Anda di halaman 1dari 4

No. ID dan Nama Peserta: Rudy Chandra No.

ID dan Nama Wahana: Muara Enim Topik: TB paru + CHF Tanggal (kasus): 24 Oktober 2012 Nama Pasien: Tn. M Tanggal Presentasi: 4 Desember 2012 Presenter: dr. Rudy Chandra Pendamping: dr. M. Iskandar, SpPD

Tempat Presentasi: RSUD M. Rabain Muara Enim Obyektif Presentasi Keilmuan Diagnostik Neonatus Bayi Ketrampilan Manajemen Anak Remaja Penyegaran Masalah Dewasa Tinjauan Pustaka Istimewa Lansia Bumil

Deskripsi: Laki-laki, 50 tahun, sesak napas, batuk lama, TB paru, CHF Tujuan: Mengobati penyakit TB paru + CHF Bahan Bahasan: Cara Membahas: Tinjauan Pustaka Diskusi Riset Kasus E-mail Audit Pos

Presentasi dan Diskusi

Data Pasien: Nama: Tn. M Nama Klinik: RSUD M. Rabain Data Utama Untuk Bahan Diskusi: Telp: -

No. Registrasi: Terdaftar sejak: -

1. Diagnosis/ Gambaran Klinis : TB paru + CHF, sesak napas, terdapat ronkhi basah kasar pada lapangan paru ICS 5-6, terdapat pembesaran jantung, mengalami disfungsi sistolik dan diastolic pada echocardiogram, terdapat gambaran KP dupleks aktif pada rontgen thoraks 2. Riwayat Pengobatan : Captopril, furosemid, spinorolacton, bisoprolol 3. Riwayat kesehatan/ Penyakit : Pasien belum pernah menderita TB paru, pasien pernah dirawat karena sakit jantung pada tahun 2010 4. Riwayat keluarga : Tidak ada keluarga dengan riwayat penyakit yang sama 5. Riwayat pekerjaan : Wiraswasta 6. Kondisi lingkungan sosial dan fisik : lingkungan rumah bersih, ventilasi kurang Daftar Pustaka:

1. Raviglione, Marioce, OBrian, Richard J. 2005. Chapter 150 : Tuberculosis in

Harrisons Principles of Internal Medicine16th Edition. Braunwald, Fauci, Hauser, Jameson, Longo, Kasper. USA: McGraw Hill 2. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. 2000. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia
3. Nurdjanah S. Buku ajar ilmu penyakit dalam FK UI. 2006; ed IV

Hasil Pembelajaran: 1. Diagnosis TB paru 2. Diagnosis CHF 3. Regimen terapi TB paru dan CHF 4. Edukasi untuk mencegah penularan 5. Edukasi untuk mematuhi pengobatan

Rangkuman Hasil Pembelajaran portofolio 1. Subjektif: Pasien mengeluh sesak nafas harus dipikirkan sesak napas tersebut karena kelainan paru-paru seperti TB paru, PPOK, maupun pneumonia dan kelainan jantung seperti CHF. 2. Objektif: Hasil pemeriksaan fisik, laboratorium, rontgen thoraks, maupun echocardiogram sangat menunjang diagnosis kearah TB paru + CHF. Pada kasus ini diagnosis ditegakkan berdasakan: -

Gejala klinis: sesak napas, batuk lama, terdapatnya ronkhi basah kasar pada kedua lapangan paru, dan adanya pembesaran jantung. Rontgen thoraks: terdapatnya gambaran KP dupleks aktif dan cardiomegaly Laboratorium: Peningkatan LED, BTA 3x positif, dan shift to the right pada hitung jenis Echocardiogram: adanya penurunan fungsi sistolik maupun diastolik

3. Assessment Dari anamnesis dengan penderita didapatkan bahwa penderita mengeluh sesak napas. Os juga mengeluh nyeri dada yang timbul saat os batuk ataupun bernapas dalam. Os telah mengeluh batuk selama 6 bulan yang tidak sembuh-sembuh walau os telah berobat. Berdasarkan anamnesis tersebut, maka dapat ditegakkan diagnosis kerja sementara pada

pasien ini adalah TB paru dilihat dari keluhan batuk os yang telah dialami os selama 6 bulan. Dari riwayat penyakit dahulu diketahui bahwa penderita pernah menderita penyakit jantung dan dirawat di rumah sakit. Sesak napas yang dialami os dapat disebabkan akibat infeksi pada paru-paru os ataupun akibat penyakit jantung yang dialami os. Oleh karena itu diagnosis kerja sementara pasien ini adalah TB paru + CHF Dari pemeriksaan fisik didapatkan suara ronkhi pada paru kiri os dan dari perkusi didaptkan jantung os membesar. Dari laboratorium didapatkan peningkatan LED yang menandakan adanya infeksi pada pasien dimana pada kasus ini kemungkinan merupakan infeksi TB. Untuk menunjang diagnosis, dilakukan pemeriksaan penunjang berupa foto thoraks, dimana didapatkan pembesaran jantung dan gambaran KP. Pada EKG didapatkan pembesaran jantung sebelah kiri. Pada echocardiogram didapatkan disfungsi sistolik maupun diastolic. Pada pemeriksaan BTA, didapatkan 3 spesimen dahak semuanya positif. 4. Plan Diagnosis: Keluhan yang dirasakan penderita diakibatkan penyakit TB paru + CHF Pengobatan: Penatalaksanaan pada penderita ini dilakukan dengan memberikan terapi definitive untuk tuberculosis yaitu RHZE selama 2 bulan yang akan dilanjutkan dengan RH selama 4 bulan. Ambroxol sebagai mukolitik diberikan untuk mengencerkan dahak penderita. ACE Inhibitor yaitu captopril diberikan karena adanya disfungsi dari sistolik dimana gangguan fungsi sistolik ventrikel kiri hampir selalu disertai adanya aktivitas sistem neuro-endokrin. Diuretika berupa furosemide diberikan untuk mengurangi beban jantungn akibat dari retensi cairan. Karena furosemide dapat mengakibatkan hipokalemia akibat pengeluaran kalium dari urine, maka diberikan juga diuretic hemat kalium yaitu spinorolakton. Beta blocker diberikan untuk memperbaiki fungsi pengisian jantung. Vitamin B6 diberikan untuk mencegah neuopathy yang merupakan efek samping dari Isoniazid. Pendidikan: dilakukan pada penderita dan keluarganya untuk berobat secara teratur selama 6 bulan untuk penyembuhan penyakit TB paru dan perlunyan control teratur dan pengaturan asupan makanan agar gejala CHF tidak timbul. Rujukan: direncanakan apabila keadaan penderita tidak membaik ataupun bertamabah berat selama pengobatan Kontrol: Kegiatan Periode Hasil yang diharapkan

Kepatuhan makan obat dan pemantauan efek samping

2 minggu sekali selama 2 bulan dilanjutkan setiap bulan selama 4 bulan Setelah bulan kedua dan bulan kelima pengobatan Setiap kunjungan

Segera diketahui efek samping obat maupun kesalahan cara meminum obat BTA yang semula positif menjadi negatif Kepatuhan dalam pengobatan dan pemahaman terhadap penyakitnya meningkat

Laboratorium Nasihat