Anda di halaman 1dari 2

Resume IGD dan ICU

Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah unit rumah sakit yang memberikan pelayanan gawat darurat yang cepat dan tepat. Pemberian pelayanan tersebut memiliki standar pelaksanaan. Standar tersebut dikembangkan sesuai dengan kompetensi dan kemampuan pemberi pelayanan sehingga dapat menjamin suatu penanganan gawat darurat dengan response time yang cepat dan penanganan yang tepat. Standar yang ditetapkan meliputi sarana, prasarana, sumberdaya manusia dan manajemen instalasi. Prinsip umum yang harus dipenuhi dalam pelayanan kegawatdaruratan meliputi kemampuan pemeriksaan awal, resusitasi dan stabilitasi, memberikan pelayanan 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam seminggu, nama diseragamkan menjadi IGD, tidak boleh meminta uang muka saat menangani kasus, penanganan maksimal 15 menit, didasarkan pada organisasi multidisiplin, multiprofesi dan terintegrasi, dengan struktur organisasi fungsional serta diwajibkan untuk menyesuaikan pelayanan gawat daruratnya minimal sesuai dengan klasifikasi yang telah ditetapkan. Klasifikasi tersebut adalah sebagai berikut : pelayanan instalasi gawat darurat level IV sebagai standar minimal untuk rumah sakit kelas A, level III untuk kelas B, level II untuk kelas C, dan level I untuk kelas D. Klasifikasi pelayanan di tiap level dibedakan berdasarkan jenis pelayanan dan kualifikasi tenaga sumber daya manusia yang terlibat. Intensive Care Unit (ICU) adalah ruang rawat di Rumah Sakit yang harus dimiliki oleh minimal RS tipe C, dilengkapi dengan staf dan peralatan khusus untuk merawat dan mengobati pasien yang terancam jiwa oleh kegagalan/disfungsi satu organ atau ganda akibat penyakit, bencana/komplikasi yang masih ada harapan hidupnya (reversible). Terdapat kriteria bagi pasien yang akan masuk dan keluar dari ICU, setiap tindakan yang dilakukan mempunyai inform. Setiap pasien mendapatkan pemantauan tinggi, yang dilakukan oleh dokter dan perawat dengan kewaspadaan tinggi. Pemantauan meliputi tanda vital, fisik, balance cairan, evaluasi CVP, pemeriksaan laboratorium. Diberlakukannya asas prioritas dalam melakukan penanganan pasien. Lingkup pelayanannya meliputi dukungan organ- organ vital dengan bemacam-macam peralatan khusus, pelayanan ICU diklasifikasikan menjadi primer, sekunder dan tersier, Pengelolaan pelayanan dilakukan oleh berbagai disiplin ilmu yang bekerja sama dan dipimpin seorang dokter. Mempunyai sistem rujukan. Dokumentasi ICU diverifikasi dan ditandatangani

oleh dokter yang melakukan pelayanan, dan bertanggungjawab atas semua yang dicatat dan dikerjakan. Dilakukan evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan,sebagai program peningkatan mutu.

Alur pelayanan di Rumah Sakit