Anda di halaman 1dari 16

MK MANAJEMEN USAHA PERTANIAN KELAS A MATERI UJIAN TENGAH SEMESTER I 2012/2013 DOSEN PENGAMPU : 1. Prof. Dr. Ir.

Masyhuri 2. Pinjung Nawang Sari, SP., M.Sc.


BAB 1 PRODUKSI DAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI ALAMI 1.1 a. IKLIM Definisi iklim Berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antar lain suhu dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia. Perubahan fisik ini tidak terjadi secara sesaat tetapi dalam kurun waktu yang panjang (Kementrian Lingkungan Hidup, 2001).
Coba cari definisi ilmiah yang lain!

b.

Macam-Macam Iklim di Indonesia Iklim Musim (Iklim Muson) Iklim Tropis/Tropika (Iklim Panas) Iklim Laut
Cari definisi masing-masing!

c.

Pengaruh Iklim iklim berpengaruh terhadap berbagai pertumbuhan dan produktivitas tanaman atau bertambahnya hasil panen.

proses

fisiologis, berkurang

d.

Iklim sebagai Faktor Produksi Data iklim dibutuhkan sebagai input utama dalam pemodelan/simulasi pendugaan potensi produksi atau produktivitas dan daya dukung lahan. Keadaan iklim aktual (cuaca) pada periode tertentu sangat menentukan pola tanam, jenis komoditi, teknologi usahatani, pertumbuhan, produksi tanaman, serangan hama/penyakit dan lain-lainnya.

1.2 TANAH a. Definisi Tanah Menurut Ahli Pertanian (berdasarkan pendekatan Edaphologi) Tanah didefinisikan sebagai media tempat tumbuh tanaman.
Coba cari definisi ilmiah yang lain! Apa perbedaan antara tanah dan lahan?

b. Lokasi, Toporgafi, dan Ketinggian Tanah (1) Lokasi Lokasi tanah di lanskap dapat mempengaruhi bagaimana proses iklim itu berdampak. Lokasi tempat lahan pertanian dapat juga berpengaruh terhadap pemasaran. (2) Topografi Topografi adalah bentuk permukaan bumi. Dalam pengertian yang lebih luas, topografi tidak hanya mengenai bentuk permukaan saja, tetapi juga vegetasi dan pengaruh manusia terhadap lingkungan. (3) Ketinggian Perbedaan regional dalam topografi, geografi dan cuaca menyebabkan terjadinya perbedaan dalam tanaman, pola tanam, metode bercocok tanam dan situasi sosio-ekonomi. c. Kesuburan Tanah Kesuburan tanah adalah kemampuan suatu tanah untuk menghasilkan produk tanaman yang diinginkan, pada lingkungan tempat tanah itu berada. Tanah sebagai Faktor Produksi Tanah sebagai salah satu faktor produksi adalah merupakan pabriknya hasil-hasil pertanian yaitu tempat produksi berjalan dan asal hasil produksi keluar.

d.

1.3 HUBUNGAN IKLIM DAN TANAH DENGAN MANAJEMEN USAHA PERTANIAN Tanah dan iklim merupakan dua faktor alami dalam produksi pertanian. Adanya perubahan dan ketidakpastian pada kedua kondisi faktor tersebut dapat menyebabkan resiko gagal panen dan kerugian secara materi. Manajemen dalam usaha pertanian dibutuhkan untuk mencegah atau meminimalisasikan resiko yang disebabkan oleh kedua faktor tersebut.

BAB 2 FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI TANAH, TENAGA KERJA, MODAL, DAN MANAJEMEN Terdapat empat faktor produksi penting dalam usahatani, yaitu : 1. Tanah (dan alam) Faktor Produksi Alami 2. Tenaga Kerja 3. Modal 4. Manajemen A. Faktor Alami: Tanah Bukan barang produksi, tidak dapat diperbanyak, tidak dapat dipindah-pindah, sehingga memiliki nilai terbesar (Suratiyah, 2009). Tempat berpijak, tempat tumbuh tanaman maupun usaha tani lainnya, tempat tanaman mendapat asupan nutrisi. (1) Kesuburan Tanah - Tekstur - Pengolahan dan sistem tanam (2) Hubungan Tanah dan Manusia - Hak milik, hak sewa, bagi hasil3 - Jumlah input (faktor produksi) lain (3) Luas, Lokasi, dan Fasilitas - Semakin luas, semakin dekat produksi dan pendapatan semakin tinggi - Fragmentasi dan alih fungsi lahan - Fasilitas dan kebijakan B Faktor Tenaga Kerja Faktor penentu. Kelangkaan tenaga kerja dari segi kuantitas dan kualitas berpengaruh pada produktivitas produk. Tenaga kerja manusia dibedakan menjadi 2: 1) Tenaga kerja dalam keluarga (TKDK) 2) Tenaga kerja luar keluarga (TKLK) Secara umum tenaga kerja manusia dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, kualitas kerja, dan prestasi kerja. TKLK dipengaruhi oleh : 1. Sistem upah Dikenal sistem upah borongan, upah waktu, dan upah premi. Cari definisi masing-masing! 2. Lama waktu kerja 3. Kehidupan sehari-hari 4. Kecakapan dalam bekerja
3

5. Umur tenaga kerja Hal-hal yang mempengaruhi kebutuhan dan distribusi tenaga kerja, antara lain : 1. Teknologi yang digunakan 2. Tujuan dan sifat usahatani 3. Topografi dan tanah 4. Komoditas yang diusahakan 5. Efisiensi TK, teknis, perusahaan, dan kemanusiaan 6. Curahan TK 7. Arti Intensif dan Ekstensif Faktor Modal Modal: Barang ekonomi yang dapat dipergunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi dan pendapatan (Suratiyah, 2009) Makin tinggi modal per unit usaha digunakan, artinya makin padat modal atau makin intensif modal, dan makin tinggi pendapatan. (dipengaruhi harga output input). Dalam proses produksi pertanian, modal dibedakan menjadi dua macam (Marsudi dan Usman, 2009) : a. Modal tetap b. Modal bergerak (variabel) Modal dapat dikelompokkan berdasarkan sifat, kegunaan, waktu, dan fungsi (Ken Suratiyah, 2009) : (1) Sifat a. Produktif: dapat langsung meningkatkan kapasitas produksi, contohnya pupuk dan bibit unggul. b. Prospektif: mempertahankan atau meningkatkan produksi dalam waktu mendatang (tidak langsung), contohnya terasering. (2) Kegunaan a. Modal aktif: Modal yang secara langsung maupun tidak langsung meningkatkan produksi, contohnya pupuk (langsung) dan terasering (tidak langsung) b. Modal pasif: Modal yang digunakan untuk mempertahankan produk, contohnya penggunaan karung, bungkus, dll. (3) Fungsi a. Modal tetap (Fixed assets) Modal yang dapat digunakan berkali-kali masa produksi. Ada yang benda hidup atau mati, bergerak atau tidak bergerak. Contohnya bangunan, pohon, cangkul, ternak. b. Modal tidak tetap atau lancar (Current assets)
4

C. -

Modal yang hanya dapat digunakan satu kali masa produksi. Contohnya pupuk dan bibit unggul tanaman semusim 1. 2. 3. 4. 5. Peran modal dalam usahatani: Land-saving capital, penggunaan pupuk dan bibit unggul meningkatkan produktivitas lahan Labour-saving capital, penambahan alat-alat mekanis menghemat penggunaan tenaga kerja Time-saving capital, penggunaan mesin atau bibit unggul mempercepat pengerjaan di lahan Cost-saving capital, penambahan modal yang intensif biaya per satuan hasil lebih rendah Quality-improve capital, secara bersama-sama atau sendiri modal akan meningkatkan kualitas produksi

Faktor Manajemen - Faktor produksi keempat, faktor tidak langsung, melekat pada tenaga kerja. - Peran petani sebagai manajer: a. Aktivitas teknis b. Aktivitas komersial c. Aktivitas finansial d. Aktivitas akuntansi - Unsur manajemen usaha tani a. Pengurusan: Menjamin usaha dapat mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun meski kecil b. Pelaksanaan: Mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam rencana c. Kewaspadaan dan resiko usaha: Memperhitungkan usaha dari segala resiko d. Sarana penunjang: Segala peralatan yang dapat menunjang kegiatan pelaksanaan usaha

BAB 3 MACAM USAHA PERTANIAN Ilmu usahatani adalah ilmu yang mempelajari bagaimana seorang manusia atau petani dapat mengusahakan dan mengorganisir faktor-faktor produksi yang berupa tanah dan alam sekitar, modal, dan manusia sehingga memberikan manfaat yang sebaik-baiknya. - Macam usaha pertanian terbagi atas tiga macam yaitu : 1. Perusahaan 2. Usahatani 3. Model PIR
-

A. (1)

Usahatani Definisi Usaha Tani Beberapa definisi usahatani: a) Usaha tani adalah himpunan dari sumber-sumber alam yang terdapat di tempat itu yang diperlukan untuk produksi pertanian seperti tubuh tanah dan air, perbaikan-perbaikan yang dilakukan di atas tanah itu, sinar matahari, bangunanbangunan yang didirikan di atas tanah tersebut dan sebagainya (A.T.Mosher, 1968: 57). b) Usaha tani adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam mengusahakan dan mengkoordinir faktor-faktor produksi berupa lahan dan alam sekitanya sebagai modal sehingga memberikan manfaat yang sebaik-baiknya (Suratiyah, 2011). Cari definisi lain dari usahatani! Ambil kesimpulan (benang merah)-nya!

(2) Pengelompokan Usaha Tani, menurut : a. Corak & sifat Menurut corak dan sifat dibagi menjadi dua, yaitu komersial dan subsisten. Usahatani subsisten ini hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Sedangkan usahatani komersial sangatlah diperhatikan kulitas dan kuantitas produk. b. Organisasi 1. Usaha individual Seluruh proses dikerjakan oleh petani sendiri beserta keluarganya dimulai dari perencanaan, mengelolah tanah, hingga pemasaran ditentukan sendiri. 2. Usaha kolektif

Usaha kolektif adalah usahatani yang seluruh produksinya dikerjakan bersama oleh suatu kelompok kemudian hasilnya dibagi dalam bentuk natura maupun keuntungan. 3. Usaha kooperatif Usaha ini adalah usahatani yang tiap prosesnya dikerjakan secara individual, hanya pada beberapa kegiatan yang dianggap penting dikerjakan oleh kelompok. c. Pola 1. Usahatani khusus Usahatani khusus adalah usaha tani yang hanya mengusahakan satu cabang usahatani saja. 2. Usahatani tidak khusus Usahatani tidak khusus adalah usahatani yang mengusahakan beberapa cabang usaha bersama-sama, tetapi dengan batas yang tegas. 3. Usahatani campuran Usahatani campuran adalah usahatani yang mengusahakan beberapa cabang secara bersama-sam dalam sebidang lahan tanpa batas yang yang tegas. d. Tipe Menurut tipenya, usaha tani dibagi menjadi beberapa macam berdasarkan komoditas yang diusahakan. Misalnya usahatani ayam, usahatani kambing, usahatani jagung. Tiap jenis ternak dan tanaman dapat merupakan tipe usaha tani. B. Perusahaan Perusahaan adalah suatu organisasi yang didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang atau badan lain yang kegiatannya adalah melakukan kegiatan produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan ekonomis manusia. (1) Jenis-Jenis Perusahaan Berdasarkan Lapangan Usaha a. Perusahaan ekstraktif adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengambilan kekayaan alam b. Perusahaan agraris perusahaan yang bekerja dengan cara mengolah lahan/ladang c. Perusahaan industri perusahaan yang menghasilkan barang setengah jadi menjadi barang matang d. Perusahaan perdagangan perusahaan yang bergerak dalam hal perdagangan e. Perusahaan jasa perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa (2) Jenis perusahaan berdasarkan kepemilikan Perusahaan negara
7

a.

b. Perusahaan swasta
(3)

Bentuk Perusahaan dari Segi Yuridis a. Usaha Perseorangan Ialah bentuk perusahaan yang tanggung jawabnya adalah pribadi seorang b. Usaha Persekutuan dengan Firma Adalah suatu bentuk persekutuan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan menggunakan nama bersama. c. Usaha Persekutuan Komanditer ( CV=commanditaire vennootschap) Didalamnya terdapat sekutu-sekutu yang memimpin (sekutu komplementer) dan sekutu-sekutu yang mempercayakan modalnya (sekutu komanditer). d. Perseroan Terbatas (PT) Perseroan terbatas adalah badan hukum, yaitu badan yang mempunyai kekayaan,hak,serta kewajiban sendiri yang terpisah dari pemilik. e. Koperasi Adalah suatu perkumpulan yang keanggotaannya bersifat murni pribadi dan tidak dapat di alihkan.

Perbedaan Usahatani keluarga & Perusahaan pertanian 1. Tujuan akhir 2. Bentuk hukum 3. Luas usaha 4. Jumlah modal 5. Jumlah tenaga kerja yang dicurahkan 6. Unsur usahatani 7. Sifat usaha 8. Pemanfaatan terhadap hasil-hasil penelitian C. Perusahaan Inti Rakyat (PIR) PIR adalah pola Pelaksanaan Pengembangan Perkebunan dengan menggunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat disekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan, utuh dan kesinambungan. Beberapa Peraturan PIR : 1. Instruksi presiden no 1 tahun 1986 tentang pengembangan perkebunan dengan pola PIR dikaitkan dengan program transmigrasi.

Surat keputusan bersama menteri keuangan, dan menteri negara perencanaan pembangungan nasional/ketua BAPENAS. 591a/KMA.011/1986/KEP.052/ KET/7/1986 tentang tata cara pengusulan pengesahan, pengalihan, dan pemantauan pembiayaan pembangunan proyek PIR-trans 3. Surat keputusan direksi BI no.19/14/KEP/DIR tentang ketentuan kredit investasi, pengembangan perkebunan dengan pola PIR yang dikaitkan dengan program transmigrasi.
2.

BAB 4 PERMASALAHAN DALAM USAHATANI Berbagai Permasalahan dalam Usaha Tani 1. Pemilihan/penentuan komoditas 2. Cara mengusahakan 3. Pemasaran hasil 4. Faktor ketidakpastian (1) Penentuan Komoditas Dalam pemilihan komoditas dalam usahatani ada 4 hal yang dapat diperhatikan, yaitu: a. Iklim Klasifikasi Iklim Koppen Klasifiaksi Iklim menurut Schdimt Ferguson Klasifikasi Iklim Menurut Oldeman b. Ketinggian tempat Wilayah berudara panas (0-600 m dpal) Wilayah berudara sedang (600-1.500 m dpal) Wilayah berudara sejuk (1.500-2.500 m dpal) Wilayah berudara dingin (lebih dari 2.500 m dpal) c. Kesesuaian lahan Lahan Basah Lahan Kering d. Permintaan pasar Ada beberapa pertanyaan yang daat digunakan dalam pemilihan komoditas: what, when, to whom, how - Bahan apa yang diinginkan masyarakat sekarang? - Kapan bahan ini akan baik utnuk ditanam? - Untuk siapa barang ini dihasilkan (kelas masyarkat)? - Bagaimana komoditas ini akan dihasilkan dan bagaimana hasilnya? Beberapa solusi permasalahan permintaan pasar: 1. Pencarian varietas tertentu yang cocok dengan kebutuhan. 2. Melakukan Ecological Engeineering 3. Pengolah Bahan menjadi Produk Lain (2) Cara Mengusahakan Masalah-masalah dalam mengusahakan usahatani menurut Fadholi (1991): a. Kurang rangsangan b. Lemah tingkat teknologinya c. Langkanya permodalan untuk pembiayaan usahatani
10

d. e. f. g. h.

Masalah transformasi dan komunikasi Kurangnya informasi harga Adanya gap penelitian terpakai untuk petani Luasan usaha yang tidak menguntungkan Belum mantapnya sistem dan pelayanan penyuluhan i. Aspek sosial, politik, ekonomi yang berkaitan dengan kebijakan bagi petani (3) Pemasaran Hasil - Macam Kegunaan Pemasaran : 1. Kegunaan bentuk (form utility) 2. Kegunaan tempat (form utility) 3. Kegunaan waktu (time utility) 4. Kegunaan milik (possession utility) - Permasalahan dalam Pemasaran 1. Karakteristik hasil pertanian 2. Jumlah produsen yang terlalu banyak namun lahan sempit 3. Karakteristik konsumen 4. Perbedaan tempat (variasi harga pada tempat yang berbeda) 5. Efisiensi pemasaran - Pendekatan dalam menganalisis Permasalahan Pemasaran 1. Pendekatan Komoditi (commodity approach) 2. Pendekatan Kelembagaan (institutional approach) 3. Pendekatan Fungsional (functional approach) 4. Pendekatan Analitis (analytical approach) 5. Pendekatan SCP (SCP approach) 6. Pendekatan Manajemen Pemasaran (marketing management approach) (4) Faktor Ketidakpastian Faktor Kendala Biologi Faktor Kendala Sosial dan Ekonomi

Cara Menanggulangi Faktor Penghmbat Usaha Tani 1. Kebijakan Harga 2. Kebijakan Non Harga

11

BAB 5 ANALISIS BIAYA DALAM USAHATANI Dalam manajemen usaha tani diperlukan perhitungan yang tepat untuk analisis biaya yang diperlukan. Sebuah usaha memerlukan investasi, baik dalam keuangan, sikap, dan waktu. Selain itu diperlukan juga adanya biaya produksi yang akan menunjang kelangsungan usaha tani. Hal ini sangat penting dipahami, mengingat banyak petani kecil di Indonesia yang kurang mengerti mengenai biaya produksi, sehingga tidak jarang mengalami kerugian. A. 1. 2. 3. 4. 5. B. 1)
2)

Pengertian dan Konsep Biaya Biaya dalam ekonomi manajerial mencerminkan efisiensi sistem produksi, sehingga konsep biaya juga mengacu pada konsep produksi (Gaspersz, 2003). Biaya adalah harga pokok atau bagiannya yang telah dimanfaatkan atau dikonsumsi untuk memperoleh pendapatan (Sunarto, 2003). Biaya merupakan pengorbanan sacrifice yang bertujuan untuk memproduksi atau memperoleh suatu komoditi (Gani, 1990). Bagi seorang Akuntan, biaya adalah total uang yang dikeluarkan untuk memperoleh atau menghasilkan sesuatu (Rahardja & Manurung, 2002). Biaya juga sering diartikan sebagai nilai suatu pengorbanan untuk memperoleh suatu output tertentu (Anonim, 2003).

Biaya Investasi dan Biaya Produksi Biaya investasi adalah biaya yang masa kegunaannya dapat berlangsung untuk waktu yang relatif lama. Contoh : biaya sewa lahan dan biaya pembelian alsintan. Biaya produksi dapat didefinisikan sebagai semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan- bahan mentah yang akan di gunakan untuk menciptakan barang-barang yang di produksi perusahaan tersebut. Pembagian biaya produksi Biaya Eksplisit yaitu semua pengeluaran untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan input lain yang di bayar melalui pasaran (pembayaran berupa uang). Biaya Implisit yaitu pembayaran untuk keahliaan keusahawanan produsen tersebut modalnya tersendiri yang di

a.

b.

12

gunakan dalam perusahaan dan bangunan perusahaan yang dimiliki.

13

BAB 6 ANALISIS BIAYA, PENDAPATAN, DAN KEUNTUNGAN Fungsi Biaya Fungsi biaya merupakan hubungan antara biaya dengan jumlah produksi yang dihasilkan, fungsi biaya dapat digambarkan ke dalam kurva dan kurva biaya menggambarkan titik titik kemungkinan besarnya biaya di berbagai tingkat produksi. Beberapa macam biaya: Biaya Total (Total Cost = TC = C) Biaya Variabel (Variable Cost = VC) Biaya Tetap (Fixed Cost = FC) Biaya Total Rata-Rata (Average Total Cost = AC) Biaya Variabel Rata Rata (Average Variable Cost = AVC) Biaya Tetap Rata-Rata (Average Fixed Cost = AFC) Biaya Marginal Biaya total yaitu keseluruhan biaya produksi yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu baik yang bersifat tetap maupun variabel. TC = TFC + TVC Biaya variabel (Zulkifli; 2003, 34) adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan, namun biaya per unitnya tetap. Biaya tetap/ fixed costs (FC) Biaya tetap yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor produksi yang bersifat tetap. Contoh: pembelian mesin, bangunan dll Biaya total rata- rata /average total cost (AC) Biaya total rata-rata yaitu biaya diproduksi yang diperhitungkan untuk setiap unit out Average Total cost (AC) = AVC + AF Biaya variabel rata -rata ( Average Variable Cost = AVC) Biaya variable rata-rata yaitu biaya variabel yang dibebankan kepada kepada setiap unit output

14

AVC = TVC / Q Biaya tetap rata- rata (Average Fixed Cost= AFC) Biaya tetap rata-rata yaitu biaya tetap yang dibebankan kepada satu unit output. Untuk menentukan biaya tetap rata- rata digunakan Average Fixed cost (AFC) = TFC / Q Biaya Marginal Biaya marginal per unit output (MC) adalah perubahan biaya total yang berkaitan dengan perubahan satu unit dari input. 1. C = AC x Q atau C = FC + VC 2. FC = AFC x Q 3. VC = AVC x Q PENDEKATAN ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN Pendekatan analisis biaya dan pendapatan ada 3 : 1. Pendekatan nominal (nominal approach) 2. Pendekatan nilai yang akan datang (future value approach) 3. Pendekatan nilai sekarang (present value approach). Pendekatan Nominal/ Nominal Approach Merupakan suatu analisis biaya tanpa memperhitungkan nilai uang menurut waktu (time value of money) tetapi menggunakan harga yang berlaku saat itu, sehingga dapat dihitung langsung jumlah pengeluaran dan penerimaan dalam suatu periode proses produksi Pendapatan = penerimaan- biaya total Pendekatan Nilai yang Akan Datang (Future Value Approach) Merupakan suatu analisis dengan memperhitungkan semua pengeluaran dalam proses produksi dibawa ke nanti pada saat panen atau saat akhir proses produksi. Tingkat bunga sangat berpengaruh pada besarnya biaya dan pendapatan yang diperhitungkan. Pendekatan Nilai Sekarang Nilai suatu saham diestimasi dengan cara mengkapitalisasi pendapatan. Nilai sekarang suatu saham sama dengan nilai sekarang dari arus kas dimasa yang akan datang yang pemodal

15

harapkan diterima Matematisnya sbb :

dari

investasi

saham

tersebut.

Model

Cara Menghitung Pendapatan PENDAPATAN KOTOR PENDAPATAN BERSIH Pendapatan Kotor Seluruh pendapatan yang diperoleh dari usaha tani selama satu periode. Pendapatan Kotor : Jumlah produksi x Harga per kesatuan (Y) (Py)

Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Kotor Biaya alat-alat Biaya Mengusahakan Biaya Menghasilkan Pendapan Bersih Pendapatan Petani Pendapatan Tenaga Keluarga Keuntungan atau Kerugian Petani Pendapatan Bersih p = TR TC TR =PxQ TC = TFC + TVC p=pendapatan bersih petani Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Biaya dan Pendapatan

16