Anda di halaman 1dari 7

MODUL 1 PARAMETER GERBANG LOGIKA

Yogi Salomo Mangontang Pratama (13511059) Asisten: Maharani Meganti Tanggal Percobaan: 27/09/2012 EL2195-Praktikum Sistem Digital

Laboratorium Dasar Teknik Elektro Sekolah Teknik Elektro dan Informatika

Abstrak Percobaan yang dilakukan terdiri dari 6 percobaan, antara lain untuk mengamati karakteristik transfer tegangan, menghitung noise margin dari berbagai IC, mengamati delay propagasi, mengenali suatu fungsi logika melalui variasi input, membuat rangkaian kombinasi sederhana, serta melakukan verifikasi terhadap gerbang logika NOR TTL. Dari percobaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa karakteristik dari gerbang logika antara lain adalah voltage transfer, noise margin, dan propagation delay. Sementara parameter dari gerbang logika adalah operating point yang mereprentasikan nilai HIGH dan LOW dalam range logika. Kata kunci : Voltage Transfer, Noise Margin, Delay Propagasi, Operating Point, IC, CMOS, karakter gerbang logika. 1. PENDAHULUAN
Suatu gerbang logika menerima satu atau lebih input, dan memberikan suatu keluaran yang merupakan fungsi dari masukan tersebut. Dalam menyusun sebuah gerbang logika, yang perlu kita perhatikan adalah menentukan fungsi dari gerbang logika tersebut, dan merancang sebuah gerbang dengan menerapkan karakteristik gerbang logika tersebut. Di dalam gerbang logika dikenal istilah Operating Point, yaitu nilai tegangan keluaran yang dihasilkan oleh gerbang logika yang bernilai HIGH dan LOW. Melalui satu parameter ini, kita dapat mengenali berbagai macam karakteristik dari gerbang logika. Dan yang dibahas dalam praktikum ini adalah Voltage Transfer, Noise Margin, dan Propagation Delay. Adapun tujuan dari praktikum ini antara lain : 1. Mengenal dan memahami beberapa karakteristik dari gerbang logika diantaranya

Voltage Transfer, Noise Margin, dan Propagation Delay. 2. Mengenal dan memahami parameter dari gerbang logika, yaitu operating point yang merepresentasikan range logika HIGH dan LOW. 3. Dapat membuat rangkaian kombinasional sederhana menggunakan IC logika CMOS.

2. STUDI PUSTAKA Suatu gerbang logika menerima satu atau lebih input yang bernilai LOW maupun HIGH, serta mengembalikan nilai yang merupakan fungsi dari nilai tersebut, sesuai dengan logika yang terdapat dalam gerbang tersebut. Akan tetapi dalam kenyataannya, gerbang logika tidak dapat menerima dan mengeluarkan nilai secara sempurna seperti yang ada pada perhitungan. Ada beberapa karakteristik yang harus kita amati dan pelajari, antara lain Voltage Transfer, Operating Point, Noise Margin, dan Gate Delay. 2.1 Voltage Transfer Static voltage transfer dari sebuah gerbang logika adalah plot dari tegangan keluaran gerbang logika (VOUT) dibandingkan dengan tegangan masukan gerbang logika (VIN). Secara matematis, dapat dideskripsikan sebagai VOUT = f(VIN) Disebut static, karena pada bagian ini kita tidak memperhitungkan adanya faktor waktu.

Figure 1 Karakteristik Voltage Transfer Sumber : Brown Steven, Varesnic, Fundamental Of Digital Logic in VHDL Ed. 3 hal. 124

2.2 Operating Point Operating Point merupakan nilai tegangan keluaran yang dihasilkan oleh gerbang logika yang bisa diidentifikasi sebagai keluaran bernilai LOW atau bernilai HIGH. Karena tegangan keluaran bergantung pada tegangan masukan, maka untuk mendapatkan nilai HIGH operating point secara utuh untuk keluaran inverter, nilai LOW operating point harus menjadi masukan inverter. Begitu pula sebaliknya, sehingga diperlukan konfigurasi umpan balik atau yang menyerupai. 2.3 Noise Margin Noise margin didefinisikan sebagai jumlah dari tegangan derau efektif yang bisa ditoleransi oleh input tanpa mengubah nilai keluaran gerbang logika. Dua parameter, high to low propagation time (tPLH) serta low to high propagation time (tPHL) diukur pada posisi 50% tegangan maksimal dari bentuk gelombang VIN dan VOUT. Sebagai tambahan, ada pula parameter kedua yaitu worst case propagation delay, yang dirumuskan : tPD = max (tPLH, tPHL) sementara untuk tPDaverage kita menghitungnya bukan tepat 50% dari tegangan maksimal melainkan : tPDaverage = (tPLH + tPHL) /2 3. METODOLOGI
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini antara lain :

Untuk mendapatkan nilai noise margin, kita memerlukan dua nilai tegangan yang didapatkan dari grafik karakteristik transfer yaitu dua tegangan input yang memiliki gradient = -1. Tegangan yang lebih rendah dari kedua tegangan ini disebut V input LOW yang dituliskan VIL dan yang lebih tinggi disebut V input HIGH yang dituliskan VIH. Kedua tegangan ini merupakan tegangan perkiraan yang dianggap sebagai tegangan batas yang masih dikenali sebagai jenis masukan logika HIGH atau LOW.

1. Kit Praktikum Gerbang Logika NORR TTL dan Parameter Gerbang Logika. 2. 1 buah project board 3. Power Supply, Osiloskop, dan Generator Sinyal 4. Kabel Jumper secukupnya 5. 1 buah Kabel BNC, 2 buah kabel BNC-Probe Kait/ BNC-Jepit Buaya/ BNC-Banana 6. 2 buah kabel Banana-Banana/ Banana-Jepit Buaya Merah dan Hitam. 7. Komponen IC Gerbang Logika 7400 8. Osiloskop dan Generator Sinyal

Dengan menggunakan tegangan ini beserta tegangan VOH dan VOL kita bisa mendapatkan static voltage noise margin untuk gerbang logika dengan rumus : NML = VIL-VOL (untuk yang LOW) NMH = VOH-VIH (untuk yang HIGH 2.4 Gate Delay Untuk menjelaskan mengenai gate delay, akan diambil contoh sebuah inverter, dimana kita mengasumsikan sebuah pulsa diberikan sebagai masukan inverter dan sebagai respon dari masukan tersebut, dihasilkan VOUT seperti yang tertera pada gambar.

3.1 PERCOBAAN 1A : VOLTAGE TRANSFER CHARACTERISTIC DAN NOISE MARGINS DARI IC 74LS04

Mengatur pengaturan generator sinyal menjadi sinyal segitiga, frekuensi maksimal 1kHz, tegangan puncak 5 V dan offset DC (menarik knop offset) dan mengatur tegangan minimum 0V

ulangi langkah-langkah di atas untuk inverter CMOS 4007

Cek keluaran sinyal generator menggunakan osiloskop dengan mode coupling DC sebelum menyambungkannya dengan inverter karena dapat merusak IC

3.3 PERCOBAAN 1C : DELAY PROPAGASI


Susun kit praktikum parameter gerbang logika percobaan 1C menjadi rangkaian seperti pada gambar di buku praktikum dengan kondisi semua alat dimatikan

Sambungkan output generator sinyal ke input gerbang logika(IN), kanal 1 osiloskop dengan input gerbang logika (IN), dan kanal 2 osiloskop dengan output gerbang logika (OUT)

Setting Power Supply pada tegangan 5V dan sambungkan dengan VCC dan GND

Sambungkan power supply dengan VCC dan GND kit prakitkum, kemudian nyalakan

Setting osiloskop pada mode X-Y, tekan tombol ground pada kedua kanal dan atur agar posisi titik berada di tengah.

Ubah setting triggering menggunakan tombol slope menjadi positive edge, setting input tiap kanal menjadi 1V/DIV , sambungkan ground tiap kanal dan setting TIME/DIV menjadi 0.2us

Kembali tekan tombol ground pada kedua kanal untuk melakukan pengamatan bentuk sinyal. Periksa apakah bentuknya mirip dengan gambar referensi. Catat hasil pengamatan

3.2 PERCOBAAN 1B : MENCARI NILAI NML DAN NMH


Gambarkan pada logbook keluaran mode XY dari percobaan sebelumnya pada tempat yang terpisah

Setting keluaran generator sinyal menjadi sinyal kotak dengan frekuensi 300kHz, gunakan port OUTPUT sebagai keluaran, setelah sebelumnya mengecek keluaran sinyal generator menggunakan osiloskop.

Tampilkan keluaran dari kedua kanal, dan gunakan tombol X1/MAG untuk memperbesar hingga 10x dan bentuk sinyal dapat terlihat jelas

Tukarkan posisi Probe osiloskop kanal 1 dengan kanal 2 sehingga posisinya bertukar dari percobaan 1A, lalu sambungkan dengan inverter TTL 74LS04

Atur posisi vertical kedua sinyal sehingga posisinya 50% berada di sumbu X, kemudian ambil foto atau gambar hasil yang didapatkan

Seperti pada Percobaan 1A, dapatkan sinyal keluaran inverter dalam mode XY kemudian gambarkan hasil pengamatan secara bertumpukan dengan gambar percobaan sebelumnya

Ubah setting triggering menjadi negative edge dan ulangi semua langkah diatas.

Hitung VOL, VOH, VIL, dan VIH dengan ketelitian 1 desimal dengan rumus yang ada pada studi pustaka, kemudian bandingkan dan analisa

Gunakan nilai tPLH dan tPHL yang didapatkan untuk mencari tPD dan tPD(average) menggunakan rumus dari studi pustaka, dan kemudian bandingkan dengan data pada datasheet 74LS08. Analisalah bila terjadi perbedaan

3.4 PERCOBAAN FUNGSI LOGIKA

1D

VERIFIKASI

Hubungkan VCC dan GND kit praktikum Gerbang Logika NOR TTL dengan Power Supply 5V, hubungkan multimeter pada terminal OUT untuk mengukur tegangan

Hubungkan Power Supply dengan Kit Praktikum Parameter Gerbang Logika Percobaan 1D

Berikan Input A, Input B, dan Input C nilai 0 (LOW), dan amati nilai yang terbaca, dan hitung tegangan pada semua hambatan

Buatlah tabel logika dari gerbang yang dipakai dengan menvariasikan ketiga masukan gerbang logika menggunakan tegangan dari Power Supply.

Ubah salah satu nilai input menjadi logika 1(HIGH/5V) dan lakukan pengamatan seperti langkah sebelumnya

Untuk nilai LOW, gunakan ground Power Supply, sedangkan untuk nilai HIGH gunakan VCC Power Supply yang diset bernilai 5V

Ubah dua nilai input menjadi logika 1(HIGH/5V) dan lakukan pengamatan seperti langkah sebelumnya

Berikan input yang bervariasi dan perhatikan lampu dari kit praktikum tersebut. apabila lampu menyala artinya nilainya 1 (HIGH) sementara bila tidak menyala, nilainya 0(LOW)

Ubah semua nilai input menjadi logika 1(HIGH/5V) dan lakukan pengamatan seperti langkah sebelumnya

Amati hasil output dari gerbang logika, kemudian analisa jenis dari gerbang logika yang diberikan berdasarkan variasi input dan output

Analisa apakah nilai yang didapatkan sesuai dengan tabel kebenaran gerbang logika NOR, dan jika tidak mengapa.

4. HASIL DAN ANALISIS 3.5 PERCOBAAN 1E : RANGKAIAN KOMBINASIONAL SEDERHANA


Buat persamaan logika : Q = A + B dengan hanya menggunakan operasi NAND dan NOR saja

4.1 Percobaan 1A : Menentukan karakteristik voltage transfer dan noise margins dari IC 74LS04

Gambar referensi hasil keluaran osiloskop :


Rancang dan gambar rangkaiannya, kemudian terapkan rangkaiannya dari IC CMOS 7400 yang telah tersedia pada project board

Verifikasi fungsionalitas dari rangkaian dengan memberikan variasi input dan catat serta bandingkan dengan tabel kebenaran dari fungsi OR. Analisa bila terjadi perbedaan

3.6 PERCOBAAN 1F : GERBANG LOGIKA NOR TTL

Hasil percobaan keluaran osiloskop pada mode X-Y :

NML = VIL - VOL = 0.9 V 0,4 V = 0.5 V NMH = VOH - VIH = 10.5 V 6.5 V =4V Dari hasil didapat bahwa nilai NML = 0.5 V dan NMH = 4 V

Tabel 0-1 Tabel Data 1A Tegangan VOH VOL VIH VIL Besar (V) 10.5 0.4 6.5 0.9

4.3 Percobaan IC : Delay Propagasi

Dari percobaan delay propagasi didapat hasil keluaran osiloskop pada saat triggering positive edge :

4. 2 Percobaan 1B : Mencari nilai NML dan NMH


Dari gambar tersebut diketahui data data yang didapat : Tabel 0-2 Tabel Data 1B Tegangan VOH VOL VIH VIL Besar (V) 10.5 0.4 6.5 0.9 Nilai tPHL tPLH

Data yang didapat adaah sebagai berikut : Tabel 0-3 Tabel Data Positive Edge Besar (us) 0,3 0,2

Maka dari data yang didapatkan dapat dihitung tPD dan tPD(average) menggunakan rumus : tPD = maximum (tPHL, tPLH) = maximum (0,3;0,2) = 0,25 us Sedangkan nilai rata ratanya :

Maka dapat dihitung nilai NML dan NMH dengan menggunakan rumus

tPD(average) = (tPHL + tPLH)/2 = (0,3 + 0,2) / 2 =0,25 us Sedangkan hasil keluaran osiloskop pada saat triggering negative edge :

1 1 1 0 0 0 0

1 0 0 1 1 0 0

0 1 0 1 0 1 0

1 1 1 1 1 1 1

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa gerbang logika tersebut adalah NAND. Tabel 0-4 Tabel Data Negative Edge Besar (us) 0,2 0,3

4.5 Percobaan 1E : Rangkaian Kombinasional Sederhana


Membuat rumus Q = A + B dengan hanya menggunakan NAND, kami membuat :

Nilai tPHL tPLH tPD = maximum (tPHL, tPLH) = maximum (0,2;0,3) = 0,3 us

Sedangkan nilai rata ratanya : tPD(average) = (tPHL + tPLH)/2 = (0,2 + 0,3) / 2 =0,25 us Dan dihasilkan table kebenaran yang sesuai.

4.6 Percobaan 1F : Gerbang LOGIKA NOR TTL


Tabel 0-6 Tabel Kebenaran NOR

4.4 Percobaan 1D : Verifikasi fungsi logika

Tabel 0-5 Tabel Kebenaran A 1 B 1 C 1 Output 0

A 1

B 1

F 0

1 0 0

0 1 0

1 1 1

5. KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapat dari percobaan parameter gerbang logika adalah Gerbang logika memiliki beberapa karakteristik yaitu voltage transfer, noise margin, dan propagation delay. Operating point yang merupakan parameter dari gerbang logika didapat dari karakteristik voltage transfer Hasil percobaan karakteristik voltage transfer yang didapat sesuai dengan referensi yang ada. Hasil percobaan propagation delay didapat sesuai dengan referensi yang ada dengan tPD(average) = 0,25 us

6. DAFTAR PUSTAKA Brown, Steven dan Varesnic, Zvonko. 2005. Fundamental Of Digital Logic with VHDL Design.
Hutabarat, Mervin, dkk, Modul Praktikum Sistem Digital, Hal 1 11, Institut Teknologi Bandung, Bandung, 2010