Anda di halaman 1dari 18

TINJAUAN KASUS

A. PENGKAJIAN 1. a. Nama Umur Jenis kelamin Agama Pendidikan terakhir Pekerjaan Suku / bangsa Status marital Tanggal masuk RS Tanggal Pengkajian No. Medrek Diagnosa medis Alamat 2) Identitas Penanggung Jawab Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan Hubungan dengan klien Alamat b. 1) Riwayat Kesehatan Keluhan Utama Klien mengeluh nyeri pinggang. : Ny. A : 45 Tahun : Perempuan : Perawat : Istri : Citepus II No. 24 Cicendo Pengumpulan Data Identitas : Tn. M : 50 Tahun : Laki-laki : Islam : SLTA : Tidak bekerja : Sunda / Indonesia : Menikah : 11 April 2005 : 12 April 2005 : 05018869 : Coronary Artery Desease (CAD) Angina Pektoris Akut : Citepus II No. 24 Cicendo 1) Identitas Klien

2)

Riwayat Kesehatan Sekarang Lima bulan sebelum masuk rumah sakit, klien mengeluh nyeri

pinggang yang terasa panas dan menyebar ke dada. Nyeri dirasakan bertambah apabila klien terlalu banyak aktivitas dan kurang minum, nyeri makin lama dirasakan semakin berat. Dan sehari sebelum masuk rumah sakit klien mengeluh nyeri pinggang yang terasa panas dan menyebar ke dada sehingga keluarga klien langsung membawa klien ke UGD RSHS dan dirawat di ruangan CICU. Pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal 12 April 2005, klien mengatakan nyeri pinggang yang terasa panas tetapi tidak menyebar ke dada. Nyeri dirasakan bertambah apabila klien terlalu banyak aktivitas dan kurang minum dan nyeri berkurang apabila klien istirahat. Nyeri pada pinggang terasa panas yang dirasakan semakin lama semakin berat, lamanya nyeri + 5 menit. Nyeri pinggang yang terasa panas tidak menyebar ke area dada. Skala nyeri 2 dari skala 0-5. Nyeri dirasakan apabila klien sedang stress, terlalu banyak aktivitas dan kurang minum. 3) Riwayat Kesehatan Dahulu Klien termasuk perokok berat. Klien merokok sejak SMP, sehari habis 2-3 bungkus, jenis rokok dji sam tsu. Dan sejak klien di diagnosa memiliki penyakit jantung klien berhenti merokok secara perlahan-lahan atas anjuran dokter. Klien mempunyai riwayat Hiperkolesterol, pada tahun 2000 klien di pasang balon dan pada tahun 2004 klien di operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG). 4) Riwayat kesehatan keluarga Di keluarga klien tidak ada yang menderita penyakit jantung namun ayak klien mempunyai riwayat penyakit hipertensi. Dalam keluarga klien tidak ada yang mempunyai riwayat penyakit menular seperti TBC dan Hepatitis.

c. No
1

Pola Aktivitas Sehari-Hari Pola Aktivitas Di Rumah Di Rumah Sakit


Nutrisi a. Makan Fre 3 3 x/hari kuensi x/hari Diet Jeni bubur/lunak Nasi, s lauk pauk, sayuran Makan Makanan yang tinggi Pan garam dan berlemak an berlemak dan tangan gorengan Tidak ada keluhan Tidak Kel ada keluhan uhan 1000 - 2500 cc/hari Air b. Minum putih 1500 Fre 2000 cc/hari Karena banyak kuensi minum klien jadi Air Jeni sering kencing putih s Apabil Kel a kurang minum uhan suka sakit pinggang Eliminasi a. BAB Fre kuensi Ko nsistensi uhan b. BAK Frekuensi Warna Keluhan Kel

1-2 hari sekali Lembek, warna kuning Tidak ada masalah

sehari

Lembek , warna kuning Tidak ada masalah

10 12 Kuning

x/hari

6x/.hari Kunin Tidak g jernih ada keluhan

jernih Klien sering kencing pada malam hari.

Personal Hygiene a. Mandi b. Gosok gigi c. Keramas d. Ganti pakaian e. Gunting kuku f. Keluhan

2 x/hari 2 x/hari saat mandi 2 x seminggu 2 x/hari 1 x

diseka

1 x/hari, 1 x/hari Belum 1 x/hari Belum Tidak

pernah pernah

seminggu

ada masalah Tidak

4 Intirahat Tidur Tidur siang Tidur malam Keluhan

ada masalah

Jarang 57 Tidak

jam

2 -

jam ada keluhan

5 6

jam

Pola aktivitas

Klien sering terbangun tengah malam karena ingin kencing sehingga mengganggu waktu tidur. Klien bekerja Karena klien sakit wiraswasta tapi sejak sehingga aktivitas klien sering sakit klien hanya menjadi terbatas, tetapi tinggal di rumah. klien masih bisa memenuhi ADL nya dengan mandiri ataupun dibantu oleh keluarga.

d. a)

Pemeriksaan Fisik Sistem Pencernaan 3112 2212 2112 2111

Mukosa bibir kering, lesi (-), warna gigi kuning gading, ada caries, gigi berjumlah 32 tetapi terdapat gigi palsu 7 :

warna lidah merah muda, tak ada lesi, mukosa mulut lembab. Bentuk abdomen datar, asites (-), tidak teraba pembesaran hepar dan lien. Bising usus 8 x/menit. Pada palpasi abdomen tidak teraba distensi. b) Sistem Pernafasan Bentuk hidung simetris, septum nasi terletak ditengah, lesi (-), PCH (-), mukosa rongga hidung kering, tidak ada nyeri pada palpasi sinus. Bentuk leher simetris, bentuk thorak simetris, tidak ada retraksi otot interkostalis, ekspansi kedua paru sama, bunyi paru resonan, frekuensi nafas cepat 20 x/menit, tidak ada clubing finger. c) Sistem Kardiovaskuler Tidak ada oedema kelopak mata, tidak terdapat peningkatan JVP, bunyi jantung S1 dan S2 murni regular, terdengar agak melemah, apek kordis teraba di ICS ke 5 midklavikula kiri, CRT kembali kurang dari 3 detik,

d)

Sistem Endokrin

Tidak terdapat pembesaran kelenjar thyroid dan getah bening, pertumbuhan badan sesuai dengan usia, tidak ada tremor pada anggota tubuh, tidak ada hiper atau hipopigmentasi pada area tubuh tertentu. e) Sistem Perkemihan Tidak teraba pembengkakan pada ginjal kiri dan kanan, tidak ada nyeri tekan pada kedua ginjal. Blas teraba penuh, tidak terpasang kateter. f) Sistem Muskuloskeletal Ekstremitas Atas : Bentuk simetris, tidak terdapat oedema, tidak terdapat luka, tidak terpasang infus. Reflek bisep +/+, reflek tricep +/+, ROM (+), kekuatan otot 5/5. Ekstremitas Bawah : Bentuk simetris, tidak ada luka, tidak terdapat odema, refleks patella +/+, ROM (+), kekuatan otot 5/5. g) Sistem Integumen Distribusi rambut merata, warna hitam, tidak rontok, kulit kepala bersih, kuku tangan dan kaki pendek dan cukup bersih, suhu tubuh 36,70 C. h) (a) Sistem Persyarafan Kesadaran Kompos mentis dengan nilai GCS E4 M6 V5, orientasi terhadap tempat, orang dan waktu sangat baik. (b) Memori Memori klien tidak terganggu, klien dapat mengingat tanggal, bulan dan tahun kelahirannya. (c) Tes Fungsi Kranial N. Olfaktorius Fungsi penciuman klien baik, klien dapat membedakan bau kayu putih dan bau alkohol dengan tepat. N. Optikus Klien dapat membaca papan nama mahasiswa dengan benar dari jarak kurang lebih 30 cm. N. Okulomotoris, trochlearis dan abdusen

Klien dapat menggerakan bola matanya ke lateral, samping kiri kanan dan oblique, refleks pupil terhadap cahaya +/+, tidak ada strabismus. N. Trigeminus Klien dapat merasakan usapan kapas pada dahi, pipi dan mandibula sambil matanya ditutup. Teraba kontraksi otot masseter pada saat klien mengunyah. N. Fasialis Klien dapat mengangkat alis secara simetris, dapat tersenyum dengan bibir simetris. Klien dapat merasakan rasa manis, asin dan asam pada saat makan. N. Akustikus Klien dapat mendengarkan pertanyaan-pertanyaan dengan suara yang tidak terlalu keras dan dapat menjawabnya sesuai dengan apa yang ditanyakan. N. Glosofaringeus dan Vagus Uvula terletak ditengah, ovula bergetar saat klien mengatakan ah, refleks menelan baik. N. Assesorius Klien dapat mengangkat kedua bahu secara simetris, dapat menoleh kearah kiri dengan melawan tahanan tangan perawat. N. Hipoglosus Klien dapat menjulurkan lidahnya secara simetris dan dapat menggerakannya ke atas dan ke bawah, samping kiri dan kanan secara simetris. e. Data Psikologis 1) Status emosi Saat dikaji emosi klien tampak stabil, ekspresi wajah klien sesuai dengan apa yang dibicarakannya. Klien mengatakan ingin cepat pulang, klien mengatakn tidak mau terlalu lama dirawat karena klien tidak mau menambah beban keluarganya. 2) Konsep diri

a) Klien

Gambaran diri menerima keadaan kondisi fisiknya sekarang, klien

mengatakan tidak ada yang istimewa pada anggota tubuhnya dan klien menyenangi semua anggota tubuhnya. b) Harga diri Klien mersa bangga pada istrinya walaupun istrinya sibuk bekerja sebagai perawat tetapi setiap hari setelah selesai bekerja selalu menemaninya. c) Ideal diri Klien berharap cepat sembuh dan cepat pulang. Walaupun setelah pulang klien hanya diam di rumah karena klien tidak bekerja. d) Identitas diri

klien mengatakan sebagai kepala keluarga bagi anggota keluarganya, ia tetap dianggap ayah sekaligus suami oleh anak dan istrinya. e) Peran diri Semenjak klien sering sakit klien tidak bekerja lagi karena kondisi klien tidak memungkinkan, tetapi anggota keluarganya sudah menerima keadaan dirinya tetapi klien merasa tidak dapat berperan seutuhnya sebagai kepala keluarga yang seharusnya memberikan nafkah pada keluarganya. 3) Gaya komunikasi Klien berbicara jelas dan santai, klien mengurangi banyak bicara agar tidak terlalu capek. 4) Pola koping Bila ada masalah dalam keluarga, klien suka membicarakannya dengan istrinya dengan harapan dapat terpecahkan masalahnya. f. Data Sosial 1) Hubungan Sosial Klien tinggal dalam satu kamar bersama dengan 5 klien lainnya, hubungan klien dengan anggota keluarga sangat baik. Klien cukup kooperatif terhadap perawat, mahasiswa dan dokter. Klien tidak menarik

diri dari lingkungan. Klien tidak mengikuti organisasi masyarakat di tempat tinggalnya. 2) Gaya hidup Setiap harinya klien hanya tinggal di rumah karena klien tidak bekerja. Semenjak mempunyai penyakit jantung klien mempunyai pantangan minum kopi dan juice alpukat serta pantangan makan gorengan dan makanan berlemak karena klien tidak mau memperberat penyakitnya. g. Data Spiritual 1) Falsafah Hidup Klien seorang muslim, menyadari bahwa setiap orang ada saatnya sakit dan saatnya sehat, sakit yang dialaminya sekarang merupakan ujian dari Allah. 2) Konsep ketuhanan Klien selalu berdoa dan berharap kepada Allah SWT agar diberikan kesembuhan, ia pasrah dengan keadaannya sekarang h. Data Penunjang 1) Laboratorium Tanggal 8 April 2005 Jenis pemeriksaan
Haematologi Hb Leukosit Hematokrit Trombosit APTT Kimia darah Ureum Kreatinin Glukosa puasa 13,1 6100 40 201.000 37,1 13 18 gr/dl 3,8 10.6 ribu 40 42 150 440 ribu 22,4 42,4 detik

Hasil

Nilai rujuk

29 10 75

15 50 mg/dl 0,6 1,1 mg/dl 70 110 mg/dl

Tanggal 11 April 2005 APTT 23 (CN, 26,8) CN +/-10 detik

2) Terapi Plavix 1 x 1 tablet Tromboaspilet 2 x 1 tablet Cedocard 5 ISDN 3 x 10

2. No 1

Analisa Data Data Kemungkinan Penyebab Dan Dampak Atherosclerosis Supply O2 ke koroner menurun Masalah Gangguan rasa nyaman : nyeri

DS : Klien mengatakan nyeri pada pinggang tersa panas dan dirasakan semakin berat Klien mengatakan nyeri dirasakan ber (+) jika klien terlalu banyak aktivitas dan kurang minum dan ber (-) jika klien istirahat DO : Klien dengan CAD Angina Pektoris Akut Nyeri tidak menyebar ke area dada Lamanya nyeri + 5 mnt Skala nyeri 2 dari skala 0-5 TD : 120 / 80

Metabolisme anaerob

Merangsang pelepasan substansi P, bradikinin, histamin, serotonin dan prostaglandin Merangsang nosi reseptor Dihantarkan oleh serabut syaraf delta A dan C Dialirkan dalam bentuk elektrokimia impuls ganglion radiks menuju dorsal horn di medulaspinalis

mmhg N : 73 x / menit R : 20 x / menit S : 36,7 0C

Dihantarkan ke traktus spinothalamikus Thalamus Cortex cerebri Nyeri dipersepsikan

DS : K lien mengatakan pada malam hari sering banyak minum K lien mengatakan ketika tidur sering terbangun karena ingin kencing DO : K lien minum 10002500 cc/hari K lien BAK 10-12 x/hari T idur klien pada malam hari 5 6 jam K lien sering terbangun tengah malam karena ingin kencing

Intake cairan pada malam hari berlebih Peningkatan isi kandung kemih Merangsang kandung kemih Poliuria Merangsang syaraf otonom Aktivasi nor epineprin Simpatis terangsang RAS teraktivasi Mengaktifkan kerja organ REM menurun Klien sering terjaga Klien menderita CAD + 5 tahun

Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur :

DS : K lien mengatakan ingin cepat pulang karena tidak mau membebani keluarganya

Klien sejak sakit tidak bekerja Klien tidak dapat memenuhi kewajibannya memberikan nafkah

Gangguan konsep diri : peran

K untuk keluarganya lien mengatakan selama klien sakit Klien tidak dapat berperan seutuhnya klien tidak bekerja sebagai kepala keluarga lagi K lien mengatakan tidak dapat menjalankan seutuhnya peran sebagai kepala keluarga DO : K lien menderita CAD + sudah 5 tahun K lien sejak sakit tidak bekerja lagi I strinya bekerja sebagai perawat 3. Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas Masalah a. Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan penurunan supply O 2 ke koroner b. Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat : tidur berhubungan poliuria pada malam hari c. Gangguan konsep diri : peran seutuhnya sebagai kepala keluarga berhubungan dengan tidak dapat berperan

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI No


1.

Diagnosa Keperawatan
Gangguan rasa nyaman : nyeri b.d penurunan supply O2 ke koroner ditandai dengan : DS : Klien mengatakan nyeri pada pinggang tersa panas dan dirasakan semakin berat Klien mengatakan nyeri dirasakan ber (+) jika klien terlalu banyak aktivitas dan kurang minum dan ber (-) jika klien istirahat DO : Klien dengan CAD Angina Pektoris Akut Nyeri tidak menyebar ke area dada Lamanya nyeri + 5 mnt Skala nyeri 2 dari skala 0-5 TD : 120 / 80 mmhg N : 73 x / menit

Tujuan
Tupan : Rasa nyaman klien terpenuhi Tupen : Setelah dilakukan perawatan selama 2 hari, nyeri berkurang dengan kriteria evaluasi: Klien mengatakan nyeri berkurang Klien mampu melakukan teknik distraksi dan relaksasi Klien tampak tenang Skala nyeri berkurang menjadi 1 Tanda-tanda vital dalam batas normal : TD : 120/ 90 mmhg N : 60 100 x / menit RR : 12 20 x / menit S : 36,5 37,5 0 C

Intervensi Rencana
1. Kaji tanda-tanda vital 2. Atur posisi klien senyaman mungkin 3. Tenangkan klien bahwa perawat mengetahui nyeri yang dirasakan klien adalah nyata dan perawat akan membantu klien mengurangi nyeri tersebut 4. Kaji respon perilaku klien terhadap nyeri dan pengalaman nyeri 5. Berikan dorongan penggunaan strategi pereda nyeri yang telah klien terapkan dengan berhasil pada pengalaman nyeri sebelumnya 6. Lakukan setiap tindakan secara perlahan 7. Berikan tindakan kenyamanan, contoh : pijatan pinggang, nafas dalam, latihan relaksasi, ajak klien ngobrol 8. Kaji respon nyeri, catat lokasi, lama, intensitas (0-5) dan karakteristiknya (dangkal, tajam, konstan) 9. Kolaborasi pemberian obat

Rasional
1. Mengetahui keadaan umum klien 2. Posisi yang nyaman dapat menurunkan ketegangan otot dan meningkatkan kenyamanan 3. Rasa takut bahwa nyerinya tidak dianggap nyata dapat meningkatkan ansietas dan mengurangi toleransi nyeri 4. Memberikan informasi tambahan tentang nyeri klien

5. Memberikan dorongan strategi


peredaan nyeri yang dapat diterima klien dan keluarga 6. Gerakan perlahan dapat menurunkan spasme otot 7. Membantu menurunkan rasa nyeri

8. Membantu menentukan pilihan keefektifan intervensi. Tingkat ansietas dapat mempengaruhi

R : 20 x / menit S : 36,7 0C 2 Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat : tidur b.d poliuria pada malam hari ditandai dengan : DS : Kli en mengatakan pada malam hari sering banyak minum Kli en mengatakan ketika tidur sering terbangun karena ingin kencing DO : Kli en minum 1000-2500 cc/hari Kli en BAK 10-12 x/hari Tid ur klien pada malam hari 5 6 jam Kli en sering terbangun tengah malam karena ingin kencing Tupan: Kebutuhan istirahat tidur terpenuhi Tupen : Setelah diberikan penjelasan selama 2 hari, poliuria klien berkurang dengan kriteria evaluasi : - Klien dapat membatasi minum pada malam hari - Klien mengatakan tidak kencing terus pada malam hari - Klien mengatakan tidurnya nyenyak

sesuai indikasi : analgetik, narkotik

persepsi/ reaksi terhadap nyeri 9. Dapat memblokir penghantaran rangsang nyeri 1. Mengurangi intake cairan pada malam hari sehingga kandung kemih tidak terlalu penuh 2. Memudahkan klien dan mengurangi klien untuk terus terjaga karena harus bolak balik ke kamar mandiklien agar lebih mudah untuk tidur 3. Memberikan rasa aman dan nyaman bagi klien serta meningkatkan relaksasi dan kesiapan untuk tidur 4. Menurunkan stimulus sensori dari lingkungan sekitar yang akan menghambat tidur nyenyak 5. Mengurangi mual dan muntah

1. Anjurkan klien utnuk mengurangi minum pada malam hari 2. Anjurkan klien untuk menyimpan pispot dekat tempat tidur

3. Berikan lingkungan yang tenang


bagi klien dengan mengurangi jumlah pengunjung, ruangan yang tidak terlalu terang dan ruangan yang sepi 4. Lakukan hal-hal yang menjadi kebiasaan klien sebelum tidur 5. Ciptakan lingkungan yang tenang menjelang tidur malam

Gangguan konsep diri : Tupan :

1.

1.

Dengan

peran b.d tidak dapat berperan seutuhnya sebagai kepala keluarga, ditandai dengan : DS : Kli en mengatakan ingin cepat pulang karena tidak mamu membebani kelluarganya Kli en mengatakan selama klien sakit klien tidak bekerja lagi Kli en mengatakan tidak dapat menjalankan seutuhnya peran sebagai kepala keluarga DO : Kli en menderita CAD + sudah 5 tahun Kli en sejak sakit tidak bekerja lagi Istri nya bekerja sebagai perawat

Kebutuhan peran klien terpenuhi Tupan Setelah penjelasan selama 2 hari klien dapat mengerti akan perubahan peran akibat penyakit yang dideritanay, dengan kriteria : - Klien tampk lebih tenang - Klien mengerti akan perubahan peran yang dialami selama klien sakit

antu klien untuk kesadaran dirinya

memperluas

2. B ri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya 3. B erikan kesempatan kepada keluarga untuk mengekspresikan perhatiannya dan diskusikan cara mereka dapat membentu klien 4. Id entifikasi sistem pendukung untuk gantikan peran selama klien sakit 5. A njurkan klien untuk bekerja dibidang yang tidak terlalu banyak menguras tenaganya

memperluas kesadaran diri klien, diharapkan klien dapat menerima keadaan dirinya 2. Dengan menyatakan perasaannya dapat mengurangi cemas pada klien 3. Dengan adanya perhatian dari keluarga menambah motivasi klien dan deegan diskusi menambah pengetahuan keluarga 4. Meningka tkan ketenangan serta menurunkan stress selama peran tergantiakn 5. Bekerja di bidang yang tidak terlalu menguras tenaga dapat mengurangi beban kerja jantung, sehingga klien tidak cepat capek

B. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Tanggal


1

DP
2

Waktu
3

Tindakan Keperawatan dan Evaluasi


4

Paraf
5

12 - 4 - 05

21.00

Mengkaji tanda-tanda vital Hasil : TD : 120 / 80 mmhg N : 73 x / menit R : 20 x / menit S : 36,7 0C Menciptakan lingkungan yang tenang menjelang tidur malam dan memberikan lingkungan yang tenang bagi klien dengan mengurangi jumlah pengunjung, ruangan yang tidak terlalu terang dan ruangan yang sepi Hasil : Pengunjung dibatasi dan lingkungan sekitar tenang Memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya Hasil : Klien mampu mengungkapkan perasaannya Mengkaji skala nyeri Hasil : Skala nyeri 2 dari skala 0-5 Mengatur posisi klien senyaman mungkin Hasil : Posisi klien dengan head up 30 o Menganjurkan klien untuk mengurangi minum pada malam hari Hasil : Klien mengurangi minum pada malam hari Menganjurkan klien untuk menyimpan pispot dekat tempat tidur Hasil : Pispot disimpan dibawah tempat tidur

Marni

21.10

Marni

21.15

Marni

21.20

Marni

21.25

Marni

21.30

Marni

21.30

Marni

14 - 4 - 05

07.15

08.00

Mengatur posisi klien dan merapihkan tempat tidur klien senyaman mungkin Hasil : Posisi klien dengan head up 30 o dan tempat tidur klien rapih Mengkaji tanda-tanda vital Hasil : TD : 130 / 80 mmhg N : 80 x / menit R : 18 x / menit S : 37 0C Mengkaji skala nyeri Hasil : Skala nyeri 2 dari skala 0-5 Menenangkan klien bahwa perawat mengetahui nyeri yang dirasakan klien adalah nyata dan perawat akan membantu klien mengurangi nyeri tersebut Hasil : Klien terlihat lebih tenang Memberikan tindakan kenyamanan, contoh : pijatan pinggang, nafas dalam, latihan relaksasi, ajak klien ngobrol Hasil : Klien mau diajak ngobrol dan menarik napas dalam Memberikan dorongan penggunaan strategi pereda nyeri yang telah klien terapkan dengan berhasil pada pengalaman nyeri sebelumnya Hasil : Bila nyeri klien suka memijat pinggangnya dan banyak minum Mengkaji respon perilaku klien terhadap nyeri dan pengalaman nyeri Hasil : Ketika nyeri klien mengusap-usap pinggangnya dan merubah posisi tidur senyaman mungkin Memberikan terapi obat per oral sesuai jadwal Hasil :

Marni

Marni

08.15

Marni

08.25

Marni

08.30

Marni

08.40

Marni

09.00

Marni

10.00

Marni

3 10.30

Plavix 1 tablet / oral Tromboaspilet 1 tablet / oral Cedocard / oral ISDN / oral Marni

Memberikan kesempatan kepada keluarga untuk mengekspresikan perhatiannya dan diskusikan cara mereka dapat membentu klien Hasil : Keluarga mengunjungi klien dan menemani klien Memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya Hasil : Klien mampu mengungkapkan perasaannya Mengidentifikasi sistem pendukung untuk gantikan peran selama klien sakit Hasil : Orang yang menggantikan perannya selama klien sakit adalah istrinya Menganjurkan klien untuk bekerja dibidang yang tidak terlalu banyak menguras tenaganya Hasil : Klien mengatakan setelah sembuh klien akan berusaha mencari kerja yang sesuai dengan kemampuannya

11.00

Marni

11.15

Marni

1145

Marni