METODE REGULA FALSI

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah : Metode Numerik
Dosen Pengampu : Saluky, M. Kom

Disusun oleh Kelompok 4:
Lia Amaliyah Sholihah
Ade Lindayani
Faishal Fahmy

Tarbiyah/Matematika-C/VII

KEMENTERIAN AGAMA RI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2012

METODE REGULA FALSI
Dalam matematika, metode regula falsi adalah algoritma pencarian akar
yang menggabungkan ciri-ciri dari metode bagi-dua dan metode sekan.
Menggunakan konsep metode bagi-dua karena dimulai dengan pemilihan dua titik
awal x0 dan x1 sedemikian sehingga f(x0) dan f(x1) berlawanan tanda atau
f(x0)f(x1) < 0. Kemudian menggunakan konsep metode secant yaitu dengan
menarik garis l dari titik f(x0) dan f(x1) sedemikian sehingga garis l berpotongan
pada sumbu – x dan memotong kurva / grafik fungsi pada titik f(x 0) dan f(x1).
Sehingga metode regular falsi ini akan menghasilkan titik potong pada sumbu-x
yaitu x2 yang merupakan calon akar dan tetap berada dalam interval [x0, x1].
Metode ini kemudian berlanjut dengan menghasilkan berturut-turut interval [xn-1,
xn] yang semuanya berisi akar f.

Metode regula falsi juga merupakan salah satu metode tertutup untuk
menentukan solusi akar dari persamaan non linier, dengan prinsip utama sebagai
berikut:
1. Menggunakan garis scan (garis lurus yang menghubungkan 2 koordinat
nilai awal terhadap kurva) untuk mendekati akar persamaan non linier
(titik potong kurva f(x) dengan sumbu x)
2. Taksiran nilai akar selanjutnya merupakan titik potong garis scan dengan
sumbu x)

Prosedur Metode Regular Falsi
Menentukan interval titik awal x0 dan x1 sedemikian sehingga f(x0)f(x1) <
0. Setelah itu menghitung x2 = x1 –

. Kemudian periksa apakah

f(x0)f(x2) < 0 atau f(x1)f(x2) < 0, jika f(x0)f(x2) < 0 maka x0 = x0 atau x2 = x1, jika
tidak maka x1 = x1 atau x2 = x0. Kemudian ulangi terus langkah-langkah tersebut
sampai ketemu ‘akar’ yang paling mendekati ‘akar yang sebenarnya’ atau
mempunyai error yang cukup kecil.
Secara umum, rumus untuk Metode Regular Falsi ini adalah sebagai
berikut:
xn+1 = xn –
Untuk mendapatkan rumus tersebut, perhatikan gambar diatas.
Syarat : f(x0)f(x1) < 0
Pandang garis l yang melalui (x0, f(x0)) dan (x1, f(x1)) sebagai gradien garis,
sehingga diperoleh persamaan gradient sebagai berikut:
=
karena x2 merupakan titik potong pada sumbu – x maka f(x2) = 0 = y, sehingga
diperoleh:
=
x1 – x2 =
x2 = x1 –
atau jika ditulis secara umum menjadi:
xn+1 = xn –

Contoh 1:
Tentukan akar dari 4x3 – 15x2 + 17x – 6 = 0 menggunakan metode regular falsi
sampai 9 iterasi.

Penyelesaian :
f(x) = 4x3 – 15x2 + 17x – 6
iterasi 1 :
ambil x0 = -1 dan x1 = 3
f(-1) = 4(-1)3 – 15(-1)2 + 17(-1) – 6 = -42
f(3) = 4(3)3 – 15(3)2 + 17(3) – 6 = 18
x2 = (3) –

= 1.8

f(1.8) = 4(1.8)3 – 15(1.8)2 + 17(1.8) – 6 = -0.672
f(3) f(1.8) < 0 maka ambil x0 = x2 = 1.8 dan x1 = 3
iterasi 2 :
x2 = (3) –

= 1.84319

f(1.84319) = 4(1.84319)3 – 15(1.84319)2 + 17(1.84319) – 6 = -0.57817
f(3) f(1.84319) < 0 maka ambil x0 = x2 = 1.84319 dan x1 = 3
iterasi 3 :
x2 = (3) –

= 1.87919

f(1.87919) = 4(1.87919)3 – 15(1.87919)2 + 17(1.87919) – 6 = -0.47975
f(3) f(1.87919) < 0 maka ambil x0 = x2 = 1.87919 dan x1 = 3
iterasi 4 :
x2 = (3) –

= 1.90829

f(1.90829) = 4(1.90829)3 – 15(1.90829)2 + 17(1.90829) – 6 = -0.38595
f(3) f(1.90829) < 0 maka ambil x0 = x2 = 1.90829 dan x1 = 3
iterasi 5 :
x2 = (3) –

= 1.93120

f(1.93120) = 4(1.93120)3 – 15(1.93120)2 + 17(1.93120) – 6 = -0.30269
f(3) f(1.93120) < 0 maka ambil x0 = x2 = 1.93120 dan x1 = 3
iterasi 6 :

x2 = (3) –

= 1.94888

f(1.94888) = 4(1.94888)3 – 15(1.94888)2 + 17(1.94888) – 6 = -0.23262
f(3) f(1.94888) < 0 maka ambil x0 = x2 = 1.94888 dan x1 = 3
iterasi 7 :
x2 = (3) –

= 1.96229

f(1.96229) = 4(1.96229)3 – 15(1.96229)2 + 17(1.96229) – 6 = -0.17597
f(3) f(1.96229) < 0 maka ambil x0 = x2 = 1.96229 dan x1 = 3
iterasi 8 :
x2 = (3) –

= 1.97234

f(1.97234) = 4(1.97234)3 – 15(1.97234)2 + 17(1.97234) – 6 = -0.13152
f(3) f(1.97234) < 0 maka ambil x0 = x2 = 1.97234 dan x1 = 3
iterasi 9 :
x2 = (3) –

= 1.97979

n x0

x1 x1

f(x0)

f(x1) f(x2)

1 -1

3

1.8

-42

18

-0.672

2 1.8

3

1.84319 -0.672

18

-0.57817

3 1.84319 3

1.87919 -0.57817 18

-0.47975

4 1.87919 3

1.90829 -0.47975 18

-0.38595

5 1.90829 3

1.93120 -0.38595 18

-0.30269

6 1.93120 3

1.94888 -0.30269 18

-0.23262

7 1.94888 3

1.96229 -0.23262 18

-0.17597

8 1.96229 3

1.97234 -0.17597 18

-0.13152

9 1.97234 3

1.97979 -0.13152 18

-0.09741

Jadi akar dari persamaan 4x3 – 15x2 + 17x – 6 = 0 menggunakan Metode Regular
Falsi adalah 1.97979.

Contoh 2:
Dibawah ini adalah program metode regulanfalsi dalam program pascal sebagai
berikut:
uses wincrt;
label ulang;
var
x1,x2,x3,y1,y2,y3 : real;
i : integer;
Ab :char;
data1 : real;
begin
ulang:
clrscr;
writeln('Tentukan nilai akar dari persamaan f(x)=x^3+x^2-3x-3=0 dengan Regula
Falsi');
write('Masukan nilai x1 = ');readln(x1);
y1 := x1 * x1 * x1 + x1 * x1 - 3 * x1 - 3;
writeln(' Nilai f(x1)= ',y1:0:4);
repeat
begin
write( 'Masukan nilai x2 = ' ); readln(x2);
y2 := x2 * x2 * x2 + x2 * x2 - 3 * x2 - 3;
write(' Nilai f(x2)= ',y2:0:4);
end;
if (y1*y2)<0 then
Writeln(' Syarat Nilai Ok')
else
Writeln(' Nilai X2 Belum Sesuai');
until ( y1 * y2 ) <0;
writeln;
writeln('Penyelesaian persamaan karekteristik dengan metoda regula falsi');
writeln('----------------------------------------------------------------------');
writeln(' n x f(x) error ');
writeln('----------------------------------------------------------------------');
repeat
begin
i:= i + 1; x3 := ( x2-( y2 / ( y2 - y1))*(x2-x1));
y3 := x3 * x3 * x3 + x3 * x3 - 3 * x3 - 3;
if i<10 then
writeln(' ',i,' : ',x3,' : ',y3,' : ',abs(y3),' : ')
else
writeln(i,' : ',x3,' : ',y3,' : ',abs(y3),' : ');
if ( y1 * y3 ) <0 then
begin

x2 := x3 ; y2 := y3 ;
end
else
begin
x1 := x3 ; y1 := y3;
end;
end;
until abs( y3 ) < 1E-08;
writeln('----------------------------------------------------------------------');
writeln('Akar persamaannya= ',x3);
writeln('Errornya=' ,abs( y3 ));
writeln('----------------------------------------------------------------------');
writeln('Apakah anda ingin mengulangi (y/t): ');
readln(ab);
if (ab='y') or (ab='Y') then
begin
goto ulang;
end
else
donewincrt;
end.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful