Anda di halaman 1dari 13

MODEL PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN TEORI B. F.

SKINNER
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Strategi Pembelajaran Matematika Dosen pengampu : Muchtarom.S.Pd, M.pd.

Disusun Oleh: 1. 2. Ahmad Thoha Fera Rina Aristiani (11310252) (11310268)

Kelas : 3F / Pend. Matematika

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM IKIP PGRI SEMARANG TAHUN 2011/2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke Hadirat Allah yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis berhasil menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik. Penulisan makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Strategi Pembelajaran Matematika yang diampu oleh Muhtarom, S.Pd., M.Pd. Penulisan makalah ini dilatarbelakangi oleh cara belajar menurut seorang tokoh. Makalah ini berjudul Model Pembelajaran Dengan Menggunakan Teori B. F. Skinner. Makalah ini dibuat untuk menjelaskan kepada pembaca tentang

pembelajaran menggunakan teori dari B. F. Skinner. Dengan demikian makalah ini diharapkan sangat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi mahasiswa atau pembaca lain pada umumnya. Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu demi kelancaran terselesaikannya makalah ini. Penulis mohan maaf apabila terdapat kata yang tidak berkenan dalam penulisan makalah ini, semoga dengan makalah ini dapat memacu semangat penulis untuk lebih baik lagi dalam penulisan makalah berikutnya.

Penulis,

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR.............................................................................................i DAFTAR ISI...........................................................................................................ii

BAB 1

PENDAHULUAN A.Latar Belakang ............................................................................1 B. Rumusan Masalah.......................................................................2 C. Tujuan..........................................................................................2

BAB 2

PEMBAHASAN A.Pengertian Teori Belajar Menurut B. F. Skinner.........................3 B. Teori Belajar Menurut B. F. Skinner...........................................3 C. Penguatan Positif dan Penguatan Negatif Menurut B. F. Skinner.......................................................................................5 D. Kelebihan dan Kekurangan Teori B. F. Skinner.........................6

BAB 3

PENUTUP

A.Kesimpulan...................................................................................8 B. Saran............................................................................................9 DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Burrhus Federic Skinner atau yang lebih dikenal dengan Skinner menekankan bahwa perilaku manusia mestinya dipelajari secara ilmiah. Kemudian Skinner menemukan sebuah konsep perilaku yang disebutnya dengan Operant Conditioning. Skinner adalah Seorang psikolog kelahiran Susquehanna, Pennsylvania 20 Maret 1904 dan wafat tahun 1990 dikarenakan penyakit Leukimia. Skinner berasal dari keluarga sederhana, Ibunya sebagai ibu rumah tangga dan Ayahnya seorang jaksa. Skinner mendapat gelar Sarjana Psikologi dan gelar Doktor dari Universitas Harvard. . Padatahun 1938, Skinner menerbitkan bukunya yang berjudul The Behavior ofOrganism dan buku itupun menjadi inspirasi diadakannya konferensi tahunan yang dimulai tahun 1946 dalam masalah "The Experimental an Analysis ofBehavior". Hasil konferensi dimuat dalam jurnal berjudul Journal of the Experimental Behaviors yang disponsori oleh Asosiasi Psikologi diAmerika. Tahun 1945, ia menjadi ketua fakultas psikologi di UniversitasIndiana, tiga tahun kemudian beliau mengajar dan berkarir di Universitas Harvard hingga wafat. Disamping tertarik dengan psikologi, Skinner juga tertarik menjadi novelis, bahkan pergi ke Inggris untuk belajar menjadi penulis, dan sempat bekerja di Greenwich Village, New York. B.F. Skinner mengemukakan pendapatnya bahwa lingkungan (orang tua,guru, dan teman sebaya) memberikan reaksi terhadap prilaku kita baik dengan cara menguatkan atau menghapus prilaku tersebut.

Lingkungan mempunyai pengaruh yang jauh lebih besar dalam belajar dan prilaku kita. Lingkungan memegang peranan kunci untuk memahami prilaku ( Bales,1990).

B. Rumusan Masalah

1. 2. 3. 4.

Apa yang dimaksud teori belajar menurut B. F. Skinner? Bagaimana teori belajar menurut B. F. Skinner? Apa saja penguatan positif dan penguatan negatif menurut B.F. Skinner? Apa saja kelebihan dan kekurangan Teori B.F. Skinner?

C. Tujuan 1. Mengetahui pengertian teori belajar menurut B.F. Skinner. 2. Mengetahui teori belajar menurut B. F. Skinner. 3. Mengetahui penguatan positif dan penguatan negatif menurut B. F. Skinner. 4. Mengetahui kelebihan dan kekurangan teori B. F. Skinner.

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Teori Belajar Menurut B. F. Skinner Belajar merupakan istilah yang tidak asing lagi dalam kehidupan

manusia sehari-hari. Karena telah sangat dikenal mengenai hal belajar, seakanakan orang telah mengetahui dengan sendirinya apakah yang dimaksud dengan belajar itu. Untuk memberi gambaran mengenai hal tersebut dapat dikemukakan definisi tentang belajar oleh orang ahli sebagai berikut. Skinner (1958) memberikan definisi belajar Laerning is a process of progressive behavior adaptation. Dari definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa belajar itu merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif. Ini berarti bahwa sebagai akibat dari belajar adanya sifat progresifitas, adanya tendensi kearah yang lebih baik dari keadaan sebelumnya.

B. Teori Belajar Menurut B.F Skinner Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan teori belajar menurut Burhuss Frederic Skinner. a. Kajian Teori Kondisioning Operan Menurut B.F.Skiner Kondisian operan adalah sebentuk pembelajaran dimana konsekuensikonsekuensi dari prilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas prilaku itu

akan diulangi. Inti dari teori behaviorisme Skinner adalah Pengkondisian operan (kondisioning operan). Ada beberapa asumsi yang membentuk landasan untuk kondisioning operan (Margaret E. Bell Gredler, hlm 122). Asumsi-asumsi itu adalah sebagai berikut: a. Belajar itu adalah tingkah laku. b. Perubahan tingkah-laku (belajar) secara fungsional berkaitan dengan adanya perubahan dalam kejadian-kejadian di lingkungan kondisi-kondisi lingkungan. c. Hubungan yang berhukum antara tingkah-laku dan lingkungan hanya dapat di tentukan kalau sifat-sifat tingkah-laku dan kondisi eksperimennya di devinisikan menurut fisiknya dan di observasi di bawah kondisi-kondisi yang di control secara seksama. d. Data dari studi eksperimental tingkah-laku merupakan satu-satunya sumber informasi yang dapat di terima tentang penyebab terjadinya tingkah laku. b. Konsep Teori Skinner Skinner dengan tiga asumsi dasar, dimana asumsi pertama dan kedua pada dasarnya menjadi asumsi psikologi pada umumnya, bahkan menjadi merupakan asumsi semua pendekatan ilmiah.

Tingkah laku itu mengikuti hukum tertentu (behavior ofl awful). Ilmu

adalah usaha untuk menemukan keteraturan, menunjukkan bahwa peristiwa tertentu berhubungan secara teratur dengan peristiwa lain.

Tingkahlaku dapat diramalkan (behavior can be predicted). Ilmu bukan

hanya menjelaskan, tetapi juga meramalkan.Bukan hanya menangani peristiwa masa lalu tetapi juga peristiwa yang akan datang.Teori yang berdaya guna adalah yang memungkinkan dapat dilakukannya prediksimengenai tingkah laku yang akan datang dan menguji prediksi itu.

Tingkahlaku dapat dikontrol (Behavior can be controlled). Ilmu dapat

melakukkan antisipasi dan menentukan/membentuk (sedikit-banyak) tingkah laku seseorang. Skinner bukan hanya ingin tahu bagaimana terjadinya tingkah laku,

tetapi dia sangat berkeinginan untuk memanipulasinya. Pandangan ini bertentangan dengan pandangan tradisional yang menganggap manipulasi sebagai serangan terhadap kebebasan pribadi. Skinner memandang tingkah laku sebagai produk kondisi anteseden tertentu, sedangkan pandangan tradisional berpendapat tingkah laku merupakan produk perubahan dalam diri secara spontan.

Skinner membedakan perilaku atas :

Perilaku alami (innate behavior), yang kemudian disebut juga sebagai clasical ataupun respondent behavior, yaitu perilaku yang diharapkan timbul oleh stimulus yang jelas ataupun spesifik, perilaku yangbersifat refleksif.

Perilaku operan (operant behavior), yaitu perilaku yang ditimbulkan oleh stimulus yang tidak diketahui, namun semata-mataditimbulkan oleh organisme itu sendiri setelah mendapatkan penguatan. Skinner yakin jika ke banyakan perilaku manusia dipelajari lewat Operant Conditioning atau pengkondisian operan, yang kuncinya adalah penguatan segera terhadap respons. Operant Conditioning adalah suatu proses penguatan perilaku yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan.

C. Penguatan Positif dan Penguatan Negatif Menurut B. F Skinner Menurut Skinner (J.W. Santrock, 272) unsur yang terpenting dalam belajar adalah adanya penguatan (reinforcement ) dan hukuman (punishment). Penguatan (reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Sebaliknya, hukuman (punishment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku. Menurut Skinner penguatan berarti memperkuat, penguatan dibagi menjadi dua bagian yaitu : a. Penguatan positif adalah penguatan berdasarkan prinsip bahwa frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). Bentuk-bentuk penguatan positif adalah berupa hadiah (permen, kado, makanan,

dll), perilaku (senyum, menganggukkan kepala untuk menyetujui, bertepuk tangan, mengacungkan jempol), atau penghargaan (nilai A, Juara 1 dsb). b. Penguatan negatif, adalah penguatan berdasarkan prinsif bahwa frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak menyenangkan). Bentuk-bentuk penguatan negatif antara lain:

menunda/tidak memberi penghargaan, memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang (menggeleng, kening berkerut, muka kecewa dll). Yang termasuk contoh penguatan positif diantaranya adalah pujian yang diberikan pada anak. Sikap guru yang bergembira pada saat anak menjawab pertanyaan, merupakan penguatan positif pula. Penguatan akan berbekas pada diri anak. Mereka yang mendapat pujian setelah berhasil menyelesaikan tugas atau menjawab pertanyaan biasanya akan berusaha memenuhi tugas berikutnya dengan penuh semangat. Penguatan yang berbentuk hadiah atau pujian akan memotivasi anak untuk rajin belajar dan mempertahankan prestasi yang diraihnya. Penguatan seperti ini sebaiknya segera diberikan dan tak perlu ditunda-tunda. Skinner menambahkan bahwa jika respon siswa baik (menunjang efektivitas pencapaian tujuan) harus segera diberi penguatan positif agar respon tersebut lebih baik lagi, atau minimal perbuatan baik itu dipertahankan. Misalnya dengan mengatakan bagus, pertahankan prestasimu untuk siswa yang mendapat nilai tes yang memuaskan. Sebaliknya jika respon siswa kurang atau tidak diharapkan sehingga tidak menunjang tujuan pengajaran, harus segera diberi penguatan negatif agar respon tersebut tidak diulang lagi dan berubah menjadi respon yang sifatnya positif. Penguatan negatif ini bisa berupa teguran, peringatan, atau sangsi (hukuman edukatif).

D. Kelebihan dan Kekurangan Teori B.F. Skinner 1. Kelebihan

Pada teori ini, pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. hal ini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. Hal itu didukung dengan adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkan terjadinya kesalahan.

2.

Kekurangan

Tanpa adanya sistem hukuman dimungkinkan akan dapat membuat anak didik menjadi kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan. hal tersebuat akan menyulitkan lancarnya kegiatan belajar-mengajar. Dengan melaksanakan mastery learning, tugas guru akan menjadi semakin berat. Beberapa Kekeliruan dalam penerapan teori Skinner adalah penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa. Menurut Skinner hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya. Misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan. Penggunaan hukuman verbal maupun fisik seperti: katakata kasar, ejekan, cubitan, jeweran justru berakibat buruk pada siswa. Selain itu kesalahan dalam reinforcement positif juga terjadi didalam situasi pendidikan seperti penggunaan rangking Juara di kelas yang mengharuskan anak menguasai semua mata pelajaran. Sebaliknya setiap anak diberi penguatan sesuai dengan kemampuan yang diperlihatkan sehingga dalam satu kelas terdapat banyak penghargaan sesuai dengan prestasi yang ditunjukkan para siswa: misalnya penghargaan di bidang bahasa, matematika, fisika, menyanyi, menari atau olahraga.

BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan Definisi belajar menurut skinner Laerning is a process of progressive behavior adaptation. Dari definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa belajar itu merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif. Ini berarti bahwa sebagai akibat dari belajar adanya sifat progresifitas, adanya tendensi kearah yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. Teori belajar menurut B.F Skinner yaitu Oprant Conditioning

merupakan suatu bentuk belajar yang mana kehadiran respon berulangulang dikendalikan oleh konsekuensinya, dimana individu cenderung mengulang-ulang respon yang diikuti oleh konsekuensi yang

menyenangkan. Adanya hukuman dan hadiah yang diberikan akan membuat individu lebih mudah untuk belajar. Penguatan positif adalah penguatan berdasarkan prinsip bahwa frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). Bentuk-bentuk penguatan positif adalah berupa hadiah, perilaku (senyum, menganggukkan kepala untuk menyetujui, bertepuk tangan, mengacungkan jempol), atau penghargaan (nilai A, Juara 1 dsb). Penguatan negatif, adalah penguatan berdasarkan prinsif bahwa frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus

yang merugikan (tidak menyenangkan). Bentuk-bentuk penguatan negatif antara lain: menunda/ tidak memberi penghargaan, memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang (menggeleng, kening berkerut, muka kecewa dll).

2. Saran - Melalui belajar, dapat menambah pengetahuan, wawasan yang luas dan bisa menjadikan kita kearah yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. - Sebaiknya, dalam proses belajar guru selalu memberikan penguatan positif berupa penghargaan dan pujian kepada siswanya yang berprestasi. Dan juga selalu memberikan semangat kepada siswanya yang belum maksimal dalam belajar. - Menerapkan teori Operant Conditioning dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Suherman, Erman, dkk. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Jica. http://raneefiqolby.blogspot.com/2009/11/teori-belajar-menurut-bf-skinner.html http://edukasi.kompasiana.com/2011/02/13/teori-bf-skinner/

http://sujinalarifin.wordpress.com/2009/06/09/teori-belajar-skinner/