Anda di halaman 1dari 13

PENGANTAR

Buku panduan skill lab Sistem Respirasi ini berisis 4 (empat) keterampilan utama, yaitu : 1. Keterampilan Teknik Anamnesis keluhan utama yang berhubungan dengan sistem Respirasi dengan penggalian riwayat penyakit yang lebih spesifik mengarah ke sistem respirasi. 2. Keterampilan Pemeriksaan Fisik Paru. Diharapkan selesai mengikuti kegiatan keterampilan klinik ini, mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan fisik paru secara berurutan. 3. Keterampilan Cara Membaca Foto Rontgen yang berkaitan dengan kelainan-kelainan sistem respirasi. 4. Keterampilan Penggunaan Nebulizer Buku panduan ini selain memuat panduan belajar langkah-langkah melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan keterampilan klinik lain, juga berisi daftar tilik sebagai lembar penilaian dari instruktur terhadap mahasiswa sebagai penilaian akhir serta membantu dalam menilai kemajuan tingkat keterampilan yang dilatih. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan dan penyusunan buku panduan ini.

Makassar,

Februari 2012

Koordinator Skill Lab. Sistem Respirasi Editing : Palu, 13 Desember 2012 dr. Baedah Madjid, Sp.MK(K)

TEKNIK ANAMNESIS PASIEN DAN PEMERIKSAAN FISIK DIAGNOSTIK PARU


Anamnesis adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan antara dokter (pemeriksa) dan pasien yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang penyakit yang diderita dan informasi lainnya yang berkaitan yang dapat mengarahkan diagnosis penyakit pasien. Banyak keluhan yang akan disampaikan oleh pasien tentang penyakitnya, walaupun demikian tidak semua keluhan atau informasi-informasi yang disampaikan dapat bermakna atau berkaitan dengan Sistem Respirasi sehingga diperlukan suatu teknik bertanya untuk menggali informasi tersebut. Pemeriksaan fisik pada Sistem Respirasi sebenarnya dimulai dari pemeriksaan hidung sampai ke pemeriksaan paru, tapi pada CSL ini hanya menjelaskan tentang teknik pemeriksaan fisis paru. Pemeriksaan fisis paru ini meliputi inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan tanda-tanda (sign) yang berkaitan dengan penyakit. Pada CSL ini pemeriksaan dilakukan dengan manekin ataupun dengan orang coba. Khusus pemeriksaan auskultasi disiapkan tape yang berisi bunyi nafas fisiologis dan pathologis. INDIKASI 1. Untuk membantu dalam menegakkan diagnosis penyakit dari seorang pasien. 2. Membantu dokter dalam melakukan tindakan selanjutnya 3. Mengetahui perkembangan dan kemajuan terapi 4. Dipakai sebagai standar pelayanan dalam memberikan pelayanan paripurna pada pasien

PEMERIKSAAN ANAMNESIS DAN FISIS DIAGNOSTIK PARU Tujuan Pembelajaran


Setelah selesai melakukan pelatihan ini mahasiswa diharapkan sudah mampu melakukan anamnesis lengkap dan pemeriksaan inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi secara berurutan dan mampu mengetahui keadaan normal dan abnormal pada sistem tersebut.

Sasaran Pmbelajaran
Setelah selesai melakukan pelatihan ini mahasiswa diharapkan sudah mampu: 1. Melakukan anamnesis pasien dengan lengkap, sistematis.dan efisien. 2. Melakukan pemeriksaan inspeksi : melakukan inspeksi dari depan dan dari belakang thorax membedakan bentuk normal dan abnormal rongga thorax 3. Melakukan pemeriksaan palpasi merasakan perbandingan gerakan nafas kanan dan kiri penderita membandingkan fremitus suara kiri dan kanan penderita 4. Melakukan pemeriksaan perkusi melakukan pemeriksaan perkusi dari atas ke bawah secara sistematis melakukan perkusi untuk mengetahui batas paru-hepar 5. Melakukan auskultasi melakukan pemeriksaan auskultasi secara sistematis dan efisien mendengarkan suara nafas saat inspirasi dan ekspirasi membedakan suara nafas normal dan abnormal mengenal bunyi tambahan pada auskultasi paru

Media dan alat bantu pembelajaran


a. Daftar panduan belajar untuk anamnesis b. Daftar panduan belajar untuk pemeriksaan fisis diagnostik paru c. Stetoskop, lap, air mengalir, probandus/manekin/auscultation trainer dan smartscope/ amplifier speaker system/dual head training stetoskop d. Status penderita, pulpen, pensil

Metode pembelajaran
1. 2. 3. 4. Demonstrasi sesuai dengan daftar panduan belajar Ceramah Diskusi Partisipasi aktif dalam skill lab (simulasi)

Evaluasi hasil pembelajaran


Evaluasi pencapaian sasaran pembelajaran dilakukan melalui check list/lembar tilik dengan sistem skoring.

DESKRIPSI KEGIATAN PEMERIKSAAN ANAMNESIS FISIS DIAGNOSTIK PARU


Kegiatan 1. Pengantar 2. Bermain peran tanya jawab Waktu 5 menit 25 menit deskripsi Pengantar 1. Mengatur mahasiswa 2. Dosen memberikan contoh bagaimana cara melakukan anamnesis yang benar dan dosen lainnya memberikan contoh pemeriksaan fisik dengan benar 3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya 1. Mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan ketentuan 2. Setiap pasangan praktek melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisi 3. Pelatih mengawasi sampai memberikan perintah bila ada hal-hal yang diperlukan Apa yang dirasakan oleh mahasiswa dan kendala/kesulitan yang dialami selama melakukan kegiatan Dosen menyimpulkan apa yang dilakukan mahasiswa

3. Praktek melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisis diagnostik paru 4. Diskusi

90 menit

30 menit

Total Waktu

150 menit

PENUNTUN BELAJAR PEMERIKSAAN ANAMNESIS DAN FISIK DIAGNOSTIK PARU Penilaian


SKOR Pencapaian 0 Perlu perbaikan 1 2 Mampu Mahir : langkah-langkah tidak dilakukan dengan benar dan atau tidak sesuai urutannya, atau ada langkah yang tidak dilakukan. : langkah-langkah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan urutannya, tetapi tidak efisisen : langkah-langkah dilakukan dengan benar, sesuai dengan urutan daan efisien. : Langkah tidak perlu dilakukan karena tidak sesuai dengan keada

TS

Tidak Sesusi

A.

PANDUAN BELAJAR ANAMNESIS KELUHAN UTAMA KASUS 2 3

BATUK LANGKAH KLINIK 1). PERSIAPAN PEMERIKSAAN 1. Berpenampilanlah yang membangun kepercayaan 2. Siapkan waktu yang cukup untuk pasien 3. Siapkan ruangan yang nyaman untuk pasien
2). SAAT ANAMNESIS 1. Perlihatkan sikap yang ramah, dan ucapkanlah salam 2. Perkenalkan diri melalui jabat tangan bila pasiennya sejenis 3. Ciptakanlah suasana yang bersahabat dalam rangka mengmbangkan sambung rasa dengan pasien 4. Jelaskanlah pada pasien tujuan anamnesis dilakukan 5. Gunakanlah bahasa yang mudah dipahami 6. Jadilah pendengar yang baik 7. Berikanlah kesempatan kepada pasien untuk memberikan respon 8. Mulailah anamnesis dengan menanyakan data umum pasien, yaitu : Nama Umur Alamat Status perkawinan Pekerjaan 9. Tanyakanlah keluhan utama (batuk) dan galilah riwayat penyakit yang sekarang.

Tanyakanlah: Onset dan lamanya keluhan batuk Sifat dari batuk (kering atau produktif) Warna lendir dan apakah disertai darah Keluhan lain yang menyertai batuk Sudah pernah berobat atau belum 10. Tanyakanlah riwayat penyakit pasien masa lalu: Apakah pasien pernah menderita penyakit dengan keluhan yang sama sebelumnya? Tanyakan penyakit lain yang pernah diderita pasien 11. Kenalilah riwayat psikososial Tanyakanlah kebiasaan-kebiasaan yang berkaitan/berpengaruh dengan keluhannya sekarang. Misalnya riwayat merokok, riwayat pekerjaan, alergi akan binatang peliharaan dll 12. Tanyakanlah riwayat penyakit dalam keluarga pasien Apakah ada anggota keluarga yang menderita penyakit/keluhan yang sama, bila ada ditanyakan kedekatannya dengan yang menderita 3). MELAKUKAN ANAMNESIS SISTEM LAIN Tanyakanlah fungsi fisiologis sistem lain , bila ada gangguan lanjutkan anamnesis berdasarkan keluhan tersebut.

B. PANDUAN BELAJAR PEMERIKSAAN FISIK DIAGNOSTIK PARU

LANGKAH KLINIK
PERSIAPAN PEMERIKSAAN Persilahkan psien duduk/ berbaring Lakukanlah cuci tangan rutin Mintalah dengan sopan pasien melepaskan pakaian MELAKUKAN INSPEKSI 1. Perhatikanlah bentuk dan pergerakan pada toraks Bentuk/ukuran toraks Cekung atau cembung salah satu sisi atau keduaduanya Perhatikan apakah terdapat daerah-daerah yang menonjol atau retraksi lokal Apakah terdapat deformitas rongga dada Pergerakan dinding toraks Berkurang pada gangguan otot pernapasan, tahanan dinding toraks yang meningkat, pengembangan paru yang berkurang, penekanan jaringan paru, hiperinflasi. Apakah penderita menggunakan otot-otot tambahan untuk bernafas MELAKUKAN PALPASI

KASUS 2 3

2. Lakukanlah palpasi, dengan menggunakan kedua tangan untuk memastikan Apakah terdapat nyeri tekan lokal Apakah terdapat massa atau krepitasi posisi trakea : apakah ada deviasi ke kanan/kiri (pemeriksaan dengan jari telunjuk) 2. Lakukanlah pemeriksaan palpasi di anterior dan posterior 3. Letakkanlah kedua telapak tangan pada dinding/samping dada 4. Persilahkanlah pasien menarik nafas panjang 5. Persilahkanlah ia mengucapkan kata sembilan-sembilan atau iii iii iii 6. Tentukanlah perbedaan vocal fremitus kiri dan kanan. Intensitas vocal fremitus relatif sama pada permukaan toraks kecuali hemitoraks kanan lebih kuat karena letak anatomi bronkus besar lebih dekat ke dinding dada. MELAKUKAN PERKUSI 1. Lakukanlah perkusi dalam posisi tegak karena suara perkusi dapat berubah karena perubahan letak organ 2. Lakukanlah perkusi dari atas kebawah pada dada depan dan belakang 3. Bandingkanlah tempat-tempat yang simetris dan identik pada kedua hemitoraks 4. Tentukan batas perubahan sonor ke pekak 5. Berilah tanda untuk tindakan punksi percobaan (bila ditemukan daerah pekak curiga efusi pleura) 6. Tentukanlah apeks paru dengan perkusi bahu mulai lateral (suara redup). Teruskanlah perkusi ke medial sampai terdengan sonor, berilah tanda. Lakukanlah perkusi dari pangkal leher ke arah lateral sampai terdengan suara sonor, berilah tanda. Puncak paru terletak diantara kedua tanda tersebut. MELAKUKAN AUSKULTASI 7. Letakkanlah stetoskop pada bagian anterior, lateral dan posterior dada secara sistematis 8. Mintalah penderita menarik nafas panjang 9. Lakukanlah auskultasi secara sistematis dan bandingkan bunyi yang terdengar pada tiap sisi 10. Tentukanlah jenis suara pernafasan dan suara tambahan * Vesikuler * Bronkovesikuler * Bronkial * Ronki * Wheezing * Stridor 11. Tentukanlah lokasi perubahan dari suara normal ke abnormal

TEKNIK PENILAIAN FOTO THORAX PADA SISTEM RESPIRASI


Foto thorax adalah foto X-ray pada thorax yang dibuat untuk membantu melihat kelainan-kelainan yang ada pada rongga thorax. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang cukup penting dalam penegakan diagnosis penyakit, utamanya sistem respirasi. Pada foto thorax ini kita dapat melihat kelainan-kelainan yang ada pada paru, pleura, organ-organ mediastinum, tulang-tulang dan pada jaringan lunak sekitarnya. Dalam pembuatan foto thorax haruslah diperlihatkan beberapa keadaan sehingga foto thorax yang dihasilkan dapat memenuhi syarat. Indikasi Foto Thorax 1. Pasien dengan riwayat batuk. 2. Pasien dengan sesak 3. Nyeri dada 4. Untuk check up 5. Kelainan-kelainan pada dinding thorax Tujuan Instruksional Umum Setelah mengikuti pembelajaran ini maka mahasiswa mampu melakukan penilaian terhadap foto thorax dengan kelainan-kelainan penyakit sistem respirasi. Tujuan Instruksional Khusus 1. Mampu menentukan jenis posisi foto thorax 2. Mampu membedakan foto thorax yang memenuhi syarat/tidak 3. Mampu menentukan adanya kelainan pada paru-paru dan pleura Media dan alat bantu pembelajaran 1. Daftar panduan belajar untuk teknik penilaian foto 2. Light box 3. Foto thorax Metode Pembelajaran 1. Demonstrasi sesuai daftar panduan belajar 2. Ceramah 3. Diskusi 4. Partisipasi aktif dalam skill lab 5. Evaluasi melalui check list

TEKNIK PENILAIAN FOTO THORAX UNTUK SISTEM RESPIRASI

Penilaian
SKOR Pencapaian 0 Perlu perbaikan 1 2 Mampu Mahir : langkah-langkah tidak dilakukan dengan benar dan atau tidak sesuai urutannya, atau ada langkah yang tidak dilakukan. : langkah-langkah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan urutannya, tetapi tidak efisisen : langkah-langkah dilakukan dengan benar, sesuai dengan urutan daan efisien. : Langkah tidak perlu dilakukan karena tidak sesuai dengan keada PANDUAN BELAJAR CARA PENILAIAN FOTO THORAX UNTUK SISTEM RESPIRASI LANGKAH KLINIK 1. Lalukanlah pemeriksaan identitas pasien sesuai nomor register foto : Nama Umur Jenis Kelamin Tanggal Lakukalah pemeriksaan identitas foto yaitu 2. Marker dari foto berupa R L atau D S 3. Pasanglah foto di light box dengan beranggapan pasien berhadapan dengan pemeriksa 4. Tentukanlah posisi foto apakah PA, AP, Lateral (R/L), Lateral dekubitus (R/L) atau oblik 5. Tentukanlah apakah foto memenuhi syarat atau tidak, dengan menilai apakah: 1) Inspirasi cukup dilihat dari posisi kedua diagfragma (kanan setinggi intercostal IX X posterior, dan diafragma kanan lebih tinggi dari pada kiri) 2) Posisi simetris, dapat dilihat dari projeksi tulang corpus vertebra thoracal yang terletak ditengah sendi sternoclaviculer kanan dan kiri. 3) Film meliputi seluruh cavum thorax mulai dari puncak cavum thorax sampai sinus phrenico-costalis
No foto

TS

Tidak Sesusi

KASUS 1 2 3

kanan kiri dapat terlihat pada film tersebut. 4) Vertebra thoracal seeperti biasanya terlihat hanya sampai Th. 3-4. 6. Lakukanlah penilaian terhadap foto thorax : Periksalah vaskuler parenchym paru, hili, mediastinum dan kedua sinus/diafragma. Karakteristik kelainan/lesi pada paru-paru, pleura, diagfragma atau mediastinum. Periksalah, apakah ada efek dari kelainan/lesi berupa pendorongan atau penarikan terhadap hili, diagfragma, mediastinum dan penyempitan/ pelebaran sela iga. Pada anak-anak, periksalah, apakah ada pembesaran kelenjar paratrakeal/parahiler. Periksalah, apakah ada organ abdomen dalam rongga thorax. Periksalah keadaan soft tissue dan tulangtulang iga/clavicula 7. Menentukan diagnosa berdasarkan kelainan yang ditemukan 8. Mengusulkan tambahan foto thorax posisi lain untuk lebih memperkuat diagnosa (bila perlu).

TEKNIK NEBULIZER

Indikasi nebulizer
1. 2. 3. 4. Asma Bronkialis Penyakit Paru Obstruksi Kronik Sindroma Obstruksi Post TB Mengeluarkan dahak

Cara Penggunaan Alat :


1. Bukalah tutup tabung obat, masukkan cairan obat kedalam alat penguap sesuai dosis yang telah ditentukan. 2. Gunakanlah mouth piece atau masker (sesuai kondisi pasien). Tekanlah tombol on pada nebulizer. Uap yang keluar dihirup perlahan-lahan dan dalam, inhalasi ini dilakukan terus menerus sampai obat habis. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai obat habis (+ 10 15 menit)

Interpretasi
1. Bronkospasme berkurang atau menghilang 2. Dahak berkurang Catatan : 1. Bila memungkinkan, kumur daerah tenggorok sebelum penggunaan nebulisasi. 2. Pasien harus dilatih menggunakan alat secara benar 3. Perhatikan jenis alat yang digunakan Pada alat tertentu maka uap obat akan keluar pada penekanan tombol, pada alat lain obat akan keluar secara terus menerus.

Penilaian
SKOR Pencapaian 0 Perlu perbaikan 1 2 Mampu Mahir : langkah-langkah tidak dilakukan dengan benar dan atau tidak sesuai urutannya, atau ada langkah yang tidak dilakukan. : langkah-langkah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan urutannya, tetapi tidak efisisen : langkah-langkah dilakukan dengan benar, sesuai dengan urutan daan efisien. : Langkah tidak perlu dilakukan karena tidak sesuai dengan keada

TS

Tidak Sesusi

PENUNTUN BELAJAR TEHNIK INHALASI DENGAN NEBULIZER


LANGKAH KLINIK Medical Consent 1. Sapalah penderita atau keluarganya dengan ramah dan perkenalkan diri anda, serta tanyakan keadaannya. 2. Berikan informasi umum kepada penderita atau keluarganya tentang indikasi/tujuan dan cara pemakaian alat. Persiapan alat 3. Persiapkanlah alat sesuai yang dibutuhkan : Main unit Nebulizer kit (masker, mouthpiece) Obat-obatan 4. Perhatikanlah jenis alat nebulizer yang akan digunakan (sumber, tegangan, tombol off/on), memastikan masker ataupun mouthpiece terhubung dengan baik, persiapan obat) Persiapan Penderita 5. Mintalah penderita kumur terlebih dahulu 6. Persilakanlah penderita untuk duduk, setengah duduk atau berbaring (menggunakan bantal), dengan posisi senyaman mungkin. 7. Mintalah penderita untuk santai dan menjelaskan cara penggunaan masker (yaitu menempatkan masker secara tepat sesuai bentuk dan mengenakan tali pengikat). Bila menggunakan mouthpiece maka mouthpiece tersebut dimasukkan ke dalam mulut dan mulut tetap tertutup 8. Jelaskanlah kepada penderita agar penderita menghirup uap yang keluar secara perlahan-lahan dan dalam hingga obat habis 1 KASUS 2 3

9. Latihlah penderita dalam penggunaan masker atau mouthpiece. 10. Pastikanlah penderita mengerti dan berikan kesempatan untuk bertanya. Pelaksanaan Terapi Inhalasi 11. Hubungkanlah nebulizer dengan sumber tegangan 12. Hubungkanlah air hose, nebulizer dan masker/mouthpiece pada main kit 13. Bukalah nebulizer kit (tutup tabung obat), masukkan cairan obat ke dalam alat penguap sesuai dosis yang telah ditentukan. 14. Gunakanlah mouthpiece atau masker sesuai kondisi pasien 15. Aktifkanlah nebulizer dengan menekan tombol On pada main kit. Perhatikan jenis alat, pada nebulizer tertentu, pengeluaran uap harus menekan tombol pengeluaran obat pada nebulizer kit 16. Ingatkanlah penderita, jika memakai masker atau mouthpiece, uap yang keluar dihirup perlahan-lahan dan dalam secara berulang hingga obat habis (kurang lebih 10-15 menit) 17. Tekanlah tombol off pada main kit, lepaskan masker/mouthpiece, nebulizer kit, air hose, dan tekanlah tombol off main kit. 18. Jelaskanlah pada penderita bahwa pemakaian nebulizer telah selesai dan evaluasilah keadaan penderita apakah pengobatan yang dilakukan memberikan perbaikan/mengurangi keluhan atau tidak. 19. Bersihkanlah mouthpiece dan nebulizer kit serta obatobatan yang telah dipakai