Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Tubuh setiap makhluk hidup terdapat suatu sistem yang dinamakan sistem sirkulasi. Sistem sirkulasi merupakan suatu system organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Dalam percobaan mikrosirkulasi ini sistem aliran darah yang melalui pembuluh darah dapat diamati dibawah mikroskp, dan terdiri dari, arteriol, kapiler, venula dan vena. Kapiler merupakan struktur yang sangat tipis dengan dinding berupoa satu lapis sel endotel yang sangat permeabel.Di kapiler terjadi pertukaran zat makanan dan hasil-hasil yang dikeluarkan oleh sel antara jaringan dan darah sirkulasi.Untuk melangsungkan fungsi ini di seluruh tubuh,jumlah kapiler yang tersedia kira-kira 10 milliar dengan total luas permukaan kira-kira 500 sampai 700 meter persegi.Tentu saja,jarang sekali ada sebuah sel tunggal fungsional pada tubuh yang letaknya lebih dari 20 sampai 30 mikron dari sebuah kapiler. Pada mikrosirkulasi, terjadi fungsi yang paling penting dari sirkulasi, yaitu transport zat makanan ke jaringan dan pembuangan ekstra selular. Arteriole kecil akan mengendalikan aliran darah bagi setiap daerah jaringan, dan kondisi setempat dalam jaringan itu sendiri kemudian mengatur diameter arteriole. Jadi setiap jaringan ,pada sebagian besar keadaan, akan mengendalikan aliran darahnya sendiri sesuai dengan kebutuhannya. Adapun pada jaringan mikrosirkulasi ini, terdapat pembuluh yang terkecil, yang disebut kapiler. Kapiler merupakan struktur yang sangat tipis dengan dinding berupa satu lapis sel endotel yang permeabel. Di kapiler inilah terjadi pertukaran zat makanan dan hasil-hasil yang dikeluarkan oleh sel antara jaringan dan darah sirkulasi. Inilah yang akan kita bahas dalam laporan ini.

1.2 Tujuan percobaan 1. Mempelajari susunan mikrosirkulasi (kapilaroskopi) 2. Melihat aliran darah melalui susunan ini 3. Melihat pengaruh beberapa faktor terhadap mikrosirkulasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sistem sirkulasi manusia, arteri berwarna merah dan vena berwarna biru. Sistem kardiovaskular atau sistem sirkulasi adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostasis). Ada tiga jenis sistem sirkulasi : tanpa sistem sirkulasi, sistem sirkulasi terbuka, dan sistem sirkulasi tertutup. Adapun sistem sirkulasi terbuka adalah susunan transport dalam pada hewan seperti molusca dan artropoda, yang mana cairan dalam rongga yang disebut hemocoel yang membasahi organ dengan langsung dan tidak terdapat perbedaan antara darah dan cairan intertitial, kombinasi ini disebut hemolimpa. Sedangkan sistem sirkulasi tertutup komponen utamanya adalah hati, darah dan pembuluhpembuluh darah. Fungsi yang paling utama dari sirkulasi adalah transport zat makanan ke jaringan dan pembuangan ekstra selular. Arteriol kecil akan mengendalikan aliran darah bagi setiap daerah jaringan dan kondisi setempat dalam jaringan itu sendiri kemudian mengatur diameter arteriol. Jadi setiap jaringan pada sebagian besar keadaan akan mengendalikan aliran darahnya sendiri sesuai dengan kebutuhannya. Mikrosirkulasi setiap organ disusun untuk memenuhi kebutuhan khusus dari organ. Pada umumnya, setiap arteri pemberi makanan yang memasuki organ akan bercabang sebanyak enam sampai delapan kali sebelum arteri itu menjadi cukup kecil untuk disebut arteriol, yang pada umumnya mempunyai diameter internal kurang dari 20 mikrometer. Selanjutnya arteriol itu sendiri akan bercabang dua sampai lima kali, sampai diameternya kira-kira 5 sampai 9 mikrometer pada ujungnya di mana mereka mengalirkan darqah ke kapiler.

Mikrosirkulasi terdiri dari

arteriole, kapiler, venula, dan aliran limfe.

Arteriole merupakan pembuluh darah kecil yang ukurannya berkisar antara 10-50 . Arteriole terdiri dari sebuah lapisan endotelium yang dikelilingi oleh satu atau lebih otot polos di sekitarnya. Arteriole dipengaruhi oleh saraf symphatik dan sangat peka terhadap rangsangan. Arteriol sangat berotot dan diameternya dapat berubah beberapa kali lipat. Metarteriol ( arteriol terminalis) tidak mempunyai laipsan otot yang bersambungan. Venula jauh lebih besar daripada arteriol dan mempunyai lapisan otot yang lebih lemah. Jadi, hendaknya diingat bahwa tekanan di dalam venula jauh lebih kecil ketimbang tekanan di dalam arteriol, sehingga venula tetap masih dapat berkontraksi meskipun ototnya lemah. Pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi dan berfungsi mengalirkan darah keseluruh tubuh. Jenis-jenis yang paling penting,arteri dan vena,juga disebut demikian karena mereka membawa darah keluar atau masuk ke jantung. Kerja pembuluh darah membantu jantung untuk mengedarkan sel darah merah atau eritrosit keseluruh tubuh dan mengedarkan sari makanan, oksigen dan membawa keluar karbondioksida. Sistem sirkulasi Struktur dan fungsi mikrosirkulasi, Mikrosirkulasi terdiri dari arteriol, kapiler, venule, dan pembuluh darah limpatik. a. Arteriol Resisten pembuluh darah kecil (10-50 ) tersusun dari endothelium yang dikelilingi oleh satu atau lebih lapis sel otot polos. Fungsi utama dari organ ini adalah sebagai aliran regulasi, mengantarkan oksigen dan juga pengaliran hasil metabolisme.

b. Kapiler Pembuluh pertukaran yang kecil (6-10 ) terdiri dari sel endothelial yang sangat tipis yang dikelilingi ruangan membran dan tidak ada otot polos. c. Venule Pembuluh pertukaran yang kecil (10-50 ) terdiri dari sel endotelial yang dikelilingi oleh ruangan membran dan otot polos. Pertukaran cairan dan makromolekul terjadi Gambaran anatomi Arteri dan Arteriol Karakteristik berbagai macam pembuluh darah diperlihatkan dalam tabel 30-1. Dinding smua arteri terbuat dari lapisan luar jaringan ikat, adventitia, lapisan tengah daripada otot polos, media dan lapisan dalam, intima terbuat dari endotelium dan didasari jaringan ikat. Dinding aorta dan arteri yang berdiameter besar relatif mengandung banyak jaringan elastik. Dinding ini diregang selama sistol dan mengalami rekoil pada waktu diastol. Dinding arteriol mengandung lebih sedikit jaringan elastik tetapi lebih banyak otot polos. Otot dipersarafi oleh serat saraf adrenergik, yang merupakan vasokontriktor dalam fungsinya dan pada beberapa keadaan oleh serat kolinergik yang mendalatasi pembuluh. Arteriol adalah tempat utama tahanan terhadap aliran darah dan sedikit perubahan pada garis tengahnya membuat perubahan besar dalam tahanan perifer total. Kapiler Arteriol dibagi menjadi pembuluh berdinding otot lebih kecil, kadangkadang disebuat metaarteriol dan ini selanjutnya memberikan ke kapiler. Dalam beberapa lapisan vaskular yang telah dipelajari secara rinci, metarteriol dihubungkan langsung dengan venula oleh suatu pembuluh ramai kapiler (thoroughvare vessel) dan kapiler asli dalam jalinan anastomose pada sisi cabang secara menonjol di persimpangan venula.

pembuluh ramai ini. Lubang kapiler asli dikelilingi pada sisi hulu oleh sedikit otot polos sfingter prekapiler. Tidak jelas apakah metarteriol dipersarafi, dan tampaknya bahwa sfingter prekapiler tidak dipersarafi. Meskipun demikian, tentu saja mereka berrespon terhadap bahan vasokontriktor lokal maupun yang beredar. Diameter kapiler asli pada ujung arteri kira-kira 5 dan 9 pada ujung vena. Bila sfingter berdilatasi, diameter kapiler cukup untuk dilalui sel darah merah untuk diperas satu per satu. Ketika melalui kapiler, sel darah merah menjadi berbentuk bidal atau parasut dengan aliran mendorong pusat sel darah merah lebih kedepan dibanding penggirnya. Konfigurasi ini muncul secara sederhana karena tekanan pada pusat pembuluh, terlepas dari apakah ada atau tidaknya ujung sel darah merah berkontak dengan dinding kapiler.

Berikut adalah diagram sirkulasi pada orang dewasa. KEPALA,LENGAN

OTAK

PEMBULUH KORONER

JANTUNG KANAN

PARU

JANTUNG KIRI

ARTERI HEPATIKA

HATI

LIMPA SALURAN CERNA VENA PORTAL

GINJAL

BATANG TUBUH, TUNGAI

Venula dan vena Dinding venule hanya sedikit lebih tebal dibandungkan kapiler. Dinding vena juga tipis dan mudah diregang. Mereka mengandung otot polos yang relative sedikit, tetapi sangat kuat berkontraksi yang diakibatkan oleh kegiatan saraf-saraf noradrenergic pada vena dan oleh bahan kimia seperti norepinefrin. Setiap orang yang mengalami kesukaran membuat vena pungsi dapat melihat vaso spasme local yang jelas pada vena superficial lengan bawah karena cedera. Variasi dalam tonus penting dalam penyusuaian sirkulasi. Intima pembuluh vena anggota gerak melipat pada jarak tertentu untuk membentuk katup vena yang mencegah aliran balik. Cara kerja fungsi katub ini pertama kali diperlihatkan oleh William Harvey. Tidak terdapat katub pada vena yang sangat kecil,vena besar atau vena dari otak dan alat dalam.

Syok anafilaktik Langkah pertama untuk bisa menanggulangi syok adalah harus bisa mengenal gejala syok. Tidak ada tes laboratorium yang bisa mendiagnosa syok dengan segera. Diagnosa dibuat berdasarkan pemahaman klinik tidak adekuatnya perfusi organ dan oksigenasi jaringan. Langkah kedua dalam menanggulangi syok adalah berusaha mengetahui kemungkinan penyebab syok. Pada pasien trauma,pengenalan syok berhubungan langsung dengan mekanisme terjadinya trauma. Semua jenis syok dapat terjadi pada pasien trauma dan yang tersering adalah syok hipovolemik karena pendarahan. Syok kardiogenik juga bisa terjadi pada pasien-pasien yang mengalami trauma diatas diafragma dan syok neurogenik dapat disebabkan oleh trauma pada sistem saraf pusat serta medula spinalis. Syok septik juga harus dipertimbangkan pada pasien-pasien trauma yang datang terlambat untuk mendapatkan pertolongan.

Definisi Syok Syok dapat didefenisikan sebagai gangguan sistem sirkulasi yang menyebabkan tidak adekuatnya perfusi dan oksigenasi jaringan. Bahaya syok adalah tidak adekuatnya perfusi ke jaringan atau tidak adekuatnya aliran darah ke jaringan. Jaringan akan kekurangan oksigen dan bisa cedera. Penyebab Syok Tiga faktor yang dapat mempertahankan tekanan darah normal a. Pompa jantung. Jantung harus berkontraksi secara efisien. b. Volume sirkulasi darah. Darah akan dipompa oleh jantukng ke dalam arteri dan kapiler-kapiler jaringan. Setelah oksigen dan zat nutrisi diambil oleh jaringan, sistem vena akan mengumpulkan darah dari jaringan dan

mengalirkan kembali ke jantung. Apabila volume sirkulasi berkurang maka dapat terjadi syok. c. Tahanan pembuluh darah perifer. Yang dimaksud adalah pembuluh darah kecil,yaitu arteriole-arteriole dan kapiler-kapiler. Bila tahanan pembuluh darah perifer meningkat,artinya terjadi vasokontriksi pembuluh darah kecil. Bila tahanan pembuluh darah perifer rendah, berarti terjadi vasodilatasi. Rendahnya tahanan pembuluh darah perifer dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah. Darah akan berkumpul pada pembuluh darah yang mengalami dilatasi sehingga aliran darah balik ke jantung menjadi berkurang dan tekanan darah akan turun. Penanggulangan Syok Anafilaktik Adapun cara penanggulangan syok anafilaktik memerlukan tindakan cepat sebab penderita berada pada keadaan gawat. Sebenarnya, pengobatan syok anafilaktik tidaklah sulit, asal tersedia obat-obat emerjensi dan alat bantu resusitasi gawat darurat serta dilakukan secepat mungkin. Hal ini diperlukan karena kita berpacu dengan waktu yang singkat agar tidak terjadi kematian atau cacat organ tubuh menetap. Kalau terjadi komplikasi syok anafilaktik setelah kemasukan obat atau zat kimia, baik peroral maupun parenteral, maka tindakan yang perlu dilakukan, adalah: 1. Segera baringkan penderita pada alas yang keras. Kaki diangkat lebih tinggi dari kepala untuk meningkatkan aliran darah balik vena, dalam usaha memperbaiki curah jantung dan menaikkan tekanan darah. 2. Penilaian A, B, C dari tahapan resusitasi jantung paru, yaitu: A. Airway yaitu pemberian jalan napas. B. Breathing yaitu dengan segera memberikan bantuan napas buatan bila tidak ada tanda-tanda bernapas, C. Circulation yaitu bila nadi tidak teraba pada arteri besar, yaitu pada a. karotis, maka segera lakukan kompresi jantung luar. 10

Penilaian A, B, C ini merupakan penilaian terhadap kebutuhan bantuan hidup dasar yang penatalaksanaannya sesuai dengan protokol resusitasi jantung paru. 3. Segera berikan adrenalin 0.3--0.5 mg larutan 1 : 1000 untuk penderita dewasa atau 0.01 mk/kg untuk penderita anak-anak, intramuskular. Pemberian ini dapat diulang tiap 15 menit sampai keadaan membaik. 4. Dalam hal terjadi spasme bronkus di mana pemberian adrenalin kurang memberi respons, dapat ditambahkan aminofilin 5--6 mg/kgBB intravena dosis awal yang diteruskan 0.4--0.9 mg/kgBB/menit dalam cairan infus. 5. Dapat diberikan kortikosteroid, misalnya hidrokortison 100 mg atau deksametason 5--10 mg intravena sebagai terapi penunjang untuk mengatasi efek lanjut dari syok anafilaktik atau syok yang membandel. 6. Bila tekanan darah tetap rendah, diperlukan pemasangan jalur intravena untuk koreksi hipovolemia akibat kehilangan cairan ke ruang ekstravaskular sebagai tujuan utama dalam mengatasi syok anafilaktik. 7. Dalam keadaan gawat, sangat tidak bijaksana bila penderita syok anafilaktik dikirim ke rumah sakit, karena dapat meninggal dalam perjalanan. Kalau terpaksa dilakukan, maka penanganan penderita di tempat kejadian sudah harus semaksimal mungkin sesuai dengan fasilitas yang tersedia dan transportasi penderita harus dikawal oleh dokter. Posisi waktu dibawa harus tetap dalam posisi telentang dengan kaki lebih tinggi dari jantung. 8. Kalau syok sudah teratasi, penderita jangan cepat-cepat dipulangkan, tetapi harus diawasi/diobservasi dulu selama kurang lebih 4 jam. Sedangkan penderita yang telah mendapat terapi adrenalin lebih dari 2--3 kali suntikan, harus dirawat di rumah sakit semalam untuk observasi.

11

Pencegahan Syok Anafilaktik Pencegahan syok anafilaktik merupakan langkah terpenting dalam setiap pemberian obat, tetapi ternyata tidaklah mudah untuk dilaksanakan. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan, antara lain: 1. Pemberian obat harus benar-benar atas indikasi yang kuat dan tepat. 2. Individu yang mempunyai riwayat penyakit asma dan orang yang mempunyai riwayat alergi terhadap banyak obat, mempunyai risiko lebih tinggi terhadap kemungkinan terjadinya syok anafilaktik. 3. Penting menyadari bahwa tes kulit negatif, pada umumnya penderita dapat mentoleransi pemberian obat-obat tersebut, tetapi tidak berarti pasti penderita tidak akan mengalami reaksi anafilaktik. Orang dengan tes kulit negatif dan mempunyai riwayat alergi positif mempunyai kemungkinan reaksi sebesar 1-3% dibandingkan dengan kemungkinan terjadinya reaksi 60%, bila tes kulit positif. 4. Yang paling utama adalah harus selalu tersedia obat penawar untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya reaksi anafilaktik atau anafilaktoid serta adanya alat-alat bantu resusitasi kegawatan.

12

BAB III METODOLOGI PERCOBAAN 1.1 Alat dan Bahan Mikroskop Katak Air hangat Epinefrin - Pinset - Papan Lilin - Jarum Pentul

1.2 Cara Kerja Setelah katak didecerebrasi, pergunakanlah lidah atau mesenterium yang transparan untuk melihat susunan kapiler. Letakkan katak diatas papan lilin sehingga bagian yang transparan terletak di atas sebuah lubang pada papan lilin. Setelah cahaya pada mikroskop diatur dengan baik, letakkan preparat ini dibawah lensa. Bila transparansi preparat tersebut cukup baik maka akan dapat melihat susunan pembuluh darah yang jelas.

13

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengamatan Berikut ini merupakan gambar susunan pembuluh darah mikrosirkulasi

Keterangan:
1. Arteri 2. Sfingter prekapiler 3. Preventral channel 4. Venule 5. Vena 6. Sfingter past kapiler 7. Kapiler sejati

14

8. Metaarteriole 9. Arteriole

4.2 Pembahasan Yang dimaksud dengan mikrosirkulasi adalah sistem peredaran darah yang dimulai dari arteriole-kapiler-venule dimana susunannya hanya dapat dilihat secara mikroskopik. Airan darah pertama-tama darah memasuki kapiler melalui arteriol dan meninggalkan kapiler melalui venula. Darah yang berasal dari arteriol akan melewati serangkaian pembuluh metaarteriol yang juga disebut arteri terminalis. Sesudah meninggalkan metarteriol, darah memasuki kapiler, beberapa pembuluh ada yang besar dan disebut saluran istimewa dan yang lain berukuran kecil dan disebut kapiler murni. Sesudah mengalir melalui kapiler, darah memasuki venula dan kembali ke sirkulasi sistemik. Dalam keadaan normal, terlihat berjalan pada kapiler sedikit namun cepat pada pergerakannya karena diameter kapiler lebih kecil dari pada eritrosit. Kecepatan darah vasokonstriktor dari 750/15 detik. Diameter dari kecil menjadi lebih kecil. Kecepatan darah vasodilatasator dari 150/15 detik menjadi 100/15 detik. Diameter menjadi semakin besar. 1. Pemberian epinefrin Berdasarkan hasil pengamatan pada pemberian tetesan larutan epinefrin, diameter pembuluh darah kapiler mengecil, tekanan aliran darahnya membesar dan volumenya mengecil. Hal ini disebabkan karena adrenalin merupakan salah satu bahan vasokontriktor. Pengaruh adrenalin disini yaitu memperkuat kontriksi arteri kecil. 2. Pemberian air hangat Penetesan air hangat memacu laju metabolisme sel, akibatnya persediaan oksign dalam sel berkurang dan selanjutnya sel membutuhkan lebih banyak metabolismenya. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang oksigen untuk

15

tinggi ini, maka

pembuluh darah ini akan melebar, kecepatan aliran darah yang melewati pembuluh meningkat.

menurun dan volume darah

Apabila suhu panas, maka akan terjadi vasodilatasi. Vasodilatasi ini menyebabkan aliran darah dan aktivitasjantung menjadi lebih cepat dari pada biasanya. Hal ini disebabkan karena pembuluh darah mengalami proses dilatasi sehingga tekanan total perifer berkurang. Pada mikrosirkulasi kecepatan aliran darah yang paling lambat adalah kapiler karena kapiler memiliki luas penampang total yang terbesar bila dibanding dengan pembuluh darah lainnya, sehingga aliran darah yang mengalir lebih lambat ini sesuai dengan fungsi kapiler yaitu sebagai tempat pertukaran cairan, memungkinkan oksigen dan zat makanan berpindah dari darah ke dalam jaringan dan memungkinkan hasil metabolisme berpindah dari jaringan ke dalam darah. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan aliran darah. Kecepatan aliran yang mengalir sangat bergantung pada luas penampang total terbesar dan diameter nya dimana semakin besar luas penampangnya maka semakin lambat pula aliran darahnya. Zat-zat penting yang erat kaitannya dengan mikrosirkulasi adalah zat yang dapat membuat terjadinya proses vasodilatasi dan vasokonstriksi. Bahan-bahan yang termasuk vasodilator adalah : 1 Asam asetat 2. Air hangat 3. Asam laktat 4. Bradikinin 5. CO2 6. Ion H dan ion K . 7. Histamin 8. Acolycolin

16

Sedangkan yang termasuk bahan vasokonstriktor adalah : 1 Epinefrin. 2. Adrenalin 3. Air dingin 4. Norepinefrin 5. Vasopressin 6. Angiotensin Cara untuk mengenali arteriole adalah: Aliran darah menuju kapiler Sangat berotot Diameternya dapat beberapa kali lipat Mempunyai sfingter prekapiler dan kecepatan aliran darah

Cara untuk mengenali arteri adalah: Aliran darahnhya cepat Serabut ototnya banyak Dindingnya lebih tebal

Cara untuk mengenali kapiler adalah: -

Merupakan lanjutan dari arteriole Dindingnya terdiri dari 1 lapisan uniseluler,sel endothelial Bagian luarnya dikelilingi oleh membran dasar Kecepatan aliran darahnya lambat

17

Cara untuk mengenali venule dan vena kecil adalah: Jauh lebih besar dari arteriole Lapisan otot lebih lemas dan bertekanan kecil Diameternya lebar

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dari percobaan yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa : 1. Mikrosirkulasi adalah sistem peredaran darah yang melalui pembuluh-pembuluh darah yang sistemnya terdiri dari arteriole, metarteriole, kapiler, venule dan vena kecil yang susunannya dapat dilihat dengan mikroskop. 2. Pada vasokonstriktor, diameter kapiler mengecil, kecepatan aliran darah 3. meningkat dan jumlah aliran darah sedikit seperti yang terlihat Kecepatan aliran darah pada arteriol dapat berubah-ubah pada pemberian epinefrin. karena arteriol dapat berkonstriksi dan berdilatasi yang disebabkan adanya otot pada arteriol. 4. 5. Aliran darah pada pembuluh darah dapat berubah-ubah Pada Vasodilator, diameter kapiler membesar, kecepatan kecepatan,volumenya dan tekanannya. aliran darah lambat dan jumlah aliran darah banyak, hal ini terlihat pada pemberian air panas pada preparat kecepatan darah dalam

18

pembuluh darah baik arteriole, kapiler maupun venule mengalir lebih lambat di banding pada saat keadaan normal. 6. 7. 8. 9. Zat-zat vasodilator dan vasokontriktor mempengaruhi Epinefrin termasuk bahan-bahan vasokontriktor. Air hangat termasuk bahan-bahan vasodilator. Kecepatan aliran darah dipengaruhi oleh luas penampang kecepatan aliran darah mikrosirkulasi.

dan diameter pembuluh darah.

5.2 Saran - Sebaiknya asisten menjelaskan lebih pelan sedikit agar lebih mudah untuk dipahami.

19

Daftar pustaka
1. Guyton, Arthur C. dan Hall, John E., Fisiologi kedokteran, Edisi 9, Jakarta

: Penerbit buku kedokteran, Hal 231 234


2. Eric P.Winder,Hershel Raff,Kevin T.Strang., Human Physiology,Ninth

edition, Boston University,Page 411,413


3. William F.Ganong.,Medical Physiology,Twenty-first edition,University of

California,Page 579-583
4.

Circulatory system. Available from: www.wikipedia.org. Accessed : 9 November 2008

5. Microcirculation. Available from: www.cvphysiology.com.Accessed: 9

November 2008
6.

Pembuluh Darah. Available from: www.wikipedia.org. Accessed: 9 November 2008

7. Syok

dan

penaggulangannya.Available

from:

www.google.com.

Accessed: 9 November 2008

20

21