Anda di halaman 1dari 6

HALITOSIS

HALITOSIS (by : Evy Indriani Vyati) Halitosis merupakan suatu keadaan di mana terciumnya bau mulut pada saat seseorang mengeluarkan nafas (biasanya tercium pada saat berbicara). Bau nafas yang bersifat akut, disebabkan kekeringan mulut, stress, berpuasa, makanan yang berbau khas, seperti petai, durian, bawang merah, bawang putih dan makanan lain yang biasanya mengandung senyawa sulfur. Setelah makanan di cerna senyawa sulfur tersebut diserap kedalam pembuluh darah dan di bawa oleh darah langsung ke paru-paru sehingga bau sulfur tersebut tercium pada saat mengeluarkan nafas. Selain itu juga kebersihan mulut yang sangat kurang sempurna karena kebanyakan kita menyikat gigi hanya sekitar 40 detik, menurut literature diperlukan sedikitnya 3 menit untuk membersihkan gigi dan meng eliminasi bakteri merugikan yang berperan dalam produksi senyawa sulfur. Bau nafas pagi hari hampir pada semua orang dewasa, merupakan contoh bau nafas yang bersifat sementara (karena kekeringan mulut selama tidur). Bau nafas khronis dilaporkan menimpa 25 % populasi penduduk di berbagai macam kalangan. Keadaan ini dapat berpengaruh dalam hubungan personal atau bahkan dapat menyebabkan bencana terhadap hubungan bisnis. Beberapa penelitian telah di lakukan untuk mengetahui bakteri-bakteri spesifik penyebab bau mulut tersebut. Di dalam mulut normal diperkirakan rata2 terdapat sekitar 400 macam bakteri dengan berbagai tipe. Meskipun penyebab bau mulut belum diketahui dengan jelas, kebanyakan dari bau tersebut berasal dari sisa makanan di dalam mulut. Masalah akan muncul bila sebagian bakteri berkembang biak atau bahkan bermutasi secara besar2an. Kebanyakan dari bakteri ini bermukim di leher gigi bersatu dengan plak dan karang gigi, juga di balik lidah karena daerah tersebut merupakan daerah yang aman dari kegiatan mulut sehari-hari. Bakteri tersebut memproduksi toxin atau racun, dengan cara menguraikan sisa makanan dan sel-sel mati yang terdapat di dalam mulut. Racun inilah yang menyebabkan bau mulut pada saat bernafas karena hasil metabolisme proses anaerob pada saat penguraian sisa makanan tersebut menghasilkan senyawa sulfide dan ammonia. Bau mulut juga dapat di sebabkan oleh penyakit diabetes, penyakit ginjal, sinusitis, tonsillitis, kelainan fungsi pencernaan, penyakit liver, alkohol dan juga berbagai macam obat-obatan yang dapat menyebabkan kekeringan mulut.Perawatan yang dilakukan, berdasarkan penyebab bau mulut tersebut, bila perlu dilakukan pemeriksaan mikrobiologi untuk melihat bakteri penyebab, sebaiknya hubungi dokter gigi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penggunaan penyegar nafas, permen karet dan obat kumur, biasanya bersifat asimptomatis dan sangat terbatas kerjanya hanya sementara saja, pada saat efek dari penyegar nafas hilang bau mulut akan kembali tercium.

Gejala Bau Mulut

Kenali Tandanya
Sebenarnya, tidak usah pakai alat khusus juga kita bisa tahu kalau mulut kita berbau. Cukup menghembuskan nafas dari mulut ke telapak tangan, lalu hirup baunya. Kalau kondisi mulut kita memang sehat, kita nyaris tidak mencium bau yang tidak sedap. Lebih mudah lagi, liat saja reaksi atau komentar teman dan keluarga saat kita bicara. Masih juga belum bisa mendeteksi bau mulut, coba cek apakah bagian speaker pada gagang telepon kita atau gelas yang kita pakai berbau menyengat ? kalu iya, sudah waktunya diatasi.

Perhatikan juga beberapa kondisi berikut yang bisa mengindikasikan terjadinya halitosis, seperti lapisan putih pada permukaan lidah, mulut dan gigi terasa kering, air liur yang kental, dan bau mulut menyengat saat bangun tidur. Tapi kalu lebih pasti, dating saja ke klinik khusus halitosis. Disini tersedia pendeteksi bau mulut yang dengan mudah mengetahui kondisi bau mulut kita.

TIDAK CUMA DI MULUT

Meskipun bau tidak enak terciumnya dari mulut, tapi penyebabnya bisa timbul karena adanya gangguan atau penyakit pada organ tubuh lain seperti lambung, hati, paru-paru, bahkan ginjal. Kondisi saluran pencernaan yang tidak sehat juga bisa menimbulkan bau mulut. Penderita diabetes pun biasanya mempunyai bau mulut yang khas, jadi kita harus hatihati, halitosis ternyata bukan Cuma karena kondisi mulut yang kotor. Karena mulut masih berhubungan dengan system pernafasan, infeksi sinus dan tonsil juga bisa menimbulkan halitosis. Perhatikan kalau anda sedang pilek, pasti bau mulut kita biasanya lebih menyengat. Hal ini menandakan virus sedang menyerang system pernafasan kita. Penyebab halitosis penting ditelusuri agar kita bisa menetukan perawatan yang harus kita lakukan . kalau kondisi mulut dan gigi sehat tapi kita mengalami halitosis, sebaiknya kita periksa ke dokter umum atau ahli penyakit dalam saja. Jangan sampai ketika mengalami halitosis gara-gara penyakit lambung, kita malah berkonsultasi ke dokter ahli gigi dan mulut.

ATASI SEGERA
Pada saat anda mengalami halitosis, coba cek kondisi mulut dan gigi. Kalau gigi yang berlubang atau karang gigi, segera periksakan ke dokter gigi. Agar segera mendapatkan perawatan seperti membersihkan atau menambal gigi yang berlubang. Dengan demikian halitosis bisa segera diatasi. Biasakanlah berkunjung kedokter gigi dua kali dalam setahun agar kondisi gig dan mulut anda selalu terjaga. Kalu bau mulut disebabkan oleh plak di gigi, mouthwash saja sudah cukup untuk mengatasinya. Jadi tidak ada salahnya menggunakan cairan pencuci mulut kalau mulut sudah mulai berbau tak sedap.. tapi perhatikan saat memilih produk cairan pencuci mulut, hindari mouthwash yang mengklaim bisa membunuh seluruh bakteri dalam mulut. Karena tidak semua bakteri di dalam mulut berbahaya, bahkan ada beberapa bakteri di mulut yang bermanfaat untuk mencegah mikroorganisme penyebab jamur. Gunakan mouthwash untuk mengontrol jumlah bakteri merugikan dalam mulut , dan bukan memusnahkan semua bakteri. Jangan menggantungkan sepenuhnya pada mouthwash, karena fungsinya Cuma menghilangkan bau mulut untuk sementara. Yang utama adalah rajin menggosok gig, termasuk membersihkan permukaan lidah dan langit-langit mulut secara teratur.

Soalnya ada ratusan jenis bakteri penyebab bau mulut yang sembunyi di mulut dan selasela gigi kita. Kalau tidak segera diatasi, tahu sendiri akibatnya. So sebelum dicap sebagai cewek bernafas naga, jangan lupa meluangkan waktu untuk memperhatikan kebersihan mulut dan gigi.

News Item: : Mmmmph Bau Mulut...!! Jangan deh...! (Category: Healthy Life) Posted by fahmi Monday 19 May 2008 - 12:27:10

Pergaulan merupakan bagian penting kehidupan sehari-hari orang modern, tapi penyakit halitosis akan menyulitkan pergaulan. Halitosis adalah penyakit bau mulut. Halitosis sering mendatangkan banyak kesulitan dalam kehidupan, kejangkitannya terbagi dua jenis yaitu bersifat dari rongga mulut dan bersifat bukan dari rongga mulut. Sedangkan ludah juga memainkan peranan penting penyebab halitosis atau mulut busuk. Komposisi dalam ludah selain membantu pencernaan dan pelicinan, juga berfungsi membersihkan rongga mulut Nilai pH dalam rongga mulut umumnya 6,5, kalau nilai itu bertambah banyak atau mengandung materi lain, akan berubah menjadi alkali dan menimbulkan bau busuk, apalagi nilai pH mencapai 7,2 ke atas, akan lebih mendorong pertumbuhan kuman negatif Granstrom, sehingga memungkinkan penguraian protein melepaskan bau busuk, apalagi kalau yang dilepaskan sulfida yang mudah menguap bau mulut akan lebih-lebih tidak menyedapkan. Maka, ketika mulut kering atau kurang melakukan gerak penelanan mudah menimbulkan mulut busuk. Unsur lain dalam rongga mulut termasuk radang infeksi, misalnya radang gusi, periodontosis, kerusakan pada gigi, sisa-sisa makanan memadati sela gigi, infeksi kuman serta radang rongga bakteri bundar monilial. Selain itu, misalnya borok dan tumor akut dalam rongga mulut juga dapat mengakibatkan mulut busuk. Masih banyak sebab yang menimbulkan sindrom mulut kering, misalnya bernafas dengan mulut terbuka, dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh, penyakit saraf otot, penyakit kelenjar ludah dan lainnya, semua adalah sebab utama pemicu halitosis. Sedangkan unsur halitosis bukan dari rongga mulut lebih banyak, asalkan organ badan yang menyambung rongga mulut mengalami gangguan, rongga mulut dapat mengeluarkan bau yang tidak menyedapkan. Ini dimulai dari radang anak rongga hidung, rinitis atau radang selaput lendir hidung, radang paru-paru, pelebaran cabang tenggorok yang bersifat penyakit, kanker kerongkongan dalam saluran pencernaan, arus balik kerongkongan, penyumbatan pylorus lambung. Selain itu, juga terdapat sejumlah penyakit seluruh badan juga dapat memungkinkan sekresi bau luarbiasa dari rongga mulut, misalnya sirosis hati atau pengerasan hati, uremia dan sindrom ketolase. Riset kedokteran modern menunjukkan, sebab fundamental penyakit halitosis ialah menurunnya daya kekebalan organ tubuh, mengakibatkan ketidakseimbangan fungsi isi rongga perut dan dada, sulit menyeimbangi dan mengekang bakteri patologi yang dapat menghasilkan gas busuk senyawa. Ketika bakteri patologi berkembangbiak sampai jumlah tertentu, akan menghasilkan gas busuk senyawa yang berkepadatan tinggi ketika bakteri-bakteri itu menyerap dan mengurai gizi dalam tubuh manusia, dan gas busuk itu setelah mencapai kepadatan yang cukup tinggi akan masuk ke dalam darah, dan oleh darah gas tersebut dibawa ke paru-paru dan lambung, kemudian dibuang keluar tubuh lewat rongga mulut dan hidung. Maka, halitosis juga merupakan sinyal pelbagai penyakit yang tak boleh diremehkan, maka pengobatannya juga perlu dipentingkan.

Penyebab halitosis.

1. Penyakit dalam rongga mulut. Mudah membiakkan kuman, khususnya anaerobe, sulfida
yang diuraikannya dapat mengeluarkan bau busuk sehingga menimbulkan halitosis.

2. Penyakit lambung dan saluran usus. Karena penderita yang lambungnya terinfeksi
pylorus bakteri Helico, tingkat kejangkitan halitosis lebih tinggi daripada yang tidak terinfeksi, sedangkan pengobatan pylorus bakteri Helico, dapat menurunkan dengan nyata tingkat kejadian halitosis. Sebabnya mungkin karena infeksi pylorus bakteri Helico menimbulkan sulfida dan mengakibatkan halitosis. 3. Orang yang sering merokok, minum arak dan kopi serta mengkonsumsi makanan pedas seperti brambang, bawang, kucai dan lain sebagainya mudah menimbulkan halitosis. 4. Diet untuk mengurangi berat badan, tidak bernapsu makan karena sakit, menurunnya fungsi kelenjar ludah orang lanjut usia, wanita dalam masa haid dapat mengalami halitosis karena sekresi ludahnya berkurang sebagai akibat kekacauan endokrin yang pada kenyataannya menguntungkan pertumbuhan kuman anaerobe, sehingga halitosis sudah pasti akan terjadi. 5. Halitosis gadis remaja. Anak perempuan ketika memasuki masa pubertas, fungsi kandung telurnya masing belum sempurna, tingkat hormon seksnya masih relatif rendah, daya tahan organ rongga mulut akan penyakit menurun, mudah terinfeksi kuman dan menimbulkan halitosis. 6. Obat-obatan yang dapat mengurangi sekresi ludah. Obat-obatan Barat seperti obat penenang, obat penurun tekanan darah, atropine, obat ethakrinik dan obat tradisonal Tiongkok yang bersifat hangat. 7. Ketoacidosis penderita kencing manis atau penderita koma hati, serta sejumlah penyakit saluran pernapasan juga dapat menimbulkan halitosis. 8. Sembelit dalam jangka panjang, memungkinkan materi beracun yang dihasilkan dalam badan tidak dapat terbuang tepat waktu, diserap darah dan menimbulkan halitosis, kembung, nafsu makan berkurang, mudah naik pitam dan gejala lainnya. 9. Makan malam terlalu kenyang atau mengkonsumsi banyak hidangan daging dan berlemak serta pedas, selang waktu makan malam dan tidur terlalu pendek, sehingga dalam lambung masih tertimbun banyak makanan yang belum tercerna. Ini juga dapat menimbulkan halitosis. 10. Tekanan psikologis terlalu besar atau sering stres, apalagi berkurangnya sekresi kelenjar ludah, akan membuat mulut kering dan menguntungkan pertumbuhan anaerobe, sehingga menimbulkan halitosis. 11. Unsur mental. Sebenarnya tidak ada gejala halitosis, dokter dan orang di sekitarnya juga tidak mencium adanya bau tidak sedap dari badannya, tapi si penderita bersikeras tercium bau busuk dari mulutnya, dan selalu merasa orang lain berusaha menghindarinya. Penderita seperti itu akan sangat menderita dalam batin, maka diharapkan orang disekitarnya tidak mendiskriminasinya, melainkan banyak menaruh perhatian dan memberikan keyakinan kepada mereka. Pergaulan merupakan bagian penting kehidupan sehari-hari orang modern, tapi penyakit halitosis akan menyulitkan pergaulan. Langkah pencegahan dan pengobatan halitosis. 1. Ingat berkumur setelah makan, menggosok gigi selama tiga menit setelah makan, perhatikan kebersihan gigi palsu dan dilepas waktu tidur. Jaga selalu kebersihan rongga mulut dan perlu melakukan pemeriksaan rongga mulut secara rutin . 2. Jangan makan terlalu kenyang, apalagi makan malam, dan dianjurkan makan hidangan yang agak tawar dan tidak terlalu berminyak, jangan makan kudapan menjelang tidur, kurangilah konsumsi arak dan tidak merokok. 3. Cegah sembelit, dan jaga kelancaran buang air besar. 4. Orang setengah baya dan lanjut usia dianjurkan banyak mengkonsumsi buah-buahan segar dan minum teh untuk menggairahkan sekresi ludah. 5. Setiap pagi minum segelas air hangat ditambah sedikit garam dalam keadaan perut kosong, untuk mengatur fungsi lambung, ini juga dapat mengurangi timbulnya halitosis. 6. Bidara merah dan hitam dapat meringankan halitosis yang ditimbulkan karena makan brambang dan bawang serta makanan pedas lainnya. Selain itu, minum teh kental juga dapat meringankan bau bawang. 7. Mengulum permen vitamin C atau permen karet, menggunakan pasta gigi yang mengandung fluorin atau obat tradisional Tiongkok dan mengunyah daun teh juga dapat menghilangkan halitosis. 8. Dalam keadaan biasa, halitosis dapat dicegah dengan memperhatikan sanitasi rongga mulut dan memelihara kebiasaan baik perawatan gigi.

9. Menyikat dan bersihkan sela-sela gigi memakai odol dioksida klor (menghindari odol berisi sodium laryl sulphate). 10. Pakai obat kumur yang berisi dioksida klor (berkumur-kumur juga) 11. Penggunaan pengikis lidah(mengikis lidah/menyikat lidah dgn sikat gigi) untuk menyingkirkan lapisan putih sejauh punggung lidah yang kamu bisa. 12. Pembersihan yang teratur. 13. Minum banyak air!

Pencegahan dan pengobatan halitosis sekunder. Penyakit tersebut bersumber dari dalam tubuh, dengan cara-cara tersebut tadi sulit untuk mengatasinya. Harus dilakukan pengobatan menurut protopathic atau penyakit primer, antara lain pengobatan radang gusi, radang lambung, penyakit kencing manis dan lain sebagainya.

MENGATASI BAU MULUT (HALITOSIS)


February 17, 2009 | Meskipun rongga mulut tidak bermasalah, gigi dan gusi terawat, kebersihan mulut terjaga, sudah menghindari makanan yang berbau, tidak ada penyakit sistemik, tapi masih saja mulut mengeluarkan bau tidak sedap. Dokter gigi dan dokter penyakit dalam sudah berupaya tetap saja mulut mengeluarkan bau tidak sedap sehingga amat mengganggu dalam pergaulan. Cobalah mencari pengobatan dengan akupunktur. Metode pengobatan akupunktur dapat membantu anda mengatasi bau mulut yang tidak diketahui penyebabnya dengan hasil yang memuaskan. Tinjauan Kepustakaan Barat Halitosis adalah suatu keadaan terciumnya bau mulut pada saat seseorang mengeluarkan nafas, biasanya tercium saat berbicara. Tingkat halitosis saat ini dapat diukur dengan alat Halitometer. Penyebab bau mulut 1. yang bersumber dari dalam mulut

Kebersihan mulut dan gigi Jenis makanan yang dimakan Penyakit pada gigi, mulut dan gusi.

2. yang bersumber bukan dari dalam mulut


Penyakit sistemik seperti penyakit ginjal, sirosis hepatis, diabetes melitus, tbc paru Penyakit pada saluran pencernaan

Cara mengatasi bau mulut


Menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut Mengatur jenis makanan Atasi penyakit sistemik yang mendasarinya

Tinjauan Kepustakaan Timur Timbulnya bau mulut berhubungan dengan unsur lambung panas, bekuan darah, kelelahan dan lain-lain Gas dalam mulut merupakan penguapan panas dari organ dalam. Panas ini dapat berasal dari :

1. panaslambung yang menguap ke mulut klinis tampak gusi merah bengkak berdarah, kebiasaan makan makanan pedas berlemak. 2. timbunan makanan di lambung dan usus yang menghasilkan panas

terdapat gangguan pencernaan, sembelit 3. reak panas/ infeksi di paru-paru Peran Akupunktur Selain menjaga kebersihan gigi mulut dan mengatur jenis makanan, akupunktur dapat mengurangi panas dalam lambung dan usus, melancarkan fungsi pencernaan dan mengatasi sembelit sehingga tidak ada lagi uap panas tidak sedap yang naik ke mulut dan anda sembuh dari penyakit halitosis. Akupunktur dilakukan 2-3 kali seminggu sebanyak 8-10 kali.