Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG Kanker adalah penyakit yang tidak mengenal status sosial serta dapat

menyerang siapa saja sebagai akibat pertumbuhan sel yang tidak normal dari selsel di dalam jaringan tubuh. Sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya dan mengganggu fungsi selular sehingga dapat menimbulkan kematian sel. Hal ini sejalan dengan defenisi dari American Cancer Society yang mengatakan kanker sebagai kelompok penyakit yang ditandai oleh pertumbuhan dan penyebaran sel abnormal yang tidak terkendali (Kaplan et al, 1993) Dari data WHO (2007) diketahui, setiap tahun jumlah penderita kanker di dunia bertambah menjadi 6,25 juta orang. Kanker ovarium menempati peringkat kelima sebagai penyebab kematian tersering pada wanita di Amerika Serikat setelah kanker paru-paru, kolorektal, payudara, dan pankreas (Jemal, 2007). Sedangkan di Indonesia kanker ovarium menduduki urutan ke enam terbanyak dari keganasan pada wanita setelah karsinoma serviks uteri, payudara, kolorektal, kulit dan limfoma (Djuana, 2001). Seringkali kanker ovarium terdeteksi pada stadium lanjut dikarenakan sel kanker membesar dan menyebar ke organ sekitarnya tanpa keluhan, (Robbins dan kumar, 2007).

Riwayat keluarga dengan kanker ovarium mempunyai tiga kali lipat resiko menderita kanker ovarium. Identifikasi pasien beresiko tinggi dengan anggota keluarga menderita kanker ovarium, payudara, atau kolon saat ini adalah strategi pencegahan terbaik. Sebagian besar tumor berhubungan dengan mutasi lokus BRCA1. Gen lain yang berperan dalam kerentanan terhadap kanker ovarium dan payudara adalah BRCA2. Wanita dengan mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 yang mempunyai riwayat keluarga dengan kanker mempunyai resiko sebesar 90% untuk mendapat kanker payudara dan 65% untuk mendapat kanker ovarium. (Benedet, 2000). Genomic Analysis mutasi BRCA1 dan BRCA2 memungkinkan untuk mengidentifikasi presdisposisi pada orang yang terkena dampak dan menentukan risiko untuk anggota keluarga. Setelah mutasi diidentifikasi, anggota keluarga tanpa gejala dapat diuji untuk mutasi, karena keluarga dekat bisa memiliki risiko terkena penyakit ini. Ketersediaan analisis BRCA membawa dampak yang penting untuk penatalaksanaan dan konseling bagi perempuan yang berisiko (Ibrahim, 2010). Karena korelasi yang terjadi antara tingginya insidensi terjadinya kanker ovarium yang diturunkan secara genetik dan sifat dari pertumbuhan sel- sel tumor yang sulit dideteksi sejak awal pertumbuhannya, genomic analysis mutasi BRCA1 dan BRCA2 diharapkan mampu menegakkan diagnosis kanker sedini mungkin sehingga meningkatkan keberhasilan intervensi terapi (Lilja, 2008).

Allah SWT memberikan rahmat berupa kesehatan kepada seorang muslim yang harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Menurut Islam dimensi kesehatan bukan hanya merupakan tiga hal fisik, mental dan sosial yang sehat saja tetapi harus ditambah satu hal lagi yaitu kesehatan spiritual atau iman. Dengan kata lain manusia baru dapat dikatakan sehat apabila dokter menemukan kesehatan fisik, mental, sosial dan spiritual (Uddin dkk, 2002). Kanker ovarium dianggap sebagai penyakit yang mematikan, tetapi dalam ajaran Islam, dinyatakan bahwa suatu penyakit yang diturunkan oleh Allah SWT, maka Allah SWT akan menurunkan obatnya dan diperintahkan untuk berobat. Ketentuan ini juga berlaku pada penderita kanker ovarium (Al-Juaisin, 2001). Seperti yang telah diketahui kanker ovarium merupakan penyakit yang dapat diturunkan secara genetik, maka pada setiap wanita dengan riwayat keluarga menderita kanker ovarium, kanker payudara ataupun kanker kolon, mereka seharusnya memeriksakan dirinya ke dokter ataupun pada yang ahli. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan pemeriksaan genomic analysis mutasi BRCA1 dan BRCA2 untuk deteksi dini apakah seorang wanita menderita kanker ovarium. Sehingga bila terdeteksi kanker, keganasan lebih lanjut dapat dicegah dan terapi dapat dimulai sedini mungkin. Dari uraian di atas penulis tertarik untuk mengangkat masalah tersebut dalam penulisan skripsi berjudul genomic analysis mutasi BRCA1 dan BRCA2 pada kanker ovarium ditinjau dari segi kedokteran dan Islam

1.2

PERMASALAHAN

1. Apakah yang dimaksud genomic analysis? 2. Bagaimana peranan genomic analysis untuk mutasi BRCA1 dan BRCA2

pada kanker ovarium?


3. Bagaimana pandangan Islam terhadap tindakan genomic analysis untuk

mutasi BRCA1 dan BRCA2 pada kanker ovarium?

1.3

TUJUAN

1.3.1 UMUM Menjelaskan tentang peranan genomic analysis pada mutasi BRCA1 dan BRCA2 pada kanker ovarium ditinjau dari segi kedokteran dan Islam dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. 1.3.2 KHUSUS

1. Mengetahui tentang genomic analysis 2. Mengetahui peranan genomic analysis untuk mutasi BRCA1 dan BRCA2

pada kanker ovarium


3. Mengetahui pandangan Islam terhadap tindakan genomic analysis untuk

mutasi BRCA1 dan BRCA2 pada kanker ovarium.

1.4

MANFAAT

1. Bagi penulis, untuk memenuhi persyaratan kelulusan sebagai dokter muslim

Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi dan untuk memahami peran genomic analysis mutasi BRCA1 dan BRCA2 pada kanker ovarium ditinjau dari segi kedokteran dan Islam, serta dapat memahami bagaimna cara menulis karya ilmiah yang baik dan benar.
2. Bagi Universitas Yarsi, diharapkan skripsi ini dapat membuka wawasan

pengetahuan serta menjadi bahan masukan bagi civitas akademika mengenai peran genomic analysis mutasi BRCA1 dan BRCA2 pada kanker ovarium ditinjau dari segi kedokteran dan Islam.
3. Bagi masyarakat, diharapkan skripsi ini dapat menambah wawasan

pengetahuan masyarakat sehingga dapat memahami tentang peran genomic analysis mutasi BRCA1 dan BRCA2 pada kanker ovarium pada keluarga yang beresiko tinggi untuk diagnosis kanker sedini mungkin.