Anda di halaman 1dari 10

DASAR-DASAR PERLAKUAN PANAS DAN PERMUKAAN

Oleh : Dr. Ir. Hendri Chandra,MT

I. DEFINISI : PERLAKUAN PANAS DAN PERMUKAAN ADALAH SUATU PROSES YANG DILAKUKAN KEPADA LOGAM UNTUK MEMPEROLEH SIFAT MEKANIK DAN UNJUK RUPA YANG DIINGINKAN PERLAKUAN PANAS PERUBAHAN SIFAT MEKANIK KEKERASAN KETANGGUHAN KEULETAN PERUBAHAN SIFAT MEKANIK DAN UNJUK RUPA/PENAMPILAN KEKERASAN PERMUKAAN KETAHANAN AUS PELAPISAN (COATING) PENGECATAN (PAINTING) LOGAM FERRO LOGAM LOGAM NON FERRO

PERLAKUAN PERMUKAAN

HEAT TREATMENT

KOMPOSISI TIDAKBERUBA H

MERUBAH STRUKTUR MIKRO LOGAM

II. JENIS-JENIS PERLAKUAN PANAS BERDASARKAN PROSES :

PENGERASAN (HARDENING) : Sering dilakukan untuk baja yang komposisi karbonya relatif tinggi. Dilakukan dengan memanaskan baja hingga temperatur austenit kemudian didinginkan secara cepat - Full Hardening - Surface hardening TEMPERING : Adalah proses pemanasan kembali untuk memperoleh sifat yang lebih tangguh dan mengurangi kegetasan baja yang diquench. Biasanya proses ini dilakukan setelah dilakukan quenching. NORMALIZING : Adalah proses pemanasan hingga temperatur austenit kemudian didinginkan dengan media udara. Biasanya proses ini untuk homogenisasi dan menghilangkan tegangan sisa (stress relief). ANNEALING : Adalah proses pelunakan baja dengan memansakan hingga range temperatur austenit, kemudian didinginkan perlahan-lahan. SPHERODISASI : Adalah proses pelunakan dan untuk meningkatkan ketangguhan baja karbon tinggi dngan cara pemanasan mendekati atau dibawah temperatur eutectoid, kemudian ditahan hingga 30 jam kemudian didinginkan. RECOVERY : Adalah proses pemanasan dibawah garis eutectoid untuk mengurangi tegangan dalam akibat reaksi dislokasi, namun proses ini belum merubah sifat mekanik. AGING (PENUAAN) : Proses pengerasan untuk paduan aluminium yang sering disebut dengan precipitation hardening

MATERIAL YANG DIPERLAKU PANAS BAJA KARBON BAJA PADUAN RENDAH BESI COR STAINLESS STEEL BAJA PERKAKAS ALUMINIUM ALLOY

PENGERASAN

FULL HARDENING

SURFACE HARDENING

MEKANIK : INDUKSI &FLAME

KIMIAWI : KARBURISASI NITRIDASI &KARBONITRIDASI

III. T (0C)

TAHAPAN PROSES HARDENING)

PENGERASAN

(FULL

Wkt tahan Tp = T

quench Temper T (waktu) Baja ??? Keras Getas Keras tangguh

YANG PERLU DIPERHATIKAN DIDALAM PROSES PENGERASAN ADALAH : 1. JENIS BAJA APA YANG BISA DIKERASKAN 2. TEMPERATUR BERAPA AGAR PROSES PENGERASAN DAPAT BERLANGSUNG 3. WAKTU TAHAN 4. MEDIA PENDINGIN APA YANG COCOK 5. MENGAPA SETELAH DIDINGINKAN SECARA CEPAT BAJA MENJADI KERAS. PEMILIHAN JENIS BAJA 1. BAJA KARBON MEDIUM DAN TINGGI 2. BAJA PADUAN RENDAH MATERIAL-MATERIAL DI ATAS MEMILIKI MAMPU KERAS YANG BAIK (HARDENABILITY YANG BAIK), SEDANGKAN BAJA KARBON RENDAH MAMPU KERASNYA JELEK ARTINYA BAJA KARBON RENDAH TIDAK BISA DIKERASKAN. NAMUN UNTUK BAJA KARBON RENDAH HANYA BISA DIKERASKAN PERMUKAAN SECARA KIMIAWI. TEMPERATUR PEMANASAN TEMPERATUR PEMANASAN DALAM HAL INI HARUS DIPANASKAN SAMPAI MEMASUKI TEMPERATUR AUSTENIT DIMANA FASANYA TUNGGAL DAN FASA-FASA KEDUA SEPERTI SIMENTIT AGAR TERLARUT DAHULU SEBELUM MENGALAMI PENDINGINAN KEJUT. Tp = T austenit + 100oC

PROSES QUENCH MEDIA PENDINGIN : AIR, OLI, AIR GARAM FASA YANG TERBENTUK : FASA MARTENSIT, BAINIT SIMENTIT DAN PERLIT PROSES PERUBAHAN FASA PENDINGINAN BESI SEPERTI PADA GAMBAR DIBAWAH