Anda di halaman 1dari 16

TUGAS MATA KULIAH FISIKA INTI DISKUSI BETA DECAY

Disusun Oleh: Dwi Yuliani Miftah Rizqa Safitri Mumpuni Sumiwi Rahayu Sri Mekarwati Wiwik Anjajari (K23090 ) (K2309048) (K2309050) (K2309074) (K2309080)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

A. Unsur Radioaktif

Terdapat banyak unsur yang ada di alam ini, namun tidak semua unsur tersebut bersifat radioaktif. Unsur-unsur dengan nomor atom rendah dan sedang mempunyai nuklida stabil maupun tidak stabil (radioaktif). Contoh pada atom hidrogen, inti atom protium dan deuterium adalah stabil sedangkan inti atom tritium tidak stabil. Waktu paruh tritium sangat pendek sehingga tidak ditemukan di alam. Pada unsur-unsur dengan nomor atom tinggi tidak ditemukan inti atom yang stabil. Jadi faktor yang memengaruhi kestabilan inti atom adalah angka banding dengan proton. Radioaktivitas adalah pemancaran sinar radioaktif secara spontan oleh inti atom tidak stabil menjadi inti atom yang stabil

B. Pita Kesetimbangan/ Kestabilan Unsur Radioaktif

Hinga kini telah ditemukan sekitar 1500 inti, namun hanya ada kira-kira 400 inti yang stabil.

Grafik kestabilan inti menunjukkan Perhatikan bahwa inti ringan (kira-kira sampai dengan Z = 20) sangat stabil, jika intinya mengandung jumlah proton dan netron yang sama (N = Z atau N/Z = 1). Sebagai contoh inti helium yang mengandung 2 proton dan 2 netron adalah sangat stabil. Inti berat lebih stabil jika jumlah netron melebihi jumlah proton. Begitu jumlah proton bertambah, gaya tolak Coulomb antara proton-proton bertambah sehingga cenderung untuk memisahkan nukleon di dalam inti. Untuk mengikat nukleon-nukleon

tetap di dalam inti, maka gaya tolak Coulomb oleh proton-proton tambahan diimbangi oleh gaya tarik-menarik antara netron-netron tambahan. Namun karena satu proton menolak seluruh proton lainnya, sedang satu netron hanya menarik netron-netron tetangganya, maka jelas penambahan netron penambahan netron harus lebih besar daripada penambahan proton. Inti berat lebih stabil jika jumlah netron kira-kira sama dengan 1,6 kali jumlah proton (N = 1,6 Z atau N/Z = 1,6). Hanya saja pada saat Z > 83, gaya tolak antara proton-proton tidak dapat lagi diimbangi dengan penambahan netron. Oleh karena itu, inti-inti yang mengandung lebih dari 83 proton (Z > 83) tidak memiliki inti yang stabil. Adalah menarik bahwa kebanyakan inti stabil memiliki nomor massa ganjil. Beberapa fakta menunjukkan bahwa nilai-nilai tertentu dari Z dan N berhubungan dengan inti-inti yang lebih stabil. Nilainilai Z dan N disebut angka-angka ajaib, yaitu: Z dan N = 2, 8, 20, 28, 50, 82, 126. Sebagai contoh, inti helium yang memiliki dua proton dan dua netron ( N = Z = 2) adalah sangat stabil. Inti ringan tidak stabil yang terletak di atas garis kesetabilan N = Z (N > Z) memiliki kelebihan netron. Untuk mencapai kesetabilan, kelebihan netron harus diubah menjadi proton melalui pemancaran sinar beta (elektron). Misal memiliki Z = 6 proton dan N = 2, 8, 20, 28, 50, 82, 126. Sebagai contoh, inti helium yang memiliki dua proton dan dua elektron(N=Z=2) adalah sangat stabil. Inti ringan tidak terletak diatas garis kestabilan N=Z (N>Z) memiliki kelebihan neutron. Untuk mencapai kestabilan, kelebihan netron harus diubah menjadi proton melalui pemancaran sinar beta (elektron) misal memiliki Z= 6 proton

dan N=8 netron, akan menjadi stabil dengan memancarkan sinar beta:

Inti berat (Z > 83) yang terletak diatas garis kestabilan memiliki kelebihan netron dan proton. Untuk mencapai keadaan inti stabil, inti ini memancarkan partikel alfa sehingga inti kehilangan dua proton dan dua netron. Misalnya dengan memancarkan partikel alfa. mencapai stabil

Ketika sebuah inti memancarkan sinar alfa, inti tersebut kehilangan empat nukleon dua diantaranya adalah proton.

Persamaan tersebut membentuk pola:

Dari persamaan peluruhan inti, maka massa inti dapat dicari melalui persamaan:

Sehingga, energinya sebesar: ( { Besarnya energi peluruhan dari , yaitu:

Contoh lain yaitu unsur

. Persamaan di samping

didapatkan dari hipotesis yang diusulkan oleh pauli mengenai partikel baru yang dinamai dengan neutrino yang akan dibahas dalam dalam pokok bahasan selanjutnya. C. Peluruhan radioaktif Peluruhan radioaktif adalah kumpulan beragam proses di mana sebuah inti atom yang tidak stabil memancarkan partikel subatomik (partikel radiasi). Peluruhan terjadi pada sebuah nukleus induk dan menghasilkan sebuah nukleus anak. Ini adalah sebuah proses acak sehingga sulit untuk memprediksi peluruhan sebuah atom. Satuan internasional (SI) untuk pengukuran peluruhan radioaktif adalah becquerel (Bq). Jika sebuah material radioaktif menghasilkan 1 buah kejadian peluruhan tiap 1 detik, maka dikatakan material tersebut mempunyai aktivitas 1 Bq. Karena biasanya sebuah sampel material radiaktif mengandung banyak atom,1 becquerel akan tampak sebagai tingkat aktivitas yang rendah; satuan yang biasa digunakan adalah dalam orde gigabecquerels.

D. Sejarah ditemukannya radioaktif Pada tahun 1896, Becquerel menemukan kristal uranium mengemisikan sinar yang sama dengan sinar-X, yang mempunyai daya tembus tinggi, dapat menghitamkan plat fotografi dan menyebabkan konduktivitas listrik pada gas. Penemuan Becquerel diikuti oleh identifikasi 2 zat radioaktif lainnya, polonium dan radium oleh Piere dan Marie Currie pada tahun 1898. Unsur berat seperti uranium atau thorium, dan unsur deret peluruhan tak stabil mengemisikan radiasi secara alami. Uranium dan plutonium, sudah ada sejak awal periode geologi, dan mempunyai kecepatan peluruhan yang sangat lambat. Semua nuklida atau atom yang ada di alam dengan nomor atom lebih besar dari 82 bersifat radioaktif.

E. Perbedaan antara Partikel Alfa, Beta dan Gama

F. Sifat-Sifat Sinar Radioaktif Sifat alamiah sinar radioaktif dipelajari dengan menggunakan medan magnet. Ketika sinar radiaoaktif dilewatkan dalam medan magnit diperoleh fenomena-fenomena berikut

1. Saat medan magnit nol (B = 0 T) tidak terjadi perubahan apapun pada sinar-sinar yang

dipancarkan. 2. Saat diberikan medan magnit lemah, sejumlah berkas sinar dalam jumlah sedikit dibelokkan ke arah kutub selatan magnit, dan sebagian besar bergerak lurus. 3. Saat diberikan medan magnit yang cukup kuat, berkas sinar dalam jumlah yang cukup besar dibelokkan cukup kuat ke arah kutub selatan, sejumlah berkas sinar dibelokkan ke arah kutub utara, dan sebagian lagi diteruskan
4. Saat diberikan medan magnit kuat, berkas sinar dalam jumlah yang cukup besar

dibelokkan dengan kuat ke arah kutub selatan (S), sejumlah berkas lainnya dibelokkan ke arah kutub utara (U), dan beberapa berkas diteruskan. G. Macam-macam Peluruhan Beta Partikel Beta adalah elektron atau positron yang berenergi tinggi yang dipancarkan oleh beberapa jenis nukleus radioaktif seperti kalium-40. Partikel beta yang dipancarkan merupakan bentuk radiasi yang menyebabkan ionisasi, yang juga disebut sinar beta. Produksi partikel beta disebut juga peluruhan beta. Peluruhan beta adalah peluruhan radioaktif yang memancarkan partikel beta (elektron atau positron). Ada tiga jenis peluruhan , yaitu :
1. Peluruhan Beta Minus (-)/ Pemancaran negatron (-)

Bila suatu inti mempunyai kelebihan netron, relatif terhadap isobar yang lebih stabil, kestabilan yang lebih besar akan dicapai dengan perubahan satu netron menjadi proton. Pada peluruhan -, interaksi lemah mengubah sebuah netron menjadi sebuah proton ketika sebuah elektron dan sebuah anti-neutrino dipancarkan.

Persamaan reaksi:
n 0 p + + e + ve

Radiasi beta minus disamakan dengan pemancaran elektron dari suatu inti atom. Bentuk peluruhan ini terjadi pada inti yang kelebihan neutron dan pada umumnya

disertai juga dengan radiasi gamma. Radiasi beta (baik yang positif maupun yang negatif) mempunyai spektrum energi yang sinambung (continous) serta diikuti oleh antineutrino yang membawa kelebihan energi yang dimiliki oleh zarah beta. Seperti halnya pada radiasi Alpha, makin tinggi energi yang dimiliki maka makin pendek umurnya. Pada radiasi Beta minus, nomor atomnya akan bertambah satu, sedang nomor massanya tetap. Reaksi secara umum dapat ditulis sebagai:

Contoh reaksi peluruhan radiasi Beta minus adalah:

disebut antineutrino yang merupakan partikel netral dengan kelajuan c dan tidak mempunyai massa. Energi dari antineutrino bersifat kinetic. Energi yang dilepas pada saat peluruhan yaitu: Q = (mx-mY)c2 Pada gambar 2.8. merupakan gambar spektrum energi peluruhan beta yang berbentuk spectrum kontinu.

Gambar 2.8. Spektrum energi peluruhan beta (http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu, 2010)


2. Peluruhan Beta Plus (+)/ Pemancaran positron (+)

Bila suatu inti mempunyai kelebihan proton relatif terhadap isobar yang lebih stabil, kestabilan yang lebih besar dicapai dengan pengubahan suatu proton menjadi netron, pengubahan ini dapat dilakukan dengan pemancaran positron (peluruhan

positron) atau dengan penangkapan elektron. Dalam peluruhan + sebuah proton dikonversi menjadi sebuah netron, sebuah positron dan sebuah neutrino:

Persamaan reaksi :
energi + p + n 0 + e + + ve

Jadi, tidak seperti peluruhan beta minus, peluruhan beta plus tidak dapat terjadi dalam isolasi, sebab harus ada suplai energi dalam proses penciptaan massa, karena massa netron (sebagai inti anak) ditambah massa positron dan neutrino lebih besar daripada massa proton (sebagai inti induk). Radiasi ini sama dengan pancaran positron dari inti. Bentuk peluruhan ini terjadi pada inti yang kelebihan proton. Pancaran positron dapat terjadi apabila perbedaan energi antara inti semula dengan inti hasil paling tidak sebesar 1,02 MeV. Menurut Pauli, radiasi beta plus sama dengan perubahan proton menjadi neutron sehingga nomor atomnya akan berkurang satu. Reaksi secara umum dapat ditulis sebagai berikut:

v adalah neutrino yaitu partikel sejenis dengan antineutrino dengan spin yang berlawanan. Contoh peluruhan beta plus adalah sebagai berikut:

Energi disintegrasi atau energi peluruhannya yaitu: Q = (mx mY + 2me)c2 Pada radiasi Beta plus akan selalu diikuti dengan peristiwa Annihilasi, karena begitu terbentuk zarah beta plus maka akan langsung bergabung dengan elektron dan menghasilkan radiasi Gamma:

3.

Tangkapan elektron (EC) Proses reaksinya adalah . Pada proses ini, sebuah proton

menagkap elektron dari orbitnya beralih menjadi sebuah netron ditambah sebuah neutrino. Elektron yang ditangkap ini adalah elektron terdalam sebuah atom, dan proses ini dicirikan dengan kulit asal elektronnya: tangkapan kulit K, kulit L,dan seterusnya. Tangkapan elektron ini tidak terjadi pada proton bebas, tetapi hanya proton yang ada di dalam inti

H. Pemancaran elektron oleh inti atom Elektron yang dipancarkan pada peluruhan beta bukanlah elektron kulit atom dan juga bukan elektron yang semula berada dalam inti. karena asas ketidakpastian melarang electron hadir di dalam inti atom. Elektron tersebut diciptakan oleh inti atom dari energy yang ada. Jika beda energi diam antara kedua inti atom sekurangkurangnya E=mc, maka hal tersebut memang mungkin terjadi. I. Perbedaan antara spektrum alfa dan beta Partikel Beta () merupakan suatu partikel subatomik yang terlempar dari inti atom yang tidak stabil - beta. Partikel tersebut ekuivalen dengan elektron dan memiliki muatan listrik negatif tunggal e- ( -1,6 x 10-19 C ) dan memiliki massa yang sangat kecil ( 0.00055 atomic mass unit ) atau hanya berkisar 1/2000 dari massa neutron atau proton. Perbedaannya adalah partikel beta berasal dari inti sedangkan elektron berasal dari luar inti. Kecepatan dari partikel beta adalah beragam bergantung pada energi yang dimiliki oleh tiap - tiap partikel. Karena pertimbangan - pertimbangan teoritis tidak memperkenankan eksistensi independen dan dari elektron intra nuklir, maka dipostulatkan bahwa partikel terbentuk pada saat pemancaran oleh transformasi suatu neutron menjadi sebuah proton dan sebuah elektron sesuai dengan persamaan Transformasi tersebut memperlihatkan bahwa penurunan beta terjadi diantara isotop - isotop yang memiliki kelebihan jumlah neutron. Sehingga neutron yang

berlebih tersebut bertransformasi menjadi proton dan elektron seperti yang telah dijelaskan diatas, proton yang dihasilkan dari transformasi tersebut akan tetap berada pada inti, sedangkan elektron yang dihasilkan akan terlempar dengan energi yang tinggi. Proses ini akan mengakibatkan jumlah neutron dari suatu atom tersebut berkurang satu sedangkan jumlah protonnya bertambah satu. Karena jumlah proton dari suatu atom menentukan unsur, maka transformasi neutron menjadi proton tersebut akan merubah radionuklida tersebut menjadi unsur yang lain. Seperti contoh transformasi fosfor radioaktif yang menjadi sulfur stabil yang sesuai dengan persamaan : Dapat diperhatikan bahwa - seperti yang telah dijelaskan, selama transformasi beta terdapat satu muatan negatif yang hilang, dan karena massa partikel beta jauh lebih kecil daripada 1 amu (atomic mass unit ), maka inti anakan akan memiliki nomer atom yang lebih besar 1 amu daripada nomer atom induk, sedangkan nomer massa akan tetap 32 amu. Energi transformasi dalam contoh ini sebesar 1,71 MeV merupakan energi yang setara dengan selisih massa antara inti 32P dan jumlah inti 32S ditambah dengan partikel Beta. Energi ini muncul sebagai energi kinetik dari partikel beta tersebut.

Sinar merupakan radiasi partikel bermuatan negative. Sinar adalah berkas electron yang berasal dari inti atom sehingga dapat membelok ke kutub positif dalam medan magnet. Partikel bermuatan -1 C dan bermassa 5,5 X 0,00001 sma sangat kecil, dianggap tidak bermassa. Daya tembus sinar lebih besar daripada sinar , sedangkan daya ionisasi sinar _ lebih kecil dari pada sinar . Sinar paling energik dapat menembus 300 cm dari udara kering, dapat menembus lempengan timbel alumunium yang cukup tebal. Sinar disebut juga elektron berkecepatan tinggi.

10

Partikel sinar membentuk spektrum elektromagnetik dengan energy yang lebih tinggi dari sinar alpha (). Partikel sinar beta memiliki massa yang lebih ringan dibandingkan partikel alpha. Spektrum energi partikel (elektron dan positron) bersifat kontinu, berbeda dengan spektrum energi yang dipancarkan oleh partikel yang bersifat diskrit seperti ditampilkan pada Gambar berikut

Energi kinetik elektron Distribusi energy elektron dan positron pada pemancaran radiasi beta yang berarti bahwa besarnya energi mempunyai rentang dari harga terkecil tertentu sampai harga terbesar tertentu. Hal ini pertama kali ditemukan oleh Chadwick pada tahun 1914. Pada tahun 1927, C.D. Ellis dan W.A. Wooster memasukkan RaE (Bi210) ke dalam pengukur panas, dan mengukur energi semua radiasi yang mengandung partikel yang dipancarkan. Hasilnya menunjukkan bahwa besarnya energi 1 inti atom RaE yang dipancarkan rata-rata sebesar 350 40 keV. Besarnya energi ini lebih kecil dari nilai maksimum spectrum energi partikel yang dipancarkan oleh RaE, yaitu sebesar 1050 keV, tetapi hampir sama dengan nilai rata-rata spektrum yaitu 390 40 keV. Eksperimen terhadap peluruhan tersebut mengungkapkan bahwa partikel dipancarkan dengan suatu distribusi yang kontinu yang berkisar dari nol hingga nilai yang diharapkan secara teoritis yang didasarkan pada pertimbangan pertimbangan energi - massa untuk transisi beta khusus , bukan mono-energitik seperti halnya partikel . Anomali lain adalah fakta bahwa nuclear recoil tidak berada pada arah yang berlawanan dengan momentum elektronDengan kenyataan ini, dapat disimpulkan bahwa partikel yang dipancarkan mempunyai spektrum energi yang kontinu. Pada tahun 1932, Sir J. Chadwick menemukan neutron, dan W. Heisenberg mengemukakan teori bahwa inti atom terdiri dari proton dan neutron. Dari penemuan

11

ini, maka orang berpendapat bahwa radiasi adalah perubahan inti dan dapat dituliskan sebagai berikut: neutron proton + e-.

J. Peluruhan beta tidak melibatkan neutrino ( antineutrino)

Sinar beta adalah pancaran berkas elektron dari dalam inti atom sebagai akibat meluruhnya sebuah neutron (n) menjadi proton (p) yang lebih ringan menurut persamaan reaksi peluruhan: n p + eDari persamaan di atas terlihat bahwa hukum kekekalan muatan listrik terpenuhi. Jadi, jumlah muatan listrik sebelum reaksi = jumlah muatan listrik sesudah reaksi. Sedangkan dari segi energi, karena neutron dan proton didalam inti atom berada pada keadaan energi kuantum tertentu, maka berdasarkan hukum kekekalan energi, elektron yang terpancar keluar harus memiliki energi kinetik (gerak) yang tertentu pula, sebesar selisih energi neutron dan proton yaitu E. Tetapi , hasil pengamatan ternyata menunjukkan bahwa energi kinetik elektronnya bervariasi secara gradual, mulai dari sekitar nol hingga mendekati nilai maksimum E. Jadi, dapat disimpulkan bahwa peluruhan sinar beta tidak memenuhi hukum kekekalan energi. Dari hasil eksperimen, didapati bahwa elektron, proton, dan neutron masingmasing memiliki bilangan kuantum spin s = . Dari persamaan reaksi peluruhan sinar beta di atas, jelas terlihat kalau spin total sebelum peluruhan adalah (), sedangkan setelah reaksi () + (), yang hasilnya tidak mungkin = (). Sehingga didapati bahwa peluruhan sinar beta juga tidak memenuhi hukum kekekalan momentum sudut spin s dalam mekanika kuantum yang menyatakan bahwa: Jumlah spin sebelum reaksi = Jumlah spin sesudah reaksi. Kemudian pada tahun 1930, Pauli mengemukakan bahwa sinar beta bukan hanya terdiri dari berkas elektron, tapi juga ditemani berkas partikel lain yang bermuatan listrik netral, memiliki spin , dan massanya sangat kecil, hampir nol. Partikel baru ini oleh Pauli diberi nama neutron kecil yang kemudian disebut sebagai neutrino dan diberi lambang partikel . Dengan adanya neutron kecil ini hukum kekekalan momentum sudut spin dapat terpenuhi pada peluruhan beta. Jadi, persamaan peluruhan sinar beta diatas seharusnya adalah: n p + e- + (kajian lebih lanjut menunjukkan bahwa neutrino yang terlibat disini ternyata adalah anti-neutrino).

12

Begitu juga hukum kekekalan energi, yang dengannya diperoleh penjelasan bahwa selisih energi neutron-proton sebesar E terbagi pada si neutron kecil dan elektron. Dengan demikian, apabila energi kinetik elektron tinggi, maka energi kinetik neutron kecil bernilai rendah. Demikian pula sebaliknya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peluruhan beta tanpa melibatkan neutrino / antineutrino, tidak memenuhi Hukum kekekalan energi, Hukum kekekalan momentum linier, dan Hukum kekekalan momentum sudut. K. Hipotesis pauli mengenai anti neutrino 1. Eksperimen terhadap peluruhan mengungkapkan bahwa partikel dipancarkan dengan suatu distribusi yang kontinu yang berkisar dari nol hingga nilai yang diharapkan secara teoritis yang didasarkan pada pertimbangan - pertimbangan energi - massa untuk transisi beta khusus , bukan mono-energitik seperti halnya partikel . Anomali lain adalah fakta bahwa nuclear recoil tidak berada pada arah yang berlawanan dengan momentum elektron. Terjadinya pancaran partikel lain adalah penjelasan yang paling mungkin untuk menjelaskan tingkah laku ini, tetapi eksperimen tidak menemukan sebuah bukti berupa massa dan muatan lain dari peristiwa ini. Fakta ini nampaknya menyimpang dari hukum - hukum kekekalan energi dan massa. Untuk menghindari penyimpangan ini, pada tahun 1930, Pauli mengusulkan suatu hipotesa tentang keberadaan suatu partikel yang disebut dengan neutrino yang menyertai partikel yang energinya sama dengan selisih antara energi kinetik yang menyertai partikel dan energi maksimum dari distribusi spektrum, neutrino - seperti yang didalilkan haruslah tidak bermuatan dan memiliki massa yang tak berhingga kecilnya, sehingga dengan karakteristik ini maka partikel ini akan sangat sulit dideteksi. Namun demikian pembuktian akan keberadaan partikel ini secara eksperimental barulah tercapai pada tahun 1950. Sehingga persamaan transformasi harus dimodifikasi menjadi

dengan adalah neutrino

2. Pada tahun 1932, Sir J. Chadwick menemukan neutron, dan W. Heisenberg mengemukakan teori bahwa inti atom terdiri dari proton dan neutron. Dari

13

penemuan ini, maka orang berpendapat bahwa radiasi adalah perubahan inti dan dapat dituliskan sebagai berikut: neutron proton + ePada tahun 1931, V. Pauli menemukan jawaban terhadap persoalan energy dan penyimpanan energi gerak sudut pada radiasi , dengan memperkirakan bahwa pada waktu pemancaran radiasi , dalam waktu yang bersamaan dipancarkan pula partikel tidak bermuatan, yang disebut neutrino. Partikel yang dipancarkan bersama elektron disebut anti neutrino, dan partikel yang dikeluarkan bersama positron dinamakan neutrino neutron proton proton + e- + n" (anti neutrino) neutron + e+ + n (neutrino)

L. Syarat terjadinya peluruhan alfa spontan Partikel alpha merupakan partikel bermuatan positif inti helium, dengan dua proton dan dua neutron yang terikat bersama. Peluruhan alfa adalah jenis peluruhan radioaktif yang membawa transmutasi elemen. Peluruhan alfa melibatkan emisi spontan dari partikel alfa dari sebuah inti radioaktif yang disertai dengan penurunan jumlah massa atom. Itu karena partikel alpha terdiri dari empat nuklida yaitu dua proton dan dua neutron. Jadi inti akan berubah menjadi unsur lain karena peluruhan alfa.

Inti induk meluruh menjadi inti anak plus sebuah partikel alpha. Hal ini terjadi karena inti terlalu besar, peluruhan alfa dapat mereduksi ukuran inti. Inti terdiri dari proton dan neutron bersama-sama terikat oleh gaya nuklir kuat yang jauh lebih kuat dari gaya elektromagnetik. Karena semua proton bermuatan positif, mereka saling tolak dan inti tidak akan pernah stabil, jika bukan karena gaya nuklir kuat yang mengikat mereka secara bersama-sama. Namun, dalam unsur-unsur yang lebih tinggi seperti Uranium, jumlah proton yang cukup tinggi inti menjadi tidak stabil dan cenderung berubah melalui peluruhan radioaktif.

14

Peluruhan alfa terjadi karena di dalam inti terlalu banyak nukleon, sehingga untuk membentuk kestabilan inti atom, dua proton dan dua neutron dilepaskan dari inti induk dan sinar alfa yang sama dengan inti Helium dipancarkan keluar. Karena partikel alfa terdiri dua proton dan dua neutron, peluruhan alfa mereduksi Z dan N dari inti induk. Jika inti anak yang dihasilkan memiliki rasio neutron/proton yang terlalu besar atau terlalu kecil, inti itu dapat meluruh lagi ke konfigurasi yang lebih memadai. Partikel alpha dipancarkan bergerak pada kecepatan rata-rata 15.000 km / detik dan memiliki energi kinetik dalam kisaran 5 MeV. Energi dari partikel alpha dipancarkan selalu konstan untuk proses peluruhan alfa tertentu. Masalah peluruhan serupa dengan prilaku partikel didalam suatu kotak dalam mekanika gelombang, dimana partikel dengan energi kurang dari potensial penghalang yang mengelilingi kotak, pada suatu ketika dapat keluar dari dalam kotak, walau kemungkinannya kecil, tetapi pasti. Menurut mekanika gelombang terdapat peluang amplitudo yang kecil tetapi pasti pada dinding potensial penghalang. Sebagai akibat partikel didalam kotak pada saat tertentu dapat menerobos dinding penghalang, seolah ia menemukan suatu trowongan keluar. Gejala demikian dikenal sebagai efek trowongan (tunnel effect). Peluruhan beta () adalah suatu proses peluruhan radioaktif dengan muatan inti berubah tetapi jumlah nukleonnya tetap . Sebuah inti yang meluruh dengan memancarkan sinar beta tidak akan berkurang nomor massanya tetapi nomor atomnya akan bertambah satu. Jadi, jika sebuah inti induk X berubah menjadi inti anak Yang sambil memancarkan sinar beta reaksi intinya diberikan oleh:
A Z 0 X Z +A Y + 1 + V 1

Pada peluruhan sinar ini bukanlah suatu electron orbital (electron yang bergerak mengitari inti atom pada suatu orbit tertentu) melainkan electron yang diciptakan didalam inti itu sendiri. Peluruhan partikel sinar terjadi ketika Q bernilai positif.

M ( A, Z ) = M p + Zm e
M ( A, Z +1) = M d + ( Z +1) me

Q = ( M p M d me ) c 2
Q = [ M ( A, Z ) Zme ( M ( A, Z + 1) ( Z + 1) me ) me ] c 2 Q = [ M ( A, Z ) Zme ( M ( A, Z + 1) + ( Z + 1) me ) me ] c 2
15

Q = [ M ( A, Z ) Zme ( M ( A, Z + 1) ) + Zme + me me ] c 2

Q = [ M ( A, Z ) M ( A, Z + 1) ] c 2
Persamaan ini menyatakan bahwa peluruhan akan terjadi kapan saja massa

atom induk lebih besar dari massa atom anak, dan energi disintegrasi, Q, yang dilepaskan sebagai energi kinetik sama dengan perbedaan massa mereka. Sebagai
14 contoh peluruhan partikel dari C ,sebagai berikut:
14 6 0 C 14 C + 1 e + v 7

Pada tahun 1930,Wolfgang Pauli mengusulkan suatu solusi bahwa kemungkinan selain partikel beta muncul suatu partikel baru yang sangat sukar dideteksi selama peluruhan partikel beta. Partikel baru ini dinamai neutrino (diberi lambang v) oleh fisikawan esar Italia,Enrico Fermi (1901-1954),yang pada tahun 1934 mengerjakan suatu teori terinci mengenai peluruhan partikel beta. Neutrino memiliki muatan nol dan massa diam nol. Sumber: http://www.scribd.com/doc/80507275/06-Peluruhan-Beta http://blog.dhani.org/2007/02/si-neutron-kecil/ http://hogasaragih.wordpress.com/ http://nanikdn.staff.uns.ac.id

16