja
L o g o u t?

K e lu a r Y

E nd

S ta r t

M e m b u k a S it u s In fo k e r j a . w e b . id

Gambar 3.20 Activity Diagram Untuk Use Case Bantuan Pencari


T a m p il a n D e p a n In fo k e r j a . w e b . id M e n u P e n c a ri K e r ja F o rm P e n c a ri K e r ja
M e m b e r ?D a ft a r

Kerja
N

Y L o g in

M e n g i s i F o r m u l i rM e n u n g g u D i a k t i vaSsei l e s a i ? F o rm oe P e n d a ft a r a nP e n d a ft a r a n P e n c a r i K le rhja P e t u g a s

D a ta V a l i d ? P e s a n

N Y F o rm D e p a n P e n c a ri K e r ja N
E d i t P r o fi l ?

K e s a la h a n Y

Y N

M e n u E d it P r o fil
L o g o u t?

C a ri L o w o n g a n ? M e n u C a ri

Y N
B a n tu a n

Lowongan

K e lu a r d a r i s i t u s In fo k e r j a . w e b . id

E nd

M e n u B a n tu a n N

Gambar 3.21 Activity Diagram Pencari Kerja

Pada gambar di atas mengambarkan activity diagram dari pencari kerja sesuai dengan gambar tampilan form pencari kerja secara umum. 3.2.3.3. Activity Diagram Pemberi Kerja

Berikut rincian activity diagram dari pemberi kerja sesuai tampilan web dan use case :

Gambar 3.22 Tampilan Form Pemberi Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010) 1. Activity Diagram Pendaftaran Pemberi Kerja Use Case Name : Pendaftaran. Pemberi Kerja harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu pada website Infokerja.web.id, agar dapat mengakses layanan yang ada pada website tersebut sesuai dengan kebutuhannya.

Gambar 3.23 Tampilan Form Pendaftaran Pemberi Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010) Gambar 3.23 Tampilan Form Pendaftaran Pemberi Kerja

(www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010) (Lanjutan)

Gambar 3.24 Tampilan Pesan Kesalahan Form Pendaftaran Pemberi Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)
Membuka Situs Infokerja.web.id N
Start

Tampilan Depan Infokerja.web.id

Menu Pemberi Kerja Form Pemberi Kerja

Y Seles ai?

Keluar Dari Situs Infokerja.web.id

End

Klik Button Belum Pernah Mendaftar Menunggu Aktivasi Oleh Petugas Form Pendaftaran Input Data Login Y
Pengis ian Sudah Lengkap?

Input Data Perusahaan

Daftar

Input Data Lowongan Pekerjaan

Input Data Kriteria

Gambar 3.25 Activity Diagram untuk Use Case Pendaftaran Pemberi Kerja 2. Activity Diagram Login Pemberi Kerja Use Case Name : Login. Pemberi Kerja yang telah menjadi member dari situs Infokerja.web.id, memilih menu Login serta menginputkan Identitas pemakai dan kata sandi untuk diperiksa atau divalidasi oleh sistem.

Gambar 3.26 Tampilan Pesan Kesalahan Login Pada Form Pemberi Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)

Gambar 3.27 Tampilan Form Depan Pemberi Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)

S ta rt

M e m b u k a S it u s In fo k e rja . w e b .id

Ta m p ila n D e p a n In fo k e rja . w e b .id

M e n u P e m b e ri K e rja

F o rm P e m b e ri K e rja

P es an K e s a la h a n N

L o g in

In p u t Id e n t it a s P e m a k a i d a n k a ta S a n d i

K lik B u t to n M asuk

D a ta Va lid ?

Y F o rm D e p a n P e m b e ri K e rja

E nd

Gambar 3.28 Activity Diagram untuk Use Case Login Pemberi Kerja 3. Activity Diagram Edit Profil Pemberi Kerja Use Case Name : Edit Profil. Pemberi Kerja yang telah menjadi member, dapat melakukan update profil dengan memilih menu edit profil, dan dilanjutkan menginputkan data member yang baru dan aktual.

Gambar 3.29 Tampilan Menu Edit Profil Pemberi Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)

Gambar 3.30 Tampilan Pesan Kesalahan Pada Menu Edit Profil Pemberi Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)

Start

N Form Depan Pemberi kerja Menu Edit Profil Keluar Form Edit Profil Y

End

Logout?

Input Data Terbaru Pemberi Kerja Menyimpan Perubahan Profil Klik Button Simpan N Y

Sudah Lengkap?

Gambar 3.31 Activity Diagram Untuk Use Case Edit Profil Pemberi Kerja 4. Activity Diagram Lowongan Pemberi Kerja Use Case Name : Lowongan. Pemberi kerja yang sudah menjadi member dapat memasang lowongan pekerjaan dengan memilih menu Lowongan selain itu pemberi kerja dapat melakukan modifikasi data lowongan yang pernah terpasang ataupun data yang baru dipasang.

Gambar 3.32 Tampilan Menu Lowongan Pada Form Pemberi Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)

Gambar 3.33 Tampilan Form Daftar Lowongan Baru (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)

S ta r t

F o rm P e m b e ri K e rja

M enu Low ongan

F o rm D a ft a r Low ongan

T a m p ila n D a ft a r Low ongan

Tam b ah L o w o n g a n B a ru ?

K l ik B u t t o n L o w o n g a n B a tu

E nd

F o rm D a fta r L o w o n g a n B a ru K e lu a r D a r i In fo k e rja . w e b . id In p u t D a t a Is i Low ongan Y In p u t D a t a L o w o n g a n P e k e rja a n


L o g o u t?

In p u t D a t a K rit e ria

D a ft a r? Y N K l ik B u t t o n D a ft a r

K l ik B u t to n D a ft a r

Y P e n g is ia n S uda h Lengkap?

M enunggu A k t iva s i P e t u g a s

Gambar 3.34 Activity Diagram Untuk Use Case Lowongan

5.

Activity Diagram Pencarian Use Case Name : Pencarian. Pada menu pencarian, pemberi kerja dapat mencari lowongan kerja, sesuai dengan kriteria yang bibutuhkan untuk mengetahui kriteria yang ada pada pencari kerja.

Gambar 3.35 Tampilan Menu Pencarian Pada Form Pemberi Kerja (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)

S ta rt

F orm Depan P em beri K erja

M enu P enc arian

Gambar 3.36 Tampilan Form Kriteria Pencarian Pada Menu


F orm P enc arian

Pencarian
E nd (www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)

Input K riteria P enc arian K eluar dari W E b Infok erja.web.id Y Tam pilan Inform as i P enc ari K erja K lik B utton K em bali K e K riteria P enc arian
L o g o ut?

K lik B utton Cari Lowongan

K e m ba li K e K rite ria Y P e n carian ?

Gambar 3.37 Activity Diagram Untuk Use Case Pencarian

6.

Activity Diagram Bantuan Use Case Name : Bantuan. Pemberi kerja yang sudah terdaftar sebagai member dapat mengakses layanan ini yang berisikan

mengenai petunjuk umum dari Infokerja.web.id untuk pemberi kerja dengan memilih menu bantuan.

N e S ta te Gambar 3.38w Tampilan Menu Bantuan Pemberi Kerja

(www.Infokerja.web.id, 26 Januari 2010)


F o rm D e p a n P e m b e ri K e rja

M e nu B antu an

T a m p ila n In fo rm a s i/K e t e ra n g a n w e b u n t u k P e m b e ri K e rja


L o g o u t?

K e lu a r

End

S ta r t

M e m b u k a S it u s In fo k e r ja .w e b . id T a m p ila n D e p a n In fo k e r ja .w e b . id N

Gambar 3.39 Activity Diagram Untuk Use Case Bantuan M enu


P e m b e ri F o rm P e m b e ri
M e m b e rD a f ta r ?

M e n g is i F o r m uMlire n u n n g u A k tiv a s iS e le s a i ? P e m b e r i K e rj a O le h P e t u g a s

M asuk

D a ta V a lid ? P e s a n

K e s a la h a Y N M e n u E d it P r o f il M enu Lowongan M enu P e n c a r ia n M enu B a n tu a n


L o g o u t?

Y F o rm D e p a n P e m b e r i K e r ja
E d it P r o f i l?

N
Lowongan?

K e lu a r

N N
B a n tu a n ?

End

P e n c a r ia n ?

S ta rt

M em b uk a S itu s In fo k e rja .w e b.id

Tam pilan D e pa n In fo k e rja .w e b.id

P en c a ri K erja

P e m b e ri K e rja

Ten ta ng K a m i

H u b un g i K am i

F orm P e nc a ri K e rja

F orm P em b eri K e rja


Me m b e r?

F orm Te n ta n g K am i D a ft ar N

F orm H ub u ng i Kam i

Me m b e r?

M en g is i F o rm H u b un g i K am i

D aft a r N L og in M e n gis i F o rm u lir P en c a ri K erja

Y L og in

M e n gis i F o rm u lir P e m b eri K e rja


D a ta Va l id ?

M en g irim K o m en ter/ K ritik

D a ta Va lid ?

Gambar 3.40 ActivityN Diagram Pemberi Kerja K e s a la h an


P esan K es a la h an M e n un g gu A k iva s i P e tug a s Y F orm D e pa n M en un g gu A k tivas i P et u gas

P esan

N Y

Pada gambar di atas b e rimengambarkan activity diagram dari Pem K e rja N


E d it P ro fil ?

pemberi kerja sesuai dengan gambar tampilan form pemberi kerja P en c a ri K erja secarait umum. E d it E d P ro fil ? F orm
N Y P rofil
L o g o u t? C a ri L o w o n g a n ? F orm C ari

F orm D ep a n

N N

Y
Lowongan?

F o rm E d it P ro fil

Y N
P e n c a ria n ?

F orm P as a ng Lo w o ng an F o rm P en c arian

L o g o u t?

Y N Y

L ow o n gan

B a n tu n ? F o rm B a n Diagram Pengunjung 3.2.3.3. a Activitytuan

Y Y
K e lu a r d a ri In fo ke rja .w e b .id ?

Y End

Gambar 3.41 Activity Diagram Pengunjung Website

Pada Activity Diagram diatas, pengunjung situs dibagi menjadi dua yaitu Pencari Kerja dan Pemberi kerja.

3.2.3.4.

Activity Diagram Petugas

Berikut rincian activity diagram dari petugas : 1. Activity Diagram Login Petugas Use Case Name : Login. Petugas memilih menu Login serta menginputkan User Name dan Password untuk diperiksa atau divalidasi oleh sistem, agar dapat masuk ke Infokerja.web.id admin site.

Gambar 3.42 Tampilan Login Petugas (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

Gambar 3.43 Tampilan Invalid Login Petugas [www.Infokerja.web.id admin site]

Gambar 3.44 Tampilan Depan Infokerja.web.id admin site (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

Sa t rt

Ms k K S s a u e itu I f k r .w b A m S no eja e .id d in ite

Lg o in

D taV lid a a ?

N Y H la a D p n a mn e a I f k r .w b A m S no eja e .id d in ite

Ps n ea K s la a ea hn

Ed n

Gambar 3.45 Activity Diagram untuk Use Cae Login Petugas 2. Activity Diagram Ganti Kata Sandi Use Case Name : Ganti kata Sandi. Pada menu ini petugas dapat mengganti kata sandi jika ingin mengubah kata sandi yang telah ada dengan menginput kata sandi yang baru.

Gambar 3.46 Tampilan Form Ganti Kata Sandi (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)
H la a D p n a mn e a In k rja e .idA m S fo e .w b d in ite
S rt ta

M n K ta eu a Sni ad Ed n F r Gn om a ti K taS n i a ad K lu r e a In u O p t ld P s w rd as o

I p t Nw nu e P s w rd as o

M n im a P ru a a ey pn e bhn K taS n i a ad

In u C nir pt of m P s w rd as o

S pn im a ?

K B tto lik u n S b it um

N K B tto lik u n Rs t ee

Gambar 3.47 Activity Diagram Untuk Use Case Ganti Kata Sandi 3. Activity Diagram Data Infokerja Use Case Name : Data Infokerja. Petugas memilih menu Data Infokerja untuk melakukan aktivasi member (Pengunjung Website) dan lowongan. selain itu pada menu ini petugas dapat melihat data pencari kerja, pemberi kerja dan lowongan kerja.

Gambar 3.48 Tampilan Form Aktivasi pada menu Data Infokerja (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

Gambar 3.49 Tampilan Form Data Pencari Kerja Pada Menu Data Infokerja (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

Gambar 3.50 Tampilan Form Data Pemberi Kerja Pada Menu Data Infokerja (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

Gambar 3.51 Tampilan Form Data Lowongan Pada Menu Data Infokerja (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

Gambar 3.52 Tampilan Form Cari Pencari Kerja Pada Menu Data Infokerja (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

Gambar 3.53 Tampilan Form Cari Pemberi Kerja Pada Menu Data Infokerja (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

Gambar 3.54 Tampilan Form Cari Lowongan Pada Menu Data Infokerja (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

S ta r t

H a la m a n D e p a n In f o k e r ja . w e b . id A d m i n S i t e

M e n u D a ta In f o k e r j a N
F o r m A kF t iov ra ms i ?A k t i v a In i f o r m a s i P e n d a f t a rA P t ief an Ksc ila?i kr i B u t t o n A k t i v a s i u n t u k k s

Y N

K e r j a . P e m b e r i K e r j a , Y L o w o na gk at i nv a s i N

F o r m P e nF co ar mi D a t a In f o r m a s i r T a m b a h P e nl i ck a Br i u t t o M e n g i s i F o r m P e n d a f t a r a n K n K e r j a Y? P e n c a r i K e r Pj a e n c a r i K e r j a K e r j a ?Y P e n c a ri K e r ja N ew

F o r m P e m F bo er m i D a t a In f o r m a s i r T a m b a h K l i k B u t t o M e n g is i F o r m P e n d a ft a r a n D a ft a r n K e r j a ?Y P e m b e r i K eP r ej a m b e r i K e r j a P e m b e Y i K e rNj ae ?w r P e m b e r i K e r ja

N
T a m b a h K li k B u t t o n M e n g is i F o r m L o w o n Y a n ?N e w g Low ongan

F o rm F o r m D a t a In f o r m a s i L o w o n Y a n ?L o w o n g a n L o w o n g a n g

N
F o r m C a r i F o r m C a r i D In t pa u t K r i t e Kr i al i k B u t t o n T C m rpi i l a n I n f o r m a s i a a a L o w o n gY a n ? L o w o n g a n P e n c a r i a n L o w o n g a n L o w o n g a n

N
F o r m C a r i F o r m C a r i D a I n a p u t K r i t e Kr i a i k B u t t o n T C m rpi i l a n I n f o r m Ka se m b a Kl i lKi k e B u t t o n K e m b a l i K e t l a a i P e n c a r Yi K e r j Pa ?e n c a r i K e r j a P e n c a r i a n P e n c a r i K e rPj ae n c a r i K e r j a K r i t e rY i a K r i t e r i a P e n c a r i a n

N
F o r m C a r i F o r m C a r i D a It na p u t K r i t e Kr i a i k B u t t o n TC a am r i p i l a n I n f o r m a s i l P e m b e Y i K e P j ae ?m b e r i K e r j aP e n c a r i a n P e m b e r i K e rPj ae m b e r i K e r j a r r

N N N
L o g o u t?

K e l u a r d a r i I n fo k e Er j na d. w e b . i d a d m in s it e

Gambar 3.55 Activity Diagram Untuk Use Case Data Infokerja

4.

Activity Diagram Arsip Data Use Case Name : Arsip Data. Petugas memilih menu Arsip data untuk mengetahui Arsip atau penyimpanan data dari pencari kerja, pemberi kerja dan lowongan kerja secara Keseluruhan.

Gambar 3.56 Tampilan Form Arsip Pencari Kerja Pada Menu Arsip Data (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

Gambar 3.57 Tampilan Form Arsip Pemberi Kerja Pada Menu Arsip Data (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

Gambar 3.58 Tampilan Form Arsip Lowongan Pada Menu Arsip Data (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

S ta r t

H a la m a n D e p a n In f o k e r j a . w e b . i d A d m i n S i t e

M e n u A rs ip D a ta

A r s i p P e n cF aor ri m A r s i p In f o r m a s i D a t a P e n c a r i K e r j a ? Y P e n c a r i K e r j aK e r j a S e c a r a K e s e l u r u h a n

N
A r s i p P e m Fb oe rr m A r s i p In f o r m a s i D a t a P e m b e rLi oK g eo r uat ? i j K e r j a ?Y P e m b e r i K e rja S e c a r a K e s e l u r u h a n Y

K e lu a r D a r i E n d In f o k e r j a . w e b . i d

N
A rs ip F o r m A r s i p In f o r m a s i D a t a L o w o n g a n L o w o nYg a Ln o? w o n g a n K e r j a S e c a r a K e s e l u r u h a n

Gambar 3.59 Activity Diagram Untuk Use Case Arsip Data

5.

Activity Diagram Analisa/Laporan Use Case Name : Analisa/Laporan. Petugas memilih menu Analisa/laporan untuk melakukan analisis terhadap pasar kerja untuk kemudian dibuat laporan yang diserahkan kepada Kepala Seksi Bagian Ketenagakerjaan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi.

Gambar 3.60 Tampilan Form Analisa/Laporan Pada Form Petugas (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

Gambar 3.47 Activity Diagram Untuk Use Case Analisa/Laporan

Gambar 3.61 Tampilan Form AnalisaPasa Kerja Pada Menu Analisis/Laporan Dalam Bentuk Laporan

(www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

S ta r t

H a la m a n D e p a n In fo k e r ja . w e b . id A d m in S it e

M enu A n a li s is / L a p o ra n

K lik B u t t o n G a n ti F o rm A n a l is is P a s a r K e r ja

T a m p ila n In fo rm a s i A n a li s is P a s a r K e r ja E nd

P i lih T a h u n

T a m p il a n B e ru p a T a b e l K e lu a r d a ri In fo k e r ja . w e b . id a d m in T a m p il a n B e r u p a G r a fik

P e rio d e p e r b u la n ?Y

P i lih P e ri o d e P e rb u la n P i lih P e ri o d e P e r T ri w u la n T a m p il a n B e r u p a L a m p ira n N

Y
L o g o u t?

Gambar 3.62 Activity Diagram Untuk Use Case Analisis/Laporan

6.

Activity Diagram Statistik Data Use Case Name : Statistik Data. Petugas memilih menu Statistik Data untuk mengetahui data statistik dari pencari kerja, pemberi kerja dan lowongan kerja.

Gambar 3.63 Tampilan Form Statistik Pencari Kerja Pada Menu Statistik Data (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

Gambar 3.64 Tampilan Form Data Statistik Pencari Kerja Pada Menu Statistik Data (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

Gambar 3.65 Tampilan Form Statistik Pemberi Kerja Pada Menu Statistik Data (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

Gambar 3.66 Tampilan Form Data Statistik Pemberi Kerja Pada Menu Statistik Data (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

Gambar 3.67 Tampilan Form Statistik Lowongan Pada Menu Statistik Data (www.Infokerja.web.id admin site, 26 Januari 2010)

S ta r t

H a la m a n D e p a n In fo k e r ja . w e b . id A d m in S it e

M e n u S t a t is t i k D a ta

Gambar 3.68 Tampilanja Form Data Statistik Lowongann Padar j a S t a tis t ik P e c a ri K e P e n c a ri K e r L ih a t Y Menu Statistik Data (www.Infokerja.web.id admin site, 26 N
P e m b e r i K e F j o r?m S t a t i s t ik P i lih P e 2010) K l ik B u t t o n ra Januari r i o d e

P e n c a r i K e r Fa o? r m S t a t i s t ik j

P i l ih P e r i o d e

K l ik B u t t o n

In fo r m a s i D a t a

Y N

P e m b e r i K e r ja

L ih a t

In fo r m a s i D a t a S t a t i s t i k P e m b e r i K e r ja

L o w o n g a n ? F o rm S t a t is t ik

P i li h P e r i o d e

L o w o n g a n K e rja

K l ik B u t t o n L ih a t

In fo r m a s i D a t a S t a t i s t ik L o w o n g a n

N N
L o g o u t?

K e lu a r

E nd

Gambar 3.69 Activity Diagram Untuk Use Case Statistik Data

S t a rt

M a s u k K e In f o k e r j a .w e b . i d A d m i n S i te L o g in
D a t aN V a lid ?
Y

P e sa n K e sa l a h a

N H a la m a n D e p a n G a n ti In f o k e r j a .w e . i d A d m i n S i K a ta Y te

M e n g g a n ti K a ta S a n d i

D a ta In fo k e r j a
A kti v a si ?

A rs ip D a ta Y Menu A k ti v a s i
A rsi p Y P e n c a ri A rsi p P e m Y e ri b

A n a l i s a /L a p o r a n M e n u A rs ip P e n c a ri K e r ja M e n u A rs ip P e m b e r i K e r ja

S ta t i s ti k D a ta

M e n u P e n c a ri P e n c a ri K e rja Y K e rj a ?
P e m b e ri K e rj a ? Y

A n a l is i s P asar

N Menu P e m b e r i K e r ja nu Lowongan

N
A rsi p L o w oY g a n n

P e n c a ri K e r j aY? P e m b e ri

M e n u S ta t i s ti k P e n c a r i k e r ja M e n u S ta t i s ti k P e m b e ri K e r ja M e n u S ta t i s ti k Low ongan

M e n u A r s i p L o w o n g M n n u A n a l i s i s P a s a rK r j a ?Y ae K e rja N P e k e rja a n

N
L o w o n g M ne a ?

Lowongan Y ?

N Y
C a ri M a n LY w o n g a n o C a ri Y P e n c a ri C a ri P e m b e Yi r

u c a ri L o w o n g a n M e n u C a ri P e n c a r i K e r ja M e n u C a ri P e m b e r i K e r ja

N N

N N

L o g o u t? Y

Log Out

End

Gambar 3.70 Activity Diagram Petugas

Pada gambar di atas mengambarkan activity diagram dari Petugas secara umum epan pada Infokerja.web.id admin site. P enc ari K erja Ta m pilan D M enu P enc ari F orm P enc ari
Infok erja.w eb. id A k s e s Info k erja.w e b.id K lik M e nu P enc ari K erja Load orm P e nc a ri K erja 3.2.4 Pengembangan Interaction FDiagram Tam p ilan F orm enc a ri Case dan Diagram Activity diatas, Dari Pengembangan PUse K erja K erja K erja F o rm P en da ft ara n

untuk mengetahui interaksi antara aktor dengan sistem beserta aktifitasnya lebih spesifik, maka dibuat pengembangan Interaction
Tam pilan F membuat diagram yang salah satunya denganorm P end afta ran sequence diagram. Input D ata Lo g in Input D at a P ribad i Inp ut Data Res um e Load F orm P e n daftaran

K lik B u tto n B elum P e rnah M endaftar

3.2.4.1 1.

Sequential Diagram Pencari didik an In put Da ta Latar B elak ang P en Kerja


In put Da ta P ek e rjaan

Sequential diagramInPendaftaranerja an y an g diingin k an put Da ta K riteria P ek Pencari Kerja


In put D at a K e teran gan P eng alam an K erja Input D ata P eng alam an K erja S e belu m ny a K lik B u tton Daftar Tam pila n k es alaha n jik a p engis ian fo rm ulir be lu m len g k ap Tam pilan pe nungguan ak tivas i jik a peng is ian form ulir s uda h le ng k a p

Gambar 3.71 Sequential diagram Pendaftaran Pencari Kerja


Pencari Kerja Tampilan Depan Form Pencari Form Depan Pada Gambar 3.71 di atasMenu Pencari menggambarkan rangkaian/sekuensi Infokerja.web.id Kerja Kerja Pencari Kerja

interaksi Akses Infokerja.web.id objek Pencari Kerja, Tampilan Depan Infokerja.web.id, Menu
Klik Menu Pencari Kerja

Pencari Kerja, Form Pencari Kerja, Form Pendaftaran.


Tampilan Form Pencari Kerja

Load Form Pencari Kerja

2.

Input Identitas Sequential diagramPemakai dan Kata Sandi Login Pencari Kerja Klik Button Masuk Tampilan Kesalahan Jika Identitas pemakai dan kata sandi salah
Load Form Depan Pencari kerja

Tampilan Form Depan Pencari Kerja

Gambar 3.72 Sequential diagram Login Pencari Kerja Pada Gambar 3.72 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Pencari Kerja, Tampilan Depan Infokerja.web.id, Menu Pencari Kerja, Form Pencari Kerja, Form Depan Pencari Kerja.

3.

Sequential diagram Edit Profil


P n ri K rja e ca e A s F rmP n ri K rja kse o e ca e K M n E it P fil lik e u d ro L a F rmEd P fil od o it ro T m la F rmE it P fil a p n o d ro In u D ta T rb ru P n ri K rja pt a e a e ca e K B tto S p n lik u n im a T m ila p sa ke la a jika d ta b lu le g p a p n e n sa h n a e m n ka P n p n n p ru a a p fil jika d ta su a le g p e yim a a e b h n ro a d h n ka F rmD p n o ea P n ri K rja e ca e M n E it eu d P fil ro
F ormE P dit rofil

Gambar 3.73 Sequential diagram Edit Profil Pencari Kerja Pada Gambar 3.73 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Pencari Kerja, Form Depan Pencari Kerja, Menu Edit Profil, Form Edit Profil. 4. Sequential diagram Cari Lowongan
Pencari Kerja Form Depan Pencari Kerja Akses Form Pencari Kerja Menu Cari Lowongan Form Cari Lowongan

Klik Menu Cari Lowongan Load Form Cari Lowongan Tampilan Form Cari Lowongan Input Kriteria Pencarian Klik Button Cari Lowongan Tampilan Informasi Lowongan Jika ingin kembali ke kriteria pencarian klik button kembali ke kriteria pencarian Klik Button Kembali Ke Kriteria Pencarian

Gambar 3.74 Sequential diagram Cari Lowongan Pada Gambar 3.74 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Pencari Kerja, Form Depan Pencari Kerja, Menu Cari Lowongan, Form Cari Lowongan.

5.

Sequential diagram Bantuan


Pencari Kerja Form Depan Pencari Kerja Akses Form Pancari Kerja Klik Menu Bantuan Load Form Bantuan Menu Bantuan Form Bantuan

Tampilan Informasi atau keterangan web untuk pencari Kerja

Gambar 3.75 Sequential diagram Bantuan Pada Gambar 3.75 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Pencari Kerja, Form Depan Pencari Kerja, Menu Bantuan, Form Batuan. 3.2.4.2 1. Sequential Diagram Pemberi Kerja

Sequential diagram Pendaftaran Pemberi Kerja


Pemberi Kerja Tampilan Depan Infokerja.web.id Menu Pemberi Kerja Form Pemberi Kerja Form Pendaftaran

Akses Infokerja.web.id Klik Menu Pemberi Kerja Load Form Pemberi Kerja Tampilan Form Pemberi Kerja Klik Button Belum Pernah Mendaftar Load Form Pendaftaran

Input Data Login Input Data Perusahaan Input Data Lowongan Pekerjaan Input Data Kriteria Klik Button Daftar Tampilan kesalahan jika pengisian formulir belum lengkap Tampilan penungguan aktivasi jika pengisian formulir sudah lengkap

Gambar 3.76 Sequential diagram Pendaftaran Pemberi Kerja Pada Gambar 3.76 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Pemberi Kerja, Tampilan Depan Infokerja.web.id, Menu Pemberi Kerja, Form Pemberi Kerja, Form Pendaftaran.

2.

Sequential diagram Login Pemberi Kerja


Pemberi Kerja Tampilan Depan Infokerja.web.id Menu Pemberi Kerja Form Pemberi Kerja Form Depan Pemberi Kerja

Akses Infokerja.web.id Klik Menu Pemberi Kerja Tampilan Form Pemberi Kerja Input Identitas Pemakai dan Kata Sandi Klik Button Masuk Load Form Pemberi Kerja

Pesan kesalahan jika identitas pemakai dan kata sandi yang dimasukan salah
Load Form Depan Pemberi Kerja

Tampilan Form Depan Pemberi Kerja

Gambar 3.77 Sequential diagram Login Pemberi Kerja Pada Gambar 3.77 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Pemberi Kerja, Tampilan Depan Infokerja.web.id, Menu Pemberi Kerja, Form Pemberi Kerja, Form Depan Pemberi Kerja.

3.

Sequential diagram Edit Profil Pemberi Kerja P e m b e ri K e rja F o rm D e p a n P e m b e ri K e rja M e n u E d it P ro fil


F o rm E d it P ro fil

A k s e s F o rm P e m b e ri K e rja K lik M e n u E d it P ro fil L o a d F o rm E d it P rofil Ta m p la n F o rm E d it P ro fil In p u t D a t a Te rb a ru P e m b e ri K e rja K lik B u t to n S im pa n Ta m p ila n P e s a n K es a la h a n Jik a d a ta b e lu m le n g k a p P e n y im p an a n P e ru b a h a n p ro fil jik a d a ta s u d a h le n g k a p

Gambar 3.78 Sequential diagram Edit Profil Pemberi Kerja

Pada Gambar 3.78 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Pemberi Kerja, Form Depan Pemberi Kerja, Menu Edit Profil, Form Edit Profil.

4.

Sequential diagram Lowongan


F r P m ei om e b r K rja e Mn eu L wn a o ogn F r D fta om a r L wn a o ogn

P me K r e b ri eja
A se F rmP m e K rja k s o e b ri e

K Mn L wn a lik e u o o g n
L a F rmD fta L w n a od o a r o ogn

J ain inm n m a lo o g nk b tto lo o g nb r ik g e a b h w n a lik u n w n a au K B tto L w n a B r lik u n o o g n au I p t d talo o g nb r nu a w n a au J ain inm m a lk np n m a a lo o g nb r k b tto b ta ik g e b ta a e a b h n w n a au lik u n a l K b tto b ta lik u n a l J ain inm n a rk nlo o g nb ruk d f r ik g e d fta a w n a a lik ata K b tto d fta lik u n a r P s nk s la a jik d tay n d a u nb lu le g a e a e a h n a a a g im s ka e m n k p
T m ila p n n g a a tiv si jik d tay n d a k nsu a le g a a p n eugun k a a a a g im su a dh nkp

Gambar 3.79 Sequential diagram Lowongan Pada Gambar 3.79 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Pemberi Kerja, Form Pemberi Kerja, Menu Lowongan, Form Daftar Lowongan.

5.

Sequential diagram Pencarian


Pem beri Kerja Akses Form Pem beri Kerja Klik Menu Pencarian Load Form Pencarian T pilan Form Pencarian am Input Kriteria Pencarian Klik Button C Low ari ongan T pilan Inform Low am asi ongan Jika ingin kembali ke kriteria pencarian klik button kem bali ke kriteria pencarian Klik Button Kem bali Ke Kriteria Pencarian Form D epan Pem beri Kerja M enu Pencarian Form Pencarian

Gambar 3.80 Sequential diagram Pencarian Pada Gambar 3.80 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Pemberi Kerja, Form Pemberi Kerja, Menu Pencarian, Form Pencarian.

6.

Sequential diagram Bantuan


Pemberi Kerja Form Depan Pemberi Kerja Akses Form Pemberi Kerja Klik Menu Bantuan Load Form Bantuan Tampilan Informasi atau keterangan web untuk Pemberi Kerja Menu Bantuan Form Bantuan

Gambar 3.81 Sequential diagram Bantuan Pada Gambar 3.81 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Pemberi Kerja, Form Depan Pemberi Kerja, Menu Bantuan, Form Batuan.

3.2.4.3 1.

Sequential Diagram Petugas

Sequential diagram Login Petugas


Petugas
Infokerja.web.id admin site

Form Login

Halaman Depan Infokerja.web.id admin site

Akses Infokerja.web.id admin site login.asp

Load Form Login Tampilan Form Login Input Username dan Password Klik Button Submit

Pesan Kesalahan Jika Username atau password salah Load Halaman Depan Infokerja.web.id admin site

Tampilan Halaman Depan Infokerja.web.id admin site

Gambar 3.82 Sequential Diagram Login Petugas Pada Gambar 3.82 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Petugas, Infokerja.web.id admin site, Form Login, Tampilan Halaman Depan Infokerja.web.id admin site.

2.

Sequential diagram Ganti Kata Sandi

P etu ga s

H a la m a n d e p a n In fo ke rja .w e b .id a d m i n s ite

M e n u G a nt i K ata S an di

F o rm G an ti K a ta S an di

Ak s e s H a la m a n D e p a n In fo k e rja .w e b .id a d m in s ite

K lik M enu G an ti K a ta S an di
L o a d Fo rm G a n ti K a ta S a n d i

Ta m pila n F o rm G an t i K ata S an di In pu t O ld P as s w ord In pu t N e w P as s w o rd Inp ut C on firm P a s s w o rd Jik a tida k ak an m e ngg an ti k ata s a ndi k lik bu t ton res et K lik B u tton R es e t Jik a a k a n dila k u k a n p eny im pa nan k lik bu tton s u bm it K lik B u tto n S ub m it P e ny im p an an P e rub aha n k ata s a ndi

Gambar 3.83 Sequential Diagram Ganti Kata Sandi Pada Gambar 3.83 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Petugas, Tampilan Halaman Depan Infokerja.web.id admin site, Menu Ganti Kata Sandi, Form Ganti Kata Sandi.

3.

P etugas

Form A k tivas F orm H a la m a n d e p an Sequential indiagram i Datadata PForm Data Info em beri K erja Kerja In fo ke rja .w e b .id a d m s ite P encari Kerja K lik F orm A k tivas i

F orm Data Lowongan

F orm c ari D ata lowongan

F orm Cari Data P enc ari K erja

F orm Cari Data P em beri K erja

Aks e s H a la m a n D e p a n In fo ke rja.w e b .id a dm in s ite

Inform as i P enc ari K erja,P em beri K erja,Lowongan Jika A kan Dilak uk an Ak tivas i Klik Button A k tivas i K lik F orm Data P enc ari K erja Inform asi m engenai data penc ari k erja Jk a ak an m enam bah data penc ari k erja klik new Klik button new m engis i form pendaftaran penc ari kerja k lik daftar K lik F orm P em beri K erja Inform as i engenai data P em beri k erja Jik a ak an m enam bah data pem beri kerja k lik new k lik button new m engis i form pendaftaran pem beri kerja k lik daftar K lik F orm Data Lowongan Inform asi m engenai data lowongan Jik a A kan M enam bah lowongan klik new K lik B utton new M engis i F orm Lowongan K lik Daftar K lik F orm Cari Data Lowongan Input K riteria Pencarian K lik B utton Cari Data Lowongan Tam pilan Inform as i Data Lowongan K lik F orm Cari Data P enc ari Kerja

Input Kriteria P encarian

K lik B utton Cari Data P encari Kerja Tam pilan Inform as i Data P enc ari K erja K lik F orm Cari Data P em beri K erja Input K riteria P encarian Klik Button Cari Data P em beri K erja Tam pilan Inform as i Data Pem beri Kerja

Gambar 3.84 Sequential Diagram Data Info Kerja


P e tug a s F o rm A r s ip H a la m a n D e p a n M e n u A rs ip F o rm A r s ip F o rm A r s ip Pada Gambar 3.84 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi In f o k e r j a .w e b . i d a d m i D as ti ae n t P e n c a r i K e r jaP e m b e r i K e r j a L o w o n g a n K e r j a interaksi objek Petugas, Tampilan Halaman Depan Infokerja.web.id
A k s e s H a l a m a n D e p a n In fo k e r j a . w e b . i d a d m i n s i te

admin site, Form Aktivasi, Form Data Pencari Kerja, Form Data Pemberi
K l ik M e n A r s i p D a t a Kerja, Form Data Lowongan, uForm Cari Data Lowongan, Form Cari Data

Pencari Kerja, Form Cari DataL Pemberi AKerja.a ta P e n c a r i K e r j a o a d F o rm rs ip D 4. Sequential diagram Arsip Data In fo r m a s i d a t a p e n c a r i k e r j a s e c a r a k e s e l u r u h a n
L o a d F o rm A rs ip P e m b e ri K e r ja In fo r m a s i d a t a p e m b e r i k e r j a s e c a r a k e s e l u r u h a n

L o a d F o r m A r s ip L o w o n g a n K e r ja

In f o r m a s i d a t a lo w o n g a n k e r j a s e c a r a k e s e l u r u h a n

Gambar 3.85 Sequential Diagram Arsip Data Pada Gambar 3.85 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Petugas, Tampilan Halaman Depan Infokerja.web.id admin site, Menu Arsip Data, Form Arsip Pencari Kerja, Form Arsip Pemberi Kerja, Form Arsip Lowongan Kerja.

5.

Sequential diagram Analisa/Laporan

P etugas

H a la m a n D e p a n In fo ke rja .w e b .id a d m in s ite

Me n u An a lis is /L a p o ra n

F orm A nalis is P as ar K erja

Aks e s H a la m a n D e p a n In fo ke rja .w eb .id a d m in s ite

k lik m enu a nalis is /laporan


L o a d fo rm a n a lis is p a s a r k e rja

Tam pilan form analis is pas ar k erja P ilih tahun jik a ingin periode perbulan m ak a k lik but ton perbulan k lik button perbulan Tam pilan analis is perbulan jik a ingin periode pert riw ulan m ak a k lik button pertriw ulan k lik butt on pertriw ulan Tam pilan analis is pertriwulan Tam pilan analis is pas ar k erja berupa tabel, grafik , dan lam piran

Gambar 3.86 Sequential Diagram Analisis/ Laporan Pada Gambar 3.86 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Petugas, Tampilan Halaman Depan Infokerja.web.id admin site, Menu Analisis/Laporan, Form Analisis Pasar Kerja.

P e tug a s

M e n u s t a t i s t ikF o r m s ta tis ti k d a ta F o rm s ta tis ti k d a ta F o rm s t a t is t ik H a la m a n d e p a n in fo k e r ja .w e b .id a d m i n s ite p e n c a r i k e r ja p e m b e ri k e rja d a ta d a t a lo w o n g a n

A k s e s h a l a m a n d e p a n in fo k e r ja .w e b .id a d m in s ite

6.

Sequential lidiagramisStatistik Data k k m e n u s t a t t ik d a t a


lo a d fo r m s ta tis ti k d a ta p e n c a r i k e r ja

T a m p ila n fo rm s t a t is t i k d a t a p e n c a r i k e r ja P ilih p e rio d e s t a t i s t ik d a t a p e n c a ri k e rja J ik a in g in m e lih a t s t a t is t ik d a t a p e n c a ri k e rj a k li k b u t t o n lih a t k lik b u t t o n lih a t T a m p ila n s t a t is t ik d a t a p e n c a ri k e rj a L o a d fo r m s t a t is t ik d a t a p e m b e ri k e rja T a m p ila n fo r m s t a t is t i k d a t a p e m b e ri k e rja P ilih p e r io d e s t a t i s t ik d a t a p e m b e ri k e rj a J ik a in g in m e lih a t s t a t is t ik d a t a p e m b e r i k e r ja k l ik b u t t o n lih a t K lik b u t t o n lih a t T a m p il a n s t a t is t ik d a t a p e m b e r i k e rja lo a d fo rm s t a t is t ik d a t a l o w o n g a n T a m p ila n fo r m s t a t is t i d a t a lo w o n g a n P ilih p e rio d e s t a t is t ik d a t a lo w o n g a n J ik a in g in m e ih a t s t a t is t i k d a t a lo w o n g a n k lik b u t t o n lih a t k li k b u t t o n li h a t

T a m p ila n d a t a s t a t is t i k d a t a lo w o n g a n

Gambar 3.87 Sequential Diagram Statistik Data Pada Gambar 3.87 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Petugas, Tampilan Halaman Depan Infokerja.web.id admin site, Menu Statitik Data, Form Statistik Data Pencari Kerja, Form Statistik Data Pemberi Kerja, Form Statistik Data Lowongan. 3.2.5 Identifikasi Kelas pada Sistem Informasi Ketenagakerjaan 3.2.5.1 Identifikasi Kelas

Hal yang pertama dilakukan dalam pengklasifikasian kelas, adalah dengan mendaftar sejumlah objek menjadi kandidat kelas dari sequential diagram yang telah di buat. Adapun kandidat kelas yang dapat diidentifikasi berdasarkan sequential diagram, adalah sebagai berikut: Berdasarkan Sequential Diagram Pencari Kerja

1.

Berdasarkan Sequential Diagram Pendaftaran Pencari Kerja Pada sequential diagram pendaftaran pencari kerja, telah dijelaskan

aktivitas aktor dan reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 23 objek sebagai berikut : Pencari Kerja Akses Infokerja.web.id Tampilan Depan Infokerja.web.id Klik Menu Pencari Kerja Menu Pencari Kerja Load Form pencari Kerja Form Pencari Kerja Tampilan Form Pencari Kerja Klik Button Belum Pernah Mendaftar Load Form Pendaftaran Form Pendaftaran Tampilan Form Pendaftaran Input Data Login Input Data Pribadi Input Data Resume Input Data Latar Belakang Pendidikan Input Data Pekerjaan Input Data Kriteria Pekerjaan Yang Diinginkan Input Data Keterangan Pengalaman Kerja Input Data Keterangan Pengalaman Kerja Sebelumnya Klik Button Daftar Tampilan Kesalahan Jika Pengisian Formulir Tidak Lengkap Tampilan Penungguan Aktivasi Jika Pengisian Formulir Sudah Lengkap Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy : Irrelevant Class : Tabel 3.2 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Pendaftaran Pencari Kerja Objek Akses Infokerja.web.id Keterangan Merupakan aktivitas dari pencari kerja untuk mengakses menu-menu yang ada pada Infokerja.web.id

Tampilan Depan Infokerja.web.id

Merupakan tampilan depan Infokerja.web.id yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Klik Menu Pencari Kerja Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pencari kerja Load Form pencari Kerja Merupakan aktivitas dari sistem Tampilan Form Pencari Kerja Merupakan tampilan form pencari kerja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Klik Button Belum Pernah Mendaftar Merupakan aktivitas dari pencari kerja Load Form Pendaftaran Merupakan aktivitas dari sistem Tampilan Form Pendaftaran Merupakan tampilan form pendaftaran yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Klik Button Daftar Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pencari kerja Tampilan Kesalahan Jika Pengisian Merupakan Tampilan Kesalahan Jika Formulir Tidak Lengkap Pengisian Formulir Tidak Lengkap pada form pendafataran. Tampilan Penungguan Aktivasi Jika Tampilan Penungguan Aktivasi Jika Pengisian Formulir Sudah Lengkap Pengisian Formulir Sudah Lengkap pada form pendafataran Relevant Class dan Fuzzy Class :

Tabel 3.3 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Pendaftaran Pencari Kerja Objek Pencari Kerja Keterangan Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan yang memiliki atribut dan method. Tabel 3.3 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Pendaftaran Pencari Kerja (Lanjutan) Objek Menu Pencari Kerja Form Pencari Kerja Keterangan Merupakan sinonim dari Form Pencari Kerja Merupakan Bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang dapat Form Pendaftaran mempengaruhi sistem. Merupakan Bagian dari sistem yang

memiliki atribut dan method yang dapat Input Data Login Input Data Pribadi Input Data Resume mempengaruhi sistem. Merupakan atribut dari Pendafataran Merupakan atribut Pendafataran Merupakan atribut dari dari dari dari dari dari dari kelas kelas kelas kelas kelas kelas kelas kelas Form Form Form Form Form Form Form Form

Pendafataran Input Data Latar Belakang Merupakan atribut Pendidikan Pendafataran Input Data Pekerjaan Merupakan atribut Pendafataran Input Data Kriteria Pekerjaan Merupakan atribut Yang Diinginkan Pendafataran Input Data Keterangan Merupakan atribut Pengalaman Kerja Pendafataran Input Data Keterangan Merupakan atribut
Pengalaman Kerja Sebelumnya

Pendafataran

Setelah mengeliminasi kelas yang tidak sesuai, tahap selanjutnya adalah memilih objek yang memiliki kesamaan nama namun memiliki tujuan yang berbeda. Maka harus dipilih salah satu yang paling mengacu terhadap sistem. Menu Pencari Kerja, Form Pencari Kerja = Form Pencari Kerja Setelah dilakukan eliminasi terhadap objek yang redundant, maka di dapat kandidat kelas sebagai berikut : Pencari Kerja Form Pencari Kerja Form Pendaftaran Input Data Login Input Data Pribadi Input Data Resume Input Data Latar Belakang Pendidikan Input Data Pekerjaan Input Data Kriteria Pekerjaan Yang Diinginkan

Input Data Keterangan Pengalaman Kerja Input Data Keterangan Pengalaman Kerja Sebelumnya Kemudian dari daftar kandidat kelas diatas dipilih yang mungkin merupakan atribut dan bukan kelas. Input Data Login : Bukan merupakan kelas, Merupakan atribut dari kelas Form Pendafataran Input Data Pribadi : Bukan merupakan kelas, Merupakan atribut dari kelas Form Pendafataran Input Data Resume : Bukan merupakan kelas, Merupakan atribut dari kelas Form Pendafataran Input Data Latar Belakang Pendidikan : Bukan merupakan kelas, Merupakan atribut dari kelas Form Pendafataran Input Data Pekerjaan : Bukan merupakan kelas, Merupakan atribut dari kelas Form Pendafataran Input Data Kriteria Pekerjaan Yang Diinginkan : Bukan merupakan kelas, Merupakan atribut dari kelas Form Pendafataran Input Data Keterangan Pengalaman Kerja : Bukan merupakan kelas, Merupakan atribut dari kelas Form Pendafataran Input Data Keterangan Pengalaman Kerja Sebelumnya : Bukan merupakan kelas, Merupakan atribut dari kelas Form Pendafataran Setelah melakukan eliminasi terhadap kandidat kelas yang kemungkinan merupakan atribut, maka didapat kelas sebagai berikut : Pencari Kerja Form Pencari Kerja Form Pendaftaran 2. Berdasarkan Sequential Diagram Login Pencari Kerja Pada sequential diagram login pencari kerja, telah dijelaskan aktivitas aktor dan reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 14 objek sebagai berikut : Pencari Kerja Akses Infokerja.web.id Tampilan Depan Infokerja.web.id Klik Menu Pencari Kerja Menu Pencari Kerja Load Form pencari Kerja Form Pencari Kerja

Tampilan Form Pencari Kerja


Klik button masuk

Input Identitas Pemakai dan Kata Sandi

Tampilan Kesalahan Jika Identitas Pemakai dan Kata Sandi Salah Load Form Depan Pencari Kerja Form Depan Pencari Kerja Tampilan Form Depan Pencari Kerja

Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy : Kelas Irrelevant : Tabel 3.4 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Login Pencari Kerja Objek Akses Infokerja.web.id Keterangan Merupakan aktivitas dari pencari kerja untuk mengakses menu-menu yang ada pada Infokerja.web.id Tampilan Depan Merupakan tampilan depan Infokerja.web.id Infokerja.web.id yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Klik Menu Pencari Kerja Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pencari kerja Load Form pencari Kerja Merupakan aktivitas dari sistem Tampilan Form Pencari Kerja Merupakan tampilan form pencari kerja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Tabel 3.4 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Login Pencari Kerja (Lanjutan) Objek Tampilan Form Pencari Kerja
Klik button masuk

Keterangan Merupakan tampilan form pencari kerja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pencari kerja

Tampilan Kesalahan Jika Identitas Pemakai dan Kata Sandi Salah Load Form Depan Pencari Kerja Tampilan Form Depan Pencari Kerja

Merupakan Tampilan Kesalahan Jika Identitas Pemakai dan Kata Sandi Salah form Pencari kerja. Merupakan Aktivitas sistem Merupakan Tampilan Form Depan Pencari Kerja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem.

Kelas Relevant dan Kelas Fuzzy :

Tabel 3.5 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Login Pencari Kerja
Objek Keterangan Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan yang memiliki atribut dan method. Merupakan sinonim dari Form Pencari Kerja

Pencari Kerja

Menu Pencari Kerja Form Pencari Kerja


Input Identitas Pemakai dan Kata Sandi

Merupakan Bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang dapat mempengaruhi sistem.
Merupakan atribut dari kelas Form Pendafataran

Setelah mengeliminasi kelas yang tidak sesuai, tahap selanjutnya adalah memilih objek yang memiliki kesamaan namun memiliki tujuan yang berbeda. Maka harus dipilih salah satu yang paling mengacu terhadap sistem.

Menu Pencari Kerja, Form Pencari Kerja = Form Pencari Kerja


Setelah dilakukan eliminasi terhadap objek yang redundant, maka di dapat kandidat kelas sebagai berikut :

Pencari Kerja Form Pencari Kerja


Input Identitas Pemakai dan Kata Sandi

Kemudian dari daftar kandidat kelas diatas dipilih yang mungkin merupakan atribut dan bukan kelas.
Input Identitas Pemakai dan Kata Sandi : Bukan merupakan kelas, Merupakan atribut dari kelas Form Pendafataran

Setelah melakukan eliminasi terhadap kandidat kelas yang kemungkinan merupakan atribut, maka didapat kelas sebagai berikut : Pencari Kerja Form Pencari Kerja

3.

Berdasarkan Sequential Diagram Edit Profil Pencari Kerja Pada sequential diagram edit profil pencari kerja, telah dijelaskan aktivitas aktor dan reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 12 objek sebagai berikut : Pencari Kerja Akses Form Depan Pencari Kerja
Form Depan Pencari Kerja Klik Menu Edit Profil Pencari Kerja Menu Edit Profil Pencari Kerja Load Form Edit Profil Pencari Kerja Form Edit Profil Pencari Kerja Tampilan Form Edit Profil Pencari Kerja Input Data Terbaru Pencari Kerja Klik Button Simpan

Tampilan Kesalahan Jika Data Belum Lengkap


Penyimpanan Prubahan Profil Jika Data Sudah Lengkap

Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy :

Irrilevant Class : Tabel 3.6 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Edit Profil Pencari Kerja Objek Keterangan Akses Form Depan Pencari Kerja Merupakan aktivitas dari pencari kerja untuk mengakses menu-menu yang ada pada Infokerja.web.id Form Depan Pencari Kerja Merupakan Form Depan Pencari Kerja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Klik Menu Edit Profil Pencari Kerja Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pencari kerja Load Form Edit Profil Pencari Merupakan Aktivitas Sistem
Kerja Tampilan Form Edit Profil Pencari Merupakan Tampilan Form Edit Profil Kerja Pencari Kerja yang tidak memiliki

pengaruh terhadap sistem. Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pencari kerja Tampilan Kesalahan Jika Data Belum Merupakan Tampilan Kesalahan Jika Lengkap Data Belum Lengkap pada form edit profil Penyimpanan Prubahan Profil Jika Merupakan Aktivitas Sistem
Klik Button Simpan Data Sudah Lengkap

Relevant class dan Fuzzy Class : Tabel 3.7 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Edit Profil Pencari Kerja Objek Pencari Kerja Keterangan Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan yang memiliki atribut dan method.

Menu Edit Profil Pencari Kerja Form Edit Profil Pencari Kerja

Input Data Terbaru Pencari Kerja

Merupakan sinonim dari Form Edit Profil Pencari Kerja Merupakan Bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang dapat mempengaruhi sistem. Merupakan atribut dari kelas Form Edit Profil Pencari Kerja

Setelah

mengeliminasi

kelas

yang

tidak

sesuai,

tahap

selanjutnya adalah memilih objek yang memiliki kesamaan namun memiliki tujuan yang berbeda. Maka harus dipilih salah satu yang paling mengacu terhadap sistem. Menu Edit Profil Pencari Kerja, Form Edit Profil Pencari Kerja = Form Edit Profil Pencari Kerja Setelah dilakukan eliminasi terhadap objek yang redundant, maka di dapat kandidat kelas sebagai berikut :

Pencari Kerja
Form Edit Profil Input Data Terbaru Pencari Kerja

Kemudian dari daftar kandidat kelas diatas dipilih yang mungkin merupakan atribut dan bukan kelas. Input Data Terbaru Pencari Kerja : Bukan merupakan kelas, Merupakan atribut dari kelas Form Edit Profil Pencari Kerja. Setelah melakukan eliminasi terhadap kandidat kelas yang kemungkinan merupakan atribut, maka didapat kelas sebagai berikut : Pencari Kerja
Form Edit Profil

4.

Berdasarkan Sequential Diagram Cari Lowongan

Pada sequential diagram cari lowongan, telah dijelaskan aktivitas aktor dan reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 14 objek sebagai berikut : Pencari Kerja Akses Form Depan Pencari Kerja
Form Depan Pencari Kerja Klik Menu Cari Lowongan Menu Cari Lowongan Load Form Cari Lowongan Form Cari Lowongan Tampilan Form Cari Lowongan Input Kriteria Pencarian Klik Button Cari Lowongan Tampilan Informasi Lowongan Jika Ingin Kembali Ke Kriteria Pencarian Klik Button Kembali ke Kriteria Pencarian Klik Button Kembali ke Kriteria Pencarian

Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy : Irrelevant Class : Tabel 3.8 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Cari Lowongan Objek Keterangan Akses Form Depan Pencari Kerja Merupakan aktivitas dari pencari kerja untuk mengakses menu-menu yang ada pada Infokerja.web.id Form Depan Pencari Kerja Merupakan Form Depan Pencari Kerja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem.

Klik Menu Cari Lowongan Load Form Cari Lowongan Tampilan Form Cari Lowongan

Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pencari kerja Merupakan aktivitas dari sistem

Meupakan tampilan/interface dari form cari lowongan Klik Button Cari Lowongan Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pencari kerja Tampilan Informasi Lowongan Merupakan tampilan informasi lowongan dari form cari lowongan Jika Ingin Kembali Ke Kriteria Merupakan aktivitas yang dilakukan Pencarian Klik Button Kembali ke oleh pencari kerja
Kriteria Pencarian Klik Button Kembali ke Kriteria Merupakan aktivitas yang dilakukan Pencarian oleh pencari kerja

Relevant Class dan Fuzzy Class : Tabel 3.9 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram cari lowongan Objek Pencari Kerja
Menu Cari Lowongan Form Cari Lowongan

Keterangan Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan yang memiliki atribut dan method. Merupakan Sinonim dari Form Cari Lowongan Merupakan Bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang dapat mempengaruhi sistem. Merupakan atribut dari form cari lowongan

Input Kriteria Pencarian

Setelah

mengeliminasi

kelas

yang

tidak

sesuai,

tahap

selanjutnya adalah memilih objek yang memiliki kesamaan nama

namun memiliki tujuan yang berbeda. Maka harus dipilih salah satu yang paling mengacu terhadap sistem. Menu Cari Lowongan, Form Cari Lowongan = Form Cari Lowongan Setelah dilakukan eliminasi terhadap objek yang redundant, maka di dapat kandidat kelas sebagai berikut :

Pencari Kerja
Form Cari Lowongan Input Kriteria Pencarian

Kemudian dari daftar kandidat kelas diatas dipilih yang mungkin merupakan atribut dan bukan kelas. Input Kriteria Pencarian : Bukan merupakan kelas, Merupakan atribut dari form cari lowongan. Setelah melakukan eliminasi terhadap kandidat kelas yang kemungkinan merupakan atribut, maka didapat kelas sebagai berikut : Pencari Kerja
Form Cari Lowongan

5.

Berdasarkan Sequential Diagram Bantuan Pencari Kerja Pada sequential diagram bantuan pencari kerja, telah dijelaskan aktivitas aktor dan reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 8 objek sebagai berikut : Pencari Kerja Akses Form Depan Pencari Kerja
Form Depan Pencari Kerja Klik Menu Bantuan Pencari Kerja Menu Bantuan Pencari Kerja Load Form Bantuan Pencari Kerja Form Bantuan Pencari Kerja

Tampilan Informasi atau Keterangan web untuk pencari kerja

Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy : Irrelevant Class :

Tabel 3.10 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Bantuan Pencari Kerja Objek Keterangan Akses Form Depan Pencari Kerja Merupakan aktivitas dari pencari kerja untuk mengakses menu-menu yang ada pada Infokerja.web.id Form Depan Pencari Kerja Merupakan Form Depan Pencari Kerja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Klik Menu Bantuan Pencari Kerja Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pencari kerja Load Form Bantuan Pencari Kerja Merupakan aktivitas sistem
Tampilan Keterangan kerja Informasi web untuk atau Tampilan Informasi pencari Keterangan web untuk kerja dari form bantuan atau pencari

Relevant Class dan Fuzzy Class :

Tabel 3.11 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Bantuan Pencari Kerja Objek Pencari Kerja
Menu Bantuan Pencari Kerja Form Bantuan Pencari Kerja

Keterangan Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan yang memiliki atribut dan method. Merupakan Sinonim dari Form Bantuan Pencari Kerja Merupakan bagian Dari siste, namun

tidak memiliki atribut


Setelah mengeliminasi kelas yang tidak sesuai, tahap

selanjutnya adalah memilih objek yang memiliki kesamaan namun memiliki tujuan yang berbeda. Maka harus dipilih salah satu yang paling mengacu terhadap sistem. Menu Bantuan Pencari Kerja, Form Bantuan Pencari Kerja = Form Bantuan Pencari Kerja Setelah dilakukan eliminasi terhadap objek yang redundant, maka di dapat kandidat kelas sebagai berikut :

Pencari Kerja
Form Bantuan Pencari Kerja

Kemudian dari daftar kandidat kelas diatas dipilih yang mungkin merupakan atribut dan bukan kelas. Namun pada Form Bantuan Pencari Kerja tidak terdapat atribut maka form bantuan pencari kerja tidak termasuk kelas dan harus dieliminasi. maka didapat kelas sebagai berikut : Pencari Kerja
Dari penjelasan diatas, didapat kelas berdasarkan sequential diagram pada pencari kerja secara keseluruhan. Berikut kelas yang di dapat dari sequential diagram pencari kerja berikut keterangan kelasnya:

Pencari Kerja : Termasuk kedalam kelas orang, karena merupakan aktor atau pengguna dari sistem informasi ketenagakerjaan. Form Pencari Kerja : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas ini aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem. Form Pendaftaran : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas ini aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem. Form Edit Profil : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas ini aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem. Form Cari Lowongan : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas ini aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem.

Berdasarkan Sequential Diagram Pemberi Kerja 1. Berdasarkan Sequential Diagram Pendaftaran Pemberi Kerja Pada sequential diagram pendaftaran pemberi kerja, telah dijelaskan aktivitas aktor dan reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 19 objek sebagai berikut :
Pemberi Kerja

Akses Infokerja.web.id Tampilan Depan Infokerja.web.id


Klik Menu Pemberi Kerja Menu Pemberi Kerja Load Form Pemberi Kerja Form Pemberi Kerja Tampilan Form Pemberi Kerja

Klik Button Belum Pernah Mendaftar Load Form Pendaftaran Form Pendaftaran Tampilan Form Pendaftaran
Input Data Login Input Data Perusahaan Input Data Lowongan Pekerjaan Input Data Kriteria

Klik Button Daftar Tampilan Kesalahan Jika Pengisian Formulir Tidak Lengkap
Tampilan Penungguan Aktivasi Jika Pengisian Formulir Sudah Lengkap

Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak

jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy : Irrelevant Class : Tabel 3.12 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Pendaftaran Pemberi Kerja Objek Keterangan Akses Infokerja.web.id Merupakan aktivitas dari pencari kerja untuk mengakses menu-menu yang ada pada Infokerja.web.id Tampilan Depan Infokerja.web.id Merupakan Tampilan depan atau interface dari Infokerja.web.id yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem Klik Menu Pemberi Kerja Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pemberi kerja Load Form Pemberi Kerja Merupakan aktivitas sistem
Tampilan Form Pemberi Kerja

Merupakan Tampilan depan atau interface dari Form Pemberi Kerja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem Klik Button Belum Pernah Mendaftar Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pencari kerja Load Form Pendaftaran Merupakan aktivitas sistem Tampilan Form Pendaftaran Merupakan Tampilan depan atau interface dari Form Pendaftaran yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem Klik Button Daftar Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pemberi kerja Tampilan Kesalahan Jika Pengisian Merupakan Tampilan Informasi Formulir Tidak Lengkap Kesalahan Jika Pengisian Formulir Tidak Lengkap dari form pendaftaran Tampilan Penungguan Aktivasi Merupakan Tampilan Informasi Jika Pengisian Formulir Sudah Tampilan Penungguan Aktivasi Jika Pengisian Formulir Sudah Lengkap dari Lengkap Form Pendaftaran

Relevant Class dan Fuzzy Class :

Tabel 3.13 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Pendaftaran Pemberi Kerja
Objek Pemberi Kerja Keterangan

Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan yang memiliki atribut dan method.
Merupakan Sinonim Dari Form Pemberi Kerja

Menu Pemberi Kerja Form Pemberi Kerja

Form Pendaftaran
Input Data Login Input Data Perusahaan Input Data Lowongan Pekerjaan Input Data Kriteria

Merupakan bagian dari sistem memiliki atribut dan method dapat mempengaruhi sistem Merupakan bagian dari system memiliki atribut dan method dapat mempengaruhi system
Merupakan atribut Pendaftaran Merupakan atribut Pendaftaran Merupakan atribut Pendaftaran Merupakan atribut Pendaftaran dari dari dari dari

yang yang yang yang


Form Form Form Form

Setelah

mengeliminasi

kelas

yang

tidak

sesuai,

tahap

selanjutnya adalah memilih objek yang memiliki kesamaan namun memiliki tujuan yang berbeda. Maka harus dipilih salah satu yang paling mengacu terhadap sistem. Menu Pemberi Kerja, Form Pemberi Kerja = Form Pemberi Kerja

Setelah dilakukan eliminasi terhadap objek yang redundant, maka di dapat kandidat kelas sebagai berikut : Pemberi Kerja Form Pemberi Kerja

Form Pendaftaran
Input Data Login Input Data Perusahaan Input Data Lowongan Pekerjaan Input Data Kriteria

Kemudian dari daftar kandidat kelas diatas dipilih yang mungkin merupakan atribut dan bukan kelas. Input Data Login : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Pendaftaran Input Data Perusahaan : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Pendaftaran Input Data Lowongan Pekerjaan : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Pendaftaran Input Data Kriteria : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Pendaftaran Setelah melakukan eliminasi terhadap kandidat kelas yang kemungkinan merupakan atribut, maka didapat kelas sebagai berikut :
Pemberi Kerja Form Pemberi Kerja

Form Pendaftaran

2.

Berdasarkan Sequential Diagram Login Pemberi Kerja Pada sequential diagram login pemberi kerja, telah dijelaskan aktivitas

aktor dan reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 14 objek sebagai berikut :

Pemberi Kerja Akses Infokerja.web.id Tampilan Depan Infokerja.web.id Klik Menu Pemberi Kerja Menu Pemberi Kerja Load Form Pemberi Kerja Form Pemberi Kerja Tampilan Form Pemberi Kerja
Klik button masuk

Input Identitas Pemakai dan Kata Sandi

Tampilan Kesalahan Jika Identitas Pemakai dan Kata Sandi Salah Load Form Depan Pemberi Kerja Form Depan Pemberi Kerja Tampilan Form Depan Pemberi Kerja

Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy : Irrelevant Class : Tabel 3.14 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Login Pemberi Kerja Objek Keterangan Akses Infokerja.web.id Merupakan aktivitas dari pencari kerja untuk mengakses menu-menu yang ada pada Infokerja.web.id Tampilan Depan Infokerja.web.id Merupakan Tampilan depan atau interface dari Infokerja.web.id yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem Klik Menu Pemberi Kerja Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pemberi kerja Load Form Pemberi Kerja Merupakan aktivitas sistem Tampilan Form Pemberi Kerja Merupakan Tampilan depan atau interface dari Form Pemberi Kerja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem Klik button masuk Merupakan aktivitas yang dilakukan

Tampilan Kesalahan Jika Identitas Pemakai dan Kata Sandi Salah Load Form Depan Pemberi Kerja Form Depan Pemberi Kerja Tampilan Form Depan Pemberi Kerja

oleh pemberi kerja Merupakan Tampilan Kesalahan Jika Identitas Pemakai dan Kata Sandi Salah pada Form Pemberi Kerja Merupakan aktivitas sistem Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pemberi kerja Merupakan Tampilan depan atau interface dari Form Depan Pemberi Kerja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem

Relevant Class dan Fuzzy Class : Tabel 3.15 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Login Pemberi Kerja Objek Pemberi Kerja Menu Pemberi Kerja Form Pemberi Kerja
Input Identitas Pemakai dan Kata Sandi

Keterangan Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan yang memiliki atribut dan method.
Merupakan Sinonim Dari Form Pemberi Kerja

Merupakan bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang dapat mempengaruhi system Merupakan atribut dari Form Pemberi Kerja

Setelah

mengeliminasi

kelas

yang

tidak

sesuai,

tahap

selanjutnya adalah memilih objek yang memiliki kesamaan namun memiliki tujuan yang berbeda. Maka harus dipilih salah satu yang paling mengacu terhadap sistem. Menu Pemberi Kerja, Form Pemberi Kerja = Form Pemberi Kerja

Setelah dilakukan eliminasi terhadap objek yang redundant, maka di dapat kandidat kelas sebagai berikut :

Pemberi Kerja Form Pemberi Kerja


Input Identitas Pemakai dan Kata Sandi

Kemudian dari daftar kandidat kelas diatas dipilih yang mungkin merupakan atribut dan bukan kelas.
Input Identitas Pemakai dan Kata Sandi : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Pemberi Kerja.

Setelah melakukan eliminasi terhadap kandidat kelas yang kemungkinan merupakan atribut, maka didapat kelas sebagai berikut : Pemberi Kerja Form Pemberi Kerja 3. Berdasarkan Sequential Diagram Edit Profil Pemberi Kerja Pada sequential diagram edit profil pemberi kerja, telah dijelaskan aktivitas aktor dan reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 12 objek sebagai berikut :
Pemberi Kerja

Akses Form Depan Pemberi Kerja


Form Depan Pemberi Kerja Klik Menu Edit Profil Menu Edit Profil Pemberi Kerja Load Form Edit Profil Pemberi Kerja Form Edit Profil Pemberi Kerja Tampilan Form Edit Profil Pemberi Kerja Input Data Terbaru Pemberi Kerja Klik Button Simpan

Tampilan Kesalahan Jika Data Belum Lengkap


Penyimpanan Prubahan Profil Jika Data Sudah Lengkap

Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy : Irrelevant Class : Tabel 3.16 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Edit Profil Pemberi Kerja Objek Keterangan Akses Form Depan Pemberi Merupakan aktivitas dari pencari kerja Kerja untuk mengakses menu-menu yang ada pada Infokerja.web.id Form Depan Pemberi Kerja Merupakan Tampilan depan atau interface dari Form Depan Pemberi Kerja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem Klik Menu Edit Profil Pemberi Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh Kerja pemberi kerja

Load Form Edit Profil Pemberi Kerja Tampilan Form Edit Profil Pemberi Kerja

Merupakan aktivitas sistem

Merupakan Tampilan depan atau interface dari Form Edit Profil Pemberi Kerja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem Klik Button Simpan Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pemberi kerja Tampilan Kesalahan Jika Data Merupakan Tampilan Jika Data Belum Belum Lengkap Lengkap pada Form Edit Profil Pemberi Kerja Penyimpanan Prubahan Merupakan aktivitas sistem
Profil Jika Data Sudah Lengkap

Relevant Class dan Fuzzy Class : Tabel 3.17 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Edit Profil Pemberi Kerja
Objek Pemberi Kerja Menu Edit Profil Keterangan

Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan yang memiliki atribut dan method.
Merupakan Sinonim Dari Form Edit Profil

Form Edit Profil

Input Data Terbaru Pemberi Kerja

Merupakan bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang dapat mempengaruhi sistem Merupakan atribut dari Form Edit Profil

Setelah

mengeliminasi

kelas

yang

tidak

sesuai,

tahap

selanjutnya adalah memilih objek yang memiliki kesamaan namun memiliki tujuan yang berbeda. Maka harus dipilih salah satu yang paling mengacu terhadap sistem. Menu Edit Profil Pencari Kerja, Form Edit Profil Pencari Kerja = Form Edit Profil Pencari Kerja Setelah dilakukan eliminasi terhadap objek yang redundant, maka di dapat kandidat kelas sebagai berikut : Pemberi Kerja Form Edit Profil Input Data Terbaru Pemberi Kerja

Kemudian dari daftar kandidat kelas diatas dipilih yang mungkin merupakan atribut dan bukan kelas. Input Data Terbaru Pemberi Kerja : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Edit Profil Pemberi Kerja. Setelah melakukan eliminasi terhadap kandidat kelas yang kemungkinan merupakan atribut, maka didapat kelas sebagai berikut :
Pemberi Kerja Form Edit Profil

4.

Berdasarkan Sequential Diagram Lowongan Pada sequential diagram lowongan, telah dijelaskan aktivitas aktor dan reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 16 objek sebagai berikut :
Pemberi Kerja

Akses Form Depan Pemberi Kerja


Form Depan Pemberi Kerja Klik Menu lowongan Menu Lowongan Load Form Daftar Lowongan Form Daftar Lowongan Jika Ingin Menambah Lowongan Klik Button Lowongan Baru Klik Button Lowongan Baru Input Data Lowongan Baru Jika Ingin Membatalkan Penambahan Lowongan Klik Button Batal Klik Button Batal Jika Ingin Mandaftarkan Lowongan Baru Klik butoon Daftar Klik Button Daftar Pesan Kesalahan Jika Data Yang Dimasukan Belum Lengkap Tampilan Penungguan aktivasi Jika Data Yang Dimasukan Sudah Lengkap

Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy :

Irrelevant Class : Tabel 3.18 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Lowongan Objek Keterangan Akses Form Depan Pemberi Kerja Merupakan aktivitas dari pencari kerja untuk mengakses menu-menu yang ada pada Infokerja.web.id Form Depan Pemberi Kerja Merupakan Tampilan depan atau interface dari Form Depan Pemberi Kerja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem Klik Menu lowongan Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pemberi kerja Load Form Daftar Lowongan Merupakan aktivitas sistem
Jika Ingin Menambah Lowongan Merupakan Tampilan Informasi untuk Klik Button Lowongan Baru pemberi kerja pada Form Dafatar

Lowongan Tabel 3.18 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Lowongan (Lanjutan) Objek Keterangan Klik Button Lowongan Baru Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pemberi kerja Jika Ingin Membatalkan Merupakan Tampilan Informasi untuk Penambahan Lowongan Klik pemberi kerja pada Form Dafatar Lowongan Button Batal
Klik Button Batal Jika Ingin Lowongan Baru Daftar Klik Button Daftar

Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pemberi kerja Mandaftarkan Merupakan Tampilan Informasi untuk Klik butoon pemberi kerja pada Form Dafatar Lowongan Merupakan aktivitas sistem

Pesan Kesalahan Jika Data Yang Merupakan Tampilan Informasi untuk Dimasukan Belum Lengkap pemberi kerja pada Form Dafatar

Lowongan
Tampilan Penungguan aktivasi Merupakan Tampilan Informasi untuk Jika Data Yang Dimasukan Sudah pemberi kerja pada Form Dafatar Lowongan Lengkap

Relevant Class dan Fuzzy Class : Tabel 3.19 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Cari Lowongan

Objek Pemberi Kerja Menu Lowongan Form Daftar Lowongan

Keterangan

Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan yang memiliki atribut dan method.
Merupakan Lowongan Sinonim Dari Form Daftar

Merupakan bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang dapat mempengaruhi system Input Data Lowongan Merupakan atribut dari Form Daftar Lowongan
Baru

Setelah

mengeliminasi

kelas

yang

tidak

sesuai,

tahap

selanjutnya adalah memilih objek yang memiliki kesamaan namun memiliki tujuan yang berbeda. Maka harus dipilih salah satu yang paling mengacu terhadap sistem. Menu Lowongan Lowongan, Form Daftar Lowongan = Form Daftar

Setelah dilakukan eliminasi terhadap objek yang redundant, maka di dapat kandidat kelas sebagai berikut : Pemberi Kerja Form Daftar Lowongan Input Data Lowongan Baru

Kemudian dari daftar kandidat kelas diatas dipilih yang mungkin merupakan atribut dan bukan kelas.
Input Data Lowongan Baru: Bukan merupakan merupakan atribut dari kelas Form Daftar Lowongan. kelas, karena

Setelah melakukan eliminasi terhadap kandidat kelas yang kemungkinan merupakan atribut, maka didapat kelas sebagai berikut :

Pemberi Kerja Form Daftar Lowongan

5.

Berdasarkan Sequential Diagram Pencarian Pada sequential diagram pencarian, telah dijelaskan aktivitas aktor dan reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 13 objek sebagai berikut :
Pemberi Kerja

Akses Form Depan Pemberi Kerja


Form Depan Pemberi Kerja Klik Menu Pencarian Menu Pencarian Load Form Pencarian Form Pencarian Tampilan Form Pencarian Input Kriteria Pencarian Klik Button Cari Lowongan Tampilan Informasi Lowongan Jika Ingin Kembali Ke Kriteria Pencarian Klik Button Kembali ke Kriteria Pencarian Klik Button Kembali ke Kriteria Pencarian

Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy : Irrelevant Class :

Tabel 3.20 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Pencarian


Objek Katerangan

Akses Kerja

Pemberi Merupakan aktivitas dari pencari kerja untuk mengakses menu-menu yang ada pada Infokerja.web.id Form Depan Pemberi Kerja Merupakan Tampilan depan atau interface dari Form Depan Pemberi Kerja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem Klik Menu Pencarian Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pemberi kerja Load Form Pencarian Merupakan aktivitas sistem
Tampilan Form Pencarian

Form

Depan

Merupakan Tampilan depan atau interface dari Form Pencarian yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem Klik Button Cari Lowongan Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pemberi kerja Tampilan Informasi Merupakan Tampilan Informasi Lowongan Lowongan dari Form Pencarian
Jika Ingin Kembali Ke Kriteria Merupakan Tampilan Informasi dari Form Pencarian Klik Button Pencarian Kembali ke Kriteria Pencarian Klik Button Kembali Kriteria Pencarian ke Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh

pemberi kerja

Relevant Class dan Fuzzy Class : Tabel 3.21 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Pencarian
Objek Pemberi Kerja Menu Pencarian Form Pencarian Input Pencarian Keterangan

Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan yang memiliki atribut dan method.
Merupakan Sinonim Dari Form Pencarian

Merupakan bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang dapat mempengaruhi system Kriteria Merupakan atribut dari Form Pencarian

Setelah

mengeliminasi

kelas

yang

tidak

sesuai,

tahap

selanjutnya adalah memilih objek yang memiliki kesamaan namun memiliki tujuan yang berbeda. Maka harus dipilih salah satu yang paling mengacu terhadap sistem. Menu Pencarian, Form Pencarian = Form Pencarian Setelah dilakukan eliminasi terhadap objek yang redundant, maka di dapat kandidat kelas sebagai berikut : Pemberi Kerja Form Pencarian Input Kriteria Pencarian

Kemudian dari daftar kandidat kelas diatas dipilih yang mungkin merupakan atribut dan bukan kelas.
Input Kriteria Pencarian : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Pencarian.

Setelah melakukan eliminasi terhadap kandidat kelas yang kemungkinan merupakan atribut, maka didapat kelas sebagai berikut :
Pemberi Kerja Form Pencarian

6.

Berdasarkan Sequential Diagram Bantuan Pemberi Kerja Pada sequential diagram bantuan pemberi kerja, telah dijelaskan aktivitas aktor dan reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 8 objek sebagai berikut :
Pemberi Kerja

Akses Form Depan Pemberi Kerja


Form Depan Pemberi Kerja

Klik Menu Bantuan Pemberi Kerja Menu Bantuan Pemberi Kerja Load Form Bantuan Pemberi Kerja Form Bantuan Pemberi Kerja Tampilan Informasi atau Keterangan web untuk Pemberi Kerja

Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy :

Irrelevant Class :

Tabel 3.22 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Bantuan Pemberi Kerja Objek Keterangan Akses Form Depan Pencari Kerja Merupakan aktivitas dari pencari kerja untuk mengakses menu-menu yang ada pada Infokerja.web.id Form Depan Pemberi Kerja Merupakan Form Depan pemberi Kerja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Klik Menu Bantuan Pemberi Kerja Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pemberi kerja Load Form Bantuan Pemberi Kerja Merupakan aktivitas sistem
Tampilan Keterangan kerja Informasi web untuk atau Tampilan Informasi atau pencari Keterangan web untuk pemberi kerja dari form bantuan

Relevant Class dan Fuzzy Class :

Tabel 3.23 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Bantuan Pemberi Kerja Objek Pemberi Kerja Keterangan Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan yang memiliki atribut dan method.

Menu Bantuan Pemberi Kerja Form Bantuan Pemberi Kerja

Merupakan

Sinonim

dari

Form

Bantuan Pemberi Kerja Merupakan bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang dapat mempengaruhi sistem
kelas yang tidak sesuai, tahap

Setelah

mengeliminasi

selanjutnya adalah memilih objek yang memiliki kesamaan namun memiliki tujuan yang berbeda. Maka harus dipilih salah satu yang paling mengacu terhadap sistem. Menu Bantuan Pemberi Kerja, Form Bantuan Pemberi Kerja = Form Bantuan Pemberi Kerja Setelah dilakukan eliminasi terhadap objek yang redundant, maka di dapat kandidat kelas sebagai berikut :

Pemberi Kerja
Form Bantuan Pemberi Kerja

Kemudian dari daftar kandidat kelas diatas dipilih yang mungkin merupakan atribut dan bukan kelas. Namun pada Form Bantuan Pencari Kerja tidak terdapat atribut maka form bantuan pencari kerja tidak termasuk kelas dan harus dieliminasi. maka didapat kelas sebagai berikut : Pemberi Kerja
Dari penjelasan diatas, didapat kelas berdasarkan sequential diagram pada pemberi kerja secara keseluruhan. Berikut kelas yang di dapat dari sequential diagram pencari kerja beserta keterangan kelasnya :

Pemberi Kerja : Termasuk kedalam kelas orang, karena merupakan aktor atau pengguna dari sistem informasi ketenagakerjaan. Form Pemberi Kerja : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas ini aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem.

Form Pendaftaran : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem. Form Edit Profil : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem. Form Lowongan : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem. Form Pencarian : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem.

ini ini ini ini

Berdasarkan Sequential Diagram Petugas 1. Berdasarkan Sequential Diagram Login Petugas Pada sequential diagram login petugas, telah dijelaskan aktivitas aktor dan reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 13 objek sebagai berikut :
Petugas Login Load Form Login Form Login Tampilan Form Login Input Username dan Password Klik Button Submit Pesan Kesalahan Jika Username dan Password salah Load Tampilan Halaman Depan Infokerja.web.id admin site Halaman Depan Infokerja.web.id admin site Tampilan Halaman Depan Infokerja.web.id admin site

Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak

jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy : Irrelevant Class : Tabel 3.24 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Login Petugas Objek Keterangan
Load Form Login Tampilan Form Login

Merupakan aktivitas sistem Merupakan tampilan/interface dari form login dan tidak memeiliki pengaruh terhadap sistem Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas

Klik Button Submit

Pesan Kesalahan Jika Merupakan Sebuah Informasi dari form Username dan Password login salah Load Tampilan Halaman Merupakan aktivitas sistem Depan Infokerja.web.id admin site Halaman Depan Merupakan Tampilan/Interface dari Infokerja.web.id admin site Halaman Depan Infokerja.web.id admin site

dan tidak memiliki pengaruh terhadap sistem


Tampilan Halaman Depan Merupakan Tampilan/Interface dari Infokerja.web.id admin site Halaman Depan Infokerja.web.id admin site

dan tidak memiliki pengaruh terhadap sistem

Relevant Class dan Fuzzy Class :

Tabel 3.25 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Login Petugas
Objek Keterangan

Petugas Login Form Login

Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan yang memiliki atribut dan method. Merupakan Sinonim dari Form Login Merupakan bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang dapat mempengaruhi sistem dan Merupakan atribut dari Form Login
kelas yang tidak sesuai, tahap

Input Username Password Setelah

mengeliminasi

selanjutnya adalah memilih objek yang memiliki kesamaan namun memiliki tujuan yang berbeda. Maka harus dipilih salah satu yang paling mengacu terhadap sistem. Login , Form Login = Form Login

Setelah dilakukan eliminasi terhadap objek yang redundant, maka di dapat kandidat kelas sebagai berikut : Petugas Form Login Input Username dan Password

Kemudian dari daftar kandidat kelas diatas dipilih yang mungkin merupakan atribut dan bukan kelas.
Input Username dan Password : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Login. Setelah melakukan eliminasi terhadap kandidat kelas yang kemungkinan merupakan atribut, maka didapat kelas sebagai berikut : Petugas Form Login

2.

Berdasarkan Sequential Diagram Ganti Kata Sandi Pada sequential diagram ganti kata sandi, telah dijelaskan aktivitas aktor

dan reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 16 objek sebagai berikut :
Petugas Akses Halaman Depan Infokerja.web.id admin site Halaman Depan Infokerja.web.id admin site Klik Menu Ganti Kata Sandi Menu Ganti Kata Sandi Load Form Ganti Kata Sandi Form Ganti Kata Sandi Tampilan Form Ganti Kata Sandi Input Old Password Input New Password Input Confirm Password Jika Tidak Akan Mengganti Kata Sandi klik Button Reset Klik Button Reset Jika Akan Dilakukan Penyimpanan klik Button Submit Klik Button Submit Penyimpanan Perubahan Kata Sandi

Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy : Irrelevant Class : Tabel 3.26 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Ganti Kata Sandi

Objek

Keterangan

Akses Halaman Depan Merupakan aktivitas dari Petugas Infokerja.web.id admin site untuk mengakses menu-menu yang

ada pada Infokerja.web.id admin site


Halaman Depan Infokerja.web.id Merupakan Halaman Depan admin site Infokerja.web.id admin site yang tidak Klik Menu Ganti Kata Sandi Load Form Ganti Kata Sandi Tampilan Form Ganti Kata Sandi

memiliki pengaruh terhadap sistem. Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas Merupakan aktivitas sistem
Merupakan Tampilan/Interface dari Form Ganti Kata Sandi dan tidak memiliki pengaruh terhadap sistem

Jika Tidak Akan Mengganti Kata Merupakan Informasi dari Form Sandi klik Button Reset Ganti Kata Sandi

Klik Button Reset

Merupakan aktivitas dilakukan oleh petugas

yang

Tabel 3.26 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Ganti Kata Sandi (Lanjutan)
Objek Keterangan Jika Akan Dilakukan Penyimpanan Merupakan Informasi dari Form klik Button Submit Ganti Kata Sandi Klik Button Submit Penyimpanan Sandi Perubahan Merupakan aktivitas dilakukan oleh petugas Kata Merupakan Aktivitas Sistem yang

Relevant Class dan Fuzzy Class :

Tabel 3.27 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Ganti Kata Sandi
Objek Petugas Keterangan

Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan

yang memiliki atribut dan method.


Menu Sandi Form Sandi Ganti Ganti Kata Merupakan Sinonim dari Form Ganti Kata Sandi Kata Merupakan bagian dari sistem yang memiliki atribut

dan method yang dapat mempengaruhi sistem Merupakan atribut dari Form Ganti Kata Sandi Merupakan atribut dari Form Ganti Kata Sandi Merupakan atribut dari Form Ganti Kata Sandi

Input Old Password Input New Password Input Confirm Password

Setelah

mengeliminasi

kelas

yang

tidak

sesuai,

tahap

selanjutnya adalah memilih objek yang memiliki kesamaan namun memiliki tujuan yang berbeda. Maka harus dipilih salah satu yang paling mengacu terhadap sistem. Menu Ganti Kata Sandi, Form Ganti Kata Sandi Kata Sandi = Form Ganti

Setelah dilakukan eliminasi terhadap objek yang redundant, maka di dapat kandidat kelas sebagai berikut : Petugas Form Ganti Kata Sandi Input Old Password Input New Password Input Confirm Password

Kemudian dari daftar kandidat kelas diatas dipilih yang mungkin merupakan atribut dan bukan kelas.
Input Old Password : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form ganti kata sandi.

Input New Password : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form ganti kata sandi. Input Confirm Password : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form ganti kata sandi.

Setelah melakukan eliminasi terhadap kandidat kelas yang kemungkinan merupakan atribut, maka didapat kelas sebagai berikut : Petugas Form Ganti Kata Sandi

3.

Berdasarkan Sequential Diagram Data Info Kerja Pada sequential diagram data info kerja, telah dijelaskan aktivitas aktor

dan reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 46 objek sebagai berikut :
Petugas Akses Halaman Depan Infokerja.web.id admin site Halaman Depan Infokerja.web.id admin site Klik Menu Data Infokerja Menu Data Infokerja Klik Form Aktivasi Form Aktivasi Informasi Pencari Kerja, Pemberi Kerja, Lowongan Jika Akan Dilakukan Aktivasi Klik Button Aktivasi Klik Button Aktivasi Klik Form Data Pencari Kerja Form Data Pencari Kerja Informasi Mengenai Data Pencari Kerja

Jika Akan Menambah Data Pencari Kerja Klik Button New Klik Button New Mengisi Form Pendaftaran Pencari Kerja Klik daftar Klik Form Data Pemberi kerja Form Data Pemberi kerja Informasi Mengenai Data Pemberi Kerja Jika Akan Menambah Data Pemberi Kerja Klik Button New Klik Button New Mengisi Form Pendaftaran Pemberi Kerja Klik daftar Klik Form Data Lowongan Form Data Lowongan Informasi Mengenai Data Lowongan Jika Akan Menambah Data Lowongan Kerja Klik Button New Klik Button New Mengisi Form Lowongan Klik daftar Klik Form Cari Data Lowongan Form Cari Data Lowongan Input Kriteria Pencarian Klik Button Cari Data Lowongan Tampilan Informasi Data Lowongan Klik Form Cari Data Pencari Kerja Form Cari Data Pencari Kerja Input Kriteria Pencarian

Klik Button Cari Data Pencari Kerja Tampilan Informasi Data Pencari Kerja Klik Form Cari Data Pemberi Kerja Form Cari Data Pemberi Kerja Input Kriteria Pencarian Klik Button Cari Data Pemberi Kerja Tampilan Informasi Data Pemberi Kerja

Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy : Irrelevant Class :
Tabel 3.28 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Data Info Kerja Objek Keterangan

Akses Halaman Depan Merupakan aktivitas dari Petugas untuk Infokerja.web.id admin site mengakses menu-menu yang ada pada

Infokerja.web.id admin site


Halaman Depan Merupakan tampilan Halaman Depan Infokerja.web.id admin site Infokerja.web.id admin site yang tidak Klik Menu Data Infokerja Menu Data Infokerja Form Data Infokerja Form Aktivasi Klik Form Aktivasi

memiliki pengaruh terhadap sistem. Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas Merupakan Menu yang dapat dipilih petugas Merupakan bagian sistem yang mamiliki menu-menu yang dapat dipilih Merupakan bagian dari sistem Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas

Tabel 3.28 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Data Info Kerja (Lanjutan)

Objek Informasi Pencari Kerja, Merupakan Pemberi Kerja, Lowongan Aktivasi Jika Akan Dilakukan Aktivasi Merupakan Klik Button Aktivasi Aktivasi Klik Button Aktivasi Klik Form Data Pencari Kerja Informasi Mengenai Pencari Kerja

Keterangan Informasi Informasi dari dari Form Form

Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas

Data Merupakan Informasi dari Form Data Pencari Kerja

Jika Akan Menambah Data Merupakan Informasi dari Form Data Pencari Kerja Klik Button New Pencari Kerja Klik Button New Klik daftar Klik Form Data Pemberi kerja Informasi Mengenai Pemberi Kerja

Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas

Data Merupakan Informasi dari Form Data Pemberi Kerja

Jika Akan Menambah Data Merupakan Informasi dari Form Data Pemberi Kerja Klik Button New Pemberi Kerja Klik Button New Klik daftar Klik Form Data Lowongan Informasi Lowongan Mengenai

Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas
Data Merupakan Informasi dari Form Data Lowongan

Jika Akan Menambah Data Merupakan Informasi dari Form Data Lowongan Kerja Klik Button Lowongan New Klik Button New Klik daftar Klik Form Cari Data Lowongan

Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh

petugas
Klik Button Lowongan Tampilan Lowongan Cari Data Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh

petugas
Data Merupakan tampilan informasi dari form cari data lowongan

Informasi

Tabel 3.28 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Data Info Kerja (Lanjutan) Objek Klik Form Cari Data Pencari Kerja Keterangan

Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas Klik Button Cari Data Pencari Merupakan aktivitas yang dilakukan Kerja oleh petugas
Tampilan Informasi Data Pencari Merupakan tampilan informasi dari Kerja form cari data pencari Kerja Klik Form Cari Data Pemberi Kerja Merupakan aktivitas yang dilakukan

oleh petugas
Klik Button Cari Data Pemberi Merupakan aktivitas yang dilakukan Kerja oleh petugas Tampilan Informasi Data Pemberi Merupakan tampilan informasi dari Kerja form cari data pemberi kerja

Relevant Class dan Fuzzy Class :

Tabel 3.29 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Data Info Kerja
Objek Petugas Katerangan

Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan yang memiliki atribut dan method. Form Data Pencari Kerja Merupakan bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang dapat mempengaruhi sistem Mengisi Form Pendaftaran Merupakan atribut dari Form Data Pencari Kerja Pencari Kerja
Form Data Pemberi kerja

Merupakan bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang

Mengisi Form Pemberi Kerja Form Data Lowongan

Pendaftaran

dapat mempengaruhi sistem Merupakan atribut dari Form Data Pemberi Kerja Merupakan bagian dari sistem memiliki atribut dan method dapat mempengaruhi sistem Merupakan atribut dari Form Lowongan Merupakan bagian dari sistem memiliki atribut dan method dapat mempengaruhi sistem Merupakan atribut dari Form Data Lowongan yang yang Data yang yang Cari

Mengisi Form Lowongan Form Cari Data Lowongan

Input Kriteria Pencarian

Tabel 3.29 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Data Info Kerja (Lanjutan)
Form Cari Data Pencari Kerja

Input Kriteria Pencarian Form Cari Data Pemberi Kerja

Input Kriteria Pencarian

Merupakan bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang dapat mempengaruhi sistem Merupakan atribut dari Form Cari Data Pencari Kerja Merupakan bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang dapat mempengaruhi sistem Merupakan atribut dari Form Cari Data Pemberi Kerja
kelas yang tidak sesuai, tahap

Setelah

mengeliminasi

selanjutnya adalah memilih objek yang memiliki kesamaan namun memiliki tujuan yang berbeda. Maka harus dipilih salah satu yang paling mengacu terhadap sistem. Namun Pada sequential diagram data info kerja tidak ada kandidat kelas yang redundant. dapat kandidat kelas sebagai berikut : Petugas Form Data Pencari Kerja Mengisi Form Pendaftaran Pencari Kerja maka di

Form Data Pemberi kerja Mengisi Form Pendaftaran Pemberi Kerja Form Data Lowongan Mengisi Form Lowongan Form Cari Data Lowongan Input Kriteria Pencarian Form Cari Data Pencari Kerja Input Kriteria Pencarian Form Cari Data Pemberi Kerja Input Kriteria Pencarian

Kemudian dari daftar kandidat kelas diatas dipilih yang mungkin merupakan atribut dan bukan kelas.
Mengisi Form Pendaftaran Pencari Kerja : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Data Pencari Kerja. Mengisi Form Pendaftaran Pemberi Kerja : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Data Pemberi Kerja. Mengisi Form Lowongan : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Lowongan.

Input Kriteria Pencarian : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Cari Data Lowongan. Input Kriteria Pencarian : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Cari Data Pencari Kerja. Input Kriteria Pencarian : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Cari Data Pemberi Kerja.

Setelah melakukan eliminasi terhadap kandidat kelas yang kemungkinan merupakan atribut, maka didapat kelas sebagai berikut :

Petugas Form Data Pencari Kerja Form Data Pemberi kerja Form Data Lowongan Form Cari Data Lowongan Form Cari Data Pencari Kerja Form Cari Data Pemberi Kerja

4.

Berdasarkan Sequential Diagram Arsip Data Pada sequential diagram arsip data, telah dijelaskan aktivitas aktor dan

reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 14 objek sebagai berikut :
Petugas Akses Halaman Depan Infokerja.web.id admin site Halaman Depan Infokerja.web.id admin site Klik Menu Arsip Data Menu Arsip Data Load Form Arsip Pencari Kerja Form Arsip Pencari Kerja Informasi Data Pencari Kerja Secara Keseluruhan Load Form Arsip Pemberi Kerja Form Arsip Pemberi Kerja Informasi Data Pemberi Kerja Secara Keseluruhan Load Form Arsip Lowongan Kerja Form Arsip Lowongan Kerja

Informasi Data Lowongan Kerja Secara Keseluruhan

Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy : Irrelevant Class :
Tabel 3.30 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Arsip Data Objek Keterangan

Akses Halaman Depan Merupakan aktivitas dari Petugas Infokerja.web.id admin site untuk mengakses menu-menu yang

ada pada Infokerja.web.id admin site Halaman Depan Infokerja.web.id Merupakan tampilan Halaman Depan admin site Infokerja.web.id admin site yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Klik Menu Arsip Data Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas Menu Arsip Data Merupakan Menu yang dapat dipilih petugas Load Form Arsip Pencari Kerja Merupakan aktivitas sistem
Form Arsip Pencari Kerja Informasi Data Pencari Secara Keseluruhan

Merupakan bagian dari sistem


Kerja Merupakan

informasi Arsip Pencari Kerja

dari

Form

Load Form Arsip Pemberi Kerja Form Arsip Pemberi Kerja Informasi Data Pemberi Secara Keseluruhan

Merupakan aktivitas sistem Merupakan bagian dari sistem

Kerja Merupakan

informasi Arsip Pemberi Kerja

dari

Form

Load Form Arsip Lowongan Kerja Form Arsip Lowongan Kerja

Merupakan aktivitas sistem Merupakan bagian dari sistem dari Form

Informasi Data Lowongan Kerja Merupakan informasi Secara Keseluruhan Arsip Lowongan Kerja

Relevant Class dan Fuzzy Class :

Tabel 3.31 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Arsip Data
Objek Petugas Keterangan

Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan yang memiliki atribut dan method.

Pada sequential diagram arsip data hanya petugas yang akan dijadikan kelas karena yang lain tidak relevant dan tidak memiliki attribut ataupun method.

5.

Berdasarkan Sequential Diagram Analisa/Laporan Pada sequential diagram analisa/laporan, telah dijelaskan aktivitas aktor

dan reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 16 objek sebagai berikut :
Petugas Akses Halaman Depan Infokerja.web.id admin site Halaman Depan Infokerja.web.id admin site Klik Menu Analisis/Laporan Menu Analisis/Laporan Load Form Analisis Pasar kerja Form Analisis Pasar kerja Tampilan Form Analisis Pasar kerja Pilih Tahun Jika Ingin Periode Perbulan Maka Klik Button Perbulan

Check Box Perbulan Tampilan Analisis Perbulan Jika Ingin Periode Pertriwulan Klik Button Pertriwulan Check Box Pertriwulan Tampilan Analisis Pertriwulan Tampilan Analisis Berupa Tabel, Grafik, dan Lampiran

Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy : Irrelevant Class :
Tabel 3.32 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Analisa/Laporan Objek Keterangan

Akses Halaman Depan Merupakan aktivitas dari Petugas Infokerja.web.id admin site untuk mengakses menu-menu yang

ada pada Infokerja.web.id admin site


Halaman Depan Infokerja.web.id Merupakan tampilan Halaman Depan admin site Infokerja.web.id admin site yang tidak Klik Menu Analisis/Laporan Load Form Analisis Pasar kerja Tampilan kerja Form Analisis

memiliki pengaruh terhadap sistem. Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas Merupakan aktivitas sistem tampilan/interface dari Form Analisis Pasar Kerja

Pasar Merrupakan

Tabel 3.32 Irrelevant Class Analisa/Laporan (Lanjutan) Objek

pada

Sequential Keterangan

Diagram

Jika Ingin Periode Perbulan Maka Merupakan Informasi Check Box Perbulan Analisis Pasar kerja

dari

Form

Check Box Perbulan

Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas Tampilan Analisis Perbulan Merupakan Tampilan analisis selama satu bulan Jika Ingin Periode Pertriwulan Merupakan Informasi dari Form Check Box Pertriwulan Analisis Pasar kerja
Check Box Pertriwulan

Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas Tampilan Analisis Pertriwulan Merupakan Tampilan Analisis Pertriwulan Tampilan Analisis Berupa Tabel, Merupakan bagian dari Form Analisis Grafik, dan Lampiran Pasar Kerja Relevant Class dan Fuzzy Class :

Tabel 3.33 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Analisa/Laporan Objek Keterangan Petugas Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan yang memiliki atribut dan method. Menu Analisis/Laporan Merupakan Sinonim dari Form Analisis Pasar kerja
Form kerja Analisis Pasar Merupakan bagian dari sistem yang memiliki

Pilih Tahun Setelah

atribut dan method yang dapat mempengaruhi sistem Merupakan atribut dari Form Analisis Pasar kerja
mengeliminasi kelas yang tidak sesuai, tahap

selanjutnya adalah memilih objek yang memiliki kesamaan namun memiliki tujuan yang berbeda. Maka harus dipilih salah satu yang paling mengacu terhadap sistem. Menu Analisis/Laporan, Form Analisis Pasar kerja = Form Analisis Pasar kerja

Setelah dilakukan eliminasi terhadap objek yang redundant, maka di dapat kandidat kelas sebagai berikut : Petugas Form Analisis Pasar kerja Pilih Tahun

Kemudian dari daftar kandidat kelas diatas dipilih yang mungkin merupakan atribut dan bukan kelas.
Pilih Tahun: Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Analisis Pasar kerja. Setelah melakukan eliminasi terhadap kandidat kelas yang kemungkinan merupakan atribut, maka didapat kelas sebagai berikut : Petugas Form Analisis Pasar kerja

6.

Berdasarkan Sequential Diagram Statistik Data Pada sequential diagram statistik data, telah dijelaskan aktivitas aktor dan

reaksi antara aktor dengan sistem. Berdasarkan sequential diagram tersebut terdapat 26 objek sebagai berikut :
Petugas Akses Halaman Depan Infokerja.web.id admin site Halaman Depan Infokerja.web.id admin site Klik Menu Statistik data Menu Statistik data Load Form Statistik Data Pencari Kerja Form Statistik Data Pencari Kerja Tampilan Form Statistik Data Pencari Kerja Pilih Periode Statistik Data Pencari Kerja Jika Ingin Melihat Statistik Data Pencari Kerja Klik Button Lihat Klik Button Lihat Tampilan Statistik Data Pencari Kerja Load Form Statistik Data Pemberi Kerja Form Statistik Data Pemberi Kerja

Tampilan Form Statistik Data Pemberi Kerja Pilih Periode Statistik Data Pemberi Kerja Jika Ingin Melihat Statistik Data Pemberi Kerja Klik Button Lihat Klik Button Lihat Tampilan Statistik Data Pemberi Kerja Load Form Statistik Data Lowongan Form Statistik Data Lowongan Tampilan Form Statistik Data Lowongan Pilih Periode Statistik Data Lowongan Jika Ingin Melihat Statistik Data Lowongan Klik Button Lihat Klik Button Lihat Tampilan Statistik Data Lowongan

Dari objek diatas, tidak semuanya akan dijadikan sebagai kandidat kelas. Kandidat kelas harus dipilih dari kelas yang relevan dan kelas yang fuzzy/tidak jelas. Kelas yang tidak sesuai akan dieliminasi, berikut pengelompokan objek berdasarkan kelas yang tidak relevan, kelas yang relevan dan kelas fuzzy : Irrelevant Class :
Tabel 3.34 Irrelevant Class pada Sequential Diagram Statistik Data Objek Keterangan

Akses Halaman Depan Merupakan aktivitas dari Petugas untuk Infokerja.web.id admin site mengakses menu-menu yang ada pada

Infokerja.web.id admin site


Halaman Depan Merupakan tampilan Halaman Depan Infokerja.web.id admin site Infokerja.web.id admin site yang tidak Klik Menu Statistik data Menu Statistik data

memiliki pengaruh terhadap sistem. Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas Merupakan Menu yang dapat dipilih petugas

Load Form Statistik Pencari Kerja

Data Merupakan aktivitas sistem

Tampilan Form Statistik Data Tampilan Form Statistik Data Pencari Pencari Kerja Kerja Jika Ingin Melihat Statistik Merupakan informasi dari Form Statistik Data Pencari Kerja Klik Data Pencari Kerja Button Lihat Klik Button Lihat Tampilan Statistik Pencari Kerja Load Form Statistik Pemberi Kerja

Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas


Data Merupakan Tampilan Statistik Data Pencari Kerja Data Merupakan aktivitas sistem

Tampilan Form Statistik Data Tampilan Form Statistik Data Pemberi Pemberi Kerja Kerja Jika Ingin Melihat Statistik Merupakan informasi dari Form Statistik Data Pemberi Kerja Klik Data Pemberi Kerja Button Lihat Klik Button Lihat Tampilan Statistik Pemberi Kerja Load Form Lowongan Statistik

Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas


Data Merupakan Tampilan Statistik Data Pemberi Kerja Data Merupakan aktivitas sistem Form Statistik Data

Tampilan Form Statistik Data Tampilan Lowongan Lowongan

Jika Ingin Melihat Statistik Merupakan informasi dari Form Statistik Data Lowongan Klik Button Data Lowongan Lihat Klik Button Lihat Tampilan Lowongan Statistik

Merupakan aktivitas yang dilakukan oleh petugas


Data Merupakan Tampilan Statistik Data Lowongan

Relevant Class dan Fuzzy Class :

Tabel 3.35 Relevant Class dan Fuzzy Class pada Sequential Diagram Statistik Data
Objek Petugas Keterangan

Merupakan aktor dari sistem yang sedang berjalan yang memiliki atribut dan method. Form Statistik Data Pencari Kerja Merupakan bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang dapat mempengaruhi sistem Pilih Periode Statistik Data Merupakan atribut dari Form Analisis Pencari Kerja Pasar kerja
Form Statistik Data Pemberi Kerja

Pilih Periode Pemberi Kerja

Statistik

Merupakan bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang dapat mempengaruhi sistem Data Merupakan atribut dari Form Analisis Pasar kerja Merupakan bagian dari sistem yang memiliki atribut dan method yang dapat mempengaruhi sistem Data Merupakan atribut dari Form Analisis Pasar kerja

Form Statistik Data Lowongan

Pilih Periode Lowongan

Statistik

Setelah

mengeliminasi

kelas

yang

tidak

sesuai,

tahap

selanjutnya adalah memilih objek yang memiliki kesamaan namun memiliki tujuan yang berbeda. Maka harus dipilih salah satu yang paling mengacu terhadap sistem. Namun pada sequential diagram statistik data tidak ada kandidat kelas yang redundant maka didapat kandidat kelas sebagai berikut : Petugas Form Statistik Data Pencari Kerja Pilih Periode Statistik Data Pencari Kerja Form Statistik Data Pemberi Kerja Pilih Periode Statistik Data Pemberi Kerja

Form Statistik Data Lowongan Pilih Periode Statistik Data Lowongan

Kemudian dari daftar kandidat kelas diatas dipilih yang mungkin merupakan atribut dan bukan kelas.
Pilih Periode Statistik Data Pencari Kerja : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Statistik Data Pencari Kerja Pilih Periode Statistik Data Pemberi Kerja : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Statistik Data Pemberi Kerja Pilih Periode Statistik Data Lowongan : Bukan merupakan kelas, karena merupakan atribut dari kelas Form Statistik Data Lowongan

Setelah melakukan eliminasi terhadap kandidat kelas yang kemungkinan merupakan atribut, maka didapat kelas sebagai berikut : Petugas Form Statistik Data Pencari Kerja Form Statistik Data Pemberi Kerja Form Statistik Data Lowongan

Dari penjelasan diatas, didapat kelas berdasarkan sequential diagram pada pemberi kerja secara keseluruhan. Berikut kelas yang di dapat dari sequential diagram pencari kerja beserta keterangan kelasnya :

Petugas : Termasuk kedalam kelas orang, karena merupakan aktor atau pengguna dari sistem informasi ketenagakerjaan. Form Login : Termasuk kedalam kelas tempat, digunakan actor untuk tempat melakukan aktivitas Login. Form Ganti kata Sandi : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas ini aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem.

Form Data Pencari Kerja : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas ini aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem. Form Data Pemberi Kerja : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas ini aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem. Form Data Lowongan : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas ini aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem. Form Cari Data Lowongan : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas ini aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem. Form Cari Data Pencari Kerja : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas ini aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem. Form Cari Data Pemberi Kerja : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas ini aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem. Form Analisis/Laporan : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas ini aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem. Form Statistik Data Pencari Kerja : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas ini aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem. Form Statistik Data Pemberi Kerja : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas ini aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem. Form Statistik Data Lowongan : Termasuk kedalam kelas event, karena pada kelas ini aktor melakukan beberapa aktivitas yang mempengaruhi sistem. Berikut ini kelas yang di dapat dari sequential diagram secara keseluruhan

beserta keterangannya: 1. 2. 3. Infokerja.web.id : Kelas yang mengagregasi ke kelas yang lain, sebagai tampilan utama dari sistem informasi ketenagakerjaan. Infokerja.web.id admin site : Kelas yang mengagregasi ke kelas yang lain, sebagai tampilan utama dari sistem informasi ketenagakerjaan Pencari Kerja : Kelas Pencari Kerja adalah kelas yang merupakan kumpulan orang-orang yang akan mencari informasi lowongan kerja pada situs Infokerja.web.id 4. 5. Form Pencari Kerja : Form yang berisikan Informasi untuk pencari kerja baik yang sudah menjadi member ataupun yang belum menjadi member. Form Pendaftaran Pencari Kerja : Form yang berisikan formulir pendaftaran untuk pencari kerja yang akan menjadi member.

6. 7.

Form

Edit

Profil

Pencari

Kerja

Form

yang

digunakan

untuk

memperbaharui data dari pencari kerja. Form Cari Lowongan : Form yang di gunakan pencari kerja untuk mencari dan mengetahui informasi mengenai lowongan pekerjaan sesuai dengan criteria yang diinginkan.

8.

Pemberi Kerja : Kelas Pemberi Kerja adalah kelas yang merupakan kumpulan orang-orang yang akan mencari informasi mengenai pencari kerja dan memberikan lowongan pekerjaan.

9.

Form Pemberi Kerja : Form yang berisikan Informasi untuk Pemberi kerja baik yang sudah menjadi member ataupun yang belum menjadi member

10.
11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.

Form Pendaftaran Pemberi Kerja : Form yang berisikan formulir pendaftaran untuk pemberi kerja yang akan menjadi member.
Form Edit Profil Pemberi Kerja : Form yang digunakan untuk memperbaharui data dari Pemberi kerja Form Lowongan : Form yang digunakan pemberi kerja untuk melihat informasi data lowongan membuat lowongan yang baru. Form Pencarian : Form yang digunakan oleh pemberi kerja untuk mencari informasi pencari kerja sesuai dengan kriteri yang diinginkan. Petugas : Kelas Petugas adalah kelas yang terdiri dari petugas sebagai pengelola web. Form Login : Kelas form yang digunakan petugas untuk dapat masuk ke halaman depan Infokerja.web.id admin site Form Ganti Kata Sandi : Form yang digunakan petugas untuk memperbaharui atau mengganti kata sandi. Form Data Pencari Kerja : Form yang digunakan petugas untuk mengetahui informasi pencari kerja dan kerja. menambah data pencari

18.

Form Data Pemberi kerja : Form yang digunakan petugas untuk mengetahui informasi pencari kerja dan kerja. menambah data pemberi digunakan petugas untuk

19.

Form

Data

Lowongan

Form

yang

mengetahui informasi pencari kerja dan menambah data lowongan.

20. 21. 22. 23.

Form Cari Data Lowongan : Form yang digunakan petugas untuk mencari informasi mengenai pencari kerja. Form Cari Data Pencari Kerja : Form yang digunakan petugas untuk mencari informasi mengenai pemberi kerja. Form Cari Data Pemberi Kerja : Form yang digunakan petugas untuk mencari informasi mengenai lowongan. Form Analisis Pasar kerja : Form yang digunakan petugas untuk mengetahui informasi pasar kerja berupa laporan yang disajikan melalui tabel, grafik dan lampiran .

24. 25. 26.

Form Statistik Data Pencari Kerja : Form yang digunakan petugas untuk mengetahui statistik data pencari kerja. Form Statistik Data Pemberi Kerja : Form yang digunakan petugas untuk mengetahui statistik data pemberi kerja. Form Statistik Data Lowongan : Form yang digunakan petugas untuk mengetahui statistik data lowongan kerja.

Dari pemaparan diatas, dapat diketahui adanya relevansi antara kelas yang dibuat dengan sistem yang sedang berjalan. Hal itu dapat dilihat dari deskripsi fungsi masing-masing kelas. Berikut adalah kelas-kelas yang dapat teridentifikasi

berdasarkan dari model-model sebelumnya, seperi dari model use case diagrams dan model sequential diagrams:

c cr r P e n c a r i k e roj ar m P e n c a r F o remr jaP e n d a f ta r a n PF eo nr m a rEi dk iet rPj ar o f i l P e Fn o a m i Kc ea r jia L o w ofon kg ea rnj a . w e b . i d F i K In

b a r P e m b e r i KF eo r rja P e m b e rFi oKr m r j P e n d a ft a r a n P Fe omr m e Er i dKi te Pr jrao f i l P eF mo rbme r iP Ke en rcj Fa o i ramn L o w o n g a n m e a

P e t u g aFs o r m L oFg oinr m G a n t i K aF t oa r m a Dn a ti a P e n F o r m K D raj a a P e m F e r m K D raj a a L o w o n g a n S d ca i e t bo i e t

F o r m C a r i D a t a P eFnoc r am r i C ae r ij aD a r a P e Fmo rbme r C Ka er ir jDa a t a L oo w mo n Ag n a l i s i s P a s a r K e r ja K i an F r

F o r m S t a t i s t i k D a t a FP oe r nm c aSr it aKt ies rtj iak D a t a PF eo mmb eSr it aKt ies r tj iak D a t In f L ok w roj an .gw aenb . i d a d m i n s i t e r a o e

Gambar 3.88 Class Diagram Sistem Informasi Ketenagakerjaan

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


4.1. Kesimpulan Berdasarkan kajian, tinjauan teori yang dimiliki, serta dari hasil analisis terhadap Sistem Informasi Ketenagakerjaan di Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut, kesimpulan yang dapat diambil yaitu: Sistem Informasi ketenagakerjaan berbasis web ini dalam pengelolaan dan pengembangan situs, agar informasi yang disajikan akurat, tepat guna, dan tepat waktu, arsitektur situs web resmi DISNAKERSOSTRANS dibagi dalam dua lapisan aplikasi yang terintegrasi yaitu aplikasi untuk Pengunjung Situs (Front End Application), yaitu aplikasi/halaman-halaman web yang bisa diakses pengunjung dan aplikasi untuk Pengelola Situs (Back Office Application), yaitu aplikasi untuk pengelolaan dan pengolahan informasi situs. Sitem Informasi ketenagakerjaan ini berjalan satu arah dimana pencari kerja hanya menggunakan sistem untuk mencari informasi dan dapat mengirim lamaran secara langsung kepada pemberi kerja melalui sistem, namun pemberi kerja dalam memberikan informasi kepada pencari kerja tidak melalui sistem tetapi langsung kepada pencari kerja melalui surat atau e-mail. Pengguna sistem informasi ketenagakerjaan yaitu Petugas, Pencari kerja dan Pemberi kerja, yang dapat berinteraksi langsung dengan sistem. Dengan menggunakan metode yang dikemukakan oleh Ali Bahrami (1999), sesuai dengan identifikasi aktor dan pengembangan use case yang aktivitasnya dijelaskan dalam activity diagram dan sequential diagram sehingga didapat kelas dari aktivitas tersebut. Sejauh ini Sistem Informasi Ketenagakerjaan dapat memenuhi kebutuhan user dalam mencari informasi yang dibutuhkan, yaitu:

1. Dalam memenuhi kebutuhan pencari kerja sistem memiliki aplikasi yang dapat diakses dengan mudah. Dengan melakukan pendaftaran terlebih dahulu, maka pencari kerja dapat mengakses Infokerja.web.id dan mendapat informasi mengenai lowongan pekerjaan. Pencari kerja yang ingin mengirimkan lamaran kepada perusahaan instansi yang bersangkutan. Namun ada sedikit kekurangan pada sistem dalam memenuhi kebutuhan pencari kerja dalam menerima informasi diterima atau tidaknya lamaran yang diajukan tidak langsung dari sistem tetapi dari pemberi kerja. 2. Dalam memenuhi kebutuhan pemberi kerja sistem memiliki aplikasi yang dapat diakses dengan mudah oleh pemberi kerja. Dengan melakukan pendaftaran terlebih dahulu, maka pemberi kerja dapat mengetahui informasi mengenai pencari kerja dan dapat memberikan informasi mengenai lowongan kerja. Namun ada sedikit kekurangan pada sistem dalam memenuhi kebutuhan pemberi kerja dalam memberikan informasi kepada pencari kerja. 3. Dalam Sistem Informasi Ketenagakerjaan petugas memiliki peran sebagai penghubung antara pencari kerja dan pemberi kerja. Pada Infokerja.web.id pencari kerja dan pemberi kerja dapat berinteraksi langsung dengan bantuan petugas. Kebutuhan informasi Ketenagakerjaan, dapat terpenuhi dengan adanya form Analisis/ Laporan. Pada form ini petugas dapat melihat sejauh mana perkembangan pasar kerja di Kabupaten Garut. 4.2. Saran Pada Sistem Informasi Ketenagakerjaan di Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut, ada sedikit kekurangan yang perlu diperbaiki yaitu sistem yang masih berjalan satu arah. Sebaiknya sistem dibuat menjadi dua arah, agar sistem yang digunakan berjalan secara optimal dan untuk mempermudah pemberi kerja dalam memeberikan informasi kepada pencari kerja dan pemberi kerja.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, diakses dari situs http://Infokerja.web.id/, pada tanggal 26 januari 2010.

Anonim, diakses dari situs http://Infokerja.web.id admin site/, pada tanggal 26 januari 2010.

Anonim, diakses dari situs http://resource.visual-paradigm.com/, pada tangal 26 januari 2010

Amsyah, Zulkifli, Manajemen Sistem Informasi, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2005.

Bahrami, Ali, Object Oriented Systems Development, Irwin McGraw-Hill, Singapore, 1999.

Data-data Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut

Hermawan, Julius, Analisa Desain & Pemograman Berorientasi Obyek dengan UML dan Visual Basic.net , Andi Offset, Yogyakarta, 2003.

Haag,

Stephen; keen, Peter, Information Technology Tommorrows Advantage Today McGraw-Hill,1996.

Jogiyanto HM, Analisis dan Desain, Andi Offset, Yogyakarta, 1999.

Munawar,

Pemodelan Visual Yogyakarta, 2005.

dengan

UML,

Graha

Ilmu,

Nugroho, Adi, Analisis dan Perancangan Sistem Informasi dengan Metodologi Berorientasi Objek, Informatika, Bandung, 2005.

Rafiudin, Rahmat, Sistem Komunikasi Data Mutakhir, Andi Offset, Yogyakarta, 2006.

Whitten, Jeffrey. Bentley, Lonnie D. Dittman, Kevin C. Metode dan Analisis Sistem, Edisi Bahasa Indonesia, Irwin McGrawHill, Singapore, 2004.

Anda mungkin juga menyukai