Anda di halaman 1dari 65

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SEBARAN TEMPAT RISET TEKNOLOGI INFORMASI DI KOTA GARUT

(Studi Kasus di Jurusan Teknik Informatika STT Garut)

TUGAS AKHIR

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Tugas Akhir

Oleh : YOSEP BUSTOMI 0806092

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT 2012

YOSEP BUSTOMI, 0806092 Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis Sebaran Tempat Riset Teknologi Informasi di Kota Garut Dibawah bimbingan Prof. M. Ali Ramdhani, M.T. sebagai pembimbing I, dan Bapak Rinda Cahyana, M.T. pembimbing II.

ABSTRAK
Aktifitas RISTI termasuk ke dalam kategori penelitian RPL dimana

mahasiswa dengan pengawasan dosen RISTI membuat sebuah proyek RPL. Laporan proyek tersebut kemudian diunggah ke Digital Library STT Garut. Dalam pendataan aktifitas RISTI tersebut munculkan suatu masalah terhadap kebutuhan media informasi untuk mengetahui sebaran tempat serta informasi RISTI. Disini akan menggunakan teknologi GIS dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Manfaat yang akan didapat dari GIS sebaran tempat RISTI ini banyak diantaranya yaitu pihak kampus dapat lebih mudah melihat informasi sebaran tempat serta informasi aktifitas penelitian yang dilakukan mahasiswanya. Kemudian mengetahui informasi kajian penelitian apa saja yang ada di daerah tersebut. Hal ini diperlukan mahasiswa dan jurusan untuk menentukan apakah penelitian tersebut telah dilakukan atau belum, serta sebagai acuan apakah penelitian tersebut layak disetujui oleh pihak jurusan atau tidak. Dalam membangun teknologi GIS digunaan suatu metoda pengumpulan data dan metoda penelitian bebasis object oriented, serta dilakukan pengujian dengan blackbox testing. Akhir dari produk ini berupa aplikasi GIS sebaran tempat RISTI yang telah memenuhi kebutuhan fungsional jurusan teknik informatik terhadap sitem RISTI yang dibangun. Kata Kunci: RISTI, Teknologi GIS, Object Orinted Methodology,

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Di Jurusan Teknik Informatika Sekolah Tinggi Tekologi Garut (STT

Garut) terdapat mata kuliah RISTI (Riset Teknologi Informasi) yang kegiatannya melakukan penelitian di suatu tempat dengan berkelompok. Berkaitan dengan jenis kajian RISTI menurut Dawson (2004) dalam bukunya yang berjudul Project in Computing and Information System bahwa aktifitas penelitian itu dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori tersebut ada yang termasuk ke dalam kawasan teori, practice, dan application.

Gambar 1.1 Lanskap Komputasi (Dawson, 2004)

Menurut hasil wawancara dengan dosen RISTI bahwa aktifitas RISTI termasuk ke dalam kategori penelitian RPL dimana mahasiswa dengan pengawasan dosen RISTI membuat sebuah proyek RPL. Dalam aktifitas tersebut kelompok RISTI diwajibkan menghasilkan produk perangkat lunak dan diwajibkan membuat sebuah laporan proyeknya. Laporan tersebut kemudian diunggah ke Digital Library STT Garut.

Aktifitas RISTI di atas memunculkan suatu masalah terhadap kebutuhan media informasi untuk mengetahui sebaran tempat serta informasi RISTI. Dengan adanya media informasi tersebut akan memudahkan dalam pencarian tempat RISTI, menghindari aktifitas RISTI yang berulang dan memberikan informasi sebaran penggunaan TIK di Kota Garut. Dewasa ini teknologi GIS (Geographic Information System) dapat dijadikan sebagai solusi terhadap media informasi sebaran tempat serta aktifitas RISTI. Selain informasi yang ditampilkan sebaran tempat RISTI dapat dilihat secara visual dengan menggunakan media peta, GIS ini terdapat fasilitas pencarian, CRUD (Create, Read, Update, Delete) yang memudahkan dalam pengaturan data atau informasi GIS. Setelah diuraikan di atas solusi membangun GIS ini menarik untuk dijadikan kajian penelitian, karena hal ini memang diperlukan baik dari pihak Jurusan Teknik Informatika maupun mahasiswa yang akan melakukan aktifitas RISTI. Untuk kajian penelitian ini berdasarkan hasil pencarian, baik di internet maupun di situs jurnal online, untuk sebaran tempat serta informasi aktifitas RISTI menggunakan teknologi GIS ini belum ada. Misalnya penelitian yang dilakukan oleh oleh Ulfiah (2011) GIS yang diteliti seputar lokasi dan saranaprasarana lembaga pendidikan. Hal ini memberikan bukti bahwa penelitian mengenai RISTI ini belum ada yang melakukannya. Manfaat yang akan didapat dari GIS sebaran tempat RISTI ini banyak diantaranya yaitu pihak kampus dapat lebih mudah melihat informasi sebaran tempat serta informasi aktifitas penelitian yang dilakukan mahasiswanya. Kemudian mengetahui informasi kajian penelitian apa saja yang ada di daerah tersebut. Hal ini diperlukan mahasiswa dan jurusan untuk menentukan apakah penelitian tersebut telah dilakukan atau belum, serta sebagai acuan apakah penelitian tersebut layak disetujui oleh pihak jurusan atau tidak. Hal tersebut tentu menjadikan portal kampus menjadi lebih beragam bentuk penyajian informasi yang disampaikan serta menjadi motor penggerak dalam meningkatkan penerapan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di kota Garut.

1.2

Rumusan Masalah Berdasarkan paparan di atas terdapat masalah yang muncul yaitu

bagaimana membangun SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk sebaran tempat RISTI di kota Garut?

1.3

Batasan Masalah Untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas maka dalam penyusunan

tugas akhir ini dibatasi pada: 1. Sistem Informasi Geografis yang akan dirancang dan dibangun adalah sistem yang didasarkan pada pemetaan sebaran tempat RISTI di kota Garut. 2. Informasi yang akan ditampilkan yaitu pemetaan sebaran tempat RISTI disertai informasi aktifitas RISTI mahasiswa Jurusan Teknik Informatika.

1.4

Maksud dan Tujuan Dari paparan di atas penulis bermaksud untuk merancang serta

membangun perangkat lunak sistem informasi geografis sebaran tempat RISTI di Kota Garut. Tujuan yang akan dicapai dalam pembangunan sistem ini adalah: 1. 2. 3. Melakukan analisis kesenjangan RISTI Jurusan Teknik Informatika. Melakukan analisis SIG sebaran tempat RISTI di kota Garut. Melakukan desain dari hasil analisis SIG sebaran tempat RISTI di kota Garut. 4. Melakukan implementasi menjadi perangkat lunak SIG sebaran tempat RISTI di Kota Garut 5. Melakukan pengujian perangkat lunak SIG sebaran tempat RISTI yang telah dibangun.

1.5

Sistematika Penulisan Untuk menghasilkan laporan tugas akhir yang sistematis dan mudah

dipahami. Berikut dijelaskan mengenai sistematika yang dipakai dalam penyusunan tugas akhir ini:

BAB I

PENDAHULUAN Dikemukakan latar belakang masalah, rumusan masalah, maksud dan tujuan, batasan masalah, serta sistematika penulisan.

BAB II

LANDASAN TEORI Membahas teori yang mendukung atau terkait penelitian.

BAB III KERANGKA KERJA PENELITIAN Membahas skema penelitian, work breakdown structure, detail skema kerangka kerja penelitian, sumber daya yang digunakan. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Menjelaskan hasil penelitian secara ilmiah dan pembahasannya. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Menyatakan poin-poin penting pencapaian dan temuan dalam penelitian tugas akhir, serta saran terkait hal penting yang tidak berhasil dicapai karena keterbatasan penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI


Dalam penelitian ini ada beberapa landasan teori yang dapat menjadi pengantar dan memberikan gambaran mengenai cakupan dari penelitian ini. Beberapa teori yang dapat dijadikan acuan antara lain yaitu:

3.1

Sistem Informasi Geografis Penjelasan mengenai Sistem Informasi Geografis (SIG) diharapkan dapat

memberikan gambaran tentang apa dan bagaimana SIG ini. Dalam buku yang berjudul Sistem Informasi Geografis yang ditulis oleh Riyanto (Riyanto, 2010) dijelaskan bahwa terdapat berbagai definisi tentang sistem informasi geografis, berbeda sumber tentunya berbeda pula pendefinisiannya, meskipun demikian subtansi dari masing-masing definisi adalah sama. Berikut disajikan definisi Sistem Information Geografis (GIS) menurut ERSI (Environmental System Research Institute). SIG adalah kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografis, metode, dan personil yang dirancang sercara efisien untuk memperoleh, menyimpan, memperbaharui, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk informasi yang berreferensi geografis. (ERSI, 1996) Menurut Muehler & McKee (1998), dalam bukunya OpenGIS Guide, terdapat dua layanan utama dalam GIS, yaitu: layanan data geografis (geodata services) dan layanan permrosesan data geografis (geoprocessing services).

3.2

Pengembangan Sistem Berorentasi Objek Penjelasan mengenai pengembangan sistem tujuannya yaitu untuk

mengetahui tahapan dan gambaran bagaimana melakukan suatu penelitian. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metodologi berorientasi objek Unified Approach (UA) dari Ali Bahrami (1999) dan UML (Unified Modelling

Language) digunakan sebagai standar pemodelannya. Alasan metode penelitian ini digunakan karena beberapa pertimbangan diantaranya, yaitu menurut Aziz(2005) teknologi pemrograman PHP yang digunakan sudah berbasis Object Oritented Programming (OOP) sehingga proses implementasi dari perancangan kedalam bahasa pemrograman PHP lebih mudah. Dengan menggunakan UA memudahkan pengembang dalam memahami sistem yang akan dikaji. 1. Tahap Analisis Kesenjangan Tahap analisis kesenjangan atau Sistem Requirement specification (SRS) pada penelitian ini digunakan sebagai gambaran bagaimana

mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penelitian SIG ini. Adapun penjelasan mengenai SRS menurut Nugroho(2005), pada penelitian ini ada beberapa aktifitas yang digunakan yaitu: a. Wawancara, penjelasan mengenai wawancara berguna untuk

melakukan pencarian informasi kepada dosen RISTI, dan staf jurusan berkaitan dengan sistem yang sedang berjalan. Berikut ini penjelasan mengenai wawancara menurut nugroho(2005). Teknik wawancara adalah teknik yang paling utama dalam perancangan sistem. Dengan teknik wawancara yang baik, sebagian besar kebutuhan pengguna umumnya sudah dapat teridentifikasi. Rancanglah wawancara dengan seksama agar proses wawancaara tidak bertele-tele dan menangkap semua kebutuhan serta harapan pengguna. b. Mempelajari sistem yang sedang berjalan. Jika proyek adalah proyek pengembangan sistem tentunya para analis sistem perlu mempelajari kinerja sistem saat ini dengan cara menelaah dokumen-dokumen sistem yang ada, mengenali struktur organisasi perusahaan. Siapa yang bertanggung jawab terhadap suatu proses tertentu, bagaimana deskripsi kerja tiap personal dalam perusahaan, dan sebagainnya. 2. Tahap Analisis Analisis Sistem Masa Depan dari UA digunakan untuk memberi gambaran bagaimana sistem masa depan dari SIG yang disesuaikan

dengan kebutuhan hasil wawancara. Analisis Sistem Masa Depan atau

dalam UA dikenal dengan istilah Object Oriented Analysis (OOA) terdapat beberapa tahapan yang dilakukan yaitu identifikasi aktor, pengembangan diagram aktifitas dan use case, pengembangan diagram interaksi, identifikasi kelas, relasi, atribut dan method, dan yang terakhir proses pemeriksaan. Berikut ini penjelasan dari masing-masing tahapannya: Identifikasi Aktor (Identify the user/actors) Pada tahap ini dilakukan proses menganalisis aktor yang akan berinteraksi dengan sistem informasi geografis ini. Pengembangan Diagram Aktifitas diagrams) Pada tahap ini dilakukan proses penggambaran alur kerja sistem menggunakan diagram aktifitas dan proses penggambaran interaksi antara pengguna dengan sistem informasi geografis, menggunakan diagram use case. Pengembangan Diagram Interaksi (Develop interaction diagrams) Pada tahap ini dilakukan pembuatan diagram interaksi yang digunakan diantaranya yaitu sequence diagram, dalam diagram ini digambarkan interaksi antar objek dalam sistem melalui pesan yang dikirimkan dari objek yang satu ke objek yang lain. Identifikasi Kelas-kelas, relasi, atribut dan method (Identify classes, relationships, attributes, and methods) Pada tahap ini dilakukan proses mengidentifikasi kelas, relasi, atribut dan method dalam sistem berdasarkan proses sebelumnya. Pemeriksaan (Refine and iterate) Pada tahap ini dilakukan proses pemeriksaan terhadap hasil akhir tahap analisis. Bila terdapat kesalahan maka kembali ke tahap awal analisis bila hasilnya benar maka akan dijadikan input pada tahap perancangan. 3. Tahap Perancangan (Develop use case, activity

Perancangan sistem masa depan sebagai acuan bagaimana kita melakukan perancangan terhadap sistem masa depan SIG yang akan

dibangun. Adapun tahapan perancangan yang digunakan yaitu berdasarkan tahapan Object Oriented Desain (OOD) dari UA. Perancangan sistem masa depan merupakan tahapan setelah melakukan proses analisis. Dalam perancangan terdapat beberapa tahapan yang dilakukan yaitu perancangan kelas, metode, atribut, dan asosiasi, menyaring UML Class Diagram, perancangan layer akses dan layer antarmuka, dan terakhir yaitu proses pengujian. Berikut ini penjelasan dari masing-masing tahapannya: a. Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut Pada tahap ini dilakukan perancangan dan pemeriksaan atribut, method dan visibilitasnya terhadap kelas-kelas yang telah

teridentifikasi. b. Menyaring UML Class Diagram Proses menyaring atau memeriksa diagram kelas mulai dari nama kelas, asosiasi, atribut serta method-nya. Tahap ini difokuskan pada penggambaran method yang ada dengan diagram aktifitas. c. Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka Proses merancang layer akses dan layer antar muka berdasarkan pada class diagram yang telah dirancang sebelumnya. 4. Tahap Implementasi Tahapan implementasi sistem masa depan merupakan tahapan melakukan migrasi hasil rancangan SIG kedalam sebuah program perangkat lunak. Adapun tahapan implementasi sistem masa depan mengadopsi dari Construction dari UA yang merupakan tahapan setelah perancangan. Pada tahap implementasi sistem masa depan terdapat dua tahapan yaitu Component-Based Development (CBD), User satisfaction usability tests, quality assurance test. a. Component-Based Development

Menurut Bahrami(1999) dikenal dengan istilah layer akses, layer interface dan layer bisnis, sedangkan menurut Nugroho(2009) disebut dengan istilah MVC (Model, View, Control).

Adapun penjelasan mengenai komponen tersebut yaitu: 1) Layer akses (Model) yaitu berkaitan dengan pengaksesan ke database. 2) Layer interface (View) yaitu berkaitan dengan pembuatan antar muka sistem dengan pengguna. 3) Layer bisnis (Control) yaitu berkaitan dengan kode program yang mengatur antar model dengan view. b. User satisfaction usability tests, quality assurance test. Pengujian terdapat beberapa pilihan pengujian menurut

Bahrami(1999), 1) Black Box Testing 2) White Box Testing 3) Top-Down Testing 4) Bottom-Up Testing Dari sistem ini yang akan digunakan yaitu pengujian Black Box Testing. Menurut Nugroho (2005) Pada pengujian Black Box Testing kita tidak perlu tahu apa yang sesungguhnya terjadi dalam sistem/perangka lunak. Yang kita uji adalah masukan serta keluarannya. Artinya, dengan berbagai masukan yang kita berikan, apakah sistem/perangkat lunak memberikan keluaran yang kita berikan, apakah sistem/perangkat lunak memberikan keluaran seperti yang kita harapkan. Dalam pengujian ini kita dapat menggunakan use case diagram serta scenario yang kita kembangkan saat analisis sebagai panduan. Apakah keluaran sesuai dengan harapan serta kebutuhan pengguna. Black Box Testing berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya, fungsi-fungsi yang salah atau hilang, Kesalahan interface, Kesalahan dalam struktur data

atau akses database eksternal, kesalahan inisialisasi dan terminasi dan lainnya.

3.3

Pemodelan Terdapat beberapa pemodelan yang digunakan dalam penelitian ini,

tujuannya yaitu supaya proses komunikasi antar perancang, pemrogram serta calon pengguna menjadi mulus, berikut ini penjelasan beberapa pemodelan yang digunakan: 1. Unified Modeling Language. Unified Modeling Language (UML) dalam penelitian ini digunakan untuk memodelkan tahapan dari metodologi berorientasi objek, penjelasan mengenai UML menurut Nugroho(2005) merupakan bahasa untuk visualisasi, spesifikasi, konstruksi, serta dokumentasi. Dalam kerangka visualisasi, para pengembang menggunakan UML sebagai suatu cara untuk

mengkomunikasikan idenya kepada para pemrogram serta calon pengguna sistem/perangkat lunak. Dengan adanya bahasa yang bersifat standar, komunikasi perancang dengan pemrogram serta calon pengguna diharapkan menjadi mulus. 2. Flowchart Diagram Flowchart Diagram digunakan untuk menggambarkan alur tahapan proses. 3. Work Breakdown Structure Work Breakdown Structure (WBS) menurut Dawson(2004) digunakan untuk menggambarkan alur proyek dari awal sampai selesai. Penggunaan WBS yaitu dimulai dengan menyusun tahapan proses sampai penelitian yang akan dilakukan terdefinisikan. 4. Activity Sequencing Activity sequencing digunakan untuk menggambarkan tahapan aktifitas serta keterkaitan tiap aktifitas dalam penelitian ini secara detail. Dawson(2004)

3.4

Teknologi SIG

Penjelasan mengenai litelatur ini menggambarkan teknologi yang akan digunakan untuk SIG yang akan dibangun. Berdasarkan teknologi dan implementasi dari SIG yang akan dibangun, menutu Riyanto(2010) sistem informasi geografis dapat dikategorikan dalam 3 (tiga) aplikasi, yaitu: SIG berbasis desktop (Desktop GIS), SIG berbasis web (Web GIS), dan SIG berbasis Mobile (Mobile GIS). Meskipun demikian, ketiganya saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Perhatikan skema SIG yang ditunjukan pada gambar 2.1 berikut ini. Desktop GIS

GIS

Web GIS

Client-Server Architecture Distributed Architecture

Mobile GIS Gambar 2.1 Kategori SIG (Riyanto, 2010).

Selanjutnya,

bahasa

lain

seperti

subsistem,

komponen,

manfaat

penyimpanan dan pengolahan data digital, model data, database, digitasi dan pembuatan peta, implementasinya pada teknologi desktop dan web, serta hal lain tentang SIG dapat dipelajari sendiri. Dalam penelitian ini SIG yang digunakan termasuk kedalam kategori web GIS karena memanfaatkan teknologi web, misalnya seperti apache, php, mysql, html dan sebagainya sebagaimana terdapat pada sumber daya yang digunakan dalam aktifitas penelitian ini.

3.5

SIG Berbasis Web (Web GIS) Landasan teori ini memberikan gambaran secara khusus bagaimana SIG

berbasis web ini. Penjelasan mengenai web GIS ini dikutip dari buku Riyanto(2010). Web GIS adalah sistem informasi geografis yang didistribusikan di seluruh lingkungan jaringan komputer untuk mengintegrasikan, menyebarkan,

dan mengkomunikasikan informasi geografis sercara visual di World Wide Web melalui internet. (Gillavry, 2000) Berikut disajikan hal-hal yang berkenaan dengan aplikasi Web GIS. 1) Karena diimplementasikan pada jaringan internet, maka semua orang dapat mengakses aplikasi ini dalam waktu yang bersamaan. 2) Alur pemrosesan data, meliputi: a) Pengelolaan data (data management). b) Pengarsipan dan penyimpanan data (data archiving). c) Berbagi data (data sharing). d) Penyebaran data (data distribution). Web Browse
Spatial request Internet HTML,

Web Server

Internet Map Server

GIS Software

GIS Databa

Gambar 2.2 Arsitektur aplikasi SIG berbasis Web (Riyanto, 2010).

3.6

XAMPP Penjelasan mengenai XAMPP digunakan sebagai gambaran teknologi apa

yang digunakan pada tahap implementasi. Salah satu dari teknologi ini yaitu XAMPP. Adapun penjelasan menurut (Luki, 2011) XAMPP adalah suatu paket program yang terdiri dari beberapa aplikasi diantaranya webserver Apache, databases MySQL, PHP. Aplikasi xampp dapat diunduh di

http://www.apachefriends.org, Paket xampp diperuntukan Windows 2000, 2003, XP, Vista, and 7. Adapun penjelasan dari masing-masing aplikasi adalah sebagai berikut: a. Apache Apache adalah webserver linux yang terkenal. b. MySQL

MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal. Kepopulerannya disebabkan MySQL menggunakan SQL sebagai bahasa dasar untuk mengakses database-nya. Selain itu, bersifat Open Source pada berbagai platform. Perangkat lunak MySQL sendiri bisa diunduh dari http://www.mysql.com. MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management System). Itulah sebabnya, istilah seperti tabel, baris, dan kolom digunakan pada MySQL. Pada MySQL, sebuah database mengandung satu atau sejumlah tabel. Tabel terdiri atas sejumlah baris dan setiap baris mengandung satu atau beberapa kolom. c. PHP PHP adalah bahasa pemrogram untuk membuat web. Dengan menginstall PHP5, anda dapat menggunakan apache untuk meng-host file-file yang berextensi .php dan memiliki kode-kode PHP di dalamnya, Menurut Aziz(2005) bahwa php termasuk kedalam pemrograman berorientasi objek. Sehingga memudahkan migrasi hasil perancangan ke dalam pemrograman PHP.

3.7

Adobe Dreamweaver CS3 Penjelasan mengenai dreamweaver ini memberikan gambaran fungsi

perangkat lunak dreamweaver dalam penelitian ini. Perangkat lunak ini digunakan pada tahap implementasi. Penjelasan mengenai perangkat lunak ini menurut MADCOM(2008) dreamweaver juga merupakan program yang digunakan untuk membuat desain web HTML. Dalam program ini anda juga dapat menyisipkan script-script pemrograman PHP di sela-sela kode HTML yang ada. Berikut ini gambaran aplikasi dreamweaver.

3.8

GIMP GIMP dalam penelitian ini digunakan dalam tahap implementasi.

Penjelasan mengenai teori ini tujuannya untuk memberikan gambaran tentang fungsi perangkat lunak ini bagi penelitian ini. Menurut situs resmi GIMP yaitu

docs.gimp.org bahwa GIMP adalah aplikasi multi-platform sebagai alat untuk manipulasi foto. GIMP digunakan untuk mengedit gambar yang akan dipasang di web GIS, baik berupa icon atau logo. GIMP adalah akronim dari GNU Image Manipulation Program. GIMP cocok untuk berbagai tugas manipulasi gambar, termasuk retouching foto, komposisi gambar, dan gambar konstruksi. GIMP memiliki banyak kemampuan. Hal ini dapat digunakan untuk program paint yang sederhana, program retouching foto, sebuah sistem batch pengolahan online, produksi pengola gambar, format converter gambar, dll. GIMP dapat dikembangkan dan extensible. GIMP dirancang untuk dapat ditambah dengan plug-in dan ekstensi untuk melakukan apa saja. Antarmuka scripting memungkinkan segalanya dari tugas sederhana dengan prosedur gambar manipulasi paling kompleks menjadi mudah ditulis. Salah satu kekuatan The GIMP adalah ketersediaan bebas dari berbagai sumber untuk berbagai sistem operasi. Kebanyakan distribusi GNU /Linux termasuk The GIMP sebagai aplikasi standar. GIMP juga tersedia untuk sistem operasi lain seperti Microsoft Windows atau Apple Mac OS X (Darwin). GIMP adalah aplikasi Free Software dilindungi oleh Lisensi Publik Umum [GPL]. GPL menyediakan pengguna dengan kebebasan untuk mengakses dan mengubah kode sumber yang membuat program komputer.

3.9

CSS CSS dalam penelitian ini digunakan pada tahap implementasi. Secara garis

besar CSS digunakan untuk mengatur tampilan dari SIG yang akan dibagun. Penjelasan CSS menurut situs resmi W3schools bahwa CSS merupakan singkatan dari Cascading Style Sheets. Adapun fungsi dari CSS dalam pembangunan web GIS ini diantaranya untuk mendefinisikan bagaimana menampilkan elemen HTML, dapat ditambahkan HTML 4.0 untuk memecahkan masalah, Style Sheets Eksternal dapat menyimpan banyak pekerjaan, Style Sheets Eksternal disimpan dalam file CSS. CSS digunakan untuk mengontrol gaya dan tata letak beberapa halaman Web sekaligus, dan CSS ini termasuk kedalam bahasa yang bersifat teks.

3.10

JQuery Jquery dalam penelitian ini digunakan pada tahapan implementasi. Secara

garis besar JQuery digunakan untuk proses interaksi antara pengguna dengan peta. Menurut informasi dari situs resmi jquery yaitu http://jqueryui.com/about bahwa JQuery adalah pustaka JavaScript bersumber terbuka yang menekankan pada interaksi antara JavaScript dan HTML. Pustaka ini dirilis pada Januari 2006 di BarCamp NYC oleh John Resig dan berlisensi ganda di bawah MIT dan GPL. Microsoft dan Nokia telah mengumumkan akan mengemas jQuery di platform mereka. Microsoft awalnya mengadopsinya dalam Visual Studio, untuk digunakan dalam ASP.NET AJAX dan ASP.NET MVC Framework, sedangkan Nokia akan mengintegrasikannya dalam kerangka Web Run-Time mereka.

3.11

HTML HTML dalam penelitian ini digunakan pada tahap implementasi dalam

membuat halaman web. Menurut referensi dari situs w3schools merupakan situs resmi World Wide Web Consortium bahwa HyperText Markup Language (HTML) adalah bahasa markup untuk halaman web dan Elemen HTML adalah dasar pembentuk halaman Web. HTML ditulis dalam bentuk elemen HTML terdiri dari tag yang diapit oleh kurung sudut (seperti <html> ), dalam konten halaman web. Tag HTML yang paling umum selalu berpasangan seperti <h1> dan </h1> , meskipun beberapa tag, yang dikenal sebagai elemen kosong, yang tidak berpasangan, misalnya <img> . Tag pertama dalam pasangan adalah tag awal, tag kedua adalah tag akhir (disebut tag pembuka dan tag penutup). Di antara tag web designer dapat menambahkan teks, tag, komentar dan jenis-jenis konten berbasis teks. Fungsi web browser adalah untuk membaca dokumen HTML dan menampilkan halaman web. Browser tidak menampilkan tag HTML, tetapi menggunakan tag untuk menafsirkan isi dari halaman. Elemen HTML membentuk blok bangunan dari semua website. HTML memungkinkan gambar dan objek yang akan tertanam dan dapat digunakan untuk membuat bentuk-bentuk interaktif . Menyediakan sarana untuk membuat

dokumen terstruktur yang menunjukkan struktur semantik untuk teks seperti judul, paragraf, daftar, link, kutipan dan item lainnya. Dapat juga di tambahkan bahasa script yang lain seperti JavaScript yang mempengaruhi perilaku halaman Web HTML. Web browser juga dapat merujuk ke Cascading Style Sheets (CSS) untuk menentukan tampilan dan tata letak teks dan materi lain sehingga tampilan halaman web menjadi lebih menarik.

3.12

Google API Dalam penelitian ini Google API digunakan sebagai media peta dalam

memetakan lokasi tempat RISTI. Penjelasan mengenai Google API ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai fungsi dan perannya dalam penelitian ini. Untuk pemetaan lokasi penelitian SIG digunakan Google Maps API sebagai media peta. Adapun penjelasan mengenai Google Maps API adalah sebagai berikut. Menurut informasi dari situs support.google.com bahwa Google Maps (sebelumnya Google Local) adalah pemetaan web layanan aplikasi dan teknologi yang disediakan oleh Google , yang kekuatan berbasis peta berbagai layanan, termasuk situs Google Maps, Google Ride Finder, Google Transit, dan peta tertanam pada pihak ketiga website melalui Google Maps API . menawarkan peta jalan, seorang perencana rute untuk perjalanan dengan berjalan kaki, mobil, sepeda (beta), atau transportasi publik dan bisnis perkotaan untuk berbagai negara di seluruh dunia. Google Maps citra satelit tidak diperbarui secara real time, mungkin beberapa bulan atau tahun. Google Maps menggunakan varian zoom dari proyeksi Mercator, sehingga tidak dapat menunjukkan daerah-daerah di sekitar kutub. Sebuah produk yang terkait adalah Google Earth, sebuah program yang berdiri sendiri yang menawarkan fitur lebih untuk dunia melihat, termasuk menunjukkan daerah kutub.

3.13

Business Process Modeling Notation

Business Process Modeling Notation (BPMN) dalam penelitian ini digunakan untuk menggambarkan proses bisnis yang sedang berjalan dan proses bisnis masa depan. Penjelasan mengenai BPMN ini diharapkan memberikan gambaran bagaimana fungsi dari BPMN ini. Berdasarkan referensi dari situs resmi Bizagi, pengertian dari BPMN adalah BPMN is a graphical notation that describes the logic of steps in a business process. This notation has been especially designed to coordinate the sequence of processes and messages that flow between participants in different activities. Ada juga yang berpendapat bahwa pengertian BPMN dari adalah singkatan

Business Process Modeling Notation, yaitu suatu metodologi baru yang

dikembangkan oleh Business Process Modeling Initiative sebagai suatu standard baru pada pemodelan proses bisnis, dan juga sebagai alat desain pada sistem yang kompleks seperti sistem e-Business yang berbasis pesan (message-based). Tujuan utama dari BPMN adalah menyediakan notasi yang mudah digunakan dan bisa dimengerti oleh semua orang yang terlibat dalam bisnis, yang meliputi bisnis analis yang memodelkan proses bisnis, pengembang teknik yang membangun sistem yang melaksanakan bisnis, dan berbagai tingkatan manajemen yang harus dapat membaca dan memahami proses diagram dengan cepat sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan. Sifat sistem berbasis layanan web. BPMN dapat memodelkan pesan kompleks yang dilewatkan diantara pelaku bisnis atau bagian dari pelaku bisnis, kejadian yang menyebabkan pesan dilewatkan, dan aturan bisnis yang membatasi kejadian tersebut. BPMN memugkinkan proses bisnis dipetakan ke bahasa eksekusi bisnis berbasis XML seperti BPEL4WS (Business Process Execution Language for Web Service) dan BPML (Business Process Modeling Language). Informasi pada bahasa eksekusi bisnis ini dapat divisualisasikan dengan notasi umum. Salah satu kelebihan diagram BPMN adalah kemampuan memodelkan aliran pesan. Diagram bisnis proses tradisional mampu memodelkan aliran proses secara sekuensial, dari kejadian awal sampai hasil akhir. Notasi dari BPMN sudah diada di daftar simbol dalam laporan tugas akhir ini.

3.14

Microsoft Visio Microsoft Visio dalam penelitian ini digunakan pada tahapan perancangan

kerangka kerja konseptual dan perancangan sistem masa depan, disini digunakan sebagai perangkat lunak untuk memodelkan sistem. Menurut Utdirartatmo(2007) visio bukan sekedar mencomot bermacam kotak dan bulatan lalu menghubungkannya dengan konektor, dan membubuhinya dengan teks. Microsoft Visio, yang awannya dirilis pada 1992, adalah aplikasi gambar bisnis yang mempergunakan konsep stensil gambar plastic untuk membuat gambar. Pengguna memilih sebuah shape dari stencil dan meletakkannya ke halaman gambar. Dengan demikian pengguna tidak perlu lagi mencemaskan mengenai keahlian menggambar, dan bisa lebih berfokus pada isi gambar mereka.

3.15

BAB III KERANGKA KERJA KONSEPTUAL

3.1

Skema Penelitian Ada beberapa tahapan dari alur aktifitas penelitian yang dilakukan untuk

mencapai tujuan yang direncanakan, alur tahapan aktifitas penelitian tersebut digambarkan sebagai berikut:
Mulai

Rumusan Masalah

Tujuan

Landasan Teori

Desain dan penerapan kerangka penelitian

Work Breakdown Structure

Kerangka Kerja Penelitian

Pembahasan Hasil

Kesimpulan

Selesai

Gambar 3.1 Alur Aktifitas Penelitian

Berdasarkan gambar 3.1 secara garis besar penjelasannya sebagai berikut: 1. Aktifitas dimulai dengan merumuskan masalah yang muncul dari sistem yang berjalan. Rumusan masalah tersebut dijadikan acuan dari identifikasi tujuan penelitian sehingga penelitian ini terarah dan jelas. Setelah penelitian dirumuskan maka tahap selanjutnya. 2. Studi literatur yang dimaksudkan untuk mendukung penelitian dari sisi ilmiah.

3. Kemudian disusunlah Work Breakdown Structure (WBS) sebagaimana nampak pada gambar 3.2. Dari WBS yang telah dirancang didukung litelatur dikembangkan lagi menjadi sebuah kerangka kerja penelitian. 4. Melakukan hasil pembahasan dari tahapan kerangka kerja penelitian. 5. Aktifitas yang terakhir yaitu membuat suatu kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan ini.

Berikut ini gambar WBS berdasarkan tujuan penelitian:

Tahapan

Tujuan

Rancang Bangun SIG RISTI

Analisis kesenjangan

Analisis Sistem Masa Depan

Merancang Sistem Masa Depan

4Implementasi dan Testing Sistem Masa Depan

1.1

Wawancara

3.1 Perancangan Kelas, Asosiasi, Metode Dan Atribut

3.2 Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka

4.1

Component Based Development (CBD)

4.2 Pengujian

Nugroho(2005)

Bahrami(1999) dan Kadir(2008) 2.2 Pengembangan Diagram Aktifitas dan Use Case 2.3 Pengembangan Diagram Interaksi 2.4Aktifitas Identifikasi 2.5 Kelas, Relasi, Atribut dan Method

Aktivitas

2.1

Identifikasi Aktor

Pemeriksaan

Bahrami(1999)

Gambar 3.2 Work Breakdown Structure (Dawson, 2005)

Berdasarkan pada struktur alur kerja penelitian di atas maka skema tahap proses penelitian secara detail adalah sebagai berikut:

1.1 Wawancara

2.1 Identifikasi Aktor

2.2 Pengembangan Diagram Aktifitas dan Use Case

2.3 Pengembangan Diagram Interaksi

2.4 Aktifitas Identifikasi Kelas, Relasi, Atribut dan Method

2.5 Pemeriksaan

3.1 Perancangan Kelas, Asosiasi, Metode Dan Atribut

3.2 Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka

4.1 Component Based Development (CBD)

4.2 Pengujian

Gambar 3.3 Detail Skema Kerangka Kerja Penelitian (Dawson, 2005)

3.2

Tabel Penjelasan Skema kerangka kerja Penelitian

1. Analisis Kesenjangan Sistem Berjalan Proses 1.1 Melakukan pengumpulan data dengan melakukan wawancara serta dibuat alur proses bisnis RISTI yang sedang berjalan, membuat tabel hasil analisis kesenjangan, membuat proses bisnis masa depan. Masukan

Wawancara dengan Rinda Cahyana M.T. 1. Alur S selaku Dosen RISTI Jurusan Teknik 2. Hasil a Informatika di Sekolah Tinggi Teknologi 3. Proses Garut, (Nugroh

2. Analisis Sistem Masa Depan

Berikut ini penjelasan mengenai skema kerangka kerja penelitian.

Proses

Masukan

Proses Masukan 2.1 Mengidentifikasi aktor yang terlibat pada 1. Tabel hasil analisis kesenjangan proses bisnis RISTI yang sedang berjalan 2. Proses Bisnis Masa Depan 2.3 Membuat diagram interaksi yang kemudian disesuaikan dengan SIG RISTI menggambarkan bagaimana objek yang akan dibangun. berinteraksi satu sama lain melalui pesan 2.2 Mengembangkan diagram aktifitas dan Use pada eksekusi sebuah use case atau operasi. Case dari masing-masing aktor terhadap Kemudian dibuat collaboration diagramnya. sistem SIG RISTI. 2.4 Dari tiap diagram interaksi diidentifikasi kelas sehingga menghasilkan kumpulan kelas yang dapat mewakili dari kelas yang

1. Daftar RISTI. 3. Sequenc 2. Diagra diagram 4. Daftar Attribute 5. Hasil p Identifik Diagram Pengem

Tabel 3.1 Penjelasan Skema Kerangka Kerja Penelitian

Tabel 3.1 (Lanjutan)

lain jika ada yang bermakna sama. Identifik 3. Perancangan Sistem Masa Depan dari masingSetelah itu diidentifikasi relasi Method masing kelas. Bahrami Proses Masukan Kemudian relasi yang telah teridentifikasi dan method dari asosiasi, 3.1 dicari attribut perancangan kelas, masing- 1. Diagram aktifitas dan Use Case SIG 1. Hasil Melakukan masing kelas. attribut. metode dan RISTI metod 2.5 Dari masing-masing tahapan akses dan 2. Sequence diagram dan collaboration 2. Hasil diperiksa 3.2 Melakukan Perancangan layer kembali dan dikaji kembali untuk layer antar muka. diagram antar menghindari kesalahan. Bahrami(1999) 3. Daftar hasil identifkasi kelas, relasi, Bahra Bahrami(1999) Attribute dan Method.

Tabel 3.1 (Lanjutan)

4. Implementasi Sistem Masa Depan Proses 4.1 Component Based Development (CBD) Masukan

1. Hasil perancangan kelas, asosiasi, metode dan attribute 1. Model atau layer akses yaitu membuat 2. Hasil Perancangan layer akses dan sintak SQL untuk mengakses database. layer antar muka SIG RISTI yang 2. View atau layer interface yaitu membuat dibangun. rancangan antar muka SIG RISTI Bahrami(1999) 3. Control atau layer bisnis yaitu membuat kode program untuk mengintegrasikan antar model dengan view 4.2 Melakukan pengujian hasil implementasi dengan metode black box Bahrami(1999) dan Kadir(2008)

1. Sintak SIG RI 2. Antar 3. Sintak 4. Hasil RISTI. Bahra

3.3

Sumber Daya Yang Digunakan Berikut daftar sumber daya yang dibutuhkan :

Tabel 3.2 Sumber Daya Yang Digunakan Pada Tahap Skema Kerangka Kerja Penelitian

Sumber Daya Tahap

Laptop dan koneksi internet

Bizagi

Argo UML

Adobe Dreamw aver

HTML5

CSS3

Jquery

Google API

Analisis Kesenjangan Sistem Berjalan Analisis Sistem Masa Depan Perancangan

Sumber Daya Tahap

Laptop dan koneksi internet

Bizagi

Argo UML

Adobe Dreamw aver

HTML5

CSS3

Jquery

Google API

Sistem Masa Depan Implementasi Sistem Masa Depan

BAB IV HASIL PEMBAHASAN

4.1

Analisis Kesenjangan Sistem Berjalan Dalam penelitian ini sistem yang akan dikaji yaitu aktifitas RISTI Jurusan Teknik

Informatika. Hal yang dilakukan pada tahap ini yaitu melakukan pengumpulan data, menganalisis bagaimana sistem RISTI berjalan, serta mengetahui keinginan jurusan teknik informatika terhadap sistem RISTI tersebut yang belum terpenuhi.

4.1.1

Alur Sistem Berjalan Berdasarkan hasil wawancara dengan staf jurusan dan dosen RISTI STT Garut

yang terlampir pada Lampiran O, Sistem informasi RISTI di jurusan Teknik Informatika STT Garut belum menggunakan suatu sistem informasi melainkan hanya pendataan kegiatan yang telah dilakukan, karena tahun sekarang terdapat perubahan sistem mengenai aktifitas RISTI, sistem RISTI sekarang berbeda dengan sistem RISTI sebelumnya. Sistem RISTI yang sebelumnya seperti Study Tour yaitu melakukan kunjungan ke suatu perusahaan yang ada kaitannya dengan mata kuliah yang sudah diampu sebelumnya. Hasil dari kunjungan tersebut diambil suatu tema yang ditemui di tempat RISTI untuk dijadikan laporan RISTI. Sedangkan untuk RISTI tahun sekarang kegiatanya yaitu melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi tempat RISTI yang dilakukan secara berkelompok. Sesuatu yang bermanfaat tersebut dapat berupa program aplikasi, website atau lainnya yang berhubungan dengan lingkungan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).

Berikut ini gambaran alur dari sistem informasi RISTI jurusan Teknik Informatika yang dibuat berdasarkan hasil wawancara dengan staf jurusan dan dosen RISTI jurusan teknik informatika:

Gambar 4.1 Alur Sistem RISTI Yang Sedang Berjalan di Jurusan Teknik Informatika STT Garut

4.1.2

Hasil Analisis Kesenjangan Dari gambar 4.1 ada bagian yang ditandai lingkaran merah, maksud dari lingkaran tersebut menandai bagian proses bisnis RISTI yang

dibutuhkan oleh organisasi untuk dipermudah dan lebih diefisienkan dalam proses pekerjaannya atau bisa disebut harapan dari organisasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan staf jurusan menginginkan dibangunnya suatu Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan lokasi tempat RISTI. Berikut ini penjelasan dari tahap proses yang ditandai dan diperlukan untuk melengkapi fasilitas SIG RISTI tersebut:

Tabel 4.1 Kebutuhan Terhadap Sistem Masa depan

No 1

Masalah Sistem Lama

Kebutuhan fasilitas

Solusi Fasilitas Sistem Masa Depan

Cukup waktu lama yang dilakukan Memerlukan

pencarian SIG Sebaran Tempat RISTI dilengkapi fasilitas mahasiswa untuk mencari tempat SIG RISTI yang memudahkan search untuk memudahkan mengetahui lokasi RISTI pencarian tempat RISTI. tempat RISTI dan informasinya. Mahasiswa dalam mengidentifikasi Memerlukan fasilitas pencarian SIG Sebaran Tempat RISTI dilengkapi fasilitas

kajian RISTI cukup waktu lama terhadap informasi aktifitas RISTI advace search untuk mencari dan mengetahui untuk mengetahui apakah kajian ini yang telah dilakukan mahasiswa data RISTI yang ada. baru atau telah ada yang melakukan jurusan penelitian sebelumnya. sebelumnya.
Tabel 4.1 (Lanjutan)

teknik

informatika

No 3

Masalah Sistem Lama

Kebutuhan

Solusi fasilitas SIG RISTI Baru fasilitas RISTI advance dapat search memeriksa

- Koordinator cukup waktu yang lama Memerlukan fasilitas pencarian data Dengan dalam memeriksa proposal RISTI aktifitas RISTI seperti harapan pada koordinator

apakah judul kajian RISTI sudah ada point 2 atau belum, serta harus diperiksa jurnal

apakah judul kajian RISTI yang akan diambil mahasiswanya sudah ada atau belum dan dapat memeriksa kesesuaian proposal dengan jurnal aktifitas RISTI sebelumnya. Kemudian mengetahui fasilitas statistik statistik untuk

kesesuaian

proposal

dengan

aktifitas RISTI sebelumnya. Jika ingin melakukan pengembangan. - Sulitnya mengetahui perkembangan sebaran tempat RISTI perkecamatan di kota Garut. 4 Melengkapi persyaratan akhir RISTI Memerlukan fasilitas

perkembangan

sebaran tempat RISTI di kota Garut. yang Terdapat fasilitas halaman admin untuk

digunakan admin untuk mendata data mendata dan memperbaharui informasi tempat RISTI, data Kecamatan, data RISTI di jurusan Teknik Informatika serta RISTI, dan data pengguna sistem, manajemen pengguna sistem. serta fasilitas login. Sehingga aktiftas RISTI di jurusan teknik informatik dapat diperbaharui.

Gambar 4.1 alur sistem RISTI yang sedang berjalan di jurusan teknik informatika STT Garut, teridentifikasi aktor yang terlibat, yaitu: 1. Koordinator RISTI 2. Staf Jurusan 3. Mahasiswa

Berdasarkan tabel 4.1 kebutuhan sistem masa depan, terdapat beberapa hal yang teridentifikasi yaitu: 1. Fasilitas Sistem Masa Depan a. Fasilitas search untuk mengetahui lokasi tempat RISTI di peta. b. Fasilitas advace search untuk mencari informasi data RISTI c. Fasilitas statistik melihat statistik sebaran tempat RISTI perkecamatan. d. Fasilitas halaman admin untuk mendata dan memperbaharui informasi RISTI 2. Data yang terlibat a. Data Tempat b. Data RISTI c. Data Kecamatan d. Data Admin

4.1.3

Proses Bisnis Masa Depan Aktor tersebut dikelompokan lagi menjadi beberapa tipe, menurut Whitten

(2004) apabila dilihat dari sisi analisis pengguna sistem SIG Sebaran Tempat RISTI masa depan pada gambar 4.2 terbagi menjadi 2 kategori yaitu: 1. Admin Yang tergolong kedalan kategori admin dari SIG RISTI masa depan yaitu koodinator RISTI dan Staf Jurusan karena tergolong kedalam Primary Business Actor (PBA) 2. Pengunjung Yang tergolong kedalam kategori pengunjung SIG RISTI masa depan masa depan yaitu mahasiswa karena tergolong kedalam Primary System Actor (PSA).

Apabila dibuat penggambaran sistem baru berdasarkan kesenjangan dari sistem dan solusi yang akan dibangun, menjadi seperti pada gambar 4.2:

Gambar 4.2 Proses Bisnis RISTI Masa Depan.

4.2 Analisis Sistem Masa Depan


Tahapan analisis sistem masa depan dari SIG RISTI terdapat beberapa tahapan yang dilakukan yaitu :

4.2.1

Identifikasi Aktor Berdasarkan proses bisnis sistem RISTI masa depan terdapat 2 aktor yang

terlibat yaitu admin, dan pengunjung.

Apabila digambarkan dengan diagram use case yaitu:

Gambar 4.3 Use Case Diagram Admin & Pengunjung SIG RISTI.

4.2.2

Pengembangan Diagram Aktifitas dan Use Case Tahapan selanjutnya setelah identifikasi aktor yaitu memodelkan secara grafis

dari proses bisnis setiap aktifitas yang dilakukan ke dalam diagram aktifitas dan use case diagram. Adapun penjelasannya sebagai berikut: 1. Diagram Aktifitas SIG RISTI Tahapan ini terbentuk karena sesuai kebutuhan dari sistem masa depan pada tabel 4.1. Pada proses pengembangan diagram aktifitas terdapat beberapa diagram yang teridentifikasi yaitu: a. Diagram Aktivitas Login (Admin) b. Diagram Aktivitas Data Tempat (Admin)

c. Diagram Aktivitas Data Kecamatan (Admin) d. Diagram Aktivitas Mengolah Data RISTI (Admin) e. Diagram Aktivitas User Account (Admin) f. Diagram Aktivitas Logout (Admin)

g. Diagram Aktivitas Statistik (Pengunjung) h. Diagram Aktivitas Search (Pengunjung) i. Diagram Aktivitas Advance Search (Pengunjung)

Penjelasan lebih rinci mengenai masing-masing diagram aktifitas terdapat pada Lampiran A : Diagram Aktifitas SIG RISTI.

Berikut ini gambaran diagram aktifitas dari SIG RISTI keseluruhan.

Gambar 4.4 Diagram Aktifitas SIG RISTI

Gambar 4.4 dibentuk dari sumber daya yang dibutuhkan oleh sistem RISTI masa depan. Adapun tujuannya yaitu membuat lebih efisien dan terstruktur dari setiap tahapan rincian sumber daya tersebut adalah sebagai berikut: a. Fasilitas yang dibutuhkan: 1) 2) 3) Fasilitas search untuk mengetahui lokasi tempat RISTI di peta. Fasilitas advace search untuk mencari informasi data RISTI Fasilitas statistik melihat statistik sebaran tempat RISTI perkecamatan.

4)

Fasilitas halaman admin untuk mendata dan memperbaharui informasi RISTI

b. Data yang terlibat: 1) Data Tempat 2) Data RISTI 3) Data Kecamatan 4) Data Admin c. Aktor yang terlibat: 1) 2) Admin Pengujung

2.

Diagram Use Case Sebaran Tempat RISTI Pada pengembangan diagram aktifitas terdapat gambaran umum sistem serta

beberapa aksi aktor yang berinteraksi dengan sistem. Dari alur kerja tersebut maka dapat ditentukan use case diagram untuk melihat proses apa yang dilakukan aktor-aktor terhadap sistem dalam bentuk use case. Adapun diagram use case dengan aktor-aktornya sebagai mana yang telah teridentifikasi tersebut sebelumnya dapat dilihat pada gambar 4.5 dan 4.6:

Gambar 4.5 Use Case Diagram Admin SIG RISTI

Berikut ini use case diagram pengunjung terhadap SIG RISTI:

Gambar 4.6 Use Case Diagram Pengunjung

Pada use case diagram admin dan pengunjung teridentifikasi beberapa use case diantaranya yaitu: a. Use Case Diagram Login (Admin) b. Use Case Diagram Data Tempat (Admin) c. Use Case Diagram Data Kecamatan (Admin) d. Use Case Diagram Mengolah Data RISTI (Admin) e. Use Case Diagram User Accounts (Admin) f. Use Case Diagram Logout (Admin)

g. Use Case Diagram Statistik (Pengunjung) h. Use Case Diagram Search (Pengunjung) i. Use Case Diagram Advance Search (Pengunjung)

Dari setiap use case dijelaskan lebih rinci dan disertai dengan skenarionya pada LAMPIRAN B : Use Case Diagram SIG RISTI.

4.2.3

Pengembangan Diagram Interaksi Pada tahapan Pengembangan Diagram Interaksi Terdapat dua aktifitas yaitu

sequence diagram dan collaboration diagram. Adapun rincian pembahasan dari kedua aktifitas tersebut yaitu: 1. Sequence Diagram Pada tahap ini dilakukan pembuatan diagram interaksi yang digunakan diantaranya yaitu sequence diagram, dalam diagram ini digambarkan interaksi antar objek dalam sistem melalui pesan yang dikirimkan dari objek yang satu ke objek yang lain. Diagram interaksi dibuat berdasarkan gambaran diagram aktifitas dan diagram use case. Berikut ini teridentifikasi beberapa sequence diagram berdasarkan gambaran umum diagram interaksi pada gambar 4.7 yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Sequence Diagram Login (Admin) Sequence Diagram Data Tempat (Admin) Sequence Diagram Data Kecamatan (Admin) Sequence Diagram Mengolah Data RISTI Sequence Diagram User Account (Admin) Sequence Diagram Logout (Admin) Sequence Diagram Statistik (Pengunjung) Sequence Diagram Search (Pengunjung) Sequence Diagram Advance Search (Pengunjung)

Dari setiap sequence diagram diatas dijelaskan lebih rinci pada LAMPIRAN C : Sequence Diagram SIG RISTI.

Sequence diagram SIG sebaran tempat RISTI:

Gambar 4.7 Sequence Diagram SIG RISTI.

2.

Collaboration Diagram Collaboration diagram dihasilkan dari pengelompokan proses interaksi antar

class sehingga proses interaksi antar class tergambar dengan baik. Pada collaboration diagram setelah terindentifikasi beberapa diagram, yaitu:

a. b. c. d. e. f. g. h. i.

Collaboration Diagram Login (Admin) Collaboration Diagram Data Tempat (Admin) Collaboration Diagram Data Kecamatan (Admin) Collaboration Diagram Mengolah Data RISTI Collaboration Diagram User Account (Admin) Collaboration Diagram Logout (Admin) Collaboration Diagram Statistik (Pengunjung) Collaboration Diagram Search (Pengunjung) Collaboration Diagram Advance Search (Pengunjung)

Salah satu yang teridentifikasi yaitu collaboration diagram login, berikut ini gambaran mengenai collaboration diagram login.
Admin menampilkan halaman admin
akses halaman login menampilkan halaman login Input username & password klik tombol login Sistem menampilkan pesan kesalahan

halaman admin

dh

ala

ma

na

dm

Koneksi DB Admin data login valid data login tidak valid


DB Admin

halaman login

Gambar 4.8 Collaboration Diagram Login (Admin)

Dari setiap collaboration diagram yang teridentifikasi di atas dijelaskan lebih rinci pada LAMPIRAN D : Collaboration Diagram SIG RISTI

loa

in

validasi username & password

4.2.4

Aktifitas Identifikasi Kelas, Relasi, Atribut dan Method Pada tahap ini dilakukan proses mengidentifikasi kelas, relasi, atribut dan

method dalam sistem masa depan. Hal yang menjadi acuan untuk melakukan aktifitas ini yaitu dari use case diagram, collaboration diagram dan sequence diagram. Dari sequence diagram akan terlihat objek-objek apa saja yang ada dalam sistem. Objekobjek tersebut dilakukkan identifikasi kelas, relationship, atribut serta metode yang digunakan pada setiap kelas tersebut. 1. Identifikasi Kelas Hal yang pertama dilakukan dalam pengklasifikasian adalah dengan mendaftar sejumlah kata benda menjadi kandidat kelas. Dalam sistem ini telah disimpulan terdapat beberapa hasil identifikasi kelas, yaitu: a. Identifikasi Kelas Pada User Case Diagram Login b. Identifikasi Kelas Pada User Case Data Tempat RISTI c. Identifikasi Kelas Pada User Case Data Kecamatan d. Identifikasi Kelas Pada User Case Mengolah Data RISTI e. Identifikasi Kelas Pada User Case Diagram User Account f. Identifikasi Kelas Pada User Case Logout

g. Identifikasi Kelas Pada Statistik h. Identifikasi Kelas Pada Search i. Identifikasi Kelas Pada Advance Search

Berikut ini salah satu hasil dari identifikasi kelas SIG RISTI, adapun kandidat kelas yang dapat diidentifikasi dari use case diagram adalah sebagai berikut: Identifikasi Kelas Pada User Case Diagram Login Halaman login DB Admin Halamana Admin Username, Password Tombol login Pesan kesalahan.

Kandidat class di atas ditentukan kategori class-nya. (Relevant class, Fuzzy Class dan Irrelevant Class). Jika ada kandidat yang masuk pada kategori Irrelevant Class maka kandidat tersebut dieliminasi dari daftar kandidat class.

Tabel 4.2 Eliminasi Irrelevant Class Berdasarkan Use Case Diagram Login Kandidat Class Halaman login DB Admin Kategori Class Irrelevant Class Relevant Class Alasan Berupa tampilan saja. Merupakan kumpulan objek

mempunyai yang menyimpan data username & password Halamana Admin Username, Password Irrelevant Class Fuzzy Class Berupa tampilan saja. Merupakan attributes class dari form login Tombol login Pesan kesalahan. Irrelevant Class Irrelevant Class Merupakan method dari form login Hanya informasi kesalahan

penginputan username dan password

Selanjutnya dilakukan eliminasi terhadap fuzzy class untuk yang berupa redundant class. Hasilnya tidak ada yang redundant class

Tabel 4.3 Eliminasi Redundant Class Berdasarkan Use Case Diagram Login Kandidat Class DB Admin Kategori Class Relevant Class Merupakan Alasan kumpulan objek

mempunyai yang menyimpan data username & password Username, Password Fuzzy Class Merupakan attributes class dari form login

Lakukan eliminasi terhadap fuzzy class yang berupa attribute class.

Tabel 4.4 Eliminasi Attribute Class Berdasarkan Use Case Diagram Login Kandidat Class DB Admin Kategori Class Relevant Class Alasan Merupakan kumpulan objek mempunyai yang menyimpan data username & password Username, Password Fuzzy Class Merupakan attributes class dari form login

Class yang teridentifikasi pada Use Case Diagram Login adalah: DB Admin : yang merupakan Class kumpulan objek mempunyai yang menyimpan data username & password admin.

Dari setiap identifikasi kelas yang teridentifikasi di atas dijelaskan lebih rinci pada LAMPIRAN E : Identifikasi Kelas Setelah dilakukan identifikasi dari masing-masing use case diagram dihasilkan class yang relevant, kemudian dari class tersebut diperiksa kembali apakah terdapat redudansi antar class, jika terdapat maka dilakukan eleminisasi salah satu dari class yang sama untuk menghindari sehingga terwakili oleh salah satu class. Berikut ini daftar class tersebut: Class DB Admin : berisi data admin SIG RISTI

Class DB Data Tempat : berisi data tempat RISTI Class DB Data Kecamatan Class DB Data RISTI : berisi data kecamatan di kota Garut : berisi data aktifitas RISTI yang telah dilakukan.

Apabila digambarkan dari masing-masing kelas adalah sebagai berikut:


Admin Data Tempat Data Kecamatan Data RISTI

Gambar 4.9 Class pada SIG Sebaran Tempat RISTI 2. Identifikasi Relasi

a. Identifikasi Association Relationship Setelah semua kelas teridentifikasi, maka penentuan relationships antar kelas. Setiap relasi memiliki keanekaragaman yaitu jumlah kejadian minimum dan maksimum dari satu objek.kelas yang berelasi. Berikut ini tabel relasi dari masingmasing kelas.

Tabel 4.5 Relasi Antar Class Hubungan Kelas


Admin -Memasukan Data Tempat

Keterangan Satu atau banyak admin dapat memasukan satu atau banyak

1..*

1..*

berita.
Data Kecamatan

Admin

-Memasukan

Satu atau banyak admin dapat memasukan satu atau banyak

1..*

1..*

berita.
Data RISTI

Admin

-Memasukan

Satu atau banyak admin dapat memasukan satu atau banyak

1..*

1..*

berita.
Data Tempat

Data Kecamatan

-terdapat/berlokasi

Satu Kecamatan terdapat beberapa tempat RISTI, Satu tempat RISTI berlokasi di Satu Kecamatan

1..*

1..1

Data Kecamatan

-aktifitas/berlokasi

Data RISTI

Satu Kecamatan terdapat beberapa aktifitas RISTI, Satu aktifitas RISTI berlokasi di Satu Kecamatan

1..*

1..1

Data Tempat 1..*

-aktifitas

Data RISTI

Satu

tempat

RISTI

dilakukan RISTI, Satu

1..1

beberapa

aktifitas

aktifitas RISTI dilakukan di Satu Tempat RISTI.

b.

Identifikasi Super-Sub Class Relationship Berdasarkan data yang ada teridentifikasi keterkatian antar class yaitu:

Data RISTI -id_risti -Judul_risti -kelompok -id_kec -id_tempat -link_jurnal +Tambah() +Edit() +Hapus()

Data RISTI -id_risti -Judul_risti -kelompok -id_kec -id_tempat -link_jurnal +Tambah() +Edit() +Hapus()

Data Kecamatan -id_kec -kecamatan +Tambah() +Edit() +Hapus()

Data Tempat -id_tempat -nama_tempat -jenis -id_kec -keterangan -website -lat -lng +Tambah() +Edit() +Hapus()

Gambar 4.10 Super-Sub Class Relationship SIG RISTI

c.

Identifikasi Aggregation / a-part-of Relationship Berdasarkan hasil Super-Sub Class Relationship apabila digambarkan berdasarkan a part of relationship adalah sebagai berikut:
Data RISTI

1 * Data Kecamatan

1 * Data Tempat

Gambar 4.11 Aggregation/a-part-of Relationship SIG RISTI 3. Identifikasi Atribut dan Method

Berikut ini tabel attribute dan method yang teridentifikasi berdasarkan kebutuhan informasi sistem RISTI masa depan.

Tabel 4.6 Attribute dan method No 1 2 3 Class Admin Data Kecamatan Data Tempat Attributes Username, password id_kec, kecamatan id_tempat, nama_tempat Methods Tambah, Edit, Hapus Tambah, Edit, Hapus Tambah, Pilih kecamatan,

jenis, id_kec, keterangan, Tentukan peta lokasi, Edit, website, lat, lng 4 Data RISTI id_risti, kelompok, Hapus judul_risti, Tambah, Pilih kecamatan, id_kec, Pilih tempat, Edit, Hapus

id_tempat, link_jurnal

4.2.5

Pemeriksaan Setelah tahapan dari analisis sistem masa depan telah dilakukan pemeriksaan

sampai kesalahan dari tiap tahapan tersebut tidak ada.

4.3 Perancangan Sistem Masa Depan


Perancangan merupakan tahapan setelah melakukan proses analisis SIG RISTI. Adapun pembahasan dari tahapan dari perancangan sistem masa depan adalah sebagai berikut:

4.3.1

Aktifitas Perancangan Kelas, Asosiasi, Metode Dan Atribut Pada tahap ini dilakukan perancangan dan pemeriksaan atribut, method dan

visibilitasnya terhadap kelas-kelas yang telah teridentifikasi pada tahap analisis sistem masa depan. Berikut ini gambaran 4.12 perancangan kelas bisnis masing-masing kelas.

Data RISTI -id_risti -Judul_risti -kelompok -id_kec -id_tempat -link_jurnal +Tambah() +Edit() +Hapus()

-aktifitas/berlokasi

1..1

1..* 1..1 -aktifitas

Data Tempat 1..* Data Kecamatan -id_kec -kecamatan +Tambah() +Edit() +Hapus() -terdapat/berlokasi 1..* -id_tempat -nama_tempat -jenis -id_kec -keterangan -website -lat -lng +Tambah() +Pilih Kecamatan() +Tentukan Peta Lokasi() +Edit() +Hapus()

1..1

Gambar 4.12 Tahap Perancangan Kelas Bisnis

4.3.2

Aktifitas Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka Proses merancang layer akses dan layer antar muka berdasarkan pada class

diagram yang telah dirancang sebelumnya. Perancangan antar muka terdiri dari beberapa tahapan diantaranya yaitu struktur menu, desain antar muka dan penciptaan tabel dengan SQL serta pengujian. 1. Perancangan Layer Akses Layer akses harus dapat menterjemahkan permintaan yang ada pada kelas bisnis yang di inputkan melalui kelas interface. a. Menterjemahkan permintaan Layer akses harus dapat menterjemahkan permintaan data dari layer bisnis melalui interface terhadap tempat penyimpanan data (database). Contoh : Admin memasukan username, password untuk melakukan login, maka layer akses harus membuat pernyataan SQL yang benar untuk

mengekseskusinya.

b. Menterjemahkan hasil Layer akses harus dapat menampilkan data yang diminta ke dalam bisnis layer melalui layer interface. Contoh : Pengunjung melakukan pencarian informasi RISTI tertentu, dalam hal ini sistem harus dapat menampilkan informasi yang diinginkan oleh Pengunjung.

Berikut merupakan diagram kelas bisnis yang telah digabungkan dengan kelas akses yang teridentifikasi :

Data RISTI -id_risti -Judul_risti -kelompok -id_kec -id_tempat -link_jurnal +Tambah() +Edit() +Hapus()

-aktifitas/berlokasi

1..1 kelas akses

1..* 1..1 -aktifitas

1 1..* Admin -username -password +Tambah() +Edit() +Hapus() Data Kecamatan -id_kec -kecamatan +Tambah() +Edit() +Hapus() -terdapat/berlokasi 1..*

Data Tempat -id_tempat -nama_tempat -jenis -id_kec -keterangan -website -lat -lng +Tambah() +Pilih Kecamatan() +Tentukan Peta Lokasi() +Edit() +Hapus()

1..1

Gambar 4.13 Tahap Perancangan Kelas Bisnis dan Kelas akses

2.

Perancangan Layer Interface (Antarmuka) Pada tahap ini akan diidentifikasi kelas-kelas yang dijadikan media komunikasi

antara pengguna dengan sistem. Kelas interface yang akan diidentifikasi bersumber dari layer akses untuk pengaksesan databasenya dan layer interface di identifikasi dari sequence diagram (diagram interaksi). Berikut adalah kelas interface yang teridentifikasi pada tahap analisis:

Dari sekian banyak interface yang teridentifikasi diperiksa kembali untuk menghindari redudansi antar interface class. Adapun hasilnya yaitu:

Kelas Home Page UI Kelas Halaman Login UI Kelas Halaman Admin UI Kelas Halaman Data Tempat UI Kelas Form Tambah Data Tempat UI Kelas Form Edit Data Tempat UI Kelas Halaman Data Kecamatan UI Kelas Form Tambah Data Kecamatan UI Kelas Form Edit Data Kecamatan UI Kelas Halaman Data RISTI UI Kelas Form Tambah Data RISTI UI Kelas Form Edit Data RISTI UI Kelas Halaman User Account UI Kelas Form Tambah User Account UI Kelas Form Edit User Account UI Kelas Halaman Statistik UI Kelas Halaman Search UI Kelas Halaman Advance Search UI

Kemudian merancang layer interface dengan menggabungkan antara hasil layer akses dan layer interface dengan menggunakan diagram kelas.
Kelas Bisnis

Kelas Interface

Data Kecamatan -id_kec -kecamatan +Tambah() +Edit() +Hapus() -update data 1 Data Tempat kelas akses -id_tempat -nama_tempat -jenis -id_kec -keterangan -website -lat -lng +Tambah() +Pilih Kecamatan() +Tentukan Peta Lokasi() +Edit() +Hapus()

Tambah Data Kecamatan

Data Kecamatan Login

Edit Data Kecamatan

Tambah Data Tempat Data Tempat

1 -update data Admin -username -password +Tambah() +Edit() +Hapus() 1..* 1..*

Edit Data Tempat

Halaman Admin Tambah Data RISTI Data RISTI

1..* 1 -update data 1..*

Edit Data RISTI Data RISTI -id_risti -Judul_risti -kelompok -id_kec -id_tempat -link_jurnal +Tambah() +Edit() +Hapus()

Tambah User Account

User Account

Edit User Account

Statistik Home Page

Search

Advance Search

Gambar 4.14 Layer Akses, Layer Antar Muka Dan Layer Bisnis.

a.

Penciptaan Tabel dengan SQL Dalam sistem ini terdapat beberapa prose membuat tabel, yaitu: 1) Admin 2) Data Kecamatan 3) Data Tempat 4) Data RISTI

Berikut SQL untuk membuat tabel admin dalam database RISTI: - Struktur dari tabel `admin` CREATE TABLE IF NOT EXISTS `admin` ( `username` varchar(30) NOT NULL, `password` varchar(30) NOT NULL,

10

PRIMARY KEY (`username`) ) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;

Untuk penciptaan tabel dengan SQL yang lainnya terlampir pada LAMPIRAN F : Penciptaan Tabel SQL

b. Perancangan layer akses untuk operasi dalam SIG RISTI dalam sistem ini, yaitu:
1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Tambah Data Tempat Edit Data Tempat Delete Data Tempat Tambah Data Kecamatan Edit Data Kecamatan Delete Data Kecamatan Tambah Data RISTI Edit Data RISTI Delete Data RISTI

10) Tambah User Account 11) Edit User Account 12) Delete User Account

Berikut ini salah satu contoh perancangan layer akses di atas: - Login SELECT * FROM `admin` WHERE username=username and password=password

Untuk perancangan layer akses untuk operasi dalam SIG RISTI terlampir pada LAMPIRAN G : Perancangan Layer Akses Operasi SQL

11

3.

Perancangan layer view

a.

Desain Struktur Menu Pada sistem informasi Geografis sebaran tempat RISTI, terdapat dua tipe pengguna sistem yaitu admin dan pengunjung. Berikut ini struktur menu dari masing-masing pengguna:

Home Page

Login

Halaman admin

Mater Data

Data RISTI

Data User Account

Data Kecamatan

Data Tempat

Gambar 4.15 Struktur Menu Admin

Home Page

Statistik

Search

Advace Search

Gambar 4.16 Struktur Menu Pengunjung

12

b.

Perancangan Antar Muka Dari sekian banyak daftar perancangan layer interface yang teridentifikasi, akan dibahas salah satu yaitu sebagai berikut: 1) Perancangan Antar Muka Pengunjung Gambar 4.17 merupakan salah satu hasil perancangan antar muka statistik dari sebaran tempat RISTI.

Gambar 4.17 Halaman Statistik SIG RISTI

2)

Perancangan Antar Muka Home Page Berikut ini gambar home page dari SIG sebaran tempat RISTI.

Gambar 4.18 Home Page SIG RISTI

13

Untuk perancangan antar muka SIG RISTI lainnya terlampir pada LAMPIRAN H : Perancangan Antar Muka.

4.4 Implementasi Sistem Masa Depan


Merupakan tahap dimana membangun sebuah program perangkat lunak. Tahapan dari implementasi menurut Bahrami(1999) dikenal dengan istilah construction. Adapun tahapan implementasi adalah sebagai berikut:

4.4.1

Component Based Development Dalam Component Based Development (CBD) terdapat beberapa hal yang

dilakukan yaitu melakukan implementasi dari Model (layer akses), View (Layer interface), Control (Layer Bisnis) menjadi perangkat lunak SIG sebaran tempat RISTI. Berikut ini CBD SIG RISTI pada tiap proses tersebut. 1. Model Model merupakan proses translasi dari layer akses kedalam program. Berikut ini sebagian dari proses implementasi layer akses. a. Gambar 4.19 merupakan hasil implementasi dari pembuatan tabel admin di database MySQL dengan menggunakan fasilitas PHPMyAdmin.

Gambar 4.19 Pembuatan Tabel di PHPMyAdmin.

Untuk pembuatan tabel yang lainnya terlampir pada LAMPIRAN I : Model Pembuatan Tabel di MySQ. b. Login

14

Gambar 4.20 Layer Akses Pada Login. Untuk model yang lain terlampir pada LAMPIRAN J : Model Operasi SQL SIG RISTI 2. View View merupakan proses translasi dari layer interface menjadi tampilan halaman perangkat lunak dengan menggunakan sumber daya yang terdaftar pada bab 3. Berikut ini sebagian dari proses implementasi layer interface. a. Implementasi View Pengunjung. Salah satu dari view pengunjung yaitu halaman statistik dari SIG RISTI

Gambar 4.21 Hasil Implementasi Halaman Statistik

b.

Implementasi Antar Muka Homepage.

15

Gambar 4.22 Hasil Implementasi Home Page

Untuk implementasi antar muka SIG RISTI lainnya terlampir pada LAMPIRAN K : View Implemantasi Interface SIG RISTI 3. Control Control merupakan proses translasi dari layer bisnis menjadi sebuah kode program. Berikut ini salah satu dari hasil implementasi layer bisnis. a. Implementasi Control Pengunjung. Salah satu dari control yaitu statistik. Berikut ini kode program untuk menampilkan statistik RISTI.

16

Gambar 4.23 Potongan Kode Program Statistik SIG RISTI

17

b.

Implementasi Control Admin. Salah satu dari control admin yaitu operasi login yang dilakukan di homepage. Berikut ini skrip program untuk operasi login.

Gambar 4.24 Potongan Souce Code Login SIG RISTI Penjelasan lebih rinci untuk semua control yang telah diimplementasi terlampir pada LAMPIRAN L : Control Implementasi Business Layer.

18

4.4.2

Pengujian Proses pengujian merupakan proses terakhir dari implementasi memeriksa

terdapat kekurangan atau kesalahan terhadap aplikasi SIG RISTI. Bila masih ada kekurangan maka dilakukan perbaikan. 1. Rencana Pengujian Pengujian perangkat lunak ini menggunakan pengujian black box yang berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak.

Tabel 4.7 Rencana Pengujian SIG RISTI No Komponen Sistem Yang Diuji 1 Statistik Menu Statistik Halaman Statistik Black Box Black Box Bagian Sistem Yang Diuji Jenis Pengujian

Untuk komponen rencana pengujian yang selanjutnya terlampir pada LAMPIRAN M : Rencana Pengujian

2. Kasus dan Hasil Pengujian

Hasil implementasi perangkat lunak sistem informasi geografis ini diuji pada admin maupun pengunjung dengan menggunakan spesifikasi perangkat sistem agar sistem dapat berjalan dengan baik.

Tabel 4.8 Kasus dan Hasil Pengujian No 1 Form yang diuji Statistik Skenario Klik Menu Statistik Hasil yang diharapkan Masuk ke Statistik Halaman [] Diterima [ ] Ditolak Hasil Uji

Menampilkan Halaman Statistik

Sistem memunculkan statistik sebaran tempat RISTI perkecamatan

[] Diterima [ ] Ditolak

19

Untuk kasus dan hasil pengujian yang selanjutnya terlampir pada LAMPIRAN N : Kasus dan Hasil Pengujian 3. Kesimpulan Hasil Pengujian Setelah dilakukan proses pengujian dengan menggunakan black box testing, dan setiap fungsi telah berjalan dengan baik serta sesuai dengan yang diharapkan. Maka SIG sebaran tempat RISTI di kota Garut telah selesai dibangun dan bisa digunakan untuk mendata aktifitas RISTI di Jurusan Teknik Informatika STT Garut.

DAFTAR PUSTAKA

Aziz, M. Farid, Object Oriented Programming dengan PHP5, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2005.

20

Bahrami, Ali, Object Oriented Systems Development, Irwin McGraw-Hill, Singapore, 1999. Dawson, Project in Computing and Information System, 2004 Docs.gimp.org, Chapter 1. Introduction, (http://docs.gimp.org/2.6/en/introd uction. html, diakses 21 mei 2012). Jqueryui.com, About, (http://jqueryui.com/about, diakses 10 Juli 2012) Kadir, Abdul, Dasar Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP, Edisi ketiga, Andi, Yogyakarta, 2008. Nugroho, Adi, Analisis dan Perangcangan Sistem Informasi dengan Metodologi Berorientasi Objek, Informatika, 2005. Nugroho, Adi, Rekayasa Perangkat Lunak Menggunakan UML dan Java, Edisi Pertama, Andi, Yogyakarta, 2009. Riyanto, Sistem Informasi Geografis Berbasis Mobile, Edisi Pertama, Gava Media, Yogyakarta, 2010. Google,Google Maps , (http://support.google.com/maps/bin/ answer.py?hl=en &answer=144352&topic=1687350&ctx=topic, diakses 10 Juli 2012). Whitten, Jeffery L. dkk.. Metode Desain dan Analisis Sistem. Edisi 6. Terjemahan oleh Tim Penerjemah ANDI. Yogyakarta, 2004 : Andi, hal.259 www.w3schools.com, CSS Introduction, (http://www.w3schools.com/css

/css_intro.asp, diakses 21 mei 2012). www.w3schools.com, HTML, (diakses http://www.w3schools.com/html5/

html5_intro.asp , 10 Juli 2012). Membangun Web Server Perpustakaan Dengan Aplikasi XAMPP, Luki, biotek.lipi.go.id, 23 June 2011 (http://www.biotek.lipi.go.id/index.php/libr ary/artikel/751-membangun-web-server-perpustakaan-dengan-aplikasixampp -, diakses 17 Februari 2012). MADCOMS, PHP dan MySQL untuk Pemula, Edisi I, Andi, Yogyakarta, 2008. Utdirartatmo, Firrar, Trik Mendayagunakan Visio, Edisi I, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2007.

21

22

Anda mungkin juga menyukai